P. 1
Laporan Tahunan 2009 (2)

Laporan Tahunan 2009 (2)

|Views: 814|Likes:
Dipublikasikan oleh samson5e
laporan tahunan migas 2009
laporan tahunan migas 2009

More info:

Published by: samson5e on Mar 04, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/21/2014

pdf

text

original

SAM-SUTAN DIREKTUR JENDERAL

Buku laporan Tahunan 2009 sub sektor Minyak dan Gas Bumi

menyaJikan informasi terkait kegiatan-kegiatan

di lingkungan Direktorat

Jende.r:all Millyak dan Gas Bumi yang telah dicapai di tahun 2009. Berbagai k,egiatan telah dilakukan oleh Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumlsebaqai melaksanakan gasbumi. Kegiatan-kegiatan tersebut meliputi penawaran wilayah kerja minyak dan gas bumi, konversi minyak tanah ke LPG, pengaturan kegiatan usaha hilir upaya untuk melaksanakan tugas merumuskan serta kebijakan dan standarisasi teknis di bidang minyak dan

myak dan gas bumi, pelaksanaan kerja sama di bidang minyak dan gas
::: oerupa kegiatan seismik, pemboran dan kegiatan lainnya. Buku Laporan

.........

,.....,,_ ... ~

mformast merngenai pengusahaan dan pengembangan coal bed ,...abati di lndonesia yang',perlu dilakukan untuk memberikan ketersediaan

_ +asyarakat. sektor Minyak dan Sas -Buml tahun 2009 ini bersifat informatif, hanya pendukunq, __ pelengkap,pembanding terhadap pekerjaan yang bersifat eva.1uasiternadap data lain dan bukan sebagai satu-satunya acuan atau .wlApe__,,,,.....·....;I!""'n suatu keputusan stall 'kebijakan. Jika data dan informasi dalam laporan _ .::;f_~kan sebagai dasarpenqambilan keputusan atau kebijakan sektor maupun
rrg-,-

".I::r.!:!i:
" __

rna pun ekSter,flat ~eyogyanya perlu klarifikasi dan penjelasan lebih lanjut Minyak, dan

_e-oefa

Gas Buml

c.. . Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan q

2': za
~san

ra buku Laporan Tahunan sub sektor Minyak dan Gas Bumi ini memiliki dalam penyajiannya, oleh karena itu kami harapkan masukan guna L..BJXlran ahunan yang akan datang . T

.~,......"., Tahunan 2009 sub sektor Minyak dan Gas Bumi ini dapat memberikan ... ........ Ca' c.ara. :JeT!lbaca, stakeholder maupun instansi lain khususnya di bidang minyak dan Jakarta, Maret2010 DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI Direktur Jenderal,

I
I.

SAMBUTAN DIREKTUR.JENDER:A.l DAFTARlSI VISI DAN MISI KEBIJAKAN KEBIJAKAN
1'

••~-~-_--~-.II..Ii;![!I!;E •• __

-•..•.....•..•...••.,
_"I''III'''!! ..

..

II.
III. IV.

IiI. ":.' ••

'11' I""

l1li11'1."

1111111'

r_:lIP"'·

·."TIII.'

iii_'.

iiiiiii!!:-

iII.!'............

ii
iii iv
V

" ••••

000

••

~ ••••••

"

••••••

" ••••••••

un......................

.....• ••.•••.......... ""............

TUGAS DAN FUN'GSI " ..•.•...•.••". " SUMBER DA'VAAILAM BAHAN BA_KAR "". u. ,

V.
VI. VII.

i....

'..............

vi vii 1 6 11 12

SASARAN PENGE'LOlAA.N:StJBSEKTOR.MI.GAS SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL 8.1. 8.2. 8.3. 8.4. BAGIAN UMUM DAN KEPEGAWAIAN BAG IAN RENCANA DAN LAPORAN BAGIAN KEUANGAN

"..........................................

VIII.

BAGIAN HUKUM DAN PERATURAN PERlJNOANG-UNOANGAN

IX.

DIREKTORAT PE'MBINAAN P,ROGRA1M MI'(;AS'
9.1.

PENYI.APAN PROGRAM

.. ""..~

,.. n..................................................... " .••"

17 19 22 25 28

9.2.
9.3.

PENERIMAAN :NEG~RA •.•..•.." .•"

PENGEM8.AN,GAN INVErSrASI MIG'AS, ~.. no.•~.......... PEMBERIiJ.AVAAN POifENSI DALAM'f,tEGERI KERJA:SAMAMIIG.AS.oo .....•".•• , "•••..•....•,............................

9.4. 9.5. X.

01REKTORAJ :PEMB'INAAN USAIfIA,HUlU MIGAS,
10.1. WILAYAH KERJA 10.2. 10.3. 10.4. 10.5. EKSPLORASI PENILAIAN PENGEMBANGANUSAHAHULU EKSPLOITASI.............. •..••••••..•• ••..•••.••..•••............................... PEMANFAATAN GAS BUMI. . "....... ..•.•............. 35 39 42 44 48

XI.

OIREKTORAT PEMBIN,AAN USA,tb\HI"URMIJGAS 11.1. 11.2.
11.3.

PENGOLAHAN MIN,YAK::BU'M.!IHJ{SILOLAH~NDAN PENGANGKUTAN lDA'N PENVllMPANAN PERKEMBANGAN

GAS BUMI................

51 61 67 70 76

.. ~

"'............
,...........

~NVES,TASf DAN PENGAJUAN IZIIN IDAN peMANFAAT~N~ BAHAN BAKAR NABATI.............

USAHA KEGIATAN: IJJSAHAHIILlR '~".""."~' .~ 11.4. PENGEMBANGAN 11.5. SUBSIDI BAHAN

BAKAR: •.. ,..._ ...

~i,i., ••••

" ... ~ ••

u .••..•.....• ".................................

Laporan Tahunan 2009

mlBm::lifi-~T

TEK.UK DAN LlNGKUNGAN 5'UNI{N PIEDOMAN DAN PROSEDUR KERJA 78 80 83 90 KESELAMATAN MIGAS

- -IHAAN

GAWASANI KIESELAMATAN MIGAS

I~"-I'L':II_RAM KEG'ATAN LAIN

DIREKlORAJ JENDfERAL MINYAK DAN GAS BUMI

VIISII DAcN MISI

VISI

Menjadi pembuat kebijakan dan regulator yang kompeten serta pelaksana lpelayanan prima di bidang industri m'igas

f"..

...
'Il1o.

Meninglkatkan kornpetenai

l

profesionalisme, dan integritassulmber daya manusla
-

I , I

MISI

L

I~

..
....
_1100.

Meningkatkan semangat kerja da,n mencipta,ka:n lingkungan kerja yang k'ondusif

I....

~

I~

~

Meningkatk'an koordinasii dan kerjasama Dengan semua pemangku kepentingan

':'.

~

-,
~~I
1'-

Menghasilkan

kebi,jakan dan, regu lasi yang _uai dan tepat sasaran serta layanan prima di bidang indus'tri migas
~

ran Tahunan 2009

TUGAS DAN FUNGSI DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI

TUGAS DITJEN

MIDAS

Merumuskan Serta Melaksanakan Kebljakan dan Standardisasi Teknls di bidang Minyak dan Gas Bumi

'liiio.

'

,I

"'1
~ ~

Penyi pan rumusan kebijakan Kementerian di bidang Minya,k dan Gas Bumi
I'

FUNGSI

I

DITJEN

Jj
WI

MIGAS

I~
I

"'
-

..
-=

Pelaksanaan kebijakan di bidang Minvak dan Gas Bumi

Ii

':'

Penyusunan standar, norma, pedoman, kriteria, dan p'rosedur di bidang Minyak dan Gas Bumi
-=

_..

0_

Pemberian bimblngan teknis dan eva.uRai
1,1

\.

'J!!I'

"""

Pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi

Tahunan 2009

iv

KEBIJAKAN SUMBER CAVA ALAM
I

~

,

Jaminan Ketersediaan

Minya.k Dan Gas Bumi

~

.._

AIDkasi

Pemanfaatan Minya:k Dan Gas ,8umi

~

,.,

P1enetapan Harga Minyak Dan

G'8S Burni

'KEBIJA~N SUMBER
OAYAALAM
lPEfROLfiUM,POUC¥J'
..lI...
I

"

Pengusahaan Migas

Unconventional

I

~

_lIo.

Konslrvasi

Plfoduksi

M'inyak Dan Gas. Bumil

......

"JIII"""1

Peningkatan Kapasitas Nasiona • Dalam Pengusahacm Minyak Dan Gas Bumi
I

KEBIJAKAN

BAHAN BAKAR

Kategorisasi

Bahan Bakar

:Penetapan Harga

Diversifikasi

Bahan Bskar

Standar Dan Mutu Bahan Bakar

Penghematan BBM

1~1iI2009

vi

A

AT D.IREKTORATI JENDERAL

PERANAN SUB SEKTOR MINYAK DAN GAS BUMI
Sub sektor minyak dan gas bumi merupakan salah satu andalan Pemerintah yang memberikan konlribusi yang sangat besar bagi perekonomian nasional dan merupakan penunjang untuk terselenggaranya pembangunan nasional. Hingga saat ini, potensi minyak dan gas bum! di Indonesia masih cukup besar untuk dapat menyediakan energi bagi terlaksananya kegiatan-kegiatan pembangunan di seluruh sektor di Indonesia. Berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan energi secara berkelanjutan, maka perlu dilakukan upaya-upaya peningkatan kegiatan usaha minyak dan gas bumi baik di bidang hulu, hilir maupun jasa penunjang. Berikut adalah kegiatan-kegiatan Oirektorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi yang telah dilaksanakan beserta pencapaiannya dalan kurun waktu tahun 2009.

SEKRET ARIAT DIREKTORA T J ENDERAl
BAG IAN UMUM DAN KEPEGAWAIAN 1. Kegiatan Sub Bagian Kepegawaian Untuk mendukung tertaksananya tugas dan fungsj Oirektorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Sub Bagian Kepegawaian telah melaksanakan program dengan hasf sebagai berikut : A. Hingga semester II tahun 2009, terdapat 465 pegawai dengan komposisi pegawai per unit eselon II sebagai berikut : - Sekretaris Oirektorat Jenderal sebanyak 147 pegawai; - Oirektur Pembinaan Program Migas sebanyak 69 pegawai; - Oirektur Pembinaan Usaha Hulu Migas sebanyak 73 pegawai; - Oirektur Pembinaan Usaha Hilir Migas 70 pegawai; - Oirektur Teknik dan Lingkungan Migas 106 pegawai. B. Berdasarkan - Kualifikasi ~ Kualifikasi - Kualifikasi - Kualifikasi - Kualifikasi - Kualifikasi - Kualifikasi kualifikasi pendidikan pendidikan pendidikan pendidikan pendidikan pendidikan pendldikan pendidikan dengan komposisi sebagai berikut : program doktoral (S3) sebanyak 3 pegawai; program pasca sanana (S2) sebanyak 64 pegawai; program sarana (S1) sebanyak 252 pegawai; program diploma (03) sebanyak 20 pegawai; SLTA sebanyak 104 pegawai; SLTP sebanyak 7 pegawai; SO sebanyak 15 pegawai;

C. Oitjen Migas per semester II tahun 2009, terdapat 465 pegawai berdasarkan masa kerja dengan komposisi sebagai berikut : - Masa keria 0 - 10 tahun sebanyak 159 pegawai - Masa kerja 11 - 20 tahun sebanyak 131 pegawai - Masa kerja 21 - 30 tahun sebanyak 171 pegawai - Masa keria > 30 tahun sebanyak 4 pegawai O. Oiljen Migas per semester II tahun 2009, terdapat 415 ~'al komposisi sebagai berikut : ~ Masa kerja I/a - lid sebanyak 6 pegawai - Masa kerja Ilia - II/d sebanyak 39 pegawoi berdasarkan golongan dengan

UpenD Tajuumn 2009

I

- Masa keria IIlIa - IIl/d sebanyak 366 pegawai - Masa keria IV/a -IV/e sebanyak 54 pegawai

IE. Program Pengisian Lowongan Jabatan :
Pejabat struktural di lingkungan Ditjen Migas terdapat 82 jabatan dengan komposisi sebagai oerikut: - Eselon I sebanyak 1 (satu) orang - Eselon II sebanyak 5 (lima) orang - Eselon III sebanyak 24 (dua puluh empat) orang - Eselon IV sebanyak 52 (lima puluh dua) orang Dalam rangka menganlisipasi lowongan jabatan yang akan ada, perlu ada rencana yang sisternaiis untuk mengantisipasi lowongan jabatan struktural dikarenakan adanya pejabat Ditjen Migas yang akan memasuki usia pumabakti pada tahun 2009, sehingga tidak te~adi !owongan jabatan dalam waktu yang lama, Realisasi Kenaikan Pangkat Tahun 2009 Direktorat Jenderal Migas sebanyak 95 (sembllan puluh lima) pegawai dengan perincian sebagai berikut : - IV/d ke IV/e : 1 orang - IV/b ke IV/e : 1 orang - IV/a ke IV/b : 7 orang - IIUd ke IV/a : 10 orang - IIlIe ke IIlId : 12 orang - IIl/b ke IIl1e : 3 orang - IIl/a ke IlI/b : 52 orang - II/d ke Illia : 5 orang - IIle ke IIl/a : 1 orang - IIle ke II/d : 3 orang Realisasi Kenaikan Pangkat per Oktober Tahun 2009 Direktorat Jenderal Migas sebanyak 18 (delapan betas) pegawai. G, Realisasi Kenaikan Gaji Berkala Tahun Anggaran 2009 Direktorat Jenderat Migas sebanyak 201 (dua ratus satu) pegawai, dengan rineian sebagai berikut : - Golongan I : 5 orang - Golongan" : 23 orang - Golongan III : 151 orang - Golongan tV : 22 orang H, Penyerahan Tanda Kehormatan Satya Lancana Karya Satya XXX lahun periode Agustus 2009 kepada Pegawai Negeri Sipil Direktorat Jenderat Migas sebanyak 5 {lima) pegawai. I, Penyerahan Tanda Kehormatan Satya Lancana Karya Satya XX tahun periode Agustus 2009 kepada Pegawai Negeri Sipil Direktorat Jenderal Migas sebanyak 15 (lima betas) pegawai. Penyerahan Tanda Kehormatan Satya Lancana Karya Satya X tahun peri ode Agustus 2009 kepada Pegawai Negeri Sipil Direktorat Jenderal Migas sebanyak 2 (dua) pegawai.

J.

Laporan Tahunan 2009

K. Realisasi Pensiun Pegawai Direktoral Jenderal Migas Tahun 2009 sebanyak 23 (dua puluh tiga) pegawai. L. Mutasi keluarga dilakukan apabila telah terjadi perubahan status karena PNS yang bersangkutan melakukan pernikahan, perceraian/kemalian atau penambahan anak. Realisasi mutasi keluarqa selama tahun 2009, sebagai berikut : - Pemikahan Pegawai : 7 orang - Penambahan Anak : 12 orang - Perceraian - Kematian lsteri M. Perpindahan wilayah kerja (mutasi kerja) Jumlah PNS yang pindah ke luar dan maupun rnasuk ke Ditjen Migas adalah sebagai berikut : - Pindah ke Diljen Migas : 1 orang - Pindah dan Diljen Migas : 4 orang N. Pendidikan dan Latihan - Pengaturan pelaksanaan pendidikan dan latihan bag; PNS dimaksudkan adanya kesesuaian pembinaan PNS dalam rangka : - Meningkatkan pengabdian, mutu, keahlian dan keterampilan - Menciptakan adanya pola berpikir yang sama. - Meneiptakan dan mengembangkan metode kerja yang lebih baik dan - Memblna karier yang lebih balk.

agar terjamin

Pengikutsertaan pegawai pada berbagai jenis pendidikan dan pelatihan selama tahun 2009 sebanyak 57 orang di dalam negeri dan 9 orang di luar negeri dengan rineian sebagai berikul : • Diklal Formal Luar Negeri S2 sebanyak 1 orang Dalam Negeri S2 sebanyak 8 orang • Diklat Non Formal Luar Negeri - Manajemen Dalam Negeri - Diklat Non Teknis - Diklat Teknis - Orientasi CPNS - Diklat Prajabatan - Diklat Struklural - Teknis/Keterampilan

: 1 orang

: 42 orang : 20 orang : 23 orang : 23 orang : 3 orang : 15 orang

~. Pemberian Tanda Kehormatan Untuk mendorong dan meningkatkan prestasi kerja serta untuk memupuk kesetiaan terhadap negara, maka kepada PNS yang telah mennujukkan kesetiaan atau telah berjasa terhadap ~egara atau telah menunjukkan prestasi kerja yang luar biasa baiknya dapat diberikan penghargaan pemerintah. Selama tahun 2009 telah dilaksanakan penganugerahan landa penghargaan Satya Lencana Karya Satya kepada 22 orang PNS pada periode Agustus 2009, yaitu : - SLKS X tahun : 2 orang - SLKS XX tahun : 15 orang - SLKS XXX tahun : 5 orang P. Pengisian Lowongan Jabatan Dengan diterapkannya Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No.30/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Ditjen Migas telah menyampaikan usulan jabalan sesuai dengan nomenklatur yang baru. Sesuai hasil rapat Baperjabat Diljen Migas, sebanyak 32 orang telah diusulkan untuk diangkat dalam jabatan struktural pada tanggal16 Oktober 2009, telah dilakukan pelantikan dan pengambilan sumpah )10atan, dengan rincian sebagai berikul : Pejabat Eselon III : 12 orang Pejabat Eselon IV : 20 orang , Kegiatan Sub Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga Seoo.gai kelanjutan pelaksaaan renovasi pada tahun 2007 dan 2008 di tahun 2009 telah dilakukan moovasi ruang kerja untuk lantai 16 yang terdiri ruangan 8agian Keuangan, 8agian Rencana dan taporan serta Bagian Hukum dan Perundang-undangan. Kondisi Ruang Kerja di lantai 16 (SDMK, SDML, dan lebih tenfhat leluasa dan

Laporan Tahunan 2009

Pengelolaan dan Penataan Museum Migas GAWITRA Museum Migas Gawitra TMII merupakan aset nasional yang bernilai sejarah yang monumental dan saral dengan misi pendidikan terutama perjalanan, peri<embangan kegiatan usaha bidang minyak dan gas bumi di Indonesia, maka seyogyanya perlu dipelihara dan dikelola serta dikembangkan secara berkesinambungan sesuai dengan perkembangan teknologi bidang minyak dan gas bumi. Tujuan pengelolaan Museum Migas Gawitra TMII adalah meningkatkan layanan museum dalarn rangka turut serta mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya kegiatan usaha minyak dan gas bumi 3. Kegiatan Sub Bagian Pengelolaan Kearsipan

A. Penataan Arsip Teralur
Penataan Arsip teratur dilaksanakan dengan kegiatan Pemindahan Arsip Inaktif dari unit Ruang Simpan Lantai 8 Gedung Plaza Centris JI. HR Rasuna Said Kav. B-5 Kuningan Jaksel (Unit Kearsipan II) ke Gedung Pusat Arsip KESOM di Jalan Yaktapena Tangerang (Unit Kearsipan VUnit Pusat Arsip). Jumlah Total yang dipindahkan 1400 BoksJ280 Meter Linear. Sebelum Kondisi Arsip Inaktif di Lt. 8 Gedung Plaza Centris karena kurang kapasitas simpan, Acak-acakan, susah dicari karena kapasitas simpan tidak sesuai den an lumlah arsi Sesudahl Menyusun bok dalam Rol Opeck di gedung Pusat Arsip KESOM. Rapi, urut, dan kapasitas dan peralatan sesuai dengan jumlah arsip

I

Gambar 2.1 Kondis' Arsi Sebelum di Atur

Gambar 2.2 Kondis; Arsi Seteleh Oi Atur

Pendataan Arsip teratur dan Entri data (dtkarenakan soft copy hilang) untuk memudahkan dalarn pencarian. Jumlah da!aldeskre~,si yaknr 5000 uraianJberkas. B. Penataan dan Pembenahan Arsip OMOr dan DMON Hasilnya adalah Jumlah Oatafdeskrepsi : 1324 Uraian berxas Jumlah Boks : 172 Boks/34 MetN l.imarGambar_Arsilp

Kacau

C- Aplikasi Pencalalan Sural (SITU)
Terpeliharanya Aplikasi komputer pencalatan surat (SITU)

'-lZiIIIj ~~::.

~~

~,+li',jl

1tJ.;Ii!I~"'IL"'-"~~~"1 i1UII'AL

~Jt:r

l

til

-_

II'~

......

I

9
'Jl-...IrI~~ .... !!!J.~.F'iIL.__~~I~_i ... .~

j

:':)

,~g'A

:1:11 I

Gambar 3. Sistem lnfrornasl Tata l.aksana Persuratan

BAGlAN RENCANA DAN LAPORAN
mengemban tugas menyiapkan perencanaan keria, ketatalaksanaan, akuntabHitas kineria, :s.:apman serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, '~~ng kurun waktu tahun 2009 Bagian Rencana dan Laporan telah melaksanakan kegiatan~.J3mnberikut : Penyusunan buku RKT Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bum] tahun 2009 sebagai penetapan kinerja dalam kurun waktu tahun yang sama. Penyusunan RKAK-L Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bum] tahun 2009 sebagai dokumen perencanaan dan anggaran dengan pendekatan anggaran terpadu, kerangka pengeluaran jangka menengah dan penganggaran berbasis kine~a. Penyusunan LAKIP Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi tahun 2008 sebagai sarana pengendalian, penilaian kinerja dalam rangka mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan bersih. Penyusunan buku Laporan Tahunan 2008 sebagai sarana penyedia informasi berbagai kegiatan yang telah terlaksanan di Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi yang meJipuU seluruh kegiatan baik di sektor hulu maupun hilir. Penyusunan Buletin Minyak dan Gas Bumi sebagai sarana pelayanan umum dan penyajian dinamika kegiatan perminyakan. Penyertaan pameran Minyak dan Gas Bumi sebagai upaya pelayanan informasi kepada masyarakat. Pengembangan Sistem Informasi Media Tracking Berbasis Web sebagai sarana pengumpulan informasi dan penyajian analisa berita bidang minyak dan gas bumi. Penyusunan buku panduan Ramadhan dan Lebaran 1430 H sebagai sarana penyajian informasi terkait ketahanan energy selama perlode ' H-10 sampai H+10 pada tahun berlangsung. Laporan Tahunan 2009

2_

3.

4.

5. 6. 7. 8.

I

9. Pelaksanaan sosialisasi jaringan gas bumi untuk rurnah tangga sebagai sarana penyajian informasi kepada masyarakat terkail pemanfaatan gas bumi yang murah, bersih dan aman bagi masyarakat. 10. Penyusunan FEED dan DEDC serta UKP dan UPL Kola Tarakan meliputi Kelurahan Sebengkok dan Karang Balik dengan calon pengguna gas bumi mencapai 3.250 sambungan rumah 11. Penyusunan FEED dan DEDC serta UKL dan UPL Kabupaten Sldoano melipuli wilayah Desa Ngingas, Wedoro, Tambak Sawah dan Medaeng dengan calon pengguna gas bumi mencapai 3.630 sambungan rumah. 12. Penyusunan FEED dan DEDC serta UKL dan UPL pipa distribusi Waru-Rungkut dengan panjang pipa 4 inch mencapai 10,6 Km guna menyalurkan gas dari MRS Pertagas Waru ke konsumen rumah tangga di Kola Surabaya.

Gambar 4. Penyertaan Pameran Minyak dan Gas Bumi

....~ -- .........
CIWJQ,~ ~

-----_ ..
~ ~

_

rotOIII_ala.- __

.-..._

...."'_ . .._~
-..

..._ ....... _ _'_

____ -_- ---..-..__ -.:1_-.............. ........... -----_ .. """"~

JIB?

t

~

Gambar 5. Sistem Informasi MedJa Imd'.:!r!g Bernasis Web

Laporan Tahunan 2009

: d:ellgan UU nomor 22 lahun 2001 yang mengamanalkan penyelenggaraan kegiatan usaha gas bumi harus menjamin efisiensi dan efeklifitas lersedianya minyak dan gas bumi, baik -==--~ - 'Deli energi maupun sebagai bahan baku unluk kebutuhan dalam negeri dan didukung _ e-- ;lif:i3Wran Presiden Rl nomor 5 lahun 2006 len lang Kebijakan Energi Nasional agar diambil ~~~F 'if\ah penggunaan energi allernalif sebagai substitusi 88M dalam rangka mengurangi khususnya minyak lanah yang digunakan oleh sektor rumah tangga. Langkah-Iangkah -----_ ~ OOI:r'I!erintahalam upaya pemanfaatan energi altematif pengganli BBM adalah peningkatan d ~~. bahan bakar gas bumi untuk seklor rumah langga dan pelanggan kecil akan mengurangi si B8M sehingga dapal meningkalkan fuel security of supply, lercapainya keseimbangan . . dan penurunaan subsidi minyak tanah. Dengan penggunaan bahan bakar gas bumi yang befsih dan murah unluk masyarakal Indonesia, diharapkan kesejahteraan masyarakat .........:=:- .....-..,_;~.' t dan program lang;l biru dapat dilerapkan sehingga penggunaan energi yang ramah .= ~ )3~ tersebut dapal menunjang pelaksanaan pembangunan yang adil dan merala bagi seluruh
:E--'

.:::._ =~.

v-

--

- ~~l
":' - oongan dengan hal tersebul diatas, maka Pemerinlah c.q. Direklorat Jenderal Minyak dan :z. ,. melaksanakan pembangunan jaringan dislribusi gas bumi untuk rumah tangga yang nsecara bertahap di kola-kola yang memiliki sumber paokan gas bumi sebagai upaya unluk -~ kota-kola dan kabupalen-kabupalen yang mampu untuk rnandiri dalam pemenuhan energi di wilayahnya dan sesuai dengan road map di tahun 2009 lelah dibangun jaringan - -_-~j gas bumi untuk rumah langga di 2 (dua) kola meliputi Kola Palembang dengan jumlah 3.310 _:_~.gan rumah di Kelurahan Siring Agung dan torok Pakjo serta Surabaya dengan jumlah 2.900 S::-="-lQi8iI:' rumah di Kelurahan Kali Rungkut dan Rungkul Kidul. Berikul in; adalah gambar kegiatan di ~. tersebul yang mendapalkan jaringan distribusi gas bumi unluk rumah tangga :

- _ ~.n

.~
t

.. i' =.,

IL.-.-.-.~.-.~.
i
I

I

Gambar 6. Road Map Pembangunan Jaringan Distribusi Gas Bumi Untuk Rumah tangga

Laporan Tahunan 2009

E!

---I

~"I
~N~olIU__iiiiIOi!Ui~I.~~ _~..Il;.~-~DT-!I!.III~

-,~,~

-,~--

Gambar 7. Pela tokasi Pembangunan Jaringan Gas Bumi di Kola Surabaya

Gambar 8. Peta Lokasi Pembangunan Jaringan Gas Bumi di Kelurahan Siring Agung, Kola Palembang

Laporan Tahunan 2009

"..-..,
I \
~

"!'!y'1"'I,.~~ru~~~.L~
jio-.D"49'

...

m'I!IiI!lcIii4~

---

~~

--

1

-

~-Ji8_9.

Peta Lokasi Pembangunan Jaringan Gas Bumi di Kelurahan Lorok Pakjo, Kola Palembang

Gambar 10. Jaringan Gas Rumah Tangga

LaporanTahunan 2009

Gambar 11. Sosialisasi Jaringan Gas Rumah Tangga yang Murah, Bersih dan Aman

BAGIAN KEUANGAN Selama tahun anggaran 2009, anggaran Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi berhasil terealisasi sebesar Rp. 307,4 miliar dari total alokasi pagu anggaran sebesar Rp. 324,8 miliar atau 94,64 % dar! Pagu DIPA yang telah dialokasikan untuk tahun 2009.

'A Ta be I 1. L ,ea _~poran R I'IsaSI nggaran JENI$
8ELANJA BELANJA PEGAWAJ BELANJA BARANG BELANJA MODAL TOTAL

I

P·er 31 Desember 2Q09 PAOOIlIPA
20.603.583.000 188.289.116.000 129.791.809.000 338.684.508.000

P,AGU SE1iELAH
BLOKIR 20.603.583.000 175.577 .636.000 128.634.372.000 324.815.591.000

REAUSASI
18.538.527.466 162.271.448.050 126.590.876.130 307.400.851.646

(%)
89,98 92,42 98,41 94,64

SISA,

ANGGARAN'
2.065.055.534 13.306.187.950 2.043.495.870 17.414.739.354

(%)

10,00. 7,58 1,59 5,36

I

La~~TabIDlan

2009

I

nga,n Hukum dan Peraturan Perundang-Undangan sub sektor Permigasan Nasional sampai lahun 2009 adalah sebagai berikut :

- Dassr Hukum
Kegiatan Usaha Minyak dan Gas Bumi didasarkan pada : a Undang-undang Dasar 1945 Pasal 33 ayat (2) dan ayat (3) b_ Undang-undang No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. !. Pe-rundang-undangan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi yang disahkan pada mngga:1 23 November 2001 dimaksudkan sebagai "Legal Instrumenf yang bertujuan rml\WJudkan kegiatan usaha Minyak dan Gas Bumi yang mandiri, andal, transparan, berdaya sa.ing~ efisien, berwawasan pelestarian lingkungan, mendorong perkembangan patens; dan peranan nasional sehingga dapat terciptanya iklim usaha yang kondusif dalam pengusahaan ~iatan usaha hulu dan hilir Minyak dan Gas Bumi dengan memberikan aturan yang jelas dan meIm'berikan jaminan berinvestasi di kegiatan usaha Minyak dan Gas Bumi. lIOO-atng-undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi mengamanalkan lperngaturan lebih lanjul dalam kegiatan usaha Minyak dan Gas Bumi. Peraluran perundangangan lersebut antara lain: 2.1. PE:RATURAN PERUNDANG-UNDANGAN BIDANG USAHA MINYAK DAN GAS BUMI HULU Keterangan Perubahan kedua atas Peraturan Pemerintah No. 35 Tahun 2004 tentang kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumil
I

a.
-_.

.
2

Prod uk Hukum ~emwmn Pemerintah No. 55 Tahun 2009

<"'~san

Menteri ESDM No. 1840.Kl13/MEM/2009

Penelapan eilayah kerja Migas, bentuk kontrak kerjasama dan ketentuan pokok Kontrak Kerja Sama (Term and Condition), serta mekanisme penawaran wilayak kerja pada penawaran wilayah kerja migas Periode I Tahun 2008 Perubahan alas Kepulusan Menleri ESDM No. 2761.Kl13/MEM/2008 Tentang Penetapan Wilayah Kerja Migas, bentok kontrak kerjasama dan ketenluan pokok Kontrak kerjasama (Term And Condition) penawaran wilayah kerja dalam penawaran wilayah kerja migas Periode II Tahun 2008

..

1.

f<epmusan Menleri ESDM No. 0911.Kl13/MEM/2009

La poran Tahunan 2009

4.

Keputusan Menteri ESDM No. 1203.Kl10/MEM/2009

t

Pelimpahan sebagian wewenang Menlen ESDM di bidang minyak dan gas bumi kepad Direklur Jenderal Minyak dan Gas Bumi

I

b. HILIR No. 1. Produk Hukum Peraluran Pemerinlah No. 30 Tahun 2009 Keterangan Perubahan atas Peraluran P,emerintah No. 36 Tahun 2004 Tentang Keglatan usahs hilir minyak dan gas bumi Tentang Penyediaan dan Pendistribusian jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu. Harga jua1 eceran bahan bakar minyak jenis minyak tanah (Kerosene), bensin premium dan minyak solar (Gas Oil) untuk keperluan rumah tangga, usaha ked!, perikanan, tra nsportas i, dan usaha pelayanan umum. Penugasan PT Pertamina (Persero) dan Penetapan daerah tertentu dalam penyediaan dan pendislribusian LPG Tabung 3 Kiligram Tahun 2009

2,

Peraturan Presiden No. 45 Tahun 2009

3.

Peraturan Menteri ESDM No. 01 Tahun 2009

4.

Keputusan Menteri ESDM No. 01.Kl1 0/DJM.S/2009

5.

Keputusan Menteri ESDM No. 0023.Kl1 0/MEMl2009

Izin usaha pengangkutan gas bumi mela!Ji pipa kepada PT Pertamina (Persero)

6.

Keputusan Menteri ESDM No. 0019.Kl10/MEM/2009

Perubahan atas Keputusan Menteri ESOM No, 1565.Kl10/MEM/2008 tentang Izin usaha pengangkutan minyak bumi dan gas bumi kepada PT Pertamina (Persero) Izin usaha pengangkutan gas bum! melalui pipa kepada PT Perusahaan Gas Negara (Persero) TBK Harga patokan jenis bahan bakar minyak ~ertentu Tahun anggaran 2009 Harga Patokan Liquefied Petroleum Gas Tabung 3 Kilogram Tahun Anggamln 2009' Kegiatan usaha gas bumi rnelalui pipa

7.

Keputusan Menteri ESDM No. 111 0.Kl1 0/MEMl2009

8.
9..
10, H,

Keputusan Menteri ESOM No. 1246.Kl12/MEM/2009

:Kepulusan Menteri ESDM No. 1680.Kl121MEM/2009 Peraturan Menteri ESDM No. 19 Tahun 2009 Keputusan Menteri ESDM No. 1956.Kl121MEM/2009

Perubahan atas Keputusan Menteri ESD~ No. 1246.Kl121MEM/2009 Tentang harQ!a Laporan

Tahunan 2009

~

r!.

;'·~wrusan Menteri ESDM No. 1957.Kl121MEM/2009

patokan jenis bahan bakar minyak tertentu Tahun Anggaran 2009 Perubahan atas Keputusan Menteri ESDM No. 1680.Kl121MEM/2009 tentang harga patokan Liquefied Petroleum Gas Tabung 3 Kilogram Tahun Anggaran 2009 Penyediaan dan pendistribusian Liquefied Petroleum Gas. Tata eara Penawaran pengoperasian jaringan dislribusi gas bumi untuk rumah tangga yang dibangun oleh pemerinlah. I Perubahan kedua atas Keputusan Menteri ESDM No. 1246.Kl121MEM/2009 Tentang harga patokan jenis bahan bakar minyak tertentu Tahun Anggaran 2009. Perubahan ketiga atas keputusan Menteri ESDM No. 1246.Kl121MEM/2009 tentang harga patokan jenis bahan bakar minyak tertentu Tahun Anggaran 2009 Harga indeks pasar bahan bakar minyak dan harga indeks bahan bakar nabati (Sioruel) Tahun 2009 Perubahan kedua alas Keputusan Menteri ESDM No. 1680.Kl121MEM/2009 Tentang harga patokan Liquefied Petroleum Gas Tsbung 3 Kilogram Tahun Anggaran 2009 Perubahan alas Keputusan Menteri ESDM ; No. tentang! 01.Kl10 DJM.S/2009 penugasan PT Pertamina (Persero) dan daerah penetapan tertenlu dalam penyediaan dan pendislribusian LPG Tabung 3 Kilogram Tahun 2009 No. Standar dan Mulu (Spesifikasi) bahan bakar minyak jenis avtur yang dipasarkan di dalam negeri No. Stan dar dan mulu (Spesifikasi) bahan bakar gas jenis Liquefied Petroleum Gas (LPG) yang di pasarkan di dalam negeri.

a

:1'emlUralilMenteri ESDM No. 26 Tahun 2009

~!:I.Iran

Menteri ESDM No. 29 Tahun 2009

··~;_!Jtllsa:nMenteri ESDM No. 2471.Kl121MEM/2009

I~

~prtusan

Menteri ESDM No. 2711.Kl12/MEM/2009

~

l<a~san

Menteri ESDM No. 2712.Kl121MEM/2009

U;.,

- - lusan Menteri ESDM No. 2768.Kl121MEM/2009

G;..

,~!'Usan

Menteri ESDM No. 26456.Kl121DJM.S/2009

I

I
!:'
II Keputusan Direktur 1220'1.Kl10/DJM.S/2009
1

Jenderal

Migas

Keputusan Direktur 26525. Kl1 O/DJ M .S/2009
~

Jenderal

Migas

I

La pora n Tahunan 2009

PROGRAM LEGISLASI DAN REGULASI SUB SEKTOR MINYAK DAN GAS BUM I I. Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Rancangan Undang-Undang (RUU) No: Latar Belakang Amanat Panitia . Angket Judul RU-U : RUU tentang Peruoahan atas UU Nomor Gas Burni Pokok Piktranl Tujuan Lingkup/Objek Yang Diatur 1. Perbaikan 1. Terlaksananya dan lerkendalinya minyak pengelolaan sektor dan gas bumi sebagai migas sehingga memberi manfaal sumber daya alam dan sumber daya lebih besar bagi pembangunan yang kepentingan bersifat strategis dan nasional dan vital meningkatkan kesejahteraan 2. Meningkatnya pendapatan negara rakyat dan memberikan 2. Pengualan fungsi kontribusi yang pengendalian, sebesar-besarnya bagi pembinaan dan perekonomian pengawasan nasional, Pemerintah di mengembangkan dan seklor migas memperkual industri 3. Pengaluran untuk dan perdagangan mencapai Indonesia ketahanan energi nasional, 3. Menciptakan lapangan kerja, memperbaiki percepatan lingkungan, produksi dan meningkatnya cadangan BBM kesejahteraan dan nasional kemakmuran rakyat 4. Keselamatan kerja 4. Mendorong dan lingkungan pembangunan dan hidup 5. Kegiatan pasca pengelolaan sektor migas sehingga ekspiorasi dan mempunyai nilai produksi migas stralegis yang dapat meningkalkan martabal negara selain menjadi sumber penerimaan negara yang dapat mendorong pembangunan nasional serta memnuhi kebuluhan di dalam neqerl

n fahun

2001! tenlang Minyak dan UU Terkait

UU Pokok Agraria 2. UU No. 30 Tahun 2007 lentang Energi 3. UU No. 32 Tahun 2009 ten tang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup 4. UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenaqakenaan 5. UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal

1. UU No.5 Tahun 1960 tentang

Laporan Tahunan 2009

- Regulasi Sektor ESDM

:--:~:n

'= =:;~fRJ<epres)

Pemerintah (RPP) dan Rancangan Peraturan/Kepulusan Presiden meliputi : • =-~p ltentang Pengelo!aan Sumber Daya Alam Minyak dan Gas Bumi di Wilayah Propinsi '~. Aceh Darussalam • ~Ite.ntang Pengembalian Biaya Operasi (Cost Recovery) dan Ketenluan Pajak Penghasilan : :: ~ Usaha Hulu Minyak Dan Gas Bumi • = :-D Ke~knikan Migas (DMT) II ~ lenlang Perubahan PP Nomor 67 tahun 2002 • ~ =~s tentang Perubahan alas Perpres Nomor 55 tahun 2005 tentang Harga Jual Eceran Bakar Minyak Dalam Negeri

Peraluran

=~-~~
=----c ~

• :: -~en tentang Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria Pelaksanaan Urusan Pemda Bidang

Peraturan Menteri ESDM meliputi :

tentang Pemberlakuan Secara Wajib SNI Pelumas • =~~fl tentang Pedoman dan Syarat-syarat Perpanjangan Kontrak Kerja Sama • ~. ?ermen tentang ketentuan Pokok dan Persyaratan Kontrak Ke~a Sama Migas (Term and : _<r..dflion) ., ~ :::1I·~rmen tentang Pedoman Pengelolaan Gas Methana Batubara • - Pem1en tentang Pedoman dan Tata Cara Penyusunan Rencana Induk Jaringan Transmisi -:- :smbusi Gas Bumi • ':: =~11 lentang Alokasi Gas Bumi • ~ F,a:meJi'ltentang Keselamatan Operasi Instalasi Slasiun Pengisian Bahan Bakar Untuk
- Q:armerJ
1

::: P~eln tentang Pedoman Verifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Dalam .~ Usaha Hulu Migas •• R ~Il tentang Wilayah Distribusi LPG Tertentu • ;; .Pemlen tentang Kriteria dan Tala Cara Penetapan Daerah Penghasil dan Dasar ~~ngan Bagian Daerah Penghasil Sumber Daya Alam Minyak dan Gas Bumi Migas. II

La pora n Tahunan 2009

DIREKTORAT PEMBINAAN PROGRAM MIGAS

DIREKTORAT PEMBINAAN PROGRAM MIGAS
A. PENYIAPAN PROGRAM 1. Rencana Pembangunan Jangka Panjang, Menengah, Renstra serta Dokumen Kebijakan

No 1

Kegiatan
Penyusunan Neraca Gas Indonesia (NGI)2009

Keterang~n
Menunjukkan kondisi supply dan demand gas bum! Indonesia pada suatu region berdasarkan kesepakatan Jual Beli Gas (PJBG, HoA, MoU, MoA), negosiasi serta permintaan resmi konsumen pada tahun tertentu NGI 2009 - 2025 telah memperhitungkan kondisi supply demand gas bumi sampai dengan tahun 2025, dimana pada NGI sebelumnya sampai dengan tahun 2020. Status data untuk pemutakhiran NGI 2009 adalah sampai 31 Desember 2009 Rencana Strategis Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi 2010-2014 disusun mengacu kepada Rencana Pembangunan Jangka Panjang 2005-2025 Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral yang mempunyai 5 pokok kegiatan yaitu : - Penyusunan Kebijakan dan Program serta Evaluasi Pelaksanaan Kebijakan di Bidang Minyak dan Gas Bumi. - Pembinaan dan Penyelenggaraan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. - Pembinaan dan Penyelenggaraan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. - Peningkalan Kehandalan Infrastruktur serta menurunnya Kecelakaan dan Dampak Lingkungan dan Kegiatan Migas - Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas teknis lainnya Direktoral Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Menyusun rumusan rencana pembangunan jangka panjang, menengah, tahunan 2010-2014 di Diljen Migas dengan rnelakukan langkah-Iangkah kegiatan yang berbasis kinerja unluk mencapai tujuan yang telah ditentukan oleh Ditjen Migas sesuai sasaran Sub Sektor Migas yaitu peningkatan kinerja Ditjen Migas dan agar program kerja yang dilaksankan lebih terukur dan lebih terarah Pokok-pokok yang diatur : Penentuan Prioritas pemanfaatan gas bumi, tatacara penetapan kebijakan alokasl dan pemanfaatan gas bumi

I

Penyusunan Rencana Strategis 2010-2014

3

Evaluasi Rencana Pembangunan Jangka Panjang, Menengah dan Program Bidang Migas

I

I

4

Penyusunan Dokumen Kebijakan - Penyusunan draft Permen DM

,~8fletapan Alokasi dan Pemanraatan Gas Bumi tLiI< dalam Negeri - P~sunan Manajemen R~ko Publik ~ Ke'mlakan dan Pola Tetap Pengembangan Minyak dan Gas Bumi - CJut1cKJk Minyak dan Gas

prosedur dan penetapan limit resiko, proses identifikasi, pengukuran, pemantauan, sistem informasi, dan pengendalian risiko, serta sistem pengendalian intern

ilImi
- ,Rencana Penyediaan dan Pengalo~asian Gas Bumi ~ Pellgembangan Data Base Infrnstruk1ur Migas - Pooyusunan Rancangan lPemerintah tentang Cadangan Strategis Minyak

&1mi
- Penyusunan Kebijakan &Imber Oaya Alam - Penlyusuif1an Kebijakan Bah:an Bakar

~IGasB.umi

~--------------------~------------------~ N. PETA NERACA GAS INDONESIA 2009-2020

I

~
-

~,~
'.. D ,

I

....JlI_ ........
"'-, ~ I ~ II!

l!iiI't~ ..
&I!!! IlI!!II

IIiIII!!JIIr
_ ..... '

~

II

_

!,!I

I

[,!''lI!

I

~II!M!IMt;I.........


Ii ill _

~----~---,-

Gambar 12. Peta Neraca Migas

.

Laporan Tahunan 2009

3. Realisasi Community Development 2005-2_09:!__

--"

Community Development Subsektor Migas
2005-2009
1000 900 800 700
e,
1:1:

~ ~

... III

fiOO

500 400

~oo
100 100
0

~========~====~====~==~~======-=-,~----------.f'enJ~(lhaaI1Mig<l')1

B9,98

205,J8

883,&2

92,,6

Gambar~3, Statistik Community Development 'MIGAS

B. PENERIMAAN NEGARA
1.

Lifting Minyak Mentah Lifting minyak mentah yang merupakan variable utama dalam penghitungan penermaan negara dan rninyak dan gas bumi hanya mengalami sedikit kenaikan dl tahun 2009 dibandingkan tahun 2008, namun belum juga dapat mencapai target APBN. Tidak tercapainya target lifting tersebut disebabkan penurunan alamiah pada lapanganlapangan minyak di KKKS besar sementara itu peningkatan lifting minyak mentah dan beberapa lapangan minyak baru seperti Exxon-Mobil (Cepu), Amerada Hess (Pangkah) dan Camar Resorces (Bawean) selain itu beberapa lapangan lama milik Pertamina EP dan Kangean Energy Indonesia tidak sesuai dengan yang diharapkan. Realisasi lifting minyak mentah di tahun 2009 mencapai rata-rata 944 ribu BapO atau lebih tinggi 13 nbu BapO jika dibandingkan tahun 2008 yang hanya mencapai 931 ribu BapO, Realisasi lifting tahun 2009 tersebut lebih rendah 16 ribu BapO dibandingkan target APBN sebesar 960 ribu sapo

Laporan Tahunan 2009

REALISASI LIFTING MINVAK BUMI

2005 - 2009

2005

2006

2007

2008

2009

Gambar14. Statistl'k MBeD

IMlnyak Mentah Indonesia -Clga minyak mentah Indonesia merupakan salah salu variabel utama dalam penghitungan ?'~:liliiIa~n egara dari minyak dan gas burni. n

-azga rata-rata minyak mentah Indonesia tersebut sangat terkail dengan perkembangan
~ ~ '-iYak mentah dunia yang mengalami penurunan sangat tajam di tahun 2009 dibandingkan
_~~ 2{l;OO. Hal tersebut disebabkan efek dan krisis ekonomi terutama di Amerika Serikat dan

-e;z:ac1legara maju lainnya yang merupakan konsumen terbesar minyak mentah dunia yang -e""'jUibatkan turunnya permintaan akan minyak mentah dan produk-produk minyak. Dilain pihak y mInyak mentah masih relatif stabil bahkan cenderung meningkat terutama dan negara'-=':~ non OPEC dengan mulai berproduksinya kembali lapangan-Iapangan minyak di Laut Utara .,ii-Ielu:k. Meksiko setelah selesainya pemeliharaan dan perbaikan berkala. ~r;sasi harga rata-rata minyak mentah Indonesia (ICP) di tahun 2009 sebesar US$ 58,55 =- _ leblh rendah US$.42,76Ibarel jika dibandingkan tahun 2008 yang dapat mencapai _ >$ .''01 ,ll/barel.

Laporan Tahunan 2009

US$/Barel
120,00
100,00

REALISASI HARGA MINYAK MENTAH INDONESIA 2005 - 2009

.0,0.00 60,00 40,00 20,00

cUUb

nUl

LUO:::

Gambar 15. Slalistik Realisasi Harga Minyak Mentah Indonesia

3. Penerimaan Negara Sejalan dengan perkembangan lifting minyak mentah dan terutama adanya penurunan lajam dan harga minyak menlah Indonesia pada tahun 2009 mengakibatkan penerimaan negara dari minyak dan gas bumi juga mengalami penurunan yang cukup tajam di tahun 2009 jika dibandingkan tahun 2008. Realisasi penerimaan negara tahun 2009 mencapai Rp. 184,60 triliun atau mengalami penurunan sebesar Rp. 119,78 triliun jika dibandingkan tahun 2008 yang dapat mencapai Rp. 304,38 triliun
,------------------------

_. ----

REALISASI PENERIMAAN NEGARA
TrHhm Rp.

2005 - 2009

Jon.roo
'25001)0

2000~J

l50.D:J~

mn ooo
50000

o

Gambar 16. Statistika Realisasi Penerimaan Negara Laporan Tahunan 2009

1.

~,112,OOO ._
.;..

"

~,

8,000 4,000

o

2004 5,867.62 51.97 5,919.59

2005 8,167.00 101.67 8,268.67

2006

2007

2008

2009

8,523.90 10,737.00 12,096.00 10,874.39 1,138.66 442.66 1,428.97 1,310.43 9,662.56 11,179.66 13,524.97 12,184.82

Gambar 17. Statistik Investasi Migas

~'i
_

~s produksi minyak nasional (92%) berasal dari 469 lapangan tua (mature) sehingga -- -- ukan biaya yang relatif lebih tinggi dari pada lapangan baru (maintenance yg lebih workover, biaya artificiallihtambahan, EOR, dll) ~an investasi di kegiatan usaha hilir, berasal dari kegiatan pembangunan kilang Jt* bumi, pembangunan kHang hasil olahan, pembangunan kilang mini elpiji, pengadaan -:ana pengangkutan, penyimpanan dan usaha niaga seperti pembangunan jaringan pipa gas -;-"sena pembangunan pabrik pengolahan dan penyimpanan Bahan Bakar Nabati.

?enin.gkatan Pelayanan Investasi Migas
3.

Penyediaan Ruang Pelayanan Investasi Migas Terpadu Ruang Pelayanan Investasi Migas Terpadu berfungsi sebagai sarana promosi investasi migas, penawaran wilayah kerja, pelayanan informasi migas, pelayanan perizinan dan rekomendasi mlgas, disini juga tersedia kotak pos dan buku tamu sebagai media penghubung stakeholder dan pimpinan Ditjen Migas agar sarana dan perbaikan terkait dengan pelayanan investasi Migas segera mendapatkan respon yang lebih baik. Dengan tersedianya Ruang Pelayanan Investasi Migas Terpadu, diharapkan dapat memberikan pelayanan prima melalui pelayanan salu pinlu (First In First Ou~. Kedepan dalam upaya untuk meningkatkan pelayanan investasi migas direncanakan akan dibangun sislem pelayanan on-line yang ditargetkan dapat dilaunching pada awal bulan Desember 2010.

Laporan Tahunan 2009

b. Penyusunan Buku Standard Operating Procedure (SOP) Pelayanan Investasi Migas Dalam rangka peningkatan pelayanan investasi dan mendukung pelaksanaan kebijakan reformasi birokrasi, telah disusun Standard Operating Procedures (SOP) Pelayanan Inveslasi Migas. Buku ini terdiri alas 85 (delapan puluh lima) Standard Operating Procedures (SOP) pelayanan publik yang terdapat pada Direktorat Pembinaan Program Migas, Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Migas, Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Migas dan Direklorat Teknik dan Lingkungan Migas. 3. Penyiapan Informasi Peluang Investasi dalam Industri Migas a. Buku "Peluang Investasi dalam Industri Migas" Buku 'Peluanq Investasi dalam Industri Migas" ini berisikan panduan dan informasi sepular I~TOO'S'm' 1~~Y'dSyalTg m~I\'p(Jl'l' : K~oli\:rJI.dlT ddIT ~gtJtd:iI:, I%rJi.BlTrOCI'IT!:fdlTnoobm MlY-d:i I Nasional, Peluang Inveslasi Migas serta Prosedur dan Tata Cara Investasi Migas. b. Buku Populer Minyak dan Gas dari Proses Pembentukan Hingga Pemanfaatan Buku ini berisikan panduan praktis bagi para pelajar dan masyarakat awam mengenai informasi seputar minyak dan gas bumi dimulai dari pengertian, proses terbentuknya, tahapan pencarian, produksi, pengolahan dan pengelolaan minyak dan gas bumi serta institusi penyelenggara kegiatan usaha minyak dan gas bumi di Indonesia. c. Leatlet dan Booklet Peluang Investasi dalam Industri Migas Leellet dan Booklet Peluang Investasi dalam Industri Migas terdiri atas peluang investasi hulu dan hilir migas yang berisikan data slatistik migas, pengusahaan Coal Bed Methane (CBM), Sumur Tua, kegiatan usaha hilir migas (pengolahan, pengangkutan, penyimpanan dan niaga) 4. Optimalisasi Investasi Kegiatan Usaha Penunjang Migas a. Apresiasi Penggunaan Hasil Produksi Dalam Negeri • Dalam rangka pembinaan dan peningkalan kemampuan (capacity building) perusahaan penunjang migas, lelah diterbitkan Sural Kemampuan Usaha Penunjang (SKUP) bagi perusahaan yang telah memiliki Sural Keterangan Terdaftar (SKT) dengan memperhalikan kemampuan nyata yang meliputi aspek legal (status usaha dan finansial), aspek teknis (kemampuan produksi dan sistem manajemen), aspek pemasaran Uaringan pemasaran dan layanan puma jual), • Dalam rangka memberikan informasi kemampuan perusahaan penunjang migas, telah disusun buku Appreciation Domestic Product (ADP) yang berisi informasi 1.254 data kemampuan produksi barang dan jasa dalam negeri hasil audit selama lahun 2006 2009. • Dengan dilerbitkannya buku ADP ini, diharapkan dapat dijadikan acuan bagi Diljen Migas dalam melakukan pengendalian impor barang operasi di kegiatan usaha hulu migas dan acuan pengadaan barang dan jasa bagi Kontraktor Kontrak Kerja Sarna (KKKS).

Laporan Tahunan 2009

"abel 2. Audit Terhadap Kemampuan Teknis, Management, Layanan Purna Jual, Jaringan Pemasaran dan Aspek Legal ! Status Sub Ra.ing Jumlah RalaJumlah PerusBhaan ~JI1 Perustm Tenaga Rata ~, I Kerja TKDN Kategori PMDN IPMA Casing, Tubing HT

27,16 1'6,44 27,60
38,06 45,39 B 2

Casing~Tubing
Nom'iiT

6 16
4 3
2

0 4-

2
14

6
11

1.828 5.014

CM.m~1
Pipe
:3
.;:

29
9

13

5
4 4 50

1 1
{I

a

P~aM'onn
(Fabrilkasi) Wellh~id Ilndusm Pe"1lmj~ng, Lainrnya

7 6
194

3
1

3

3.398 8.850
556 -42.001
61.713

36,04
43,47

5
78

,
.~

144 1,15,

34 39 19 14
31

82
103

lola'
~

253
33,85 35
'7 23

78
5

111' 3
3 4
24

Drilling;

EfC
G&G

41 tOO
67,aO

2
B

30
5

13
4
5

5.243
2.,099

Konstruksi ~ogglng
-.,..

54,12
63.25
39,,'91 72,40

126
12 19

19
1 7

15 107
111

2.241
2,3.243

7
10

~

Underwater

12

71 4 a:

1

848
965

1

S~MOO
Jssa Penunjang

Lainnya,
lOilai

779
1.0011

92
134 212

687 477 197 105 867
558

62.002 116.641 178.354

TOTAL ,~:

1J)42 597 252 Rating menunjukkan hasil audit terhadap kemampuan teknls, management, layanan purna jual, jaringan pemasaran dan aspek legal { Oiapresiasikan : Oirekomendasikan : Oiwajibkan}

1.254

302 40:5

141

**

***

*

Laporan Tahunan 2009

b. Pemanfaatan 5 (lima) Produk Usaha Migas
No
I

Unggulan

Hasil Produksi

Dalam Negeri di Kegiatan

HaiStl Prod ubI Pfpa WeOhead

TKDN
3713% 25.64%

Kapauasl
Tahul1 Nasionsl

Penyerapil_nffaillm
M'r:gas
I

Export
75.673

UtiiislCIsJ
60% 80%

1

1.002.:960 ton 523.333 ton 26B.2S4ton
1.mot
B61sel

ton

,2
3

881 set

675sel

Chemtcal
08singJTul:ilng

27,35% 20~30%

a08.580tan 493.397 ton 246.698ton
540.800km 150.000tDn

114 ton

57%
93% I

4

2:53.000lon 253.000 Ion 248.881 ton
4a_033ton
48.D33ton

5

Jasa Fabd<asl
Platfonn

83.24%

86.241 tan

90%

D. PEMBERDAYAAN
1.

POTENSI DALAM NEGERI

Pengendalian

Impor Barang Operasi

Dalam rangka peningkatan pengawasan dan pembinaan untuk pengadaan barang dan jasa barang operasi perminyakan di lingkungan industri perminyakan dilakukan kegiatan pengendalian impor barang operasl melalui mekanisme penilaian dan penandasahan Rencana Impor Barang. Selama tahun 2009 telah ditandasahkan Rencana Kebutuhan Barang Impor yang diajukan oleh Kontraktor KKS menjadi Rencana Impor Barang guna menunjang kegiatan operasi penninyakan sesuai dengan kebutuhan operasi sebesar ± US$ 3,316 milyar, dengan status barang sewa sebesar ± US$ 1,38 milyar dan barang bukan sewa sebesar ± US$ 1,86 milyar dengan rincian dalam bentuk barang jadi, sebesar ± US$ 482,3 juta, dalam bentuk Manufaktur Batam sebesar ± US$ 1,33 milyar, dan dalam Fabrikasi Dalam Negeri sebesar ± US$ 120,5 juta. Tabel 3. Rencana Impor Barang Operasi Migas Dan Intervensi Verifikasi Rencana Kebutuhan Barang Impor 20052009 URAIAN Nilai RIB (Juta USD) MFG SATAM (Juta USD) FAB LOKAL (Juta USD) ADP (Juta USD) lntervensi" (Juta USD)
t

2005 1,394.02 239.22 214.08 156.99 610.29

2006 2,689.00 425.00 104.00 631.00 1,160.00

2007 2,068.00 499.00 148.00 652.89 1,299.89

2008 3,379.82 474.52 116.05 754.29 1,344.86

2009" 3,315.89 1,334.51 120.54 1.83 1,456.88

data sampai dengan 21 Desember 2009
t

*

intervensi adalah jumlah barang-barang yang dikategorikan sudah sudah dapat diproduksi dalam negeri (manufaktur batam, lokal fabrikasi dan barang ADP)

Laporan Tahunan 2009

RENCANA IMPOR BARANG (RlB) OPERASI MIGAS DAN INTERVENSI VERlFIKASI RENCANA KEBUTUHAN BARANG IMPOR TAHUN 2005-2009

o

RJB

pula. USD)

• interwnsi" (Juta USD)

2005

2006

2007
TAHUN

2008

2009·

Gambar 18. Statistik RIB dan Intervensi

..

Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) ~~ndalian penggunaan tenaga ke~a asing dilakukan melalui pemberian rekomendasi ~,ruIuan atau penolakan terhadap permohonan rekomendasi RPTKA (Rencana ~i,*lJnaan TKA) dan IMTA (Ijin Mempekerjakan TKA) berdasarkan hasil konsultasi teknis. -!Q; pel1aksanaan pengendalian penggunaan TKA pada tahun 2009 adalah pemberian -~endasi persetujuan penggunaan TKA sebanyak 3.088 TKA serta penolakan ~1jak 233 posisi TKA.

I

I

Tbl41DtPIk aa e a sanaan p engen d alan P en ggunaan TKA ae Disetujui lntervensi' Jumlah TKA Dimohon

r

Tahun 2008 Tahun 2009

2.389 3.321

2.105 3.088

284 233

~lntervensi dilakukan dalam bentuk penolakan jabatan dan jumlah TKA yang diajukan d;aj~m RPTKA dan IMTA
18 ... ta ; b dl 1 b e 14 2 .D1.:,- Peran~lOgan Tahun TKN

Juma h. fKN d an TKA Su b Se k tor M'Iga s I . Jumlah Tenaga Kerja TKA %TKA
I .

2005 2006 2007 2008 2009

295.750 291.758 290.379 286.770 275.908

1.588 1.598 2.018 2.105 3.088

0,54% 0,55% 0,69% 0,73% 1,12%

Laporan Tahunan 2009

DATA TENAGA

KER.JA SUB SEKTOR

MIGAS

I

300.000 250.000 200.000 150.000
I

I !

DTKAI
.~

TKN 2009

I

Tahun

j

Gambar 19. Stafistika Tenaga Ke~a Sub Sektor Migas

b. Pengembangan Tenaga Kerja Nasional Tahun 2009 Ditjen Migas melaksanakan pengembangan Tenaga Ke~a Nasional melalui pelaksanaan Program Magang bagi fresh graduates pada perusahaan-perusahaan migas terutama perusahaan yang menggunakan Tenaga Kerja Asing. Program tersebut bertujuan untuk memberikan kesempatan magang bag! fresh graduates untuk mendapatkan pengalaman bekeria pada perusahaan-perusahaan migas sesuai dengan latar belakang pendidikan mereka. Bekal pengalaman kerja tersebut memberikan nilai tambah bagi mereka untuk mendapatkan pekerjaan terutama pada perusahaanperusahaan yang bergerak di sub sektor migas. Data pelaksanaan magang tahun 2009 adalah sebanyak 620 orang fresh graduates telah diberi kesempalan magang pada KKKS Migas, Usaha Hilir Migas, dan Usaha Penunjang Migas.

Laporan Tahunan 2009

WMAMIGAS
_ _ _ !Bilateral ~ia-Jepang Tenth Indonesia - Japan Energy Round Table (lJERT ke 10) ~_'!II'.IlJan dilaksanakan di Jakarta tanggal 23 November 2009. Tema pertemuan adalah ~. on Energy Challenges for Climate Change and Economic Growth, dan dibuka ::"~~ lenten Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Dr.Darwin Zahedy Saleh s= ddegasi Jepang dipimpin oleh Secretary General of APEF, Dr. Katsuhiko Suetsugu. ~_-_:_perternuan tersebul, kedua belah pihak merasakan pentingnya kerjasama antara kedua :~ - _tahandibeberapa bidang, termasuk: - PtlrlS~rangan Emisi Gas Rumah Kaca melalui: -. ~sama dalam pengembangan Carbon Capture Storage (CCS) - ~S8:ma dalam pengembangan infrastruktur migas nasional - Peng~mbangan infrastruktur batubara nasional, dan pemanfaatan low rank coal - >~embangan pembangkit panas bumi/geothermal. LUtiIfIi!sia - Sudan -- bangan terakhir dari hubungan kerjasama Indonesia-Sudan khususnya Sektor ESDM - ~ teri:mplementasi dengan adanya Eksploration and Production Sharing Agreement (EPSA) ~-"";a Per1amina, CNPC International Ltd. (China), Sudapet CO.Ltd. (Sudan), Dindir Petroleum 2ffiaoonal Sudan, Express Petroleum & Gas Co. Ltd. Nigeria dan Africa Energy Nigeria. ~~I dltandatanganinya EPSA pada tanggal 26 Juni 2007 di Khartoum, Sudan aklanjuti dengan penandatanganan Joint Operating Agreement (JOA, Share PT =~na 15%) tanggal 27 Juni 2007 di Khartoum, Sudan dimana ditetapkan Pertamina, :. OC dan Sudapet selaku operator dari oekeriaan pada Blok 13. Saat ini sudah dilakukan ~. ~ -,aan uji seismik dan sedang proses evaluasi hasil seismik. Persiapan eksplorasi akhir ~ un 2009. -~nesia - Australia Migas menghadiri acara The 13'h Joint Working Group on Energy and Mineral (JWGEM) -r~,ang,garakan di Bali tanggal 9-10 Juni 2009, dengan hasil pertemuan sebagai berikut: - IPilmakAustralia berminat untuk kolaborasi dalam pengelolaan LNG Plant di Indonesia beserta kemungkinannya untuk kerjasama investasi dalam pengembangan kilang di lOOonesia. - Pemerintah Australia menyarankan agar dampak implementasi UU Pertambangan Indonesia bagi investor pertu dikaji dan dievaluasi lebih lanjut. - Tarkait renewable energy, pihak Australia ingin mengetahui insentif yang diberikan oleh lndonesia dan diinformasikan bahwa Indonesia memberikan berbagai kemudahan untuk berinvestasi baik dalam hal pemanfaatan renewable energy untuk sub sektor ketenagalistrikan maupun memberikan mandatory untuk Biofuel. - Adanya minat berkolaborasi antara Australia dengan Indonesia teri<ait pengembangan pengawasan volkanologi oleh Badan Geologi. - Indonesia mengajukan draft proposal program kolaborasi pengembangan capacity building dan pendidikan serta pelatihan.

Laporan Tahunan 2009

- Indonesia dan Australia sepakat untuk berkolaborasi melalui global CCS dalam pengembangan teknoJogi energi terbaru untuk merealisasikao penurunan carbon. Australia menq-encouraqe Indonesia untuk bergabung dalam badan energi terbarukan internasionaL

- Indonesia mengundang Australia pada World Geothermal Conference di selenggarakan ::::. Bali pada April 2010.
d.

Indonesia - Korea Menghadiri acara The 12fJ International Energy & Resources Cooperation Symposium .:: Seoul, Korea pada tanggal 9 -12 Maret 2009. Sasaran dari Symposium ini adalah: - Mencari peluang investasi dalam pengembangan sumber daya dan penunjang miny2t dan gas bumi bagi perusahaan Korea; serta - Mengembangkan huounqan dan bentuk , iariqcan kejiasama antara Kor.ea ~de:~ negara-negara yang diundang. Indonesia - Oenmark Pertemuan ke-1 Indonesia Danish Oil & Gas Forum pada 12 - 13 Oktober 2009 di ~ Dharmawangsa Jakarta oleh kedutaan Denmark dengan agenda membicarakan: Kebijakan Energi Indonesia, Peluang Investasi Usaha Penunjang Migas di Indonesia, Peluang Pengembangan Energi baru Terbarukan di Indonesia, Pengembangan Teknologi Ramah Lingkungan, dan Peluang Kerjasama Pengembangan KelislTikan di Perancis. Beberapa perusahaan Denmark berkeinginan akan bertemu dengan para pejabat O¥Migas dan instansi terkait untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. Indonesia - Nigeria Hubungan kerjasama antara Indonesia dan Nigeria hingga saat ini be/um dituangkan daiii:bentuk legal, namun di tahun 2009 terdapat 2 kali kunjungan dari pihak pemerintah NigeM-s ---:=. Diljen Migas dengan hasil sebagai berikut : - Pertemuan Pertama : Kunjungan delegasi Revenue Mobilisation Allocation and Fiscal Commission Nigeria _ Diljen Migas pada tanggal 26 - 28 Mei 2009, dilanjulkan kunjungan ke~a ke ConocoPhill~ Jakarta dan hari terakhir kunjungan lapangan ke PT Pertamina EP Region JaJli Jatibarang, Cirebon. Tujuan kunjungan yaitu untuk mempelajari praktek dan pros~ pengawasan peralatan pengukuran produksi Minyak dan Gas di Indonesia dalam ran~ meningkalkan kinerja Komisi tersebut. Dalam struktur organisasinya, Komisi ini di bawa: langsung kepresidenan. - Pertemuan kedua: Kunjungan Delegasi Nigeria ke Diljen Migas pada tanggal 27 Oklober 2009 difasilitasi o'eEUROCHEM dimaksud untuk mendapatkan informasi terkait kebijakan pengelolaan minJ9 dan gas bumi di Indonesia dan menjajagi kemungkinan kegialan yang d~1£: dikerjasamakan. Pihak Nigeria menyampaikan informasi mengenai kondisl Pemerintah Nigeria yang saat tengah mempersiapkan perubahan subsidi harga menjadi subsidi langsung dengz mengadopsi model pengalihan subsidi di Indonesia. Salah satunya adalan program konve~ minyak tanah ke LPG. Pemerintah Nigeria saat ini mempunyai kendala dalam pemanfaatan gas yang meliputi :

e.

f.

Laporan Tahunan2009

p;BiWkanl Supply : - i{llI!'angnya Infrastruktur, - .,!ll,\asi.sumber gas yang menyebar, urnngnya investasi.
.::Z

Kebuluhanl Demand: - ~"R:g tepalnya kebijakan harga BBM berakibat subsidi BBM yang besar, - ...ga B8M yang terlalu murah, - ~ing itu kurang lepatnya manajemen keuangan dikarenakan oleh "political of
~J-..,-""i!l'

~J'.

·rnrMJi1_
-

Norwegia 2009, dilaksanakan pertemuan bilateral berkala yaitu penyelenggaraan The 5th ...--aa-Norvvay Bilateral Energy Consultations pada tanggal 26 Agustus 2009 di Hotel Thon ;:,;'¥ Oslo, Norvvegia. Pertemuan tersebut menghasilkan hal berikut' : £Ji1c!#city and Renewable Energy menekankan pada Hydro Power dan Local Conlem; ,xma. Training and Education untuk tenaga keria kelistrikan, sedangkan Biofuel terdapat tetngtnan dalam mengelola dan mengembangkan secara bersama mengingat dimasa msndatang energi sudah tidak tergantung dan minyak dan gas bumi lagi, - Ke.MJn.gkinan kerjasama dalam penelitian dan pengembangan untuk Scientific & Technology hal in! sudah ter-eksplisit di dalam kontrak antara PT.Pertamina dan Staton
"\:]'1j

:!S_~\ i'a

Kydro,

·-Secara tidak terpisah dalam rangkaian acara ini juga dilakukan pertemuan terbatas yang membahas tentang kemungkinan keriasarna dalam perdagangan C02 dan kegiatan Geothermal dan Zero Flaring di kegiatan Migas. Disamping itu dilaksanakan business iflJBietingantara, Di~en Migas, PT Pertamina, dan PT PLN dengan Statoil Hydro dalam rangka menjajagi peluang kerjasama bidang pembangkit geothermal. Dalam pertemuan one on one, pihak Nor...vegia menyampaikan minat yang besar dalam pengembangan geothermal energy di rndonesia terutama sebagai bagian dari Clean Development Mechanism (COM), -. Di~en Migas, BPMIGAS dan PT Pertamina dengan Hamworthy System AS (Perusahaan mini LNG Plant) dalam rangka membuka peluang pengembangan mini LNG Plant di Indonesia. lalarn rangka memfokuskan dan mengarahkan kegiatan kertasama baik dalam kerangka G to ~ maupun B to B maka kedua pihak sepakat membentuk 3 (tiga) Working Groups yaitu Oil and f':wa.5, Eleetrieily and Renewable Energy dan Environment berikut penanggung jawab di negara ""lil1)[ng~masing. - Indonesia - Amerika Selatan dan Karibia OOjen' Migas menghadiri acara Roundtable Discussion keriasama di Bidang ESDM dengan ~ara.-negara Amerika Selatan dan Karibia yang diselenggarakan oleh Direktur Amenka Se[afan dan Karibia, Deplu pad a tanggal 7 Desember 2009 di Jakarta diperoleh has!1 yang ·:;.erlu mendapat perhatian berikut : Duta Besar Suriname mengungkapkan bahwa hubungan keriasarna Indonesia-Suriname semakin meningkat dengan meningkatnya hubungan dagang kedua belah pihak dan menginformasikan bahwa komoditi ekspor terbesar Suriname adalah A1lumina dan Bauxite sedangkan untuk minyak bumi hanya sebesar 11%. Ditambahkan oleh Direktur Amselkar, DeplU bahwa Indonesia perlu melakukan penjajagan kemungkinan kerjasama sub sektor Laporan Tahunan 2009

migas dengan Suriname. Suriname dapat dijadikan sebagai batu loncatan atau awal keqasarna untuk kawasan Amerika Selatan dan Karibia, Perwakilan dari Chile menginformasikan adanya potensi keriasama di bidang pendidikan dan pelatihan sektor ESDM sebagai media awal kerjasama dengan berbagi ilmu pengetahuan dan alih teknologi serta capacity building dikedua negara. 2. Kerjasama Multilateral dan Regional a. APEC Energy Working Group (EWG) ke-38 Rangkaian pertemuan APEC EWG ke-38 dilaksanakan pada tanggal 16 - 20 Nopember 2009 di Bali, Indonesia. Topik-topik yang menjadi bahasan dalam rangkaian pertemuan tersebut antara lain adalah mengenai: - Perubahan iklim - Joint 011 Data Initiative (JODI) - Real-time Emergency Information Sharing System (RTEIS) - Natural Gas Trade, negara-negara anggota diharapkan dapat menyampaikan data gas alam bulanannya secara rutin. Dan untuk meningkatkan kualitas data yang dimasukkan, direncanakan akan dilaksanakan workshop pada tahun 2010. - Renewable Energy - Pertemuan berikutnya b. ASEAN Petroleum Security Agreement (APSA) APSA ditandatangani pada rangkaian pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTI) ASEAN ke-14 yang diselenggarakan pada tanggal27 Februari - 1 Maret 2009 di Hua Hin, Thailand. Penandatanganan APSA oleh para Menteri Luar Negeri dihadapan para Kepala Negara anggota ASEAN pad a tanggal 1 Maret 2009. Para Kepala Negara ASEAN menyambut balk penandatanganan New APSA ini sebagai bentuk kontribusi terhadap energy security. Naskah New APSA, selanjutnya memerlukan ratifikasi sesuai peraturan masing-masing negara anggota. Di dalam naskah New APSA terdapat salah satu poin penting mengenai mekanisme operasional pelaksanaan penanganan situasi darurat yang tercanlum dalam Coordinated Emergency Response Measures (CERM). Dalam merespon CERM, negaranegara ASEAN setuju unluk membuat joint oil stockpile dengan dasar "voluntary and commercial basiS'.
c,

ASEAN+3 Fora serta EAS ECTF Pertemuan ASEAN+3 Fora terdiri dan beberapa pertemuan diantaranya The 5th ASEAN+3 New and Renewable Energy (NRE) and Energy Efficiency and Conservation (EE&C) Forum, The 8th ASEAN+3 Energy Policy Governing Group (EPGG), The 2nd Working Group on Oil StockpJ1ingRoadmap (OSRM) serta pertemuan The 9th EAS-ECTF, Pertemuan The 5th ASEAN+3 NRE and EE&C Forum dibahas mengenai status dan program energi baru lerbarukan serta konservasi dan efisiensi energi di negara ASEAN+3" Forum sepakat akan melakukan kompilasi dan konsolidasi mengenai efisiensi energi, audit energi dan pedoman energy management ASEAN+3 dengan bantuan teknik dan dukungan dari Jepang. Forum juga sepakat untuk melihat kesamaan program ASEAN+3 ini denqan workstream dalam EAS ECTF dan kemungkinan untuk menyalukan program ini agar leblh bermanfaat serta efisiensi.

Laporan Tahunan 2009

:::'iemuan EAS ECTF dibahas mengenai kemajuan tiga workstream dalarn kerangka - ~ ~ni,!, yaitu: (1). Energy Efflciencyand Conservation, (2). Blofuels for transportation _ -~purposes dan (3). Energy Market Integration, dimana Australia serta Singapura .~ e:gara koordinator, menyampaikan study mengenai EMI fase 1 telah dilaporkan ;a:a. ;-e :2md EAS EMM di Bangkok tahun latu yang meminta ECTF untuk -oompertimbangkan rekomendasi dar! hasH studi yang dimana dalam hal ini ~_-pa.Un fase 2 dari study EMI tersebut. Namun fase 2 ini memerlukan dana dan c-:-.;:; ~,Wtdan belum ada negara yang berkomitmen untuk mendanai program ini seperti
:'a:'3:me

1.

Pa.da pertemuan The 2nd OSRM Working Group, pertemuan membahas situasi dan

~... ::apa~negara ASEAN+3 untuk membuat suatu oil stockpiling roadmap. Semua negara
~
~J

menyampaikan beberapa pendapatnya dimana terdapat perbedaan kebutuhan k~jPentingan antara masing-masing negara. -~sia dan Malaysia menyampaikan bahwa 011stockpile roadmap harus secara haU-h_a,ti - ::ruieang serta perlu pertimbangan matang tergantung dari concern serta situasi ekonem pnlitik suatu negara. Pertimbangan yang disampaikan Indonesia adalah karena :~!Jkan waktu, studi, serta pendanaan yang tidak sediklt. Selaln ilu juga concern - DlESis unluk Oil Stockpiling belum begilu mendesak karena mempunyai allernatif energi "2ng. cukup banyak unluk program energy security.

Malaysia sendiri telah mengeluarkan fuel policy yang menyatakan bahwa untuk --ngamankan energ;nya, mereka cenderung lebih menggunakan altenatif energi dan program oil stockpiling merupakan program jangka panjang untuk energy security. Namun hal berbeda disampaikan Filipina serta Vietnam, dimana mereka memang berencana membuat Oil Stockpiling unluk keamanan energi mereka karena saal ini masih sarngat bergantung pada impor minyak dan negara lain dan rentan apabHa terjadi disrupsi mmyak. Namun pada intinya negara ASEAN+3 setuju bahwa oN stockpile merupakan hal yang penting dalam energy secunty terlepas dan perbedaan kebutuhan dan situasi negara masing-masing dan merupakan medium dan long term achievement seperti yang tercantum juga dalam ASEAN Petroleum Security Agreement (APSA). Pertemuan selanjutnya diselenggarakan di Jepang pada Juni 2009 dengan agenda masukan dan International Energy Agency (lEA) mengenai oil stockpile, situasi oil stockpiling dan negara ASEAN+3 serta site visit ke lokasi oil stockpiling di Jepang. Pada the 81h EPGG Meeting, negara-negara koordinator meng-update pertemuanpertemuan dibawah kerangka ASEAN+3. Indonesia sebagai salah satu negara koordinator pertemuan ASEAN+3 Natural Gas Forum meng-update pertemuan The 5th Natural Gas Forum yang telah diselenggarakan di Beijing, China pada 29-30 oktober 2008 dikarenakan delegasi China tidak bisa hadir. Jepang menyampaikan komenlar bahwa nalural gas masih merupakan sumber energi yang sangat vital bagi negaranya dan pertemuan ini sangat bermanfaat. Namun Jepang menyampaikan juga perlunya melakukan diversifikasi energi yang ada terutarna penggunaan energi yang dapat diperbarui. Oalam pertemuan ini ACE menyampaikan update proposal mengenai Clean Development Mechanism (COM) serta

Laporan Tahunart 2009

Korea menyampaikan mengenai Nuclear Power Plantdimana keduanya pada tahap ini lebih condong kepada capacity building serta training. Kedua program tersebut pada AMEM+3 ke4 di Bangkok menyatakan menyambut baik dengan pertimbangan akan dipelajari terlebih dahulu oleh ACE.
d. 3rd Working Group Meeting on Oil Stockpiling

Road Map Pertemuan the 3rd Working Group Meeting on Oil Stockpiling Roadmap (OSRM) dilaksanakan pada tanggal 29 - 30 Juni 2009 di Sapporo, Jepang. Pertemuan ini merupakan lanjutan dari pertemuan the 2nd Working Group Meeting on Oil Stockpiling Roadmap (OSRM) yang dilaksanakan dalam rangkaian Pertemuan ASEAN+3 Fora dan EAS ECTF pada tanggal 23 - 25 Maret 2009 bertempat di Hotel Prince, Kuala Lumpur, Malaysia. Working Group ini bertujuan untuk menyusun suatu roadmap mengenai oil stockpile. Dalam pertemuan tersebut, negara-negara ASEAN+3 menyampaikan kebijakankebijakan yang berlaku di negaranya masing-masing terkait dengan Oil Stockpile. Indonesia, dalam pertemuan tersebut menyampaikan paparan mengenai Indonesia Fuel Supply yang memuat antara lain mengenai Kebijakan dan Aturan Migas, Pasokan Bahan Bakar Minyak Nasional, Keamanan Pasokan Bahan Bakar Minyak, serta Difersifikasi BBM. Sebagai negara yang dimasukkan kedalam negara dengan Kategori A, Indonesia diharapkan dapat melakukan kajian terhadap sistem oil stockpiling, tukar menukar informasi mengenai pasar minyak, stok minyak dan data-data lain yang terkait. Selanjutnya dalam pertemuan ke4 WG OSRM atau paling lambat pada pertemuan ke-5 WG OSRM diharapkan setiap negara untuk menyampaikan laporan mengenai Oil Stockpiling Road Map. Laporan tersebut dapat berisikan antara lain prinsip-prinsip penerapan OSRM, evaluasi terhadap kerangka waktu penerapan sistem oil stockpiling serta target kapasitas oil stockpiling, pembiayaan dan rencana waktu penyusunan aturan-aturan yang disiapkan untuk penerapan sistem oil stockpiling ini dinegaranya.

3. Kerjasama DALAM NEGERI Para pemangku kepenlingan (stakeholdet) migas di daerah berupaya mengembangkan usaha bisnisnya bekerjasama dengan pemerintah dalam suatu wadah asosiasi yaitu Masyaraka: Minyak dan Gas Bumi (MMGI). Melalui MMGI diharapkan pada tiap-tiap propinsi daoa; terbentuk perwakilan-perwakilan khususnya di daerah-daerah yang menjadi penghasil minyao.:. dan gas bumi.

Laporan Tahunan 2009

DIREKTORAT INAAN USAHA HULU MIGAS

2009

DIREKTORAT PEMBINAAN USAHA HUlU MIGAS
Sampai dengan akhir tahun 2009 status Kontraktor Kontrak Ke~a Sama (KKKS) berjumlah 225 KKKS yang terdin dan 158 KKKS Eksplorasi, 17 KKKS dalam tahap Plan of De velopment (PoGj dan 50 KKKS Produksi. Tahun 2009 telah ditandatangani Kontrak Kerja Sama (KKS) Wilayah Kerja (WK) Migas sebanyak 21 KKS dengan investasi sebesar US$ 370,783,146.00. Penawaran WK migas juga telah dilakukan dalam dua tahap dengan ditawarkannya 24 WK pada Tahap Pertama melalui Lelang Reguler sebanyak 17 WK dan Penawaran Larrgsung sebanyak 7 WK dan pada penawaran WK Tahap Kedua ditawarkan 23 WK dimana 12 WK ditawarkan melalui Lelang Reguler dan 11 WK melalui Penawaran Langsung. Selain itu pada tahun 2009 ditawarkan juga 1 WK Produksi yaitu WK Langgak. Kegiatan eksplorasi untuk survei seismik 2D rencananya sepanjang 42.646 km telah dilaksanakan sepanjang 31.656 km (74,23%) menu run 1,65% dari tahun 2008 sebesar 75,88% (rencana vs reaHsasi). Survei seismik 3D dan rencananya seluas 8.714 km2 telah dilaksanakan 6.977 km2 (80,07%) menurun 5,02% dan tahun 2008 sebesar 85,09% (rencana vs realisasi). Pemboran sumur eksplorasi dan rencana 84 tei1aksana 75 (89,29%), penemuan 35 sumur dengan success ratio 47% menurun 4,08% dan tahun 2008 sebesar 49%. Untuk persetujuan dan rekomendasi yang terkait dengan kegiatan eksplorasi telah dikeluarkan persetujuan dan rekomendasi sebanyak 236 kegiatan. Terdapat 4 KKKS mengajukan Plan of Development (PaGj dan telah mendapatkan persetujuan Menten ESDM. Dan 4 KKKS tersebut 2 KKKS mendapatkan persetujan Revisi POD I dan 2 KKKS mendapatkan perselujuan POD I. Unluk Perpanjangan KKS terdapat 5 KKKS dengan status dalam evaluasi. Sedangkan untuk tumpang tindih lahan balubara lerdapat 11 Kuasa Pertambangan (KP) yang telah mengajukan izin dan semuanya lelah mendapalkan perselujuan Menteri ESDM. Tolal cadangan minyak bumi sebesar 7,99 rnilyar barrel menurun 2,69% dan gas bumi 159,63 TSCF menurun 6,14 % dibanding tahun 2008. Produksi minyak bumi dan kondensat sebesar 949,2 ribu bph menurun 2,83 % dan gas bumi 8.302 MMSCFD meningkat 5,32% dibanding tahun 2008. Unruk jumlah pemboran sumur pengembangan pada tahun 2008 (status sid Oktober 2009) sebanyak 904 sumur yang terdiri dan 651 sumur minyak, 139 sumur gas, dan 114 sumur lainnya. Pada tahun 2009 juga diberikan persetujuan pemroduksian minyak bumi pada sumur tua kepada KUD Wargo Tan: Makmuryang berada di Wilayah Kerja PT. Pertamina EP. KKS Gas Metana Batubara (GMB) telah ditandatangani sebanyak 13 Wilayah Ke~a GMB dengan investasi sebesar US$ 123,063,778.00. Untuk pemanfaatan gas bumi sebesar 7.816.3 MMSCFD dengan ekspor sebesar 4.103,8 MMSCFD dan domestik sebesar 4.198,5 MMSCFD. Sela!: itu ditandatangani 39 Kesepakatan Bisnis Penjualan Gas Pipa terdiri dan 12 Pembangkit Ustrik! 1[ Pupuk dan Pelrokimia dan 17 lndustn dengan volume kesepakatan bisnis penjualan gas pipa secaa-s keseluruhan sebesar 1.137,242 TBTU. Secara umum masih ada peningkatan kegiatan usaha hulu migas namun masih terda~ beberapa kendala yang terkait dengan usaha hulu migas yaitu: • Keterbatasan data bawah permukaan (sub surface) untuk membuka wilayah kerja migas bare • Keterbatasan Peralatan Pemboran (Rig, Vessel). • Kelangkaan Kapal Survei. • Belum optimalnya pengembangan lapangan-Iapangan marginal. • Adanya tumpang tindih lahan.

.

Laporan Tahunan 2009

~-?~n tanah,
~ ~ : l*Iang peraturan perundang-undangan dengan sektor lain .

...

u-....c;_

l.~n

~.~ _..;;~::::: __ tiE: ~:!n baru . • _.:s:::s. ~tiksi lapangan eksisting dan mempercepal pemproduksian lapangan baru. "~iCi;;s Epangan-Iapangan marginal dan idle "bi.'s:5- ~ngan-lapangan minyak dengan Enhanced Oil Recovery _!'COic;-~J apres'iasi terhadap tenaga ke~a nasional. --~_-.~ .. pe:.raturandan pungutan daerah yang membebani biaya dan kelancaran operasi

bndala tersebut maka diperlukan beberapa upaya yang dilakukan untuk u:sal1ahulu migas, beberapa upaya terse but yaitu: eglatan eksplorasi dan pembukaan wilayah kerja baru untuk mendapatkan

0Icra;_;- .~::, Pernda), .
_ ~- _
-: I

koordinasi

dan

sinkronisasi

peraturan-peraturan

dengan

Kehutanan,

KLH, aparat keamanan dan pihak-pihak terkait lainnya

----.......".

"'I inrvestasi bidang migas dengan menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif : ~saikan tumpang tindih lahan - • '"'bijakan fiskal yang lebih menarik - ~min 'kepastian hukum - Jsregulasi dan debirokratisasi

Survei Umum - - _ umum diperlukan guna mendapatkan data teknis geologi dan geofisika untuk .......,.....".--,,-"1' an Wilayah Kerja baru migas. Pada tahun 2009 terdapat 15 perusahaan yang e ~. perselujuan survei melipuli: • 9$smik 20 sepanjang ! 47.875,6 km. • S€'ismfk 30 seluas ! 16.958,1 km2 .• Graviti seluas .± 6.927 km2
~=-3I'i-i-iJ.i·-_"an

?eniWaran Wilayah Kerja Migas ~nisme penawaran Wilayah Ke~a dibagi menjadi dua yaitu melalui Lelang Reguler dan hnnaran Langsung. Pada tahun 2009 penawaran wilayah kerja mtgas dilakukCln datam dlJ~ ~. Ii.. .' . 2llap, yal't' u: • Tahap Pertama periode Juni - Nopember 2009, ditawarkan 24 Wilayah Kerja melalui Lelang Reguler sebanyak 17 Wilayah Ke~a dan Penawaran Langsung sebanyak 7 Wilayah Ke~a (Gambar 20. 1) - Lelang Reguler 17 Wilayah Kerja tersebut adalah: Tomini Bay-I, Tomini Bay-II, Tomini Bay-III, Tomini Bay-IV, Tomini Bay-V, Gorontalo Tomini I, Gorontalo Tomini II, North Bone, Kolaka Lasusua, Kabena, Jampea, Buton III, Menui Asera, Morowali, Sula-I, Sula-II dan Bird's Head. Penawaran Langsung 7 Wilayah Ke~a tersebut adalah: Kubu, N.E. Ogan Komering, Off. West Java, Blora, North Makassar Srait, East Simenggaris dan Oigul.

Laporan Tahunan 2009

~. I
.~
i

,

"I..... !:tI Ow.r.d Bloc:b 'bqpIi!!_., ,r
II.

_ --.+.
~:

.......

'ra.. ..... '"
~~!4_ 'r'9IIII~~liII!I
~~.M

iii

fi'DI:IIIa!i:t~T>"AIH11 l~~_'-~.

III ~

.~!tl!i!IiI
.~~....

_

L:l 'JI.]

-.n~_._.

1141 !f."

a,u...
~~

,_
~.tlllIII!~'1i'J)IIIiIIIH:: ~ OI!"I! MV~TrIl .a; I.au.

~~

,I, ~I&I..IIj

I

'Ii
I

ttI~

"i.i

'1

~ c.J....I!;l

_

_~t~~!UioIL .. ~~~t!1ll_-'g;~

OfOi,_(i.g

II,

,

I

Gambar 20.1. Penawaran Wilayah Kerja Migas Tahap Pertama Tahun 2009.

Tahap Kedua periode Desember 2009 - April 2010, ditawarkan 23 Wilayah Ke8a melalllI Lelang Reguler sebanyak 12 Wilayah Ke8a dan Penawaran Langsung sebanyak ~1 Wilayah Ke8a (Gambar 20.2). Lelang Reguler 12 Wilayah Ke8a tersebul adalah: South East Andaman, Tarasan-l Tarakan-II, Tarakan-III, North MAsela, West Berau, East Manokwari, Cendrawasih Ba~' I, Cendrawasih Bay II, Cendrawasih Bay Ill, Cendrawasih Bay IV dan East Aru.

- Penawaran Langsung 11 Wilayah Ke8a tersebut adalah: Pun, Sakakemang, Sunda Strait I, North Madura, Mandala, Karapan, Long Hubung - Long Bagun, Malunda South Mandar, Sadang dan South Sageri

Laporan Tahunan 2009

T':;~~

iiI'~_.~".
-I~I~

I~~..!'. 11~~""'11
1

_~""

~- t.-~
RIJ:H·P!tp;:e
'L~ iJ:..alld~'!.,~~

*'~~~~
1'i~~

l :111!00~

1-''~f'J"r:!~

.......
Lop!IOl

'lIiIi~ ~I~fioi~

~"'JjIIiOl~

_:('_~()ICi!i._
_

__"

3a.'1lhar 20.2. Penawaran Wilayah Ke~a Migas Tahap Kedua Tahun 2009.

:_-:a tahun 2009 telah ditandatangani

21 KKS dengan total investasi sebesar US$ .146.00, yaitu: ~1"KKSdengan total investasi US$ 219,032,000.00 pada tanggal5 Mei 2009 Tabel 5.1. Penandatanganan KKS tanggal 5 Mei 2009

PERUSAHAAN
PT REAUQ ENIERGI NUSAN,TARA CORELASI & PT PROSYS Oll..tGAS, tlNTERNA flONAl [PT.,NORTHERN YAMANO TECHNOLOGY IRESOURCESEAST PAMAI ORCHARD E~ERGY ~WESTIBEUD~l UD. & P.I. BEL WEST BEILIIJA
~!
:l

'NILA VAH KEruA

INJVESTASI1SIGN BOlUS pJS$) 6,230,,000.00

SOUTH BL.OCK:A

EASTPAMAI ., WE,$;iF6EUIrlA

7,350,000.00 -6,7S0,OOO.QOI 10,500,OOO.QO 13,500,000.00 9,750,000.00 27,600,QOO.00

AWE (TERUMBU) NZ LIMITED PT. ENERGI MINERAL LANGGENG PT. ARCHIPELAGORESOURGIES ,HESS (INDONESIA.SOUTH: SESUlU) LIMITED

liERUMBU
SEMADURA

---~.--

6;

MSI:R

I SOUTH. SESULU
Laporan Tahunan 2009

,

NO
8
1-

-

_,

PERUSAHM.N

-

WI LA YAH KERJA KOFIAU

INVESTASI ...

SIGN BOlUS ~S$

KONSORSIUM BLACK GOLD KOFIAU LLC & NIKO RESOURCES (OVERSEAS IX) LIMITED

.29,542,000.0:: .,

'~

,IKUMAWA

10

KONSORSIUM BLACMJ'GOt!I) Kl!JMi'lWAJUC, & [NO~NE51A KtJMAWA ENERGY"ILIMJ1r.EO & MJ\AAiIliON INIJOOESIA IKUMAWA') L1MJTEO KONSORSrUM BLACK GOLD CENDRAWASIH lLC
& EXXONMOBIL EXPLORATION AND

1
27,300,000.0:

11 12
I

-

PRODUCTION INDONESIA (CENDRAWASIH) LIMITED

CENDRAWASIH

45,000,000,((

SARMI PAPUA ASIA OIL LIMITED
-

I NORTHERN PAPUA
I
LAMPUNGUI
I

27,70Q,OOl;UX:
-

PT IHARPINDO MITRA KHARISMA lQlTAL

7,800.,000.([

2t9,1r32,OQIUlC

8 KKS dengan total investasi US$ 149,492,146.00 dan 1 KKS Produksi US$ 2,259,000.00 pada tanggal 30 November 2009. Tabel 5.2. Penandatanganan KKS tanggal 30 November 2009

PfRUSAHAAN
PT. SELERAYA ENERGI 2 3 KONSORSIUMBARUNA NUSANTARA ENERGY LTD. - NIKO RESOURCES (OVERSEAS XlV) lTD. ,PT.BR.ILLIANCE ENE;RGI BLORA NORTH MAKASAR STRAIT
----11·-

INVEST~SI .. SIGN :BONUS (U~ 4,442,14tUi

16,000,OQO,D: 11,550,000.
54,500,000.0:

--r-------------------------I--4 TALISMAN ANDAMAN BV ANOAMAN III
5, KON:SORSIUM PURONAS CARt6AU ItyllESlf GLAGAH KAMBWNA), LTID - 'Pl PERTAMINA H~l!J.' ENERGI WEST GlA@14.f'I:MMBlJNA BLACK GOLD HALMAHERA KOFIAU RESOURCES (OVERSEAS XVI) LIMITED
I

SULA I

WESlIi

KAMBUtiA
---

GLAGAH
-_1- -

4.3,500,000. _
---

6
I-

LLC-NIKO

HALMAHERA-KOFIAU

4,500;000 4,000,000 5,000,000 ..

" I

IOIJERSu,:Q XVII) LrMIU:O

Bb.A'C:~GOlO EAST ellLA LlC-NIKQ ~E'SO~RCE5I EAST B~I.A
LLC-NIKO WEST PAPUA IV

a

BLACK GOLD WEST PAPUA IV RESOURCES (OVE,RSEAS XV) LIMITED TOTAL

---.-------~!~

149,492,146.r.E

!

Laporan Tahunan 2009

PERUSAHAAN

W1LAVAH KERJA

PROOOKSI

INVESTASI + SIGN BONUS (USS) 2,259,000.00 2,259,000;00 '

KONSORSIIJM PT. S,I\RANA 'P.EMBANGUN_AN RL...U ~ KINGSWOODCAPI1Al nD
TOTAL

Pren.l1waran Langsung (Studi Bersama) Dala_ml Penawaran langsung pad a tabun 2009 terdapat 49 usulan dengan: • 13 us ulan sudah disetujui (4 studi bersama telah selesai dan 9 masih berjalan). • 8 usulan ditolak. • 15 usulan telah dipresentasikan dan, • 13 dalam proses evaluasi dan kelengkapan dokumen.

=XSPILORASI • Persetujuan dan Rekomendasi Sefama kegiatan eksplorasi tahun 2009 terdapat beberapa persetujuan dan rekomendasi yang telaJl dikeluarkan dengan total 236 kegiatan. Berikut ini adalah persetujuan dan rekomendasi •~fl;g dikeluarkan terkalt kegiatan eksplorasi : • Pemanfaatan Data (73 disetujui). Publikasi/Presentasi Makalah (38 disetujui) Pengiriman Data (9 disetujui) Penggunaan Data (21 disetujui) Pertukaran Data (5 disetujui) Pembukaan Data pOO disetujui). Penyisihan sebagian Wilayah Ke~a (27 disetujui). Survei ke luar Wilayah Ke~a (2 disetujui). Pengalihan Interest dan Perubahan Pengendali (Change of Comrot; (17 disetujui). Tambahan waktu dalam rangka komersialitasJPenggantian Waktu yang HUang (3 disetujui). Pengakhiran kontrak atau terminasi wilayah kerja (6 disetujui). Perubahan Komitmen Pasti Eksplorasi (1 disetujui) Pengembalian jaminan pelaksanaan (8 disetujui).

• • • • • • • •

Laporan Tahunan 2009

I

2) Pemutakhiran Data Hasil Kegiatan Eksplorasi Survei Sismik 2D
SURVEI SEISMIK 20 (km)
T... url 200)-2009 h

"II,HHH 35,OUO

.Ju,nol)
2:',0011

zn.uun
1:',(111)

o Rf!Il41.·~'lil~'

Rc~di~~.I.si

Gambar 21.1 Statistik Survei Seismik
SURVEI SEISMIK 3D (km2)
t abun 100]-1009

J

Gambar 21.2. Survei Seismik 3D (km2) dari tahun 2003 - 2009.

Laporan Tahunan 2009

~ s~.rvei seismik 3D dan rencananya seluas 8.714 km2 (3,208 km2 merupakan komitmen pasti) - ~~ (fIaksanakan 6.977 km2 (1.370 km merupakan komitmen pastil alau sebesar 80,07%

_:u_n

:: _.:. ~diiri lahun 2008 sebesar 85,09% (rencana vs realisasi). Survei seismik 3D pada tahun 2009 U, ban yak dilakukan di daerah lepas pantai (offshore). Pemboran Sumur Eksplorasi Pada pemboran sumur eksplorasi dari rencana 84 (31 dianlaranya adalah komitmen pasti eksplorasi) terlaksana 75 (21 diantaranya merupakan komitmen pasti) atau sebesar 89,29 % dengan penemuan 35 sumur (17 sumur taruhan dan 18 sumur delineasi) dengan success ratio 4/% menurun 4,08% dari tahun 2008 sebesar 49% (Gambar 2.3.). Dan 35 sumur penemuan tersebut ditemukan sumberdaya kontingensi sebesar 445 MMBOE (183.2 MMBO dan 1,469 BCFG).
PEMBORAN SUMUR EKSPLORASI
r.rhun zoo~·z~

160 1",0

120

HlO

o Reucana
Gambar 21.3. Pemboran Sumur Eksplorasi dan tahun 2003 - 2009 Sumber Sumber sebesar sebesar Tengah, Daya Migas daya Minyak Bumi tahun 2009 sebesar 71,52 miliar barel, untuk Gas Bumi 183,61 TSCF (tidak termasuk Wilayah Ke~a Pertamina) sedangkan CBM 453 TSCF yang sebagian besar berada di wilayah Sumatera Selatan, Sumatera Barito dan Kulai dan selebihnya tersebar anlara lain di Kalimantan Timur.

Laporan 'Iahunan 2009

3) Profil Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Buku profil Kontraktor Kontrak Kerja Sam a (KKKS) Status Eksplorasi dibuat setiap tahun sebagai salah satu bentuk penyajian informasi data eksplorasi dan juga sebagai salah satu bentuk monitoring dan pengawasan kegiatan eksplorasi. Buku profil memberikan informasi mengenai: - Wilayah Kerja Tanda Tangan Kontrak Bonus Pemegang Interest dan kronologis Pengalihan Interest Komitmen Konlrak Kerja Sama dengan program dan realisasinya Realisasi Investasi Penyisihan Wilayah Kerja dengan rencana dan realisasi. Wilayah Administratif dan Stalus Wilayah Ke~a terse but.

C. PENILAIAN PENGEMBANGAN USAHA HULU 1) Persetujuan dan Rekomendasi
- Plan of Development (Pon, Selama tahun 2009 terdapat 4 (empat) KKKS yang telah mengajukan Usulan Pengembangan Lapangan atau Plan of Development (PoD). Dad 4 (em pat) KKKS tersebul 2 (dua) disetujui revisi POD I dan 2 (dua) disetujui POD I. Tabel 5.1. Perselujuan Plan of Development (PoD) lahun 2009 NO 1 2
I

KONTRAKTOR KKKS Manhattan Kalima.ntan KKKS PT. Sele Raya Merangin Dua
~~-

JEMSPOD Pertama Pertama

LA_PANGAN
Bayan A

SURAT PfRSETUJUAN

ME.SIDU

4649113fMEM.MJ20()9 tangg'al 7 Oktober 2009
--::-::-:-::-:-:~=:-:---:-:-::::-::-::-c:---_--t

t----.....------of',..:.I"~~"~tJ!1e~t, Pte._~_~d~'_+---:-~~~_-+--::F---~~~

--+__ Tampi,3860/131MEM.M/2009

3

JOB Pertamina ~ Hess Jambi Merang KKKS Pear '~Tungkal)LId.

---------+~---------I

lan~gal 20 Agustus. 2009

Revis;' Kedua

Sungai Kenawan3204113/MEMI.M/2009 dan Pulau Gading tanggal 7 Juli 2009 Memgoepeh 1549113JMEMM/2009 1an9gal25 Maret 2009

4

Oill Revis; kedua

- Tumpang Tindih Lahan Batubara Pada tahun 2009 terdapat 11 (sebelas) Kuasa Pertambangan yang telah mengajukan permohonan ijin penggunaan lahan batubara yang tum pang tindih dengan lahan Migas. Kuasa Pertambangan tersebut adalah CV. Sangasanga Perkasa, PT. Lembu Swami Perkasa, PT. Alfara Delta Persada, PT. Mitra Niaga Mulia, CV. Wulu Bumi Sakti, PT, Lamindo Inter Multikon, CV. Bara Geri Berjaya, CV. Gunung Harang Sejahtera, PT. Perdana Maju Ulama yang tumpang lindih dengan Wilayah Kerja Sangasanga dan semua telah mendapalkan izin persetujuan Menteri ESDM.

Laporan Tahunan 2009

- Perpanjangan Kontrak Kerja Sarna (KKS) Pada tahun 2009 terdapat 5 (lima) KKKS yang telah mengajukan usulan perpanjangan kontrak, namun dan kelima KKKS terse but belum ada yang dilandatangani oleh Menteri ESDM hal ini disebabkan karena dari kelima KKKS tersebut masih perlu dievaluasi baik keekonomian maupun konsep term and condition serta dasar payung hukumnya yaitu Peraturan Pernerintah yang masih dalam taraf finalisasi pembahasan seperti terlihat pada TabeIS.2. Tabel 5.2. Rekomendasi Perpanjangan Kontrak Kerja Sama (KKS).

KONfRAKTOR
CAMAR RESOURCES CANADA INC;. JOA PERT AMINAIKODECO

BlOl( BA~N WEST MADURA

KmIlRAK 12 PES
1

lTD

BERAKlIR

KQNTRAK

ICETERANGAN

11 PE;B 2011 6 MEl 2011'
,

t9St

'TERMS

TELAH SELE&AI Dl6AHAS

ANa CONDllro.NS

~

!

7 MEl 1981

-

MALAKA

PT. MEDCa E&P

BLOt< A NAD

1 SEP 1991

31 AGUS 2011

MIGAS MEMINl A KEPAIOA BPMIGAS UNTUK MENGHITUNG KEEKONOMIAN I DENGAN ASUMSI-ASUMSI BARU DAN SESUAI DENGAN MEKANISME POD BASIS SERTA MENYELESAIKAN PERMASALAHAN PENENTUAN OPERAJOR - 1J1ERMSAND CONDITIONS TELAH SELESAI OIBAHAS AGAB. TIDAl<: MfMBERIKAN FI'ERPAN.!JANGAN KKS BMU SEBEtuM DITET Afllr<ANN'r'A PP SEBAGAI TINDAl< i..P:NJUT UU NO 11 TAHUN 2006 TERMS AND CONDITIONS TELAH SELESAI D!rSAHAS TERMS AND CONDITIONS ~ TELAH SELESAI DJBAHAS

-~

-

PEMROV ACEH MEMMA

..
:5

HUSKY

~MADURA)LTil

oil..

I

MADURA
STRAJT SOUTH & CENTRAL
I

20 o KIf' 1982 28 NOV

19 OKT 2012

PT. MEDea El? lNOONESfA

SUMATRA

I

1993

21 NOV 2013

2) Konsultasi Daerah dalam rangka Participating Interest
Dalam rangka unluk sosialisasi ke daerah perihal penawaran Participating Interest selama tahun 2009, telah dilakukan konsultasi daerah antara lain ke Pemda Jambi, Pemda Sumatera Selatan dan Pemda Kalimantan Timur. HasH konsultasi daerah tersebut pada prinsipnya Pemda setempat sangal antusias dan mendukung lerhadap implementasi penawaran Participating Interest dan rencana pengembangan lapangan oleh KKKS yang bersangkulan.

Laporan Tahunan 2009

D.

EKSPLOITASI 1) Pemutakhiran Data Hasil Kegiatan Eksploitasi - Cadangan Minyak dan Gas Bumi Tolal cadangan minyak bumi status 1.1.2009 adalah sebesar 7,99 milyar bareL Cadangan tersebut mengalami penurunan sebesar 0,22 milyar bare I (2,69%) dibandingkan cadangan minyak bumi status 1.1.2008 sebesar 8,21 milyar barel (Gambar 4. 7). Penurunan sebesar 0,22 milyar barel tersebut berasal dari: • Penambahan Cadangan Sebesar 0.211 milyar barel (terbukti 0.05 milyar barel dan Potensial 0.161 milyar barel) dan lapangan baru, • Penambahan Cadangan Sebesar 0.019 milyar barel (terbukti 0.003 milyar barel dan Potensial 0.016 milyar barel) dari hasil perubahan kualifikasi. • Pengurangan Cadangan Sebesar -0.095 milyar barel (terbukti 0.859 milyar barel dan Potensial-0.954 milyar barel) dari hasHrevisi cadangan sebelumnya. • Pengurangan Cadangan pada Produksi tahun 2008 sebesar -0.357 mHyar barel. Penurunan cadangan terutama terjadi pada beberapa KKKS seperti C P I, INPEX MASELA LTO., CONOCOPHILLlPS, C P I (C & SIAK, OOH-NAO-SUMBAGU, TOTAL INOONESIE, CNOOC, dan PT. BUMI SIAK PUSAKO.

n-

Ie

TERBUKTI POTENSIAL TOTAl

:: 4,303.10 MMSTB, :: 3,695.39 MMSTB :: 7;998.49 MMST B

'CADANGAN MINYAK BUMI (MMSTB)

Gambar 22. Cadangan Minyak Bumi (Status 1.1.2009). Total cadangan gas bumi status 1.1.2009 adalah sebesar 159.63 TSCF. Cadangan tersebut mengalami penurunan sebesar 10.44 TSCF {6.14%} dibandingkan cadangan gas bumi status 1.1.2008 sebesar 170.07 TSCF (Gambar 4.2). Penurunan sebesar 10.44 TSCF tersebut berasal dan:

Laporan Tahunan 2009

Penambahan Cadangan Sebesar 7.145 TSCF (terbukti 2.397 TSCF dan Paten sial 4.748 TSCF) dari lapangan baru. • Penambahan Cadangan Sebesar 4.548 TSCF (terbukti 0.437 TSCF dan Potensial 4.111 TSCF) dan hasil perubahan kualifikasi. • Pengurangan Cadangan Sebesar -19.343 TSCF (terbukti -5.179 TSCF dan Potensial 14.164 TSCF) dari hasil revisi cadangan sebelumnya. • Pengurangan Cadangan pada Produksi tahun 2008 sebesar -2.788 TSCF. Penambahan cadangan gas bumi tersebut terutama terjadi pada beberapa KKKS seperti CONOCOPHILUPS (GRISSIK), TOTAL INDONESIE , CHEVRON IND.lNC., BP BERAU LTD., MEDCO S.TOILl, BP WEST JAVA, VICO dan CNOOC. •

P!oPUA

o

CADAN.GAN

GAS BUMI(TSCF')
TOfA:L

52.29 rSC:F :; 159.63 TSCF

Gambar 23. Cadangan Gas Bumi (Status 1.1.2(09

1 ).

- Prod'uksi Minyak Bumi dan Kondensat Produ'ksi minyak bumi dan kondensat tahun 2009 (data bulan Oesember 2009 adalah angka operaSional) sebesar 949) ribu b,oh, men9alami ,oenurunan sebesar 27..6 ribu bph tfbaindl:ngkan produksi minyak bumi dan kondensat tahun 2008 sebesar 976,8 ribu bph. Pe.!'\uru:nanproduksi tersebut disebabkan antara lain: .' Penurunan produksi alamiah di beberapa KKKS antara lain: Chevron Pacific Indonesia, ConocoPhillips, Vico, dan lain-lain. II Mundumya Jadwal Produksi Awal beberapa KKKS: - Mobil Cepu limited, akibat terhambatnya perizinan pemasangan pipa di Kabupaten Tuban, EPF (Early Production Facilities) mulai dioperasikan pada akhir Agustus 2009, dan belum siapnya kilang TWU menerima crude sebesar 6 MBOPD ~ ,BPTangguh, belum siapnya fasilitas produksi (Train 1 Kilang LNG) untuk beroperasi dengan normal. ~ Hess Jambi Merang, pembangunan fasilitas produksi tertunda karena tertundanya persetujuan POD Revisi.

Laporan Tahunan 2009

• Adanya Permasalahan Teknis Operasional di beberapa KKKS anlara lain: - PT, Chevron Pacific Indonesia, gangguan power supply (lislnk), masalah sumur dar tertundanya penqmman minyak dad Minas dan Duri ke Dumai. - ConocoPhillips Natuna, perawatan gas lift kompressor di Belida, pergantian mercuF) guard bed di FPSO BeJanak, dan kebocoran pipa bawah laut. - CNOOC, Permasalahan kebocoran pipa, peralalan produksi dan supply listrik. - Pertamina Hulu Energi ONWJ, Permasalahan fasilitas produksi, pencunan, dan pekerjaan pemboran pengembangan, - Tolal Indonesie, Perawatan kompressor di Tatun Central Processing dan perrnasalahaa fasilitas produksi. - BOB Bumi Siak Pusako, permasalahan kebocoran pipa, banjir dan permasalahan surnur.

Gambar 24,1. Produksi minyak bumi dan kondensat tahun 2000 - 2009 (·Data Jan sid November 2009 angka rekonsiliasi, Desember angka operasional sid 31 Desember 2009), Produksi Gas Bumi Produksi gas bumi pada tahun 2009 sebesar 8,302 MMSCFD (status sid Oktober 2009). mengalami kenaikan sebesar 419 MMSCFD dan 7,883 MMSCFD pada tahun 2008, Kenaiksn produksi lersebut antara lain berasal dan: • Berproduksinya Japangan gas Vorwata (BP Berau) yang menyuplai gas ke KiJang LNG Tangguh, • Berproduksinya lapangan gas Hiu, Kerisi dan North Belut yang dikelola olef ConocoPhillips Natuna untuk dialirkan ke Singapura dan Malaysia serta sebagai bahan baku LPG, • Berproduksinya lapangan gas Oyong yang dikelola oleh Santos Sampang untuk memasok kebuluhan PLTG Grall. • Berproduksinya lapangan gas Glagah Kambuna yang dikelola oleh TAC Salamander Energy untuk diallrkan kepada PLN Medan, • Peningkalan permintaan pasokan gas dan PGN SSWJ dan Energas HK kepada ConocoPhillips Grissik. • Optimasi produksi dan lapangan KE-30, KE-32, dan KE-38 yang dikelola Kodeco Energy.

Laporan Tahunan 2009

9,000 8,000 7,000 6,000

...

I

L
II-

-

-

-

-

l_
,---

~ ~ ~ ~
I

r-~
I---I-

~ ~ ~

~
-1

-

10_

~. 1
r--J
~

,

~

o 5,000 II)
I.&-

C

1

~ ~
f-r-

_I
~
-

~

~ ~

~ ~ ~

::E :Ii!

4,000 3,000 2,000 1,000 0

~

~
..-

2000, 7,927 456

,,r--

~I

L'

II-

~ ~

r 1-1
I f----i

r--r--I-

-I
~ ~
2007 7,686 268

l-

'I

!

F-

"I

11
2003 8,644 8,237 407

2001

2002 8.3t8 7,890 428

2004

... ,
r-2005 8,179 294

-

2006

..
-

L I

-

'!II

1=
2009" 8,302 7,816 486

2G08 7,883 310

't

.IP,roduksl
D:

7,690 7,188 502

8,278 7,909 369

8,093 308

.Pemanfaatan . 7,4711

7,885 .7,78$,7

,418. '1,573

.IDlbakar

Gambar 24.2. Produksi gas bumi tahun 2000 - 2009 (* sid Oktober 2009) Pemboran Sumur Pengembangan ,1Ilmlah pemboran sumur pengembangan pada tahun 2009 (status sid Oktober 2009) sebanyak 004 sumur yang terdiri dari 651 sumur minyak, 139 sumur gas, dan 114 sumur lainnya (sumur llijeksi, observasi, dll). Adapun rincian KKKS yang melakukan kegiatan pemboran oenqemoanqan sebagai berikut : • PT CPI sebanyak 631 sumur, terdiri dan 522 sumur minyak dan 109 sumur injeksilobservasi • Total E&P Indonesie sebanyak 77 sumur, terdlri dan 3 sumur minyak dan 74 sumur gas • Pertamina sebanyak 72 sumur, terdiri dari 66 sumur minyak dan 6 sumur gas • Vico sebanyak 43 sumur, terdin dari 6 sumur minyak dan 37 sumur gas • KKKS lainnya sebanyak 81 sumur, terdin dan 54 sumur minyak, 22 sumur gas dan 5 sumur injeksi/observasillainnya Ekspor Minyak dan Gas Bumi • Ekspor minyak mentah adalah sebesar 103.265,5 ribu barel atau rata-rata sebesar 309,18 ribu barel perhari. • Ekspor kondensat adalah sebesar 16.946,34 ribu barel atau rata-rata sebesar 50,74 ribu barel perhari. • Ekspor LNG adalah sebesar 925.737,4 MMBTU atau rata-rata 3.055,24 MMBTU perhari. • Ekpor LPG hanya sebesar 88.350,42 metric ton yang dikapalkan dengan 2 kargo pada bulan Agustus 2009. LPG tersebut merupakan hasil ekslraksi LNG Bontang yang dilakukan unluk menghindari terjadinya tank top akibat adanya permintaan pengurangan penqirirnan LNG dari negara pembeli. • Ekspor natural gas (gas pipa) sebesar 282.394,23 BBTU atau rata-rata sebesar 845.5 BBTU perhari.

Laporan Tahunan 2009

2) Persetujuan Produksi Minyak Burni pada Surnur Tua Pada lahun 2009 Diljen Migas telah memberikan persetujuan pemroduksian minyak bumi pada sumur tua kepada KUD Wargo Tani Makmur untuk mengusahakan sumur lua di Struklur Banyubang Kecamatan Jiken, Kabubaten Blora Propinsi Jawa Tengah, dimana sumur tua yang akan diusahakan berada di Wilayah Ke~a PT. Pertamina EP. Dengan adanya perselujuan tersebut telah ditandalangani Perjanjian Pengusahaan Sumur-sumur Tua oleh Kelua KUD Wargo Tani Makmur dan Presiden Direktur PT. Pertamina EP pada tanggal 24 Maret 2009 akan berakhir pada Maret 2014. Pemanfaatan Data Hasil Kegiatan Eksploitasi Pada tahun 2009 terdapat 5 perselujuan pemanfaatan data hasil kegiatan eksploitasi migas. E. PEMANFAATAN GAS BUMI 1) Penawaran Wilayah Keda Gas Metana Batubara (GMB) Dan usulan Penawaran Langsung Wilayah Kerja GMB tahun 2009, yang telah dip roses dan menyelesaikan evaluasi bersama ada 2 perusahaan 2) Penandatanganan Kontrak Keda Sarna GMB Selama tahun 2009 telah ditandatangani 13 kontrak Wilayah Kerja (WK) Gas Metana Batubara (GMB) yang diproses melalui Penawaran Langsung WK GMB. Investasi yang akan diperoleh sebagai Komitmen pasti dari ke 13 Kontrak Kerja Sama tersebut adalah sebesar US $ 123,063,778.00 Tabel6. Penandatanganan Kontrak Kerj(i Sarna (KKS)GMB Tahun 2009

WAS
[.120 KM2 :2 ~ONSORSIUMPT i?€RTM+INbi'I{UlU ENtRGI MEir!NI'I'~UMANTA." II· 'P,if'.!/ISl P'.1lJl!l1l ,ARTtI~

PiIQlJWlJit SHMATEAA )ElAT,ANI
KAUMJl.NTAN TIMJHJ

I

GMs'SANGh..frili'lI
__ ~_ _

_

909.,40.~J

iO<l'..aD' KMl
4 IIPT7flISAKJI. GAS MElHi\tlE GMaa~amo. '[MIN
B:zt,OOIKM1 e&O'l)ij) ~Ml t'80'i'~M2 2}57'~M2

~lIMA.NUN se~lA.N; iM~IMANTAN SFIXT:N,j' Sm.1ATEM S~lAlMI 5U_MATERA SflAM1!li
WiMANTAN S.Ei:A'T_AN' IIWlM_A.NiTAN ~~Nff_A!j

l

Miv5.2009
May 5.,2009 MayS, 2009
AuguS( 4, 2fJO':1

August 4, 2009 A~gusr 4, 2\l1J'9
AugQst 4, 2009

Y2A.YO~M2
6a~)KM~

Augu~t 4r: 2009
30ND~. 2009

SUM'A T~AAi ~ElAT'ANI

~~RfA.\fl io 'KQNsQR$IUMPi ElffRGI M 'H!AWlNU!GI ,.. PT TRISULA C8M

Mer AliA SUMAJERPI ~ ,GM", utJAMENIM
_ -~
[lL ... -

30NOv.2009

IND~t'KI!MLTll, KONSORSUJM VlllGtNlA INDQNESIA CO. CaM LTD, ,. ~iC ~BM !;_rDi " 12.. ENICBM LTD..' Sf' EASTI(ALJMM~TA.NTaM LtD'.· 'OP'ICGI~ £NERG'I GMB SA'NG,MA.~@: (GAYMAN !SIJ.."lDS] . JAPA."I C8M LTD. 1]" ~ONSORSIUMjcIlAIiSASIA ENERGYRESOURCES· PT JINDA'l .... ... ... GMSBARlTO STAINmS !JlOONESIA,

n

RIAU

30oNoy, 2009

1.147 itM2
l.874 KM2

KAUMANTAN llMlll!

30 Nov, ZOO9 30Nov,Z~

KAIJMMlTAN SI1ATiW

Laporan Tahunan 2009

1iJIiii!ii!i"~
I .,

~_..;;;".,,-

..-.!_r""_''''-.

....

'!!!'!_!!!!"!_~7~.

===={:;--

--"-""-II

":!Iiiiiii.:!l!lii!!!~

~~

'!!i!......jiii!i,~~

.liRlRI ___
__

.... a -~..; ..

-

Gambar 25. Wi'layah Kerja Gas Metana Batubara (GMB) sampai tahun 200<9. Total Wilayah Ke~a Gas Metana Batubara (GMB) sampai dengan tahun 2009 adalah 20 Wilayah Ke~a GMB .3) Pemutakhiran Data Kontrak Jual Bel; Gas Bumi 8elama tahun 2009, telah ditandatangani 39 kesepakatan bisnis penjualan gas pipa (Lampiran 5) yang terdiri dan: - Pembangkit Listrik 12 kesepakatan bisnis yaitu HoA 2, MoA 1, PJBG 6, Amandemen PJBG

-~.--~

• •

~'L.fIII!!!II!!!!! __ ~

W!WIio-.:.-;-=--~ii

--

3
- Pupuk dan Petrokimia 10 kesepakatan bisnis yailu MoA 3, Amandemen G8uA 1, PJBG 2, Amandemen PJBG 4 - Industri 17 kesepakatan bisnis yaitu HoA 2, PJBG 11, Amandemen PJBG 4 Volume kesepakatan bisnis penjualan gas pipa secara keseluruhan sebesar 1.137,242 TBTU.

Laporan Tahunan 2009

Pemanfaatan Gas Bumi Dalam rangka pemanfaatan gas bumi, selama tahun 2009 telah ditetapkan 11 perselujuan harga gas bumi oleh Menteri ESDM yang terdiri dari Domestik sebanyak 9 yaitu 4 untuk listrik, 2 untuk pupuk dan petrokimia serta 3 untuk industri, sedangkan untuk Ekspor sebanyak 2 ( TabeI5.2), Terdapat 16 usulan persetujuan harga gas bumi masih dalam proses.

No.
l' PT MeQo) E& PMaaka·· PI ~ I~ M-J1a 0374'ill.~E!.tM~009

23J~2009

. OS32Jtm.le.MJ!irol9
5MPJiliii~ . D7g1il.mIEM~ , f MruaTI 200a

O«it~ 3~2fJlIS

Fkl<:.tm~2,7.5
4.27 (rn:a-.ra!a) f()!IWJa __ ___fkl«~ = 3,00 2MMSCHJ7O""~FD

FoowIiI

1 BSCF

169Sitm.ltMJl#iOOS
0221lm ma,(12Ri1EMJ1k'llil9 26~I&i2009 1 PT Medro E&P ~ .. ~rusda, Kola Ta!'ill:an ~ ~ 3261iI2i'MEM.!K~009

-

4.25
i!5{lDvl· "·14) ~ JlliIl5-17

a

to.- p~

PT PHE ~

d§m PetltlC~lna 1fJ'~ PT~Ob1\ WctJoK

18,2

11 L1~Gra!WJh.~n.1

mu

Ie J:.t 2OO!l 3384i121~009 17 JI.! 2009 J380il~ 17.k1lfJOO
Ir:.c. S919i12jME.~2009

2,5 4S
Harga [DES) = 0,154 dec + 0,91 95,6

E'.edri p~ ~;',

O.12,cJlnh'j~

29 Dese..1Tlbe.r,jW _.

Adapun pemanfaatan gas bumi tahun 2009 sebesar 7.816,3 MMSCFD dengan rincian ekspor sebesar 4,103,8 MMSCFD dan domestik sebesar 4.198,5 MMSCFD. Apabila dibandingkan dengan pemanfaatan gas bumi tahun 2008, pemanfaatan gas bumi tahun 2009 mengalami kenaikan pada pemanfaatan domeslik sebesar 11% dan penurunan pada pemanfaatan ekspor sebesar 0,44%.

Laporan Tahunan 2009

DIREKTORAT PEM,BINAAN USA,HA HILIR MIGAS

DIREKTORAT PEMBINAAN USAHA HILIR MIGAS
A. PENGOLAHAN MINYAK BUMI, HASIL OLAHAN DAN GAS BUMI t. PENGOLAHAN MINYAK BUMI DAN HASIL OLAHAN Kebutuhan akan bahan bakar minyak dan gas bumi dalam negeri secara langsung menuntut adanya ketersediaan fasilitas pengolahan migas yang cukup memadai, baik dari segi kapaitas maupun maupun produksi. Kapasitas kilang minyak yang beroperasi di Indonesia pada akhir tahun 2009 adalah sebesar 1.157,1 MBSD yang terdiri atas: 1. Kilang PT Pertamina (Persero) dengan total kapasitas 1047,3 MBSD - RU-II Dumai / Sungai Pakning : 177 MBSD - RU-III Plaju / S. Gerong : 127,3 MBSD - RU-IV Cilacap : 348 MBSD - RU-V Balikpapan : 260 MBSD - RU-VI Balongan : 125 MBSD - RU-VII Kasim : 10 MBSD 2. Kilang Pusdkilat Migas Cepu dengan kapasitas 3,8 MBSD 3. Kilang PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) dengan kapasitas 100 MBSD, mengolah bah an baku berupa kondensat. 4. Kilang PT Tn Wahana Universal (TWU) dengan kapasitas 6 MBSD Sampai dengan akhir tahun 2009, status perizinan usaha pengolahan minyak bumi dan hasil olahan adalah sebagai berikut; - lzin Usaha Pengolahan Minyak Bumi {diluar Pertamina} I KAPASITAS DESAIN NAMA BADAN USAHA NO LOKASI PT 100 barel/hart Trans Pacific ruban, Jiatim ribu 1 Petrochemical Indotama kondensat -. 2. PT Tn Wahana Universal Bojonegoro, 6 ribu barelfhari Jatim
- I' Zln

STATUS Produksi Produksi

I I

I

NO

1 2.

Usa ha Pengo Ia han HaSI a han '101 NAMA BADAN USAHA LOKASI PT Patra SK Dumai, Riau PT Primergy Solution Gresik, Jatim

KAPASITAS DESAIN 25 ribu barel unconverted oil/han 600 ton pelumas bekas/bulan

II

STATUS Produksi Konstruksi

I' Usa ha Semen ara P engo Ih an M'mya kB urm . zm a NO NAMA BADAN USAHA LOKASI 1 PT Kilang Muba Mus! Banyuasin, SumSel ~
.

-

KAPASITAS DESAIN 800 barel/hari

STATIJS Konstruksi
I

- Izin Usaha Sementara Hasil Olahan NAMA BADAN USAHA LOKASI NO 1 PT Mustika Makmur Tangerang, Petroleum Industry Banten

KAPASITAS DESAIN 30 ribu barel pelumas bekas/bulan

STATUS I Konstruksi

Laporan Tahunan 2009

Semenlara ilu, pada tahun 2009, terdapat sejumlah izin usaha pengolahan minyak bumi yang dternftkan oleh pemerintah telah habis masa berlakunya, yaitu sebagai berikut : NAMA SADAN fiT :tlnusa (dialihkan kepada Pertamina)

llSANA

LOKASI San ten, ·Jabar

KAPASITAS DESAIN 300 ribu barel1hari

STATUS Habis masa berlaku per tanggal

2913/2009
PT Situbondo Reftnery Industry
I

'Situbonoo,J1atim

300 ribu barellhari

Habis masa berlaku per langgal

216/2009 ~: PT Iintanjaya Agromegah Abadi
Pare-Pare, SulSel 300 ribu barel1hari Habis masa berlaku per tanggal

14/3/2009
Dibawah ini adalah peta kilang minyak di Indonesia, baik yang sudah beroperasi maupun sedang dalam tahap konstruksl dan perencanaan
.'_ - ---_'..:

-+

.... _-".

,

-

"""""'-

"'.-"?'~ .--' .ITo
;

'~I

---,;:)',.,.,'
.

_I~~
NOTES:

c:=:J!PEftallna

(beI'oro 2001)

PtiYale, ~

c::::::J1

Atrno,;J

TOTAL CAPACIlY 1.157,1 MBCD

Gambar 26. Peta Kilang Minyak Indonesia

Laporan Tahunan 2009

Selain berbahan baku minyak bumi I kondensat, BBM juga dapat dihasilkan dari bahan baku lainnya, seperti di kilang PT Patra SK di Dumai yang berbahan baku uncorverted oil (kapasitas bsd) serta PT Primergy Solution (Gresik) yang menghasilkan BBM dan pelumas bekas (kapasitas pelumas bekas 600 ton per bulan). Dengan beroperasinya beberapa kilang minyak maupun kilang hasil olahan baru di dalam negeri, maka diharapkan kemampuan produks BBM dari dalam negen dapat meningkat. Berikut adalah grafik yang menggambarkan pertumbuhan kapasitas kilang minyak & hasll alahan Indonesia sampai dengan akhir tahun 2009.
1,200

1150

noo
TP,PI (100 ii BCD) m... .. 1 b.rllp.,..1 1

~ooo
950

1
2005

_
2006
20~7 2008 200~

-------Gambar 27. Perkembangan kapasitas kilang minyak dan hasil olahan Indonesia Produksi 88M Pada lahun 2009 (status Oktober), produksi 88M adalah sebesar 33,69 juta kiloliter. Sampai dengan akhir tahun 2009, diperkirakan produki 88M mencapai 40,42 juta kiloliter atau meningkat sebesar 1,07% dari 39,99 juta kiloliter pada tahun sebelumnya.
!l!l.ClOO>~ >ks.,OOIl,DIll!l ;0.000.00I1I 3s.riOi!.Qoo JOJ!oo)QOO 2~,[lllil1.~

j J
I

Ii
_

s

~

i

2IJ."OOO.OOiJ
10,'000,001]
S.01IC'.,OO!i;I 15.'000, .~ ~

-~-"._
1- ~ 90Il 1_431.
9 • .:.:.'O~:-,-' J'5:,_. ,J,,:,'

gI!

U.m,~

'. ll~'....
M ;j.\1~f ~S~"S'lQ jp(j

~ ~i!:I:

1

&mil

-+--:=::=:-:::.:-=~_
'_

1l,,<57;4'9J

..;__-+_
'~.773,"'26
~ ~~,Wil

~~~n~
I. ]llll;,M& ~L.~

oHI

t"'t

~.54~,147

i,7M,~JO
S3U 16

I

V~,m
Z,! 51,gn

,~

UD>!.~5il .11B,nJ

~!!_\~]

~~L1~

Gambar 28, grafik produksi BBM per jenis (status Oktober 2009):

Laporan Tahunan 2009

_~:uhan BBM dan Rencana Pembangunan Kilang Minyak Baru _;;.:ul.uhan BBM dalam negeri saat ini sekitar 33% dipenuhi dari impor. Dengan semakln meningkatya ~ . milan BBM dari tahun ke tahun, ketergantungan Indonesia dalam hal impor BBM diperkirakan - - semakin meningkat. Melihat kondisi yang ada, pemerintah telah mendorong adanya nqunan kilang minyak baru untuk meningkatkan kehandaJan penyediaan BBM dari daJam negeri. ai dengan saat ini, ada beberapa rencana pembangunan kilang minyak baru maupun rencana ~-~mbangan kiJang minyak yang telah ada, antara lain adalah: Pembangunan Kilang Minyak baru: - Proyek Kilang Banten tahap I dengan kapasitas sebesar 150 MBSD. Rencana beroperasi tahun 2014. Status saat ini: • Joinl Venture sudahterbentuk (40% Pertamina, 40% NOC Iran, 20% Petrofield Malaysia). • Penyelesaian konsep bisnis dengan Pelindo II, supply gas, supply water. • Bankable Feasibility Studysudah selesai • Rencana pasokan Crude: Heavy & Extra Heavy Iranian Crude Oil Proyek Balongan Refinery II dengan kapasitas sebesar 200 MBSD. Rencana beroperasi tahun 2016. Status saat ini: • Preliminary Study selesai. • Selekst Engineering Company untuk study tahap lanjutan. • Sedangtahap negosiasi penyediaan pasokan crude oil Proyek Tuban Jatim dengan kapasitas sebesar 200 MBSD. Rencana beroperasi tahun 2015. Status saat ini: • Preliminary Study selesai. • Penawaran kerjasama kepada mitra potensial yang mempunyai sumber Crude atau kemampuan Finansial. • Sedangtahap negosiasi penyediaan pasokan crude oil Revitalisasi Kilang Minyak : Program ini diluncurkan oleh Pertamina pada tahun 2008 untuk mengejar secara cepat kebutuhan tambahan kapasitas penyediaan BBM yang saat ini sepertiganya masih diimpor. Proyek-proyek antara lain: ~ Upgrading Kilang Minyak Cilacap, dengan kapasitas sebesar 20 MBSD, direncanakan selesai tahun 2013. - Refurbisment Kilang Plaju (perbaikan unit FCC) dengan kapasitas sebesar 14,5 MBSD, direncanakan selesai tahun 2013 - Revamping Kilang Minyak Dumai, kapasitas meningkat dan 170 ribu barrel per han menjadi 200 ribu barel per hari, direncanakan selesai 2014 - Upgrading Kilang Minyak Balikpapan, dengan kapasitas sebesar 40 MBSD, direncanakan selesai tahun 2015.

Laporan

Tahunan

2009

Dengan adanya rencana-rencana pembangunan dapat diproyeksikan sebagai berikut:

kilang tersebut, maka kebutuhan BBM ke depan

2.1 GO. oo~

-.. .
ra

I 8·OG. eO'g

,

-.
.c .c
GJ

.J:

I.HO,OU

E
::::I

1.1H.OOO

1

HO. 000

2OQO

i"""!" I.

I

600.000

>

0

300,000

~~~~~~--~~~~~~~~~~~~~~ ~~~~---~..

200!

200220032004

2HS

200~

2007

20la

200i

20101011

20n

201l

2014

20lS

2016

2011

2018

201i.

Konslfl"lSl

---ProdiJ<si.

ON

-~Ia

8SM

8BN

Gambar 29. Statistik Kebutuhan BBM akan datang

Keterangan: - Pertumbuhan demand sebesar 5 % per tahun - Suplai BBM = Produksi ON + Impor - Akhir tahun 2009 Kilang Tri Wahana Universal (6 nbu barel/han) dan KlIang Muba (0,8 ribu bareVhan~) mulai beroperasi. - Akhir tahun 2014 Kilang Banten (150 ribu barel/hari) mulai beroperasi - Akhir tahun 2015 Kilang Balongan II (200 ribu barellhari) mulai beroperasi - Akhir tahun 2016 Kilang Tuban (200 ribu barellhan) mulai beroperasi. Insentif Investasi Pembangunan Kilang Minyak Setelah terbitnya UU no. 2212001 tentang Minyak dan Gas Bumi, telah ada beberapa investor yafIQ benninat membangun kilang minyak, namun hanya sedikit yang terealisasi. Pemerintah te:l!at memberikan 2 (dua) Izin Usaha Pengolahan Minyak Bumi yaitu kepada PT Trans Pacific Peirochernca Indotama - Tuban yang merupakan kilang petrokimia berkapasitas 100 ribu barel per han kondensa; yang menghasilkan BBM sebagai produk sampingannya. Pada tahun 2009, ada beberapa izin usa:ha pengolahan minyak bumi maupun hasil olahan yang diterbitkan yaitu: - PT Tn Wahana Universal : pengolahan minyak bumi, kapasitas 6 MBSD di Bojonegoro - PT Kilang Muba : perpanjangan izin usaha sementara pengolahan minyak bumi - PT Primergy Solutions : pengolahan hasil olahan, 20 ton/han pelumas bekas di Gresik - PT Arrtu Mega Energie : izin usaha sementara pengolahan hasil olahan (produk akhir berupe Dimethyl Ether (DME) sebagai bahan bakar)

Laporan Tahunan 2009

tambatnya realisasi pembangunan kilang minyak antara lain disebabkan besarnya investasi yang diperlukan, karena kilang minyak merupakan bisnis yang padat modal. Untuk ilu dalam rangka mendukung lerealisasikannya pembangunan kilang minyak, Direktoral Jenderal Migas telah rnelakukan IiD'Jrdinasi dengan instansi terxait, yaitu BKPM, Depkeu, Setjen DESDM, BPH Migas, BPN, dan Per1amina guna membahas dukungan insenlif investasi kilang. Sebagai hasilnya, saat ini untuk industrt pengolahan minyak bumi telah diberikan insentif fiskal berupa tasilitas pajak penghasilan melalui PP no. 1 tahun 2007 yang disempumakan dengan PP no. 62 tahun 2008 berupa: a. pengurangan penghasilan netto paling tinggi 30% dari jumlah penanaman yang dilakukan; b. penyusutan dan amortisasi yang dipercepat; c. kompensasi kerugian yang lebih lama, tetapi tidak lebih dart 10 (sepuluh) tahun; d. pengenaan Pajak Penghasilan atas dividen sebagaimana dimaksud dalam Pasa! 26 sebesar 10%, kecuali apabila tarif menu rut perjanjian perpajakan yang berlaku menetapkan lebih rendah. I..lengingat industri pengolahan minyak bumi merupakan industri yang padat modal, padat teknologi, ooresiko tinggi, dan keunlungan yang sangat marjnal, maka Badan Usaha masih memerlukan _ukungan kebijakan Pemerintah dalam bentuk insentif investasi yang lebih menarik. Untuk itu :Jepartemen ESDM telah mengusulkan kepada Depkeu agar dibertkan insentif tambahan melalui surat !enteri ESDM Nomor 2843JMEM.MJ2009 tanggal10 Juni 2009. Iambahan insentif yang diusulkan berupa: a. untuk barang modal - dibebaskan atau ditanggung pemerintah atas bea masuknya - ditanggung pemerintah atas Pajak Dalam Rangka lmpor (PDR1)-nya b. untuk katalis dan suku cadang (spare part) untuk keperluan operasionai kilang - ditanggung pemerintah atas PPn-nya Sampai dengan akhir tahun 2009 telah dilakukan sejum!ah pembahasan bersama denqan Badan Kebijakan Fiskal Departemen Keuangan dan instansi terkait lainnya. Saat ini usu!an tambahaa i!'1sentif 'd":maksudmasih terns dikaji dan masuk menjadi Program 100 Hari Kabinet Indonesia Bersafwi II pada Oepartemen Keuangan RI. Diharapkan usulan dan Ditjen Migas mengenai tambahan ins€I1'tifbagt pembanqunan ki!ang minyak bumi dapat segera terealisasi dan dapat dlmanfaatkan oleh baden usaha oongolahan migas di dalam negeri. PENGOlAHAN GAS BUMI Serain pengolahan minyak mentah menjadi BBM untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar, ada pula proses pengolahan gas bumi menjadi LNG dan LPG. Untuk killang LNG ada yang mengikuU pola hulu dan ada pula yang mengikuti pola hilir. Yang termasuk kilang LNG pola hulu adalah kilang PT Arun (di NAD, 12,85 MMTPA), kilang PT Badak (di Bontang, Kaltim, 21,64 MMTPA) dan kilang LNG BP (di Tangguh, 7,6 MMTPA). Sedangkan yang termasuk kilang LNG pola hilir adalah milik PT Senora Donggi LNG (di Sulawesi Tengah, 2 MMTPA). tPG dapat dihasilkan dari kilang minyak maupun kilang gas. Sama halnya dengan LNG, kilang LPG yang berbahan baku gas bumi ada yang mengikuti pola hulu maupun pola hilir. Untuk kilang LPG pola hulu umumnya dimiliki oleh Kontraktor Kontrak Ke~a Sama (KKKS), sedangkan kilang LPG pola hilir

Laporan Tahunan 2009

dimiliki oleh Badan Usaha yang telah memperoleh izin usaha pengolahan gas bumi yang dilerbitkan oleh pemerintah. T a be I 7 k'l ang- k'l I lang LPG yang berooerasi . d'l nd onesia sarnpai 'd engan t a hun 2009 I Lokasi MMTPA Badan Usaha Tonlhari LPG dari Kilang Minyak Dumai PT. Pertamina (Persero) 185 0.068 PT. Pertami na_{Persero) Musi 0.. 31 1 360 . PT, Pertamina {Persero) Cilaeap 630 0.230 PT. Pertamina (Persero) Balikpapan 250 0.091 Balongan PT. Pertarnina (Persero) 1500 0.548 LPG darl Kilang Gas Pola Hilir PT ..Pertamina (Persero) Mundu 100 0.037 Tugu Barat 18 0.007 PT. Sumber Daya Kelola PT. Medea LPG Kaji Kaji 200 0.073 PT. Titis Sampuma Prabumullh 200 0.073 PT. Maruta Bumi Prima Langkat 46.57 0.017 PT. Surya Esa Perkasa Lembak 125 0.046 PT. Odira Energy Persada Tambun 150 0.055 PT. Media Karya Senlosa Gresik 0.058 160 PT. Yudhistira Haka Perkasa Cilamaya 120 0.044 102.3 PT. Wahana Insannugraha Cemara 0.037 LPG dari Kilang Gas Pola Hulu PT. Pertamina (Persero) Bontang 2,740 1.000 Chevron T. Santan 247 0.090 Arar Petrochina 38 0,014· 1,315 Petrochina Jabung 0.480 1,151 Conoea Belanak 0.420 247 Hess Ujung Pangkah 0.090 TOTAL YANG BEROPERASI

,

9,884

3.608

Disamping kilang-kilang LPG yang telah beroperasi di atas, ada beberapa badan usaha lain yang telah memiliki izin usaha sementara pengolahan gas bumi yang sedang dalam tahap konstruksi/pembangunan kilang LPG pola hilir, yaitu: 1. PT Gasuma Federal Indonesia (Tuban, Jatim) : kapasitas 60 ton LPG/han 2. PT Tuban LPG Indonesia (Tuban, Jatim) : kapasilas 360 ton LPGlhari

Laporan Tahunan 2009

1I'l'_~

_Jo!I(;

~!I(lN n, 1Nf!lU<

____ ....._iIii.-.

~

~_

....... ~

""""_'__'iii'
I

:1Iai~
~A:I.'l.M.lT,Ii

1'I~-...L'~1
-I!MOIt_

~:.MwrA

'~_~~_~J
'Q:MU..I;.

l_-"

• •

,1i:lltAI+G lNG (aot WlMTl'A]

'1iJ~[jIG{$.~l

fI'~'A.J

""'.Allf"!.,·~r",,,_·

Gambar 30. Peta Lokasi Kilang Gas Bumi di Indonesia lengan adanya penambahan kilang-kilang gas baru setelah implementasi UU No. 22 Tahun 20.01 .EI1tangMinyak dan Gas Bumi, maka kapasitas pengolahan gas bumi di dalam negeri pada akhir tahun 200·9mengalami peningkalan sebagaimana digambarkan pada grafik di bawah ini:
---_-

--~--------------::

Kilang LPG (MMTPA)
4
3.5 45

Kitaog LNG (MMTPA.),
40 35 30

3
2.5 2. 1.5

/

._._

25
20

1
0.5

15 10 5

o
2005 2006 2007 2008 2009

o
2005 2006 2007 2008 2009

Gambar 31, Grafrk Peningkatan Pengolahan Gas Bumi

LaporanTah:unan 2009

Produksi LNG dan LPG Dengan beroperasinya kilang LNG BP Tangguh, produksi LNG dalam negeri saat ini dipenuhi oleh 3 kilang LNG yaitu kilang PT Arun, PT Badak dan BP Tangguh. Produksi LNG tahun 2009 diperkirakan adalah sebesar 19,76 juta ton, sedikit mengalami penurunan dan tahun sebelumya yang mencapai 20,58 juta ton. Berikut adalah grafik produksi LNG lima tahun terakhir.

25

[ .... ::E
~
!h
,:,&.

:::I "D

0

....
0...

5

Catatan: • Produksi tahun 2009 adalah angka estirnasi

Gambar 32. Grafik Peningkatan Pengolahan Gas Bumi Unluk produksi LPG tahun 2009 diperkirakan adalah sebesar 2,2 juta ton. Meningkat secara signifikan (30,2%) daripada tahun 2008 sebesar 1,69 juta ton. Peningkatan ini didukung oleh adanya produksi LPG dari PT Badak (Bontang), Hess (Pangkah) dan PT Media Karya Sentosa (Gresik), yang mulai memproduksi LPG pada tahun 2009. Berikut ini adalah prom produks: LPG dalam negeri selama lima tahun terakhir.

Laporan Tahunan 2009

Gambar 33. Grafik Produksi LPG Dalam Negeri

2,500.000 C 2,000.000

I

,

!--

~,

I

P.
== :::I
.oCl

fI

~I
f,,--

II

1--"

a:
(!I ....I
Q..

1,500.000 1,000.000

-

'I

Ir-I
I---'

F
I

....

I

I I

iF-

~

li
.::.:
"C

::J

500.000 0.000

I I I

-----i ----i
-----j

-== -I

I
I

~

~I~
=, 2007 862.616 646.734

~
r-f-r-r-f-r-II::=::.
:1

i"'""

~
~
t-!-!--

,.....

I

r'
fI--' I--' r-I r-' rf-f-r-

t---

-

~

}=j
2005

I

-

-

t---

r--

J:._ 2008 780.103 910.40.

CKl~M~k []IKlang Gas a Total

132.717 ''''''1:113 1,818.90

2006 ISS. 397 573.193

2009· 786.083

I

~
-

1,42"'59 11'~A3

11.405.12 1~690.51 2,201.91

.. Produksi tahun 2009 adalah angka estimasi

Gambar 34. Grafik perkiraan suplai - demand LPG

Laporan Tahunan 2009

Dengan suksesnya program konversi minyak tanah ke LPG, konsumsi LPG nasional pada tahun 2010 diperkirakan meneapai 4,49juta ton per tahun. Dengan kondisi yang ada saat ini (2009), dimana produksi hanya sekitar 2,2 juta ton, Indonesia masih membutuhkan sumber-sumber pasokan LPG baru baik dan dalam maupun luar neqeri. Upaya-upaya yang sedang dilaksanakan saat ini adalah dengan meneari sumber-sumber baru pasokan bahan baku gas bumi yang potensial sebagai bahan baku LPG maupun melalui upaya pemanfaatan dimethyl ether (OME) sebagai blending dalam LPG Mix, untuk mengurangi konsumsi LPG. Selain nu, pengembangan jaringan gas bumi untuk perkotaan diharapkan juga dapat menekan penggunaan LPG sektor rumah tangga.

B. PENGANGKUTAN

DAN PENYIMPANAN

Sarana distribusi BBM terdiri atas sarana pengangkutan maupun penyimpanan. Terdapat lima sarana pengangkutan dan tiga sarana penyimpanan yang digunakan di Indonesia. Sarana pengangkutan meliputi kapal tanker, mobilltruk tangki, tongkang, rail tank wagon, dan pipa. • Kapal tanker digunakan untuk mengangkut BBM dari kilang ke instalasildepot di seluruh Indonesia. • Mobil/truk tangki digunakan untuk mengangkut BBM dan instalasi ke depot lainnya atau ke konsumen, SPBU, agen, dan pangkalan. • Tongkang digunakan pada daerah yang utamanya menggunakan sarana angkulan sungai. • ~Rail Tank Wagon" merupakan angkutan BBM dengan kerela api yang saat ini dilakukan di Jawa, Sumatera Utara, dan Sumatera Selatan. • Di beberapa daerah yang mempunyai fasilitas pipa, maka angkutan BBM dipompakan melalui pipa. Janngan pipa BBM yang ada pada saat ini : 1) Kilang Cilacap - Depot Padalarang Ujung Berung - Maos - Rewulu - Depot Cilacap 2) Kilang P. Brandan - Depot P. Brandan Kilang Balikpapan - Depot Balikpapan 3) Kilang Dumai - Depot Dumai Sarana penyimpanan BBM meliputi depot, tangki timbun, dan tangki terapung. • Depot beriungsi sebagai tempat menerima dan menampung BBM untuk didistnbusikan kemball ke depot lainnya atau ke konsumen. • Tangki timbun beriungsi sebagai tempat penyimpanan BBM. • Tangki Terapung (Floating Storage) 1) Teluk Semangka (menampung minyak menlah dan Timur Tengah untuk suplai kilang Cilacap) 2) Teluk Jakarta (merupakan supply point solar dan minyak mentah impor untuk Jakarta, Semarang, dan Surabaya), 3) Pulau Sambu (menampung residu dengan kadar belerang rendah (LSWR) eks kilang Balikpapan). 4) Semi Floating Storage merupakan tangki terapung yang semi permanen dengan ukuran lebih kecil, berada di Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi Utara, dan Maluku.

Laporan Tahunan 2009

FASIIILITASPENYLMIPAN~IN BBiM]

_F!'hl~. If"l .Crtiill'iin. [~~ilHr~l4, liO,liM' ~~

tooo

IR.

Gambar 35. Lokasi Fasilitas Penyimpanan 88M

KONDISI ~.NP.RASTRVKTURIFASI,L[T AS SAAT INI
t.u·~,'p,!,U!_tyjMl'~"'r~'Ili'oK,~~,~

-_~
-I

I
I

TFlUlf( TANQ(~ Pil'll'AMI_ ,& 6U'l...II,IN
EN.. UNll PEI'l(j.MI TOTAl K~ASITA£ 13,5JUO Kl..

~ERETA API~~~'f~MITM,1

I

1,Q!I:I UNlIT DENGAN

li}1,:1,l

;<APASITJl.S .~,3'l8 :1 14...

'I PI:R''Ii'MJi,!~
"
I • __

M~lilIl.lAl;Il'

Bl4 U,t,iR" ~1[W'......"1>I, rmAL.

a.SULAIN

K..!!P~fI'AS

E.~::I.~

rEi ~

._-."--'
;....;;~
A ~ __

......,

PIIP'AP~Mf'i!!il',l"'RBB"MI~fI£fl:TPiMN~}:
·CII..,O.<::Jj,P a:r..~DVN(I _ . ·CI~C}"P-.O "PQT Ioi~ 0.8 ·D6RGlT "'-'"'05- 9l1f"OT l'f'M..'l.U
·BIot0\!'1llJ.A~-~~·JI'M'"

I
I}

7~9'f{li Dol. 'O"DPJ
22
IQjI

,~-

! ,

____..
t.f-

·YQJ)Y"'.I':.t.m1<-Elcrro~u

ptp,l! PfNYA LLUli.MI~A
. BlJIt-IYU Uf'P - IOI;tiBI

I!llEl1lJMI~IP'W Gl:O UUi'1<: HU~,NTA~ V 1~,1'IlIiI ~ 0"

DIi'i 10' DAN U' lj"" [),l~~ 1 ~]lHQII DII'! lG' 61)i'lM ])L<'o '7

I ~~ I':IiI D~

T~N61<;~ p!:!\1rYIMMil<M:N OARA1I'~
PE~'I'~,MlrM &, Bu LAiN I' .577 TMiGIo'1 ClENGAIN r(IlAl I<".APASrT,!;S ./- -£ .1:I5b.Jl>e ~.l, S' 'I;, TER\<ONSENTR AS~ 0 I P ,I)'WA., ElAJ...J, DMj Nr.JSAFE~'{;GAR;.. STOIiU\GE):

P~l:iI'iltl'WA..~'BElM lA:1!l'T ('I'lC,q,1'ING ell LAIN illil.!:1,AR Pa.tTAMIIM'A
5 FSO!1l. 1'OTA~ K,<tpp,.5nk3 +f-Il,OO! KL

Gambar 36, Kapasitas Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi Laporan Tahunan 2009

Upaya Pemerintah dalam peningkatan Pendistribusian BBM antara lain adalah ; 1. Fasilitasi pemanfaatan, fasilitas penyimpanan yang saat ini lidak lerpakai/idle (misalnya fasilitas penyimpanan di PT Arun dan Floating Storage Arjuna Sakli). 2. Direncanakan pemberian insentif kepada Badan Usaha dalam rangka pembangunan fasilitas dan sarana pengangkulan dan penyimpanan di daerah terpencH serta kawasan Tirnur Indonesia. 3. Optimalisasi pola distribusi BBM 4. Menjamin Kelahanan Slok BBM 5. Pencegahan penyalahgunaan BBM 6. Perubahan pola pendistribusian dari Pola lerbuka menjadi lertutup 7. Mendorong Penyediaan dan penyebaran fasililas penyimpanan BBM 8. Mendorong Penyediaan dan penyebaran fasilitas transportasi BBM sesuai kondisi geografis

KONDISIINFRASTRUKTUR

SAAT INI ...

Fasilitas SPBU Jurntah SPBU yang ada di seluruh Indonesia berjumlah 3.54 7 buah, dimana 3.515 buah dimiliki/dikuasai PT. Pertamina dan sisanya dimilikildikuasai oleh Badan Usaha lain. oleh

FlI.llllltaa Penyimpanan

BBM BBM sebanyak 1.564 Tanki dengan total kapasitas kuranq lebih 4.828.583 KL (milik 54% terkcnsentrasi di pulau Jawa. Bali dan Nusa Tenggara dan 46% tersebar di lokasi

Fasilitas penyimpanan 22 Badan Usaha). Lokasl penyimpanan lainnya.

Jarlngan Tranamlsl

dan Dlstrlbusi

Gas Buml

Jaringan pipa transmisi gas bumi terpasang sepanjang : a. 3.201 krn di Pulau Sumatera (NAO. Sumut, Riau. Jambi, Sumsel):(PGN+TGI = 2.180 km) b. 1.804 km di Pulau Jawa (Jabar, OKI Jakarta. Banten. Jatim); (PGN = 289 krn) c. 241 Km dl Pulau Kalimantan (Kaltim). Jaringan distribusi gas burni terpasang sepanjang : a. 751 km di Pulau Sumatera (Sumut, Sumael, Riau); b. 2.520 km dl Pulau Jawa (Jabar, OKI Jakarta, Banten, Jallm).

Laporan Tahunan 2009

POLA PENYEDIAAN

DAN DISTRIBUSI PREMIUM, MINY AI< BAKAR

MINY AI< SOLAR, DIESEL, DAN

M.M___f" ..._

.~
l_

..til:
r---------------~--------~--------~
OIL BARGII!!

ri1h -i~ 1

..____--.--~ 1lC:J
DEPQT

LADANG MINYAA

1

1

1

...
SPllU ~".",

~

INDUSTRl

Gambar 37_ Pola Penyediaan dan Distribusi Premium, Minyak Solar, Diesel dan Minyak Bakar

POLA PENYEDIAAN

DAN DISTRIBUSI

MINYAK TANAH

,OM

-+j'"
~~""

LN$;r ALJUI'IiOeiPOTr

li

j.

M.MEN_rT'AI;

I';'\i
LADANG MINYAX

[ltJlll~:
KrLANG
~I

I

&

A.Oli':NIPANGKAlAN

Gambar 38. Pola Penyediaan dan Dislribusi Minyak Tanah

Laporan Tahunan 2009

Sistem pengangkutan dan penyimpanan lainnya adalah merupakan lingkup usaha niaga pengusahaan migas nasional yang meliputi kegiatan impor BBM, ekspor produk kilang maupun penjualan produk kilang ke konsumen domestik. Kegaiatan tersebut bisa dilakukan dalam bentuk usaha niaga dengan aset maupun tanpa aset (trader). Bentuk usaha serupa juga dapat berlaku dalam pengusahaan gas bumi yang terkat dengan kegiatan ekspor LNG maupun impor LNG yang dilakukan oleh trader. Sedangkan penjualan gas bumi ke konsumen melalui pipa maupun bejana khusus (dalam bentuk tabung) dapat dilakukan oleh usaha niaga umum. Badan Usaha yang memiliki izin usaha niaga dapat melakukan kegiatan pengangkutan dan alau penyimpanan sebagai penunjang usaha niaganya sepanjang tidak ada lransaksi usaha pada rangakaian kegiatan usaha niaganya

Gambar 39. Fasilitas Penyimpanan Niaga. - Sarana Pengangkutan Gas Bumi melalui Pipa Pemanfaatan gas bumi dari tahun ke tahun terus meningkat, namun pemanfaatannya selama ini belum optimal karena kurangnya infrastruktur penyaluran gas bumi dari sumber ke konsumen. Peta Jaringan Transmisi dan Distribusi Gas Bumi Nasional dilengkapi Legenda yang menggambarkan 5 (lima) kategori sebagai berikul : a. Kategori I (Open Access), yaitu menggambari<an Jaringan Transmisi dan/atau Distribusi Gas Bumi dengan mempertimbangkan sumber gas dalam kerangka Kegiatan Usaha Hilir yang pengusulan, pendanaan dan pelaksanaannya oleh pemerintah untuk dapat dimanfaatkan para pengguna jaringan pipa (shippet) yang pengaturan pemanfaatannya ditetapkan Badan Pengatur; b. Kategori II (Open Access), yailu menggambarkan Jaringan Transmisi dan/atau Distribusi Gas Bumi dengan mempertimbangkan sumber gas dalam kerangka Kegiatan Usaha Hilir yang pengusulannya oleh pemerinlah dengan pendanaan Badan Usaha melalui mekanisme lelang dalam rangka pemberian Hak Khusus oleh Badan Pengalur untuk dapat dimanfaalkan para pengguna jaringan pipa (shippet) secara komersial . c. Kategori III (Open Access), yaitu menggambari<an Jaringan Transmisi dan/atau Distribusi Gas Bumi dengan mempertimbangkan sumber gas dalam kerangka Kegiatan Usaha Hilir yang pengusulan dan pendanaannya oleh Badan Usaha melalui mekanisme lelang dalam rangka pemberian Hak Khusus oleh Badan Pengalur untuk dapat dimanfaatkan para pengguna jaringan pipa (shippet) secara komersial;

Laporan Tahunan 2009

d. Kategori IV (Dedicated Hilir) yaitu menggambarkan Jaringan Transmisi dan/atau Distribusi Gas Sumi dalam kerangka Kegiatan Usaha Hilir untuk dapat dimanfaatkan bagi kepentingan sendiri (fully dedicateri1; e. Kategori V (Dedicated Hulu) yaitu menggambarkan Jaringan Transmisi dan/atau Distribusi Gas Sumi dalam kerangka Kegiatan Usaha Hulu untuk dapat dimanfaatkan bagi kepentingan sendiri (fully dedicateri1 atau kepentingan bersama (shared dedicateri1 sebagai kelanjutan Kegiatan Usaha Hulu. Jaringan transmisi dan distribusi gas bumi nasional yang telah ada saat ini adalah: 1) Pulau Sumatera Pemilik jaringan: a) PT. PERTAMINA, kategori 3 (NAO, Sumatera Utara, dan Sumatera Selatan) b) PT. PERTAMINA GAS (PERTAGAS), kategori 5 (Sumatera Selatan) c) PT. PGN, kategori 3 (Lampung, Santen, dan Jawa Sarat) d) PT. TGI, kategori 3 (Riau, batas negara Singapura, Jambi, dan Sumatera Selatan) e) PT. PGN, kalegori 3 (Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Riau, dan Kepulauan Riau) Conoco Philips Ind, kategori 5 (Riau Kepulauan)

n

2) Pulau Jawa Pemilik jaringan: a) PT. Rabana Gasindo Usama, kategori 3 (Jawa Sarat) b) PT. Rabana Gasindo Utama, kategori 3 (Jawa Sarat) c) PT. PERTAMINA GAS (PERTAGAS), kategori 3 (Jawa Sarat, Santen, dan Jawa Timur) d) PT. PGN, kategori 3 (OKI Jakarta, Santen, Jawa Sarat, dan Jawa Timur) e) SP West Java, kategori 5 (Jawa Sarat) Krakatau Steel, kategori 3 (Santen) g) PT. Gasindo Pratama Sejati, kategori 3 (Jawa Sarat) h) Kodeco Energy, kategori 5 (Jawa Timur) i) Santos (Madura) Ply, kategori 5 (Jawa Timur) j) Cikarang Listrindo, kategori 3 (Jawa Sarat) k) Fajar Surya Wisesa, kategori 3 (Jawa Barat) I) Sadikun Niagamas Raya, kategori 3 (Santen dan Jawa Sarat) m) PT. Igas Utama, kategori 3 (Jawa Sarat)

n

Laporan Tahunan 2009

Gambar40. Sistem Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi C. PERKEMBANGAN INVESTASI DAN PENGAJUAN IllN USAHA KEGIATAN USAHA HILIR Perkembangan investasi sektor hilir menunjukan peningkatan investasi dimana realisasi kegiatan hilir minyak dan gas bumi pada tahun 2008 (status Oesember) sebesar US$ 439.71 juta dari rencana biaya (budget) sid Oesember sebesar US$ 1,213.63 juta.

I
~
.:J
:;:, ....,
+-<

1,500' 1,200

JI

«I

900
600

L

-.

300

1-,==

~--

II

1_ I
Total
10 Pen9Qlahan

-,

20•• ~ 51.97

2~ 101.67

2006 1,138.66

_I

'[d- -,- = ~g l
2•• 1 442.66 47.18 102,25

-l
... .,

l"'.';,.,,;a
514.52 240.60 310.14

I

J

_t--_o._OG 0.00 I 0.00 51.91

~.96 ( I

,liD Pengangkutan
o Penylmpanan Nlag.

~~.:n-t-- l 2,70.71
18.26 5.63

1

689.36

I
i

1,213.63

439.71

148.37 2_2._5_2 _____,,_,

T
_j._

1

256.87 104.55

I

l

----

I

4O.4~~O.71 138.18

24~ 54.06

----

_--_

J

Laporan Tahunan 2009

I

Sedangkan pencapaian investasl terhadap target adalah sebagai berikut ;
-

ura ian
Total Pengolahan Pengangkutan Penyimpanan Niaga

2004
51197

20 [115
1

20 06
1

2007 44266 I ! 2'2' ,',fii I , 47'/f~,
1

2008
Tar'get

2'ons
Rei3J~~s.ii:llsi
" 1 1

0,14)0
0'00 , ,

101 167:

1.21'3,63

60,t6

148,37
240.60

,000 '-', 51;97

16",7'7

514,52' 3 10,,14
1

439,71 256,87 104,55

'18,.26.

5,,168!

270,71 102125j

24,23
54,06 1

Adapun yang menjadi kendala Investasi kegiatan Usaha Hilir antara lain adalah : • • • • • Badan Usaha masih menunggu pernberian insentif berupa penundaan pembayaran paiak Kemudahan barang masuk Kemudahan dalarn pembebasan lahan Kepastian hukum{adanya tumpang lindih dalam peraturan antara pusat dengan daerah) Stabilitas Nasional

Untuk mendapatkan izin usaha Kegiatan Usaha Hilir, setiap Badan Usaha walib menyampaikan dokumen meliputi data administratif, data teknis serta kjne~a perusahaan. Badan Usaha wajib mengadakan presentasi mengenai dokumen yang telah diserahkan untuk selanjutnya dUakukan pemeriksaan kesesuaian data dan infarmasi mengenai rencana kegiatan Badan Uh.;aha yang dilanjutkan dengan peninjauan lokasi Dan akhirnya setelah dilaksanakan presentasi dan ruletima persyaratan secara lengkap dan benar serta telah dilakukan pentnjauan lokasi, Diij8111 _-:-p.s ~ b menyelesaikan penelitian dan evaluasi pal1ng lama 10 han kerja. GambaJ beriml: mempe:'il'\i! alur pengajuan izin usaha hilir migas.

eadan Uulila

,Izin U:saha Bisnis Perniagaan Terbatas Mant_1 Izhl

eSDM

Pennalll!!Jn

Gambar 41. Alur Pengajuan Izin Usaha Hilir Migas

Laporan Tahunan 2009

Perkembangan Kegiatan Usaha Pengangkutan dan Penyimpanan Migas Sampai dengan tahun 2009 terdapat Badan Usaha bidang Pengangkutan dan Penyimpanan Migas sebagai berikut, Pengangkutan dan Penyimpanan BBM yang telah diberikan izin antara lain a. 176 Badan Usaha telah mendapat ijin Usaha Pengangkutan BBM b. 27 Badan Usaha telah mendapat izin Usaha Penyimpanan BBM Untuk Pengangkutan dan Penyimpanan Gas telah dikeluarkan izin Usaha antara lain; a. Izin Usaha Pengangkulan gas melalui pipa sebanyak 3 Badan Usaha b. Izin Usaha Pengangkutan LPG sebayak 6 Badan Usaha c. Izin Usaha Pengangkutan eNG sebanyak 3 Badan Usaha d. Izin Usaha Penyimpanan LPG sebanyak 2 Badan Usaha

Perkembangan izin usaha pengangkutan sebagai berikul ;

dan penyimpanan Migas dapat diperlihalkan dalam label

(lIN USAHA PENGA.NGKUTAN DAN PE·NYIMPANAN MIGA,S,
(TERMASUIK ,.,.

PERTAMIN!A[P~JtSERO.J

IZIN USAHA

PENGAlNGiWlAN

MI"iYAI( BUMl. SBM. HASlL 'OLAHA'N
PEHYIMPANAN BSM

••••••••
TAHUN

lOlA..

-

-.
-

-

3 2

23
5

33
6 2

in
9

71 5 1

\

1n
27

I

,

,

I

I .f'I~WGANGXIJTAN LPG·
I

-

~

-.
I

,

3

PENGANGKUTAN GAS BUM! MElAlUI PlPA

,
I

I.

s
3

II
~

-

1

_

.
1 2

2
I

I

FiNGAtr¥3KUTlOiN

C~

-

.

:

._
I

2

3
:2

I

PEN'l'IM~NAN

'LPG

-

-

-

Secara keseluruhan untuk usaha hilir lelah diterbitkan sebanyak 110 izin usaha baik izin pengolahan, pengangkutan, penyimpanan dan niaga secara keseluruhan dapat diperlihatkan pad a label berikut :

Laporan Tahunan 2009

Tabel 8. lzin Usaha Hilir Izin Usaha Pengolahan Minyak dan Gas Bumi Pengangkulan BBM Pengangkutan LPG Pengangkutan Gas Bumi Melalui Pipa Pengangkutan eNG dengan Truk Penyimpanan BBM Penyimpanan LPG Niaga Minyak dan Gas Bumi Niaga Bahan Bakar Nabati Jumlah Badan Usaha 9 37 3 1 1 8 2 31 18

D. PENGEMBANGAN DAN PEMANFAATAN BAHAN BAKAR NABATI (BBN) INSENTIF TERKAIT PENGEMBANGAN BBN 1) Peraturan Pemerintah No. 1/2007 jo Peraturan Pemerintah Nomor 62 Tahun 2008 tentang Pemberian Fasilitas Pajak Penghasilan untuk Penanaman Modal di Bidang-bidang Usaha Tertentu dan/atau Daerah-daerah Tertentu (Pengurangan Pajak Penghasilan; Penyusutan dan Amortisasi yang dipercepat; dll) 2) Peraturan Menteri Keuangan No. 117/PMK.06/2006 tentang Kredit Pengembangan Energi Nabati & Revitalisasi Perkebunan (Subsidi kredit untuk petani yang menanam tanaman penghasil BBN kecuali jarak pagar) 3) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 79/PMK.05/2007 tentang Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) 4) PPN DTP (ditanggung Pemerintah) atas produk BBN Non PSO (PMK No. 230/PMK.011/2008 lentang PPN-DTP atas Impor Barang dan/atau Penyerahan Barang Kena Pajak Tertentu Pada Sektor Tertentu (berlaku s.d. 31 Desember 2009) 5) Untuk BBN PSO, dlberlkan subsidi sebesar Rp 1,000 /It rata - rata selisih dan harga BBN dan BBM (apabila harga BBN lebih lingi dari BBM) untuk Tahun Anggaran 2009 KEBIJAKAN DAN REGULASI TERKAIT BBN 1) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi 2) Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2004 tentang Kegiatan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi 3) Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional 4) Inpres No.1 Tahun 2005 tentang Penyediaan dan Pemantaatan Bahan bakar Nabati (Biofuel) sebagai Bahan Bakar Lain 5) Peraturan Menten Energi dan Sumber Daya Mineral No. 032 Tahun 2008 tanggal 26 September 2008 tenlang Penyediaan, Pemantaatan dan Tata Niaga Bahan Bakar Nabati (Biotuel) Sebagai Bahan Bakar Lain

Laporan Tahunan 2009

6) Keputusan Oirjen. Migas No. 13483 KJ24/0JM/2006, Standar dan Mutu (Spesifikasi) Bahan Bakar Nabati (Biofuel) Jenis Biodiesel sebagai Bahan Bakar Lain Yang Oi Pasarkan Oi Oalam Negeri, Mengacu Pada SNI Biodiesel No. 04-7182·2006

7) Keputusan Oi~en. Migas No. 23204 KJ10!OJM.S/2008, Standar dan Mutu (Spesifikasi) Bahan Bakar Nabati (Biofuel) Jenis Bioetanol sebagai Bahan Bakar Lain Yang Di Pasarkan Di Oalam Negeri, Mengacu Pada SNI Bioetanol No. 7390:2008 Beberapa Badan Usaha yang bergerak dalarn pengembangan Bahan Bakar Nabali yang telah memiliki izin usaha dan Oirektorat Jenderal Migas dapat dilihat pada label berikut :

Laporan Tahunan 2009

c:
C

c.s::::.

::J

o~

c: o.s::::.
0::J

c o
C

I-c:

<ric o
I-

6~ COo

O~

C.s::::.

::J

I-

o
LO

~

o
,0

0> C

~

.:E
~

-,

Q

o
N CO C

o ..-

c: :si2
<..) CO

C)

o o
en

en
co

C Q)

o

....
Q)

J::
co co co

'ar

en

E

o
~
c,
LO

......... z o
-u !:!:I-i :::T .
Q)OJ
::::I

~~.

ro

m ~ ta
ro

~

OJ ro


o

ru ~

Penjualan Bio-BBM Pertamina
PENJUALAN BIO-BBM, PT PERTAMINA

~ ~ ...
0 '" iii

-

l~

i

6W'~O
~IDOO

:! ""
::I

if

~
iii lOOOO

lOO6

Hal
10.!IS

200j ~4.o1600 16,.lOOOO

a

_

..

~~t.!;_~~·'·

--

e;!!JOOii.JIlIf,;>!;Ol·

----

------------------------~---------S41.1A:~ 00 ~.J5~,.~H lAo
---f---

.......-~"I-p~~·" - :;.dNo·J'!mherl009 -' ,.dJ'Jnll009

--~--------------

-

J'j(j,451iJl!1l

Gambar 42, Statistik Peniualan Bio-BBM Pertamina Pemanfaatan BBN sebagai blending komponen BSM (sesuai dengan Permen ESDM Nomor 32 Tahun 2008)

Transportasi PSD

"1J".E!lmlldiI]J

1%
(existing)

1%

,&,5%

5~

10'%

2tl

%

ckelbutliJil,M

tot1al

Tnnsportasl
NonPSO Indusbi
omersla,1

1% dan 2.,5% 0,1 % ~,5 t'o 0,25%

3%

7%

10%

20%
" Tsrhadap

5% 1%

1,f) %

15% 15%

20,% 20%

kebuturtM total

Pembangklt Li6bik

1

10%

• Tamadap ktOul1Jhan total

Laporan Tahunan 2009

** Spesifikasi disesuaikan dengan speslfikasi global dan kepentingan domestlk

Tabel13. Pentahapan Kewajiban Minimal Pemanfaatan Bioetanol
-

cn:.toiber

-

-

---

Ja,h11~5 Sdrtor

---

20~a, tI,d DeserlIDlll!r :200B

Januan

.!I:am.lillin

2(1091

2010,

Jariuari 2,rn 5""

JelllLi;iln 202{J-

Jallliuan 2025,"'"

Kfltel<lfli'~

Rumah

T~n9ga
Tranlportasl
PSO 3%

~aoalini tidat CiititniluMrt

1%

3%

5%

10%

15%

°lerhadap

(e)(1isting)
5% 5%

tntal
1'~

kebuwhat

lirarrs~nas1 NDJIilPSO

(~is;Jiilg )

m%

12%'

1~ I)?a

°1em ad:a~ kelru'ruh ;:r
l.o,~8i1

In.d.. 1rI dan Komlllrsll!ll Pembangkl,t Listrik

5%

10%

12'%

1:5%

• Tamcu:lCN'

ubu(lJlwI lolal

S.aaUni 1i\!'iao dil!)Il~1W1

H

Spesifikasi disesuaikan dengan spesifikasi global dan kepentingan domestfk

Tabel14. Pentahapan Kewajiban Minimal Pemanfaatan Minyak Nabati Murni,

IlluJ&istrLi

dan

!rroltliJl

Transportael IL(I1N{iQd me<:llum .peed engine)

1% 1%

3% 3%
5%

tJ. !i'. 5% 7%

1o(Jr%

Marine

H]'%

PambangkU

Llsb1k

0.2:5%

1%

10%

~lem2dap I.otaj

H

Spesifikasi disesuaikan dengan spesifikasi global dan kepentingan domeslik

Laporan Tahunan 2009

E. SUBSIDI BAHAN BAKAR SUBSIDI BBM Subsidi BBM dan LPG pada tahun 2009 mengalami penurunan jika dibandingkan tahun 2008 yaitu dan Rp. 139,03 triliun menjadi Rp. 45,04 triliun (Unaudited). Perhilungan subsidi tahun 2009 menggunakan lep US$ 61,55lbarel dengan kurs sebesar Rp. 10.355,67. VOLUME DAN SUBSIDI BBM JENIS TERTENTU & LPG TERTENTU
140,000 120,000 _.
:..:: ::>
LoLl

100,000 80,000 60.000 40,000 20,000

en ii:

~ ::> .....

0 :>

a

2006 2007 .sOLAR 2008 MilAN TERKONV£RS1/lPG -SU 2009
BSIDII(Rp MIUilirJ

PREMIUM

KEROSENE

Gambar 43. Statistik Volume dan Subsidi BBM & LPG Note: Volume BBM sampai 29 Desember 2009 (Unaudited) Volume Minyak Tanah lerkonversi/LPG sampai tanggal 31 Desember 2009 (Unaudited) Subsidi BBM dan LPG Unaudited

PROGRAM KONVERSI MINYAK TANAH KE LPG Program Konversi Minyak Tanah ke LPG pada tahun 2009 adalah sebesar 23.772.582 paket dengan volume LPG sebesar 1.682.234 MT yang akan mengkonversikan minyak lanah sebanyak 4.168.082 kilo liter yang akan meliputi wilayah NAD, Riau Daratan, Sumalera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, OKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DIY, Bali, Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan. Realisasi sampai tanggal31 Desember 2009 temyata adalah 24.139.156 paket dengan volume LPG sebesar 1.838.729 MT yang mengkonversi minyak tanah sebanyak 5.384.393 kilo liter. Gambar berikut mempertihalkan program konversi Minyak Tanah ke LPG tahun 2009.

Laporan Tahunan 2009

REALISASI PROGRAM PENGALIHAN MINYAK TANAH KE LPG
--JiIIinI~f'.,,~ T!!Ii'N:J~ K\I'! VQI&!IITJ4I' !.linn .. '1!1t~lo
I

~J'aoIi;l!II1I4I'
MHI!I;fl !nMWAI I,/!»Y
,

I,IQh.im., Mnl'II!r-~

10liiol

~lIIIll
--

!!N1!Ot5"

IMdQ,v,

(Kq - --

~K~J 9.851.812 7.a:12.210 JatI~.SUIII*~Stlal;,wU~8;wat 6aMtn.. hwa TetI'IIaIL01 Y09,aII~.
T"IIIUI'. ~.
! ,

2007 200II

U34.W
14.361.M7

UU05 676.)12

1J75.1II9
15.017.5311

33.<116 5t2.242
,II

1111182 2.0tia.538

J~

W.O. SwRut. RIau. K.epn. SUnlHt_

2009 .)
r-:

22.553.915

UlI5.2.(t
'!

24.139.1511

1.831l.1~ ~ &.384.393
j'

i
TOTAL
0I1:I.1"9..441J

ntn9. DIY. Jan.

~ul)9.

OK.!. .lab.,.

Sanren.~.
_j

8aIi. K.<IIIIn. SUIs.tt

I

2_<103.038'1

43.152 ......

2.464.a91

1.617.111

Rl!NC.AHA 2001 RI!NCMA 1001

2O.OOClODO
23.712.581

1.1".020
1.600.Il00

2.01J.4~
!

1~":W
I

S4i1uruh .».ora.
StII.IIIaII.

sa~. ~n d

SwRaba

4.000.000

5.8CM.1t11

SetllJUh In~ P-,u. II.., HTT S.lInh

u.aui ....... u,

2010

9.m.2115

3.110.000

7.1100.000

2.000.000

1ndonI$ia.1I~

MINIu.

Pwpu~ d;1IR HIT

Laporan Tahunan 2009

DIREKTORAT' TEKNIK DAN LINGKUNGAN

. -..

,

~

~.
\
""'-_

f.i
~-~

'-

-i •
.

~~.
t

t ~I

.

~. T

I

DIREKTORAT TEKNIK DAN LlNGKUNGAN MIGAS
Dalam rangka melaksanakan tugas perumusan dan pelaksanaan kebijakan, pembinaan teknis aspek keselamatan migas (keselamatan pekerja, umum, instalasi/peralatan dan lingkungan) dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi, Direktorat Teknik dan Lingkungan Migas telah melaksanakan beberapa kegialan pada tahun 2009 sebagai berikut. I. Penyusunan Pedoman dan Prosedur Kerja

(1) Penyusunan Pedoman, Prosedur Teknis Keselamatan Migas Pada tahun 2009 telah disusun (masih dalam proses) beberapa rancangan peraturan dan pedoman teknis, yailu: a, Rancangan Peraturan Menteri ESDM tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia Mengenai Biodiesel dan Bioetanol Terdenaturasi untuk Gasohol sebagai Standar Wajib; b. Rancangan Peraturan Menteri ESDM tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia Mengenai Casing, Tubing, Pipa Bor, Semen Pemboran, Material Lumpur Pemboran, dan Wireline Unit untuk Industri Minyak dan Gas Bumi sebagai Standar Wajib; c. Rancangan Peraturan Menteri ESDM tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia Mengenai Pelaksanaan Operasi Pemboran Darat dan Lepas Pantai yang aman di Indonesia serta Inspeksi, Pemeliharaan dan Reparasi Wireline Unit sebagai Standar Wajib; d. Rancangan Peraturan Menteri ESDM tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia Bidang Pelumas sebagai Standar Wajib; e. Rancangan Peraturan Menteri ESDM lentang Tata Cara Sertifikasi, Pembubuhan Tanda SNI dan Tanda Keselamatan Migas Instalasi Pipa Penyalur Minyak dan Gas Bumi; f. Pedoman Teknis Instalasi Pengisian, Penanganan dan Penggunaan serta Pemeriksaan Berkala Tabung LPG; g. Rancangan Peraturan Menteri ESDM tentang Pedoman Teknis Instalasi Pengisian, Penanganan dan Penggunaan serta Pemeriksaan Berkala Tabung LPG sebagai standar wajib. h. Rancangan Peraturan Menteri ESDM tentang Tata Cara Pemeriksaan Teknis Wireline dan Cementing Unitpada Kegiatan Usaha Minyak dan Gas Bumi; dan i. Rancangan Peraturan Menteri ESDM tentang Tata Cara Pembongkaran Kepala Sumur dan Platfonn Pasca Produksi pada Kegiatan Usaha Minyak dan Gas Bumi (2) Pemberlakuan Pedoman dan Prosedur Kerja Pada tahun 2009telah ditetapkan pedoman dan prosedur keria, yailu: Keputusan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Nomor 8298.Kl10/DJM.T/2009 2009 tentang Pedoman Pemberian Surat Keterangan Terdaftar.

tanggal 1 Mei

(3) Perumusan Standar Nasionallndonesia Dasar pelaksanaan standardisasi di Indonesia mengacu kepada PP No. 102 Tahun 2000 tentang Standardisasi Nasional. Dalam perumusan Rancangan SNI (RSNI), instansi teknis (dalam hal ini Ditjen Migas) diberi kewenangan oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN) melalui SK Kepala BSN NO.799/BSN-01/HK.19A110/98 tanggal1 Oktober 1998 tentang Sistem Standardisasi Nasional, dan SK Kepala BSN NO.810/BSN-01/HK.63/07/99 tentang Penetapan Panitia Teknis Perumusan SNI. Panitia Teknis yang melaksanakan perumusan RSNI Sub Bidang Migas dan telah ditetapkan dengan SK Di8en Migas No. 6492.Kl821DJM/2007, meliputi:

Laporan Tahunan 2009

a. Panitia Teknis 75-01 - Sub Panitia Teknis - Sub Panitia Teknis - Sub Panitia Teknis - Sub Panitia Teknis - Sub Panitia Teknis - Sub Panitia Teknis b. Panitia - Sub - Sub - Sub - Sub c. d. Teknis Panitia Panitia Panitia Panilia

Peralatan, Material, Inslalasi dan Instrumenlasi, yang terdiri dari: Pipeline Transportation System (SC2) Drilling and Completion Fluids and Well Comment (SC3) Drilling and Production Equipment (SC4) Casing, Tubing and Drillpipe (SC5) Processing Equipment and System (SC6) Offshore Structure (SC7)

75-02 Produk Minyak Bumi, Gas Bumi dan Pelumas, yang terdin dan: Teknis Dynamic Petroleum Measurement (SC2) Teknis Static Petroleum Measurement (SC3) Teknis Clasifications and Spesification (SC4) Teknis Measurement of Light Hydrocarbon Fluids (SC5)

Panilia Teknis dan Gugus Kerja Standardisasi Migas 03-01 Sislem Manajemen dalam Kegiatan Usaha Migas, selanjutnya disebut Panitia Teknis 03-01/AG3 Management System in Oil & Gas.

Tahun 2009 telah dilakukan perumusan 12 (dua belas) dokumen RSNI-2 dan Sub Panitia Teknis 7501/SC2, 75-01/SC3, 75-01/SC5, 75-01/SC6, 75-02lSC4 dan 03-01/AG3 serta dilanjulkan dengan sidang forum consensus sebanyak 12 (dua belas) dokumen RSNI-3 untuk diprases lebih lanjul menjadi SNI aleh Badan Slandardisasi Nasianal (SNI). RSNI sebanyak 12 dokumen termaksud adalah: a. Sub Panitia Teknis 75-01/SC2 - Pipeline Transportation Systems sebanyak 4 (empat) RSNI,

yaitu :
1. Kantrol korosl ekslernal pada sistem perpipaan logam bawah tanah atau terbenam (Revisi SNI13-4184-1996) 2. Kontrol korosi internal di dalam saluran pipa baja dan sistem perpipaan (Revis! SNI 134185-1996) 3. Pipa Karel unluk Mooring Lepas Pantai (Pipa Apung: OCIMF) - (OCIMF) 4. Industri Minyak dan Gas Bumi - Pelapis Luar Pipa Alir Pendam atau Benam Dalam Sistem Transpartasi Pipa Alir - Bagian 2: Pelapisan Dengan Fusion-Bonded Epoxy (ISO 21809-2First Edition 2007) b. Sub Panitia Teknis 75-01/SC3 - Drilling and Completion Fluids and Well Cement sebanyak 1 (satu) RSNI, yaitu : Petroleum and natural gas industries - Cements and materials for well cementing - Part 2: Testing of well cements (ISO 10426-2 First Edition 2003) c. Sub Panilia Teknis 75-01/SC5 - Casing, Tubing and Drilfpipesebanyak 2 (satu) RSNI, yaitu : 1. Induslri Minyak dan Gas Bumi - Pemeliharaan dan Pemakaian Casing dan Tubing (ISO 10405 - 2000) 2. Petroleum and Natural Gas Industries - Field Inspection of New Casing, Tubing and Plainend Drill Pipe (ISO 15463 - 2003)

d. Sub Panitia Teknis 75-01/SC6 - Processing Equipment and Systems sebanyak 1 (satu) RSNI, yaitu:

Laporan Tahunan 2009

Petroleum and natural gas industries - Venting of atmospheric and low - pressure storage tank (ISO 28300 - 2008) e. Sub Panitia Teknis 75-02/SC4 - Classifications and Specifications sebanyak 3 (tiga) RSNI, yaitu: 1. Revisi (Penambahan spesifikasi) SNI - Klasifikasi dan Spesifikasi - Pelumas Bagian 2 : Minyak lumas motor bensin 4 (empat) langkah kendaraan motor (Revisi SNI 06-7069.11005) 2. Revisi (Penambahan spesifikasi) SNI - Klasifikasi dan Spesifikasi - Pelumas Bagian 2 : Minyak lumas motor bensin 4 (empat) langkah sepeda motor (Revisi SNI 06-7069.2-1005) 3. Penyusunan RSNI 1-4 Metode Uji Standar untuk Stabilitas Fluida (ASTM D 6278) f. Sub Panitia Teknis 03-01/AG3 - Management System in Oil and Gas sebanyak 1 (satu) RSNl, yaitu: Industri Minyak dan Gas Bumi - Muatan dan Penyusunan Draft Spesifikasi Fungsional (ISO 13879 - 1999)

(4) Perumusan Standar Kompetensi Kerja Nasionallndonesia Dasar pelaksanaan kompetensi ke~a di Indonesia mengacu kepada PP No. 31 Tahun 2006 tentang Sistem Pelatihan Ke~a Nasional. Tahun 2009 telah dilaksanakan konvensi 6 (enam) Standar Kompetensi Ke~a Nasionallndonesia (SKKNI), yaitu a. Standar kompetensi kena nasional indonesia sektor industri minyak dan gas bumi serta panas bumi sub sektor industri minyak dan gas bumi hulu-hilir (supporting) bidang mekanik sub bidang perawatan mekanik, Keputusan Menteri Tenaga Ke~a Dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor Kep. 471 Men 1112009 b. Standar kompetensi kena nasional indonesia sektor industri minyak dan gas bumi serta panas bumi sub sektor industri minyak dan gas bumi hulu hilir (supporting) bidang pressure relieve device, Keputusan Menteri Tenaga Ke~a Dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor Kep.48 I Men IIII 2009 c. Standar kompetensi kerja nasional indonesia sektor industri minyak dan gas bumi serta panas bumi sub sektor industri minyak dan gas bumi hilir bidang pemrosesan gas bumi, Keputusan Menteri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor Kep. 651 Men 1111/2009 d. Standar kompelensi kerja nasional indonesia sektor industri minyak dan gas bumi serta panas bumi sub sektor induslri minyak dan gas bumi hulu-hilir (supporting) bidang instrumentasi sub bidang perawatan peralatan instrumentasi dan sub bidang kalibrasi, Keputusan Menteri Tenaga Ke~a Dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor Kep. 119/ Men / IV 12009 e. Standar kompetensi kena nasional indonesia sektor industri minyak dan gas bumi serta panas bumi sub sektor industri minyak dan gas bumi hulu-hilir (supporting) bidang petugas teknisi operasi crude distilling unit pengolahan minyak bumi, Keputusan Menteri Tenaga Ke~a Dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor Kep. 155/ Men / V / 2009 f. Siandar kompetensi kerja nasional indonesia sektor industri minyak dan gas bumi serta panas bumi sub sektor industri minyak dan gas bumi serta panas bumt supporting bidang pengambilan contoh minyak dan gas bumi, Keputusan Menteri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor Kep. 182/ Men / V / 2009

Laporan Tahunan 2009

II. Pembinaan Keselamatan Migas Pembinaan Keselamatan Migas yang mencakup keselamalan dan kesehalan pekena, keselamatan umum, instalasi dan peralatan serta lingkungan bertujuan agar kegiatan usaha migas mencapai kondisi aman dan sehat bagi pekerja, aman bagi masyarakat umum, aman bagi lingkungan, aman

dan anda\ bag\ instatas\ migas, Pemb\naan Kese\amatan M\!Jas me~\p\lt\ stQndQ~d\'&Q'&\ pe'Q~QtQ~,
sumber daya manusia, sosialisasi pedoman umum instalasi migas dan prosedur keqa serta pengelolaan lingkungan hidup. Dalam rangka menjalankan fungsi pembinaan terse but, Direklorat Teknik dan Lingkungan Migas melaksanakan hal-hal sebagai berikut; (1) Pembinaan Keselamatan Migas Bimbingan-bimbingan dan pembinaan-pembinaan teknis dilakukan dengan melibatkan pihakpihak terkait dan topik-tooik seperti Bejana Tekan, Pesawat Angkal, Katup Pengaman, Pipa Penyalur, pengelolaan limbah B3 dan lain sebagainya. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan para pelaksana kegiatan operasi migas serta sebagai sarana untuk menyamakan persepsi antara pemerintah sebagai regulator dengan pelaksana di lapangan mengenai peraturan perundangan dan standard/code. (2) Pengangkatan KepalaIWakil Kepala Teknik Migas KepalaIWakil Kepala Teknik merupakan pegawai yang dilunluk oleh pemeriotah sebagai wakil Pernerintah unluk menjalankan fungsi serta bertanggung jawab atas pembinaan dan pengawasan serta penerapan keselamalan migas pada kegiatan operasi perusahaan seharihan. Pejabat yang dapat ditunjuk sebagai KepalaIWakil Teknik Migas adalah pengusaha atau pejabat lain yang ditunjuk oleh pengusaha. Pada kegiatan usaha hulu migas terdiri dan PenyelidikIWakil Penyelidik unluk kegialan Eksplorasi dan KepalaIWaki! Kepala Teknik Tambang untuk kegiatan Eksploitasi/Produksi. Sedangkan pada kegiatan usaha hilir migas terdiri dan: KepalaIWakil Kepala Teknik Pemurnian dan Pengolahan untuk kegiatan pengolahan migas; KepalaIWakii Kepala Teknik Pengangkutan dan Penimbunan untuk kegialan niaga, pengangkulan dan penyimpanan migas; dan KepalaIWakii Kepala Teknik Sarana Transmisi dan Distnbusi khusus untuk kegiatan PT PGN Tbk. dan PT Transgasindo. Perselujuan pengangkatan KepalaIWakil Kepala Teknik Migas selama tahun 2009 telah diberikan kepada: Kepala Teknik Kegiatan Hulu Migas = 28 Orang Kepala Teknik Kegiatan Hilir Migas = 24 Orang - Wakil Kepala Teknik Kegialan Hulu Migas = 100 Orang - Wakil Kepala Teknik Kegialan Hilir Migas = 37 Orang (3) Pembinaan Perusahaan Jasa Inspeksi Teknik (PJIT) Berdasarkan Peraturan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor : 06.P/0746/M.PEf1991 dan Sural Keputusan Dirjen Migas No. 43P/3821DDJM/1992, dalam rangka menunjang kelancaran pemeriksaan teknis atas peralatan dan instaJasi, Dirjen Migas dapat menunjuk pihak lain untuk membantu Direktorat Teknik dan Ungkungan Migas dalam melaksanakan pemeriksaan teknis peralatan dan instalasi pada kegiatan usaha migas. Untuk menjadi Perusahaan Jasa Inspeksi Teknis (PJIT), perusahaan harus memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan oleh Ditjen Migas antara lain: a. memillki Tenaga Ahli yang bertanggungjawab atas bidang keahliannya serta memiliki pengaJaman yang cukup;

Laporan Tahunan 2009

b. memiliki peralatan atau dapat menunjukkan sural jaminan penggunaan dart pemilik peralatan penunjang inspeksi yang dibutuhkan sesuai dengan bidang inspeksinya; dan c. memiliki kemampuan membuat prosedur pemeriksaan teknis secara rinci sesuai bidang inspeksinya. Ditjen Migas telah menunjuk 21 Perusahaan Jasa Inspeksi Teknik (PJIT) sesuai dengan kualitas yang ditentukan dengan bidang pemeriksaan teknis sebagai berikut: a. Bejana Tekan b. Pipa Penyalur c. Konstruksi Platform d. Tangki Penimbun e. Pesawat Angkat f. Peralatan Putar g. Peralatan Listrik h. Rig (instalasi pemboran) Pada program anggaran tahun 2009 telah : 9 perusahaan; : 7 perusahaan; : 2 perusahaan; : 4 perusahaan; : 6 perusahaan; : 6 perusahaan; : 6 perusahaan; : 5 perusahaan; dan dibuat profil 800 perusahaan Usaha Penunjang Migas.

(4) Pemberian Tanda Penghargaan Keselamalan Kerja Migas Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi No. 516.K1M.PEJ1989 tanggal 29 Mei 1989, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia memberikan Tanda Penghargaan Keselamatan Kerja Migas kepada BUiBUT yang berprestasi dalam penerapan aspek K3-LL Ada 2 (dua) jenis Tanda Penghargaan Keselamatan Kerja Migas yaitu : a. Kategori Jumlah Jam Kerja Aman tanpa Kecelakaan 1. Patra Nirbhaya Karya Pratama 2. Patra Nirbhaya Karya Madya 3. Patra Nirbhaya Karya Utama 4. Patra Nirbaya Karya Utama Adi Nugraha b. Kategori Pembinaan Keselamatan Kerja Migas 1. Patra Karya Raksatama 2. Patra Karya Raksa Madya 3. Patra Karya Raksa Pratama Tanda Penghargaan Keselamatan Kerja Migas pada tahun 2009 diberikan sebanyak 25 (dua puluh lima) penghargaan kepada Perusahaan untuk Kegiatan Hulu Migas. (5) Melaksanakan Forum Kesetemstsn Migas Pelaksanaan kegiatan ini dimaksudkan sebagaj forum diskus, antara Dltjen Migas dengan semua pihak yang terkait untuk membahas semua pennasalahan keselamatan migas di lapangan terutama yang lerkait dengan pelaksanaan pembinaan dan pengawasan. Selain itu forum konsultasi digunakan sebagai untuk koordinasi pelaksanaan program pembinaan keselamatan migas yang akan dilaksanakan oleh BUiBUT pada tahun berikutnya. Pada tahun 2009 telah dilaksanakan 2 (dua) kali temu konsultasi, (6) Pembinaan Usaha Penunjang Migas Pembinaan terhadap Usaha Penunjang Migas dilakukan dengan menganalisis dan evaluasi terhadap kemampuan perusahaan jasa nasional. Pembinaan usaha penunjang dilakukan sebagai berikut:

Laporan Tahunan 2009

1. melakukan kunjungan ke perusahaan jasa penunjang migas dalam rangka verifikasi unluk melihat secara fisik kemampuan sumber daya ,manusia, sarana prasarana, mesin dan peralatan yang dimiliki, permodalan dan aspek legalitas; 2. melakukan analisa dan evaluasi tehadap perusahaan usaha penunjang migas; dan 3. melakukan koordinasi dengan Asosiasi dan Stakeholder Perusahaan Usaha Penunjang Migas. Selama periode lahun 2009 telah diterbitkan Sural Keterangan Terdaftar (SKT) Migas untuk Perusahaan Penunjang Migas sebanyak: - 354 SKT bidang usaha Jasa Konstruksi, - 1135 SKT bidang usaha Non Konstruks;' dan - 142 bidang usaha Industri.

III. Pengawasan Keselamatan Migas
Berdasarkan UU No. 22 Tahuun 2001, BU dan BUT (pelaku kegiatan usaha migas) menjamin alas dipenuhinya peraturan perundang-undangan antara lain keselamatan migas, standar dan mutu, penerapan kaidah keteknikan yang baik. Pengawasan haltersebut dilakukan oleh Direktorat Teknik dan Lingkungan Migas, yang dilaksanakan di dalam negeri maupun luar negeri melfputi. a. Inspeksi rutin keselamatan kerja pada kegiatan usaha hulu setiap 6 (enam) bulan sekali sebanyak 12 kali. b. Inspeksi rutin keselamatan kerja pada kegiatan usaha hilir setiap 6 (enam) bulan sekali sebanyak 32 kali. C. Inspeksi rutin keselamatan lingkungan pada kegiatan usaha hulu dan setiap 6 (enam) bulan sekali sebanyak 24 kali; d. Inspeksi rutin keselamatan lingkungan pada kegiatan usaha hilir dan setiap 6 (enam) bulan sekali sebanyak 16 kali e. Inspeksi insidentil: inspeksi yang dilakukan apabila terjadi kecelakaan, kebakaran, ledakan atau kegagalan operasi lainnya dan pencemaran lingkungan sebanyak 13 kali (kecelakaan, kebakaran, ledakan atau kegagalan operasi lainnya) f. Pemeriksaan teknis atas peralatan dan instalasi serta instrumentasi yang meliputi: pipa penyalur, bejana tekan, katup pengaman, platform, peralatan listrik, peralatan putar, pesawat angkat, rig, tangki penimbun dan instalasi. Pelaksanaan pemeriksaan teknis peralatan dan instalasi selain oleh petugas Ditjen Migas juga dilaksanakan oleh Perusahaan Jasa Inspeksi Teknik (PJIT) yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi. (1) Sertitikst Kelayakan Penggunaan Peralatan (SKPP) dan Senifikat Kelayakan Penggunaan Instalasi (SKPI) Pemeriksaen teknis atas peralatan dan instalasi meliputi evaluasi dokumen, pemeriksaan fisik, pengujian dan pelaporan yang dilakukan pada saat: a. pada saat instalasi dan atau peraJatan akan dipasang; b. saat unjuk kerja teknik yang akan dipergunakan; C. secara berkala sesuai dengan sifat dan jenis instalasi, peralatan dan teknik yang akan dipergunakan; dan d. setiap saat apablla dianggap perlu oleh Direktur Jenderal c.q. Direktur Teknik dan Lingkungan Migas.

Laporan Tahunan 2009

Pada tahun 2009, Direktur Teknik dan Lingkungan Migas a.n. Dlrektur Jenderal Minyak dan Gas Bum; telah menerbitkan 12821 Sertifikal Kelayakan Penggunaan Peralalan (SKPP) dan Sertifikat 73 Kelayakan Konslruksi Platform (SKKP), dengan rincian sebagai berikut: a. b. c. d. e. f. g. h. 120 SKPP unluk Pipa Penyalur; 8362 SKPP untuk Bejana Tekan; 1380 SKPP unluk Peralatan Putar; 1503 SKPP untuk Peralatan Listrik; 1051 SKPP untuk Pesawat Angkat; 405 SKPP unluk Katup Pengaman; 2651zin Penggunaan Tangki Penimbun; dan 73 SKKP untuk Platform.

Sedangkan untuk pemeriksaan teknis inslalasi selama tahun 2009, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi telah menerbitkan 79 Sertifikat Kelayakan Penggunaan Instalasi (SKPI) unluk kegialan usaha hilir migas dan 23 Sertifikat Kelayakan Penggunaan Instalasi (SKPI) untuk kegiatan usaha hulu migas. Selain SKPP, SKKP dan SKPI, Direklur Teknik dan Lingkungan Migas a.n. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi juga menerbilkan Izin atau Rekomendasi sebagai hasil alas pemeriksaan keselamatan kerja peralatan dan atau instalasi sebanyak: Izin Gudang Bahan Peledak Rekomendasi P2 Bahan Peledak Rekomendasi Pemusnahan Bahan Peledak lzin Layak Operasi (SILO) terhadap lnstalasi pemboran Izin Masuk Operasi Migas (SIMOM) terhadap kapall barge Izin Penggunaan Sistem Meter Gas [zin Penggunaan Sistem Meter Liquid Izin Penggunaan Pelat Orifis Izin Penggunaan Depth Tape dan Level Gauge Izin Penggunaan Jembatan Timbang Elektronik Izin Penggunaan Bejana Ukur Izin Penggunaan Tangki Ukur Darat Izin Penggunaan Tangki Ukur Terapung Izin Penggunaan ATG, ATC dan CTC Izin Penggunaan TPR Izin Penggunaan FM, MM dan MP Persetujuan Alai Ukur Persetujuan Teknis Alai Ukur Migas (Keagenan A1at Ukur) Persetujuan Teknis Perakit Perekayasa Sislem Alai Ukur Migas Prosedur Serah Terima Migas Persetujuan Welding Procedure Specification (WPS) Prosedur Hot Tapping KuaHfikasi Juru Las Nomor Pelumas Terdaftar (NPT) Rekomendasi Pelumas : 98 sural izin; : 69rekomendasi; : 1 rekomendasi; : 125 sural izin; : 26 sural izin; : 328 sural izin; : 79 sural izin; : 59 sural izin; : 81 sural izin; : 16 surat izin; : 21 surat izin; : 137 sural izin; : 40 sural izin; : 31 surat izin; : 14 sural izin; : 43 sural izin; : 39 persetujuan; : 11 perselujuan; : 8 persetujuan; : 36 prosedur; : 1149 WPS; : 29 prosedur; : 8246 kualifikasi; : 1125 NPT; : 977 rekomendasi

Laporan Tahunan 2009

I

(2) Statistik Kecelakaan dan Pencemaran

Data kecelakaan migas yang te~adi sepanjang tahun 2009se~~]

berlkut

Laporan Tahunan 2009

......
os

...... ......

......
o
CD
Q)

W I'V

z o
A-;

s:

I'V ...... w CD
Q)

CD
I'V CD

'- Q) '::::l

o o

Q)

C
::::l.

::::l
Q)

C
::::l.

Iii'

IDQ)O

--------------------------------------------------~--------~------~~----+_------4~

g~

I'V I'V 00

9:~ ~~C

::::l

Q)

ar
~
Q) Q)

::::l

3 ~
Q)

~

c:
::::l

tv

o o

------------------------------~~------------------------------------------+_----__4~

CD

......
o

......
C)

::I:Q)ccfj

oo,-g
::::l

c=l30>

U1

cmru;;' !!!.- ::::l'" m

----------------------------------------------------------------------------+-~--__4~

......
o

......
<:.n
w

......

tv

G)

Z A
G) C C <C
::::l ::::l

h;J
3 2
a.

~ 3
Q)

Q)

$
c

c

0)

o U)
L.L

c ra

0..

u;

E

n, n,

:£! ro
ro ..:.::: o
....J
III

!=)

...... ro E
0)

U)

c ra

0)

""5 ..:.::: o, o, n,
0)

...... ro E
0)

..:.:::

Q)

c,

co n, "ro:::I

::2

C
:::I

c ro

U)

e o

0)

c

~
U)

a::
I.l) I.l)

o
N

"6..

<.9 ro c..

"Ui III ";::

ro <.9 :5
a,

ro f-

c ro

ro
E

CO

o,

~

E

~
o
N

E

~

u;

ro E :::i 0) c ro c.. E

cog

ffi ......

I.l)

M

......

I.l)

,,-

......
I.l)

CO(D

,,-

<0

cog

N

C!

I.l)

CO (D

......

M

......

......
I.l)

I.l)

,,-

CO<q

......

ra ra
:::I

8:<r.. ~ :r: <r.. U)
0::: w o,
=:l

0.. ......

Q)

~ <r..

ro

~ <r..

ro

:£! ra

~<r..
"L.L

O)ro c~

"-

"0 ~ -Q)_ Q)

~E ~~

ro

"0 ~ -Q)_. Q)

ra

E
0 "Ui
Q) "0

&&

o0 "6>"6>

cc

~~
"0,
Q)

cc

o

ra

"6>
Q)

0:::0:::

o
C

C

a.. a..

ww

c:: C :::I "-"E E E :::I ~~..c
o, o, n,
0) Q) Q) ~

ro ro

..c

-

0)"0)"0

ra ra
c"~

C

o o
N

0)

o o o
0) 0)0

......

0)

I-~

ro

Q)

"c
0)

.. .. ..
N

ON

o

N:::I :::I

III :::I 0)

..c E Ci.
N Q)

Q)

0 0 N
~

:::I

N

"S o
N

U;

N N

<r..
I.l)

~go
N

Q)0)3;2

0

CO

o z

(D

,,-

............

CO 0)

o
N

,,N

N N

M N

I.l)

(D

,.._ CO

N

N

NN

0)

N

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->