DISAMPAIKAN Oleh : Drs.Soekirno, M.

Sc

KONSEP DAN DIFINISI KONSEP DAN DIFINISI Dinamika Penduduk : Perubahan jumlah penduduk di suatu wilayah tertentu pd waktu tertentu dibandingkan dengan waktu sebelumnya Pertambahan penduduk secara alami di suatu wilayah tertentu dipengaruhi oleh jumlah kelahiran dan jumlah kematian di wilayah tersebut.

FAKTOR-FAKTOR YG BERPENGARUH FAKTOR-FAKTOR YG BERPENGARUH

1. Kelahiran (fertilitas) 2. Kamatian (mortalitas) 3. In-Migration (migrasi masuk) 4. Out-Migration (migrasi keluar)

Angka Pertumbuhan Penduduk
Kelahiran dan perpindahan penduduk disuatu wilayah menyebabkan bertambah/berkurangnya penduduk di wilayah tsb. Kematian menyebabkan berkurangnya jumlah pddk di wilayah tsb Angka pertumbuhan penduduk dpt dihitung dengan beberapa rumus sbb :

PERTAMBAHAN JUMLAH PENDUDUK ALAMI PERTAMBAHAN JUMLAH PENDUDUK ALAMI Pertambahan penduduk alami adalah pertambahan penduduk yang hanya dipengaruhi oleh kelahiran dan kematian.t jumlah kematian periode waktu 0 t . Rumus : Keterangan : Pt = P0 + (B – D) Pt P0 B D = = = = jumlah penduduk pada tahun t jumlah penduduk pada tahun dasar (0) jumlah kelahiran periode waktu 0 .

255 ) Pt = 523. . Pt = Po + (B – D ) Pt = 523.000 -.255 jiwa dan jumlah kematian pada periode 200 – 2007 sebanyak 1.000 + 3.P2007 = 526.000 + ( 4.255 – 1.000 jiwa . jumlah kelahiran periode 2000 – 2007 sebanyak 4.Contoh perhitungan PP alami Berapa jumlah penduduk alami tahun 2007. jika diketahui jumlah Penduduk Kab.255 jiwa.A tahun dasar (2000) sebanyak 523.000 jiwa.

PERTAMBAHAN JUMLAH PENDUDUK ( KELAHIRAN.KEMATIAN DAN MIGRASI ) Rumus : Pt = P0 + (B – D) + (Mm – Mk) dengan: Pt = P0 = B = D = Mm = Mk = jumlah penduduk pada tahun t jumlah penduduk pada tahun dasar (0) jumlah kelahiran periode waktu 0 dan t jumlah kematian periode waktu 0 dan t jumlah migran masuk peride waktu 0 dan t jumlah migran keluar periode waktu 0 dan t .

700 jiwa .250 – 7.000 – 2. sedangkan jumlah migrasi masuk sebanyak 5.X tahun 2007.250 jiwa dan migrasi keluar sebanyal 7.000 + ( 4. jumlah kelahiran periode 2000 – 2007 sebanyak 4.000 + 3.300 -.255 jiwa dan jumlah kematian pada periode 200 – 2007 sebanyak 1.255 – 1.pada tahun dasar (2000) sebanyak 523.Pt = 523.000 jiwa . jika diketahui jumlah Penduduk Kab.000 – 700 P2007 = 523.550) Pt = 523.Mk) Pt = 523.tsb.550 jiwa Pt = Po + (B – D ) + (Mm.255 ) + ( 5.Contoh perhitungan total/jumlah Penduduk Berapa jumlah penduduk Kab.255 jiwa.

dengan jumlah sama setiap tahun. Antar sensus ( Intercensal) Intercensal atau interpolasi. Rumus = Pm = Po + m (Pn. perkiraan jumlah penduduk antara dua sensus.Po) n Pn = Jumlah penduduk th. pertumbuhan penduduk dianggap linear.2000 Po = Jumlah pddk th.n misal th.Macam macam perkiraan penduduk 1. Dasar 1990 Pm = Jumlah pddk yang diestimasi 1997 m = Selisih tahun yg dicari n = selisih tahun antar 2 sensus .

2 juta ( tahun 2000) P1997 = 97 juta + (1997 – 1990)/10 ( 118.2 juta– 97juta) = 97 + 7/10 x21.Contoh : Berapa jumlah Penduduk tahun 1997 jika diketahui : Po = 97 juta ( tahun 1990) Pn = 118.2 = 111.84 .

Lanjutan 2. Dasar Pm = Jumlah pddk pd thn yang diestimasi m = Selisih tahun yg dicari n = selisih tahun antar 2 sensus yg dkthui . Sesudah Sensus ( Post censal estimated) Perkiraan jumlah penduduk setelah sensus.Po) n Pn = Jumlah penduduk th.n misal th.2000 Po = Jumlah pddk th. dengan jumlah pertambahan linear Rumus = Pm = Po + ( n .m) (Pn.

2 juta– 97juta)) = 97 juta + 14/10 x 21.2 juta + 4/10 x 21.68 juta Atau : P2004 = 118.Contoh Berapa jumlah Penduduk tahun 2004 jika diketahui : Po = 97 juta ( tahun 1990) Pn = 118.2 juta ( tahun 2000) P2004 = 97 juta + (10 + 4) /10 ( 118.2 juta = 126.2juta = 126. .68 juta.

PROYEKSI PENDUDUK PROYEKSI PENDUDUK Hasil perhitungan yang didasarkan kepada asumsi-asumsi dan arah kecenderungan komponen kependudukan (lampid) yang terjadi di masa lalu. dilakukan . saat ini. serta faktorPertimbangan kesepakatan target yang akan dicapai oleh para stakeholder terkait dengan program intervensi yg akan faktor yg mempengaruhi masing-masing komponen tsb.

krn semua keg pembangunan sangat erat hubungannya dng kondisi kependudukan. karakteritik pddk dimasa depan yg berkaitan dengan jumlah dan struktur sebagai persyaratan minimum dlm proses perencanaan.FUNGSI PROYEKSI PENDUDUK FUNGSI PROYEKSI PENDUDUK Untuk kepentingan perencanaan pembangunan. . Spt jumlah pddk.

di bagi menjadi : 1) 2) Linier : dengan cara arithmetic dan geometric Non-linier : antara lain dengan eksponensial 2. Mathematical method.BEBERAPA CARA PERHITUNGAN ANGKA PROYEKSI PENDUDUK Beberapa cara perhitungan angka proyeksi penduduk dengan menggunakan : 1. Component Method .

Arithmatic rate of growth Pertumbuhan penduduk dng jumlah absolut sama setiap tahun Rumus : Pn= Po (1 +rn) dimana : Pn Po r n = Jumlah Pddk pada tahun n = Jumlah Pddk pada tahun dasar = Angka pertumbuhan penduduk = periode waktu tahun .

5 juta Angka Pertumbuhan : Pn = Po ( 1 + rn) 160 = 155 (1 + 10r) 1 + 10 r = 160/155 10 r = 1.Contoh : Misal : Jumlah Penduduk tahun 1990 sebesar 155 juta Jumlah Penduduk tahun 2000 sebesar 160 juta Pertambahan penduduk setiap tahun adalah 160 juta .155 juta : 10 = 0.2% .5 juta Penduduk tahun 1994 adalah 157 juta Penduduk tahun 1995 adalah 157.032 atau 3.5 juta Penduduk tahun 1992 adalah 156 juta Penduduk tahun 1993 adalah 156.5 juta Penduduk tahun 1991 adalah155.32 : 10 .= 0.032 – 1 r = 0.

Geometric rate of growth Pertumbuhan penduduk yang menggunakan dasar bunga berbunga (bunga majemuk) jadi angka pertumbuhan penduduknya sama setiap tahun Rumus : n Pn = P0 (1 + r) dimana Pn = Jumlah Pddk pada tahun n P0 = Jumlah Pddk pada tahun dasar r = Angka pertumbuhan penduduk n = periode waktu tahun .

3 1995 adalah 2.6 .080.000 1992 adalah 2.864.800 1993 adalah 2.208.Contoh : Jumlah penduduk propinsi X pada tahun 1990 adalah 2 juta jiwa dengan angka pertumbuhan penduduk 2 persen setahun. maka jumlah penduduk pada tahun : 1991 adalah 2.161.164.122.416 1994 adalah 2.040.

6 – log 2 juta Log 1+r = 0.0086 5 1 + r = antilog 0.161.6 pada tahun 1995. Maka pertumbuhan penduduk per tahun secara geometric pada 1990-1995 adalah: n n Pn = Po ( 1+ r) Pn / Po = ( 1+r ) Log ( 1+r) log Pn.208.01999 > r =0.161.0086 > 1+r = 1.208.01999 >r = 2% .Contoh perhitungan penggunaan rumus : Jml penduduk propinsi X tahun 1990 = 2 juta dan meningkat menjadi 2.Log Po = -------------------n Atau : log Pn Po n log (1+r)= log 2.

Exponential rate of growth Pertumbuhan penduduk secara terus menerus ( kontinyu ) setiap hari dengan angka pertumbuhan (rate) yang konstan Rumus : Pn = e r n >ln Pn-Po= rn ln e Pn = Po e r n atau Po ln Pn .ln Po r = ----------------n Pn Po r n Pddk pada tahun n = Jumlah Pddk pada tahun dasar = Angka pertumbuhan penduduk = periode waktu tahun = Jumlah .

7 juta dan meningkat menjadi 205.ln P0 r = 0.01089 x 100 % = 1. Maka pertumbuhan penduduk per tahun secara eskponensial pada 19952000 adalah: r = ----------------n r = ln 205.01089 5 ln Pt .Contoh: Jml penduduk tahun 1995 = 194.8 juta pada tahun 2000.= 0.7 -------------------------.08 % per tahun .8 .ln 194.

Pertumbuhan penduduk sangat rendah (kelahiran dan kematian sangat tinggi) Tahap II. (angka kematian menurun tajam sedangkan tingkat kelahiran masih tinggi ) . Pertumbuhan penduduk meningkat cepat.TRANSISI DEMOGRAFI Adalah perubahan kondisi penduduk dari pertumbuhan yang rendah dengan tingkat kelahiran dan kematian tinggi menuju pertumbuhan penduduk yang rendah dengan tingkat kelahiran dan kematian yang rendah) Transisi demografi untuk menyatakan perubahan yang terjadi terhadap tiga komponen utama pertumbuhan penduduk : kelahiran. kematian dan migrasi Empat tahapan transisi demografi : Tahap I.

Gambar transisi Demografi angka kelahiran I II III IV angka kematian . Tahap IV : Kematian dan kelahiran mencapai angka randah .LANJUTAN Tahap III : Kematian terus menurun melambat . sedangkan kelahiran menurun tajam. pertum buhan rendah.

Angka pertumbuhan pddk dlm kondisi ini. Angka pertumbuhan pddk Nol adalah kondisi jumlah penduduk tanpa pertumbuhan (PTP) . Nol dan Negatif. dpt Positif.PENDUDUK TUMBUH SEIMBANG (PTS) PENDUDUK TUMBUH SEIMBANG (PTS) Penduduk yang kecepatan perubahan jumlahnya bersifat konstan dan proporsi untuk masing-masing kelompok umurnya tetap.

PTP dpt tercapai dlm waktu yg relatif lama setelah keadaan NRR = 1. . Tidak terjadi migrasi serta jumlah kematian seimbang dengan jumlah kelahiran. Angka NRR adalah menunjukkan rata-rata jumlah anak perempuan yg dilahirkan oleh seorang wanita selama hayatnya dan akan tetap hidup sampai dpt menggantikan kedudukan ibunya. Penduduk di suatu wilayah tanpa pertumbuhan dapat dicapai. dng mengikuti pola fertilitas dan mortalitas spt ibunya.PENDUDUK TANPA PERTUMBUHAN (PTP) PENDUDUK TANPA PERTUMBUHAN (PTP) Penduduk tanpa pertumbuhan (Zero Population Growth) menunjukkan kondisi dimana jumlah pddk disuatu wilayah tidak mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Dlm kondisi itu. apabila pddk tsb mengalami suatu pola kelahiran dan kematian yg tetap dlm waktu yg cukup lama. struktur umur pddk tidak mangalami perubahan.

Perubahan struktur Umur Penduduk Penurunan fertilitas menurunkan proporsi jumlah anak <15 tahun Penurunan kematian bayi meningkatkan jumlah bayi yang tetap hidup keusia dewasa Ledakan penduduk usia kerja dan wanita usia subur Rasio ketergantungan (Proporsi penduduk muda terhadap penduduk usia kerja) menurun .

Bonus Demografi Keuntungan ekonomis yang disebabkan oleh penurunan rasio ketergantungan sebagai hasil proses penurunan kematian bayi dan penurunan fertilitas jangka panjang. Penurunan proporsi penduduk muda mengurangi besarnya biaya investasi untuk pemenuhan kebutuhannya. . sehingga sumber daya dapat dialihkan kegunaannya untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan keluarga.

The Window of Opportunity Celah sempit diawali dengan bonus demografi terjadi mulai tahun 1990an The window of opportunity terjadi tahun 2015-2020 dimana Rasio Ketergantungan mencapai titik terendah yaitu 44.7 per 100 Tetapi akan meningkat lagi sesudah 2025 karena meningkatnya proporsi penduduk lansia .

6 dan proporsi penduduk muda 86 per 100 penduduk usia kerja. biaya kesehatan. Berapa sekolah dan guru yang harus diadakan? Berapa bidan yang harus dididik untuk perawatan kehamilan.Keuntungan ekonomi penurunan proporsi penduduk muda Investasi sosial untuk pelayanan kebutuhan dasar penduduk muda (0-14 tahun) jauh lebih kecil dibanding kalau tidak mengadakan program KB ‘Bayangkan’ andaikata TFR masih 5. kelahiran. Berapa biaya imunisasi. susu dll? .

DAMPAK PEMAKAIAN KONTRASEPSI DAMPAK PEMAKAIAN KONTRASEPSI TERHADAP FERTILITAS TERHADAP FERTILITAS Formula :: Formula TFR = Cm x Cc x Ca x Ci x TF TFR = Cm x Cc x Ca x Ci x TF Dimana :: Dimana Cm = Indeks Perkawinan Cm = Indeks Perkawinan Cm = 0 Semua WUS tidak kawin Cm = 0 Semua WUS tidak kawin Cm = 1 Semua WUS kawin Cm = 1 Semua WUS kawin Cc = Indeks Kontrasepsi Cc = Indeks Kontrasepsi Cc = 0 Semua WUS pakai kontrasepsi (Ef=100%) Cc = 0 Semua WUS pakai kontrasepsi (Ef=100%) Cc = 1 Semua WUS tidak pakai kontrasepsi Cc = 1 Semua WUS tidak pakai kontrasepsi Ca = Indeks Aborsi Ca = Indeks Aborsi Ca = 0 Semua kehamilan diaborsi Ca = 0 Semua kehamilan diaborsi Ca = 1 Tidak ada Aborsi Ca = 1 Tidak ada Aborsi Ci = Indeks Post partum Infecundibility (PPI) Ci = Indeks Post partum Infecundibility (PPI) Ci = 0 Masa PPI tak terhingga Ci = 0 Masa PPI tak terhingga Ci = 1 Tidak ada masa PPI Ci = 1 Tidak ada masa PPI TF = Total Fecundity Rate TF = Total Fecundity Rate .

: TFRt dapat dicari sbb.Dengan diketahui Informasi TFRo Dengan diketahui Informasi TFRo TFRt dapat dicari sbb.: TFR t TFR t TFRo TFRo Cmtt x Cctt x Catt x Citt x TFtt Cm x Cc x Ca x Ci x TF Cm0 x Cc0 x Ca0 x Ci0 x TF0 Cm0 x Cc0 x Ca0 x Ci0 x TF0 TF : tidak berubah Ca : tidak ada Ci : tidak berubah = = ASUMSI = TFRtt = TFR0 x TFR = TFR0 x Cmtt x Cctt Cm x Cc Cm0 x Cc0 Cm0 x Cc0 .

Indeks Kontrasepsi: Indeks Kontrasepsi: Cc = 1 – (1.08 x u x e) Cc = 1 – (1.08 x u x e) u = prevalensi (PA/PUS) e = evektivitas kontrasepsi Rata-rata efektivitas kontrasepsi: m m e = ∑ em x MethodMixm e = ∑ em x MethodMixm m=1 m=1 em = efektivitas kontrasepsi m .

( 1.Formula perkiraan TFR : Formula perkiraan TFR : TFRtt = TFR0 x TFR = TFR0 x Cmtt x [1 .08 x u0 x e0)] Cm0 x [1 .( 1.08 Asumsi a t = a o = 1.08 Dimana :: Dimana TFR0 = TFR tahun dasar TFR0 = TFR tahun dasar TFRtt = TFR tahun perkiraan TFR = TFR tahun perkiraan Cm0 = Proporsi kawin WUS tahun dasar Cm0 = Proporsi kawin WUS tahun dasar Cmtt = Proporsi kawin WUS tahun perkiraan Cm = Proporsi kawin WUS tahun perkiraan u0 = Proporsi PA terhadap PUS tahun dasar u0 = Proporsi PA terhadap PUS tahun dasar utt = Proporsi PA terhadap PUS tahun perkiraan u = Proporsi PA terhadap PUS tahun perkiraan e0 = Efektifitas kontrasepsi ditimbang tahun dasar e0 = Efektifitas kontrasepsi ditimbang tahun dasar ett = Efektifitas kontrasepsi ditimbang tahun perkiraan e = Efektifitas kontrasepsi ditimbang tahun perkiraan 1.( 1.08 = Faktor penyesuaian sterilitas 1.08 x u0 x e0)] Asumsi a t = a o = 1.08 x utt x ett)] Cm x [1 .( 1.08 = Faktor penyesuaian sterilitas .08 x u x e )] Cm0 x [1 .

08 x u0 x e0)] Atau: TFRtt TFR TFR0 TFR0 PRF = 1 PRF = 1 - .08 x ut x et)] Cm0 x [1 .( 1.Proporsi penurunan fertilitas (PRF): Proporsi penurunan fertilitas (PRF): PRFt = 1 - Cmt x [1 .( 1.

08 x ett 1.(1.08 x u0 e0)]} 1 – {K(1 – PRF) x [1 .08 x u0 e0)]} Utt = U = 1.(1.Angka prevalensi 1 – {K(1 – PRF) x [1 .08 x e ut = PA/PUS tahun ke t PRF = proporsi penurunan fertilitas K = indeks perkawinan (PUS/WUS) et = efektivitas kontrasepsi tertimbang tahun ke t e0 = efektivitas kontrasepsi tertimbang tahun ke 0 .

Indeks perkawinan (K): Indeks perkawinan (K): K = ASUMSI = Cm0 x Ca0 x Ci0 x TF0 Cmt x Cat x Cit x TFt TF : tidak berubah Ca : tidak ada Ci : tidak berubah K = K = Cm0 Cm0 Cmtt Cm .

93 % % % % % % % 10.924.577 67.51 3.95 0.620 9.25 46.57 3.9 67.35 1.00 0.00 1.29 % % % % % % % 0.688 6.7 9.46 10.83 11.HITUNG PREVALENSI PER JENIS KONTRASEPSI TAHUN 2010 VARIABEL • • • • • n TFR JUMLAH WUS JUMLAH PUS % WUS KAWIN % PA/PUS MIX KONTRASEPSI TAHUN EFEKTIVITAS KONTRASEPSI 2005 2010 2.87 0.71 18.30 8.02 0.87 0.90 1.75 - IUD MOP MOW IMPLANT SUNTIKAN PIL KONDOM .7 64.9 67.059.62 9.09 14.50 2.043.78 50.817 6.122.60 9.

0247 0.1125 0.0346 0.1802 0.95 0.8941 6=3X4 0.1069 0.90 1.5070 0.8968 .0346 0.87 0.4411 0.1451 0.1057 0.0978 0.0962 0.0070 0.1262 0.0951 0.00 0.0935 0.0842 0.87 0.0329 1.0000 3 0.0929 0.1083 0.75 5=2X4 0.4010 0.ILUSTRASI PERKIRAAN EFEKTIVITAS KONTRASEPSI DITIMBANG JENIS KONTRASEPSI MIX KONTRASEPSI 2005 2010 EFEKTIVITAS KONTRASEPSI DITIMBANG 2005 2010 1 IUD MOP MOW Implant Suntikan Pil Kondom TOTAL 2 0.0160 0.0160 0.0962 0.0093 1.00 1.1568 0.1083 0.0000 4 0.4609 0.

677 x 0.08 x 0.9195 .677 x 0.679 x [1 – (1.( 1.50 x 0.2183 0.649 x 0.679 x 0.2535 0.3733 0.50 x 0.677 x [1 – (1.677 x 0.08 x 0.2535 = 0.50 x 0.2183 = 3.8941)] 0.649 x 0.50 x 0.08 x u0 x e0)] Cm0 x [1 .( 1.677 x [1 – (1.08 x 0.08 x 0.( 1.9195 = 3.3443 0.Perkiraan TFR Tahun 2010: Perkiraan TFR Tahun 2010: TFRtt = TFR0 x TFR = TFR0 x Cmtt x [1 .08 x utt x ett)] Cm x [1 .9195 = 3.9195 = 0.( 1.50 x = 3.677 x 0.50 x = 3.3443 = 3.679 x 0.679 x [1 – (1.08 x u0 x e0)] 0.8968)] = 3.2331 = = 0.8941)] 0.08 x u x e )] Cm0 x [1 .8968)] 0.3733 = 3.2331 0.

INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA DIMENSI KELANG.HIDUP PENGETAHUAN HIDUP LAYAK INDIKATOR ANGKA HAR.HDP WAKTU LAHIR ANGKA MELEK HR PENGELUARAN/ RATA2 LAMA KAPITA SEKOLAH INDEKS INDEKS LAMA HDP INDEKS PENDIDIKAN INDEKS DAYA BELI .

Peringkat 10 Negara ASEAN Berdasarkan HDI. Tahun 2006 NEGARA Singapura Brunai Darussalam Malaysia Thailand Filipina Vietnam Indonesia Laos Kamboja Myanmar ASEAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 DUNIA (177) 25 30 63 78 90 105 107 130 131 132 Sumber : Human Development Report. UNDP (2007/2008) .

0 71. Kal.8 615. P.8 611.7 95.6 10.4 636. Sum.7 70. Kep.6 9.7 72.4 8. Sul.6 8.2 72.2 615.7 616.6 3.Sek 10.9 7. DI.9 620.2 616. Propinsi 1.4 8.Jogya 69.8 95.8 5.Tengah 69. Kal.5 8.1 DKI Jakarta 72.4 71.0 2.1 75.6 72.1 70.4 613.Barat 67.5 615.2 96.0 96.3 99.Riau 67.0 7.8 8.1 85.6 94.8 8.4 Rk.0 70.Kap IPM 618. Jambi .2 7. Sum.2 8.Utara 68.Timur 69.5 71.7 4.Hrf 98.8 Lm.2 7.Utara 72.7 95. Riau 6.9 73.DATA IPM INDONESIA 2005 (10 TERTINGGI) Eo M.8 68.4 96.

Mencapai hidup panjang dan sehat 2. Memperoleh pengetahuan 3. Meningkatkan standar hidup : mempunyai akses pada sumber pendapatan Menggunakan indikator outcome/dampak 3 dimensi : DIMENSI INDIKATOR/OUTCOME Hidup panjang Angka Harapan hidup Memperoleh PengeAngka Melek huruf tahuan Rata-rata lama sekolah Standar hidup layak Pengeluaran per Kapita . pencapaian dalam peningkatan kapasitas dasar manusia untuk : 1.PRINSIP UMUM PENGHITUNGAN IPM IPM mengukur dampak pembangunan pada individu.

0 % Rata-rata lama sekolah : 15 . dan kondisi aktual yang dicapai Angka Harapan Hidup ( eo) : 85 .720.0 tahun Daya beli Rp.25 tahun Angka Melek Huruf (AMH) : 100 ... 360.000..(1999) IPM = 1/3 ( Indeks X1 + Indeks X2 + Indeks X3 ) .CARA MENGHITUNG IPM Nilai maksimum (ideal) dan minimum (terburuk) setiap komponen menurut standar UNDP.737.Rp.

46) = 0.774 (77.9 th.Angka melek huruf :93. Indeks X2.1 th Indeks X1 = (66.0 – 0)/ (100 –0 ) = 0.93) + 1/3 (0.461 (46.93 Rata-rata lama sekolah = 6.0% Indeks X2.5%) 2.1%) Indeks X2 = 2/3 Indeks X2.4%) .1 + 1/3 Indeks X2.2 Indeks X2 = 2/3(0.685 (68. LAMPUNG 2002) 1.Angka Harapan Hidup (eo) : 66.2 = (6.9 – 0 ) / ( 15 – 0 ) = 0.CONTOH PERHITUNGAN IPM ( CONTOH PROP.1 = (93.1-25)/ (85-25) = 0.

3 .3% .592 ) = 0.2%) IPM Prop.72 – 360) = 0.3 Indeks X3 = (583.LANJUTAN Pengeluaran riil per kapita : Rp.360)/( 737.683 atau 68.592 (59.774 + 0.685 + 0.Lampung tahun 2002 IPM = 1/3 (0.583.

400 dan jika tahun 2005 menjadi sebesar 59. Arithmetic 2. Eksponensial -Hitung perkiraan penduduk tahun 2003 Jika diketahui Jumlah penduduk Kab. Geometrik 3.538 jiwa.A tahun 2000 sebesar 40.LATIHAN SOAL -Hitunglah angka pertumbuhan penduduk menurut metode mathematic: 1. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful