Anda di halaman 1dari 5

Pengertian Wiraswasta dan Wirausaha

Teringat waktu dulu ngontrak mata kuliah wirausaha, jadi teringat beberapa pengertian, ya meskipun sumber

jelasnya kurang tau, soalnya hanya mendengarkan apa yang dosen katakan, tapi ini sedikit resumenya? maaf

bila ada kesalahan pengertian atau pun yang lainya saya hanya mencoba untuk ingin berbagai dan mencoba

merecall kembali materi tentang ini, 

Pengertian Wiraswasta,

Wiraswasta itu terdiri dari kata :

1. Wira : Manusia unggul, teladan, berbudi luhur, berjiwa besar, berani, pahlawan dan memiliki

keagungan watak

2. Swa: Sendiri

3. Sta : berdiri

"Keberanian, keutamaan serta keperkasaan dalam memenuhi kebutuhan serta memecahkan permasalahan

hidup dengan kekuatan yang ada pada dirinya"(Wasty Soemanto, 1984)

dapat disimpulkan :

"Wiraswasta adalah orang yang memiliki pribadi hebat, produktif, kreatif, melaksanakan kegiatan perencanaan

bermula dari ide sendiri, kemudia mengembangkan kegiatannya dengan menggunakan tenaga orang lain dan

selalu berpegang pada nilai-nilai disiplin dan kejujuran yang tinggi"

Wirausaha
Wirausaha berasal Istilah wirausaha berasal dari kata entrepreneur (bahasa Francis) yang
diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris  between taker atau go between
Entrepreneur as the person who destry the existing economic order by introducing new products and services,

by creating new forms of organization (Bygrave,1994)

Seorang Wirausaha adalah orang yang melihat adanya peluang kemudian menciptakan sebuah organisasi

untuk memanfaatkan peluang tersebut,(Bygrave,194)

Kewirausahaan dapat simpulkan: “Wirausaha usaha  merupakan pengambilan risiko untuk menjalankan usaha

sendiri dengan  konsep dasar dewirausahaan  memanfaatkan peluang-peluang untuk menciptakan usaha baru

atau  dengan pendekatan yang inovatif sehingga usaha yang dikelola berkembang menjadi besar dan mandiri

dalam menghadapi tantangan-tantangan persaingan"  (Nasrullah Yusuf, 2006).

http://apadefinisinya.blogspot.com/2010/09/pengertian-wiraswasta-dan-wirausaha.html
Jumat, 12/3/2010 | 16:18 WIB
KOMPAS.com - "Peran wanita pengusaha semakin penting dalam menggerakkan ekonomi. Sebanyak 40-50 persen bisnis
di pasar-pasar yang sedang berkembang dimiliki oleh kaum wanita," terang Tom Aaker, kandidat CEO, Standard Chartered
Indonesia, dalam temu media, beberapa waktu lalu. Hal ini menunjukkan bahwa wanita memiliki daya dan penting dalam
perkembangan ekonomi, dan harus terus ditingkatkan. 

Lebih lanjut, data dari Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia menyatakan, saat ini terdapat lebih dari 400.000 orang
pengusaha wanita sektor formal memimpin usaha mulai dari unit usaha kecil, menengah, hingga perusahaan besar.
Namun, tidak bisa berbangga diri sampai di sini saja, kita masih harus terus berbenah diri, karena masih banyak wanita
yang sebenarnya mampu lebih mengembangkan kemampuan wirausahanya, hanya saja banyak yang tersandung kendala. 

Menurut Dr Ir Irma Alamsyah Djaya Putera, M.Sc, Staf Ahli Kementerian Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak
(KPPPA), salah satu kendala utama yang menyebabkan wanita enggan memulai berwirausaha adalah keterbatasan
informasi. Keterbatasan informasi dan pengalaman membuat wanita kurang percaya diri untuk mau bergerak dan
berwirausaha. Termasuk pula kekurangan profil untuk dicontoh, terbatasnya akses untuk pendidikan keuangan, serta
kepercayaan diri untuk memulai dan mengembangkan usaha mereka sendiri. Problem ini memerlukan upaya yang besar
dari berbagai pihak, seperti bank untuk membantu mengedukasi dan mengajak wanita agar mau berwirausaha. 

Salah satu bank yang mencoba untuk membantu perkembangan wanita berwirausaha adalah Standard Chartered Bank.
Bank yang sudah berdiri di Indonesia sejak tahun 1843 ini meluncurkan sebuah situs berisi informasi yang didedikasikan
khusus untuk wanita berwirausaha. Situs www.standardchartered.com/sme-banking/resourcecentre/ berupaya menyediakan
edukasi dan interaktif untuk kalangan pengusaha kecil dan menengah (UKM). Di dalam situs ini, para pengguna akan bisa
belajar lewat modul-modul, latihan perencanaan bisnis, kecakapan kepemimpinan, juga keuangan. 

Joanna Fielding, CFO, Standard Chartered Bank China serta Ketua Dewan Wanita Group Standard Chartered mengatakan,
"Kaum wanita jarang mendapatkan akses atas informasi terkait berbagai hal yang mereka butuhkan. Lewat situs ini,
terdapat informasi praktis serta perlengkapan yang secara khusus dirancang bagi para wanita wirausaha, melingkupi topik-
topik, seperti negosiasi, pemasaran ke konsumen wanita, serta menetapkan alasan yang tepat untuk meningkatkan usaha."

A. Arno Kermaputra, Sr. Manager Corporate Affairs Standard Chartered Bank menjanjikan tak akan ada iklan-iklan
terselubung untuk mendorong para pengguna situs ini untuk harus menggunakan produk-produk Standard Chartered.
Ditambah lagi, situs ini terbuka untuk siapa pun untuk bergabung, tak harus merupakan nasabah bank tersebut.

http://female.kompas.com/read/2010/03/12/16183268/satu.klik.untuk.informasi.wanita.wirausaha

Kendala Wanita Wirausaha


Tagged with: kendala bisnis    kewirausahaan    wanita wirausaha    wirausaha

Saat ini sudah banyak wanita yang menjadi wirausaha, khususnya di sektor usaha mikro. Akan tetapi, masih terdapat
kendala-kendala yang harus dihadapi wanita dalam berwirausaha. Berikut ini beberapa kendala yang mungkin dapat
menghambat perkembangan wanita dalam berwirausaha beserta artinatif solusinya.
Kodrat Alami
Secara alami, wanita memiliki saat-saat dimana tidak bisa bekerja secara efektif. Seperti, keadaan saat menstruasi, hamil,
atau menyusui. Belum lagi bagi wanita berumah tangga yang telah mempunyai anak dan masih harus menjaga anaknya.
Solusi

Kenali kondisi yang dapat menghambat. Kapan siklus menstruasi datang, atau masa kehamilan dan menyusui. Pilihlah jenis
bisnis yang memungkinkan untuk dikerjakan dari mana saja, termasuk dari rumah. Sehingga bisnis tetap bisa dikendalikan
meskipun kondisi fisik sedang tidak memungkinkan.
Kurang Pengalaman

Kadang-kadang, wanita sering menjadikan kurangnya pengalaman sebagai alasan untuk tidak menjadi wirausaha.
Solusi

Berhentilah membuat alasan. Pengalaman didapatkan dari hal-hal yang sudah dilakukan. Pengalaman juga bisa dipelajari
dari orang yang sudah lebih dulu terjun menjadi wirausaha dan kemudian sukses.
Bank

Banyak wanita yang enggan berurusan dengan pihak perbankan serta birokrasinya apabila hendak mengajukan kredit
usaha.
Solusi

Jika tak ingin kerepotan dengan administrasi bank atau tak punya agunan, pilihlah bisnis yang tidak membutuhkan modal
besar. Bisa juga memilih investor atau keuangan pribadi sebagai sumber dana.

Jika memang butuh dana besar, ada baiknya untuk mempertimbangkan kredit bank sebagai sumber dana. Bank tidaklah
terlalu menakutkan. Pahami bagaimana proses dan syarat yang diajukan agar proses peminjaman kredit bisa berjalan
dengan baik dan lancar.
Peran Ganda

Wanita otomatis memiliki peran ganda, di tempat kerja dan di rumah.


Solusi

Berwirausaha justru memungkinkan wanita lebih fleksibel dalam menentukan jam kerja. Tidak seperti bekerja kantoran yang
mengharuskan jam kerja dari pagi sampai sore hari. Pemilihan tempat kerja pun bisa dipilih yang dekat rumah untuk
mengatasi kendala semacam ini.
Tidak Percaya Diri

Kurangnya pengalaman, miskin informasi, dan gagap teknologi kadang-kadang menjadi penyebab wanita tidak percaya diri
dalam berwirausaha.
Solusi

Belajar lebih banyak. Pengalaman, informasi, dan kemampuan teknis didapatkan dengan melakuakan sesuatu dan
mempelajarinya. Hal-hal tersebut bukannya tidak mungkin di atasi.
Buta Pembukuan
Kadang-kadang pembukuan dan data-data bisnis tidak ditangani dan di koordinasi dengan baik sehingga usaha menjadi
sulit berkembang.
Solusi

Buatlah pencatatan yang baik dan mudah dipahami. Catatan bisnis sangat penting untuk perkembangan bisnis di masa
depan.

Berbagai kendala dapat menghadang wirausaha mana saja, baik pria maupun wanita. Yang terpenting adalah tidak
menjadikan kendala-kendala itu sebagai alasan yang menghambat bisnis. Setiap kendala pasti selalu ada solusinya.

Tidak ada artikel terkait.


http://www.beritaterkinionline.com/2010/08/kendala-wanita-wirausaha.html

Wanita Wirausaha
OPINI | 24 July 2010 | 19:19 166  6   Nihil

wanita dan segala kehidupanya merupakan hal yang unik dan sangat komplit. sudah menjadi rahasia umum
bahwa wanita pada masa dahulu hanya menjadi konco wingking yang tanpa kebebasan mengekspresikan diri.
tapi tidak untuk zaman sekarang ini , wanita bisa dengan bebas melakukan kehendak yang ia inginkan secara
merdea. hal ini lebih baik tentunya ketimbang zaman dahulu kala itu.

kebebasan secara lebih luas lagi aku ingin juga bebas secara finansial.. dimana wanita juga punya kapasitas
kemampuan untuk menghidupi dan melakukan aktifitas ekonomi sama bahkan bisa lebih dari yang dilakukan
oleh laki2.

sehari-hari aku kuliah dan nyambi kerja di warung es depan kampus untuk melatih mengambil alih kehidupan
ku sendiri setelah aku menjadi sangat-sangat malu dengan keadaan bahwa dunia kampus menghianatiku.
bagaimana tidak berhianat kuliah dari dulu ga lulus.. ada aja cobaan dalam membuat dan meyelesaikan
skripsiku. mulai dari dosen, tempat penelitian laptop, dan sebagainya yang menghianati dan tidak
mendukungku untuk menyegerakan kelulusan.

capek juga jadi bawahan harus ada pembaharuan yang lebih baik lagi dari kualitas kehidupanku. maka aku
yang begitu banyak minat pada berbagai hal ini mulai memimpikan seandainya aku menjadi pengusaha batik.
setelah melakukan ijin yang bertele-tele dan sedikit rumit dari tempat kerja aku dapat ijin hari ini sabtu 24 juli
2010 untuk mengikuti seminar “wanita wira usaha femina dan BNI” tempat pelaksanaanya di Hotel Novotel
Borobudur Room solo acara dimulai dari jam 08.30-16.30 ini begitu menginspirasiku untuk menjadi pengusaha
batik sukses di masa depan. seminar dipandu oleh farhan dengan pembicara renadl kasali, yoris sebastian,
dan lia pemilik bisnis konsultan lentera.

peserta senimar dari berbagai kota di indonesia ada dari malang, jogja, jakarta magelang, dan sebagainya..
aku beruntung sekali acara ini diselengggarakan di solo jadi aku bisa ikutan bergabung belajar dengan
beberapa wanita yang telah sukses mengelola bisnisnya sendiri yang kebanyakan produk feisyen wanita
seperti makanan, batik tas.

ini adalah langkah awalku menjadi wirausahawati yang sudah aku mulai dengan pemasaran dan design batik
untuk muktamar muhammadiyah satu abad di jogja kearin yang hasilnya mengaklir pesanan batik padaku
meskipun hasilnya belum banyak tapi ini langkah bagus..

GOOD JOB!

http://ekonomi.kompasiana.com/wirausaha/2010/07/24/wanita-wirausaha/

Anda mungkin juga menyukai