Anda di halaman 1dari 3

Menyusuri pembelajaran sains 14:

Mengatasi rasa takut terhadap listrik

Leo Sutrisno

Pelajaran listrik bagi sebagian guru dan siswa dapat


menimbulkan rasa ketakutan. Karena, dalam kehidupan sehari-hari
listrik sering menimbulkan kecelakaan yang fatal. Misalnya,
kebakaran atau bahkan sering juga menelan korban jiwa karena
‘tersengat’ atau karena terbakar. Itu terjadi karena sumber listriknya
berasal dari PLN.
Peralatan percobaan listrik di Sekolah Dasar tidak banyak
yang menggunakan sumber listrik dari PLN langsung. Pada
umumnya telah dilewatkan pada adaptor atau transformator.
Sehingga, baik tegangan dan kuat arusnya sudah cukup aman bagi
kita. Sudah tentu, adaptor atau trnasformator ini yang perlu sering
diperiksa karena alat inilah yang berhubungan langsung dengan
jaringan PLN.
Kalau tidak menggunakan sumber listrik dari PLN (yang
telah melewati adaptor/transformator), baterai kering dapat
digunakan sebagai sumber listrik. Banyak percobaan listrik dapat
bekerja sangat efektif walaupun bersumber dari baterai.

Mengenalkan elektromagnetik di sekitar kawat yang dilalui


arus listrik dapat menggunakan satu baterai kawat, kompas atau
jarum untuk menjahit, atau serbuk besi. Lihat Gambar 1.
Pada awal abad ke-19, di Denmark, Profesor Hans Christian
Oersted yang sedang memberi kuliah tentang listrik melihat bahwa
sepotong jarum yang tergantung di dekat sebuah kawat berarus
bergerak ketika saklar ditutup. Ia menemukan pada kawat yang
dilalui arus listrik bersifat magnet. Anak-anak, sering tidak secara
sengaja juga menemukan hal-hal yang seperti itu. Kalau kejadian
yang dialami Profesor Oersted tidak menghentikan kuliahnya, maka
kejadian yang dilihat oleh anak-anak mungkin akan menyita banyak
perhatiannya. Suatu kejadian yang mengejutkan seperti ini bagi
banyak orang termasuk anak-anak sering dapat meningkatkan
pemahamannya.
Gejala elektromagnet di sekitar kawat berarus dapat dipelajari
dengan benda-benda yang tersedia seperti pada Gambar 1 ini. Sudah
pasti, benda-benda seperti ini tidak perlu ditakuti.

Kuat arus yang berubah-ubah merupakan kejadian yang


sangat esensial pada pesawat telpon. Perubahan kuat arus itu akan
membuat membrane dalam pesawat telpon bergetar. Geetaran
membrane menghasilkan bunyi yang dapat kita dengar. Kuat arus
yang berubah-ubah dapat ditunjukkan dengan percobaan yang
sederhana seperti yang disajikan pada Gambar 2, satu buah baterai,
dua batang karbon dari baterai bekas, serta sebuah lampu senter.
Dengan menggeser-geser pertemuan kedua ujung batang karbon akan
terlihat lampu berkedip-kedip. Itu berarti arus listrik yang lewat
berubah-ubah.

Inilah sekedar dua contoh percobaan listrik yang tidak


menimbulkan rasa takut baik bagi siswa maupun bagi guru. Tentu
para guru memiliki banyak contoh aktivitas serupa. Semoga!

Gambar 1
Gambar 2