Anda di halaman 1dari 8

Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2008 (SNATI 2008) ISSN: 1907-5022

Yogyakarta, 21 Juni 2008

Ontology e-Learning Content berbasis Web Semantic

Bernard Renaldy Suteja1, Ahmad Ashari2


1
Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Infomasi UK. Maranatha; bernardjogja@gmail.com
2
Elektronika dan Instrumentasi Universitas Gadjah Mada; ashari@ugm.ac.id

Abstract
E-Learning content being a barrier for ELearning is no longer true on today’s Internet. The current
concerns are how to effectively annotate and organize available content (both textual and non-textual) to
facilitate effective sharing, reusability and customization. In this paper, we explain a component-oriented
approach to organize content in an ontology. We also illustrate our 3-Tier E-Learning Content Management
Architecture and relevant Interfaces. We use a simple yet intuitive example to successfully demonstrate the
current working prototype which is capable of compiling personalized course materials. The system e-Learning
prototype uses the ontology.

Keywords: e-Learning, Ontology, Semantic Web

1. Latar Belakang content) yang mana content-content saling terkait


dan aturan pedagogik tetap terjaga.
Perkembangan internet dan e-Learning
Pada tulisan ini, akan dibahas bagaimana 3-
dengan aplikasi dan tools baru yang menyertainya,
Tier e-Learning arsitektur dapat dikembangkan
secara cepat telah mengubah bentuk atau cara
untuk mendukung terciptanya OntoEdu yang
pembelajaran yang lama. Pada masa lalu secara
merupakan inti penerapan web semnatic pada e-
sederhana kita mendistribusikan content e-Learning
Learning.
ke WWW dengan gaya semi tersturktur (dalam
bentuk dokumen HTML dengan banyak links ke
2. Landasan Teori
dokumen-dokumen lain). Sehingga prinsipnya
bahwa content tersedia dan dapat diakses secara 2.1. e-Learning dan Content
online.
Electronic learning atau e-Learning adalah
Namun kenyataannya dalam memperoleh
proses pembelajaran mandiri yang difasilitasi dan
content yang sesuai (dibutuhkan) banyak menjumpai
didukung melalui pemanfaatan Teknologi Informasi
permasalahan yang disebabkan karena terbatasnya
dan Komunikasi (Martin Jenkins and Janet Hanson,
pemberian keyword pada content tersebut. Hal ini
Generic Center, 2003. Dari beberapa sistem e-
makin bertambah sulit ketika tidak dijumpainya
Learning yang dikembangkan hingga saat ini, secara
meta data secara explisit dan informasi yang
umum dapat dibagi berdasarkan sifat
berkaitan dengan aspek pedagogik dari content
interaktivitasnya menjadi 2 (dua) kelompok:
(ketergantungan content). Dengan demikian hanya
• E-Learning yang bersifat statis. Pengguna sistem
yang ahli yang dapat menemukan content yang
ini hanya dapat men-download bahan-bahan
sesuai atau untuk mengorganisasikannya kedalam
(content) belajar yang diperlukan. Sedangkan dari
bentuk heterogen content yang masuk akal.
sisi administrator, ia hanya dapat meng-upload
Munculnya Teknologi Web Semantic, e-
file-file materi. Pada sistem ini memang suasana
Learning content dapat ditambahkan meta
belajar yang sebenarnya tak dapat dihadirkan,
data(termasuk didalamnya atribut-atribut pedagogik)
misalnya jalinan komunikasi. Sistem ini cukup
dan kemudian di atur/organisasikan kedalam
berguna bagi mereka yang mampu belajar
ontology sehingga dimungkinkan memudahkan
otodidak dari sumber-sumber bacaan yang
penyebaran, penemuan, dan penggunaan content
disediakan dalam sistem ini, baik yang berformat
dengan cara yang lebih baik. Dengan cara ini tidak
HTML, PowerPoint, PDF, maupun yang berupa
hanya manusia yang dengan mudah menemukan dan
video. Kalaupun digunakan, sistem ini berfungsi
mengatur content yang diperlukan namun juga agen
untuk menunjang aktivitas belajar-mengajar yang
cerdas. Agen cerdas yang ada pada aplikasi akan
dilakukan secara tatap muka di kelas.
menemukan dan mengelola content dari sumber
• E-Learning yang bersifat dinamis. Fasilitas yang
content yang heterogen kemudian
ada pada sistem ini lebih bervariasi dari apa yang
mengkombinasikan menjadi customized courseware
ditawarkan sistem pertama. Pada sistem kedua ini,
dengan kriteria spesifik dan aturan-aturan lainnya.
fasilitas seperti forum diskusi, chating, e-mail, alat
Customized courseware ini mengacu pada
bantu evaluasi pembelajaran, manajemen
sekumpulan content (bersumber dari heterogent

C-13
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2008 (SNATI 2008) ISSN: 1907-5022
Yogyakarta, 21 Juni 2008

pengguna, serta manajemen materi elektronis


sudah tersedia. Sehingga pengguna (siswa)
mampu belajar dalam lingkungan belajar yang
tidak jauh berbeda dengan suasana kelas. Sistem
kedua ini dapat digunakan untuk membantu
proses transformasi paradigma pembelajaran dari
teacher-centered menuju student-centered. Bukan
lagi pengajar yang aktif memberikan materi atau
meminta siswa bertanya mengenai sesuatu yang
belum dipahami, tetapi disini siswa dilatih untuk
belajar secara kritis dan aktif. Sistem e-Learning
yang dikembangkan dapat menggunakan
pendekatan metode belajar kolaboratif
(collaborative learning) maupun belajar dari Pemanfaatanya dalam system e-Learning juga
proses memecahkan problem yang disodorkan sudah didukung, sebagai contoh adalah system e-
(problem-based learning). Learning opensource Moodle.
2.2. Standarisasi e-Learning
Terdapat standarisasi e-Learning yang harus
digunakan sebagai acuan pengembangan system :
2.2.1. LTSC
Diciptakan oleh Institute of Electrical and
Electronic Engineers (IEEE) yang telah membentuk
banyak standar teknologi untuk electrical, teknologi
informasi, dan ilmu pengetahuan. Tujuan dari LTSC
ini adalah untuk membentuk akreditasi standar
teknis, memberikan rekomendasi pelatihan, dan
menjadi acuan dalam teknologi pembelajaran.
2.2.2. IMS
2.3. Teknologi Web Semantic
Merupakan organisasi yang penting dalam
komunitas e-Learning sejak consortium antara Semantic Web adalah perkembangan generasi
akademisi, perusahaan dan pemerintah untuk web berikutnya atau yang bisa disebut sebagai
membangun dan mendukung open spesification evolusi dari WWW (World Wide Web), yang
untuk distribusi learning dan pengembangan content dicetuskan pada tahun 2002. Semantic Web
dan pertukaran student antara system yang berbeda. didefinisikan sebagai sekumpulan teknologi, dimana
memungkinkan computer memahami arti dari
2.2.3. ADL sebuah informasi berdasarkan metadata, yaitu
Membuat Shareable Courseware Object informasi mengenai isi informasi (Media Iptek,
Reference Model (SCORM). SCORM merupakan 2006). Dengan adanya metadata, computer
sebuah spesifikasi standar untuk reusability dan diharapkan mampu mengartikan hasil pemasukan
interoperability dari content pembelajaran informsi sehingga hasil pencarian menjadi lebih
SCORM fokus pada dua aspek terpenting detail dan tepat. W3C (World Wide Web
pada interoperability dari content pembelajaran : Consortium) mendefinisikan format metadata
- Mendefinisikan secara agregrat model untuk tersebut adalah Resource Description Format (RDF).
mengemas content pembelajaran Tiap unit dari RDF adalah 3 komposisi, yaitu
- Mendefinisikan API yang dapat digunakan untuk subject, predicate, dan object. Subject dan object
komunikasi antara content pembelajaran dengan adalah entitas yang ditunjukkan oleh teks (Media
system yang digunakan Iptek, 2006). Sedangkan predicate adalah komposisi
SCORM juga membagi teknologi yang menerangkan sudut pandang dari subject yang
pembelajaran berdasarkan functional component : dijelaskan object. Hal yang paling menarik dari RDF
- Learning Management Systems (LMS) yaitu object dapat menjadi subject yang nantinya
- Shareable Content Object (SCOs) diterangkan oleh object yang lainnya. Sehingga
Terdapat banyak tools yang dapat digunakan object atau masukan dapt diterangkan secara jelas
untuk memanfaatkan SCROM ini contohnya adalah dan detail, serta sesuai dengan keingingan pengguna
eXelearning. yang memberikan masukan.
Dalam mencapai tujuannya dibutuhkan
pemberian meaning kedalam masing-masing content

C-14
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2008 (SNATI 2008) ISSN: 1907-5022
Yogyakarta, 21 Juni 2008

(sebagai atribut) yang akan digunakan oleh secara sistematik menjelaskan tentang segala sesuatu
teknologi web semantik kedalam beberapa layer : yang ada atau nyata. Dalam bidang Artificial
Intelligence (AI) ontology memiliki dua pengertian
yang berkaitan. Pertama ontology merupakan
kosakata representasi yang sering dikhususkan untuk
domain atau subyek pembahasan tertentu. Kedua,
sebagai suatu body of knowledge untuk menjelaskan
suatu bahasan tertentu. Secara umum, ontology
digunakan pada Artificial Intelligence (AI) dan
persentasi pengetahuan. Segala bidang ilmu yang
ada di dunia, dapat menggunakan metode ontology
- XML Layer, merepresentasikan data
untuk dapat berhubungan dan saling berkomunikasi
- RDF Layer, merepresentasikan meaning dari data
dalam hal pertukaran informasi antara sistem-sistem
- Ontology Layer, merepresentasikan bentuk umum
yang berbeda.
aturan/kesepakatan mengenai meaning dari data
Untuk dapat digunakan, sebuah ontology
- Logic Layer, menerapkan intelligent reasoning
harus diekspresikan dalam notasi yang nyata.
dengan data yang meaningful.
Sebuah bahasa ontology adalah sebuah bahasa
Teknologi web semantik dapat digunakan
formal dari sebuah pembuatan ontology. Beberapa
untuk membangun system dengan mengumpulkan
komponen yang menjadi struktur ontology, antara
content e-Learning dari sumber yang berbeda untuk
lain :
kemudian di proses, dikelola dan dishare untuk
• XML Menyediakan sintaksis untuk output
pengguna atau artificial agent dengan menggunakan
dokumen terstruktur, tetapi belum dipaksakan
ontology. Terdapat tiga teknologu penting yang
untuk dokumen XML menggunakan semantic
terlibat dalam penggunaan web semantik yaitu :
constrains.
eXtensible Markup Language (XML), Resource
• XML Schema Bahasa untuk pembatasan struktur
Description Framework (RDF), dan Ontology Web
dari dokumen XML.
Language (OWL).
• RDF Model data untuk objek (’resources’) dan
relasi diantaranya, menyediakan semantic yang
2.4. Ontology Web
sederhana untuk model data tersebut, dan data
Pengertian tentang ontology memiliki model ini dapat disajikan dalam sintaks XML.
banyak pengertian seperti yang dijelaskan pada • RDF Schema Adalah kosa kata untuk menjelaskan
berbagai sumber, termasuk yang dikemukakan oleh properties dan classes dari sumber RDF, dengan
beberapa ilmuan. Neches dan rekannya memberikan sebuah semantics untuk hirarki penyamarataan
definisi awal tentang ontology yaitu ”Sebuah dari properties dan classes.
ontology merupakan definisi dari pengertian dasar • OWL Manambahkan beberapa kosa kata untuk
dan relasi vokabulari dari sebuah area sebagaimana menjelaskan properties dan Classes, antara lain :
aturan dari kombinasi istilah dan relasi untuk relasi antara classes (misalkan disjointness),
mendefinisikan vakabulari”. kardinalitas (misalkan ’tepat satu’), equality,
Gruber mendefinisikan yang sering berbagai tipe dari properties, karakteristik dari
digunakan oleh beberapa orang, definisi tersebut properties (misalkan symmetry), menyebutkan
adalah ”Ontology merupakan sebuah spesifikasi satu persatu classes.
eksplisit dari konseptualisme”. Sedangkan Barnaras Berbagai bahasa yang menyusun ontology, seperti
pada proyek KACTUS memberikan definisi yang telah dijelaskan di atas memiliki kedudukan
ontology yang berdasarkan pada pengembangan tertentu dalam struktur ontology. Setiap layer akan
ontology. Definisi yang diberikan adalah : ”Sebuah memiliki fungsi tambahan dan kompleksitas
ontology memberikan pengertian untuk penjelasan tambahan dari layer sebelumnya. Pengguna atau
secara eksplisit dari konsep terhadap representasi User yang memiliki fungsi pemrosesan layer paling
pengetahuan pada sebuah knowledge base”. rendah dapat memahami walaupun tidak seluruh
Ada buku yang memberikan definisi tentang ontology yang terletak di layer atasnya.
Ontology, salah satunya adalah ”The Semantic
Web”, definisi dari Ontology adalah :
1) Salah satu cabang metafisika yang terfokus pada
alam dan hubungan antara mahluk hidup;
2) Teori tentang sifat alami mahluk hidup.
Ontology merupakan suatu teori tentang makna dari
suatu objek, property dari suatu objek, serta relasi
objek tersebut yang mungkin terjadi pada suatu
domain pengetahuan. Pada tinjauan filsafat,
ontology adalah studi tentang sesuatu yang ada. Dalam setiap layer tersebut, masing-masing bagian
Selain itu ontology adalah sebuah konsep yang memiliki fungsi masing-masing :

C-15
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2008 (SNATI 2008) ISSN: 1907-5022
Yogyakarta, 21 Juni 2008

• XML memiliki fungsi menyimpan isi halaman Bertanggung jawab untuk memberikan penugasan
web sebagai response dari user
• RDF adalah layer untuk merepresentasikan - education ontology
semantik dari isi halaman tersebut Melibatkan activity ontology dan material
• Ontology layer untuk menjelaskan vocabulary dari ontology
domain - service modul
• Logic Layer memungkinkan untuk mengambil Model dinamis yang digunakan meningkatkan
data yang diinginkan distribusi learning.
- content modul.
Model dinamis yang digunakan meningkatkan
distribusi content learning.

3. Desain Ontology e-Learning


Berikut dirancang sebuah prototype e-
Learning dengan memanfaatkan ontology pada
education, khususnya pada bagian teaching. Fasilitas
yang akan dicapai adalah sebagai berikut :
- meningkatkan kwalitas pembelajaran
- mengarahkan pengajar (penulis) untuk
mendapatkan informasi yang relevan
2.4. OntoEdu - pembuktian tingkat efektivitas terhadap retrieval
dari system e-Learning (waktu yang dibutuhkan
Dalam ontoedu, ontology digunakan untuk untuk memperoleh informasi)
menggambarkan konsep dari komunikasi dan - fasilitas pendukung seperti search dan diskusi
hubungan antar platform education. OntoEdu - menerapkan kemudahan dalam mengakses ke
didalamnya terdapat dua macam ontology yang informasi yang dibutuhkan
terlibat yaitu: content ontology dan activity - improvisasi pengajaran dan atau pembelajaran
ontology. oleh user
Educational ontology merupakan modul inti Dalam pembuatan ontology ini, langkah awal
untuk mengatur component lainnya. Dengan meliputi searching dan browsing web dan kemudian
ontology maka ontoedu dapat “belajar” knowledge melakukan kategorisasi terhadap material yang
dari education spesialist dan juga information ditemukan sehingga akhirnya diproses dengan
spesialist sehingga secara otomatis dapat mengemas identifikasi dan definisi dari main concept serta
menjadi suatu content yang sesuai dengan yang metadata content. Hasil dari kategorisasi yang
diinginkan pengguna (user request). dihasilkan menghasilkan domain concept untuk
ontology sebagai berikut :
• Courses: mengidentifikasikan course dengan
syllabus, notes, course works.
• Teaching material: mencakup Tutorial (Artikel
yang menjelaskan secara detail mengenai tugas-
tugas), Lectures (lecture notes atau slides dalam
bentuk/format yang bermacam-macam), Lab
material, Book (Online book), Tool (Software
yang siap digunakan, Code sample, Work
example, dan White paper.
• Assessments: Quizzes (Pertanyaan singkat
dengan jawaban singkat, Multiple Choice
Questions (MCQ), Exams tests dengan pertanyaan
terbuka, bentuk Test lainnya.
• Support Materials: Collections (Meliputi
Berdasarkan pada ontology dan teknologi berbagai sumber, seperti homepage dan portal)
web semantik maka akan tercipta sebuah platform Background readings (pengetahuaan dasar),
arsitektur hubungan education yang fleksibel disebut Forum, Sumber daya yang dapat mendukung
dengan ontoedu arsitektur. Terdapat lima komponen pengajaran
dalam ontoedu ini yaitu : • Experts: - mengidentifikasikan sebagaikomunitas
- user adaptation pengajar yang berpengalaman.
Menerima parameter dari user berkaitan dengan • Institutions: - Termasuk didalamanya organisasi
transformasi adaptasi terhadap system sumberdaya pengajar dan ahli dibidangnya.
- auto composition Termasuk juga Universitas/Perguruan Tinggi.

C-16
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2008 (SNATI 2008) ISSN: 1907-5022
Yogyakarta, 21 Juni 2008

Sebagai contoh ontology dari Couses dan Expert


yang saling terkait, akan diperoleh sebagai berikut :

4. Pemanfaatan Tool Altova Semantic Work


Untuk merancang ontology digunakan tool
Altova Semantic Work. Menggunakan Altova
Semantic Work, pengembangan ontology dilakukan
dengan gambar-gambar (visual). Yang dapat di
lakukan pembuatan dan perubahan adalah RDF,
RDFS dan OWL termasuk pemeriksaan sintaksis.
Semua yang berhubungan dengan Semantic. Bentuk representasi dalam RDF untuk ontology
Courses adalah :

Ontology berbasis pada web semantik dengan


menggunakan format metadata RDF.
Tampak bahwa domain Courses memiliki korelasi
berupa property assessed_by dengan domain
Assessment dan property support_by dengan domain
Support Materials.

5. Pengujian Ontology dengan pOWL


Ontology yang sudah dihasilkan dapat diuji
kompatibelitasnya dengan menggunakan pOWL.
pOWL merpakan aplikasi berbasis web yang
digunakan untuk kolaborasi pembuatan web
semantik. pOWL memiliki kemampuan SQL query
dan berbasis pada API untuk menangani layer RDF
dan RDFS serta OWL.

C-17
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2008 (SNATI 2008) ISSN: 1907-5022
Yogyakarta, 21 Juni 2008

Berikut dapat dilihat hasil dari Class,


Properties dan Instance dari ontology yang dibuat.

Class ElearningPage merupakan class turunan dari


class TPage. Class ElearningPage menyediakan
methodmethod yang berhubungan dengan page
(halaman web), seperti perpindahan page, inisialisasi
page, dan tampilan atau isi page. Berikut ini
merupakan deskripsi dari method yang ada pada
class ElearningPage: Class TUser. Class
ElearningUser merupakan class turunan dari class
TUser. Class ElearningUser ini digunakan untuk
memenuhi kebutuhan akan informasi data pengguna
yang login. Class ELearningDataModule merupakan
class turunan dari class TModule. Class
ELearningDataModule ini digunakan untuk
memenuhi kebutuhan koneksi dengan database.

6. Desain System e-Learning berbasis Ontology


System dibangun berbasis pada Object Oriented
Programming dengan menggunakan LAMP
technology serta memanfaatkan Prado framework.
Adapun Clas Diagram dari system adalah sebagai
berikut :

Web Map dari system e-Learning yang dibangun


adalah sebagai berikut :

C-18
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2008 (SNATI 2008) ISSN: 1907-5022
Yogyakarta, 21 Juni 2008

6.3. Implementasi Jawab Latihan


Implementasi Jawab Latihan Berikut ini merupakan
implementasi user interface jawab latihan dari
aplikasi elearning yang akan dikembangkan:

6.1. Implementasi Manage Soal 6.4. Implementasi Manage Tugas


Berikut ini merupakan implementasi user interface Implementasi Manage Tugas Berikut ini merupakan
manage soal dari aplikasi elearning yang akan implementasi user interface manage tugas dari
dikembangkan: aplikasi elearning yang akan dikembangkan:

6.2. Implementasi Manage Soal


6.5. Implementasi Manage Ujian
Implementasi Pilih Soal Latihan Berikut ini
merupakan implementasi user interface pilih soal Implementasi Manage Ujian Berikut ini merupakan
latihan dari aplikasi e-Learning yang akan implementasi user interface manage ujian dari
dikembangkan: aplikasi elearning yang akan dikembangkan:

C-19
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2008 (SNATI 2008) ISSN: 1907-5022
Yogyakarta, 21 Juni 2008

Daftar Pustaka
[1] Nophadol Jekjantuk, Md Maruf Hasan, E-
Learning content management An ontology-
based approach, 2007.
[2] Cui Guangzuo, Chen Fei, Chen Hu, Li Shufang,
OntoEdu: A Case Study of Ontology-based
Education Grid System for E-Learning, 2004.
[3] I Wayan Simri Wicaksana, dkk, Pengujian Tool
Ontology Engineering, 2006.
[4] Emanuela Moreale and Maria Vargas-Vera,
Semantic Services in e-Learning: an
7. Kesimpulan dan Saran Argumentation Case Study, 2004
[5] Arouna Woukeu, dkk, Ontological Hypermedia
Ontology yang dibuat dalam penelitian ini dapat in Education: A framework for building web-
menciptakan e-larning yang terorganisasi dengan based educational portals, 2003
baik khususnya dalam hal pemanfaatan content e- [6] Chakkrit Snae and Michael Brueckner,
learning. Kedepan diharapkan dapat diupayakan Ontology-Driven E-Learning System Based on
perluasan atau pengembangan domain-domain Roles and Activities for Thai Learning
ontology sehingga dapat menciptakan integritas Environment, 2007
yang baik dalam system e-learning itu sendiri [7] Kerstin Zimmermann, An Ontology Framework
ataupun dengan system lainnya. for e-Learning in the Knowledge Society, 2006
[8] S.R. Heiyanthuduwage and D. D. Karunaratne,
A Learner Oriented Ontology of Metadata to
Improve Effectiveness of Learning Management
Systems, 2006

C-20