Anda di halaman 1dari 3

MENOMETRORAGIA adalah perdarahan yang samping dari penggunaan suntik depo progestin

banyak, di luar siklus haid dan biasanya terjadi (Affan, 1990). Ini berlangsung lebih dari 1 minggu
dalam masa antara 2 haid, perdarahan itu tampak umumnya tidak memerlukan pembalut.
terpisah dan dapat dibedakan dari haid atau 2 jenis
perdarahan ini menjadi 1 yang pertama dinamakan
metroragia yang kedua menometroragia. BAB I
Metroragia adalah perdarahan dari vagina pada PENDAHULUAN
seorang wanita tanpa ada hubungan dengan suatu
siklus haid, terjadi pada pertengahan siklus sebagai A. Latar Belakang
suatu spotting dapat diyakinkan denga pengukuran Menometroragia adalah perdarahan yang lebih
suhu basal tubuh. banyak dari normal, atau lebih lama dari normal
Menorargia adalah perdarahan siklik yang ( lebih dari 8 hari ).
berlangsung lebih dai 7 hari dengan jumlah darah Menometroragia dibagimenjadi 2 yaitu
kadang-kadang cukup banyak. menometroragia yang disebabkan oleh adanya
kehamilan seperti abortus, kehamilan ektopik,dan
MIOMA UTERI adalah neoplasma jinak yang menometroragia diluar kandungan yang disebabkan
berasal dari otot uterus dari jaringan ikat sehingga oleh karena luka yang tidak sembuh, peradangan
dalam kepustakaan disebut juga leiomioma, yang haemorrhagis dan hormonal.
fibrimioma dan fibroid. Perdarahan yang fungsional dapat terjadi pada
Berdasarkan otopsi, Novak menemukan 27 % setiap umur pada wanita yang dewasa tapi yang
wanita berumur 25 tahun mempunyai sarang tersering terdapat pada awal masa pubertas dan
mioma, pada wanita yang berkulit hitam ditemukan climacterium. Perdarahan fungsional dapat dibagi
lebih banyak. Mioma uetri belum pernah perdarahan amovulator ( yang tersering ) dan
(dilaporkan) terjadi sebelum menarch. Setelah perdarahan ovulator.
menopause hanya kira-kira 10 % mioma yang
masih bertumbuh. Di Indonesia mioma uteri TINJAUAN TEORI
ditemukan 2,39-11,7 % pada semua penderita
ginekologi yang dirawat. A. KonsepMenometroragia
• Pengertian
FLORA VAGINA terdiri atas banyak jenis kuman, Menometroragia adalah pengeluaran darah yang
antara lain basil Doderlein, streptokokus, terlalu banyakdari biasanya disertai dengan bekuan
stafilokokus, difreroid, yang dalam keadaan normal darah menstruasi jadi siklus yang teratur.
hidup dalam simbiosis antara mereka. Jika ( fakultas kedokteran universitas pajajaran
simbiosis ini terganggu, dan jika kuman-kuman Bandung.1985 )
seperti streptokokus, stafilokokus, basil koli dan Menometroragia adalah haid yang berlebihan
lain-lain dapat berkembang biak, timbullah vaginitis banyaknya tetapi menurut siklus
non spesifik. Umumnya vaginitis nonspesifik dapat ( fakultas kedokteran universitas pajajaran
disembuhkan dengan aktibiotik. Selain itu, terdapat Bandung.1983 )
vaginitis karena trikomonas vaginalis, kandida Menometroragia adalah perdarahan yang lebih
albicans, dan hemofilus vaginalis. Perlu banyakdari normal atau lebih lama darinormal
dikemukakan disini bahwa pada masa dewasa ( lebih dari 8 hari )
vagina lebih tahan terhadpa infeksi-infeksi, ( Prawiroharjo.1999 )
terutama gonotea, pada masa sebelum pubertas dan
setelah menopause vagina lebih peka terhadap • Etiologi menurut bagian obstetri dan ginekologi
infeksi. ( fakultas kedokteran pajajaran Bandung. 1981 ) :
Sehingga dapat disimpulkan vaginitis merupakan 1. Hypoplasia Uteri
infeksi pada vagina yang disebabkan oleh berbagai Menurut beratnya hypoplasia dapat
bakteri, parasit atau jamur. mengakibatkan :
- Amenorhea ( uterus sangat kecil )
SPOTTING adalah perdarahan bercak/tetesan - Hypomenorhea ( uterus kecil jadi luka kecil )
darah yang disebabkan karena penipisan - Menoragia ( karenatonus otot rahim kurang )
endometrium dan merupakan salah satu efek 2. Astheni
Menoraghia terjadi karena tonus otot pada umunya Tanggal MRS : jam :
kurang Tanggal pengkajian : jam :
Terapi : uterotonika, tobarantia Tempat :
3. Selama atau sesudah menderita suatu penyakit
atau karena terlalu rendah, juga karena tonus otot 1. Data Subyektif
kurang. a. Biodata :
4. Myoma uteri Nama :
Menometroragia pada myoma uteri disebabkan oleh Umur :
: Agama :
- Kontraksi otot rahim kurang kuat Pendidikan :
- Cavum uteri kurang luas Pekerjaan :
- Bendungan pembuluh darah balik Alamat :
- Terapi : uterotonika atau operasi
5. hypertensi b. Keluhan Utama
6. Decompensatia cordis Klien mengatakan berapa lama mengeluarkandarah
7. Infeksi : endometritis, salpingitis dari kemaluannya melebihi hari menstruasi.
8. Retrofleksio cordis karena bendungan pembuluh
darah c. Riwayat haid
9. penyakit darah : Werlhoff, Haemofilli Untuk mengetahui siklus haid, lamanya haid,
banyaknya darah haid, keluhan saat haid, dan
ϖMenurut fakultas kedokteran pajajaran. Obstetri pertama kali haid.
fisiologi. 1983 hal 92 etiologi menometroragia
adalah myoma uteri ( tumor lapisan otot rahim ) d. Riwayat Kesehatan Sekarang
atau radang otot rahim. Klien mengatakan tidak menderita penyakit
ϖ Etiologi menometroragia menurut Sarwono menurun, menahun,dan menular seperti tekanan
Prawirohardjo. 1999 hal 204 adalah adanya myoma darah tinggi, myome uteri, infeksi, dan penyakit
uteri dengan permukaan endometrium lebih luas darah.
dari biasanya dan dengan kontraktilitas yang
terganggu, polip endometrium, gangguan pelepasan e. Riwayat Kesehatan Yang Lalu
endometrium, gangguan pelepasan endometrium Klien mengatakan pernah / tidak menderita
waktu haid. penyakit yang menular, menurun, dan menahun.

• Patofisiologi menurut Prawirohardjo. 1999 : f. Riwayat Kesehatan Keluarga


Menoragia karena gangguan pelepasan Klien mengatakan dalam keluarganya ada / tidak
endometrium biasanya terdapat juga gangguan menderita penyakit yang menular, menurun, dan
dalam pertumbuhan endometrium yang diikuti menahun.
dengan gangguan pelepasan haid.

• Komplikasi menurut Prawirohardjo. 1999 ; g. Pola Kebiasaan Sehari – hari :


1. Myoma uteri ¬ Pola Nutrisi :
2. Tumor lapisan otot rahim Sebalum MRS : makan 3X sehari dan minum air
3. Radang sekitar rahim putih 8- 10 gelas per hari
Sewaktu MRS : makan 3 x sehari dan minum air
• Penatalaksanaan menurut Prawirohardjo.1999 : putih 6 – 8 gelas per hari
Terapi pada hipermenorea pada myoma uteri
tergantung pada penangganan myoma uteri sedans ¬ Pola Eliminasi :
diagnosa dan terapi polip endometrium serta Sebelum MRS : BAK : 3 – 4 X / hari
gangguan pelepasan endometrium terdiri dari BAB : 1X / hari
kerokan. Sewaktu MRS : BAK : 3 – 4 x / hari
BAB : 1 x / hari
B. Konsep Managemen Asuhan Kebidanan
I. Pengkajian Data ¬ Pola Istirahat :
Sebelum MRS : tidur siang 1 –2 jam, tidur malam 6
– 7 jam Pemeriksaan penunjang
Sewaktu MRS : tidur malam 5 – 6 jam
III. Antisipasi Masalah Potensial
¬ Pola Aktifitas :
Sebelum MRS : melakukan kegiatan belajar dan IV. Identifikasi Diagnosa dan Masalah
aktifitas pondokan
Sewaktu MRS : hanya tidur – tiduran saja V. Intervensi
Dx :
¬ Pola Kebersihan : Tujuan : perdarahan dapat teratasi dan kondisi
Sebelum MRS : mandi 2x sehari, ganti pakaian pasien dalam keadaan sehat
setiap sore hari dan ganti celana dalam setiap kali Kriteri hasil : - keadaan umum baik
merasa basah - perdarahan terhenti
Sewaktu MRS : mandi 2x sehari, ganti celana
dalams etiap kali merasa basah Intervensi :
1. Lakukan pendekatan pada klien dan keluarga
2. Data Obyektif R/ klien dan keluarga lebih kooperatif dalam
a. Pemeriksaan Fisik : tindakan perawatan dan menimbulkan keperceyaan
Keadaan umum : baik antara klien dan keluarga
Kesadaran : composmetis 2. Cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan
TTD : TD : Normalnya 110/70 – 120/ 80 mmHg tindakan
N : Normalnya 70 – 90 x / menit R/ meminimalkan terjadinya infeksi
RR : Normalnya 16 – 24 x/menit 3. Observasi perdarahan
S : Normalnya 36 – 37 ºC R/ mengetahui seberapa banyak perdarahan yang
b. Pemeriksaan Fisik : keluar
♣ Inspeksi 4. Observasi KU dan TTV
Muka : tidak pucat sampai pucat, tidak odema R/ mendeteksi adanya komplikasi
Mata : konjungtiva tidak pucat sampai pucat, sclera 5. Anjurkan klien untuk makan – makanan yang
tidak kuning bergizi
Mulut : tidak pucat sampai pucat, bibir kering, tidak R/ dengan gizi cukup diharapkan kondisi tubuh
ada karies gigi, tidak ada stomatitis meningkat
Perut : tidak ada luka bekas operasi 6. Anjurkan klien untuk personal hygine terutama
Genetalia : tidak ada odema dan varises, perdarahan daerah genetalia
barwarna merah segar, jumlahnya R/ mencegah terjadinya infeksi
♣ Palpasi 7. Anjurkan klien untuk istirahat yang cukup
Perut : ada nyeri tekan pada bagian bawah perut R/ terhindar dari pengeluaran darah yang lebih
bawah banyak
♣ erkusi 8. Berikan terapi injeksi sesuai advice dokter
Perut : tidak meteorismus R/ fungsi dependent
♣ Auskultasi
VI. Implementasi
Perut : tidak terdengar bissing usus
Tanggal :
c. Pemeriksaan penunjang
Dx :
d. Terapi
Dilakukan sesuai dengan intervensi
II. Identifikasi Diagnosa dan Masalah
Dx :
VII. Evaluasi
Ds :
Tanggal : jam :
Do : Keadaan umum :
Merupakan penilaian dari seluruh tindakan yang
Kesadaran :
meliputi atau menggunakan metode SOAP
TTV : TD :
N:
RR :
S: