Anda di halaman 1dari 2

Menyusuri pembelajaran sains 9: Waspadi percobaan yang ’misleading’

Leo Sutrisno
Pembelajaran sains memang memerlukan kegiatan percobaan karena tidak semua
fenomema alam dapat diamati langsung oleh oleh siswa. Selain itu, juga karena
percobaan di kelas dapat membantu mengarahkan perhatian siswa kepada hal-hal yang
semestinya diamati saja. Banyak percobaan di kelas sains yang disajikan pada buku ajar
yang tersedia secara komersial di pasar. Tetapi tidak semua percobaan itu menjelaskan
fenomena alam yang sesungguhnya. Ada bebepara percobaan yang ’misleading’ karena
memberikan informasi yang keliru. Berikut diberikan beberapa contoh.

Membuktikan bahwa ada udara


Dalam buku-buku komersial, keberadaan udara disajikan dengan percobaan
sebuah lilin yang menyala di atas permukaan air ditutup dengan gelas (Lihat Gambar 1).
Beberapa saat kemudian lilin padam dan terlihat permukaan air di dalam gelas naik.
Dikatakan bahwa permukaan air di dalam gelas itu naik karena mengisi ruang kosong
yang ’ditinggalkan’ oksigen yang telah habis terbakar. (Kerana oksigen di dalam gelas
habis maka lilin tidak dapat menyala lagi). Sesungguhnya, selama lampu menyala
dihasilkan gas karbon dioksida yang sama banyak dengan oksigen. Jadi tidak akan
mungkin ada ruang kosong akibat pembakaran. Peristiwa permukaan air di dalam gelas
naik karena akibat suhu udara yang ada di dalam gelas menurun. (api tidak menyala lagi).

Gambar 1

Menunjukkan bahwa udara memiliki berat


Dalam buku-buku komersial, percobaan sederhana di kelas yang digunakan untuk
menunjukkan bahwa udara memiliki berat adalah dua buah balon digantungkan pada
sebatang tongkat yang juga tergantung secara setimbang (Gambar 2). Kemudian salah
satu balon ditusuk sehingga udara di dalam balon ke luar. Seluruh sistem menjadi tidak
setimbang. Jadi, udara memiliki berat. Tampaknya, percobaan semacam ini sangat jelas.
Namun, jika posisi lubang balon bekas tusukan berbeda-beda psosisi kesetimbangan juga
berbeda. Karena, udara di dalam balon akan ke luar melalui lubang bekas tusukan dengan
cepat. Terjadi peristiwa semburan ‘roket’. Selain itu, kepekaan ‘timbangan’ juga
diragukan sehingga mampu mengukur berat udara di dalam balon.

ditusuk

Gambar 2

Perambatan bunyi
Bunyi yang merambat sering didemonstrasikan dengan ‘pesawat telpon
sederhana’ seperti yang ditunjukkan pada Gambar 3. Bunyi merambat dari ujung yang
satu ke unjung yang lain. Cara bunyi merambat seperti itu, membrane kertas bergetar
yang diikuti dengan getaran ujung benang yang menempel pada membrane itu hingga
ujung yang lain dan menggetarkan membrane di ujung itu. Walaupun tidak eksplisit,
sering rambatan gelombang bunyi seperti itu diterapkan pada rambatan bunyi pada telpon
yang sesungguhnya.

Halloo

Gambar 3

Inilah beberapa contoh percobaan sains menurut sajian dalam buku ajar yang
‘misleading’. Bagi para guru yang kurang menguasai bahan ajar tentu akan terbawa oleh
model-model seperti itu. Perlu dicermati. Kegiatan yang cocok untuk seseatu tujuan
belum tentu cocok dengan tujuan yang lain. Apa yang tersaji pada buku ajar tidak selalu
baik untuk semuanya. Realitas sains disederhanakan, dimodelkan dan sering hanya
artificial melalui percobaan sains di kelas. Kewaspadaan dperlukan. Semoga!