Anda di halaman 1dari 8

No Exp : 7 Nama : Ira Rubiyanti

Tanggal : 28 Februari 2011 Authentikasi PPP Kelas : 3 TKJ A


menggunakan Cisco 2500 Instruktur : Bu Neti Amelia
DIAGNOSA WAN
Pak Rudi Haryadi

I. Tujuan

a. Memahami tentang Authentikasi PPP.


b. Memahami tentang PAP dan CHAP.
c. Melakukan praktek autentikasi PPP pada router 2500.
d. Melakukan pengujian dari hasil konfigurasi.

II. Pendahuluan

PPP protocol yang merupakan salah satu jenis koneksi WAN , adalah protocol
point-to-point yang pada awalnya di kembangkan sebagai method encapsulation
pada komunikasi point-to-point antara piranti yang menggunakan protocol suite.
PPP protocol menjadi sangat terkenal dan begitu banyak diterima sebagai metoda
encapsulation WAN khususnya dikarenakan dukungannya terhadap berbagai
macam protocol seperi IP; IPX; AppleTalk dan banyak lagi. Berikut ini adalah
fitur kunci dari PPP protocol ini:
1. PPP protocol beroperasi melalui koneksi interface piranti Data
Communication Equipment (DCE) dan piranti Data Terminal Equipment
(DTE).
2. PPP protocol dapat beroperasi pada kedua modus synchronous (dial-up)
ataupun asynchronous dan ISDN.
3. LCP dipertukarkan saat link dibangun untuk mengetest jalur dan setuju
karenanya.
4. PPP protocol mendukung authentication kedua jenis clear text PAP (Password
Authentication Protocol) dan enkripsi CHAP (Chalange Handshake
Authentication Protocol)
5. NCP meng-encapsulate protocol layer Network dan mengandung suatu field
yang mengindikasikan protocol layer atas.

PAP menyediakan metode sederhana untuk sebuah node remote untuk


menentukan identitas dengan menggunakan two-way handshake. Setelah link PPP
tahap pembentukan selesai, sepasang username dan password berulang kali
dikirim oleh simpul terpencil di seluruh link (dalam bentuk teks) sampai otentikasi
diakui, atau sampai sambungan diakhiri.

Challenge Handshake Authentication Protocol (CHAP) merupakan salah satu


protokol Point -to-Point yang menyediakan layanan otentikasi dengan
menggunakan suatu identifier yang berubah-ubah dan suatu variabel challenge.
CHAP digunakan secara periodik untuk memverifikasi pengguna atau host
network menggunakan suatu metode yang dinamakan 3-way handshake. Proses ini
dilakukan selama inisialisasi link establishment. Dan sewaktu-waktu bisa saja
diulang setelah hubungan telah terbentuk. Berikut di bawah ini proses yang terjadi
pada protokol CHAP :
1. Setelah fase link establishment selesai, otentikator mengirimkan sebuah pesan
challenge ke peer atau pasangan usernya.
2. Peer meresponnya dengan menghitung suatu nilai hash-nya.
3. Otentikator merespon nilai hash tersebut, kemudian membandingkannya. Jika
nilai hash-nya sama, maka otentikasi valid, sebaliknya koneksi bisa saja
diputus.
4. Pada interval tertentu (ditentukan secara acak), otentikator mengirimkan suatu
challenge baru kepada peer dan peer meresponnya seperti pada tahap (2).
5. Begitupun dengan otentikator merespon nilai hash tersebut seperti pada tahap
(3).

III. Alat dan Bahan

1. 2 buah PC
2. 2 buah Router Cisco 2500
3. 2 buah kabel consol
4. Kabel serial

IV. Langkah kerja

1. Buat topologi implementasi seperti berikut .

2. List IP Address pada masing masing interface :

Device Port IP Address


Kelompok8-0 Se0 202.51.226.6/30
Kelompok8-1 Se0 202.51.226.5/30
3. Masuk ke hyperterminal lalu lakukan pada connection description isi Name
dan klik ok. Seperti gambar berikut.
a. Pada router kelompok8-0

b. Pada router kelompok8-1


4. Kemudian pilih com1 dan pada com1 properties isi sesuai kebutuhan. Seperti
pada gambar berikut.
5. Kemudian lakukan konfigurasi pada masing – masing router.

a. PAP

Pada router kelompok8-0

Pada router kelompok8-1


b. CHAP
Pada router kelompok8-0

Pada router kelompok8-1


V. Hasil Kerja

 PAP
a. Hasil ping dari Router kelompok8-0

b. Hasil ping dari Router kelompok8-1

 CHAP
a. Hasil ping dari Router kelompok8-0

b. Hasil ping dari Router kelompok8-1


VI. Kesimpulan

Dengan kegiatan ini kita dapat mengetahui dan memahami tentang PPP.
Selain itu juga kita dapat mengetahui tentang autentikasi PPP yaitu PAP yang
merupakan metode sederhana untuk sebuah node remote untuk menentukan
identitas dengan menggunakan two-way handshake. Dan CHAP merupakan
mekanisme otentikasi menggunakan server PPP untuk memvalidasi user remote
pada saat 3-way handshake. CHAP mekanisme otentikasi yang di enkripsi untuk
melindungi user dan password. Melakukan perencanaan pada sebuah topologi
implementasikan dengan autentikasi dari PPP beserta pengujiaanya pada router
cisco 2500.