Anda di halaman 1dari 47

FARMAKOGNOSI

LITERATURE.
Pharmakognosi, Phytochemistry and medicinal Plants (Jean Bruneton).
Pharmakognosy (Tyler., et al).
Pharmacognosy (Treans and Evans)
Seydler (1815). Farmakognosi.
pharmacon = obat.
gnosis = pengetahuan.
Berasal dari bahasa Yunani yang kemudian diberi pengertian oleh beberapa ahli
seperti
Fluckiger: Farmakognosi adalah Ilmu Pengetahuan untuk mendapatkan obat-
obatan dari tumbuh-tumbuhan, hewan dan mineral, yang berhubungan
dengan biologis, biokimia dan ilmu perdagangan obat-obatan dan
khasiatnya.
Berkembang terus dan akhirnya Farmakognosi menjadi suatu ilmu tentang obat
yang meliputi:
Sejarah – distribusi – kultivasi (tumbuh) – koleksi – pembuatan
preparat obat – perdagangan – identifikasi – evaluasi – pengawetan –
penggunaan obat – substansi yang diperdagangkan (simplisia) – dan
mempunyai khasiat pada manusia dan binatang. 1
 Disimpulkan: Farmakognosi meliputi pengetahuan
 Identifikasi dan evaluasi dari obat-obatan.
 Lebih tegas lagi Farmakognosi adalah ilmu yang
 mempelajari bahan untuk obat.
 Bahan dasar untuk obat pada umumnya berasal dari bahan
alami (Natural Product) yang disediakan dalam bentuk
simplisia.
 Simplisia : Bahan obat yang berasal dari alam (Natural
 Product) seperti dari tumbuhan, hewan dan
 mineral yang dikumpulkan dan dikeringkan
 tampa mengalami proses selanjutnya.
 “Materia Medika Indonesia”
 Simplisia adalah Bahan yang dijumpai di Alam yang terdiri
dari seluruh tumbuhan dan herba, bagian getah tumbuhan,
ekstrak, sekresi dan konstituen lain, seluruh bagian hewan,
ekstrak, sekresi dan konstituen lain yang strukturnya belum
dirobah (asli seperti di Alam) belum mengalami apa-apa.
2
 Bentuk Simplisia: Padat, setengah padat, dan cair.
 Kesimpulan : Simplisia adalah bahan dari alam yang belum
 mengalami pengolahan sempurna.
Pengolahan sempurna yaitu –Ekstraksi, Destilasi, Pencampuran dan lainnya.

 BAHAN ALAM. ( Natural Product )

 Natural Product : adalah bahan-bahan obat yang diperoleh dari:


 Tumbuhan atau bahagian dari tumbuhan seperti;
 Seluruh tanaman (Herba), daun (folium), akar (radix), buah (fructus), Kulit (cortex),
bunga (flos), umbi (rhizom), getah dll.
 Hawan seperti:
 Organ hewan, ekstrak, sekresi, bahagian tertentu hewan.
 Mineral.
 Bahan alam yang belum diolah atau dengan sedikit pengolahan ada yang
 dapat langsung digunakan untuk pengobatan seperti jamu dan obat
 tradisional.
 Obat tradisional: Obat-obat yang dalam bentuk asal atau bentuk simplisia
 telah digunakan sebagai obat.
 Tetapi ada juga obat tradisional yang digunakan setelah
 diekstraksi bahan berkhasiatnya.
3
 Pengolahan bahan alam untuk mengambil bahan
 berkhasiatnya tergantung kepada sifat
 kimia dan sifat fisikanya.
 Pada umumnya penarikan zat berkhasiat dari tumbuhan
adalah seperti:
 Ekstraksi. penarikan dengan zat penarik yang cocok dalam

 bentuk tunggal ataupun campuran.dapat caranya;


 Maserasi (perendaman), bahan direndam beberapa lama dengan
 pelarut yang cocok, pisahkan dan dikeringkan.
 Perkolasi. Dengan memakai alat perkolasi. Cairan penyari dilalukan
 pada bahan dan ditampung. Cairan kemudian diuapkan.
 Sokletasi dengan zat kimia tertentu. Memakai alat soklet.
 Destilasi. Biasanya untuk minyak menguap (minyak atsiri)
 Perasan ; untuk zat yang mudah rusak kena panas atau
 ingin menarik zat berkhasiat sesuai dengan
aslinya.
4
 Penarikan dengan zat kimia tertentu.
 PEMBUATAN SIMPLISIA.
 Ada beberapa hal yang penting dan mendasar pada pembuatan suatu simplisia
obat sehingga suatu simplisia tersebut memenuhi syarat.
 A. Pengumpulan.
 Dari tumbuhan liar (hutan)
 Dari tanaman budidaya (sengaja ditanam)
 Hal-hal yang harus diperhatikan pada waktu pengumpulan adalah
 dimana tanaman mengandung zat berkhasiat optimal (tinggi):
 Waktu----------- pagi – siang – sore.
 Bagian tanaman yang akan diambil / digunakan .

 Secara umum aturan tersebut adalah sebagai berikut:


 Akar (radix) dan Umbi (rizhom) dikumpulkan pada saat pertumbuhan
telah berhenti.
 Kulit (cortex) untuk daerah tropis dikumpulkan pada saat tanaman telah dewasa dan
daerah sub tropis dipanan pada musim semi.
 Daun dan pucuk (folium) dikumpulkan pada saat fotosintesa berlangsung sangat aktif
ditandai dengan melihat apakah tanaman tersebut sedang berbunga atau berbuah,
tetapi buah belum masak.
 Bunga (flos) dikumpulkan pada saat bunga telah membentuk benang sari atau polen.
 Buah (fructus) dikumpulkan pada saat buah telah tua tetapi belum masak.
 Biji (semen) dikumpulkan pada waktu buah telah masak, sedapat mungkin biji belum
tumbuh.

5
B. Cara Panen.
Dengan tangan ------- biaya tinggi
Dengan mesin.-------- tidak dapat untuk semua simplisia.

C. Pengeringan.
Tujuan
 Menghilangkan air supaya:
 Tidak tumbuh jamur.
 Enzim jadi tidak aktif yang dapat merusak zat aktif.
 Simplisia dan kandungan kimia tidak rusak.

Cara-cara.
 Diangin-anginkan, baik untuk bahan yang mengandung minyak atsiri.
 Matahari langsung, baik untuk rhizom.
 Tempat terlindung, untuk mempertahankan warna. (mis: Cabe)
 Pengeringan buatan. Lebih baik karena:
 Temperatur dapat diatur sesuai kebutuhan.
 Cepat menstop kerja enzim.
 Efisien dan sirkulasi udara merata.
6
 D. Garbling. (Penyortiran)
 Yang termasuk pekerjaan garbling ini adalah:
 - Mimisahkan / menghilangkan pengotor, benda-
 benda asing dan bagian-bagian tumbuhan lain yang tidak
 diperbolehkan.
 Menghilangkan kotoran, pasir, logam dan zat tambahan.
 Contoh: Folia harus bebas ranting, Rhizom harus bebas batang dll.

 E. Pengepakan / Penyimpanan / Pengawetan.


 Pengepakan tergantung pada perjalanan simplisia.
 Bagi simplisia yang diperdagangkan perlu pengepakan yang benar
 agar mutu simplisia tetap tinggi.
 Misalnya : untuk daun dan herba dibungkus dengan kuat dan padat
 dan dengan berat tiap bungkus maksimum 100 kg.
 Untuk bahan yang mudah lembab harus dibungkus dengan
 bahan kaleng.
 Penyimpanan dan pengawetan juga perlu diperhatikan sesuai
 dengan sifat dari simplisia, dan ini biasanya ada aturan-aturan

 tertentu / khusus. 7
F. Standarisasi Simplisia.
 Simplisia yang memiliki terapi distandarisasi dalam Farmakope-farmakope
seperti:
 USP
 National Formularium
 Farmakope Indonesia.
 Dan lain-lain buku resmi yang tidak tercantum dalam Farmakope.
 Didalam Farmakope tercantum antara lain:
 Monografi
 Penggunaan / khasiat.
 Dosis maksimum / dosis lazim.
 Simplisia yang telah dimuat dalam Farmakope disebut Simplisia
 Resmi dan yang belum disebut Simplisia Tidak Resmi, atau
 simplisia resmi adalah:
 Mempunyai nilai terapi.
 Terstandarisasi.
 Tercantum dalam Farmakope.
 Simplisia tak resmi adalah:
 Diakui, tapi tidak tercantum dalam Farmakope
8
G. Evaluasi / Pemeriksaan.
 Mengevaluasi suatu simplisia berarti mengidentivikasi atau
menentukan kualitas dan kemurnian suatu simplisia dan
pemeriksaan pemalsuan

 Secara skematis yang dapat dilakukan pemeriksaan adalah;


 - Organoleptis ------- bentuk, bau, warna dan rasa.
 - Mikroskopis ------- Untuk mengidentivikasi jaringan yang
 spesifik. Karena setiap bahan simplisia tersebut bisa
 ditentukan spesifikasinya masing-masing dibawah
 mikroskop.
 - Biologis / Farmakologis ------ dengan memakai binatang
 percobaan.
 - Pemeriksaan kimia ----- dengan reaksi kimia tertentu.
 - Pemeriksaan Fisika ----- Kelarutan, Spesifik grafitasi,
 pemutaran bidang terpolarisasi. Dan lainnya.
 - Kelembaban (kadar air) -----Gravimetris. Azeotrop dan Trimetri
 - Kadar abu.
 - Penentuan dengan Kromatografi.
9
 Pengelompokan / Pembagian / Klasifikasi Simplisia dapat
dilakukan dengan beberapa cara antara lain:
 Berdasarkan Familinya
 Solanacaea, Rubiacaea dll.
 Berdasarkan khasiatnya.
 Obat jantung, obat diabetes dll.
 Berdasarkan golongan senyawa kimia zat berkhasiatnya
 Karbohidrat.
 Alkaloid.
 Glikosida.
 Tanin.
 Lemak.
 Minyak atsiri.
 Resin dan Resin kombinasi.

10
Glikosoda
 Suatu senyawa bila dihidrolisa gula + bukan gula
 (glikon) (aglikon)
 Gula yang terbentuk: - glukosa (umum), ramnosa, digitoksosa, simarosa.
 campuran dua atau lebih gula diatas.
 Aglikon yang terbentuk: - steroid, antraquinon, triterpen, flavon, dll.

 Gula-gula terikat pada gugus OH dari senyawa bukan gula.


 Fungsi 1. Bagi tanaman - Pengaturan (metabolisme)
 - Perlindungan dan kesehatan tanaman.
 2. Bidang Farmasi: - tergantung dari jenis glikosidanya a.l:
 Jantung,
 laxantsia,
 lokal iritan kuat
 analgetik.
 dll.
11
 Penggolongan bisa bermacam-macan a.l berdasarkan:
 Khasiat
 Inti aglikon.(kimia)
 Gula pembentuknya dll.

 Penggolangan Glikosida (umum)


 1. Cardioaktif glikosida. 6.Flavonal.
 2. Antrakuinon 7. Alkohol.
 3. Saponin. 8. Aldehid.
 4. Sianopor. 9. Lakton.
 5. Isitiosianat 10. Fenol.
11. Glikosida netral.

12
CARDIOAKTIF GLIKOSIDA.
 Aglikonnya adalah steroid yaitu: - cardenolida dan bufadienolida.
 Bentuk glikosida lebih aktif dari bentuk aglikonnya mudah larut.
 absorbsi lebih cepat.
 Kerja : - meningkatkan kontraksi sistole
 - myocardium (menaikkan cardiac out put).
 - Menaikkan sekresi ginjal (mengurangi edema).
 1. Species : Digitalis lanata. Ehrh.
 Digitalis purpurea. L.
 Famili : Scropulariaceae.
 Simplisia : Daun.
 - Daun yang telah dikeringkan pada temp 50–600C
 - Gyc tidak akan terhidrolisa oleh enzim.
 Banyak tumbuh di Eropa dan Amerika.
 Dikenal 12 species, digitalis disebut juga Fox Cloves.
 Yang sering digunakan sebagai obat adalah yang dua diatas.
 D. lanata berdaun agak kecil dengan warna hujau tua sedangkan
 D. purpurea daunnya lebih besar dengan warna hijau abu-abu.

13
Isi : D. purpurea mengandung 3 seri struktur gikosida / aglikon.
 Tipe A digitoxin /glikosida purpurea A / glikosid A / digitalin.gula digitoxosa
 Tipe B gitoxin / glikosida purpurea B / glikosid B
 Tipe E digitoxin / glikosida purpurea E / glikosid E
 Gulanya terdiri dari 4 monosakarida yaitu :
 satu D-glukosa ; tiga digitoxosa.
 Kandungan lain: Flavonoid, antraquinon, saponin, digitonin, tigonin dan
 digitanol glikosida.
 D. lanata mengandung 5 seri struktur gikosida:
 Tipe A. B. dan E. untuk daun segar sedangkan pada daun
 kering ada terdapat gikosida skunder yang disebut
 asetildigoxin, asetilgitoxin dan asetilgitaloxin.
 Tipe C: Lanatosid C / digoxin.
 Tipe D. Lanatosin D / digitanin.
Penggunaan:
 D. purpuirea dipakai sebagai preparat galenika (bubuk dan tinctura)
 D. lanata :industri ekstraksi glikosida, gagal jantung, supraventraculer
 tachicardi, atrial flutter dan atrial fibrallation.

14
2. Species : Stropanthus gratus.
 Famili : Apocynaceae.
 Simplisia: Biji.
 Banyak terdapat didaerah afrika, yang
 dulunya dipakai sebagai racun panah
Isi: Glikosida ouabain 3 – 8%
 Ouabain sangat polar bila dihidrolisa
 ouabagenin + ramnosa.
Penggunaan : -
- Tidak diabsorsi secara oral, dipakai iv.
 - Tonikum jantung dengan bekerja capat dan
 - lama kerja pendek (digunakan untuk
 pertolongan pertama jantung akut (iv). 15
ANTRAKUINON GLIKOSIDA

 Struktur :
 Halaman antraquinon (tugas)
 Pada struktur terdapat adanya gugus fenolik yang bersifat khas.

 Gulanya biasa terdiri dari glukosa, ramnosa dan apiosa yang secara
 normal terletak pada C8 glukosa atau C6 (ramnosa atau apiosa)

 Segar glikosidanya adalah tipe antron (mono antron) dan


 bila dikeringkan akan terjadi oksidasi dan dimerisasi oleh enzim
 menjadi glikosida di-antron

 Pengaruh pengeringan:
 Temperatur 40 C antron glikosida enzim dimerik
 Temperatur diatas 40C ikatan glikosida antron pecah, oksidasi
 antrakuinon + gula

 Kegunaan utama dari simplisia ini adalah


 Laksatif 16
 Pewarna.
Contoh simplisia yang mengandung glikosida Antrakuinon.
 = Senna
 = Cascara sagrada (Buckthrom)
 = Cape Aloe
 = Rhubab
 = Cochineal.
 1. Species : (1) Cassia angustifolia Valhl ---- Tinnevelly Senna.
 : (2) Cassia senna. L ---- Alexandria senna atau camp nya.
 Famili : Leguminosae (Caesalpinaceae)
 Simplisia : Senna. ( daun yang telah dikeringkan)
 Semak rendah. Tumbuh didaerah padang pasir.
 Banyak tumbuh di Arab, Afrika Barat (Somalia), Asia (India & Pakistan.
 Banyak ditemukan di Afrika Utara terutama Sudan.
 Simplisia umumnya dikeringkan dengan panas mata hari atau panas buatan.
Isi :
 - Glikosida Senosida ---- aglikon tipe di-antron.
 - Mayoritas : Senosida A dan B (dari 8.8’ –diglikosida)
 - Senosida C dan D (isomer)
 - Antron bebas.
 - Sedikit glikosida antrakuinon lain seperti aloe emodin, rhein.dll
 - Monomerik glikosida antron seperti rhein antron dan aloe emodin antron
Penggunaan :
 Laksan untuk konstipasi (infus dan ekstrak) dengan dosis dihitung sebagai Senosida

17
2. Species: Rhamnus purshianus . DC ( =Frangula purshiana . DC)
 Famili : Rhamnaceae.
 Simplisia : Cascara Sagrada (Cortex batang yang dikeringkan)
 Tanaman tumbuh disepanjang pantai Barat Amerika Utara.(AS &
 Kanada)
 Simplisia dikumpulkan dari tumbuhan liar.
 Pengumpulan dilakukan pada bulan Mei sampai akhir musim
 panas.
 Kulit dipotong-potong tipis + 5 mm kemudian dikeringkan dan
 disimpan.
 Dalam penyimpanan sering berlumut/berjamur.
Isi :
 Glikosida hidroksi antrakuinon terutama O-glikosida 6 – 9%
 Cascarosida A,B,C dan D yaitu C-glikosida 70% = C-10 isomer Aloin
(=barbaloin dan krisaloin 8-O--D-glukosida)
 Senyawa abb:
 Rumus .
Penggunaan:
 Laksativ kuat (powdwr dan ekstrak) Powder dibuat infus dan dekok.
 Penggunaan dikombinasi dengan spasmilitik.
18
3. Species : Rhamnus frangula .L (=Frangula alnus .Miller)
 Famili : Rhamnaceae.
 Simplisia : Buckthorn (Kulit batang dan ranting kering).
 Tumbuhan berupa semak dengan tinggi 3 – 5 m, daun oval,
 pembuluh sekunder sejajar, berlekukan dan pinggir tajam.
 Bunga pada dasar daun, kecil putih kehijauan.
 Buah berdaging warna merah bila masah hitam dengan biji 2-3 buah.
 Banyak terdapat di Eropah Timur, Balkan sampai Polandia
 Pengumpulan pada musim bunga, kulit tipis lembut (0,5-2mm)
 permukaan luar coklat abu-abu, kerutan memanjang dan
 berlekuk dengan lentisel abu-abu (sayatan melintang.
 Permukaan dalam coklat merah.
 Simplisia kering disimpan bisa > dari 1 tahun.
Isi :
 Turunan 1,8-dehidroksi antrakuinon 2-8%
 Emodin. <0,1%
 Sedikit alkaloid siklopeptida.
Penggunaan :
 Sama dengan Cascara sagrada.
19
4. Species : Aloe ferox . Miller (Cape Aloe) (lidah buaya)
 Aloe vera (L) Burm.f. (=Aloe barbadensis. Miller) (Curacao aloe)
 Famili : Liliaceae.
 Simplisia : Sari Aloe dan getah kering Aloe.
 Genus Aloe ada lebih dari 150 species dan ada yang hibrida.
 Cape aloe bunganya merah sedangkan Curacao aloe bunganya kuning.
 Aloe tanaman herba, daun berdaging, mengkilat, pinggir daun sering berduri
 dengan ujung runcing dan panjang berfariasi.
 Aloe berasal dari Afrika Selatan yang menyebar keseluruh dunia.
 Penyiapan simplisia dengan memotong-motong daun secara melintang,cairan keluar
 dengan spontan dan ditampung, dipekatkan dengan pemanasan rendah (tradisionil).
 Sari kental coklat tua (Curacao aloe)
 kehijauan mengkilat ( cape aloe).
 Gel diperoleh setelah jaringan luar dikupas / dihilangkan kemudian digiling.

Isi ; Aloe (umum)


 - Derifat hidroksi antrakuinon 15-40% yang terdiri dari:
 - Aloe emodin antron-10-C-glukosida.
 - Aloin (barbaloin)
 - Hidroksi aloin = (aloinosida).

Penggunaan :
 - Laksatif
 - Gel untuk kosmetologi (bentuk krim dan cair) seperti untuk sun-lotion, krim,
 pelembab bibir, salep obat dll. 20
5. Species : Rheum palmatum .L
 Famili : Poligonaceae.
 Simplisia : Rhei radix (Rhubarb) (daerahKelembah)
 Tumbuhan berupa herba yang tinggi,
 perenial,rhizom ringan,
 tangkai daun panjang mengkilat, tulang
 daun bawah kemerahan..
 Bunga kecil dengan malai besar.
 Simplisia merah coklat.
Isi :
 Antrakuinon glikosida 60-80% (terutama
 emodin, fisceon, aloe emodin dan krisofanol
 glikosida.
Kegunaan :
 Laksan (powder). 21
6. Species : Rheum compactum. L
 Rheum rhamponticum. L.
 Famili : Poligonaceae.
 Simplisia. Rhampontic Rhubab rizhom dan radix
 Sejenis tanaman hias daun dapat
 dimakan, jarang digunakan untuk obat.
 Banyak tumbuh di Cina, India, Pakistan
 dan pegunungan Himalaya.
Isi :
 - Derivat antrakuinon. Rhein antron.
 - Stilben glikosida raponticin.
Penggunaan ;
 Catarticum 22
7. Species : Coccus cacti. (sejenis insekta)
 Famili : Coccidae.
 Simplisia : Cochineal , Insek betina (besar larva) yang
 dikeringkan.
 Insekta ini hidup dan memakan tanaman
 Spc: Nappalea cochinellifera
 Oputia coccinellifera
 Fam : Cactaceae
 Insekta betina yang produktif dengan ciri badan besar
 mirip larva dikumpulkan kemudian distem / air panas
 kemudian dikeringkan.
Isi :
 Glokosida (as. Carmin)/merah karmin (antrakuinon) 9-
10%.
 Lemak 10%
 Lilin 2%
Penggunaan :
23
 Pewarna (alami).
SAPONIN GLIKOSIDA
 Saponin sapo = busa onis = sabun
 Sifat :
 Aktif permukaan, karena itu kadang-kadang dapat
 sebagai deterjen.
 Contoh “Soap wood” Saponaria officinalis
 Sapindus rarak (minang = tandikia)
 Haemolitik.
 Toksis terhadap hewan berdarah dingin. (tidak spesifik)
 Rasa pahit.
 Ada yang mengandung“sapotoxin”yang bersifat racun.
 Struktur berdasarkan aglikonnya dibagi atas 2 grup:
 Saponin Steroid.
 Saponin Triterpenoid. 24
 Kegunaan:
 Bahan sintesa hormon steroid untuk kontrasepsi dan
 pengobatan seperti: anti inflamatory, esterogen,
 androgen dan progestin.
 Bahan yang sering digunakan sebagai bahan semi sintesis
hormon steroid dari alam adalah:
 Saponin steroid
 Fitosterol
 Kolesterol
 Asam empedu.
 Saponin steroid (sapogenin) yang sering digunakan
sebagai bahan dasar pembuatan hormon steroid adalah:
 Diosgenin. Diosin
 Hecogenin. Heconin
 Smilagenin Smilanin
 Dan sarsapogenin . Sarsaponin.
25
SUMBER DIOSGENIN
 Species : Discorea spp.
 Famili : Diocoreaceae.
 Simplisia : Umbi yang dikeringkan.(minang = gaduang) dis:
 “Yams”
 Diascorea mempunyai 600 species.
 Banyak tumbuh didaerah tropis, dan dimakan umbinya.
 Tumbuhan herba perenial, berumbi, daun cordata
 acuminata, bunga kecil unisexual.
 Tumbuh liar dan dikebunkan, panen dilakukan setelah
daun
 gugur.
Setiap jenis mempunyai kandungan saponin yang berbeda
jenis dan jumlahnya.

 Beberapa jenis yang sering digunakan adalah a.l:


 Dioscorea opposita .Thumb
 D. esculenta (lour) Burk
 D. alata L dll
26

Di Amerika Tengah sering dijumpai jenis:
 D. composita Hemsl
 D. floribunda Mart & Gal
 D. mexicana Gill
 D. spiculiflora Hemsl
Di Cina ditemui juga jenis:
 D. zingiberensis C.H.Wright.
 D. pantaica Prai &Burk.
 Jenis yang paling banyak menghasilkan Diosgenin
adalah D. floribunda sebanyak + 500 kg / hektar.
 Diocin 2 mol L-ramnosa & 1 mol D-glukosa.

27
 SIMPLISIA/SAPONIN sebagai ANTI INFLAMATORY

 Species : Glycyrrhiza glabra .L.


 Famili : Fabaceae (Leguminosae).
 Simplisia : Licirice (akar kayu manis cina, succus liquiritae)
 Dalam bentuk simplisia digunakan sebagai:
• Pemanis.
• Pengobatan Ulcer (bangsa Yunani)
• Obat batuk (tabib Arab).
• Mengurangi efek samping laksan.
 Licorice adalah akar kering yang banyak sekarang digunakan untuk
farmasi dan Food teknologi.
 Tumbuhan berbentuk perineal, belukar tegak berselang (1-1,5 m)
daun menyirip gasal dengan daun 7-17 helai.
 Bunga majemuk, tandan tegak, sedikit berwarna gelap.
 Buah pipih berbentuk polong.
 Negara penghasil utama, Turki, Iran, Unisofyet, Cina dan Pakistan.
 Radix : bau dan rasa yang karakteristik 28
 SIMPLISIA/SAPONIN sebagai DERMATOLOGI
 Species : Centela asiatica . L.
 Famili : Apiaceae.
 Simplisia : Hydrocortiles (Gotu Kola) (Coin Indian) (kaki Kuda)
 Tanaman berupa herba perenial yang tumbuh mulai dari India
Madagaskar dan Indonesia.
 Mudah diidentifikasi dengan melihat bentuk daunnya kecil bulat, lebih
kurang berbentuk jantung. (cordate).
 Isi:
 Minyak menguap.
 glikosida, flavonol, saponin, polialkin dan sterol.
 Penggunaan:
 Di India dulu sebagai pengobatan penyakit kulit (dermatologi)
 Ekstraknya:
 Luka bekas operasi.
 Luka bakar ringan.
 Radang sendi dan memar.
 Untuk oral digunakan menghilangkan gejala penyakit vena dan pembuluh
limpa.

29
 Species : Panax ginseng . C.A.
 Famili : Araliaceae.
 Simplisia : Ginseng.
 Simplisia diambil dari radix yang dihasilkan oleh negara-
negara seperti Korea, Cina , Nepal Manchuria Siberia dan
negara lainya.
 Korean Ginseng: adalah tanaman herba kecil, daun
palmatilobat, bunga putih dan merah arbei.
 Banyak tumbuh didaerah pergunungan mulai dari Nepal,
Manchuria, Siberia Timur sampai Cina dan Korea.
 Macam2 simplisia yang dijumpai:
 Korean Ginseng.(Korea)
 American Ginseng (Amerika Utara) dari Panax quinquefolium L.
 San Chi Ginseng (Cina Utara dan Vietnam) dari Panax notoginseng
Wall dan Panax japonicus C>A>Meyer
 Himalayan Ginseng (Himalaya) dari Panax pseudoginseng.
 Cara penyiapan simpl: Radix dicuci keringkan di udara panas
12-14 hari.
30
 Isi:
 Saponin + 20 macam dan 5 macam glikosida dari tetrasiklis aglikon
dan juga khusus protopanaxadiol dan protopanaxatriol.
 Koren Ginseng Ssaponin 1-3% dan setiap ginseng yang lain kadar
saponin tergantung dari tempat tumbuhnya.
 Polisakharida, vitamin, sterol, asam amino dan peptida, minyak
menguap 0,5%, dan poli alkil.
 Kegunaan:
 CNS stimulan untuk anemia, diabetes, syaraf, insomnia, ulcer.
 Meningkatkan ketahanan pada kelelahan dan stres.
 Meningkatkan daya ingat dan sex.
 Berefek anabolik
 Mempengaruhi kelenjer endokrin dan efek imun.
 Sebagai tonikum, memperbaiki dan awet muda, tetapi aktivitas
farmakologisnya sukar dibuktikan.
 Catatan: Efek tidak ada yang menonjol, tidak ada toksis akut,
tetepi pemakaian dibatasi maximum 3 bulan.
31
SIANOFOR GLIKOSIDA
 Glikosida hidrolisa/enzim Asam Cianida (HCN)
 Enzim yang mempengaruhi (Enzim Endogen)
 Glukosidase.
 Hidroksinitril liase.
 Biasanya sianofor glikosida adalah turunan mandelonitril (benzaldehid-
sinohidrin)
 Terbentuknya sianida secara umum pada tanaman adalah akibat
terjadinya pengrusakan jaringan tanaman secara fisis.
 Contoh : penghancuran, memar atau akibat jamur yang berkontak dengan
glikosida ini dalam cacuola dan enzim (sitoplasma.)
 Contoh glikosidanya:
 Amygdalin Bitter Almond, kernel Apricort, Cherry Laurel
(Fam.Fagaceae).
 Prunasin Prunus padus (D-Mandelonitril)
 Prulaurasin daun Cherry Laurel (aglikon rasemik Mandelonitril)
 Sambunigrin Sambucus nigra (aglikon L-mandelonitril)
 Hidrolisa terjadi:
 Kopian hal23
 Hanya satu simplisia yang berguna dalam bidang Farmasi yaitu: Cherry
laurer dari:species Prunus laurocerasus L. 32
 Species : Prunus lauroserasus.L.
 Famili : Rosaceae.
 Simplisia : Daun kering (Cherry laurel)
 Tunaman asli dari Eropa timur.
 Berupa semak yang selalu hijau, tandan bunga berwarna putih, buah kecil
oval, berwarna merah dan kalau masak jadi hitam.
 Daun dihaluskan, bau seperti bitter almond.
 Isi:
 Prunasin (-)-(R)-mandelonitril--D-glukosida
 1,2 – 1,8 gr / 100 gr simplisia segar.
 Penggunaan:
 Secara tradisional : Sari air formulasi.
 Sirop : * Kondisi broncho pulmonary.
 * Aromatikum.
 * Stimulasi pernafsan.
 Juga secara tradisional dipercaya sebagai:
 Sedative.
 Ekspektoran.

33
ISOTIOSIANAT GLIKOSIDA

 derivat alifatis
 Aglikonnya isotiosianat

derifat aromatis
 contohnya: Sinigrin. pada Black mustard.
 Sinalbin pada White mustard

 Sinigrin dan Sinalbin dihidrolisa
mustard oil.

34
 Species : Brassica nigra Koch.
 B. juncea (Linn)
 Famili : Cruciferae (Brassicaceae)
 Simplicia : Black mustard. Semen dari buah masak yang dikeringkan.
 (Sinapis nigra semen)
 Tanaman adalah herba annual, batang tegak ramping, bunga kuning, daun
menyirip, kadang-kadang empat sisi, tangkai pendek.
 Berasal dari eropah dan Asia Tenggara dan didataran daerah yang beriklim
sedang. Penghasil terutama Inggris dan India.
 Isi :
 Minyak lemak 30-35%.
 Glikosida sinigrin, tetapi dengan adanya enzim mirosin dan air dalam sel yang sama
akan terjadi hidrolisa menjadi mustard oil.
 S – C6H11O6
 C3H5 – NH – CH mirosin + H2O S=C=N – CH2 – CH =CH2

Sinigrin OSO3K Alil isotiosianat (Mustard oil)
 + KHSO4 + C6H12O6
 Penggunaan:
 Lokal iritan dan emesis.
 Rubifacient
 Condiment (bumbu masak)

35
 Species : Brassica alba (Linne) Hooker filius
 Famili : Crucifere (Brassicaceae)
 Simplisia : White mustard. Semen buah masak yang
dikeringkan.
 (Sinapis alba semen)
 Tumbuhan mirip dengan Black mustard hanya berbeda
kandungan glikosidanya yaitu : Glikosida Sinalbin
 CH-N=C=S

Sinalbin mirosin + air

OH
 Akrinil isotiosianat
 (memberi rasa pedas dan tidak berbau dibanding
alilisotiosianat)
 FLAVONOL GLIKOSIDA 36
FLAVONOL GLIKOSIDA
 Aglikonnya adalah Flavonoid.
 Dialam flavonoid ditandai dengan terlihatnya pigmen kuning.
 Contoh: Rutin. Kuersetin, hesperidin, hesperitin, diosmin dan
narigin. Yang empat terakhir terda[at didalam buah Citrus.
 Khasiat:
 Pengobatan gangguan kapiler dan vena (tunggal/campuran)
 Topical untuk plebology (radang pembuluh darah)
 Dalam perdagangan sering digunakan untuk:
 Pengobatan gangguan pada vena, pembuluh limpa, lelah
tungkai, kram dan kelelahan lain serta edema.
 Penumpukan acute
 Kontrasepsi intra urine.
 Gangguan sirkulasi pada retina..

37
 SIMPLISIA yang mengandung FLAFONOID.

 Species : Ginkgo biloba L. (Maidenhair Tree).


 Famili : Ginkgoaceae.
 Simplisia : Folia dan fructus yang dikeringkan atau segar.
 - Berasal dari Perancis
 - Banyak ditanam di Korea, Erancis Selatan dll.
 - Buah baunya spesifik, bau tidak enak.

 Isi:
 Flavonoid 24% .(Kuersetin dan esternya)
 Biflavonoid 6% (ginkgolide.)
 Diterpen.
 Sterol, alifatis alkohol, keton dan as.organik, siskuiterpen dan sakarida.
 Penggunaan:
 Pengobatan arteri kronik.
 Pengobatan gejala pikun., vertigo,tinitis dan pendengaran hilang.

38
 Species : Sapora japonica L (Japanese
pagoda)
 Famili : Fabaceae.
 Simplisia : Kuncup bunga.
 Tanamn berbatang tinggi.
 Banyak ditanam didaerah beriklim sedang.
 Asli tanaman Cina Tengah dan Utara.
 Banyak ditanam di Jepang dan negara lainnya.
 Isi:
 Rutin 15-20% (Kuersetin-3-rutinosid)
 Penggunaan :
 Pewarna sutra pengganti pencelup buatan. 39
 Species : Citrus spp.
 Famili : Rutaceae.
 Simplisia : pericarp buah..
 Tumbuhan daerah Timur.
 Banyak mempunyai species, varietas dan hibridanya.
 Flavonoid nya disebut juga citroflavonoid.
 Isi:
 Flavonoid:
• Hesperidin
• Neo hesperidin.
• Eriodyctin dan eriocitrin
• Flavon glikosida (diosmin dan rutin)
 Pektin
 Minyak menguap.
 Penggunaan:
 Gangguan vena yang kronik dengan gejala kejang pada malam hari,
dengan dosis 1 gram/hari selama 8 minggu.
 Dosis rendah untuk fragiliti kapiler. 40
ALKOHOL GLIKOSIDA.
 Species : Salix alba L dan Spc lainnya.
 Famili : Salicaceae.
 Simplisia : Cortex Salicin
 Batang berbentuk diocius
 Banyak terdapat dieropah.
 Komposisi dan kadar dari glikosidanya tergantung dari spc nya dan
tempat tumbuh.
 Isi:
 Salicin yang bila dihidrolisa menjadi Saligenin + glukosa. Salicin
adalah glikosida dari salisil alkohol terbentuk bersamaan dengan
salicortin dan turunan benzoil.
 Populin (benzoin salicin) komponen yang terdapat pada kuncup.
 Penggunaan.:
 Anti inflamatori secara tradisional, ditandai ikatan as. Salisilat, yang
timbul karena teroksidasi menjadi salisil alkohol dalam saluran cerna.

41
ALDEHID GLIKOSIDA
 Contoh:
 Salinigrin.
 Helicin = isomer dari salinigrin
 Amygdalin
 Vanilla, suatu bentuk simplisia.
 Vanillin adalah aglikon yang terbantuk selama pengawetan buah vanilla.
Secara kimia vanillin adalah metil protokatekhuat aldehid.
 Species : Vanilla planifolia .Andrews (Mexican atau Bourbon
 Vanilla.)
 Famili : Orchidaceae.
 Simplisia : Buah tua yang difermentasi.
 Tanaman asli Mexico.
 Tanaman memanjat perenial, akar hawa melengket pada batang.
 Tumbuhan daerah tropis temp 180C dengan kelembaban tinggi.
 Buah terbentuk setelah berumur 6-10 tahun
 Buah tua difermentasi dngan merendam dengan air hangat, segera
dibalut dengan kain wool semalam, membutuhkan + 2 bulan pengeringan.
 Kehilangan berat70-80%.
 Karakteristik pada warna dan bau. 42
 Isi:
 2 glikosida (glukovanillin atau avenin dan glukovanilat alkohol.
Selama fermentasi
 avenin Hidrolisa vanillin + glukosa
 glukovanillat alakohol Hidrolisa vanillat alkohol + glukosa
 oksidasi
 vanillat aldehid
(vanillin)
 gula 10%
 minyak lemak 10%
 Catatan: Vanillin dapat dibuat secara semi sintetis dengan
bahan dasar:
 coniverin (glikosida kambium pinus)
 eugenol (fenol pada komponen minyak cengkeh)
 Lignin.
43
FENOL GLIKOSIDA
 Arbutin pada tanaman Uva ursi hidrolisa hidrokuinon + glukosa
 hesperidin flavonol glikosida.
 Phloridzin pada Rosaceus.
 Baptisin paIris species.
 Species : Artostaphylos uva-ursi (L) Spreng.
 Famili : Ericaceae.
 Simplisia : Daun kering. (Bearberry)
 Tumbuhan semak yang selalu hijau.
 Terdapat di Eropa, Asia Amerika Serikat Utara dan Canada.
 Bunga berbentuk lonceng putih.
 Isi:
 Glikosida arbutin 6-10%
 Allactanin 15-20%.
 Flavonoid.
 Penggunaan:
 Diuretika.
 Adstringentia..
44
LAKTON GLIKOSIDA
 Contoh :
 Coumarin (lakton dari as.o-hidroksi sinamat.
 Scopolin
 Limettin.
 Coumarin:
 Tak berwarna, kristal prisma dan berbau wangi.
 Pahit, aromatis dan rasa panas.
 Larut dalam alkohol.
 Dapat diisolasi dari:
 Species : Anthoxanthum odoratum L
 Famili : Graminae.
 Penggunaan ;
 Flavoring . 45
GLIKOSIDA LAIN DAN NETRAL
 Species : Gentiana lutea Linne.
 Famili : Gentianaceae.
 Simplisia : Radix yang dikeringkan.
 Herba yang tingginya 1-1,5 m daun kering, tulang daun
sejajar dengan letak berlawanan.
 Bunga kuning.
 Asli tanaman Eropah tengah dan Selatan, juga Asia kecil.
 Radix O 10-40 mm, pendek, rapuh kuning kemerahan.
 Jenis masing-masing dibedakan oleh warna bagian dalam
radix.
 Jang dijual dipasaran berasal dari Perancis dan Spanyol.

46
 Isi:
 Glikosida pahit Gentiopikrin 2%
 Alkaloid 0,6-0,8% (gentanin)

 Pikmen kuning Xanthon, gentisin, isogentisin dan


glikosida gentiosida.
 Gentisid, isogentisin dan turunan.

 Tanin.

 Gula, trisakaridagentionosa.

 Penggunaan.:
 Zat pahit, penambah nafsu makan.
 Yellew gentian sebagai coloris.

47

Anda mungkin juga menyukai