Anda di halaman 1dari 4

"Crop Circle" Hebohkan Civitas MIPA

UGM
Editor: Tri Wahono
Rabu, 26 Januari 2011 | 12:01 WIB

Dibaca: 15112

Komentar: 12

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKOSebuah pola unik dalam lingkaran (crop circle) berdiameter sekitar 50 hingga 70
meter tercetak di areal persawahan di Desa Jogotirto, Berbah, Sleman, DI Yogyakarta, Senin (24/1/2011).
Kemunculan pola tersebut menarik perhatian warga dari berbagai daerah untuk menyaksikannya langsung. Belum
diketahui secara pasti penyebab fenomena ini.
TERKAIT:

• "UFO" Pun Peduli Nurdin dan Gayus


• Korban Crop Circle Luka Parah di Kepala
• Pembuat "Crop Circle" Terancam Pidana
• Bukti-bukti "Crop Circle" Buatan Manusia
• Lapan Simpulkan Lingkaran Dibuat Orang

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Kalangan akademis di Fakultas MIPA UGM heboh menyusul


beredarnya kabar kalau pola aneh di Berbah, Sleman dibuat oleh beberapa mahasiswa fakultas
tersebut. Kehebohan terjadi baik di kalangan dosen maupun mahasiswanya.

"Tadi Kepala Prodi Matematika sampai menelepon ketua angkatan 2008 untuk mencari kebenaran
itu," kata Arief Wahyu Kurniawan, mahasiswa jurusan Matematika angkatan 2008 saat ditemui di
kampusnya, Selasa (25/1/2011) kemarin.

Selain Arief, empat mahasiswa jurusan Matematika FMIPA UGM di ruang Himpunan Mahasiswa
Matematika juga sudah mendengar desas-desus tersebut. Umumnya mereka sudah mendengar
kabar yang meluas di situs maupun milis serta jejaring sosial.
Begitu ditelepon, ketua angkatan 2008 langsung mengirim pesan pendek ke semua mahasiswa
angkatannya untuk mencari tahu.

Namun kebanyakan mahasiswa FMIPA angkatan 2008 yang di kampus kemarin tidak tahu siapa
sebenarnya orang-orang yang mengaku teman seangkatannya yang mengklaim membuat crop
circle di Berbah.

"Belum ada yang ngaku, padahal ya katanya angkatan kami, " kata seorang mahasiswa di
Himpunan Mahasiswa Matematika.

Kabar bahwa crop circle dibuat mahasiswa MIPA UGM berawal dari informasi yang dilansir sebuah
blog. Pemilik blog tersebut mengaku chatting dengan salah seorang pelaku yang mengaku
membuatnya dengan perhitungan matematis yang akurat bersama lima orang kawannya. (Tribun
Jogja/Bakti Buwono Budiastyo)

Berita Foto: Evakuasi Korban Tabrakan


KA
Editor: Glori K. Wadrianto
Jumat, 28 Januari 2011 | 09:29 WIB

Dibaca: 12871

Komentar: 4

TRIBUNNEWS/ Setya Krisna SumargoSejumlah anggota TNI dan warga sekitar, masih melakukan proses evakuasi korban
tabrakan Kereta Api (KA) Mutiara Selatan vs KA Kutojaya di Stasiun Langensari, Banjar, Jawa Barat, Jumat pagi
(28/1/2011).
Foto:
1 2 3 4
TERKAIT:

• Kedua Masinis Langsung "Diamankan"


• Kedua KA Naas Lanjutkan Perjalanan
• Budi Terus Merintih Kesakitan
• Dua Orang Terjepit Dapat Dievakuasi
• Tabrakan KA di Banjar, Tiga Tewas

Laporan Langsung dari Setya Krisna Sumargo

BANJAR, KOMPAS.com — Anggota TNI dan warga sekitar bahu-membahu melakukan proses
evakuasi korban tabrakan Kereta Api Mutiara Selatan dengan Kereta Api Kutojaya di Stasiun
Langensari, Banjar, Jawa Barat.

Hingga Jumat (28/1/2011) pagi, jumlah korban tewas berjumlah tiga orang. Ketiga korban tewas itu
merupakan penumpang KA Kutojaya. Sebagian korban dievakuasi ke puskesmas dan Rumah Sakit
Umum Daerah Banjar. "Luka-luka ringan dibawa ke puskesmas, sedangkan luka berat ke RS
Banjar," ujar seorang petugas kepolisian setempat.

Kecelakaan KA terjadi di Stasiun Langensari, Banjar, Jawa Barat, Jumat (28/1/2011) pukul 02.30
WIB. KA Kutojaya dari Bandung tujuan Kutoarjo menabrak KA Mutiara Selatan yang berangkat dari
Surabaya menuju Bandung.
Akibat tabrakan ini, lokomotif KA Mutiara Selatan dan Kutojaya anjlok. Beberapa kereta kedua
rangkaian kereta tersebut juga anjlok. Lokasi kecelakaan sekitar 8 kilometer sebelah barat Stasiun
Meluwung, Cilacap.