Anda di halaman 1dari 5

DASAR-DASAR PSIKODIAGNOSTIK

KONSEP PSIKODIAGNOSTIK
Pertama kali digunakan oleh Hermann Roschard (1912) : sebagai suatu metode atau cara
untuk menegakkan diagnosis (istilah di bidang kedokteran)
James Drever (1971) : bahwa psikodiagnostik adalah suatu upaya untuk menilai
karakteristik individu melalui suatu observasi tanda-tanda luar,dalam hal ini baik dari
bentuk tubuh, maupun cara bertingkah laku.
Dalam perkembangannya kemudian pengertian psikodiagnostik bukan lagi terbatas pada
menegakkan diagnose,tetapi menjadi lebih luas dan umum sebagai proses logik yang
bertahap dan sistematik dalam pemeriksaan Y untuk tujuan memahami kepribadian
seseorang yang diperiksa.
Bukan hanya mengklasifikasikan gangguan tingkah laku atau kepribadian yang ada,
tetapi lebih luas dari itu membuat deskripsi tentang kepribadian individu, baik dari segi
struktur maupu dinamikanya.
Yang perlu diperhatikan adalah tahapannya dalam pemeriksaan Y yang mengikuti aturan
yang baku baik secara keseluruhan maupun secara khusus bila menyangkut pemeriksaan
materi psikologisnya.

Maloney&Ward(1976) : 7 fase atau langkah menginterpretasikan data hasil pemeriksaan


Psikologis, mulai dari mtahap menggali dan mengoreksi data, maupun inferensi-
inferensidalam wujud salah satu dari proses menolak, mengubah atau menerima
referensi, yang dilanjutkan dengan tahap membangun hipotesis tentang model
psikodinamik individu, sampai taha akhir berupa memprdiksikan tingkah laku individu.
Disamping itu juga menuntut pengetahuan dan keterampilan tersendiri seperti misalnya
cara mengadministrasikan hasil tes dan sebagainya.sampai memperoleh deskripsi
kepribadian individu.
KONSEP KEPRIBADIAN DALAM PEMERIKSAAN Y
Psikodiagnostik tidak mungkin dilepaskan dari pengertian kepribadian, tujuan dalam
psikodiagnostik adalah mendeskripsikan kepribadian seseorang.
Yang perlu dikuasai adalah pemahan tentang kepribadian yang meliputi struktur,
perkembangan, dinamika dan aspek-aspek yang menjadi determinan pembentukan suatu
tingkah laku pada beberapa situasi yang tertentu.
Untuk mampu mendeskripsikan kepribadian seseorang, seorang pemeriksa sebaiknya
menetapkan apa teori kepribadiannya dan bagaimana pendekatan yang dipilih.
Ada 3 aliran besar yang digunakan sebagi acuan dalam mendeskripsikan kepribadian :
- Psikoanalisa Sigmund Freud
Yang menggambarkan bahwa kepribadian terdiri dari id, ego, dan superego
- Id : sebagai primary proses yang diartikan sbg impuls/ dorongan yang
selalu membutuhkan obyek bagi pemuasnya. Hal ini merupakan
ketidaksadaran dalam isi kepribadian.
- Ego : memiliki fungsi meregulasi dorongan yang mencari pemuasan
kebutuhan itu dengan cara mencari jalan dan pilihan ketika berinteraksi
dengan lingkungan atas dasar prinsip realitas dan kesadaran.
- Superego : struktur yang berisi hasil internalisasi norma dan aturan yang
telah terbentuk melalui pengalaman hidup individu, yang memberikan
dukungan atau menjadi hambatan pada struktur ego ketika berfungsi dalam
proses regulasi dorongan.

- Behavioristik (menggunakan prinsip proses belajar dalam menentukan perilaku)


Intinya aspek yang membentuk perilaku drive (motiv) yang selalu bergerak mencari
keseimbangan dalam individu.
Kondisi keseimbangan suatu kondisi asosiasi yang terbentuk antara stimulus eksternal
maupun internal yang dihadapi individu dengan responnya.
Asosiasi ini akan menjadi pola kepribadian sedangkan evektivitas hubungan ini disebut
sebagai habitat strength.

- Eksistensialisme
Menggambarkan perilaku manusia ketika berada dilingkungan .
Manusia berhubungan secara dialektis dengan lingkungan eksternal yang mengandung
pengertian bahwa keduanya tidak berdiri sendiri, tapi saling tergantung dan saling
mempengaruhi terhadap perubahan - perubahan khusus bagi individu akan lingkunganya
itu.
Prinsip dialektis mengandung pengertian bahwa perubahan akan terjadi secara dinamis
pada setiap masa, ketika manusia menentukan pilihan untuk mengubahnya.
Manusia berpotensi untuk mencari pilihan dan mengembangkan potensi-potensinya itu
untuk mencapai makna kehidupan.

Pendekatan Lainnya
Carl Roger – Gordon Allport – Erik Erikson – Geoge Kelly – Raymond Cattel – Albert
Bandura

Dari sekian banyak definisi para tokoh tersebut ada beberapa kesamaan tentang konsep
kepribadian :
Adanya perbedaan antara individu yang satu dengan yang lain.
Kepribadian adalah hypothetical struckture of organization. Tingkah laku yang diamati
sebagai sesuatu yang terorganisir dan terintegerasi oleh kepribadian.
Kepribadian merupakan konsep abstrak yang dilandasi penjabaran dari pengamatan
tingkah laku.

Dalam Kepribadian, penting untuk memperhatikan lyfe history atau perspektif


perkembangan. Proses internal dan eksternal yang di dalamnya memiliki unsur aspek
genetis, biologis, pengalaman sosial dan perubahan sosial, hal – hal tersebut merupakan
hal yang perlu dibahas.
Kepribadian menunjukkan adanya karakteristik individu yang konsisten dalam pola
perilakunya. Artinya terdapat konsep yang menguraikan bahwa kepribadian relatif
menetap dari waktu kewaktu dan dari satu situasi kesituasi lain.
Perbedaan individu terjadi dengan melihat tinjauan :
- Bagaimana individu memandang dunianya (world view)
- Bagaimana gaya hidup individu (life style)
- Bagaimana individu memandang dirinya (self image)
Sehingga nantinya deskripsi kepribadian akan mengarahkan pada kekhasan individu
yang membedakan dari individu yg lain.
Secara sistematik isi kepribadian digambarkan dalam proses psikodiagnostik mengacu
pada “individual differences” yg meliputi :
- Aspek kognisi (proses berpikir)
- Aspek perasaan (afeksi dan dorongan)
- Aspek sensorik dan motorik
- Aspek relasi antar personal dan penyesuaian diri
- Integrasi dari keseluruhan aspek

Keseluruhan aspek ini didapat melalui teknik, metode, dan cara yang dikembangkan
dalam proses asessmen Y sehingga dapat dideskripsikan dalam laporan pemeriksaan Y

Pemeriksaan Y
Pemeriksaan Y memiliki tujuan yang telah ditetapkan dan ragam jenisnya tergantung
dari aplikasi yang akan di gunakan.

Kepribadian merupakan sasaran dalam pemeriksaan Y


Ada 4 hal dari gambaran kepribadian yang perlu dipertimbangkan untuk uraian dalam
setiap laporan hasil pemeriksaan Y :
1. Deskripsi/gambaran yang komunikatif dan informasi tentang struktur kepribadian
individu
2. Perkembangan kepribadian individu
3. Dinamika kepribadiannya
4. Faktor-faktor determinan yg berperan pada kepribadiannya

Pemeriksaan Y dalam psikodiagnostik adalah suatu proses yang berlangsung dalam


waktu tertentu dengan maksud :
Memperoleh data dan informasi tentang subjek yang diperiksa, khususnya informasi
tentang aspek-aspek kepribadian baik potensi maupun kelemahan indvidu.
Menginterpretasikan data atau informasi sehingga diperoleh kejelasan tentang gambaran
kepribadian subjek.
Memprediksikan hasil interpretasi tentang gambaran kepribadian itu sehingga dapat
diberikan treatment/ intervensi yang tepat bagi perkembangan dan perubahan perilaku
subjek.

Tujuan pemeriksaan
Menggambarkan kepribadian subjek (untuk aplikasi klinis artinya sampai mendapatkan
diagnosa gangguan kepribadian yang dialami), yang dapat dipakai sebagai dasar
memberikan intervensi bagi perubahan perilaku subjek, (bila itu diperlukan).
Aspek kepribadian yg diuraikan dalam laporan mencakup :
- Kecerdasan, struktur, dan dinamikannya
- Dorongan, implus, motivasi
- Emosi, kepekaan, dan ekspresinya
- Relasi soasial, kepekaan, penampilan, keterampilan sosial dll