Anda di halaman 1dari 118

Jul 8, '07 6:07 PM

Sekelumit Sejarah India


for everyone
Sekitar 2500 S.M. sudah terdapat corak penghidupan manusia dengan kebudayaan
yang cukup tinggi di anak benua India dengan penghidupan secara berkelompok di
kota-kota di daratan Indus dengan pusat-pusatnya di Mohenjodaro, Harappa dan juga
di daerah-daerah lain seperti di Gujarat dan Rajasthan. Dari segi ilmu sejarah, tidak
banyak terdapat peninggalan bahan-bahan atau tulisan-tulisan tentang zaman
purbakala di India.

Zaman Permulaan
Sekitar 1500 S.M. datanglah ke anak benua India bangsa-bangsa yang semula
mendiami daerah-daerah sekitar Laut Kaspia, yang dalam sejarah India dikenal
sebagai bangsa Arya atau Indo-Arya. Bangsa Arya ini mula-mula menetap di daerah
Punjab (India Barat Laut) yang kemudian meluas ke daerah sungai Gangga dan
daerah-daerah lain di India. Mereka membawa kepercayaan, filosofi dan kebudayaan
mereka ke India, yang kemudian menyatukan diri dengan kebudayaan di India pada
waktu itu.

Lama kelamaan mereka berhasil mencapai taraf peradaban dan kebudayaan yang
tinggi dengan menemukan suatu bahasa, yang kemudian dikenal dengan bahasa
Sanskrit, yang mereka pergunakan dalam nyanyian-nyanyian keagamaan mereka yang
dinamakan dengan “Rigveda” untuk memuja dewa-dewa dan kepercayaan mereka.

Zaman Arya ini menyaksikan lahirnya kerajaan-kerajan di India dan masa ini
berlangsung sampai abad ke-7 S.M. Pada abad ke-6 S.M. terjadilah pernyebuan ke
India oleh bangsa-bangsa Parsi, yang karena kebudayaan dan teknik mereka yang
lebih tinggi berhasil menduduki dataran India dengan membawa arsitektur dan cara
penghidupan mereka. Zaman Parsi ini juga dinamakan dengan zaman empirium
(Period of Empires) dalam sejarah India, dengan berdirinya empirium-empirium
seperti Magadha dengan raja-raja Bimbisaura dan Ajatasatru. Pada abad ke-6 inilah
lahir Budha Gautama dan Mahavira. Zaman Parsi ini juga membuka perhubungan lalu
lintas antara India dengan negara-negara di sebelah baratnya.

Pada tahun 326 S.M. pasukan-pasukan Iskandar yang agung menyerbu India dan
berhasil menduduki daerah India Barat Laut. Meskipun tidak meninggalkan pengaruh
politik yang besar, tetapi nyatanya untuk waktu yang cukup lama, mitologi dan
kebudayaan di bagian Barat Laut India banyak dipengaruhi oleh kebudayaan Yunani.

Pasukan-pasukan Iskandar yang agung akhirnya dapat dikalahkan oleh Raja Chandra
Gupta. Cucu Chandra Gupta, yaitu Ashoka menjadi raja yang sangat terkenal dalam
sejarah India. Raja Ashoka ini yang secara terus-menerus telah mengalami kepahitan
perang akhirnya memeluk agama Budha dan dibawah pemerintahannya banyak
mengirimkan misi-misi agama dan kebudayaan ke negara-negara di Asia Selatan,
Timur dan Tenggara. Dan dalam masa 900 tahun berikutnya, India mengalami zaman
perdamaian dimana kerajaan-kerajaan dapat berkembang, yang pada masa sekarang
ini masih dapat dilihat sisa-sisanya dalam bentuk pemahatan batu dan candi-candi.

Zaman Pertengahan
Pada abad ke-8 pedagang-pedagang Islam dari Asia Barat datang ke India. Pengaruh
agama dan kebudayaan Islam meluas ke seluruh India dan pada abad ke-13 berdirilah
Kesultanan Delhi yang melahirkan suatu dinasti Islam di India selama beberapa abad
lamanya. Berdirinya Kesultanan Delhi pada abad ke-13 ini, dalam sejarah India
dianggap sebagai permulaan zaman pertengahan dan dimulainya Zaman Mughal.

Penyatuan kebudayaan Islam dan Hindu membawa kejayaan bagi India yang
tercermin dalam seni, sastra, bahasa dan arsitekturnya. Pada abad ke-13, 14 dan 15
tersebut, India menyaksikan lahirnya pujangga-pujangga besar seperti Amir Khusrau
dan raja-raja besar yang telah memerintah India dengan arif dan bijaksana seperti
Akbar (disebut juga sebagai The Greatest Mughal Emperor) dan Shahjahan, dua orang
raja Mughal yang sangat terkenal. Hingga sekarang masih tampak dengan jelas
peninggalan-peninggalan Islam di India dengan terdapatnya mesjid-mesjid dan
makam-makam Islam di seluruh India seperti Taj Mahal dan lain sebagainya.

Kemunduran Islam di India terjadi pada tahun 1707 setelah wafatnya Raja Aurangzeb.
India terpecah belah dalam kerajaan-kerajaan kecil yang saling bermusuhan dan
berperang, yang memudahkan bangsa-bangsa Barat masuk ke India. Dalam sejarah
India, Bahadur Shah Zafar dianggap sebagai penguasa dinasti Mughal yang terakhir.
Ia pernah melancarkan pemberontakan terhadap Inggris, tetapi pemberontakan
tersebut dapat ditindas Inggris pada tahun 1857.

Zaman Penjajahan
Orang Barat pertama yang menginjakkan kakinya di India ialah Vasco de Gama pada
bulan Mei 1498 di Kalikut, tetapi ia tidak berhasil untuk menetap di sana. Kemudian
usaha tersebut diulanginya pada tahun 1501 dan berhasil mendirikan tempat
kedudukan bagi Portugis di Kannanore, Kochin dan Kalikut. Bangsa-bangsa barat
lainnya seperti Spanyol, Belanda dan Inggris berturut-turut datang ke India dengan
maksud yang sudah cukup terkenal dalam sejarah bangsa-bangsa Barat di Asia.
Dengan keadaan yang sudah terpecah-belah diantara bangsa-bangsa di India sendiri,
maka orang-orang Barat tersebut berhasil menduduki tempat-tempat penting di pantai
selatan India yang kemudian melebar dan akhirnya Inggris jualah yang memenangkan
kekuasaan di anak benua India.

Kekuasaan Inggris di India dimulai dengan berdirinya English East India Company
pada tahun 1600 yang semula lebih bersifat dagang, dan kemudian dibarengi dengan
penguasaan secara fisik dan politis, yang mencapai puncaknya dalam pertempuran
Buxar pada tahun 1756 melawan raja-raja India. Kemenangan Inggris dalam
pertempuran itu membuat Inggris berhasil menguasai daerah-daerah Benggala, Bihar
dan Orissa yang kemudian dalam kurun waktu yang kurang dari setengah abad disusul
pula dengan penguasaan terhadap daerah-daerah lain di India.

Pada tahun 1824 Pemerintah Inggris mengambil alih kekuasaan terhadap English East
India Company dari India dan dengan demikian secara mutlak mendudukkan
kekuasaannya terhadap negara ini. Meskipun demikian, Inggris masih mengizinkan
berdirinya kerajaan-kerajaan kecil yang dikepalai oleh pangeran-pangeran. Inggris
juga menempatkan seorang Gubernur Jenderal di India sebagai Wakil Mahkota dan
Pemerintahnya. Ahli-ahli sejarah India menganggap zaman penjajahan Inggris
tersebut sebagai suatu proses modernisasi yang menguntungkan bagi penyatuan
seluruh wilayah India secara politis dan administratif dan berlakunya ketentuan-
ketentuan hukum dalam mengatur kehidupan masyarakat. Demikian juga menjelang
abad ke-19 diletakkan dasar-dasar pembangunan industri serta peningkatan lembaga-
lembaga pendidikan di India. .

Gerakan kemerdekaan dan perasaan kebangsaan India mulai timbul pada pertengahan
abad ke-19 dengan meletusnya suatu pemberontakan yang dipimpin oleh raja-raja
India pada tahun 1857, tetapi berhasil ditindas oleh Inggris. Gerakan kemerdekaan
tersebut mencapai suatu bentuk yang lebih nyata dengan berdirinya Indian National
Congres pada tahun 1885 yang pada tahun 1905 menuntut diadakannnya “Swaraj”
(self-rule): dari-oleh-untuk bangsa India.

Kemudian pada tahun 1906 didirikan pula Indian Muslim League untuk menyatukan
dan menjamin kepentingan-kepentingan orang Islam di India. Dari sinilah sebetulnya
awal permulaan lahirnya negara Pakistan.

Demikianlah selama kurang lebih setengah abad lamanya, gerakan kemeredekaan


India menuntut kemerdekaan penuh bagi India. Pemimpin-pemimpin terkenal dalam
gerakan ini antara lain ialah Mahatma Gandhi, Jawaharlal Nehru dan Mohd. Ali
Jinnah. Pada tahun 1935, Inggris mengumumkan “The Government of India Act”
yang merupakan Undang-Undang Dasar untuk pemilihan dewan-dewan perwakilan di
negara-negara bagian. Banyak kedudukan dalam dewan-dewan tersebut dimenangkan
oleh National Congress dan Muslim League.

Dan pada tahun 1940, untuk pertama kalinya, Muslim League menuntut satu negara
khusus untuk orang-orang Islam.

Menjelang berakhirnya Perang Dunia II, tuntutan kemerdekaan makin mendesak


kepada Pemerintah Inggris yang menghasilkan dibentuknya suatu Constituent
Assembly, tetapi Muslim League tidak bersedia ikut serta dalam Constituent
Assembly ini dan tetap menuntut dibentuknya suatu negara tersendiri bagi penduduk
Islam India. Tuntutan kaum Muslim itu akhirnya dipenuhi oleh Inggris dengan
pembentukan negara Pakistan. Pada tanggal 15 Agustus 1947, Inggris memberikan
kemerdekaan kepada India dan Pakistan.

Zaman Kemerdekaan
Setelah berhasil menanggulangi dua masalah besar pada awal kemerdekaannya, yaitu
perpindahan penduduk secara besar-besaran akibat terpecahnya bekas jajahan Inggris
ini menjadi India dan Pakistan serta masalah pengintegrasian k.l. 600 kerajaan-
kerajaan kecil yang diperintah oleh pangeran-pangeran ke dalam Negara Kesatuan
India, India mulai menyusun kerangka kehidupan kenegaraannya dalam bentuk suatu
Undang-Undang Dasar yang mulai berlaku pada tanggal 26 Januari 1950. Sejak
tanggal ini pula India resmi menjadi Republik India dengan Presiden sebagai Kepala
Negaranya dan Perdana Menteri sebagai kepala Pemerintahannya.

Salah satu tujuan India adalah untuk mencapai kemerdekaan ekonomi yang
diusahakan melalui pembangunan ekonomi dan sosial berencana melalui berbagai
Repelita yang dimulai sejak April 1951. Dalam masa lebih dari 30 tahun ini India
telah berhasil membangun industri-industri berat dan mendidik tenaga-tenaga
teknologi yang menjadi landasan untuk pembangunan industri-industrinya lebih lanjut
(seperti: mobil, pesawat terbang, tank dan persenjataan, mesin-mesin dan generator-
genarator berat, kereta api dan sebagainya). Selain itu dalam beberapa tahun terakhir
ini India juga telah berhasil mencukupi kebutuhannya sendiri akan bahan-bahan
pangan.

Disamping prestasi-prestasinya tersebut, India masih menghadapi berbagai tantangan


dalam pengintegrasian nasional, seperti usaha penerapan bahasa Hindi sebagai bahasa
nasional, pertentangan komunal (Hindu-Muslim) dan bahkan pertentangan antar kasta
yang belum kunjung selesai.

Sejak kemerdekaannya, India beberapa kali mengalami konflik bersenjata dengan


negara-negara tetangganya, yaitu antara lain dengan RRC tahun 1962 mengenai soal
perbatasan dan dengan Pakistan tahun 1971 yang berakhir dengan perubahan status
Pakistan Timur menjadi negara Bangladesh.

Sumber : (http://elllle.multiply.com/journal/item/2)

Delhi-India : Elang di atas kepala (Bagian pertama)

Kalau boleh jujur, peluang saya untuk secara


sukarela kembali mengunjungi India lagi bisa
dikatakan sangat rendah. Atau mungkin saya
perkecil lagi scope-nya, dari luasnya negara India
menjadi kota Delhi saja lah. Pengurangan ini
saya lakukan dalam rangka mencegah
stereotyping yang lagi-lagi saya lakukan tanpa
sengaja di luar sadar.

Cukup banyak ketidakkompatibelan saya dengan


kebudayaaan di India. Setidaknya pada
kunjungan pertama kali ke Delhi, banyak sekali
waktu-waktu di mana saya mengelengkan kepala karena takjub, heran, sekaligus
terkejut. Kembali lagi saya mengalami yang biasa dikatakan orang sebagai gegar
budaya.

Melintasi kehidupan di Delhi, saya jadi teringat beberapa kombinasi berbagai hal
yang pernah saya temui. Ketidakpatuhan lalu lintas kota Medan dengan derajat tiga
kali lipat. Kekumuhan bantaran sungai Banjarmasin dengan kepadatan yang lebih
tinggi dan penyebaran yang lebih luas. Kesemerawutan angkot-angkot terminal
Baranangsiang di Bogor ditambah dengan seliweran Bajaj berpenumpang lebih dari 6
orang, kemudian ditambah lagi traktor yang masuk jalan utama dengan gandengan
besar berisi hasil bumi. Banyak hal pula yang tambahan yang membuat diskusi lebih
lanjut berhenti hanya dengan penjelasan “Because this is India, you can do
anything.” *Teman India saya ngomong hal ini sambil geleng-geleng kepala*
Saya menjadi waspada memakan berbagai jenis makanan di India, bahkan di hotel
bintang lima sekalipun. Hingga kemarin, sudah ada korban dua orang. Teman asal
Jerman yang mengalami muntah-muntah yang menurut dokter terjadi karena
keracunan makanan, sedangkan teman asal Malaysia mengalami diare ringan.

Saya merasa cukup sukses menahan mual perut agar tidak mengalami komplikasi
yang lebih merepotkan setiap kali naik mobil di Delhi. Macam-macam penyebabnya,
mulai dari manuver supir salip-menyalip, klakson-mengklakson, dan rem mendadak
yang mengocok perut. Apalagi ditambah debu yang menyemprot dari sistem
pendingin udara benar-benar membuat sistem keseimbangan di otak saya hampir tidak
mampu mengkompensasi berbagai gangguan ini.

***

Ini bukannya SARA, saya kutip kata pengantar buku Superfreakonomics karangan
Levitt dan Dubner. Kalau bisa memilih tempat kelahiran Anda atau anak Anda
(memangnya bisa?), memilih India sebagai tempat kelahiran bukan pilihan yang
bijaksana. Di luar pertumbuhannya yang luar biasa sebagai pemain penting dalam
ekonomi global, negara India secara keseluruhan masih berada di bawah garis
kemiskinan. Sanitasi dan harapan hidup relatif rendah. Di pedesaan, hanya satu dari
empat rumah yang memiliki toilet. Sisanya, silakan cari jamban terdekat..

Di kebudayaan India yang lebih mengutamakan anak laki-laki, peran perempuan


sering kali dipinggirkan. Melahirkan anak laki-laki seperti melahirkan asuransi
pensiun. Orang tua yang memiliki anak laki-laki dan memeliharanya dengan baik
hingga dewasa akan meningkatkan jaminan selamat dipelihara oleh anak laki-lakinya
ini sampai hari tua. Bahkan hingga meninggal, orang tua ini akan diurusi kremasinya
meskipun biayanya semakin hari semakin mahal.

Lebih tidak beruntung kalau Anda dilahirkan sebagai seorang perempuan. Anak
perempuan adalah beban, sehingga kalau ibu hamil mendapati hasil USGnya
menunjukkan calon bayi adalah perempuan, sering kali sang ibu mengaborsi jabang
bayinya perempuannya ini. Hasilnya, jumlah perempuan lebih sedikit daripada laki-
laki di India. Bahkan kalau sudah dewasa pun, perempuan tetap mengalami
marginalisasi. Kekerasan dalam rumah tangga terhadap perempuan adalah hal yang
diterima secara sosial. Lebih dari seratus ribu perempuan India setiap tahunnya
meninggal karena berbagai bentuk kekerasan, termasuk di dalamnya pembakaran
pasangan. Di pedesaan India, kalau ada seorang pria yang beristri meninggal, istrinya
sering kali ikut dalam pembakaran pasangannya alias dikremasi (hidup-hidup)!

(Bersambung)

http://cokhy.blogspot.com/2010/03/delhi-india-elang-di-atas-kepala-bagian.html

Delhi-India : Elang di atas kepala (Bagian Kedua)

Jangan salah paham, saya sendiri sangat mengagumi India sebagai sebuah
masyarakat. Selama lebih lima ribu tahun, mulai dari tiga ribu empat ratus tahun
sebelum Masehi di lembah Indus hingga saat ini menjadi sebuah negara anak benua
India bukanlah waktu yang pendek untuk membangun sebuah kebudayaan. Dari
bencana alam ke bencana alam, krisis politik ke krisis politik lain, berbagai
permasalahan ekonomi dan sosial, dan tingkat keragaman tinggi antarkebudayaan di
dalamnya, serta konflik antaragama Hindu dan Islam, India masih tetap bertahan
berdiri sebagai sebuah masyarakat yang (relatif) utuh.

Mestinya ada sebuah sistem yang luar biasa yang bisa mendukung berkembangnya
populasi hingga 1,2 miliar manusia dalam satu negara. Malah, diperkirakan dekade
selanjutnya populasi India akan melebihi Cina menjadi negara dengan populasi
terbanyak di dunia. Pengaturan tingkat kelahiran di India lebih longgar dibandingkan
Cina yang hanya mengizinkan satu orang anak dalam satu keluarga. Seorang teman
India saya berkata, “India is democratic country, my friend. We can have as many
children as we like..”

Saya jadi membayangkan bagaimana evolusi biologis mampu membuat masyarakat


India beradaptasi terhadap jumlah populasi sebesar ini. Di sisi biologis, yang pasti
fisiologi manusia India memiliki efisiensi lebih tinggi, termasuk sistem imunitas
sangat berkembang untuk beradaptasi dengan tingkat sanitasi yang rendah dan sumber
makanan yang terbatas. Seperti yang saya katakan di atas, orang Malaysia saja
evolusinya tertinggal, apalagi orang Eropa!

Ditinjau dari evolusi kebudayaan, entah bagaimana caranya populasi dengan tingkat
kepadatan seperti ini masih bisa menjaga sistem kemasyarakatannya. Evolusi
kebudayaan lima ribu tahun di India ternyata berhasil mempertahankan hidupnya
sistem kemasyarakatan ini. Jangan-jangan sistem stratifikasi kasta di masyarakat India
yang selama ini kita anggap feodal, ternyata merupakan sistem yang ajeg yang
mampu mempertahankan ukuran populasi sebesar ini. Kalau kita lihat orang Eropa
dan Amerika secara ekonomi dan sosial akhirnya mengurangi tingkat kelahirannya
secara alami sebelum mencapai ukuran populasi miliar, bahkan tanpa banyak peran
pemerintahnya.

Jangan juga dilupakan bagaimana masyarakat India dapat hidup (harmonis?) dengan
alam. Kita sering mendengar sapi di India dianggap sebagai hewan suci yang benar-
benar dihormati. Kalau ada sapi yang mati di depan rumah kita, siap-siap urusannya
akan sangat panjang. Jadi sapi ini mendapatkan kemudahan bebas berkeliaran ke
mana saja. Bukan hanya itu, saya juga lihat anjing, monyet, kambing, kucing, bahkan
babi berseliweran di pinggir (dan juga di tengah) jalan bersama-sama manusia. Malah
saya lebih tidak habis pikir lagi, sering kali saya lihat kawanan elang liar yang terbang
rendah di atas kepala kita di tengah perempatan lalu lintas yang luar biasa padat dan
semrawut Delhi. Coba bayangkan, interaksi dengan alam macam apa yang membuat
hal-hal seperti ini mungkin bisa terjadi?

***

Di perjalanan ini, saya lagi-lagi menginsyafi pandangan stereotyping saya. Di India,


terdapat dua puluh delapan state dan ratusan suku yang memiliki subkebudayaan yang
sangat berbeda satu sama lain. Setiap suku memiliki kebudayaannya masing-masing:
masakan sendiri, bahasa sendiri, dan hasil kerajinan sendiri. Kolonialisasi Inggris,
yang berawal dari ekspedisi negara-negara Eropa semenjak abad ke-16 ternyata
mampu mempersatukan keragaman India. Faktanya, lebih banyak orang yang mampu
berbahasa Inggris dibandingan berbahasa Hindi yang notabene merupakan bahasa
nasional negara India.

Dan kalau kita sedikit mengintip sejarah Indonesia, India adalah ibu kebudayaan
Indonesia. Mulai dari dua ratus tahun sebelum Masehi, penyebaran Hindu, dan
Budha, kemudian Islam berdatangan dari berbagai suku di India ke Indonesia
(Sumatera dan Jawa). Jangan salah, kebudayaan Islam Indonesia yang berdatangan
dari India kebanyakan berasal dari state Goa dan Gujarat.
Jadi, Hindu-nya Indonesia, Budha-nya Indonesia, Islam-nya Indonesia, banyak sekali
terpengaruh oleh beberapa kebudayaan saja dari India. Salah satunya bentuk kubah
mesjid di Indonesia pada umumnya adalah copy paste dari banyak bangunan di India.
Di India, Bentuk kuil Hindu-pun mirip mesjid di Indonesia. Dan masih ada banyak
kebudayaan India lainnya yang belum sempat berakulturasi dengan masyarakat
Indonesia. Yang baru-baru ini muncul, ya salah satunya kebudayaan Bollywood yang
sering mengunjungi layar televisi dan bioskop kita akhir-akhir ini. Hayo, sudah
nonton film “3 Idiots”, belum? :)

http://cokhy.blogspot.com/2010/03/delhi-india-elang-di-atas-kepala-bagian_05.html

India: Negara Bernuansa Coklat


Kemerahan

Epoch Times Minggu, 09 Agustus 2009

Imperium Mogul yang dimulai abad 16,


bangunannya banyak menggunakan
batu Red Sandstone, semenjak saat itu,
benteng kuno berwarna coklat
kemerahan betebaran di seluruh India.
(THE EPOCH TIMES)

Sebelum ini saya tidak pernah berpikir


hendak ke India, akan tetapi pada Maret
tahun ini, ternyata berpeluang untuk
kali pertama menginjakkan kaki di
daratan Asia Selatan yang panas terik
ini.

Berangkat kurang 1 hari, bergegas menyempatkan diri menonton di gedung bioskop


New York Times Square, berebut nonton Slumdog Millionaire, film yang baru
memperoleh 8 piala Oscar, berharap dari situ memperoleh sedikit gambaran tentang
India hari ini.

Tak ada gedung pencakar langit

Saya harus menggunakan kata "terperanjat" untuk melukiskan perasaan sekilas ketika
keluar dari bandara internasional Delhi: dinding halaman rumah yang rendah dan tidak
mulus, sampah berserakan, debu, kerikil, kendaraan butut, non stop suara klakson,
ternyata sangat mirip dengan pemandangan di luar stasiun bus di kota kabupaten
Tiongkok!

Seketika itu saya tercenung, ini ibu kota? Bandara internasional? Sungguh rasanya tak
berani mempercayainya. Kemudian mengetahui, sebuah bandara internasional baru
sedang dibangun tidak jauh dari sana, sesudah usai, skalanya kemungkinan nomor satu
di Asia. Sopir menunjuk ke arah bandara baru, debu betebaran, amat gaduh, juga tak
berbeda jauh dengan proyek pembangunan di Tiongkok.

Berkendaraan menuju wilayah kota, tak terlihat bangunan tinggi apapun, hanya terlihat
gedung paling banter berlantai 2 hingga 4, sebuah kota sederhana dan jauh dari
kemewahan. Namun luasan penghijauan tak terkira, dimana-mana hijau, seluruh Delhi,
bagaikan samudera hijau. Akan tetapi, pada dedaunan itu menempel banyak debu,
membuatku teringat kata "debu" yang sering muncul di dalam puisi Tagore: Debu
jalanan, debu kusen jendela, debu dedaunan, debu pada air hujan yang turun...

Macet di sepanjang jalan, anak-anak berkulit hitam-legam berkerumun mendekat,


menjajakan barang dagangan mereka berupa kembang, perhiasan dan lain sebagainya.
Pakaian yang dekil pertanda mata pencaharian yang sulit. Hanya saja, tak terlihat baju
penuh tambalan yang kami kenakan sewaktu masa kanak-kanak di Tiongkok.

Para anak tersebut berlarian di sela-sela kendaraan, membuat orang-orang was-was


akan keselamatan mereka. Kendaraan di jalanan, didominasi mobil lama, kebanyakan
adalah bajaj, beroda tiga, berhidung pesek, ramping, dalam dua warna, kuning dan
hijau.

Beberapa hari kemudian saya juga berkunjung ke beberapa bangunan moderen Delhi,
mal, hotel bintang-5, high class, tetapi jumlah tingkatnya juga tidak terlalu tinggi dan
kontras dengan bangunan sekeliling, dengan ibu kota yang kebanyakan dengan gedung
rendah dan usang, seolah bagaikan bangau yang berdiri tunggal di antara sekawanan
ayam kate. Sesekali ada sapi betina melewati jalan raya dengan santainya, pejalan kaki
sudah merasa biasa. Konon, di dalam hati orang India, ia "satwa dewata" yang tak
boleh diusik.

Di New Delhi, juga Old Delhi, titik pemisahnya ialah Gerbang India. Itu adalah
sebuah bangunan mirip pintu Arc de Triomphe di Paris, hanya, tampak luarnya adalah
coklat kemerahan khas India dan bernuansa klasik. Istana presiden dan gedung-gedung
pemerintah, parlemen, museum dan lain-lain didirikan di New Delhi, tampak luarnya
pada dasarnya coklat kemerahan, inikah warna nasional India?

Belakangan baru diketahui, imperium Mogul yang dimulai abad ke-16, bangunannya
banyak menggunakan batu merah (red sandstone), sejak saat itu, benteng kuno dan
kuil berwarna coklat kemerahan betebaran di seluruh India.

Cuaca di India panas terik, Maret sudah seperti musim panas di negara lain. Ternyata,
empat musim India tidak memiliki musim dingin, malah ditambah satu musim hujan.
Cuaca sudah panas, makanannya serba pedas lagi. Makanan dan cara makan yang
paling umum ialah, tangan kanan memegang roti bakar, menjumput lauk daging
kambing, ayam, sayur dari piring, dicocol dengan saos cabe dan dimakan. Rasanya
termasuk enak.

Yang membuat saya heran ialah, di dalam resto India, hanya terdapat pelayan pria,
tidak ada pelayan perempuan. Teman lokal memberitahu, lantaran adat dan agama,
perempuan India biasanya diam di rumah, kebanyakan perempuannya tidak bekerja,
apalagi menampakkan wajahnya di restauran dan semacamnya.

Mudah ditaklukkan

Membahas tentang agama, saya semula mengira, di India, mestinya agama Budha
mendominasi. Namun setelah mengunjungi situs kuno satu per satu, ternyata
semuanya bangunan Islam berwarna coklat kemerahan.

Sebetulnya, yang mendominasi di India ialah agama Hindu. Bangunan bercorak Islam
betebaran dimana-mana bermula dari abad 11, India ditaklukkan oleh suku bangsa
Muslim, ditaklukkan dan diperintah dalam jangka waktu lama (kerajaan kesultanan
Delhi), lalu agama Islam berjaya.

Tetapi pada abad 16-19, diperintah oleh etnis Turki yang masih keturunan Mongol
(kerajaan Mogul). Hanya beragama tunggal yakni Islam. Abad 19-20, orang Inggris
hanya dengan sebuah "Kongsi Hindia Timur", sudah nyaris menguasai seluruh India
(termasuk Pakistan). Hingga 1947, India barulah merdeka.

Apakah India merupakan bangsa lembek yang mudah ditaklukkan oleh bangsa asing?
Teringat November 2008, Bombai kota terbesar di India, hotel mewah Taj Mahal
mengalami serangan teror, dimana-mana suara ledakan dan kebakaran, 100 orang
lebih tewas, beberapa ratus orang terluka, penyerbunya ditengarai dari "Laskar-e-
Toiba".

India meminta pihak Pakistan menangkap dan menyerahkan mereka, pihak Pakistan
meski mengutuk serangan teror dan juga menangkapi orang-orang yang dicurigai
sebagai teroris, namun menolak menyerahkannya kepada India. Banyak orang di India
mengira, India akan memprovokasi Pakistan, tetapi urusan ini sesudah itu tak karuan
juntrungannya, membuat orang tak habis pikir.

Situs kuno imperium Mogul yakni Qutub Minar, disebut-sebut sebagai salah satu dari
"7 Keajaiban India". Menaranya setinggi 75,56 m, adalah tower tertinggi di India.
Setiap lantai dengan bentuk geometri berbeda, dari bentuk segi tiga sampai ke
setengah lingkaran dan lain-lain, dibangun menggunakan perpaduan material batu
marmer dan batu red sandstone, sebuah bangunan tipikal Islam. Di sekitarnya dipenuhi
dengan benteng kuno, makam kuno dan pilar batu yang kebanyakan berwarna coklat
kemerahan, sebagian masih utuh, sebagian tinggal puing-puing saja. Di bawah sorotan
sinar matahari, persis istana kuno yang terlantar.

Bertoleransi besar

Aliran kepercayaan dan agama di India sangat beragam, maka itu di pusat kota Delhi,
terdapat sebuah bangunan moderen berbentuk bunga Lotus putih yang menampung
bermacam-macam agama. Kami mengikuti antrian memasuki aula dan sesudah
mendapatkan tempat duduk, diberitahu, tak boleh bersuara, hanya boleh di dalam hati
berdoa sesuai Tuhan yang dipujanya. Tuhan apapun boleh, bagi kaum atheis, juga
diharuskan berdiam diri. Menara bunga lotus yang tinggi besar, melambangkan
kebesaran India, daratan di Asia Selatan yang maha toleransi tersebut.

Pada bulan yang sama, orang Tibet yang tinggal di berbagai tempat di India, di dalam
rangka memperingati 50 tahun dalam pengasingan, dengan khusus melangsungkan
serangkaian kegiatan "Terima Kasih India", menyatakan rasa terima kasih atas
kerelaan India untuk menaungi mereka. Dalai lama dan orang Tibet dalam
pengasingan, diperbolehkan berdomisili di India, mempertahankan dan
menyebarluaskan agama Budha aliran Tibet, memang jasa besar pemerintah india dan
rakyatnya tak dapat dihapus begitu saja.

Di New York, saya pernah menjumpai berbagai tokoh manca negara, tatkala
membicarakan film berbagai negara. Kesan yang diperoleh ialah, film dari berbagai
negara, yang ditayangkan selalu berbeda dengan realita negara itu sendiri. Jangan
mempercayai film, begitulah kata orang-orang. Saat itu, saya merasakan, berbicara
kebalikan antara film dan realita, India termasuk salah satu yang ter...

Sebelum ini, setiap film India yang pernah saya tonton, hampir semuanya diselipi lagu
dan tarian, lagu yang indah, tarian yang rancak, berskala kolosal, entah itu di jalanan,
atau di lapangan, atau di pedesaan.

Menjelajahi wilayah seantero India, belum pernah sekali pun menyaksikan


pemandangan sendratari dan yanyian seperti di film, atau, pemandangan seperti itu,
hanya bisa ditonton di institut kesenian! Seketika itu tersadar, bertari-ria dan
bernyanyi-ria, hanyalah semacam bentuk ekspresi kesenian ala film India.

Pakar Ekonomi kelola negara demokrasi besar

Dalam perjalanan panjang dengan naik kendaraan dari Delhi ke Taj Mahal, saya
meneliti dengan seksama pedesaan India. Di dataran, terlihat hamparan sawah yang
luas dan menguning menjelang panen, gelagatnya menyenangkan.

Penduduk India, 1 miliar jiwa, nomor dua di dunia, kepadatannya lebih tinggi daripada
Tiongkok, tetapi tidak nampak bahaya kelaparan. Berbeda dengan Tiongkok yang
pernah mengalami Lompatan Besar ke Depan dan Revolusi Kebudayaan yang
membawa dampak berlainan.

Keuntungan India terletak pada ia tidak pernah mengalami kerusakan besar. Dipikir
lebih mendalam, ini berkat sistem demokrasi, kebebasan pers, pengadilan yang
independen, fungsi kontrol partai oposisi, pemerintah mengadakan pemilu, penguasa
jika dikontrol, tak mungkin berkelakuan gila-gilaan.

Membaca koran, pileg India, yang tengah berlangsung dengan seru. 700 juta pemilih,
dipandang sebagai pelaksana demokrasi berskala besar di seluruh dunia. Tetapi oleh
karena waktunya yang mepet, saya menyesal bukan main tak sempat mengenal
pemandangan pileg, hanya terkadang sempat melihat poster pemilihan yang nempel di
dinding. Dua bulan kemudian hasilnya telah diketahui: partai incumbent (berkuasa saat
itu) yang mewakili pedesaan dan kepentingan petani sekali lagi menang, memperoleh
banyak kursi di parlemen. Singh sang "pakar ekonomi" akan melanjutkan jabatannya
sebagai perdana menteri dan memimpin India untuk bangkit.

Utamakan kesederhanaan

Meski perut kenyang bukan lagi suatu masalah, tetapi kelihatannya, penduduk miskin
India masih cukup banyak. Relatif miskin namun kesenjangan antara kaya-miskin
tidak begitu mencolok, ini juga tak diragukan lagi berasal dari keseimbangan sistem
demokrasi, partai Kongres menerima dukungan luas di pedesaan, sudah cukup
menjelaskan persoalan.

Sesekali India mengalami serangan teror berasal dari negara tetangga atau bentrokan
antar aliran sempalan agama, tetapi peristiwa bentrok antara penguasa dan rakyat
seperti yang terjadi di Tiongkok (PKC menyebutnya "peristiwa bersifat massal" yang
setiap tahunnya paling sedikit terjadi puluhan ribu kali), nyaris tak pernah terdengar.

Wajah India yang relatif terbelakang, nampak dari penampilan kota dan desa kuno nan
sederhana. Pertumbuhan ekonomi yang pesat, tetapi pembangunan perumahan dan
infrastruktur relatif ketinggalan. Saya memperkirakan, kesadaran beragama yang tidak
mementingkan kehidupan materi, barangkali adalah salah satu faktor. Old Delhi, dan
di kedua sisi jalan menuju ke Taj Mahal, tak sedikit penampilan kota maupun desa,
membuat orang geleng-geleng kepala: rumah yang reot, sampah dimana-mana, bau tak
sedap, ada orang buang air kecil di pinggir jalan...

Keamanan yang semula saya khawatirkan malah tidak menjadi masalah. Tak pernah
mendengar tentang perampokan, juga belum menyaksikan pencurian. Kadang kala
yang bikin jengkel ialah pedagang asongan yang menempel terus tak mau pergi. Ini
membuat saya teringat Tiongkok era 80-an. Secara keseluruhan, bangsa India, adalah
sebuah bangsa yang ramah, dari kesederhanaan bahkan sorot mata yang mengandung
sedikit ketakutan, bisa dideteksi hal ini.

Berada di India yang panas dan penuh sesak, tak jarang harus berdiri di pinggir jalan,
dengan sabar menanti mobil yang menjemput saya. Setiap kali pedagang asong cilik
lewat di samping saya, di dalam benak saya teringat syair Tagore: "Saya rela sebagai
pedagang kecil, menjalani kehidupan di jalanan, meneriakkan: gelang, gelang yang
cemerlang! Saya rela sebagai seorang tukang taman, menggali tanah di dalam taman,
siapapun tak dapat menghalangiku. Saya rela sebagai seorang penjaga malam, setiap
malam di jalanan, menenteng lampu dan mengikuti bayangan." Barangkali, yang
dikejar oleh kebanyakan orang India ialah kehidupan yang sederhana dan tulus itu!

Taj Mahal - Monumen Cinta

Akhirnya tiba di Taj Mahal, salah satu keajaiban dunia, simbol India. Orang-orang
berkata, belum ke Taj Mahal, belum terhitung pernah ke India. Perjalanan cukup
panjang, cukup lama pula kunjungannya, demi menyaksikan Taj Mahal, saya
meluangkan sehari penuh.

Pengunjung yang berjibun, berbaris panjang sekali di bawah terik matahari. Harga
tiket untuk orang luar negeri lebih mahal 50 kali daripada orang India. Taj Mahal
sangat luas, pagar luarnya tak lain tak bukan adalah benteng dan tembok yang
berwarna coklat kemerahan. Menembus 2 lapis pintu kota, Taj Mahal yang berwarna
putih salju, barulah nampak di depan mata. Itu adalah sebuah bangunan berbentuk
istana yang keseluruhan bahannya menggunakan batu pualam berwarna putih, dalam 3
dimensi ia berbentuk segi delapan, bagian kubah berbentuk setengah bola, konon
paduan antara corak Islam, Persia dan India.

Di depan bangunan makam tersebut terdapat kolam raksasa, di bawah sinar mentari,
terefleksi Taj Mahal dalam keadaan terbalik.

Para pelancong sebelum memasuki istana, diharuskan melepas sepatu dahulu, berjalan
dengan kaos kaki atau telanjang kaki, untuk proteksi dan penghormatan. Di tengah
istana, adalah pusara Shah Jahan, kaisar generasi kelima dinasti Mogul dan selir
tercintanya Taj Mahal. Tak boleh difoto, terpaksa hanya berpuas diri dengan meraba
pagar makam yang terbuat dari batu pualam, dan melalui celah-celah pagar
memelototi bayang-bayang gelap pusara yang terbuat dari batu giok putih.

Dinding batu dan kolom-kolomnya di dalam dan di luar pusara dipenuhi dengan pola
ukiran halus, dan menggunakan beraneka batu giok dan permata. Di belakang istana
makam, agak di kejauhan, sungai Yamuna yang jernih mengalir dengan perlahan,
menghantar angin sejuk sepoi-sepoi. Bersandar di pagar dan memandang di kejauhan,
lereng hijau yang rimbun, bunga merah di antara rerumputan hijau, sebuah pesona
panorama negara kuno yang sangat luas.

Mausoleum Taj Mahal, diberi julukan "monumen cinta" umat manusia, mengisahkan
sebuah kisah cinta yang abadi: Shah Jahan sangat menyayangi selir keduanya yang
bernama Mumtaz Mahal yang telah melahirkan 14 anak untuknya. Sialnya sewaktu
kelahiran anak ke-14, Mumtaz Mahal meninggal akibat kesulitan dalam melahirkan.
Shah Jahan sangat berduka, dalam tempo semalam rambutnya memutih.

Ia lantas memutuskan membangunkan sebuah mausoleum yang tak ada duanya di


dunia. Ia mendatangkan batu-batuan dan kayu ternama dari seluruh India dan dunia,
setiap hari mempekerjakan 20.000 pekerja proyek yang berlangsung selama 22 tahun,
menghabiskan dana raksasa, barulah terbangun salah satu keajaiban dunia ini.

Shah Jahan terlarut oleh kepedihannya, masalah politik tak lagi diurusinya. Tak
dinyana, seorang putranya, melancarkan kudeta internal dengan membunuh kakak dan
adiknya dan merebut tahta. Shah Jahan sendiri, dikurung oleh anak tersebut di Agra
Fort, di dalam 8 tahun akhir hayatnya, ia hanya bisa menerawang melalui jendela kecil
benteng kunonya, dengan berlinang air mata memandangi bayangan terbalik Taj
Mahal yang berwarna putih giok itu di sungai Yamuna. Setelah wafat, ia dimakamkan
di samping istri tercinta di mausoleum Taj Mahal. (Kaifang Hong
Kong/Dajiyuan/whs)

http://erabaru.net/wisata/64-pariwisata/3599-india-negara-bernuansa-merah

Help build the future of Wikipedia and its


sister projects! [Hide] [Help us with
Read a letter from Jimmy Wales and Michael translations!]

Snow.

Islam in India Islam di India


From Wikipedia, the free encyclopedia Dari Wikipedia Bahasa Melayu,
ensiklopedia bebas

Jump to: navigation , search Langsung ke: navigasi , cari


This is about Islam in the Republic of India. Ini adalah tentang Islam di
Republik Indonesia. See Islam in South Asia for wider definitions of "India"
Lihat Islam di Asia Selatan untuk definisi yang lebih luas dari "India"
Indian Muslims Muslim India
Abdul Kalam · Qurratulain Hyder · MJ Akbar · Irfan Habib ·
Zakir Hussain · Azim Premji · Zakir Hussain · Mohammad
Hidayatullah · Sania Mirza · Aamir Khan · Salim Ali ·
Shahrukh Khan · AR Rahman · Nargis · Zakir Naik Abdul
Kalam · Qurratulain Hyder · MJ Akbar · Irfan Habib · Zakir
Hussain · Azim Premji · Zakir Hussain · Hidayatullah
Mohammad · Sania Mirza · Aamir Khan · Ali Salim ·
Shahrukh Khan · AR Rahman · Nargis · Zakir Naik
Total population Jumlah penduduk
approx. approx. 160,945,000 (2009) [ 1 ] 160.945.000 (2009) [1]
Regions with significant populations Kawasan dengan
jumlah penduduk yang signifikan
Large concentration in Jammu and Kashmir , Assam and
West Bengal . Besar konsentrasi di Jammu dan Kashmir ,
Assam dan Bengal Barat . Large populations in Uttar
Pradesh , Bihar , Maharashtra and Kerala Besar populasi di
Uttar Pradesh , Bihar , Maharashtra dan Kerala
Languages Bahasa
Urdu , Hindi , Bengali , Malayalam , Kashmiri , Indian
English Urdu , Hindi , Bengali , Malayalam , Kashmir , India
Inggris

Islam is second-most practiced religion in the Republic of India after Hinduism ,


with more than 13.4% of the country's population (over 138 million as per 2001
census and 160.9 million per 2009 estimate) identifying themselves as Muslims . [ 2 ]
[3]
Islam paling dipraktekkan agama-kedua di Republik Indonesia setelah Hindu ,
dengan lebih dari 13,4% dari negara penduduk (lebih dari 138 juta per 2001 sensus
dan 160.900.000 per 2009 estimasi) menyebut diri sebagai Muslim . [2] [3]

India's Muslim population is the world's third largest [ 4 ] and the world's largest
Muslim-minority population. [ 5 ] Most of the Muslim population is of local origin with
undetectable or minor to obvious levels of gene flow from outside, primarily from
Iran and Central Asia, rather than directly from the Arabian Peninsula. [ 6 ] [ 7 ] Matters
of jurisdiction involving Muslims in India related to marriage, inheritance and wakf
properties are governed by the Muslim Personal Law , [ 8 ] and the courts have ruled
that Sharia or Muslim law, holds precedence for Muslims over Indian civil law. [ 9 ]
India penduduk Muslim merupakan terbesar ketiga di dunia [4] dan Muslim terbesar
dunia-minoritas penduduk. [5] Sebagian besar penduduk Muslim adalah berasal dari
lokal dengan tidak terdeteksi atau kecil pada tingkat nyata dari aliran gen dari luar,
terutama dari Iran dan Tengah Asia, bukan langsung dari Semenanjung Arab. [6] [7]
Masalah yurisdiksi melibatkan Muslim di India yang berkaitan dengan perkawinan,
pewarisan dan wakf sifat yang diatur oleh Hukum Personal Muslim , [8] dan
pengadilan telah memutuskan bahwa Syariah atau hukum Islam, memiliki keunggulan
untuk muslim di atas hukum sipil India. [9]

Contents Isi
[hide]

• 1 History of Islam in India 1 Sejarah Islam di India


o 1.1 Arab-Indian interactions 1,1 interaksi Arab-India
o 1.2 Spread of Sufi Islam 1,2 Penyebaran Islam Sufi
o 1.3 Ahmadiyya Islam 1,3 Ahmadiyah Islam
• 2 Role in Indian independence movement 2 Peran dalam Gerakan
Kemerdekaan India
• 3 Prominent Muslims in India 3 Tokoh Muslim di India
• 4 Indo-Islamic art and architecture 4 Indo-seni dan arsitektur Islam
• 5 Literature 5 Sastra
• 6 Law and politics 6 Hukum dan politik
• 7 Conversion controversy 7 Konversi kontroversi
• 8 Religious conflict 8 Keagamaan konflik
o 8.1 Muslim-Hindu conflict 8,1 konflik Muslim-Hindu
o 8.2 Muslim-Sikh conflict 8,2 konflik Muslim-Sikh
o 8.3 Muslim-Christian conflict 8,3 konflik Muslim-Kristen
• 9 Caste system among South Asian Muslims 9 Kasta sistem antara Muslim di
Asia Selatan
o 9.1 Origins Asal 9,1
o 9.2 Stratification Stratifikasi 9,2
o 9.3 Interaction and Mobility 9,3 Interaksi dan Mobilitas
o 9.4 Criticism 9,4 Kritik
• 10 Muslim institutes 10 Muslim lembaga
• 11 Population statistics 11 Penduduk statistik
• 12 Islamic traditions in South Asia 12 tradisi Islam di Asia Selatan
• 13 Organization and leadership 13 Organisasi dan kepemimpinan
• 14 Muslim communities in India 14 komunitas Muslim di India
• 15 Ghettoisation of Indian Muslims 15 Ghettoisation Muslim India
• 16 See also 16 Lihat pula
• 17 References 17 Referensi
• 18 Studies 18 Studi

• 19 External links 19 Pranala luar

History of Islam in India Sejarah Islam di India

Jama Masjid, Delhi , one of the largest mosques in Asia-Pacific region. [ 10 ] Masjid
Jama, Delhi , salah satu masjid terbesar di Asia-Pasifik wilayah. [10]

Contrary to popular belief, Islam came to South Asia prior to Muslim invasions of
India . Bertentangan dengan kepercayaan populer, Islam datang ke Asia Selatan
sebelum invasi Muslim India . Islamic influence first came to be felt in the early 7th
century with the advent of Arab traders. pengaruh Islam pertama kali datang ke terasa
di awal abad ke-7 dengan munculnya pedagang Arab. Trade relations between Arabia
and the subcontinent are very ancient. Perdagangan hubungan antara Saudi dan benua
sangat kuno. Arab traders used to visit the Malabar region , which was a link between
them and ports of South East Asia , to trade even before Islam had been established in
Arabia. pedagang Arab yang digunakan untuk mengunjungi daerah Malabar , yang
merupakan hubungan antara mereka dan pelabuhan di Asia Tenggara , untuk
perdagangan bahkan sebelum Islam telah didirikan di Saudi. According to Historians
Elliot and Dowson in their book The History of India as told by its own Historians ,
the first ship bearing Muslim travelers was seen on the Indian coast as early as 630
AD. Menurut Sejarawan Elliot dan Dowson dalam buku mereka The History of India
yang diceritakan oleh sejarawan sendiri , dengan kapal pertama yang membawa
wisatawan Muslim terlihat di pantai India sejak 630 AD. HG Rawlinson, in his book:
Ancient and Medieval History of India [ 11 ] claims the first Arab Muslims settled on
the Indian coast in the last part of the 7th century AD. HG Rawlinson, dalam
bukunya: Abad Pertengahan Kuno dan India [11] klaim yang pertama Arab Muslim
tinggal di pantai India di bagian terakhir dari abad ke-7 Masehi. Shaykh Zainuddin
Makhdum's “Tuhfat al-Mujahidin” also is a reliable work. [ 12 ] This fact is
corroborated, by J. Sturrock in his South Kanara and Madras Districts Manuals , [ 13 ]
and also by Haridas Bhattacharya in Cultural Heritage of India Vol. Zainuddin
Makhdum's "Syaikh Tuhfat al-Mujahidin" juga adalah suatu pekerjaan yang dapat
diandalkan. [12] Hal ini dikuatkan, oleh J. Sturrock dalam bukunya Kanara Selatan
dan Distrik Madras Manuals, [13] dan juga oleh Haridas Bhattacharya dalam Warisan
Budaya India Vol . IV . [ 14 ] It was with the advent of Islam that the Arabs became a
prominent cultural force in the world. IV. [14] itu dengan munculnya orang-orang Arab
Islam yang menjadi kekuatan budaya terkemuka di dunia. The Arab merchants and
traders became the carriers of the new religion and they propagated it wherever they
went. [ 15 ] Para pedagang Arab dan pedagang menjadi pembawa agama baru dan
mereka menyebarkan itu mana pun mereka pergi. [15]

Muslim neighborhood in Delhi circa 1852. Muslim lingkungan di sekitar Delhi 1852.

The first Indian mosque is thought to have been built in 629 AD, purportedly at the
behest of Rama Varma Kulashekhara , who is considered the first Indian Muslim,
during the life time of Muhammad (c. 571–632) in Kodungallur , in district of
Thrissur , Kerala by Malik Bin Deenar . [ 16 ] [ 17 ] [ 18 ] Masjid India pertama diduga telah
dibangun pada 629 AD, konon atas perintah Rama Varma Kulashekhara , yang
dianggap Muslim pertama India, pada masa kehidupan Muhammad (c. 571-632) di
Kodungallur , di Kabupaten Thrissur , Kerala oleh Deenar Bin Malik . [16] [17] [18]

In Malabar , the Mappilas may have been the first community to convert to Islam
because they were more closely connected with the Arabs than others. Di Malabar ,
yang Mappilas mungkin telah menjadi komunitas pertama yang masuk Islam karena
mereka lebih erat berhubungan dengan orang-orang Arab daripada yang lain.
Intensive missionary activities were carried out along the coast and a number of
natives also embraced Islam. Intensif kegiatan misionaris dilakukan sepanjang pantai
dan sejumlah penduduk asli juga memeluk Islam. These new converts were now
added to the Mappila community. Ini mengkonversi baru sekarang ditambahkan ke
Mappila masyarakat. Thus among the Mapilas, we find, both the descendants of the
Arabs through local women and the converts from among the local people. [ 19 ] Jadi
antara Mapilas, kita menemukan, baik keturunan Arab melalui perempuan lokal dan
mengkonversi dari antara orang-orang lokal. [19]

In the 8th century, the province of Sindh (in present day Pakistan) was conquered by
an Arab army led by Muhammad bin Qasim . Pada abad ke-8, provinsi Sindh (di masa
kini Pakistan) dikuasai oleh tentara Arab yang dipimpin oleh Muhammad bin Qasim .
Sindh became the easternmost province of the Umayyad Caliphate . Sindh menjadi
provinsi paling timur dari Kekhalifahan Umayyah .
In the first half of the 10th century, Mahmud of Ghazni added the Punjab to the
Ghaznavid Empire and conducted several raids deeper into modern day India . Pada
paruh pertama abad ke-10, Mahmud dari Ghazni menambahkan Punjab ke Kekaisaran
Ghaznavid dan melakukan beberapa serangan lebih dalam modern Indonesia . A more
successful invasion came at the end of the 12th century by Muhammad of Ghor .
Sebuah sukses invasi lebih datang pada akhir abad ke-12 oleh Muhammad Ghor . This
eventually led to the formation of the Delhi Sultanate . Ini akhirnya menyebabkan
pembentukan Kesultanan Delhi .

Arab-Indian interactions Arab-India interaksi

There is much evidence in history to show that Arabs and Muslims interacted with
India and Indians from the very early days of Islam, if not before the arrival of Islam
in Arabia. Ada banyak bukti dalam sejarah untuk menunjukkan bahwa Arab dan
Muslim berinteraksi dengan India dan India dari hari-hari awal Islam, jika tidak
sebelum kedatangan Islam di Arabia.

Many Sanskrit books were translated into Arabic as early as the Eighth century.
George Saliba writes in his book 'Islamic Science and the Making of the European
Renaissance' that "some major Sanskrit texts began to be translated during the reign
of the second Abbasid caliph al-Mansur [754-775], if not before; some texts on logic
even before that, and it has been generally accepted that the Persian and Sanskrit
texts, few as they were, were indeed the first to be translated." [ 20 ] Banyak Sansekerta
buku diterjemahkan ke dalam bahasa Arab pada awal abad kedelapan. George Saliba
menulis dalam bukunya 'Islam Sains dan Pembuatan Eropa Renaissance' bahwa
"beberapa teks Sansekerta besar mulai diterjemahkan selama pemerintahan kedua
Abbasiyah Khalifah al -Mansur [754-775], jika tidak sebelumnya, beberapa teks pada
logika bahkan sebelum itu, dan telah berlaku umum bahwa Persia dan teks
Sansekerta, beberapa saat mereka, memang yang pertama diterjemahkan ". [20]

Spread of Sufi Islam Penyebaran Islam sufi

Main article: Sufism in India Artikel utama: Sufisme di India

Tomb of Sufi saint Shaikh Salim Chisti in Fatehpur Sikri , Uttar Pradesh Makam sufi
Syaikh Salim Chisti di Fatehpur Sikri , Uttar Pradesh

Sufis (Islamic mystics) played an important role in the spread of Islam in India. Sufi
(mistik Islam) memainkan peran penting dalam penyebaran Islam di India. They were
very successful in spreading Islam, as many aspects of Sufi belief systems and
practices had their parallels in Indian philosophical literature, in particular
nonviolence and monism . Mereka sangat sukses dalam menyebarkan Islam,
sebagaimana banyak aspek dari sistem kepercayaan dan praktek-praktek sufi yang
paralel dalam literatur filsafat India, di antikekerasan tertentu dan monisme . The
Sufis' orthodox approach towards Islam made it easier for Hindus to practice. Hazrat
Khawaja Muin-ud-din Chishti , Qutbuddin Bakhtiar Kaki , Nizam-ud-din Auliya ,
Shah Jalal , Amir Khusro , Sarkar Sabir Pak , Shekh Alla-ul-Haq Pandwi, Ashraf
Jahangir Semnani , Sarkar Waris Pak , Ata Hussain Fani Chishti trained Sufis for the
propagation of Islam in different parts of India. 'Ortodoks pendekatan terhadap Islam
Sufi yang memudahkan Hindu untuk berlatih. Hazrat Khawaja-ud-din Chishti Muin ,
Qutbuddin Bakhtiar Kaki , -ud-din Auliya Nizam , Shah Jalal , Amir Khusro , Pak
Sabir Sarkar , Shekh Alla-ul- Haq Pandwi, Asyraf Jahangir Semnani , Sarkar Waris
Pak , Ata Husain Fani Chishti Sufi dilatih untuk penyebaran Islam di berbagai bagian
India. Once the Islamic Empire was established in India, Sufis invariably provided a
touch of colour and beauty to what might have otherwise been rather cold and stark
reigns. Setelah Imperium Islam didirikan di India, kaum sufi selalu memberikan
sentuhan warna dan keindahan untuk apa yang mungkin telah dinyatakan agak dingin
dan dingin memerintah. The Sufi movement also attracted followers from the artisan
and untouchable communities; they played a crucial role in bridging the distance
between Islam and the indigenous traditions. Ahmad Sirhindi , a prominent member
of the Naqshbandi Sufi advocated the peaceful conversion of Hindus to Islam.
Gerakan sufi juga menarik pengikut dari Artisan dan tak tersentuh masyarakat,
mereka memainkan peran penting dalam menjembatani jarak antara Islam dan tradisi-
tradisi pribumi. Ahmad Sirhindi , seorang anggota terkemuka dari Naqshbandi sufi
menganjurkan konversi damai dari Hindu ke Islam. Imam Ahmed Rida Khan
contributed a lot by defending traditional and orthodox Islam in India by his famous
work Fatawa Razvia. Imam Ahmed Rida Khan kontribusi besar dengan membela dan
ortodoks Islam tradisional di India oleh Fatawa-nya yang terkenal bekerja Razvia.

Ahmadiyya Islam Islam Ahmadiyah

See also: Ahmadiyya Lihat juga: Ahmadiyah

India has a significant Ahmadiyya population. [ 21 ] Most of them live in Rajastan,


Orissa, Haryana, Bihar, Delhi, Uttar Pradesh , and a few in Punjab in the area of
Qadian . India memiliki populasi Ahmadiyah signifikan. [21] Kebanyakan dari mereka
tinggal di Rajastan, Orissa, Haryana, Bihar, Delhi, Uttar Pradesh , dan beberapa di
Punjab di daerah Qadian . In India, Ahmadis are considered to be Muslims. Di India,
Ahmadiyah dianggap Muslim. This belief is supported by a court verdict
(Shihabuddin Koya vs. Ahammed Koya, AIR 1971 Ker 206). [ 22 ] There is no
legislation that declares Ahmadis non-Muslims or limits their activities, [ 22 ] but they
are not allowed to sit on the All India Muslim Personal Law Board , a body of
religious leaders India's government recognises as representative of Indian Muslims.
[ 23 ]
Keyakinan ini didukung oleh putusan pengadilan (Shihabuddin vs Ahammed
Koya Koya, AIR Ker 1971 206). [22] Tidak ada undang-undang yang menyatakan
Ahmadi non-Muslim atau membatasi kegiatan mereka, [22] tetapi mereka tidak
diperbolehkan untuk duduk di All India Muslim Personal Law Board , sebuah badan
pemimpin agama mengakui pemerintahan India sebagai wakil umat Islam India. [23]
Role in Indian independence movement Peran dalam
gerakan kemerdekaan India
Further information: Indian independence movement Informasi lebih lanjut: Gerakan
Kemerdekaan India

Tipu Sultan , also known as the Tiger of Mysore , was one of the prominent Indian
kings who fought against the British East India Company . Tipu Sultan , juga dikenal
sebagai Harimau Mysore, adalah salah satu raja-raja India terkemuka yang berperang
melawan British East India Company .

The contribution of Muslim revolutionaries, poets and writers is documented in


India's struggle against the British. Titu Mir raised a revolt against British . Kontribusi
revolusioner Muslim, penyair dan penulis didokumentasikan dalam perjuangan
Indonesia melawan Inggris. Titu Mir mengangkat sebuah pemberontakan melawan
Inggris . Maulana Abul Kalam Azad , Hakim Ajmal Khan and Rafi Ahmed Kidwai
are Muslims who engaged in this purpose. Muhammad Ashfaq Ullah Khan of
Shahjehanpur conspired to loot the British treasury at Kakori ( Lucknow ). Khan
Abdul Gaffar Khan (popularly known as Frontier Gandhi), was a great nationalist
who spent 45 of his 95 years of life in jail; Barakatullah of Bhopal was one of the
founders of the Ghadar party which created a network of anti-British organizations;
Syed Rahmat Shah of the Ghadar party worked as an underground revolutionary in
France and was hanged for his part in the unsuccessful Ghadar (mutiny) uprising in
1915; Ali Ahmad Siddiqui of Faizabad (UP) planned the Indian Mutiny in Malaya
and Burma along with Syed Mujtaba Hussain of Jaunpur and was hanged in 1917;
Vakkom Abdul Khadir of Kerala participated in the " Quit India " struggle in 1942
and was hanged; Umar Subhani, an industrialist and millionaire of Bombay provided
Gandhi with congress expenses and ultimately died for the cause of independence.
Maulana Abul Kalam Azad , Hakim Ajmal Khan dan Rafi Ahmed Kidwai adalah
muslim yang terlibat dalam tujuan ini. Muhammad Ashfaq Ullah Khan dari
Shahjehanpur bersekongkol untuk menjarah kas Inggris di Kakori ( Lucknow ). Khan
Abdul Gaffar Khan (dikenal sebagai Frontier Gandhi), seorang nasionalis besar yang
menghabiskan 45 dari 95 tahun hidup di penjara; Barakatullah dari Bhopal merupakan
salah satu pendiri partai Ghadar yang menciptakan sebuah jaringan organisasi anti-
Inggris; Syed Rahmat Shah dari pihak Ghadar bekerja sebagai revolusioner bawah
tanah di Perancis dan digantung untuk perannya dalam Ghadar gagal (pemberontakan)
pemberontakan pada tahun 1915; Ali Ahmad Siddiqui dari Faizabad (UP)
merencanakan Pemberontakan India di Malaya dan Burma bersama dengan Syed
Mujtaba Husain dari Jaunpur dan digantung pada tahun 1917; Vakkom Abdul Khadir
dari Kerala berpartisipasi dalam " Quit India perjuangan "pada tahun 1942 dan
digantung; Umar Subhani, seorang pengusaha dan jutawan dari Bombay disediakan
Gandhi dengan biaya kongres dan akhirnya mati bagi penyebab kemerdekaan. Among
Muslim women, Hazrat Mahal , Asghari Begum, Bi Amma contributed in the struggle
of freedom from the British. Di antara perempuan Muslim, Hazrat Mahal , Asghari
Begum, Bi Amma memberikan kontribusi dalam perjuangan kemerdekaan dari
Inggris.

The period starting from 1498 saw the rise of the naval and trading power of the
European countries, as they increasingly projected their naval power and expanded
their trading interests over the Indian subcontinent . Periode 1498 dimulai dari melihat
munculnya kekuatan perdagangan negara-negara Eropa seperti, mereka semakin laut
diproyeksikan mereka diperluas dan kekuasaan mereka perdagangan dan kepentingan
angkatan laut di atas benua India . Subsequently with the advent of the Industrial
Revolution in Britain and in Europe, the European powers gained a significant
technological and commercial advantage over the decaying Mughal Empire.
Selanjutnya dengan munculnya Revolusi Industri di Britania dan Eropa, kekuatan
Eropa memperoleh keunggulan teknologi dan komersial yang signifikan selama
membusuk Kekaisaran Mughal. They gradually began increasing their influence on
the subcontinent. Mereka secara bertahap mulai meningkatkan pengaruh mereka di
benua ini.

Hyder Ali , and later his son Sultan Tipu were early to understand the threat of the
British East India Company and resisted it. Hyder Ali , dan kemudian putranya Sultan
Tipu adalah awal untuk memahami ancaman dari British East India Company dan
menolaknya. However, Tipu Sultan was finally defeated at Srirangapatnam in 1799.
Namun, Tipu Sultan akhirnya dikalahkan di Srirangapatnam pada 1799. In Bengal,
Nawab Siraj ud-Daulah faced the expansionist aims of the British East India
Company and fought the British. Di Bengal, Nawab Siraj ud-daulah menghadapi
ekspansionis tujuan dari British East India Company dan melawan Inggris. However,
he lost at the battle of Plassey in 1757. Namun, ia kalah pada pertempuran Plassey
pada tahun 1757.

The first ever Indian rebellion against the British saw itself in the Vellore Mutiny of
10 th July, 1806 which left around 200 British Officers and troops dead or injured.
Pemberontakan yang pernah India pertama melawan Inggris melihat dirinya dalam
Pemberontakan Vellore 10 Juli September 1806 yang menyebabkan sekitar 200 Pejabat
Inggris dan tentara tewas atau cedera. But it was subdued by the British and the
mutineers and the family of Tippu Sultan who were incarcerated in the Vellore Fort at
that time had to pay a heavy price. Tapi itu ditundukkan oleh Inggris dan para
pemberontak dan keluarga Tippu Sultan yang dipenjara di Fort Vellore pada waktu itu
harus membayar harga yang berat. It predates the First war of Independence , which is
British imperialists called the Sepoy Mutiny of 1857. Ini terjadi sebelum perang
Kemerdekaan Pertama , kaum imperialis Inggris yang disebut Pemberontakan Sepoy
tahun 1857. And as a result of the Sepoy Mutiny , mostly the upper class Muslims
were targeted by the Britishers, as under their leadership the war was mostly fought in
and around Delhi. Dan sebagai hasil dari Pemberontakan Sepoy , sebagian besar kelas
atas Muslim menjadi sasaran oleh orang Inggris, seperti di bawah kepemimpinan
mereka perang sebagian besar terjadi di dan sekitar Delhi. Thousands of kith and kins
were shot or hanged near the gate of Red Fort, Delhi, which is now known as 'Khooni
Darwaza'(the bloody gate). Ribuan kawan-kawan dan kins ditembak atau digantung di
dekat gerbang dari Red Fort, Delhi, yang sekarang dikenal sebagai 'Khooni Darwaza'
(gerbang berdarah). The renowned Urdu poet Mirza Ghalib (1797–1869) has given a
vivid description of such massacre in his letters now published by the Oxford
University Press 'Ghalib his life and letters'compiled and translated by Ralph Russel
and Khurshidul Islam(1994). Penyair terkenal Urdu Mirza Ghalib (1797-1869) telah
memberikan gambaran nyata tentang pembantaian seperti dalam surat-suratnya
sekarang diterbitkan oleh Oxford University Press 'Ghalib hidupnya dan
letters'compiled dan diterjemahkan oleh Ralph Russel dan Khurshidul Islam (1994).

As the Muslim power waned with the gradual demise of the Mughal Empire , the
Muslims of India faced a new challenge - that of protecting their culture and interests,
yet interacting with the alien, technologically advantaged power. Sebagai kekuatan
Islam surut dengan runtuhnya bertahap dari Kekaisaran Mughal , Muslim di India
menghadapi tantangan baru - bahwa untuk melindungi budaya dan kepentingan
mereka, namun berinteraksi dengan orang asing, teknologi listrik yang mendapat
keuntungan. In this period, the Ulama of Firangi Mahal , based first at Sehali in
District Barabanki , and since 1690s based in Lucknow , educated and guided the
Muslims. Pada periode ini, Ulama dari Firangi Mahal , berbasis pertama di Sehali di
Kabupaten Barabanki , dan sejak 1690-an yang berbasis di Lucknow , berpendidikan
dan dipandu Muslim. The Firangi Mahal led and steered the Muslims of India. Para
Mahal Firangi memimpin dan mengarahkan Muslim di India. The moulanas and
moulvis (religious teachers) of Darul-uloom, Deoband (UP) also played significant
role in freedom struggle of India declaring subjugation of an unjust rule is against
Islamic tenets. The moulanas dan moulvis (guru agama) dari Darul-Uloom, Deoband
(UP) juga memainkan peranan penting dalam perjuangan kemerdekaan India
menyatakan tunduknya aturan yang tidak adil adalah terhadap ajaran Islam.

Other famous Muslims who fought for freedom against the British rule : Maulana
Abul Kalam Azad , Maulana Mehmud Hasan of Darul Uloom Deoband who was
implicated in the famous Silk Letter Conspiracy to overthrow the British through an
armed struggle, Husain Ahmed Madani , former Shaikhul Hadith of Darul Uloom
Deoband , Maulana Ubaidullah Sindhi , Hakeem Ajmal Khan , Hasrat Mohani , Dr.
Syed Mahmud, Professor Maulavi Barkatullah , Dr. Muslim terkenal lainnya yang
berjuang untuk kebebasan melawan pemerintahan Inggris : Maulana Abul Kalam
Azad , Maulana Mehmud Hasan dari Darul Uloom Deoband yang terlibat dalam
terkenal Surat Silk Konspirasi untuk menggulingkan Inggris melalui perjuangan
bersenjata, Husain Ahmed Madani , mantan Shaikhul Hadits Darul Uloom Deoband ,
Maulana Ubaidullah Sindhi , Hakeem Ajmal Khan , Mohani Hasrat , Dr Syed
Mahmud, Profesor Barkatullah Maulavi , Dr Zakir Husain , Saifuddin Kichlu ,
Allama Shibli Nomani , Vakkom Abdul Khadir , Dr. Manzoor Abdul Wahab,
Bahadur Shah Zafar , Hakeem Nusrat Husain, Khan Abdul Gaffar Khan , Abdul
Samad Khan Achakzai , Colonel Shahnawaz, Dr. MAAnsari, Rafi Ahmad Kidwai ,
Fakhruddin Ali Ahmad, Ansar Harwani, Tak Sherwani, Nawab Viqarul Mulk, Nawab
Mohsinul Mulk, Mustsafa Husain, VM Ubaidullah, SR Rahim, Badaruddin Taiyabji ,
and Moulvi Abdul Hamid. Zakir Husain , Kichlu Saifuddin , Allama Shibli Nomani ,
Khadir Abdul Vakkom , Dr Abdul Wahab Manzoor, Bahadur Shah Zafar , Nusrat
Husain Hakeem, Khan Abdul Gaffar Khan , Abdul Samad Achakzai Khan ,
Shahnawaz Kolonel, Dr MAAnsari, Kidwai Ahmad Rafi , Fakhruddin Ali Ahmad,
Harwani Ansar, Tak Sherwani, Mulk Viqarul Nawab, Mulk Mohsinul Nawab, Husain
Mustsafa, Ubaidullah VM, Rahim SR, Badaruddin Taiyabji , dan Abdul Hamid
Moulvi.

Until the 1930s Muhammad Ali Jinnah was a member of the Indian National
Congress and was part of the freedom struggle. Sampai tahun 1930 Muhammad Ali
Jinnah adalah anggota Kongres Nasional India dan merupakan bagian dari perjuangan
kemerdekaan. Dr. Sir Allama Muhammad Iqbal , poet and philosopher, was a strong
proponent of Hindu - Muslim unity and an undivdided India until the 1920s. Huseyn
Shaheed Suhrawardy was also active in Indian National Congress in Bengal during
his early political career. Dr Sir Allama Muhammad Iqbal , penyair dan filsuf, adalah
pendukung kuat dari Hindu - persatuan Muslim dan India undivdided sampai tahun
1920-an. Huseyn Shaheed Suhrawardy juga aktif di Kongres Nasional India di Bengal
pada awal karir politiknya.

Maulana Muhammad Ali Jauhar and Maulana Shaukat Ali struggled for the
emancipation of the Muslims in the overall Indian context, and struggled for freedom
alongside Mahatama Gandhi and Maulana Abdul Bari of Firangi Mahal . Maulana
Muhammad Ali Jauhar dan Maulana Shaukat Ali berjuang untuk emansipasi umat
Islam dalam konteks India secara keseluruhan, dan berjuang untuk kebebasan
bersama Mahatama Gandhi dan Maulana Abdul Bari dari Firangi Mahal . Until the
1930s, the Muslims of India broadly conducted their politics alongside their
countrymen, in the overall context of an undivided India. Sampai tahun 1930-an,
Muslim di India luas dilakukan politik mereka bersama senegara mereka, dalam
konteks keseluruhan dari India penuh.

In the late 1920s, recognizing the different perspectives of the Indian National
Congress and that of the All India Muslim League , Dr. Sir Allama Muhammad Iqbal
presented the concept of a separate Muslim homeland in India in the 1930s. Pada
akhir 1920-an, mengakui perspektif yang berbeda dari Kongres Nasional India dan
yang dari All India Muslim League , Dr Sir Allama Muhammad Iqbal disajikan
konsep sebuah tanah air Muslim terpisah di India pada 1930-an. Consequently, the All
India Muslim League raised the demand for a separate Muslim homeland. Akibatnya,
All India Muslim Liga menaikkan permintaan untuk sebuah tanah air Muslim yang
terpisah. This demand was raised in Lahore in 1940 (Known as the Pakistan
Resolution ). Tuntutan ini dibesarkan di Lahore pada tahun 1940 (Dikenal sebagai
Resolusi Pakistan ). Dr. Sir Allama Muhammad Iqbal had died by then, and
Muhammad Ali Jinnah , Nawabzada Liaquat Ali Khan , Huseyn Shaheed Suhrawardy
, and many others led the Pakistan Movement . Dr Sir Allama Muhammad Iqbal telah
meninggal saat itu, dan Muhammad Ali Jinnah , Liaquat Ali Khan , Huseyn Shaheed
Suhrawardy , dan banyak lainnya memimpin Gerakan Pakistan .

Initially, the demand for separate Muslim homeland(s) was within a framework of a
large, independent, undivided India with autonomous regions governed by the
Muslims. Awalnya, permintaan untuk tanah air Muslim yang terpisah (s) adalah
dalam kerangka besar, independen, tak terbagi India dengan daerah otonom diatur
oleh kaum Muslim. A number of other options to give the Muslim minority in India
adequate protection and political representation in a free, undivided India, were also
debated. Sejumlah opsi lainnya untuk memberikan minoritas Muslim di India
perlindungan memadai dan representasi politik dalam, bebas India tak terbagi, juga
diperdebatkan. However, when no common formula leading to early independence of
India from the British Raj could be agreed between the Indian National Congress, the
All India Muslim League , and the British colonial government, the All India Muslim
League pressed unequivocally with its demand for a completely independent,
sovereign country, Pakistan . Namun, saat tidak ada rumus umum menuju awal
kemerdekaan India dari Raj Inggris bisa disepakati antara Kongres Nasional India, di
All India Muslim League , dan pemerintah kolonial Inggris, Liga Muslim India
Semua ditekan tanpa ragu dengan permintaan untuk yang benar-benar independen,
berdaulat negara, Pakistan .

Prominent Muslims in India Tokoh Muslim di India


India is home to several eminent Muslims who have made their mark in several fields
and have played a constructive role in India's economic rise and cultural influence
across the world. India adalah rumah bagi beberapa Muslim terkemuka yang telah
membuat jejak mereka di beberapa bidang dan telah memainkan peran yang
konstruktif dalam peningkatan ekonomi India dan pengaruh budaya di seluruh dunia.
Since India gained independence in 1947, three Muslims have been appointed the
President of India : Dr. Zakir Hussain , Dr Fakhruddin Ali Ahmed and Dr. APJ Abdul
Kalam . Mohammad Hidayatullah , AM Ahmadi and Mirza Hameedullah Beg held
the office of the Chief Justice of India on various occasions since independence. Sejak
India mendapatkan kemerdekaan pada tahun 1947, tiga Muslim telah ditunjuk sebagai
Presiden India : Dr Zakir Hussain , Dr Fakhruddin Ahmed Ali dan Dr APJ Abdul
Kalam . Mohammad Hidayatullah , AM Ahmadi dan Mirza Beg Hameedullah
menjabat dari Ketua India pada berbagai kesempatan sejak kemerdekaan. The current
Vice President of India , Mohammad Hamid Ansari , Abid Hussain and Asaf Ali were
prominent diplomats representing India abroad. Arus Wakil Presiden India ,
Mohammad Hamid Ansari , Abid Hussain dan Asaf Ali adalah diplomat terkemuka
yang mewakili India di luar negeri. Throughout independent India's history, Muslims
have played an influential role in Indian politics. Sepanjang sejarah India independen,
Muslim telah memainkan peranan berpengaruh dalam politik India. Some other
influential Muslim politicians include Sheikh Abdullah , Farooq Abdullah and his son
Omar Abdullah , chief minister of Jammu and Kashmir , Mufti Mohammad Sayeed ,
Sikander Bakht , AR Antulay , CH Mohammed Koya , Mukhtar Abbas Naqvi ,
Salman Khurshid , Saifuddin Soz , E. Beberapa politisi Muslim berpengaruh lainnya
termasuk Syeikh Abdullah , Farooq Abdullah dan putranya Omar Abdullah , kepala
menteri Jammu dan Kashmir , Mufti Mohammad Sayeed , Sikander Bakht , AR
Antulay , CH Mohammed Koya , Mukhtar Abbas Naqvi , Salman Khurshid ,
Saifuddin Soz , E. Ahamed Ghulam Nabi Azad and Syed Shahnawaz Hussain for
representation see Muslims in Parliament of India . Ahamed Ghulam Nabi Azad dan
Syed Hussain Shahnawaz untuk representasi melihat Muslim di Parlemen India .
Shahrukh Khan , one of the most popular actors in Indian cinema . Shahrukh Khan ,
salah satu aktor yang paling populer di bioskop India .

Some of the most popular and influential actors and actresses in Mumbai -based
Bollywood are Muslims. Beberapa yang populer dan paling berpengaruh aktor dan
aktris di Mumbai berbasis Bollywood Muslim. These include Yusuf Khan (stage
name Dilip Kumar), [ 24 ] Shahrukh Khan , [ 25 ] Aamir Khan , [ 26 ] Salman Khan , [ 27 ]
Saif Ali Khan , [ 28 ] [ 28 ] [ 29 ] Madhubala , [ 30 ] Katrina Kaif and Emraan Hashmi . [ 31 ]
India is also home to several critically acclaimed Muslim actors such as Naseeruddin
Shah , Shabana Azmi , [ 32 ] Waheeda Rehman , [ 33 ] Irrfan Khan , Farida Jalal , Arshad
Warsi , Mehmood , Zeenat Aman , Farooq Sheikh and Tabu . Ini termasuk Yusuf
Khan (nama panggung Dilip Kumar), [24] Shahrukh Khan , [25] Aamir Khan , [26]
Salman Khan , [27] Saif Ali Khan , [28] [28] [29] Madhubala , [30] Katrina Kaif dan Emraan
Hashmi . [31] India juga rumah bagi beberapa aktor yang diakui Muslim kritis seperti
Naseeruddin Shah , Shabana Azmi , [32] Waheeda Rehman , [33] Irrfan Khan , Farida
Jalal , Arshad Warsi , Mehmood , Zeenat Aman , Farooq Sheikh dan Tabu . Muslims
are also playing pivotal roles in the advertising industry, modern art, academics,
theater and sports. MF Husain is one of India's best known contemporary artists and
Academy Awards -winners Resul Pookutty and AR Rahman are one of India's most
celebrated musicians. Muslim juga memainkan peran penting dalam industri
periklanan, seni modern, akademisi, teater dan olahraga. MF Husain adalah salah satu
yang dikenal terbaik seniman kontemporer India dan Academy Awards -pemenang
Resul Pookutty dan AR Rahman adalah salah satu musisi paling terkenal India.
Prominent poets and lyricists include Javed Akhtar who has won numerous Filmfare
Awards for his work. Tokoh penyair dan penulis lirik mencakup Javed Akhtar yang
telah memenangkan banyak penghargaan Filmfare untuk karyanya.
Azim Premji , CEO of India's 3rd largest IT company Wipro Technologies and the 5th
richest man in India with an estimated fortune of US$17.1 billion. [ 34 ] Azim Premji ,
CEO's 3 perusahaan IT terbesar India Wipro Technologies dan 5 orang terkaya di
India dengan estimasi kekayaan US $ 17,1 miliar. [34]

India is home to several influential Muslim businessmen. India adalah rumah bagi
beberapa pengusaha Muslim yang berpengaruh. Some of India's most prominent
firms, such as Wipro , Wockhardt , Himalaya Health Care, Hamdard Laboratories ,
Cipla and Mirza Tanners were founded by Muslims. Beberapa perusahaan paling
terkemuka India, seperti Wipro , Wockhardt , Himalaya Kesehatan, Hamdard
Laboratorium , Cipla dan Mirza penyamak kulit didirikan oleh umat Islam. The only
two South Asian Muslim billionaires named by Forbes Magazine , Yusuf Hamied and
Azim Premji , are from India. Hanya dua Asia Selatan Muslim milyarder bernama
oleh Majalah Forbes , Yusuf Hamied dan Azim Premji , berasal dari India.

Sania Mirza , from Hyderabad , is the highest-ranked Indian woman tennis player and
is widely considered to be a youth icon in India. Sania Mirza , dari Hyderabad ,
adalah peringkat tertinggi wanita India tenis pemain dan secara luas dianggap sebagai
ikon muda di India. In cricket (the most popular game in India), there are many
Muslim players who have made their mark. Dalam kriket (permainan yang paling
populer di India), ada banyak pemain Muslim yang telah membuat jejak mereka.
Some of the former Indian cricketing greats of Islamic faith are Mushtaq Ali , Nawab
of Pataudi and Mohammad Azharuddin . Beberapa mantan India cricketing hebat
iman Islam Mushtaq Ali , Nawab dari Pataudi dan Muhammad Azharuddin . The
current Indian cricket team has many Muslim players like Zaheer Khan , Irfan Pathan
and Yusuf Pathan . Arus tim kriket India memiliki banyak pemain Muslim seperti
Zaheer Khan , Irfan Pathan dan Yusuf Pathan . Other prominent Muslim cricketers in
India are Mohammad Kaif and Wasim Jaffer . Lainnya yang menonjol Muslim kriket
di India Mohammad Kaif dan Wasim Jaffer .

Dr. Abdul Kalam , one of India's most well respected scientists and the father of the
Integrated Guided Missile Development Program (IGMDP) of India was honored
through his appointment as the 11th President of India . [ 35 ] His extensive contribution
to India's defense industry lead him to being nicknamed as the Missile Man of India
[ 36 ]
and during his tenure as the President of India, he was affectionately known as
People's President . Dr Abdul Kalam , salah satu dihormati paling ilmuwan India dan
bapak Terpadu Terpimpin Rudal Program Pembangunan (IGMDP) India mendapat
kehormatan melalui pengangkatannya sebagai 11 Presiden India . [35] kontribusi luas
Nya untuk industri pertahanan memimpin's India dia yang dijuluki sebagai Manusia
Rudal India [36] dan selama masa jabatannya sebagai Presiden India, ia yang dikenal
sebagai Rakyat Presiden. Dr. SZ Qasim, former Director of the National Institute of
Oceanography , led India's first scientific expedition to Antarctica and played a
crucial in the establishment of Dakshin Gangotri . Dr SZ Qasim, mantan Direktur
Lembaga Oseanografi Nasional , memimpin ekspedisi ilmiah pertama India ke
Antartika dan memainkan penting dalam pembentukan Dakshin Gangotri . He was
also the former Vice Chancellor of Jamia Millia Islamia , Secretary of the Department
of Ocean Development and the founder of Polar Research in India. [ 37 ] Other
prominent Muslim scientists and engineers include CM Habibullah, a stem cell
scientist and director of Deccan College of Medical Sciences and Allied Hospitals and
Center for Liver Research and Diagnostics, Hyderabad; [ 38 ] Mushahid Husain, notable
physicist and professor at Jamia Millia Islamia; and Dr. Israr Ahmed, an associate
member of the International Center for Theoretical Physics. Ia juga mantan Wakil
Kanselir Jamia Millia Islamia , Sekretaris Departemen Samudera Pengembangan dan
pendiri Polar Research di India. [37] Muslim terkemuka lainnya ilmuwan dan insinyur
termasuk CM Habibullah, sel batang ilmuwan dan direktur Deccan College Ilmu
Kedokteran dan Sekutu Rumah Sakit dan Pusat Penelitian dan Diagnostik Hati,
Hyderabad; [38] Mushahid Husain, fisikawan terkemuka dan profesor di Jamia Millia
Islamia, dan Dr Israr Ahmed, anggota asosiasi dari Pusat Internasional bagi Fisika
Teoritis. In the field of Unani Medicine, one can name Hakim Ajmal Khan , Hakim
Abdul Hameed and Hakim Syed Zillur Rahman . Di bidang Unani Kedokteran, kita
dapat menyebutkan Hakim Ajmal Khan , Hakim Abdul Hameed dan Hakim Syed
Zillur Rahman .

Ahle Sunnat Sufi leader Hazrat Syed Muhammad Ameen Mian Qaudri and Sheikh
Aboobacker Ahmad Musliyar have been Included in the list of most Influential
Muslims list by Georgetown University.Syed Ameen Mian has been ranked 44th
leaving behind even Zakir Naik . Ahle sunnah pemimpin sufi Hazrat Syed
Muhammad Mian Ameen Qaudri dan Syekh Ahmad Aboobacker Musliyar telah
Termasuk dalam daftar paling daftar Muslim Berpengaruh oleh Georgetown
University.Syed Ameen Mian telah menempati ranking teratas meninggalkan 44
bahkan Zakir Naik . They have been honoured for their work of educational
awareness and initiating a movement against terrorism in South Asia.They have direct
or Indirect Influence over more than 10 crores Indian Muslims specially on Sufi
Barelvi Muslims. [ 39 ] Mereka mendapatkan penghargaan untuk karya mereka
kesadaran pendidikan dan memulai gerakan melawan terorisme di Asia.They Selatan
memiliki atau tidak langsung Pengaruh langsung selama lebih dari 10 crores Muslim
India khusus pada Barelvi Muslim Sufi. [39]

Indo-Islamic art and architecture Indo-seni dan


arsitektur Islam
Gol Gumbaz at
Bijapur , has the
second largest pre-
The Taj Mahal in modern dome in the Bahauddin
Agra is one of India's world after the The Humayun's Makbara ,
most iconic Byzantine Hagia Tomb in Delhi , mausoleum of the
monuments. The Taj Sophia . Gol India. The Wazir of Junagadh .
Mahal di Agra Gumbaz di Bijapur , Humayun's Tomb di Bahauddin Makbara,
adalah salah satu memiliki kubah Delhi , India. makam dari Wazir
yang paling ikon modern terbesar pra- dari Junagadh .
monumen India. kedua di dunia
setelah Byzantium
Hagia Sophia .

Indian architecture took new shape with the advent of Islamic rule in India towards
the end of the 12th century AD. arsitektur India mengambil bentuk baru dengan
munculnya pemerintahan Islam di India menjelang akhir abad ke-12 Masehi. New
elements were introduced into the Indian architecture that include: use of shapes
(instead of natural forms); inscriptional art using decorative lettering or calligraphy;
inlay decoration and use of coloured marble, painted plaster and brightly coloured
glazed tiles. Quwwat-ul-Islam Mosque built in 1193 CE was the first mosque to be
built in the Indian subcontinent ; its adjoining "Tower of Victory", the Qutb Minar
also started around 1192 CE, which marked the victory of Muhammad Ghori and his
general Qutbuddin Aibak , from Ghazni , Afghanistan , over local Rajput kings, is
now a UNESCO World Heritage Site in Delhi . unsur-unsur baru diperkenalkan ke
dalam arsitektur India yang meliputi: penggunaan bentuk (bukan bentuk alam); seni
dekoratif inscriptional menggunakan huruf atau kaligrafi, dekorasi tatahan dan
penggunaan marmer berwarna, plester dan dicat warna-warni ubin mengkilap.
Quwwat-ul-Islam Masjid yang dibangun pada 1193 Masehi adalah masjid pertama
yang dibangun di benua India ; bersebelahan dengan "Menara Kemenangan", yang
Qutb Minar juga dimulai sekitar 1192 CE, yang menandai kemenangan Muhammad
Ghori dan umumnya Qutbuddin Aibak , dari Ghazni , Afghanistan , lebih lokal Rajput
raja, sekarang menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO di Delhi .

In contrast to the indigenous Indian architecture which was of the trabeate order ie all
spaces were spanned by means of horizontal beams, the Islamic architecture was
arcuate ie an arch or dome was adopted as a method of bridging a space. Berbeda
dengan arsitektur India asli yang dari tatanan trabeate yaitu semua ruang yang
membentang melalui balok horisontal, arsitektur Islam yaitu arkuata lengkungan atau
kubah diadopsi sebagai metode bridging spasi. The concept of arch or dome was not
invented by the Muslims but was, in fact, borrowed and further perfected by them
from the architectural styles of the post-Roman period. Konsep lengkung atau kubah
bukan diciptakan oleh kaum Muslim tetapi, pada kenyataannya, meminjam dan
selanjutnya disempurnakan oleh mereka dari gaya arsitektur dari masa pasca-Romawi.
Muslims used a cementing agent in the form of mortar for the first time in the
construction of buildings in India. Muslim menggunakan agen penyemenan dalam
bentuk mortir untuk pertama kalinya dalam konstruksi bangunan di India. They
further put to use certain scientific and mechanical formulae, which were derived by
experience of other civilizations, in their constructions in India. Mereka lebih
menaruh menggunakan formula ilmiah dan mekanik tertentu, yang diturunkan oleh
pengalaman dari peradaban lain, pada konstruksi mereka di India. Such use of
scientific principles helped not only in obtaining greater strength and stability of the
construction materials but also provided greater flexibility to the architects and
builders. menggunakan prinsip-prinsip ilmiah seperti itu tidak hanya membantu dalam
mendapatkan kekuatan yang lebih besar dan stabilitas dari bahan bangunan, tetapi
juga memberikan fleksibilitas yang lebih besar untuk para arsitek dan pembangun.
One fact that must be stressed here is that, the Islamic elements of architecture had
already passed through different experimental phases in other countries like Egypt,
Iran and Iraq before these were introduced in India. Salah satu fakta yang harus
ditekankan di sini adalah bahwa, unsur-unsur arsitektur Islam telah melewati fase
eksperimental yang berbeda di negara-negara lain seperti Mesir, Iran dan Irak
sebelum ini telah diperkenalkan di India. Unlike most Islamic monuments in these
countries, which were largely constructed in brick, plaster and rubble, the Indo-
Islamic monuments were typical mortar-masonry works formed of dressed stones.
Tidak seperti monumen Islam yang paling di negara-negara, yang sebagian besar
dibangun di bata, plester dan puing-puing, monumen Islam Indo-mortar pasangan
bata-khas karya terbentuk dari batuan berpakaian. It must be emphasized that the
development of the Indo-Islamic architecture was greatly facilitated by the knowledge
and skill possessed by the Indian craftsmen, who had mastered the art of stonework
for centuries and used their experience while constructing Islamic monuments in
India. Harus ditekankan bahwa perkembangan arsitektur Indo-Islam sangat difasilitasi
oleh pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki oleh para pengrajin India, yang
telah menguasai seni batu selama berabad-abad dan digunakan pengalaman mereka
sementara membangun monumen Islam di India.

Islamic architecture in India can be divided into two parts: religious and secular.
arsitektur Islam di India dapat dibagi menjadi dua bagian: agama dan sekuler.
Mosques and Tombs represent the religious architecture, while palaces and forts are
examples of secular Islamic architecture. Masjid dan Makam mewakili arsitektur
keagamaan, sementara istana-istana dan benteng adalah contoh dari arsitektur Islam
sekuler. Forts were essentially functional, complete with a little township within and
various fortifications to engage and repel the enemy. Benteng pada dasarnya
fungsional, lengkap dengan sebuah kota kecil di dalam dan di berbagai benteng untuk
terlibat dan mengusir musuh.

Mosques: The mosque or masjid is a representation of Muslim art in its simplest form.
Masjid: Masjid atau mesjid merupakan representasi dari seni Islam dalam bentuk
yang paling sederhana. The mosque is basically an open courtyard surrounded by a
pillared verandah, crowned off with a dome. Masjid ini pada dasarnya halaman
terbuka dikelilingi oleh beranda berpilar, dimahkotai off dengan kubah. A mihrab
indicates the direction of the qibla for prayer. Sebuah mihrab menunjukkan arah
kiblat untuk berdoa. Towards the right of the mihrab stands the mimbar or pulpit from
where the Imam presides over the proceedings. Menjelang kanan mihrab berdiri di
mimbar atau mimbar dari tempat Imam memimpin sidang. An elevated platform,
usually a minaret from where the Faithful are summoned to attend prayers is an
invariable part of a mosque. Sebuah platform ditinggikan, biasanya menara dari mana
Setia yang dipanggil untuk menghadiri shalat merupakan bagian invariabel masjid.
Large mosques where the faithful assemble for the Friday prayers are called the Jama
Masjids. masjid besar di mana umat beriman berkumpul untuk salat Jumat disebut
Jama Masjids.

Tombs: Although not actually religious in nature, the tomb or maqbara introduced an
entirely new architectural concept. Kuburan: Meskipun tidak benar-benar agama di
alam, makam atau maqbara memperkenalkan konsep arsitektur yang sama sekali baru.
While the masjid was mainly known for its simplicity, a tomb could range from being
a simple affair (Aurangazeb's grave) to an awesome structure enveloped in grandeur (
Taj Mahal ). Meskipun masjid ini terutama terkenal karena kesederhanaannya, makam
bisa berkisar dari menjadi urusan sederhana (makam Aurangazeb) kepada suatu
struktur awesome terbungkus kemegahan ( Taj Mahal ). The tomb usually consists of
a solitary compartment or tomb chamber known as the huzrah in whose centre is the
cenotaph or zarih . makam biasanya terdiri dari kompartemen kamar makam soliter
atau dikenal sebagai huzrah dalam yang pusatnya adalah tugu peringatan untuk orang
yg dikubur di tempat lain atau zarih. This entire structure is covered with an elaborate
dome. Seluruh struktur ini ditutupi dengan kubah yang rumit. In the underground
chamber lies the mortuary or the maqbara , in which the corpse is buried in a grave or
qabr . Di ruang bawah tanah terletak kamar mayat atau maqbara , di mana mayat itu
dikuburkan dalam sebuah makam atau qabr. Smaller tombs may have a mihrab ,
although larger mausoleums have a separate mosque located at a distance from the
main tomb. makam yang lebih kecil mungkin memiliki mihrab, meskipun mausoleum
besar memiliki sebuah masjid terletak terpisah pada jarak dari makam utama.
Normally the whole tomb complex or rauza is surrounded by an enclosure. Biasanya
kompleks makam seluruh atau rauza dikelilingi oleh sebuah kandang. The tomb of a
Muslim saint is called a dargah . Makam orang suci Muslim disebut Dargah . Almost
all Islamic monuments were subjected to free use of verses from the Quran and a
great amount of time was spent in carving out minute details on walls, ceilings, pillars
and domes. Hampir semua monumen Islam yang dikenakan untuk menggunakan
bebas dari ayat-ayat dari Quran dan sejumlah besar waktu yang dihabiskan dalam
meniti rincian menit pada dinding, plafon, pilar dan kubah.

Islamic architecture in India can be classified into three sections: Delhi or the Imperial
style (1191 to 1557AD); the Provincial style, encompassing the surrounding areas like
Jaunpur and the Deccan ; and the Mughal architecture style (1526 to 1707AD). [ 40 ]
arsitektur Islam di India dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian: Delhi atau gaya
Imperial (1191 untuk 1557AD); gaya Provinsi, meliputi daerah-daerah sekitarnya
seperti Jaunpur dan Deccan , dan arsitektur Mughal gaya (1526 untuk 1707AD). [40]

Literature Sastra
• Elliot and Dowson: The History of India as told by its own Historians , New
Delhi reprint, 1990. Elliot dan Dowson: The History of India yang diceritakan
oleh sejarawan sendiri , New Delhi cetak ulang, 1990.
• Elliot, Sir HM, Edited by Dowson, John. The History of India, as Told by Its
Own Historians. Elliot, HM Sir, Diedit oleh Dowson, John. The History of
India, seperti Dikatakan Its Own sejarawan. The Muhammadan Period ;
published by London Trubner Company 1867–1877. Periode ini Muhammad ;
diterbitkan oleh London 1867-1877 Trubner Perusahaan. (Online Copy: The
History of India, as Told by Its Own Historians. The Muhammadan Period; by
Sir HM Elliot; Edited by John Dowson; London Trubner Company 1867–
1877 - This online Copy has been posted by: The Packard Humanities
Institute; Persian Texts in Translation; Also find other historical books:
Author List and Title List ) (Online Salin: The History of India, seperti
Dikatakan Its Own sejarawan. Periode Muhammad; oleh Sir HM Elliot; Diedit
oleh John Dowson; London Trubner 1867-1877 Perusahaan - Copy online ini
telah diposting oleh: The Institute Humaniora Packard; Teks dalam
penerjemahan Persia; Juga menemukan buku-buku sejarah lain: Daftar Penulis
dan Daftar Judul )
• Majumdar, RC (ed.), The History and Culture of the Indian People, Volume
VI, The Delhi Sultanate, Bombay, 1960; Volume VII, The Mughal Empire,
Bombay, 1973. Majumdar, RC (ed.), Sejarah dan Budaya Rakyat India,
Volume VI, Kesultanan Delhi, Bombay, 1960; VII Volume, Kekaisaran
Mughal, Bombay, 1973.
• Mistry, Malika B. (December 2005). Mistry, Malika B. (Desember 2005).
"Muslims in India: A demographic and socio-economic profile". Journal of
Muslim Minority Affairs 25 (3): 399–422. doi : 10.1080/13602000500408468 .
"Muslim di India: A dan sosial-ekonomi profil demografi" Negeri. Journal of
Muslim Minoritas 25 (3): 399-422. DOI : 10.1080/13602000500408468 .
• MKA Siddiqui (ed.), Marginal Muslim Communities In India , Institute of
Objective Studies, New Delhi (2004) ( review ) MKA Siddiqui (ed.), Marjinal
Komunitas Muslim Di India, Institut Studi Tujuan, New Delhi (2004) (
review )
• Nizami, Khaliq Ahmad (1957). "Some Aspects of Khānqah Life in Medieval
India" . Studia Islamica (Maisonneuve &#38) 8 : 51–69. doi :
10.2307/1595247 . http://jstor.org/stable/1595247 . Nizami, Khaliq Ahmad
(1957). "Beberapa Aspek Khānqah Hidup di India Pertengahan" . Studia
Islamica (Maisonneuve &) 8: 51-69. DOI : 10.2307/1595247 .
http://jstor.org/stable/1595247 .

Law and politics Hukum dan politik


Muslims in India are governed by "The Muslim Personal Law (Shariat) Application
Act, 1937." [ 41 ] It directs the application of Muslim Personal Law to Muslims in
marriage, mahr (dower), divorce , maintenance, gifts, waqf , wills and inheritance. [ 42 ]
The courts generally apply the Hanafi Sunni law, with exceptions made only for those
areas where Shia law differs substantially from Sunni practice. Muslim di India diatur
oleh "Hukum Personal Muslim (Syariah) Aplikasi Act, 1937". [41] Ini mengarahkan
penerapan Hukum Personal Muslim untuk Muslim dalam perkawinan, mahar (mahar),
perceraian , pemeliharaan, hadiah, wakaf , wasiat dan warisan. [42] Pengadilan
umumnya menerapkan Hanafi Sunni hukum, dengan pengecualian yang dibuat hanya
untuk daerah-daerah di mana Syiah hukum berbeda secara substansial dari praktek
Sunni. Howver, in year 2005, Indian Shias broke away from the country's most
important Muslim organization, the All India Muslim Personal Law Board and
formed their sepearate Law Board as All India Shia Personal Law Board . [ 43 ] Namun,
di tahun 2005, India Syiah memisahkan diri dari penting organisasi Muslim
kebanyakan negara, di All India Muslim Personal Hukum Dewan dan membentuk
Dewan Hukum sepearate mereka sebagai All India Syiah Dewan Hukum Personal . [43]

The Indian constitution provides equal rights to all citizens irrespective of their
religion. The konstitusi India memberikan persamaan hak untuk semua warga negara
terlepas dari agama mereka. Article 44 of the constitution recommends a Uniform
civil code . Pasal 44 dari konstitusi merekomendasikan sipil kode Seragam . However,
the attempts by successive political leadership in the country to integrate Indian
society under common civil code is strongly resisted and is viewed by Indian Muslims
as an attempt to dilute the cultural identity of the minority groups of the country.
Namun, upaya oleh pemimpin politik berturut-turut di negara itu untuk
mengintegrasikan masyarakat India dengan kode sipil yang umum adalah sangat
menolak dan dipandang oleh India Muslim sebagai upaya untuk mencairkan identitas
budaya kelompok minoritas di negeri ini. Thus in India there exists the unique
situation where proponents of a secular law are deemed fascist while those who
support the separate Sharia law for Indian Muslims are considered secular. Jadi di
India terdapat situasi yang unik di mana para pendukung undang-undang sekuler yang
dianggap fasis , sementara mereka yang mendukung terpisah Syariah hukum untuk
India Muslim dianggap sekuler. The All India Muslim Personal Law Board was
established for the protection and continued applicability of “Muslim Personal Law”
ie Shariat Application Act in India. The All India Muslim Personal Law Board
didirikan untuk perlindungan dan penerapan lanjutan dari "Hukum Personal Muslim"
Aplikasi Syariah yaitu Undang-Undang di India.

Further information: Haj subsidy Informasi lebih lanjut: Haji subsidi

Conversion controversy Kontroversi Konversi

Islam in India Islam di India

History Sejarah
Architecture Arsitektur
Mughal · Indo-Islamic Mughal · Indo-Islam
Indo-Saracenic · Sharqi Indo-Saracen · Sharqi
Major figures Tokoh utama
Moinuddin Chishti · Shah Waliullah Moinuddin Chishti · Shah Waliullah
Ahmad Raza Khan Ahmad Raza Khan
Abdul Qadeer Siddiqui Abdul Qadeer Siddiqui
Sayyed Ahmad Saeed Kazmi Sayyid Ahmad Saeed Kazmi
Shah Ahmad Noorani Siddiqi Ahmad Shah Noorani Siddiqi
Syed Faiz-ul Hassan Shah Syed-ul Hassan Shah Faiz
Maulana Abul Kalam Azad Maulana Abul Kalam Azad
Communities Komunitas
Northern · Mappilas · Tamil Utara · Mappilas · Tamil
Konkani · Marathi · Vora Patel Konkani · Marathi · Vora Patel
Memons · North-Eastern · Kashmiris Memons · Utara-Timur · Kashmir
Hyderabadi · Dawoodi Bohras Hyderabadi · Dawoodi Bohras
Khoja · Oriya · Nawayath · Bearys Khoja · Oriya · Nawayath · Bearys
The Saits · Meo · Sunni Bohras The Saits · Meo · Sunni Bohras
Kayamkhani · Bengali Kayamkhani · Bengali
Religious jurisprudence Agama yurisprudensi
Hanafi · Shafi`i · Ja'fari Hanafi · Syafi `i · Ja'fari
Schools of thought Sekolah pemikiran
Barelvi · Deobandi Barelvi · Deobandi
Shia · Ahle Hadith Syiah · Hadis Ahle
Mosques in India Masjid di India
List of mosques in India Daftar masjid di India
Culture Budaya
Muslim culture of Hyderabad Budaya Muslim Hyderabad
Muslim managed universities Muslim dikelola universitas
Aliah University Aliah Universitas
Aligarh Muslim University Aligarh Muslim University
Jamia Millia Islamia Jamia Millia Islamia
Jamia Nizamia Jamia Nizamia
Influential bodies Badan berpengaruh
Ahle Sunnat Movement in South Asia Ahle sunnah Gerakan di Asia Selatan
All India Shia Personal Law Board Semua Hukum Dewan Pribadi Syiah India
All India Muslim Personal Law Board Semua Badan Hukum Personal Muslim India
All India Babri Masjid Action Committee All India Babri Masjid Komite Aksi
All India Muslim Majlis-e-Mushawarat All India Muslim Majlis-e-Mushawarat
Indian Muslim nationalism India Muslim nasionalisme
Muslim chronicles for Indian history Muslim kronik untuk sejarah India
Darul Uloom Deoband Darul Uloom Deoband
Jamaat-e-Islami Hind Jamaat-e-Islami Hind
All India Milli Council Semua India Milli Dewan
All India Majlis-e-Ittehadul Muslimeen All India Majlis-e-Muslimin Ittehadul

This box: view • talk • edit Kotak info ini: lihat • bicara • sunting
See also: Persecution of Hindus#During Islamic rule of the Indian sub-continent Lihat
pula: Penganiayaan Hindu # Selama pemerintahan Islam dari benua India

Considerable controversy exists both in scholarly and public opinion about the
conversions to Islam typically represented by the following schools of thought: [ 44 ]
ada kontroversi yang cukup baik dalam dan publik pendapat ulama tentang konversi
ke Islam biasanya diwakili oleh sekolah-sekolah pemikiran berikut: [44]

1. The bulk of Muslims are descendants of migrants from the Iranian plateau or
Arabs. [ 45 ] Sebagian besar Muslim adalah keturunan pendatang dari dataran
tinggi Iran atau Arab. [45]
2. Muslims sought conversion through jihad [ 44 ] Muslim mencari konversi
melalui jihad [44]
3. Conversions occurred for non-religious reasons of pragmatism and patronage
such as social mobility among the Muslim ruling elite or for relief from taxes
[ 44 ] [ 45 ]
Konversi terjadi karena alasan-alasan non-religius pragmatisme dan
patronase seperti mobilitas sosial di kalangan elite penguasa Muslim atau
untuk bantuan dari pajak [44] [45]
4. Conversion was a result of the actions of Sunni Sufi saints and involved a
genuine change of heart [ 44 ] Konversi merupakan hasil dari tindakan Sunni
Sufi melibatkan orang-orang kudus dan perubahan sejati hati [44]
5. Conversion came from Buddhists and the en masse conversions of lower
castes for social liberation and as a rejection of the oppressive Hindu caste
strictures . [ 45 ] Konversi datang dari Budha dan konversi secara masal dari
kasta yang lebih rendah untuk pembebasan sosial dan sebagai penolakan
terhadap menindas kritik kasta Hindu . [45]
6. A combination, initially made under duress followed by a genuine change of
heart [ 44 ] Kombinasi, pada awalnya dibuat di bawah tekanan diikuti dengan
perubahan tulus hati [44]
7. As a socio-cultural process of diffusion and integration over an extended
period of time into the sphere of the dominant Muslim civilization and global
polity at large. [ 45 ] Sebagai proses sosial-budaya difusi dan integrasi selama
jangka waktu ke dalam lingkup yang dominan peradaban Islam dan politik
global pada umumnya. [45]

Embedded within this lies the concept of Islam as a foreign imposition and Hinduism
being a natural condition of the natives who resisted, resulting in the failure of the
project to Islamicize the Indian subcontinent and is highly embroiled within the
politics of the partition and communalism in India. [ 44 ] An estimate of the number of
people killed, based on the Muslim chronicles and demographic calculations, was
done by KS Lal in his book Growth of Muslim Population in Medieval India , who
claimed that between 1000 CE and 1500 CE, the population of Hindus decreased by
80 million. Tertanam dalam ini terletak konsep Islam sebagai sebuah beban asing dan
Hindu menjadi kondisi alam asli yang menolak, yang mengakibatkan kegagalan
proyek untuk Islamicize anak benua India dan sangat terlibat dalam politik dari partisi
dan komunalisme di India . [44] Perkiraan jumlah korban tewas, berdasarkan sejarah
Islam dan perhitungan demografis, dilakukan oleh KS Lal dalam bukunya
Pertumbuhan Penduduk Muslim di India Abad Pertengahan , yang menyatakan
bahwa antara 1000 dan 1500 CE CE, penduduk Hindu menurun sebesar 80 juta. His
work has come under criticism by historians such as Simon Digby ( School of
Oriental and African Studies ) and Irfan Habib for its agenda and lack of accurate data
in pre- census times. Karyanya telah datang di bawah kritik oleh para sejarawan
seperti Simon Digby ( Sekolah Studi Oriental dan Afrika ) dan Irfan Habib untuk
agenda dan kurangnya data yang akurat dalam pra- sensus kali. Lal has responded to
these criticisms in later works. Lal telah menanggapi kritik-kritik dalam karya
kemudian. Historians such as Will Durant contend that Islam was spread through
violence. [ 46 ] [ 47 ] Sir Jadunath Sarkar contends that several Muslim invaders were
waging a systematic jihad against Hindus in India to the effect that "Every device
short of massacre in cold blood was resorted to in order to convert heathen subjects."
[ 48 ]
Hindus who converted to Islam were not immune to persecution due to the
Muslim Caste System in India established by Ziauddin al-Barani in the Fatawa-i
Jahandari . [ 49 ] , where they were regarded as an "Ajlaf" caste and subjected to
discrimination by the "Ashraf" castes [ 50 ] Sejarawan seperti Will Durant berpendapat
bahwa Islam tersebar melalui kekerasan. [46] [47] Sir Jadunath Sarkar berpendapat
bahwa beberapa Muslim penjajah itu melancarkan sistematis jihad melawan umat
Hindu di India yang menyatakan bahwa "Setiap perangkat pendek pembantaian dalam
darah dingin terpaksa untuk memesan untuk mengkonversi mata pelajaran kafir. " [48]
Hindu yang masuk Islam tidak kebal terhadap penganiayaan karena Sistem Kasta
Muslim di India yang didirikan oleh Ziauddin Al-Barani dalam Fatawa-i Jahandari.
[49]
, di mana mereka dianggap sebagai Ajlaf kasta "" dan mengalami diskriminasi oleh
"Ashraf" kasta [50]

Disputers of the "Conversion by the Sword Theory" point to the presence of the large
Muslim communities found in Southern India, Sri Lanka, Western Burma,
Bangladesh, Southern Thailand, Indonesia and Malaysia coupled with the distinctive
lack of equivalent Muslim communities around the heartland of historical Muslim
Empires in the Indian Sub-Continent as refutation to the "Conversion by the Sword
Theory". Disputers dari "Konversi oleh Teori Pedang" menunjuk pada keberadaan
komunitas Muslim besar yang ditemukan di Selatan India, Sri Lanka, Burma Barat,
Bangladesh, Thailand Selatan, Indonesia dan Malaysia ditambah dengan kurangnya
khas dari masyarakat Muslim di sekitar jantung yang setara of Empires sejarah
Muslim di benua India Sub-sebagai sanggahan ke "Konversi oleh Teori Pedang". The
legacy of the Muslim conquest of South Asia is a hotly debated issue and argued even
today. Warisan penaklukan Muslim Asia Selatan merupakan isu hangat diperdebatkan
dan berargumen bahkan hari ini. Different population estimates by economics
historian Angus Maddison and by Jean-Noël Biraben also indicate that India's
population did not decrease between 1000 and 1500, but increased by about 35
million during that time. [ 51 ] [ 52 ] perkiraan populasi yang berbeda-beda oleh sejarawan
ekonomi Angus Maddison dan oleh Jean-Noël Biraben juga menunjukkan bahwa
jumlah penduduk Indonesia tidak menurunkan antara 1000 dan 1500, tetapi
meningkat sekitar 35 juta selama waktu itu. [51] [52]

Not all Muslim invaders were simply raiders. Tidak semua penyerbu Muslim hanya
penyerang. Later rulers fought on to win kingdoms and stayed to create new ruling
dynasties. Kemudian penguasa berjuang untuk memenangkan kerajaan dan tinggal
untuk menciptakan dinasti penguasa baru. The practices of these new rulers and their
subsequent heirs (some of whom were borne of Hindu wives) varied considerably.
Praktik para penguasa baru dan ahli waris berikutnya mereka (beberapa di antaranya
ditanggung istri Hindu) sangat bervariasi. While some were uniformly hated, others
developed a popular following. Sementara beberapa orang seragam dibenci, orang
lain mengembangkan populer berikut. According to the memoirs of Ibn Batuta who
travelled through Delhi in the 14th century, one of the previous sultans had been
especially brutal and was deeply hated by Delhi's population, Batuta's memoirs also
indicate that Muslims from the Arab world, Persia and Turkey were often favored
with important posts at the royal courts suggesting that locals may have played a
somewhat subordinate role in the Delhi administration. Menurut memoar Ibnu
Batutah yang bepergian melalui Delhi pada abad ke-14, salah satu sultan sebelumnya
telah terutama brutal dan sangat dibenci oleh jumlah penduduk Delhi,'s memoir
Batutah juga menunjukkan bahwa umat Islam dari dunia Arab, Persia dan Turki
sering disukai dengan jabatan penting di istana menyarankan bahwa penduduk
mungkin telah memainkan peran agak bawahan dalam administrasi Delhi. The term
"Turk" was commonly used to refer to their higher social status. Istilah "Turki" yang
biasa digunakan untuk merujuk kepada yang lebih tinggi status sosial mereka. SAA
Rizvi ( The Wonder That Was India - II ), however points to Muhammad bin Tughlaq
as not only encouraging locals but promoting artisan groups such as cooks, barbers
and gardeners to high administrative posts. SAA Rizvi (The Wonder Itu Apakah India
- II), namun menunjuk ke Muhammad bin Tughlaq tidak hanya mendorong penduduk
setempat tetapi mempromosikan kelompok-kelompok seperti tukang masak, tukang
cukur dan tukang kebun untuk posting administrasi tinggi. In his reign, it is likely that
conversions to Islam took place as a means of seeking greater social mobility and
improved social standing. [ 53 ] Dalam pemerintahannya, kemungkinan bahwa konversi
Islam terjadi sebagai sarana mencari mobilitas sosial yang lebih besar dan
meningkatkan status sosial. [53]

Religious conflict Konflik agama


Muslim-Hindu conflict Konflik Muslim-Hindu

See also: Persecution of Muslims Lihat pula: Penganiayaan Muslim


See also: Persecution of Hindus#During Islamic rule of the Indian sub-continent Lihat
pula: Penganiayaan Hindu # Selama pemerintahan Islam dari benua India
See also: Religious violence in India Lihat juga: kekerasan Agama di India
Before 1947 Sebelum 1947

The conflict between Hindus and Muslims in the Indian subcontinent has a complex
history which can be said to have begun with the Jihad of the Umayyad Caliphate in
Sindh in 711. Konflik antara Hindu dan Muslim di anak benua India memiliki sejarah
yang kompleks yang dapat dikatakan telah dimulai dengan Jihad dari Umayyah
kekhalifahan di Sindh di 711. The persecution of Hindus during the Islamic expansion
in India during the medieval period was characterized by destruction of temples, often
illustrated by historians by the repeated destruction of the Hindu Temple at Somnath
[ 54 ] [ 55 ]
and the anti-Hindu practices of the Mughal emperor Aurangzeb [ 56 ] .
Penganiayaan terhadap Hindu selama ekspansi Islam di India selama periode abad
pertengahan ditandai oleh penghancuran kuil-kuil, sering digambarkan oleh para
sejarawan oleh kerusakan berulang dari Candi Hindu di Somnath [54] [55] dan praktek-
praktek anti-Hindu dari Mughal Kaisar Aurangzeb [56] .

From 1947 to 1991 Dari 1947-1991

The aftermath of the Partition of India in 1947 saw large scale sectarian strife and
bloodshed throughout the nation. Setelah dari Pemisahan India pada tahun 1947
melihat skala besar perselisihan sektarian dan pertumpahan darah di seluruh bangsa.
Since then, India has witnessed sporadic large-scale violence sparked by underlying
tensions between sections of the Hindu and Muslim communities. Sejak itu, India
telah menyaksikan kekerasan skala besar sporadis dipicu oleh ketegangan mendasar
antara bagian-bagian dari Hindu dan masyarakat Muslim. These conflicts also stem
from the ideologies of Hindu Nationalism versus Islamic Extremism and prevalent in
certain sections of the population. Konflik ini juga berasal dari ideologi Nasionalisme
Hindu versus Ekstremisme Islam dan lazim di bagian tertentu dari populasi. Since
independence, India has always maintained a constitutional commitment to secularism
. Sejak kemerdekaan, Indonesia selalu mempertahankan konstitusional komitmen
terhadap sekularisme .

Since 1992 Sejak tahun 1992

The sense of communal harmony between Hindus and Muslims in the post-partition
period has been compromised in the last decade with the razing of the disputed Babri
Mosque in Ayodhya . Rasa harmoni komunal antara Hindu dan Muslim di masa
pasca-partisi telah dikompromikan dalam dekade terakhir dengan razing dari sengketa
Masjid Babri di Ayodhya . The demolition took place in 1992 and was allegedly
perpetrated by the Hindu Nationalist Bharatiya Janata Party and organizations like
Rashtriya Swayamsevak Sangh , Bajrang Dal and Vishwa Hindu Parishad .
pembongkaran tersebut berlangsung pada tahun 1992 dan diduga dilakukan oleh
Hindu Nasionalis Bharatiya Janata Party dan organisasi seperti Rashtriya
Swayamsevak Sangh , Bajrang Dal dan Vishwa Hindu Parishad . This was followed
by tit for tat violence by Muslim and Hindu fundamentalists throughout the country
including Bombay with the Bombay Riots and also the 1993 Bombay Bombings ,
amongst those allegedly involved in these atrocities were the Muslim Mafia don
Dawood Ibrahim and the predominantly Muslim D-Company criminal gang. Hal ini
diikuti oleh kejahatan dibalas kejahatan kekerasan oleh Muslim dan fundamentalis
Hindu di seluruh negara termasuk Bombay dengan Kerusuhan Bombay dan juga 1993
Bom Bombay , di antara mereka yang diduga terlibat dalam kekejaman ini adalah
Mafia Muslim don Dawood Ibrahim dan mayoritas Muslim D-Perusahaan geng
kriminal.

In 2001 a high profile attack on the Indian Parliament by Islamic militants created
considerable strain on community relations. Pada tahun 2001 sebuah serangan profil
tinggi di Parlemen India oleh militan Islam menciptakan ketegangan yang besar
terhadap hubungan masyarakat.

Some of the most violent events in recent times took place during the infamous
Gujarat riots in 2002 where it is estimated one thousand people were killed, most of
whom allegedly Muslim, some sources claim there were approximately 2,000 Muslim
deaths, [ 57 ] there were also allegations made of state involvement. [ 58 ] [ 59 ] The riots
were in retaliation to the Godhra Train Burning in which 50 Hindus pilgrims returning
from the disputed site of the Babri Mosque , were burnt alive in a train fire at the
Godhra railway station. Beberapa peristiwa kekerasan yang paling dalam beberapa
kali terjadi selama terkenal kerusuhan Gujarat pada tahun 2002 di mana diperkirakan
seribu orang tewas, yang kebanyakan diduga Muslim, beberapa sumber mengklaim
ada sekitar 2.000 Muslim Kematian, [57] ada juga tuduhan terbuat dari keterlibatan
negara. [58] [59] The kerusuhan itu sebagai pembalasan ke Burning Kereta Godhra di
mana 50 peziarah Hindu kembali dari situs yang disengketakan dari Masjid Babri ,
dibakar hidup-hidup dalam api kereta di stasiun kereta api Godhra. The incident was a
planned act carried out by revengeful and extremist Ghanchi Muslims in the region
against the Hindu pilgrims according to Gujarat police. [ 60 ] The commission
appointed to investigate this finding declared that the fire was an accident. Insiden ini
adalah tindakan yang direncanakan dilakukan oleh ekstremis Muslim Ghanchi dan
mendendam di daerah terhadap peziarah Hindu menurut polisi Gujarat. [60] Komisi
ditunjuk untuk menyelidiki temuan ini menyatakan bahwa kebakaran itu kecelakaan.
In 2006 the High Court decided the constitution of such a committee was illegal as
another inquiry headed by Justice Nanavati Shah was still investigating the matter. [2]
. Pada tahun 2006 Pengadilan Tinggi memutuskan konstitusi seperti komite itu ilegal
sebagai pertanyaan yang lain yang dipimpin oleh Hakim Nanavati Shah masih
menyelidiki masalah ini. [2] . The Nanavati Shah commission has already given its
first report, in last week of September 2008, where it has said that burning of train in
Godhra was pre-planned and petrol of large quantity was bought by a group of
Muslim people for this purpose. Komisi Nanavati Shah telah memberikan laporan
pertama, pada minggu terakhir September 2008, di mana telah mengatakan bahwa
pembakaran kereta api di Godhra adalah pra-direncanakan dan bensin dari jumlah
besar dibeli oleh sekelompok orang Islam untuk tujuan ini.

The skyline of Ahmedabad filled with smoke as buildings and shops are set on fire by
rioting mobs . Pemandangan dari Ahmedabad yang penuh dengan asap sebagai
bangunan dan toko yang dibakar oleh massa kerusuhan . The riots, which took place
following the Godhra train burning incident, killed more than 790 Muslims and 254
Hindus, including those killed in the Godhra train fire. [ 61 ] Kerusuhan, yang terjadi
setelah kereta api Godhra terbakar insiden, menewaskan lebih dari 790 Muslim dan
254 Hindu, termasuk yang tewas dalam kereta api Godhra. [61]

There was widespread communal violence in which Muslim communities suffered.


Ada kekerasan komunal yang luas di komunitas Muslim menderita. In these riots, the
role played by chief minister of Gujarat, Narendra Modi, and some of his ministers,
police officers, and other right wing Hindu organization has been criticized. Dalam
kerusuhan ini, peran yang dimainkan oleh menteri utama Gujarat, Narendra Modi, dan
beberapa menterinya, polisi, dan organisasi sayap kanan Hindu lainnya telah dikritik.
Gujarat administration, Gujarat police under Narendra Modi, deliberately targeted
Muslims. Administrasi Gujarat, Gujarat Narendra Modi polisi di bawah, sengaja
ditargetkan Muslim. Narendra Modi was even accused of genocide. Narendra Modi
bahkan dituduh genosida.

Muslim-Hindu conflicts have also been fomented due to the mushrooming of Islamist
organisations like SIMI ( Students Islamic Movement of India ) whose goal is to
establish Islamic rule in India. Konflik Muslim-Hindu juga telah fomented karena
menjamurnya Islamis organisasi seperti Simi ( Gerakan Mahasiswa Islam India ) yang
tujuannya adalah untuk mendirikan pemerintahan Islam di India. Other Pakistan based
groups such as the Lashkar-e-Toiba and Jaish-e-Mohammed have been fomenting
bias in the local Muslim populace against Hindus. Lainnya Pakistan berdasarkan
kelompok-kelompok seperti Lashkar-e-Toiba dan Jaish-e-Mohammed telah
mengobarkan bias di penduduk Muslim lokal terhadap Hindu. These groups are
believed by many to be responsible for the 11 July 2006 Mumbai train bombings , in
which nearly 200 people were killed. Kelompok-kelompok ini diyakini oleh banyak
orang bertanggung jawab atas 11 pengeboman kereta api Mumbai Juli 2006 , di mana
hampir 200 orang tewas. Such groups also attacked the Indian Parliament in 2001,
declared parts of Indian Kashmir to be Pakistani in 1999 and have orchestrated
numerous other attacks including constant attacks in Indian Kashmir and bombings in
the Indian capital New Delhi . kelompok tersebut juga menyerang Parlemen India
pada tahun 2001, menyatakan bagian India Kashmir harus Pakistan pada tahun 1999
dan telah mengatur berbagai serangan lainnya termasuk serangan yang konstan di
Kashmir India dan pemboman di New Delhi India modal . In the meantime, the toll of
innocent Muslims and Hindus at the altar of communal strife continues to mount. [3]
Sementara itu, jumlah korban yang tidak bersalah Muslim dan Hindu di altar
perselisihan komunal terus meningkat. [3]

As per Professor MD Nalapat (Vice-chairman of the Manipal Advanced Research


Group, UNESCO Peace Chair, and professor of geopolitics at Manipal University),
the reason for "Hindu - Muslim" conflict is "Hindu Backlash" or "partial" secularism,
in which only Hindus are expected to be secular while Muslims and other minorities
remain free to practice exclusionary practices. [ 62 ] . Per MD Profesor Nalapat (Wakil
Ketua Parahyangan Catholic Advanced Research Group, UNESCO Perdamaian
Ketua, dan profesor geopolitik di Parahyangan Catholic University), alasan untuk
"Hindu - Muslim" konflik "Hindu Backlash" atau "sebagian" sekularisme, di yang
hanya Hindu diharapkan akan sekuler sementara Muslim dan minoritas lainnya tetap
bebas untuk menjalankan praktik eksklusif. [62] .

In 2004, several Indian school textbooks were scrapped by the National Council of
Educational Research and Training after they were found to be loaded with anti-
Muslim prejudice. Pada tahun 2004, beberapa buku pelajaran sekolah India juga yang
ditolak oleh Dewan Riset Nasional Pendidikan dan Pelatihan setelah mereka
ditemukan akan diambil dengan prasangka anti-Muslim. The NCERT argued that the
books were "written by scholars hand-picked by the previous Hindu nationalist
administration". The NCERT berpendapat bahwa buku-buku itu "ditulis oleh ulama
tangan-diambil oleh pemerintah nasionalis Hindu sebelumnya". According to The
Guardian , the textbooks depicted India's past Muslim rulers "as barbarous invaders
and the medieval period as a dark age of Islamic colonial rule which snuffed out the
glories of the Hindu empire that preceded it". [ 63 ] In one textbook, it was purported
that the Taj Mahal , the Qutb Minar and the Red Fort —all examples of Islamic
architecture—"were designed and commissioned by Hindus". [ 63 ] Menurut The
Guardian , buku pelajaran digambarkan lalu Muslim penguasa India "sebagai
penjajah biadab dan periode abad pertengahan sebagai zaman kegelapan
pemerintahan kolonial Islam yang padam kemuliaan kerajaan Hindu yang
mendahuluinya". [63] Dalam salah satu buku, itu itu diandaikan bahwa Taj Mahal ,
yang Minar Quthb dan Red Fort -semua contoh dari arsitektur Islam-"yang dirancang
dan ditugaskan oleh Hindu". [63]

Muslim-Sikh conflict Konflik Muslim-Sikh

Sikhism emerged in the Punjab during the Mughal period. Sikhisme muncul di Punjab
selama Mughal periode. Conflict between early Sikhs and the Muslim power center at
Delhi reached an early high point in 1606 when Guru Arjan Dev , the fifth guru of the
Sikhs, was tortured and killed by Jahangir, the Mughal Emperor. Konflik antara Sikh
awal dan pusat kekuasaan Islam di Delhi mencapai titik awal yang tinggi di tahun
1606 ketika Guru Arjan Dev , guru kelima Sikh, disiksa dan dibunuh oleh Jahangir,
Kaisar Mughal. After the death of the fifth beloved Guru his son had taken his spot
Guru Har Gobind who basically made the Sikhs a warrior religion. Setelah kematian
Guru tercinta kelima anaknya telah mengambil tempatnya Guru Har Gobind yang
pada dasarnya membuat Sikh agama prajurit. Guru ji was the first to defeat the
Mughal empire in a battle which had taken place in present Sri Hargobindpur in
Gurdaspur [ 64 ] After this point the Sikhs were forced to organize themselves militarily
for their protection. ji Guru adalah orang pertama yang mengalahkan kerajaan Mongol
dalam pertempuran yang terjadi di masa sekarang Hargobindpur Sri di Gurdaspur [64]
Setelah titik ini Sikh dipaksa untuk mengorganisir diri militer untuk melindungi
mereka. Later in the 16th century, Tegh Bahadur became guru in 1665 and led the
Sikhs until 1675. Kemudian pada abad ke 16, Tegh Bahadur menjadi guru pada tahun
1665 dan memimpin Sikh sampai 1675. Teg Bahadur was executed by the Mughal
Emperor Aurangzeb for helping to protect Hindus, after a delegation of Kashmiri
Pandits came to him for help when the Emperor condemned them to death for failing
to convert to Islam. [ 65 ] This is an early example which illustrates how the Hindu-
Muslim conflict and the Muslim-Sikh conflicts are connected. TEG Bahadur itu
dieksekusi oleh Kaisar Mughal Aurangzeb untuk membantu melindungi orang-orang
Hindu, setelah delegasi dari Kashmir Pandits datang kepadanya untuk membantu
ketika Kaisar mengutuk mereka mati karena gagal masuk Islam. [65] Ini adalah contoh
awal yang menggambarkan bagaimana konflik Hindu-Muslim dan konflik Muslim-
Sikh terhubung.

In 1699, the Khalsa was founded by Guru Gobind Singh , the last guru. Pada tahun
1699, yang Khalsa didirikan oleh Guru Gobind Singh , guru terakhir. A former ascetic
was charged by Gobind Singh with the duty of punishing those who had persecuted
the Sikhs. Seorang mantan pertapa dibebankan oleh Gobind Singh dengan tugas untuk
menghukum orang-orang yang telah menganiaya orang-orang Sikh. After the guru's
death, Baba Banda Singh Bahadur became the leader of the Sikh army and was
responsible for several attacks on the Mughal empire. Setelah kematian guru itu, Baba
Banda Singh Bahadur menjadi pemimpin tentara Sikh dan bertanggung jawab atas
beberapa serangan kerajaan Mughal. He was executed by the emperor Jahandar Shah
after refusing the offer of a pardon if he converted to Islam. [ 66 ] The decline of
Mughal power during the 17th and 18th centuries, along with the growing strength of
the Sikh Confederacy and later, the Sikh Empire , resulted in a balance of power
which protected the Sikhs from more violence. Dia dihukum mati oleh kaisar Shah
Jahandar setelah menolak tawaran grasi jika dia masuk Islam. [66] Penurunan
kekuasaan Mughal pada abad ke-17 dan ke-18, bersama dengan kekuatan yang
tumbuh dari Konfederasi Sikh dan kemudian, Sikh Kekaisaran , menghasilkan
keseimbangan kekuasaan yang melindungi Sikh dari kekerasan lebih. The Sikh
Empire was absorbed into the British Indian empire after the Second Anglo-Sikh War
of 1849. Kekaisaran Sikh diserap ke dalam kekaisaran India Inggris setelah kedua
Perang Anglo-Sikh tahun 1849.

Massive population exchanges took place during the Partition of India in 1947, and
the British Indian province of Punjab was divided into two parts, and the western
parts were given to the Dominion of Pakistan , while the eastern parts were given to
the Union of India . pertukaran populasi besar-besaran berlangsung selama Pemisahan
India pada tahun 1947, dan provinsi Punjab India Inggris dibagi menjadi dua bagian,
dan bagian barat diberikan kepada Dominion Pakistan , sedangkan bagian timur
diberikan kepada Uni India . 5.3 million Muslims moved from India to West Punjab
in Pakistan, 3.4 million Hindus and Sikhs moved from Pakistan to East Punjab in
India. 5.300.000 Muslim pindah dari India ke Barat Punjab di Pakistan, 3,4 juta Hindu
dan Sikh pindah dari Pakistan ke Punjab Timur di India. The newly formed
governments were completely unequipped to deal with migrations of such staggering
magnitude, and massive violence and slaughter occurred on both sides of the border.
Pemerintah yang baru terbentuk benar-benar dibekali untuk menangani migrasi besar
mengejutkan seperti itu, dan pembantaian besar-besaran dan kekerasan terjadi di
kedua sisi perbatasan. Estimates of the number of deaths range around roughly
500,000, with low estimates at 200,000 and high estimates at 1,000,000. [ 67 ] Perkiraan
jumlah kematian berkisar sekitar sekitar 500.000, dengan perkiraan rendah di 200.000
dan perkiraan tinggi pada 1.000.000. [67]

Muslim-Christian conflict Konflik Muslim-Kristen

The Jamalabad fort route. The benteng Jamalabad rute. Mangalorean Catholics had
traveled through this route on their way to Seringapatam Mangalorean Katolik telah
menempuh perjalanan melalui rute perjalanan mereka untuk Seringapatam

In spite of the fact that there have been relatively fewer conflicts between Muslims
and Christians in India in comparison to those between Muslims and Hindus, or
Muslims and Sikhs, the relationship between Muslims and Christians have also been
occasionally turbulent. Terlepas dari fakta bahwa telah terjadi konflik yang relatif
lebih sedikit antara Muslim dan Kristen di India dibandingkan dengan orang-orang
antara Muslim dan Hindu, atau Muslim dan Sikh, hubungan antara Muslim dan
Kristen juga kadang-kadang bergolak. With the advent of European colonialism in
India throughout the 16th, 17th and 18th centuries, Christians were systematically
persecuted in a few Muslim ruled kingdoms in India. Dengan munculnya
kolonialisme Eropa di India sepanjang, 16 abad ke-17 dan 18, orang Kristen dianiaya
secara sistematis dalam beberapa muslim memerintah kerajaan di India.

Anti-Christian persecution by Tippu Sultan in the 17th century Anti-Kristen


penganiayaan oleh Tippu Sultan di abad ke-17

Perhaps the most infamous acts of anti-Christian persecution by Muslims was


committed by Tippu Sultan, the ruler of the Kingdom of Mysore against the
Mangalorean Catholic community from Mangalore and the erstwhile South Canara
district on the southwestern coast of India. Mungkin yang paling terkenal dari
tindakan penganiayaan anti-Kristen oleh umat Islam dilakukan oleh Tippu Sultan,
penguasa dari Kerajaan Mysore terhadap Katolik Mangalorean masyarakat dari
Mangalore dan mantan Canara Selatan kabupaten di pantai barat daya India. Tippu
was widely reputed to be anti-Christian. Tippu secara luas dikenal sebagai anti-
Kristen. The captivity of Mangalorean Catholics at Seringapatam , which began on 24
February 1784 and ended on 4 May 1799, remains the most disconsolate memory in
their history. [ 68 ] Pembuangan dari Mangalorean Katolik di Seringapatam , yang
dimulai pada 24 Februari 1784 dan berakhir pada 4 Mei 1799, tetap menjadi kenangan
yang paling sedih dalam sejarah mereka. [68]

The Bakur Manuscript reports him as having said: "All Musalmans should unite
together, and considering the annihilation of infidels as a sacred duty, labor to the
utmost of their power, to accomplish that subject." [ 69 ] Soon after the Treaty of
Mangalore in 1784, Tippu gained control of Canara. [ 70 ] He issued orders to seize the
Christians in Canara, confiscate their estates, [ 71 ] and deport them to Seringapatam,
the capital of his empire, through the Jamalabad fort route. [ 72 ] However, there were
no priests among the captives. Naskah Bakur dia sebagai laporan yang mengatakan:
"Semua Musalmans harus bersatu bersama-sama, dan mempertimbangkan
penghapusan kafir sebagai tugas suci, tenaga kerja ke-habisnya kekuasaan mereka,
untuk mencapai subjek yang". [69] Segera setelah Perjanjian Mangalore pada 1784,
Tippu menguasai Canara. [70] Ia mengeluarkan perintah untuk menangkap orang-orang
Kristen di Canara, menyita perkebunan mereka, [71] dan mendeportasi mereka untuk
Seringapatam, ibu kota kerajaannya, melalui benteng Jamalabad rute. [72] Namun,
tidak ada imam diantara para tawanan. Together with Fr Miranda, all the 21 arrested
priests were issued orders of expulsion to Goa, fined Rs 2 lakhs, and threatened death
by hanging if they ever returned. [ 69 ] Bersama dengan Fr Miranda, semua imam
ditangkap 21 dikeluarkan perintah pengusiran ke Goa, didenda Rs 2 lakh, dan
terancam hukuman gantung jika mereka pernah kembali. [69]

Tippu ordered the destruction of 27 Catholic churches, all beautifully carved with
statues depicting various saints. Tippu memerintahkan penghancuran 27 gereja
Katolik, semua yang diukir indah dengan patung-patung yang menggambarkan
berbagai orang kudus. Among them included the Church of Nossa Senhora de Rosario
Milagres at Mangalore , Fr Miranda's Seminary at Monte Mariano , Church of Jesu
Marie Jose at Omzoor , Chapel at Bolar , Church of Merces at Ullal , Imaculata
Conceiciao at Mulki , San Jose at Perar , Nossa Senhora dos Remedios at Kirem , Sao
Lawrence at Karkal , Rosario at Barkur , Immaculata Conceciao at Baidnur . [ 69 ] All
were razed to the ground, with the exception of the The Church of Holy Cross at
Hospet ,owing to the friendly offices of the Chauta Raja of Moodbidri . [ 73 ] Di antara
mereka termasuk Gereja Nossa Senhora de Rosario Milagres di Mangalore , Pastor
Miranda Seminary di Monte Mariano , Gereja Jesu Marie Jose di Omzoor , Chapel di
Bolar , Gereja Merces di Ullal , Imaculata Conceiciao di Mulki , San Jose di Perar ,
Nossa Senhora dos Remedios di Kirem , Sao Lawrence di Karkal , Rosario di Barkur ,
Immaculata Conceciao di Baidnur . [69] Semua diratakan dengan tanah, dengan
pengecualian dari Gereja Salib Suci di Hospet , karena kantor ramah dari Chauta Raja
Moodbidri . [73]

According to Thomas Munro , a Scottish soldier and the first collector of Canara,
around 60,000 of them, [ 74 ] nearly 92 percent of the entire Mangalorean Catholic
community, were captured, only 7,000 escaped. Francis Buchanan gives the numbers
as 70,000 captured, from a population of 80,000, with 10,000 escaping. Menurut
Thomas Munro , seorang prajurit Skotlandia dan kolektor pertama Canara, sekitar
60.000 dari mereka, [74] hampir 92 persen dari seluruh Mangalorean komunitas
Katolik, ditangkap, hanya 7.000 melarikan diri. Francis Buchanan memberikan nomor
sebagai 70.000 ditangkap, dari populasi dari 80.000, dengan 10.000 melarikan diri.
They were forced to climb nearly 4,000 feet (1,200 m) through the jungles of the
Western Ghat mountain ranges. Mereka dipaksa untuk naik hampir 4.000 kaki (1.200
m) melalui hutan dari Ghat Barat pegunungan. It was 210 miles (340 km) from
Mangalore to Seringapatam, and the journey took six weeks. Itu adalah 210 mil (340
km) dari Mangalore untuk Seringapatam, dan perjalanan waktu enam minggu.
According to British Government records, 20,000 of them died on the march to
Seringapatam. Menurut catatan Pemerintah Inggris, 20.000 dari mereka meninggal di
perjalanan ke Seringapatam. According to James Scurry, a British officer, who was
held captive along with Mangalorean Catholics, 30,000 of them were forcibly
converted to Islam. Menurut James Scurry, seorang perwira Inggris, yang disandera
bersama Mangalorean Katolik, 30.000 dari mereka dipaksa masuk Islam. The young
women and girls were forcibly made wives of the Muslims living there. [ 75 ] The
young men who offered resistance were disfigured by cutting their noses, upper lips,
and ears. [ 76 ] According to Mr. Silva of Gangolim , a survivor of the captivity, if a
person who had escaped from Seringapatam was found, the punishment under the
orders of Tippu was the cutting off of the ears, nose, the feet and one hand. [ 77 ] Para
perempuan muda dan gadis-gadis itu secara paksa membuat istri kaum muslimin
tinggal di sana. [75] Orang-orang muda yang ditawarkan perlawanan yang rusak
dengan memotong hidung mereka, bibir atas, dan telinga. [76] Menurut Mr Silva dari
Gangolim , bertahan tawanan itu, jika seseorang yang telah melarikan diri dari
Seringapatam ditemukan, hukuman di bawah perintah Tippu adalah memotong pada
telinga, hidung, kaki dan satu tangan. [77]

The Archbishop of Goa wrote in 1800, "It is notoriously known in all Asia and all
other parts of the globe of the oppression and sufferings experienced by the
Christians in the Dominion of the King of Kanara, during the usurpation of that
country by Tipu Sultan from an implacable hatred he had against them who professed
Christianity." [ 69 ] Uskup Agung Goa pada tahun 1800 menulis, "Hal ini sangat
dikenal di seluruh Asia dan semua bagian lain dari dunia dari penindasan dan
penderitaan yang dialami oleh orang-orang Kristen di Dominion Raja Kanara,
selama perebutan negara yang oleh Tipu Sultan dari kebencian dia terhadap mereka
yang mengaku Kristen ". [69]
The British officer James Scurry , who was detained a prisoner for 10 years by Tipu
Sultan along with the Mangalorean Catholics Perwira Inggris James Scurry , yang
ditahan tahanan selama 10 tahun oleh Tipu Sultan bersama dengan Katolik
Mangalorean

Tippu Sultan's invasion of the Malabar had an adverse impact on the Syrian Malabar
Nasrani community of the Malabar coast. Tippu Sultan invasi dari Malabar memiliki
dampak negatif terhadap Malabar Nasrani Suriah komunitas pantai Malabar. Many
churches in the Malabar and Cochin were damaged. Banyak gereja di Malabar dan
Cochin rusak. The old Syrian Nasrani seminary at Angamaly which had been the
center of Catholic religious education for several centuries was razed to the ground by
Tippu's soldiers. Seminari Nasrani tua Suriah di Angamaly yang telah menjadi pusat
pendidikan agama Katolik selama beberapa abad itu diratakan dengan tanah oleh
tentara Tippu's. A lot of centuries old religious manuscripts were lost forever. Banyak
agama berusia berabad-abad naskah hilang selamanya. The church was later relocated
to Kottayam where it still exists to this date. Gereja itu kemudian dipindahkan ke
Kottayam mana masih ada sampai saat ini. The Mor Sabor church at Akaparambu and
the Martha Mariam Church attached to the seminary were destroyed as well. Gereja
Mor Sabor di Akaparambu dan Mariam Martha Gereja terpasang ke seminari hancur
juga. Tippu's army set fire to the church at Palayoor and attacked the Ollur Church in
1790. Tippu tentara yang membakar gereja di Palayoor dan menyerang Gereja Ollur
tahun 1790. Furthernmore, the Arthat church and the Ambazhakkad seminary was
also destroyed. Furthernmore, gereja dan seminari Arthat Ambazhakkad juga hancur.
Over the course of this invasion, many Syrian Malabar Nasrani were killed or forcibly
converted to Islam. Selama invasi ini, banyak Suriah Malabar Nasrani dibunuh atau
dipaksa masuk Islam. Most of the coconut, arecanut, pepper and cashew plantations
held by the Syrian Malabar farmers were also indiscriminately destroyed by the
invading army. Sebagian besar kelapa, arecanut, lada dan perkebunan mete yang
diselenggarakan oleh para petani Malabar Suriah juga tanpa pandang bulu
dihancurkan oleh tentara menyerang. As a result, when Tippu's army invaded
Guruvayur and adjacent areas, the Syrian Christian community fled Calicut and small
towns like Arthat to new centres like Kunnamkulam, Chalakudi, Ennakadu,
Cheppadu, Kannankode, Mavelikkara , etc. where there were already Christians.
Akibatnya, kapan tentara menyerbu Tippu Guruvayur dan daerah sekitarnya,
masyarakat Kristen Suriah melarikan diri Kalkuta dan kota-kota kecil seperti Arthat
ke pusat-pusat baru seperti Kunnamkulam, Chalakudi, Ennakadu, Cheppadu,
Kannankode, Mavelikkara , dll di mana sudah ada orang Kristen. They were given
refuge by Sakthan Tamburan, the ruler of Cochin and Karthika Thirunal, the ruler of
Travancore, who gave them lands, plantations and encouraged their businesses.
Mereka diberi perlindungan oleh Sakthan Tamburan, penguasa dan Karthika Thirunal
Cochin, penguasa Travancore, yang memberi mereka tanah, perkebunan dan
mendorong usaha mereka. Colonel Macqulay, the British resident of Travancore also
helped them. [ 78 ] Kolonel Macqulay, warga Inggris Travancore juga membantu
mereka. [78]

His persecution of Christians also extended to captured British soldiers.


penganiayaan-Nya orang Kristen juga diperluas ke tentara Inggris ditangkap. For
instance, there were a significant amount of forced conversions of British captives
between 1780 and 1784. Misalnya, ada sejumlah besar konversi paksa tawanan
Inggris antara 1780 dan 1784. Following their disastrous defeat at the battle of
Pollilur , 7,000 British men along with an unknown number of women were held
captive by Tipu in the fortress of Seringapatnam. Setelah bencana kekalahan mereka
di pertempuran Pollilur , 7.000 orang Inggris bersama dengan nomor yang tidak
diketahui perempuan ditawan oleh Tipu dalam benteng Seringapatnam. Of these, over
300 were circumcised and given Muslim names and clothes and several British
regimental drummer boys were made to wear ghagra cholis and entertain the court as
nautch girls or dancing girls. Dari jumlah tersebut, lebih dari 300 disunat dan diberi
nama Muslim dan pakaian dan beberapa anak laki-laki Inggris drummer resimen
dilakukan untuk memakai choli ghagra dan menghibur pengadilan sebagai gadis
nautch atau gadis-gadis penari. After the 10 year long captivity ended, James Scurry,
one of those prisoners, recounted that he had forgotten how to sit in a chair and use a
knife and fork. Setelah penawanan panjang 10 tahun berakhir, James Scurry, salah
satu tahanan, menceritakan bahwa ia lupa bagaimana untuk duduk di kursi dan
menggunakan pisau dan garpu. His English was broken and stilted, having lost all his
vernacular idiom. Bahasa Inggris-nya rusak dan kaku, kehilangan semua idiom
vernakular nya. His skin had darkened to the swarthy complexion of negroes , and
moreover, he had developed an aversion to wearing European clothes. [ 79 ] During the
surrender of the Mangalore fort which was delievered in an armistice by the British
and their subsequent withdrawal, all the Mestizos and remaining non-British
foreigners were killed, together with 5,600 Mangalorean Catholics. Kulitnya gelap
dengan corak berkulit gelap negro , dan terlebih lagi, ia telah mengembangkan
keengganan untuk mengenakan pakaian Eropa. [79] Selama penyerahan benteng
Mangalore yang delievered dalam gencatan senjata oleh British dan penarikan
berikutnya mereka, semua Mestizos dan asing non-Inggris yang tersisa tewas,
bersama dengan 5.600 Mangalorean Katolik. Those condemned by Tipu Sultan for
treachery were hanged instantly, the gibbets being weighed down by the number of
bodies they carried. Mereka dikutuk oleh Tipu Sultan untuk pengkhianatan digantung
langsung, yang gibbets yang dibebani dengan jumlah tubuh mereka bawa. The
Netravati River was so putrid with the stench of dying bodies, that the local residents
were forced to leave their riverside homes. [ 69 ] Sungai Netravati begitu amis dengan
bau badan mati, bahwa warga setempat terpaksa meninggalkan rumah mereka di tepi
sungai. [69]

Modern times Modern kali

In modern times, Muslims in India who convert to Christianity are often subjected to
harassment, intimidation, and attacks by Muslims. Di masa modern, umat Islam di
India yang masuk agama Kristen sering mengalami pelecehan, intimidasi, dan
serangan oleh Muslim. In Kashmir , the only Indian state with a Muslim majority, a
Christian convert and missionary named Bashir Tantray was killed , allegedly by
militant Islamists in 2006 [ 80 ] . Di Kashmir , India satu-satunya negara dengan
mayoritas Muslim, Kristen mengubah dan misionaris bernama Bashir Tantray
dibunuh, diduga dilakukan oleh militan Islam tahun 2006 [80] .

Caste system among South Asian Muslims Sistem


kasta di kalangan Muslim Asia Selatan
Main article: Caste system among South Asian Muslims Artikel utama: Sistem Kasta
di antara Muslim di Asia Selatan
Caste system among South Asian Muslims refers to units of social stratification that
have developed among Muslims in South Asia. Sistem Kasta di antara Muslim di Asia
Selatan mengacu pada unit stratifikasi sosial yang telah berkembang di antara Muslim
di Asia Selatan.

Origins Asal

Sources indicate that the castes among Muslims developed as the result of the concept
of Kafa'a [ 81 ] [ 82 ] [ 83 ] . Sumber menunjukkan bahwa kasta antara Muslim
dikembangkan sebagai hasil dari konsep Kafa'a [81] [82] [83] . Those who are referred to
as Ashrafs (see also Sharif ) are presumed to have a superior status derived from their
foreign Arab ancestry [ 84 ] [ 85 ] , while the Ajlafs are assumed to be converts from
Hinduism, and have a lower status. Mereka yang disebut sebagai Ashrafs (lihat juga
Sharif ) yang dianggap memiliki status unggul berasal dari luar negeri Arab keturunan
mereka [84] [85] , sedangkan Ajlafs diasumsikan mengkonversi dari Hindu, dan memiliki
status lebih rendah. Actual Muslim social practice, including in India, points to the
existence of sharp social hierarchies that numerous Muslim scholars have sought to
provide appropriate Islamic sanction through elaborate rules of fiqh associated with
the notion of kafa'a. Realisasi Muslim praktek sosial, termasuk di India, menunjukkan
keberadaan hierarki sosial tajam yang banyak cendekiawan Muslim telah berusaha
untuk memberikan sanksi sesuai dengan aturan Islam rumit fiqh yang terkait dengan
gagasan kafa'a.

Most prominent Muslim scholars like Maulvi Ahmad Raza Khan Barelvi and Maulvi
Ashraf Ali Faruqui Thanvi have championed the notion of caste superiority based on
birth. Kebanyakan sarjana Muslim terkemuka seperti Maulvi Ahmad Raza Khan
Barelvi dan Maulvi Ashraf Ali Faruqui Thanvi telah memperjuangkan gagasan kasta
superioritas berdasarkan kelahiran. It is argued that Muslims of Arab origin ( Sayyeds
and Shaikhs ) are superior to non-Arab or Ajami Muslims, and so while a man who
claims Arab origin can marry an Ajami woman, the reverse is not possible. Dikatakan
bahwa Muslim dari Arab asal ( Sayyeds dan Syekh ) lebih unggul dari non-Muslim
Arab atau Ajami, maka sementara seorang pria yang mengaku keturunan Arab dapat
menikahi seorang wanita Ajami, sebaliknya tidak mungkin. Likewise, they argue, a
Pathan Muslim man can marry a Julaha (Ansari) Mansuri (Dhunia,) Rayin ( Kunjra )
or Quraishi ( Qasai or butchers) woman, but an Ansari, Rayin, Mansuri and Quraishi
man cannot marry a Pathan woman since they consider these castes to be inferior to
Pathans. Demikian pula, mereka berpendapat, seorang Pathan pria muslim dapat
menikah dengan Julaha (Ansari) Mansuri (Dhunia,) Rayin ( Kunjra ) atau Quraisy (
Qasai atau tukang jagal) perempuan, melainkan Ansari, Rayin, Mansuri dan orang
Quraisy tidak bisa menikah dengan seorang wanita Pathan sejak mereka menganggap
kasta ini akan lebih rendah daripada Pathan. Many of these ulama also believed that it
is best to marry within one own caste. Banyak ulama ini juga percaya bahwa yang
terbaik adalah menikah dalam satu kasta sendiri. The practice of endogamous
marriage in one's caste is strictly observed in India. [ 86 ] [ 87 ] Interestingly, in three
genetic studies representing the whole of South Asian Muslims, it was found that the
Muslim population was overwhelmingly similar to the local non-Muslims associated
with minor but still detectable levels of gene flow from outside, primarily from Iran
and Central Asia, rather than directly from the Arabian Peninsula. [ 7 ] Praktek
perkawinan endogamous di's kasta seseorang diperhatikan di India. [86] [87]
Menariknya, dalam tiga studi genetika yang mewakili seluruh Selatan Muslim Asia,
ditemukan bahwa populasi Muslim sangat mirip dengan non lokal-Muslim terkait
dengan kecil tapi masih tingkat terdeteksi aliran gen dari luar, terutama dari Iran dan
Asia Tengah, bukan langsung dari Semenanjung Arab. [7]

Stratification Stratifikasi

In some parts of South Asia, the Muslims are divided as Ashrafs and Ajlafs. [ 88 ]
Ashrafs claim a superior status derived from their foreign ancestry [ 84 ] [ 89 ] . Di
beberapa bagian Asia Selatan, umat Islam dibagi sebagai Ashrafs dan Ajlafs. [88]
Ashrafs mengklaim status unggul berasal dari keturunan asing mereka [84] [89] . The
non-Ashrafs are assumed to be converts from Hinduism, and are therefore drawn from
the indigenous population. Non-Ashrafs diasumsikan mengkonversi dari Hindu, dan
karena itu diambil dari penduduk pribumi. They, in turn, are divided into a number of
occupational castes. [ 89 ] Mereka, pada gilirannya, dibagi menjadi beberapa kasta
kerja. [89]

Sections of the ulema (scholars of Islamic jurisprudence) provide religious legitimacy


to caste with the help of the concept of kafa'a. Bagian dari ulama (sarjana hukum
Islam) memberikan legitimasi agama untuk kasta dengan bantuan konsep kafa'a. A
classical example of scholarly declaration of the Muslim caste system is the Fatawa-i
Jahandari , written by the fourteenth century Turkish scholar, Ziauddin Barani , a
member of the court of Muhammad bin Tughlaq , of the Tughlaq dynasty of the Delhi
Sultanate. Sebuah contoh klasik dari deklarasi ilmiah dari sistem kasta Muslim adalah
Fatawa-i Jahandari, ditulis oleh abad keempat belas sarjana Turki, Ziauddin Barani ,
anggota pengadilan Muhammad bin Tughlaq , dari dinasti Tughlaq Kesultanan Delhi.
Barani was known for his intensely casteist views, and regarded the Ashraf Muslims
as racially superior to the Ajlaf Muslims. Barani dikenal karena pandangannya intens
casteist, dan dianggap Ashraf sebagai Muslim lebih unggul rasial Muslim Ajlaf. He
divided the Muslims into grades and sub-grades. Dia membagi Muslim ke dalam
kelas dan sub kelas. In his scheme, all high positions and privileges were to be a
monopoly of the high born Turks, not the Indian Muslims. Dalam skema itu, semua
posisi tinggi dan hak istimewa yang menjadi monopoli Turki lahir tinggi, bukan
Muslim India. Even in his interpretation of the Koranic verse "Indeed, the pious
amongst you are most honored by Allah", he considered piety to be associated with
noble birth. Bahkan dalam penafsirannya tentang ayat Qur'an "Sesungguhnya, orang-
orang saleh di antara Anda yang paling dihormati oleh Allah", ia menganggap
kesalehan dihubungkan dengan kelahiran mulia. Barrani was specific in his
recommendation that the "sons of Mohamed" [ie Ashrafs] "be given a higher social
status than the low-born [ie Ajlaf] [ 90 ] .His most significant contribution in the fatwa
was his analysis of the castes with respect to Islam. [ 90 ] His assertion was that castes
would be mandated through state laws or "Zawabi" and would carry precedence over
Sharia law whenever they were in conflict. [ 90 ] In the Fatwa-i-Jahandari (advice XXI),
he wrote about the "qualities of the high-born" as being "virtuous" and the "low-born"
being the "custodian of vices". Every act which is "contaminated with meanness and
based on ignominity, comes elegantly [from the Ajlaf]". [ 90 ] Barani had a clear disdain
for the Ajlaf and strongly recommended that they be denied education, lest they usurp
the Ashraf masters. He sought appropriate religious sanction to that effect. [ 83 ] Barrani
also developed an elaborate system of promotion and demotion of Imperial officers
("Wazirs") that was primarily on the basis of their caste. [ 90 ] Barrani begitu spesifik
dalam rekomendasi bahwa "anak-anak Mohamed" yaitu [Ashrafs] "diberi status sosial
yang lebih tinggi dari lahir [yaitu rendah-Ajlaf] [90] . paling signifikan kontribusi-Nya
dalam fatwa adalah analisis tentang kasta berkenaan dengan Islam. [90] pernyataan-Nya
adalah bahwa kasta akan dimandatkan melalui undang-undang negara bagian atau
"Zawabi" dan akan membawa diutamakan daripada Syariah hukum setiap kali mereka
berada dalam konflik. [90] Dalam Fatwa-i-Jahandari (nasihat XXI) , ia menulis tentang
"kualitas tinggi-lahir" sebagai "saleh" dan "rendah lahir" menjadi penjaga "dari
kejahatan". Setiap tindakan yang "terkontaminasi dengan keburukan dan berdasarkan
ignominity, berasal elegan [dari itu] Ajlaf ". [90] Barani memiliki penghinaan yang
jelas untuk Ajlaf dan sangat disarankan agar mereka bisa menikmati pendidikan, agar
mereka merebut master Ashraf.. Dia keagamaan yang sesuai sanksi yang berusaha
untuk efek [83] Barrani juga mengembangkan sistem rumit promosi dan penurunan
pangkat perwira Imperial ("Wazirs") yang terutama berdasarkan kasta mereka. [90]

In addition to the Ashraf/Ajlaf divide, there is also the Arzal caste among Muslims,
who were regarded by anti-Caste activists like Babasaheb Ambedkar as the equivalent
of untouchables. [ 91 ] [ 92 ] The term "Arzal" stands for "degraded" and the Arzal castes
are further subdivided into Bhanar, Halalkhor, Hijra, Kasbi, Lalbegi, Maugta, Mehtar
etc. [ 91 ] [ 92 ] [ 93 ] The Arzal group was recorded in the 1901 census of India and are also
called Dalit Muslims “with whom no other Muhammadan would associate, and who
are forbidden to enter the mosque or to use the public burial ground”.They are
relegated to "menial" professions such as scavenging and carrying night soil . [ 94 ] .
Selain Ashraf / Ajlaf membagi, ada juga kasta Arzal antara Muslim, yang dianggap
oleh aktivis anti-Kasta seperti Babasaheb Ambedkar sebagai setara tersentuh. [91] [92]
Istilah "Arzal" singkatan dari "terdegradasi "dan kasta Arzal yang kemudian dibagi
lagi menjadi Bhanar, Halalkhor, Hijrah, KASBI, Lalbegi, Maugta, Mehtar dll [91] [92]
[93]
Kelompok Arzal tercatat di 1901 sensus India dan juga disebut Dalit Muslim
"dengan siapa Muhammad lainnya tidak akan mengasosiasikan, dan yang dilarang
untuk memasuki masjid atau menggunakan tanah pemakaman umum". Mereka
diturunkan ke "kasar" profesi seperti pembilasan dan membawa tanah malam . [94] .

Some South Asian Muslims have been known to stratify their society according to
Quoms . [ 95 ] These Muslims practise a ritual-based system of social stratification.
Beberapa Muslim Asia Selatan telah dikenal masyarakat mengelompokkan mereka
menurut Quoms. [95] Muslim ini praktik berbasis sistem ritual stratifikasi sosial. The
Quoms who deal with human emissions are ranked the lowest. Para Quoms yang
berurusan dengan emisi manusia adalah peringkat yang terendah. Studies of Bengali
Muslims in India indicate that the concepts of purity and impurity exist among them
and are applicable in inter-group relationships, as the notions of hygiene and
cleanliness in a person are related to the person's social position and not to his/her
economic status. [ 89 ] Muslim Rajput is another caste distinction among Indian
Muslims. Studi Bengali Muslim di India menunjukkan bahwa konsep kemurnian dan
kotoran ada di antara mereka dan dapat diterapkan dalam hubungan antar-kelompok,
sebagai pengertian tentang kebersihan dan kebersihan dalam diri seseorang berkaitan
dengan posisi sosial seseorang dan tidak nya / nya ekonomi status. [89] Muslim Rajput
lain perbedaan kasta antara India Muslim.

Some of the backward or lower-caste Muslim communities include Ansari , Kunjra ,


Churihara, Dhobi and Halalkhor . Beberapa mundur atau lebih rendah kasta
masyarakat Islam termasuk Ansari , Kunjra , Churihara, dhobi dan Halalkhor . The
upper and middle caste Muslim communities include Syed , Shaikh , Shaikhzada ,
Khanzada , Pathan , Mughal , and Malik . [ 96 ] Genetic data has also supported this
stratification. [ 97 ] It should be noted that most of the claims for Arabic ancestry in
India is flawed and points to Arabic preferences in local Shariah. Dan kasta tengah
masyarakat Muslim atas termasuk Syed , Shaikh , Shaikhzada , Khanzada , Pathan ,
Mughal , dan Malik . [96] data genetik juga didukung stratifikasi ini. [97] Perlu dicatat
bahwa sebagian besar klaim keturunan Arab di India adalah cacat dan poin untuk
preferensi bahasa Arab dalam Syariah lokal. Interestingly, in three genetic studies
representing the whole of South Asian Muslims, it was found that the Muslim
population was overwhelmingly similar to the local non-Muslims associated with
minor but still detectable levels of gene flow from outside, primarily from Iran and
Central Asia, rather than directly from the Arabian Peninsula. [ 7 ] Menariknya, dalam
tiga studi genetika yang mewakili seluruh Muslim Asia Selatan, ditemukan bahwa
populasi Muslim sangat mirip dengan non-Muslim lokal yang terkait dengan kecil
tapi masih tingkat terdeteksi aliran gen dari luar, terutama dari Iran dan Asia Tengah,
daripada secara langsung dari Semenanjung Arab. [7]

The Sachar Committee 's report commissioned by the government of India and
released in 2006 , documents the continued stratification in Muslim society. Para
Komite Sachar laporan 's ditugaskan oleh pemerintah India dan dirilis pada 2006 ,
dokumen stratifikasi lanjutan dalam masyarakat muslim.

Interaction and Mobility Interaksi dan Mobilitas

Interactions between the oonchi zat (upper caste) and neechi zat (lower caste) are
regulated by established patron-client relationships of the jajmani system, the upper
castes being referred to as the 'Jajmans', and the lower caste as 'Kamin'. Interaksi
antara zat oonchi (kasta atas) dan zat neechi (kasta yang lebih rendah) diatur oleh
hubungan patron-klien dibentuk dari sistem jajmani, kasta atas yang disebut sebagai
'Jajmans', dan kasta yang lebih rendah sebagai 'Kamin'. Upon contact with a low-caste
Muslim, a Muslim of a higher zat can "purify" by taking a short bath, since there are
no elaborate rituals for purification. [ 89 ] In Bihar state of India, cases have been
reported in which the higher caste Muslims have opposed the burials of lower caste
Muslims in the same graveyard. [ 96 ] Setelah kontak dengan Muslim-kasta rendah,
seorang Muslim dari zat yang lebih tinggi dapat "memurnikan" oleh mandi pendek,
karena tidak ada ritual yang rumit untuk pemurnian. [89] Dalam Bihar negara bagian
India, telah dilaporkan kasus di mana Muslim kasta yang lebih tinggi telah menentang
kuburan Muslim kasta yang lebih rendah di pemakaman yang sama. [96]

Some data indicates that the castes among Muslims have never been as rigid as that
among Hindus. [ 98 ] [ 98 ] An old saying also goes in Bangladesh "Last year I was a
Julaha (weaver); this year a Shaikh; and next year if the harvest be good, I shall be a
Sayyid.". [ 99 ] However, other scholars, such as Ambedkar , disagreed with this thesis.
(see criticism below). Beberapa data menunjukkan bahwa kasta di kalangan umat
Islam tidak pernah sekaku bahwa di antara orang-orang Hindu. [98] [98] Seorang tua
berkata juga terjadi di Bangladesh "Tahun lalu saya adalah seorang Julaha (penenun),
tahun ini Shaikh, dan tahun depan jika panen baik, aku akan menjadi Sayyid.. " [99]
Namun, para sarjana lain, seperti Ambedkar , tidak setuju dengan tesis ini. (lihat kritik
di bawah). The well-known Sufi, Sayyed Jalaluddin Bukhari, also known as
Makhdum Jahaniyan-e-Jahangasht, is said to have declared that providing knowledge
beyond that of the Quran and the rules of prayers and fasting to the so-called razil
(ajlafs) castes is like scattering pearls before swine and dogs! Para sufi terkenal,
Sayyid Jalaluddin Bukhari, juga dikenal sebagai Makhdum Jahaniyan-e-Jahangasht,
dikatakan telah menyatakan bahwa yang memberikan pengetahuan di luar yang dari
Quran dan aturan doa dan puasa ke razil disebut (ajlafs) kasta seperti mutiara
hamburan sebelum babi dan anjing! He reportedly insisted that other Muslims should
not eat with barbers, washers of corpses, dyers, tanners, cobblers, bow-makers and
washermen, besides consumers of alcohol and usurers. Dia dilaporkan bersikeras
bahwa umat Islam lainnya tidak harus makan dengan tukang cukur, tukang cuci
mayat, pencelup, penyamak kulit, tukang sepatu, pembuat busur dan washermen,
selain konsumen alkohol dan usurers. Mohammad Ashraf writes in his “Hindustani
Maashra Ahd-e-Usta Main” that many medieval Islamic rulers did not allow to low-
class people to enter their courts, or if some did they forbade them from opening their
mouths because they considered them to be 'impure'. [ 86 ] The scholar Shabbir Ahmad
Hakeem quotes from another book by Thanvi called “Masawat-e Bahar-e Shariat”, in
which Thanvi argues that Muslims should not allow 'Julahas' (weavers) and 'Nais'
(barbers) to enter Muslims' homes. Mohammad Ashraf menulis dalam "Hindustan
Maashra Ahd-e-Usta Utama" bahwa banyak penguasa Islam Abad Pertengahan tidak
memungkinkan untuk orang kelas rendah untuk memasukkan pengadilan mereka, atau
jika beberapa mereka melarang mereka dari membuka mulut mereka karena mereka
menganggap mereka sebagai 'kotor'. [86] Para sarjana Shabbir Ahmad Hakeem kutipan
dari buku lain dengan Thanvi disebut "Masawat-e Bahar-e Syariah", di mana Thanvi
berpendapat bahwa umat Islam seharusnya tidak membiarkan 'Julahas' (penenun) dan
'NAIS' (tukang cukur ) untuk masuk Islam 'rumah. In his “Bahishti Zewar” Thanvi
claimed that the son of a Sayyed father and a non-Sayyed mother is socially inferior
to the child of a Sayyed couple. Dalam "Bahishti Zewar" mengklaim Thanvi bahwa
putra seorang ayah Sayyid dan ibu non-Sayyed secara sosial lebih rendah daripada
anak dari pasangan Sayyid.

In his “Imdad ul-Fatawa”, Thanvi announced that Sayyeds, Shaikhs, Mughals and
Pathans are all 'respectable' (sharif) communities, and that the oil-presser (Teli) and
weaver (Julaha) communities are 'low' castes (razil aqwam). Dalam "Imdad ul-
Fatawa", Thanvi mengumumkan bahwa Sayyeds, Syekh, Mughal dan Pathan semua
'terhormat' (sayid) masyarakat, dan bahwa minyak-Presser (Teli) dan penenun
(Julaha) masyarakat 'rendah' kasta ( razil aqwam). He claimed that 'nau-Muslims',
non-Arab converts to Islam, cannot be considered the kafaa, for purposes of marriage,
of 'established Muslims' (khandani musalman). Dia menyatakan bahwa 'Nau-Muslim',
mengkonversi non-Arab ke Islam, tidak dapat dianggap kafaa, karena tujuan
pernikahan, dari 'Muslim didirikan (' khandani musalman). Accordingly, he argued,
Pathans, being non-Arabs and, therefore, 'nau-Muslims', are not the kafaa of Sayyeds
and Shaikhs, who claim Arab descent, and, so, cannot inter-marry with them. Oleh
karena itu, ia berpendapat, Pathan, yang non-Arab dan, karenanya, 'Nau-Muslim',
bukan kafaa dari Sayyeds dan Syekh, yang mengaku keturunan Arab, dan, sehingga,
tidak bisa antar-menikah dengan mereka. The first president of All India Muslim
Personal Law Board and Vice Chancellor of the Deoband madrasa, Maulvi Qari
Mohammad Tayyeb Siddiqui, was also supporter of casteism and wrote two books in
support in Mufti Usmani's book on caste: “Ansab wa Qabail Ka Tafazul” and “Nasb
Aur Islam”. Presiden pertama dari All India Muslim Personal Law Board dan Wakil
Rektor madrasah Deoband, Maulvi Qari Mohammad Tayyeb Siddiqui, juga
pendukung casteism dan menulis dua buku yang mendukung dalam buku Mufti
Utsmani pada kasta: "Ansab wa Qabail Ka Tafazul" dan "Nash Islam Aur". True to
this tradition of legitimising caste, even today the admission form of the Deoband
madrasa has a column that asks for applicants to mention their caste. Sesuai dengan
tradisi ini melegitimasi kasta, bahkan saat ini bentuk pengakuan dari madrasah
Deoband memiliki kolom yang meminta pelamar untuk menyebutkan kasta mereka.
For many years after it was established, non-ashraf students were not generally
admitted in the Deoband and the practice still continues. Selama bertahun-tahun
setelah didirikan, mahasiswa non-Asyraf tidak umum diakui di Deoband dan praktek
masih terus berlanjut.

Criticism Kritik

Some Muslim scholars have termed the caste-like features in Indian Muslim society
as a "flagrant violation of the Qur'anic worldview.". Beberapa sarjana Muslim disebut
kasta-fitur seperti di masyarakat Muslim India sebagai "pelanggaran mencolok
pandangan dunia Alquran.". However, most Muslim scholars tried to reconcile and
resolve the "disjunction between Qur'anic egalitarianism and Indian Muslim social
practice" through theorizing it in different ways and interpreting the Quran and Sharia
to justify casteism [ 100 ] . Namun, sebagian besar para cendekiawan Muslim berusaha
untuk mendamaikan dan menyelesaikan kesenjangan "antara egalitarianisme Alquran
dan India sosial praktek muslim" melalui teori itu dengan cara yang berbeda dan
menafsirkan Quran dan Syariah untuk membenarkan casteism [100] .

While some scholars theorize that the Muslim Castes are not as acute in their
discrimination as that among Hindus [ 83 ] [ 98 ] , Dr BR Ambedkar argued otherwise,
writing that the social evils in Muslim society were "worse than those seen in Hindu
society". [ 91 ] [ 92 ] Sementara beberapa ahli berteori bahwa Kasta Muslim tidak akut
pada diskriminasi mereka sebagai bahwa di antara orang-orang Hindu [83] [98] , Dr BR
Ambedkar berpendapat sebaliknya, menulis bahwa kejahatan sosial dalam masyarakat
muslim adalah "lebih buruk daripada yang terlihat dalam masyarakat Hindu" . [91] [92]

Babasaheb Ambedkar was an illustrious figure in Indian politics and the chief
architect of the Indian Constitution . Babasaheb Ambedkar adalah seorang tokoh
terkemuka dalam politik India dan kepala arsitek Konstitusi India . He was extremely
critical of the Muslim Caste System and their practices, quoting that "Within these
groups there are castes with social precedence of exactly the same nature as one finds
among the Hindus but worse in numerous ways". Dia sangat kritis terhadap Islam
Sistem Kasta dan praktek mereka, mengutip bahwa "Dalam kelompok ini terdapat
kasta dengan hak sosial yang sama persis alam sebagai salah satu di antara orang-
orang Hindu menemukan tetapi lebih buruk dengan berbagai cara". He was critical of
how the Ashrafs regarded the Ajlaf and Arzal as "worthless" and the fact that
Muslims tried to sugarcoat the sectarian divisions by using euphemisms like
"brotherhood" to describe them. Dia adalah kritis terhadap bagaimana Ashrafs
menganggap Ajlaf dan Arzal sebagai "tak berguna" dan fakta bahwa umat Islam
berusaha menutup-nutupi divisi sektarian dengan menggunakan eufemisme seperti
"persaudaraan" untuk menggambarkan mereka. He was also critical of the precept of
literalism of scripture among Indian Muslims that led them to keep the Muslim Caste
system rigid and discriminatory. Ia juga kritis terhadap ajaran dari literalisme kitab
suci di kalangan Muslim India yang membawa mereka untuk menjaga sistem Kasta
Muslim kaku dan diskriminatif. He decried against the approval of Shariah to Muslim
casteism. Dia mencela terhadap persetujuan untuk casteism Syariah Islam. It was
based on superiority of foreign elements in society which would ultimately lead to
downfall of local Dalits. Ini didasarkan pada keunggulan unsur asing dalam
masyarakat yang pada akhirnya akan menyebabkan jatuhnya Dalit lokal. This tragedy
would be much more harsher than Hindus who are ethnically related to and supportive
of Dalits. Tragedi ini akan jauh lebih keras daripada etnis Hindu yang berkaitan
dengan dan mendukung Dalit. This Arabian supermacy in Indian Muslims accounted
for its equal disapproval by high and low caste Hindus during 1300 years of Islamic
presence in India. Ini supermacy Arab di India Muslim dipertanggungjawabkan
penolakan sama dengan Hindu kasta tinggi dan rendah selama 1300 tahun kehadiran
Islam di India. He condemned the Indian Muslim Community of being unable to
reform like Muslims in other countries like Turkey did during the early decades of the
twentieth century. [ 91 ] [ 92 ] . Dia mengutuk Komunitas Muslim India tidak mampu
reformasi seperti Muslim di negara-negara lain seperti Turki lakukan selama dekade
awal abad kedua puluh. [91] [92] .

Pakistani -American sociologist Ayesha Jalal writes, in her book, "Democracy and
Authoritarianism in South Asia ",that "Despite its egalitarian principles, Islam in
South Asia historically has been unable to avoid the impact of class and caste
inequalities. As for Hinduism, the hierarchical principles of the Brahmanical social
order have always been contested from within Hindu society, suggesting that equality
has been and continues to be both valued and practiced in Hinduism ." [ 101 ] Pakistan
-Amerika sosiolog Ayesha Jalal menulis, dalam bukunya, "Demokrasi dan
Otoriterisme di Asia Selatan ", bahwa" Meskipun prinsip-prinsip egaliter, Islam di
Asia Selatan historis telah mampu menghindari dampak ketimpangan kelas dan kasta.
Adapun Hindu, prinsip-prinsip hirarkis sosial agar Brahmanical selalu diperdebatkan
dari dalam Hindu masyarakat, menunjukkan bahwa kesetaraan telah dan terus
menjadi baik dihargai dan dipraktikkan dalam Hindu ". [101]

See also: Caste system among South Asian Muslims Lihat juga: sistem Kasta di
antara Muslim di Asia Selatan

Muslim institutes Muslim lembaga


Aligarh Muslim University Aligarh Muslim University

There are several well established Muslim institutes in India. Ada beberapa mapan
lembaga Islam di India. Here is a list of reputed institutes established by Muslims.
Berikut adalah daftar lembaga terkenal didirikan oleh Muslim.

• Modern Universities and institutes: Universitas dan institusi modern:

1. Aligarh Muslim University Aligarh Muslim University


2. Anjuman-I-Islam, Mumbai. Anjuman-I-Islam, Mumbai.
3. Al Ameen Medical College , Bijapur Al Ameen Medical College , Bijapur
4. Era's Lucknow Medical College, Lucknow Era's Medical College Lucknow,
Lucknow
5. Jamal Mohamed College, Trichirapally Jamal Mohamed College,
Trichirapally
6. Dar-us Salam Education Trust Dar-kita Salam Pendidikan Trust
7. Jamia Millia Islamia Jamia Millia Islamia
8. Hamdard University Hamdard Universitas
9. Al-Barkaat Educational Institutions, Aligarh Al-Barkaat Institusi Pendidikan,
Aligarh
10. The Maulana Azad Education Society , Aurangabad Maulana yang Azad
Pendidikan Masyarakat , Aurangabad
11. Dr. Rafiq Zakariya Campus, Aurangabad Dr Rafiq Zakaria Kampus,
Aurangabad
12. Al Ameen Educational Society Al Ameen Pendidikan Masyarakat
13. Crescent Engineering College Crescent Rekayasa College
14. Al-Kabir educational society Al-Kabir pendidikan masyarakat
15. Darul Uloom Deoband Darul Uloom Deoband
16. Darul-uloom Nadwatul Ulama Darul-Uloom Nadwatul Ulama
17. Integral University Integral Universitas
18. Ibn Sina Academy of Medieval Medicine and Sciences Ibnu Sina Akademi
Ilmu Kedokteran Abad Pertengahan dan
19. National College Of Engineering,Tirunelveli National College Of
Engineering, Tirunelveli
20. Al Falah School of Engineering and Technology,Faridabad Al Falah Sekolah
Teknik dan Teknologi, Faridabad
21. Darul Huda Islamic University Universitas Islam Darul Huda
22. Osmania University Osmania Universitas
23. Jamia Nizamia Jamia Nizamia

• Traditional Islamic Universities: Universitas Islam Tradisional:

1. Markazu Saqafathi Sunniya ,Kerala Markazu Saqafathi Sunniya , Kerala


2. Jamia Darul Huda Islamiyya Jamia Darul Huda Islamiah
3. Raza Academy Raza Academy

Population statistics Statistik Penduduk


Islam is India 's largest minority religion, with Muslims officially constituting 13.4%
of the country's population, or 138 million people as of the 2001 census . Islam adalah
India s 'agama minoritas terbesar, dengan umat Islam secara resmi merupakan 13,4%
dari penduduk negara itu, atau 138 juta orang pada tahun 2001 sensus . However,
unofficial estimates claim a far higher figure supposedly discounted in censuses.
Namun, perkiraan tidak resmi klaim angka jauh lebih tinggi seharusnya diskon dalam
sensus. For instance, in an interview with a well circulated newspaper of India The
Hindu Justice KM Yusuf, a retired Judge from Calcutta High Court and Chairman of
West Bengal Minority Commission , has said that the real percentage of Muslims in
India is at least 20%. [4] Misalnya, dalam wawancara dengan surat kabar beredar juga
di India The Hindu Kehakiman KM Yusuf, seorang Hakim pensiunan dari Calcutta
Pengadilan Tinggi dan Ketua Komisi Hak Bengal Barat, mengatakan bahwa
persentase nyata umat Islam di India adalah minimal 20%. [4]

Hindutva groups claim in their reports that the Muslim population has reached 30%.
[5] [ 102 ] Hindutva kelompok klaim dalam laporan mereka bahwa populasi Muslim
mencapai 30%. [5] [102]

The largest concentrations-about 47% of all Muslims in India, according to the 2001
census—live in the 3 states of Uttar Pradesh (30.7 million) (18.5%), West Bengal
(20.2 million) (25%), and Bihar (13.7 million) (16.5%). Konsentrasi terbesar-sekitar
47% dari semua Muslim di India, menurut sensus tahun 2001 tinggal di 3 negara
bagian Uttar Pradesh (30,7 juta) (18,5%), Bengal Barat (20,2 juta) (25%), dan Bihar
( 13.700.000) (16,5%). Muslims represent a majority of the local population in
Lakshadweep (93% in 2001) and Jammu and Kashmir (67% in 2001). Muslim
merupakan mayoritas penduduk lokal di Lakshadweep (93% pada tahun 2001) dan
Jammu dan Kashmir (67% pada tahun 2001). High concentrations of Muslims are
found in the eastern states of Assam (31%) and West Bengal (25%), and in the
southern state of Kerala (24.7%). konsentrasi tinggi Muslim ditemukan di negara-
negara timur Assam (31%) dan West Bengal (25%), dan di negara bagian selatan
Kerala (24,7%). Muslims are generally more educated, urban, integrated and
prosperous in the Western and Southern states of India than in the Northern and
Eastern ones [ citation needed ] . Muslim umumnya lebih terdidik, perkotaan, terpadu dan
makmur di negara-negara Barat dan Selatan India daripada di Utara dan Timur yang [
rujukan? ].
Officially, India has the third largest Muslim population (after Indonesia and
Pakistan ). Secara resmi, India memiliki penduduk Muslim terbesar ketiga (setelah
Indonesia dan Pakistan ).

The analysis on religious data, among the six major religious communities, shows that
the decadal growth of the Muslims was the highest (36.0%) in the 2001 census.
Analisis terhadap agama data, antara enam komunitas agama besar, menunjukkan
bahwa pertumbuhan dekade kaum muslimin adalah yang tertinggi (36,0%) pada
sensus 2001. This statistic suggested that while the growth rate for Hindus has fallen
between 1991 and 2001 compared with 1981 and 1991, Muslims have actually grown
faster in the last decade, this led Indian media [ 103 ] and different parties raising an
alarm at the growing number of Muslims and expressing concern about the
demographic imbalance and overpopulation, which the Indian government is
desperately trying to stop democratically. [ 104 ] Statistik ini menunjukkan bahwa
sementara tingkat pertumbuhan Hindu telah jatuh antara tahun 1991 dan 2001
dibandingkan dengan tahun 1981 dan 1991, Muslim sebenarnya telah tumbuh lebih
cepat dalam dekade terakhir, ini India dipimpin media [103] dan berbagai pihak
meningkatkan alarm pada meningkatnya jumlah Muslim dan mengekspresikan
kekhawatiran tentang ketidakseimbangan demografis dan kelebihan penduduk,
pemerintah India yang mungkin berusaha untuk menghentikan secara demokratis. [104]

A grave objection to this theory is the fact that the 1991 census did not include Jammu
& Kashmir, the only Muslim majority state and strife-torn Assam, while the 2001
census does include Jammu & Kashmir . Keberatan besar bagi teori ini adalah fakta
bahwa sensus 1991 tidak termasuk Jammu & Kashmir, mayoritas Muslim hanya
negara dan perselisihan-robek Assam, sedangkan sensus tahun 2001 tidak termasuk
Jammu & Kashmir . Adjusted for this, the Muslim growth rate plunges from 36 per
cent to 29.3 per cent. Disesuaikan untuk ini, tingkat pertumbuhan Muslim
menjerumuskan dari 36 persen menjadi 29,3 persen.

Muslim population in Indian states according to 2001 Census. [ 105 ] Populasi muslim di
negara bagian di India menurut Sensus 2001. [105]

Population Percentage
State Negara
Populasi Persentase
6,793,240
Jammu & Kashmir Jammu & Kashmir 66.9700 66,9700
6.793.240
8,240,611
Assam Assam 30.9152 30,9152
8.240.611
20,240,543
West Bengal West Bengal 25.2451 25,2451
20.240.543
7,863,842
Kerala Kerala 24.6969 24,6969
7.863.842
30,740,158
Uttar Pradesh Uttar Pradesh 18.4961 18,4961
30.740.158
13,722,048
Bihar Bihar 16.5329 16,5329
13.722.048
3,731,308
Jharkhand Jharkhand 13.8474 13,8474
3.731.308
6,463,127
Karnataka Karnataka 12.2291 12,2291
6.463.127
1,012,141
Uttaranchal Uttaranchal 11.9225 11,9225
1.012.141
1,623,520
Delhi Delhi 11.7217 11,7217
1.623.520
10,270,485
Maharashtra Maharashtra 10.6014 10,6014
10.270.485
6,986,856
Andhra Pradesh Andhra Pradesh 9.1679 9,1679
6.986.856
4,592,854
Gujarat Gujarat 9.0641 9,0641
4.592.854
Manipur Manipur 190,939 190.939 8.8121 8,8121
Rajasthan Rajasthan 4,788,227 8.4737 8,4737
4.788.227
Andaman & Nicobar Islands Andaman &
29,265 29.265 8.2170 8,2170
Nicobar Islands
Tripura Tripura 254,442 254.442 7.9533 7,9533
Daman & Diu Daman & Diu 12,281 12.281 7.7628 7,7628
Goa Goa 92,210 92.210 6.8422 6,8422
3,841,449
Madhya Pradesh Madhya Pradesh 6.3655 6,3655
3.841.449
Pondicherry Pondicherry 59,358 59.358 6.0921 6,0921
1,222,916
Haryana Haryana 5.7836 5,7836
1.222.916
3,470,647
Tamil Nadu Tamil Nadu 5.5614 5,5614
3.470.647
Meghalaya Meghalaya 99,169 99.169 4.2767 4,2767
Chandigarh Chandigarh 35,548 35.548 3.9470 3,9470
Dadra & Nagar Haveli Dadra & Nagar
6,524 6.524 2.9589 2,9589
Haveli
Orissa Orissa 761,985 761.985 2.0703 2,0703
Chhattisgarh Chhattisgarh 409,615 409.615 1.9661 1,9661
Himachal Pradesh Himachal Pradesh 119,512 119.512 1.9663 1,9663
Arunachal Pradesh Arunachal Pradesh 20,675 20.675 1.8830 1,8830
Nagaland Nagaland 35,005 35.005 1.7590 1,7590
Punjab Punjab 80,045 80.045 1.5684 1,5684
Sikkim Sikkim 7,693 7.693 1.4224 1,4224
Mizoram Mizoram 10,099 10.099 1.1365 1,1365

Percentage distribution of population (adjusted) by religious communities : India –


1961 to 2001 Census (excluding Assam and J&K). [ 3 ] Persentase distribusi penduduk
(disesuaikan) dengan komunitas keagamaan: India - Sensus 1961-2001 (tidak
termasuk Assam dan J & K). [3]

Year Tahun Percentage Persentase


1951 1951 10.1% 10,1%
1971 1971 10.4% 10,4%
1981 1981 11.9% 11,9%
1991 1991 12.0% 12,0%
2001 2001 12.8% 12,8%

Percentage distribution (unadjusted) of population by religious communities India -


1961 to 2001 Census (without excluding Assam and J&K). [ 3 ] Persentase distribusi
(unadjusted) penduduk oleh komunitas keagamaan India - 1961-2001 Sensus (tanpa
kecuali Assam dan J & K). [3]

Year Tahun Percentage Persentase


1961 1961 10.7% 10,7%
1971 1971 11.2% 11,2%
1981 1981 12.0% 12,0%
1991 1991 12.8% 12,8%
2001 2001 13.4% 13,4%
Table : Census information for 2001: Hindu and Muslim compared [α] [β] Tabel: Sensus
informasi untuk tahun 2001: Hindu dan Muslim dibandingkan [α] [β]
Hindus [ 106 ] Muslims [ 107 ]
Composition Komposisi
Hindu [106] Muslim [107]
% total of population 2001 % Total populasi
80.5 80,5 13.4 13,4
2001
10-Yr Growth % (est '91–'01) [ 108 ] [β] 10-yr
20.3 20,3 36.0 36,0
Pertumbuhan% (est '91-'01) [108] [β]
Sex ratio* (avg. 933) Sex ratio * (-Rata 933) 931 931 936 936
Literacy rate (avg. 64.8) Melek Huruf (-Rata
65.1 65,1 59.1 59,1
64,8)
Work Participation Rate Tingkat Partisipasi
40.4 40,4 31.3 31,3
Kerja
Rural sex ratio [ 108 ] rasio seks Pedesaan [108] 944 944 953 953
Urban sex ratio [ 108 ] rasio seks Perkotaan [108] 894 894 907 907
Child sex ratio (0–6 yrs) Rasio seks anak (0-6
925 925 950 950
yrs)

Islamic traditions in South Asia Tradisi Islam di Asia


Selatan
Sufism is a mystical dimension of Islam, often complimentary with the legalistic path
of the sharia had a profound impact on the growth of Islam in India. Tasawuf adalah
dimensi mistik Islam, sering gratis dengan path legalistis dari syariah berdampak
besar terhadap pertumbuhan Islam di India. A Sufi attains a direct vision of oneness
with God, often on the edges of orthodox behavior, and can thus become a Pir (living
saint) who may take on disciples ( murids ) and set up a spiritual lineage that can last
for generations. Seorang sufi mencapai visi langsung dari kesatuan dengan Allah,
sering di tepi perilaku ortodoks, dan dengan demikian dapat menjadi Pir (suci hidup)
yang mungkin mengambil murid ( murids ) dan membentuk garis keturunan rohani
yang dapat berlangsung selama beberapa generasi. Orders of Sufis became important
in India during the thirteenth century following the ministry of Moinuddin Chishti
(1142–1236), who settled in Ajmer , Rajasthan , and attracted large numbers of
converts to Islam because of his holiness. Perintah sufi menjadi penting di India pada
abad ketiga belas setelah pelayanan Moinuddin Chishti (1142-1236), yang menetap di
Ajmer , Rajasthan , dan menarik sejumlah besar mengkonversi ke Islam karena
kekudusan-Nya. His Chishtiyya order went on to become the most influential Sufi
lineage in India, although other orders from Central Asia and Southwest Asia also
reached India and played a major role in the spread of Islam. Nya Chishtiyya agar
terus menjadi sufi garis keturunan yang paling berpengaruh di India, meskipun
perintah lain dari Asia Tengah dan Asia Barat Daya juga mencapai India dan
memainkan peran utama dalam penyebaran agama Islam. In this way, they created a
large literature in regional languages that embedded Islamic culture deeply into older
South Asian traditions. Dengan cara ini, mereka menciptakan sebuah sastra besar
dalam bahasa daerah yang tertanam dalam budaya Islam ke dalam tradisi yang lebih
tua di Asia Selatan.

Organization and leadership Organisasi dan


kepemimpinan
The leadership of the Muslim community pursued various directions in the evolution
of Indian Islam and several national movements have emerged from the Muslim
community during the twentieth century. Para pemimpin komunitas Muslim mengejar
berbagai arah dalam evolusi Islam dan India gerakan nasional beberapa muncul dari
masyarakat Muslim pada abad kedua puluh. The most conservative wing has typically
rested on the education system provided by the hundreds of religious training
institutes ( madrasa ) throughout the country, which have tended to stress the study of
the Qur'an and Islamic texts in Arabic and Persian but little else. Sayap konservatif
yang paling memiliki biasanya bertumpu pada sistem pendidikan yang diberikan oleh
ratusan lembaga pelatihan agama ( madrasah ) di seluruh negara, yang cenderung
menekankan studi tentang Al Qur'an dan teks-teks Islam di Arab dan Persia tetapi
sedikit lain.

An estimated 2/3-rds of the 15 crore Indian Muslim population are believed to be


adherents of the Sunni Barelwi school of thought and follow Sufi traditions like
dargah visit, music and mysticism. [ 109 ] Manzar-e-Islam Bareilly and Al Jamiatul
Ashrafia are most famous Seminary of Barelwi Muslims. Sebuah 2/3-rds estimasi
populasi Muslim India crore 15 yang diyakini pengikut Sunni Barelwi sekolah
pemikiran dan mengikuti tradisi-tradisi Sufi seperti mengunjungi Dargah, musik dan
mistisisme. [109] Manzar-e-Islam Bareilly dan Al Jamiatul Ashrafia yang paling
terkenal Seminari Barelwi Muslim. The Deobandis, another influential section of the
Muslim population following the Hanafi school of thought of India originate from the
Darul Uloom Deoband (house/abode of knowledge), an influential religious seminary
in the district of Saharanpur of Uttar Pradesh . The Deobandis, bagian lain
berpengaruh penduduk Islam mengikuti Hanafi sekolah pemikiran India berasal dari
Darul Uloom Deoband (rumah / tempat tinggal pengetahuan), sebuah seminari agama
berpengaruh di distrik Saharanpur dari Uttar Pradesh . The seminary is known for its
nationalist orientation and played an important role in the Indian freedom
struggle.The Jamiat-ul-Ulema-e-Hind , founded by Deobandi scholars in 1919,
supported the Indian National Congress in the national freedom movement and
became a political mouthpiece for the Daru'l Uloom. [ 110 ] seminari ini dikenal karena
orientasi nasionalis dan memainkan peran penting dalam struggle.The India
kebebasan Jamiat-ul-Ulama-e-Hind , yang didirikan oleh ulama Deobandi pada tahun
1919, mendukung Kongres Nasional India dalam gerakan kemerdekaan nasional dan
menjadi politik juru bicara Uloom Daru'l. [110]

The Jamaat-e-Islami Hind (Islamic Party), founded in 1941, advocates the


establishment of an Islamic government and has been active in promoting education,
social service, and ecumenical outreach to the community. [ 111 ] . The -e-Islami Hind
Jamaah (Partai Islam), didirikan pada tahun 1941, para pendukung pembentukan
pemerintahan Islam dan telah aktif dalam mempromosikan pendidikan, pelayanan
sosial, dan outreach ke masyarakat oikumenis. [111] .
The Tablighi Jamaat (Outreach Society) became active after the 1940s as a
movement, primarily among the ulema (religious leaders), stressing personal renewal,
prayer, a missionary spirit, and attention to orthodoxy. Para Jamaah Tabligh
(Penjangkauan Masyarakat) menjadi aktif setelah tahun 1940-an sebagai suatu
gerakan, terutama antara ulama (pemimpin agama), menekankan pembaharuan
pribadi, doa, semangat misionaris, dan perhatian terhadap ortodoksi. It has been
highly critical of the kind of activities that occur in and around Sufi shrines and
remains a minor if respected force in the training of the ulema. Sudah sangat kritis
terhadap jenis aktivitas yang terjadi di sekitar tempat-tempat suci sufi dan tetap
menjadi kecil jika dihormati berlaku di pelatihan ulama. Conversely, other ulema
have upheld the legitimacy of mass religion, including exaltation of pirs and the
memory of the Prophet . Sebaliknya, ulama lainnya telah mengukuhkan legitimasi
agama secara massal, termasuk pengagungan dari pirs dan memori dari Nabi . A
powerful secularising drive led by Syed Ahmad Khan resulted in the foundation of
Aligarh Muslim University (1875 as the Muhammadan Anglo-Oriental College )-with
a broader, more modern curriculum, and other major Muslim universities. Sebuah
drive secularising kuat dipimpin oleh Syed Ahmad Khan mengakibatkan dasar
Aligarh Muslim University (1875 sebagai Muhammad Anglo-Oriental College )-
dengan lebih, modern kurikulum yang lebih luas, dan universitas Islam besar lainnya.

Muslim communities in India Komunitas Muslim di


India
The Indian Muslim population is further sub-divided into linguistic groupings, such as
Bihari Muslims and Oriya Muslims . [ 112 ] Muslim populasi India adalah lebih lanjut
dibagi ke dalam kelompok linguistik, seperti Bihari Muslim dan Oriya Muslim . [112]

Ghettoisation of Indian Muslims Ghettoisation


Muslim India
The neutrality of this section is disputed . The netralitas bagian ini adalah
sengketa . Please see the discussion on the talk page . Silakan lihat diskusi di
halaman pembicaraan . Please do not remove this message until the dispute is
resolved. (June 2009) Harap jangan hapus pesan ini sampai sengketa
diselesaikan. (Juni 2009)

Though walled cities, have been traditional dwellings of Muslims in older cities,
many upper class Muslims moved out post-Partition and started living in other parts
of the cities. Ghettoisation amongst Indian Muslims began in the mid-1970s when
first communal riots occurred, this heightened after the Bhagalpur riots 1989, and
became a trend after the Babri Masjid demolition in 1992, soon several major cities
developed ghettos , or segregated areas where the Muslim population moved in [ 113 ] .
Meskipun kota-kota bertembok, telah tempat tinggal tradisional Muslim di kota-kota
tua, banyak Muslim kelas atas pindah pasca-Partisi dan mulai tinggal di bagian lain
kota. Ghettoisation kalangan Muslim India dimulai pada pertengahan tahun 1970-an
ketika pertama kali kerusuhan komunal terjadi, ini meningkat setelah Bhagalpur
kerusuhan 1989, dan menjadi trend setelah Masjid Babri penghancuran pada tahun
1992, segera beberapa kota besar dikembangkan ghetto , atau daerah terpisah di mana
penduduk Muslim pindah [113] . The trend however, didn't help in the anticipated
security that the anonymity of ghetto was thought to have provided, as seen during
2002 Gujarat riots , where several such ghettos became easy targets, as it only aided
in profiling of residential colonies [ 114 ] [ 115 ] [ 116 ] [ 117 ] . Kecenderungan Namun, tidak
membantu dalam keamanan mengantisipasi bahwa anonimitas dari ghetto dianggap
telah diberikan, seperti yang terlihat selama 2002 kerusuhan Gujarat , di mana
beberapa kampung seperti menjadi target yang mudah, karena hanya dibantu dalam
profil koloni perumahan [114] [115] [116] [117] .

Increase in ghetto living has also shown a strengthening of social stereotyping due to
lack of cross-cultural interaction, and reduction in economic and educational
opportunities at large. Kenaikan ghetto hidup juga menunjukkan penguatan stereotip
sosial karena kurangnya interaksi lintas-budaya, dan penurunan peluang ekonomi dan
pendidikan pada umumnya. On the other hand, the larger community which for
centuries had benefited from its interactions with Islamic traditions, to create a rich
cultural and social fabric, formed through amalgamation of the two diverse traditions
faces a danger of fast becoming insular [ 118 ] . Secularism in India is being seen by
some as a favour to the minorities, and not as a imperative for democracy [ 119 ] [ 120 ] .
Di sisi lain, masyarakat yang lebih besar yang selama berabad-abad telah manfaat dari
interaksinya dengan tradisi Islam, untuk menciptakan struktur budaya dan sosial yang
kaya, terbentuk melalui penggabungan dari dua tradisi yang beragam menghadapi
bahaya cepat menjadi picik [118] . Sekularisme dalam India sedang dilihat oleh
sebagian sebagai bantuan untuk kaum minoritas, dan bukan sebagai keharusan bagi
demokrasi [119] [120] .

See also Lihat juga


• Hinduism and Islam Hindu dan Islam
• Indian Muslim nationalism India Muslim nasionalisme
• Hindu nationalism Hindu nasionalisme
• List of Indian Muslims Daftar Muslim India
• NCERT controversy NCERT kontroversi

References Referensi
1. ^ Miller, Tracy, ed (October 2009) ( PDF ). Mapping the Global Muslim
Population: A Report on the Size and Distribution of the World's Muslim
Population . Pew Research Center .
http://pewforum.org/newassets/images/reports/Muslimpopulation/Muslimpopu
lation.pdf . ^ Miller, Tracy, ed (Oktober 2009) ( PDF ). Pemetaan Global
Muslim Penduduk: Laporan Ukuran dan Distribusi Dunia Muslim Penduduk .
Pew Research Center . http://pewforum.org/newassets/images/reports /
Muslimpopulation / Muslimpopulation.pdf . Retrieved 2009-10-08 Diperoleh
2009/10/08
2. ^ CIA's The World Factbook - India ^ CIA's World Factbook - Indonesia
3. ^ a b c ^ a b c Census of Indian: Religious Composition Sensus India: Komposisi
Keagamaan
4. ^ Pg 11, Indian and foreign review By India. ^ Pascasarjana 11, dan asing
meninjau India Dengan India. Ministry of Information and Broadcasting.
Departemen Informasi dan Penyiaran. Publications Division Divisi Publikasi
5. ^ Muslims of India ^ Muslim di India
6. ^ http://www.nature.com/jhg/journal/v54/n6/full/jhg200938a.html ^
http://www.nature.com/jhg/journal/v54/n6/full/jhg200938a.html
7. ^ a b c The mostly South Asian origins of Indian Muslims ^ a b c yang
kebanyakan berasal dari Asia Selatan India Muslim
8. ^ Muslim Personal Law (Shariat) Application Act, 1937 - Resources for
Jurisdictional Research, Yale ^ Hukum Pribadi Muslim (Syariah) Aplikasi
Act, 1937 - Sumber untuk Penelitian yurisdiksi, Yale
9. ^ The Hatreds of India; Hindu Memory Scarred by Centuries Of Sometimes
Despotic Islamic Rule New York Times, Published: December 11, 1992 ^ The
kebencian India; Memori Hindu berbakat oleh Dari abad kekuasaan Islam
despotik Kadang-kadang New York Times, Diterbitkan di: Desember 11, 1992
10. ^ Jami Masjid ^ Masjid Jami
11. ^ ISBN 81-86050-79-5 Ancient and Medieval History of India ^ ISBN 81-
86050-79-5 dan Abad Pertengahan India Kuno
12. ^ ISBN 983-9154-80-X ^ ISBN 983-9154-80-X
13. ^ Sturrock, J.,South Canara and Madras District Manual (2 vols., Madras,
1894-1895) ^ Sturrock, J., Canara Selatan dan Kabupaten Madras Manual (2
jilid., Madras, 1894-1895)
14. ^ ISBN 81-85843-05-8 Cultural Heritage of India Vol. ^ ISBN 81-85843-05-8
Warisan Budaya India Vol. IV IV
15. ^ -Genesis and Growth of the Mappila Community ^ -Kejadian dan
Pertumbuhan Masyarakat Mappila
16. ^ -Cheraman Juma Masjid A Secular Heritage ^ -Cheraman Juma Masjid A
Heritage sekuler
17. ^ Bahrain tribune World's second oldest mosque is in India ^ tribun Dunia
masjid tertua kedua di Bahrain adalah di India
18. ^ -A mosque from a Hindu king ^ -A masjid dari seorang raja Hindu
19. ^ - Genesis and Growth of the Mappila Community ^ - Kejadian dan
Pertumbuhan Masyarakat Mappila
20. ^ Saliba, George (2007). Islamic Science and the Making of the European
Renaissance . The MIT Press . ISBN 978-0-262-19557-7 . ^ Saliba, George
(2007). Sains Islam dan Pembuatan Renaisans Eropa . MIT Press . ISBN 978-
0-262-19557-7 .
21. ^ "Number of Ahmadis in India" . ^ "Jumlah Ahmadi di India" . Immigration
and Refugee Board of Canada. Imigrasi dan Dewan Pengungsi Kanada. 1
November 1991 .
http://www.unhcr.org/refworld/topic,464db4f52,47f237db2,3ae6ad202c,0.htm
l . 1 November 1991. http://www.unhcr.org/refworld/topic, 464db4f52,
47f237db2, 3ae6ad202c, 0.html . Retrieved March 9, 2009 . Diakses 9 Maret
2009.
22. ^ a b Hoque, Ridwanul (March 21, 2004). "On right to freedom of religion and
the plight of Ahmadiyas" . ^ a b Hoque, Ridwanul (21 Maret 2004). "Pada hak
untuk kebebasan beragama dan penderitaan Ahmadiyas" . The Daily Star .
http://www.thedailystar.net/law/2004/03/03/index.htm . Daily Star.
http://www.thedailystar.net/law/2004/03/03/index.htm .
23. ^ Naqvi, Jawed (September 1, 2008). "Religious violence hastens India's leap
into deeper obscurantism" . ^ Naqvi, Jawed (September 1 Januari 2008).
"Kekerasan Agama mempercepat's melompat India ke obskurantisme lebih
dalam" . Dawn . http://www.dawn.com/weekly/jawed/20080109.htm . Fajar.
http://www.dawn.com/weekly/jawed/20080109.htm . Retrieved December 23,
2009 . Diakses pada 23 Maret 2009.
24. ^ Tanuja Chandra (03 March 2004) Dilip Kumar: Silent Revolutionary Sify
Movies. ^ Tanuja Chandra (03 Maret 2004) Dilip Kumar: Diam Revolusioner
Film Sify. Retrieved on 2009-03-30. URL diakses pada 2009/03/30.
25. ^ Zubair Ahmed (23 September 2005) Who's the real Shah Rukh Khan? BBC
News (BBC). ^ Zubair Ahmed (23 September 2005) Siapa sebenarnya Shah
Rukh Khan? BBC News (BBC). Retrieved on 2009-03-30. URL diakses pada
2009/03/30.
26. ^ Aamir speaks out on alienation as a Muslim IndiaGlitz (05 August 2005). ^
Aamir Berbicara tentang keterasingan sebagai seorang Muslim IndiaGlitz (05
Agustus 2005). Retrieved on 2009-03-30. URL diakses pada 2009/03/30.
27. ^ Salman Khan NNDB. ^ Salman Khan NNDB. Retrieved on 2009-03-30.
URL diakses pada 2009/03/30.
28. ^ a b Deepa Gahlot (July 1998) 'Religion played a major role in my upbringing'
Sabrang Communications. ^ a b Deepa Gahlot (Juli 1998) 'Agama memainkan
peran penting dalam pendidikan saya' Sabrang Komunikasi. Retrieved on
2009-04-03. URL diakses pada 2009/04/03.
29. ^ Subhash K Jha (21 August 2008) 'I went to a Muslim builder,' says Saif The
Times of India. ^ Subhash K Jha (21 Agustus 2008) "Aku pergi ke sebuah
pembangun muslim," kata Saif The Times of India. Retrieved on 2009-03-30.
URL diakses pada 2009/03/30.
30. ^ Madhubala Top News. ^ Madhubala Top News. Retrieved on 2009-03-30.
URL diakses pada 2009/03/30.
31. ^ Arya Aiyappan (November 20, 2006) Parveen Shahani to wed Emraan
Hashmi One India. ^ Arya Aiyappan (20 November 2006) Shahani Parveen
untuk Emraan menikah Hashmi Satu India. Retrieved on 2009-03-30. URL
diakses pada 2009/03/30.
32. ^ Indian democracy unfair to Muslims: Shabana Azmi The Times of India. ^
India demokrasi tidak adil bagi Muslim: Shabana Azmi The Times of India.
17 August 2008. 17 Agustus 2008. Retrieved on 2009-04-03. URL diakses
pada 2009/04/03.
33. ^ Waheeda Rehman Bollywood501. ^ Waheeda Rehman Bollywood501.
Retrieved on 2009-03-04. URL diakses pada 2009/03/04.
34. ^ Frugal billionaires ^ Frugal milyarder
35. ^ Abdul Kalam ^ Abdul Kalam
36. ^ RK Pruthi. President APJ Abdul Kalam. Anmol Publications, 2002. ISBN
978-81-261-1344-6 ; Ch. ^ RK Pruthi. APJ Abdul Kalam Presiden. Anmol
Publications, 2002. ISBN 978-81-261-1344-6 ; Ch. 4. 4. Missile Man of Idia.
Rudal Manusia Idia. pp. 61–76 hal. 61-76
37. ^ Interview: Dr SZ Qasim ^ Wawancara: Dr Qasim SZ
38. ^ Hope hangs on stem cell therapy ^ Hope hang pada terapi sel induk
39. ^ http://timesofindia.indiatimes.com/india/Kalam-Shah-Rukh-in-most-
influential-Muslims-list/articleshow/5328554.cms ^
http://timesofindia.indiatimes.com/india/Kalam-Shah-Rukh-in-most-
influential-Muslims-list/articleshow/5328554.cms
40. ^ (Courtesy: Culturopedia.com) ^ (Courtesy: Culturopedia.com)
41. ^ The Muslim Personal Law (Shariat) Application Act, 1937 Vakilno1.com ^
Hukum Pribadi Muslim (Syariah) UU Aplikasi, 1937 Vakilno1.com
42. ^ India, Republic of Emory School of Law ^ India, Republik Sekolah Hukum
Emory
43. ^ "India's Muslims face up to rifts" . BBC NEWS . ^ "Muslim di India
menghadapi perpecahan" . Berita BBC . February 09, 2005 .
http://news.bbc.co.uk/2/hi/south_asia/4235999.stm . 9 Februari 2005.
http://news.bbc.co.uk/2/hi/south_asia/4235999.stm . Retrieved 2010-06-23 .
Diperoleh 2010/06/23.
44. ^ a b c d e f der Veer, pg 27-29 ^ a b c d e f der Veer, pg 27-29
45. ^ a b c d Eaton, Richard M. The Rise of Islam and the Bengal Frontier, 1204-
1760. ^ a b c d Eaton, Richard M. Kebangkitan Islam dan Frontier Bengal, 1204-
1760. Berkeley: University of California Press, c1993 1993. Online version
last accessed on 1 May 2007 Berkeley: University of California Press, c1993
1993. Online versi terakhir diakses tanggal 1 Mei 2007
46. ^ Durant, Will . "The Story of Civilization: Our Oriental Heritage" (page
459) .
47. ^ Elst, Koenraad (2006-08-25). "Was there an Islamic "Genocide" of
Hindus?" . Kashmir Herald . http://www.kashmirherald.com/main.php?
t=OP&st=D&no=138 . Retrieved 2006-08-25 .
48. ^ Sarkar, Jadunath . How the Muslims forcibly converted the Hindus of India,
Pakistan and Bangladesh to Islam .
49. ^ Caste in Indian Muslim Society
50. ^ Aggarwal, Patrap (1978). Caste and Social Stratification Among Muslims in
India . Manohar.
51. ^ Maddison, Angus (2006). The Contours of the World Economy 1-2030 AD .
Oxford University Press .
52. ^ Biraben, Jean-Noël (2003). "The rising numbers of humankind",
Populations & Societies 394 .
53. ^ Islam and the sub-continent - appraising its impact
54. ^ "Somnath Temple" . http://www.indhistory.com/somnath-temple.html .
Retrieved 2009-04-17 . Diperoleh 2009/04/17.
55. ^ "Somanatha and Mahmud" . http://www.flonnet.com/fl1608/16081210.htm .
Retrieved 2008-04-17 .
56. ^ Richards, John F. (1995). The Mughal Empire . Cambridge: Cambridge
University Press. Cambridge: Cambridge University Press. pp. 130,177. ISBN
0-521-56603-7 .
57. ^ India's Great Divide . Retrieved on April 4, 2007.
58. ^ India's Great Divide . Retrieved on April 4, 2007.
59. ^ Demand for CBI probe into Zaheera's u-turn . The Hindu . Retrieved on
April 4, 2007.
60. ^ Still a burning question
61. ^ These figures were reported to the Rajya Sabha by the Union Minister of
State for Home Affairs Sriprakash Jaiswal in May, 2005. "Gujarat riot death
toll revealed" . BBC News Online. BBC News Online. 2005-05-11 .
http://news.bbc.co.uk/2/hi/south_asia/4536199.stm . PTI (2005-05-12). "BJP
cites govt statistics to defend Modi" . ExpressIndia .
http://www.expressindia.com/fullstory.php?newsid=46626 . PTI (2005-05-
11). "254 Hindus, 790 Muslims killed in post-Godhra riots" . Indiainfo.com .
http://news.indiainfo.com/2005/05/11/1105godhra-rs.html .
62. ^ A Hindu backlash hits Sonia Gandhi - upiasiaonline.com ^ Sebuah
tendangan Hindu hits Sonia Gandhi - upiasiaonline.com
63. ^ a b Ramesh, Randeep. Another rewrite for India's history books , The
Guardian .
64. ^ Shackle, Christopher; Mandair, Arvind-Pal Singh (2005). Teachings of the
Sikh Gurus: Selections from the Sikh Scriptures . United Kingdom: Routledge.
pp. xv-xvi. ISBN 0-415-26604-1 .
65. ^ Rama, Swami (1986). Celestial Song/Gobind Geet: The Dramatic Dialogue
Between Guru Gobind Singh and Banda Singh Bahadur . Himalayan Institute
Press. pp. 7–8. ISBN 0-89389-103-7 .
66. ^ Singh, Khushwant (2006). The Illustrated History of the Sikhs . India:
Oxford University Press. pp. 47–53. ISBN 0-19-567747-1 .
67. ^ Death toll in the partition
68. ^ "Deportation & The Konkani Christian Captivity at Srirangapatna (1784
Feb. 24th Ash Wednesday)" . Daijiworld Media Pvt Ltd Mangalore .
http://www.daijiworld.com/chan/achievers_view.asp?a_id=28 . Retrieved
2008-02-29 . Diperoleh 2008/02/29.
69. ^ a b c d e Sarasvati's Children , Joe Lobo
70. ^ Forrest 1887 , pp. 314–316]
71. ^ The Gentleman's Magazine 1833 , p. 388
72. ^ "Christianity in Mangalore" . Diocese of Mangalore .
http://www.dioceseofmangalore.org/history.asp . Retrieved 2008-07-30 .
Diperoleh 2008/07/30.
73. ^ John B. Monteiro. "Monti Fest Originated at Farangipet - 240 Years Ago!" .
Daijiworld Media Pvt Ltd Mangalore .
http://www.daijiworld.com/chan/exclusive_arch.asp?ex_id=129 . Retrieved
2009-04-28 . Diperoleh 2009/04/28.
74. ^ Bowring 1997 , p. 126
75. ^ Scurry & Whiteway 1824 , p. 103
76. ^ Scurry & Whiteway 1824 , p. 104
77. ^ Account of a Surviving Captive, A Mr. Silva of Gangolim (Letter of a Mr.
LR Silva to his sister, a copy of which was given by an advocate, MM
Shanbhag, to the author, Severino da Silva, and reproduced as Appendix No.
74: History of Christianity in Canara (1965))
78. ^ KL Bernard, Kerala History , pp. 79
79. ^ William Dalrymple White Mughals (2006) p28
80. ^ Christian convert from Islam shot dead in Kashmir , SperoNews
81. ^ Burton-Page, J. "Hindū." Encyclopaedia of Islam. Edited by: P. Bearman,
Th. Diedit oleh: Bearman P., Th. Bianquis, CE Bosworth, E. van Donzeland
WP Heinrichs. Brill, 2006. Brill Online. Brill Online.
82. ^ Muslim Caste in Uttar Pradesh (A Study of Culture Contact), Ghaus Ansari,
Lucknow, 1960, Page 66
83. ^ a b c Singh Sikand, Yoginder. "Caste in Indian Muslim Society" . Hamdard
University . http://stateless.freehosting.net/Caste%20in%20Indian%20Muslim
%20Society.htm . Retrieved 2006-10-18 . Diperoleh 2006/10/18.
84. ^ a b Aggarwal, Patrap (1978). Caste and Social Stratification Among Muslims
in India . Manohar.
85. ^ Bhatty, Zarina (1996). "Social Stratification Among Muslims in India" . in
MN Srinivas. Caste: Its Twentieth Century Avatar . Viking, Penguin Books
India. pp. 249–253. ISBN 0140257608 . http://www.anti-
caste.org/muslim_question/caste/bhatty_article.html . Retrieved 2007-06-12 .
Diperoleh 2007/06/12.
86. ^ a b http://www.dalitmuslims.com/2008/08/caste-and-social-hierarchy-among-
indian.html
87. ^ http://books.google.co.in/books?
id=BsBEgVa804IC&pg=PA942&lpg=PA942&dq=kasai+caste&source=bl&ot
s=0lZ8fZd2Qo&sig=tInVeyIU_hqhwxizwqa2nTeyVIU&hl=en&ei=jWWHS5
eEFY-
2rAenoLSaCg&sa=X&oi=book_result&ct=result&resnum=1&ved=0CAYQ6
AEwAA#v=onepage&q=kasai%20caste&f=false
88. ^ Asghar Ali Engineer. "On reservation for Muslims" . The Milli Gazette .
Pharos Media & Publishing Pvt Ltd, .
http://www.milligazette.com/Archives/2004/01-15Sep04-Print-
Edition/011509200449.htm . Retrieved 2004-09-01 .
89. ^ a b c d Social Stratification Among Muslims in India by Zarina Bhatty
90. ^ a b c d e Das, Arbind, Arthashastra of Kautilya and Fatwa-i-Jahandari of
Ziauddin Barrani: an analysis, Pratibha Publications, Delhi 1996, ISBN 81-
85268-45-2 pgs 124-143
91. ^ a b c d Ambedkar, Bhimrao . Pakistan or the Partition of India . Thackers
Publishers.
92. ^ a b c d Web resource for Pakistan or the Partition of India
93. ^ Gitte Dyrhagen and Mazharul Islam (2006-10-18). "Consultative Meeting
on the situation of Dalits in Bangladesh" . International Dalit Solidarity
Network .
http://www.idsn.org/Documents/asia/pdf/Bangladesh_full_report.pdf .
Retrieved 2007-06-12 . Diperoleh 2007/06/12.
94. ^ Dereserve these myths by Tanweer Fazal, Indian express
95. ^ Barth, Fredrik (1962). "The System Of Social Stratification In Swat, North
Pakistan" . in ER Leach. Aspects of Caste in South India, Ceylon, and North-
West Pakistan . Cambridge University Press. Cambridge University Press.
p. 113 . http://www.questia.com/PM.qst?a=o&d=2995517 . Retrieved 2007-
06-12 . Diperoleh 2007/06/12.
96. ^ a b Anand Mohan Sahay. "Backward Muslims protest denial of burial" .
Rediff.com . http://www.rediff.com/news/2003/mar/06bihar.htm . Retrieved
2003-03-06 .
97. ^ Gene Diversity in Some Muslim Populations of North India Human Biology
- Volume 77, Number 3, June 2005, pp. 343-353 - Wayne State University
Press
98. ^ a b c Madan, TN (1976). Muslim communities of South Asia : culture and
society . Vkas Publishing House. p. 114. ISBN 978-0706904628 .
99. ^ Ikram, SM (1964). "The Interaction of Islam and Hinduism" . Muslim
Civilization in India . New York: Columbia University Press .
http://www.columbia.edu/itc/mealac/pritchett/00islamlinks/ikram/part1_09.ht
ml . Retrieved 2007-06-12 . Diperoleh 2007/06/12.
100. ^ Yoginder Singh Sikand, Caste in Indian Muslim Society
101. ^ A. ^ A. Jalal,Democracy and Authoritarianism in South Asia : A
Comparative and Historical Perspective (Contemporary South Asia),
Cambridge University Press (May 26, 1995), ISBN 0-521-47862-6
102. ^ [1] , although the Hindutva organizations generally gain from
portraying the Muslims as a demographic threat. [Anand, Dibyesh, The
Violence of Security: Hindu Nationalism and the Politics of Representing 'the
Muslim' as a Danger, The Round Table, Vol. 94, No. 379 (April 2005): 208]
103. ^ The Muslim growth rate and the media
104. ^ - The population bogey Frontline Coverstory Volume 21 - Issue 20,
Sept. 25 - Oct. 08, 2004
105. ^ Indian Census 2001 - Religion
106. ^ "Tables: Profiles by main religions: Hindus" (PDF). Census of India
2001: DATA ON RELIGION . Office of the Registrar General, India .
http://www.censusindia.gov.in/ . Retrieved 2007-04-17 . Diperoleh
2007/04/17.
107. ^ "Tables: Profiles by main religions: Muslims" (PDF). Census of
India 2001: DATA ON RELIGION . Office of the Registrar General, India .
http://www.censusindia.gov.in/ . Retrieved 2007-04-17 . Diperoleh
2007/04/17.
108. ^ a b c "A snapshot of population size, distribution, growth and socio
economic characteristics of religious communities from Census 2001" (PDF).
Census of India 2001: DATA ON RELIGION . Office of the Registrar General,
India. pp. pp1–9 . http://www.censusindia.gov.in/ . Retrieved 2007-04-20 .
Diakses 2007-04-20.
109. ^ http://indiatoday.digitaltoday.in/index.php?
option=com_content&task=view&id=12343&Itemid=1&issueid=67&limit=1
&limitstart=0
110. ^ The Fatwa against Terrorism: Indian Deobandis Renounce Violence
but Policing Remains Unchanged, Kamala Kanta Dash, (Monash Asia
Institute, Monash University, Australia), 2008 GTReC International
Conference
111. ^ Pg 32, INTRODUCTION, A Historical Overview of Islam in South
Asia, Islam in South Asia in Practice- by Barbara D. Metcalf Princeton
University Press,2009
112. ^ Caste and social stratification among Muslims in India by Ahmad,
Imtiaz 1940-Published in 1978, Manohar (New Delhi)
113. ^ SUBVERSE| Pariahs in our own home The Times of India , April
23, 2009.
114. ^ Ghettoisation Of A City & The Nation
115. ^ Post Gujrat Riots Crisis and contention in Indian society , by TK
Oommen. Published by SAGE, 2005. ISBN 0-7619-3359-X . Page 119
116. ^ Human Development and Social Power: Perspectives from South
Asia , by Ananya Mukherjee Reed. Published by Taylor & Francis, 2008.
ISBN 0-415-77552-3 . Page 149 .
117. ^ India's Muslims feel backlash by Jill McGivering, BBC Delhi
correspondent. BBC News , Thursday, June 6, 2002.
118. ^ Ghettoisation of Muslims in India: Trends and Consequences By
Imran Ali and Yoginder Sikand . The Milli Gazette Online, 12 February 2006.
119. ^ Ghettoisation The Hindu , August 1, 2006.
120. ^ The price of exclusion Ranjit Hoskote , The Hindu , December 31,
2006.

Studies Studi
• Asghar Ali Engineer , Islam in India: The Impact of Civilizations . Shipra
Publications, 2002. ISBN 81-7541-115-5 .
• Mohamed Taher. Muslims in India: Recent Contributions to Literature on
Religion, Philosophy, History, & Social Aspects . Anmol Publications PVT.
LTD., 1993. ISBN 81-7041-620-5 . Excerpts
• Mohammad Mujeeb. The Indian Muslims . McGill University Press, 1967.
ISBN 0-7735-0021-9 .
• Murray Thurston Titus, Indian Islam: A Religious History of Islam in India .
Milford, Oxford university press, 1930. ISBN 81-7069-096-X
• Yogindar Sikand. Muslims in India Since 1947: Islamic Perspectives on Inter-
faith Relations . Routledge, 2004. ISBN 0-415-31486-0 .
• This article incorporates public domain material from websites or
documents of the Library of Congress Country Studies . Artikel ini memuat
bahan domain publik dari situs atau dokumen dari Library of Congress
Country Studies .

External links Link Eksternal


• India third in global Muslim population of 1.57 bn - TCN News
• Indian Muslims annually lose over Rs. 64,000 crores - TCN News
• Mumbai Muslims hold condolence meet for Haji Ajmal Ali - TCN News
• Indian Sunni News
• Daily News & Views about Indian Muslims

Articles Artikel

• Indian Muslims are descendants of locals, says scientific study


• Overview of Islamism in India - by Husain Haqqani , Hudson Institute
• Indian Muslims Inc, Their Market & Global Business Impact , Special Report
by DinarStandard.com
• The Missing Muslim , the Sunday Express. Full coverage on Sachar Report
• Frontline Magazine , pay. Hindu.com
• India Muslims have lowest rank , BBC
• Why India's 150m Muslims are missing out on the country's rise , Economist
• Muslim India struggles to escape the past , Guardian Unlimited
• India's Muslim Population , Council on Foreign Relations
• India's Great Divide , Time
• Sisodia, Rajeshree India: End of Hindu-Muslim Mistrust? IslamOnline.net
• Online Copy: The History of India, as Told by Its Own Historians. Salin
Online: The History of India, seperti Dikatakan Its Own sejarawan. The
Muhammadan Period; by Sir HM Elliot; Edited by John Dowson; London
Trubner Company 1867–1877 - This online Copy has been posted by: The
Packard Humanities Institute; Persian Texts in Translation; Also find other
historical books: Author List and Title List Periode Muhammad; oleh Sir HM
Elliot; Diedit oleh John Dowson; London Trubner 1867-1877 Perusahaan
Salin online ini telah diposting oleh: - The Packard Humaniora Institute;
Persia Teks in Translation; Juga menemukan buku-buku sejarah lain: Daftar
Judul Penulis dan Daftar

Retrieved from " http://en.wikipedia.org/wiki/Islam_in_India "

INDIA adalah negara yang beragam sejarah. Banyak tempat bersejarah di


India yang terdaftar sebagai situs warisan dunia karena pentingnya budaya
mereka. Dengan mengunjungi tempat bersejarah paling populer di India ini,
Anda akan melakukan perjalanan kembali ke masa ke India kuno.

1. Taj Mahal
Taj Mahal terletak di Agra, di negara bagian Uttar Pradesh, sekitar 200
kilometer (125 mil) dari Delhi. Dari kejauhan, Taj Mahal tampak seperti alat
tenun dongeng dari tepi Sungai Yamuna. Tempat ini sebenarnya sebuah
makam yang berisi tubuh Mumtaz Mahal yang merupakan istri kaisar Mughal
Shah Jahan. Ini dibangun sebagai ode untuk cintanya.

Bangunan yang menjadi salah satu dari tujuh keajaiban dunia ini dibangun
mulai 1630 dan membutuh waktu 22 tahun dan 20.000 pekerja untuk
menyelesaikannya. Taj Mahal buka setiap hari kecuali hari Jumat, mulai pukul
6.00-19:00 waktu setempat

2. Hampi
Hampi berada di Karnataka, sekitar 350 kilometer (217 mil) dari Bangalore.
Hampi pernah menjadi ibukota terakhir Vijayanagar, salah satu kerajaan
Hindu terbesar dalam sejarah India. Tempat ini memiliki beberapa reruntuhan
yang sangat menawan yang tercampur dengan batu-batu besar di belakang
seluruh lanskapnya. Reruntuhannya yang dibangun sejak ke abad ke-14
memanjang sejauh lebih dari 25 km (10 mil) dan terdiri lebih dari 500
monumen.

Hampi buka setiap hari, mulai pukul 8.30-17.30. Untuk melihat keseluruhan
reuntuhan tidak dikenai tiket namun untuk melihat kuil Vittala dan kuil Gajah
dikenakan biaya US$5 (sekitar Rp45.000)

3. Kuil Khajuraho
Kuil Khajuraho terletak di utara Madhya Pradesh, sekitar 620 kilometer (385
mil) tenggara Delhi. Kuil ini merupakan bukti bahwa Kama Sutra berasal dari
India. Di sini Anda akan melihat Erotika berlimpah dengan lebih dari 20 kuil
yang ditujukan untuk seksualitas dan seks serta candi-candi yang paling
terkenal untuk patung erotis. Namun, lebih dari itu, mereka menunjukkan
sebuah perayaan cinta, kehidupan dan ibadah.

Mereka juga menyediakan penglihatan tidak terbatas ke dalam keyakinan


Hindu kuno dan praktik Tantra. Kuil Khajuraho buka setiap hari dari matahari
terbit sampai matahari terbenam dan untuk masuk ke sini dikenakan biaya
US$5 (sekitar Rp 45.000)
4. Gua Ajanta dan Ellora
Kedua gua ini terletak di utara Maharastra, sekitar 400 kilometer (250 mil) dari
Mumbai. Yang akan membuat Anda terkejut ialah gua batu bukit yang diukir
dengan teliti. Ada 34 gua di Ellora yang berasal antara abad ke-6 dan ke-11
Masehi, dan 29 gua di Ajanta yang berasal antara abad ke-2 SM dan abad
ke-6 Masehi.

Jika gua Ajanta kaya dengan lukisan dan patung, maka gua-gua Ellora
terkenal karena arsitektur yang luar biasa. Yang paling luar biasa tentang gua
ini adalah bahwa mereka dibuat dengan tangan, hanya dengan palu dan
pahat. Anda pasti akan terkesan melihatnya.
Gua Ajanta buka setiap hari kecuali hari Senin sedangkan gua Ellora tutup
hari Selasa. Untuk memasuki gua Ajanta dikenakan biaya US$10 (sekitar
Rp90.000) sedangkan Gua Ellora dikenakan biaya US$5 (sekitar Rp 45.000)

5. Fatehpur Sikri
Fatehpur Sikri terletak 40 km (25 mil) dari Agra, di Uttar Pradesh. Fatehpur
Sikri dulunya ibukota kebanggaan Kekaisaran Mughal pada abad ke 16.
Fatehpur Sikri sekarang berdiri kosong sebagai kota hantu namun terjaga
dengan baik. Tempat ini telah ditinggalkan oleh penghuninya karena pasokan
air tidak mencukupi.
Dibangun dari batu merah, Fatehpur Sikri penuh dengan istana-istana agung
dan halaman yang luas. Anda hampir dapat merasakan kembali ke abad
pertengahan di sini. Fatephur Sikri buka dari matahari terbit sampai matahari
terbenam dan Anda hanya perlu menyediakan uang US$5 (sekitar Rp45.000)
untuk masuk ke dalamnya.
source: http://www.unik78.co.cc/2010/05/tempat-tempat-bersejarah-di-india_20.html

Masakan India
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Terkini (belum ditinjau)


Langsung ke: navigasi, cari

Masakan India adalah masakan dari berbagai kawasan di anak benua India. Ciri khas
masakan India adalah penggunaan berbagai rempah-rempah khas India dan sayuran
yang tumbuh di India, dan beraneka ragam hidangan vegetarian. Masakan India juga
mencerminkan keanekaragaman iklim, demografi, dan agama.

Agama dan kebudayaan India berperan besar dalam perkembangan seni kuliner India.
[1]
Walaupun demikian, interaksi antarbudaya dengan kawasan yang bertetangga
seperti Timur Tengah, Asia Tengah, dan Laut Tengah menjadikan masakan India
sebagai percampuran unik dari berbagai masakan Asia.[2][3] Dominasi perdagangan
rempah antara India dan Eropa oleh pedagang Arab menyebabkan Vasco da Gama
dan Christopher Columbus berusaha menemukan rute pelayaran baru ke India, dan
mengawali zaman penjelajahan di Eropa.[4] Orang Eropa pada masa kolonial India
memperkenalkan teknik memasak Eropa (terutama dari Inggris dan Perancis[1])
kepada orang India, dan menambah keanekaragaman masakan India.[5][6] Masakan
India juga mempengaruhi masakan negara-negara di lain di dunia, terutama masakan
Asia Tenggara, khususnya dalam pemakaian rempah-rempah untuk membuat
hidangan serupa kari dalam Thailand, Malaysia, dan Indonesia.[7][8][9]

Daftar isi
[sembunyikan]
• 1 Sejarah
• 2 Bahan-bahan
• 3 Masakan menurut daerah
o 3.1 Masakan India Utara
o 3.2 Masakan India Timur
o 3.3 Masakan India Selatan
o 3.4 Masakan India Barat
o 3.5 Masakan India Timur Laut
• 4 Kepopuleran dan pengaruh di luar India
• 5 Minuman
• 6 Etiket
• 7 Referensi

• 8 Pranala luar

[sunting] Sejarah
Imigrasi dan percampuran budaya secara terus menerus berlangsung di India selama
ribuan tahun. Iklim India yang berbeda-beda menurut daerahnya, mulai dari daerah
beriklim tropis hingga daerah beriklim Pegunungan Alpen, dan menyediakan
beraneka ragam bahan makanan. Bagi sebagian orang India, makanan sudah menjadi
simbol keagamaan dan identitas sosial dengan beraneka ragam tabu dan pelarangan.
Sebagian penganut Jainisme, misalnya, tidak makan akar-akaran atau makanan yang
diambil dari dalam tanah. Sebagian penganut Hindu dan Buddha adalah juga
vegetarian. Antara 20% hingga 42% penduduk India adalah vegetarian ketat,
sementara hanya 30% dari penduduk India yang pemakan daging.[10][11][12]

Masala dosa di India selatan

Sekitar 7000 SM, penduduk Lembah Sungai Indus sudah menanam wijen, terung, dan
memelihara zebu.[13] Pada tahun 3000 SM, kunyit, kapulaga, lada, dan mustar sudah
umum dipanen di India.[14] Sebagian dari hidangan yang dikenal sekarang berasal dari
periode Weda, ketika India masih berhutan lebat, dan hasil pertanian dilengkapi
dengan makanan hasil memungut di hutan dan daging hasil berburu. Semasa periode
Weda, makanan sehari-hari orang India berupa buah-buahan, sayuran, serealia,
produk ternak perah, dan madu.[15] Sedikit demi sedikit penduduk mulai menerapkan
filsafat Hindu ahimsa dan menjadi vegetarian.[16] Biksu Faxian mengunjungi India
pada tahun 405 dan melaporkan orang India sebagian besar vegetarian, tidak
memelihara babi atau unggas, tidak menjual hewan ternak hidup, di pasar tidak ada
tukang jagal dan tidak ada penjual minuman yang memabukkan.[17] Vegetarianisme
makin populer seiring kemajuan Buddhisme dan berkat iklim yang bersahabat.
Sayuran dan serealia bisa dipanen sembarang waktu dalam setahun. Masakan India,
mulai dari hidangan di rumah hingga hidangan untuk festival berakar dari tradisi yang
diatur oleh naskah Ayurweda. Dalam sistem pengobatan Ayurweda terdapat sistem
klasifikasi makanan yang menggolongkan bahan makanan sebagai sattva, rajas, atau
tamas. Masing-masing kategori makanan dipercaya berpengaruh kuat terhadap
kesehatan jasmani dan rohani.

Invasi kekuatan asing dari wilayah tetangga, seperti Asia Tengah, Arab,
Kemaharajaan Mughal, dan Persia, pola makan orang India ikut berubah. Pedagang
Arab memperkenalkan masakan Arab dan pedagang Portugis memperkenalkan
masakan Portugis. Masakan India diperkaya dengan diperkenalkannya sayuran dari
Dunia Baru, seperti tomat, cabai, dan kentang pada masa India Portugis dan India
Britania. Dari orang Inggris, orang India belajar teknik memasak yang baru seperti
resep berbagai hidangan panggang.

Pengaruh Islam membawa makanan berkuah kental, pilaf, hingga beraneka hidangan
daging seperti kebab. Selama tiga ratus tahun berikutnya, masakan eksotik dari Persia
dan Iran diperkenalkan ke India.[1] Semasa pemerintahan Sultan Mughal Akbar yang
Agung dan Shah Jahan, masakan India bercampur dengan masakan Asia Barat
menghasilkan masakan Mughlai. Pada waktu itu, masakan sayuran kalah populer dari
makanan daging, dan minuman beralkohol seperti soma dan sura lebih disukai
daripada susu.[1] Di India masa itu sudah dikenal buah-buahan seperti aprikot, melon,
persik, dan prem. Orang Mughal sangat menyukai makan enak. Makanan mewah
sering dihidangkan di masa berkuasanya Jahangir and Shah Jahan. Pada saat yang
bersamaan, para nizam dari negara Hyderabad mengembangkan gaya masakan
tersendiri, dengan makanan khas berupa biryani hyderabad.

[sunting] Bahan-bahan

Rempah-rempah dan bumbu standar untuk masakan India

Makanan pokok orang India adalah beras, atta (tepung gandum utuh), dan berjenis-
jenis kacang. Jenis kacang yang terpenting adalah masoor (lentil), chana (kacang
arab), toor (kacang gude), urad (kacang hitam), dan kacang hijau. Kacang-kacangan
dapat digunakan utuh, dikupas, dibelah dua setelah dikupas (disebut dal), atau kacang
arab yang dihaluskan menjadi tepung (besan).
Hidangan lengkap orang India terdiri dari nasi putih atau beraneka jenis roti (naan,
puri, roti) dan kari sayuran (sabzi). Daging ternak atau makanan laut tidak dianggap
sebagai hidangan utama, termasuk oleh nonvegetarian. Dalam masakan India, selain
sebagai hidangan utama, sayuran dimasak sebagai hidangan pembuka, makanan
ringan, acar, dan hidangan penutup.

Minyak goreng diperlukan untuk membuat kari. Di India Barat dan Utara, orang
menggunakan minyak kacang dari kacang tanah, dan minyak mustar lebih umum
dipakai di India Timur. Di India Selatan, minyak kelapa dan minyak wijen lebih
umum dipakai orang untuk memasak. Selain itu, minyak bunga matahari dan minyak
kedelai juga populer di India. Minyak sayur terhidrogenasi yang disebut vanaspati
juga populer sebagai pengganti ghee (minyak samin).

Rempah-rempah yang sering dipakai dalam masakan India adalah cabai (mirch), biji
sesawi hitam (rai), jintan putih (jeera), kunyit (haldi, manjal), klabet (methi),
asafetida (hing, perungayam), jahe (adrak, inji), kayu manis (dalchini), ketumbar
(dhania), bawang putih (lassan, poondu), dan ajwain (terutama di Gujarat dan
Punjab).

Bumbu siap pakai yang paling populer adalah bubuk garam masala yang terdiri dari
paling tidak lima jenis rempah, ketumbar, jintan, kapulaga, kayu manis, dan cengkeh.
Garam masala ditaburkan di atas masakan sewaktu makanan hampir masak agar
aroma garam masala tidak hilang. Setiap daerah memiliki garam masala yang khas,
misalnya goda masala yang populer di Maharashtra. Juru masak juga sering meracik
sendiri bahan-bahan untuk garam masala.

Masakan India juga memakai berbagai daun herba, misalnya, tejpat (daun cassia),
daun ketumbar, daun klabet, dan daun mint (podina). Bumbu atau penyedap lain yang
sering digunakan adalah pala (jaiphal), bubuk mangga (amchur), kuma-kuma
(kesari), bubuk paprika merah (deghi mirch), dan air mawar. Daun salam koja (kari
patta) hampir selalu digunakan dalam masakan India Selatan.

[sunting] Masakan menurut daerah


[sunting] Masakan India Utara

Artikel utama untuk bagian ini adalah: masakan India Utara

Set menu thali untuk vegetarian di Rajasthan, India.

Ciri khas masakan India Utara pada penggunaan produk ternak perah, seperti susu,
paneer, minyak samin, dan yogurt. Sejumlah masakan India Utara berasal dari periode
invasi Islam, misalnya kebab. Masakan Pakistan dan masakan India Utara hampir
serupa karena keduanya memiliki budaya dan sejarah yang sama.

Makanan pokok sebagian besar penduduk India Utara adalah lentil dan berbagai jenis
roti dari tepung gandum. Iklim di utara lebih sejuk dan kering sehingga ideal untuk
bertanam gandum. Berbagai jenis acar (achar) seperti murabba dimakan sebagai
pelengkap lauk. Kuah kental pada masakan didapat dari produk ternak perah. Cabai,
kuma-kuma, dan kacang-kacangan umum dipakai dalam masakan.

Di India Utara, orang memanggang roti dan paratha memakai alat masak yang disebut
tawa (plat besi). Oven berbentuk silinder yang disebut tandoor dipakai untuk
memanggang roti seperti naan dan kulcha, serta ayam tandoori. Jenis roti yang lain
seperti puri dan bhatoora digoreng di wajan dengan minyak goreng yang banyak.
Daging kambing dan domba sangat disukai orang India Utara.

Makanan ringan paling populer dari India Utara adalah samosa. Isi samosa adalah
kentang rebus dan sayuran berbumbu kari. Variasi samosa bisa saja diisi paneer,
daging cincang, dan khumbi (jamur). Makanan ringan lain khas India Utara, misalnya:
mirchi bada, bhujiya, chaat, kachori, imarti. Minuman populer dari India Utara
adalah sharbat dan aam panna. Manisan berupa mangga yang diberi gula disebut aam
papad. Kue-kue (disebut (mithai) dan manisan dari India Utara misalnya: gulab
jamun, jalebi, peda, petha, rewadi, gajak, bal mithai, singori, kulfi, falooda, khaja,
ras malai, gulkand, dan beberapa variasi dari laddu, barfi, dan halwa.

[sunting] Masakan India Timur

Nollen sandesh, kue populer dari Benggala Barat, India.

Masakan India Timur terkenal dengan hidangan penutup seperti rasagolla, chum
chum, sandesh, rasabali, chhena poda, chhena gaja, chhena jalebi, dan kheer.
Sebagian dari kue-kue yang sekarang populer di India Utara berasal dari Benggala
atau Orissa. Di India Timur, biji poppy banyak digunakan dalam masakan.

Seperti halnya orang India bagian selatan, makanan pokok orang India Timur adalah
nasi. Lauk yang umum berupa kari lentil dan hidangan daging seperti ikan, ditambah
beberapa jenis sayur. Masakan tradisional Orissa, Benggala, dan Assam memakai
bumbu dalam jumlah sedang. Bumbu yang umum dalam masakan Oriya, Benggala,
dan Assam adalah biji sesawi, jintan, jintan hitam, cabai hijau, pasta jintan, dan
rempah siap pakai yang disebut panch phoron atau panch phutana. Pasta mustar,
dadih, kadang-kacangan, pasta biji poppy, dan pasta kacang mete biasanya dimasak di
minyak mustar. Kari digolongkan menjadi bata (pasta), bhaja (goreng), chochchoree
(sedikit pedas), dan jhol (kari dengan sedikit rempah). Lauk berupa kari dimakan
bersama nasi putih atau ghonto (nasi berbumbu).

Sarapan tradisional berupa panta bhat atau pakhaal. Makanan pagi lainnya berupa
berondong beras atau beras yang dipipihkan dan dimakan setelah disiram susu dan
dicampur buah-buahan. Masakan Bangladesh sangat mirip dengan masakan India
Timur, khususnya masakan orang Benggala Barat. Penduduk bagian timur India
senang makan ikan dan kerang. Hidangan sayur yang populer di Orissa adalah dalma
dan santula, sementara di Benggala adalah sukto.

[sunting] Masakan India Selatan

Artikel utama untuk bagian ini adalah: masakan India Selatan

Idli dihidangkan bersama chutney kelapa, hidangan populer di India selatan.[18]

Masakan India Selatan memiliki beraneka ragam hidangan nasi karena nasi adalah
makanan pokok bagi orang India Selatan. Lauk untuk makan nasi adalah sambar dan
rasam, berbagai jenis acar, hidangan dari kelapa parut dan santan, serta hidangan
yang memakai minyak kelapa dan daun salam koja.

Kari sayuran dari India Selatan disebut kozhambu. Hidangan makan pagi di India
Selatan misalnya dosa, poori, idli, vada, bonda, dan bajji. Hidangan India Selatan
yang populer adalah kesaribath, upma, pulao, puliyodharai, dan thengai sadham.
Biryani hyderabad sering disebut masakan yang mewakili India Selatan.[19] Ciri khas
masakan India Selatan adalah penggunaan asam jawa (imli), kelapa, lentil, beras, dan
berbagai jenis sayuran. Orang di Udupi memiliki masakan khas yang disebut masakan
Udupi.

Masakan Andhra, masakan Chettinad, masakan Tamil, masakan Hyderabad, masakan


Mangalore, dan masakan Kerala masing-masing memiliki ciri khas sendiri. Setiap
negara bagian di India Selatan memiliki resep sambar yang berbeda-beda. Sambar
kerala, sambar tamil, sambar karnataka, dan pappu chaaru dari Andhra masing-
masing memiliki rasayang khas. Hidangan yang populer dari India Selatan adalah nasi
briyani, nasi ghee dengan kari daging, kari makanan laut (udang, makerel, kerang),
dan kue dadar pathiri setipis kertas dari daerah Malabar.

[sunting] Masakan India Barat

Lihat pula: masakan Goa, masakan Maharashtra, masakan Saraswat, dan masakan
Gujarat
Makanan ringan Pani puri

Masakan India Barat terdiri dari masakan Maharashtra, masakan Gujarat, dan
masakan Goa. Masakan Maharashtra masih dibagi menjadi dua kelompok, masakan
pesisir dan masakan pegunungan. Masakan pesisir bergantung kepada beras, kelapa,
dan ikan karena memiliki kondisi geografis seperti di Goa. Masakan pegunungan di
dataran tinggi Ghats Barat dan Dataran Tinggi Dekkan memakai kacang tanah sebagai
pengganti kelapa, dan makanan pokok berupa jowar (sorgum) dan bajra (milet). Di
kawasan pesisir Konkan dikenal masakan Saraswat, sementara mayoritas hidangan
dalam masakan Gujarat adalah makanan vegetarian. Sebagian besar makanan Gujarat
terasa manis karena ditambah gula atau gula merah. Di masa India Portugis,
bermunculan hidangan masakan Goa yang dipengaruhi oleh masakan Portugis.

[sunting] Masakan India Timur Laut

Artikel utama untuk bagian ini adalah: masakan Assam, masakan Naga, masakan
Sikkim, dan masakan Tripuri

Makanan di India Timur Laut sangat berbeda dari makanan daerah lain di India.
Masakan India Timur Laut sangat dipengaruhi masakan negara tetangga seperti
masakan Burma dan masakan Cina. Rempah-rempah yang dipakai tergolong eksotik
bila dibandingkan masakan daerah lainnya di India. Daging yak merupakan makanan
populer di India Timur Laut.

[sunting] Kepopuleran dan pengaruh di luar India

Ayam tikka, hidangan India yang populer ke seluruh dunia, mencerminkan pengaruh
kuat dari masakan Asia Tengah

Masakan India adalah salah satu dari masakan terpopuler di dunia.[20] Tidak hanya
populer di kalangan diaspora India, namun juga di kalangan penduduk Amerika Utara
dan Eropa.[21] Pada 2003, di Inggris tercatat lebih dari 10.000 rumah makan yang
menyediakan masakan India.[22] Survei yang dilakukan tahun 2007 mengungkap 1.200
jenis produk makanan India yang diimpor oleh Amerika Serikat sejak tahun 2000.[23]
Menurut data Badan Standar Pangan Britania Raya, industri makanan India di
Kerajaan Bersatu bernilai £3,2 miliar. Nilai tersebut setara dengan dua per tiga dari
total uang untuk makan di luar yang dikeluarkan penduduk Britania Raya. Setiap
minggunya, rumah makan India di Britania melayani sekitar 2,5 juta penduduk.[24]

Murgh makhani, hidangan populer di negara-negara Barat dan Arab.

Selain di Eropa dan Amerika Utara, masakan India populer di Asia Tenggara yang
merupakan wilayah pengaruh India. Masakan India sudah sejak lama mempengaruhi
masakan Malaysia, dan sangat populer di Singapura.[25][26] Masakan negara-negara
tetangga India yang terpengaruh gaya masakan India adalah masakan Vietnam,[9]
masakan Indonesia,[27] dan masakan Thailand.[28] Penyebaran makanan vegetarian di
Asia juga disebabkan oleh agama Buddha India.[29] Masakan India juga sangat populer
di dunia Arab karena rasanya mirip dan sejak lama berpengaruh terhadap masakan
Arab.[30]

Kepopuleran kari di negara-negara Asia menyebabkan kari dijadikan wakil masakan


Asia.[31] Di dunia internasional, kepopuleran kari bisa disejajarkan dengan pizza.[32]

[sunting] Minuman

Teh rempah masala chai yang populer di seluruh India (kiri) dan kopi saring india
yang populer di India Selatan (kanan).[33][34]
Lihat pula: Anggur India

Air putih selalu disediakan sewaktu makan. Orang India senang minum air putih
sewaktu makan karena dianggap tidak mengacaukan rasa makanan.

Teh adalah minuman utama di seluruh India. Daerah penghasil teh terbaik adalah
Darjeeling and Assam. Teh biasanya direbus bersama rempah-rempah seperti
kapulaga, cengkeh, kayu manis, dan jahe sebelum dicampur dengan susu untuk
membuat minuman bernama masala chai yang manis dan kental.
Kopi susu populer di India Selatan. Kopi arabika terbaik ditanam di sekitar Mysore
dan Karnataka. Produknya disebut Mysore Nuggets. Kopi saring india (kaapi)
merupakan minuman populer di India Selatan. Minuman lain yang sering diminum
orang India adalah nimbu pani (lemonade), lassi, chaach, badam doodh (susu badam),
sharbat, air kelapa, dan air tebu. Minuman dingin dalam botol yang populer di India
Selatan adalah Panner Soda atau goli soda (goli berarti kelereng). Keduanya dibuat
dari campuran air karbonasi, air mawar, dan gula. Minuman lain yang populer dari
India Selatan adalah susu mawar yang diminum dalam keadaan dingin.

India juga memiliki sejumlah minuman beralkohol khas India, termasuk anggur
palem, fenny, dan bir India. Bhang juga diminum di India Utara, terutama sewaktu
perayaan Holi dan Vaisakhi.

[sunting] Etiket

Di India Selatan, sehelai daun pisang yang sudah dicuci dijadikan pengganti alas
makan.
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Etiket makan di India

Di India, makanan dimakan sambil duduk di kursi, di lantai, di kursi rendah, atau di
atas bantal untuk duduk. Secara tradisional, makanan dimakan langsung dengan
tangan, biasanya dengan jari-jari dan telapak tangan kanan, tanpa sendok dan garpu.
Sewaktu makan dengan tangan, suhu makanan bisa dirasakan dengan tangan sebelum
disuap ke mulut. Mulut juga bisa dicegah dari melepuh akibat makanan panas.

Set menu thali terdiri dari beraneka masakan daerah di India dalam mangkuk-
mangkuk kecil yang disajikan dalam piring logam berukuran besar. Hidangan ini
dilengkapi dengan raita dan beraneka jenis roti-rotian seperti naan, puri, roti, atau
nasi.

Alat makan seperti sendok dan garpu dipakai oleh kalangan atas di India. Sendok dan
garpu merupakan pengaruh budaya Romawi pada abad ke-16, dan mulanya hanya
dikenal kalangan atas di India Utara. Perdagangan lada dengan orang Romawi
menyebabkan dikenalnya alat-alat makan di Asia. Hidangan yang mengandung nasi
biasanya boleh dimakan dengan sendok dan garpu, namun memakan roti dengan pisau
atau garpu dianggap tidak sopan.

http://id.wikipedia.org/wiki/Masakan_India

Makanan khas India


Roti Cane
BAHAN:
500 gram tepung terigu
2 butir telur ayam
1/2 sdt garam
160 ml air matang
1 sdm minyak samin

CARA MEMBUAT:
1. Campur air matang dengan telur, garam, dan minyak samin, aduk rata.
2. Campur tepung terigu dengan bahan telur, aduk rata, uleni hingga kalis.
3. Bagi adonan menjadi 7 bagian, bentuk bola-bola lalu tutup dengan serbet bersih.
Diamkan selama 1 jam.
4. Ambil satu adonan, bentangkan tipis, olesi dengan minyak samin lalu gulung
bentuk konde dan istirahatkan selama 1/2 jam.
5. Panaskan wajan pipih, beri sedikit minyak samin. Ambil satu adonan, pipihkan dan
goreng hingga kecokelatan dan matang, angkat. Taruh dalam pinggan, sajikan
bersama kari kambing.

Untuk: 4 orang

GULAB JAMNA

BAHAN:
250 gram gula pasir
100 ml air
200 gram susu bubuk
3 sdm tepung terigu
2 sdm mentega
minyak untuk menggoreng
Sirup gula:
200 ml air
20 gram gula pasir
1/4 sdt garam
3 buah kapulaga

CARA MEMBUAT:
1. Masak gula dan air hingga gula larut, angkat, dinginkan.
2. Campur air gula dengan susu bubuk, tepung terigu, dan mentega, aduk hingga
menjadi adonan yang dapat dibentuk. Bentuk bola sebesar kelereng, sisihkan.
3. Panaskan minyak, goreng bola-bola hingga kecokelatan, angkat, sisihkan.
4. Sirup gula: didihkan air, gula, kapulaga, dan garam. Setelah agak mengental,
angkat.
5. Masukkan bola-bola yang telah digoreng dalam sirup, diamkan selama 5 menit,
angkat, dan tiriskan.
Sajikan.

Untuk: 6 orang

Martabak Kentang Mini


BAHAN:
Kulit:
250 gram tepung terigu
1/2 sdt garam
80 ml air
Isi martabak:
250 gram kentang, kukus matang, kupas, potong dadu kecil
250 gram daun bawang, iris halus
250 gram bawang bombay, iris halus
5 butir telur ayam
1 sdt ketumbar bubuk
1 sdt jintan bubuk
1 sdt merica bubuk dan 1 sdt garam
1 sdt kunyit bubuk
2 sdt ROYCO rasa sapiminyak goreng secukupnya

CARA MEMBUAT:
1. Kulit: campur air dengan garam hingga larut. Campur tepung terigu dengan air
garam, uleni hingga menjadi adonan yang dapat dibentuk. Istirahatkan selama 10
menit. Bagi adonan menjadi 20 bagian, bentuk bola-bola, diamkan 1 jam dan tutup
dengan serbet bersih.
2. Isi: kocok telur lepas, masukkan ketumbar, jintan, merica, garam, kunyit, dan
ROYCO rasa ayam, aduk rata. Tambahkan kentang, daun bawang, dan bawang
bombay, aduk rata.
3. Penyelesaian: panaskan wajan pipih, ambil satu adonan lalu bentangkan hingga
menipis, taruh di wajan, beri isian secukupnya. Lipat bentuk amplop dan goreng
hingga matang.
Sajikan hangat.

Untuk: 20 buah

Kari Kambing Roti Cane


BAHAN :
Kari kambing:
500 gram daging kambing tanpa tulang, potong menurut selera
5 biji cengkih
5 cm kayu manis
3 tangkai salam hoya (daun kari)
1 buah bawang bombay, iris halus
2 sdm minyak sayur
600 ml air
350 ml santan dari 1 butir kelapa
3 sdm KECAP BANGO
rasa manis Haluskan:
7 buah cabai merah besar
6 butir bawang merah
5 siung bawang putih
4 sdm ketumbar
1/4 biji pala
3 butir kapulaga
1 buah peka
2 sdt garam
1 sdm jahe bubuk
1 sdm kunyit bubuk

CARA MEMBUAT:
1. Cuci bersih daging kambing, tiriskan, lumuri dengan setengah bagian bumbu halus
dan diamkan selama 10 menit.
2. Panaskan minyak sayur, tumis bawang bombay bersama bumbu halus hingga
harum. Masukkan daging dan bumbu rendaman, masak hingga berubah warna.
3. Tambahkan cengkih, kayu manis, dan air, masak hingga daging setengah lunak,
masukkan santan, salam hoya, dan KECAP BANGO rasa manis, masak sebentar,
angkat.
4. Sajikan hangat dengan roti cane

Untuk: 4 orang

http://reseplengkap.blogspot.com/2009/05/makanan-khas-india.html

Martabak India
22 Agustus, 2007 pada 4:50 am · Disimpan dalam Kue, Masakan Luar negeri

5 Votes

Bahan Kulit :

Tepung Gandum 500 gram

Tepung Beras 100 gram


Minyak Sayur 30 mililiter

Garam secukupnya

Air Panas 150 mililiter

Cara Mengolah :

- Campurkan semua bahan

- Uleni sampai kalis dan bagi adonan menjadi 10 bagian

Bahan Isi :

Daging Cincang sapi/domba 250 gram

Kentang yang direbus dan diiris dadu 250 gram

Kacang polong yang sudah direbus 250 gram

Daun Bawang 250 gram

Telur Ayam 10 butir

Bumbu Gule siap pakai/dalam kemasan 1 bungkus

Cara Mengolah :

- Campurkan seluruh bahan di atas (kecuali telur)

- Tumis bahan yang sudah dicampur tersebut

Cara Membuat Martabak :

- Ambil 1 bagian adonan kulit, lalu pilin-pilin sampai tipis (sesuai selera)

- Panaskan diatas penggorengan ceper dengan sedikit minyak (sekitar 50 mililiter)

- Sementara itu, siapkan isi martabak : kocok 1 butir telur, masukan 4 sendok makan
bahan isi yang sudah ditumis.

- Kocok lalu tumpahkan di atas kulit yang sedang dipanaskan.

- Lipat saat masih di atas penggorengan

- Goreng bahan tadi sampai matang dan warnanya terlihat agak kecoklatan.

- Martabak India siap untuk dihidangkan . Hidangkan ama acar mentimun dan cabe rawit…

http://cuek.wordpress.com/2007/08/22/martabak-india/
Pakaian di India
From Wikipedia, the free encyclopedia Dari Wikipedia Bahasa Melayu,
ensiklopedia bebas

Jump to: navigation , search Langsung ke: navigasi , cari


This article does not cite any references or sources . Artikel ini tidak
mengutip manapun acuan atau sumber .
Please help improve this article by adding citations to reliable sources . Silakan bantu
memperbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi sumber terpercaya . Unsourced
material may be challenged and removed . (January 2009) Bahan rujukan dapat ditantang dan
dihapus . (Januari 2009)

Indian woman wearing a lehanga (not pictured), choli & odhani India wanita
mengenakan lehanga (tidak digambarkan), choli & odhani

Clothing in India varies widely and is closely related to local culture , religion and
climate . Pakaian di India bervariasi secara luas dan terkait erat dengan budaya lokal
, agama dan iklim .

Traditional Indian clothing for women are the saris or the salwar kameez and also
Ghaghra Cholis (Lehengas). pakaian tradisional India untuk perempuan adalah sari
atau salwar kameez dan juga Ghaghra Cholis (Lehengas). For men , traditional clothes
are the Dhoti , Lungi or Kurta . Bombay , also known as Mumbai, is one of India's
fashion capitals. Untuk pria , pakaian tradisional merupakan dhoti , Lungi atau kurta .
Bombay , juga dikenal sebagai Mumbai, adalah salah satu ibukota fashion's India. In
some village parts of India, traditional clothing mostly will be worn. Di beberapa
bagian desa India, pakaian tradisional sebagian besar akan dipakai. In southern India
the men wear long, white sheets of cloth called dhoti in English and veshti in Tamil.
Di India selatan orang-orang memakai panjang, lembaran kain putih yang disebut
dhoti dalam bahasa Inggris dan veshti di Tamil. Over the dhoti, men wear shirts, t-
shirts, or anything else. Selama dhoti, pria memakai kemeja, t-shirt, atau apapun.
Women wear a sari, a long sheet of colourful cloth with patterns. Wanita mengenakan
sari, selembar kain panjang berwarna-warni dengan pola. This is draped over a simple
or fancy blouse. Ini adalah menutupi blus sederhana atau mewah. This is worn by
young ladies and woman. Hal ini dikenakan oleh wanita muda dan perempuan. Little
girls wear a pavada . Gadis-gadis kecil memakai sebuah pavada. A pavada is a long
skirt worn under a blouse. pavada adalah rok panjang yang dikenakan di bawah blus.
Both are often daily patterned. Bindi is part of the women's make-up. Indo-western
clothing is the fusion of Western and Subcontinental fashion . Churidar , Dupatta ,
Gamchha , Kurta, Mundum Neriyathum , Sherwani are among other clothes.
Keduanya sering sehari-hari berpola. Bindi merupakan bagian dari perempuan
membuat-up. -barat pakaian Indo adalah perpaduan dari Barat dan Subcontinental
fashion . Churidar , dupatta , Gamchha , kurta, Mundum Neriyathum , Sherwani
antara pakaian lain.

Contents Isi
[hide]

• 1 Women's Clothing 1 Perempuan Busana


• 2 Modern fashion in India 2 modern fashion di India
• 3 External links 3 Pranala luar

• 4 References 4 Referensi

[ edit ] Women's Clothing [ sunting ] Busana


Wanita
The traditional style of clothing in India varies with male or female distinctions. Gaya
pakaian tradisional di India bervariasi dengan perbedaan laki-laki atau perempuan.
This is still followed in the rural areas, though is changing in the urban areas. Ini
masih diikuti di daerah pedesaan, meskipun adalah perubahan di daerah perkotaan.
Girls before puberty wear a long skirt (called langa/paawada in Andhra) and a short
blouse, called a choli, on top of it. Gadis-gadis sebelum pubertas mengenakan rok
panjang (langa disebut / paawada di Andhra) dan blus pendek, yang disebut choli, di
atasnya. Teenage girls wear half-sarees, a three piece set comprising of a langa, a
choli and a stole wrapped over it like a saree. gadis remaja memakai setengah-sarees,
sepotong tiga set terdiri dari sebuah langa, sebuah choli dan mencuri dibungkus atas
seperti sebuah saree. Women usually wear full sarees.they wear bright clothing
Perempuan biasanya memakai sarees.they penuh memakai pakaian cerah
This painting by Raja Ravi Varma depicts several traditional styles of draping the sari
Ini lukisan karya Raja Ravi Varma menggambarkan beberapa gaya tradisional
mengalungkan kain sari

A saree or sari is a female garment in the Indian subcontinent . [ 1 ] A sari is a strip of


unstitched cloth , ranging from four to nine metres in length that is draped over the
body in various styles. Sebuah saree atau sari adalah pakaian wanita di benua India .
[1]
sari adalah strip dari unstitched kain , mulai 4-9 meter panjang yang tersampir di
tubuh dalam berbagai gaya. The most common style is for the sari to be wrapped
around the waist , with one end then draped over the shoulder baring the midriff. [ 1 ]
The sari is usually worn over a petticoat ( ghagra in the north, pavada/pavadai in the
south, and shaya in eastern India), with a blouse known as a choli or ravika forming
the upper garment. Gaya yang paling umum adalah untuk sari yang akan dibungkus di
sekitar pinggang , dengan salah satu ujung kemudian tersampir di bahu
memperlihatkan hulu hatinya. [1] sari biasanya dikenakan di atas sebuah rok (ghagra
di utara, pavada / pavadai di selatan , dan shaya di India timur), dengan blus yang
dikenal sebagai choli atau ravika yang membentuk garmen atas. The choli has short
sleeves and a low neck and is usually cropped, and as such is particularly well-suited
for wear in the sultry South Asian summers. choli memiliki lengan pendek dan leher
yang rendah dan biasanya dipotong, dan sebagai tersebut terutama cocok untuk
dipakai di musim panas gerah Asia Selatan. Cholis may be "backless" or of a halter
neck style. Cholis mungkin "backless" atau gaya leher halter. These are usually more
dressy with a lot of embellishments such as mirrors or embroidery and may be worn
on special occasions. Ini biasanya lebih bergaya dengan banyak embellishments
seperti cermin atau bordir dan dapat dikenakan pada acara-acara khusus. Women in
the armed forces, when wearing a sari uniform, don a half-sleeve shirt tucked in at the
w ais t. Perempuan dalam angkatan bersenjata, ketika mengenakan seragam sari,
jangan setengah-kemeja lengan terselip di di w ais t.

The salwar kameez is another form of popular dress for females. The salwar kameez
adalah bentuk lain dari gaun populer untuk wanita. It consists of loose trousers (the
salwar) topped by a long loose shirt (the kameez). Ini terdiri dari celana panjang
longgar (salwar itu) dihiasi dengan baju longgar panjang (kameez tersebut). It is often
mispronounced as "salwar kameez" or simply "salwar". Hal ini sering mispronounced
sebagai "salwar kameez" atau hanya "salwar". It originates from the Muslim invaders
from Turkey and Afghanistan . Ini berasal dari penjajah muslim dari Turki dan
Afganistan . For a long time it was considered a "Muslim dress" but now has become
popular all across India, as well as other South Asian countries. Untuk waktu yang
lama dianggap gaun "muslim" tetapi sekarang telah menjadi populer di seluruh
Indonesia, serta negara-negara Asia Selatan lainnya. Due to its Muslim origin, it is
very common in Pakistan and Afganistan . Karena asal Muslim, ia sangat umum di
Pakistan dan Afganistan . It is commonly worn with a narrow scarf called a dupatta,
which is used to cover the head. Hal ini umumnya dikenakan dengan syal sempit
disebut dupatta, yang digunakan untuk menutupi kepala. The salwar kameez is most
common in the northwestern part of India. Kameez salwar ini adalah yang paling
umum di bagian barat laut India.

Girls wearing Gagra choli Gadis mengenakan choli Gagra

The women of Rajasthan and Gujarat often wear colorful swirling skirts called
lehenga , paired with a short bodice called a choli. Para wanita dari Rajasthan dan
Gujarat sering memakai rok berwarna-warni berputar disebut lehenga , dipasangkan
dengan singkat korset disebut choli. If they must cover their heads, they do so with
bright veils called odhani. Jika mereka harus menutup kepala mereka, mereka
melakukannya dengan terang cadar disebut odhani. Popular among unmarried women
other than salwar kameez are Gagra choli and Langa oni . Populer di kalangan wanita
yang belum menikah selain salwar kameez adalah Gagra choli dan Langa oni .

[ edit ] Modern fashion in India [ sunting ] fashion


modern di India
Many aspects of Western fashion have become common among Indian men,
particularly in the professional community. Banyak aspek fashion Barat telah menjadi
umum di kalangan orang India, khususnya di komunitas profesional. Horizontal
stripes and plaids are common on casual business shirts, particularly among Indians in
North America. garis-garis horizontal dan plaids lazim di bisnis baju santai,
khususnya di kalangan orang India di Amerika Utara. Owing to growth of women
empowerment and influence of western culture, nowadays most of the teen and adult
girls in cities wear low hip jeans, low neck tops, tight jean trousers with salwar, half
trousers, sleeveless T shirts etc. Women who hail from rural villages usually wear
frocks and half sarees; boys normally wear a shirt and pants, whether formally or
casually. Karena pertumbuhan pemberdayaan perempuan dan pengaruh budaya barat,
saat ini sebagian besar gadis-gadis remaja dan dewasa di kota-kota mengenakan
celana jins pinggul rendah, bagian atas leher rendah, celana jean ketat dengan salwar,
celana setengah, Wanita dll tanpa lengan T shirt yang berasal dari pedesaan desa
biasanya memakai rok dan setengah sarees; anak laki-laki biasanya mengenakan
kemeja dan celana, baik secara formal atau santai.

The most accepted formal dressing for couples in formal occasions like parties and
weddings is saree for the ladies and formal pants and shirts with suits in the winter for
the men. Dressing formal yang paling diterima untuk pasangan di acara-acara resmi
seperti pesta dan pernikahan adalah saree untuk wanita dan celana formal dan kemeja
dengan setelan pada musim dingin untuk laki-laki. While one is utterly ethnic and
Indian the latter is very western and out of India. Sementara satu sama sekali etnis dan
India yang terakhir ini sangat barat dan keluar dari India.

[ edit ] External links [ sunting ] Pranala luar


• Insights into the Indian Fashion Industry Wawasan ke dalam India Fashion
Industri

http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|
id&u=http://en.wikipedia.org/wiki/Clothing_in_India

Mahatma Gandhi
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Terkini (belum ditinjau)


Langsung ke: navigasi, cari
Mohandas Karamchand Gandhi
Mohandas Karamchand Gandhi, Difoto tahun 1930an

2 Oktober 1869
Lahir Porbandar, Kathiawar Agency,
British India
30 Januari 1948 (umur 78)
Meninggal
New Delhi, Union of India
Sebab meninggal Pembunuhan
Kewarganegaraan India
Nama Panggilan Mahatma Gandhi
Pendidikan University College London
Dikenal karena Gerakan Kemerdekaan India
Partai Politik Kongres Nasional India
Agama Hinduisme
Pasangan Kasturba Gandhi
Harilal
Manilal
Anak
Ramdas
Devdas
Tanda tangan

Ada pula film berjudul Gandhi, lihat Gandhi (film).


Mohandas Karamchand Gandhi (lahir di Porbandar, Gujarat, India, 2 Oktober
1869 – meninggal di New Delhi, India, 30 Januari 1948 pada umur 78 tahun) (aksara
Devanagari: मोहनदास करमचनद गाधी) juga dipanggil Mahatma Gandhi (bahasa
Sansekerta: "jiwa agung") adalah seorang pemimpin spiritual dan politikus dari India.

Pada masa kehidupan Gandhi, banyak negara yang merupakan koloni Britania Raya.
Penduduk di koloni-koloni tersebut mendambakan kemerdekaan agar dapat
memerintah negaranya sendiri.

Gandhi adalah salah seorang yang paling penting yang terlibat dalam Gerakan
Kemerdekaan India. Dia adalah aktivis yang tidak menggunakan kekerasan, yang
mengusung gerakan kemerdekaan melalui aksi demonstrasi damai.

Daftar isi
[sembunyikan]

• 1 Biografi
• 2 Warisan ajaran Gandhi di Indonesia
• 3 Lain-lain
• 4 Pranala luar

• 5 Lihat pula

[sunting] Biografi
Gandhi lahir pada 2 Oktober 1869 di negara bagian Gujarat di India. Beberapa dari
anggota keluarganya bekerja pada pihak pemerintah. Saat remaja, Gandhi pindah ke
Inggris untuk mempelajari hukum. Setelah dia menjadi pengacara, dia pergi ke Afrika
Selatan, sebuah koloni Inggris, di mana dia mengalami diskriminasi ras yang
dinamakan apartheid. Dia kemudian memutuskan untuk menjadi seorang aktivis
politik agar dapat mengubah hukum-hukum yang diskriminatif tersebut. Gandhi pun
membentuk sebuah gerakan non-kekerasan.

Ketika kembali ke India, dia membantu dalam proses kemerdekaan India dari jajahan
Inggris; hal ini memberikan inspirasi bagi rakyat di koloni-koloni lainnya agar
berjuang mendapatkan kemerdekaannya dan memecah Kemaharajaan Britania untuk
kemudian membentuk Persemakmuran.

Rakyat dari agama dan suku yang berbeda yang hidup di India kala itu yakin bahwa
India perlu dipecah menjadi beberapa negara agar kelompok yang berbeda dapat
mempunyai negara mereka sendiri. Banyak yang ingin agar para pemeluk agama
Hindu dan Islam mempunyai negara sendiri. Gandhi adalah seorang Hindu namun dia
menyukai pemikiran-pemikiran dari agama-agama lain termasuk Islam dan Kristen.
Dia percaya bahwa manusia dari segala agama harus mempunyai hak yang sama dan
hidup bersama secara damai di dalam satu negara.
Pada 1947, India menjadi merdeka dan pecah menjadi dua negara, India dan Pakistan.
Hal ini tidak disetujui Gandhi.

Prinsip Gandhi, satyagraha, sering diterjemahkan sebagai "jalan yang benar" atau
"jalan menuju kebenaran", telah menginspirasi berbagai generasi aktivis-aktivis
demokrasi dan anti-rasisme seperti Martin Luther King, Jr. dan Nelson Mandela.
Gandhi sering mengatakan kalau nilai-nilai ajarannya sangat sederhana, yang
berdasarkan kepercayaan Hindu tradisional: kebenaran (satya), dan non-kekerasan
(ahimsa).

Pada 30 Januari 1948, Gandhi dibunuh seorang lelaki Hindu yang marah kepada
Gandhi karena ia terlalu memihak kepada Muslim.

[sunting] Warisan ajaran Gandhi di Indonesia


Selain tokoh-tokoh perjuangan anti kekerasan, keadilan dan perdamaian di tingkat
dunia, di Indonesia pun ajaran Gandhi menemukan lahan yang subur. Ibu Gedong
Bagoes Oka, misalnya, menemukan inspirasi perjuangannya di dalam ajaran Gandhi.
Ia mendirikan Ashram Gandhi di Candi Dasa, Bali sebagai pusat pendidikan dan
pengamalan ajaran-ajaran Gandhi tersebut.

[sunting] Lain-lain
Gandhi tidak pernah menerima Penghargaan Perdamaian Nobel, meski dia
dinominasikan lima kali antara 1937 dan 1948. Beberapa dekade kemudian, hal ini
disesali secara umum oleh pihak Komite Nobel. Ketika Dalai Lama dianugerahi
Penghargaan Nobel pada 1989, ketua umum Komite mengatakan bahwa ini
merupakan "sebuah bentuk mengenang Mahatma Gandhi".

Museum elektronik Nobel mempunyai artikel mengenai hal tersebut. [1]

Sepanjang hidupnya, aktivitas Gandhi telah menarik berbagai komentar dan opini.
Misalnya, sebagai penduduk Kerajaan Britania, Winston Churchill pernah berkata
"Menyedihkan...melihat Mr. Gandhi, seorang pengacara Kuil Tengah yang
menghasut, sekarang tampil sebagai seorang fakir yang tipenya umum di Timur,
menaiki tangga Istana Viceregal dengan badan setengah-telanjang." Begitu juga
dengan Albert Einstein yang berkomentar berikut mengenai Gandhi: "(Mungkin) para
generasi berikut akan sulit mempercayai bahwa ada orang seperti ini yang pernah
hidup di dunia ini."

Karya Mahatma Gandhi tidak terlupakan oleh generasi berikutnya. Cucunya, Arun
Gandhi dan Rajmohan Gandhi dan bahkan anak cucunya, Tushar Gandhi, adalah
aktivis-aktivis sosio-politik yang terlibat dalam mempromosikan non-kekerasan di
seluruh dunia.

Cemilan Manis Khas India


Yang namanya makanan India, di otak kita tentunya sudah terbayang makanan
dengan tingkat kepedasan ekstra. Memang makanan India terkenal selain
menggunakan berbagai macam cabe, ternyata juga menggunakan berbagai macam
bumbu yang bukan meredam rasa panas cabe yang ada, tapi malah akan memperkuat
panas yang ada.

Nah... cara terbaik meredam panas cabe, ternyata menurut orang India adalah dengan
memakan makanan manis ala dessert. Jangan salah, ternyata banyak banget lho
makanan manis bikin gigi sakit ala India. Mereka seringkali membuat makanan manis
ini dari susu, ghee (mentega cair) dan gula. Banyak sekali macam cemilan manis yang
kita bisa coba lho!

Jika Anda ingin mencoba cemilan manis ala India, cari para pembuat cemilan manis
yang dikenal dengan nama Halwai. Mereka ini biasanya mendapat keahlian membuat
cemilan manis ini secara turun temurun, dan banyak ditemui di berbagai belahan
India, baik utara maupun selatan, walaupun dengan rasa dan tekstur yang khas masing
masing daerah.

Gulab Jamun

Dessert ini adalah bola adonan yang dibuat dari bahan padat susu, dan kemudian
digoreng. Makanan ini sangat terkenal di India. Biasanya Gulab Jamun disajikan
dengan sirup gula yang yang dicampur dengan air mawar atau bunga pala. Menurut
orang bule, cara terbaik menikmatinya adalah dengan disajikan panas-panas plus es
krim vanila. Salah satu variasi dari Gulab Jamun adalah Kala Jamun (Kala berarti
hitam). Adonan Gulab mendapat tambahan gula pada saat dipersiapkan. Karena
panasnya suhu penggorengan, maka gula yang ada akan berubah menjadi karamel dan
menyumbangkan warna hitam di Jamun ini.

Jalebi

Makanan manis ini berasal dari India Barat, lebih tepatnya dataran Gujarat. Cemilan
manis yang satu ini punya banyak macam warna variasi, biasanya antara oranye,
kuning atau terkadang merah. Makanan ini dibuat dari adonan yang kemudian
dibentuk seperti kerupuk dan digoreng dalam minyak panas yang banaj sekali. Jalebi
ini lebih baik dimakan hangat hangat, karena cenderung cepat menjadi lembek.

Ladoos
Ladoos atau Laddus ini adalah gorengan bola tepung dan gula, yang kemudian
dicampur dengan berbagai bahan, seperti kacang mede, almond, kismis, dll. Beberapa
tipe laddus bahkan dibuat dari kacang dan wijen dan kemudian dicampur dengan sirup
gula agar lengkat dan membentuk bola. Laddus tidak hanya dimakan sebagai cemilan
atau makanan penutup, tapi juga sebagai hidangan di berbagai upacara keagamaan
India dan juga pesta pernikaha

Peda

Bukan ikan, tapi makanan manis yang biasa tersedia di berbagai belahan dunia India.
Peda biasanya dibuat dari bahan padatan susu yang biasa disebut Khoa, yang didapat
dari susu yang dikentalkan. Peda, seperti makanan India pada umumnya memiliki
berbagai variasi karena dikombinasikan dengan berbagai bahan lain pula seperti
bunga pala, kapulaga, dan beberapa jenis bumbu lain.

Kheer

Kheer atau bubur nasi manis ini dapat ditemukan dalam berbagai bentuk di India, di
India Utara, makanan ini dibuat dengan cara merebus beras, susu dan gula, sementara
di daerah India selatan, masakan ini disebut Payasam. Biasanya dalam makanan ini
ditambahkan berbagai bahan seperti kapulaga, kismis, pistachio dan almond. Payasam
di India Selatan, lebih banyak menggunakan santan daripada susu. Sedangkan variasi
lain yang dibuat menggunakan bahan seperti mie tipis-tipis (seperti bihun) dan susu,
adalah hidangan khas Lebaran di kalangan penduduk Muslim India

Barfi

Mungkin Barfi ini adalah cemilan manis paling umum di India. Cemilan ini adalah
cemilan yang selalu akan Anda temui dengan mudah di berbagai Mithai (toko cemilan
khas India). Barfi akan ditata dengan rapi dengan berbagai bentuk dan warna menarik.
Bahan pembuat Barfi adalah susu kental dan gula yang dimasak sampai lebih kental
dan akhirnya memadat. Berbagai warna Barfi menentukan bahan campurannya.
Warna hijau berarti bahwa Barfi tadi mengandung kacang pistachio, warna putih
berarti barfi almond, sedangkan barfi warna krem adalah Kaju Barfi, yang
mengandung kacang mede, merupakan Barfi favorit di India.

Hiasan yang paling banyak ditemui untuk makanan manis di India adalah Varak,
semacam kertas perak yang bisa dimakan.

http://clubbing.kapanlagi.com/showthread.php?t=75303

Tipu Sultan, Harimau dari Kesultanan Mysore India


Tipu Sultan merupakan seorang yang sangat religius dan toleran terhadap pemeluk
agama lain.

Dunia Islam memiliki banyak pejuang gigih. Salah satunya adalah Sultan Fateh Ali
Tipu yang lebih dikenal Tipu Sultan. Nama lain yang disematkan pada dirinya adalah
Harimau dari Mysore. Ia memang penguasa Kesultanan Mysore di India dari 1782
hingga ia mangkat pada 1799.

Tipu Sultan adalah putra pertama dari Haidar Ali dengan istri keduanya, Fatima atau
Fakhr-un-nissa. Dan rupanya, ia tak hanya dikenal sebagai penguasa, tetapi juga
seorang ilmuwan, prajurit, serta pujangga.

Tipu lahir di Devanahalli, sekarang merupakan distrik Bangalore, yang berjarak 33


km sebelah timur Bangalore. Dia dikenal sebagai orang yang sangat religius dan
sangat toleran dalam interaksi dengan pemeluk agama lainnya.

Sebagai seorang penguasa Muslim dan sebagian besar rakyatnya beragama Hindu,
Tipu sering menghadapi sejumlah masalah dalam membangun kekuatan legitimasi
pemerintahannya. Namun, ia terus mencari jalan keluar agar rakyatnya itu agama
menerima dengan tangan terbuka.

Sejumlah pakar sejarah mengungkapkan bahwa Tipu memiliki sikap yang egaliter
terhadap orang-orang Hindu. Namun, ia akan bersikap tegas ketika menghadapi
pertentangan dalam masalah politik. Ia akan dengan segera menuntaskan masalah
tersebut.

Tak hanya jalinan hubungan harmonis yang ia bangun dengan pemeluk agama
berbeda, termasuk rakyatnya. Selama pemerintahannya, Tipu Sultan melakukan
sejumlah pembangunan dalam skala besar. Ia misalnya, membangun bendungan
Khrishna Raja Sagara di Sungai Cauvery.

Tipu Sultan juga menyelesaikan proyek yang telah dirintis ayahnya, Haidar Ali, yaitu
proyeek Lal Bagh. Ia membangun banyak jalan, gedung-gedung publik, serta
pelabuhan di sepanjang garis pantai Kerala. Pembangunan ekonomi untuk
kesejahetraan rakyatnya, juga ia perhatikan.

Dalam masa pemerintahannya, Tipu Sultan tak hanya mengembangkan perekonomian


dan perdagangan domestik. Namun, ia memperluas dengan melakukan perdagangan
dengan neger-negeri tetangga seperti Sri Lanka, Afghanistan, Prancis, Turki, dan Iran.

Tak lupa, ia membangun kekuatan militernya untuk meningkatkan pertahanan negara.


Ia mengembangkan sebuah lembaga pendidikan militer di Mysore. Bahkan, lembaga
pendidikan itu menjadi pusat pendidikan bagi para pangeran di India.

Kekuatan militer Tipu Sultan yang mumpuni, terlihat saat pasukannya mampu
memukul mundur pasukan Inggris dalam Perang Mysore Pertama dan Kedua. Dan,
keberhasilan ini kemudian meningkatkan reputasi militer yang dimilikinya.
Mantan presiden India, Abdul Kalam, dalam sebuah orasinya pernah mengatakan,
Tipu Sultan merupakan inovator di dunia perang, yang memelopori penggunaan roket.
Penggunaan roket oleh pasukan Tipu Sultan terjadi ketika menyerang pasukan Inggris
di Srirangapatna.

Roket yang digunakan Tipu Sultan ini kemudian diambil Inggris dan hingga sekarang
masih disimpan di Royal Artillery Museum di London. Abdul Kalam juga
mengatakan bahwa sebagian besar pertempuran Tipu Sultan menuai kemenangan
gemilang.

Sebelum melakukan perlawanan terhadap pasukan dari luar, pasukan Tipu Sultan
mampu menaklukkan sejumlah kerajaan kecil di wilayah selatan Mysore. Dia
mengalahkan Marathas dan Nizams dan juga beberapa penguasa India yang telah
mengalahkan pasukan Inggris.

Tipu pernah membantu ayahnya, Haidar Ali, mengalahkan Inggris di Perang Mysore
Kedua. Inggris akhirnya mau melakukan negosiasi dalam sebuah perjanjian yang
disebut Perjanjian Mangalore. Namun, ia mampu dipukul mundur pada sejumlah
perang berikutnya.

Pada Perang Anglo-Mysore Ketiga dan Perang Anglo-Mysore Keempat, pasukan


Tipu Sultan harus mengakui keunggulan lawan dan mundur. Sebab, musuh
membentuk aliansi yang kuat antara British East India Company, Nizam dari
Hyderabad dan negeri kecil, Travancore.

Tipu Sultan memiliki seorang kepercayaan yang bernama Sirdar Yar Muhammad
yang juga dikenal sebagai Ghazi-e Mysore. Sirdar merupakan putra Shah Muhammad,
seorang sufi. Tipu sendiri menjadi salah satu murid Shah Muhammad ini.

Tak lama setelah Sirdar Yar bergabung dengan tentara Mysore, ia segera menjadi
salah salah satu jenderal favorit Tipu Sultan. Sebab, Tipu melihat perilaku patriotik,
pemberani, dan sikap gagah berani Sirdar Yar dalam medan perang dan dia sangat
bangga akan hal itu.

Salah satu perang yang dibanggakan Tipu Sultan yaitu saat Sirdar Yar terlibat dalam
perang di Seringapatam pada 1799. Namun, keperkasaannya mulai luluh ketika Tipu
Sultan mangkat. Sirdar tak mampu mempertahankan ibu kota Mysore,
Srirangapattana, dari serangan Inggris.

Sirdar Yar merasa terpuruk. Dia melarikan diri ke bukit-bukit Kullu, kemudian lari ke
pusat Punjab Maharaja Ranjit Singh. Dengan demikian, dia berhasil menghindari
penangkapan oleh pasukan Inggris. Ia kemudian menjadi salah satu buronan penting
pasukan Inggris.

Selama menjadi penguasa, Tipu Sultan juga menorehkan pencapaian gemilang


lainnya. Ia menerapkan sistem mata uang, perbankan, sistem kalender, dan ukuran
baru. Ia membuat mata uang atas namanya sendiri yang kemudian digunakan secara
luas dalam perdagangan.

Tipu yang merupakan seorang sufi, sebenarnya berkeinginan untuk menjadi seorang
sufi, tetapi ayahnya Hyder Ali bersikeras bahwa dia mampu menjadi prajurit dan
pemimpin besar. Dan, keinginan ayahnya kemudian terwujud, Tipu Sultan menjadi
prajurit tangguh dan penguasa. dyah ratna meta novia

Sultan di Medan Perang

Tipu Sultan mulai mempelajari taktik militer saat usia 15 tahun atas permintaan
ayahnya, Haidar Ali. Pada 1766, ia sudah menemani ayahnya saat bertempur melawan
Inggris dalam Perang Mysore Pertama. Ia menjadi komandan korps kavaleri dalam
invasi Carnatic pada 1767 saat berusia 16 tahun.

Perang Mysore Kedua


Tipu Sultan memimpin sekelompok pasukan besar dalam Perang Mysore Kedua pada
Februari 1782, dan dia mengalahkan Kolonel Annagudi Braithwaite di tepi Kollidam.
Meski saat itu ia berhasil mengalahkan pasukan Inggris, namun ia menyadari Inggris
merupakan ancaman serius India.
Tipu Sultan menyita semua senjata musuh dan menawan pasukan yang kalah tersebut.
Sebelumnya pada Desember 1781, ia berhasil merebut Chittur dari kekuasaan Inggris.
Kehebatan Tipu tidak bisa terlepas dari upaya ayahnya Haidar Ali yang memberikan
pelatihan militer terhadapanya sejak remaja.
Perang Kedua Mysore berakhir dengan Perjanjian Mangalore. Perjanjian antara Sultan
India dan Kolonial Inggris tersebut menjadi dokumen bergengsi dalam sejarah India.
Meskipun demikian, Perang Mysore Kedua dianggap memiskinkan negara.

Pertempuran Pollilur
Pertempuran Pollilur terjadi pada 1780 di Pollilur dekat Kota Kanchipuram.
Pertempuran ini merupakan bagian dari perang Anglo-Mysore kedua. Tipu dikirim
oleh Haidar Ali dengan 10.000 laki-laki dan 18 senjata untuk mencegat Kolonel
Baillie yang sedang dalam perjalanan untuk bergabung dengan Sir Hector Munro.
Dalam pertempuran tersebut, sekitar 200 orang ditangkap hidup-hidup, tentara Sepoy
yang berjumlah sekitar 3.800 orang juga ditangkap. Akibatnya, Munro harus mundur
ke Madras dan menelantarkan pasukan artilerinya di dekat sebuah tangki air
Kanchipuram.
Perang Srirangapattana
Dalam perang ini, Inggris mengerahkan 26 ribu prajurit. Sedangkan Nizam dari
Hyderabad yang merupakan aliansi Inggris menyediakan 10 batalion dan lebih dari
16.000 kavaleri. Sementara, Tipu Sultan memimpin 30 ribu prajurit.
Tipu Sultan meninggal dalam pertempuran tersebut. Wellesley, salah satu pemimpin
pasukan Inggris, memastikan kematian Tipu Sultan setelah meraba denyut nadinya
tak lagi berdetak. Tipu gugur di gerbang jalan yang terletak 300 meter dari Benteng
Srirangapattana.
Posted by Ristu hasriandi Khoo at 9:27 PM

http://ristu-hasriandi.blogspot.com/2009/12/tipu-sultan-harimau-dari-kesultanan.html

Tokoh Islam Muhammad Ali Jinnah

Muhammad Ali Jinnah adalah anak seorang


saudagar dan lahir di Karachi pada tanggal 25 Desember 1876. di masa remaja ia
telah pergi ke London untuk meneruskan studi dan di sanalah ia memperoleh
kesarjanaannya dalam bidanghukum di tahun 1896. Pada tahun itu juga ia kembali ke
India dan bekerja sebagai pengacara di Bombay. Tiada lama sesudah itu ia
menggabungkan diri dengan Partai Kongres.

Pada tahun 1913 itu juga Jinnah dipilih menjadi Presiden Liga Muslimin. Pada waktu
itu ia masih mempunyai keyakinan bahwa kepentingan umat Islam India dapat
dijamin melalui ketentuan-ketentuan tertentu dalam Undang-Undang Dasar. Untuk itu
ia mengadakan pembicaraan dan perundingan dengan pihak Kongres Nasional India.
Salah satu hasil dari perundingan ialah perjanjian Lucknow 1916. menurut perjanjian
itu ummat Islam India akan memperoleh daerah pemilihan terpisah dan ketentuan ini
akan dicantumkan dalam Undang-Undang Dasar India yang akan disusun kelak kalau
telah tiba waktunya.
Selanjutnya dalam Konferensi Meja Bundar London yang diadakan pada tahun 1930-
1932 ia menjumpai hal-hal yang menimbulkan perasaan kecewa dalam dirinya. Ia
memutuskan mengundurkan diri dari lapangan polotik dan menetap di London. Di
sana ia bekerja sebagai pengacara. Dalam pada itu Liga Muslimin perlu pada
pimpinan baru lagi aktif, maka di tahun 1934 ia diminta pulang oleh teman-temannya
dan pada tahun itu juga ia dilih menjadi Ketua tetap dari Liga Muslimin. Dibawah
pimpinan Jinnah kali ini, Liga Muslimin berobah menjadi gerakan rakyat yang kuat.

Dengan adanya perkembangan ini ummat Islam India, tiba-tiba mulai sadar, demikian
Al-Biruni menulis, bahwa apa yang ditakutkan Sir Sayyid Ahmad Khan dan Vigar Al-
Mulk sebelumnya, sekarang mulai menjadi kenyataan, kekuasaan Hindu mulai terasa.
Para Perdana Menteri Punjab, Bengal dan Sindi juga mulai mengadakan kerjasama
dengan Jinnah. Sokongan ummat Islam India kepada Jinnah dan Liga Muslimin
bertambah kuat lagi dan ini ternyata dari hasil pemilihan 1946. di Dewan pusat
(Central Assembly) seluruh kursi yang disediakan untuk golongan Islam, dapat
diperoleh oleh Liga Muslimin. Kedudukan Jinnah dalam perundingan dengan Inggris
dan Partai Kongres Nasional India mengenai masa depan Ummat Islam India
bertambah kuat.

Di tahun 1942 Inggris telah mengeluarkan janji akan memberi kemerdekaan kepada
India sesudah Perang Dunia 11 selesai. Pelaksanaannya mulai dibicarakan dari tahun
1945. dalam pada itu diputuskan untuk mengadakan sidang Dewan Kostitusi pada
bulan Desember 1946, dan Jinnah melihat bahwa dalam suasana demikian sidang
tidak bisa diadakan dan oleh karena itu meminta supaya ditunda. Setahun kemudian
keluarlah putusan Inggris untuk menyerahkan kedaulatan kepada dua Dewan
Konstitusi, satu untuk Pakistan dan satu untuk India.

Pada tanggal 14 Agustus 1947 Dewan Konstitusi Pakistan dibuka dengan resmi dan
keesokan harinya 15 Agustus 1947 Pakistan lahir sebagai negara bagi ummat Islam
India. Jinnah diangkat menjadi Gubernur Jenderal dan mendapat gelar Qaid-i-Azam
(pemimpin Besar) dari rakyat Pakistan.Pembaharuan-pembaharuan di India
mempunyai peranan masing-masing, disengaja atau tidak, dalam perwujudan
Pakistan. Sayyid Ahmad Khan denganm idenya tentang pentingnya ilmu
pengetahuan, Sayyid Amir Ali dengan idenya bahwa Islam tidak menentang
kemajuan modern, dan Iqbal dengan ide dinamikanya, amat membantu bagi usaha-
usaha Jinnah dalam menggerakan ummat Islam India, yang seratus tahun yang lalu
masih merupakan masyarakat yang berada dalam kemunduran, untuk menciptakan
negara dan masyarakat Islam modern di anak benua India.
By : Rajawali 0 komentar
Label: Tokoh Islam dan Dunia

Guestbook

Assalamu'alaikum Wr. Wb,

Para santri, sahabat alumni Pondok Pesantren Al-Iman dan para blogger serta para
pengunjung lain pada umumnya, SALAM PERSAHABATAN. Anda semua dapat
mengisi bukutamu di bawah ini. Mohon sertakan nama/ Id YM/ atau link blog yang
anda miliki untuk saling berkomunikasi. Apabila Anda adalah alumni silahkan
sebutkan graduate tahun berapa Anda di wisuda.

Bukutamu ini juga bisa digunakan untuk sekadar bersilaturrahmi, berucap salam dan
berkenalan.

http://al-imancirebon.blogspot.com/

« Welcome to Puerto Rico in the Caribbean This is about Zimbabwe in Southern Africa »

Welcome to India and capital city New Delhi


By Mark on July 2, 2009

India, officially the Republic of India is a country in South Asia. It is the seventh-
largest country by geographical area, the second-most populous country, and the most
populous democracy in the world. Bounded by the Indian Ocean on the south, the
Arabian Sea on the west, and the Bay of Bengal on the east, India has a coastline of
7,517 kilometres (4,700 mi). It is bordered by Pakistan to the west; People’s Republic
of China (PRC), Nepal, and Bhutan to the north; and Bangladesh and Myanmar to the
east. India is in the vicinity of Sri Lanka, the Maldives, and Indonesia in the Indian
Ocean.
India is a republic consisting of 28 states and seven union territories with a
parliamentary system of democracy. It has the world’s twelfth largest economy at
market exchange rates and the fourth largest in purchasing power. Economic reforms
since 1991 have transformed it into one of the fastest growing economies; however, it
still suffers from high levels of poverty, illiteracy, and malnutrition.

New Delhi is the capital city of India. With a total area of 42.7 km2, New Delhi is
situated within the metropolis of Delhi and serves as the seat of the Government of
India and the Government of the National Capital Territory of Delhi (NCT).
Planned by Edwin Lutyens, a leading 20th century British architect, New Delhi is
known for its wide, tree-lined boulevards and houses numerous national institutions
and landmarks.
Information provided from Wikipedia, to learn more about India and it’s capital city
New Delhi, please refer to Wikipedia link at the bottom of this post. Pictures provided
from Google Earth and Panoramio.

This is a satellite image picture taken of India on Google Earth.


This is a satellite image picture of New Delhi taken from Google Earth.

This is a panoramio picture taken of the Hindu Temple in New Delhi.


This is a panoramio picture taken of the New Delhi Government.

This is a panoramio picture taken of New Delhi street.


This is a panoramio picture of the statue Rajendra Nagar.
This is a panoramio picture of Jama Masjid, the Friday Mosque.
This is a panoramio picture of the India Gate, Memorial to war heroes.
This is a panoramio picture taken of a street within New Delhi.

This is a panoramio picture of the back of a golden elephant in front of a beautiful


water fountain, in an Indian Park, New Delhi.

KAMUS INDONESIA-URDU
Penyusun Khairurrazi

KATA GANTI
Saya : mei’n Kamu : tum aap
Kami : ham Dia : woh
Mereka : who

KATA GANTI MILIK


Milik saya meraa
Milik kamu tumhaaraa
Milik kami hamaara
Milik dia uskaa

KATA KERJA
Datang aanaa
Pergi jaanaa
Makan khaanaa
Minum piinaa
Membaca parhnaa
Menulis likhnaa
Membawa laanaa
Duduk baithnaa
Berdiri uthnaa
Menyanyi gaanaa
Melihat dekhnaa
Mengambil lenaa
Membuat banaanaa
Berbicara bolnaa
Tahu jaan
Membersihkan saf karnaa
Bertemu milnaa
Bertanya puuchnaa
Memberitahu bataanaa
Mengirim bhejnaa
Menari naachnaa
Menaruh rakhnaa
Bermain khelnaa
Tidur sonaa

KATA SIFAT
Kaya amiir
Miskin gariib
Besar baraa
Kecil chotaa
Lama puraanaa
Baru nayaa
Tua buudha
Muda jawaan
Panas garam
Dingin thandaa
Segar taazah
Bersih saaf
Kotor mailaa
Mahal mahengaa
Murah sasta

ORGAN TUBUH
Badan jisma, badan
Kepala sir
Wajah chiharah
Mata aank
Hidung naak
Mulut munh
Bibir honth
Lidah zabaan
Gigi dannt
Dada chhaati
Perut pet
Pungung peet
Pinggang kamar
Otak dimaagh
Jantung dil
Hati jigar
Tangan haath
Jari ungalii
Kuku naakhun
Kaki pair
Kumis muunch
Janggut daarhii
Leher gardan
Alis mata abru
Bulu mata palak
Pipi gaal
Tulang haddi
Kulit khaal
Darah khuun

PENYAKIT
Sakit biimaar
Batuk khaansii
Selesma zukaam
Demam bukhaar
Sakit kepala dardisar

KELUARGA
Ibu maan, waalida
Ayah abbaa, waalid
Anak (lk) betaa
Anak (pr) betii
Saudara (lk) bhaaii
Saudara (pr) behen
Suami syauhar
Isteri biiwi
Kakek daadaa

WAKTU
Jam (pukul) baje
Jam ghantah
Pagi subah
Tengah hari do pahar
Petang syaam
Malam raat
Tengah malam aadhiraat
Hari din
Minggu,pekan haftah
Bulan mahiinah
Tahun saal,baras
Abad shadii
Kemarin kal

HARI
Senin piir
Selasa man-gal
Rabu budh
Kamis jumeraat
Jum’at jum’ah
Sabtu sanichar
Minggu itwaar

MUSIM DAN CUACA


Musim semi bahaar
Musim panas garmi
Musim dingin jaara
Musim hujan barsaat
Dingin thandaa
Panas garmii
Berkabut dhundlaa
Kabut kuhraa
Hujan baarisy
Mendung badlii
Angin topan tuufaan
Cahaya matahari dhuup

ALAM
Matahari suuraj
Bulan chaand
Sinar bulan chaandnii
Cahaya matahari dhuup
Bintang sitaarah
Dunia dunyaa
Langit aasmaan
Samudera samandar
Sungai daryaa
Gunung pahaar
Udara hawaa
Api aag
Guntur garaj
Pelangi kamaan

ARAH
Utara syumaal
Selatan januub
Timur masyriq
Barat marib
Sebelah kiri baayii-n taraf
Sebelah kanan dayiin-n taraf
Kedepan aage
Belakang piiche
Atas uupar
Bawah niiche
Di dalam ander
Di luar baahar

BARANG TAMBANG
Tambang kaan
Besi lohaa
Emas sonaa
Perak chaandii
Kuningan piital
Timah siisah
Baja faulaad
Tembaga taambaa
Seng jast
Kaleng raangaa
Batu bara kuuyala
Belerang gandhak
Timah putih galahii, safedaa

PERALATAN RUMAH TANGGA


Piring rakaabii
Cangkir piyalah
Gelas gilaas
Baskom bartan
Ember baltii
Pisau chhurii
Pisau lipat chaaquu
Sendok chamchah
Garpu kaantaa
Sapu jhaaruu
Korek api diyaasalaaii
Kunci gembok taalaa
Kunci chaabii
Botol botel
Ganbar taswiir
Keranjang tokrii
Lilin battii
Meja mez
Kursi kursii
Tikar chataa-ii
Kantong thailii
Pelbet palang
Ayakan chalnii
Tali rassii
Jarum suu-ii
Jam gharii

PAKAIAN
Kemeja gamiis
Celana paijaamah
Jas kot
Jubah libaas
Celana pendek jaangiyaa
Syal disyaalaa
Serban pagrii
Sari saarii
Sarung tangan dastaanah
Kaos kaki mozah
Topi topii
Sapu tangan ruumaal
Ikat pinggang petii
Pakaian wol uunii
Beledu makhmal
Sutera resyam
Selimut kambal
Handuk tauliyah
Bantal takyah
Korden pardah
Taplak mez posy
Seperai chaadar
Rok dalam wanita lahangaa
Selendang guluuband
MAKANAN
Makanan khoraak
Sarapan haazrii
Makan malam khaanaa
Air paanii
Teh chaai
Nasi chaawel
Jagung makki, anaaj
Terigu gehon
Tepung aataa
Daging gosht
Ikan machlii
Roti rotii
Sup shorbah
Susu duudh
Dadih dahii
Mentega makkhan
Krim malaa-ii
Gula chiinii
Telur andaa
Acar achaar
Sele murabbah
Madu syahad
Es baraf
Minyak til
Minuman syarbat

SAYUR-SAYURAN
Kentang aalu
Wortel gaajar
Kol gobhii
Bunga kol phuulghobii
Kelapa naaryel
Ketimun khiiraa
Bawang bombai piyaaz
Bawang putih lassun
Asam jawa imlii
Bayam paalak
Cabai mirch

BUAH-BUAHAN

Mangga aam
Pisang kelaa
Jeruk naarangii
Apel sib
Jambu lutuk amruud
Nenas anannaas
Buah deliam anaar
Anggur angguur
Jeruk limun niibuu
Buah per naashpaatii
Semangka kharbuuzah
Kurma khajuur

BINATANG
Binatang haiwaan
Lembu gaa-i
Anjing kuttaa
Kambing bakrii
Unta uunt
Keledai gadhaa
Monyet bandar
Kerbau bhains
Banteng bail
Rusa haran
Gajah haathii
Rubah lomrii
Serigala giidar
Singa bheriyaa
Singa syir babar
Harimau syir
Kuda ghoraa
Kelinci khargosh
Kadal chipkalii
Tikus chuuhaa
Buaya magar mach
Kucing billii
Babi suwwar
Katak mendak
Siamang languur
Burung parindah

WARNA
Putih safid
Hitam kaalaa
Biru niila
Hijau haraa
Merah laal
Kuning piilaa
Merah muda gulaabii
Jingga tua naarangii
Merah tua qirmizii
Kelabu bhuura
Coklat pirang baadaamii
Gelap kaalaa
Terang halkaa

PEKERJAAN

Palayan naukar
Guru ustaad
Saudagar saudaagar
Tukang emas jauharii
Supir gaarii baan
Penjual buku kitaab farosy
Tukang cuci dhobii
Tukang jahit darjii
Tukang kayu barha-ii
Tukang batu raaj
Pemain khilaarii
Pedagang peratara dallaal
Bankir sarraf
Tukang cukur hajaam
Menteri waziir
Tukang daging qasaa-ii

INTERROGATIVE

Apa kiyaa
Siapa kaun
Bagaimana kaise
Mengapa kiyo
Berapa kitnaa
Kapan kab
Di mana kidhar
Mana kahaa
Yang mana kaunsaa
Milik siapa kiskaa

BILANGAN
1 ek
2 do
3 tiin
4 chaar
5 paanch
6 che
7 saat
8 aath
9 nau
10 das
11 giyaarah
12 baarah
13 terah
14 chaudah
15 pandrah
16 solah
17 satrah
18 athaarah
19 unniis
20 biis
21 ikkiis
22 baa-iis
23 te-iis
24 chaubiis
25 pachchiis
26 chabbiis
27 sathaa-iis
28 athaa-iis
29 untiis
30 tiis
31 iktiis
32 battiis
33 taintiis
34 chauntiis
35 paintiis
36 chattiis
37 saintiis
38 artiis
39 untaaliis
40 chaaliis
41 iktaaliis
42 bayaaliis
43 tintaaliis
44 chawaaliis
45 paintaaliis
46 chaayaaliis
47 saintaaliis
48 artaliis
49 unchaas
50 pachaas
51 ikaawan
52 baawan
53 tirpan
54 chawwan
55 pachpan
56 chappan
57 sataawan
58 athaawan
59 unsath
60 saath
61 iksath
62 baasath
63 tiresath
64 chaunsath
65 painsath
66 chayaasath
67 sarsath
68 arsath
69 unhattar
70 sattar
71 ikhattar
72 bahattar
73 tehattar
74 chauhattar
75 pachattar
76 chihattar
77 satattar
78 athattar
79 unaasii
80 assii
81 ikaasii
82 bayaasii
83 tiraasii
84 chauraasii
85 pachaasii
86 chayaasii
87 sataasii
88 athaasii
89 nawaasii
90 nawwe
91 ikaanawii
92 baanawe
93 tiraanawe
94 chauraanawe
95 pachaanawe
96 chayaanawe
97 sataanawee
98 athaanawe
99 ninnaanawe
100 sau
101 ek sau ek
102 ek sau do
200 do sau
1000 hazaar
1001 ek hazar ek
1005 ek hazar paanch
10.000 das hazaar

NOMOR URUT
Pertama pahlaa
Kedua duusraa
Ketiga tiisraa
Keempat chauthaa
Kelima paanchwaa
Keenam chataa
Ketujuh saatwaa
Kedelapan athwaa
Kesemblan nawaa
Kesepuluh daswaa
Kesebelas giyaarahwaa

PERASAAN
Marah naaraaz
Cinta muhabbat
Penyesalan afsos
Patah hati dil syakastah
Ambisi hauslah
Baik miharbanii
Berani bahaaduri
Takut buzdil
Senang khusyii
Sedih gam
Bingung ghabraanaa

http://khairurrazi.blogspot.com/2006/04/kamus-indonesia-urdu.html