Anda di halaman 1dari 38

Bahan Kuliah II

JARINGAN TELEKOMUNIKASI
S1-TI

J A R I N G A N A K S E S

Sekolah Tinggi Teknologi Telkom


Bandung
2005
JARINGAN AKSES
Akses Tembaga (Copper Access Network)

Akses Optik (Optical Access Network)

Akses Radio (Radio Access Network)

xDSL

Cable Television Nw (Coax Nw/CATV, HFC)

2
AKSES TEMBAGA
Struktur Umum :

3
Elemen Jaringan Akses Tembaga :

1. Sentral Telepon
2. Kabel Primer
3. Rumah Kabel
4. Kabel Sekunder
5. Kotak Pembagi
6. Kabel / Saluran Penanggal
7. Teminal Batas
8. Kabel Rumah
9. Daerah Catuan Langsung
10.MDF
11.Terminal Pelanggan.

4
Jaringan Catu Langsung
Pelanggan mendapat catuan dari DP yang terhubung
langsung ke MDF tanpa melalui RK

5
Pemakaian Jaringan Catu Langsung
 Kota besar dekat sentral
 Kota kecil yang jumlah pelanggan sedikit
 Daerah dengan Demand terpusat
 Daerah dengan pelanggan VIP

6
Jaringan Catu Tidak Langsung
Pelanggan mendapat catuan dari DP melalui RK

7
Gambar Fisik Rumah Kabel

8
Gambar Fisik Kotak Pembagi

DP kapasitas 10” (10 pasang) DP kapasitas 20” (20 pasang)

9
AKSES OPTIK
Struktur Jaringan Berdasarkan Teknologi :
• Digital Loop Carrier
(DLC)
• Passive Optical Network (PON)
No • Active Optical
Teknologi Network
Konfigurasi Dasar Tipe (AON)
Jenis Keterangan
Jasa
1 Digital Loop Carrier Point to Point
(DLC)
DLC konvensional IS-A Banyak digunakan di dunia
Next Generation DLC IS-A dan IS-B Relatif baru

2 Passive Optical Point to Multipoint IS-A dan IS-B Mulai dioperasikan secara komersial th 74
Network (PON)
Pencabangan sinyal optik DS Konfigurasi sama, perangkat berbeda
pasif
3 Active Optical Point to multipoint melalui IS-A dan IS-B Belum banyak digunakan
Network (AON) perangkat pencabangan
aktif

10
Konfigurasi DLC

CAS, V5.x

LE
LE CT RT

Keterangan :
LE = Local Exchange
CT = Central Terminal
RT = Remote Terminal

11
Konfigurasi PON/AON

CAS, V5.x
ONU
ONU
PS / AS
subscriber
OLT
OLT

ONU
ONU
LE
FIBER

Keterangan : subscriber

LE = Local Exchange
OLT = Optical Line Terminal
ONU = Optical Network Unit
PON = Passive Optical Network
AON = Active Optical Network
PS = Passive Splitter
AS = Active Splitter

12
Struktur Jaringan Berdasarkan Modus Distribusi (Letak TKO) :

Berdasarkan perbedaan letak TKO (Titik Konversi sinyal Optik) :


 Fiber To The Building (FTTB)
 Fiber To The Zone (FTTZ)
 Fiber To The Curb (FTTC)
 Fiber To The Home (FTTH)

Fiber ToTheBuilding
• TKO terletak di dalam
gedung dan biasanya di Sentral
ruang telekomunikasi di TKO
basement. Jaringan
• Terminal pelanggan Serat Optik
dihubungkan dengan
TKO melalui kabel
tembaga indoor atau IKR.
• FTTB dapat dianalogikan
sebagai Daerah Catu
Langsung (DCL)
• Dapat diterapkan bagi
pelanggan bisnis di
gedung bertingkat atau
pelanggan di apartemen

13
Modus Aplikasi FTTB (1)

LE
2f
CT RT
Basement

Konfigurasi (1) DLC

2f/4f 2f/4f
ADM
LE
ADM ADM PM
2f/4f 2f/4f
ADM

Konfigurasi (2) SDH ring

14
Modus Aplikasi FTTB (2)

LE
2f
OLT ONU
PS

Konfigurasi (3) PON


2f 2f
ONU ONU

2f 2f
ONU ONU
LE
2f 4f
OLT
PS
Konfigurasi (4) PON

15
Modus Aplikasi FTTB (3)
2f ONU 2f ONU

2f ONU
2f ONU
LE path protection
OLT 4f
PS

Konfigurasi (5) PON

2f 2f ONU
2/4f ONU
2/4f
ADM
LE 2f 2f ONU
ONU

ADM
2/4f ADM OLT 2f
2/4f PS PS
ADM

Konfigurasi (6) PON/SDH

16
Fiber To The Zone

• TKO terletak di suatu tempat di


luar bangunan, baik dalam Sentral
kabinet dengan kapasitas TKO
besar. Jaringan
• Terminal pelanggan Serat Optik
dihubungkan dengan TKO
melalui kabel tembaga hingga
beberapa kilometer.
• FTTZ dapat dianalogikan
sebagai pengganti RK.
• Diterapkan pada daerah r
ete
perumahan yang letaknya jauh p kilo
m
r
dari sentral atau bila Bb
infrastruktur duct pada arah
yang bersangkutan, sudah
tidak memenuhi lagi untuk
ditambah dengan kabel
tembaga

17
Modus Aplikasi FTTZ

LE
terminal
2f
pelanggan
CT
CT RT
RT
DP

Konfigurasi DLC

18
Fiber To The Curb
• TKO terletak di suatu tempat di
luar bangunan, di dalam kabinet
dan di atas tiang dengan Sentral
kapasitas lebih kecil (< 120 sst) TKO
• Terminal pelanggan Jaringan
dihubungkan dengan TKO Serat Optik
melalui kabel tembaga hingga
beberapa ratus meter.
• FTTC dapat dianalogikan
sebagai pengganti KP
• FTTC dapat diterapkan bagi
pelanggan bisnis yang letaknya me
ter
terkumpul di suatu area terbatas a tusa
n
namun tidak berbentuk gedung R
bertingkat atau bagi pelanggan
perumahan yang pada waktu
dekat akan menjadi pelanggan
jasa hiburan

19
Modus Aplikasi FTTC

curb
LE
2f terminal
2f
OLT
OLT ONU
ONU
pelanggan

PS

2f
curb
LE
2f terminal
OLT ONU pelanggan
ONU
2f PS

20
Fiber To The Home (FTTH)

• TKO terletak di dalam


rumah pelanggan Sentral
• Terminal pelanggan TKO
Jaringan
dihubungkan dengan Serat Optik
TKO melalui kabel
tembaga indoor atau IKR
hingga beberapa puluh
meter
• FTTH dianalogikan
sebagai pengganti TB
(Terminal Batas)

21
Modus Aplikasi FTTH
LE
2f 2f
OLT
OLT ONU
PS

2f

LE
2f
OLT
OLT ONU

2f
PS

22
Konfigurasi single star (P to P)
Jarlokaf yang memiliki satu buah titik star kabel yaitu pada
perangkat Jarlokaf di sisi sentral.

LE FDF

CT1

RT

CTn

23
Konfigurasi Multiple Star
Adalah jarlokaf yang memiliki lebih dari satu buah titik star kabel serat
optik (P to P dan P to M)

FDF
LE
ONU
RT1 RT2
CT1

ONU
CT2
PS

OLT

24
KONFIGURASI RING KABEL
➮ MEMBENTUK JARINGAN MELINGKAR.
➮ UNTUK MENINGKATKAN KEANDALAN JARINGAN.
➮ UNTUK PROTEKSI TERHADAP POINT-TO-POINT LINK.

Rt1 Rt2

LOCAL FDF
EXCHANGE

CT ONU

ONU
CT

PS
OLT

25
KONFIGURASI RING SDH (1)
➮ MEMBENTUK JARINGAN MELINGKAR.
➮ UNTUK MENINGKATKAN KEANDALAN JARINGAN.
➮ UNTUK PROTEKSI TERHADAP POINT-TO-POINT LINK.
➮ DENGAN RING SDH (ADM) MENGHEMAT KABEL SERAT OPTIK.

ONU

OLT
ONU
ADM

LE
LE SDH ADM ONU

ADM

CT RT
26
KONFIGURASI RING SDH (2)
➮ MEMBENTUK JARINGAN MELINGKAR.
➮ UNTUK MENINGKATKAN KEANDALAN JARINGAN.
➮ UNTUK PROTEKSI TERHADAP POINT-TO-POINT LINK.
➮ DENGAN RING SDH (ADM) MENGHEMAT KABEL SERAT OPTIK.

ONU

ADM

LE OLT
OLT SDH ADM ONU
LE

ADM

ONU

27
ILUSTRASI RADIO ACCESS NETWORK [ RAN ]

28
29
30
KONFIGURASI RADIO ACCESS NETWORK
Core Network Access Network Customer Premises Network

NNI SNI TS TE  CS : Central Station, merupakan unit


yang terpisah atau gabungan antara
unit :CCS (Central Controller
Core TS TE
Network Local CS Station)/exchange unit dan CRS
Switching (Central Radio Station) / radio unit.
TS TE
RS  TS : Terminal Station (outstasion),
melayani satu atau lebih TE
TS TE  RS : Repeater Station (radio
RS repeater station), melayani satu atau
TS TE
lebih TS atau terhubung dengan RS
lain
 NNI : Network Node Interface
 SNI : Service Node Interface
 UNI : User Network Interface
 TE : Terminal Equipment

31
WIRELESS LOCAL LOOP [ WLL ]
 Wireless Local Loop (WLL): salah satu  Pembagian berdasarkan cakupan
bentuk fixed wireless communication, (coverage):
 Single Cell, daerah cakupannya
dimana daerah cakupan ( coverage)
(daerah
berbentuk sel
layanan) hanya terdiri dari satu sel
 Konfigurasi umum Wireless Local Loop  Multi Cell, daerah cakupannya
(WLL): (daerah
Point to Point/Point to Multipoint to layanan) dibagi-bagi menjadi
Point beberapa sel
 Pembagian berdasarkan topologi:
Point to Point/Point to Multipoint to
 Point to point atau Dedicated
Point +
Channel Mode
Cordless
Menghubungkan pelanggan dengan
Cordless sentral local menggunakan system
 Pembagian berdasarkan jumlah kanal per radio point to point. Setiap kanal
dialokasikan pada pelanggan
carrier: secara tetap (arah dan tujuannya
Multi Channel per Carrier (MCPC) sudah tertentu)
Dalam satu frekuensi pembawa terdapat  Point to Multipoint atau Multi access
lebih Menghubungkan pelanggan dengan
sentral local dengan menggunakan
dari satu kanal system radio point to multipoint.
Single Channel per Carrier (SCPC) Kanal-kanal yang tersedia tidak
Dalam satu frekuensi pembawa terdapat dialokasikan kepada setasiun
satu pelanggan secara tetap (arah dan
tujuannya tidak ditentukan)
kanal

32
KLASIFIKASI KOMUNIKASI WIRELESS

Point to Point Communication,


Non Infra Red Communication,
LMDS, Microwave
Fixed Cellular Communication

PHS, CT2, PACS,


Wireless Cellular DCS1800, DECT
Wireless
Communication
Non Paging system (ERMES, NTT,
NEC), dispatching system,
Cellular PAMR (Public Mobile Radio)
Mobile
AMPS, GSM, CDMA2000,
Wireless UMTS, PHS, DCS,
Cellular NMT450, TACS, DCS1800,
IS-95, C-450

33
KONFIGURASI UMUM WLL
P-P / P-MP

P-P / P-MP Radio Access System

Sentral Lokal Pelanggan


P-P / P-MP +
Cordless

P-P / P-MP Radio Access System Cordless System

Approach Link Cell Pelanggan


Sentral Lokal
Cordless

P-P / P-MP Radio Access System

Sentral Lokal
34
KONFIGURASI WLL DECT
WST
WST
RSN
WBT

RSN
WBT

WST
WST

LE XBS
WST

RSC RSN

OMS WBT
LE = Local Exchange
XBS = Exchange Base Station
RST
OMS = Operating & Maintenance Station
RSC = Radio Station Central
RSN = Radio Station Nodal WST
WST
RST = Radio Station Terminal
WBT = Wireless Base Transceiver
WST = Wireless Subscriber Terminal
35
SPESIFIKASI WLL DECT
 Konfigurasi jaringan DECT-Alcatel  Sedangkan konfigurasi sistem DECT
merupakan Point to Point/Point to cell station (WBT/WRST) adalah
Multipoint to Point + Cordless sebagai berikut :
 Konfigurasi sistem XBS atau RSC  Point to Multipoint to Point
merupakan : Backhaul
 Cordlessl
 Point to Multipoint to Point Backhaul
 Frekuensi : 1,88 – 1,9 GHz
 Frekuensi : 1,5 GHz atau 2,4 GHz
 Range : maksimum 5 km
 RF bandwidth : 2 MHz atau 4 MHz
 Kapasitas sistem : 2 MB/s atau 2x2
(line of sight)
MB/s  Kapasitas sistem : 64 atau 128

 60 time slots atau 120 time subscriber


slots  Sistem duplex : TDD

 maksimum 1024 subscriber atau 2048


subscriber
 Kanal pelanggan : 64 kbps atau 32
kbps
 Sistem duplex : FDD
 Sistem multiplex : TDM
 Sistem multiple access : TDMA
 Range : 30 – 40 km (line of sight)
 Power (Tx) : 30 dBm

36
SPESIFIKASI WLL DCTS-NEC
 DCTS (Digital Cordless Telephone System)  Layanan supplementary adalah sebagai
merupakan sistem WLL, gabungan antara berikut :
teknologi Point to Multipoint (PMP) system  Intracall dalam satu cell
dengan teknologi cordless berbasis PHS  Emergency call
(Personal Handyphone System). Atau secara  Urgent call
singkat dapat dinyatakan sebagai :  Leased line
DCTS = DRMASS + PHS cordle
 Transmisi sinyal DTMF
 DRMASS adalah Digital Radio Multiple Access
 Transmisi sinyal hooking untuk:
Subscriber System
 Call transfer/forward
 Macam-Macam DCTS:  Call waiting
 Point to Multipoint to Point Backhaul
 Three party calling
 Layanan telepon biasa (ordinary
telephony)
 Transmisi data (sampai dengan 4800 bps
 Fax group 3
 Layanan supplementary

37
KONFIGURASI WLL DCTS-NEC
PSTN System P-MP Approach / Backhaul Link Cell-Cell DCTS
Controller
2W-FT

FT

CS FT

LE WSC
TCU

2W-FT
Base Station
LE = Local Exchange
WSC = Wireless System Controller
TCU = TDM Control Unit
RU = Repeater Unit FT
CS = Cell Station CS
FT
FT = Fixed Terminal RU
2W-FT = 2-Wire Fixed Terminal
38