ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DG ANSIETAS

Oleh:Ahmad Jais, MKes

Pengertian Ansietas    



Ketakutan/kekuatiran pada sesuatu yang tdk jelas dan berhubungan dengan perasaan tidak menentu dan tak berdaya (helplessness). Perasaan isolasi, terasing, dan terancam mungkin dialami. Individu mempersepsikan kepribadiannya terancam. Manusia muali merasakan sejak bayi Berhenti kalau mati.

Karakteristik Ansietas 
 

 

Mpk emosi dan bersifat subyektif. Sumber tdk jelas (takut ~ sumber jelas). Bisa ditularkan Terjadi akibat adanya ancaman pada harga diri, identitas diri. Perlu adanya keseimbangan antara keberanian dan kecemasan

Fokus pd perhatian segera. mendengar. Individu sadar. pertumbuhan. dan kreativitas. Ansietas ringan: pd kehidupan sehari-hari.Tingkat Ansietas 1. meraba menurun dpd sblmnya). . meraba lebih dari sebelumnya). Ansietas sedang: lahan persepsi menyempit (melihat. 2. melihat. Lahan persepsi meningkat (mendengar. Perlu untuk memotivasi belajar.

hanya bisa menurut perintah . hanya bisa memusatkan perhatian pd yg detil. Semua perilaku ditujukan untuk menurunkan ansietas.Tingkat Ansietas 3. 4. Ansietas berat: lahan persepsi sangat sempit. Panik: hilang kontrol. tdk yg lain.

Bila berlangsung berkepanjangan menyebabkan exhaustion ~ kematian . Meningkatnya aktivitas motorik Menurunnya kemampuan menghubunghubungkan.Panik          Hilang kontrol Tak bisa melakukan sesuatu tanpa perintah atau arahan. Distrosi persepsi Hilangnya pikiran rasional Hilangnya komunikasi dan fungsi efektif. Disorganisasi kepribadian.

Rentang Respon Ansietas Adaptif Maladap tif Ringan Sedang Berat Panik Antisi pasi .

Pengkajian     Faktor Predisposisi Faktor Presipitasi Mekanisme Koping Perilaku .

Teori interpersonal: ansietas terjadi krn ketakutan penolakan dlm hub interpersonal. perpisahan) yg menyebabkan ketdkberdayaan). Ansietas mengingatkan ego akan adanya bahaya yg perlu diatasi. 2. Teori Psikoanalisa: ansietas mpk konflik elemen kepribadian id dan super ego (dorongan insting dan hati nurani).Faktor Predisposisi 1. . Dihubungkan dg trauma masa pertumbuhan (kehilangan. Idv yg harga diri rendah mudah mengalami ansietas.

. Ansietas meningkat jika ada konflik (konflik ~ ansietas ~ helplessness) Kondisi keluarga: ansietas dpt timbul secara nyata dlm keluarga.Faktor Predisposisi   Teori perilaku. ansitas timbul sbg akibat frustrasi yg disebabkan oleh sesutu yg mengganggu pencapaian tujuan. Ada overlaps gg ansietas dan depresi. Mrpk dorongan yg dipelajari utk menghindari rasa sakit/nyeri.

Kelelahan mengakibatkan idv mudah terangsang dan merasa ansietas. Ansietas terjadi akibat GABA >>. Ansietas dpt memperburuk penyakit (hipertensi. . jantung. peptic ulcers).Faktor Predisposisi  Keadaan biologis: dpt dipengaruhi dan mempengaruhi ansietas.

Mis: phk. . mengancam identitas. Ancaman thd sistem diri . perkembangan. stresor psikososial. harga diri.Faktor Presipitasi    Ancaman integritas fisik: ketidakmampuan fisiologis dan menurunnya kemampuan melaksanakan ADL. integrasi sosial. stresor fisik. Gabungan: penyebab timbulnya ansietas gabungan dr genetik. kesulitan peran baru.

Respon fisiologis dpt terjadi pd sistem kardiovaskuler. pernafasan. meuromuskuler. GI. perkemihan. kognitif . dan kulit Perilaku: motorik. afektif.Perilaku    Ansietas dpt diekspresikan lgs melalui perubahan fisiologis dan perilaku scr tdk lgs melalui timbulnya gejala/mekanisme koping utk mempertahankan diri dari ansietas.

berdebar-debar. nafas pendek. gerakan lambat. N q. tremor. kaki goyah. terkejut.Efek fisiologis ansietas    Kardiovaskuler: palpitasi. kelemahan umum. insomnia. kaku-kaku. dada sesak. wajah tegang. terengah-engah. . pinsan. Neuromuskuler: o refeks. rasa tercekik. nafas dangkal. gelisah. mata berkedip-kedip. TDq. Pernafasan: oP. TDo.

k. diare. perih. mual. sering b. Kulit: wajah kemerahan. . nyeri abdomen. menolak makan.a.k. rasa panas dingin.. berkeringat seluruh tubuh.Efek fisiologis ansietas    Gastrointestinal: hilang nafsu makan. keringat lokal. gatal-gatal.a. Sistem perkemihan: tekanan utk b. abdomen tdk nyaman. wajah pucat.

ketegangan fisik. . takut luka/mati. kesadaran diri berlebihan. kurang koordinasi. menahan diri. pelupa. menghindar. menarik diri. bicara cepat. hilangnya obyektivitas. waspada berlebihan. sering kaget. menurunnya lahan persepsi. hiperventilasi. pikiran blocking. takut hilang kontrol. bingung. tak bisa konsentrasi. salah tafsir.Respon Perilaku   Motorik: gelisah. cenderung celaka. tremor. Kognitif: gg perhatian.

sangat gelisah. teror. tegang. takut berlebihan. nervous. .Respon Perilaku  Afektif: tdk sabar. gugup.

konflik.  Task Oriented (orientasi pd tugas) Dipirkan utk memecahkan masalah. Realistis memenuhi tuntutan situasi stres Disadari dan berorientasi pd tindakan Berupa reaksi: melawan (mengatasi rintangan utk memuaskan kebutuhan). memenuhi kebutuhan.Mekanisme Koping 1. kompromi (mengubah cara. tujuan utk memuaskan kebutuhan)    . menarik diri (menghilangkan sumber ancaman fisik atau psikologis).

    Ego oriented: Task oriented tdk selalu berhasil Melindungi self Berguna pd ansietas ringan ~ sedang Melindungi dr perasaan inadequacy dan buruk Berupa penggunaan mekanisme pertahanan diri (defens mechanism)  .Mekanisme Koping 2.

Defens Mechanism         Kompensasi Denial Displacement Disosiasi Identifikasi Intelektualisasi Introyeksi Isolasi     Proyeksi Rasionalisasi Reaksi formasi Regresi .

Diagnosis Keperawatan Menurut NANDA:    Ansietas Koping individu tidak efektif Takut Ansietas berat b. pikiran kotor dan adanya kuman yg sering timbul. dimanifestasikan dg ketdkmampuan mengingat kembali peristiwa kecelakaan. Koping individu tak efektif b.d. kematian anak. prestasi sekolah yg buruk dimanifestasikan dg denial dan rasionalisasi yg berlebihan.d. Ansietas sedang b. konflik seksual ditandai dg mencuci tangan berulang-ulang.d. Contoh dx lengkap:    .

Tujuan   Menurunkan tingkat kecemasan klien. Mendukung dan melindungi klien .

dukung utk menceritakan perasaan. melindungi. jawab pertanyaan scr lags.Tindakan Keperawatan pd Ansietas Berat . hargai pribadi klien. .Panik Tujuan: memberi dukungan. menerima tanpa pamrih.  Bina hubungan saling percaya dan terbuka: dengarkan keluhan. dan menurunkan tingkat ansietas pada tkt sedang atau ringan.

terima perasaan positif maupun negatif termasuk perkembangan ansietas. .Panik  Sadari dan kontrol perasaan diri perawat: bersikap terbuka sesuai perasaan. menggali penyebab ansietas. pahami perasaan diri secara terapeutik.Tindakan Keperawatan pd Ansietas Berat .

dampak stresor dan sumber koping. beri umpan balik thd perilaku. dukung ide keh fisik berhub dg kesehatan mental.Tindakan Keperawatan pd Ansietas Berat . batasi perilaku maladaptif dg cara suportif. stresor. nyatakan perawat bisa memahami rasa sakit tetapi tdk memfokuskan pada rasa tersebut. .Panik  Yakinkan klien ttg manfaat mekanisme koping yg bersifat melindungi dan tdk memfokuskan diri pd perilaku maladaptif: terima dan dukung klien. tdk menentang klien.

lingkungan tenang. batasi kontak dg klien lain. pijat Anjurkan melakukan aktivitas di luar yg menarik. share aktivitas yg sering dilakukan.Tindakan Keperawatan pd Ansietas Berat . libatkan keluarga dan support system. latihan fisik. . buat rencana harian. terapi fisik: mandi air hangat.Panik   Identifikasi dan mencoba menurunkan situasi yg menimbulkan ansietas: sikap tenang. identifikasi dan modifikasi hal yg menimbulkan cemas.

.Tindakan Keperawatan pd Ansietas Berat . observasi efek samping obat dan beri pendidikan kesehatan yang sesuai.Panik  Tingkatkan kesehatan fisik: beri obatobatan yg meningkatkan rasa nyaman.

   Bina hubungan saling percaya: Dengar dengan hangat dan responsif Beri waktu kepada klien untuk berespon Beri dukungan utk ekspresi diri. 2. Perawat menyadari dan mengenal ansietasnya sendiri:    Kenali perasaan diri Kenali sikap dan perilaku perawat yg berdampak negatif pd klien Bersama klien menggali perilaku dan respon shg dapt belajar dan berkembang .Tindakan Keperawatan pd Ansietas Sedang 1.

    Bantu klien mengenal ansietasnya: Bantu klien mengekspresikan perasaan. Mengaitkan pengalaman saat ini dg pengalaman masa lalu .Tindakan Keperawatan pd Ansietas Sedang 3. Memvalidasi kesimpulan dan asumsi. Bantu klien menghubungkan perilaku dg perasaan klien. Bantu klien meninjau kembali penilaian klien thd stresor yg dirasa mengancam dan menimbulkan konflik. 4. Memperluas kesadaran berkembangnya ansietas:    Bantu klien menhubungkan situasi dan interaksi yg menimbulkan ansietas. Pertanyaan terbuka.

Tindakan Keperawatan pd Ansietas Sedang 5.  Bantu klien mempelajari koping yg baru       Menggali pengalaman klien menghadapi ansietas sebelumnya. Bantu klien menyusun kembali tujuan memodifikasi perilaku Anjurkan penggunaan koping yg baru . Mengaitkan hubungan sebabakibat keadaan ansietasnya. Dorong klien untuk mencoba koping adaptif yg lalu Memusatkan tanggung jawab perubahan pada klien Terima peran aktif klien. Tunjukkan akibat negatif koping yg saat ini.

Dorong aktivitas fisik untuk menyalurkan energi Mengerahkan dukungan sosial ~ koping adaptif diterapkan oleh klien.   Didik klien untuk memakai ansietas ringan untuk pertumbuhan diri. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful