Anda di halaman 1dari 10

Nama : Mahbubatur Rohmah

NIM : 0902101013011

Prodi : Pendidikan Biologi (Reguler)

R    R


R  

 
R
R  

Ê R
eperti diketahui, kemampuan berfikir dan bernalar membuat manusia menemukan
berbagai pengetahuan baru. Pengetahuan itu kemudian digunakan untuk mendapatkan
manfaat yang sebesar-besarnya dari lingkungan alam yang tersedia. Akan tetapi, sering pula
teknologi yang kita hasilkan itu menimbulkan pengaruh sampingan yang menimbulkan
kemudaratan (Nasution, 1999).
Dalam mengembangkan bioteknologi, etika bioteknologi harus mendapat perhatian
yang utama. Bagaimanapun juga, perkembangan dalam bioteknologi tidak terlepas dari
tanggung jawab manusia sebagai perilaku sekaligus makhluk etis. Maka refleksi etis terhadap
apa yang sedang dilakukan manusia menjadi sangat diperlukan. Manusia hendaknya dapat
merefleksikan prinsip±prinsipnya sendiri dalam seluruh aktivitasnya, termasuk dalam bidang
ilmu pengetahuan dan teknologi. R  , merupakan tuntutan etis yang berciri menampung
segala pemikiran dan aliran tentang kehidupan, yang bersumber pada filsafat, budaya,
agama, tradisi tanpa harus terikat dengan agama tertentu.
Etika diperlukan untuk menentukan arah perkembangan bioteknologi serta
penerapannya secara teknis, sehingga tujuan yang menyimpang dan tidak menguntungkan
bagi kemanusiaan dapat dihindarkan. elain itu, yang tak kalah penting pula perlu diterapkan
adanya aturan resmi pemerintah dalam pelaksanaan dan penerapan bioteknologi, sehingga
ada mekanisme pengawasan yang intensif terhadap bahaya potensial yang mungkin timbul
akibat kemajuan bioteknologi.
 : Marlene Nally, dalam http://www.rudyct.com/PP 02-ipb/02201/wm_nalley.htm

Ê R 


Bayi tabung yaitu Bayi yang di hasilkan bukan dari persetubuhan, tetapi dengan cara
mengambil mani/sperma laki ± laki atau ovum perempuan, lalu dimasukan dalam suatu alat
dalam waktu beberapa hari lamanya. etelah hal tesebut dianggap mampu menjadi janin,
maka dimasukan dalam rahim ibu.ÊÊel sperma tersebut kemudian akan membuahi sel telur bukan
pada tempatnya yang alami. el telur yang telah dibuahi ini kemudian diletakkan pada rahim isteri
dengan suatu cara tertentu sehingga kehamilan akan terjadi secara alamiah di dalamnya. Bayi
tabung atau yang dikenal sebagai D  

 (dalam dunia medis) ini merupakan
suatu proses pembuahan sel telur oleh sel sperma di dalam tabung petri yang dilakukan oleh
petugas medis.
Keunggulan program bayi tabung adalah dapat memberikan peluang kehamilan bagi
pasutri yang sebelumnya menjalani pengobatan infertilitas biasa, namun tidak pernah
membuahkan hasil. edangkan kelemahan dari program ini adalah tingkat keberhasilannya
yang belum mencapai 100 persen. waktu untuk mengikuti program ini cukup lama dan
memerlukan biaya yang mahal.
R 
Dalam melakukan fertilisasi-in-virto transfer embrio dilakukan dalam tujuh tingkatan
dasar yang dilakukan oleh petugas medis, yaitu :
1. Istri diberi obat pemicu ovulasi yang berfungsi untuk merangsang indung telur
mengeluarkan sel telur yang diberikan setiap hari sejak permulaan haid dan baru
dihentikan setelah sel-sel telurnya matang.
2. Pematangan sel-sel telur sipantau setiap hari melalui pemeriksaan darah Istri dan
pemeriksaan ultrasonografi.
3. Pengambilan sel telur dilakukan dengan penusukan jarum (pungsi) melalui vagina dengan
tuntunan ultrasonografi.
4. etelah dikeluarkan beberapa sel telur, kemudian sel telur tersebut dibuahi dengan sel
sperma suaminya yang telah diproses sebelumnya dan dipilih yang terbaik.
r. el telur dan sperma yang sudah dipertemukan di dalam tabung petri kemudian dibiakkan
di dalam lemari pengeram. Pemantauan dilakukan 18-20 jam kemudian dan keesokan
harinya diharapkan sudah terjadi pembuahan sel
6. Embrio yang berada dalam tingkat pembelahan sel ini. Kemudian diimplantasikan ke
dalam rahim istri. Pada periode ini tinggal menunggu terjadinya kehamilan.
. Jika dalam waktu 14 hari setelah embrio diimplantasikan tidak terjadi menstruasi,
dilakukan pemeriksaan air kemih untuk kehamilan, dan seminggu kemudian dipastikan
dengan pemeriksaan ultrasonografi.

Ê !"R 


Pada dasarnya pembuahan yang alami yaitu pembuahan yang terjadi dalam rahim
melalui cara yang alami (hubungan seksual), sesuai dengan fitrah yang telah di tetapkan oleh
Allah untuk manusia. Akan tetapi pembuahan yang alami ini terkadang sulit terwujud,
misalnya karena rusaknya atau tertutupnya saluran indung telur (   ) yang
membawa sel telur ke rahim atau karena sel sperma suami lemah atau tidak mampu
menjangkau rahim isteri untuk bertemu dengan sel telur. Dimana kesemua factor itu
kemudian tidak bisa diobati.
Berdasarkan adanya permasalahan tersebut serta seiring adanya kemajuan
bioteknologi, maka mulai digalakkan adanya program bayi tabung. Pada mulanya program
bayi tabung ini diperuntukkan untuk menolong pasangan suami-istri (pasutri) yang tidak
mungkin mendapatkan keturunan secara alamiah akibat acdanya factor-faktor sepert yang
telah di uraikan di atas (tuba falopi si istri mengalami kerusakan permanen, kualitas sperma
suami yang lemah sehingga tidak dapat mencapai ovum, maupun akibat adanya suatu
penyakit tertentu yang tidak memungkingkan pasangan suami istri itu memiliki keturunan
secara alamiah.
Pada mulanya program bayi tabung ini dapat diterima oleh masyarakat sekitar karena
dalam program bayi tabung ini hanya melibatkan sperma dan ovum dari pasangan suami istri
yang sah, yang kemudian sperma dan ovum tadi dipertemukan di luar tubuh zygot dan
nantinya akan ditanam kembali pada rahim ibu kanduungnya. Dengan demikian maka bayi
yang dilahirkan adalah murni keturunan genetic dari suami istri yang sah. Akan tetapi
seiring perkembangannya, mulai timbul persoalan dimana semula program ini dapat diterima
oleh semua pihak karena tujuannya yang ³mulia´ menjadi pertentangan. Banyak pihak yang
kontra dan pihak yang pro. Pihak yang pro dengan program ini sebagian besar berasal dari
dunia kedokteran dan mereka yang kontra berasal dari kalangan alim ulama.

  M. Mujamil ,Pdi dalam


http://masgurusmk008.blogspot.com/2010/10/bayi-tabung-pro-dan-kontra.htmlÊ

#""R 

Berbagai dukungan yang pro mengenai program bayi tabung ini kebanyakan adalah
dari kalangan medis dan pasangan suami istri yang sulit memperoleh keturunan. Kebanyakan
yang pro (mendukung) adanya program bayi tabung ini melihat dari aspek positif yang
nantinya akan diperoleh. Mereka pro dengan adanya bayi tabung ini dengan alasan antara
lain :

-Ê Dengan adanya program bayi tabung maka pasangan suami istri yang awalnya tidak bisa
menghasilkan keturunan dalam waktu yang lama akhirnya bisa memperoleh keturunan
yang didam-idamkan dalam setiap kehidupan rumah tangga
-Ê Kesulitan untuk memperoleh keturunan tersebut dapat di atasi dengan suatu upaya medis
agar pembuahan antara sel sperma dengan sel telur dapat terjadi di luar tempatnya yang
alami. etelah sel sperma suami dapat sampai dan membuahi sel telur isteri dalam suatu
wadah yang mampunyai kondisi alami rahim, rahim isteri. Dengan demikian kehamilan
alami diharapkan dapat terjadi dan selanjutnya akan dapat dilahirkan bayi secara normal.
Proses seperti ini merupakan uapaya medis untuk mengatasi kesulitan yang ada.
-Ê Untuk memenuhi unnah rasul, sebagaimana seperti hadist yang Diriwayatkan dari Anas
RA bahwa, Nabi AW telah bersabda :

Β˶ ˰˰ϧϷ΍ Ϣ˵ ˰˵˰Ϝ˶Α ˲ή˰ΛΎ˴Ϝ˰˵˰ϣ ϲ͋˰˰ϧ˶Ύ˰˴˰ϓ ˬ Ω˴ ˸Ϯ˰˰˵ϟϮ˴ ϟ΍ Ω˴ ˸ϭΩ˵ Ϯ˴ ˰˰˰˸ϟ΍ ΍˸Ϯ˰˵Οϭ͉ ΰ˴ ˰˴Η˶Δ˰˰˴ϣΎ˰˴˰ϴ˰˰˰˶Ϙϟ΍ ϡ˴ Ϯ˴˰˰ϳ ˯˴ Ύ˰˴˰ϴ˰

³ Menikahlah kalian dengan perempuan yang penyayang dan subur, sebab sesunguhnya
aku aku akan berbangga dihadapan nabi dengan banyaknya jumlah kalian pada Hari
Kiamat nanti.´ (HR. Ahmad).
Berdasarkan pada sabda Rasul tersebut maka mereka pro dengan program bayi
tabung, karena mereka beranggapan dengan adanya program bayi tabung tersebut adalah
merupakan suatu terobosan atau upaya untuk mewujudkan apa yang disunnahkan oleh
Islam, yaitu kelahiran dan berbanyak anak, yang merupakan salah satu tujuan dasar dari
suatu pernikahan.

  Muhammad Zainal Abidin, dalam Ê


http://meetabied.wordpress.com/2009/11/02/hukum-kloning-tranplantasi-organ-abortus
dan-bayi-tabung-menurut-islam/

#"$ 

Pihak-pihak yang kontra dengan adanya program bayi tabung ini kebanyakan
adalah dari pihak alim ulama. Pihak yang kontra ini kebanyakan memandang bayi
tabung dari segi negative (segi madharat) yang nantinya akan ditimbulkkan akibat dari
adanya bayi tabung ini. Kebanyakan dari mereka beranggapan sebagai berikut :
-Ê Dengan adanya program bayi tabung akan menimbulkan sesuatu yang haram (melihat
aurat jenis kelamin lain), hal itu dapat terjadi tatkala apabila dokter yang menangani
program bayi tabung tersebut adalah seorang laki-laki, ketika proses pengambilan mani
(sel ovum wanita) tersebut maka akan ada konsekuesi, minimalnya sang dokter (laki-laki)
akan melihat aurat wanita lain, dimana wanita itu bukanlah mahramnya. edangkan
dalam agama jelas dikatakan bahwasanya melihat aurat orang lain yang bukan
mahramnya adalah salah satu perbuatan yang diharamkan.
-Ê Ada yang beranggapan bahwasanya keturunan merupakan salah satu rizki dari Allah
WT, sehingga apabila cara bayi tabung ini ditempuh, maka berarti dia tidak ridha
dengan takdir dan ketetapan dari ALLAH WT.
-Ê Adanya pandangan yang menganggap dengan adanya bayi tabung, itu sama saja dengan
menciptakan sendiri keturunan. Dengan demikian maka ditakutkan akan ada
ketidakpercayaan lagi dengan tuhan.
-Ê Adanya tanggappan skeptis terhadap orang-orang Barat (kaum kuffar), yang
menyimpulkan bahwa dengan menempuh cara ini (bayi tabung) dianggap sebagai sikap
taklid (tunduk dan patuh) terhadap peradaban Barat.
-Ê Adanya pandangan yang mengkhawatirkan akan terjadinya perzinahan dalam program
bayi tabung itu apabila dalam pelaksanaanya salah satu dari sel sperma maupun sel ovum
bukan asli dari sperma pasangan suami istri yang sah pernikahanya.
-Ê Dengan adanya program bayi tabung akan menimbulkan pencampuradukan dan
penghilangan nasab, sebagaimana yang telah diharamkan dalam ajaran Islam.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA bahwa dia telah mendengar Rasulullah AW
bersabda ketika turun ayat li¶an :

Ϡ˴˰˵Χ˸Ϊϳ˴ ˸Ϧϟ˴ϭ˴ ˬ˳Ί˸ϴ˰˴η ϲ˶ϓ Ϳ΍ Ϧ


˴ ϣ˶ ˸Ζδ
˴ ˰˸ϴϠ˴˰˴ϓ ˸ϢϬ˵ ˸˰Ϩ˶ϣ β
˴ ˰˸˰ϴ˴ϟ Ύ˱Β˰˰˴δϧ˴ ϡ˳ ˸Ϯ˰˴ϗ ϰ
˴ Ϡ˴ϋ ˸ΖϠ˴˰˴Χ˸Ω΃˴ Γ˳ ΃˴ή˰˸ϣ΍Ύ˴˰Ϥ͊˰ϳ΃˴ΔϨ͉ ˰˴˰Πϟ΍ Ϳ΍ Ύ˰˴Ϭˬ
Ϸ΍ α
˶ ˸ϭ΅˵ έ˵ ϰ
˴ Ϡ˴ϋ Ϫ˵ Τ
˴ ˰˴πϓ˴ ϭ˴ Ϫ˵ ˸Ϩϣ˶ Ϳ΍ ΐ
˴ Π
˴ Θ˴ ˰˰˸Σ˶΍ Ϫ˶ ˰˰˸ϴϟ˴΍˶ ή˵˰˰˵ψ˰˸Ϩ˰˴ϳ Ϯ˴ ˰˵ϫϭ˴ ϩ˵ Ϊ˴ ˰˴˰ϟ˴ϭ Ϊ˴ ˰˴˰Π˴Σ Ϟ
˳ ˰˰˵Οέ˴ Ύ˰˴Ϥ˰͊ϳ΃ϭϦϳ˶ή˰˰˶Χϵ΍˴ϭ Ϧ
˴ ˸ϴ˰˶˰ϟ͉ϭ.

³iapa saja perempuan yang telah memasukkan kepada suatu kaum nasab yang bukan
dari kalangan kaum itu, maka dia tidak akan mendapat apapun dari Allah dan Allah tidak
akan pernah memasukkannya ke dalam surga. Dan siapa saja laki-laki yang mengingkari
anaknya sendiri padahal dia melihat (kemiripan)nya, maka Allah akan tertutup darinya
dan Allah akan membeberkan perbuatannya itu di ahadapan orang-orang yang terdahulu
dan kemudian (pada Hari Kiamat nanti) (HR. Ibnu Majah)
  Muhammad Zainal Abidin, dalam
http://meetabied.wordpress.com/2009/11/02/hukum-kloning-tranplantasi-organ-abortus-
dan-bayi-tabung-menurut-islam/

"% $ R$R 

Tentang bayi tabung sekitar 30 tahun lalu seorang bayi perempuan dilahirkan dari
rahim seorang perempuan. ekilas kelahiran tersebut merupakan kelahiran biasa, normal.
Namun, kelahiran itu sebenarnya merupakan hasil dari pembuahan di luar tubuh manusia.
Metode tersebut dikembangkan oleh ilmuwan Inggris, Louise Brown. Pada mulanya, hasil
percobaan ´bayi tabung´ tersebut memicu protes di berbagai belahan dunia, akan tetapi
sekaligus mengubah pandangan akan kehidupan dan kemajuan sains. Metode tersebut telah
menandai perubahan mendasar dalam perkembangan ilmu kedokteran.

umber : Anonim, dalam http://www.scribd.com/doc/164269 0/Kloning-Dan-Bayi-Tabung


%& $""R 

Bayi Tabung dan hukumnya secara tersurat tidak didapatkan dari kitab-kitab maraji'
islam, baik dari Al-Qur'an, Hadits, maupun kitab-kitab ulama klasik. Penentuan hukum
mengenai bayi tabung ini murni merupakan ijtihad dari para ulama maupun kaum muslim
sekarang. Dengan demikian salah cara yang dapat dilakukan untuk menenttukan pandangan
mengenai bayi tabung ini adalah dengan cara ppendekatan dalam bidang ushul fiqih (yaitu
suatu metode yang dilakukan ulama terdahulu dalam memutuskan hukum terhadap suatu
realitas yang tidak pernah dijumpai sebelumnya).
Anak yang sah adalah anak yang dilahirkan dalam atau sebagai akibat perkawinan
yang sah . Dari teks undang-undang ini mendeskribiskan bahwa perkawinan yang sah yang
dijadikan sebagai titik acuan dalam menilai anak yang dilahirkan sah atau tidak. Teks ini juga
yang melandasi halal-haramnya negara memberi penekanan akan kelahiran anak yang sah.
Penerapan teknik bayi tabung sebagai langkah menghasilkan anak yang sah perlu
dikontrol oleh nilai-nilai normatif agama agar penerapannya tidak menyimpang dari rute
Ilahi. Berdasarkan landasan inilah, Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI)
memfatwakan mengenai inseminasi buatan/ bayi tabung ini.
Hasil Komisi Fatwa, tertanggal 13 Juni 19 9 , menerangkan bahwa:
1. Bayi tabung dengan sperma dan ovum dari pasangan suami istri yang sah hukumnya
mubah (boleh), sebab hak ini termasuk ikhtiar berdasarkan kaidah-kaidah agama.
2. Bayi tabung dari pasangan suami istri dengan titipan rahim istri yang lain (misalnya dari
istri kedua dititipkan pada istri pertama) hukumnya haram berdasarkan kaidah sadd az
zari'ah, sebab hal ini akan menimbulkan masalah yang rumit dalam kaitannya dengan
masalah warisan (khusunya antara anak yang dilahirkan dengan ibu yang mempunyai
ovum dan ibu yang mengandung kemudian melahirkannya, dan sebaliknya)
3. Bayi tabung dari sperma yang dibekukan dari suami yang telah meninggal dunia
hukumnya haram berdasarkan kaidah sadd az zari'ah, sebab hal ini akan menimbulkan
masalah yang pelik, baik dari kaitannya dengan penentuan nasab maupun dalam
kaitannya dengan hal kawarisan.
4. Bayi tabung yang sperma dan ovumnya diambil dari selain pasangan suami istri yang sah
hukumnya haram, karena itu statusnya sama dengan hubungan kelamin antar lawan jenis
diluar pernikahan yang sah (zina), dan berdasarkan kaidah sadd az zariah, yaitu untuk
menghindarkan terjadinya perbuatan zina sesungguhnya.
umber : M. Mujamil, .PdI dalam
http://masgurusmk008.blogspot.com/2010/10/bayi-tabung-pro-dan-kontra.htmlÊ

' (  $"R 

Ternyata tidak hanya Agama saja yang menindak lanjuti mengenai adanya program bayi
tabung ini. Hukum Perdata di Indonesia juga memppunyai peraturan yang khusus dalam
menangani bayyi tabung ini. Berikut merupakan beberapa Hukum Perdata mengenai anak
yang dilahirkan dari proses bayi tabung.

Ê Jika benihnya berasal dari uami Istri yang ah


-Ê Jika benihnya berasal dari uami Istri, dilakukan proses fertilisasi-in-vitro transfer
embrio dan diimplantasikan ke dalam rahim Istri maka anak tersebut baik secara
biologis ataupun yuridis mempunyai satus sebagai anak sah (keturunan genetik) dari
pasangan tersebut. Akibatnya memiliki hubungan mewaris dan hubungan keperdataan
lainnya.
-Ê Jika ketika embrio diimplantasikan ke dalam rahim ibunya di saat ibunya telah
bercerai dari suaminya maka jika anak itu lahir sebelum 300 hari perceraian
mempunyai status sebagai anak sah dari pasangan tersebut. Namun jika dilahirkan
setelah masa 300 hari, maka anak itu bukan anak sah bekas suami ibunya dan tidak
memiliki hubungan keperdataan apapun dengan bekas suami ibunya. Dasar hukum ps.
2rr KUHPer.
-Ê Jika embrio diimplantasikan ke dalam rahim wanita lain yang bersuami, maka secara
yuridis status anak itu adalah anak sah dari pasangan penghamil, bukan pasangan yang
mempunyai benih. Dasar hukum ps. 42 UU No. 1/19 4 dan pasal. 2r0 KUHPer.
Dalam hal ini uami dari Istri penghamil dapat menyangkal anak tersebut sebagai
anak sah-nya melalui tes golongan darah atau dengan jalan tes DNA. (Bisaanya
dilakukan perjanjian antara kedua pasangan tersebut dan perjanjian semacam itu
dinilai sah secara perdata barat, sesuai dengan pasal. 1320 dan 1338 KUHPer.)
Ê Jika salah satu benihnya berasal dari donor
-Ê Jika uami mandul dan Istrinya subur, maka dapat dilakukan fertilisasi-in-vitro
transfer embrio dengan persetujuan pasangan tersebut. el telur Istri akan dibuahi
dengan perma dari donor di dalam tabung petri dan setelah terjadi pembuahan
diimplantasikan ke dalam rahim Istri. Anak yang dilahirkan memiliki status anak sah
dan memiliki hubungan mewaris dan hubungan keperdataan lainnya sepanjang si
uami tidak menyangkalnya dengan melakukan tes golongan darah atau tes DNA.
Dasar hukum ps. 2r0 KUHPer.
-Ê Jika embrio diimplantasikan ke dalam rahim wanita lain yang bersuami maka anak
yang dilahirkan merupakan anak sah dari pasangan penghamil tersebut. Dasar hukum
ps. 42 UU No. 1/19 4 dan ps. 2r0 KUHPer.
)Ê Jika semua benihnya dari donor
-Ê Jika sel sperma maupun sel telurnya berasal dari orang yang tidak terikat pada
perkawinan, tapi embrio diimplantasikan ke dalam rahim seorang wanita yang terikat
dalam perkawinan maka anak yang lahir mempunyai status anak sah dari pasangan
uami Istri tersebut karena dilahirkan oleh seorang perempuan yang terikat dalam
perkawinan yang sah.
-Ê Jika diimplantasikan ke dalam rahim seorang gadis maka anak tersebut memiliki status
sebagai anak luar kawin karena gadis tersebut tidak terikat perkawinan secara sah dan
pada hakekatnya anak tersebut bukan pula anaknya secara biologis kecuali sel telur
berasal darinya. Jika sel telur berasal darinya maka anak tersebut sah secara yuridis
dan biologis sebagai anaknya.

Dari tinjauan yuridis menurut hukum perdata di Indonesia terhadap kemungkinan


yang terjadi dalam program fertilisasi-in-vitro transfer embrio ditemukan beberapa
kaidah hukum yang sudah tidak relevan dan tidak dapat meng-cover kebutuhan yang ada
serta sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan yang ada khususnya mengenai status
sahnya anak yang lahir dan pemusnahan kelebihan embrio yang diimplantasikan ke
dalam rahim ibunya. ecara khusus, permasalahan mengenai inseminasi buatan dengan
bahan inseminasi berasal dari orang yang sudah meninggal dunia, hingga saat ini belum
ada penyelesaiannya di Indonesia. Perlu segera dibentuk peraturan perundang-undangan
yang secara khusus mengatur penerapan teknologi fertilisasi-in-vitro transfer embrio ini
pada manusia mengenai hal-hal apakah yang dapat dibenarkan dan hal-hal apakah yang
dilarang.

umber : Anonim, dalam


http://bayitabung.blogspot.com/200 /11/bayi-tabung-dari-sudut-pandang-hukum.htmlÊ

* 

c 

 
     
   c



Anonim, dalam http://bayitabung.blogspot.com/200 /11/bayi-tabung-dari-sudut-pandang-


hukum.html . Diakses tanggal 8 November 2010
Ê
Anonim, dalamÊ http://www.scribd.com/doc/164269 0/Kloning-Dan-Bayi-Tabung. Diakses
tanggal 8 November 2010
Ê
Mujamil, M. ,PdI dalam http://masgurusmk008.blogspot.com/2010/10/bayi-tabung-pro-dan-
kontra.html. Diakses tanggal 8 November 2010

Nally, Marlene, dalam http://www.rudyct.com/PP 02-ipb/02201/wm_nalley.htm. Diakses


tanggal 8 November 2010

Zainal Abidin, Muhammad, dalam http://meetabied.wordpress.com/2009/11/02/hukum-kloning-


tranplantasi-organ-abortus dan-bayi-tabung-menurut-islam/. Diakses tanggal 8 November 2010Ê
Ê