P. 1
Mahasiswa Sebagai Agent Of Change Dalam Dunia Kesehatan Gigi dan Mulut

Mahasiswa Sebagai Agent Of Change Dalam Dunia Kesehatan Gigi dan Mulut

|Views: 1,797|Likes:
Dipublikasikan oleh Afif FUddin

More info:

Published by: Afif FUddin on Mar 04, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/30/2014

pdf

text

original

Mahasiswa Sebagai Agent Of Change Dalam Dunia Kesehatan Gigi dan Mulut

Kondisi kesehatan gigi dan mulut di indonesia masih sangat memprihatinkan berdasarkan hasil Survey Kesehatan Rumah Tangga-Survey Kesehatan Nasional (SKRT-SURKERNAS) pada tahun 2001, masalah mulut dan gigi merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling sering dikeluhkan oleh lebih dari 60% masyarakat Indonesia, dan bahwa 90% penduduk Indonesia mengalami masalah gigi berlubang, memperlihatkan adanya kebutuhan untuk terus meningkatkan edukasi mengenai pentingnya perawatan gigi dan mulut.
Berdasarkan survei kesehatan yang dilakukan Departemen Kesehatan RI pada 2001 menemukan sekitar 70 persen penduduk Indonesia berusia 10 tahun ke atas pernah mengalami kerusakan gigi.Pada usia 12 tahun, jumlah kerusakan gigi mencapai 43,9 persen, usia 15 tahun mencapai 37,4 persen, usia 18 tahun 51,1 persen, usia 35-44 mencapai 80,1 persen, dan usia 65 tahun ke atas mencapai 96,7 persen. Di banyumas sendiri berdasarkan Profil Kesehatan Kabupaten dan Kota Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah tahun 2004, terdapat 93.126 siswa SD di Kabupaten Banyumas. Siswa yang telah diberi perawatan gigi dan mulut sebanyak 10. 378 anak. Jenis perawatan yang dilakukan misalnya penumpatan gigi tetap dan pencabutan gigi tetap.

Kesehatan gigi dan mulut hingga kini masih belum menjadi perhatian utama. Akibatnya, gigi berlubang atau karies menjadi masalah umum yang dihadapi sebagian besar masyarakat. Padahal kondisi ini menjadi gerbang beragam penyakit. Banyak sekali upaya yang telah dilakukan baik oleh pemerintah maupun PDGI selaku lembaga yang menaungi seluruh dokter gigi mulai dari upaya pemberdayaan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan gigi dan mulut dengan mencegah, merawat dan memelihara kesehatan gigi sampai upaya pengobatan gigi yang notabennya sifatnya kuratif, lalu bagaimana peranan mahasiswa? Mahasiswa disini tentunya sebagai mahasiswa kedokteran gigi yang merupakan kaum intelektual yang nantinya akan berkecimpung dalam upaya perbaikan kesehatan gigi dan mulut di Indonesia, namun apakah mahasiswa harus menunggu 5-6 tahun kedepan ketika mereka bergelar Dokter Gigi baru mereka dapat berperan sebagai agent of change dalam dunia kesehatan gigi dan mulut di indonesia Jawabannya tentu tidak mahasiswa dapat menjadi agent of change dalam dunia kesehatan gigi dan mulut di indonesia, memang belum banyak yang dapat dilakukan oleh mahasiswa hal tersebut dikarena karena kompetensinya yang belum memenuhi sehingga peranan mahasiswa

Pendidikan dilakukan melalui demonstrasi secara langsung. atau menggunakan prosedur. Kuesioner ini dapat dijadikan acuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan kesehatan dan memberikan rangsangan sebelum kegiatan lain yang akan dilaksanakan. tanpa mengurangi isinya. Lalu apa yang dapat dilakukan mahasiswa sebagai agent of change dalam dunia kesehatan gigi dan mulut di indonesia? Beberapa hal dapat dilakukan seperti upaya promotif mau pun preventif melalui upaya edukasi kepada masyarakat baik melalui penyuluhan. atau melalui sikat gigi massal yang terkontrol.masih kecil dan terbatas akan tetapi kecil bagi kita belum tentu kecil bagi mereka sekecil apapun sumbangsih yang diberikan mahasiswa untuk memperbaiki kondisi kesehatan gigi dan mulut yang memprihatinkan di Indonesia tentunya sangat berharga. Pesantren panti asuhan dan lain sebgainya dengan tentunya tidak mengabaikan golongan usia yang lain baik dewasa maupun lansia. Dental Software animation digunakan pula untuk bahan penyuluhan agar peserta lebih antusias untuk mengikuti jalanya penyuluhan. Bentuk kegiatan juga bermacam-macam mulai dari pembagian kuesioner yang berisi pertanyaan dan cerita pengalaman terkait dengan kesehatan gigi dan mulut. . Demonstrasi tahap ini digunakan untuk memperlihatkan bagaimana cara melaksanakan suatu tindakan. Selain itu Upaya pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut seharusnya dilakukan sejak dini jadi kegiatan terfokus pada anak-anak mulai dari TK. dan hal lain yang terkait. adegan. seminar dan lain sebagainya dan bahkan upaya ini lebih efektif karena pada hakekatnya mencegah lebih baik dari pada megobati jadi jelas meskipun apa yang mahasiswa lakukan merupakan yang kecil tapi manfaatnya sangat besar. atraktif. Dengan adanya upaya tersebut diharapkan akan terjadi Proses belajar yang merupakan bagian dari sebuah proses pendidikan. kajian. Dental Software animation merupakan film ataupun animasi yang dibuat oleh mahasiswa. SMP. Kegiatan edukasi tersebut harus tepat sasaran dan efektif penyuluhan harus dibuat semenarik mungkin. Berisi mengenai cerita ataupun gambaran mengenai kesehatan gigi dan mulut. Melalui proses pendidikan terjadi penambahan atau pengurangan serta penyempurnaan pola perilaku. seperti pola makan. SD. sehingga diperoleh hasil lebih baik yaitu terwujudnya kesehatan gigi dan mulut yang baik dan peningkatkan taraf hidup. program audio visual. Pada film ataupun animasi ditekankan pada kegiatan ataupun kebiasaan masyarakat khususnya pelajar yang berpengaruh pada kondisi kesehatan gigi dan mulut. kebiasaan.

BY : FAJARRUDIN MALIK . Melalui kegiatan tersebut diharapkan masyarakat akan sadar dan mau megubah prilaku agar kondisi kesehatan gigi dan mulut menjadi lebih baik. memang belum banyak yang dapat dilakukan oleh mahasiswa hanya sebatas upaya yang sifatnya non kuratif hal tersebut dikarena karena kompetensinya yang belum memenuhi sehingga peranan mahasiswa masih kecil dan terbatas akan tetapi kecil bagi kita belum tentu kecil bagi mereka sekecil apapun sumbangsih yang diberikan mahasiswa untuk memperbaiki kondisi kesehatan gigi dan mulut yang memprihatinkan di Indonesia tentunya sangat berharga.Sebagai contoh adalah mengenai prosedur menggosok gigi yang baik dan benar. tanya jawab dan sampai pembagian hadiah dan lain sebagainya. Jadi jelas bahwasanya mahasiswa dapat menjadi agent of change dalam dunia kesehatan gigi dan mulut di indonesia.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->