Anda di halaman 1dari 2

Apa yang dimaksud dengan ABA ?

ABA adalah pendekatan untuk menganalisis pengubahan tingkah laku,


sebuah pendekatan untuk mengubah tingkah laku social yang bermanfaat yang
menggunakan prinsip-prinsip pembelajaran yang telah ditetapkan secara ilmiah
untuk membawa perubahan. Pandangan awal Nampak bahwa ABA adalah praktik
sederhana dari penggunaan reward untuk menghargai tingkah laku yang baik
disamping membiarkan tingkah laku yang jelek.

Ada tiga karakter penting dari ABA yang akan membantu menjelaskan apa
itu ABA. Pertama, tingkah laku target untuk mengubah tingkah laku yang
seharusnya benar-benar dapat diaplikasikan secara nyata untuk orang yang bekerja
bersama kita. Kedua, kita bekerja dengan kenyataan bahwa tingkah laku dapat
diukur dan di observasi dari beberapa diagnosis abstrak dan segera akan kita lihat
prosedur yang digunakan dalam ABA adalah berdasarkan prinsip-prinsip
pembelajaran yag telah ditetapkan secara ilmiah. Ketiga, keputusan yang dibuat
berdasarkan pada data obyektif yang dikumpulkan untuk memahami pengaruh
yang ditimbulkan, dan campur tangan yang digunakan dalam pengambilan
keputusan sesungguhnya didapatkan dari tingkah laku tersebut.

Selain itu terdapat 3 faktor lain yang juga harus diperhatikan, yaitu:
Antecendents, Behaviors, dan Consequences. Factor-faktor tersebut mempunyai
hubungan yang sangat erat, sehingga Skinner merangkumnya menjadi 3 konsep: “
(1) sebuah peristiwa yang disebabkan oleh tingkah laku, (2) tingkah laku itu sendiri,
(3) akkibat dari tingkah laku.” (Skinner, 1968).

ABA diambil dari penemuan Skinner dan para pengikutnya dan menerapkan
penemuan-penemuan ini kepada manusia dalam berbagai tempat seperti sekolah,
rumah sakit, tempat kerja, kasino, olahraga, dan rumah.

Seorang analis perilaku adalah seseorang yang melakukan analisis perilaku,


dan yang diharapkan dapat melakukannya dengan benar.

BCBA adalah singkatan dari Board Cerified Behavior Analyst. Artinya perilaku
analis yang telah memenuhi persyaratan pendidikan yang cukup dan lulus tes untuk
menunjukkan pengetahuan mereka tentang ABA, tetapi mereka juga bisa dilatih
sebagi psikolog, pendidik khusus, atau professional di disiplin ilmu lain.

Terapi Perilaku dan Terapis Perilaku. Terapis perilaku adalah seorang


yang melakukan terapi perilaku, dan seperti analis perilaku, mereka juga harus
terlatih untuk melakukannya dengan baik. Terapi perilaku biasanya disebut sebagai
pendekatan untuk psikoterapi yang bergantung pada penggunaan teknik-teknik
terapeutik berdasarkan prinsip-prinsip pembelajaran, terutama pengkondisian
instrumental dan klasik. Perlakuan pada terapi tingkah laku meliputi panduan
berbicara pada klien yang coperatif, yang mungkin bisa anak-anak atu orang
dewasa mengenai masalah mereka dan diarahkan pada penggunaan terapi tingkah
laku berdasarkan ABA.

Teknik terapi tingkah laku yang terkenal adalah desensitisasi sitemik, yang
awalnya dikembangkan oleh Joseph Wolpe (1958) dan dipraktekan efektif untuk
menghilangkan phobia.

Terapi tingkah laku kognitif. Terapi tingkah laku kognitif menunjukkan


pada beberapa jumlah tipe dari psikoterapi yang menekankan usaha untuk
menolong klien untuk lebih baik dan menolong mengatasi masalah mereka dengan
merubah cara berpikir serta memperbaiki konsep diri dan keyakinan dirinya pada
sesuatu. Terapi tingkah laku kognitif juga digunakan untuk membantu
menghilangkan depresi.

Behaviorolgy atau istilah yang paling baru dari ABA. Secara sederhana
behaviorology adalah ilmu hubungan kontingen antara perilaku dan aktivitas
lainnya. Ini pertama kali muncul pada 1980-an, behaviorology umumnya lebih luas
daripada ABA dan kemungkinan akan menjadi lebih dikenal luas seiring waktu.