Anda di halaman 1dari 3

PARASIT

Struktur, Klasifikasi dan Perkembangbiakan

Parasit-parasit pada manusia dalam kingdom Protozoa digolongkan dalam 3 filum:


Sarcomastigophora (terdiri dari flagellate dan amoeba); Apicomplexa (terdiri dari sporozoa);
Cilliophora (terdiri dari ciliata). Parasit penting dalam filum ini dikelompokkan lagi ke dalam
beberapa subfilum, yaitu:

1. Mastigophora, flagellate

Mempunyai suatu atau lebih flagella sepeti cambuk dan beberapa diantaranya
mempunyai suatu membran yang beundulasi misalnya tripanosoma. Ini meliputi
flagellate usus dan genitourinaria (giardia, trichomonas, dientamoeba, chlimostrix) dan
flagellate darah serta jaringan (trypanosome, leishmania)

Terdiri dari 2 golongan:


A. Flagellata traktus digestivus yang hidup di rongga usus dan mulut dan flagellata traktus
urogenital yang hidup di vagina, uretra, dan prostat. Misalnya Giardia lamblia,
Trichomonas vaginalis, T.hominis, dan T.tenax.
B. Flagellata darah dan jaringan yang hidup dalam darah dan di jaringan tubuh. Misalnya
Leishmania donovani, L.tropica, L.brasiliensis, Trypanosoma rhodesiense, T.gambiense
dan T.cruzi.
Selain itu, flagellata mempunyai 1 inti atau lebih dari 1 inti dan alat pergerakan (alat
neuromotor) yang terdiri dari kinetoplas dan flagel. Kinetoplas terdiri dari blefaroplas,
kadang-kadang ada benda parabasal. Aksonema merupakan bagian flagel yang terdapat
di dalam badan parasit. Kadang-kadang ada struktur yang tampak sebagai satu garis
mulai dari anterior sampai ke posterior, disebut aksostil. Disamping badan parasit
terdapat membran bergelombang dan kosta merupakan dasarnya. Beberapa spesies
flagellata mempunyai sitostoma. Parasit ini berkembangbiak secara belah pasang
longitudinal.

2. Sarcodina
Merupkan amoeboid; dalam tubuh manusia diwakili oleh spesies entamoeba, endolimax,
iodamoeba, naegleria, dan achantamoeba

3. Sporozoa

Mengalami suatu siklus hidup yang rumit dengan fase reproduksi aseksual dan seksual
yang berganti-ganti, biasanya melibatkan dua inang yang berbeda. Kelas cocciia terdiri
dari parasit manusia isospora, toxoplasma dan lain-lain. Anggota Haematozoa (protozoa
darah) diantaranya adalah parasit malara (spesies plasmodium) dan anggota-anggota ordo
piroplasmid, termasuk juga spesies babesia.

Contoh sporozoa adalah parasit malaria termasuk genus Plasmodium dan pada manusia
ditemukan 4 spesies: Plasmodium falciparum, Plasmodium malariae, Plasmodium vivax,
dan Plasmodium ovale.
Pada kera ditemukan spesies parasit malaria yang menyerupai Plasmodium manusia,
antara lain: Plasmodium cynomologi menyerupai Plasmodium vivax, Plasmodium
knowlesi menyerupai Plasmodium falciparum dan Plasmodium malariae, Plasmodium
rodhaini pada simpanse di Afrika dan Plasmodium brasilianum pada kera di Amerika
Selatan yang menyerupai Plasmodium malariae
Salah satu Plasmodium primate, yaitu P. knowlesi dilaporkan pertama kali di Malaysia
(1965) dapat menginfeksi manusia dan menyebabkan gejala klinis, kemudian ditemukan
di Muangthai. Walaupun belum dilaporkan, hal ini kemungkinan dapat ditemukan di
Indonesia mengingat geografisnya yang serupa dengan negara tersebut.

4. Ciliophora

Merupakan protozoa yang rumit yang mempunyai cilia tersebar dalam baris-baris atau
bercak-bercak dengan dua jenis nucleus pada masing-masing individu.

Cacing-cacing parasitik atau helminthes pada manusia dimasukkan dalam dua filum:

1. Platyhelminthes (cacing pipih)


Cacing ini tidak mempunyai rongga tubuh sejati dan mempunyai cirri yang khas pipih
pada irisan dorsoventral. Semua spesies yang penting dalam bidang kedokteran termasuk
ke dalam kelas Cestoda (cacing pita) dan Trematoda (cacing caun). Cacing pita manusia
berbentuk seperti pita dan bersegmen; cacing daun cirri khasnya berbentuk daun, dan
schitosomanya sempit dan memanjang, merupaka adaptasi bersamaan dengan kondisi
jenis kelaminnya yang terpisah untuk bertempat tinggal dalam pembuluh darah kecil.

2. Nemathelminthes (cacing giling)

Cacing ini tidak bersegmen, jenis kelamin terpisah, seperti gelang yang meliputi banyak
spesies parasit yang menginfeksi manusia.

SUmber :

Brooks et, al,. 2005. Jawetz, Melnick & Aldenberg’s Mikrobiologi Kedokteran. Salemba Medika:
Jakarta

Staf Pengajar Departemen Parasitolgi. 2008. Buku Ajar Parasitologi Kedokteran. Balai Penerbit
FKUI: Jakarta

Nama : Muhammad Alfian

NIM : H1A 008 033