Anda di halaman 1dari 162

PLANET BUMI

Planet Bumi merupakan planet yang memiliki kehidupan di tata


surya. Planet yang menempati urutan ketiga dari delapan planet yang ada di dalam
gugusan tata surya ini, memiliki umur yang sangat tua, diperkirakan usianya
mencapai 4,6 milyar tahun.

Jarak planet Bumi ke Matahari, yaitu 149.6 juta kilometer atau 1


AU (Inggris : astronomical unit). Berevolusi terhadap Matahari selama 365,2425
hari, dan membutuhkan waktu berotasi pada porosnya selama 23 jam 56
menit, sehingga sehari di Bumi digenapkan menjadi 24 jam dan setahun sama
dengan 365 hari.

Memiliki 1 satelit alami yang bernama Bulan, mempunyai lapisan udara


(atmosfer), serta medan magnet yang disebut magnetosfer, berguna untuk
melindungi permukaan Bumi dari angin Matahari, sinar
ultraungu, dan radiasi yang berasal dari luar angkasa.

Atmosfer Bumi terdiri atas beberapa bagian, yaitu Troposfer, Stratosfer,


Mesosfer, Termosfer, dan Eksosfer. Lapisan udara ini menyelimuti bumi, hingga

1
mencapai ketinggian sekitar 700 kilometer. Lapisan ozon, setinggi 50
kilometer, berada di lapisan stratosfer dan mesosfer, yang melindungi bumi dari
sinar ultraungu.
Perbedaan suhu permukaan Bumi berkisar antara -70 °C hingga 55
°C, bergantung pada iklim setempat. Mempunyai massa seberat 59.760 milyar
ton, dengan luas permukaan 510 juta kilometer persegi.
Berat jenis Bumi sekitar 5.500 kilogram per meter kubik, yang digunakan
sebagai unit perbandingan berat jenis terhadap planet lain, dengan berat jenis
Bumi yang dipatok sebagai 1.

STRUKTUR DALAM

Bumi berdiameter sepanjang 12.756 kilometer. Gravitasi Bumi diukur


sebagai 10 N kg-1 dijadikan unit ukuran gravitasi planet lain, dengan gravitasi
Bumi dipatok sebagai 1.
Bumi merupakan sebuah planet kebumian (terrestrial planets), yang berarti
terdiri atas bebatuan, berbeda dengan Jupiter yang termasuk dalam planet

2
besar (major planets) terdiri dari gas raksasa. Bumi ialah planet terbesar dari
empat planet kebumian lainnya, dalam hal massa dan ukuran.
Dari keempat planet kebumian, yaitu Merkurius, Venus, Bumi, dan
Mars, Bumi juga memiliki kepadatan tertinggi, gravitasi permukaan terbesar,
medan magnet terkuat, dan rotasi paling cepat.
Bumi juga merupakan satu-satunya planet kebumian yang
memiliki lempeng tektonik yang aktif. 70,8% permukaan bumi diliputi
oleh air. Udara Bumi terdiri dari 78% nitrogen, 21% oksigen, dan 1% uap
air, karbondioksida, dan gas lain.
Bumi tersusun atas inti dalam bumi, yang terdiri dari besi nikel beku
setebal 1.370 kilometer dengan suhu 4.500 °C, diselimuti pula oleh inti luar yang
bersifat cair setebal 2.100 kilometer, diselimuti pula oleh mantel
silika setebal 2.800 kilometer yang membentuk 83% isi bumi, dan terakhir sekali
diselimuti oleh kerak bumi setebal ± 85 kilometer.
Kerak bumi lebih tipis di dasar laut, yaitu sekitar 5 kilometer. Kerak bumi
terbagi dalam beberapa bagian dan bergerak melalui pergerakan lempeng tektonik
(teori Continental Drift) yang menghasilkan gempa bumi.
Titik tertinggi pada permukaan bumi, yaitu gunung Everest setinggi 8.848
meter, dan titik terdalam adalah palung Mariana di samudra Pasifik dengan
kedalaman 10.924 meter. Danau terdalam adalah Danau Baikal dengan
kedalaman 1.637 meter, sedangkan danau terbesar adalah Laut Kaspia dengan
luas 394.299 km².
Bentuk planet Bumi sangat mirip dengan bulatan gepeng (oblate
spheroid), sebuah bulatan yang tertekan ceper pada orientasi kutub-kutub yang
menyebabkan buncitan pada bagian katulistiwa.
Buncitan ini terjadi karena rotasi bumi, menyebabkan ukuran diameter
katulistiwa 43 km lebih besar dibandingkan diameter dari kutub ke kutub.
Diameter rata-rata dari bulatan bumi adalah 12.742 km, atau kira-kira 40.000
km/π. Karena satuan meter pada awalnya didefinisikan sebagai 1/10.000.000jarak
antara katulistiwa ke kutub utara melalui kota Paris, Perancis.
Topografi lokal sedikit bervariasi dari bentuk bulatan ideal yang mulus,
meski pada skala global, variasi ini sangat kecil. Bumi memiliki toleransi sekitar

3
satu dari 584 atau 0,17% dibanding bulatan sempurna (reference spheroid), yang
lebih mulus jika dibandingkan dengan toleransi sebuah bola biliar,0,22%.
Lokal deviasi terbesar pada permukaan bumi adalah gunung Everest dan
Palung Mariana. Karena buncitan katulistiwa, bagian bumi yang terletak paling
jauh dari titik tengah bumi sebenarnya adalah gunung Chimborazo di Ekuador.
Proses alam endogen/tenaga endogen adalah tenaga bumi yang berasal
dari dalam bumi. Tenaga alam endogen bersifat membangun permukaan bumi.
Tenaga alam eksogen berasal dari luar bumi dan bersifat merusak.
Jadi kedua tenaga tersebut yang menciptakan bermacam relief di muka
bumi, seperti gunung, lembah, bukit, danau, sungai, dsb. Adanya bentukan-
bentukan tersebut, menyebabkan permukaan bumi tidak rata, dan dikenal sebagai
relief bumi.
Massa bumi berkisar 5,98×1024 kg. Kandungan utamanya adalah besi
(32,1%), oksigen (30,1%), silikon (15,1%), magnesium (13,9%), sulfur (2,9%),
nikel (1,8%), kalsium (1,5%), aluminium (1,4%), dan selebihnya 1,2% terdiri dari
berbagai unsur-unsur langka.
Karena proses pemisahan massa, bagian inti bumi dipercaya memiliki
kandungan utama besi (88,8%), dan sedikit nikel (5,8%), sulfur (4,5%), dan
selebihnya kurang dari 1% ialah merupakan unsur yang langka.
Ahli geokimia F. W. Clarke memperhitungkan, bahwa sekitar 47% kerak
bumi terdiri dari oksigen. Batuan-batuan paling umum yang terdapat di kerak
bumi hampir semuanya adalah oksida (oxides), klorin, sulfur, dan florin yang
merupakan pengecualian dan jumlahnya di dalam bebatuan biasanya kurang
dari 1%.
Oksida-oksida utama adalah silika, alumina, oksida besi, kapur, magnesia,
potas, dan soda. Fungsi utama silika adalah sebagai asam, yang membentuk
silikat. Ini adalah sifat dasar dari berbagai mineral batuan beku yang paling
umum.
Berdasarkan perhitungan dari 1,672 analisa berbagai jenis batuan, Clarke
menyimpulkan, bahwa 99,22% batuan terdiri dari 11 oksida. Konstituen lainnya
hanya terjadi dalam jumlah yang kecil.

4
BAGIAN LUAR

Menurut komposisi (jenis dari materialnya), Bumi dapat dibagi menjadi


lapisan-lapisan, sebagai berikut :

➢ Kerak Bumi
➢ Mantel Bumi
➢ Inti Bumi
Sedangkan menurut sifat mekanik (sifat dari materialnya), Bumi dapat
dibagi menjadi lapisan-lapisan, sebagai berikut :
➢ Litosfir
➢ Astenosfir
➢ Mesosfir
Inti Bumi bagian luar

5
✔ Inti Bumi bagian luar merupakan salah satu bagian dalam Bumi yang
melapisi inti Bumi bagian dalam. Inti Bumi bagian luar mempunyai
ketebalan 2250 km dan kedalaman antara 2900 - 4980 km. Inti bumi
bagian luar terdiri atas besi dan nikel cair dengan suhu 3900 °C.

✔ Inti Bumi bagian dalam


Inti bumi bagian dalam merupakan bagian bumi yang paling dalam atau dapat
juga disebut inti bumi. inti bumi mempunyai tebal 1200 km dan berdiameter 2600
km. inti bumi terdiri dari besi dan nikel berbentuk padat dengan temperatur dapat
mencapai 4800 °C.

CIRI-CIRI

Ciri-ciri umum Planet Bumi adalah, sbb


1. Nama Planet : Bumi
2. Kala Rotasi : 23,56 Jam
3. Kala Revolusi : 365,2425 Hari
4. Atmosfer : Troposfer, Stratosfer, Mesosfer, Termosfer, Eksosfer
5. Satelit Alam : Bulan

6
6. Jarak Ke Matahari : 149.6 Juta Km
7. Diameter Planet : 12.756 Km
8. Warna Planet : Biru Keputih-putihan
9. Lambang Astronomis :

PLANET VENUS

Planet Venus merupakan planet nomer dua yang terdekat jaraknya dengan
Matahari sesudah planet Merkurius. Jaraknya ke Matahari yaitu 108 juta km, ke
planet Merkurius 50,1 juta km, sedangkan jaraknya ke planet Bumi sejauh 42 juta
km.
Sama dengan Merkurius, planet Venus pun tidak memiliki satelit
alam seperti Bulan yang dimiliki oleh Bumi, namun berbeda dengan Merkurius, di
planet Venus terdapat Atmosfer.

7
Planet Venus memiliki radius 6.052 km dan berevolusi (mengelilingi
matahari) selama 224,7 hari, lebih lambat dibandingkan planet Merkurius, dan
lebih cepat dari planet Bumi. Masa rotasinya membutuhkan waktu 244 hari.
Arah rotasi Venus berlawanan dengan arah rotasi planet-planet lain. Selain
itu, jangka waktu rotasinya lebih lama daripada jangka waktu revolusinya dalam
mengelilingi matahari.

Sama dengan Merkurius, planet Venus jelas terlihat dari Bumi. Sering
dinamai Bintang Timur atau Bintang Pagi, karena terlihat kemilaunya di timur
pada saat matahari terbit. Atau di bagian barat pada waktu tenggelamnya
matahari, Venus pun dikenal dengan Bintang Senja, Bintang Barat, atau Bintang
Kejora.
Penyebab sangat mengkilapnya Venus, yaitu karena mempunyai selubung
awan putih yang tebal. Awan tersebut memantulkan cahaya Matahari secara
sempurna. Sebab itulah, Venus jauh lebih terang dari semua bintang di langit,
kecuali Matahari.
Hal lain yang menyebabkan Venus tampak secerah itu, karena posisinya
lebih dekat ke Bumi dibandingkan dengan planet yang lain. Tetapi, pada
kedudukan titik terdekatnya dengan Bumi, Venus malah tak terlihat karena
memiliki fase seperti Bulan.
Pada titik terdekat dengan Bumi, Matahari ada dibelakang Venus, oleh
sebab itu muka Venus tampak gelap. Namun sebaliknya, ketika Venus menjauhi

8
Bumi, semakin besar permukaannya yang tampak. Dan ketika Venus berada
diseberang Matahari, seluruh permukaannya yang menghadap ke Bumi, disinari
Matahari.

STRUKTUR DALAM

Venus seperti kembaran planet Bumi, karena diameter Venus


sepanjang 12.140 km, lebih kecil sedikit 616 km dibandingkan dengan bumi yang
berdiameter 12.756 km. Oleh karena diselubungi oleh awan yang sangat tebal,
maka hanya sedikit yang diketahui mengenai permukaannya.
BAGIAN LUAR

9
Atmosfer Venus mengandung 97% karbondioksida (CO2) dan 3%
nitrogen, sehingga hampir dapat dipastikan, tidak mungkin terdapat kehidupan
disana. Kandungan atmosfernya yang pekat oleh CO2, menyebabkan suhu
permukaan Venus sangat tinggi akibat efek rumah kaca, yaitu berkisar 480 -
500°C,sehingga air pun segan berada disana.
Atmosfer Venus sangat tebal dan selalu diselubungi oleh awan.
Pakar astrobiologi berspekulasi, bahwa pada lapisan awan
Venus, termobakteri tertentu masih dapat melangsungkan kehidupan disana.
CIRI-CIRI

10
Ciri-ciri umum planet Venus adalah, sebagai berikut :
1. Nama Planet : Venus
2. Kala Rotasi : 244 Hari
3. Kala Revolusi : 224,7 Hari
4. Atmosfer : Karbon Dioksida (CO2) dan Nitrogen
5. Satelit Alam : Tidak Ada
6. Jarak Ke Matahari : 108 Juta Km
7. Diameter Planet : 12.140 Km
8. Warna Planet : Putih Kecoklat-Coklatan
9. Lambang Astronomis :

PLANET MERKURIUS

11
Planet Merkurius adalah planet terkecil dalam tata surya dan yang paling
dekat dengan bintang yang bernama Matahari, dengan jarak 57,9 juta
kilometer. Sedangkan, jaraknya ke planet Bumi berkisar 92 juta kilometer.

Semua planet berputar pada porosnya, yang disebut dengan Rotasi. Dan
bergerak mengelilingi Matahari, yang disebut gerakan orbital / Ber-
Revolusi. Merkurius berotasi sangat lambat, yaitu 59,0 hari. Masa revolusinya
tergolong cepat ialah 88,0 hari, jika dibandingkan Bumi yang membutuhkan
waktu satu tahun (365,3 hari).

Merkurius memiliki suhu yang sangat panas, karena terdekat dengan


Matahari. Pada siang hari suhunya mencapai sekitar 430°C, akan tetapi pada
malam hari suhunya menjadi sangat dingin, yakni mencapai sekitar -170°C.

Kecerahan planet ini berkisar diantara -


2 sampai 5,5 dalam magnitudo, tampak namun tidak mudah terlihat, karena sudut
pandangnya dengan Matahari kecil, dengan rentangan paling jauh sebesar 28,3

12
derajat, dan hanya bisa terlihat di waktu subuh atau maghrib saja dengan mata
telanjang.

Tidak begitu banyak yang diketahui tentang Merkurius, karena hanya satu
pesawat antariksa milik NASA yang pernah mendekatinya, yaitu Mariner 10, pada
tahun 1974 sampai 1975. Mariner 10 hanya berhasil memetakan sekitar 40 sampai
45 persen dari permukaan planet.

Ukuran planet Merkurius hanya 27% dari ukuran besarnya Bumi.


Permukaan Merkurius benjol-benjol mirip dengan permukaan bulan. Benjolan-
benjolan itu muncul sebagai akibat benturan dengan meteor.

Merkurius memiliki diameter 40% lebih kecil daripada Bumi, yaitu 4879,4
km, dan 40% lebih besar daripada Bulan. Meski lebih padat, ukurannya jauh lebih
kecil dibandingkan bulan milik Jupiter, Ganymede, dan bulannya Saturnus, Titan.

Mirip dengan Bulan, Merkurius mempunyai banyak kawah dan tidak


mempunyai satelit alami serta atmosfir. Merkurius mempunyai inti besi yang
menciptakan sebuah medan magnet dengan kekuatan 0.1% dari kekuatan medan
magnet Bumi.

Catatan paling awal Merkurius, dimulai di zaman Sumeria pada milenium


ketiga sebelum masehi. Bangsa Romawi menamakan planet ini dengan salah satu
nama Dewa mereka, Merkurius (dikenal sebagai Hermes pada mitologi Yunani
dan Nabu pada mitologi Babilonia). Lambang astronomis untuk merkurius
merupakan abstraksi dari kepala Sang Dewa Merkurius, dengan topi bersayap
diatas caduceus.

Bangsa Yunani pada zaman Hesiod, menamai Merkurius Stilbon dan


Hermaon, karena sebelum abad kelima sebelum masehi mereka mengira, bahwa
Merkurius adalah dua benda antariksa yang berbeda, yang satu hanya tampak
pada saat Matahari terbit, dan satunya lagi hanya tampak pada saat Matahari
terbenam.

Di India, Merkurius dinamai Budha, anak dari Candra sang bulan. Pada
budaya Tiongkok, Korea, Jepang, serta Vietnam, Merkurius dinamakan "bintang

13
air". Orang-orang Ibrani menamakannya Kokhav Hamah (‫)כוכב חמה‬, "bintang dari
yang panas", maksudnya Matahari.

STRUKTUR DALAM

Dengan diameter sebesar 4879 km di katulistiwa, Merkurius adalah planet


terkecil dari empat planet kebumian di Tata Surya. Merkurius terdiri dari 70%
logam, 30% silikat, serta mempunyai kepadatan sebesar 5,43 g/cm3, hanya sedikit
dibawah kepadatan Bumi.

Namun, apabila efek dari tekanan gravitasi tidak dihitung, maka


Merkurius lebih padat daripada Bumi dengan perbandingan kepadatan yang tidak
terkompres dari Merkurius 5,3 g/cm3 dan Bumi hanya 4,4 g/cm3.

Kepadatan Merkurius digunakan untuk menduga struktur di dalamnya.


Kepadatan Bumi yang tinggi tercipta karena tekanan gravitasi, terutama pada
bagian intinya. Namun, Merkurius jauh lebih kecil dan bagian dalamnya tidak

14
terdapat seperti Bumi, sehingga kepadatannya yang tinggi diduga, karena
Merkurius memiliki inti yang besar dan kaya akan besi.

Para ahli Bumi memperkirakan, bahwa inti Merkurius menempati 42 %


dari volumenya (inti Bumi hanya menempati 17% dari volume Bumi). Menurut
riset terbaru menyatakan, kemungkinan besar inti dari Merkurius adalah cair.

Mantel setebal 600 km menyelimuti inti Merkurius dan keraknya diduga


setebal 100 sampai 200 km. Permukaannya mempunyai banyak perbukitan yang
kurus, beberapa mencapai ratusan kilometer panjangnya. Diduga perbukitan ini
terbentuk, karena inti dan mantel Merkurius mendingin dan menciut pada saat
kerak sudah membatu.

Merkurius mengandung besi lebih banyak dari planet lainnya di tata surya,
dan beberapa teori telah diajukan untuk menjelaskannya, yaitu :

➢ Teori yang paling luas diterima, adalah bahwa Merkuri pada awalnya
mempunyai perbandingan logam-silikat mirip dengan meteor Kondrit
umumnya, mempunyai massa sekitar 2,25 kali massanya yang sekarang.
Namun, pada awal sejarah tata surya, merkurius tertabrak oleh sebuah
planetesimal berukuran sekitar seperenam dari massanya. Benturan
tersebut telah melepaskan sebagian besar dari kerak dan mantel asli
Merkurius, dan meninggalkan intinya. Proses yang sama juga telah
diajukan untuk menjelaskan penciptaan dari Bulan.
➢ Teori yang lain menyatakan, bahwa Merkurius mungkin telah terbentuk
dari nebula Matahari, sebelum energi keluaran Matahari telah stabil.
Merkurius pada awalnya mempunyai dua kali dari massanya yang
sekarang, namun dengan mengambangnya protomatahari, suhu di sekitar
merkuri dapat mencapai sekitar 2500 sampai 3500 Kelvin dan mungkin
mencapai 10000 Kelvin. Sebagian besar permukaan Merkurius akan
menguap pada temperatur seperti itu, membuat sebuah atmosfir "uap batu"
yang mungkin tertiup oleh angin Matahari
➢ Teori ketiga mengajukan bahwa mengakibatkan tarikan pada partikel yang
darinya Merkurius akan terbentuk sehingga partikel yang lebih ringan

15
hilang dari materi pengimbuhan. Masing-masing dari teori ini
memprediksikan susunan permukaan yang berbeda. Dua misi antariksa di
masa datang, MESSENGER dan BepiColombo akan menguji teori-teori
ini.
BAGIAN LUAR

Merkurius merupakan planet yg tandus. Permukaanya berbatu-batu dan


terdapat banyak kawah. Kaloris merupakan kawah terbesar di planet ini. Garis
tengah Kaloris sekitar 1.300 Km.

Atmosfer merkurius terdiri dari uap natrium dan kalium yg sangat tipis,
sehingga kadang-kadang planet ini di anggap tidak mempunyai atmosfer.
Akibatnya tidak ada udara yg menyerap panas Matahari.

16
CINCIN PLANET

Merkurius tidak memiliki, karena planet ini terdapat di bagian planet


dalam pada tata surya. Yang memiliki cincin adalah planet bagian luar, seperti
Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.

17
CIRI-CIRI

Ciri-ciri umum Planet Merkurius adalah, sebagai berikut :

1. Nama Planet : Merkurius


2. Kala Rotasi : 59,0 Hari
3. Kala Revolusi : 88,0 Hari
4. Atmosfer : Uap Natrium, Kalium Yang Tipis
5. Satelit Alam : Tidak ada
6. Jarak Ke Matahari : 57,9 Juta Km
7. Diameter Planet : 4,879 Km
8. Warna Planet : Hitam Keputih-Putihan
9. Lambang Astronomis :

18
Ukuran Planet Merkurius Semakin Mengecil
Tahun 2006 lalu, International Astronomical Union (IAU) mendegradasi
Pluto dari planet menjadi sebuah planet kerdil (dwarf planet). Alasannya, dari sisi
ukuran, Pluto tidak memenuhi syarat sebagai untuk disebut sebagai sebuah planet.

Saat ini sistem tata surya tinggal memiliki delapan planet yang
mengelilingi Matahari. Akan tetapi, dari bukti-bukti baru yang ditemukan, ke
depannya bisa jadi tata surya hanya akan terdiri dari 7 buah planet saja.
Dari sisi ukuran, Merkurius memang dua kali lebih besar dibanding Pluto. Namun
ternyata, Merkurius, yang kini menjadi planet terkecil yang ada di tata surya itu
juga semakin menciut.

Peneliti memperkirakan, Merkurius memang tidak akan jadi sekecil


mantan planet kesembilan milik tata surya. Akan tetapi jika ukurannya terus
mengecil, IAU tentu akan mendegradasi status planet itu.

19
Susunan planet di tata surya kita
Penyebab menciutnya ukuran Merkurius adalah karena inti planet itu yang
terdiri dari zat besi cair terus mendingin dan memadat sehingga menciutkan
ukuran planet itu dari dalam. Menurut peneliti, pergerakan ini sudah berlangsung
sejak miliaran tahun yang lalu.

Penciutan Merkurius juga terlihat dari foto-foto milik satelit Messenger


milik NASA yang menggambarkan terjadi lipatan di kerak planet itu. Dari foto
juga terungkap bahwa dulu, Merkurius punya banyak gunung berapi yang
meletus. Adapun yang mematikan gunung itu adalah karena inti planet semakin
dingin.

“Merkurius menunjukkan pada kita berapa besar pengaruh pendinginan


inti planet terhadap evolusi yang terjadi di permukaan,” kata Sean Solomon,
peneliti dari Carnegie Institution for Science, di Washington, seperti dikutip dari
LA Times, 28 Desember 2010.

20
Sama seperti Mars dan Bulan, Merkurius sangat berapi saat ia lahir.
Namun planet itu kehilangan panasnya sejalan dengan pertumbuhannya selama
sekitar 4,5 miliar tahun terakhir yang menghentikan aktivitas vulkanik di sana.

Sebagai informasi, planet Bumi juga mengalami pendinginan dengan cara


yang serupa. Dan dalam waktu beberapa miliar tahun mendatang, Bumi juga akan
terlalu dingin untuk gunung berapi. Setelah inti bumi semakin dingin, gunung-
gunung berapi di Bumi akan berhenti meletus.

21
PLANET MARS

Planet Mars yang terkenal dengan sebutan planet merah ini, merupakan
planet bernomer urut ke-4 yang terdekat dengan Matahari. Disebut juga dengan
planet merah, karena penampakannya kemerah-merahan. Nama Mars sendiri
diambil dari nama Dewa perang bangsa Romawi kuno, yaitu Aries, putra
dari Zeus dan Hera.

Para astronom mungkin telah menghabiskan waktu yang banyak untuk


mempelajari planet merah ini, sebab Mars memiliki daya tarik tertentu. Diantara
planet pada gugusan tata surya, planet Mars yang memiliki kemiripan dengan
planet Bumi, karena jaraknya yang relatif dekat, planet ini dapat diamati dengan
jelas, tanpa awan tebal seperti planet lainnya.

Memiliki jarak 228 juta kilometer dari Matahari dan berevolusi


selama 687 hari terhadap Matahari. Waktu rotasi pada porosnya, yaitu 24 jam 37
menit. Ukuran planet Mars, berdiameter 6.790 kilometer, lebih kecil dibandingkan
planet Venus dan planet Bumi, dan lebih besar sedikit dari planet Merkurius.

22
Planet Mars memiliki atmosfer seperti Bumi, namun tipis, yang
kandungan utamanya ialah karbon dioksida (CO2). Mempunyai 2 buah satelit
alami kecil yang bernama Phobos dan Deimos, diduga merupakan asteroid yang
terjebak pada gravitasi Mars.

STRUKTUR DALAM

Dengan diameternya yang sepanjang 6.790 kilometer, hanya separuh dari


besarnya bola Bumi. Massa planet Mars pun hanya sebesar 6.42 x 1023 kg, lebih
ringan dari Bumi, yaitu 5.98 x 1024kg. Kepadatan menengahnya, ialah 3,93
g/cm³.

Permukaan Mars yang dipenuhi gunung berapi raksasa seperti Olympus


Mons dan lembah retakan seperti Valles marineris, menunjukan aktivitas geologis
yang terus terjadi sampai yang terbaru belakangan ini. Warna merahnya berasal
dari warna karat tanahnya yang kaya akan besi.

Penelitian juga menemukan, bahwa sama seperti Venus, pada planet Mars
tidak terdeteksi medan magnet global, atmosfernya habis terkikis ke luar angkasa.
Dengan demikian, dapat dikatakan, bahwa Mars tidak memiliki 'dinamo sendiri'.

23
Diameter yang lebih dari 6.000 kilometer dan massa jenis 3,9 g/cm³,
mengindikasikan, bahwa Mars mengandung silikat dan juga cukup tinggi untuk
mengatakan Mars mengandung inti logam. Rotasi planet Mars selama 24 jam 37
menit, sesungguhnya memiliki inti logam yang dapat menghasilkan medan
magnet. Ini terjadi, jika logam yang dihasilkannya ialah berbentuk cair.

Di planet Mars, terdapat sebuah fitur unik di daerah Cydonia


Mensae. Fitur ini merupakan sebuah perbukitan yang bila dilihat dari atas,
nampak sebagai sebuah wajah manusia.

Banyak orang yang menganggapnya sebagai sebuah bukti dari peradaban


yang telah lama musnah di Mars, walaupun di masa kini telah terbukti, bahwa
fitur tersebut hanyalah sebuah penampakan alam yang biasa.

24
BAGIAN LUAR

Lingkungan Mars lebih bersahabat bagi kehidupan dibandingkan keadaan


Planet Venus. Namun demikian, keadaannya tidak cukup ideal untuk kehidupan
manusia seperti di Bumi.

Dua jenis awan di Mars adalah awan es basah (water ice clouds) dan
dan awan es kering (dry ice clouds). Awan es basah pada umumnya berada
disekitar puncak gunung. Sering terjadi badai es yang sangat dahsyat. Yang dapat
menutupi sebagian permukaan planet ini. Tampaknya musim di planet ini mirip
musim di Bumi karena inklinasinya hampir sama (Mars 25° dan Bumi 23°).

Pebedaan yang mennojol adalah eksentrisitas planet ini yang 5 kali lebih
besar (0,093) daripara eksentrisitas Bumi (0,017). Karena itu, pada musim panas,
planet ini memposisikan kutub selatannya berada pada jarak yang sangat jauh dari
Matahari, sehingga kutub selatan lebih dingin dari kutub utaranya.

25
Suhu udara planet Mars cukup rendah, yaitu -133°C dan maks 27°C.
Tekanan udaranya pun rendah, 5 mmHg. Ditambah dengan komposisi udara yang
sebagian besar karbon dioksida (95%), nitrogen (3%), dan argon (2%),
perbandingan ini mirip dengan atmosfer Venus, menyebabkan manusia harus
menggunakan alat bantu pernapasan, jika ingin tinggal di sana.

Antara Mars dan Yupiter terdapat daerah yang disebut dengan sabuk
asteroid, kumpulan batuan metal dan mineral. Kebanyakan asteroid-asteroid ini
hanya berdiameter beberapa kilometer, dan beberapa memiliki diameter 100
km, bahkan lebih.

Misi-misi ke planet merah ini, sampai pada penghujung abad ke-20, belum
menemukan jejak kehidupan, meski yang amat sederhana sekalipun. Namun, para

26
peneliti tidak pernah letih dalam mempelajari lebih dalam tentang planet Mars ini.

CIRI-CIRI

Ciri-ciri umum Planet Mars adalah, sebagai berikut :


1. Nama Planet : Mars
2. Kala Rotasi : 24,37 Jam
3. Kala Revolusi : 687 Hari
4. Atmosfer : Karbon Dioksida, Nitrogen, Argon

27
5. Satelit Alam : Phobos dan Deimos
6. Jarak Ke Matahari : 228 Juta Km
7. Diameter Planet : 6.790 Km
8. Warna Planet : Merah

9. Lambang Astronomis :

PLANET YUPITER

Planet Jupiter atau Yupiter ialah planet terbesar dalam gugusan planet
pada tata surya. Merupakan planet terdekat yang kelima dari Matahari,
setelah Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars. Nama Jupiter sendiri berasal dari
sebutan astronomi purba yang merupakan nama raja para Dewa Romawi kuno.

Diameter planet Jupiter yang termasuk dalam kelompok planet besar


(major planets, diantaranya : Saturnus, Uranus, dan Neptunus) ini, yaitu sepanjang

28
142.984 kilometer, lebih dari 11 kali lipat panjang diameter planet Bumi, dan
sekitar 1/10 panjangnya diameter yang dimiliki oleh bintang Matahari.

Dengan jarak rata-rata terhadap Matahari sejauh 778,57 juta kilometer,


lebih jauh lima kali dari planet Bumi. Mengelilingi Matahari (revolusi) pada orbit
sedikit elips (oval) dalam waktu 11,9 tahun (nyaris 12 tahun), yaitu sepadan
dengan 4.333 hari bumi. Rotasi planet Jupiter pada porosnya lebih kecil dari Bumi
dan Mars, yakni 9 jam 56 menit.

Layaknya Bumi dan Mars, planet Jupiter pun memiliki Atmosfer yang
sebagian besar mengandung hidrogen (H) dan helium (He), selain unsur gas lain
yang lebih kecil jumlahnya. Mempunyai 16 satelit alami dengan diameter paling
kecil sepanjang 10 kilometer.

4 satelit yang terbesarnya, yaitu Io, Europa, Ganymede, dan Callisto.


Keempat bulan ini disebut satelit Galilea, karena ditemukan oleh pakar astronomi
dunia asal Italia Galileo Galilei, lewat teleskop refraktor pertama kali ciptaannya,
pada tahun 1610.

29
STRUKTUR DALAM

Planet yang berdiameter sepanjang 142.984 kilometer ini, memiliki massa


yang terberat dari planet lain di tata surya, yaitu 318 kali lebih berat dari Bumi.
Meski sangat berat, namun kepadatannya relatif rendah, yakni 1,33 g/cm³, lebih
kecil 1/5 dari kepadatan bumi yang sebesar 5,98 g/cm³.

Pada permukaan planet ini terdapat bintik merah raksasa. Oleh sebab
itulah, para astronom meyakini, unsur utama planet Jupiter menyerupai Matahari,
terdiri dari hidrogen dan helium, yang merupakan unsur teringan.

Planet Jupiter memiliki inti yang terdiri dari unsur-unsur berat.


Kemungkinan komposisi kimianya hampir menyerupai yang dimiliki oleh Bumi,
namun 20 atau 30 kali lebih besarnya.

30
Di dekat pusat planet Jupiter, memiliki suhu yang jauh lebih tinggi. Suhu
pada intinya mungkin bisa mencapai sekitar 24.000°C, artinya pada inti planetnya,
lebih panas dari permukaan Matahari.

Jupiter masih kehilangan panas yang dihasilkan, ketika menjadi sebuah


planet. Kebanyakan astronom percaya, bahwa matahari, planet, dan semua benda-
benda lain yang ada di dalam tata surya, terbentuk dari awan berputar, yang terdiri
dari gas dan debu.

Adanya gaya gravitasi partikel gas dan debu yang dikemas secara
bersama-sama ke dalam awan padat dan serpihan material padat. Sekitar 4,6
miliar tahun lalu, material itu diperas bersama untuk membentuk berbagai macam
benda di dalam tata surya.

Kompresi material yang dihasilkan sangat panas. Begitu banyaknya panas


yang dihasilkan ketika membentuk sebuah planet Jupiter. Dan Jupiter sendiri
dalam hal ini, masih memancarkan sekitar dua kali lebih banyak panasnya ke
angkasa, yang diterimanya dari pancaran energi sinar Matahari.

31
BAGIAN LUAR

Planet Jupiter biasanya menjadi objek tercerah keempat di langit, setelah


Matahari, Bulan, dan Venus. Namun, pada saat-saat tertentu, Mars yang terlihat
lebih cerah daripada Jupiter.

Gaya gravitasi di permukaan planet Jupiter mencapai 2,4 kali lebih kuat
daripada gravitasi di Bumi. Dengan demikian, objek yang beratnya 100 kg di
Bumi, akan menjadi lebih berat sebesar 240 kg di Jupiter.

32
Suasana planet Jupiter, kandungan utamanya adalah unsur-unsur teringan,
yaitu 86% hidrogen (H) dan 14% helium (He). Persentasi hidrogen ini,
berdasarkan pada jumlah molekul hidrogen pada atmosfer, bukan pada jumlah
massa mereka.

Dan sejumlah kecil unsur-unsur lainnya, yaitu metana, amonia, phosphin,


asetilena, etana, germanium, karbon monoksida, dan air. Para ilmuwan
menghitung jumlah tersebut dari pengukuran yang diambil lewat teleskop dan
instrumen lainnya di Bumi dan pesawat ruang angkasa.

Unsur-unsur itulah yang membentuk lapisan awan warna-warni awan pada


batas ketinggian yang berbeda. Awan-awan putih pada zona yang tertinggi,
terbuat dari kristal amonia yang membeku. Awan dibawahnya lebih gelap, berasal
dari bahan kimia lain yang terjadi pada sabuk. Dan di tingkat terendahnya yang
dapat dilihat, terdapat awan biru.

Para astronom berharap, dapat menemukan awan yang mengandung air


sekitar 70 km dibawah awan amonia. Namun, hal tersebut tidak ditemukan, pada
tingkatan awan manapun.

33
Bagian yang paling menonjol pada permukaan Jupiter adalah Great Red
Spot, massa gas disana berputar membuat bentuk menyerupai badai. Diameter
terluas dari tempat ini sekitar tiga kali lipat dari Bumi. Warna spot ini biasanya
bervariasi, dari yang berwarna merah bata (Orange), sampai sedikit kecoklat-
coklatan.

Jarang terjadi tempat ini memudar sepenuhnya. Warna yang


dihasilkannya, mungkin disebabkan oleh sejumlah kecil sulfur dan fosfor yang
terdapat di dalam kristal amonia.

Bagian tepi Great Red Spot, bersirkulasi pada kecepatan sekitar 360
kilometer per jam. Spot tetap berada pada jarak yang sama dari garis khatulistiwa,

34
tapi bergerak hanyut perlahan menuju timur dan barat. Zona, sabuk, dan Great
Red Spot, jauh lebih stabil, daripada sistem sirkulasi serupa yang ada di Bumi.

Suhu pada bagian atas awan Jupiter adalah sekitar -145°C. Suhu akan
mencapai 21°C "ruang suhu", pada tingkatan dimana tekanan atmosfernya sekitar
10 kali lebih besar daripada Bumi.

Para ilmuwan berspekulasi, bahwa jika Jupiter memiliki kehidupan, maka


kehidupan itu akan berada pada tingkatan ini. Kehidupan memerlukan udara,
karena tidak ada permukaan padat di Jupiter.

Seperti halnya bumi dan planet-planet lain, Jupiter memiliki sebuah


magnet raksasa. Kekuatan magnet yang meluas jauh ke angkasa di wilayah sekitar
planet, yang disebut dengan medan magnet.

35
Medan magnet Jupiter, 14 kali lebih kuat dari Bumi. Yang terkuat dalam
tata surya, kecuali dalam hal yang berhubungan dengan bintik Matahari serta
daerah-daerah kecil lainnya pada permukaan Matahari.

Medan magnet Jupiter terperangkap dalam elektron, proton, dan partikel


bermuatan listrik lainnya dalam sabuk radiasi disekitar planet ini. Begitu kuatnya
partikel ini, sehingga dapat merusak instrumen operasi pesawat ruang angkasa
yang berada dekat dengan planet ini.

Dalam sebuah ruang yang disebut magnetosfer, medan magnet Jupiter


berfungsi sebagai sebagai perisai. Melindunginya dari angin Matahari, aliran yang
bermuatan partikel yang terus menerus dari Matahari. Sebagian besar partikel,
elektron, dan proton bepergian pada kecepatan sekitar 500 kilometer per detik.

Partikel yang bermuatan, terperangkap dalam sabuk radiasi, dan memasuki


magnetosfer di dekat kutub medan magnet. Pada jaraknya yang terjauh dari

36
matahari, magnetosfer membentang keluar menjadi ekor magnetik yang sangat
besar, yaitu sejauh ± 700 juta kilometer.

Gelombang radio dari Jupiter, mencapai teleskop radio Bumi dalam dua
bentuk, yaitu semburan energi radio dan radiasi terus-menerus. Semburan kuat
terjadi, saat Io, yang merupakan satelit terdekat dari empat bulan Jupiter yang
besar lainnya, melewati daerah-daerah tertentu di medan magnet planet ini.

Radiasi terjadi terus-menerus yang berasal dari permukaan Jupiter, serta


dari energi partikel tinggi pada sabuk radiasinya.

SATELIT

37
Jupiter memiliki 16 satelit (menurut NASA, menurut Wikipedia 63 satelit,
gak tahu dech mana yang bener???) yang ukuran diameter terkecilnya, ialah 10
kilometer. Empat satelit terbesarnya disebut satelit Galilea, adalah Io, Europa,
Ganymede, dan Callisto, yang menampakkan kemiripannya dengan planet
kebumian, seperti gunung berapi dan inti yang panas.

Ganymede, yang merupakan satelit terbesar di tata surya, berukuran lebih


besar dari planet Merkurius, diameternya 5.268 km. Callisto, berdiameter 4.806
km, sedikit lebih kecil dari Merkurius. Keduanya terdiri dari es dan beberapa
material batuan, serta memiliki banyak kawah.

38
Io memiliki banyak gunung berapi aktif, yang menghasilkan gas yang
mengandung belerang, diameternya sebesar 3.930 km. Permukaan kuning-oranye
dari Io, kemungkinan sebagian besar terdiri dari belerang padat yang diendapkan
oleh letusan. Europa memiliki peringkat terkecil dari satelit Galilea, dengan

39
diameter 3.130 km, memiliki retak halus dan permukaan es.

Satelit Jupiter lainnya yang jauh lebih kecil dari bulan Galilea, yaitu
Amalthea dan Himalia, yang merupakan urutan terbesar berikutnya. Amalthea
berbentuk seperti kentang, sekitar 262 kilometer dalam dimensi panjang. Himalia
170 kilometer diameternya.

Satelit sisanya ditemukan oleh para astronom menggunakan teleskop besar


Bumi. Mereka menemukan Metis dan Adrastea pada tahun 1979, dengan
mempelajari gambar-gambar yang telah diambil oleh pesawat ruang angkasa
Voyager.

CINCIN PLANET

Jupiter memiliki tiga cincin tipis di sekitar khatulistiwanya. Lebih redup


daripada cincin Saturnus. Cincin Jupiter sebagian besar tampaknya terdiri dari
partikel-partikel debu halus.

Cincin utamanya, tebalnya sekitar ± 30 km, dan lebarnya lebih dari 6.400
kilometer. Lingkaran cincin planet Jupiter ini, berada dalam orbit Amalthea.

40
CIRI - CIRI

Ciri-ciri umum Planet Jupiter adalah, sebagai berikut :


1. Nama Planet : Jupiter
2. Kala Rotasi : 9,56 Jam

41
3. Kala Revolusi : 11,9 Tahun
4. Atmosfer : Hidrogen, Helium, Metana, Amonia, Phosphin,
Asetilena, Etana, Germanium, Karbon Monoksida, Air
5. Satelit Alam : 16 atau 63 Satelit, Diantaranya : Ganymede, Callisto, Io,
Europa, Amalthea, Himalia, Metis, Adrastea
6. Jarak Ke Matahari : 778,57 Juta Km
7. Diameter Planet : 142.984 Km
8. Warna Planet : Orange Kecoklat-coklatan
9. Lambang Astronomis :

PLANET SATURNUS

Saturnus adalah sebuah planet di tata surya yang dikenal juga sebagai
planet bercincin. Jarak Saturnus sangat jauh dari Matahari, karena itulah Saturnus
tampak tidak terlalu jelas dari Bumi. Saturnus berevolusi dalam waktu 29,46
tahun. Setiap 378 hari, Bumi, Saturnus, dan Matahari akan berada dalam satu

42
garis lurus. Selain berevolusi, Saturnus juga berotasi dalam waktu yang sangat
singkat, yaitu 10 jam 14 menit.

Saturnus memiliki kerapatan yang rendah karena sebagian besar zat penyusunnya
berupa gas dan cairan. Inti Saturnus diperkirakan terdiri dari batuan padat
denganatmosfer tersusun atas gas amonia dan metana, hal ini tidak
memungkinkan adanya kehidupan di Saturnus.

Cincin Saturnus sangat unik, terdiri beribu-ribu cincin yang mengelilingi


planet ini. Bahan pembentuk cincin ini masih belum diketahui. Para ilmuwan
berpendapat, cincin itu tidak mungkin terbuat dari lempengan padat karena akan
hancur oleh gaya sentrifugal. Namun, tidak mungkin juga terbuat dari zat cair
karena gaya sentrifugal akan mengakibatkan timbulnya gelombang. Jadi, sejauh
ini, diperkirakan yang paling mungkin membentuk cincin-cincin itu adalah
bongkahan-bongkahan es meteorit.

Hingga 2006, Saturnus diketahui memiliki 56 buah satelit alami. Tujuh


diantaranya cukup masif untuk dapat runtuh berbentuk bola di bawah gaya
gravitasinya sendiri. Mereka
adalah Mimas, Enceladus, Tethys, Dione, Rhea, Titan (Satelit terbesar dengan
ukuran lebih besar dari planet Merkurius), dan Iapetus.

BENTUK FISIK

Saturnus memiliki bentuk yang diratakan di kutub, dan dibengkakkan


keluar disekitarkhatulistiwa. Diameter khatulistiwa Saturnus sebesar
120.536 km (74.867 mil) dimana diameter dari Kutub Utara ke Kutub Selatan
sebesar 108.728 km (67.535 mil), berbeda sebesar 9%. Bentuk yang diratakan ini
disebabkan oleh rotasinya yang sangat cepat, merotasi setiap 10 jam 14 menit
waktu Bumi. Saturnus adalah satu-satunya Planet ditata surya yang massa
jenisnya lebih sedikit daripada air. Walaupun inti Saturnus memiliki massa jenis
yang lebih besar daripada air, planet ini memiliki atmosfer yang mengandung gas,
sehingga massa jenis relatif planet ini sebesar is 0.69 g/cm³ (lebih sedikit daripada
air), sebagai hasilnya, jika Saturnus diletakan diatas kolam yang penuh air,
Saturnus akan mengapung..

43
ATMOSFER

KOMPOSISI

Bagian luar atmosfer Saturnus terbuat dari 96.7% hidrogen dan


3% helium, 0.2%metana dan 0.02% amonia. Pada atmosfer Saturnus juga terdapat
sedikit kandunganasetilena, etana dan fosfin.

AWAN

Awan Saturnus, seperti halnya Yupiter, merotasi dengan kecepatan yang


berbeda-beda bergantung dari posisi lintangnya. Tidak seperti Yupiter, awan
Saturnus lebih redup dan awan Saturnus lebih lebar di khatulistiwa. Awan
terendah Saturnus dibuat oleh air es, dan dengan ketebalan sekitar 10 kilometer.
Temperatur Saturnus cukup rendah, dengan suhu 250 K (-10°F, -23°C). Awan
diatasnya, memiliki ketebalan 50 kilometer, terbuat dari es amonium
hidrogensulfida (simbol kimia: NH4HS), dan diatas awan tersebut terdapat awan
es amonia dengan ketebalan 80 kilometer. Bagian teratas dibuat dari
gashidrogen dan helium, dimana tebalnya sekitar 200 dan 270
kilometer. Aurora juga diketahui terbentuk di mesosfer Saturnus.[10] Temperatur di
awan bagian atas Saturnus sangat rendah, yaitu sebesar 98 K (-283 °F, -175 °C).
Temperatur di awan bagian dalam Saturnus lebih besar daripada yang diluar
karena panas yang diproduksi di bagian dalam Saturn.[11] Angin Saturnus
merupakan salah satu dari angin terkencang di Tata Surya, mencapai kecepatan
500 m/s (1.800 km/h, 1.118 mph), yang jauh lebih cepat daripada angin yang ada
di Bumi.

44
Awan heksagonal kutub utara yang pertama dideteksi oleh Voyager 1 dan
akhirnya dipastikan oleh Cassini.

Pada Atmosfer Saturnus juga terdapat awan berbentuk lonjong yang mirip
dengan awan berbentuk lonjong yang lebih jelas yang ada di Yupiter. Titik
lonjong ini adalah badai besar, mirip dengan angin taufan yang ada di Bumi. Pada
tahun 1990, Teleskop Hubble mendeteksi awan putih didekat khatulistiwa
Saturnus. Badai seperti tahun 1990 diketahui dengan nama Bintik Putih Raksasa,
badai unik Saturnus yang hanya ada dalam waktu yang pendek dan muncul setiap
30 tahun waktu Bumi. Bintik Putih Raksasa juga ditemukan
tahun 1876, 1903, 1933, dan tahun 1960. Jika lingkaran konstan ini berlanjut,
diprediksi bahwa pada tahun 2020 bintik putih besar akan terbentuk kembali.

Pesawat angkasa Voyager 1 mendeteksi awan heksagonal didekat kutub


utara Saturnus sekitar bujur 78° utara. Cassini-Huygens nantinya mengkonfirmasi
hal ini tahun 2006. Tidak seperti kutub utara, kutub selatan tidak menunjukan
bentuk awan heksagonal dan yang menarik, Cassini menemukan badai mirip
dengan siklon tropis terkunci di kutub selatan dengan dinding mata yang jelas.
Penemuan ini mendapat catatan karena tidak ada planet lain kecuali Bumi di tata
surya yang memiliki dinding mata.

INTI PLANET

45
Inti Planet Saturnus mirip dengan Yupiter. Planet ini memiliki inti planet
di pusatnya dan sangat panas, temperaturnya mencapai 15.000 K(26.540 °F,
14.730 °C). Inti Planet Saturnus sangat panas dan inti planet ini meradiasi sekitar
21/2 kali lebih panas daripada jumlah energi yang diterima Saturnus dari Matahari.
[11]
Inti Planet Saturnus sama besarnya dengan Bumi, namun jumlah massa
jenisnya lebih besar. Diatas inti Saturnus terdapat bagian yang lebih tipis yang
merupakan hidrogen metalik, sekitar 30.000 km (18.600 mil). Diatas bagian
tersebut terdapat daerah liquid hidrogen dan helium.[15] Inti planet Saturnus berat,
dengan massa sekitar 9 sampai 22 kali lebih dari massainti Bumi.

MEDAN GAYA

Saturnus memiliki medan gaya alami yang lebih lemah dari Yupiter.
Medan gaya Saturnus unik karena porosnya simetrikal, tidak seperti planet
lainnya. Saturnus menghasilkan gelombang radio, namun mereka terlalu lemah
untuk dideteksi dari Bumi. Bulan dari Saturnus, Titanmengorbit di bagian luar
medan gaya Saturnus dan memberikan keluar plasma terhadap daerah dari partikel
dari atmosfer Titan yang yang diionisasi.

ROTASI DAN ORBIT

46
Animasi awan heksagonal Saturnus.

Jarak antara Matahari dan Saturnus lebih dari 1.4 milyar km, sekitar 9 kali
jarak antara Bumi danMatahari. Perlu 29,46 tahun Bumi untuk Saturnus untuk
mengorbit Matahari yang diketahui dengan nama periode orbit Saturnus. Saturnus
memiliki periode rotasi selama 10 jam 14 menit waktu Bumi. Namun, Saturnus
tidak merotasi dalam rata-rata yang konstan. Periode rotasi Saturnus tergantung
dengan kecepatan rotasi gelombang radio yang dikeluarkan oleh Saturnus.
Pesawat angkasa Cassini-Huygens menemukan bahwa emisi radio melambat, dan
periode rotasi Saturnus meningkat. Tidak diketahui hal apa yang menyebabkan
gelombang radio melambat.

CINCIN SATURNUS

Saturnus terkenal karena cincin di planetnya, yang menjadikannya sebagai


salah satu obyek dapat dilihat yang paling menakjubkan dalam sistem tata surya.

SEJARAH

Cincin itu pertama sekali dilihat oleh Galileo Galilei pada


tahun 1610 dengan teleskopnya, tetapi dia tidak dapat memastikannya. Dia

47
kemudian menulis kepada adipati Toscana bahwa "Saturnus tidak sendirian, tetapi
terdiri dari tiga yang hampir bersentuhan dan tidak bergerak. Cincin itu tersusun
dalam garis sejajar dengan zodiak, dan yang ditengah (Saturnus) adalah tiga kali
besar yang lurus (penjuru cincin)". Dia juga mengira bahwa Saturnus memiliki
"telinga." Pada tahun 1612 sudut cincin menghadap tepat pada bumi dan cincin
tersebut akhirnya hilang, dan kemudian pada tahun 1613 cincin itu muncul
kembali, yang membuat Galileo bingung.

Persoalan cincin itu tidak dapat diselesaikan sehingga 1655 oleh Christian
Huygens, yang menggunakan teleskop yang lebih kuat daripada teleskop yang
digunakan Galileo.

Pada tahun 1675 Giovanni Domenico Cassini menentukan bahwa cincin


Saturnus sebenarnya terdiri dari berbagai cincin yang lebih kecil dengan ruang
antara mereka, bagian terbesar dinamakan Divisi Cassini.

Pada tahun 1859, James Clerk Maxwell menunjukan bahwa cincin tersebut tidak
padat, namun terbuat dari partikel-partikel kecil, yang mengorbit Saturnus sendiri-
sendiri, dan jika tidak, cincin itu akan tidak stabil atau terpisah.James
Keeler mempelajari cincin itu menggunakan spektrometer tahun 1895 yang
membuktikan bahwa teori Maxwell benar.

BENTUK FISIK CINCIN SATURNUS

48
Saturnus yang terlihat dari pesawat angkasa Cassini tahun 2007.

Cincin Saturnus tersebut dapat dilihat dengan menggunakan teleskop


modern berkekuatan sederhana atau dengan teropong berkekuatan tinggi. Cincin
ini menjulur 6.630 km hingga 120.700 km atas khatulistiwa Saturnus, dan terdiri
daripada bebatuan silikon dioksida, oksida besi, dan partikel es dan batu. Terdapat
dua teori mengenai asal cincin Saturnus. Teori pertama diusulkan oleh Édouard
Roche pada abad ke-19, adalah cincin tersebut merupakan bekas bulan Saturnus
yang orbitnya datang cukup dekat dengan Saturnus sehingga pecah akibat
kekuatan pasang surut. Variasi teori ini adalah bulan tersebut pecah akibat
hantaman dari komet atau asteroid. Teori kedua adalah cincin tersebut bukanlah
dari bulan Saturnus, tetapi ditinggalkan dari nebulaasal yang membentuk
Saturnus. Teori ini tidak diterima masa kini disebabkan cincin Saturnus dianggap
tidak stabil melewati periode selama jutaan tahun, dan dengan itu dianggap baru
terbentuk.

Sementara ruang terluas di cincin, seperti Divisi Cassini dan Divisi Encke,
dapat dilihat dari Bumi,Voyagers mendapati cincin tersebut mempunyai struktur
seni yang terdiri dari ribuan bagian kecil dan cincin kecil. Struktur ini dipercayai
terbentuk akibat tarikan graviti bulan-bulan Saturnus melalui berbagai cara.
Sebagian bagian dihasilkan akibat bulan kecil yang lewat sepertiPan, dan banyak

49
lagi bagian yang belum ditemukan, sementara sebagian cincin kecil ditahan oleh
medan gravitas satelit penggembala kecil seperti Prometheus dan Pandora. Bagian
lain terbentuk akibat resonansi antara periode orbit dari partikel di beberapa
bagian dan bahwa bulan yang lebih besar yang terletak lebih jauh,
pada Mimas terdapat divisi Cassini melalui cara ini, justru lebih berstruktur dalam
cincin sebenarnya terdiri dari gelombang berputar yang dihasilkan oleh gangguan
gravitas bulan secara berkala.

JARI - JARI

Jari-jari di cincin Saturnus, difoto oleh pesawat angkasa Voyager 2.

Voyager menemukan suatu bentuk seperti ikan pari di cincin Saturnus


yang disebut jari-jari. Jari-jari tersebut terlihat saat gelap ketika disinari sinar
matahari, dan terlihat terang ketika ada dalam sisi yang tidak diterangi sinar
matahari. Diperkirakan bahwa jari-jari tersebut adalah debu yang sangat kecil
sekali yang naik keatas cincin. Debu itu merotasi dalam waktu yang sama
denganmagnetosfer planet tersebut, dan diperkirakan bahwa debu itu memiliki

50
koneksi denganelektromagnetisme. Namun, alasan utama mengapa jari-jari itu ada
masih tidak diketahui.

Cassini menemukan jari-jari tersebut 25 tahun kemudian. Jari-jari tersebut


muncul dalam fenomena musiman, menghilang selama titik balik matahari.

BULAN

Titan, salah satu satelit milik Saturnus

Saturnus memiliki 59 bulan, 48 diantaranya memiliki nama. Banyak bulan


Saturnus yang sangat kecil, dimana 33 dari 50 bulan memiliki diameter lebih kecil
dari 10 kilometer dan 13 bulan lainnya memiliki diameter lebih kecil dari 50 km.
7 bulan lainnya cukup besar untuk, dimana bulan tersebut
adalah Titan,Rhea, Iapetus, Dione, Tethys, Enceladus dan Mimas. Titan adalah
bulan terbesar, lebih besar dari planetMerkurius dan satu-satunya bulan di
atmosfir yang memiliki atmosfir yang tebal. Hyperion dan Phoebe adalah bulan
terbesar lainnya, dengan diameter lebih besar dari 200 km.

51
Di Titan, bulan terbesar Saturnus, bulan Desember tahun 2004 dan
bulan Januari tahun 2005 banyak foto Titan diambil oleh Cassini-Huygens. 1
bagian dari satelit ini, yaitu Huygens mendarat di Titan.

EKSPLORASI

➢ ZAMAN KUNO DAN OBSERVASI

Saturnus telah diketahui sejak zaman prasejarah. Pada zaman kuno, planet
ini adalah planet terjauh dari 5 planet yang diketahui di tata surya (termasuk
Bumi) dan merupakan karakter utama dalam berbagai mitologi. Pada
mitologi Kekaisaran Romawi, Dewa Saturnus, dimana nama Planet ini diambil
dari namanya, adalah dewa pertanian dan panen. Orang Romawi menganggap
Saturnus sama dengan Dewa Yunani Kronos. Orang Yunani mengeramatkan
planet terluar untuk Kronos, dan orang Romawi mengikutinya.

Pada astrologi Hindu, terdapat 9 planet dimana Tata Surya diketahui


dengan nama Navagraha. Saturnus, salah satu dari mereka, diketahui dengan
nama "Sani" atau "Shani," hakim dari semua Planet, dan menentukan seluruhnya
menurut kelakuan baik atau buruk yang mereka lakukan.
Kebudayaan Tiongkok dan Jepang kuno menandakan Saturnus sebagai bintang
Bumi ( 土 星 ). Hal ini berdasarkan 5 elemen yang secara tradisional digunakan
untuk mengklasifikasikan elemen alami. Orang Ibrani kuno menyebut Saturnus
dengan nama "Shabbathai".Malaikatnya adalah Cassiel. Kepintarannya, atau jiwa
bermanfaat, adalah Agiel (layga), dan jiwanya (jiwa gelap) adalah Zazel (lzaz).
OrangTurki Ottoman dan orang Melayu menamainya "Zuhal", berasal dari bahasa
Arab ‫زحل‬.

Cincin Saturnus membutuhkan paling sedikit teleskop dengan diameter 75


mm untuk menemukannya dan cincin tersebut tidak diketahui sampai ditemukan
oleh Galileo Galilei tahun 1610. Galileo sempat bingung dengan cincin Saturnus
dan mengira bahwa Saturnus bertelinga. Christian Huygens menggunakan
teleskop dengan perbesaran yang lebih besar dan ia menemukan bahwa cincin itu
adalah cincin Saturnus. Huygens juga menemukan bulan dari Saturnus, Titan.
Tidak lama, Giovanni Domenico Cassini menemukan 4 bulan

52
lainnya,Iapetus, Rhea, Tethys dan Dione. Pada tahun 1675, Cassini juga
menemukan celah yang disebut dengan divisi Cassini.

Tidak ada penemuan lebih lanjut sampai tahun 1789 ketika William
Herschel menemukan 2 bulan lagi, Mimas dan Enceladus. BulanHyperion, yang
memiliki resonansi orbit dengan Titan, ditemukan tahun 1848 oleh tim
dari Britania Raya.

Pada tahun 1899, William Henry Pickering menemukan satelit Phoebe.


Selama abad ke-20, penelitian terhadap Titan mengakibatkan adanya konfirmasi
pada tahun 1944 bahwa Titan memiliki atmosfer yang tebal, dimana Titan
menjadi bulan yang unik diantara bulan di Tata Suryalainnya.

PIONEER 11

➢ Saturnus dikunjungi oleh Pioneer 11 pada bulan September tahun 1979.


Pioner 11 terbang 20.000 kilometer dari ujung awan Saturnus. Gambar
Saturnus dan beberapa bulannya dengan resolusi rendah didapat. Resolusi
gambar tersebut tidak bagus untuk melihat fitur permukaan. Pesawat udara
juga mempelajari cincin Saturnus, diantara penemuan-penemuan, terdapat
penemuan cincin-F dan fakta bahwa celah gelap di cincin terang jika
dilihat kearah matahari, dalam kata lain, mereka bukan material kosong.
Pioneer 11 juga mengukur temperatur Titan.

VOYAGER

➢ Pada bulan November tahun 1980, Voyager 1 mengunjungi sistem


Saturnus. Pesawat ini mengirim kembali gambar Planet, cincin dan
satelitnya dalam resolusi besar. Fitur permukaan berbagai bulan dilihat
pertama kali. Voyager 1 melakukan penerbangan dekat dengan Titan, dan
meningkatkan pengetahuan manusia atas Titan, selain itu, Voyager 1 juga
membuktikan bahwa atmosfir Titan tidak dapat dilalui dalam panjang
gelombang yang dapat dilihat, sehingga, tidak ada detail tentang
permukaan Titan.

➢ 1 tahun kemudian, pada bulan August tahun 1981, Voyager 2 melanjutkan


penelitian sistem Saturnus. Lebih banyak foto bulan-bulan Saturnus jarak

53
dekat yang didapat. Namun terjadi ketidakberuntungan, selama
penerbangan, kamera satelit tersangkut untuk beberapa hari, dan beberapa
pengambilan gambar yang direncanakan hilang. Graviti Saturnus
digunakan untuk mengarahkan lintasan pesawat angkasa tersebut
menuju Uranus.

➢ Satelit tersebut menemukan dan memperjelas beberapa satelit baru yang


mengorbit didekat cincin Saturnus. Mereka juga menemukan celah
kecil Maxwell dan Keeler (celah seluas 42 km di cincin Saturnus).

CASSINI

Gambaran Artis tentang Cassini yang sedang mengorbit Saturnus.

54
Posisi-posisi Saturnus: 2001-2029

Pada tanggal 1 Juli 2004, pesawat angkasa Cassini–Huygens melakukan


manuver SOI (Saturn Orbit Insertion) dan memasuki orbit sekitar Saturnus.
Sebelum SOI, Cassini telah mempelajari sistem ini. Pada bulan Juni tahun 2004,
Cassini telah melakukan penerbangan dekat ke Phoebe, dan memberikan data dan
gambar dengan resolusi besar.

Penerbangan Cassini ke bulan terbesar Titan telah menangkan gambar


danau besar dan pantai serta beberapa pulau dan pegunungan. Cassini
menyelesaikan 2 penerbangan Titan sebelum mengeluarkan satelit Huygens pada
tanggal 25 Desember 2004. Huygens turun ke permukaan Titan pada tanggal 14
Januari 2005, mengirim data selama turun ke atmosfir dan pendaratan. Selama
tahun 2005, Cassini melakukan beberapa penerbangan ke Titan dan satelit yang
mengandung es. Penerbangan Cassini ke Titan yang terakhir dijadwalkan pada
tanggal 19 Juli2007.

55
Sejak awal tahun 2005, ilmuan telah meneliti tentang petir di Saturnus,
yang ditemukan oleh Cassini. Kekuatan petir di Saturnus diperkirakan 1000 kali
lebih besar daripada petir di Bumi. Para ilmuan percaya bahwa badai ini adalah
badai terkuat yang pernah terlihat.

Pada tanggal 10 Maret 2006, NASA melaporkan bahwa, melalui gambar,


satelit Cassini menemukan fakta-fakta tentang cairan air yang meletus di geiser di
salah satu bulan Saturnus,Enceladus. Gambar tersebut juga menunjukan partikel
air di cairan tersebut dipancarkan oleh pancaran es. Menurut Dr. Andrew Ingersoll
dari Institut Teknologi California, "Bulan lainnya di tata surya memiliki samudera
cairan air yang ditutup oleh es. Apa yang berbeda disini adalah bahwa cairan air
tidak akan lebih dari 10 meter dibawah permukaan."

Pada tanggal 20 September 2006, sebuah foto dari satelit Cassini


menemukan cincin Saturnus yang belum ditemukan, diluar cincin utama Saturnus
yang lebih bercahaya dan didalam cincin G dan E. Cincin ini merupakan hasil dari
tabrakan meteor dengan 2 bulan Saturnus.

Pada bulan Juli tahun 2006, Cassini melihat bukti pertama danau
hidrokarbon didekat kutub utara Titan, yang dikonfirmasi pada
bulan Januari tahun 2007. Pada bulan Maret tahun 2007, beberapa gambar didekat
kutub utara Titan menemukan "lautan" hidrokarbon, yang terbesar dimana
besarnya hampir sebesar Laut Kaspia.

Pada tahun 2006, satelit itu telah menemukan dan mengkonfirmasi 4


satelit baru. Misi utama satelit ini akan berakhir tahun 2008 ketika pesawat
angkasa akan diperkirakan menyelesaikan 74 misi mengelilingi orbit disekitar
planet. Namun satelit itu diperkirakan baru menyelesaikan setidak-tidaknya satu
misi.

PENGLIHATAN PALING BAIK

Saturnus adalah planet terjauh dari 5 planet yang paling mudah dilihat
dengan mata telanjang, dan 4 planet lainnya adalah Merkurius, Venus,Mars,
dan Yupiter (Uranus dan 4 Vesta terlihat dengan mata telanjang ketika langit

56
gelap), dan planet terakhir yang diketahui oleh astronom awal sampai Uranus
ditemukan tahun 1781. Saturnus muncul dalam penglihatan mata telanjang pada
saat langit malam sebagai titik terang dan berwarna kuning. Bantuan optik
(teleskop) perlu diperbesar setidak-tidaknya 20X untuk melihat cincin Saturnus
bagi banyak orang.

PLANET URANUS

57
Uranus adalah planet ketujuh dari Matahari dan planet yang terbesar ketiga
dan terberat keempat dalam Tata Surya. Ia dinamai dari nama dewa langit Yunani
kuno Uranus(Οὐρανός) ayah dari Kronos (Saturnus) dan kakek
dari Zeus (Jupiter). Meskipun Uranus terlihat dengan mata telanjang seperti
lima planet klasik, ia tidak pernah dikenali sebagai planet oleh pengamat dahulu
kala karena redupnya dan orbitnya yang lambat. SirWilliam
Herschel mengumumkan penemuannya pada tanggal 13 Maret 1781, menambah
batas yang diketahui dari Tata Surya untuk pertama kalinya dalam sejarah
modern. Uranus juga merupakan planet pertama yang ditemukan dengan
menggunakan teleskop.
Uranus komposisinya sama dengan Neptunus, dan keduanya mempunyai
komposisi yang berbeda dari raksasa gas yang lebih besar, Jupiter dan Saturn.
Karenanya, para astronom kadang-kadang menempatkannya dalam kategori yang
berbeda, "raksasa es". Atmosfer Uranus, yang sama dengan Jupiter dan Saturnus
karena terutama terdiri dari hidrogen danhelium, mengandung banyak "es"
seperti air, amonia dan metana, bersama dengan jejakhidrokarbon. Atmosfernya
itu adalah atmofer yang terdingin dalam Tata Surya, dengan suhu terendah
49 K (−224 °C). Atmosfer planet itu punya struktur awan berlapis-lapis dan
kompleks, dan dianggap bahwa awan terendah terdiri atas air, dan lapisan awan

58
teratas diperkirakan terdiri dari metana. Kontras dengan itu, interior Uranus
terutama terdiri atas es dan bebatuan.
Seperti planet raksasa lain, Uranus mempunyai sistem
cincin, magnetosfer serta banyakbulan. Sistem Uranian konfigurasinya unik di
antara planet-planet karena sumbu rotasimiring ke sampingnya, hampir pada
bidang revolusinya mengelilingi Matahari. Sehingga, kutub utara dan selatannya
terletak pada tempat yang pada banyak planet lain merupakan ekuator
mereka. Dilihat dari Bumi, cincin Uranus kadang nampak melingkari planet itu
seperti sasaran panah dan bulan-bulannya mengelilinginya seperti jarum-jarum
jam, meskipun pada tahun 2007 dan 2008 cincin itu terlihat dari tepi. Tahun 1986,
gambar dariVoyager 2 menunjukkan Uranus sebagai planet yang nampak tidak
berfitur pada cahaya tampak tanpa pita awan atau badai yang diasosiasikan
dengan raksasa lain.[15] Akan tetapi, pengamat di Bumi melihat tanda-tanda
perubahan musim dan aktivitas cuaca yang meningkat pada tahun-tahun
belakangan bersamaan dengan Uranus mendekatiekuinoksnya. Kecepatan angin di
planet Uranus dapat mencapai 250 meter per detik (900 km/jam, 560 mil per jam)

PLANET NEPTUNUS

59
Neptunus merupakan planet terjauh (kedelapan) jika ditinjau dari
Matahari.

Neptunus memiliki jarak rata-rata dengan Matahari sebesar 4.450 juta km.
Neptunus memiliki diameter mencapai 49.530 km dan memiliki massa 17,2 massa
Bumi. Periode rotasi planet ini adaah 16,1 jam., sedangkan periode revolusi
adalah 164,8 tahun. Bentuk planet ini mirip dengan Bulan dengan permukaan
terdapat lapisan tipis silikat. Komposisi penyusun planet ini adalah besi dan unsur
berat lainnya. Planet Neptunus memiliki 8 buah satelit, di antaranya Triton,
Proteus, Nereid, dan Larissa.

Permukaan di Merkurius adalah lebih kurang sama dengan permukaan


Bulan, contohnya kawah-kawah asteroid dan tebing yang puluhan kilometer
tingginya. Di permukaan Merkurius, matahari kelihatan dua setengah kali ganda
lebih daripada ukurannya di Bumi. Namun, disebabkan ketiadaan atmosfer,
cahaya tidak dapat diserakkan. Akibatnya, langit kelihatan gelap seperti di
angkasa lepas. Di permukaan Merkurius juga, Venus dan Bumi kelihatan seperti
bintang yang sangat cerah.

60
SUSUNAN

SUSUNAN TATA SURYA

61
Susunan tata surya terdiri atas sebuah matahari, planet-planet, satelit,
komet, asteroid, dan mateorid. Anggota tata surya beredar atau berevolusi
mengelilingi matahari dengan lintasanedar berupa elips.Dalam setiap revolusinya
anggota tata surya pada suatu saat berada dekat dengan matahari. Titik terdekat
dengan matahari disebut perihelium. Namun pada suatu saat berada jauh dengan
matahari. Titik terjauh disebut aphelium.

ANGGOTA TATA SURYA

A. MATAHARI
Matahari adalah sebuah bintang yang terdekat dengan bumi. Jarak rata-rata
bumi ke matahari adalah 149.600.000. Jarak ini disebut sebagai satu satuan
astronomi (SA atau AU=astronomigal unit). Dalam tata surya, matahari
merupakan pusat dan penggerak anggota-anggotanya. Karena pengaruh gaya
gravitasi matahari, semua planet dan benda-benda langit lainnya beredar
mengelilingi matahari. Matahari berotasi pada sumbunya dengan arah rotasi
sesuai dengan arah rotasi sebagian besar planet dan satelit. Periode rotasi pada

62
bagian ekuator matahari adalah sekitar 34 hari, sedangkan rotasi dikutubnya
memerlukan waktu sekitar 27 hari. Perbedaan itu dikarenakan matahari berbentuk
gas, sehingga bagian ekuator dan bagian kutubnya mempunyai gerak yang
berbeda.
Sumber panas dan cahaya matahari berasal dari reaksi fusi, yaitu
penggabungan inti-inti unsur hidrogen dan unsur helium pada suhu yang sangat
tinggi. Suhu di pusat matahari adalah sekitar 35 juta derajat Celcius. Suhu
dipermukaan matahari adalah sekitar 6000 derajat Celcius. Panas inilah yang
dipangarkan ke ruang angkasa.

B. PLANET
Kedudukan planet-planet dangan bintang-bintang tidak tetap. Setiap planet
mampunyai periode rotasi dan revolusi yang berbeda-beda.

MERKURIUS

Merkurius adalah planet terdekat dengan matahari. Jarak antara merkurius


dengan mataharin tidak tetap, kadang menempati jarak terdekat, kadang juga
berada pada jarak terjauh dengan matahari. Jarak rata-rata dengan matahari adalah
57,9 juta km. Secara fisik, diameter Mermurius mengapain4.879 km. Waktu yang

63
digunakan untuk melakukan satu kali putaran pada porosnya (periode rotasi)
adalah 58,6 hari. Volume merkurius adalah sekitar 0,055 kali massa Bumi. Bentuk
planet ini mirip Bulan, dengan permukaan berupa lapisan tipis silikat. Komposisi
pembentuk planet initerdiri atas besi dan unsur berat lain. Suhu pada siang hari
planet Merkurius C, sedangkan suhu pada malam hari .

VENUS

Venus adalah planet terdekat kedua dari Matahari. Venus memiliki jarak
terhadap matahari tidak tetap. Jarak rata-rata antara Venus dengan matahari
adalah 108 juta km. Diameter Venus mencapai 12.100 km, sedangkan massanya
sekitar 0,815 kali massa bumi. Periode rotasinya adalah 243,2 hari, sedangkan
periode revolusinya adalah 225 hari. Bentuk planet ini mirip Bumi dengan
permukaan berupa awan

tebal dengan suhu permukaan C. Komposisi pembentuk planet ini terdiri


atas besi dan unsur berat lain.

BUMI

64
Bumi adalah planet terdekat ketiga matahari. Jarak rata-rata Bumi dengan
Matahari adalah 150 juta km. Diameter bumi adalah 12.760 km. Periode rotasinya
adalah 24 hari, sedangkan pariode revolusinya 365,25 hari. Suhu rata-rata
permukaan bumi C.
Bumi memiliki massa x kg dengan volume sebesar 1,08 x km . Bumi
terdiri dari tiga bagian udara, air, dan bagian padat (atmosfer, hidrosfer, dan
kitosfer). Udara yang mengelilingi Bumi terdiri dari 78% nitrogen, 21% oksigen,
dan 1% gas-gas lain. Air di Bumi hampir 96% tersusun dari hidrogen dan oksigen.
Bagian gunung berapi, batuan endapan, dan batuan metamorfik serta tanah. Bumi
memiliki 1 buah satelit.

MARS

65
Mars merupakan planet keempat dalam urutan tata surya. Jarak rata-rata
dari matahari adalah 228 juta km. Diameter Mars mengapai 6.780 km, sedangkan

massanya 0,11 kali massa bumi. Periode rotasinya 24,6 jam, sedangkan
periode revolusinya adalah 687 hari. Bentuk planet ini mirip Bumi dengan
atmosfer

mengandung CO , sedikit N , Ar, CO, Ne, Kr, dan Xe. Pada musim dingin
suhu di plnet ini mencapai C, sedangkan pada musim panas suhunya mencapai C.
Jumlah satelit Mars adalah 2.

YUPITER

66
Jupiter adalah planet terbesar dalam tata surya. Mempunyai jarak rata-rata
dari matahari 778,3 juta km. Diameternya 14.980 km dan memiliki massa 318 kali
massa bumi. Periode rotasinya 9,8 jam, sedangkan periode revolusinya adalah
11,86 tahun. Atmosfer Jupiter mengandung hidrogen (H), helium (He), metana
(CH ), amonia (NH ). Suhu dipermukaan berkisar C. Jupiter memiliki 16 satelit.

SATURNUS

Saturnus adalah planet terdekat keenam setelah Jupiter. Jarak rata-rata dari
matahari adalah 1.429,4 juta km. Diameternya mengapai 120.540 km dan
memiliki massa 94,3 kali dari massa bumi. Periode rotasi nya 10,7 jam,
sedangkan periode revolusinya adalah 29,5 tahun. Planet ini mempunyai intii dan
gingin. Planet ini satu-satunya planet yang memiliki cincin. Atmosfer

67
mengandung helium (He). Suhu pada puncak awannya C. Planet ini
memiliki 18 satelit.

URANUS

Uranus memiliki jarak rata-rata dengan matahari 2.875 juta km.


Diameternya 51.118 km dan memiliki massa 14,54 massa bumi. Periode rotasinya
17,25 jam, sedangkan periode revolusinya 84 tahun. Bentuk planet ini mirip
dengan bulan dengan permukaan berwarna hijau dan biru, dibungkus atmosfer
yang mengandung hidrogen (H), helium (He), metana (CH ), dan etana. Suhu
atmosfer C dan suhu intinya mencapai C. Uranus memiliki 15 satelit.

NEPTUNUS

68
Neptunus memiliki jarak rata-rata dari matahari 4.450 juta km.
Diameternya 49.530 km dan memiliki massa 17,2 kali massa bumi. Periode
rotasinya 16,1 jam, Sedangkan periode revolusinya 164, 8 tahun. Bentuk planet
ini mirip dengan bulan dengan permukaan terdapat lapisan silikat. Planet
Neptunus memiliki 8 buah satelit.

C. SATELIT
Stelit adalah anggota tata surya yang ukurannya lebih kegil daripada planet,
berputar pada porosnya, beredar mengelilingi planet, kemudian bersama-sama
dengan planet, berputar mengelilingi matahari. Satelit melakukan tiga gerakan,
yaitu berputar pada porosnya, berevolusi mengelilingi planet, dan berevolusi
bersama planet mengelilingi matahari. Satelit ada dua maoam yaitu :
a. Satelit alamiah
Satelit alamiah sudah ada dalam tata surya dan bukan batan manusia.
b. Satelit buatan
Satelit buatan adalah pesawat kendaraan ruang angkasa masuk ke orbit bumi,
baik yang berawak maupun yang tidak berawak.
D. KOMET

Komet adalah benda langit yang diselimuti awan dan gas sehingga tampak
seperti bintang berekor ketika mendekati matahari.

69
a. Bagian-bagian komet
Kepala komet :Inti komet
Koma
¬ Ekor komet
Arah ekor komet selalu menjauh dari matahari, karena ekor komet
terdorong oleh radiasi matahari dan angin matahari.
E. ASTEROID
Asteroid adalah benda-benda angkasa yang berada dalam serbuk asteroid,
yakni daerah antara orbit Mars dan Jupiter.
Ada dua teori asal mula asteroid :
1. Asteroid berasal dari planet yang terletak di antara Mars dan Jupiter
meledak karena efek gaya ganggu Jupiter dan membentuk asteroid-
asteroid.
2. Asteroid terbentuk pada awal terbentuk pada awal terbentuknya tata surya
terdapat gukup partikel di antara Mars dan Jupiter yang membentuk batu-
batu berkelompok.
A. METEORID, METEOR, DAN METEORIT

Meteorid adalah benda-benda padat yang bertebaran di angkasa yang


berasal dari pecahahan asteroid, materi ekor komet yang tergeger, atau pecahan
benda langit lain.

70
Meteor adalah benda-benda angkasa yang jatuh ke bumi yang pada saat
menembus atmosfer terbakar sehingga timbul nyala yang terlihat dari bumi.
Meteorit adalah meteor yang jatuh ke permukaan bumi.
Berdasarkan materi yang terkandung di dalamnya, meteorit di bedakan menjadi
dua yaitu :
1. meteorit besi : terdiri 90% zat besi dan 10% nikel
2. meteorit batu : terdiri 10% besi dan nikel dan lainnya berupa silikon.

71
UKURAN

72
73
74
75
JUMLAH SATELIT

76
MARS NEPTUNUS BUMI

GARIS TENGAH (1000 6.8 GARIS TENGAH 48.6 GARIS TENGAH 12.8
km) (1000 km) (1000 km)

MASSA (x Bumi) 0.11 MASSA (x Bumi) 17.1 MASSA (x Bumi) 1

ORBIT (juta km) 240 ORBIT (juta km) 4500 ORBIT (juta km) 150

JUMLAH SATELIT 2 JUMLAH SATELIT 8 JUMLAH SATELIT 1

SUHU (o C) 27 SUHU (o C) -225 SUHU (o C) 58

JUPITER MERKURIUS MATAHARI

GARIS TENGAH (1000 142.8 GARIS TENGAH 4.9 GARIS TENGAH 1400
km) (1000 km) (1000 km)

MASSA (x Bumi) 318 MASSA (x Bumi) 0.06 MASSA (x Bumi) 334 million

ORBIT (juta km) 800 ORBIT (juta km) 60 ORBIT (juta km) 0

JUMLAH SATELIT 28 JUMLAH SATELIT 0 JUMLAH SATELIT 0

SUHU (o C) -153 SUHU (o C) 350 SUHU (o C) 5800

URANUS VENUS SATURNUS

GARIS TENGAH (1000 51.1 GARIS TENGAH 12.1 GARIS TENGAH 120.6

77
km) (1000 km) (1000 km)

MASSA (x Bumi) 14.5 MASSA (x Bumi) 0.82 MASSA (x Bumi) 95

ORBIT (juta km) 3000 ORBIT (juta km) 104 ORBIT (juta km) 1400

JUMLAH SATELIT 24 JUMLAH SATELIT 0 JUMLAH SATELIT 30

SUHU (o C) -214 SUHU (o C) 480 SUHU (o C) -185

78
PENGERTIAN

PENGERTIAN ASTEROID

Pada tahun 1801, Piazzi seorang astronom bangsa Itali melakukan

79
observasi dengan teleskop menemukan benda langit yang berdiameter lebih
kurang 2 km beredar mengelilingi Matahari. Dalam beberapa tahun kemudian
ternyata ditemukan pula beberapa benda semacam itu. Benda-benda itu mengorbit
mengelilingi Matahari pada jarak antara Mars dan Yupiter. Pada awalnya orang
menyebut benda ini sebagai planet, tetapi karena ukurannya jauh lebih kecil dari
planet dan benda-benda ini sangat banyak jumlahnya. Maka benda-benda langit
ini disebut asteroid atau planetoid (planaet kecil).
Jadi, asteroid adalah benda-benda langit berukuran kecil yang mengelilingi
Matahari pada lintasan tertentu. Bentuk sisinya tidak beraturan sehingga orang
mengatakan bahwa asteroid adalah pecahan-pecahan sebuah benda langit. Bentuk
lintasannya menyerupai lingkaran.

METEOR DAN METEORID

Meteorid adalah anggota tata surya yang kemungkinan berasal dari komet
dan bagian-bagian pecahan asteroid. Meteroid adalah benda-benda langit kecil
yang mengelilingi matahari dan terdapat di ruang antara planet. Kadang-kadang

80
meteorid bisa tertarik oleh gravitasi planet sehingga memasuki atmosfer Bumi.
Ukuran meteorid mulai dari sebutir biji padi sampai dengan batu besar bulat.
Meteor adalah meteorid yang berpijar karena bergesekan dengan atmosfer.
Meteorid-meteorid yang memasuki atmosfer Bumi dengan kelajuan tinggi.
Menurut para ahli, meteor tersusun dari besi dan nikel. Meteorid digolongkan
menjadi 3 jenis :
1. Meteorid besi nikel mengandung 90% dan 8% nikel.
2. Meteorid batu mengandung banyak kalsium dan magnesium.
3. meteorid tektit mengandung asam kersik 80%

Proses Terjadinya Meteor


Adapun proses terjadinya meteor yaitu adanya gerakan dengan atmosfer
Bumi yang mengakibatkan panas dan menimbulkan pijar pada bagian luar
meteorid, yang bisa kita lihat berupa lintasan cahaya di langit bila hal itu terjadi
pada malam yang cerah. Lintasan cahaya di langit itulah yang kita sebut meteor
atau lebih sering di sebut bintang jatuh.
Banyak Ilmuwan menduga lintasan cahaya itu sebagai komet, yaitu benda
langit yang terdiri dari batu, debu dan gas yang mengelilingi Matahari dengan
lintasan yang sangat lonjong. Akan tetapi, komet jauh berada di luar atmosfer
Bumi sehingga gerakannya tidak dapat dilihat dalam sekali pandang. Jadi,
ilmuwan menyimpulkan bahwa lintasan cahaya itu bukanlah komet.

METEORIT

81
Meteorit adalah benda-benda di luar angkasa dengan kecepatan yang
cepat. Jumlah meteorit di angkasa raya tidak terhitung karena sangat banyak
dengan berbagai bentuk, jenis, bahan kandungan, warna, sifat dan sebagainya.

KOMET

Komet adalah benda langit yang mengelilingi matahari. Komet memiliki


orbit garis edar sendiri yang bentuknya sangat lonjong. Komet biasa disebut
sebagai bintang berekor karena sifatnya yang bercahaya terang dan memiliki ekor
gas debu yang sangat panjang.

SATELIT

82
Satelit adalah benda yang mengelilingi planet yang memiliki orbit
peredaran sendiri. Satelit bersama planet yang dikelilinginya secara bersama-sama
mengelilingi bintang. Bulan adalah satelit alami yang dimiliki oleh bumi yang
bersama bumi mengelilingi matahari, sedangkan satelit palapa, satelit b1, dan
sebagainya adalah satelit buatan manusia yang digunakan untuk tujuan tertentu
seperti untuk komunikasi, mata-mata, riset, dan lain sebagainya.

BINTANG

83
Bintang adalah benda langit luar angkasa yang memiliki ukuran besar dan
memancarkan cahaya sebagai sumber cahaya. Bintang yang terdekat dengan bumi
adalah matahari. Matahari dikelilingi oleh planet-planet anggota tata surya seperti
pelanet bumi, merkurius, venus, mars, jupiter, saturnus, uranus, neptunus dan
jupiter.

GALAKSI

84
Galaksi NGC 4414, spiral galaksi pada rasi bintang Coma Berenices, berdiameter
sekitar 17.000 parsec dan berjarak 20 juta parsec.

Galaksi adalah sebuah sistem yang terikat oleh gaya gravitasi yang terdiri
atas bintang(dengan segala bentuk manifestasinya, antara lain bintang
neutron dan lubang hitam), gas dan debu kosmik medium antarbintang, dan
kemungkinan substansi hipotetis yang dikenal dengan materi gelap. Kata galaksi
berasal dari bahasa Yunani galaxias [γαλαξίας], yang berarti "susu," yang
merujuk pada galaksi Bima Sakti (bahasa Inggris: Milky Way). Tipe-tipe galaksi
berkisar dari galaksi kerdil dengan sepuluh juta (107) bintang hingga galaksi
raksasa dengan satu triliun (1012) bintang, semuanya mengorbit pada pusat
galaksi.Matahari adalah salah satu bintang di galaksi Bima Sakti; tata
surya termasuk bumi dan semua benda yang mengorbit matahari.

Kemungkinan terdapat lebih dari 100 milyar (1011) galaksi pada alam
semesta teramati.[5]Sebagian besar galaksi berdiameter 1000 hingga
100.000 parsec dan biasanya dipisahkan oleh jarak yang dihitung dalam jutaan
parsec (atau megaparsec). Ruang antar galaksi terisi dengan gas yang memiliki
kerapatan massa kurang dari satu atom per meter kubik. Sebagian besar galaksi

85
diorganisasikan ke dalam sebuah himpunan yang disebut klaster, untuk kemudian
membentuk himpunan yang lebih besar yang disebut superklaster. Struktur yang
lebih besar ini dikelilingi oleh ruang hampa di dalam alam semesta.

Meskipun belum dipahami secara menyeluruh, materi gelap terlihat


menyusun sekitar 90% dari massa sebagian besar galaksi. Data observasi
menunjukkan lubang hitam supermasif kemungkinan ada pada pusat dari banyak
(kalau tidak semua) galaksi.

Etimologi

Kata galaksi diturunkan dari istilah bahasa Yunani untuk Milky


Way (galaksi kita), galaxias (γαλαξίας), atau kyklos galaktikos. Kata ini berarti
"lingkaran susu", sesuai dengan penampakannya di angkasa. Dalam mitologi
Yunani, Zeus menempatkan anak laki-lakinya yang dilahirkan oleh manusia biasa,
bayi Heracles, pada payudara Hera ketika Hera sedang tidur sehingga bayi
tersebut meminum susunya dan karena itu menjadi manusia abadi. Hera terbangun
ketika sedang menyusui dan kemudian menyadari ia sedang menyusui bayi yang
tak dikenalnya: ia mendorong bayi tersebut dan air susunya menyembur mewarnai
langit malam, menghasilkan pita cahaya tipis yang dikenal dalam bahasa Inggris
sebagai Milky Way (jalan susu).

MATAHARI

86
Matahari dapat kamu lihat di langit karena Matahari memnacarkan cahaya,
yang sumbernya ada di dalam Matahari itu sendiri. Karena suhu Matahari yang
sangat tinggi, kira-kira 5400oC (bandingkan dengan suhu paling tinggi yang
pernah dilaporkan di permukaan Bumi, yaitu 58 oC), maka materi-materi dalam
Matahari tidak mungkin berbentuk padat, cair, atau gas biasa. Materi-materi
tersebut haruslah berbentuk gas pijar yang disebut Plasma. Dengan demikian,
wujud zat dibagi menjadi empat : Padat, Cair, Gas dan Plasma.

Selain Matahari, benda langit yang juga berbentuk gas pijar dan
memancarkan cahayanya sendiri adalah Bintang. Kesamaan lain antara
Matahari dan Bintang adalah dalam spectrum cahaya dan proses pembentukan
energinya. Baik Matahari maupun Bintang memproduksi sumber energinya
berdasarkan reaksi fusi inti. Karena kesamaan inilah maka Matahari
dikelompokkan sebagai Bintang.

87
Di antara miliaran bintang di langit, Matahari adalah ukuran bintang yang
sedang. Masih banyak bintang lain yang lebih besar, lebih panas dan lebih
cerah daripada Matahari. Sebagai contoh, bintang yang paling cerah adalah
Sirius. Matahari tampak sebagai bintang yang paling besar dan cerah karena
jarak lebih dekat dari Bumi disbanding dengan bintang-bintang lainnya.
Sebagai gambaran, Matahari berjarak kira-kira 150 juta (0,15 miliar) kilometer
dari Bumi, sedangkan bintang kedua terdekat dari Bumi adalah Proxima
Centauri, yang berjarak kira-kira 40000 miliar kilometer dari bumi (300 000
kali jarak Matahari-Bumi).

Ukuran Matahari kira-kira 1 300 000 Bumi, ini artinya 109 bola Bumi hingga
bis menutupi permukaan Matahari.

1. Proses Pembentukan Energi Matahari

Dari analisis spectrum Matahari, diperkirakan Matahari mengandung 75%


unsure Hidrogen, 20% Helium, dan 2% unsur-unsur lebih berat (Oksigen,
Karbon dan Neon). Karena tekanan dan suhu yang sangat tinggi di dalam inti
Matahari (kira-kira 15 juta Kelvin), terjadilah reaksi fusi dua inti Hidrogen
membentuk satu inti Helium. Karena inti Helium hasil fusi lebih kecil dari dari
pada jumlah massa kedua inti Hidrogen, maka terjadilah kehilangan massa
(Δm), yang diubah menjadi energi E, berdasarkan rumus Einstein E = Δmc2
dengan c = 3 x 10 8 m/s adalah cepat rambat cahaya dalam vakum.

Setiap detik massa Matahari berkurang kira-kira 4,6 juta ton untuk
menghasilkan 1,4 x 10 26 energi di dalam inti Matahari. Energi ini setara
dengan energi yang dihasilkan oleh 30 juta truk tangki bensin. Dengan laju
berkurangnya massa Matahari sebesar 4,6 juta ton per detik, diperkirakan
Matahari masih dapat bersinar 5 miliar tahun lagi sebelum akhirnya musnah.
Bumi kita hanya menerima kira-kira ½ miliar dari energi total yang
dipancarkan Matahari.

88
2. Susunan Lapisan-lapisan Matahari

Matahari disusun oleh empat lapisan yaitu : inti, fotosfer, kromosfer, dan
korona.

✔ Inti Matahari adalah bagian dalam Matahari yang merupakan bagian


yang paling panas dan paling padat, bersuhu 15 juta Kelvin dan
bertekanan 200 miliar kali tekanan permukaan Bumi.

Bagaimana energi inti Matahari merambat menuju permukaan Matahari


(fotosfer)?. Ada dua cara perambatan ; pertama dalam zona radiasi, yaitu dari
inti Matahari menuju bagian yang dekat dari permukaan Matahari, energi
merambat secara radiasi melalui gas pijar (plasma) yang terdapat pada bagian
dalam Matahari. Kedua, dalam Zona Konveksi, gas-gas panas bergerak ke atas
gas-gas yang lebih dingin bergerak ke bawah.

✔ Fotosfer atau lapisan cahaya adalah lapisan Matahari yang dapat kita
lihat. Ia tampak menyerupai piringan emas yang terang. Fotosfer
merupakan daerah yang agak tipis dengan kedalaman sekitar 500 km
atau kurang dai 1/2000 jari-jari Matahari. Suhu fotosfer bagian dalam
adalah 6000 K dan berkurang menjadi 4300 K pada bagian luar. Gas-
gas panas pada fotosfer memancarkan cahaya dengan intensitas sangat
kuat sehingga cahayanya dapat terlihat berwarna kuning dari Bumi.
Dilihat dengan teleskop, fotosfer tampak seperti butiran-butiran kecil
dan ini merupakan massa dari bintik-bintik panas pada Matahari.

✔ Lapisan yang terdapat di atas fotosfer disebut atmosfer Matahari , dan


sebagian besar lapisan ini terdiri dari gas Hidrogen. Ia tersusun atas dua
lapisan diantaranya; lapisan bawah atau paling dekat dengan fotosfer
disesbut kromosfer atau bola warna. Lapisan atas atau sebelah luar
disebut korona atau mahkota. Lapisan kromosfer menjulang 12 000 km
di atas fotosfer, memiliki tebal kira-kira 2400 km, dan suhu pada bagian
atasnya lebih dari 10 000 K.

89
✔ Lapisan korona jauh lebih panas disbandingkan dengan kromosfer, dan
para ahli menakksir suhu 2 juta Kelvin untuk daerah luarnya. Akibat
suhu yang sangat tinggi ini korona mengembang sangat cepat dalam
ruang hampa. Ini disebabkan karena pemaksaan perpindahan kalor
(energi) secara konveksi dalam fotosfer dan kromosfer, memanaskan
secara sensitive gas yang sangant tipis dalam korona.

Selama gerhana total berlangsung, fotosfer yang tertutup oleh Bulan dan
akan tampak dengan mata telanjang suatu bentuk mahkota di sebelah luar
cincin yang bersinar merah (kromosfer), dan bentuk mahkota inilah yang
disebut korona.

PLANET

Lima planet yang dapat kamu lihat dengan mata telanjang yaitu ; Merkurius,
Venus, Mars, Jupiter dan Saturnus. Dua planet lainnya ; Uranus dan Neptunus
hanya dapat dilihat dengan menggunakan teleskop. Uranus ditemukan oleh
Herschel, 13 Mart 1781. Neptunus pertama kali dilihat di langit oleh Johann G.
Galle pada 23 September 1846.

Merkurius

Merkurius adalah planet berbatu dengan diameter hanya 4880 km, ukurannya
kurang dari setengah ukuran Bumi. Seperti Bulan, planet ini tidak memiliki
atmosfer. Akibatnya banyak meteorit yang menumbuk permukaannya dan
meninggalkan banyak lekukan seperti di Bulan.

Venus

Ia terlihat planet paling terang karena jaraknya lebih dekat dengan


Bumi. Ukurannya hamper sama dengan Bumi. Kita biasa melihatnya bersinar di
langit paling barat sebelum matahari terbenam, sehingga ia disebut bintang
kejora

90
BULAN

Bulan adalah satu-satunya satelit alami Bumi, dan merupakan satelit alami
terbesar ke-5 di Tata Surya. Bulan tidak mempunyai sumber cahaya sendiri dan
cahaya Bulan sebenarnya berasal dari pantulan cahaya Matahari.

Jarak rata-rata Bumi-Bulan dari pusat ke pusat adalah 384.403 km, sekitar
30 kali diameter Bumi. Diameter Bulan adalah 3.474 km,[1] sedikit lebih kecil dari
seperempat diameter Bumi. Ini berarti volume Bulan hanya sekitar 2 persen
volume Bumi dan tarikan gravitasi di permukaannya sekitar 17 persen daripada
tarikan gravitasi Bumi. Bulan beredar mengelilingi Bumi sekali setiap 27,3 hari
(periode orbit), dan variasi periodik dalam sistem Bumi-Bulan-
Matahari bertanggungjawab atas terjadinya fase-fase Bulan yang berulang setiap
29,5 hari (periode sinodik).

Massa jenis Bulan (3,4 g/cm³) adalah lebih ringan dibanding massa jenis
Bumi (5,5 g/cm³), sedangkan massa Bulan hanya 0,012 massa Bumi.

Bulan yang ditarik oleh gaya gravitasi Bumi tidak jatuh


ke Bumidisebabkan oleh gaya sentrifugal yang timbul dari orbit Bulan
mengelilingi bumi. Besarnya gaya sentrifugal Bulan adalah sedikit lebih besar
dari gaya tarik menarik antara gravitasi Bumi dan Bulan. Hal ini menyebabkan
Bulan semakin menjauh dari bumi dengan kecepatan sekitar 3,8cm/tahun.

91
Bulan berada dalam orbit sinkron dengan Bumi, hal ini menyebabkan
hanya satu sisi permukaan Bulan saja yang dapat diamati dari Bumi. Orbit sinkron
menyebabkan kala rotasi sama dengan kala revolusinya.

Di bulan tidak terdapat udara ataupun air. Banyak kawah yang terhasil di
permukaan bulan disebabkan oleh hantaman kometatau asteroid. Ketiadaan udara
dan air di bulan menyebabkan tidak adanya pengikisan yang menyebabkan
banyak kawah di bulan yang berusia jutaan tahun dan masih utuh. Di antara
kawah terbesar adalah Clavius dengan diameter 230 kilometer dan sedalam 3,6
kilometer. Ketidakadaan udara juga menyebabkan tidak ada bunyi dapat terdengar
di Bulan.

Bulan adalah satu-satunya benda langit yang pernah didatangi dan didarati
manusia. Obyek buatan pertama yang melintas dekat Bulan adalah wahana
antariksa milik Uni Sovyet, Luna 1, obyek buatan pertama yang membentur
permukaan Bulan adalah Luna 2, dan foto pertama sisi jauh bulan yang tak pernah
terlihat dari Bumi, diambil oleh Luna 3, kesemua misi dilakukan pada 1959.
Wahana antariksa pertama yang berhasil melakukan pendaratan adalah Luna 9,
dan yang berhasil mengorbit Bulan adalah Luna 10, keduanya dilakukan pada
tahun 1966.[1] Program Apollo milikAmerika Serikat adalah satu-satunya misi
berawak hingga kini, yang melakukan enam pendaratan berawak antara 1969 dan
1972.

Bulan Sebagai Penanda Waktu

Fase bulan pada saat mengelilingi bumi

Bulan purnama adalah keadaan ketika Bulan nampak bulatsempurna dari


Bumi. Pada saat itu, Bumi terletak hampir segaris di antara Matahari dan Bulan,

92
sehingga seluruh permukaan Bulan yang diterangi Matahari terlihat jelas dari arah
Bumi.

Kebalikannya adalah saat bulan mati, yaitu saat Bulan terletak pada
hampir segaris di antara Matahari dan Bumi, sehingga yang ‘terlihat’ dari Bumi
adalah sisi belakang Bulan yang gelap, alias tidak nampak apa-apa.

Di antara kedua waktu itu terdapat keadaan bulan separuh danbulan


sabit, yakni pada saat posisi Bulan terhadap Bumi membentuk sudut tertentu
terhadap garis Bumi – Matahari. Pada saat itu, hanya sebagian permukaan Bulan
yang disinari Matahariyang terlihat dari Bumi.

Fase bulan

bulan mati bulan sabit bulan separuh bulan purnama

bulan purnama bulan separuh bulan sabit bulan mati

Asal Usul

Asal – usul bulan tidak diketahui secara pasti, tetapi ilmuan menemukan
bukti besar bahwa Bulan berasal dari tubrukan bumi dengan planet kecil yang
bernama theira sekitar 3 milyar tahun yang lalu, dan menghasilkan debu yang
berjumlah sangat banyak dan mengorbit di sekeliling bumi dan
akhirnya debu mengumpul menjadi bulan. Pada awalnya jarak bulan pada pertama
kali hanya sekitar 30.000 mil atau 15 kali lebih dekat dari jarak Bulan dengan
Bumi sekarang. Dari hasil penelitian Bulan menjauh sekitar 3,8 cm per tahunnya.

93
TERBESARNYA

94
ASTEROID TERBESAR

1 Ceres dengan diameter 941 km merupakan asteroid terbesar. Selain itu,


asteroid ini juga tercatat merupakan asteroid yang pertama kali ditemukan.

ASTEROID TERKECIL

Rekor sebagai asteroid terkecil dipegang oleh asteroid 1993KA2. Asteroid


yang ditemukan tahun 1993 ini hanya berdiameter 5 m.

METEORID

95
Ruang antar planet mengandung banyak partikel, partikel-partikel tersebut
dinamakan meteorid. Meteorid yang memasuki bumi dan menyala akibat gesekan
dengan atmosfer dinamakan meteor. Meteor sering kita sebut bintang jatuh.
Dalam sehari sekitar 100 – 1000 ton materi meteorit menghantam Bumi. Materi-
materi yang berbentuk debu sampai dengan objek berukuran beberapa kilometer,
bergerak memasuki Bumi dengan kecepatan lebih dari 11 km/s. Materi-materi
yang berbentuk debu sampai dengan objek berukuran beberapa kilometer,
bergerak memasuki Bumi dengan kecepatan lebih dari 11 km/s. Kebanyakan
meteor habis terbakar karena bergesekan dengan atmosfer bumi.

Meteorid yang sampai Bumi dinamakan meteorit. Meteorit terbesar yang


diketahui adalah yang jatuh di Hoba West, Namibia. Volum meteorit tersebut
berkisar 7 m 3 dengan massa 60 ton.

Bukti-bukti jatuhnya objek-objek luar angkasa ini bisa terlihat dari kawah
yang terbentuk di berbagai belahan Bumi. Kawah terbesar adalah kawah

96
Barringer di Arizona yang berdiameter lebih dari 1000 m dan memiliki kedalaman
170 m

METEORIT TERBESAR

Pecahan meteorit berukuran antara 2,4 – 2,7 m yang ditemukan di Hoba


West, dekat Grossfontein, Namibia pada tahun 1920 diduga merupakan meteorid
terbesar yang pernah jatuh ke Bumi dan tercatat oleh manusia. Pecahan meteorid
tersebut berasal dari sebuah meteorit tunggal yang beratnya diperkirakan
mencapai 59 ton.

HUJAN METEOR TERBESAR

Hujan Meteor Leonid yang terjadi tanggal 16-17 November 1966 dan
terlihat di Amerika Utara bagian barat hingga Rusia bagian timur merupakan
hujan meteorid terbesar yang pernah tercatat. Meteor yang melintas di wilayah
Arizona tercatat mencapai 2.300 meteor per menit selama 20 menit.

KOMET TERBESAR

Komet Centaur 2060 Chiron yang ditemukan tahun 1977 merupakan


komet terbesar yang diketahui dengan diameter 182 km.

SATELIT

Amerika Serikat baru saja meluncurkan satelit terbesar yang pernah ada
untuk mengorbit ke bumi, sedangkan tujuan dari satelit ini masih rahasia, namun
yang kami tahu satelit ini bukan untuk memantau cuaca.

Misinya adalah untuk mengumpulkan data intelijen untuk US National


Reconnaissance Office.

Satelit yang dijuluki NROL-32, dikirim ke orbit kemarin oleh roket Delta
4 Heavy - roket tak berawak terbesar dengan booster berbahan bakar cair paling
kuat. US National Reconnaissance Office (NRO) Direktur Bruce Carlson berkata
bahwa NROL 32 akan menjadi "satelit terbesar di dunia."

97
Semua ini hal superlatif ini tidak mungkin hanya hasil dari obsesi Amerika
untuk membuat satelit yang paling besar, bahkan, NRO meluncurkan hampir sama
banyak kendaraan kecil ke angkasa seperti halnya yang besar. Lebih tepatnya,
bagaimanapun, NROL-32 memiliki pekerjaan yang sangat penting: mengganti
satelit-era Perang Dingin yang habis masa berlakunya.

Kami berharap, satelit baru yang besar yang dikirim ke orbit akan terus
berkelanjutan, serta mencapai apa yang NRO dita-citakan dalam ilmu
pengetahuan dan teknologi.

SATELIT TERBESAR DI ATAS ANGKASA

Perusahaan Indonesia, Media Nusantara Citra (MNC), jaringan Media


terbesar di Asia tenggara, meluncurkan Satelit IndoStar II, Satelit S-band terbesar

98
(Pemerintah Cina berencana untuk memiliki satelit yang lebih besar, ….tapi tidak
dalam waktu dekat ini). Hal ini merupakan langkah besar untuk industry media di
Indonesia, termasuk di regional ASEAN.

Indonesia, adalah Negara Asia yang pertama kali meluncurkan satelit ke


luar angkasa, pada waktu itu, hanya Amerika Serikat dan Canada yang sudah
meluncurkan satelit yang sama sebelumnya. Saya dulu pernah diinformasikan
oleh salah satu blogger asal Thailand, bahwa ketika dia SD, pernah diajarkan
tentang Satelit Asia pertama yang diluncurkan oleh bangsa Indonesia.

Galaksi IC 1101, Galaksi Terbesar di Alam Semesta (Jagat Raya)

Galaksi terbesar di Alam Semesta (jagat raya) yang diketahui manusia


adalah galaksi IC 1101. Galaksi ini terletak di pusat gugus galaksi Abell 2029.
Galaksi ini dimasukkan kedalam kelas kategori cD (Galaksi raksasa/Galaksi
terbesar). Letak galaksi ini yaitu 1.07 miliar tahun cahaya dari konstelasi Serpens.
Galaksi IC 1101 memiliki diameter sejauh lebih dari 5 juta tahun cahaya yang saat
ini menjadi galaksi terbesar yang diketahui manusia.

Berisi lebih dari 100 triliun bintang, jauh lebih besar jika dibandingkan
dengan galaksi kita (Bima Sakti) yang hanya mengandung 250 miliar bintang dan
Andromeda 400 miliar bintang. Jika IC 1101 ada di galaksi kita maka ia dapat
menelan galaksi kita termasuk galaksi Andromeda karena besarnya energi yang
dimilikinya.

99
Ilmuwan Temukan Bukti Kehidupan di Titan, Bulan Terbesar
Saturnus

100
PARA ILMUWAN menemukan bukti dan petunjuk adanya
tanda kehidupan diTitan, bulan yang terbesar di planet Saturnus, yang
kemungkinan adalah alien primitif yang bernapas di atmosfer Titan.

Penemuan mengejutkan ini, ditemukan oleh penjelajah Cassini milik


NASA yang sedang mengorbit, dan terungkap dalam dua laporan terpisah. Data
dari Nasa tersebut menganalisis bahwa terdapat bahan kimia yang kompleks di
permukaan Titan – bulan yang terkenal memiliki atmosfer padat.

Permukaannya ditutupi dengan pegunungan, danau dan sungai, para


astronom menyebutnya dengan istilah Earthlike atau dunia yang paling dalam di
tata surya. Bahan kimia organik itu terdeteksi dengan lebar 3.200 mil. Tapi cairan
di Titan bukanlah air (hidrogen) tetapi metana dan
para ilmuwanberharap kehidupan di sana adalah metana berbasis.

Makalah pertama, dalam jurnal Icarus, menunjukkan bahwa gas hidrogen


yang mengalir melalui AtmosferTitan, hilang di permukaan, yang kemungkinan
membuat mahluk asing tersebut bisa bernafas.

Makalah kedua, dalam Journal of Geophysical Research, ada bahan kimia


tertentu di permukaan Titan, yang dipercayai para ilmuwan terkemuka untuk
dapat dikonsumsi oleh mahluk hidup.

101
Para ilmuwan memprediksikan bahwa sinar matahari berinteraksi dengan
bahan kimia di atmosfer, menghasilkan asetilena yang jatuh ke permukaan Titan.
Tapi masalahnya, Cassini asetilena tidak terdeteksi di sana.

Para ahli memperingatkan bahwa mungkin ada penjelasan lain untuk hasil
tersebut. Tapi secara bersama-sama, mereka menemukan bukti adanya dua
kondisi penting yang diperlukan untuk kehidupan berbasis metana.

Seperti dilansir dari laman DailyMail, Sabtu (05/06/2010), Chris McKay


dari NASA astrobiologis mengatakan, “Jika tanda-tanda ini tidak berubah menjadi
suatu tanda-tanda kehidupan, itu akan menjadi dua kali lipat menariknya, karena
akan mewakili bentuk kedua dari kehidupan independen dari berbasis
air kehidupan di Bumi.”

Para ilmuwan percaya bahwa ketika Matahari ‘membengkak’, menelan


Bumi, kemungkinan kondisi yang ideal di Titan menjadi hangat.

Profesor John Zarnecki dari Universitas Terbuka, mengatakan, “Kami


percaya dari bahan kimia tersebut adakehidupan terbentuk. Ini hanya
membutuhkan panas dan kehangatan untuk memulai proses.

Planet terbesar!! Matahari hanya seperti sebesar debu

mengapa harus dilihat biarlah kita yg kadang merasa paling hebat dan
paling besar tau....bahwa kita hanyalah seperti debu jika dibandingkan dengan
gambar-gambar ini :

102
103
104
GERHANA BULAN

105
GERHANA BULAN

Gerhana bulan terjadi saat sebagian atau keseluruhan


penampang bulantertutup oleh bayangan bumi. Itu terjadi bila bumi berada di
antara mataharidan bulan pada satu garis lurus yang sama, sehingga sinar matahari
tidak dapat mencapai bulan karena terhalangi oleh bumi.

Dengan penjelasan lain, gerhana bulan muncul bila bulan sedang


beroposisi dengan matahari. Tetapi karena kemiringan bidang orbit bulan
terhadap bidang ekliptika, maka tidak setiap oposisi bulan dengan matahari akan
mengakibatkan terjadinya gerhana bulan. Perpotongan bidang orbit bulan dengan
bidang ekliptika akan memunculkan 2 buah titik potong yang disebut node, yaitu
titik di mana bulan memotong bidang ekliptika. Gerhana bulan ini akan terjadi
saat bulan beroposisi pada nodetersebut. Bulan membutuhkan waktu 29,53 hari
untuk bergerak dari satu titik oposisi ke titik oposisi lainnya. Maka seharusnya,
jika terjadi gerhana bulan, akan diikuti dengan gerhana matahari karena
kedua node tersebut terletak pada garis yang menghubungkan antara matahari
dengan bumi.

Sebenarnya, pada peristiwa gerhana bulan, seringkali bulan masih dapat


terlihat. Ini dikarenakan masih adanya sinar matahari yang dibelokkan ke arah
bulan oleh atmosfer bumi. Dan kebanyakan sinar yang dibelokkan ini
memiliki spektrum cahaya merah. Itulah sebabnya pada saat gerhana bulan, bulan

106
akan tampak berwarna gelap, bisa berwarna merah tembaga, jingga, ataupun
coklat.

Gerhana bulan dapat diamati dengan mata telanjang dan tidak berbahaya
sama sekali.

Jenis-Jenis Gerhana Bulan

1. Gerhana bulan total

Pada gerhana ini, bulan akan tepat berada pada daerah umbra.
2. Gerhana bulan sebagian
Pada gerhana ini, tidak seluruh bagian bulan terhalangi dari matahari oleh
bumi. Sedangkan sebagian permukaan bulan yang lain berada di
daerah penumbra. Sehingga masih ada sebagian sinar matahari yang
sampai ke permukaan bulan.
3. Gerhana bulan penumbra
Pada gerhana ini, seluruh bagian bulan berada di bagian penumbra.
Sehingga bulan masih dapat terlihat dengan warna yang suram.
Galeri

16 Mei 2003 7 November 2003 28 Oktober 2004 14 Maret 2006

3 Maret 2007 21 Februari 2008 16 Agustus 2008


GERHANA BULAN TOTAL

107
Sejumlah wilayah itu di antaranya di semua tempat Amerika bagian Utara
dan Selatan, begitu pula di Eropa bagian utara dan barat serta di sebagian wilayah
di Asia Timur Laut, termasuk Korea dan Jepang. Gerhana bulan total juga bisa
terlihat di North Island, Selandia Baru, dan Hawaii. Maka, peristiwa ini berpotensi
disaksikan sekitar 1,5 miliar orang.

Fase gerhana bulan secara total akan berlangsung 72 menit, dimulai pada
Selasa pagi, 21 Desember 2010, pukul 6.33 UT atau 2.41 EST, yang sama dengan
pukul 23.41 PST pada 20 Desember malam.

Dan ini adalah gerhana bulan total pertama yang bersamaan dengan musim
dingin sejak tahun 1638.

Inilah Gambar-Gambar Gerhana Bulan Total Dari Sejumlah Wilayah.

Sejumlah wilayah itu di antaranya di semua tempat Amerika bagian Utara


dan Selatan, begitu pula di Eropa bagian utara dan barat serta di sebagian wilayah
di Asia Timur Laut, termasuk Korea dan Jepang. Gerhana bulan total juga bisa
terlihat di North Island, Selandia Baru, dan Hawaii. Maka, peristiwa ini berpotensi
disaksikan sekitar 1,5 miliar orang.

Fase gerhana bulan secara total akan berlangsung 72 menit, dimulai pada
Selasa pagi, 21 Desember 2010, pukul 6.33 UT atau 2.41 EST, yang sama dengan
pukul 23.41 PST pada 20 Desember malam.

Dan ini adalah gerhana bulan total pertama yang bersamaan dengan musim
dingin sejak tahun 1638.

Inilah gambar-gambar gerhana bulan total dari sejumlah wilayah.

108
Gambar spektakuler gerhana bulan yang jiambil dari atas ladang yang
tertutup salju tinggi di Pennines atas Holmbridge, West Yorkshire

Gerhana bulan di musim dingin seperti yang terlihat di atas atap masjid
Horton Park, Bradford

109
Bulan merah dilihat dengan teleskop dari Palm Beach Gardens, Amerika
Serikat, (kiri), sedangkan bulan mulai ditutupi oleh bayangan Bumi di Edinburgh
(kanan)

Sebuah gambar yang diambil di New York, kiri, menunjukkan bulan


sebagai gerhana total mendekati puncaknya sementara di Silver Spring, Maryland,
kanan, bulan berubah yang mendalam merah.

110
Gerhana bulan terlihat di Perbatasan Skotlandia.

Bulan di berbagai tahap dari gerhana bulan total Desember 2010 seperti
yang terlihat dari Mexico City.

111
Diselimuti kegelapan: Bagian dari bulan masih dalam kegelapan saat
bayangan bumi bergerak menyelimutinya selama proses gerhana. Gambar ini
diambil dari Dallas.

Gambaran Pacman: Gambar yang diambil dari Great Falls, Virginia.

112
Gerhana Bulan di Ayrshire, Skotlandia, kiri, sedangkan bulan hampir
sepenuhnya hilang cahayanya di pagi 02:21 waktu Pantai Timur Amerika (EST)
di Great Falls, Virginia

113
Sebuah diagram yang menunjukkan bagaimana pembiasan cahaya di
sekitar tepi Bumi bisa membuat bulan tampak merah darah selama gerhana

114
Gerhana bulan terjadi ketika Matahari, Bumi dan Bulan berada dalam satu
garis lurus sehingga cahaya matahari ke bulan tertutupi oleh bayangan bumi.

115
GERHANA MATAHARI

GERHANA MATAHARI SEBAGIAN SETELAH HUJAN METEOR

116
Selain hujan meteor Quadrantid, sebagian belahan bumi akan mendapat
bonus pertunjukan angkasa lainnya pada hari Selasa (4/1) yaitu gerhana matahari
parsial.

Atraksi langit tersebut akan terjadi pada pagi hari setelah hujan Meteor
Quadrantid. Namun, hanya orang-orang yang berada di Eropa, bagian utara
Afrika, dan Asia bagian barat saja yang akan mengalami fenomena alam itu.
Tentu dengan syarat apabila cuaca mengizinkan dan langit tidat tertutup awan.

Bagian bayangan terluar bulan yang disebut penumbra akan menyapu


belahan utara bumi. Daerah yang pertama kali mengalami gerhana adalah Algeria,
negara terbesar kedua di benua Afrika. Kontak pertama matahari dengan
penumbra akan terjadi saat matahari terbit di kota Salah, sebuah kota oasis di
Algeria tengah yang terletak di jantung Gurun Sahara, di belahan utara Afrika.
Swedia adalah negara yang akan mendapat pertunjukan angkasa paling menarik
dari gerhana parsial kali ini. Wilayah yang akan tertutupi bayangan bulan sampai
dengan 80 persen pada saat matahari terbit adalah di bagian timurlaut Swedia
sepanjang teluk Bothnia dekat kota Skellefteå. Di tempat itu matahari musim
dingin akan tampak seolah terbit di cakrawala sebelah utara dengan bagian atas
dan tengahnya tertutup bayangan bulan pada pukul 9:51 waktu setempat.

Pada akhirnya, bayangan akan menyelimuti hampir seluruh Eropa, belahan


utara Afrika, kawasan Timur Tengah, dan Asia bagian barat. Bayangan bulan
akan terus bergerak ke arah timur dan akhirnya meninggalkan permukaan bumi di
Kazakhstan, tepatnya di utara Danau Balkhash sekira 4 jam 21 menit setelah
pertama kali mendarat di Algeria.

117
GERHANA MATAHARI CINCIN

118
GMC-mreclipse

Senin 26 Januari 2009, sekitar sore-petang, wilayah Indonesia akan


dilewati oleh perisitiwa Gerhana Matahari Cincin (GMC). Fenomena ini
merupakan peristiwa yang langka terjadi, dan moment ini oleh Bosscha dijadikan
sebagai event pembuka pada perayaan Tahun Astronomi Internasional 2009 di
Indonesia. Apakah Gerhana Matahari Cincin itu…? Saya bisa melihatnya dari
mana saja…? Di Indonesia…?

AWAS…!!!
JANGAN MENATAP MATAHARI SECARA LANGSUNG
BAIK SEBELUM MAUPUN SELAMA GERHANA
KARENA DAPAT MENIMBULKAN KEBUTAAN
Disebut Gerhana Matahari Cincin (GMC) karena bagian bola Matahari
yang tampak dari Bumi layaknya piringan itu tidak seluruhnya tertutup oleh
bayang-bayang Bulan. Bagian yang terlihat oleh kita yang di Bumi hanya sebgain
kecil seperti sabit bulan tapi ini Matahari, ya seperti sabit matahari gitu. Inilah
Cincin dari sebagian cahaya matahari. Sketsa terjadinya Gerhana Matahari kurang
lebih sebagai berikut:

119
Sketsa terjadinya Gerhana Matahari

Jadilah kita nanti melihat Matahari Sabit, kalau tiap bulan itu yang kita
lihat adalah Bulan Sabit. Bahkan dalam simulasi nanti saya perlihatkan, bukan
sekedar Gerhana Matahari, tetap juga Gerhana Bumi, apaan itu…?
Ya, kalau kita melihat matahari lalu tertutup oleh rembulan, kita jadi
melihat gerhana matahari. Maka kalau kita mau melihat bumi lalu juga tertutup
oleh rembulan, jadinya yaa gerhana bumi.
Sebelumnya, kita bicara GMC 26 Januari 2009 ini. Saya di Surakarta,
insya Allah akan bisa melihat peristiwa ini dengan cukup sempurna. Sebab
peristiwa GMC 2009 ini akan mulai terjadi sekitar jam 15:30 WIB dan mencapai
puncak jam 16:40 WIB, lalu usai sekitar menjelang adzan maghrib.
Berikut simulasinya (dilihat dari angkasa):

120
Animasi GMC 26 Jan 2009

Dari peta animasi di atas, kita bisa mengetahui bahwa lintasan bayangan
umbra (bayangan inti) dalam Gerhana Matahari Cincin ini hanya selebar 280 km,
namun kebetulan menyentuh wilayah Indonesia khususnya dari Selat Sunda
hingga ke Kalimantan Timur. Di luar wilayah tersebut, gerhana tetap bisa dilihat,
namun menampakkan dirinya dalam wujud gerhana sebagian. Misalnya saja
seluruh kawasan Pulau Sumatra (selain Lampung dan Sumatra Selatan), dalam
peta dilintasi garis biru muda sejajar umbra bernilai 0,6 dan 0,8.
Artinya wilayah2 tersebut akan menyaksikan Matahari tertutupi bundaran
Bulan antara 60 – 80 % (nilai persisnya bergantung pada posisi tiap titik di daerah
tersebut). Demikian pula, sebagian besar Pulau Jawa akan menyaksikan Gerhana
Matahari Cincin inis ebagai gerhana sebagian dimana Matahari tertutupi Bulan
hingga > 80 %. Sebagai tambahan, magnitude Gerhana Matahari Cincin ini
sendiri, yakni luas permukaan Matahari yang tertutupi bundaran Bulan, adalah 93
%. Artinya di jalur umbra pun kita ‘hanya’ sanggup melihat 93 % cakram
Matahari tertutupi Bulan, makanya disebut Gerhana Cincin.
Seluruh wilayah Indonesia ada di sebelah timur garis imajiner 09:30 UT,
artinya puncak gerhana baru terjadi selepas pukul 16:30 WIB namun sebelum
16:55 WIB.
Saya ambil contoh misalnya lokasi pengamatan di Bandar Lampung,
Provinsi Lampung. Disini gerhana bisa diamati sejak pukul 15:21 WIB (ketika
kontak umbra mulai terjadi, dimana cakram Bulan mulai menyentuh tepi piringan

121
Matahari) dan berakhir pada pukul 17:52 WIB (ketika kontak umbra berakhir,
dimana cakram Bulan tepat sepenuhnya meninggalkan piringan Matahari).
Sementara puncak gerhana terjadi pada pukul 16:42 WIB. Untuk tempat2 lainnya
di Pulau Sumatra dan Jawa dan Kalimantan (serta Semenanjung Malaysia),
waktunya tidak berselisih jauh (paling hanya berbeda beberapa menit, tentu saja
setelah dikonversikan dengan standar waktu setempat).
Untuk mangayubagyo Gerhana ini, ya silahkan dipersiapkan untuk
melakukan pengamatan dan menjadi saksi hidup kejadian gerhana di Indonesia,
yang memang jarang terjadi . Jangan lupa untuk mempersiapkan teknik khusus,
karena kita mengamati Matahari, obyek terang yang bisa merusak mata. Untuk
anda2 yang Muslim, ya silahkan dikomunikasikan dengan Pengurus/Takmir
Masjid setempat dimana anda beraktivitas agar turut menyelenggarakan Shalat
Sunnah gerhana Matahari.
Sebagai tambahan, di minggu keempat Januari 2009 itu diprediksikan
siklus cuaca anomalik Madden Julian Oscillation yang mendatangkan curah hujan
berintensitas tinggi di Indonesia telah kembali. Terlebih lagi gerhana terjadi ketika
Matahari berada pada ketinggian nan rendah di atas horizon. Maka peluang langit
tertutup awan cukup tinggi. Namun jangan pesimistis dulu lah. Di antara langit2
nyang gelap tertutup awan, tentu ada yang cerah dan bisa melihat gerhana.
Potongan animasi di atas bila kita lihat dari Bumi adalah (Lokasi Surakarta, Jam
dalam UT+7):

122
GMC 26-1-09 dari Surakarta

GMC pada 26 Januari 2009 nanti, bayang-bayang utama (umbra) Bulan


yang jatuh di permukaan Bumi kira-kira lebarnya 280 km, sehingga tidak seluruh
tempat berkesempatan untuk menyaksikan fase cincin. Momen puncak gerhana
sendiri hanya berlangsung kurang dari 8 menit. Panjang pulau Jawa saja sekitar
1000 km, jadi hanya seperempat area saja yang mungkin kebagian cincin.
Melalui Planetarium Starrynight, saya coba melihatnya dari beberapa
wilayah. Dengan pembesaran (zooming) tingkat maksimal.
Puncak Gerhana Matahari Cincin 26 Jan 2009 dilihat dari Solo jam 16:40
WIB (Surakarta dan sekitarnya):

123
Puncak GMC 26 Januari 2009 dari Surakarta

Puncak GMC, memang akan menampakkan sebuah Cincin Matahari yang


sangat indah tentunya. Fenomena iniakan nampak ya sekitar jam 16:40 WIB,
maju-mundurnya sekian menit lah…
Bila jarak pandang normal dan menggunakan alat bantu yang aman, kira2
gmc itu seperti ini:

Matahari laksana cincin saat GMC

Selama 600 tahun sejak dari 1501 – 2100 M, ada 179 kali gerhana
matahari yang bisa dihisab untuk lalu dirukyah, dan GMC ini salah satunya.

124
Nah, untuk bisa mensyukuri nikmat Ilaahi ini, ada baiknya kita membuat
alat sederhana untuk bisa melihat dengan selamat. Memang saat puncak, kita bisa
saja melihat sesaat tanpa alat bantu dengan selamat, tetapi proses sebelum dan
setelahnya bisa menyilaukan mata kita. Belum lagi radiasi infrarednya. Berikut
alat yang bisa kita buat.

Kacamata Matahari sederhana

Bahan:

1. Kertas tebal

2. Lem kertas

3. Gunting

4. Negatif Film atau klise yang sudah ter’bakar’. Sebab filter asli saya belum
tahu beli di mana dan nanti bisa kita pakai, sebagai kaca di kacamata atau
sebagai mata di topeng. Contoh kacamata matahari adalah sebagai berikut:

Melihat matahari dengan aman

Tapi saya mengingatkan, kalau melihat sesekali saja lalu lepas dan lihat
lagi. Jangan terus-menerus tanpa jeda.
Paling aman adalah dengan cara memantulkannya di layar, baru kita
melihat hasilnya di layar tersebut. Misalnya Teleskop kita arahkan ke matahari,

125
lalu kita pasangkan di lensa okuler selembar nertas dengan diatur posisinya
sehingga gambar fokus, maka kita mendapatkan hasilnya dilayar tersebut:

Observasi Matahari yang aman

Gerhana Matahari Cincin 26 Jan 2009, dilihat dari Aceh, puncak GMC
terjadi pada pukul 16:40 dan simulasinya sebagai berikut:

GMC 26 Jan 2009 di Aceh

Kalau ini bukan cincin, tetapi sepatu kuda, sebab area matahari yang
nampak jauh lebih besar ketimbang yang tertutup oleh permukaan bulan. Ini
disebabkan wilayah Aceh adalah berada di area yang jauh dari jalur inti yang
dilalui GMC, ya jadinya begitu…
Kalau dari Mataram, puncak GMC terjadi pada pukul 17:40 WIB, dan
kurang lebih simulasinya sebagai berikut:

126
GMC 26 Jan 2009 dari Mataram

Cincin di kota Mataram dan sekitarnya ini lebih besar bila dibanding cicin
yang dilihatdari Solo tadi. Tetapi meski agak besar, pemandangan di kota
Mataram dan wilayah sekitarnya ini cukup bagus sebab masih banyak dan cukup
waktu untuk menikmatinya sampai saatnya matahari terbeban satu jam kemudian.
Selanjutnya, kalau fenomena ini kita lihat dari wilayah Ambon mewkili
Indonesia Timur, maka pemandangan sang surya menjadi seperti ini:

127
GMC 26 Jan 2009 di Aceh

Pemandangan ini sulit dilihat oleh warga di sekitar kota Ambon, dan juga
kepulauan di sekitarnya termasuk Papua, sebab saat itu sang surya memang sudah
tiba waktunya untuk terbenam di ufuk barat. Jadi sangat sulit mencapai puncak
GMC, namun proses dari gerhana ini masih bisa disaksikan beberapa menit
menjelang petang sebelum matahari terbenam.
Semua tadi akan bisa menjadi kenangan indah dengan satu syarat saja,
yakni cuaca tidak mendung…
Nah, seperti saya janjikan di atas; kita juga akan mencoba melihat
peristiwa ini dari Matahari. Kita akan tour ke sana, dan setelah sampai kita
mencoba mencari lokasi Bumi berada, baru setelah itu kita cocokkan jam
universal di posisi 16:40 WIB dikurangi 8 jam menjadi 08:40 UT, dan berikut
pemandangan Bumi ditutup oleh si kecil Bulan …

gBt 26 Januari 2009, 08:40 UT

gBt= Gerhana Bumi Total, dilihat dari Matahari pada jam 08:40 UT.
Ternyata pulau Jawa ada dan di sana saya tinggal. lingkaran di sekeliling Bulan
adalah area yang dilewati GMC dan mungkin bisa melihatnya sebagai fenomena
gerhana. Terlihat bahwa, Australia tersentuh sedikit, lalu Arab Saudi tidak sama
sekali.

128
Pada fenomena GMC 26 Jan 2009ini, beberapa tim ekspedisi saat ini
sedang bersiap untuk mengamati dan mengabadikan perisitiwa ini, terdiri dari tim
dari Observatorium Bosscha – ITB, Unawe Indonesia, Planetarium Jakarta dan
Himpunan Astronomi Amatir Jakarta, LAPAN, dan Himpunan Mahasiswa
Astronomi (Himastron) ITB. Mereka akan melakukan pengamatan dan
penyuluhan pengamatan gerhana bagi guru dan siswa-siswa di Anyer, Banten, dan
Lampung.
Saya dan anak asuh ekstra sekolah di CASA (Club Astronomi Santri
Assalaam-Solo Indonesia) juga akan mencoba melakukan observasi dan
mengabadikan peristiwa langka di tahun 2009 ini. Rekan di Jogja Astro Club yang
dipandu Pak Toha, pasti sudah menyiapkan segala sesuatunya untuk ini.
Di Sekolah juga akan adakah sholat gerhana kusuf, sebab ini akan menjadi
pembelajarn yang cukup baik; mewakili pelajaran fisika, fiqh, dan yang semisal.
Sebelumnya, saat saya mengajar; saya beri tugas kepada seluruh siswa
untuk survei, dengan cara wawancara kepada minimal 5 responden tentang akan
adanya gerhana matahari cincin ini. Dari semua siswa yang saya tugaskan,
ternyata 99% menemukan jawaban; Tidak Tahu. Padahal responden saya batasi
non siswa, jadi semua adalah guru dan karyawan, ada juga wali siswa itu sendiri.
Di tahun 2009 ini akan terjadi 2 kali Gerhana Matahari dan 4 Gerhana
Bulan. Alamanak Gerhana secara lengkap dapat di akses HM Nautical Almanak
Office ini. Atau di Mr Gerhana ini.
Mari kita mulai senang melihat langit yang jauh lebih luas ketimbang bumi …
Allah SWT telah berfriman dalam QS. Ibrahim[14]:33:
(٣٣) ‫ل َوالّنَهاَر‬
َ ‫خَر َلُكُم الّلْي‬
ّ‫س‬َ ‫ن َو‬
ِ ‫س َواْلَقَمَر َداِئَبْي‬
َ ‫شْم‬
ّ ‫خَر َلُكُم ال‬
ّ‫س‬َ ‫َو‬
Artinya:
dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus
menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan
siang.
Allah SWT juga berfirman dalam QS. Al-Anbiyaa[21]:33:

٣٣) ‫ن‬
َ ‫حو‬
ُ ‫سَب‬
ْ ‫ك َي‬
ٍ ‫ل ِفي َفَل‬
ّ ‫س َواْلَقَمَر ُك‬
َ ‫شْم‬
ّ ‫ل َوالّنَهاَر َوال‬
َ ‫ق الّلْي‬
َ ‫خَل‬
َ ‫)َوُهَو اّلِذي‬
Artinya:

129
dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan.
masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.
Allah SWT juga telah berfirman dalam QS. Yasiin[36]:38:
(٣٨) ‫ك َتْقِديُر اْلَعِزيِز اْلَعِليِم‬
َ ‫سَتَقّر َلَها َذِل‬
ْ ‫جِري ِلُم‬
ْ ‫س َت‬
ُ ‫شْم‬
ّ ‫َوال‬
Artinya:
dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan yang
Maha Perkasa lagi Maha mengetahui.
Allah SWT juga telah berfirman dalam QS. Yasiin[36]:40:
(٤٠) ‫ن‬
َ ‫حو‬
ُ ‫سَب‬
ْ ‫ك َي‬
ٍ ‫ل ِفي َفَل‬
ّ ‫ق الّنَهاِر َوُك‬
ُ ‫ساِب‬
َ ‫ل‬
ُ ‫ك اْلَقَمَر َول الّلْي‬
َ ‫ن ُتْدِر‬
ْ ‫س َيْنَبِغي َلَها َأ‬
ُ ‫شْم‬
ّ ‫ل ال‬
Artinya:
tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat
mendahului siang. dan masing-masing beredar pada garis edarnya.
Allah SWT juga telah berfirman dalam QS. Al-Qiyamah[75]:9
(٩) ‫س َواْلَقَمُر‬
ُ ‫شْم‬
ّ ‫جِمَع ال‬
ُ ‫َو‬
Artinya:
dan matahari dan rembulan dikumpulkan
Allah akhirnya berfirman dalam QS. Fushshilat[41]:37:
‫ن ُكْنُتيْم ِإّييياُه‬
ْ ‫ن ِإ‬
ّ ‫خَلَقُه ي‬
َ ‫ل اّليِذي‬
ِّ ‫جُدوا‬
ُ‫س‬ْ ‫س َول ِلْلَقَمِر َوا‬
ِ ‫شْم‬
ّ ‫جُدوا ِلل‬
ُ‫س‬ْ ‫س َواْلَقَمُر ل َت‬
ُ ‫شْم‬
ّ ‫ل َوالّنَهاُر َوال‬
ُ ‫ن آَياِتِه الّلْي‬
ْ ‫َوِم‬
(٣٧) ‫ن‬
َ ‫َتْعُبُدو‬
Artinya:
dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan
bulan. janganlah sembah matahari maupun bulan, tapi sembahlah Allah yang
menciptakannya, jika ialah yang kamu hendak sembah.

SHOLAT GERHANA
Shalat Gerhana atau shalat kusufain sesuai dengan namanya dilakukan saat
terjadi gerhana baik bulan maupun matahari. Shalat yang dilakukan saat gerhana
bulan disebut dengan shalat khusuf sedangkan saat gerhana matahari disebut
dengan shalat kusuf.
Hadits yang mendasari dilakukannya shalat gerhana ialah:
“Telah terjadi gerhana matahari pada hari wafatnya Ibrahim putera Rasulullah
Shalallahu ‘alaihi wa sallam. Berkatalah manusia: Telah terjadi gerhana

130
matahari kerana wafatnya Ibrahim. Maka bersabdalah Rasulullah Shalallahu
‘alaihi wa sallam “Bahwasanya matahari dan bulan adalah dua tanda dari
tanda-tanda kebesaran Allah. Allah mempertakutkan hamba-hambaNya dengan
keduanya. Matahari gerhana, bukanlah kerana matinya seseorang atau lahirnya.
Maka apabila kamu melihat yang demikian, maka hendaklah kamu shalat dan
berdoa sehingga habis gerhana.” (HR. Bukhari & Muslim)

Niat shalat ini, sebagaimana juga shalat-shalat yang lain cukup diucapkan
di dalam hati, yang terpenting adalah niat hanya semata karena Allah Ta’ala
semata dengan hati yang ikhlas dan mengharapkan Ridho Nya, apabila ingin
dilafalkan jangan terlalu keras sehingga mengganggu Muslim lainnya, memang
ada beberapa pendapat tentang niat ini gunakanlah dengan hikmah bijaksana.
Shalat gerhana dilakukan dua rakaat dengan 4 kali ruku’ yaitu pada rakaat
pertama, setelah ruku’ dan I’tidal membaca Al Fatihah lagi kemudian ruku’ dan
I’tidal kembali setelah itu sujud sebagaimana biasa. Begitu pula pada rakaat
kedua.
Bacaan Al Fatihah pada shalat gerhana bulan dinyaringkan sedangkan
pada gerhana matahari tidak. Dalam membaca surat yang sunnat pada tiap raka’at,
disunnatkan membaca yang panjang. Hukum shalat gerhana adalah sunnat
muakkad berdasarkan hadits Aisyah Radhiallaahu anha. Nabi dan para shahabat
melakukan di masjid dengan tanpa adzan dan iqamah.

Gerhana Matahari Total Terlama Pada Abad Ke-21

131
Gerhana matahari akan tampak pertama-tama saat fajar menyingsing di
Teluk Khambhat, utara kota Mumbai, India. Kemudian, bayangan gerhana
matahari akan bergerak ke arah timur menyeberangi kawasan India, Nepal,
Myanmar, Bangladesh, Bhutan, dan China sebelum berakhir di Samudra Pasifik.

Gerhana ini juga akan mengenai beberapa pulau di wilayah selatan Jepang
dan terlihat terakhir kali dari Pulau Nikumaroro yang terletak di Pasifik Selatan.
Salah satu daerah yang paling baik untuk menyaksikan peristiwa ini adalah
seluruh kota Shanghai dan pulau-pulau di bagian selatan Jepang yang akan
tertutup oleh kegelapan pada siang hari.

Diukur dari durasinya, gerhana matahari total kali ini paling lama karena
diperkirakan akan berlangsung selama 6 menit 39 detik. Gerhana matahari total
sebelumnya terjadi pada bulan Agustus 2008 dengan durasi 2 menit 27 detik.

Banyak orang, baik awam maupun para ilmuwan, berniat menempuh jarak
yang jauh demi menyaksikan peristiwa sekali seumur hidup ini. Para ilmuwan
hendak menjadikan data dari gerhana matahari ini sebagai acuan untuk membantu
menjelaskan apa-apa saja struktur dari matahari dan mengapa timbul ledakan di
permukaannya. Para ahli astronomi berharap gerhana dapat menyingkap sejumlah
petunjuk tentang matahari.

"Kami harus menanti ratusan tahun lagi untuk mendapat kesempatan


mengamati gerhana matahari sepanjang ini. Kesempatan ini sangatlah langka,"
ujar Shao Zhenyi, seorang ahli astronomi dari Shanghai Astronomical
Obsevatory.

Sayang, kali ini gerhana matahari total tidak dapat dilihat dari Indonesia.
Hanya beberapa kota di wilayah utara Indonesia yang dapat menyaksikan gerhana
parsial karena hanya sebagian saja piringan matahari yang tertutup bayangan
bulan.

132
ROTASI DAN REVOLUSI

133
ROTASI BUMI

Rotasi Bumi merujuk pada gerakan berputar planet Bumi pada sumbunya dan
gerakan di orbitnyamengelilingi matahari.

Masa rotasi Bumi pada sumbunya dalam dalam hubungannya


dengan bintang ialah 23 jam, 56menit dan 4.091 detik. Masa rotasi dalam
kaitannya dengan matahari ialah 24 jam.

Gerakan melingkar mengelilingi matahari terjadi selama setahun, yakni


365,2425 hari. Sehingga,revolusi Bumi mengelilingi matahari tidak pas dengan
gerakan Bumi pada sumbunya. Dari sini kita memiliki tahun kabisat yang terjadi
setiap 4 tahun sekali (kecuali pada hitungan seratus yang tidak dapat dibagi 400).

Bukti bahwa bentuk bumi seperti bola adalah :

• Jika dilihat dari kejauhan, kedatangan kapal ke


arah pantai atau pelabuhan, yang pertama terlihat terlebih dahulu adalah
cerobong asapnya atau bagian yang tertinggi pada kapal.

• Pada peristiwa gerhana bulan, bayangan bumi yang jatuh di permukaan


bulan tampak bulat.

• Pada malam hari yang cerah semakin tinggi pesawat itu terbang, semakin
banyak bintang yang dilihat oleh orang yang berada di dalam pesawat
tersebut.

• Terdapat bintang yang tidak pernah terbit dan tenggelam

• Berdasarkan foto-foto yang diambil oleh pesawat ruang angkasa, bentuk


bumi adalah bulat.

ROTASI BUMI

TATA KOORDINAT BUMI

134
Diameter bumi : sekitar 13.000 km

Untuk mengkomunikasikan letak suatu tempat di permukaan bumi


digunakan istilah:

➢ ORDINAT, yang terdiri dari:


✔ Garis Bujur / meredian / altitude:
✔ Garis yang menghubungkan antara Kutub Selatan dengan Kutub Utara
✔ Garis Lintang / paralel / latitude:
✔ Garis yang sejajar dengan equator (khatulistiwa)
✔ Garis Bujur yang membentang dari Utara ke Selatan
yang melalui Kota Greenwich (Inggris) ditetapkan sebagai:
✔ Garis Bujur 0o atau Meredian Utama
➢ Yang berada di sebelah Barat disebut:
✔ Bujur Barat (BB)
✔ Yang berada di sebelah Timur disebut:
✔ Bujur Timur (BT)
✔ Garis BB 180 akan berimpit dengan garis BT 180 pada suatu garis yang
disebut:
✔ Garis Penanggalan Internasional
✔ Garis Lintang membentuk lingkaran-lingkaran yang besarnya tidak sama

Lingkaran garis lintang terbesarnya pada equator (khatulistiwa)

Besar garis lintang mulai dari 0o pada equator sampai 90o di Kutub Utara dan
Kutub Selatan

✔ Lintang Utara (LU)


✔ Lintang Selatan (LS)

Titik temu antara Garis Bujur dan Garis Lintang disebut: KOORDINAT

KARAKTER BUMI YANG MENCIPTAKAN SIANG DAN MALAM.

135
Perputaran itu disebut rotasi atau diartikan sebagai perputaran bumi pada
poros/sumbunya. Sumbu Bumi itu terbentang dari utara-selatan (garis tegak dan
sedikit miring ke kanan). Garis utara-selatan Bumi tidak berhimpitan seperti pada
sumbu globe (bola dunia) yang terdapat di ruang kelas kamu. Rotasi Bumi dari
arah barat ke timur. Arahnya persis sama dengan revolusi Bumi mengelilingi
Matahari.

Kecepatan putaran Bumi diukur oleh banyaknya putaran per satuan waktu.
Bumi membutuhkan waktu 24 jam untuk melakukan satu putaran. Tepatnya 23
jam 56 menit 4 detik. Sekali rotasi, Bumi menempuh 3.600 bujur selama 24 jam.
Artinya 15 derajat (bujur) menempuh empat menit. Dengan demikian, tempat-
tempat yang berbeda 15 derajat akan berbeda waktu empat menit.

Maka itu, selain pergantian siang dan malam dan perbedaan waktu, rotasi
Bumi menimbulkan beberapa fenomena ; gerak semu harian bintang dan
perbedaan percepatan gravitasi di permukaan bumi.

Sebenarnya, akibat rotasi tersebut, benda-benda di Bumi mengalami gaya


sentrifugal (gaya yang mengakibatkan benda akan terlempar keluar). Namun
karena putaran Bumi sangat cepat, hal itu tidak bisa dirasakan.

Efek gaya sentrifugal itu baru dapat kamu rasakan ketika menaiki mobil
dengan kecepatan tinggi dan melewati tikungan. Kamu akan merasa terlempar ke
samping atau seperti ke sisi luar lingkaran itu.

Dalam sehari-hari, kamu bisa mengamati rotasi dalam bentuk lain. yakni
pada permainan gasing dan yoyo. Dua permainan ini ibarat memiliki orbit yakni
di bagian tengahnya sebagai pusat perputarannya. Lama putaran dua permainan
itu tergantung pada bobotnya. Semakin berat, maka putarannya akan sebentar dan
sebaliknya.

Rencana Foto :

✔ Bumi dalam orbitnya dan mengelilingi Matahari


✔ Gasing

Pengaruh Putaran Bumi di Porosnya

Akibatnya terdapat dalam empat fenomena.

136
1. Pergantian Siang dan Malam
Rotasi Bumi akan membuat permukaannya menghadap dan
membelakangi Matahari secara bergantian. Bumi akan mengalami siang bila
menghadap Matahari, dan akan malam bila sebaliknya. Masing-masing
panjang siang dan malam rata-rata selama 12 jam.
2. Perbedaan Waktu
Bumi sebenarnya dibagi-bagi berdasarkan jaring-jaring derajat yang
disebut garis lintang dan garis bujur. Garis lintang adalah garis yang
sejajar dengan garis tengah khatulistiwa. Sedang garis bujur adalah garis
yang sejajar dengan garis tengah kutub.
Arah rotasi Bumi (dari barat ke timur) menyebabkan Matahari terbit di
timur dan terbenam di barat. Orang-orang yang berada di daerah timur
akan mengamati Matahari terbit dan terbenam lebih cepat daripada mereka
yang berada di barat. Setiap 15 derajat bujur, suatu wilayah akan
mengalami perbedaan waktu selama empat menit dengan wilayah lainnya.

Maka itu hadir istilah GMT atau Greenwich Mean Time yakni pedoman
waktu yang berlaku international. GMT ada di kota London, Inggris yang
ditetapkan sebagai wilayah dengan garis bujur nol.

3. Gerak Semu Harian Bintang


Bintang-bintang (termasuk Matahari) yang tampak bergerak sebenarnya
tidak bergerak. Akibat rotasi Bumi (dari arah timur ke barat) yang membuat
seakan bintang-bintang tersebut bergerak. Pergerakan tersebut dinamakan
gerak semu harian bintang. Waktu yang diperlukan bintang untuk menempuh
lintasan peredaran semu itu adalah 23 jam 56 menit atau satu hari.
4. Perbedaan Percepatan Gravitasi
Rotasi juga menyebabkan penggelembungan di wilayah khatulistiwa
dan pemipihan di kedua kutub Bumi. Fenomena itu menyebabkan perbedaan
percepatan gravitasi. Sebab, percepatan gravitasi berbanding terbalik dengan
kuadrat jari-jari, maka percepatan gravitasi tempat-tempat di kutub lebih besar
daripada di khatulistiwa. A-2

Rencana Foto :

137
✔ Fenomena siang dan malam
✔ Greenwich (gambar jam Big Ben)

Telur yang Berputar-putar

Cairan di dalam telur mempertahankan gaya dorongnya.

Siapkan empat butir telur mentah, sebuah panci, dan wadah. Kemudian,
ambil dua telur tadi dan rebus hingga matang. Kurang lebih selama 10 menit
hingga matang. Setelah matang, diinginkan telur-telur itu. Agar lebih cepat
masukkan ke kulkas sekitar lima menit.

Lalu ambillah telur tadi. Gabungkan dengan dua telur lain yang masih
mentah ke dalam sebuah wadah. Mintalah temanmu untuk memutar dua telur
yang mentah. Sedangkan kamu telur yang sudah matang.

Kemudian, secara bersama-sama, putarlah telur itu. biarkan dan


hentikan dengan jari telunjukmu. Apa yang terjadi? Telur mentah akan tetap
berputar sebentar. sedangkan telur matang langsung berhenti dan tidak berputar.

Mengapa hal itu bisa terjadi? Sebab unsur di dalam telur mentah (putih
dan kuning telur) masih dalam berbentuk cairan. Jadi meski kamu hentikan
telurnya, cairan di dalamnya masih berputar dan memberikan gaya dorong ke luar.
Percobaan ini membuktikan bahwa jenis unsur dan volume benda yang berputar
memengaruhi perputaran itu sendiri. A-2

Membuat Jam Pasir

Kalau sulit, pasir bisa diganti dengan garam yang kering.

Seperti pada penjelasan pertama, rotasi memengaruhi perbedaan waktu.


Maka itu, yuk, kita buat jam kuno, sebuah jam pasir agar kamu bisa mengetahui
pukul berapa saat ini dan waktu yang terjadi di tempat lain.

Persiapkan bahan-bahan berikut ini ; dua stoples kaca, kertas karton,


selotip, lem, pelubang, pasir kering atau bila sulit bisa diganti garam. Pertama,
dengan hati-hati potonglah dua piringan dari karton. Buatlah lubang kecil di

138
tengah setiap piringan. Potong dan buanglah bagian piringan seperti yang
ditunjukkan di sini.

Kemudian gulunglah sisa karton hingga membentuk corong. Corong


harus tepat masuk ke dalam stoples dan kemudian diselotip. Rekatkan tutup kedua
stoples menjadi satu setelah kering mintalah tolong kepada temanmu untuk
melubanginya. Cobalah dahulu ukuran lubang untuk memeriksa seberapa cepat.
kalau kamu gunakan garam, maka harus selalu kering sekali agar tidak
menyumbat lubang.

Rekatkan corong ke tutup stoples sehingga ujungnya yang sempit


melingkari lubang pada tutup. Hati-hati jangan sampai mulut lebar corong itu
penyok supaya pasir tidak menyusup lewat tepi corong.

Ukurlah banyaknya pasir yang akan kamu gunakan dan masukkan ke


dalam salah satu stoples. Pasanglah stoples pada tutupnya dan jam pasir kamu kini
siap digunakan. A-2

REVOLUSI BUMI
Bola langit melakukan gerak semu, yang arahnya berlawanan dengan arah
gerak revolusi bumi
Gerak tahunan
✔ dari timur ke barat.
✔ periodanya 1 tahun.
✔ ekliptika membentuk sudut 23,5o thdp ekuator.

➢ lintasan matahari mengalami pergeseran sepanjang lingkaran ekliptika,


secara periodik selama setahun.
➢ equinox: vernal equinox (titik musim semi) disebut juga titik Aries g, dan
autumn equinox (titik musim gugur).
➢ Soltice: Summer Soltice (titik balik utara) dan winter soltice (titik balik
selatan

139
140
✔ Matahari terbit tepat di titik Timur sekitar tanggal 21 Maret dan 23
September.
✔ Titik terbit Matahari menyimpang paling jauh ke utara adalah sekitar
tanggal 22 Juni dan paling jauh ke selatan sekitar tanggal 22 Desember.
✔ Pergeseran lintasan Matahari terjadi karena kombinasi dari efek rotasi
Bumi dan revolusi Bumi, serta kemiringan sumbu rotasi terhadap sumbu
revolusi Bumi sebesar 23,50. Sehingga dari Bumi, Matahari tampak
bergeser 6 bulan ke belahan langit utara dan 6 bulan ke belahan langit
selatan.

141
KALENDER MASEHI

142
Tiap tanggal 1 Januari orang-orang di berbagai belahan dunia akan
bersorak sorai merayakan pergantian tahun. Setelah 365 hari yang telah kita lalui,
kita akan menyambut 365 hari yang baru. Harapan-harapan dilambungkan untuk
menyongsong hari yang baru. Doa-doa diucapkan. Tahun baru telah tiba!

Namun, di balik kegembiraan tahun baru, pernahkah terlintas di benak kita


pertanyaan-pertanyaan seputar kalender? Misalnya, tahukah anda mengapa satu
tahun lamanya 365 hari dan setelah itu datang tahun baru membawa 365 hari yang
baru, atau tahukah anda sejak kapan kalender yang kita gunakan sekarang ini
mulai digunakan pertama kalinya dan siapa yang menciptakannya? Setiap
tahunnya kita lalui 365 kali pergantian hari (dan 366 hari jika tahun kabisat) yang
terbagi ke dalam 12 bulan.

Dimulai dengan Januari, diakhiri dengan Desember. Diantaranya terdapat


Februari, Maret, April, Mei, Juni, Juli, Agustus, September, Oktober dan
November. Pada duabelas bulan tersebut, setiap harinya istimewa. Hari-hari
tertentu merupakan sebuah perayaan atau peringatan bagi sekelompok orang. Di

143
negara kita misalnya, setiap tanggal 17 Agustus diperingati sebagai hari
kemerdekaan negara kita.

Pada tanggal 1 Januari, tahun baru kita rayakan. Jika digabungkan hari
perayaan atau hari peringatan di seluruh dunia, kemungkinan besar setiap harinya
merupakan hari perayaan atau peringatan. Tanggal-tanggal seperti ini adalah
bagian dari sistem penanggalan Gregorian atau lebih kita kenal di Indonesia
sebagai sistem penanggalan masehi.

Selain resmi digunakan sehari-hari di negara kita, sistem penanggalan


Gregorian ini merupakan sistem penanggalan internasional. Sistem penanggalan
Gregorian adalah sistem penanggalan yang berdasarkan pada siklus pergerakan
semu Matahari melewati titik vernal equinok dua kali berturut-turut, yang
lamanya rata-rata adalah 365, 242199 hari.

Revolusi Bumi mengelilingi Matahari tiap tahunnya mengakibatkan


Matahari terlihat dari Bumi bergerak melintasi bola langit. Padahal, sebenarnya
Bumi bergerak mengitari Matahari maka kita melihat Matahari diproyeksikan
pada medan bintang yang berbeda-beda. Lintasan Matahari semu selama setahun
ini kemudian disebut ekliptika. Mudahnya, bayangkan saja bintang-bintang di
langit. Bintang-bintang tampak terbit dan tenggelam setiap harinya. Hal ini tidak
lain diakibatkan oleh rotasi Bumi terhadap sumbunya, bukan karena Bumi yang
diam dan dikelilingi oleh bintang-bintang, seperti yang dikira orang-orang zaman
dahulu selama berabad-abad.

Titik vernal equinok adalah titik semu pada lintasan ekliptika tempat
Matahari melewati atau tepat berada pada garis ekuator langit (perpanjangan garis
ekuator Bumi), yang terjadi sekitar tanggal 21 Maret. Sistem penanggalan dengan
acuan Matahari seperti ini disebut juga solar calendar atau kalender syamsiah.
Oleh karena penyesuaian dengan pergerakan semu Matahari inilah, satu tahun
dalam kalender Gregorian lamanya 365 hari.Tetapi, sistem penanggalan
Gregorian dengan 365 hari seperti sekarang ini sebetulnya merupakan reformasi
dari sistem penanggalan yang digunakan sebelumnya.

144
Kalender Gregorian pada mulanya adalah kalender yang digunakan oleh
bangsa Romawi kuno dan bukan berdasarkan pada siklus Matahari (solar
calendar) seperti sekarang ini. Kalender aslinya dulu tidak terdiri dari duabelas
bulan seperti sekarang, tetapi terdiri dari sepuluh bulan (Martius, Aprilis, Maius,
Junius, Quintilis, Sextilis, September, October, November, December) dengan
jumlah hari sepanjang tahun adalah 304 hari.Permulaan tahun dalam kalender
Romawi kuno dihitung sejak pendirian kota Roma pertama kalinya atau from the
founding of the city (of Rome), yang diterjemahkan dari bahasa Romawi ab urbe
condita.

Selain itu awal tahun atau tahun baru dirayakan setiap tanggal 1 Maret,
bukan 1 Januari seperti sekarang.Kemudian kalender ini dimodifikasi menjadi
kalender yang terdiri dari 12 bulan dengan jumlah hari tiap bulannya masih
menyesuaikan dengan siklus peredaran Bulan mengitari Bumi, rata-rata adalah
29,5 hari.

Raja Romawi, Numa Pompilius kemudian memperkenalkan Februari dan


Januari diantara bulan Desember dan Maret. Dengan demikian didapat tahun yang
lamanya 354 hari. Kemudian pada tahun 450 SM Februari dipindahkan ke
posisinya sekarang ini, di antara Januari dan Maret.Tetapi, tahun dengan 354 hari
tidak sesuai dengan periode Bumi mengelilingi Matahari yang telah diketahui
waktu itu, yaitu 365,242199 hari.

Pada setiap akhir tahun kalender yang dimodifikasi tersebut tidak sesuai
sekitar sebelas hari dengan pergantian musim, dan setelah tiga tahun perbedaan
dengan musim ini menjadi sekitar sebulan. Untuk mengakali hal ini, kalender
segera dikoreksi dengan menambahkan satu bulan setiap dua tahun sekali.

Tidak berapa lama kalender yang dikoreksi menimbulkan kebingungan


dalam masyarakat Romawi kuno. Pada 46 SM, Julius Caesar mereformasi
kalender dengan memerintahkan bahwa panjang satu tahun haruslah 365 hari dan
terdiri dari 12 bulan, berdasarkan pertimbangan dari seorang ahli astronomi dari
Alexandria bernama Sosigenes. Ini mengakibatkan beberapa hari harus
ditambahkan pada beberapa bulan agar panjang tahun yang semula 354 hari dapat

145
menjadi 365 hari. Ia juga menetapkan bahwa bulan-bulan yang berada pada urutan
ganjil memiliki 31 hari dan bulan yang berada pada urutan genap memiliki 30
hari, dengan bulan Februarinya berjumlah 29 hari.

Selain itu, pada tahun 44 SM bulan Quintilis diubah namanya menjadi Juli
untuk menghormati Julius Caesar.Dengan demikian, jumlah hari dalam beberapa
bulan tidak lagi bersesuaian dengan siklus Bulan mengelilingi Bumi yang
lamanya rata-rata 29,5 hari. Kalender Julian, demikian kalender ini disebut, tidak
lagi bersifat lunar calendar (kalender Qamariyah) karena ketidaksesuaiannya
dengan siklus Bulan.

Tetapi permasalahan tidak serta merta selesai setelah reformasi kalender


Julian. Masih ada perbedaan sekitar seperempat hari antara kalender Julian
dengan panjang tahun sebenarnya (pergerakan semu Matahari sepanjang tahun).
Jika dibiarkan terus, dalam kurun waktu empat tahun kalender Julian akan
mengalami akumulasi perbedaan sebesar satu hari. Dalam waktu beberapa puluh
tahun, kalender Julian akan mengalami akumulasi perbedaan dengan musim lebih
besar lagi. Dengan demikian, kalender Julian tidak lagi sesuai dengan pergantian
musim, padahal tujuan utama reformasi Julian adalah menyesuaikan dengan
musim.

Reformasi Julian jadinya hanya menunda ketidaksesuaian tersebut, seperti


yang terjadi pada kalender Romawi kuno, lebih lama saja. Untuk mengakali
perbedaan dengan musim tersebut, dengan pertimbangan lain lagi dari Sosigenes,
setiap empat tahun sekali akan ditambahkan satu hari pada bulan Februari. Tahun
seperti inilah yang kemudian kita kenal sebagai tahun kabisat. Maka, pada tahun
kabisat tersebut Februari akan terdiri dari 30 hari sehingga jumlah hari satu
tahunnya menjadi 366 hari. Dengan begitu, panjang rata-rata tiap tahunnya adalah
365,25 hari dan menjadi cukup dekat dengan tahun sebenarnya yang panjang rata-
ratanya 365,242199 hari.Namun, Februari yang kita kenal sekarang terdiri dari 28
hari.

Terdapat cerita menarik mengenai perubahan Februari dari 29 hari


menjadi 28 hari, meskipun tidak diyakini kebenarannya. Tahun 8 SM bulan

146
Sextilis diganti namanya menjadi Augustus untuk menghormati kaisar Augustus
yang memerintah Romawi setelah Julius Caesar. Pada masa kekuasaannya, ia
mengambil satu hari dari bulan Februari untuk ditambahkan ke bulan Agustus,
sehingga bulan Agustus pun kemudian terdiri dari 31 hari, bukan 30 hari lagi
seperti sebelumnya. Dengan jumlah hari yang sama antara Juli dan Agustus,
walaupun namanya dijadikan nama bulan setelah bulan Juli, ia tidak lagi merasa
inferior terhadap Julius Caesar. Setelah didapat panjang tahun rata-rata yang
cukup dekat dengan panjang tahun sebenarnya dengan solusi tahun kabisat,
rupanya panjang tahun ini belumlah cukup sangat akurat sehingga dalam kurun
waktu yang cukup lama dapat tetap mengakibatkan ketidaksesuaian dengan
musim. Dengankesalahan yang besarnya hanya 0,007801 hari tiap tahunnya,
dalam kurun waktu 128 tahun akan terdapat ketidaksesuaian dengan musim
(panjang tahun sebenarnya) sekitar satu hari. Pada tahun 1582 kalender Julian
telah memiliki ketidaksesuaian dengan musim sebesar 10 hari. Untuk mengatasi
hal ini, Paus Gregorius XIII mengambil dua langkah. Pertama, ia memutuskan
bahwa tanggal 4 Oktober tahun 1582 akan langsung diikuti dengan tanggal 15
Oktober 1582, bukan tanggal 5 Oktober 1582. Kedua, untuk mencegah
ketidaksesuaian dengan musim ini kembali terjadi, ia juga menetapkan bahwa tiga
dari empat tahun abad (tahun yang berakhiran dengan 00, misalnya tahun 1600,
1700, dst) bukanlah tahun kabisat.

Dengan peraturan tahun kabisat yang dulu, setiap empat tahun sekali,
tahun yang habis dibagi empat akan menjadi tahun kabisat. Tetapi, dengan
peraturan yang dikeluarkan oleh Paus Gregorius ini maka tahun abad yang tidak
habis dibagi 400 tidak akan menjadi tahun kabisat. Dengan demikian, tahun 1700,
1800, 1900 bukan tahun kabisat, sedangkan tahun 2000, yang habis dibagi 400,
merupakan tahun kabisat.

Tetapi, peraturan dari Paus Gregorius ini tidak langsung diterapkan.


Memang negara-negara dengan mayoritas umat Katholik dengan segera
mengubah penanggalannya ke sistem penanggalan yang telah direformasi Paus
Gregorius, tetapi tidak demikian pada negara-negara dengan mayoritas umat
Kriten Protestan dan lainnya. Pada banyak negara kalender Julian masih

147
digunakan, bahkan sampai tahun 1918 masih digunakan oleh Rusia. Sehingga
dalam kurun waktu 1582-1918 tersebut, harus jelas penanggalan yang mana yang
digunakan, yang Julian atau Gregorian.

Demikianlah kisah kalender yang kita gunakan sehari-hari kini. Menarik


mengetahui bahwa manusia dapatmensiasati waktu.

148
KALENDER HIJRIYAH

kalender Hijriyah

149
kalender Hijriyah atau Kalender Islam (Bahasa Arab: ‫ ;التقييويم الهجييري‬at-
taqwim al-hijri), adalah kalender yang digunakan oleh umat Islam, termasuk
dalam menentukan tanggal atau bulan yang berkaitan dengan ibadah, atau hari-
hari penting lainnya. Kalender ini dinamakan Kalender Hijriyah, karena pada
tahun pertama kalender ini adalah tahun dimana terjadi peristiwa Hijrah-nya
Nabi Muhammad dari Makkah ke Madinah, yakni pada tahun 622 M. Di beberapa
negara yang berpenduduk mayoritas Islam, Kalender Hijriyah juga digunakan
sebagai sistem penanggalan sehari-hari. Kalender Islam menggunakan peredaran
bulan sebagai acuannya, berbeda dengan kalender biasa (kalender Masehi) yang
menggunakan peredaran matahari.

KARAKTERISTIK

Penentuan dimulainya sebuah hari/tanggal pada Kalender Hijriyah berbeda


dengan pada Kalender Masehi. Pada sistem Kalender Masehi, sebuah hari/tanggal
dimulai pada pukul 00.00 waktu setempat. Namun pada sistem Kalender Hijriah,
sebuah hari/tanggal dimulai ketika terbenamnya matahari di tempat tersebut.

Kalender Hijriyah dibangun berdasarkan rata-rata silkus sinodik


bulan kalender lunar (qomariyah), memiliki 12bulan dalam setahun. Dengan
menggunakan siklus sinodik bulan, bilangan hari dalam satu tahunnya adalah (12
x 29,53059 hari = 354,36708 hari).Hal inilah yang menjelaskan 1 tahun Kalender
Hijriah lebih pendek sekitar 11 hari dibanding dengan 1 tahun Kalender Masehi.

Faktanya, siklus sinodik bulan bervariasi. Jumlah hari dalam satu bulan
dalam Kalender Hijriah bergantung pada posisi bulan, bumi dan matahari. Usia
bulan yang mencapai 30 hari bersesuaian dengan terjadinya bulan baru (new
moon) di titik apooge, yaitu jarak terjauh antara bulan dan bumi, dan pada saat
yang bersamaan, bumi berada pada jarak terdekatnya dengan
matahari (perihelion). Sementara itu, satu bulan yang berlangsung 29 hari
bertepatan dengan saat terjadinya bulan baru di perige (jarak terdekat bulan
dengan bumi) dengan bumi berada di titik terjauhnya dari matahari (aphelion).
dari sini terlihat bahwa usia bulan tidak tetap melainkan berubah-ubah (29 - 30
hari) sesuai dengan kedudukan ketiga benda langit tersebut
(Bulan, Bumi dan Matahari).

150
Penentuan awal bulan (new moon) ditandai dengan munculnya
penampakan (visibilitas) Bulan Sabit pertama kali (hilal) setelah bulan baru
(konjungsi atau ijtimak). Pada fase ini, Bulan terbenam sesaat setelah
terbenamnya Matahari, sehingga posisi hilal berada di ufuk barat. Jika hilal tidak
dapat terlihat pada hari ke-29, maka jumlah hari pada bulan tersebut dibulatkan
menjadi 30 hari. Tidak ada aturan khusus bulan-bulan mana saja yang memiliki
29 hari, dan mana yang memiliki 30 hari. Semuanya tergantung pada penampakan
hilal.

Nama – Nama Bulan

Kalender Hijriyah terdiri dari 12 bulan:

No Penanggalan Islam Lama Hari


1 Muharram 30
2 Safar 29
3 Rabiul awal 30
4 Rabiul akhir 29
5 Jumadil awal 30
6 Jumadil akhir 29
7 Rajab 30
8 Sya'ban 29
9 Ramadhan 30
10 Syawal 29
11 Dzulkaidah 30
12 Dzulhijjah 29/(30)
Total 354/(355)

Keterangan

151
tanda kurung itu berarti tahun kabisat dalam kalender Hijriyah dengan metode sisa
yaitu 3-3-2 yang berjumlah 11 buah yaitu 2,5,8,10,13,16,18,21,24,26 dan 29.

Nama - Nama Hari

Kalender Hijriyah terdiri dari 7 hari. Sebuah hari diawali dengan


terbenamnya matahari, berbeda dengan Kalender Masehi yang mengawali hari
pada saat tengah malam. Berikut adalah nama-nama hari:

1. al-Ahad (Minggu)

2. al-Itsnayn (Senin)

3. ats-Tsalaatsa' (Selasa)

4. al-Arba'aa / ar-Raabi' (Rabu)

5. al-Khamsatun (Kamis)

6. al-Jumu'ah (Jumat)

7. as-Sabat (Sabtu)

152
SEJARAH

Penentuan kapan dimulainya tahun 1 Hijriah dilakukan 6 tahun setelah wafatnya


Nabi Muhammad. Namun demikian, sistem yang mendasari Kalender Hijriah
telah ada sejak zaman pra-Islam, dan sistem ini direvisi pada tahun ke-9 periode
Madinah.

SYSTEM KALENDER PRA-ISLAM DI ARAB

Sebelum datangnya Islam, di tanah Arab dikenal sistem kalender berbasis


campuran antara Bulan (komariyah) maupun Matahari(syamsiyah). Peredaran
bulan digunakan, dan untuk mensinkronkan dengan musim dilakukan
penambahan jumlah hari (interkalasi).

Pada waktu itu, belum dikenal penomoran tahun. Sebuah tahun dikenal dengan
nama peristiwa yang cukup penting di tahun tersebut. Misalnya, tahun Revisi
Penanggalan

Pada era kenabian Muhammad, sistem penanggalan pra-Islam digunakan. Pada


tahun ke-9 setelah Hijrah, turun ayat 36-37 Surat At-Taubah, yang melarang
menambahkan hari (interkalasi) pada sistem penanggalan.

Penentuan Tahun 1 Kalender Islam

Setelah wafatnya Nabi Muhammad, diusulkan kapan dimulainya Tahun 1


Kalender Islam. Ada yang mengusulkan adalah tahun kelahiran Muhammad
sebagai awal patokan penanggalan Islam. Ada yang mengusulkan pula awal
patokan penanggalan Islam adalah tahun wafatnya Nabi Muhammad.

153
Akhirnya, pada tahun 638 M (17 H), khalifah Umar bin Khatab menetapkan awal
patokan penanggalan Islam adalah tahun dimana hijrahnya Nabi Muhammad dari
Mekkah ke Madinah. Penentuan awal patokan ini dilakukan setelah
menghilangkan seluruh bulan-bulan tambahan (interkalasi) dalam periode 9 tahun.
Tanggal 1 Muharam Tahun 1 Hijriah bertepatan dengan tanggal 16 Juli 622, dan
tanggal ini bukan berarti tanggal hijrahnya Nabi Muhammad. Peristiwa hijrahnya
Nabi Muhammad terjadi bulan September 622. Dokumen tertua yang
menggunakan sistem Kalender Hijriah adalah papirus di Mesir pada tahun 22 H,
PERF 558.tanggal penting dalam kalender.

Tanggal-tanggal penting dalam Kalender Hijriyah adalah:

1 Muharram: Tahun Baru Hijriyah

2 10 Muharram: Hari Asyura. Hari ini diperingati bagi kaum Syi'ah untuk
memperingati wafatnya Imam Husain bin Ali

3 12 Rabiul Awal: Maulud Nabi Muhammad (hari kelahiran Nabi


Muhammad)

4 27 Rajab: Isra' Mi'raj

5 Bulan Ramadan: Satu bulan penuh umat Islam menjalankan Puasa


Ramadan

6 27 Ramadan: Nuzulul Qur'an (di Indonesia dan Malaysia diperingati setiap


tanggal 17 Ramadan)

7 10 hari terakhir di Bulan Ramadan terjadi Lailatul Qadar

8 1 Syawal: Hari Raya Idul Fitri

9 8 Dzulhijjah: Hari Tarwiyah

109 Dzulhijjah: Wukuf di Padang Arafah

1110 Dzulhijjah: Hari Raya Idul Adha

1211-13 Dzulhijjah:Hari Tasyriq

154
HISAB DAN RUKYAT

Rukyat adalah aktivitas mengamati visibilitas hilal, yakni mengamati penampakan


bulan sabit yang pertama kali tampak setelah bulan baru (ijtima). Rukyat dapat
dilakukan dengan mata telanjang, atau dengan alat bantu optik seperti teleskop.
Apabila hilal terlihat, maka pada petang tersebut telah memasuki tanggal 1.

Sedangkan hisab adalah melakukan perhitungan untuk menentukan posisi bulan


secara matematis dan astronomis. Hisab merupakan alat bantu untuk mengetahui
kapan dan dimana hilal (bulan sabit pertama setelah bulan baru) dapat terlihat.
Hisab seringkali dilakukan untuk membantu sebelum melakukan rukyat.

Penentuan awal bulan menjadi sangat signifikan untuk bulan-bulan yang berkaitan
dengan ibadah, seperti bulan Ramadan (yakni umat Islam menjalankan puasa
ramadan sebulan penuh), Syawal (yakni umat Islam merayakan Hari Raya Idul
Fitri), serta Dzulhijjah (dimana terdapat tanggal yang berkaitan dengan
ibadah Haji dan Hari Raya Idul Adha). Penentuan kapan hilal dapat terlihat,
menjadi motivasi ketertarikan umat Islam dalam astronomi. Ini menjadi salah satu
pendorong mengapa Islam menjadi salah satu pengembang awal ilmu astronomi
sebagai sains, lepas dari astrologi pada Abad Pertengahan.

Sebagian umat Islam berpendapat bahwa untuk menentukan awal bulan, adalah
harus dengan benar-benar melakukan pengamatan hilal secara langsung (rukyatul
hilal). Sebagian yang lain berpendapat bahwa penentuan awal bulan cukup
dengan melakukan hisab (perhitungan matematis), tanpa harus benar-benar
mengamati hilal. Metode hisab juga memiliki berbagai kriteria penentuan,
sehingga seringkali menyebabkan perbedaan penentuan awal bulan, yang
berakibat adanya perbedaan hari melaksanakan ibadah seperti puasa Ramadan
atau Hari Raya Idul Fitri.

RUPA – RUPA

1. Menurut perhitungan, dalam satu siklus 30 tahun Kalender Hijriyah,


terdapat 11 tahun kabisat dengan jumlah hari sebanyak 355 hari, dan 19
tahun dengan jumlah hari sebanyak 354 hari. Dalam jangka panjang, satu

155
siklus ini cukup akurat hingga satu hari dalam sekitar 2500 tahun.
Sedangkan dalam jangka pendek, siklus ini memiliki deviasi 1-2 hari.

2. Microsoft menggunakan Algoritma Kuwait untuk mengkonversi Kalender


Gregorian ke Kalender Hijriyah. Algoritma ini diklaim berbasis analisis
statistik data historis dari Kuwait, namun dalam kenyataannya adalah salah
satu variasi dari Kalender Hijriyah tabular.

3. Untuk konversi secara kasar dari Kalender Hijriyah ke Kalender Masehi


(Gregorian), kalikan tahun Hijriyah dengan 0,97, kemudian tambahkan
dengan angka 622.

4. Setiap 33 atau 34 tahun Kalender Hijriyah, satu tahun penuh Kalender


Hijriyah akan terjadi dalam satu tahun Kalender Masehi. Tahun 1429 H
lalu terjadi sepenuhnya pada tahun 2008 M.

Kalender Hijriyah Dan Penanggalan Jawa

Sistem Kalender Jawa berbeda dengan Kalender Hijriyah, meski keduanya


memiliki kemiripan. Pada abad ke-1, di Jawa diperkenalkan sistem
penanggalan Kalender Saka (berbasis matahari) yang berasal dari India. Sistem
penanggalan ini digunakan hingga pada tahun 1625Masehi (bertepatan dengan
tahun 1547 Saka), Sultan Agung mengubah sistem Kalender Jawa dengan
mengadopsi Sistem Kalender Hijriah, seperti nama-nama hari, bulan, serta
berbasis lunar (komariyah). Namun demikian, demi kesinambungan, angka tahun
saka diteruskan, dari 1547 Saka Kalender Jawa tetap meneruskan bilangan tahun
dari 1547 Saka ke 1547 Jawa.

Berbeda dengan Kalender Hijriah yang murni menggunakan


visibilitas Bulan (moon visibility) pada penentuan awal bulan (first month),
Penanggalan Jawa telah menetapkan jumlah hari dalam setiap bulannya.

156
157
PERBEDAAN WAKTU

Greenwich Mean Time terkadang disebut juga Greenwich Meredian Time


adalah acuan waktu di dunia. Greenwich itu sendiri berada di Kota London,
Inggris. Wilayah Greenwich dijadikan sebagai tolok ukur waktu dunia karena
terletak 0 derajat bujur yang menandai titik awal setiap kali perubahan zona waktu
di seluruh dunia.

Zona waktu di dunia ini dihitung berdasarkan letak geografis suatu negara.
Berdasarkan letak geografisnya, sebuah negara mempunyai waktu yang bisa jadi
lebih awal dari GMT ataupun sebelum GMT. Untuk negara Indonesia, sebagai
contoh adalah waktu Indonesia Bagian Barat (WIB) dihitung berdasarkan zona
waktu sesuai standar GMT yaitu +7 yang berarti waktu di Indonesia Bagian Barat
adalah 7 jam lebih awal dari waktu di Greenwich, Inggris. Jika wilayah di Pulau
Sumatera menunjukkan pukul 19.00 WIB, maka waktu di Greenwich menunjuk
pada pukul 12.00. (Pukul 12 Siang).

Berikut ini adalah daftar waktu di dunia sesuai dengan tabel dibawah ini :

DAFTAR WAKTU DUNIA/TIME DIFFERENCE


Greenwich Mean Time (GMT 12.00)
No. Negara +/- dari GMT Waktu

1. Abu Dhabi(UAE) +4 16.00

2. Amsterdam(Nederland) +1 13.00

3. Baghdad(Irak) +3 15.00

158
4. Bangkok(Thailand) +7 17.00

5. Bogota(Columbia) -5 07.00

6. Bermuda(Bermua) -4 08.00

7. Boston (USA) -5 07.00

8. Brisbane(Australia) +10 22.00

9. Cairo(Egypt) +2 14.00

10. Chicago(USA) -6 06.00

11 Copenhagen (Denmark) +1 13.00

12 Detroit(USA) -5 07.00

13 Frankfurt(Germany) +1 13.00

14 Hongkong +8 20.00

15 Istambul(Turkey) +3 15.00

16 Jakarta(Indonesia) +7 19.00

17 Jeddah(Saudi Arabia) +3 15.00

18 Karachi(Pakistan) +5 17.00

19 Kuala Lumpur(Malaysia) +8 20.00

20 London(England) 0 12.00

21 Los Angeles(USA) -8 04.00

22 Madrid (Spain) +1 13.00

23 Melbourne(Australia) +10 22.00

24 Mexico City -6 06.00

25 Miami (USA) -5 07.00

26 Montreal(Canada) -5 07.00

27 Moscow(Rusia) +3 15.00

28 New York(USA) -5 07.00

29 Osaka (Japan) +9 21.00

30 Oslo(Norway) +1 13.00

31 Perth(Australia) +8 20.00

32 Singapore +8 20.00

159
33 Sydney(Australia) +10 22.00

34 Tokyo(Japan) +9 21.00

35 Toronto(Canada) -5 07.00

36 Vienna(Austria) +1 13.00

37 Washington(USA) -5 07.00

38 Zurich(Swiss) +1 13.00

Dalam industri pariwisata kegunaaan GMT selain untuk mengetahui waktu


di wilayah lain, juga berguna untuk mengetahui berapa lama waktu penerbangan
sesungguhnya dari suatu daerah keberangkatan ke daerah tujuan. Contoh
sederhana adalah penerbangan dari Singapore ke Jakarta.
Berangkat dari Singapore : Pukul 09.00 waktu setempat
Sampai di Jakarta : Pukul 09.30 waktu setempat

Jika hanya dilihat melalui waktu setempat, penerbangan Singapore-Jakarta


membutuhkan waktu 30 menit. Namun, karena selisih waktu GMT antara
Singapore dan Jakarta adalah 1 jam, maka penerbangan sesungguhnya
membutuhkan waktu 1 jam 30 menit. Karena pada waktu pesawat berangkat dari
Singapore, waktu di Jakarta menunjukkan pada pukul 08.00 WIB.

DAFTAR PUSTAKA

1. http://siradel.blogspot.com/2010/10/planet-bumi.html
2. http://siradel.blogspot.com/2010/10/planet-venus.html
3. http://siradel.blogspot.com/2010/09/planet-merkurius.html
4. http://www.adipedia.com/ukuran-planet-merkurius-semakin-mengecil/
5. http://siradel.blogspot.com/2010/10/planet-mars.html
6. http://siradel.blogspot.com/2010/10/planet-jupiter.html

160
7. http://id.wikipedia.org/wiki/Saturnus
8. http://id.wikipedia.org/wiki/Uranus
9. http://students.ukdw.ac.id/~23070234/newsneptunus.html
10. http://annagkoddok.wordpress.com/2009/10/18/susunan-tata-
surya/#comment-151
11. file:///D:/tugas%20ipa/The%20Size%20Of%20Our%20World.htm
12. http://unawe.org/joomla/images/materials/power
%20planets_indonesian_ppt.pdf
13. http://alicezah.files.wordpress.com/2009/05/ta2-surya.pdf
14. http://tito0809.wordpress.com/2010/05/08/pengertiandefinisi-meteor-
meteorit-komet-satelit-bintang-planet/
15. http://id.wikipedia.org/wiki/Galaksi
16. http://genarkamil.wordpress.com/2010/02/09/sistem-tata-surya/
17. http://pu3p3rm4t4.wordpress.com/2010/03/01/bulan/
18. http://www.thegalaxi.co.cc/2010/01/ruang-antar-planet-mengandung-
banyak.html
19. http://wong168.wordpress.com/2009/07/25/fakta-tata-surya/
20. http://berita.kampoengti.com/content/2010/11/23/110/165003/2044165003
7/amerika-setikat-meluncurkan-satelit-terbesar-sedunia
21. http://beritabaikdariindonesia.blogspot.com/2009/05/satelit-terbesar-di-
atas-angkasa.html
22. http://www.adipedia.com/galaksi-ic-1101-galaksi-terbesar-di-alam-
semesta-jagat-raya/

23. http://www.dapunta.com/ilmuwan-temukan-bukti-kehidupan-di-titan-
bulan-terbesar-saturnus.html

24. http://www.indonesiaindonesia.com/f/35863-planet-terbesar-matahari-
sebesar-debu/
25. http://id.wikipedia.org/wiki/Gerhana_bulan
26. http://www.dakdem.com/galeri/23-foto/811-gerhana-bulan-total-
desember-2010-foto

161
27. http://m.nationalgeographic.co.id/lihat/berita/353/gerhana-matahari-
sebagian-setelah-hujan-meteor
28. http://iyagihaja.pumitabusan.com/2007/03/gerhana-matahari-sebagian-19-
maret-2007.html
29. http://sains.kompas.com/read/2009/07/21/11331761/Besok..Gerhana.Mata
hari.Total.Terlama.pada.Abad.Ke-21
30. http://www.mreclipse.com/Totality2/TotalityCh11.html
31. http://pakarfisika.wordpress.com/2009/01/07/gerhana-matahari-cincin/
32. http://id.wikipedia.org/wiki/Rotasi_Bumi
33. http://webcache.googleusercontent.com/search?
q=cache:AeTyjHjSdDMJ:files.mfanwarie.webnode.com/200000022-
4015e410f8/ROTASI
%2520BUMI.ppt+rotasi+bumi&cd=10&hl=id&ct=clnk&gl=id
34. http://www.koran-jakarta.com/berita-detail.php?id=37182
35. http://file.upi.edu/Direktori/D%20-%20FPMIPA/JUR.%20PEND.
%20FISIKA/197812182001122%20-%20WINNY
%20LILIAWATI/ROTASI%20DAN%20REVOLUSI%20BUMI
%20[Compatibility%20Mode].pdf
36. http://irshadi-bagas.blogspot.com/2009/01/kalender-masehi.html
37. http://id.wikipedia.org/wiki/Kalender_Hijriyah
38. http://wisatakandi.blogspot.com/2010/04/greenwich-mean-time-gmt.html

162