Anda di halaman 1dari 3

Menyusuri pembelajaran sains 36:

Membuat fosil

Leo Sutrisno

Alam juga membuat catatan tentang sejarahnya.


Rekaman itu kita kenal dengan fosil. Kita kenal
berbagai fosil tentang masa lalu yang diperoleh di
tempat-tempat peninggalan sejarah. Misalnya, di
Sangiran, dekat kota Solo, ditemukan jejak kehidupan
purba, termasuk manusia pertama yang berdiri tegak
seperti kita saat ini. Di tempat-tempat lain kita juga
dapat menemukan jejak binatang, misalnya: gajah
purba, dinosaurus dsb. Pada umumnya, fosil-fosil itu
keras membatu. Ada juga catatan sejarah yang bukan
berupa ’batu’ tetapi berupa ’cetakan’. Jejak langkah
dinosaurus, manusia berdiri tegak sering berupa
cetakan telapak kakinya.

Kegiatan berikut ini akan mengajak siswa membuat


’fosil’ baik yang berupa ’batu’ maupun yang berupa
’cetakan’ dalam pelajaran IPA.

Kegiatan 1: membuat fosil yang membatu. Sediakan


panci/ember dan nampan untuk memanggang kue,
tulang ikan, atau ayam. Sediakan juga sedikit pasir,
cemen, dan air secukupnya. Pasir, semen, dan air
dicampur sehingga menjadi adonan yang merata.
Adonan semen-pasir dituangkan pada nampan
pemanggang kue. Sekali lagi adonan diaduk hingga
merata. Kemudian dimasukkan tulang-tulang yang
sudah tersedia ke dalam adonan di dalam nampan itu.
Sebaiknya, hinga tercelup semua. Biarkan hingga
beberapa hari sampai adonan itu mengeras.
Tulang-tulang itu akan memngeras seperti batu
bersama mengerasnya adonan semen. Kita punya fosil
tulang. Kita tentu dapat dengan mudah melepaskan
semen itu dari nampan pemanggang kue.
Sudah barang tentu, fosil yang sesungguhnya mesti
sudah tua umurnay. Mungkin ratusan tahun, mungkin
juga bahkan ribuan tahun.

Kegiatan 2: Membuat cetakan alam. Seperti kegiatan


1, talam pemanggang kue, semen, sedikit pasir, dan
air secukupnya, serta beberapa lembar daun dalam
berbagai bentuk. Setelah adonan pasir dan semen
dibuat (sebaiknya diaduk hingga tercampur merata
dan tidak terdapat
kantung-kantung udara
lagi) curahkan adonan
itu pada talam. Kita
tempelkan daun-daun
itu dengan bagian
punggung di bawah.
Diamkan beberapa
waktu hingga adonan
mengeras. Selanjutnya,
daun-daun itu di
pisahkan dari semen yang telah mengeras. Kita punya
rekaman daun dengan berbagai bentuk.

Kita juga dapat mengganti barang yang akan dicetak,


misalnya berbagai binatang mainan. Kita dapat
membuat fosil tentang ’kebun binatang bukan?

Kulit kerang akan eminggalkan cetakan yang indah.


Silahkan mencoba!