Anda di halaman 1dari 17

PENDEKATAN TEORI

PRODUCT LIFE CYCLE

Kesuksesan ekonomi sebuah perusahaan manufaktur tergantung pada kemampuan untuk


mengidentifikasi kebutuhan pelanggan, kemudian secara tepat menciptakan produk yang
dapat memenuhi kebutuhan tersebut dengan biaya yang rendah. Hal ini bukan merupakan
tanggung jawab bagian pemasaran, bagian desain, melainkan tanggung jawab yang
melibatkan banyak fungsi dalam suatu perusahaan.
 
Pengembangan Produk
Pengembangan produk merupakan serangkaian aktivitas yang dimulai dengan analisa
persepsi dan peluang. Pengembangan produk merupakan aktivitas lintas disiplin yang
membutuhkan kontribusi dari hampir semua fungsi yang ada di perusahaan. Namun, tiga
fungsi yang selalu paling penting bagi proyek pengembangan produk (Cross, 1994) yaitu:
a. Pemasaran
Fungsi pemasaran adalah menjembatani interaksi antara perusahaan dengan
pelanggan. Peranan lainnya adalah memfasilitasi proses identifikasi peluang produk,
pendefinisian segmen pasar, dan identifikasi kebutuhan pelanggan. Bagian pemasaran
juga secara khusus merancang komunikasi antara perusahaan dengan pelanggan,
menetapkan target harga dan merancang peluncuran serta promosi produk.
b. Perancangan (desain)
Fungsi perancangan memegang peranan penting dalam mendefinisikan bentuk fisik
produk agar dapat memenuhi kebutuhan pelanggan. Dalam konteks tersebut, tugas bagian
perancangan mencakup desain engineering (mekanik, elektrik, software, dan lain-lain) dan
desain industri (estetika, ergonomics, user interface).
c. Manufaktur
Fungsi manufaktur terutama bertanggung jawab untuk merancang dan
mengoperasikan sistem produksi pada proses produksi produk. Fungsi ini melingkupi
pembelian, instalasi, dan distribusi.

Proses pengembangan produk (Ulrich-Eppinger, 2001) dalam suatu perusahaan umumnya


melalui 6 tahapan proses, antara lain :
1. Fase 0 : Perencanaan Produk
Kegiatan perencanaan sering dirujuk sebagai “zero fase” karena kegiatan ini
mendahului persetujuan proyek dan proses peluncuran pengembangan produk aktual.
2. Fase 1 : Pengembangan Konsep
Pada fase pengembangan konsep, kebutuhan pasar target diidentifikasi, alternatif
konsep-konsep produk dibangkitkan dan dievaluasi, dan satu atau lebih konsep dipilih
untuk pengembangan dan percobaan lebih jauh.
3. Fase 2 : Perancangan Tingkat Sistem
Fase perancangan tingkat sistem mencakup definisi arsitektur produk dan uraian produk
menjadi subsistem-subsistem serta komponen-komponen
4. Fase 3 : Perancangan Detail
Fase perancangan detail mencakup spesifikasi lengkap dari bentuk, material, dan
toleransitoleransi dari seluruh komponen unik pada produk dan identifikasi seluruh
komponen standar yang dibeli dari pemasok.
5. Fase 4 : Pengujian dan Perbaikan
Fase pengujian dan perbaikan melibatkan konstruksi dan evaluasi dari bermacam-
macam versi produksi awal produk.
6. Fase 5 : Produksi Awal
Pada fase produksi awal, produk dibuat dengan menggunakan sistem produksi yang
sesungguhnya. Tujuan dari produksi awal ini adalah untuk melatih tenaga kerja dalam
memecahkan permasalahan yang timbul pada proses produksi sesungguhnya. Peralihan
dari produksi awal menjadi produksi sesungguhnya biasanya tahap demi tahap. Pada
beberapa titik pada masa peralihan ini, produk diluncurkan dan mulai disediakan untuk
didistribusikan

 
Pengembangan Konsep
Inti dari perencanaan desain adalah terletak pada pengembangan konsep. Crawford
mengemukakan bahwa konsep desain adalah kombinasi antara lisan, tulisan, dan atau bentuk
prototipe yang akan dilakukan perbaikan dan bagaimana pelanggan menunjukkan
keuntungan/kerugiannya.
Tiga bagian penting yang ada untuk ide/perencanaan yang akan ditingkatkan dengan kondisi
konsep (Crawford, 1994) adalah :
1. Bentuk
Hal ini merupakan bentuk fisik suatu produk itu sendiri, material penyusunnya, dan
sebagainya.
2. Teknologi
Termasuk di dalamnya antara lain : prinsip, teknik, perlengkapan, mekanika,
kebijakan, dan seterusnya yang dapat digunakan untuk menciptakan/mencapai produk
yang dimaksud.
3. Keuntungan
Nilai keuntungan yang diharapkan pelanggan dari produk tersebut.

Proses pengembangan konsep (Ulrich-Eppinger, 2001) mencakup kegiatan sebagai berikut :


1. Identifikasi kebutuhan pelanggan
Sasaran kegiatan ini adalah untuk memahami kebutuhan konsumen dan
mengkomunikasikannya secara efektif kepada tim pengembangan. Output dari
langkah ini adalah sekumpulan pernyataan kebutuhan pelanggan yang tersusun rapi,
diatur dalam daftar secara hierarki, dengan bobot-bobot kepentingan untuk tiap
kebutuhan.
Tujuan metode identifikasi kebutuhan pelanggan adalah :
a. Meyakinkan bahwa produk telah difokuskan terhadap kebutuhan konsumen.
b. Mengidentifikasikan kebutuhan konsumen yang tersembunyi dan tidak
terucapkan (latent needs) seperti halnya kebutuhan yang eksplisit.
c. Menjadi basis untuk menyusun spesifikasi produk.
d. Menjamin tidak adanya kebutuhan konsumen penting yang terlupakan.
e. Menanamkan pemahaman bersama mengenai kebutuhan konsumen diantara
anggota tim pengembang.

2. Penetapan spesifikasi target


Spesifikasi merupakan terjemahan dari kebutuhan konsumen menjadi kebutuhan
secara teknis. Output dari langkah ini adalah suatu daftar spesifikasi target. Proses
pembuatan target spesifikasi terdiri dari 3 langkah :
a. Menyiapkan daftar metrik kebutuhan dengan tingkat kepentingan yang
diturunkan dari tingkat kepentingan kebutuhan yang direfleksikannya.
b. Mengumpulkan informasi tentang pesaing dan mengkombinasikannya dengan
tingkat kepuasan dari pelanggan produk pesaing.
c. Menetapkan nilai target ideal dan marginal yang dapat dicapai untuk tiap metrik.
3. Penyusunan konsep
Konsep produk adalah sebuah gambaran atau perkiraan mengenai teknologi, prinsip
kerja, dan bentuk produk. Sasaran penyusunan konsep adalah menggali lebih jauh
area konsepkonsep produk yang mungkin sesuai dengan kebutuhan konsumen.
Konsep produk merupakan gambaran singkat bagaimana produk memuaskan
kebutuhan konsumen.
Proses penyusunan konsep terdiri dari 4 langkah :
a. Pemaparan masalah dengan diagram fungsi
b. Pencarian eksternal
c. Pencarian internal
d. Penggalian secara sistematis dengan pohon klasifikasi dan tabel kombinasi.
4. Pemilihan konsep
Pemilihan konsep merupakan kegiatan dimana berbagai konsep dianalisis secara
berturutturut, kemudian dieliminasi untuk mengidentifikasi konsep yang paling
menjanjikan.
Pemilihan konsep terdiri atas dua tahap, yaitu :
a. Penyaringan konsep
Tujuan penyaringan konsep adalah mempersempit jumlah konsep secara cepat
dan untuk memperbaiki konsep.
b. Penilaian konsep
Pada tahap ini, tim memberikan bobot kepentingan relatif untuk setiap
kriteria seleksi dan memfokuskan pada hasil perbandingan yang lebih baik
dengan penekanan pada setiap kriteria.

5. Pengujian konsep
Satu atau lebih konsep diuji untuk mengetahui apakah kebutuhan konsumen telah
terpenuhi, memperkirakan potensi pasar dari produk, dan mengidentifikasi beberapa
kelemahan yang harus diperbaiki selama proses pengembangan selanjutnya.
6. Penentuan spesifikasi akhir
Spesifikasi target yang telah ditentukan di awal proses ditinjau kembali setelah proses
dipilih dan diuji. Pada tahap ini, tim harus konsisten dengan nilai-nilai besaran
spesifik yang mencerminkan batasan-batasan pada konsep produk itu sendiri, batasan-
batasan yang diidentifikasi melalui pemodelan secara teknis, serta pilihan antara biaya
dan kinerja.
7. Perencanaan proyek
Pada kegiatan akhir pengembangan konsep ini, tim membuat suatu jadwal
pengembangan secara rinci, menentukan strategi untuk meminimasi waktu
pengembangan, dan mengidentifikasi sumber daya yang digunakan untuk
menyelesaikan proyek.
8. Analisis ekonomi
Analisis ekonomi digunakan untuk memastikan kelanjutan program pengembangan
menyeluruh dan memecahkan tawar-menawar spesifik, misalnya antara biaya
manufaktur dan biaya pengembangan. Analisis ekonomi merupakan salah satu
kegiatan dalam tahap pengembangan.
9. Analisa produk-produk pesaing
Pemahaman mengenai produk pesaing adalah penting untuk penentuan posisi produk
baru yang berhasil dan dapat menjadi sumber ide yang kaya untuk rancangan produk
dan proses produksi. Analisis pesaing dilakukan untuk mendukung banyak kegiatan
awal sampai akhir.
10. Pemodelan dan pembuatan prototipe
Setiap tahapan dalam proses pengembangan konsep melibatkan banyak bentuk model
dan prototipe. Hal ini mencakup antara lain model pembuktian konsep yang akan
membantu tim pengembangan dalam menunjukkan kelayakan model ‘hanya bentuk’
yang ditunjukkan kepada konsumen untuk mengevaluasi keergonomisan dan gaya,
sedangkan model lembar kerja adalah untuk pilihan teknis.
 

Poduct Life Cycle (Siklus Hidup Produk)

Seperti halnya dengan manusia, suatu produk juga memiliki siklus atau daur hidup.
Siklus hidup produk biasa dikenal dengan istilah. Product Life Cycle (PLC), yaitu suatu
grafik yang menggambarkan riwayat suatu produk sejak diperkenalkan ke pasar sampai
dengan ditarik dari pasar. Daur hidup produk (PLC) merupakan konsep yang penting dalam
pemasaran karena memberikan pemahaman yang mendalam mengenai dinamika bersaing
suatu produk. Ada berbagai pendapat mengenai tahap-tahap yang ada dalam PLC suatu
produk. Ada yang menggolongkannya menjadi introduction, growth, maturity, decline dan
termination. Sementara itu ada pula yang menyatakan bahwa keseluruhan tahap-tahap PLC
terdiri dari introduction (pioneering), rapid growth (market acceptance), slow growth
(turbulance), maturity (saturation), dan decline (obsolescence). Selain itu ada juga pendapat
yang mengkategorikannya ke dalam tahap introduction, growth, maturity, saturation, dan
decline. Meskipun demikian pada umumnya yang digunakan adalah penggolongan ke dalam
empat tahap, yaitu introduction, growth, maturity, dan decline.

1. Tahap Introduce ( Perkenalan )


Pada tahap introduce ini produk baru lahir dan belum ada target konsumen yang tahu
sehingga dibutuhkan pengenalan produk dengan berbagai cara kepada target pasar
dengan berbagai cara.
Dampaknya pada marketing mix adalah sbb :
• Produk : branding untuk pengenalan produk mulai dilakukan
• Harga : menggunakan low penetration pricing dengan tujuan untuk membangun market
share secara cepat, atau penentuan harga yang terbaik untuk merecover biaya
pengembangan
• Distribusi dilakukan secara selektif sampai konsumen menunjukkan tingkat penerimaan
produk
• Promosi diberikan kepada para inovator dan early adopters. Komunikasi pemasaran
diperlukan untuk membangun awareness pada produk dan untuk mendidik konsumen
potensial.

2. Tahap Growth ( Pertumbuhan )


Ketika berada pada tahap growth ini, konsumen mulai mengenal produk yang
perusahaan produksi dengan jumlah penjualan dan laba yang meningkat pesat dibarengi
dengan promosi yang kuat. Hal ini akan menyebabkan semakin banyak penjual dan
distributor yang turut terlibat dengan tujuan untuk mengambil keuntungan dari
meningkatnya permintaan pasar terhadap produk perusahaan tersebut.
Langkah yang perlu diambil :
• Kualitas produk dijaga dan ditambahkan fitur-fitur yang baru; dan juga ditambahkan
dukungan layanan.
• Penentuan harga dijaga saat perusahaan memperoleh peningkatan permintaan dengan
level kompetisi yang masih kecil.
• Kanal distribusi ditambahkan disaat ada kenaikan demand dan konsumen menerima
produk tersebut.
• Dilakukan promosi untuk memperluas sasaran.

3. Tahap Maturity ( Kedewasaan )


Di tahap maturity ini produk perusahaan mengalami titik jenuh hal tersebut ditandai
dengan tidak terjadi penambahan konsumen yang ada sehingga angka penjualan tetap
di titik tertentu. Jika produk sudah mencapai tahap ini, dan perusahaan tidak segera
melakukan strategi untuk menarik perhatian konsumen dan para pedagang. Hal ini akan
mengakibatkan keuntungan yang diperoleh semakin menurun serta penjualan yang
cenderung turun.
Demikian juga, sudah banyak pesaing, para pedagang mulai meninggalkan persaingan
dan yang baru tidak akan banyak terlibat karena jumlah konsumen yang tetap dan
cenderung turun. Tujuan utama pada tahap ini adalah untuk mempertahankan penguasaan
pasar sambil memaksimalkan keuntungan
Langkah yang perlu diambil :
• Fitur produk mungkin ditingkatkan untuk membedakan produk dari produk pesaing.
• Penetapan harga dapat menjadi lebih rendah karena persaingan baru.
• Distribusi menjadi lebih intensif dan bonus dapat ditawarkan untuk mendorong
pembelian produk dibanding produk pesaing.
• Promosi menekankan pada differensiasi produk.

4. Tahap Decline ( Penurunan )


Pada tahap decline produk perusahaan mulai ditinggalkan konsumen untuk beralih
ke produk lain karena produk tersebut sudah tidak memenuhi kebutuhan konsumen
atau ada produk lain yang lebih bagus baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Hal ini
akan mengakibatkan jumlah penjualan dan keuntungan yang diperoleh produsen dan
pedagang akan menurun drastis atau perlahan tapi pasti dan akhirnya mati.
Ketika penjualan menurun, perusahaan memiliki beberapa pilihan :
• Memelihara produk, mungkin memperbaharuinya dengan menambahkan fitur baru
dan menemukan penggunaan baru.
• Menjual murah produk – menurunkan biaya dan terus menawarkannya, terutama
kepada pelanggan yang setia
• Menghentikan produk, melikuidasi sisa stok atau menjualnya ke perusahaan lain yang
bersedia melanjutkan produk.

Mengapa perlu adanya pengembangan produk, hal ini merupakan salah satu strategi untuk
memperpanjang daur hidup produk (life cycle product) sehingga produk tidak mengalami
tahap decline. Pengembangan produk ini diperlukan jika produk sudah memasuki tahap
maturity yaitu, dimana produk perusahaan mengalami titik jenuh, ditandai dengan tidak
terjadi penambahan konsumen sehingga angka penjualan tetap di titik tertentu. Jika produk
sudah mencapai tahap ini, dan perusahaan tidak segera melakukan strategi untuk menarik
perhatian konsumen dan para pedagang. Hal ini akan mengakibatkan keuntungan yang
diperoleh semakin menurun serta penjualan yang cenderung turun.
Gambar 1. Siklus Hidup Produk
Selain karakteristik di atas, PLC juga memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut :
a. Tidak setiap produk melalui semua tahapan. Beberapa produk bahkan ada yang tidak
pernah melewati tahap perkenalan. Umumnya produk yang gagal memasuki semua
tahapan ini adalah produk-produk yang berkaitan dengan teknologi dan mode (fad).
Contohnya: produk-produk elektronik
b. Panjang suatu tahap PLC untuk tiap produk sangat bervariasi. Product category memiliki
PLC yang paling lama, product form cenderung mengikuti pola PLC standar (bentuk S),
sedangkan merek memiliki PLC yang paling pendek.
c. PLC dapat diperpanjang dengan inovasi dan repositioning. Banyak contoh perusahaan-
perusahaan yang berhasil memperpanjang PLC produknya sehingga penjualannya tidak
menurun tetapi malahan terus meningkat. Contoh Rinso yang berhasil memperpanjang
PLC-nya dengan memperkenalkan Rinso Baru, Rinso Ultra, Rinso Formula Plus, serta
Rinso Warna. Demikian pula halnya dengan Pepsodent yang memperkenalkan
Pepsodent yang khusus memelihara kesehatan gusi.
STUDI KASUS TERHADAP MINUMAN BERSERAT “VEGETA”

A. TAHAP INTRODUCE (PERKENALAN)


1. Produk
Grup Enesis didirikan di Jakarta, Indonesia, tahun 1988 sebagai perseteroan terbatas
yang berpusat di Kawasan Industri Pulo Gadung, Jakarta Timur. Perusahaan ini memulai
jalan produksinya dengan menghasilkan Sari Puspa / SOFFELL, losion anti-nyamuk
setelah melalui pemasaran dan penelitian produk yang mendalam. Kesuksesan Soffell
membawa perusahaan untuk mengembangkan usahanya ke sektor minuman sehat pada
tahun 1996 dengan dikeluarkannya produk Adem Sari / SENSACOOL. Demikian juga
VEGETA merupakan keberhasilan bagi Grup Enesis, minuman bubuk berserat alami ini
dikeluarkan pada tahun 2000. Dengan berkembangnya pemahaman pasar mengenai
pentingnya pengkonsumsian serat alami bagi kesehatan pencernaan dalam gaya hidup
modern, VEGETA menarik segala tingkatan pasar. Secara jenius, dengan berfokus pada
kenyamanan dalam melengkapi makanan modern dengan kebutuhan serat dalam menu
makan sehari-hari, tuntutan pasar yang mendesak terhadap VEGETA membuktikan
keberhasilan yang mengesankan bagi perusahaan.
2. Harga
Yang tak kalah penting adalah strategi pilihan harga. Kendati menyasar kelas
menengah atas, persediaan vegeta awalnya lebih banyak di gerai-gerai modern dengan
harga Rp 1000 per sachet. Strategi ini membuatnya sangat populer di kalangan
masyarakat dan bisa menebus segala lapisan masyarakat.
3. Distribusi
Melihat keluasaan pasar dan keterbatasan yang ditimbulkan karena masalah geografis,
perusahan bekerja sama dengan para penyalurnya dengan cara membina kemitraan jangka
panjang. Tujuan distribusi strategis adalah secara kontinu menguji dan berkembang
bersama bertambahnya permintaan bagi setiap pasar melalui perluasan perwakilan yang
sudah ada atau membuat perwakilan baru. Hubungan yang baik dibangun berdasarkan
kepercayaan, dukungan dan mekanisme kontrol inventori efektif yang merupakan faktor
kesuksesan dalam penyampaian produk dari gudang regional ke rak-rak penjual grosiran,
hypermarket, pasar swalayan, toko pangan dan pedagang jalanan.

4. Promosi
Mengkombinasikan antara pendekatan di atas dan di bawah jalur produksi,
perusahaan membentuk program yang secara khusus disesuaikan dengan masing-
masing pasar dari setiap merek produksi. Untuk memperkenalkan produknya secara
maksimal dan mendapatkan citra media yang baik, perusahaan mengeluarkan biaya yang
tidak tanggung-tanggung untuk pembuatan iklan-iklan televisi. Sebagai konsekuensinya,
pengiklanan di atas jalur produksi lebih besar perbandingannya. Tingginya frekuensi
kemunculan produk pada program televisi setiap hari digunakan untuk membangun
kesadaran dan ingatan akan produk yang diperdagangkan. Meski konsep ini terbukti
efektif, perusahaan juga menggunakan alternatif lain seperti radio dan iklan cetak untuk
melengkapi kampanye promosi pada pasar-pasar tertentu. Bila dapat, orang-orang
terkenal dapat diekspos dalam menyampaikan pesan-pesan iklan untuk mendapatkan
afeksi individu dan menambah citra produk. Di bawah jalur, penggunaan Point-of-
Purchase (POP) bersama dengan bahan cetakan dan kemasan yang menarik perhatian
digunakan untuk mendukung promosi penjualan di rak-rak toko pengecer.

B. TAHAP GROWTH (PERTUMBUHAN)

Kecocokan Momentum Kemunculan Produk di Pasar


Vegeta cukup beruntung karena pasar yang dibidiknya sudah memahami core
benefit produknya dan pada saat sama marketing mix yang dijalankan memang
menjangkau bagian terbesar target pasarnya. Kemakmuran rakyat seperti kita ketahui,
telah mengubah berbagai aspek kehidupan, termasuk kebiasaan makan. Perilaku makan
ini memilki pekembangan menarik. Kita bisa lihat bahwa pola komsumsi makanan
berserat sudah kehilangan peminat atau gengsi. Untuk itu, dengan muncul minuman
berserat dalam bentuk kemasan, orang mulai mengalami pencerahan bahwa kurangnya
konsumsi makanann berserat bisa menimbulkan banyak penyakit.
Sejak awal peluncurannya, April 2000, vegeta sudah terlihat menonjol dari segi
inovasi produk dan strategi komunikasi. Produk PT Sari Enesis Indah ini diperkenalkan
sebagai kategori baru produk serbuk minuman berserat lokal yang pertama dipasarkan di
Indonesia. Di awal 1990an pasar mengenal minuman berserat dari Amerika, Cina, Kore,
dan India. Tetapi produk impor harganya pun menjadi mahal. Sementara vegeta terus
melaju sebagi pelopor serbuk minuman berserat yang pasarnya terbuka lebar.
Waktu itu pasar memang dilanda demam multivitamin yang menjanjikan khasiat
rupa-rupa. Maklum saja kesadaran kesehatan masyarakat tidak diimbangi dengan
pengetahuan kesehatan sepadan. Akibatnya tawaran produk-produk kesehatan ini
diterima secara membabi buta. Pasar dilanda produk makanan tambahan kesehatan
mulai dari untuk kulit, stamina, pencernaan, hingga saraf.
Vegeta menawarkan value baru yang belum ada pada suplemen lain yaitu
mengangkat masalah serat yang mutlak dibutuhkan manusia. Vegeta diposisikan sebagai
fiber drink, minuman berserat yang memberikan kemudahan pada pencernaan agar tidak
mudah sembelit. Dengan demikian, vegeta tidak berhadapan dengan fatigon, hemaviton,
atauu extra joss yang merajai pasar multivitamin. Vegeta menciptakan ruang pasar baru
yang belum ada pesaingnya.
Selain itu, Segmentasi vegeta juga harus dipuji, karena ia membuat segmentasi
berdasarkan manfaat yang diperoleh konsumen. Tak banyak produk yang dapat
dikembangkan segementasinya berdasarkan atributnya, produk vegeta dianggap
konsumen memberikan manfaat penting, itulah yang meningkatkan pembelian dan tingkat
konsumsi.
Dengan dukungan komunikasi yang sangat gencar, omset penjualan mencapai puluhan
miliar per bulan. Vegeta serta merta menjadi pioner sekaligus pemimpin pasar di ceruk
khusus minuman berserat. Penjualan fenomenal ini dipicu oleh persepsi masyarakat bahwa
vegeta dapat membantu diet. “Vegeta merupakan serbuk minuman suplemen berserat yang
dapat membantu memperlancar BAB.

C. TAHAP MATURITY (KEDEWASAAN)

Penelitian dan Pengembangan Produk


Diperlengkapi dengan fasilitas berteknologi canggih, tim R&D perusahaan
mengkhususkan diri pada produk konsumen inovatif untuk kehidupan sehari-hari.
Staff penelitian yang berpengalaman, didukung dengan sumber data yang ekstensif,
informasi terbaru dan perangkat lunak pembuat model yang berkelas, bekerja sama
dalam tim baik di laboratorium maupun di lapangan, untuk menyakinkan bahwa jalur
R&D efektif dan efisien dalam garis pedoman yang telah ditentukan.

Penelitian pasar
Perusahaan mengerti bahwa pemasaran merupakan komunikasi dua arah.
Perusahaan memiliki departemen penelitian pasar dan secara berkala mengadakan
penelitian independen untuk meyakinkan terjadinya komunikasi antara perusahaan
dan konsumen. Baik penelitian kualitatif dan kuantitatif secara konstan dilakukan
untuk mengarahkan pembuatan keputusan yang strategis. Penelitian umum meliputi
segmentasi pasar, desain produk, penempatan produk, merek, kemasan, tema iklan
dan pelaksanaannya, distribusi, harga hingga promosi penjualan. Data mengenai
saham pasar, perkembangan dan kebutuhan pasar dimonitor secara periodik untuk
mengukur produktivitas setiap merek, selain untuk melihat kemungkinan dan potensi-
potensi baru.

D. TAHAP DECLINE (PENURUNAN)

Cuma 6 bulan melenggang sendirian di pasar, setidaknya ada 3 merk yang


menguntitnya, mula2 Fiber (Dankos Laboratories), FortyPlus Fiber Drink (Tropicana
Slim), Bio Vibra (PT indofarma). Kemudian munculnya isu2 tidak sedap, yang
mengatakan bahwa Vegeta bisa menimbulkan efek samping dan mempengaruhi
kadar elektrolit. Milis internet tanpa pengawasan terus dimanfaatkan untuk
menyebarkan berita bohong. Masalah pemasaran berupa iklan, awalnya dianggap
berlebihan sehingga muncul arus balik yang menentang.
Menghadapi masalah ini, Enesis mengatasinya dengan memberikan fakta positif lewat
endorser yang tepat yaitu dokter. Melalui berbagai media, menjelaskan hasil uji klinis
dokter. Konsumsi Vegeta dengan pola makan sehat dapat menurunkan kadar
kolesterol dalam darah, tidak mempengaruhi kadar gula darah dan dapat membantu
mengatasi masalah buang air besar.
Cepat dan jelas layak disyukuri. Namun, hal ini tidak semestinya membuat vegeta
melupakan tantangan baru yang menghadang yaitu menjaga ekuitas merk dan
memperkuat saluran distribusi. Sehingga bisa kuat di mind share, market share dan
heart share.
Lampiran
Minuman Berserat “Vegeta”
Vegeta adalah produk serat larut dan serat tidak larut dalam air yang mempunyai kandungan
Plantago Ovata atau Psyllium Husk dan Inulin Chicory yang sudah dikenal masyarakat
Indonesia.
Manfaat Vegeta
1. Mengatasi sembelit/susah buang air besar
Serat dapat menjaga kadar air dalam saluran pencernaan. Oleh karena itu serat
dapat membantu memperlunak konsistensi tinja, sehingga mudah dikeluarkan dan
membantu mengatasi susah buang air besar
2. Mencegah wasir
Konsistensi tinja yang lunak akan membantu mengurangi kerja gerakan otot rektal
dan mengurangi tekanan pada rektum sehingga wasir dapat dicegah.
3. Mengontrol berat badan / Membantu diet
Mengkonsumsi makanan tinggi serat dan mengurangi lemak dan gula dapat
membantu menurunkan berat badan. Hal ini dapat dibuktikan, karena makanan tinggi
serat menghasilkan energi jauh lebih sedikit dibanding lemak dan gula. Selain itu, serat
juga menimbulkan perasaaan kenyang lebih lama sehingga konsumsi makanan dapat
dikurangi.
1gram lemak = 9 kalori
1 gram karbohidrat = 4 kalori
1 gram protein = 4 kalori
1 gram serat 0 kalori
4. Mengontrol kolesterol dan menurunkan resiko sakit jantung/stroke
Serat dapat mengikat kolesterol dan asam empedu serta membawanya keluar dari
tubuh bersama dengan tinja, sehingga konsentrasi lemak dan kadar kolesterol dalam
darah menurun dan kemungkinan resiko sakit jantung/stroke juga turun.
5. Mencegah kanker kolon
Serat dapat mempercepat lewatnya makanan dalam saluran pencernaan sehingga
memperpendek waktu transit dan membantu mencegah paparan bahan penyebab kanker
pada saluran pencernaan.
Vegeta berasal dari tumbuh-tumbuhan alami pilihan yaitu Plantago Ovata dan akar Chicory.
Plantago Ovata merupakan tanaman yang hanya dapat tumbuh di Gujarat, India, namun telah
lama dikonsumsi di Amerika Serikat sebagai suplemen serat makanan sejak tahun 1955.
Sedangkan Inulin merupakan tanaman yang telah dikonsumsi di Eropa, Afrika selatan dan
India sejak abad ke-16 sebagai pengganti lemak dan gula.
Vegeta mengandung serat Plantago Ovata yang memiliki komposisi terbaik dari serat larut
dan tidak larut, dengan 70 % serat larut dan 30 % serat tidak larut. Selain itu keunggulannya
adalah:
b. Bersifat protektif terhadap penyakit degeneratif
c. Mengatasi susah buang air besar dan mencegah wasir
d. Menurunkan kolesterol dan mencegah penyakit jantung koroner dan stroke.
e. Mengontrol berat badan / membantu diet.
f. Plantago Ovata (Psyllium Husk) merupakan suplemen serat yang telah diakui
khasiatnya (Health Claim) oleh US FDA (Food And Drug Administration) sejak 17
February 1998 dan telah mendapat rekomendasi sebagai salah satu sumber serat alami
yang teruji klinis dapat menurunkan kolesterol
Vegeta mengandung serat Inulin Chicori yang dikenal sampai saat ini sebagai zat prebiotik
terbaik di dunia. Serat inulin terdiri dari 96 % serat larut yang memiliki keunggulan sebagai
berikut:
a. Bersifat protektif terhadap penyakit degeneratif
b. Sebagai zat prebiotik yang meningkatkan jumlah bakteri baik dan menekan
pertumbuhan bakteri jahat/berbahaya misalnya bakteri penyebab diare, dll.
c. Meningkatkan penyerapan mineral dalam tubuh, misalnya kalsium, sehingga
membantu mencegah osteoporosis pada wanita menopause dan membantu
pertumbuhan tulang anak-anak.
Awal tahun 2002, Vegeta telah teruji secara klinis menurunkan kolesterol total dan kolesterol
jahat (LDL) bahkan membantu mempermudah buang air besar di salah satu rumah sakit
jantung terkenal di Jakarta.
Khasiat Vegeta telah banyak mendapat pengakuan kepuasan dari konsumennya. Terbukti
dengan diperolehnya penghargaan ICSA (Indonesia Customer Satisfaction Award) dari
Majalah SWA dan Frontier tahun 2002
Vegeta Sekarang Kaya dengan Vitamin C dan rendah Kalori
Atas permintaan dan masukan dari konsumen, saat ini Vegeta telah menyempunakan ketiga
macam rasa yang tersedia, yaitu rasa jeruk, rasa mangga-jeruk dan rasa lychee, dengan
Vitamin C sebanyak 60 mg per sachet. Kandungan kalorinya juga dikurangi sehingga
tidak berpengaruh terhadap diet dan aman untuk penderita diabetes mellitus. Untuk
rasa jeruk dan mangga-jeruk, kandungan kalorinya dikurangi dari 20 kalori/sachet menjadi 10
kalori, sedangkan untuk rasa lychee, kandungan kalorinya dikurangi mendekati 0 kalori.
Untuk lebih jelasnya, informasi nilai gizi yang terkandung pada setiap bungkus Vegeta adalah
sbb:

Informasi Nilai Gizi


Jumlah Penyajian per Kemasan isi satuan,
Dus isi 6 dan Dus isi 24
Nilai per penyajian Rasa Jeruk &
Rasa Lychee
1 bungkus Mangga-Jeruk
Takaran 8 gram 7 gram
Kalori 10 0
    (%AKG)*   (%AKG)*
Total Lemak 0g 0% 0g 0%
      Lemak Jenuh 0g   0g  
      Kolestrol 0 mg   0 mg  
Sodium 3 mg 0% 0 mg 0%
Total Karbohidrat 6g   3g  
      Serat Makanan 3g 12% ** 3g 12% **
      Gula 2g   0g  
Protein 0g 0% 0g 0%
Vitamin C 60 mg 100% 60 mg 100%
* AKG Widya Karya Pangan & Gizi 1998 Usia 20-45P
** Daily Value - US FDA

Anda mungkin juga menyukai