Anda di halaman 1dari 1

Sesal

Aku terdiam, aku melihat sesuatu yang tidak bisa kupercaya. Aku melihat
tubuhku sendiri terbaring lemas di kamarku. Dengan mata yang setengah
tertutup dan bekas keputihan di mulutnya karena overdosis. Yah, aku bisa
mengingat dengan jelas saat-saat terakhir aku hidup. Berada di diskotek,
minum-minuman keras, main perempuan, dan pesta narkoba. Malam yang
kulalui seperti malam yang lain. hingga akhirnya suatu saat aku overdosis dan
mati. Aku melihat di seluruh ruangan dan bahkan seluruh rumahku, keluargaku
terlihat sedih. Bahkan sangat bersedih. Kenapa? Kenapa aku yang sudah
memarahi kalian dan tidak mempedulikan kalian seumur hidupku masih
mendapatkan respon seperti itu. Aku tidak layak mendapatkannya.

Aku melihat ibuku masih pingsan tidak tahan melihat kematianku. Aku yang
hidup tidak berguna kenapa masih mendapatkan reaksi seperti ini. Aku
mengingat masa-masa ketika aku membentak ibu dan bahkan membanting ibu
karena ibu melarangku pergi ke diskotek. Aku melihat ayahku hanya terdiam
dengan wajah yang agak basah karena air mata. Padahal aku sudah berkali-kali
marahdan membentaknya hanya untuk meminta uang untuk membeli barang
haram yang kupakai sehari-hari.

Aku tidak sanggup melihat ini. Aku melihat banyak orang lain di rumah itu,
teman-temanku yang selama ini terus berusaha mencegahku untuk melakukan
semua hal buruk yang telah kulakukan, kulihat juga ikut bersedih. Aku sangat
tidap pantas mendapatkannya. Tapi dari itu semua, yang isak tangisnya paling
terdengar olehku adalah, mantan pacarku yang sudah kuputus. Wajah cantiknya
di balik kerudung itu hampir tidak terlihat dengan jelas karena kepalanya yang
tertunduk di atas tubuhku yang sudah tidak bergerak. Aku masih ingat
bagaimana ketika kami maish jadi pacar. Dia adalah perempuan yang sangat
baik. Bahkan terlalu baik untukku. Ketika aku mulai mengenal dunia malam dan
sebagainya, pacarku mulai melarangku untuk kebaikanku. Tapi aku justru
mensalahartikannya dia mengekangku dan berusaha menjauhkanku dari teman-
teman baruku.

Aku harap aku bisa kembali ke saat itu dan menuruti apa katanya.
Seandainya saja, ada satu permintaan yang bisa dikabulkan saat ini oleh Tuhan,
aku hanya ingin kembali ke tubuhku untuk sesaat dan mengucapkan satu kata
yang sangat ingin kuucapkan kepada semua teman-temanku dan keluargaku.
Maaf. Tapi, itu tidak mungkin waktuku di dunia sudah habis. Aku melihat sebuah
sosok hitam datang dari depanku. Semakin sosok itu mendekat, semakin aku
merasakan sakit yang amat sangat. Aku pantas mendapatkan ini. Kumohon,
maafkan aku semuanya, maafkan aku. Akupun menghilang dari ruangan itu
dengan hanya meninggalkan tubuh yang terbaring lemas. Malaikat maut pun
telah membawaku ke alam kubur untuk disiksa.