Anda di halaman 1dari 130

PERBEDAAN STATUS GIZI DITINJAU DARI PENDAPATAN

ORANG TUA PADA MURID TK Hj. ISRIATI DAN


TK SATRIA TAMA KOTA SEMARANG

SKRIPSI
Diajukan dalam rangka penyelesaian studi Strata 1 untuk mencapai gelar
sarjana kesehatan masyarakat

Oleh
Nama Mahasiswa : Dhian Tri Ratna
NIM : 6450401018
Program Studi : Gizi Kesehatan Masyarakat
Jurusan : Ilmu Kesehatan Masyarakat
Fakultas : Ilmu Keolahragaan

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG


2005
JURUSAN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2005

SARI

Dhian Tri Ratna. Perbedaan Status Gizi Ditinjau dari Pendapatan Orang Tua,
pada Murid TK Hj. Isriati dan TK Satria Tama Kota Semarang.

Usia Taman kanak-kanak yaitu antara umur 4-6 tahun termasuk golongan
masyarakat yang disebut kelompok rentan gizi, yaitu kelompok masyarakat yang
paling mudah menderita kelainan gizi, sedangkan pada saat ini mereka sedang
mengalami proses pertumbuhan yang relatif pesat, dan memerlukan zat–zat gizi
dalam jumlah yang relatif besar. Gizi merupakan salah satu komponen dari
lingkungan yang memegang peranan penting dalam kesehatan dan tumbuh
kembang anak.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan status gizi ditinjau
dari pendapatan orang tua, pengeluaran pangan, konsumsi energi dan protein
murid TK Hj. Isriati dan TK Satria Tama.
Desain penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel
sebanyak 98 responden diambil secara purposive sampling, dengan kriteria
tertentu yang telah ditetapkan. Metode pengumpulan data menggunakan metode
penelitian deskriptif. Pengambilan data dengan mengukur BB/U dan pembagian
kuesioner yang berisi indikator pengeluaran pangan dan non pangan, pendapatan
orang tua, daya beli rumah tangga, pola pemberian makan, praktek kesehatan, dan
pengetahuan orang tua. Analisis data menggunakan analisis univariat meliputi
gambaran karakteristik responden umur, jenis kelamin, status gizi, pekerjaan
orang tua, pendidikan orang tua, dan pengeluaran non pangan. Analisis bivariat
menggunakan uji U Mann Wihtney untuk mengetahui seberapa besar perbedaan
status gizi murid TK Hj. Isriati dengan murid TK Satria Tama.
Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan yang signifikan antara
pendapatan orang tua murid TK Hj. Isriati dengan pendapatan orang tua Murid
TK Satria Tama menghasilkan taraf signifikansi 0.00 atau probabilitas
dibawah 0.05 (0.00<0.05), ada perbedaan yang signifikan antara pengeluaran
pangan murid TK Hj. Isriati dengan murid TK Satria Tama menghasilkan taraf
signifikansi 0.00 atau probabilitas dibawah 0.05 (0.00<0.05), ada perbedaan yang
signifikan antara konsumsi energi dan protein murid TK Hj. Isriati dengan murid
TK Satria Tama, dimana menghasilkan taraf signifikansi 0.00 atau probabilitas
dibawah 0.05 (0.00<0.05), dan ada perbedaan yang signifikan antara status gizi
dari kelompok pendapatan tinggi dalam hal ini murid TK Hj. Isriati dengan status
gizi dari kelompok pendapatan rendah atau TK Satria Tama menghasilkan taraf
signifikansi 0.00 atau probabilitas diatas 0.05 (0.00>0.05).
Saran yang dapat diberikan yaitu memberikan pengertian kepada orang tua
murid agar tidak hanya memberikan sumber karbohidrat kepada anaknya. Dan
memberikan pengertian kepada orang tua murid untuk mengalokasikan
pendapatannya sesuai dengan kebutuhan gizi anaknya.

Kata kunci : Status gizi, Pendapatan Orang Tua.


PENGESAHAN

Telah dipertahankan di hadapan sidang Panitia Ujian Skripsi

Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang

Pada Hari : Selasa

Tanggal : 30 Agustus 2005

Panitia Ujian

Ketua Panitia, Sekretaris,

Drs. Sutardji, M.S. dr. Oktia Woro KH, Mkes.


NIP.130 523 506 NIP. 131 695 159

Dosen Penguji,

1. Drs. Herry Koesyanto, M.S ( Ketua)


NIP. 131 571 549

2. Ir. Bambang Triatma, Msi (Anggota)


NIP. 131 781 325

3. dr. Yuni Wijayanti (Anggota)


NIP. 132 296 578
MOTTO DAN PERSEMBAHAN

MOTTO
Kesalahan Dibutuhkan Untuk Meraih Sukses!

Kesalahan adalah bagian penting dalam proses belajar. Jangan pernah

menghukum sebuah kesalahan, namun belajarlah darinya (Stepher R. Covey,

2000: 5).

PERSEMBAHAN

Karya ini saya persembahkan untuk :

• Orang tuaku Bapak Djoko Setyo Budi dan Ibu Sugiarti, Mas Andre S, Mas

Aditya N, dan adikku N. Vita serta keluargaku tercinta

• Teman-temanku dan sahabatku : Endah, Wahyu, Halim, Sari, Adi S

• Teman-teman IKM angkatan 2001

• Almamater FIK UNNES.


KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadirat Allah SWT atas rahmat, hidayah, serta karunia-

Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul Perbedaan

Status Gizi Ditinjau dari Pendapatan Orang Tua Pada Murid TK Hj. Isriati

dan Murid TK Satria Tama Kota Semarang, sebagai salah satu syarat yang

diperlukan unuk memperoleh derajat Sarjana Strata Satu (S-1) Ilmu Kesehatan

Masyarakat pada program studi Gizi Kesehatan Masyarakat.

Dalam kesempatan ini penulis menyampaikan rasa hormat dan terima

kasih atas segala bimbingan dan bantuan yang telah diberikan dalam penyusunan

skripsi, kepada :

1) Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang, Bapak Drs.

Sutardji, M.S yang telah memberikan ijin penelitian.

2) Ketua Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang, Ibu

dr. Oktia Woro K.H, M Kes yang telah memberikan ijin penelitian.

3) Bapak Ir. Bambang Triatma, M Si, dosen pembimbing I, atas bimbingan,

kritik, dan saran dalam penyelesaian skripsi

4) Ibu dr. Yuni Wijayanti, dosen pembimbing II, atas bimbingan, kritik, dan

saran dalam penyelesaian skripsi

5) Ibu Fatkhul Barkah, Kepala Sekolah TK Hj. Isriati yang telah memberikan ijin

penelitian

6) Ibu Budiastuti, Kepala Sekolah TK Satria Tama yang telah memberikan ijin

penelitian
7) Segenap staf pengajar TK Hj. Isriati dan TK Satria Tama yang telah

membantu dalam pelaksanaan penelitian ini.

8) Bapak dan Ibu Dosen jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu

Keolahragaan, yang telah memberikan dukungan dalam proses penelitian

9) Bapak, Ibu, kakak dan adikku tercinta yang telah memberi dorongan dan

bantuan baik materiil maupun spiritual sehingga penulis dapat menyelesaikan

skripsi ini dengan baik.

10) Teman-temanku dan sahabatku Endah, Wahyu, Halim, Sari, Ulfa, Krissa, Adi,

Priyanto, Ian, Bambang, Ninik A, Umi I, Sunu (terima kasih atas bantuan anda

selama proses penelitian dan penyusunan skripsi).

11) Rekan-rekan mahasiswa IKM angkatan 2001 yang tidak dapat disebutkan

satu persatu.

Semoga amal baik dari semua pihak, mendapatkan balasan dari Allah

SWT. Akhirnya disadari sepenuhnya bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna,

maka penulis mengharapkan saran-saran dan kritik yang membangun dari

pembaca.

Semarang, 2005

Peneliti

Dhian Tri Ratna


DAFTAR ISI
Halaman

JUDUL ...................................................................................................... i
SARI .......................................................................................................... ii
PENGESAHAN ......................................................................................... iii
MOTTO DAN PERSEMBAHAN .......................................................... iv
KATA PENGANTAR ............................................................................ v
DAFTAR ISI ........................................................................................ vii
DAFTAR TABEL .................................................................................... ix
DAFTAR GAMBAR ................................................................................ xi
DAFTAR GRAFIK .................................................................................. xii
DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................... xiii
BAB I PENDAHULUAN..........................................................................
1.1 Latar Belakang ..................................................................................... 1
1.2 Permasalahan ................................................................................. 4
1.3 Tujuan Penelitian ................................................................................ 4
1.4 Penegasan Istilah .................................................................................. 5
1.5 Kegunaan Hasil Penelitian ................................................................... 6
BAB II LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS ......................................
2.1Landasan Teori ..................................................................................... 7
2.1.1 Status Gizi ................................................................................... 7
2.1.2Penilaian Status Gizi .................................................................... 8
2.1.3 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Status Gizi ........................... 10
2.1.4 Taman Kanak-kanak ................................................................... 18
2.1.5 Antropometri ............................................................................... 24
2.1.6 Indeks Antropomatri ................................................................... 27
2.17 Metode Food Recall 24 Jam ........................................................ 31
2.2 Hipotesis ............................................................................................... 35
2.1 BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Kerangka Konsep ………………………………………………………. 36
3.2 Definisi Operasional ……………………………………………………. 37
3.3 Populasi Penelitian ................................................................................ 37
3.4 Sampel Penelitian.................................................................................. 38
3.5 Variabel Penelitian ................................................................................ 38
3.6 Rancangan Penelitian ............................................................................ 39
3.7 Teknik Pengambilan Data ..................................................................... 39
3.8 Prosedur Penelitian ............................................................................... 44
3.9 Instrumen Penelitian ............................................................................. 46
3.10Pengolahan dan Analisis Data.............................................................. 47
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Diskripsi Data .................................................................................... 52
4.1.1 Distribusi Frekuensi Hasil Penelitian........................................ 52
4.1.2 Hasil Analisis Data................................................................. 62
4.2 Pembahasan........................................................................................ 69
4.3 Keterbatasan Penelitian...................................................................... 75
BAB V SIMPUALAN DAN SARAN
5.1 Simpulan ........................................................................................... 76
5.2 Saran................................................................................................... 77
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................ 78
LAMPIRAN-LAMPIRAN ....................................................................... 79
DAFTAR TABEL

Tabel Halaman
1. Angka kecukupan gizi rata-rata yang dianjurkan
(per orang per hari) anak umur 3-6 tahun ............................................. 8
2. Gabungan Indeks BB/U, TB/U, dan BB/TB......................................... 30
3. Distribusi Frekuensi Responden menurut Umur................................... 52
4. Distribusi Frekuensi Responden menurut Jenis Kelamin ..................... 53
5. Distribusi Frekuensi Pendidikan Ayah TK. Hj. Isriati.......................... 53
6. Distribusi Frekuensi Pendidikan Ayah TK. Satria Tama...................... 54
7. Distribusi Frekuensi Pekerjaan Ayah TK Hj. Isriati ............................. 54
8. Distribusi Frekuensi Pekerjaan Ayah TK Satria Tama ......................... 55
9. Distribusi Frekuensi Pendidikan Ibu TK. Hj. Isriati ............................. 55
10. Distribusi Frekuensi Pendidikan Ibu TK. Satria Tama ......................... 56
11. Distribusi Frekuensi Pekerjaan Ibu TK Hj. Isriati ................................ 56
12. Distribusi Frekuensi Pekerjaan Ibu TK Satria Tama ............................ 57
13. Distribusi Frekuensi Pola Pemberian Makan TK Hj. Isriati ................. 57
14. Distribusi Frekuensi Pola Pemberian Makan TK Satria Tama ............. 58
15. Distribusi Frekuensi Pengetahuan Orang Tua TK Hj. Isriati................ 58
16. Distribusi Frekuensi Pengetahuan Orang Tua TK Satria Tama............ 59
17. Distribusi Frekuensi Praktek Kesehatan Murid TK Hj. Isriati.............. 59
18. Distribusi Frekuensi Praktek Kesehatan Murid TK Satria Tama.......... 60
19. Distribusi Frekuensi Daya Beli TK Hj. Isriati ...................................... 60
20. Distribusi Frekuensi Daya Beli TK Satria Tama .................................. 60
21. Distribusi Frekuensi Pengeluaran Non Pangan TK Hj. Isriati .............. 61
22. Distribusi Frekuensi Pengeluaran Non Pangan TK Satria Tama .......... 61
23. Perbedaan Pendapatan antara TK Hj. Isriati dan TK Satria Tama........ 62
24. Perbedaan Pengeluaran (Rp) untuk Energi dan Protein
antara TK Hj. Isriati dan TK Satria Tama............................................. 63
25. Perbedaan Konsumsi Energi antara
TK Hj. Isriati dan TK Satria Tama........................................................ 65
26. Prosentase Sumbangan Energi dari Makanan Terhadap
Konsumsi Energi Anak ......................................................................... 66
27. Perbedaan Konsumsi Protein antara
TK Hj. Isriati dan TK Satria Tama........................................................ 66
28. Prosentase Sumbangan Protein dari Makanan Terhadap
Konsumsi Protein Anak ........................................................................ 67
29. Perbedaan Status Gizi TK Hj. Isriati dan TK Satria Tama ................... 68
DAFTAR GAMBAR

GAMBAR Halaman
1. Hubungan Timbal Balik antara Gizi Kurang dan Diare …………….. 16
2. Zat Gizi dan Fungsi Utamanya………………………………………. 17
3. Kerangka Teori Penelitian …………………………………………… 34
4. Kerangka Konsep ……………………………………………………. 36
DAFTAR GRAFIK

Grafik Halaman
1. Perbedaan Pendapatan Orang Tua TK Hj. Isriati
dan TK Satria Tama .............................................................................. 63
2. Perbedaan Pengeluaran Pangan
TK Hj. Isriati dan TK Satria Tama........................................................ 64
3. Perbedaan Konsumsi Energi TK Hj. Isriati dan TK Satria Tama ......... 65
4. Perbedaan Konsumsi Protein TK Hj. Isriati dan TK Satria Tama ........ 67
5. Perbedaan dan Status Gizi TK Hj. Isriati
dan TK Satria Tama .............................................................................. 69
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Halaman

1. Analisis Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian ........................... 80

2. Hasil Uji Coba Instrumen Penelitian ......................................................... 81

3. Nilai-nilai r Product Moment ..................................................................... 82

4. Kuesioner Penelitian .................................................................................. 83

5. Hasil Rekapitulasi Kuesioner..................................................................... 92

6. Hasil Pengukuran Status Gizi Murid TK ................................................... 95

7. Hasil Recall 2 X 24 jam Murid TK............................................................ 97

8. Baku Berat Badan Menurut Umur 48 – 84 Bulan...................................... 99

9. Hasil SPSS Uji Mann – Whitney Test ....................................................... 100

10. Hasil SPSS Distribusi Frekuensi TK. Hj. Isriati ........................................ 103

11. Hasil SPSS Distribusi Frekuensi TK Satria Tama ..................................... 107

12. Surat Keputusan Pembimbing Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas

Negeri Semarang........................................................................................ 111

13. Permohonan Ijin Penelitian ........................................................................ 112

14. Surat Rekomendasi Kesbanglinmas Kota Semarang ................................. 113

15. Surat Ijin Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang ................................. 114

16. Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian.......................................... 115

17. Dokumentasi Penelitian ............................................................................. 116

18. Daftar Nama Murid Dalam Penelitian Status Gizi..................................... 120

19. Daftar Tim Peneliti..................................................................................... 122


BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Anak taman kanak-kanak (TK) merupakan ciri khas yaitu sedang dalam

proses tumbuh kembang. Ia banyak melakukan kegiatan jasmani, dan mulai akif

berinteraksi dengan lingkungan sosial maupun sekitarnya. Mereka ini merupakan

kelompok anak prasekolah berumur 3-6 tahun yang peka terhadap pendidikan dan

penanaman kebiasaan hidup yang sehat (Soegeng Santoso, 2004: 43)

Pada usia 4-6 tahun pembentukan dasar kemampuan otak dan kesehatan

anak sebaik–baiknya paling tepat untuk diterapkan. Selama masa prasekolah

seorang anak membutuhkan zat tenaga satu setengah kali kebutuhannya ketika

masih bayi. Sewaktu masih bayi ia membutuhkan 900 Kalori. Setelah berumur 1

tahun ia membutuhkan zat tenaga senilai 1.200 Kalori. Antara 4-6 tahun

kebutuhan zat tenaga sudah meningkat lagi menjadi 1.600 Kalori (Wied Harry

Apriadji,1991: 2).

Gizi yang baik akan turut berperan dalam pencegahan terjadinya berbagai

macam penyakit infeksi dan dapat mendukung tumbuh kembang anak yang

optimal. Anak usia taman kanak–kanak yaitu 4-6 tahun termasuk golongan

masyarakat yang disebut kelompok rentan gizi, yaitu kelompok masyarakat yang

paling mudah menderita kelainan gizi, sedangkan pada saat ini mereka sedang

mengalami proses pertumbuhan yang relatif pesat, dan memerlukan zat–zat gizi
dalam jumlah yang relatif besar. Khususnya untuk anak usia ini, sedang dalam

masa perkembangan (non fisik) dimana mereka sedang dibina untuk mandiri,

berperilaku menyesuaikan dengan lingkungan, peningkatan berbagai kemampuan

dan berbagai perkembangan lain yang membutuhkan fisik yang sehat. Maka

kesehatan yang baik, merupakan hal yang utama untuk tumbuh kembang yang

optimal bagi seorang anak. Kondisi ini hanya dapat dicapai melalui proses

pendidikan dan pembiasan serta penyediaan kebutuhan yang sesuai, khususnya

melalui makanan sehari–hari bagi seorang anak (Soegeng Santoso, 2004: 88).

Tingkat konsumsi zat gizi seseorang, menurut Soegito (1985) dipengaruhi

oleh tingkat ketersediaan makanan dan sikap terhadap makanan. Tingkat

ketersediaan makanan dipengaruhi oleh jenis dan jumlah bahan makanan yang

tersedia, kemampuan atau daya beli serta jumlah anggota keluarga. Sedangkan

sikap terhadap makanan dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan gizi dan faktor

sosial budaya.

Menurut Wied Harry Apriadji (1991: 6) tingkat konsumsi gizi dipengaruhi

oleh daya beli, latar belakang, sosial budaya, tingkat pendidikan, dan pengetahuan

gizi serta jumlah anggota keluarga. Hubungan konsumsi pangan (dalam hal ini

energi dan protein) dan status gizi masyarakat dengan status ekonomi rumah

tangga, memperlihatkan kecenderungan bahwa semakin tinggi pengeluaran rumah

tangga maka semakin tinggi pula konsumsi energi dan protein perhari (Suharjo,

1992:11)
Anak–anak yang berhasal dari keluarga dengan tingkat sosial ekonomi

rendah, sangat rawan terhadap gizi kurang. Mereka mengkonsumsi makanan

(energi dan protein) lebih rendah dibanding anak–anak dari keluarga berada (Ali

Khomsan, 2003: 11).

Rendahnya pendapatan merupakan rintangan lain yang menyebabkan orang-

orang tidak mampu lagi membeli pangan dalam jumlah yang diperlukan. Ada pula

keluarga-keluarga yang sebenarnya mempunyai penghasilan akan tetapi sebagian

anaknya mengalami gizi kurang, hal ini disebabkan karena cara mengatur belanja

keluarga yang kurang baik. Ada juga keluarga yang membeli bahan pangan dalam

jumlah cukup tetapi karena kurang pandai memilih tiap jenis pangan yang dibeli

berakibat kurangnya mutu dan keragaman pangan yang diperoleh. Diantara

keluarga dengan penghasilan cukup atau lebih masih banyak yang belum terbiasa

membuat perencanaan pengeluaran keluarga sehingga hasilnya lebih acak-acakan

(Sajogyo, 1994: 9).

TK. Hj. Isriati merupakan TK yang berdiri di bawah yayasan Badan Wakaf,

mayoritas muridnya beragama Islam. Letak TK. Hj. Isriati ditengah kota yaitu

jalan Pandanaran no.56 Semarang, muridnya berjumlah 250 anak. Sedangkan TK.

Satria Tama letaknya dipinggir kota yaitu jalan Cilosari Barat daerah Tambak

Lorok kecamatan Semarang Timur, muridnya berjumlah 80 anak. Sehubungan

dengan uraian tersebut perlu adanya penelitian yang dapat menggambarkan

bagaimana status gizi pada murid TK. Hj. Isriati dan TK. Satria Tama apabila

ditinjau dari pendapatan orang tua. Hal ini yang membuat penulis tertarik untuk

mengadakan penelitian dengan judul “ Perbedaan Status Gizi Ditinjau dari


Pendapatan Orang Tua pada Murid TK Hj. Isriati dan TK Satria Tama Kota

Semarang”.

1.2 PERMASALAHAN

Setelah mengamati dan memahami uraian diatas, yang menjadi

permasalahan dalam penelitian ini adalah:

1). Adakah perbedaan pendapatan orang tua murid TK Hj. Isriati lebih tinggi

dibanding pendapatan orang tua pada murid TK Satria Tama?

2). Adakah perbedaan pengeluaran pangan murid TK Hj. Isriati lebih tinggi

dibanding murid TK Satria Tama ?

3). Adakah perbedaan konsumsi energi dan protein murid TK Hj. Isriati lebih

tinggi dibanding murid TK Satria Tama ?

4). Adakah perbedaan status gizi murid TK dari kelompok pendapatan orang tua

tinggi lebih baik dibanding dari kelompok pendapatan orang tua rendah ?

1.3 TUJUAN PENELITIAN

1) Mengetahui perbedaan pengeluaran pangan anak TK ditinjau dari

pendapatan orang tua dengan membuktikan dugaan bahwa pendapatan

orang tua TK Hj. Isriati lebih tinggi dibanding TK Satria Tama.

2) Mengetahui konsumsi energi dan protein anak TK ditinjau dari pengeluaran

pangan dengan membuktikan dugaan bahwa pengeluaran pangan anak TK

Hj. Isriati lebih tinggi dibanding anak TK Satria Tama.


3) Mengetahui status gizi anak TK ditinjau dari konsumsi energi dan protein

dengan membuktikan dugaan bahwa konsumsi energi dan protein anak TK

Hj. Isriati lebih tinggi dibanding anak TK Satria Tama.

4) Mengetahui status gizi anak TK ditinjau dari pendapatan orang tua dengan

membuktikan dugaan bahwa pendapatan orang tua anak TK Hj. Isriati lebih

tinggi dibanding TK Satria Tama.

1.4 Penegasan Istilah

Berdasarkan judul penelitian “ Perbedaan Status Gizi Anak Ditinjau dari

Pendapatan Orang Tua pada Murid TK Hj. Isriati dan TK Satria Tama Kota

Semarang”. Adapun penegasan istilah untuk menghindari kesalahan dan

penafsiran bagi pembaca sebagai berikut :

1.4.1 Tumbuh Kembang

Tumbuh kembang merupakan proses yang berkaitan dengan perubahan

ukuran atau perubahan angka atau nilai pada materi tubuh yang berhubungan

dengan aspek diferensiasi bentuk atau fungsi kapasitas fisiologis badan atau organ

tubuh, termasuk perubahan emosi atau sosial (Soegeng Santoso, 2004: 42).

1.4.2 Zat gizi

Satuan-satuan yang menyusun bahan makanan atau bahan-bahan dasar. Pada

umumnya bahan makanan telah mengandung zat gizi yaitu kabohidrat, protein,

lemak, vitamin, dan mineral (Soegeng Santoso, 2004: 89).

1.4.3 Kecukupan gizi

Banyaknya masing-masing zat gizi yang harus terpenuhi dari makanan.

Kecukupan gizi tergantung oleh beberapa hal yaitu umur, jenis kelamin, aktivitas,
berat dan tinggi badan, genetika serta keadaan hamil, menyusui (Soegeng

Santoso, 2004: 127).

1.4.4 Bahan makanan

Sesuatu yang dibeli, dimasak, dan disajikan, sebagai hidangan untuk

dikonsumsi. Bahan makanan dapat diperoleh dari berbagai sumber dan bentuk,

yaitu sayuran, daging, dan buah. (Soegeng Santoso, 2004: 102).

1.5 Kegunaan Hasil Penelitian

1.5.1 Ilmu Pengetahuan

Hasil dari penelitian ini dapat digunakan sebagai informasi dalam

meningkatkan taraf kesehatan dan gizi masyarakat pada umumnya dan anak

sekolah pada khususnya.

1.5.2 Masyarakat

Menambah pengetahuan kepada masyarakat khususnya orang tua mengenai

arti pentingnya status gizi kepada anak serta lebih memperhatikan pola pemberian

makanan.

1.5.3 Mahasiswa Ilmu Kesehatan Masyarakat UNNES

Memberikan informasi kepada mahasiswa IKM UNNES tentang perbedaan

pendapatan orang tua, pengeluaran (Rp) untuk energi dan protein, konsumsi

energi dan protein yang terkait terhadap status gizi anak dapat dijadikan refrensi

dalam penelitian lanjutan dan penyempurnaan penelitian yang ada.

1.5.4 Penulis
Menambah pengetahuan penulis dibidang pendidikan gizi khususnya status

gizi anak sekolah

BAB II

LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS

2.1 Landasan Teori

2.1.1 Status Gizi

2.1.1.1 Definisi Status Gizi

Status gizi (nutrition status) adalah ekspresi dari keadaan keseimbangan

dalam bentuk variable tertentu, atau perwujudan dari nutriture dalam bentuk

variable tertentu ( I Dewa Nyoman Supariasa, 2001: 18). Sedangkan menurut

Reksodikusumo (1989) status gizi sebagai tanda-tanda atau penampilan yang

dikaitkan oleh keadaan keseimbangan gizi disatu pihak dan pengeluaran

organisme dipihak lain yang terlihat melalui variabel gizi.

2.1.1.2 Keadaan Gizi Anak Taman kanak-kanak

Seorang anak usia TK sedang mengalami masa tumbuh kembang yang

amat pesat. Pada masa ini proses perubahan fisik emosi, dan sosial anak

berlangsung dengan cepat. Proses ini dipengaruhi oleh berbagai faktor dari diri

sendiri maupun lingkungannya.

Kebutuhan energi dan protein anak umur 4-6 tahun lebih besar dari anak

umur 1-3 tahun karena pada umur 4-6 tahun anak mengalami proses tumbuh

kembang yang pesat, pada umur 4-6 tahun belum dibedakan kebutuhan energi dan
protein anak laki-laki dan anak perempuan karena pada umur 4-6 tahun

penambahan tinggi badan belum begitu menonjol. Adapun kebutuhan yang

dianjurkan oleh Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi bagi umur 3-6 tahun

tertera pada tabel 1.

Tabel 1
Angka Kecukupan Gizi Rata-rata yang Dianjurkan (per orang per hari)
Anak umur 3-6 tahun

Golongan umur Berat Tinggi Energi Protein


1 2 3 4 5
1-3 tahun 12 90 1250 23
4-6 tahun 18 110 1750 32

Sumber : Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi 1998 dalam I Dewa Nyoman
Supariasa,2001

2.1.2 Penilaian Status Gizi

2.1.2.1 Penilaian Status Gizi Secara Langsung

Penilaian status gizi secara langsung di bagi menjadi 4, yaitu :

1) Antropometri

Secara umum antropometri artinya ukuran tubuh manusia. Ditinjau dari

sudut pandang gizi antropometri berhubungan dengan berbagai macam

pengukuran dimensi tubuh dan komposisi tubuh dari berbagai tingkat umur dan

tingkat gizi. Antropometri secara umum untuk melihat ketidakseimbangan asupan

protein dan energi. Ketidakseimbangan ini terlihat pada pola pertumbuhan fisik

dan proporsi jaringan tubuh seperti lemak, otot, dan jumlah air dalam tubuh.

2) Klinis
Metode ini sangat penting untuk menilai status gizi masyarakat, karena

didasarkan atas perubahan yang terjadi yang dihubungkan dengan ketidakcukupan

zat gizi. Hal ini dapat dilihat pada jaringan epitel (supervicial epithelial tissues)

seperti kulit, mata, rambut, dan mukosa oral, atau pada organ-organ yang dekat

dengan permukaan tubuh seperti kelenjar tiroid. Penggunaan metode ini umumnya

untuk survei klinis secara cepat (rapid clinical surveys ). Survei ini untuk

mendeteksi secara cepat tanda-tanda klinis umum dari kekurangan salah satu atau

lebih dari zat gizi. Digunakan juga untuk mengetahui tingkat status gizi seseorang

dengan melakukan pemeriksaan fisik yaitu tanda (sign) dan gejala (symptom) atau

riwayat penyakit.

3) Biokimia

Penilaian dengan biokimia adalah pemeriksaan spesimen yang diuji secara

laboratoris yang dilakukan pada berbagai jaringan tubuh. Jaringan tubuh yang

digunakan darah, urin, tinja dan beberapa jaringan tubuh seperti hati, dan otot.

Metode ini digunakan sebagai peringatan bahwa kemungkinan akan terjadi

malnutrisi yang lebih parah.

4) Biofisik

Penentuan status gizi secara biofisik yaitu dengan melihat perubahan

struktur dari jaringan. Umumnya digunakan dalam situasi tertentu seperti kejadian

buta senja epidemik (epidemic of night blindnes). Cara yang digunakan adalah tes

adaptasi gelap.

2.1.2.2 Penilaian Status Gizi Secara Tidak Langsung


Penilaian status gizi secara tidak langsung dapat dibagi menjadi 3 yaitu:

1). Survei Konsumsi Makanan

Survei konsumsi makanan adalah metode penentuan status gizi dengan

melihat jumlah dan jenis zat gizi yang dikonsumsi. Pengumpulan data konsumsi

makanan dapat memberikan gambaran tentang konsumsi berbagai zat gizi pada

masyarakat, keluarga, dan individu. Survei ini dapat mengidentivikasi kelebihan

dan kekurangan zat gizi.

2). Statistik Vital

Metode ini menganalisi data beberapa statistik kesehatan seperti angka

kematian berdasarkan umur, angka kesakitan dan kematian akibat penyebab

tertentu dan penyebab lainnya yang berhubungan dengan gizi. Pengunaannya

dipertimbangkan sebagai bagian dari indikator tidak langsung pengukuran status

gizi masyarakat.

3). Faktor Ekologi

Bengoa mengungkapkan bahwa malnutrisi merupahkan masalah ekologi

sebagai hasil interaksi beberapa faktor fisik, biologis, dan lingkungan budaya.

Jumlah makanan yang tersedia sangat tergantung dari keadaan ekologi seperti

iklim, tanah, irigasi, dan lain-lain (I Dewa Nyoman Supariasa, 2001: 20).

2.1.3 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Status Gizi

2.1.3.1 Pengetahuan Orang Tua

Pentingnya pengetahuan orang tua mengenai gizi dipengaruhi 3 hal yaitu :


1). Status gizi yang cukup adalah penting bagi kesehatan dan kesejahteraan.

2). Setiap orang hanya cukup gizi jika makanan yang dimakannya mampu

menyediakan zat gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan yang optimal,

pemeliharaan, dan energi.

3). Ilmu gizi memberikan fakta-fakta yang perlu sehinga penduduk dapat

belajar menggunakan pangan yang baik bagi kebutuhan gizi.

Kurangnya pengetahuan dan salah satu konsepsi tentang kebutuhan pangan

dan nilai pangan adalah umum di setiap negara di dunia. Salah satu penyebab

munculnya gangguan gizi adalah kurangnya pengetahuan tentang gizi atau

kurangnya kemampuan unuk menerapkan informasi tentang gizi dalam kehidupan

sehari-hari (Suhardjo, 2003: 25). Pengetahuan tentang kandungan zat gizi dalam

berbagai bahan makanan, kegunaan makanan bagi kesehatan keluarga dapat

membantu ibu memilih bahan makanan yang harganya tidak begitu mahal akan

tetapi nilai gizinya tinggi (Sjahmien Moehji, 2003: 6).

2.1.3.2 Tingkat Pendidikan Orang Tua

Perhatian orang tua terutama ibu kepada anak sangat mempengaruhi tingkat

konsumsi makanan pada anak. Hal ini juga didukung dengan pendidikan ibu yang

dapat mempengaruhi perilaku anak dalam memilih makanan. Menurut Masri

Singarimbun (1995) bahwa pendidikan ibu memberikan pengaruh terhadap

perilaku perwataan anak, khususnya tanggung jawab dalam memilih makanan.

Ibu yang berpendidikan tinggi tidak membiasakan diri untuk berpantang atau tabu

tehadap bahan atau makanan yang ada. Masyarakat dengan pendidikan yang
rendah lebih kuat mempertahankan tradisi-tradisi yang berhubungan dengan

makanan, sehingga sulit untuk menerima pembaharuan.

2.1.3.3 Faktor ekonomi keluarga

Keadaan ekonomi keluarga mempengaruhi tumbuh kembang anak dan

status gizinya melalui kesiapan ekonomi keluarga dalam mengasuh anak.

Kesiapan ekonomi keluarga antara lain tergantung besar kecilnya pendapatan

keluarga dan pengeluaran keluarga.

2.1.3.3.1 Pendapatan Orang Tua

Pendapatan adalah seluruh penerimaan baik berupa uang maupun barang

baik dari pihak lain maupun hasil sendiri (Mulyanto Sumardi dan Hans Dieter

Evers, 1982: 20). Sedangkan menurut Bayu Wijayanto,dkk (1999: 5) pendapatan

rumah tangga adalah pendapatan yang diperoleh seluruh anggota keluarga yang

bekerja.

Pendapatan sebagai faktor ekonomi mempunyai pengaruh terhadap

konsumsi pangan. Nils Aria J (1990: 280) menyatakan jika pendapatan

meningkat, proporsi pengeluaran terhadap total pengeluaran menurun, tetapi

pengeluaran absolut untuk makanan meningkat. Hukum ini tidak berlaku untuk

kelompok miskin yang mengeluarkan absolutnya untuk makanan sudah sangat

rendah sehingga jika terjadi peningkatan pendapatan, maka proporsi untuk

makanpun meningkat. Semakin tinggi pendapatan keluarga maka presentase

pendapatan yang dialokasikan untuk pangan semakin sedikit, dan semakin rendah

pendapatan keluarga maka presentase pendapatan yang dialokasikan untuk pangan


semakin tinggi, hal ini dikarenakan semua hasil pendapatan digunakan untuk

mencukupi kebutuhan pangan (Suhardjo HR, 1996: 10).

Nils Aria J (1990: 292) juga menyebutkan bahwa jika terjadi kenaikan

pendapatan, maka yang dibeli akan lebih bervariasi atau berubah. Mereka yang

mempunyai pendapatan sangat rendah cenderung akan membeli karbohidrat,

sementara yang lebih mampu akan cenderung membeli makanan lain seperti

protein dan vitamin. Tingkat pendapatan akan dipengaruhi pola kebiasaan makan

yang selanjutnya berperan dalam prioritas penyediaan pangan berdasarkan nilai

ekonomi dan nilai gizinya. Macam–macam pendapatan menurut Mulyanto

Sumardi dan Hans Dieter Evers (1982: 66) yaitu:

1. Pendapatan yang berupa uang yaitu penghasilan yang berupa uang yang

sifatnya reguler dan yang diterima biasanya sebagai balas jasa.

2. Pendapatan berupa barang yaitu penghasilan yang sifatnya reguler dan

biasa akan tetapi tidak selalu berbentuk balas jasa dan diterimakan dalam

bentuk barang atau jasa.

Sedangkan pendapatan menurut perolehannya dapat dibedakan menjadi:

1. Pendapatan kotor

yaitu pendapatan yang diperoleh belum dikurangi pengeluaran dan biaya-

biaya lainnya.

2. Pendapatan bersih

yaitu pendapatan yang diperoleh setelah dikurangi pengeluaran dan biaya-

biaya lainnya.(Faisal,1984: 265)


Bagi mereka pendapatan sangat rendah hanya dapat memenuhi kebutuhan

pangan pokoknya berupa sumber karbohidrat yang merupakan prioritas pangan

utama. Apabila tingkat pendapatan meningkat maka pangan prioritas kedua

berupa sumber protein murah dapat dipenuhi.

2.1.3.3.2 Pengeluaran Keluarga

Pengeluaran merupakan indikator yang lebih banyak digunakan untuk

memperkirakan pendapatan tetap, karena merupakan faktor yang dominan dalam

menentukan konsumsi rumah tangga, semakin tinggi pula konsumsi energi,

protein dan lemak.

Disamping itu nampak pula kecenderungan makin tinggi pengeluaran,

semakin rendah prevalensi gizi kurang untuk balita. Dengan demikian tingkat

pengeluaran rumah tangga sangat erat kaitannya dengan pemenuhan kecukupan

energi dan zat gizi rumah tangga, juga akan mempengaruhi kualitas dan kuantitas

makanan yang dikonsumsinya (Suharjo HR, 1996 : 194).

2.1.3.4 Tingkat Daya Beli Pangan

Tingkat daya beli pangan dapat mempengaruhi keadaan gizi seseorang

yang tergantung pada konsumsi makannya. Konsumsi makanan juga ditentukan

oleh kualitas serta kuantitas makanan. Kualitas makanan menunjukkan adanya

semua zat gizi yang diperlukan tubuh dalam susunan makanan dan

perbandingannya yang satu terhadap yang lain. Kuantitas makanan menunjukkan

jumlah masing-masing zat gizi terhadap kebutuhan tubuh.

2.1.3.5 Latar Belakang Sosial Budaya


Latar belakang sosial budaya serta kebiasaan dalam masyarakat dapat

mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada anak. Misalnya hal

kebersihan, kesehatan, dan pendidikan. Tata cara yang diberlakukan masyarakat

tidak selalu sesuai dengan syarat-syarat kebersihan dan kesehatan. Demikian juga

sikap dan pandangan atau cara berpikir suatu masyarakat belum tentu sesuai

dengan kondisi masyarakat yang lebih luas.

2.1.3.6 Jumlah Anak Dalam Keluarga

Jarak kelahiran yang terlalu dekat dapat mempengaruhi tingkat konsumsi

makanan yang dimakannya. Hubungan laju kelahiran yang tinggi dan kurang gizi,

sangat nyata pada masing-masing keluarga. Sumber pangan keluarga, terutama

mereka yang sangat miskin, akan lebih mudah memenuhi kebutuhan makannya

jika yang harus diberi makan jumlahnya sedikit. Anak-anak yang tumbuh dalam

suatu keluarga miskin adalah paling rawan terhadap kurang gizi di antara seluruh

anggota keluarga dan anak yang paling kecil biasanya yang paling terpengaruh

oleh kekurangan pangan. Sebagian memang demikian, sebab apabila besar

kelurga bertambah maka pangan untuk setiap anak berkurang dan banyak orang

tua tidak menyadari bahwa anak-anak yang sangat muda memerlukan pangan

yang relatif lebih banyak daripada anak-anak yang lebih tua. Tahun-tahun awal

anak-anak yang biasanya meliputi satu hingga enam tahun adalah yang paling

rawan gizi. Kurang energi dan protein (KEP) berat akan sedikit dijumpai bila

jumlah anggota keluarganya lebih kecil (Suhardjo, 2003: 23).

2.1.3.7 Penyakit Infeksi


Masalah gizi yang berkaitan dengan anak TK adalah penyakit gizi

kurang, umur anak TK yaitu 3-5 tahun, maka anak ini dikelompokkan dalam anak

balita (bawah lima tahun). Anak balita mengalami pertumbuhan badan yang

cukup pesat sehingga memperlukan zat-zat gizi yang tinggi setiap kg berat

badannya. Anak balita ini justru merupakan kelompok umur yang paling sering

menderita akibat kekurangan gizi (Soegeng Santoso, 2004: 71).

Gizi kurang menghambat reaksi imunologis dan berhubungan dengan

tingginya prevalensi dan beratnya penyakit infeksi. Penyakit infeksi pada anak-

anak dengan kwashiorkor atau marasmus sering didapatkan pada taraf yang sangat

berat. Infeksi sendiri mengakibatkan si penderita kehilangan bahan makanan

melalui muntah-muntah dan diare. Gizi kurang dan diare sering dihubungkan satu

sama lain, walaupun diakui bahwa sulit menentukan kelainan yang mana terjadi

lebih dulu, gizi kurang, diare atau sebaliknya (Soegeng Santoso, 2004: 84).

Infeksi Kekebalan Alergi


Rendah

Kerusakan
Definisi Gigi

Insufisiensi Kolonisasi kuman Malabsorbsi


Pancreas di usus kecil

Diare kronis
Gambar1. Hubungan timbal balik antara gizi kurang dan diare.

Sumber: Sri Kardjati, Aspek Kesehatan dan Gizi Anak Balita, 1985 (Soegeng
Santoso, 2004: 84).
2.1.3.8 Konsumsi Energi dan Protein

Konsumsi energi dan protein sangat diperlukan bagi setiap orang

dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan tubuh secara biologis, psikologis,

maupun sosial. Agar dapat menjalankan berbagai fungsi tubuh dan aktivitas

sehari-hari diperlukan sejumlah tenaga atau energi yang meliputi :

1) Energi luar yaitu yang diperlukan untuk bekerja, berjalan, mengangkat barang

dan lain-lain yang memerlukan kegiatan otot.

2) Energi dalam yaitu energi yang diperlukan untuk pekerjaan alat-alat tubuh

seperti ginjal, jantung, alat pernapasan.

3) Energi yang diperlukan untuk pembentukan jaringan baru, untuk berbagai

proses metabolik dan untuk memanaskan badan.


Karbohidrat
Sumber Energi

Lemak
Pertumbuhan dan

mempertahankan
Protein
Mineral

Vitamin
Regulasi Proses

Air
Gambar 2. Zat Gizi dan Fungsi Utamanya (Yayuk Farida, 2004: 49).

Karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi, bahan pembentuk bagi

senyawa tubuh, bahan pembentuk asam amino esensial, metabolisme normal

lemak, menghemat protein, meningkatkan pertumbuhan bakteri usus (terutama

serat), meningkatkan konsumsi protein, mineral, dan vitamin B. Pangan sumber

karbohidrat adalah beras, ubi jalar, singkong, kentang, pisang, sagu, dan gandum.

Sedangkan protein merupakan zat gizi yang paling banyak erdapat dalam tubuh.

Protein merupakan bagian dari semua semua sel-sel hidup. Hampir setengah

jumlah protein erdapat di otot, seperlima terdapat ditulang, sepersepuluh terdapat

di kulit, sisanya terdapat dalam jaringan lain dan cairan tubuh. Protein mempunyai

beberapa fungsi sebagi berikut :

1) Membentuk jaringan baru dalam masa perumbuhan dan perkembangan tubuh.

2) Memelihara jaringan tubuh, memperbaiki serta mengganti jaringan yang

rusak, atau mati.

3) Menyediakan asam amino yang diperlukan untuk membentuk enzim

pencernaan dan metabolisme serta antibodi yang diperlukan.

4) Mengatur keseimbangan air yang terdapat dalam iga kompartemen yaiu

intraseluler, ekstraseluler, dan intravaskuler.

5) Mempertahankan kenetralan (asam-basa) tubuh (Yayuk Farida, 2004: 52).

2.1.4 Taman Kanak- kanak.

Taman kanak-kanak merupakan awal dari pengenalan anak dengan suatu

lingkungan sosial yang ada di masyarakat umum, di luar keluarga. TK merupakan

insitusi yang disamping memberikan kesempatan bermain sambil belajar kepada


anak, juga mendidik anak untuk mandiri, bersosialisasi dan memperoleh berbagai

keterampilan anak. Salah satu aspek yang dibina pada anak TK adalah penjagaan

kesehatan melalui makan makanan sehat. Di TK, anak juga diajarkan tata cara

makan yang benar di samping perilaku memilih makanan yang berguna bagi

dirinya (Soegeng Santoso, 2004: 41).

2.1.4.1 Anak Usia TK

Anak–anak TK (prasekolah) di Indonesia berusia 4-6 tahun. Pada masa ini

pertumbuhan relatif lebih lambat dibandingkan dengan tahun pertama dan

perkembangan lebih tinggi daripada usia remaja dan dewasa (Soenarto, 1996 : 2).

Pada masa ini pertumbuhan berat badan rata–rata 2 kg untuk setiap tahun,

sedangkan rata–rata kenaikan tinggi badannya 6-8 cm tiap tahun. Kenaikan

otaknya lebih kurang 0,15 gr tiap 24 jam (Soetiningsih, 1995 : 23).

Perkembangan anak juga didefinisikan sebagai perubahan psikofisis sebagai

hasil proses pematangan fungsi–fungsi psikis dan fisis yang ditunjang oleh faktor

lingkungan dan proses belajar dalam kurun waktu tertentu menuju kedewasaan

(Satoto, 1990 : 12).

Tumbuh kembang anak optimal tergantung pada potensi biologiknya

tingkat tercapainya potensi biologik seseorang merupakan hasil interaksi berbagai

faktor yang saling berkaitan yaitu faktor genetik, lingkungan bio-psikososial dan

perilaku.
Pengelompokan lingkungan fisikobio- psikososial atas 4 macam :

1. Lingkungan keluarga

Adalah aspek–aspek persiapan fisik, mental, dan sosial. Aspek–aspek ini

berkaitan dengan lingkungan keluarga , pendidikan, pekerjaan, penghasilan,

kemampuan, dan waktu untuk membina gizi, perumahan dan lingkungan

pemukiman.

2. Lingkungan perlindungan anak

Adalah aspek–aspek yang mencakup antara lain promotif, preventif, kuratif,

dan rehabilitatif.

3. Lingkungan pemukiman

Meliputi aspek–aspek geografis, iklim, komunikasi, jumlah penduduk,

kegiatan ekonomi, pelayanan sosial, sanitasi, pendidikan, produksi pengolahan,

penyimpanan, distribusi bahan makanan, budaya nilai sosial, agama, keamanan,

stabilitas serta kebijaksanaan pemerintah.

4. Lingkungan stimulasi / pendidikan

Adalah pemberian stimulasi/rangsangan untuk perkembangan fisik/motorik,

perkembangan emosi, perkembangan sosial,perkembangan intelektual yang dapat

terjadi di sekolah maupun dalam masyarakat (Soegeng Santoso, 2004 : 43)

Peran lingkungan setelah dalam bidang gizi adalah mempengaruhi pola

makan anak–anak, oleh karena sekolah merupakan tempat anak tinggal beberapa

jam setiap hari. Faktor lingkungan sekolah yang berperan dalam gizi anak antara

lain pengetahuan baru guru tentang makanan dan gizi serta praktek makan
disekolah (Gani.N, 1992 : 5). Dalam hal ini guru dituntut untuk membantu

pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani anak didik diluar lingkungan

keluarga memasuki pendidikan dasar serta bertujuan untuk membentuk

meletakkan dasar kearah perkembangan sikap, pengetahuan, keterampilan, dan

daya cipta yang diperlukan oleh anak didik dalam penyesuaian diri dengan

lingkungannya dan untuk pertumbuhan serta perkembangan selanjutnya.

2.1.4.2 Makanan Sehat Untuk Anak Usia TK

Seorang anak makanan dapat dijadikan media untuk mendidik anak

supaya dapat menerima, menyukai, memilih makanan yang baik, juga untuk

menentukan jumlah makanan yang cukup dan bermutu. Dengan demikian dapat

dibina kebiasaan yang baik tentang waktu makan dan melalui cara pemberian

makan yang teratur anak biasa makan pada waktu yang lazim dan sudah mudah

ditentukan (Soegeng Santoso, 2004: 89).

Syarat-syarat makanan khusus anak TK adalah sebagai berikut :

a) Porsi makanan tidak terlalu besar, untuk anak yang banyak makannya dapat

diberikan tambahan makanan.

b) Makanan cukup basah karena berkuah (tidak terlalu kering) agar mudah

ditelan anak.

c) Potongan makanan dan ukuran makanan cukup kecil sehingga mudah

dimasukkan ke dalam mulut anak dan mudah dikunyah.

d) Tidak berduri atau bertulang kecil.

e) Sedikit atau tidak terasa pedas, asam, dan berbumbu tajam.

f) Bersih, rapi, dan menarik dari segi warna dan bentuk.


g) Cukup bervariasi bahan dan jenis hidangannya sehingga anak tidak bosan dan

anak belajar mengenal berbagai jenis bahan makanan dan hidangan.

h) Gunakan alat makan dengan ukuran yang sesuai untuk anak TK, tidak

berbahaya (dapat pecah dan tajam seperti kaca), dapat dibersihkan dan

disimpan dengan mudah dan baik (Soegeng Santoso,2004: 149).

Tujuan memberi makanan pada anak adalah untuk memenuhi kebutuhan

zat gizi yang cukup dalam kelangsungan hidupnya, pemulihan kesehatan sesudah

sakit, untuk aktivitas, pertumbuhan dan perkembangan. Dengan memberikan

makan, maka anak juga dididik agar dapat menerima, menyukai, memilih

makanan yang serta menentukan jumlah makanan yang cukup dan bermutu.

2.1.4.3 Masalah Makan pada Anak Usia TK.

Masalah makan pada anak pada umumnya adalah masalah kesulitan

makan. Hal ini penting diperhatikan karena dapat menghambat tumbuh kembang

yang optimal pada anak. Kesulitan makan adalah ketidakmampuan untuk makan

dan menolak makanan tertentu.

Permasalahan pada anak TK adalah bahwa pada usia ini seorang anak

masih merupakan golongan konsumen pasif yaitu belum dapat mengambil dan

memilih makanan sendiri. Mereka juga masih sukar diberikan pengertian tentang

makanan di samping kemampuan menerima berbagai jenis makanan juga masih

terbatas. Dikaitkan dengan kesehatan, maka pada usia ini anak sangat rentan

terhadap berbagai penyakit infeksi terutama apabila kondisinya kurang gizi.

Penyebab kesulitan makan pada anak menurut Palmer dan Horn yang

dikemukakan oleh Samsudin (1985) antara lain :


1. Kelainan neuro-motorik

Kelainan neuro-motorik ini berupa retardasi mental, kelainan otot,

inkoordinasi alat-alat tubuh, kelainan esophagus (saluran menelan)

2. Kelainan congenital

Kelainan ini berhubungan dengan alat pencernaan seperti lidah, saluran

pencernaan. Menyebabkan anak mengalami kesulitan untuk makan sehingga

menimbulkan muntah-muntah. Kelainan jantung bawaan mengakibatkan

masukan kalori yang kurang adekuat disebabkan hipermetabolisme, infeksi

yang berulang.

3. Kelainan gigi-geligi

Ketidaksempurnaan gigi yaitu tanggal akan menyulitkan anak mengunyah

makanan dan anak merasa sakit pada giginya sehingga segan untuk makan.

4. Penyakit infeksi akut dan menahun

Pada infeksi akut saluran napas bagian atas, sering menimbulkan kurang nafsu

makan (anorexia) dan sulit menelan. Infeksi ini mempersukar anak untuk

menerima makanan.

5. Defisiensi nutrien

Defisiensi golongan nutrien yang pokok seperti kalori dan protein

menimbulkan gejala anorexia karena produksi enzim pencernaan dan asam

lambung yang kurang dan anak dalam keadaan apatis. Demikian juga anemia

defisiensi zat besi.

6. Psikologik
Kekeliruan pengelolaan orang tua dalam mengatur makan anaknya yang

bersikap terlalu melindungi dan memaksakan anak makan terlalu banyak

melebihi keperluan anak. Juga apabila anak terlalu jauh dari ibunya, dapat

terjadi tidak ada nafsu makan. Perasaan takut berlebihan pada makanan juga

dapat menyebabkan anak tidak mau makan (Soegeng Santoso,2004: 100).

2.1.4.4 Upaya Mengatasi Makan pada Anak

Akibat dari kesulitan makan jelas akan berpengaruh terhadap gizi seorang

anak. Karena itu perlu diusahakan upaya untuk mengatasi kesulitan makan ini.

Upaya terpenting adalah dengan menghilangkan penyebab kesulitan psikologik.

makanan. Mungkin diperlukan latihan, pengobatan, pendekatan psikologis, dan

cara-cara lain Secara garis besar dapat dilakukan adalah upaya dietetik dan upaya

a) Upaya dietetik yaitu upaya ini berhubungan dengan pengaturan makanan yaitu

merancang makanan.

b) Upaya psikologik

Hubungan emosional antara anak dan ibu hendaknya baik. Ibu perlu sabar,

tenang, dan tekun. Adakan suasana makan yang menyenangkan anak, bersih,

dan berikan pujian apabila anak melakukan cara makan dengan baik serta

cukup makan.

2.1.5 Antropometri

Antropometri berasal dari kata anthropos dan metros. Anthropos artinya

tubuh dan metros artinya ukuran. Jadi antropometri adalah ukuran dari tubuh.
Dapat diartikan antropometri gizi adalah berhubungan dengan berbagai macam

pengukuran dimensi tubuh dan komposisi tubuh dari berbagai tingkat umur dan

tingkat gizi. Antropometri sangat umum digunakan untuk mengukur status gizi

dari berbagai ketidakseimbangan antara asupan protein dan energi. Gangguan ini

biasanya terlihat dari pola pertumbuhan fisik dan proporsi jaringan tubuh seperti

lemak, otot, dan jumlah air dalam tubuh (I Dewa Nyoman Supariasa, 2001: 36).

Adapun keunggulan dari antropometri gizi adalah sebagai berikut :

a) Prosedur sederhana, aman, dan dapat dilakukan dalam jumlah sample yang

besar.

b) Relatif tidak membutuhkan tenaga ahli, tetapi cukup dilakukan oleh tenaga

yang sudah dilatih dalam waktu singkat dapat melakukan pengukuran

antropometri

c) Alatnya murah, mudah dibawa, tahan lama, dapat dipesan, dan dibuat di

daerah setempat.

d) Metode ini tepat dan akurat, karena dapat dibekukan.

e) Dapat mendeteksi atau menggambarkan riwayat gizi di masa lampau.

f) Umumnya dapat mengidentifikasi status gizi sedang, kurang, dan gizi buruk,

karena sudah ada ambang batas yang sudah jelas.

g) Metode antropometri dapat mengevaluasi perubahan status gizi pada periode

tertentu, atau dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Metode antropometri gizi dapat digunakan untuk penapisan kelompok yang rawan

terhadap gizi.

Kelemahan penentuan status gizi secara antropometri adalah sebagai berikut:


a) Tidak sensitive

Metode ini tidak dapat mendeteksi status gizi dalam waku singkat. Di samping

itu tidak dapat membedakan kekurangan zat gizi tertentu seperti zink dan Fe.

b) Faktor diluar gizi (penyakit, genetik, dan penurunan penggunaan energi) dapat

menurunkan spesifikasi dan sensitifitas pengukuran antropometri.

c) Kesalahan yang terjadi pada saat pengukuran dapat mempengaruhi presisi,

akurasi, dan validias pengukuran antropometri gizi.

d) Kesalahan ini terjadi karena:

1. pengukuran

2. perubahan hasil pengukuran baik fisik maupun komposisi jaringan

3. analisis dan asumsi yang keliru.

e) Sumber kesalahan biasanya berhubungan dengan:

4. latihan petugas yang tidak cukup

5. kessalahan alat atau alat tidak ditera

6. kesulitan pengukuran.

Beberapa hal yang mendasari penggunaan antropometri :

a) Alatnya mudah didapat dan digunakan, seperti dacin, pita lingkar lengan atas,

dan mikrotoa.

b) Pengukuran dapat dilakukan berulang-ulang dengn mudah dan objektif.

c) Pengukuran bukan hanya dilakukan dengan tenaga khusus professional, juga

oleh tenaga lain yang telah dilatih sebelumnya.

d) Biaya relatif murah karena alat mudah didapat


e) Hasilnya mudah disimpulkan karena mempunyai ambang batas (cut of points)

dan baku rujukan yang sudah pasti.

f) Secara ilmiah diakui kebenarannya. Hampir semua negara menggunakan

antropomeri sebagai metode untuk mengukur status gizi masyarakat,

khususnya untuk penapisan (sceening) status gizi (I Dewa Nyoman Supariasa,

2001: 37).

2.1.6 Indeks Antropometri

Penggunaan antropometri lebih praktis, cukup teliti, mudah dilakukan oleh

siapa saja dan dibekali latian sederhana. Dalam praktek, antropometri yang sering

digunakan adalah berat badan (BB), tinggi badan (TB), panjang badan (PB),

kadang-kadang digunakan pula lingkar lengan atas (LILA) atau lingkar kepala

(LK). Indikator–indikator antropometri yang ada distandarisasikan berdasar umur

dan jenis kelamin (I Dewa Nyoman Supariasa, 2001 : 56).

2.1.6.1 Indeks Berat Badan Menurut Umur (BB / U)

Berat badan (BB) menggambarkan masa tubuh (otot dan lemak). Berat

badan menurut umur merupakan ukuran yang baik untuk mengetahui keadaan gizi

anak–anak, terutama anak golongan umur 0-5 tahun (Balita). Ukuran ini juga

memberi gambaran yang baik tentang pertumbuhan anak.

Kelebihan dari penggunaan (BB/ U) yaitu :

1). Alat mudah didapat dan murah

2). Pemeriksaan mudah dan dimengerti oleh masyarakat umum

3). Sensitif untuk melihat perubahan status gizi jangka pendek


4). Dapat mendeteksi kegemukan

Kelemahan dari penggunaan (BB / U) yaitu :

1). Mengakibatkan kekeliruan interprestasi gizi bila terjadi udema .

2). Memerlukan data umur yang akurat terutama untuk anak dibawah 5 tahun.

3). Dapat terjadi pengukuran yang salah, misal pada pengaruh pakaian atau pada

saat penimbangan (I Dewa N yoman Supariasa, 2001 : 56)

2.1.6.2 Indeks BB menurut TB(BB/TB)

Indeks BB / TB merupakan indikator yang baik untuk indikator

menyatakan status gizi saat ini, terlebih bila data umur yang akurat sulit diperoleh.

Oleh karena itu Indeks BB / TB disebut juga indikator status gizi yang

independent terhadap umur. Karena Indeks BB / TB yang dapat memberikan

gambaran tentang proporsi berat badan relatif terhadap tinggi badan, maka dalam

penggunaannya Indeks ini merupakan Indikator kekurusan.

Kelebihan dari penggunaan (BB / TB) yaitu:

1). Bebas terhadap pengaruh umur dan ras

2). Dapat membedakan keadaan gizi anak dalam penelitian berat badan relatif

terhadap tinggi badan kurus, gemuk, cukup dan keadaan marasmus serta

lainnya.

Kelemahan dari penggunaan (BB / TB) yaitu:

1).Tidak dapat memberikan gambaran apakah anak tersebut pendek atau cukup

tinggi badan, karena faktor umur tidak diperhatikan


2). Kesulitan dalam melakukan pengukuran panjang badan pada kelompok anak

balita

3). Kesalahan dalam membaca hasil pengukuran sering terjadi (I Dewa Nyoman

Supariasa, 2001 : 58)

2.1.6.3 Indeks TB menurut umur (TB / U) yaitu

Tinggi badan dapat dipakai sebagai patokan untuk menilai keadaaan gizi

yang lalu maupun sekarang. Disamping tinggi badan merupakan ukuran kedua

yang penting, karena dapat dihubungkan dengan berat badan maupun terhadap

lingkar lengan atas (Djiteng Roedjito, 1989 : 72). Tinggi badan merupakan

antropometri yang menggambarkan keadaan pertumbuhan skeletal. Pada keadaan

normal, tinggi badan tumbuh seiring dengan pertambahan umur. Pertumbuhan

tinggi badan tidak seperti berat badan, relatif sensitive terhadap masalah

kekurangan gizi dalam waktu yang pendek. Pengaruh defisiensi zat gizi terhadap

tinggi badan akan nampak dalam waktu yang relatif lama.

Berdasarkan karakteristik tersebut diatas, maka indeks ini menggambarkan

status gizi masa lalu. Beaton dan Bengoa dalam Supariasa (2001) menyatakan

bahwa indeks TB/U disamping menggambarkan status gizi masa lampau, juga

lebih erat kaitannya dengan status sosial ekonomi.

Keuntungan dari penggunaan (TB/U) yaitu:

1). Baik untuk menilai status gizi masa lampau

2). Ukuran panjang dapat dibuat sendiri, murah, dan mudah dibawa

Kelemahan dari penggunaan (TB/U) yaitu:


1). Tinggi badan tidak cepat naik, bahkan tidak mungkin turun

2). Pengukuran relaif sulit dilakukan karena anak harus berdiri tegak, sehingga

diperlukan orang untuk melakukannya.

3). Ketepatan umur sulit didapat.

2.1.6.4 Lingkar Lengan Atas (LILA)

Lingkar lengan atas (LILA) memberi gambaran hasil kumpulan

komponen–komponen tulang, otot dan tebal lemak subkulis. LILA lebih

ditunjukkan untuk pemeriksaan cepat (rapid screening) dalam situasi darurat yang

ditempat itu tidak ada alat timbang yang praktis untuk lapangan sehingga

penimbangan sukar dilakukan. Dibanding dengan cara BB terhadap TB,ukuran

LILA sebagai Indeks malnutrisi lebih peka untuk kasus – kasus marasmus dari

pada kuesioner.

Kelemahan Indeks LILA adalah:

1). Tidak dapat memberi gambaran keadaan pertumbuhan secara jelas

2). Sering mengalami kesulitan dalam pengukuran terutama bila anak dalam

keadaan takut dan tegang

3). Memerlukan pembedaan golongan umur (I Dewa Nyoman.S, 2001 : 59).

2.1.6.5 Gabungan Indeks BB / U, TB / U, dan BB / TB .

Untuk memperoleh gambaran status gizi masa kini maupun masa lampau

WHO merumuskan penggunaan gabungan Indeks Antropometri yaitu : BB / U,

TB / U, dan BB / TB sebagai berikut :


TABEL 2. GABUNGAN INDEKS
BB / U, TB / U, dan BB / TB

BB / TB BB / U TB / U STATUS GIZI
Normal Rendah Rendah Baik, pernah kurang gizi
Normal Normal Normal Baik
Normal Tinggi Tinggi Jangkung, baik
Rendah Rendah Tinggi Buruk
Rendah Rendah Normal Buruk, kurang
Rendah Normal Tinggi Kurang
Tinggi Tinggi Rendah Lebih, kemungkinan kegemukan
Tinggi Normal Rendah Lebih, pernah kurang gizi
Tinggi Tinggi Tinggi Lebih, tetapi tidak kegemukan

Sumber: I Dewa Nyoman Supariasa, dkk,2001

Cara menghitung status gizi dengan Z –score

1. Bila “ nilai riel “ hasil pengukuran > = “ nilai median “ BB/U, TB/U, BB/TB,

maka rumusnya :

nilairiil- nilaimedian
Z score=
SD Upper

2. Bila “ nilai riel “ hasil pengukuran < “nilai median “ BB/U, TB/U, BB/TB,

maka rumusnya :

nilai riil - nilai median


Z score =
SD Lower

Adapun kategori status gizi BB /U :

Gizi Lebih : > + 2 SD = BB Lebih

Gizi Normal : -2 sampai dengan +2 SD = BB normal


Gizi Kurang : -3 sampai dengan < -2 SD = BB rendah

Gizi buruk : < -3 SD = BB sangat rendah

(Baku Antropometri WHO NCHS, 2002: 1)

Dalam pemantauan status gizi penduduk, penggunaan gabungan tiga

tersebut diatas akan sangat bermanfaat dalam proses perumusan kebijaksanaan,

perencanaan maupun program gizi.

2.1.7 Metode Food Recall 24 jam

Prinsip dari meode recall 24 jam , dilakukan dengan mencatat jenis dan

jumlah bahan makanan yang dikonsumsi pada periode 24 jam yang lalu. Dalam

metode ini responden menceritakan semua yang dimakan dan diminum selama 24

jam yang lalu (kemarin). Recall 24 jam sebaiknya dilakukan berulang-ulang dan

harinya tidak berturut-turut. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa minimal 2

kali recall 24 jam tanpa berturut-turut, dapat menghasilkan gambaran asupan zat

gizi lebih optimal dan memberikan variasi yang lebih besar tentang intake harian

individu menurut Sanjur(1997) yang dikutip oleh I Dewa Nyoman Supariasa

(2001: 94). Langkah-langkah pelaksanaan recall 24 jam adalah sebagai berikut:

1 Petugas atau pewawancara menanyakan kembali dan mencatat semua

makanan atau minuman yang dikonsumsi responden dalam ukuran rumah

tangga (URT) selama kurun waktu 24 jam yang lalu, kemudian petugas

melakukan konversi dari URT ke dalam ukuran berat (gram).

2 Menganalisis bahan makanan ke dalam zat gizi dengan menggunakan Daftar

Komposisi Bahan Makanan (DKBM).


3 Membandingkan dengan Daftar Kecukupan Gizi yang dianjurkan (DKGA)

atau Angka Kecukupasn Gizi (AKG) untuk Indonesia.

Metode recall 24 jam ini mempunyai beberapa kelebihan dan kelemahan. Adapun

kelebihannya sebagai berikut :

1) Mudah melaksanakannya serta tidak membebani responden

2) Biaya relatif murah karena tidak memperlukan peralatan khusus dan tempat

yang luas

3) Cepat, sehingga banyak mencakup banyak responden

4) Dapat digunakan unuk responden yang buta huruf

5) Dapat memberikan gambaran nyata yang benar-benar dikonsumsi individu

sehingga dapat dihitung intake zat gizi sehari.

Kekurangan dalam metode recall 24 jam sebagai berikut :

1) Tidak dapat menggambarkan asupan makanan sehari-hari bila hanya

dilakukan recall satu hari.

2) Ketepatan sangat tergantung pada daya ingat responden.

3) The flat slope syndrome, yaitu kecenderungan bagi responden yang kurus

untuk melaporkan konsumsinya lebih banyak (over estimate) dan bagi

responden yang gemuk cenderung melaporkan lebih sedikit (under estimate).

4) Membutuhkan tenaga atau petugas yang terlatih atau terampil dalam

menggunakan alat bantu URT dan ketepatan alat bantu yang dipakai menurut

kebiasaan masyarakat.

5) Responden harus diberi motivasi dan penjelasan tentang tujuan dari penelitian.

Keberhasilan metode recall 24 jam ini sangat ditentukan oleh daya ingat

responden dan kesungguhan serta kesabaran dari pewawancara, maka untuk dapat
meningkatkan mutu data recall 24 jam dilakukan selama beberapa kali pada hari

yang berbeda (tidak berturut-turut). Apabila pengukuran hanya dilakukan 1 kali

(1X24 jam), maka data yang diperoleh kurang representatif menggambarkan

kebiasaan makanan individu (I Dewa Nyoman Supariasa, 2001: 94).

Pendapatan Orang
Tua

Pengeluaran
Rp/Rt/Bln

Peng. Untuk Peng. Untuk


Pangan non Pangan

Latar Belakang Daya Beli RT Tingkat Pengetahuan


Sosial Budaya untuk Pangan Pendidikan Orang Tua
Orang Tua tentang Gizi

Pembelian Atau Pemilihan


Jenis Dan Jumlah Pangan

Ketersediaan (Jumlah Dan


Jenis)Makanan Dalam RT

Intake Makanan

Intake Gizi (Jumlah


Dan Mutu Gizi Gizi)

Penyakit Infeksi Status Gizi Faktor


Genetik

Derajat Kesehatan
Gambar 3. Kerangka Teori Penelitian

Keterangan: Rp : rupiah

Rt : rumah tangga

Bln : bulan

2.2 HIPOTESIS

Pengertian hipotesis dapat diartikan sebagai suatu jawaban yang bersifat

sementara terhadap permasalahan penelitian, sampai terbukti melalui data yang

terkumpul (Suharsimi Arikunto, 2002: 64). Adapun hipotesa yang diajukan dalam

penelitian ini adalah sebagai berikut :

1). Ada perbedaan pendapatan orang tua murid TK Hj. Isriati lebih tinggi

dibanding pendapatan orang tua pada murid TK Satria Tama

2). Ada perbedaan pengeluaran pangan murid TK Hj. Isriati lebih tinggi dibanding

murid TK Satria Tama

3). Ada perbedaan konsumsi energi dan protein murid TK Hj. Isriati lebih tinggi

dibanding murid TK Satria Tama

4). Ada perbedaan status gizi murid TK dari kelompok pendapatan orang tua

tinggi lebih baik dibanding dari kelompok pendapatan orang tua rendah
BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Kerangka Konsep

Dalam penelitian kerangka konsep yang diperoleh sebagai berikut :

Pendapatan Status Gizi Murid Tk


Orang Tua

Pengeluaran Pangan

Konsumsi Energi

Gambar 4. Kerangka Konsep Penelitian

Kerangka konsep diatas dapat dijelaskan bahwa status gizi anak dalam hal

ini murid TK dapat dipengaruhi oleh tingkat konsumsi energi dan protein.

Sedangkan konsumsi energi dan protein sendiri juga dipengaruhi besarnya

pengeluaran pangan yang bersumber dari biaya yang dikeluarkan untuk

mencukupi kebutuhan pangan keluarga dalam satu hari. Pengeluaran pangan dapat

dipengaruhi oleh pendapatan orang tua. Melalui kerangka konsep ini diharapkan

nampak perbedaan status gizi murid TK ditinjau dari pendapatan orang tua

mereka.
3.2 Definisi Operasional

Bagian ini menjelaskan kerangka alur pemikiran dari penelitian yang

dilakukan. Dalam kerangka konsep ini, masing-masing variable dijelaskan sebagai

devinisi operasional, sehingga penelitian dapat dijalankan dengan jelas dan

teratur.

No Variabel Definisi Operasional Ukuran Skala


Penelitian
1. Status gizi Keadaan tubuh sebagai Lebih : > + 2 SD Ordinal
akibat konsumsi Normal : -2 s/d + 2 SD
makan yang diukur
secara antropomeri Kurang : -3 s/d < -2 SD
dengan indeks BB/U Buruk : <-3 SD

2. Pendapatan Jumlah pendapatan SangatTinggi:> Ordinal


orang tua tetap dan 1.271.000
sampingan dari suami Tinggi:850.000-
istri dalam setiap 1.271.000
bulannya dibagi
dengan jumlah anggota Sedang:663.000-
keluarga dan diukur 850.000
dalam rupiah. Rendah: <663.000.

3. Pengeluaran Jumlah yang Sangat tinggi : > 30.000 Ordinal


pangan dikeluarkan untuk Tinggi : 20.000-30.000
belanja pangan
perbulan oleh keluarga Sedang : 10.000-20.000
dibagi dengan jumlah Rendah : < 10.000
anggota keluarga dan
dinyatakan dalam
rupiah
4. Konsumsi Jumlah kandungan Baik : ≥ 100% AKG Ordinal
energi dan energi dan protein
protein yang dikonsumsi Sedang : 80-90% AKG
selama satu hari dalam Kurang : 70-80% AKG
makanan
Defisit : < 70% AKG
3.3 Populasi penelitian.

Populasi adalah keseluruhan objek penelitian atau objek yang diteliti

(Soekidjo.N, 2002 : 79). Pada populasi penelitian ini adalah seluruh murid TK.Hj.

Isriati dengan jumlah 250 murid sedangkan TK Satria Tama berjumlah 80 murid.

Dengan total populasi 330 murid.

3.4 Sampel Penelitian

Sampel adalah sebagian yang diambil dari keseluruhan objek yang diteliti

dan dianggap mewakili seluruh populasi (Soekidjo. N, 2002 : 79). Dalam

penelitian ini teknik yang digunakan dalam pengambilan sample adalah non

random sampling dengan teknik proposive sampling. Proposive sampling adalah

teknik penentuan sample dengan pertimbangan atau kriteria-kriteria tertentu.

Jumlah sampel dalam penelitian ini 98 responden, sebagai responden adalah

murid TK yang berlaku sebagai sample (untuk mengetahui status gizi) dan orang

tua dari sample (untuk mengetahui penghasilan dan pengeluaran keluarga).

3.5 Variable Penelitian

Variable adalah sesuatu yang digunakan sebagai ciri, sifat, atau ukuran

yang dimiliki atau didapatkan oleh satuan penelitian tentang sesuatu konsep

pengertian tertentu, misalnya umur, jenis kelamin, pendidikan, status perkawinan,

pekerjaan, pengetahuan, pendapatan, penyakit,dan sebagainya (Soekidjo.N, 2002:

70). Menurut Sugiyono (2002: 3) Variabel bebas adalah merupakan variable yang

menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variable dependen (terikat).


Sedangkan variable terikat adalah variable yang dipengaruhi atau yang menjadi

akibat karena adanya variable bebas (Independen).

Variable Bebas Variable Terikat

1. Pendapatan orang tua Pengeluaran (Rp) Untuk Energi Dan Protein


2. Pengeluaran (Rp) untuk Konsumsi Energi dan protein
energi dan protein

3. Konsumsi energi dan protein Status Gizi


4. Pendapatan orang tua Status Gizi
3.6 Rancangan Penelitian

Penelitian ini adalah penelitian explanatory research ,karena hubungan

antara variable–variabelnya dijelaskan melalui pengujian hipotesa (Masri

Singarimbun, 1995: 5). Dalam pelaksanaannya menggunakan pendekatan cross

sectional yaitu mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor risiko dengan

efek dengan cara mengumpulakan data secara sekaligus pada suatu saat (point

time). Artinya subjek penelitian hanya diobservasi sekali saja terhadap variabel

subjek pada saat penelitian (Soekidjo Notoadmojo, ).

3.7 Teknik Pengambilan Data

Data merupakan faktor yang sangat penting dalam setiap penelitian.

Pengambilan data dalam penelitian ini disesuaikan dengan jenis data sebagai

berikut :

3.7.1 Data Primer

Data primer yaitu bila pengambilan data dilakukan secara langsung oleh

peneliti terhadap sasaran (Eko Budiarto, 2001: 5) Data primer diambil melalui

beberapa cara sebagai berikut :


3.7.1.1 Metode Angket atau Kuesioner

Angket atau kuesioner adalah suatu cara pengumpulan data atau suatu

penelitian mengenai suatu masalah yang umumnya banyak menyangkut

kepentingan umum atau kepentingan orang banyak (Soekidjo Notoadmojo, 2002:

112). Pengedaran angket atau kuesioner berupa daftar pertanyaan berisi formulir-

formulir diajukan secara tertulis kepada sejumlah subjek untuk mendapatkan

jawaban baik berisi tanggapan maupun informasi.

Data yang dikumpulkan berdasarkan persepsi yang diperoleh dari

jawaban responden. Dalam penelitian ini anget diberikan secara langsung kepada

responden yang menjadi subjek peneliti.

Alasan menggunakan metode angket karena metode angket mempunyai

beberapa kelebihan antara lain :

1). Efisien

⇒ karena tidak membutuhkan waktu yang lama bagi peneliti dalam

mendapatkan jawaban pada responden.

2). Dapat dijawab dengan cepat oleh responden tanpa menggangu aktifitas

responden

3). Responden dapat menjawab dengan tenang tanpa adanya intervensi

4). Semua responden menerima pertanyaan dan pernyataan yang sama.

Penilaian angket dengan menggunakan skala Likert dipakai untuk tingkat

kesepakatan seseorang terhadap sejumlah pertanyaan berkaitan dengan suatu

konsep tertentu dengan membuat rentangan jawaban skor 1 sampai 4 untuk tiap
pertanyaan dengan kategori tertentu, atau pertanyaan-pertanyaan yang dipakai

dibedakan dalam pertanyaan positif dan pertanyaan negatif.

Berdasarkan aturan Skala Likert yang dikemukaan diatas, kategori

jawaban disusun sebagai berikut :

Alternatif Jawaban Positif(+) Negatif(-)

Selalu 4 1

Sering 3 2

Jarang/Kadang-kadang 2 3

Tidak pernah 1 4

Cara pemberian dan pengumpulan kuesioner yaitu :

1) Meminta izin kepada Kepala Sekolah TK. Hj. Isriati dan TK. Satria Tama

dengan membawa surat keterangan penelitian dari Universitas.

2) Sebelum kuesioner diberikan kepada sample, kuesioner diuji cobakan terlebih

dahulu pada responden.

3) Setelah kuesioner valid dan reliable baru diadakan penelitian

4) Memberikan kuesioner kepada sample yang ditujukan untuk orang tua murid

5) Pengisian sample diberi waktu 7 hari

6) Setalah 7 hari kuesioner dikumpulkan.

Angket atau kuesioner yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari :

1) Kuesioner A : Kuesioner ini digunakan untuk memperoleh informasi

mengenai beberapa hal sebagai berikut :


¾ Identitas responden :

- Anak : jenis kelamin, nama anak, berat badan dan tinggi badan anak.

- Orang tua : nama ayah dan ibu,alamat, umur, pekerjaan, pendidikan

terakhir.

¾ Data-data yang terkait dengan pendapatan orang tua meliputi pengeluaran

untuk pangan dan non pangan, pendapatan keluarga, serta daya beli. Dan

status gizi meliputi pola pemberian pangan, pengetahuan orang tua,

praktek kesehatan dan pola pencarian kesehatan

Kuesioner ini bersifat tertutup dalam pilihan ganda dengan alternatif jawaban

yang disediakan untuk pertanyaan memiliki kategori sebagai berikut : kurang,

cukup, lebih, sangat lebih atau tidak ada, kadang-kadang, ada, selalu ada.

2) Kuesioner B

Kuesioner B berupa recall 2 x 24 jam, untuk mengetahui konsumsi makanan

murid TK selama sehari. Recall dilakukan dua kali pada hari yang berbeda

(tidak berturut-urut).

Dalam penelitian umumnya menggunakan kuesioner sebagai metode

yang dipilih untuk mengumpulkan data. Data merupakan penggambaran variable

yang diteliti, dan berfungsi sebagai alat pembuktian hipotesis. Benar tidaknya

tergantung dari baik tidaknya instrumen pengumpul data. Pengambilan data pada

penelitian ini digunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian.


Dalam rangka untuk mempermudah penyusunan kuesioner sebagai

instrumen maka perlu dibuat kerangka pengembangan instrumen penelitian.

Kerangka pengembangan tersebut dapat dilihat dalam bentuk matrik sebagai

berikut :

Matrik Variabel Penelitian

Variabel Indikator No.Item Keterangan


Penelitian Instrumen
Pendapatan 1) Pengeluaran 1,2,3,4
Orang Tua Pangan
2) Pengeluaran
non pangan 5,6
3) Daya beli Jumlah = 13
rumah tangga
4) Pendapatan 7,8
keluarga

9,10,11,12,13

Status Gizi 1) Pola pemberian 14,15,16


makan
2) Praktek kes. dan
pola pencarian 17,1819,2021,22,23
kesehatan Jumlah = 13
3) Pengetahuan
orang tua
24,25.26

3.7.1.2 Pengukuran

Pengukuran yang dilakukan pada penelitian ini yaitu pengukuran berat

badan (BB) responden. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan timbangan

injak (Bathroom scale) Adapun macam dan prosedur pengukuran yang dilakukan

adalah sebagai berikut :


1) Timbangan diletakkan di tempat yang datar (rata) sehingga tidak goyang.

2) Anak memakai pakaian seminimal mungkin, sepatu maupun isi kantong

harus dilepas.

3) Pada saat ditimbang anak berdiri tepat ditengah timbangan dan menghadap

ke depan.

3.7.1.3 Pengamatan (Observasi)

Pengamatan adalah suatu prosedur yang berencana, yang antara lain

meliputi melihat dan mencatat jumlah dan taraf aktivitas tertentu yang ada

hubungannya dengan masalah yang diteliti (Soekidjo Notoatmodjo, 2002: 93).

Pengamatan dalam penelitian ini yaitu melihat kondisi dan keadaan lokasi TK

tersebut.

3.7.2 Data Sekunder

Data sekunder yaitu bila pengumpulan data yang diinginkan diperoleh

dari orang lain atau tempat lain dan tidak dilakukan oleh peneliti sendiri (Eko

Budiarto, 2001: 5). Adapun data sekunder yang dimaksud adalah daftar nama

siswa murid kelas A dan kelas B TK Hj. Isriati dan TK. Satria Tama tahun ajaran

2004/2005 untuk mengetahui jumlah anggota dalam populasi.

3.8 Prosedur Penelitian

Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui tahap-tahap :

3.8.1 Tahap Persiapan

Pengumpulan data dimulai dengan mempersiapkan atau menyusun

angket atau kuesioner, kemudian dilakukan uji coba kuesioner tersebut. Setelah

diuji coba, butir-butir pertanyaan yang tidak valid dibuang. Tahap selanjutnya
kuesioner diperbanyak untuk dibagikan kepada responden. Sedangkan untuk

mengukur berat badan, sebelum alat digunakan alat ditera terlebih dahulu di Dinas

Metrologi. Pengumpulan data dimulai setelah melakukan perijinan di Dinas

Kesbanglinmas, dan Dinas Pendidikan Nasional.

3.8.2 Tahap Pelaksanaan

Pengumpulan data dilakukan 1 minggu. Tahap pelaksanaan pengumpulan

data dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut :

3.8.2.1 Kuesioner A, Kuesioner B (lembar recall 2 X 24 jam)

3.8.2.1.1 Petunjuk Pengisian TK Hj. Isriati

1) Setelah mendapatkan ijin dari Kepala Sekolah TK Hj. Isriati, peneliti

melakukan konfirmasi kepada guru kelas A dan kelas B

2) Sebelum penelitian dilakukan, peneliti menjelaskan tentang tujuan penelitian

dan tata cara pengisian kuesioner.

3) Untuk TK Hj. Isriati pengisian kuesioner diberikan kepada anak untuk

diberikan kepada orang tua.

4) Orang tua dalam hal ini ibu diharapkan mengisi sesuai petunjuk yang ada.

5) Untuk lembar recall pada TK. Hj. Isriati diberi petunjuk pengisian daftar

recall.

3.8.2.1.2 Petunjuk Pengisian TK. Satria Tama

1) Setelah mendapatkan ijin dari Kepala Sekolah TK Satria Tama, peneliti

melakukan konfirmasi kepada guru kelas A dan kelas B.


2) Peneliti membuat surat undangan kepada orang tua murid untuk menghadiri

proses pengisian kuesioner.

3) Sebelum penelitian dilakukan, peneliti menjelaskan tentang tujuan penelitian

dan tata cara pengisian kuesioner.

4) Responden dibagikan kuesioner dan diminta mengisi sesuai petunjuk.

5) Pada saat pengumpulan data peneliti dibantu oleh beberapa rekan (satu kelas

dibantu oleh 3-4 orang). Hal ini dilakukan untuk membantu responden apabila

masih terdapat ketidakfahaman dalam mengisi kuesioner, serta membantu

responden mengingat (untuk recall)

3.8.2.2 Pengukuran Berat Badan (BB)

1) Pengukuran dilakukan di ruang guru secara bergantian.

2) Peneliti mencatat nama murid dan hasil pengukuran.

3.9 Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti

dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih

baik dalam arti cepat, lengkap, sistematis. Sehingga mudah diolah (Suharsimi

Arikunto, 2002: 136). Instrumen yang digunakan penulis dalam penelitian ini

adalah:

1. Alat ukur berat badan (timbangan)yaitu : timbangan digital atau timbangan

berdiri digunakan untuk anak yang sudah dapat berdiri, dengan tingkat

ketelitian 0,1 kg digunakan untuk mengukur berat badan (BB).


2. Alat ukur tinggi badan (microtois) dengan ketelitian 0,5 cm digunakan untuk

mengukur tingi badan (TB) responden.

3. Kuesioner merupakan daftar pertanyaan yang sudah tersusun dengan baik,

sudah matang, dimana responden tinggal memberikan jawaban atau

memberikan tanda-tanda tertentu.(Soekdjo Notoatmodjo, 2002: 116).

4. Metode Food Recall 24 Jam

Metode recall 24 jam, dilakukan dengan mencatat jenis dan jumlah bahan

makanan yang dikonsumsi pada periode 24 jam yang lalu. Dalam metode ini,

responden ibu atau pengasuh (bila anak masih kecil) disuruh menceritakan semua

yang dimakan selama 24 jam yang lalu (kemarin). Biasanya dimulai sejak ia

bangun pagi kemarin sampai dia istirahat tidur malam harinya, atau dapat juga

dimulai dari waktu saat dilakukan wawancara mundur kebelakang sampai 24 jam

penuh. Recall 24 jam sebaiknya dilakukan berulang–ulang dan harinya tidak

berturut–turut. Beberapa peneliti menunjukan bahwa minimal 2 kali recall 24 jam

tanpa berturut–turut, dapat menghasilkan gambaran asupan zat gizi lebih optimal

dan memberikan variasi yang lebih besar tentang intake harian individu (I Dewa

Nyoman. S, 2002 : 94).

3.10 Pengolahan dan Analisis Data

3.10.1 Pengolahan Data

Kegiatan pengumpulan dan pengolahan data dalam penelitian saling

berhubungan. Dalam pengumpulan data digunakan alat pengumpul data atau

instrumen penelitian. Instrumen ini disusun sedemikian rupa sehingga


menghasilkan data yang mudah diolah. Langkah-langkah pengolahan data antara

lain :

1) Editing

Suatu kegiatan untuk memeriksa kembali segala kelengkapan dan

kebenaran data yang telah terkumpul.

2) Coding

suatu kegiatan memberi tanda atau kode tertentu terhadap data yang telah

diedit dengan tujuan mempermudah pembuatan table.

3) Tabulating

Suatu kegiatan untuk menyusun data kedalam table sehingga memudahkan

untuk menganalisanya.

Dalam penyusunan data perlu dipertimbangkan hal-hal sebagai berikut :

a) Memasukkan data yang penting dan benar- benar diperlukan.


b) Hanya memilih data yang tidak bias.
3.10.2 Analisa Data

Data yang diperoleh dianalisa dengan cara menggunakan analisa deskriptif

dan melalui proses komputerisasi.

3.10.2.1 Analisis Univariat

Analisa univariat dalam penelitian ini meliputi analisa deskriptif dilakukan

dengan membuat tabel dan distribusi frekuensi data seperti umur responden, jenis

kelamin, jenis pekerjaan orang tua, pendidikan orang tua, praktek kesehatan,

pengetahuan orang tua, tingkat daya beli, dan pengeluaran non pangan.
3.10.2.2 Analisis Bivariat

Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis bivariate

yang dilakukan dalam dua variabel yang diduga berhubungan atau berkorelasi

(Soekidjo Notoatmodjo, 2002: 188). Analisa ini dilakukan untuk mengetahui

perbedaan antara variabel bebas dengan variabel terikat agar dapat menentukan

tingkat perbedaan antara variabel tersebut.

3.10.3 Uji Validitas dan Reliabilitas Kuesioner

3.10.3.1 Uji Validitas

Adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat–tingkat kevalidan atau

kesasihan suatu instrumen. Suatu instrumen yang valid atau sasih mempunyai

validitas tinggi. Sebaliknya instrumen yang kurang valid berarti memiliki validitas

rendah (Suharsimi Arikunto, 2002: 144).

Rumus yang digunakan adalah produckt moment

Rumus I : dengan nilai simpangan.

R=
∑ χy
(∑ x )(∑ y
2 2
)

Keterangan :

R : Koefisien korelasi product moment

x = X-X

y = y− y

X : skor rata – rata dari X


Y : skor rata- rata dari Y

N : jumlah sample

Rumus II : dengan angga kasar

N (ΣXY ) − (ΣXΣY )
R=
{NΣX 2
{
− ( Σ X 2 ) 2 NΣ X 2 − ( Σ Y ) 2 }}
(Suharsimi Arikunto, 2002 : 144 - 146)

Berdasarkan hasil uji validitas kuesioner penelitian dari 28 butir kuesioner

yang diuji cobakan terdapat 26 butir yang valid. 26 butir yang ada 13 butir yang

diuji kevalidannya, karena 13 butir sisanya merupakan pertanyaan yang bersifat

deskriptif. 13 butir yang valid memiliki rxy > r tabel = 0,456 pada α = 5% dengan

N = 20, selanjutnya butir yang valid tersebut diurutkan kembali dan dapat

digunakan untuk pengambilan data penelitian.

3.10.3.2 Uji Reliabilitas

Adalah suatu instrumen yang cukup dapat dipercaya untuk digunakan

sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. Dalam teknik

mencari reliabilitas digunakan rumus alpha, yaitu :

Rumus :

⎡ k ⎤ ⎡ Σσ b ⎤
2
r11 = ⎢ ⎢1 − ⎥
⎣ k − 1⎥⎦ ⎢⎣ σ t 2 ⎥⎦

(Suharsimi Arikunto, 2002: 171)


Keterangan :

r11 = reabilitas

k = banyaknya butir pertanyaan

Σσb = jumlah varians butir


2

σ t 2 = varians total

Sedangkan untuk mencari varians butir dengan rumus :

(∑ Χ) 2
∑ Χ2 −
σ b2 = Ν
Ν

Keterangan :

σ b 2 = variasi butir

ΣΧ = jumlah skor butir

N = jumlah responden (Suharsimi Arikunto, 2002: 17).

Berdasarkan hasil uji reliabilitas diperoleh harga r19 = 0,918 > r table = 0,456

pada α = 5% dengan N = 20, dengan demikian kuesioner tersebut reliabel dan

dapat digunakan untuk pengambilan data.

3.10.3.3 Uji Hipotesis

Uji hipotesis yang digunakan yaitu uji U Mann Wihtney Test, uji ini

digunakan untuk menguji hipotesis komparatif dua sample independen bila data

berbentuk ordinal (Sugiyono, 2002: 148).

Rumus U Mann Wihtney Test :


n1 (n1 + 1)
U1 = n1n 2 + − R1
2

Keterangan:

n1 : Jumlah sampel 1

n2 : Jumlah sampel 2

U1 : Jumlah peringkat 1

R1 : Jumlah rangking pada sampel n


BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Diskripsi Data

4.1.1 Distribusi Frekuensi Hasil Penelitian

Karakteristik Responden

Adapun responden yang digunakan pada penelitian ini memiliki

karakteristik sebagai berikut :

4.1.1.1 Umur Responden

Responden yang digunakan pada penelitian ini adalah murid TK Hj. Isriati

dan murid TK Satria Tama Kota Semarang. Dari 98 responen yang diteliti

sebanyak 3% berusia 4,5 tahun, 29 responden (29,6%) berusia 5 tahun, 1%

berusia 5,4 tahun, 15 responden (15,3 %) berusia 5,5 tahun, 1% berusia 5,8 tahun,

1% berusia 5,9 tahun, 48 responden (49%) berusia 6 tahun.

Tabel 3.
Distribusi Frekuensi Responden Menurut Umur

No. Umur Prosentase


Responden Jumlah (%)
1 2 3 4
1. 4,5 tahun 3 3,1
2. 5 tahun 29 29,6
3. 5,4 tahun 1 1
4. 5,5 tahun 15 15,3
5. 5,8 tahun 1 1
6. 5,9 tahun 1 1
7. 6 tahun 48 49
Total 98 100%
Mean=5,47
SD=0,57

4.1.1.2 Jenis Kelamin

Berdasarkan hasil penelitian di TK Hj. Isriati dan TK Satria Tama diberi

informasi mengenai jenis kelamin pada anak laki-laki ada 53 responden (54,1%)

sedangkan pada anak perempuan ada 45 responden (45,9%).

Tabel 4.
Distribusi Frekuensi Responden Menurut Jenis Kelamin

No. Jenis Kelamin Jumlah Prosentase (%)


1 2 3 4
1. Laki-laki 53 54,1
2. Perempuan 45 45,9
Total 98 100%
Mean=0,54
SD=0,50

4.1.1.3 Pendidikan Ayah

Berdasarkan tingkat pendidikan ayah responden diperoleh informasi

bahwa untuk pendidikan ayah dari murid TK. Hj. Isriati memiliki tingkat

pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) ada 3,4%. Akademi dan Perguruan

Tinggi ada 56 responden (96,6%).


Tabel 5.
Distribusi Frekuensi Pendidikan Ayah Murid TK. Hj. Isriati

No. Pendidikan Jumlah Prosentase


Ayah (%)
1 2 3 4
1. SMA 2 3,4
2. Akademi/ PT 56 96,6
Total 58 100%
Mean=3,96
SD=0,18

Pendidikan Ayah murid TK Satria Tama memiliki tingkat pendidikan

Sekolah Dasar (SD) ada 5%, Sekolah Menengah Pertama (SMP) ada 16

responden (40 %) Sekolah Menengah Atas (SMA) ada 22 responden (55%).

Tabel 6.
Distribusi Frekuensi Pendidikan Ayah Murid TK Satria Tama

No. Pendidikan Ayah Jumlah Prosentase(%)


1 2 3 4
1. SD 2 5
2. SMP 16 40
3. SMA 22 55
Total 40 100%
Mean=2,5
SD=0,59
4.1.1.4 Pekerjaan Ayah

Berdasarkan jenis pekerjaan ayah responden diperoleh informasi bahwa

untuk pekerjaan ayah pada murid TK Hj. Isriati swasta (36,2%) ada 21 responden,

Pegawai Negeri Sipil (PNS) ada 20 responden (34,5%), Badan Usaha Milik

Negara (BUMN) ada 17 responden (29,3%).

Tabel 7.
Distribusi Frekuensi Pekerjaan Ayah Murid TK Hj. Isriati

No. Pendidikan Ayah Jumlah Prosentase(%)


1 2 3 4
1. SWASTA 21 36,2
2. PNS 20 34,5
3. BUMN 17 29,3
Total 58 100%
Mean=2,93
SD=0,81

Pekerjaan ayah murid TK Satria Tama memiliki jenis pekerjaan buruh

(40%) ada 16 responden, swasta (52,5%) ada 21 responden, PNS ada 7,5 %.

Tabel 8.
Distribusi Frekuensi Pekerjaan Ayah Murid TK Satria Tama

No. Pendidikan Ayah Jumlah Prosentase(%)


1 2 3 4
1. BURUH 16 40
2. SWASTA 21 52,5
3. PNS 3 7,5
Total 40 100%
Mean=1,67
SD=0,61

4.1.1.5 Pendidikan Ibu

Berdasarkan tingkat pendidikan ibu responden diperoleh informasi bahwa

untuk pendidikan ibu dari murid TK. Hj. Isriati memiliki tingkat pendidikan

Sekolah Menengah Atas (SMA) ada 10,3 %, Akademi dan Perguruan Tinggi ada

52 responden (89,7%).

Tabel 9.
Distribusi Frekuensi Pendidikan Ibu Murid TK. Hj. Isriati

No. Pendidikan Jumlah Prosentase


Ibu (%)
1 2 3 4
1. SMA 6 10,3
2. Akademi/ PT 52 89,7
Total 58 100%
Mean=3,89
SD=0,30

Pendidikan ibu murid TK Satria Tama memiliki tingkat pendidikan

Sekolah Dasar (SD) ada 12,5%, Sekolah Menengah Pertama (SMP) ada 13

responden (32,5 %) Sekolah Menengah Atas (SMA) ada 22 responden (55%).


Tabel 10.
Distribusi Frekuensi Pendidikan Ibu Murid TK Satria Tama

No. Pendidikan Ibu Jumlah Prosentase(%)


1 2 3 4
1. SD 5 12,5
2. SMP 13 32,5
3. SMA 22 55
Total 40 100%
Mean=2,42
SD=0,71

4.1.1.6 Pekerjaan Ibu

Berdasarkan jenis pekerjaan ibu responden diperoleh informasi bahwa

untuk pekerjaan ibu pada murid TK Hj. Isriati swasta (27,6%) ada 16 responden,

Pegawai Negeri Sipil (PNS) ada 22 responden (37,9%), Badan Usaha Milik

Negara (BUMN) ada 13 responden (22,4%). Dan sebagai ibu rumah tangga ada

12,1%.

Tabel 11.
Distribusi Frekuensi Pekerjaan ibu Murid TK Hj. Isriati

No. Pekerjaan Ibu Jumlah Prosentase(%)


1 2 3 4
1. Ibu Rumah Tangga 7 12,1
2. Swasta 16 27,6
3. PNS 22 37,9
4. BUMN 13 22,4
Total 58 100%
Mean=2,70
SD=0,95
Pekerjaan ibu murid TK Satria Tama memiliki jenis pekerjaan ibu rumah

tangga (52,5%) ada 21 responden, swasta (42,5%) ada 17 responden, PNS ada

5%.

Tabel 12.
Distribusi Frekuensi Pekerjaan Ibu Murid TK Satia Tama

No. Pekerjaan Ibu Jumlah Prosentase(%)


1 2 3 4
1. Ibu Rumah Tangga 21 52,5
2. Swasta 17 42,5
3. PNS 2 5
Total 40 100%
Mean=1,52
SD=0,59

4.1.1.7 Pola Pemberian Makan

Pola pemberian makan anak pada TK Hj. Isriati yang dikategorikan

sedang ada 10,3%, dan kategori baik ada 27 responden (46,6%) sedangkan

kategori sangat baik ada 25 responden (43,1%). Pola pemberian makan anak pada

TK Satria Tama yang dikategorikan cukup ada 30%, kategori baik ada 19

responden (47,5%) dan kategori sangat baik 22,5%.


Tabel 13.
Distribusi Frekuensi Pola Pemberian Makan Murid TK Isriati

No. Pola Pemberian Makan Jumlah Prosentase(%)


1 2 3 4
1. Sedang 6 10,3
2. Baik 27 46,6
3. Sangat baik 25 43,1
Total 58 100%
Mean=3,32
SD=0,65

Tabel 14.
Distribusi Frekuensi Pola Pemberian Makan Murid TK Satia Tama

No. Pola Pemberian Makan Jumlah Prosentase(%)


1 2 3 4
1. Cukup 12 30
2. Baik 19 47,5
3. Sangat Baik 9 22,5
Total 40 100%
Mean=2,92
SD=0,72

4.1.1.8 Pengetahuan Orang Tua.

Pengetahuan orang tua mengenai gizi yang baik sangat mempengaruhi

kebutuhan gizi anak terhadap konsumsi makanan. Pengetahuan orang tua pada

murid TK Hj. Isriati yang dikategorikan baik 18 responden (31%) dan kategori

sangat baik 40 responden (69%).


Tabel 15.
Distribusi Frekuensi Pengetahuan Orang Tua Murid TK Hj. Isriati

No. Pengetahuan Jumlah Prosentase(%)


Orang Tua
1 2 3 4
1. Baik 18 31
2. Sangat baik 40 69
Total 58 100%
Mean=3,68
SD=0,46

Pengetahuan orang tua pada murid TK Satria Tama yang dikategorikan

cukup terdapat 19 responden (47,5%) kategori baik 19 responden (47,5%) dan

kategori sangat baik ada 5%.

Tabel 16.
Distribusi Frekuensi Pengetahuan Orang Tua Murid TK Satria Tama

No. Pengetahuan Orang Jumlah Prosentase(%)


Tua
1 2 3 4
1. Cukup 19 47,5
2. Baik 19 47,5
3. Sangat Baik 2 5
Total 40 100%
Mean=2,57
SD=0,59
4.1.1.9 Praktek Kesehatan

Berdasarkan hasil praktek kesehatan responden diperoleh informasi bahwa

untuk TK Hj. Isriati yang dikategorikan cukup ada 5,2%, dan kategori baik

sebanyak 24 responden (41,4%) sedangkan kategori sangat baik ada 31 responden

(53,3%).

Tabel 17.
Distribusi Frekuensi Praktek Kesehatan Murid TK Hj.Isriati

No. Praktek Kesehatan Jumlah Prosentase(%)


1 2 3 4
1. Cukup 3 5,2
2. Baik 24 41,4
3. Sangat Baik 31 53,3
Total 58 100%
Mean=3,48
SD=0,59

Hasil praktek kesehatan responden pada TK Satria Tama yang

dikategorikan cukup ada 27,5%, kategori baik ada 19 responden (47,5%) dan

sangat baik ada 10 responden (25%).


Tabel 18.
Distribusi Frekuensi Praktek Kesehatan Murid TK Satria Tama

No. Praktek Kesehatan Jumlah Prosentase(%)


1 2 3 4
1. Cukup 11 27,5
2. Baik 19 47,5
3. Sangat Baik 10 25
Total 40 100%
Mean=2,97
SD=0,73

4.1.1.10 Daya Beli

Berdasarkan hasil penelitian pada TK Hj. Isriati yang mempunyai

kemampuan daya beli yang dikategorikan cukup ada 12 responden (20,7%), dan

kategori lebih ada 30 responden (51,7%) sedangkan kategori sangat lebih ada 16

responden (27,6%).

Tabel 19.
Distribusi Frekuensi Daya Beli TK Hj. Isriati

No. Daya Beli Jumlah Prosentase(%)


1 2 3 4
1. Cukup 12 20,7
2. Lebih 30 51,7
3. Sangat Lebih 16 27,6
Total 58 100%
Mean=3,06
SD=0,69
Tabel 20.
Distribusi Frekuensi Daya Beli TK Satria Tama

No. Daya Beli Jumlah Prosentase(%)


1 2 3 4
1. Kurang 11 27.5
2. Cukup 23 57,5
3. Lebih 6 15
Total 40 100%
Mean=1,87
SD=0,64

4.1.1.11 Pengeluaran Non Pangan

Pengeluaran non pangan pada TK Hj. Isriati yang dikategorikan tinggi ada

30 responden (51,7%) dan kategori sangat tinggi ada 28 responden (48,3%).

Sedangkan pada TK Satria Tama yang dikategorikan

Tabel 21.
Distribusi Frekuensi Pengeluaran Non Pangan TK Hj. Isriati

No. Pengeluaran Non Jumlah Prosentase(%)


Pangan
1 2 3 4
1. Tinggi 30 51,7
2. Sangat Tinggi 28 48,3
Total 58 100%
Mean=3,48
SD=0,50
Tabel 22.
Distribusi Frekuensi Pengeluaran Non Pangan TK Satria Tama

No. Pengeluaran Non Jumlah Prosentase(%)


Pangan
1 2 3 4
1. Rendah 13 32,5
2. Sedang 27 67,5
Total 40 100%
Mean=1,67
SD=0,47

4.1.2 Hasil Analisis Data

Perbedaan Pendapatan Orang Tua TK Hj. Isriati dengan TK Satria Tama

Perbedaan pendapatan orang tua TK Hj. Isriati dengan pendapatan orang

tua TK Satria Tama setelah diuji dengan menggunakan U Mann Whitney

menghasilkan signifikansi 0.00, atau probabilitas dibawah 0.05 (0.00<0.05) maka

Ho ditolak dan Ha diterima, atau sebenarnya terdapat perbedaan pendapatan orang

tua murid TK Hj. Isriati dengan pendapatan orang tua murid TK Satria Tama.

Pendapatan orang tua murid TK Hj. Isriati lebih tinggi dibanding pendapatan

orang tua pada murid TK Satria Tama.

Tabel 23.
Perbedaan Pendapatan Antara TK Hj. Isriati dan TK Satria Tama

TK Pendapatan Orang Tua


Rendah Sedang Tinggi Sangat
<663.000 663.000- 850.000- Tinggi Total

(%) 850.00 1.271.000 >1.271.000


(%) (%) (%)
1 2 3 4 5 6
Hj. 6 10.3 22 37.9 30 51.7 58 100%
Isriati
Satria 23 57.5 17 42.5 40 100%
Tama
Jumlah 23 57.5 23 52.8 22 37.9 30 51.7

Pada tabel diatas dapat dilihat TK Hj. Isriati pendapatan terendah adalah

663.000-850.000 yaitu ada 6 responden atau 10.3%, kemudian pendapatan

850.000-1.271.000 ada 22 responden yaitu 37.9%, sedangkan pendapatan

tertinggi adalah >1.271.000 ada 30 responden yaitu 51.7%, untuk TK Satria Tama

pendapatan terendah < 663.000 ada 23 responden yaitu 57.5%, dan pendapatan

tertinggi 850.000-1.271.000 ada 17 responden yaitu 42.5%. Pendapatan antara

663.000-850.000 TKHj. Isriati dan TK Satria Tama ada 23 responden atau 52.8%.

60.0%

50.0%

40.0%

presentase 30.0%
Hj. Isriati
20.0% Satria Tama
10.0%

0.0%
Rendah Sedang Tinggi Sangat
Tinggi

Grafik 1
Pendapatan Orang Tua
TK Hj. Isriati dan TK Satria Tama
Perbedaan Pengeluaran Pangan antara TK Hj. Isriati dengan TK Satria

Tama

Perbedaan pengeluaran pangan murid TK Hj. Isriati dengan murid TK

Satria Tama menghasilkan signifikansi 0.00, atau probanilitas dibawah 0.05

(0.00<0.05) Ho ditolak dan Ha diterima, atau terdapat perbedaan pengeluaran

pangan murid TK Hj. Isriati lebih tinggi dibanding pengeluaran pangan untuk

murid TK Satria Tama.

Tabel 24.
Perbedaan Pengeluaran Pangan Antara TK Hj. Isriati dan TK Satria Tama
TK Pengeluaran Pangan
Rendah Sdng Tinggi Sngt Tinggi Total
< 10.000 10.000-20.000 20.000-30.000 >30.000
(%) (%) (%) (%)
1 2 3 4 5 6
Hj. Isriati 30 51.7 28 48.3 58 100%
Satria 12 30 24 70 40 100%
Tama
Jumlah 12 30 24 70 30 51.7 28 48.3

Pada tabel diatas dapat dilihat TK Hj. Isriati pengeluaran untuk pangan ada

30 responden yang masuk dalam kategori tinggi yaitu antara 20.000-30.000 atau

sebesar 51.7%. Sedangkan pengeluaran > 30.000 ada 28 responden atau 48.3%.

Pada TK Satria Tama pengeluaran untuk pangan ada 12 responden yang masuk

kategori pengeluaran rendah atau pengeluaran < 10.000 sebesar 30%, dan 24

responden atau 70% yang masuk kategori pengeluaran sedang yaitu antara

10.000-20.000.
70.0%
60.0%
50.0%
40.0%
presentase
30.0%
20.0%
10.0%
0.0%
Rendah Sedang Tinggi sangat
Hj. Isriati Tinggi
Satria Tama tingkat pengeluaran pangan

Grafik 2.
Pengeluaran Pangan
TK Hj. Israiti dan TK Satria Tama

Perbedaan Konsumsi Energi dan Protein Murid TK Hj. Isriati dengan

Murid TK Satria Tama

Perbedaan konsumsi energi murid TK Hj. Isriati dengan murid TK Satria

Tama, dimana menghasilkan taraf signifikansi 0.00 atau probabilitas dibawah 0.05

(0.00<0.05) maka Ho ditolak dan Ha diterima, atau ada perbedaan konsumsi

energi murid TK Hj. Isriati dengan murid TK Satria Tama. Konsumsi energi

murid TK Hj. Isriati tidak sama dengan konsumsi energi TK Satria Tama.

Tabel 25.
Perbedaan Tingkat Konsumsi Energi TK Hj. Isriati dan TK Satria Tama
TK Brk Krng Sdng Baik
Total
(%) (%) (%) (%)
1 2 3 4 5 6
Hj. Isriati 42 72.4 16 27.6 58 100%
Satria Tama 15 37.5 22 55 3 7.5 40 100%
Jumlah 15 37.5 64 127.4 19 35.1

Tabel diatas dapat dilihat perbedaan tingkat konsumsi energi pada TK Hj.

Isriati ada 42 responden atau 72.4% masuk kategori sedang, dan TK Satria Tama

ada 22 responden atau 55% yang masuk kategori sedang. Dan pada TK Hj. Isriati

ada 16 responden masuk dalam kategori baik yaitu 27.6%, sedangkan pada TK

Satria Tama hanya 7.5%. Pada TK Satria Tama ada 15 responden yang masuk

kategori kurang atau 37.5%

80.0%
70.0%
60.0%
50.0%
presentase 40.0%
30.0%
20.0%
10.0%
0.0%
Buruk kurang sedang Baik
Hj. Isriati
Satria Tama tingkat konsumsi energi

Grafik 3.

Konsumsi Energi TK Hj. Isriati dan TK Satria Tama


Tabel 26.
Prosentase Sumbangan Energi dari Makanan Terhadap Konsumsi
Energi Anak.

Umur BB BB Ideal AKG AKG Rata-rata Tingk.


aktual (b) Stan. Aktual kon. E Kons.
(a) kg Tabel (c) (d) (a/bxc) dalam E (%)
total (d/eX
kg kkal kkal makanan 100%)
(e)
kkal
1 2 3 4 5 6 7
4-6 th 25 18 1750 2430,5 2387,02 98%

Berdasarkan pada tabel dapat dilihat bahwa pada golongan umur 4-6 tahun

dengan berat badan 25 kg rata-rata energi yang diperoleh dari total makanan

selama 2 hari 2387,02 kalori dengan tingkat konsumsi energi 98% dan masuk

dalam kategori sedang. Perolehan konsumsi protein dapat dilihat pada tabel

dibawah ini yang menunjukan prosentase sumbangan protein dari makanan yang

dikonsumsi dalam 2 hari.

Perbedaan konsumsi protein antara murid TK Hj. Isriati dan murid TK

Satria Tama menghasilkan menghasilkan taraf signifikansi 0.00 atau probabilitas

dibawah 0.05 (0.00<0.05) maka Ho ditolak dan Ha diterima. atau ada perbedaan

konsumsi protein murid TK Hj. Isriati dengan murid TK Satria Tama.

Tabel 27.
Perbedaan Tingkat Konsumsi Protein TK Hj. Isriati dan TK Satria Tama
TK Brk Krng Sdng Baik
Total
(%) (%) (%) (%)
1 2 3 4 5 6
Hj. Isriati 43 74.1 15 25.9 58 100%
Satria Tama 12 30 28 70 40 100%
Jumlah 12 30 71 144.1 15 25.9

Pada tabel dapat dilihat tingkat konsumsi protein pada TK Hj. Isriati ada

43 responden atau 74.1% yang masuk kategori sedang, pada TK Satria Tama yang

menyatakan sedang ada 28 responden atau 70%. Sedangkan pada TK Hj. Isriati

yang masuk kategori baik ada 15 responden atau 25.9%, pada TK Satria Tama ada

12 responden atau 30% yang menyatakan kurang dalam memenuhi kebutukan

protein.

80.0%
70.0%
60.0%
50.0%
Presentase 40.0%
30.0%
20.0%
10.0%
0.0%
Buruk Kurang Srdang Baik
Hj. Isriati
Tingkat Protein
Satria Tama

Grafik 4.
Konsumsi Protein TK Hj. Isriati dan TK Satria Tama

Tabel 28
Prosentase Sumbangan Protein dari Makanan Terhadap Konsumsi
Protein Anak.
Umur BB BB Ideal AKG AKG Rata-rata Tingk.
aktual (b) Stan. Aktual kon. P Kons.
(a) kg Tabel (c) (d) (a/bxc) dalam P (%)
gr total (d/eX
kg makanan 100%)
(e)
1 2 3 4 5 6 7
4-6 th 25 18 32 44,4 43,44 97%

Berdasarkan pada tabel dapat dilihat bahwa pada golongan umur 4-6 tahun

dengan berat badan 25 kg rata-rata protein yang diperoleh dari total makanan

selama 2 hari 44,4 gr dengan tingkat konsumsi 97% dan masuk dalam kategori

sedang.

4.1.2.4 Perbedaan Status Gizi dengan Pendapatan Orang Tua Murid TK Hj.

Isriati dengan Murid TK Satria Tama.

Perbedaan status gizi murid TK Hj. Isriati dengan murid TK Satria Tama,

menghasilkan taraf signifikansi 0.00 atau probabilitas dibawah 0.05 (0.00<0.05)

maka Ho ditolak dan Ha diterima, atau ada perbedaan status gizi murid TK Hj.

Isriati dengan murid TK Satria Tama. Status gizi murid TK Hj. Isriati lebih baik

dibanding status gizi murid TK Satria Tama.

Tabel 29.
Perbedaan Status Gizi TK Hj. Isriati dan TK Satria Tama
TK Brk Krng Normal Lebih
Total
(%) (%) (%) (%)
1 2 3 4 5 6
Hj. Isriati 4 6.9 31 53.4 23 39.7 58 100%
Satria Tama 1 2.5 10 25 29 72.5 40 100%
Jumlah 1 2.5 14 31.9 60 125.9 23 39.7

Pada tabel diatas dapat dilihat perbedaan status gizi antara TK Hj. Isriati

dengan TK Satria Tama, dimana pada TK Hj. Isriati ada 4 responden atau 6.9%

yang masuk kategori kurang, sedangkan pada TK Satria Tama ada 10 responden
atau 25% yang menyatakan kurang. Pada TK Hj Isriati ada 31 responden yang

menyatakan normal atau 53.4% dan pada TK Satria Tama ada 29 responden atau

72.5% yang menyatakan normal. Yang paling tinggi pada TK Hj. Isriati masuk

dalam kategori lebih yaitu ada 23 responden atau 39.7%, sedangkan pada TK

Satria Tama ada 1 responden atau 2.5% yang masuk kategori buruk.

80.0%
70.0%
60.0%
50.0%
Presentase 40.0%
30.0%
20.0%
10.0%
0.0%
Buruk Kurang Normal Lebih
Hj. Isriati
Tingkat Status Gizi
Satria Tama

Grafik 5.
Tingkat Status gizi
TK Hj. Isriati dan TK Satria Tama

4.2 Pembahasan

Hasil penelitian terhadap 98 responden memperlihatkan ada perbedaan yang

signifikan antara pendapatan murid TK Hj. Isriati dengan TK Satria Tama.

Pendapatan orang tua Tk Hj. Isriati sebagian besar masuk dalam kategori sangat

tinggi yaitu 51.7%, dan yang masuk dalam kategori sedang yaitu 10.3% dengan

nilai mean 3.41 dan standart deviasi (SD) 0.67. Pada TK Satria Tama diperoleh

pendapatan yang masuk kategori sedang 42.5% dan kategori rendah ada 57.5%.

Dengan nilai mean 1.42 dan nilai SD 0.50. Rendahnya pendapatan merupakan

rintangan lain yang menyebabkan orang-orang tidak mampu lagi membeli pangan
dalam jumlah yang diperlukan (Sajogyo, 1994: 9). Pendapatan merupakan sebagai

faktor ekonomi yang mempunyai pengaruh terhadap konsumsi pangan. jadi

semakin tinggi pendapatan keluarga maka presentase pendapatan yang

dialokasikan untuk pangan semakin sedikit. dan semakin rendah pendapatan

keluarga maka presentase pendapatan yang dialokasikan untuk pangan semakin

tinggi. hal ini dikarenakan semua hasil pendapatan digunakan untuk mencukupi

kebutuhan pangan (Suhardjo HR.1996: 10).

Perbedaan pendapatan orang tua murid TK Hj. Isriati lebih tinggi

dibanding dengan pendapatan orang tua murid TK Satria Tama juga dipengaruhi

oleh jenis pekerjaan orang tua, dimana orang tua dari murid TK Hj. Isriati

mayoritas mempunyai jenis pekerjaan sebagai pegawai negeri sipil atau PNS ada

34.5%, dan 29.3% sebagai karyawan BUMN dengan nilai mean 2.93 dan nilai SD

yaitu 0.81. Sedangkan pada TK Satria Tama pekerjaan orang tua sebagian besar

sebagai karyawan swasta ada 52.5% dan sebagai buruh ada 40%. dan pegawai

negeri sipil (PNS) hanya 5.1% dengan nilia mean 1.67 dan nilai SD 0.61.

Dilihat dari jenis pekerjaan yang sangat berpengaruh terhadap pendapatan

orang tua pada murid TK Hj. Isriati yang paling tinggi bekerja sebagai pegawai

negeri sipil sedangkan pekerjaan pada orang tua murid TK Satria Tama yang

paling tinggi hanya bekerja sebagai buruh. hal ini yang membedakan pendapatan

orang tua murid TK Hj. Isriati lebih tinggi dibanding dengan pendapatan orang

tua murid TK Satria Tama.

Perbedaan pengeluaran pangan pada murid TK Hj. Isriati dengan murid TK

Satria Tama juga memperlihatkan adanya perbedaan yang signifikan, dimana


pengeluaran pangan pada murid TK Hj. Isriati ada 51.7% yang dinyatakan dalam

kategori pengeluaran tinggi. Dan 48.3% yang dinyatakan dalam kategori

pengeluaran sangat tinggi dengan nilai mean 3,48 dan nilai SD 0.50, sedangkan

pada TK Satria Tama ada 30% yang dinyatakan kategori pengeluaran rendah, dan

70% yang dinyatakan kategori pengeluaran sedang. dengan nilai mean 1.70 dan

nilai SD 0.46.

Pengeluaran pangan juga dipengaruhi oleh pengeluaran non pangan.

Pengeluaran pangan dipengaruhi oleh jumlah anggota keluarga. seperti yang

dikemukakan oleh Soegito (1985: 5) Tingkat konsumsi zat gizi seseorang

dipengaruhi oleh tingkat ketersediaan makanan dan sikap terhadap makanan.

Tingkat ketersediaan makanan dipengaruhi oleh jenis dan jumlah bahan makanan

yang tersedia. kemampuan atau daya beli serta jumlah anggota keluarga.

Sedangkan sikap terhadap makanan dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan gizi

dan faktor sosial budaya.

Besarnya daya beli yang diperoleh dari hasil penelitian untuk TK Hj. Isriati

yang dinyatakan kategori cukup memenuhi ada 20.7% dan dinyatakan dalam

kategori tinggi dalam memenuhi kebutuhan ada 51.7%, dengan nilai mean 3.06

dan nilai SD 0.69. Daya beli yang diperoleh dari TK Satria Tama yang dinyatakan

dalam kategori cukup yaitu 57.5%, dan 27.5% dinyatakan dalam kategori kurang,

dengan nilai mean 1.87 dan nilai SD 0.64. Tingkat daya beli dapat mempengaruhi

keadaan gizi seseorang melalui kualitas serta kuantitaas makanan. Kualitas

makanan menunjukkan adanya semua zat gizi dalam makanan sedangkan

kuantitas makanan menunjukkan jumlah masing-masing zat gizi terhadap

kebutuhan tubuh.
Dilihat dari beberapa sebab yang mempengaruhi pengeluaran pangan seperti

tingkat daya beli pangan untuk TK Hj. Isriati dapat memenuhi tingkat kebutuhan

pangan sedangkan pada TK Satria Tama dalam memenuhi kebutuhan panga masih

kurang, ini merupakan salah satu penyebab adanya perbedaan pengeluaran

pangan.

Berdasarkan hasil penelitian selain pendapatan dan pengeluaran pangan

yang mempengaruhi status gizi anak. tingkat konsumsi energi dan protein juga

berpengaruh besar terhadap status gizi anak. Konsumsi energi dan protein yang

diperoleh dari makanan yang dikonsumsi selama 2 hari dapat dilihat berapa besar

kandungan energi dan protein yang dikonsumsi serta dapat dihitung angka

kecukupan energi dan protein yang diperoleh. Konsumsi energi dan protein dalam

penelitian ini memperlihatkan adanya perbedaan yang signifikan antara konsumsi

energi dan protein murid TK Hj. Isriati dengan konsumsi energi dan protein murid

TK Satria Tama.

Konsumsi energi dan protein yang diperoleh dari murid TK Hj. Isriati

paling tinggi untuk konsumsi energi masuk dalam kategori sedang yaitu 72.4%

dan kategori baik ada 27.6%. Dengan nilai mean 3.27 dan nilai SD ada 0.45.

Sedangkan konsumsi protein yang masuk kategori sedang yaitu 74.1%, kategori

baik ada 29.5% dengan nilai mean 3.27 dan nilai SD 0.44. Pada TK Satria Tama

untuk konsumsi energi yang paling tinggi masuk dalam kategori sedang ada 55%

dan kategori baik ada 7.5%. Dengan nilai mean 2.7 dan nilai SD ada 0.60

sedangkan untuk konsumsi protein yang paling tinggi masuk dalam kategori
sedang 70%. dan yang paling rendah masuk kategori kurang ada 30%, dengan

nilai mean 2.7 dan nilai SD 0.46.

Perbedaan konsumsi energi dan protein juga dipengaruhi oleh tingkat

pendidikan orang tua dimana pendidikan yang tinggi dapat mempengaruhi status

gizi anak. Pendidikan orang tua pada murid TK Hj. Isriati rata-rata berpendidikan

terakhir lulusan akademi atau perguruan tinggi yaitu 89.7% dan yang mempunyai

pendidikan terakhir sekolah menengah atas (SMA) ada 10.3%. Dengan nilai mean

3.89 dan nilai SD ada 0.30. Sedangkan pada TK Satria Tama pendidikan terakhir

orang tua rata-rata lulusan SMA yaitu 55%. dan pendidikan yang paling rendah

lulusan SD ada 12.5%, dengan nilai mean 2.42 dan nilai SD ada 0.71. Pendidikan

orang tua terutama ibu sangat mempengaruhi perilaku anak dalam memilih

makanan. Ibu yang berpendidikan tinggi tidak biasa berpantang atau tabu

sedangkan ibu yang berpendidikan rentah lebih kuat mempertahankan tradisi-

tradisi tertentu. Pendidikan ibu juga mempengaruhi perhatiannya kepada anak

dalam tingkat konsumsi makanan.

Konsumsi energi dan protein yang dibutuhkan tiap-tiap anak berbeda

semua ini juga dapat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan orang tua, pola

pemberian makan, serta praktek kesehatan. Pengetahuan orang tua yang baik

sangat besar pengaruhnya terhadap kesehatan anak serta status gizi anaknya.

Seperti yang dikemukakan Soegeng Santoso (2004: 41) bahwa kecukupan zat gizi

ini berpengaruh pada kesehatan dan kecerdasan anak, maka pengetahuan dan

kemampuan dalam mengelola makanan sehat untuk anak adalah suatu hal yang

amat penting. Dalam hal ini pengetahuan orang tua dari murid TK Hj. Isriati
kategori sangat baik ada 53.4%, dengan nilai mean 3.68 dan nilai SD ada 0.46.

Sedangkan pada TK Satria Tama tingkat pengetahuan orang tua yang masuk

dalam kategori baik dan cukup ada 47.5%, yang pengetahuan sangat baik hanya

ada 5% dengan nilai mean 2.57 dan nilai SD 0.59. Selain pengetahuan orang tua

yang mempengaruhi tingkat konsumsi energi dan protein yaitu pola konsumsi

makanan juga cukup besar pengaruhnya terhadap pola konsumsi energi dan

protein anak. Pola konsumsi makanan pada TK Hj. Isriati banyak menyatakan

baik ada 46.6%. dan yang dinyatakan sangat baik ada 43.1%. Dengan nilai mean

3.32 dan nilai SD 0.65. Pada TK Satria Tama yang dinyatakan baik 47.5%. dan

yang dinyatakan cukup ada 30%. Dengan nilai mean 2.92 dan nilai SD 0.72.

Salah satu penyebab munculnya gangguan gizi adalah kurangnya pengetahuan

tentang gizi atau kurangnya kemampuan untuk menerapkan informasi tentang gizi

dalam kehidupan sehari-hari.

Praktek kesehatan juga mempengaruhi konsumsi energi dan protein selain

pengetahuan orang tua dan pola konsumsi makanan. praktek kesehatan pada TK

Hj. Isriati 53.4% sangat baik. Dengan nilai mean 3.48 dan nilai SD 0.59,

sedangkan pada TK Satria Tama 47.5% dengan nilai mean 2.97 dan nilai SD

0.73.

Beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat konsumsi energi dan protein

seperti tingkat pendidikan orang tua. pengetahuan orang tua, pola pemberian

makan, serta praktek kesehatan pada TK Hj. Isriati lebih baik dibanding dengan

TK Satria Tama, hal ini yang mempunyai pengaruh besar terhadap kualitas dan

kuantitas makanan dalam konsumsi energi dan protein anak.


Tingkat konsumsi energi dan protein yang baik dapat mempengaruhi

status gizi anak. Selain konsumsi energi dan protein yang mempengaruhi status

gizi anak adalah pendapatan orang tua, dan pengeluaran pangan. Pada penelitian

ini ada perbedaan yang signifikan antara status gizi TK Hj. Isriati dengan status

gizi TK Satria Tama. Pada TK Hj. Isriati ada 53.4% yang masuk dalam kategori

normal dan 6.9% yang masuk dalam kategori kurang dengan nilai mean 3.32 dan

nilai SD 0.60. Sedangkan status gizi pada TK Satria Tama 72.5% masuk dalam

kategori normal dan 2.5% masuk kategori buruk dengan nilai mean 2.70 dan nilai

SD 0.51. Rata-rata status gizi antara murid TK Hj. Isriati dengan TK Satria Tama

61.2% dinyatakan dalam kategori normal.

4.3 Keterbatasan Penelitian

Adapun keterbatasan dalam penelitian ini. antara lain sebagai berikut :

1) Penilaian status gizi yang digunakan hanya antropometri, peneliti tidak

menilai dengan menggunakan status gizi yang lain seperti biokomia, klinis,

maupun biofisik. Sedangkan metode food recall hanya digunakan untuk

mengetahui tingkat konsumsi energi dan protein yang diperoleh dari

makanan yang dikonsumsi.

2) Faktor penganggu seperti faktor genetik, latar belakang sosial budaya, dan

riwayat penyakit tidak dapat secara khusus diteliti satu-persatu.

3) Penelitian ini menggunakan recall 24 jam yang menuntut responden untuk

mengingat kembali semua makanan yang telah dikonsumsi selama 1 hari

(untuk menghitung besarnya sumbangan konsumsi energi dan protein dari

makanan yang dikonsumsi anak). sehingga kerjasama dengan keseriusan

responden sangat menentukan hasil yang diperoleh.


BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

5.1 Simpulan

Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan beberapa sebagai

berikut :

1) Pendapatan orang tua pada murid TK Hj. Isriati lebih tinggi dibanding

pendapatan orang tua murid TK Satria Tama. Dalam pengertian ada perbedaan

yang signifikan antara pendapatan orang tua murid TK Hj. Isriati dengan

pendapatan orang tua murid TK Satria Tama.

2) Pengeluaran pangan murid TK Hj. Isriati lebih tinggi dibanding dengan

pengeluaran pangan murid TK Satria Tama. Jadi ada perbedaan yang

signifikan antara pengeluaran pangan murid TK Hj. Isriati dengan pengeluaran

pangan murid TK Satria Tama.

3) Konsumsi energi dan protein yang diperoleh dari murid TK Hj. Isriati lebih

tinggi dibanding konsumsi energi dan protein pada murid TK Satria Tama.

Sehingga ada perbedaan yang signifikan antara konsumsi energi dan protein

murid TK Hj. Isriati dengan konsumsi energi dan protein murid TK Satria

Tama.

4) Ada perbedaan yang signifikan antara status gizi murid TK Hj. Isriati dengan

status gizi murid TK Satria Tama. Status gizi murid TK Hj. Isriati lebih baik

dibanding status gizi TK Satria Tama


5.2 Saran

1) Penulis menghimbau kepada para guru Taman Kanak-kanak untuk

memberikan pengertian kepada orang tua murid agar dalam menyediakan

pangan tidak harus pesan katering atau membeli masakan jadi. tetapi dapat

memasak sendiri yang disesuaikan dengan nilai ekonomi dan nilai gizinya.

2) Memberikan pengertian kepada orang tua murid agar tidak hanya memberikan

sumber karbohidrat kepada anaknya, tetapi juga harus diperhatikan kebutuhan

gizi lain seperti kebutuhan protein, vitamin. Mineral, dan zat-zat gizi lain yang

juga sangat bermanfaat bagi anak usia prasekolah.

3) Memberikan pengertian kepada orang tua murid untuk mengalokasikan

pendapatannya sesuai dengan kebutuhan gizi anaknya.

4) Diharapkan adanya penelitian lanjutan dengan menambah atau mengendalikan

variabel-variabel yang lain seperti riwayat penyakit, faktor genetik, dan latar

belakang sosial budaya agar penelitian ini menjadi lebih sempurna.


DAFTAR PUSAKA

Achmad Djaini Sediaoetama. 1993. Ilmu Gizi. Jakarta. Penerbit Dian Rakyat.

Ali Khomsan. 2003. Pangan dan Gizi untuk Kesehatan. . Jakarta.


PT Raja Grafindo Persada.
Apriadji. Wied Harry. 1991. Gizi Keluarga. Jakarta. Penerbit Penebar Swadaya.

Benny Soegianto. Jawawi. Baku Antropometri WHO NCHS (Z-Score). Pemerintah


Propinsi Jawa Timur. Akademi Gizi Surabaya.
Djiteng Roedjito. 1989. Kajian Penelitian Gizi. Bogor. Penerbit Fakultas
Peternakan IPB.
Eko Budiarto. 2002. Biostatistika untuk Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat.
Jakarta. Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Faizal Kasryno. 1984. Prospek Pembangunan Ekonomi Pedesaan Indonesia..
Yayasan Obor Indonesia. Jakarta.
Gani. N. 1992. Masalah Gizi Anak Sekolah dan Pemikiran Penanganannya.
Jakarta. Direktorat Bina Gizi Masyarakat. Depkes RI.
I Dewa Nyoman Supariasa. Bachtyar Bakri. Ibnu Fajar. 2002. Penilaian Status
Gizi. Jakarta. Penerbit Buku Kedokteran. EGC.
Masri Singarimbun dan Sofian Efendi. 1995. Metodologi Penelitian Survei.
Jakarta. Penerbit LP3ES.
Mulyanto Sumardi dan Hans Dieter Ever. 1982. Kemiskinan dan Kebutuhan
Pokok. Jakarta. Penerbi Rajawali.
Nils Aria Zulfianto. 1990. Perbandingan Konsumsi Zat Gizi dan Status Gizi Anak
Balita pada rumah tangga petani dengan petani padi di Kabupaten
Bondowoso. Jawa Timur. Dalam : Gizi Indonesia.
Reksodikusumo. S. 1989. Penilaian Status Gizi secara Antropometri. Semarang.
Akademi gizi.
Sajogyo. 1994. Gizi Baik yang Merata di Pedesaan dan di Kota. Insitut Pertanian
Bogor. Penerbit Gajah Mada Universiti Press
Satoto. 1990. Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Pengamatan Anak Umur 0-
18 Bulan di Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara. Semarang.
Fakultas Kedokteran Undip.
Singgih Santoso. 2003. MenguasaiStatistik di Era Informasi Dengan SPSS Versi
12. Jakarta. PT Elex Media Koputindo.
Sjahmen Moedji. 2003. Ilmu Gizi Penanggulangan Gizi Buruk. Jakarta. Penerbit
Papas Sinar Sinanti.
Soegeng Santoso dan Annie Lies Ranti. 1999. Kesehatan dan Gizi. Jakarta. PT
Rineka Cipta.
Soekidjo Notoatmodjo. 2002. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta. Penerbit
Rineka Cipta.
Soenarto Y dan Asdie SH. 1996. Pola Pengasuh Anak Menuju Generasi Penerus
Yang Sehat, Cerdas, dan Berprestasi. Yogyakarta. Fakultas
Kedokteran UGM.
Soetiningsih. 1995. Tumbuh Kembang Anak. Jakarta. Penerbit EGC
Stepen R. Covey. 2000. Kepemimpinan Berkekuatan Prinsip. Jakarta. Penerbit
Progess.
Suhardjo HR. 2003. Perencanaan Pangan dan Gizi. Institut Pertanian Bogor.
Penerbit Bumi Aksara.
Suhardjo HR.1996. Peranan pertanian dalam Upaya Mengatasi Pangan dan Gizi.
Institut Pertanian Bogor. Bumi Aksara.
Suharsimi Arikunto. 1998. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek.
Jakarta. Penerbit Rineka Cipta.
Sugiyono. 2002. Statistika Untuk Penelitian. Bandung. CV AlFABETA

Yayuk Farida Baliwati, Ali Khomsan, dan C. Meti Dwiriani. 2004. Pengantar
Pangan dan Gizi. Jakarta. Penebar Swadaya.
ANALISIS VALIDITAS DAN RELIABILITAS UJI COBA INSTRUMEN
PENELITIAN

R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S - S C A L E (A L P H A)

Mean Std Dev Cases

1. BTR4 3.2000 .8335 20.0


2. BTR5 3.3500 .8127 20.0
3. BTR6 3.3500 .8751 20.0
4. BRT7 3.4500 .6863 20.0
5. BTR8 3.2000 .9515 20.0
6. BTR9 3.5500 .6863 20.0
7. BTR10 3.4500 .7592 20.0
8. BTR11 3.4500 .7592 20.0
9. BTR12 3.4000 .6806 20.0
10. BTR13 3.1500 .7452 20.0
11. BTR17 3.1000 .9119 20.0
12. BTR18 3.5000 .6882 20.0
13. BTR21 3.1500 .9333 20.0

Item-total Statistics

Scale Scale Corrected


Mean Variance Item- Alpha
if Item if Item Total if Item
Deleted Deleted Correlation Deleted

BTR4 40.1000 47.8842 .5165 .9173


BTR5 39.9500 46.0500 .7095 .9096
BTR6 39.9500 45.7342 .6790 .9108
BRT7 39.8500 47.3974 .7056 .9104
BTR8 40.1000 45.2526 .6546 .9123
BTR9 39.7500 47.1447 .7343 .9094
BTR10 39.8500 46.9763 .6711 .9112
BTR11 39.8500 46.7658 .6929 .9104
BTR12 39.9000 47.8842 .6571 .9120
BTR13 40.1500 48.1342 .5655 .9150
BTR17 40.2000 45.4316 .6730 .9112
BTR18 39.8000 48.1684 .6170 .9133
BTR21 40.1500 45.3974 .6574 .9120

Reliability Coefficients

N of Cases = 20.0 N of Items = 13

Alpha = .9181
HASIL UJI COBA INSTRUMEN PENELITIAN

Kode No. Item


No. Total
Res.
4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16

1 UC-01 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 51
2 UC-02 3 1 1 3 1 3 3 2 3 3 1 3 1 28

3 UC-03 1 2 3 3 3 2 3 2 3 2 2 2 3 31

4 UC-04 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 2 4 2 39

5 UC-05 3 3 4 3 4 4 4 3 3 4 4 4 4 47

6 UC-06 3 4 4 3 4 4 4 4 4 3 2 3 4 46

7 UC-07 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 3 49

8 UC-08 3 3 3 2 2 3 2 2 2 2 3 2 2 31

9 UC-09 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 49

10 UC-10 3 4 2 4 3 4 4 4 3 4 3 4 4 46

11 UC-11 2 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 3 47

12 UC-12 3 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 3 3 47

13 UC-13 2 3 2 2 2 2 2 3 2 2 2 3 2 29

14 UC-14 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 2 48

15 UC-15 4 3 4 4 2 4 4 4 3 2 4 4 4 46

16 UC-16 4 3 4 3 4 4 4 4 3 3 3 4 3 46

17 UC-17 4 3 3 4 2 4 2 4 4 3 3 4 3 43

18 UC-18 3 4 3 3 4 4 4 3 4 4 4 3 4 47

19 UC-19 4 3 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 4 49

20 UC-20 3 4 4 4 3 4 3 3 4 4 4 3 4 47
NILAI-NILAI r PRODUCT MOMENT

Taraf Taraf Taraf


N Signifikan N Signifikan N Signifikan
5% 1% 5% 1% 5% 1%
3 0,997 0,999 27 0,381 0,487 55 0,266 0,345
4 0,950 0,990 28 0,374 0,478 60 0,254 0,330
5 0,878 0,959 29 0,367 0,470 65 1,244 0,317

6 0,811 0,917 30 0,361 0,463 70 0,235 0,306


7 0,754 0,874 31 0,355 0,456 75 0,227 0,296
8 0,707 0,834 32 0,349 0,449 80 0,220 0,286
9 0,666 0,798 33 0,344 0,442 85 0,213 0,278
10 0,632 0,765 34 0,339 0,436 90 0,207 0,270

11 0,602 0,735 35 0,334 0,430 95 0,202 0,263


12 0,576 0,708 36 0,329 0,424 100 0,195 0,256
13 0,553 0,684 37 0,325 0,418 125 0,176 0,230
14 0,532 0,661 38 0,320 0,413 150 0,159 0,210
15 0,514 0,641 39 0,316 0,408 175 0,148 0,194

16 0,497 0,623 40 0,312 0,403 200 0,138 0,181


17 0,482 0,606 41 0,308 3,398 300 0,113 0,148
18 0,468 0,590 42 0,304 0,393 400 0,098 0,128
19 0,456 0,575 43 0,301 0,389 500 0.09 0,115
20 0,444 0,561 44 0,297 0,384 600 0,080 0,105

21 0,433 0,549 45 0,294 0,380 700 0,074 0,097


22 0,423 0,537 46 0,291 0,376 800 0,070 0,091
23 0,413 0,526 47 0,288 0,372 900 0,065 0,086
24 0,404 0,515 48 0,284 0,368 1000 0,062 0,081
25 0,396 0,595 49 0,281 0,364
26 0,388 0,496 50 0,279 0,361
Kuesioner

Status Gizi Anak Prasekolah di kota dan di Pinggir Kota

Ditinjau Dari Pendapatan Orang Tua

I. IDENTITAS RESPONDEN

Petunjuk Pengisian Kuesioner

1. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan sebenar-benarnya dan


sejujur-jujurnya
2. jawablah secara runtut, singkat, dan jelas
3. Isilah pertanyaan tersebut dengan memberi tanda silang pada huruf a, b,
c, d
4. Berilah tabda ceklis / centang (√) pada kotak-kotak jawaban pertanyaan
5. Selamat mengisi dan terima kasih

1). Identitas Anak

1. Nama :
2. Jenis kelamin : L/P
3. Umur :
4. BB :…….Kg
5. TB :……..cm
2). Identitas Ayah

1. Nama :

2. Alamat :
3. Umur :
4. Pekerjaan :
5. Pendidikan formal terakhir yang berhasil ditempuh

a. SD Kelas 1 2 3 4 5 6 Lulus

b. SMP kelas 1 2 3 Lulus


c. SMA Kelas 1 2 3 Lulus

d. Akademi / Perguruan Tinggi

3). Identitas Ibu

1. Nama :

2. Alamat :

3. Umur :

4. Pekerjaan :

5. Pendidikan formal terakhir yang berhasil ditempuh

a. SD Kelas 1 2 3 4 5 6 Lulus

b. SMP Kelas 1 2 3 Lulus

c. SMA Kelas 1 2 3 Lulus

d. Akademi / Perguruan Tinggi

A. PENDAPATAN
1) Berapa jumlah anak anda ?
a. > 5
b. 5
c. 3-4
d. 1-2
2) Berapa jumlah anggota keluarga lain / famili dalam satu rumah ?
a. > 3 orang
b. 3 orang
c. 1-2 orang
d. Tidak ada
3) Berapa jumlah anggota keluarga yang makan bersama dengan menu
yang sama dalam sehari-hari ?
a. > 3 orang

b. 3 orang
c. 1-2 orang
d. Tidak ada

4).Berapa jumlah total uang yang dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan

makan keluarga dalam satu hari ?


a. > 50.000
b. 25.000-50.000
c. 10.000-20.000
d. < 10.000
5). Berapa rata-rata jumlah uang yang anda keluarkan untuk membeli

barang selain pangan dalam satu hari ?

a. > 200.000
b. 100.000-200.000
c. 50.000-100.000
d. < 50.000
6). Apakah ada anggaran atau biaya khusus untuk kebutuhan non pangan

keluarga anda dalam satu bulan ?

a. Tidak ada
b. Kadang-kadang
c. Ada
d. Selalu ada
7). Apakah pendapatan Ibu, bapak, dan keluarga lain yang bekerja dalam

satu rumah sudah mencukupi kebutuhan baik pangan maupun non

pangan ?

a. Kurang
b. Cukup
c. Lebih
d. Sangat lebih
8). Apakah dalam memenuhi kebutuhan baik pangan maupun non pangan

anda mempunyai daftar jenis-jenis barang yang akan anda beli ?

a. Tidak ada
b. Kadang-kadang
c. Ada
d. Selalu ada
9). Bagaimana pendapatan suami anda dalam sebulan untuk memenuhi

kebutuhan pangan?

a. Kurang
b. Cukup
c. Lebih
d. Sangat Lebih
10). Berapa rata–rata pendapatan suami anda dari kerja pokok dan kerja

sampingan perbulan ?

a. < 663.000
b. 650.000-850.000
c. 663.000-1.271.000
d. > 1.271.000
11). Bagaimana pendapatan ibu dalam sebulan untuk memenuhi kebutuhan

pangan?

a. Kurang
b. Cukup
c. Lebih
d. Sangat Lebih
12). Berapa rata–rata pendapatan ibu dari kerja pokok dan kerja sampingan

perbulan?

a. < 663.000
b. 650-850.000
c. 663.000-1.271.000
d. > 1.271.000
13). Berapa rata-rata pendapatan Ibu, Bapak, dan anggota keluarga yang

lain yang bekerja seluruhnya dalam satu rumah(baik kerja pokok

maupun sampingan)dalam setiap bulan?

a. < 663.000

b. 650-850.000
c. 663.000-1.271.000
d. > 1.271.000
B. STATUS GIZI ANAK

14). Berapa kali anak anda makan dalam sehari ?


a. 1 kali sehari
b. 2 kali sehari
c. 3 kali sehari
d. > 3 kali
15). Makanan apa saja yang biasa ibu berikan pada anak setiap hari?
a. Nasi, sayur, lauk
b. Nasi, sayur, susu
c. Nasi, lauk, buah
d. Nasi, lauk,sayur, buah,susu
16). Bagaimana Ibu mendapatkan makanan ?
a. Membeli diwarung
b. Memasak sendiri tiap hari tertentu
Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Minggu
c. Pesan katering
d. Selalu memasak sendiri
17).Apakah anak anda biasa menggunakan sendok / garpu saat makan ?
a.Tidak pernah
b. Kadang-kadang
c.Sering
d.Selalu
18).Apakah anak anda mempunyai kebiasaan jajan ?
a. Tidak pernah
b. Kadang –kadang / tiap hari tertentu
Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Minggu
c. Sering
d. Selalu, tiap Pagi siang Sore
19).Bagaimana cara ibu menyajikan makanan ?
a. Tidak pernah menggunakan penutup
b. Kadang-kadang menggunakan penutup
c. Sering menggunakan penutup
d. Selalu menggunakan penutup
20).Apakah sebelum memasak bahan-bahan makanan terlebih dahulu dicuci ?
a. Tidak pernah dicuci / langsung dimasak
b. Dicuci sebelum dikupas
c. Dicuci setelah dikupas
d. Selalu dicuci
21).Apakah anak anda selalu mencuci tangan sebelum makan ?
a. Tidak pernah
b. Kadang – kadang
c. Sering
d. Selalu
22).Apakah anak anda sakit selama 1 bulamn terakhir ini ?
a. Selalu
b. Sering
c. Kadang-kadang
Ya Tidak
Batuk
Pilek
Demam
Diare
Peny. Kulit
Nafsu makan terganggu
d. Tidak
23).Berhubung sakit tersebut tindakan apa yang telah Ibu lakukan ?

a. Biarkan saja
b. Membeli obat diwarung
c. Membawa ke Bidan
d. Membawa ke dokter, Puskesmas, Rumah sakit
24).Apa yang anda ketahui mengenai manfaat dari makanan ?
a. Membuat kenyang perut
b. Menambah berat badan
c. Menjaga agar tidak sakit
d. Menghasilkan tenaga
25).Apa yang anda ketahui mengenai manfaat protein ?
a. Sumber tenaga
b. Penyusun otot
c. Pengganti ion tubuh yang hilang
d. Mengganti sel-sel yang rusak
26).Apa yang anda ketahui mengenai manfaat dari karbohidrat ?
a. Mengganti sel-sel yang rusak
b. Penyusun otot
c. Membantu dalam proses pencernaan
d. Sebagai sumber tenaga
Petunjuk Pengisian Daftar Recall:
1. Mencatat semua makanan dan minuman selama 24 jam dalam ukuran rumah
tangga ( URT ) seperti piring, sendok, gelas, dll
2. Pengisian dimulai hari RABU siang hingga kamis pagi untuk hari ke1,diisi
kembali hari SABTU siang hingga minggu pagi untuk hari ke2.
3. Contoh Pengisian :
Waktu Nama Bahan Mentah Perhitungan Perhitunagan
Makanan Makanan URT Gram Energi Protein
Pagi Nasi 1Piring
sedang
Ayam paha 1 potong
goreng
Sayur Sop 1mangkok
kecil

4. Anda hanya mengisi nama makanan dan bahan mentah dalam URT.
5. Untuk pengisian bahan mentah dalam gram serta perhitungan energi dan
protein diisi petugas.
6. Pengisian ini gunakan untuk mengetahui berapa besar kandungan energi dan
protein yang dikonsumsi anak anda dalam 1 hari.
7. Serta untuk mengetahui berapa besar kandungan energi dan protein yang
dibbutuhkan anak anda.
8. Selamat mengisi dan Terima kasih.
DAFTAR RECALL 24 JAM
Nama Anak : Hari ke :

WAKTU Nama Bahan Mentah Perhitungan Perhitungan


MAKAN Makanan URT Gram energi Protein

Pagi

Siang

Malam
STATUS GIZI TK. Hj. ISRIATI SEMARANG
KATEGORI
No Rspd J SKO UMU ME SD SD Z-
BB
. n K R R D LOW Upper Score
B(1 K(2 N L(4
) ) (3) )
1 R1 P 0 5,8 23 18,9 3,10 1.322 3
2 R2 L 1 6 27 18,7 3,40 3,43 4
3 R3 L 1 5 25 17,5 2,20 3,40 4
4 R4 L 1 5 29 19,5 2,60 3,65 4
5 R5 P 0 5,5 18 18,4 2,10 2,90 0,137 2
6 R6 L 1 5 27 18,7 2,40 3,45 4
29,
R7
7 L 1 6 5 19,5 2,90 4
8 R8 P 0 5 23 17,1 2,70 0,44 4
9 R9 L 1 5 25 18,7 2,40 2,94 4
10 R10 P 0 5,4 18 18,3 2,00 0,16 2
11 R11 L 1 4 29 16,7 2,00 6,15 4
12 R12 L 1 5 30 18,7 2,40 4,70 4
13 R13 L 1 5 25 18,3 2,40 2,79 3
14 R14 L 1 6 39 21,7 2,90 5,25 4
15 R15 L 1 5 34 18,7 2,40 3,37 4
16 R16 P 0 6 25 19,5 3,40 1,61 3
17 R17 P 0 5 29 17,7 2,70 4,18 4
18 R18 P 0 6 18 19,5 2,20 0,44 2
19 R19 L 1 6 25 18,7 2,90 1,23 3
20 R20 L 1 5,5 28 18,4 2,60 3,2 4
21 R21 P 0 6 18 19,5 2,20 0,45 2
22 R22 P 0 6 21 19,5 3,40 0,441 3
23 R23 P 0 6 24 20,8 3,40 1,28 3
24 R24 P 0 5,5 31 18,6 3,00 4,13 4
25 R25 L 1 6 20 20,7 2,90 0,24 3
26 R26 P 0 4,5 19 16,8 2,60 0,84 3
27 R27 L 1 6 26 20,7 2,90 1,82 3
28 R28 P 0 5,5 20 18,6 3,00 0,46 3
29 R29 L 1 6 20 20,7 2,90 0,24 3
30 R30 L 1 5,5 18 18,7 2,60 0,65 3
31 R31 L 1 6 18 20,7 2,90 1,13 3
32 R32 L 1 6 24 19,5 2,90 2,62 3
33 R33 P 0 6 30 18,7 3,40 3,08 4
34 R34 L 1 5 22 18,7 2,40 1,37 3
22,
R35
35 L 1 5,5 5 19,7 2,60 1,07 3
36 R36 P 0 5 20 17,7 2,70 0,85 3
37 R37 P 0 5 18 18,7 2,70 0,29 3
25,
R38
38 L 1 6 5 20,7 2,90 1,76 3
39 R39 L 1 6 25 20,7 2,90 1,48 3
40 R40 L 1 5,5 21 19,7 2,60 0,5 3
41 R41 L 1 5 19 18,7 2,40 0,125 3
19,
R42
42 L 1 6 5 20,7 2,90 0,41 3
43 R43 P 0 6 25 19,5 3,40 1,61 3
44 R44 P 0 6 23 19,5 3,40 1.029 3
45 R45 P 0 5 19 18,7 2,70 0,125 3
46 R46 L 1 5,5 35 19,7 2,60 5,88 4
47 R47 L 1 6 22 20,7 2,90 0,44 3
48 R48 L 1 6 40 20,7 2,90 4
25,
R49
49 L 1 5 5 18,7 2,40 2,83 4
50 R50 P 0 5 24 17,7 2,70 2,33 4
51 R51 L 1 6 25 20,7 2,90 1,48 3
52 R52 P 0 5 19 17,7 2,70 0,48 3
53 R53 P 0 5,5 26 18,6 3,00 2,46 4
54 R54 P 0 6 21 19,5 3,40 0,44 3
55 R55 P 0 6 25 19,5 3,40 1.617 3
56 R56 L 1 6 33 20,7 2,90 4,24 4
47,
R57
57 L 1 6 5 20,7 2,90 9,24 4
58 R58 P 0 5 30 17,7 2,70 4,55 4
STATUS GIZI TK SATRIA TAMA SEMARANG

SD SD
Z-
No. Rspndn JK SKOR U BB KATEGORI
MED LOW Upper Score
K N
B(1) (2) (3) L(4)
1 R1 P 0 5 12 17.7 2.3 2 2
2 R2 L 1 5.5 14 19.7 2.3 2.47 2
3 R3 L 1 5 13 18.7 2.1 2.71 2
4 R4 L 1 6 17 20.7 2.3 1.6 3
5 R5 L 1 6 15.5 20.7 2.3 2.26 3
6 R6 P 0 5 15 17.7 2.3 1.17 3
7 R7 L 1 6 15 20.7 2.3 2.47 3
8 R8 L 1 6 18 20.7 2.3 1.17 3
9 R9 L 1 6 18.5 20.7 2.3 0.95 3
10 R10 P 0 6 18 19.5 2.2 0.68 3
11 R11 P 0 6 18.5 19.5 2.2 0.45 3
12 R12 P 0 4.5 14 16.8 1.8 1.55 3
13 R13 L 1 6 13.5 20.7 2.3 3.13 2
14 R14 L 1 5.5 16 19.7 2.3 1.6 3
15 R15 P 0 5.5 17 18.6 2.1 0.76 3
16 R16 P 0 6 18 19.5 2.2 0.68 3
17 R17 L 1 6 18 20.7 2.3 1.17 3
18 R18 L 1 6 14 20.7 2.3 2.91 2
19 R19 P 0 5.8 14 19.2 2.2 2.36 3
20 R20 L 1 4 14 16.7 1.9 1.42 3
21 R21 L 1 5.9 16 20.5 2.3 1.95 3
22 R22 L 1 6 14 20.7 2.3 2.91 2
23 R23 P 0 6 16.5 19.5 2.2 1.36 3
24 R24 P 0 6 15 19.5 2.2 2.04 3
25 R25 P 0 5.5 16 3
26 R26 P 0 5.5 16 18.6 2.1 1.23 3
27 R27 P 0 5 15 17.7 2 1.35 3
28 R28 P 0 4 17 16 2.3 0.43 3
29 R29 1 5 13 2
30 R30 L 1 5 13 18.7 2.1 2.71 2
31 R31 P 0 5 12 17.7 2 2.85 1
32 R32 P 0 5 16 17.7 2 0.85 3
33 R33 P 0 5.5 15 18.6 2.1 1.71 3
34 R34 P 0 5 18 17.7 2.7 0.11 3
35 R35 P 0 5 14 17.7 2 1.85 2
36 R36 L 1 4.5 14 17.7 2 1.85 3
37 R37 L 1 4 14.5 16.7 1.9 1.15 3
38 R38 P 0 5 16 17.7 2 0.85 3
39 R39 P 0 4 13 16 1.7 1.76 3
40 R40 L 1 5.5 14 19.7 2.3 2 2
Mann-Whitney Test

Perbedaan Pendapatan orang Tua Murid TK Hj. Isriati dan TK Satria Tama

Ranks

TK N Mean Rank Sum of Ranks


Pendapatan SATRIA TAMA 40 21.78 871.00
Hj.ISRIATI 58 68.62 3980.00
Total 98

Test Statisticsa

Pendapatan
Mann-Whitney U 51.000
Wilcoxon W 871.000
Z -8.293
Asymp. Sig. (2-tailed) .000
a. Grouping Variable: TK

Perbedaan Pengeluaran Pangan Murid TK Hj. Isriati dan TK Satria Tama

Ranks

TK N Mean Rank Sum of Ranks


Pengeluaran SATRIA TAMA 40 36.42 1457.00
Hj.ISRIATI 58 58.52 3394.00
Total 98

Test Statisticsa

Pengeluaran
Mann-Whitney U 637.000
Wilcoxon W 1457.000
Z -4.167
Asymp. Sig. (2-tailed) .000
a. Grouping Variable: TK
Perbedaan Konsumsi Energi Murid TK Hj. Isriati dan TK Satria Tama

Ranks

TK N Mean Rank Sum of Ranks


konsm. Energi SATRIA TAMA 40 35.80 1432.00
Hj.ISRIATI 58 58.95 3419.00
Total 98

Test Statisticsa

konsm.
Energi
Mann-Whitney U 612.000
Wilcoxon W 1432.000
Z -4.699
Asymp. Sig. (2-tailed) .000
a. Grouping Variable: TK

Perbedaan Konsumsi Protein Murid TK Hj. Isriati dan TK Satria Tama

Ranks

TK N Mean Rank Sum of Ranks


Konsm. Protein SATRIA TAMA 40 35.55 1422.00
Hj.ISRIATI 58 59.12 3429.00
Total 98

Test Statisticsa

Konsm.
Protein
Mann-Whitney U 602.000
Wilcoxon W 1422.000
Z -5.146
Asymp. Sig. (2-tailed) .000
a. Grouping Variable: TK
Perbedaan Status Gizi Murid TK Hj. Isriati dan TK Satria Tama

Ranks

TK N Mean Rank Sum of Ranks


status gizi SATRIA TAMA 40 35.14 1405.50
Hj.ISRIATI 58 59.41 3445.50
Total 98

Test Statisticsa

status gizi
Mann-Whitney U 585.500
Wilcoxon W 1405.500
Z -4.780
Asymp. Sig. (2-tailed) .000
a. Grouping Variable: TK
Frekuensi TK Hj. Isriati

Statistics

pendidikan Pendidikan
Ayah Ibu Pekerj. Ayah Pekerj. Ibu
N Valid 58 58 58 58
Missing 0 0 0 0
Mean 3.9655 3.8966 2.9310 2.7069
Median 4.0000 4.0000 3.0000 3.0000
Std. Deviation .18406 .30720 .81353 .95529

pendidikan Ayah

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid SMA 2 3.4 3.4 3.4
AKDM/PT 56 96.6 96.6 100.0
Total 58 100.0 100.0

Pendidikan Ibu

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid SMA 6 10.3 10.3 10.3
AKDM/PT 52 89.7 89.7 100.0
Total 58 100.0 100.0

Pekerj. Ayah

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid swasta 21 36.2 36.2 36.2
pns 20 34.5 34.5 70.7
BUMN 17 29.3 29.3 100.0
Total 58 100.0 100.0
Pekerj. Ibu

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid Ibu Rumah Tangga 7 12.1 12.1 12.1
swasta 16 27.6 27.6 39.7
pns 22 37.9 37.9 77.6
BUMN 13 22.4 22.4 100.0
Total 58 100.0 100.0

Status Gizi

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid kurang 4 6.9 6.9 6.9
normal 31 53.4 53.4 60.3
lebih 23 39.7 39.7 100.0
Total 58 100.0 100.0

Pendapatan

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid sedang 2 3.4 3.4 3.4
tinggi 29 50.0 50.0 53.4
sangat tinggi 27 46.6 46.6 100.0
Total 58 100.0 100.0

Pengeluaran pangan

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid tinggi 30 51.7 51.7 51.7
sangat tinggi 28 48.3 48.3 100.0
Total 58 100.0 100.0

Statistics

Konsum. Konsum.
Energi Protein
N Valid 58 58
Missing 0 0
Mean 3.2759 3.2586
Median 3.0000 3.0000
Std. Deviation .45085 .44170
Konsum. Energi

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid sedang 42 72.4 72.4 72.4
baik 16 27.6 27.6 100.0
Total 58 100.0 100.0

Konsum.Protein

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid sedang 43 74.1 74.1 74.1
baik 15 25.9 25.9 100.0
Total 58 100.0 100.0

Statistics

Pola pemb. Pengelrn


Makan Penget Ortu Praktek Kes. daya beli non pangan
N Valid 58 58 58 58 58
Missing 0 0 0 0 0
Mean 3.3276 3.6897 3.4828 3.0690 3.4828
Median 3.0000 4.0000 4.0000 3.0000 3.0000
Std. Deviation .65929 .46668 .59946 .69742 .50407

Pola pemb. Makan

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid cukup 6 10.3 10.3 10.3
baik 27 46.6 46.6 56.9
sangat baik 25 43.1 43.1 100.0
Total 58 100.0 100.0

Penget Ortu

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid baik 18 31.0 31.0 31.0
sangat baik 40 69.0 69.0 100.0
Total 58 100.0 100.0
Praktek Kes.

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid cukup 3 5.2 5.2 5.2
baik 24 41.4 41.4 46.6
sangat baik 31 53.4 53.4 100.0
Total 58 100.0 100.0

daya beli

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid cukup 12 20.7 20.7 20.7
Tinggi 30 51.7 51.7 72.4
sangat Tinggi 16 27.6 27.6 100.0
Total 58 100.0 100.0

Pengelrn non pangan

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid tinggi 30 51.7 51.7 51.7
sangat tinggi 28 48.3 48.3 100.0
Total 58 100.0 100.0
Frekuensi TK Satria Tama

Statistics

Pendidikan Pendidikan
Ayah Pekerj. Ayah Ibu Pekerjaan Ibu
N Valid 40 40 40 40
Missing 0 0 0 0
Mean 2.5000 1.6750 2.4250 1.5250
Median 3.0000 2.0000 3.0000 1.0000
Std. Deviation .59914 .61550 .71208 .59861

Pendidikan Ayah

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid SD 2 5.0 5.0 5.0
SMP 16 40.0 40.0 45.0
SMA 22 55.0 55.0 100.0
Total 40 100.0 100.0

Pekerj. Ayah

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid BURUH 16 40.0 40.0 40.0
SWASTA 21 52.5 52.5 92.5
PNS 3 7.5 7.5 100.0
Total 40 100.0 100.0

Pendidikan Ibu

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid SD 5 12.5 12.5 12.5
SMP 13 32.5 32.5 45.0
SMA 22 55.0 55.0 100.0
Total 40 100.0 100.0
Pekerjaan Ibu

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid IBU RUMAHTANGGA 21 52.5 52.5 52.5
SWASTA 17 42.5 42.5 95.0
PNS 2 5.0 5.0 100.0
Total 40 100.0 100.0

Statistics

Pengeluaran
Status Gizi Pendapatan pangan
N Valid 40 40 40
Missing 0 0 0
Mean 2.7000 1.4250 1.7000
Median 3.0000 1.0000 2.0000
Std. Deviation .51640 .50064 .46410

Status Gizi

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid BURUK 1 2.5 2.5 2.5
KURANG 10 25.0 25.0 27.5
NORMAL 29 72.5 72.5 100.0
Total 40 100.0 100.0

Pendapatan

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid RENDAH 23 57.5 57.5 57.5
SEDANG 17 42.5 42.5 100.0
Total 40 100.0 100.0

Pengeluaran pangan

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid RENDAH 12 30.0 30.0 30.0
SEDANG 28 70.0 70.0 100.0
Total 40 100.0 100.0
Statistics

Konsm. Konsm.
Energi Protein Daya Beli
N Valid 40 40 40
Missing 0 0 0
Mean 2.7000 2.7000 1.8750
Median 3.0000 3.0000 2.0000
Std. Deviation .60764 .46410 .64798

Konsm. Energi

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid KURANG 15 37.5 37.5 37.5
SEDANG 22 55.0 55.0 92.5
BAIK 3 7.5 7.5 100.0
Total 40 100.0 100.0

Konsm. Protein

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid KURANG 12 30.0 30.0 30.0
SEDANG 28 70.0 70.0 100.0
Total 40 100.0 100.0

Daya Beli

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid kurang 11 27.5 27.5 27.5
cukup 23 57.5 57.5 85.0
Tinggi 6 15.0 15.0 100.0
Total 40 100.0 100.0

Statistics

Pola
pemberian Pengetahuan Pengl. non
makan Praktek kes. Ortu pangan
N Valid 40 40 40 40
Missing 0 0 0 0
Mean 2.9250 2.9750 2.5750 1.6750
Median 3.0000 3.0000 3.0000 2.0000
Std. Deviation .72986 .73336 .59431 .47434
Pola pemberian makan

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid cukup 12 30.0 30.0 30.0
baik 19 47.5 47.5 77.5
sangat baik 9 22.5 22.5 100.0
Total 40 100.0 100.0

Praktek kes.

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid cukup 11 27.5 27.5 27.5
baik 19 47.5 47.5 75.0
sangat baik 10 25.0 25.0 100.0
Total 40 100.0 100.0

Pengetahuan Ortu

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid cukup 19 47.5 47.5 47.5
baik 19 47.5 47.5 95.0
sangat baik 2 5.0 5.0 100.0
Total 40 100.0 100.0

Pengl. non pangan

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid RENDAH 13 32.5 32.5 32.5
SEDANG 27 67.5 67.5 100.0
Total 40 100.0 100.0
Gambar 1. Lokasi Taman Bermain TK Satria Tama

Gambar 2. Penjual Jajan di Lokasi TK Satria Tama


Gambar 3. Lokasi TK Hj. Isriati

Gambar 4. Lokasi Bermain TK Hj. Isriati


Gambar 5. Kegiatan Pengisian Kuesioner TK Satria Tama
Gambar 6. Proses Pengukuran BB/U
DAFTAR NAMA MURID TK Hj. ISRIATI DALAM PENELITIAN STATUS GIZI
DITINJAU DARI PENDAPATAN
ORANG TUA

No. Nama JK UMUR BB TB No. Nama JK UMUR BB TB

1 Veda P 6 23 115 30 Fadil L 5,5 18 105,5


2 Luthvan L 6 27 116 31 Ryar L 6 18 112
3 Ricardo L 5 25 114 32 Rafli L 6 24 112
4 Rifki L 5 29 109 33 Lisa P 6 30 122
5 Elmira P 5,5 18 110 34 Alhaidar L 5 22 108
6 Yogi L 5 27 114 35 Yanfa L 5,5 22,5 109
7 Arti L 6 29,5 123,5 36 Fia P 5 20 105,5
8 Nadira P 5 23 114,5 37 Dhea P 5 18 102,5
9 Rafi L 5 25 120 38 Kendy L 6 25,5 121
10 Febi P 5,4 18 106,5 39 Ardito L 6 25 118
11 Safri L 4 29 125 40 Alfan L 5,5 21 111,5
12 Qeis L 5 30 120 41 Ryan L 5 19 113
13 Dafa L 5 25 117 42 Abi L 6 19,5 108
14 Yusuf L 6 39 129 43 Nia P 6 25 107
15 Pradita L 5 34 125 44 Alya P 6 23 110,5
16 Budiastuti P 6 25 124 45 Vira P 5 19 102,5
17 Brilian P 5 29 120 46 Jaya L 5,5 35 123,5
18 Nadira P 6 18 113,5 47 Hanip L 6 22 119
19 Haidar. L 6 25 117,5 48 Taufik L 6 40 104,5
20 Navila L 5,5 28 121,5 49 Ilza L 5 25,5 109
21 Safira. P 6 18 109,8 50 Divara P 5 24 111,5
22 Nafisah P 6 21 116 51 Bintang L 6 25 113
23 Regita P 6 24 114 52 Nadia P 5 19 114,5
24 Afia P 5,5 31 116,5 53 Saza P 5,5 26 115
25 Miller L 6 20 109,5 54 Ima P 6 21 106,5
26 Tara P 4,5 19 112 55 Rona P 6 25 110,5
27 Tandi L 6 26 113,5 56 Armando L 6 33 123,5
28 Tiki P 5,5 20 105 57 Fian L 6 47,5 136,5
29 Ali L 6 20 117 58 Maya P 5 30 124
DAFTAR NAMA MURID TK SATRI TAMA DALAM PENELITIAN STATUS GIZI
DITINJAU DARI PENDAPATAN ORANG TUA

No. Nama JK UMUR BB TB

1 Wanda P 5 12 100
2 Ian L 5,5 14 103
3 Alvaro L 5 13 100
4 Faris .H L 6 17 107
5 Redi L 6 15,5 102
6 Shella P 5 15 104
7 Wahyu P. L 6 15 102
8 Handi L 6 18 111
9 Rian L 6 18,5 110
10 Rika P 6 18 110
11 Evi P 6 18,5 112
12 Devia P 4,5 14 102
13 Topan L 6 13,5 102
14 Dicky L 5,5 16 110
15 Layla P 5,5 17 112
16 Mita P 6 18 112
17 M. Dimas L 6 18 115
18 Hafidh.Z L 6 14 100
19 Anisa P 5,8 14 109
20 Rafli L 4 14 105
21 Roni ( S) L 5,9 16 110
22 Roni.H L 6 14 110
23 Dina P 6 16,5 105
24 Aida P 6 15 103
25 Siti P 5,5 16 110
26 Michael L 6 16 120
27 Bijah .N P 5 15 108
28 Bella P 4 17 109
29 Fahmi L 5 13 108
30 Ony P 5 12 98
31 Bagas L 5 19 115
32 Anila P 5 16 110
33 Rohana P 5,5 15 105
34 Rizki P 5 18 104
35 Anissa P 5 14 110
36 Eric L 4,5 14 99
37 Arief L 4 14,5 107
38 Umi P 5 16 112
39 Septiana P 4 13 102
40 Roni ( C) L 5,5 14 105
Daftar Tim Peneliti
Perbedaan Status Gizi Ditinjau dari Pendapatan Orang Tua, Pengeluaran
(Rp) untuk Energi dan Protein pada Murid TK Hj. Isriati dan
TK Satria Tama Kota Semarang

No. Nama Pekerjaan


1. Wahyu Nuryati Mahasiswa IKM UNNES
2. Endah Tri Cahyo .U Mahasiswa IKM UNNES
3. Tri Yuni Ulfa.H Mahasiswa IKM UNNES
4. Adi Subiantoro Mahasiswa IKM UNNES
5. L. Sunu. W Mahasiswa IKM UNNES
6. Sapti Nugraheni.S S Mahasiswa IKM UNNES
7. Halim Surasih Mahasiswa IKM UNNES
8. Dhian Tri Ratna Mahasiswa IKM UNNES