Anda di halaman 1dari 3

Laporan Pendahuluan Praktikum

“Pengambilan Darah Vena”


Oleh: Nicky Anelia, 0806334161
Kelompok E

Tujuan : mendapatkan spesimen darah vena tanpa anti koagulan yang memenuhi
persyaratan untuk pemeriksaan kimia klinik dan imunoserologi
Lokasi : vena mediana cubiti (dewasa)
vena jugularis superficialis (bayi)

1. Alat
 Spuit disposible 10 ml
 Tabung plastik 1 ml untuk pemeriksaan Hb
 Torniquet (alat ikat pembendungan)
 Microtube (tabung mikro) 1 ml untuk menyimpan serum
 Sentrifuge (pemusing untuk memisahkan serum)
 Kotak pendingin untuk membawa darah dan serum
 Aluminium foil (kertas aluminium)

2. Bahan
 Antikoagulan EDTA
 Kapas alkohol 70%
 Air bebas ion dan larutan HNO3

3. Prosedur Pengambilan Darah


 Pengambilan darah sebelum dan setelah intervensi dilakukan pada jam
9.00-12.00.
 Bersihkan kulit diatas lokasi tusuk dengan alkohol 70% dan biarkan
sampai kering.
 Lokasi penusukan harus bebas dari luka dan bekas luka/sikatrik.
 Darah diambil dari vena mediana cubiti pada lipat siku.
 Pasang ikatan pembendungan (Torniquet) pada lengan atas dan
responden diminta untuk mengepal dan membuka telapak tangan berulang kali
agar vena jelas terlihat.
 Lokasi penusukan di desinfeksi dengan kapas alkohol 70% dengan cara
berputar dari dalam keluar.
 Spuit disiapkan dengan memeriksa jarum dan penutupnya.
 Setelah itu vena mediana cubiti ditusuk dengan posisi sudut 45 derajat
dengan jarum menghadap keatas.
 Darah dibiarkan mengalir kedalam jarum kemudian jarum diputar
menghadap kebawah. Agar aliran bebas responden diminta untuk membuka
kepalan tangannya, darah kemudian dihisap sebanyak 10 ml.
 Torniquet dilepas, kemudian jarum ditarik dengan tetap menekan lubang
penusukan dengan kapas alkohol (agar tidak sakit).
 Tempat bekas penusukan ditekan dengan kapas alkohol sampai tidak
keluar darah lagi.
 Setelah itu bekas tusukan ditutup dengan plester.

4. Distribusi Darah
a. Untuk pemeriksaan hemoglobin
 Dari 10 ml darah yang diperoleh, 1 ml dituang kedalam tabung plastik
yang sudah diberi antikoagulan EDTA degan dosis sesuai aturan.
 Kemudian dicampur sampai homogen dan diberi identitas. Selama
menunggu dibawa ke laboratorium, sampel diletakkan kedalam rak dan
dimasukkan kedalam kotak pendingin.
 Sampel dikirim ke laboratorium dan harus diperiksa sebelum 4 jam
setelah pengambilan.
b. Untuk pemeriksaan lainnya
 Sisa darah dimasukkan kedalam tabung pemusing dan dipusingkan
dengan kecepatan 3000 rpm selama 15 menit sampai serum terpisah
dengan baik.
 Serum yang diperoleh rata-rata sebanyak 5 ml kemudian dipisahkan
kedalam tabung reaksi yang dibungkus dengan kertas aluminium dan
dibagi kedalam beberapa tabung mikro dengan tutup yang tidak
mengandung bahan karet.
 Masing-masing pemeriksaan disiapkan 2 tabung (satu diperiksa, lainnya
untuk cadangan)
 Semua serum disimpan didalam deepfreezer pada suhu –800 C sebelum
dianalisis.