A.

1 Pengertian Metode Metode berasal dari Bahasa Yunani ³Methodos¶¶ yang berarti cara atau jalan yang ditempuh. Sehubungan dengan upaya ilmiah,maka metode menyangkut masalah cara kerja untuk dapat memahami objek yang menjadi sasaran ilmu yang bersangkutan. Fungsi metode berarti sebagai alat untuk mencapai tujuan.[1] Pengetahuan tentang metode-metode mengajar sangat di perlukan oleh para pendidik, sebab berhasil atau tidaknya siswa belajar sangat bergantung pada tepat atau tidaknya metode mengajar yang digunakan oleh guru. Metode belajar yang mampu membangkitkan motif, minat atau gairah belajar murid dan menjamin perkembangan kegiatan kepribadian murid adalah metode diskusi. Metode diskusi merupakan suatu cara mengajar yang bercirikan oleh suatu keterikatan pada suatu topik atau pokok pertanyaan atau problem. Di mana para anggota diskusi dengan jujur berusaha mencapai atau memperoleh suatu keputusan atau pendapat yang disepakati bersama.[2] Dalam metode diskusi guru dapat membimbing dan mendidik siswa untuk hidup dalam suasana yang penuh tanggung jawab, msetiap orang yang berbicara atau mengemukakan pendapat harus berdasarkan prinsip-prinsip tertentu yang dapat diperanggungjawabkan. Jadi bukan omong kosong, juga bukan untuk menghasut atau mengacau suasana. Menghormati pendapat orang lain, menerima pendapat yang enar dan menolak pendapatb yang salah adalah ciri dari metode yang dapat dighunakan untuk mendidik siswa berjiwa demokrasi dan melatih kemampuan berbicara siswa. Agar suasana belajar siswa aktif dapat tercapai, maka diskusi dapat menggunakan variasi modelmodel pembelajaran menarik dan memotivasi siswa. Dari sekan banyak model pembelajaran yang ada, model pembelajaran jigsaw cocok untuk digunakan dalam metode diskusi. Model

pembelajaran jigsaw membantu murid untuk mempelajari sesuatu dengan baik dan sekaligus siswa mampu menjadi nara sumber bagi satu sama yang lain.

Dalam proses pembelajaran dikenal beberapa istilah yang memiliki kemiripan makna, sehingga seringkali orang merasa bingung untuk membedakannya. Istilah-istilah tersebut adalah: (1) pendekatan pembelajaran, (2) strategi pembelajaran, (3) metode pembelajaran; (4) teknik pembelajaran; (5) taktik pembelajaran; dan (6) model pembelajaran. Berikut ini akan dipaparkan istilah-istilah tersebut, dengan harapan dapat memberikan kejelasaan tentang penggunaan istilah tersebut. Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. Dilihat dari pendekatannya, pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan, yaitu: (1) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach) dan (2) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach). Dari pendekatan pembelajaran yang telah ditetapkan selanjutnya diturunkan ke dalam strategi pembelajaran. Newman dan Logan (Abin Syamsuddin Makmun, 2003) mengemukakan empat unsur strategi dari setiap usaha, yaitu: 1. Mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi dan kualifikasi hasil (out put) dan sasaran (target) yang harus dicapai, dengan mempertimbangkan aspirasi dan selera masyarakat yang memerlukannya. 2. Mempertimbangkan dan memilih jalan pendekatan utama (basic way) yang paling efektif untuk mencapai sasaran. 3. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah (steps) yang akan dtempuh sejak titik awal sampai dengan sasaran. 4. Mempertimbangkan dan menetapkan tolok ukur (criteria) dan patokan ukuran (standard) untuk mengukur dan menilai taraf keberhasilan (achievement) usaha. Jika kita terapkan dalam konteks pembelajaran, keempat unsur tersebut adalah: 1. Menetapkan spesifikasi dan kualifikasi tujuan pembelajaran yakni perubahan profil perilaku dan pribadi peserta didik. 2. Mempertimbangkan dan memilih sistem pendekatan pembelajaran yang dipandang paling efektif. 3. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah atau prosedur, metode dan teknik pembelajaran. 4. Menetapkan norma-norma dan batas minimum ukuran keberhasilan atau kriteria dan ukuran baku keberhasilan.

Sementara itu, Kemp (Wina Senjaya, 2008) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Selanjutnya, dengan mengutip pemikiran J. R David, Wina Senjaya (2008) menyebutkan bahwa dalam strategi pembelajaran terkandung makna perencanaan. Artinya, bahwa strategi pada dasarnya masih bersifat konseptual tentang keputusan-keputusan yang akan diambil dalam suatu pelaksanaan pembelajaran. Dilihat dari strateginya, pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian pula, yaitu: (1) expositiondiscovery learning dan (2) group-individual learning (Rowntree dalam Wina Senjaya, 2008). Ditinjau dari cara penyajian dan cara pengolahannya, strategi pembelajaran dapat dibedakan antara strategi pembelajaran induktif dan strategi pembelajaran deduktif. Strategi pembelajaran sifatnya masih konseptual dan untuk mengimplementasikannya digunakan berbagai metode pembelajaran tertentu. Dengan kata lain, strategi merupakan ³a plan of operation achieving something´ sedangkan metode adalah ³a way in achieving something´ (Wina Senjaya (2008). Jadi, metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran, diantaranya: (1) ceramah; (2) demonstrasi; (3) diskusi; (4) simulasi; (5) laboratorium; (6) pengalaman lapangan; (7) brainstorming; (8) debat, (9) simposium, dan sebagainya. Selanjutnya metode pembelajaran dijabarkan ke dalam teknik dan gaya pembelajaran. Dengan demikian, teknik pembelajaran dapat diatikan sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik. Misalkan, penggunaan metode ceramah pada kelas dengan jumlah siswa yang relatif banyak membutuhkan teknik tersendiri, yang tentunya secara teknis akan berbeda dengan penggunaan metode ceramah pada kelas yang jumlah siswanya terbatas. Demikian pula, dengan penggunaan metode diskusi, perlu digunakan teknik yang berbeda pada kelas yang siswanya tergolong aktif dengan kelas yang siswanya tergolong pasif. Dalam hal ini, guru pun dapat berganti-ganti teknik meskipun dalam koridor metode yang sama. Sementara taktik pembelajaran merupakan gaya seseorang dalam melaksanakan metode atau teknik pembelajaran tertentu yang sifatnya individual. Misalkan, terdapat dua orang sama-sama menggunakan metode ceramah, tetapi mungkin akan sangat berbeda dalam taktik yang digunakannya. Dalam penyajiannya, yang satu cenderung banyak diselingi dengan humor karena memang dia memiliki sense of humor yang tinggi, sementara yang satunya lagi kurang memiliki sense of humor, tetapi lebih banyak menggunakan alat bantu elektronik karena dia memang sangat menguasai bidang itu. Dalam gaya pembelajaran akan tampak keunikan atau kekhasan dari masing-masing guru, sesuai dengan kemampuan, pengalaman dan tipe kepribadian dari guru yang bersangkutan. Dalam taktik ini, pembelajaran akan menjadi sebuah ilmu sekalkigus juga seni (kiat) Apabila antara pendekatan, strategi, metode, teknik dan bahkan taktik pembelajaran sudah terangkai menjadi satu kesatuan yang utuh maka terbentuklah apa yang disebut dengan model pembelajaran. Jadi, model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model

pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran. Berkenaan dengan model pembelajaran, Bruce Joyce dan Marsha Weil (Dedi Supriawan dan A. Benyamin Surasega, 1990) mengetengahkan 4 (empat) kelompok model pembelajaran, yaitu: (1) model interaksi sosial; (2) model pengolahan informasi; (3) model personal-humanistik; dan (4) model modifikasi tingkah laku. Kendati demikian, seringkali penggunaan istilah model pembelajaran tersebut diidentikkan dengan strategi pembelajaran. Untuk lebih jelasnya, posisi hierarkis dari masing-masing istilah tersebut, kiranya dapat divisualisasikan sebagai berikut:

Di luar istilah-istilah tersebut, dalam proses pembelajaran dikenal juga istilah desain pembelajaran. Jika strategi pembelajaran lebih berkenaan dengan pola umum dan prosedur umum aktivitas pembelajaran, sedangkan desain pembelajaran lebih menunjuk kepada cara-cara merencanakan suatu sistem lingkungan belajar tertentu setelah ditetapkan strategi pembelajaran tertentu. Jika dianalogikan dengan pembuatan rumah, strategi membicarakan tentang berbagai kemungkinan tipe atau jenis rumah yang hendak dibangun (rumah joglo, rumah gadang, rumah modern, dan sebagainya), masing-masing akan menampilkan kesan dan pesan yang berbeda dan unik. Sedangkan desain adalah menetapkan cetak biru (blue print) rumah yang akan dibangun beserta bahan-bahan yang diperlukan dan urutan-urutan langkah konstruksinya, maupun kriteria penyelesaiannya, mulai dari tahap awal sampai dengan tahap akhir, setelah ditetapkan tipe rumah yang akan dibangun. Berdasarkan uraian di atas, bahwa untuk dapat melaksanakan tugasnya secara profesional, seorang guru dituntut dapat memahami dan memliki keterampilan yang memadai dalam

Whittaker (Djamarah. Winkel. . PENDAHULUAN I. berubah tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman. 3. Mencermati upaya reformasi pembelajaran yang sedang dikembangkan di Indonesia. yang tentunya semakin memperkaya khazanah model pembelajaran yang telah ada. sebagaimana diisyaratkan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Namun. yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan.mengembangkan berbagai model pembelajaran yang efektif. Menurut james O. ketrampilan. Psikologi Belajar. 2.1. sesuai dengan kondisi nyata di tempat kerja masing-masing. 1999) Belajar adalah suatu aktifitas yang ditunjukkan oleh perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. maka pada dasarnya guru pun dapat secara kreatif mencobakan dan mengembangkan model pembelajaran tersendiri yang khas. Syaiful Bahri . jika para guru (calon guru) telah dapat memahami konsep atau teori dasar pembelajaran yang merujuk pada proses (beserta konsep dan teori) pembelajaran sebagaimana dikemukakan di atas. berlatih.A Pengertian belajar menurut kamus bahasa Indonesia : Belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu. pemahaman. yang kadangkadang untuk kepentingan penelitian (penelitian akademik maupun penelitian tindakan) sangat sulit menermukan sumber-sumber literarturnya. I.1.1 PENGERTIAN BELAJAR I. Syaiful Bahri .B Pengertian belajar menurut beberapa ahli : 1. Rineka Cipta. Rineka Cipta. Psikologi Belajar. kreatif dan menyenangkan. Cronchbach (Djamarah. sehingga pada gilirannya akan muncul model-model pembelajaran versi guru yang bersangkutan. para guru atau calon guru saat ini banyak ditawari dengan aneka pilihan model pembelajaran. nilai dan sikap. belajar adalah aktivitas mental atau psikis. 1999) Belajar adalah Proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman.

Kingskey (Djamarah. Belajar adalah perubahan yang terjadi dalam kemampuan manusia setelah belajar secara terus menerus. bukan hanya disebabkan karena proses pertumbuhan saja. Herbart (swiss) Belajar adalah suatu proses pengisian jiwa dengan pengetahuan dan pengalamn yang sebanyak-banyaknya dengan melalui hafaln 9.4. 10. Gagne berkeyakinan bahwa belajar dipengaruhi oleh faktor dari luar diri dan faktor dalm diri dan keduanya saling berinteraksi. knowledge and attitudes. Belajar adalah suatu proses untuk memperoleh motivasi dalam pengetahuan. Gagne (Djamarah. pengetahuan dan sikap. R. 6. Rineka Cipta. 1999) Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan. Robert M. Syaiful Bahri. Syaiful Bahri. and which is not simply ascribable to process a groeth. Psikologi Belajar. Rineka Cipta. 1999) Belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif. 1999) hal 22. afektif dan psikomotor. ketrampilan. Lester D. Howard L. Crow and Alice Crow (WWW. Gagne dalam buku: the conditioning of learning mengemukakan bahwa: Learning is change in human disposition or capacity. 5. Drs. Rineka Cipta. (Djamarah.com) Belajar adalah acuquisition of habits. Psikologi Belajar. wich persists over a period time. 7. Google. Psikologi Belajar. kebiasaan dan tingkah laku 8. sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri di dalam interaksi dengan lingkungannya. Psikologi Belajar. 1999) Belajar adalah proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui praktek atau latihan. Slameto (Djamarah. Belajar adalah upaya-upaya untuk memperoleh kebiasaan-kebiasaan. Syaiful Bahri. Rineka Cipta. . Syaiful Bahri.

6. Perubahan tidak semata-mata disebabkan oleh pertumbuhan fisik/ kedewasaan. Adanya kemampuan baru atau perubahan. tidak karena kelelahan. Agar mampu bersosialisasi dan beradaptasi dengan lingkungannya. Mengutip dari istilah Abraham Maslow bahwa segala aktivitas manusia didasari atas kebutuhan yang harus dipenuhi dari kebutuhan biologis sampai aktualisasi diri. I. 4.com) Belajar adalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku. penyakit atau pengaruh obat-obatan. 3. 5. Perubahan itu tidak terjadi begitu saja melainkan harus dengan usaha. . Google. Adanya dorongan rasa ingin tahu 2. yang terjadi sebagi hasil dari suatu latihan atau pengalaman. 2. Untuk melakukan penyempurnaan dari apa yang telah diketahuinya.11. 4. Untuk meningkatkan intelektualitas dan mengembangkan potensi diri. maupun nilai dan sikap (afektif). Perubahan tingkah laku bersifat pengetahuan (kognitif). Berikut beberapa faktor pendorong mengapa manusia memiliki keinginan untuk belajar: 1. Perubahan terjadi akibat interaksi dengan lingkungan. Ngalim Purwanto (1992) (WWW.2 CIRI-CIRI BELAJAR Ciri-ciri belajar adalah sebagai berikut : 1. 3. Perubahan itu tidak berlangsung sesaat saja melainkan menetap atau dapat disimpan. Adanya keinginan untuk menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi sebagai tuntutan zaman dan lingkungan sekitarnya. keterampilan (psikomotorik).

Untuk mengisi waktu luang. 4.dalam konteks inilah signal learning terjadi. Gagne Manusia memilki beragam potensi. Reaksi yang tepat diberikan penguatan (reinforcement) sehingga terbentuk perilaku tertentu (shaping).3. 8. karakter. Tipe ini merupakan belajar dengan membuat gerakan-gerakan motorik sehingga akhirnya membentuk rangkaian gerak dalam urutan tertentu. I. dan kebutuhan dalam belajar. Guru member pertanyaan kemudian murid menjawab.7. Contohnya .A Menurut Robert M. Tipe ini merupakan belajar menghubungkan suatu kata dengan suatu obyek yang berupa benda. 3. Karena itu banyak tipre-tipe belajar yang dilakukan manusia. Untuk mencapai cita-cita yang diinginkan. Contohnya yaitu seorang guru yang memberikan isyarat kepada muridnya yang gaduh dengan bahasa tubuh tangan diangkat kemudian diturunkan. orang atau kejadian dan merangkaikan sejumlah kata dalam urutan yang tepat. Contohnya yaitu pengajaran tari atau senam yang dari awal membutuhkan proses-proses dan tahapan untuk mencapai tujuannya. 2. Belajar merantaikan (chaining).3 JENIS-JENIS BELAJAR I. Gagne mencatat ada delapan tipe belajar : 1. Belajar stimulus respon. ternyata tidak semua reaksi sepontan manusia terhadap stimulus sebenarnya tidak menimbulkan respon. Contohnya yaitu seorang guru memberikan suatu bentuk pertanyaan atau gambaran tentang sesuatu yang kemudian ditanggapi oleh muridnya. Belajar tipe ini memberikan respon yang tepat terhadap stimulus yang diberikan. Belajar asosiasi verbal (verbal Association). Menurut Gagne. Belajar isyarat (signal learning).

. (konsep : satuan arti yang mewakili kesamaan ciri). 6. Belajar memecahkan masalah (problem solving). atau menempatkan obyek-obyek dalam kelompok tertentu yang membentuk suatu konsep. kubus. 7. Membuat prosedur dari praktek kayu. Hubungan antara konsep biasanya dituangkan dalam bentuk kalimat. sehingga terbentuk kaedah yang lebih tinggi (higher order rule). Contohnya yaitu seorang guru memberikan hukuman kepada siswa yang tidak mengerjakan tugas yang merupakan kewajiban siswa. 8. Contohnya yaitu memahami sebuah prosedur dalam suatu praktek atau juga teori. Guru memberikan sebuah bentuk (kubus) siswa menerka ada yang bilang berbentuk kotak. Belajar mengklsifikasikan stimulus. Memahami prosedur praktek uji bahan sebelum praktek. dalam hal itu hukuman diberikan supaya siswa tidak mengulangi kesalahannya. Belajar konsep (concept learning). Tipe belajar ini memberikan reaksi yang berbeda±beda pada stimulus yang mempunyai kesamaan. 5. Belajar dalil (rule learning).yaitu Membuat langkah kerja dari suatu praktek dengan bntuan alat atau objek tertentu. dsb. Tipe ini merupakan tipe belajar yang menggabungkan beberapa kaidah untuk memecahkan masalah. atau konsep dalam kuliah mekanika teknik. Contohnya yaitu seorang guru memberikan sebuah bentuk pertanyaan dalam berupa kata-kata atau benda yang mempunyai jawaban yang mempunyai banyak versi tetapi masih dalam satu bagian dalam jawaban yang benar. seperti kotak kardus. Belajar membedakan (discrimination). Tipe ini meruoakan tipe belajar untuk menghasilkan aturan atau kaidah yang terdiri dari penggabungan beberapa konsep. Contohnya yaitu seorang guru memberikan kasus atau permasalahan kepada siswa-siswanya untuk memancing otak mereka mencari jawaban atau penyelesaian dari masalah tersebut.

kata atau gambar. 5. 2. 3.3. Pemahaman (Comprehension). mengingat dan berfikir. I. informasi verbal : seseorang belajar menyatakan atau menceritakan suatu fakta atau suatu peristiwa secara lisan atau tertulis. Gagne juga membuat semacam sistematika jenis belajar.B Menurut Bloom Benyamin S. Ciri khasnya adalah otomatisme yaitu gerakan berlangsung secara teratur dan berjalan dengan lancar dan luwes. angka.Selain delapan jenis belajar. keterampilan motorik : seseorang belajar melakukan gerakan secara teratur dalam urutan tertentu (organized motor act). Taksonomi belajar adalah pengelompokkan tujuan berdasarkan domain atau kawasan belajar. Adalah kawasan yang berkaitan dengan aspek-aspek intelektual atau secara logis yang bias diukur dengan pikiran atau nalar. termasuk dengan cara menggambar. Menurut Bloom ada tiga dmain belajar yaitu : 1. Kawasan ini tediri dari: Pengetahuan (Knowledge). sikap keadaan mental yang mempengaruhi seseorang untuk melakukan pilihanpilihan dalam bertindak. Bloom (1956) adalah ahli pendidikan yang terkenal sebagai pencetus konseptaksonomi belajar. 4. Cognitive Domain (Kawasan Kognitif). Penerapan (Aplication) . strategi kognitif : kemampuan seseorang untuk mengatur proses belajarnya sendiri. Kelima hal tersebut adalah : 1. Menurutnya sistematika tersebut mengelompokkan hasil-hasil belajar yang mempunyai ciri-ciri sama dalam satu katagori. keterampilan intelektual : kemampuan seseorang untuk berinteraksi dengan lingkungannya dengan menggunakan symbol huruf.

3. sikap. 3. Belajar Menghafal. minat. Van Parreren) 1. Psychomotor Domain (Kawasan psikomotorik). Sambutan (responding). 2. seperti perasaan. 2. Gagne. De Block. Objek-objek yang diamati dihadirkan dalam diri seseorang melalui tanggapan. Belajar arti kata-kata. atau lambang yang merupakan sesuatu bersifat mental. Karakterisasi (characterization) 3. Belajar Kognitif. sehingga nantinya dapat diproduksikan {diingat} kembali . C. Belajar arti kata-kata maksudnya adalah orang mulai menangkap arti yang terkandung dalam kata-kata yang digunakan. Kawasan ini terdiri dari: Kesiapan (set) Meniru (imitation) Membiasakan (habitual) Adaptasi (adaption) I. Adalah kawasan yang berkaitan dengan aspek-aspek emosional. Kawasan ini terdiri dari: Penerimaan (receiving/attending). Tak dapat disangkal bahwa belajar kognitif bersentuhan dengan masalah mental. Robert M. Menghafal adalah suatu aktivitas menanamkan suatu materi verbal dalam ingatan.C Penggabungan Dari Tiga Ahli (A. Adalah kawasan yang berkaitan dengan aspek-aspek keterampilan yang melibatkan fungsi sistem syaraf dan otot (neuronmuscular system) dan fungsi psikis. Penilaian (Evaluation).Penguraian (Analysis). Pengorganisasian (organization). Penilaian (valuing). gagasan. Affective Domain (Kawasan afektif). kepatuhan terhadap moral dan sebagainya. Memadukan (Synthesis).

secara harfiah. dan menyimpan kesan-kesan yang nantinya suatu waktu bila diperlukan dapat diingat kembali kealam dasar. orang yang memiliki konsep mampu mengadakan abstraksi terhadap objek-objek yang dihadapinya. 4. Konsep atau pengertian adalah satuan arti yang mewakili sejumlah objek yang mempunyai ciri-ciri yang sama. Belajar kaidah {rule} termasuk dari jenis belajar kemahiran intelektual {intellectual skill}. terbentuk suatu ketentuan yang mereprensikan suatu keteraturan. 5. khususnya menggunakan konsep dan kaidah serta metode-metode bekerja tertentu. Dalam belajar ini. Konsep Dewey tentang berpikir menjadi dasar untuk pemecahan masalah adalah sebagai berikut: Adanya kesulitan yang dirasakan dan kesadaran akan adanya masalah. orang dihadapkan pada suatu masalah yang harus dipecahkan. Mencari informasi atau data dan kemudian data itu diorganisasikan. Belajar kaidah adalah bila dua konsep atau lebih dihubungkan satu sama lain. . Belajar Berpikir. 7. sehingga dapat difahami dan digunakan untuk memecahkan problem. Belajar Kaidah. sesuai dengan materi yang asli.masalah harus dipecahkan melalui operasi mental. yang dikemukakan oleh Gagne. seperti terjadi dalam bidang-bidang studi ilmiah. sehingga objek ditempatkan dalam golongan tertentu. Belajar Konsep. 6. Bentuk belajar ini bertujuan untuk menempatkan semua data dan fakta {pengetahuan} dalam suatu kerangka organisasi mental. Masalah itu diperjelas dan dibatasi. tetapi tanpa melalui pengamatan dan reorganisasi dalam pengamatan. Belajar Teoritis.

Mencari data dan merumuskan hipotesis-hipotesis. membantu seseorang mampu mempersiapkan diri untuk bekerja atau mencari nafkah. Penerapan pemecahan terhadap masalah yang dihadapi sekaligus berlaku sabagai pengujian kebenaran pemecahan tersebut untuk dapat sampai pada kesimpulan. Merumuskan masalah. langkah-langkah dalam pemecahan masalah adalah sebagai berikut. . Suhaenah Suparno. Menerima hipotesis yang benar. Learning to know. Menguji hipotesis-hipotesis itu. 1. diuji. Kesadaran akan adanya masalah.D Menurut UNESCO UNESCO telah mengeluarkan kategori jenis belajar yang dikenal sebagai empat pilar dalam kegiatan belajar ( A.3. 2. bagaimana caranya dan siapa yang belajar. dalam hal ini ada tiga aspek : apa yang dipelajari. Pada Learning to know ini terkandung makna bagaimana belajar. agar dapat ditentukan untuk diterima atau ditolak. kemudian hipotesis-hipotesis itu dinilai. 2000 ) : 1.Mencari hubungan-hubungan untuk merumuskan hipotesis-hipotesis. Learning to do. Menurut Dewey. Hal ini dikaitkan dengan dunia kerja. Jadi dalam hal ini menekankan perkembangan ketrampilan untuk yang berhubungan dengan dunia kerja.

3. mengajar dan pembelajaran terjadi bersama-sama. Mengartikan instruction atau pembelajaran ini adalah suatu sistem yang bertujuan untuk membantu proses belajar siswa.A Pengertian pembelajaran menurut kamus bahasa Indonesia : Pembelajaran adalah proses.4.B Pengertian pembelajaran menurut beberapa ahli : 1. Sedangkan mengajar meliputi segala hal yang guru lakukan di dalam kelas. Belajar. 1. Gagne dan Briggs (1979:3). Dengan learning to be seseorang akan mengenal jati diri. Pembelajaran adalah suatu usaha yang sengaja melibatkan dan menggunakan pengetahuan profesional yang dimiliki guru untuk mencapai tujuan kurikulum.4. 1. Setiap individu didorong untuk berkembang dan mengaktualisasikan diri. 4. sejarahnya. budayanya. Belajar ini ditekankan pada pengembangan potensi insani secara maksimal.4 PENGERTIAN PEMBELAJARAN Istilah pembelajaran berhubungan erat dengan pengertian belajar dan mengajar. Belajar ini ditekankan seseorang/pihak yang belajar mampu hidup bersama. Learning to be. I. . 2. dan mampu berinteraksi dengan orang lain secara harmonis. yang berisi serangkaian peristiwa yang dirancang. cara menjadikan orang atau makhluk hidup belajar. Duffy dan Roehler (1989). Learning to live together. Belajar dapat terjadi tanpa guru atau tanpa kegiatan mengajar dan pembelajaran formal lain. dengan memahami orang lain. disusun sedemikian rupa untuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar siswa yang bersifat internal. memahami kemampuan dan kelemahanya dengan kompetensi- kompetensinya akan membangun pribadi secara utuh.

Pengajaran berlangsung sebagai suatu proses yang saling mempengaruhi antara guru dan siswa. Kamus Bahasa Indonesia. segala sesuatu mengenai mengajar. 1997). Pemelajar adalah orang yang melakukan pengajaran.6 PEMBELAJARAN. Pengajaran juga diartikan sebagi interaksi belajar dan mengajar.1991) Pengajaran adalah proses. merupakan upaya sadar dan disengaja 2.S.5 CIRI-CIRI PEMBELAJARAN Ciri-ciri pembelajaran sebagai berikut : 1. Perbedaan antara pengajaran dan pembelajaran: NO Pengajaran Pembelajaran . pembelajaran harus membuat siswa belajar 3. perbuatan. pelaksanaannya terkendali. PEMELAJAR. baik isinya. proses maupun hasilnya 1. cara mengajar atau mengajarkan perihal mengajar.I. Pengajaran adalah kegiatan yang dilakukan guru dalam menyampaikan pengetahuan kepada siswa. dengan memperhitungkan kejadia-kejadian ekstrim yang berperan terhadap rangkaian kejadian-kejadian intern yang berlangsung dialami siswa (Winkel. (Dariyanto S. PENGAJARAN. DAN PEMBELAJAR Pembelajaran adalah separangkat tindakan yang dirancang untuk mendukung proses belajar siswa. peristiwa yang dialami atau dilihatnya). Pembelajar adalah orang yang melakukan pembelajaran. waktu. tujuan harus ditetapkan terlebih dahulu sebelum proses dilaksanakan 4. peringatan (tentang pengalaman.

3. 4. 4 Kegiatan belajar berlangsung bila Kegiatan belajar dapat berlangsung ada guru atau pengajar dengan atau tanpa hadirnya guru 1. 5. Perilaku yang timbul oleh tanda-tanda tertentu akan hilang atau berkurang frekuensinya bila tidak diperkuat dengan akibat yang menyenangkan. Belajar menggeneralisasikan dan membedakan adalah dasar untuk belajar sesuatu yang kompleks seperti yang berkenaan dengan pemecahan masalah. tetapi juga di bawah pengaruh kondisi atau tanda-tanda dilingkungan siswa. 2. . Belajar yang berbentuk respon terhadap tanda-tanda yang terbatas akan ditransfer kepada situasi lain yang terbatas pula. sebagai berikut : 1.1 Dilaksanakan oleh mereka yang Dilaksanakan oleh mereka yang dapat berprofesi sebagai pengajar membuat orang belajar 2 Tujuannya menyampaikan Tujuannya agar terjadi belajar pada diri siswa cara rencana untuk yang informasi kepada si belajar 3 Merupakan salah satu penerapan Merupakan strategi pembelajaran mengembangkan terorganisasi untuk keperluan belajar. Perilaku tidak hanya dikontrol oleh akibat dari respon. Respon-respon baru (new responses) diulang sebagai akibat dari respon yang terjadi sebelumnya.7 PRINSIP PEMBELAJARAN MENURUT GAGNE DAN ATWI SUPARMAN Beberapa prinsip pembelajaran dikemukakan oleh Atwi Suparman dengan mengadaptasi pemikiran Fillbeck (1974).

aneh. Menyampaikan tujuan pembelajaran (informing learner of the objectives) : memberitahukan kemampuan yang harus dikuasai siswa setelah selesai mengikuti pelajaran. Belajar akan lebih cepat. siswa dapat mengembangkan kemampuan mengorganisasikan kegiatan belajarnya sendiri dan menimbulkan umpan balik bagi dirinya untuk membuat respon yang benar. Gagne (1997) mengemukakan sembilan prinsip yang dapat dilakukan guru dalam melaksanakan pembelajaran. 10. Menarik perhatian (gaining attention) : hal yang menimbulkan minat siswa dengan mengemukakan sesuatu yang baru.6. Perkembangan dan kecepatan belajar siswa sangat bervariasi. Dengan persiapan. 7. Keterampilan tingkat tinggi (kompleks) terbentuk dari keterampilan dasar yang lebih sederhana. 12. kontradiksi. atau kompleks. 2. 9. 8. Kegiatan belajar yang dibagi menjadi langkah-langkah kecil dan disertai umpan balik menyelesaikan tiap langkah. Dalam buku Condition of Learning. sebagai berikut: 1. akan membantu siswa. 11. . Situasi mental siswa untuk menghadapi pelajaran akan mempengaruhi perhatian dan ketekunan siswa selama proses siswa belajar. efisien. ada yang maju dengan cepat ada yang lebih lambat. Kebutuhan memecah materi kompleks menjadi kegiatan-kegiatan kecil dapat dikurangi dengan mewujudkan dalam suatu model. dan menyenangkan bila siswa diberi informasi tentang kualitas penampilannya dan cara meningkatkannya.

4. Di sini terjadi penyesuaian dari pengetahuan yang sudah kita miliki dengan pengetahuan baru. siswa diminta untuk menunjukkan apa yang telah dipelajari atau penguasaannya terhadap materi. 7. Menyampaikan materi pelajaran (presenting the stimulus) : menyampaikan materimateri pembelajaran yang telah direncanakan. 5. Memberikan bimbingan belajar (providing learner guidance) : memberikan pertanyaan-pertanyaan yamng membimbing proses/alur berpikir siswa agar memiliki pemahaman yang lebih baik.3. memberikan balikan (providing feedback) : memberitahu seberapa jauh ketepatan performance siswa. 8. ada tahap .1 PENGERTIAN DAN CIRI-CIRI BELAJAR Menurut analisis penulis. Memperkuat retensi dan transfer belajar (enhancing retention and transfer): merangsang kamampuan mengingat-ingat dan mentransfer dengan memberikan rangkuman. BAB II PEMBAHASAN II. Mengingatkan konsep/prinsip yang telah dipelajari (stimulating recall or prior learning) : merangsang ingatan tentang pengetahuan yang telah dipelajari yang menjadi prasyarat untuk mempelajari materi yang baru. memperoleh kinerja/penampilan siswa (eliciting performance) . Belajar merupakan proses yang aktif untuk memahami hal-hal baru dengan pengetahuan yang kita miliki. Menilai hasil belajar (assessing performance) :memberiytahukan tes/tugas untuk mengetahui seberapa jauh siswa menguasai tujuan pembelajaran. Dengan kata lain. 9. 6. mengadakan review atau mempraktekkan apa yang telah dipelajari.

(Rober . apakah pengetahuan yang kita miliki masih relevan atau kita harus memperbarui pengetahuan kita sesuai dengan perkembangan zaman. Perubahan tersebut bersifat positif dalam arti berorientasi ke arah yang lebih maju dari pada keadaan sebelumnya.1995). Dalam uraian tersebut digambarkan bahwa belajar adalah aktifitas yang berproses menuju pada satu perubahan dan terjadi melalui tahapan-tahapan tertentu. Jadi proses belajar adalah tahapan perubahan perilaku kognitif. Di dalam proses belajar terdapat berbagai macam jenis belajar. Dalam ilmu psikologi. dalam Muhibin. Dalam pengertian tersebut tahapan perubahan dapat diartikan sepadan dengan proses. Belajar asosiasi verbal . Belajar merantaikan (chaining).evaluasi terhadap informasi yang didapat.2 JENIS-JENIS BELAJAR Bedasarkan teori-teori yang telah dipaparkan dalam BAB I. afektif dan psikomotor yang terjadi dalam diri siswa. Ada banyak bentuk-bentuk perubahan yang terdapat dalam diri manusia yang ditentukan oleh kemampuan dan kemauan belajarnya sehingga peradaban manusia itupun tergantung dari bagaimana manusia belajar. Belajar stimulus respon. Meskipun ada dampak negatif dari hasil belajar namun kegiatan belajar memiliki arti penting yaitu dengan belajar seseorang dapat mempertahankan dirinya untuk tetap bertahan hidup dari segala macam gangguan baik yang datang dari dalam dirinya maupun juga yang datang dari luar dirinya.1988. Kemajuan hasil belajar bidang pengetahuan dan teknologi tinggi digunakan untuk membuat senjata pemusnah sesama manusia. II. Belajar juga memainkan peranan penting dalam mempertahankan sekelompok umat manusia di tengah persaingan yang semakin ketat dengan bangsa-bangsa lain yang lebih dahulu maju karena belajar. Sebagaimana dikatakan bahwa belajar pada dasarnya adalah suatu proses perubahan manusia. Jenis-jenis belajar menurut Gagne terbagi menjadi 8 jenis yaitu Belajar isyarat (signal learning). Jadi belajar disamping membawa manfaat namun dapat juga menjadi mudarat. banyak cara dalam melakukan proses balajar . proses belajar berarti cara-cara atau langkah-langkah (manners or operation) khusus yang dengannya beberapa perubahan ditimbulkan hingga tercapai tujuan tertentu.

Belajar memecahkan masalah (problem solving). Pengorganisasian. . mengaplikasikan. menstimulasikan. Pengalaman belajar untuk tingkat pemahaman dilakukan dengan membandingkan. Adaptasi (adaption).menyusun membentuk bangunan. Dari kedelapan jenis tersebut dapat menumbuhkembangkan perilaku kognitif yang mencakup pengetahuan. gerakan yang ingin dikuasai.menganalsis. Sedangkan psikomotor mencakup Kesiapan (set).prinsip. pengalaman belajar yang dapat dilakukan untuk mencapai kompetensi ini adalah berlatih dengan frekuensi tinggi dan intensif. Aspek afektif mencakup Penerimaan. Belajar kognitif dimana adalah belajar yang berkaitan dengan aspek intelektual. Penilaian. Dari tumbuhnya ketiga aspek tersebut barulah seseorang dapat dikatakan telah mencapai tujuan dari belajar. Sambutan. mendemonstrasikan. mendatangi objek studi yang dapat memupuk pertumbuhan nilai. Pengalaman belajar untuk kegiatan hafalan dapat berupa berlatih menghafal misalnya menggunakan jembatan ingatan yaitu dengan dihubungkan dengan benda-benda. aplikasi. mensitesakan dan menilai pengalaman belajar.konsep. kata-kata atau sebagainya yang biasa ditemukan dan mudah diingat sebagai jembatan kita untuk mengingat hafalan kita. Belajar konsep (concept learning). Belajar membedakan (discrimination). Kompetensi kawasan kognitif meliputi menghafal. mengidentifikasikan karakteristik dan sebagainya. dan procedure. memahami. Karakterisasi.(verbal Association). pemahaman. Pengalaman belajar untuk mencapai kemampuan dasar tingkatan penilaian dilakukan dengan memberikan penilaian terhadap objek studi menggunakan criteria tertentu. analisis dan sintesis dan evaluasi. Pengalaman belajar tingkatan aplikasi dilakukan dengan jalan menerapkan rumus dalil atau prinsip terhadap kasus nyata yang terjadi di lapangan. Belajar dalil (rule learning). Membiasakan (habitual). Meniru (imitation). menggambar dan sebagainya. Berkaitan dengan kawasan afektif. pengalaman belajar yang perlu dilakukan agar siswa mencapai tingkatan kompetensi afektif yaitu dengan mengamati dan menirukan contoh/model. latihan menirukan. berbuat atau berpartisipasi aktif sesuai dengan tuntutan nilai yang dipelajari dan sebagainya. Selain dari kognititf aspek avektif dan psikomotor sesorang juga tumbuh. Pengalaman belajar tingkatan sintesis dilakukan dengan memadukan berbagai unsure atau komponen. Untuk kawasan psikomotor. Jenis materi pembelajaran yang perlu dihafal dapat berupa fakta.

Pada dasarnya Pembelajaran mempunyai pengertian yang mirip dengan pengajaran. walaupun mempunyai konotasi yang berbeda. Dalam konteks pendidikan. Dalam proses belajar terdapat komponen pendukung yang dapat mendorong tercapainya tujuan utama dari proses pembelajaran yang ditandai dengan adanya perubahan perilaku. guru mengajar supaya peserta didik dapat belajar dan menguasai isi pelajaran hingga mencapai sesuatu objektif yang ditentukan (aspek kognitif).1I. Di dalam pembelajaran dapat berlangsung dengan atau tanpa hadirnya guru. Proses belajar dapat terjadi baik secara alamiah maupun direkayasa. Oleh karena itu kegiatan pembelajaran disusun untuk memberikan bantuan kepada pengajar. Pembelajaran merupakan interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya sehingga terjadi perubahan perilaku kearah yang lebih baik. khususnya siswa agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara professional. Dalam pembelajaran tugas guru yang paling utama adalah mengkondisikan lingkungan agar menunjang terjadinya perubahan perilaku bagi peserta didik. Proses balajar secara alamiah biasanya terjadi pada kegiatan yang umumya dilakukan oleh setiap orang dan kegiatan belajar ini tidak direncanakan. Dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran. serta keterampilan (aspek psikomotor) seseorang peserta didik. Kegiatan pembelajaran memuat rangkaian . Dalam proses ini metode yang digunakan disesuaikan dengan tujuan yang hendak dicapai. Pengajaran memberi kesan hanya sebagai pekerjaan satu pihak. Sedangkan pembelajaran juga menyiratkan adanya interaksi antara guru dengan peserta didik. kegiatan pembelajaran harus dirancang untuk memberikan pengalaman belajar pada peserta didik. Pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. Dalam hal ini proses belajar yang direkayasa yang lebih memungkinkan tercapainya perubahan perilaku karena ada rancangan yang berisi metode dan alat pendukung. yaitu pekerjaan guru saja. juga dapat mempengaruhi perubahan sikap (aspek afektif). Sedangkan proses belajar yang direkayasa merupakan proses belajar yang memiliki sistematika yang jelas dan telah direncanakan sebelumnya guna mencapai tujuan yang diinginkan.3 PEMBELAJARAN DAN PENGAJARAN Proses pembelajaran dialami setiap orang sepanjang hayat serta dapat berlaku di manapun dan kapanpun.

kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar. agar dicapai hasil yang lebih optimal perlu diperhatikan beberapa prinsip pembelajaran. Oleh karena itu untuk mencapai kegiatan pembelajaran yang efektif dan efisien.4 PRINSIP-PRINSIP BELAJAR Dalam melaksanakan pembelajaran. keterlibatan langsung. konsolidaesi pembelajaran. II. sikap dan perilaku. keaktifan siswa. Perhatian. pengulangan belajar. motivasi. Prinsip pembelajaran bila diterapkan dalam proses pengembangan pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran akan diperoleh hasil yang lebih optimal. penilaian formatif. Pada dasarnya prinsip-prinsip belajar adalah perhatian. Prinsip pembelajaran dibangun atas dasar prinsip-prinsip yang ditarik dari teori psikologi terutama teori belajar dan hasil-hasil penelitian dalam pembelajaran. dalam pembelajaran guru hendaknya tidak mengabaikan masalah perhatian. Motivasi. Pembelajaran yang efektif dan bermakna dapat dilakukan dengan prosedur pemanasan dan apersepsi. Jika perhatian siswa sudah terpusat maka langkah guru selanjutnya memotivasi siswa. penguatan kepada siswa dan aspek psikologi lain. materi belajar yang merangsang dan menantang. guru harus memperhatikan prinsip-prinsip pembelajaran yang dikemukakan oleh Gagne dan Atwi Suparman. eksplorasi. pembentukan kompetensi. dan rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsure penciri yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar siswa yaitu kegiatan siswa dan materi. Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan kirarki konsep materi pembelajaran. Walaupun siswa udah termotivasi dengan kegiatan awal saat guru mengkondisikan agar perhatian siswa terpusat pada materi pelajaran yang sedang . Sebelum pembelajaran dimulai guru hendaknya menarik perhatian siswa agar siswa berkonsentrasi dan tertarik pada materi pelajaran yang sedang diajarkan.

hendaknya ditanggapi dengan memberikan penghargaan. mengatur tempat duduk. dll. Siswa tidak sekedar menerima dan menelan konsep-konsep yang disampaikan guru. Namun guru wajib membangun motivasi sepanjang proses belajar dan pembelajaran berlangsung agar siswa dapa mengikuti pelajaran dengan baik. setiap siswa memiliki karakteristik yang berbeda. guru hendaknya memilih dan mempersiapkan kegiatankegiatan sesuai dengan tujuan pembelajaran. Pembelajaran yang bermakna apabila siswa aktif dalam proses belajar dan pembelajaran. Oleh karena itu guru harus melakukan sesuatu yang membuat siswa melakukan pengulangan belajar. tetapi siswa beraktivitas langsung. Perbedaan individu baik secara fisik maupun secara psikis akan mempengaruhi cara belajar siswa tersebut. Setiap keberhasilan siswa sekecil apapun. Supaya siswa banyak terlibat dalam proses pembelajaran. Aspek-aspek psikologi lain. Balikan atau penguatan kepada siswa. BAB III . sehingga guru perlu memperhatikan cara pembelajaran yang diberikan kepada siswa tersebut misalnya.berlangsung. kadang siswa merasa bosan dan tidak tertarik dengan materi yang sedang diajarkan. mengatur jadwal pelajaran . Untuk menghindari gejala yang seperti ini guru harus memilih dan mengorganisir materi sedemikikan rupa sehingga merangsang dan menantang siswa untuk mempelajarinya. Materi pelajaran yang merangsang dan menantang. Siswalah yang melakukan kegiatan belajar bukan guru. Keterlibatan langsung. Keaktifan siswa. pelibatan langsung siswa dalam proses pembelajaran adalah penting. penguatan atau reinforcement mempunyai efek yang besar jika sering diberikan kepada siswa. Penguasaan meteri oleh siswa tidak bisa berlangsung secara singkat. Pengulangan belajar. Siswa perlu melakukan pengulangan-pengulangan supaya meteri yang dipelajari tetap ingat. Dalam hal ini guru perlu menciptakan situasi yang menimbulkan aktivitas siswa.

Belajar isyarat (signal learning). 8. 3. Belajar asosiasi verbal (verbal Association). Belajar konsep (concept learning). Perubahan itu tidak berlangsung sesaat saja melainkan menetap atau dapat disimpan. 3. tidak karena kelelahan.PENUTUP KESIMPULAN Belajar adalah suatu usaha sadar yang dilakukan oleh individu dalam perubahan tingkah lakunya baik melalui latihan dan pengalaman yang menyangkut aspek kognitif. Adanya kemampuan baru atau perubahan. 2. penyakit atau pengaruh obat-obatan. keterampilan (psikomotorik). 7. Perubahan tingkah laku bersifat pengetahuan (kognitif). Belajar merantaikan (chaining). Belajar memecahkan masalah (problem solving). Pembelajaran adalah kegiatan yang dirancang untuk mendukung proses belajar yang ditandai dengan adanya perubahan perilaku yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. 2. Jenis-jenis belajar menurut Robert M. Perubahan terjadi akibat interaksi dengan lingkungan. . maupun nilai dan sikap (afektif). Belajar membedakan (discrimination 6. Gagne : 1. Belajar stimulus respon. Belajar dalil (rule learning). Perubahan tidak semata-mata disebabkan oleh pertumbuhan fisik/ kedewasaan. 4. 4. Adapun Ciri-ciri belajar adalah sebagai berikut : 1. afektif dan psikomotor untuk memperoleh tujuan tertentu. 5. Perubahan itu tidak terjadi begitu saja melainkan harus dengan usaha.

Belajar Menghafal. 3. Belajar Arti Kata-kata. 6. Menyampaikan materi pelajaran (presenting the stimulus) 5. Psychomotor Domain (Kawasan psikomotorik). Gagne. Bloom : 1.Jenis-jenis belajar menurut Benyamin S. memperoleh kinerja/penampilan siswa (eliciting performance) . 3. Memberikan bimbingan belajar (providing learner guidance) 6. Affective Domain (Kawasan afektif). 4. Belajar Kognitif. 5. Robert M. Van Parreren) : 1. Mengingatkan konsep/prinsip yang telah dipelajari (stimulating recall or prior learning) 4. Menyampaikan tujuan pembelajaran (informing learner of the objectives) 3. Menarik perhatian (gaining attention) 2. Belajar Teoritis. De Block. C. Belajar Kaidah 7. Cognitive Domain (Kawasan Kognitif). Jenis-jenis belajar penggabungan dari tiga ahli (A. Belajar Berpikir Prinsip-prinsip belajar menurut Gagne : 1. 2. Belajar Konsep. 2.

Nah. penyusunan langkah-langkah pembelajaran.. atau pembelajaran ekspositori. ini yang dinamakan dengan metode.Oleh karenyanya strategi dan metode pembelajaran dapat bersumber atau bergantung dari pendekatan tertentu. 1. Ini berarti penyusunan suatu strategi baru sampai rencana kerja belum sampai pada tindakan. Menilai hasil belajar (assessing performance) 9. Strategi menunjuk pada sebuah perencanaan untuk mencapai sesuatu. dan pendekatan pembelajaran terdapat pula istilah teknik mengajar. perlu dirumuskan tujuan yang jelas yang dapat diukur keberhasilannya. memberikan balikan (providing feedback) 8. Ada dua hal yang perlu kita cermati dari pengertian di atas. Memperkuat retensi dan transfer belajar (enhancing retention and transfer) Strategi pembelajaran dapat diatikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. metode digunakan untuk merealisasikan strategi yang telah ditetapkan. Teknik adalah cara yang dilakukan seseorang dalam rangka mengimplementasikan suatu . pemanfaatan berbagai fasilitas dan sumber belajar semuanya diarahkan dalam upaya pencapaian tujuan. Pendekatan yang berpusat pada guru menurunkan strategi pembelajaran langsung. arah dari semua keputusan penyusunan strategi adalah pencapaian tujuan.Dengan demikian bisa terjadi satu strategi pembelajaran digunakan beberapa metode. bisa digunakan metode cerama. strategi berbeda dengan metode. Oleh sebab itu. Selain strategi. dan pendekatan yang berpusat pada siswa. Ini berarti . Strategi pembelajaran merupakan rencana tindakan (rangkaian kegiatan ) termasuk menggunakan metode dan memanfaatkan berbagai sumber daya / kekuatan dalam pembelajaran.Misalnya untuk melaksanakan strategi Ekspositori.Dengan demikian.7. Oleh karenanya. yaitu pendekatan yang berpusat pada guru. Pendekatan dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. Istilah lain yang juga memiliki kemiripan dengan strategi adalah pendekatan (approach ). sebelum menemukan strategi.Sedangkan.sekaligus metode tanya jawab atau bahkan diskusi dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia termasuk menggunakan media pembelajaran. Istilah pendekatan merujuk kepada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih terlalu umum. pembelajaran deduktif.Artinya. sebab tujuan adalah rohnya dalam implementasi suatu strategi. Roy Killen (1998) misalnya.pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa menurunkan strategi pembelajaran induktif. sedangkan metode adalah cara yang dapat digunakan untuk melaksanakan strategi. mencatat ada dua pendekatan dalam pembelajaran. metode. sekarang bagaimana mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah tersusun tercapai secara optimal. Sebenarnya pendekatan berbeda baik dengan strategi maupun metode.

permainan. demonstrasi. 2. maka dapat ditentukan bahwa suatu strategi pembelajaran yang diterapkan guru akan terntung pada pendekatan yang digunakan. pendekatan dan model pembelajaran. strategi dan model pembelajaran yang beragam untuk menarik minat siswa. investigasi. Pendekatan yang berpusat pada guru dapat menurunkan strategi pembelajaran seperti pembelajaran langsung. matematika di luar kelas. Berikut ini saya kan coba memberikan pengertiannya yang saya rangkum dari berbagai sumber 1. Dengan demikian.metode. 3. guru dapat menentukan teknik yang dianggap relevan dengan metode . bermain peran. Dalam upaya menjalankan metode pembelajaran. 2002) menyatakan bahwa strategi adalah rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus. bahkan banyak dari kita yang menganggapnya sama. laboratorium. Namun kebanyakan kita (terutama saya tentunya) masih bingung dengan istilah metode. 4. tentu kita dihadapkan pada persoalan melaksanakan pembelajaran di kelas dengan berbagai metode. pemberian tugas (drill atau latihan). strategi pembelajaran dapat pula disebut sebagai cara yang sistematik dalam mengomunikasikan isi pelajaran kepada siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. sedangkan pembelajaran yang berpusat pada siswa dapat menurunkan strategi pembelajaran seperti strategi inkuiri.Teknik dan Pendekatan Pembelajaran Sebagai guru. Dari penjelasan di atas . Dengan demikian. 80:14). Misalnya: Cara yang bagaimana yang dilakukan agar metode ceramah yang dilakukan berjalan efektif dan efisien ?. Pendekatan Pendekatan Wina (2006) yang menyatakan bahwa Killen telah mengategorikan pendekatan menjadi dua yaitu pendekatan yang berpusat pada guru dan pendekatan yang bepusat pada siswa. eksperimen. dan pembelajaran kooperatif. sebelum seseorang melakukan proses ceramah sebaiknya memperhatikan kondisi dan situasi. diskusi. Lebih lanjut tentang: Pengertian Strategi. pemecahan masalah.. strategi. Bisa diartikan juga metode: ceramah. penemuan (discovery atau inquiry). pendekatan. tanya jawab. Model Pembelajaran . eksplorasi. Metode Pembelajaran Metode pembelajaran dapat diartikan sebagai rencana yang sistematis untuk menyampaikan informasi (Gerlach dan Elly.Metode.Sedangkan bagaimana menjalankan strategi itu dapat ditetapkan berbagai metode pembelajaran. Strategi Pembelajaran Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) (Depdiknas.

Toeti Soekamto dan Winataputra (1995:78) mendefinisikan µmodel pembelajaran¶ sebagai kerangka konseptual yang menggambarkan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar bagi para siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran dan berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan melaksanakan aktivitas belajar mengajar. dan setelah menguasai materi lainnya ini mereka akan pulang ke kelompok awal mereka dan menginformasikan materi tersebut ke anggota lainnya. model investigasi kelompok. Dalam kelompok-kelompok ini mereka berbagi pengetahuan dengan anggota kelompok lain dan mempelajari materi-materi yang baru. dan menguasai pengetahuan secara mendalam yang tidak mungkin diperoleh apabila mereka mencoba untuk mempelajari semua materi sendirian. Setiap siswa yang ada di ³kelompok awal´ mengkhususkan diri pada satu bagian dari sebuah unit pembelajaran. Tujuan dari jigsaw ini adalah mengembangkan kerja tim. ketrampilan belajar kooperatif. di antaranya: model pencapaian konsep. model sinektiks. bukan guru. model latihan penelitian. model latihan laboratoris. Demikian semoga dapat membantu Metode jigsaw adalah teknik pembelajaran kooperatif di mana siswa. Mereka kemudian berpindah ke ³kelompok jigsaw´ ± dimana anggotanya berasal dari kelompok lain yang telah membaca bagian tugas yang berbeda. Para siswa kemudian bertemu dengan anggota kelompok lain yang ditugaskan untuk mengerjakan bagian yang lain. yang memiliki tanggung jawab lebih besar dalam melaksanakan pembelajaran. model yurisprudensial. Semua siswa dalam ³kelompok awal´ telah membaca materi yang sama dan mereka bertemu serta mendiskusikannya untuk memastikan pemahaman. Toeti Soekamto dan Winataputra (1995:84-85) menyatakan 10 model pembelajaran. . model pertemuan kelas. dan model simulasi. model kontrol diri.

dsb. setiap potongan gambar ± analogi dari setiap bagian pengetahuan ± adalah penting untuk penyelesaian dan pemahaman utuh dari hasil akhir Jigsaw adalah teknik pembelajaran aktif yang biasa digunakan karena teknik ini mempertahankan tingkat tanggung jawab pribadi yang tinggi. dst. Fasilitator dapat mengatur strategi jigsaw dengan dua cara: Pengelompokkan Homogen Instruksi: Kelompokkan para peserta yang memiliki kartu nomor yang sama. lipatlah masing-masing menjadi dua menjadi papan nama. memberikan peserta informasi dari bab-bab yang tidak mereka baca. Pengelompokkan Hiterogen Instruksi: Tempatkan para peserta yang memiliki nomor yang berbeda-beda untuk duduk bersama. Potensi untuk pembelajaran yang naratif (bukan interpretatif) dalam berbagi informasi. Sediakanlah empat kertas lipat. yang secara potensial diakibatkan oleh pemahaman yang lebih mendalam terhadap salah satu bab. Kelemahan: Apabila satu peserta tidak membaca tugasnya. Sediakanlah empat kertas lipat. Bab 2. Misalnya. setiap kelompok diskusi kemungkinan akan terdiri atas 4 individu: satu yang telah membaca Bab 1. satu yang telah membaca Bab 2. berilah nomor 1 sampai 4 dan letakkanlah di setiap meja. akan ditempatkan di kelompok yang sama. informasi tersebut tidak dapat dibagi/ didiskusikan.´ Seperti dalam ³jigsaw puzzle´ (teka-teki potongan gambar). METODE CERAMAH DALAM PEMBELAJARAN . semua peserta yang membaca Bab 1. Misalnya. Kelemahan: fokusnya sempit (satu bab) dan kemungkinan akan berlebihan. Oleh karena itu. Potensi yang lebih besar untuk memunculkan proses analisis daripada hanya sekedar narasi sederhana. Kelebihan: Memungkinkan ³peer instruction´ dan pengumpulan pengetahuan. para peserta akan diorganisir ke dalam kelompok diskusi berdasarkan apa yang mereka baca. Kelebihan: Pengelompokan semacam ini memungkinkan peserta berbagi perspektif yang berbeda tantang bacaan yang sama. Biarkan para peserta mencari tempatnya sendiri sesuai bab yang telah mereka baca berdasarkan ³siapa cepat ia dapat´.Setelah menguasai materi baru ini. berilah nomor 1 sampai 4 dan letakkanlah di atas meja. lipatlah masing-masing menjadi dua menjadi papan nama. semua siswa pulang ke ³kelompok awal´ dan setiap anggota berbagi pengetahuan yang baru mereka pelajari dalam kelompok ³jigsaw.

pengajar dapat menggunakan alat bantu seperti gambar-gambar. Dalam pelaksanaan ceramah untuk menjelaskan uraiannya. Kalau pengajar akan menyampaikan fakta (kenyataan) atau pendapat dan tidak. Kalau pengajar harus menyampaikan fakta kepada pembelajar yang besar jumlahnya atau karena besarnya kelompok pendengar sehingga metode-metode yang lain tidak mungkin dapat dipergunakan. Peranan dalam metode ceramah adalah mendengarkan dengan teliti dan mencatat pokok-pokok penting yang dikemukakan oleh pengajar. Pengajar tidak dapat mengetahui sampai di mana murid telah mengerti (memahami) yang telah dibicarakan. berhubungan antara pengajar dengan pembelajar ialah berbicara. Tetapi metode utama. Pada pembelajar dapat terbentuk konsep yang lain dari pada kata-kata yang dimaksudkan oleh pengajar tersebut. d. Kata-kata yang diucapkan pengajar. Bagaimana mempersiapakan ceramah yang berdaya guna? a. ditafsirkan lain oleh pembelajar. Rumuskan tujuan khusus yang hendak dipelajari oleh pembelajar. hendaklah diselidiki apakah . c. 2. Kalau pengajar adalah pembicara yang bersemangat dan akan rnerangsang pembelajar untuk melaksanakan sesuatu pekerjaan. 2.metode ceramah benar-benar merupakan metode yang sangat pada tempatnya. Tangkaplah perhatian siswa dan arahkan pada pokok yang akan diceramahkan. b. Susuanan bahan ceramah yang benar-benar perlu diceramahkan. . Kelemahan metode ceramah 1. Setelah menetapkan tujuan. 2. Ceramah wajar dipergunakan 1. Batas batas kemungkinan metode ceramah 1. 3.Yang dimaksud dengan ceramah ialah penerangan dan penuturan secara lisan. e. Pengajar tak dapat mengetahui sampai di mana pembelajar telah mengerti pembicaraannya. terdapat bahan bacaan yang merangkum fakta atau pendapat yang dimaksud. Pengertian yang dapat dijelaskan dengan alat atau dengan uraian yang tertentu harus ditetapkan sebelumnya.

2) Tidak menanyakan ³Manakah jawaban yang benar´ tetapi lebih menekankan kepada ³mempertimbangkan dan-membandingkan´. membuat kesimpulan atau menyusun berbagai alternatif pemecahan masalah Dalam hal ini diskusi merupakanjalan yang banyak memberi kemungkinan pemecahan terbaik. juga dalam kehidupan yang demokratis kita diajak untuk hidup bermusyawarah. http://massofa. Kedua. Pertanyaan-pertanyaan yang baik untuk metode diskusi : 1) Menguji kemungkinan jawaban yang dapat dipertahankan lebih dari sebuah.f.wordpress. latihan untuk peranan peserta dalam kehidupan di masyarakat. Adakan rencana penilaian. g. Misalnya : Manakah kiranya yang paling baik. Kebaikan Metode Diskusi 1) Siswa belajar bermusyawarah 2) Siswa mendapat kesempatan untuk menguji tingkat pengetahuan masing-masing 3) Belajar menghargai pendapat orang lain 4) Mengembangkan cara berpikir dan sikap ilmiah . Kemudian usahakan menanam pengertian yang jelas. Selain memberi kesempatan untuk mengembangkan ketrampilan memecahkan masalah. pemecahan mana yang mungkin lebih berhasil. Hal ini biasa dilaksanakan dengan melalui beberapa jalan misalnya : Pertama. Teknik evaluasi yang wajar digunakan untuk mengetahui tercapai tidaknya tujuan-tujuan khusus itu perlu ditetapkan. 3) menarik minat anak dan sesuai dengan taraf kemampuan/umurnya.com/2008/07/13/metode-ceramah-dalam-pembelajaran/. pengajar memberikan ikhtisar ringkas mengenai pokok-pokok yang akan diuraikan. mencari keputusankeputusan atas dasar persetujuan bersama. Bagi anak-anak. pengajar menguraikan pokok tersebut dan akhirnya menyimpulakan pokok-pokok penting dalam pembicaraan itu. manakah yang akan lebih memberikan manfaat. 11 September 2009 METODE DISKUSI DALAM PEMBELAJARAN Metode diskusi ialah suatu cara penyampaian bahan pelajaran dan guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengumpulkan pendapat.

Suatu saat mungkin ada diantara ide baru tersebut yang dirasa menarik untuk dikembangkan. 2) Kesulitan dalam menyimpulkan sering menyebabkan tidak ada penyelesaian. 6) Informal debate . Diskusi ini dapat diadkan di tengah-tengah atau akhi 2) Fish Rowt Diskusi terdiri dari beberapa orang peserta yang dipimpin oleh seorang ketua. Ketua mempersilahkan berbicara dan setelah selesai kembali ketempat semula. Semua ide >ang sudah masuk dicatat. 5) Brainstorming Merupakan suatu diskusi di mana anggota kelompok bebas menyumbangkan ide-ide baru terhadap suatu masalah tertentu. 3) Membutuhkan waktu cukup banyak. di bawah seorang ketua.Kekurangan/Kelemahan Metode Diskusi 1) Pendapat serta pertanyaan siswa dapat menyimpang dari poko persoalan. Kelompok pendengar yang ingin menyumbangkan pikiran dapat duduk di kursi kosong tersebut. 4) Syndicate group Suatu kelas dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang terdiri dari 3-6 orang. untuk kemudian diklasifikasikan menurut suatu urutan tertentu. seolah-olah menjaring ikan dalam sebuah mangkuk (fish boxvli. 3) Whole Group Suatu kelas merupakan satu kelompok diskusi dengan jurnlah anggota tidak lebih dari 15 anggota. Tcmpat duduk diatur setengah lingkaran dengan dua atau tiga kursi kosonu menghadap peserta. Tempat duduk diatur sedemikian rupa sehingga siswa saling berhadapan untuk memudahkan pertukaran pendapat. Guru menjelaskan garis besar masalah dengan aspek-aspeknya. Jenis-jenis Diskusi 1) Buzz Group Suatu kelas yang besar dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil 4 atau 5 orang. kemudian tiap kelompok bertugas membahas suatu aspek tertentu dan membuat kesimpuian untuk diiaporkan dalam sidang pleno serta didiskusikan lebih lanjut.

Suatu pokok persoalan dibahas secara teoritis. Pimpinan kelompok sewaktu waktu menyimpulkan kerja keiompoknya dan dari hasil-hasil kelompok disusun suatu perumusan oleh panitia perumus yang ditinjau. Berdasarkan kertas kerja yang ada. selanjuinya mengandung perianyaan-penanyaan tambahan dari siswa / mahasiswa yang lain. http://massofa.Kelas dibagi menjadi dua team yang agak sama besarnya unluk memperdebatkan suatu bahan yang problematis.wordpress. tanpa memperhatikan peraturan diskusi panel. terdiri dari 3-6 orang dan dipimpin oleh seorang moderator. Panel Merupakan suatu diskusi orang-orang yang dianggap ahli. Para panelis dihadapkan pada para peserta yang hanya berfungsi sebaeai pendengar. Maksudnya untuk memberikan stimulus kepada para peseita akan adanya masalahmasalh yang masih dipecahkan lebih lanjut. Bahasan dan sanggahan itu selanjutnya dirumuskan oieh panitia perumus. . 10) Seminar Merupakan suatu pembahasan yang bersifat ilmiah.com/2008/07/13/metode-diskusi-dalam-pembelajaran/. Moderator mengkoordinasi jalannya pembicaraan. Suatu pokok persoalan disoroti dari beberapa aspek. Pembahasan dilakukan oleh beberapa orang pembicara (sedikitnya 2 orang) yang sebelumnya telah menyiapakan suatu prasarana dan pembicara yang lain mengemukakan prasarana banding/sanggahan. yang masing-masing dibacakan oleh prasarana kemudian diikuti sanggahan dan pandangan umiun dari para pendengar. Pelajaran dengan maksud untuk memperjelas bahan pelajaran yang telah diterima. 9) Simposium Merupakan suatu pembahasan masalah yang bersifat lebih formal. peserta menjadi beberapa kelompok untuk membahas lebih lanjut. 11 September 2009 METODE DEMONSTRASI DAN EKSPERIMEN oleh : Fat Hurrahman Pengertian Metode Demonstrasi Yang di maksud dengan Metode Demonstrasi ialah metode mengajar dengan menggunakan peragaan untuk memperjelas suatu pengertian atau untuk memperlihatkan bagaimana berjalannya suatu proses pembentukan tertentu pada siswa. bila perlu dibuka suatu pandangan umum. 7) Colloqinin Merupukan suatu kegiatan dimana siswa¶mahasiawa dihadapkan pada nara sumber untuk mengajukan pertanyaan.

Kelemahan metode demonstran adalah: * Memerlukan waktu yang cukup banyak * Apabila terjadi kekurangan media. 2. terutama untuk membeli bahan-bahannya * Memerlukan tenaga yang tidak sedikit * Apabila siswa tidak aktif maka metode demonstran menjadi tidak efektif. Demonstrasi akan menjadi metode yang tidak wajar apabila alat yang di Demonstrasikan tidak bisa di amati dengan seksama oleh siswa. 4. 3. metode demonstrasi menjadi kurang efesien * Memerlukan biaya yang cukup mahal. Tidak semua hal dapat di Demonstrasikan di kelas karna sebab alat-alat yang terlalu besar atau yang berada di tempat lain yang tempatnya jauh dari kelas.Adapun aspek yang penting dalam menggunakan Metode Demonstrasi adalah: 1. Hendaknya dilakukan dalam hal-hal yang bersifat praktis Kelebihan metode demonstran adalah: * Perhatian anak didik dapat di pusatkan. dan titik berat yang di anggap penting oleh guru dapat di amati * Perhatian anak didik akan lebih terpusat pada apa yang di Demonstrasikan. jadi proses anak didik akan lebih terarah dan akan mengurangi perhatian anak didik kepada masalah lain * Dapat merangsang siswa untuk lebih aktif dalam mengikuti proses belajar * Dapat menambah pengalaman anak didik * Bisa membantu siswa ingat lebih lama tentang materi yang di sampaikan * Dapat mengurangi kesalah pahaman karna pengajaran lebih jelas dan kongkrit * Dapat menjawab semua masalah yang timbul di dalam pikiran setiap siswa karna ikut serta berperan secara langsung. Demonstrasi menjadi kurang efektif bila tidak di ikuti oleh aktivitas di mana siswa sendiri dapat ikut memperhatikan dan menjadi aktivitas mereka sebagai pengalaman yang berharga. Adapun langkah-langkah dalam penerapan metode demonstrasi adalah: . Misalnya alatnya terlalu kecil atau penjelasannya tidak jelas.

Menghindari ketegangan 6. . Menetapkan rencana penilaian terhadap kemampuan anak didik b.a. 7. baik di sekolah ataupun di rumah. apakah semuanya mengikuti demonstrasi dengan baik 5. Memperhitungkan waktu yang di butuhkan 4. Rumuskan secara spesific yang dapat di capai oleh siswa. Menetapkan garis-garis besar langkah-langkah demonstrasi yang akan di laksanakan 3. Melakukan demonstrasi dengan menarik perhatian siswa 3. Mengingat pokok-pokok materi yang akan di demonstrasikan agar mencapai sasaran 4. Merumuskan tujuan yang baik dari sudut kecakapan atau kegiatan yang di harapkan dapat tercapai setelah metode demontrasi berakhir 2. hingga semua siswa dapat melihat semuanya dengan jelas y Siswa di sarankan membuat catatan yang dianggap perlu y y 5. Hal-hal yang perlu di perhatikan dalam penggunaan metode demonstrasi tersebut adalah: 1. mengadakan latihan lebih lanjut. Selama demonstrasi berlangsung guru haru intropeksi diri apakah: Keterangan-keterangan dapat di dengar dengan jelas oleh siswa Apakah semua media yang di gunaka telah di tempatkan pada posisi yang baik. Memeriksa hal-hal tersebut di atas untuk kesekian kalinya 2. Memperhatikan kedaan siswa. Perencanaan Dalam perencanaan hal-hal yang dilakukan ialah 1. Memberikan kesempatan pada siswa untuk aktif 6. Pelaksanaannya: Hal-hal yang mesti di lakukan adalah: 1. seperti membuat laporan. Evaluasi Dalam kegiatan evaluasi ini dapat berupa pemberian tugas.menjawab pertanyaan.

Menyipkan peralatan yang di butuhkan sebelum demonstrasi dimulai. dalam bukunya ³Metodologi pendidikan agama Islam´ mendefinisikan bahwa Metode Eksperimen ialah suatu metode mengajar yang di lakukan murid untuk melakuka percobaan-percobaan pada mata pelajaran tertentu. METODE EKSPERIMEN Pengertian Metode Eksperimen Metode Eksperimen adalah Metode atau cara di mana guru dan murit bersama-sama mengerjakan sesuatu latihan atau percobaan untuk mengetahui pengaruh atau akibat dari sesuatu aksi. Sedangkan menurut Departeman Agama memberi definisi bahwa Metode Eksperimen adalah peraktek pengajaran yan melibatkan anak didik pada pekerjaan akademis. Adapun target Metode Eksperimen adalah 1. Murid dapat membuktikan kebenaran riil dari teori-teori hukum yang berlaku 2. memproses kegiatan. Sedangkan menurut Ramayulis. puasa. pembangunan masarakat dan lain-lainnya. Usahakan dalam melakukan demonstrasi tersebut sesuai dengan kenyataan sebenarnya. Susun langkah-langkah yag akan dilakukan dengan demontrasi secara teratur sesuai dengan skenario yang telah di rencanakan. 3. dan mengadakan tes untuk menguji pemahaman murit Kelebihan Metode Eksperimen . haji. 4. ia hanya mengatakan bahwa Metode Eksperimen adalah metode percobaan yang biasanya di lakuka dalam mata pelajaran tertentu. Diharapkan dengan metode ini murit dapat kepuasan dari hasil belajarnya Langkah-langkah metode eksperimen * Menerangkan Metode Eksperimen * Membicarakan terlebih dahulu permasalahan yang seknifikasi untuk di angkat * Sebelum guru menetapkan alat yang di perlukan langkah-langkah apa saja yang harus di catatdan variebel-variebel apa yang harus di kontrol * Setelah eksperimen di lakukan guru harus mengumpulkan laporan. latihan dan pemecahan masalah atau topik seperti: shalat.2. Sedangkan menurut Zakiyah Daradjat tidak memberikan pengertian jelas.

Persiapkan terlebih dahulu bahan-bahan yang di butuhkan 2. . Untuk memberikan latihan keterampilan tertetu pada siswa. Usahakan siswa terlibat langsung sewaktu mengadakan eksperimen 3. Untuk memudahkan penjelasan yang di berikan agar siswa langsung mengetahui dan dapat terampil dan melakukannya. Menghindarkan kesalahan siswa dalam mengambil kesimpulan karena mereka mengamati secara langsung jalannya proses demonstrasi yang di adakan atau eksperimen. 3. Setiap kelompok atau individu dapat melaporkan hasil percobaanya secara tertulis. Lakukan pengelompokan atau masing-masing individu melakukan percobaan yang telah di rencanakan bila hasilnya belum memuaskan dapat di ulangi lagi untuk membuktikn kebenaranya 5. Hal-hal yang menjadi teka-teki siswa dapat terjawab melalui eksperimen d. Memberikan pengalaman praktis yang dapat membentuk ingatan yang kuat dan keterampilan dalam berbuat c. Sebelum di laksanakan eksperimen siswa terlebih dahulu di berikan penjelasan dan petunjukpetunjuk seperlunya 4. Metode Demonstrasi Dan Eksperimen ini cocok digunakan apabila: 1. 2. Keuggulan Metode Demonstrasi dan Eksperiaen ini adalah: a. Untuk membantu siswa dalam memahami sesuatu proses secara cermat dan teliti. Hal-hal yang Perlu di perhatikan dalam melakukan Metode Eksperimen adalah: 1.* Menambah keaktifan untuk berbuat dan memecahkan sendiri sebuah permasalahan * Dapat melaksanakan metode ilmiah dengan baik Kekurangan Metode eksperimen * Tidak semua mata pelajaran dapat menggunakan metode ini * Murid yang kurang mempunyai daya intelektual yang kuat kurang baik hasilnya. Perhatian siswa akan dapat terpusat sepenuhnya pada anak yang di Demonstrasikan atau di Eksperienkan b.

11 September 2009 METODE TANYA JAWAB DALAM PEMBELAJARAN Penggunaan Metode Tanya Jawab Untuk memberikan gambaran tentang wajar atau tidaknya penggunaan metode tanya-jawab. . Melanjutkan pelajaran yang lalu 2. Kelemahan metode tanya Jawab: 1. Ilustrasi penggunaan metode tanya jawab di kelas 1. 3. Dalam tiap kejadian akan diikuti dengan analisis mengenai aspek pokok pelajaran itu dan sejauh manakah kewajaran penggunaan metode tanya-jawab. Metode ini tidak efektif apabila tidak di tunjang dengan peralatan yang lengkap sesuai dengan kebutuhan 3. Dengan tanya-jawab kadang-kadang pembicaraan menyimpang dari pokok persoalan bila dalam mengajukan pertanyaan. Kelas lebih aktif karena anak tidak sekedar mendengarkan saja. Guru dapat mengetahui sampai sejauh mana penangkapan siswa terhadap segala sesuatu yang diterangkan. Sukar di laksanakan bila siswa belum matang kemampuan untuk melaksanakannya http://udhiexz. Memberikan kesempatan kepada anak untuk bertanya sehingga Guru mengetahui hal-hal yang belum dimengerti oleh siswa. berikut ini akan disajikan suatu kejadian dalam kelas.com/2008/08/08/metode-demonstrasi-dan-eksperimen/. Memimpin pengamatan atau pemikiran siswa Kelebihan metode tanya Jawab : 1. 2. Dalam hal ini sering tidak terkendalikan sehingga membuat persoalan baru. Menyelingi pembicaraan untuk mendapatkan kerjasama siswa 3. Persiapa dan pelaksanaannya memakan waktu lama 2.Kelemahan Metode Demonstrasi dan Eksperimen adalah: 1.wordpress. siswa menyinggung hal-hal lain walaupun masih ada hubungannya dengan pokok yang dibicarakan.

Dari dimensi social. dapat diangkat ke taraf sadar melalui kombinasi pemeranan secara spontan . Dr. bermain peran berakar pada dimensi pribadi dan social. (2004:141) terdapat empat asumsi yang mendasari pembelajaran bermain peran untuk mengembangkan perilaku dan nilai-nilai social. Dengan demikian melalui model ini peserta didik juga dilatih untuk menjunjung tinggi nilai-nilai demokratis. Endang Komara.com/2008/07/13/metode-tanya-jawab-dalam-pembelajaran/. b. Kedua. daan berbagai strategi pemecahan masalah. berupa sikap. H. para peserta didik mencoba mengeksplorasi hubungan antar manusia dengan cara memperagakannya dan mendiskusikannya sehingga secara bersamasama para peserta didik dapat mengeksplorasi perasaan. yang kedudukannya sejajar dengan model-model mengajar lainnya. perasaan dan system keyakinan. nilai. http://massofa. M. Agar pembelajaran partisipatif berjalan efisien dan efektif mencapai sasarannya. Model bermain peran berasumsi bahwa proses psikologis yang tersembunyi. sikap. d. Secara implicit bermain peran mendukung sustau situasi belajar berdasarkan pengalaman dengan menitikberatkan isi pelajaran pada situasi µ¶di sini pada saat ini¶¶. M. Mulyasa.Si Melalui bermain peran (role playing). E. Pembelajaran partisipatif merupakan fenomena yang sedang tumbuh dalam pendidikan. terutama masalah yang menyangkut hubungan antar pribadi peserta didik. Dari dimensi pribadi model ini berusaha membantu peserta didik menemukan makna dari lingkungan social yang bermanfaat bagi dirinya. Pemecahan masalah dilakukan secara demokratis. Keempat asumsi tersebut sebagai berikut: a. Juga melalui model ini para peserta didik diajak untuk belajar memecahkan masalah pribadi yang sedang dihadapinya dengan bantuan kelompok social yang beranggotakan teman-teman sekelas. nilai.2. Setiap jenis pembelajaran menggunakan metode dan teknik yang disesuaikan dengan factor-faktor yang ada disekelilingnya.wordpress. maka diperlukan metode dan teknik-teknik pembelajaran partisipatif. 11 September 2009 MODEL BERMAIN PERAN Oleh: Prof.Pd. bermain peran memungkinkan para peserta didik untuk mengungkapkan perasaannya yang tidak dapat dikenal tanpa bercermin pada orang lain c. Model bermain peran berasumsi bahwa emosi dan ide-ide dapat diangkat ke taraf sadar untuk kemudian ditingkatkan melalui proses kelompok. Sebagai suatu model pembelajaran. baik pendidikan sekolah maupun pendidikan luar sekolah. Membutuhkan waktu lebih banyak. Menurut Dr. model ini memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bekerja sama dalam menganalisis situasi social.

c. (2) memilih partisipan/peran. Membuat bahan yang dipelajari di sekolah menjadi lebih relevan dengan kenyataan dan kebutuhan yang ada di masyarakat.Terdapat tiga hal yang menentukan kualitas dan keefektifan bermain peran sebagai model pembelajaran. sedangkan unsur studinya terabaikan. Memerlukan persiapan yang melibatkan banyak pihak.com/blog/cns!669E85C7CBD2F075!946. Memerlukan pengawasan yang lebih ketat terhadap setiap gerak-gerik anak didik di lapangan.blogspot. (6) diskusi dan evaluasi. Kelebihan metode karyawisata sebagai berikut : a. (2) analisis dalam diskusi. e. Memerlukan tanggung jawab guru dan sekolah atas kelancaran karyawisata dan keselamatan anak didik. f. Menurut Shaftel (1967) mengemukakan sembilan tahap bermain peran yang dapat dijadikan pedoman dalam pembelajaran: (1) menghangatkan suasana dan memotivasi peserta didik. b. (3) menyusun tahap-tahap peran. Memerlukan perencanaan dengan persiapan yang matang. Pengajaran dapat lebih merangsang kreativitas anak. 11 September 2009 METODE KARYA WISATA Metode karya wisata adalah suatu metode mengajar yang dirancang terlebih dahulu oleh pendidik dan diharapkan siswa membuat laporan dan didiskusikan bersama dengan peserta didik yang lain serta didampingi oleh pendidik. Karyawisata menerapkan prinsip pengajaran modern yang memanfaatkan lingkungan nyata dalam pengajaran.html. (4) menyiapkan pengamat.live. yang kemudian dibukukan. yakni (1) kualitas pemeranan.entry. http://yastaki56. Dalam karyawisata sering unsur rekreasi menjadi prioritas daripada tujuan utama. (9) membagi pengalaman dan mengambil kesimpulan http://dahli-ahmad. (7) pemeranan ulang. terutama karyawisata jangka panjang dan jauh. d. (5) pemeranan. (3) pandangan peserta didik terhadap peran yang ditampilkan dibandingkan dengan situasi kehidupan nyata. Kekurangan metode karyawisata sebagai berikut : a. b.com/2009/03/model-bermain-peran-dalam-pembelajaran_29.spaces. Biayanya cukup mahal. (8) diskusi dan evaluasi tahap dua. 11 September 2009 . c.

dengan meningkatkan kinerja siswa dalam tugas-tugas akademiknya. meransang untuk belajar lebih banyak. 2) kelompok dibentuk dari siswa-siswa yang memiliki kemampuan tinggi. menghargai pendapat orang lain. dan tingkat sosial. Menurut Ibrahim dkk.wordpress. bekerja dalam kelompok dan sebagainya. . http://smacepiring. suku. Sedangkan tujuan yang kedua. budaya jenis kelamin yang berbeda. Siswa yang bekerja dalam situasi pembelajaran kooperatif didorong untuk bekerjasama pada suatu tugas bersama dan mereka harus mengkoordinasikan usahanya untuk menyelesaikan tugasnya. 3) jika dalam kelas terdapat siswa-siswa yang terdiri dari beberapa ras. berbagi tugas. budaya. siswa belajar dalam kelompok secara kooperatif. Dalam pembelajaran kooperatif. Tetapi dlam metode ini sulit mengawasi mengenai kemungkinan siswa tidak bekerja secara mandiri. yaitu meningkatkan hasil akademik. pembelajaran kooperatif memberi peluang agar siswa dapat menerima teman-temannya yang mempunyai berbagai perbedaan latar belajar. jenis kelamin yang berbeda pula. kemampuan akademik. maka diupayakan agar dalam tiap kelompok terdiri dari ras. sedang dan rendah. memancing teman untuk bertanya. dua atau lebih individu saling tergantung satu sama lain untuk mencapai suatu tujuan bersama. membina disiplin dan tanggung jawab siswa. Perbedaan tersebut antara lain perbedaan suku. yang memiliki orientasi dan bahasa yang sama. mau menjelaskan ide atau pendapat. Keterampilan sosial yang dimaksud antara lain. Menurut Depdiknas tujuan pertama pembelajaran kooperatif. dan membina kebiasaan mencari dan mengolah sendiri informasi.com/2008/02/19/pendekatan-dan-metode-pembelajaran/. suku.METODE PENUGASAN Metode ini berarti guru memberi tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar. agama. Siswa yang lebih mampu akan menjadi nara sumber bagi siswa yang kurang mampu. aktif bertanya. Model pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai setidak-tidaknya tiga tujuan pembelajaran penting. 11 September 2009 METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF by Doantara yasa Menurut Slavin pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang dilakukan secara berkelompok. siswa dalam satu kelas dijadikan kelompok -kelompok kecil yang terdiri dari 4 sampai 5 orang untuk memahami konsep yang difasilitasi oleh guru. Untuk itu setiap anggota berkelompok bertanggung jawab atas keberhasilan kelompoknya. siswa yakin bahwa tujuan mereka akan tercapai jika dan hanya jika siswa lainnya juga mencapai tujuan tersebut. dan 4) penghargaan lebih diutamakan pada kerja kelompok dari pada perorangan. Metode ini dapat mengembangkan kemandirian siswa. Model pembelajaran kooperatif memiliki ciri-ciri: 1) untuk menuntaskan materi belajarnya. Tujuan penting ketiga dari pembelajaran kooperatif ialah untuk mengembangkan keterampilan sosial siswa.

Menurut Ibrahim. 2) siswa dapat mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi. 6) siswa berbagi kepemimpinan dan mereka membutuhkan keterampilan untuk belajar bersama selama proses belajarnya. dan 4) meningkatkan kepuasan siswa terhadap materi pembelajaran. 5) siswa akan dikenakan evaluasi atau diberikan penghargaan yang juga akan dikenakan untuk semua anggota kelompok. 3) meningkatkan ingatan siswa. unsur-unsur dasar pembelajaran kooperatif sebagai berikut: 1) siswa dalam kelompok haruslah beranggapan bahwa mereka sehidup sepenanggungan bersama.Menurut Ibrahim. dan 7) siswa akan diminta mempertanggungjawabkan secara individual materi yang ditangani dalam kelompok kooperatif . dkk. Cooper mengungkapkan keuntungan dari metode pembelajaran kooperatif. 4) siswa haruslah membagi tugas dan tanggung jawab yang sama di antara anggota kelompoknya. 3) siswa haruslah melihat bahwa semua anggota didalam kelompoknya memiliki tujuan yang sama. pembelajaran kooperatif memiliki dampak yang positif untuk siswa yang hasil belajarnya rendah sehingga mampu memberikan peningkatan hasil belajar yang signifikan. antara lain: 1) siswa mempunyai tanggung jawab dan terlibat secara aktif dalam pembelajaran. 2) siswa bertanggung jawab atas segala sesuatu didalam kelompoknya.