Anda di halaman 1dari 9

Pendidikan Kesehatan

“Pengembangan Kurikulum Dalam Pembelajaran”

Oleh Kelompok 1 :

Ricco Arika Sandy Anggie Zaima

1010322004 0910323049

Program Studi Ilmu Keperawatan

Fakultas Kedokteran

Universitas Andalas
BAB I
PENDAHULUAN

Pengembangan kurikulum berkaitan dengan kegiatan untuk menghasilkan


kurikulum, sedangkan pembinaan kurikulum berhubungan dengan
kegiatan pelaksanaan kurikulum dan pemotretan pelaksanaannya. Hal ini
ditujukan untuk mempertahankan dan menyempurnakan kurikulum yang
sudah ada, supaya hasilnya maksimal.

Pengembangan kurikulum adalah suatu istilah yang ada dalam studi


kurikulum, yaitu sebagai alat untuk membantu guru melakukan tugasnya
menyampaikan pembelajaran yang menarik minat siswa. Kegiatan
pengembangan kurikulum ini perlu dilakukan untuk menghadapi dan
mengantisipasi keadaan berikut, yaitu merespons perkembangan ilmu
dan teknologi, perubahan sosial di luar sistem pendidikan, memenuhi
kebutuhan siswa dan merespons kemajuan-kemajuan dalam pendidikan.
BAB II

PEMBAHASAN

Pengembangan Kurikulum Dalam Pembelajaran

A. Konsep pengembangan kurikulum

Kurikulum adalah perangkat mata pelajaran yang diberikan oleh


suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan
pelajaran yang akan diberikan kepada peserta pelajaran dalam satu
periode jenjang pendidikan. Penyusunan perangkat mata pelajaran
ini disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan setiap jenjang
pendidikan dalam penyelenggaraan pendidikan tersebut.(wikipedia)

Lama waktu dalam satu kurikulum biasanya disesuaikan dengan


maksud dan tujuan dari sistem pendidikan yang dilaksanakan.
Kurikulum ini dimaksudkan untuk dapat mengarahkan pendidikan
menuju arah dan tujuan yang dimaksudkan dalam kegiatan
pembelajaran secara menyeluruh.

Pengembangan kurikulum adalah suatu istilah yang ada dalam studi


kurikulum, yaitu sebagai alat untuk membantu guru melakukan
tugasnya menyampaikan pembelajaran yang menarik minat siswa.
Kegiatan pengembangan kurikulum ini perlu dilakukan untuk
menghadapi dan mengantisipasi keadaan berikut, yaitu merespons
perkembangan ilmu dan teknologi, perubahan sosial di luar sistem
pendidikan, memenuhi kebutuhan siswa dan merespons kemajuan-
kemajuan dalam pendidikan.

Masalah yang ada dalam proses pengembangan kurikulum biasanya


berkaitan dengan pertanyaan-pertanyaan mengenai bagaimana
memilih materi yang diajarkan, apa yang harus dilakukan bila ada
pandangan yang bertolak belakang dengan pengembang dan
bagaimana menerapkan kurikulum secara meyakinkan.

B. Diversifikasi kurikulum (Nasional, Lokal, Kurikulum berbasis


Kompetensi)

Diversifikasi kurikulum adalah pelayanan pendidikan dengan cara


menyesuaikan, memperluas, dan memperdalam kompetensi dan
materi pelajaran dalam rangka untuk melayani keberagaman
penyelenggaraan satuan pendidikan, kebutuhan serta kemampuan
daerah dan sekolah ditinjau dari segi geografis, budaya, serta
kemampuan dan minat peserta didik. Diversifikasi kurikulum yang
melayani keberagaman kemampuan peserta didik ini
dikelompokkan ke dalam: normal, sedang, dan tinggi.

Diversifikasi kurikulum yang melayani minat peserta didik dan


kebutuhan daerah dirancang oleh daerah dan sekolah. Diversifikasi
kurikulum juga dilaksanakan untuk melayani peserta didik yang
memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran
karena adanya kelainan fisik, emosional, mental, sosial dan/atau
memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa. Diversifikasi
kurikulum juga perlu dilaksanakan untuk melayani peserta didik dari
daerah terpencil atau terbelakang, masyarakat adat yang terpencil,
dan/atau mengalami bencana alam, bencana sosial, dan tidak
mampu dari segi ekonomi.

Kurikulum yang pernah berkembang di Indonesia antara lain:

1. Rencana pembelajaran 1947

2. Rencana pelajaran terurai 1952

3. Kurikulum 1968

4. Kurikulum 1975
5. Kurikulum 1984

6. Kurikulum 1994 dan Suplemen kurikulum 1999

7. Kurikulum 2004 kurikulum berbasis kompetensi (KBK)

8. KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) 2006

C. Landasan Pengembangan Kurikulum

Landasan pengembangan kurikulum pada hakikatnya merupakan


faktor yang harus diperhatikan dan dipertimbangkan pada waktu
mengembangkan suatu kurikulum lembaga pendidikan, baik di
lingkungan sekolah maupun luar sekolah. Secara umum terdapat
tiga aspek pokok yang mendasari pengembangan kurikulum
tersebut, yaitu: landasan filosofis, landasan psikologis, dan landasan
sosiologis.

1. Landasan filosofis berkaitan dengan pentingnya filsafat dalam


membina dan mengembangkan kurikulum pada suatu lembaga
pendidikan. Filsafat ini menjadi landasan utama bagi landasan
lainnya. Perumusan tujuan dan isi kurikulum pada dasarnya
bergantung pada pertimbangan-pertimbangan filosofis.
Pandangan filosofis yang berbeda akan mempengaruhi dan
mendorong aplikasi pengembangan kurikulum yang berbeda
pula. Berdasarkan landasan filosofis ini ditentukan tujuan
pendidikan nasional, tujuan institusional, tujuan bidang studi, dan
tujuan instruksional.

2. Landasan psikologis terutama berkaitan dengan psikologi/teori


belajar (psychology/theory of learning) dan psikologi
perkembangan (developmental psychology). Psikologi belajar
memberikan kontribusi dalam hal bagaimana kurikulum itu
disampaikan kepada siswa dan bagaimana pula siswa harus
mempelajarinya. Dengan kata lain, psikologi belajar berkenaan
dengan penentuan strategi kurikulum. Sedangkan psikologi
perkembangan diperlukan terutama dalam menentukan isi
kurikulum yang diberikan kepada siswa agar tingkat keluasan
dan kedalamannya sesuai dengan taraf perkembangan siswa
tersebut.

3. Landasan sosiologis dijadikan sebagai salah satu aspek yang


harus dipertimbangkan dalam pengembangan kurikulum karena
pendidikan selalu mengandung nilai atau norma yang berlaku
dalam masyarakat. Di samping itu, keberhasilan suatu
pendidikan dipengaruhi oleh lingkungan kehidupan masyarakat,
dengan segala karakteristik dan kekayaan budayanya yang
menjadi dasar dan acuan bagi pendidikan/kurikulum. Ilmu
pengetahuan dan teknologi (iptek) sebagai produk kebudayaan
diperlukan dalam pengembangan kurikulum sebagai upaya
menyelaraskan isi kurikulum dengan perkembangan dan
kemajuan yang terjadi dalam dunia iptek.

D. Prinsip Pengembangan kurikulum

Secara umum prinsip-prinsip pengembangan kurikulum meliputi


prinsip relevansi, fleksibilitas, kontinuitas, serta efisiensi dan
efektivitas.

Prinsip relevansi berkenaan dengan kesesuaian antara komponen


tujuan, isi, strategi, dan evaluasi. Prinsip fleksibilitas berkenaan
dengan kebebasan/keluwesan yang dimiliki guru dalam
mengimplementasikan kurikulum dan adanya alternatif pilihan
program pendidikan bagi siswa sesuai dengan minat dan bakatnya.
Prinsip kontinuitas berkenaan dengan adanya kesinambungan
materi pelajaran antarberbagai jenis dan jenjang sekolah serta
antartingkatan kelas. Prinsip efisiensi dan efektivitas berkenaan
dengan pendayagunaan semua sumber secara optimal untuk
mencapai hasil yang optimal.
Sementara itu, prinsip khusus yang harus diperhatikan dalam
mengembangkan kurikulum berbasis kompetensi, antara lain:
prinsip keimanan, nilai dan budi pekerti luhur, penguasaan integrasi
nasional, keseimbangan etika, logika, estetika, dan kinetika,
kesamaan memperoleh kesempatan, abad pengetahuan dan
teknologi informasi, pengembangan keterampilan hidup, berpusat
pada anak, serta pendekatan menyeluruh dan kemitraan.

E. Strategi perubahan kurikulum

Strategi pengembangan kurikulum antara lain: (1) mengubah sistem


pendidikan, (2) mengubah kurikulum tingkat lokal, (3) memberikan
pendidikan in-service dan pengembangan staf, (3) supervisi,
reorganisasi sekolah, (4) eksperimentasi dan penelitian
BAB III

KESIMPULAN

Kurikulum adalah perangkat mata pelajaran yang diberikan oleh suatu


lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pelajaran yang
akan diberikan kepada peserta pelajaran dalam satu periode jenjang
pendidikan. Penyusunan perangkat mata pelajaran ini disesuaikan dengan
keadaan dan kemampuan setiap jenjang pendidikan dalam
penyelenggaraan pendidikan tersebut.(wikipedia)

Diversifikasi kurikulum adalah pelayanan pendidikan dengan cara


menyesuaikan, memperluas, dan memperdalam kompetensi dan materi
pelajaran dalam rangka untuk melayani keberagaman penyelenggaraan
satuan pendidikan, kebutuhan serta kemampuan daerah dan sekolah
ditinjau dari segi geografis, budaya, serta kemampuan dan minat peserta
didik.

Kurikulum yang pernah berkembang di Indonesia antara lain:

1. Rencana pembelajaran 1947

2. Rencana pelajaran terurai 1952

3. Kurikulum 1968

4. Kurikulum 1975

5. Kurikulum 1984

6. Kurikulum 1994 dan Suplemen kurikulum 1999

7. Kurikulum 2004 kurikulum berbasis kompetensi (KBK)

8. KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) 2006

Terdapat tiga aspek pokok yang mendasari pengembangan kurikulum


tersebut, yaitu: landasan filosofis, landasan psikologis, dan landasan
sosiologis.

Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum meliputi prinsip relevansi,


fleksibilitas, kontinuitas,serta efisiensi dan efektivitas
REFERENSI

http://id.wikipedia.org/wiki/Kurikulum, di akses 15 Februari 2011

http://www.puskur.net/download/kbk/Layanan_Profesional/Pengel_Kurikulum.pdf

http://edukasi.kompasiana.com/2011/01/10/pengembangan-kurikulum-dan-
pembelajaran-pkn/