Anda di halaman 1dari 13

PENDIDIKAN AGAMA

Definisi Agama

Ditinjau dari segi ETIMOLOGI, Islam diambil dari


bahasa Arab

Aslama yuslimu : berarti berserah diri, patuh, taat, tunduk


Pengertiannya menurut pemeluknya untuk berserah diri, tunduk, patuh
dan taat kepada ajaran, tuntutan, petunjuk dan peraturan hukum Allah
SWT.
(QS. Ali_imran : 83)

(QS. An-Nisa : 125)

Pendidikan Agama (Uus Saepul M) Halaman: 1


Berasal dari Asslim yang artinya perdamaian, kerukunan, keamanan
Maksudnya, Agama Islam menganjurkan kepada pemeluknya untuk
dapat mewujudkan peramaian dan keamanan dalam kehidupan pribadi
dan bermasyarakat, baik lahir maupun batin, jadi pemeluk dilarang
membuat keributan dan kerusuhan dalam masyarakat, apalagi
menganjurkan untuk menjadi seorang teroris, mengebom tempat-
tempat tertentu dengan alasan jihad, hal itu sungguh bertentangan
dengan nilai-nilai islam.

(QS. Al-Anfal: 61)

(QS. Muhammad: 35)

Pendidikan Agama (Uus Saepul M) Halaman: 2


Islam berasal dari kata Assalam yang artinya selamat, sejahtera,
bahagia
Maksudnya, Agama Islam menganjurkan kepada para pemeluknya agar
dapat mewujudkan kesejahteraan dan keselamatan dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
(QS. Az-Zumar: 73)

(QS. Yasin: 58)

Islam diambil dari kata Salimun yang artinya suci dan bersih
Maksudnya, Agama Islam menganjurkan kepada pemeluknya untuk
menjaga kesucian diri dan kebersihan diri dan lingkungannya
(QS. Asy-Syua’ro : 89)

Pendidikan Agama (Uus Saepul M) Halaman: 3


(QS. Ash-Shaffat : 84)

Ditinjau dari segi TERMINOLOGI/ISTILAH

Islam adalah agama yang diturunkan Allah SWT kepada manusia


melalui Rasul-Nya, yang berisi hukum yang mengatur hubungan
manusia dengan Allah SWT, hubungan manusia dengan manusia dan
hubungan manusia dengan alam.

Metode dalam mengkaji Islam


Menurut Nasmedi Rozaq (1989) dalam bukunya Dinul Islam ada 4
metode, yaitu:
1. Islam dikaji dari sumber Asli (Al-qur’an, Al-hadist)
2. Islam harus dikaji secara integrasi, bukan farsial
3. Islam harus dikaji dari kepustakaan muslim atau sarjana
4. Jangan mengkaji Islam dari kenyataan hidup atau realita umatnya
tetapi dari ajarannya yang komprehensif

Pertama : Islam harus dikaji dari Sumber Asli yaitu Al-Qur’an dan
Sunah Rasulullah SAW
Kedua : Harus mempelajari secara menyeluruh atau kaffah
Ketiga : Jangan memahami Islam dengan cara membaca buku-buku
saja
Keempat : Jangan mengkaji Islam dari kenyataan hidup/realita
umatnya, tetapi dari ajarannya yang komprehensif. Apabila
umat islam mengkaji Islam dari realita kehidupan umatnya,
banyak ditemukan umat Islam yang terbelakang dalam bidang
pendidikan, keamanan, kebodohan dan kemiskinan.

Pendidikan Agama (Uus Saepul M) Halaman: 4


Karakteristik Islam
Menurut Yusuf Qordowi (1996.16) dalam bukunya karakteristik Islam,
menjelaskan bahwa Agama Islam mempunyai beberapa ciri khusus:
a. Robbaniyah, yaitu agama yang tujuan akhirnya berhubungan baik
dengan Allah SWT, mengharapkan ridhonya (Q.S. Ali Imron : 79)

b. Insaniyah, yaitu agama yang sesuai dengan jiwa manusia, semua


perintah dan larangannya bermanfaat untuk manusia itu sendiri, jadi
Islam sangat menekankan kemanusiaan (Q.S. Al-Ankabut: 45)

c. Syumuliyah, yaitu agama yang belaku secara universal, agama


yang berlaku untuk semua jaman kehidupan dan semua tempat

Pendidikan Agama (Uus Saepul M) Halaman: 5


serta dapat diterima oleh manusia di dunia sampai akhir masa (Q.S.
Al-Anbiya: 107)

d. Wasatiyah, yaitu agama yang bersifat moderat, agama yang


mengajarkan kepada pemeluknya agar tidak condong pada
kehidupan materi saja, akan tetapi dapat memperhatikan
keseimbangan kehidupan dunia dan akhirat, spiritual maupun
material (Q.S. A-Baqarah: 201)

Ruang Lingkup Ajaran Islam


Endang Saifudin Anshory (1990:73) dalam bukunya Kuliah Al-Islam,
membagi ajaran Islam terdiri dari 3 bagian, yaitu :
a. Akidah, menurut entimologi artinya ikatan, janji
Akidah, menurut terminologi artinya sesuatu yang mengharuskan
hati membenarkannya, yang membuat jiwa tenang dan menjadi
kepercayaan yang bersih dari keseimbangan dan keragu-raguan
Akidah, menurut Al-Qur’an disebut Iman yang artinya membenarkan
dalam hati, mengucapkan dengan lisan dan melaksanakan dengan
amal perbuatan (bersama anggota badan)
b. Syari’ah, menurut etimologi artinya jalan, aturan
Syari’ah, menurut terminologi artinya norma yang mengatur
hubungan manusia dengan Tuhan melalui ibadah, hubungan
manusia dengan manusia melalui muamalah dan hubungan manusia
dengan alam semesta.
Hukum Syari’ah terdiri dari Wajib, Sunah, Mubah, Makruh dan Haram

Pendidikan Agama (Uus Saepul M) Halaman: 6


c. Akhlak, menurut etimologi artinya budi pekerti
Menurut terminologi artinya kekuatan jiwa yang mendorong
perbuatan-perbuatan dengan mudah dan spontan tanpa dipikir dan
direnungkan lebih dahulu.
Ruang lingkup Akhlak terdiri dari :
1. Akhlak kepada Allah SWT
2. Akhlak kepada sesama manusia
3. Akhlak kepada Alam semesta
Seorang muslim yang mengimplementasikan Akidah, Syariah dan
Akhlak dalam kehidupan sehari-hari:
Muslim Kaffah : Seorang muslim yang sempurna Islamnya,
sebagaimana yang dijelaskan dalam Al-Quran Surat Al-
Baqarah: 208

Hubungan Akidah, Syariah dan Akhlak


Dijelaskan dalam Q.S Ibrohim : 24-27, Allah memberikan ilustrasi
tentang hubungan antara Akidah, Syariah dan Akhlak seperti hubungan
akar, batang dan buah.

Pendidikan Agama (Uus Saepul M) Halaman: 7


Pendidikan Agama (Uus Saepul M) Halaman: 8
1. Iman kepada
Allah
ULUHIYAH 2. Iman kepada
Malaikat
3. Iman kepada
Kitab Suci
RUBUBIYAH
4. Iman kepada
Rosul
5. Iman kepada
ASMA Hari Akhir
WASIFAT
6. Iman kepada
Qodho Qodar
1. Bersuci
(Thoharoh)
IBADAH 2. Sholat
(MAHDHAN) 3. Puasa
1.
4. Sistem
Zakat
Keluarga
5. Haji
(Munakahat)
AJARAN 2. Sistem
ISLAM Ekonomi
(Muamalat
Tijaniah)
3. Sistem
MUAMALAH Politik (Fiqih
(GHOIR- Siasah)
MAHDHAN 4. Sistem
Mawaris
5. Hukum
Perdata
6. Hukum
Pidana (jinayat)
7.
Pengembangan
IPTEK Islam

KHOLIQ
1.
2.
AKHLAK
3.
4.
MAKHLUK

Pendidikan Agama (Uus Saepul M) Halaman: 9


LATAR BELAKANG PAI
Dalam era globalisasi, kemajuan industri sebagai salah satu
dampak dari modernisasi, telah menuntut masyarakat untuk memiliki
kemampuan spesialisasi secara tajam. Tuntutan tersebut pada
gilirannya akan menyeret masyarakat kepada pola hidup tertentu yang
mengakibatkan hilangnya makna hidup secara hakiki dengan
mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan dan nilai-nilai ketuhanan.
Untuk mengantisipasi dampak negatif dari kemajuan Iptek dan
lajunya arus moderinisasi yang begitu cepat, umat manusia harus
segera menyadari dari membentengi diri dengan kemampuan dasar
yang harus dimiliki oleh setiap individu. Kemampuan memahami dan
memaknai terhadap nilai-nilai isensial yang ada pada dirinya sebagai
makhluk Tuhan.
Kemampuan tersebut diupayakan melalui bentuk Program
Pendidikan yang dinamakan Pendidikan Umum (General Education).
Pendidikan Umum merupakan salah satu program pendidikan yang
membekali kemampuan peserta didik untuk memahami dan memaknai
esensi manusia sebagai makhluk Tuhan yang memiliki potensi
sempurna dibandingkan dengan makhluk lainnya.

TIUPAI
Memberikan landasan pengembangan kepribadian kepada
mahasiswa agar menjadi kaum intelektual yang beriman dan bertaqwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berfikir filosopi,
bersikap rasional dan dinamis berpandangan luas, ikut serta dalam
kerjasama antar umat beragama dalam rangka pengembangan dan
pemanfaatan ilmu dan teknologi serta seni untuk kepentingan nasional.

TIK
a. Membentuk manusia bertaqwa, yaitu manusia yang patuh
dan taat kepada perintah Allah dan Rasul-Nya dalam menjalankan
ibadah dengan menekankan pembinaan kepribadian muslim,
yaitu pembinaan Akhlakul Karimah
b. Melahirkan para agama yang berilmu
c. Tercapainya keimanan dan ketaqwaan kepada mahasiswa
serta tercapainya kemampuan menjadikan ajaran agama sebagai
landasan panggilan dan pengembangan disiplin ilmu yang
ditekuninya
d. Menumbuh suburkan dan mengembangkan serta
membentuk sikap positif dan disiplin serta cinta terhadap agama
dalam pelbagai kehidupan peserta didik.

Pendidikan Agama (Uus Saepul M) Halaman: 10


Tujuan Utama: Membina kepribadian, kelak akan menjadi ilmuwan
yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT dan
mampu mengabdikan ilmunya untuk kesejahteraan
umat manusia
Definisi Agama
Dalam masyarakat Indonesia, selain kata Agama dikenal pula kata
Din yang berasal dari bahasa Arab dan kata Religi yang berasal dari
bahasa Eropa, sedangkan kata Agama berasal dari bahasa Sanskrit.

Religi : Kepercayaan kepada Tuhan sebagai pencipta dan pengatur


alam semesta
Sistem Iman dan penyembahan didasarkan atas kepercayaan
tertentu
Drs. Sidi Gazali (1991), Agama adalah kepercayaan pada hubungan
manusia dengan yang kudus, dihayati sebagai hakikat yang gaib,
hubungan yang menyatakan diri dalam bentuk serta system kultus dan
sikap hidup berdasarkan dokrin tertentu.
Din berasal dari bahasa Arab dan dalam Al-Qur’an
Menurut etimologi mengandung pengertian: menguasai, ketaatan
dan balasan
Menurut terminologi mengandung pengertian: sebagai kumpulan
keyakinan, hukum dan norma yang akan mengantarkan manusia
kepada kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat
Dari rumusan dan definisi di atas disimpulkan pengertian agama itu
meliputi tiga system penting, yaitu :
1. Suatu sistem kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa
2. Suatu sistem penyembahan kepada Tuhan’
3. Suatu Sistem nilai yang mengatur dan
hubungan

Unsur Agama
Prof. Dr. Harus Nasution (1999), agama bias disebut agama
minimal mempunyai 4 (empat) unsur penting:
a. Unsur keyakinan/kepercayaan
b. Unsur adanya penyembahan atau peribadatan
c. Unsur aturan atau tata cara dalam peribadatan
d. Respon yang bersifat emosional dari manusia

Pendidikan Agama (Uus Saepul M) Halaman: 11


Manfaat Agama
Agama bagi kehidupan manusia menjadi pedoman hidup (way of
life). Orang yang biasa menjalankan perintah dan aturan agama, tanpa
adanya pengawasan akan menjalankan aturan-aturan dan undang-
undang masyarakat atau Negara. Karena sudah terbiasa menjalankan
peraturan dan undang-undang tanpa pengawasan.
Jelaslah bahwa manfaat beragama itu adalah
a. Mendidik manusia supaya memiliki ketetraman jiwa. Orang
beragama akan dapat merasakan manfaat agamanya, lebih-lebih
ketika dia ditimpa kesusahan dan kesulitan.
b. Mendidik manusia supaya berani menegakkan kebenaran
dan takut untuk melakukan kesalahan, jaminannya kebahagiaan
di dunia dan akhirat
Alat untuk membedakan manusia dari perbudakan terhadap materi
supaya tidak ditundukkan oleh materi yang bersifat dunia akan manusia
diperintahkan tunduk hanya kepada Allah SWT (Moh Rifai, 1984)

Macam-Macam Agama
Ditinjau dari sumbernya, agama dibagi menjadi 2 macam, yaitu:
a. Samawi/Agama Wahyu yang diterima dari Allah SWT
b. Ardi/Agama budaya, tumbuh melalui proses pemikiran
manusia, adat istiadat budaya manusia
Berdasarkan parameter tersebut untuk saat sekarang ini agama
yang masih layak dan pantas disebut sebagai agama samawi atau
agama wahyu hanya Islam, yang ajarannya dibawa oleh Rosullullah
SAW.

Pendidikan Agama (Uus Saepul M) Halaman: 12


Pendidikan Agama (Uus Saepul M) Halaman: 13