Anda di halaman 1dari 4

TUGAS MAKALAH

TENTANG SEKS BEBAS

OLEH

MUHAMMAD FADLI PUTRA

KELAS XI IPA

SMAN 4 PADANG

2010/2011

Tema makalah: Seks Bebas


Judul Makalah: Dampak negatif seks bebas di kalangan remaja

I. Pendahuluan
Globalisasi telah membawa banyak pengaruh pada segala bidang. Dari berbagai
macam pengaruh tersebut ada pengaruh yang bersifat positif, namun tentunya
juga tidak terlepas dari pengaruh yang negatif.

Salah satu dampak negatif dari globalisasi adalah terjadinya pendominasian


budaya barat terhadap gaya hidup umat manusia di dunia. Di kalangan para
remaja Indonesia pun budaya barat perlahan-lahan nula meresapi merekadan
menggantikan budaya asli dari bangsa mereka sendiri

Fenomena sosial “seks bebas” telah nerajarela di berbagai negara, tidak


terkecuali di Indonesia. Perilaku menyimpang tersebut bahkan telah meracuni
moral generasi muda bangsa ini. Seks bebas tersebut memiliki berbagai dampak
negatif, baik dari sudut pandang syariah(agama) maupun dari sudut pandang
rasional(akal).

Untuk itulah pada makalah ini pemakalah akan membahas mengenai dampak
perilaku seks bebas di kalangan remaja pada umumnya, dan khususnya pada
remaja bangsa Indonesia. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi
kita semua dalam rangka menjaga harapan bangsa ini kedepannya dari
pengaruh seks bebas.

II. Pembahasan
Perilaku seks bebas di kalangan remaja Amerika Serikat bukanlah suatu hal yang
aneh. Remaja bahkan sudah "terjebak" dalam aktivitas seks oral, yang membuat
mereka berani melangkah ke jenis aktivitas seks lainnya. Penelitian perilaku
seksual di kalangan remaja Negeri Paman Sam menunjukkan, setelah melakukan
seks oral, mereka lebih berani melakukan hubungan yang melibatkan penetrasi
organ intim.

Seperti dilaporkan dalam jurnal Archives of Pediatric and Adolescent Medicine,


para ahli di University of California San Francisco melakukan survei terhadap 600
siswa sekolah menengah atas di California. Para remaja diminta mengisi
kuisioner tentang pengalaman seksual mereka. Pengisian kuis dilakukan enam
bulan sekali dalam dua periode, yakni di saat masuk kelas 9 pada tahun 2002
dan ketika menyelesaikan kelas 11 pada tahun 2005.

Dari hasil survei terungkap, pada setiap periode survei para remaja mengaku
mendapat pengalaman pertamanya dengan seks oral ataupun penetrasi organ
intim (vaginal intercourse). Sebagian mereka tidak dapat memastikan, jenis
aktivitas mana yang lebih dulu mereka lakukan. Beberapa penelitian perilaku
seksual remaja menyebutkan, dari tahun ke tahun terjadi peningkatan angka
remaja yang sudah pernah berhubungan seks.
Di Jakarta, menurut Riset Strategi Nasional Kesehatan Remaja yang dilakukan
oleh Departemen Kesehatan tahun 2005 menyebutkan 5,3 persen pelajar SMA di
Jakarta pernah berhubungan seks. Survei yang dilakukan BKKBN tahun 2008
menyebut 63 persen remaja di beberapa kota besar di Indonesia telah
melakukan seks pra nikah. Dari hasil survei yang dilakukan Annisa Foundation
tahun 2006 ditemukan 42,3 persen remaja SMP dan SMA di Cianjur, Jawa Barat,
pernah berhubungan seks. Makin terbukanya akses informasi ditambah tekanan
dari lingkungan diyakini menjadi penyebab banyaknya remaja yang melakukan
seks pranikah.

Menurut Dr. Rita Damayanti, Pada zaman sekarang Pola pacaran yang dilakukan
oleh remaja antara lain mulai berciuman bibir, meraba-raba dada,
menggesekkan alat kelamin (petting) hingga berhubungan seks. Perilaku seks
pranikah itu pun erat kaitannya dengan penggunaan narkoba di kalangan para
remaja. Tujuh dari 100 pelajar SMA pernah memakai narkoba.

Menurutnya, perilaku seks pranikah itu cenderung dilakukan karena pengaruh


teman sebaya yang negatif. Apalagi bila remaja itu bertumbuh dan berkembang
dalam lingkungan keluarga yang kurang sensitif terhadap remaja. Selain itu,
lingkungan negatif juga akan membentuk remaja yang tidak punya proteksi
terhadap perilaku orang-orang di sekelilingnya.

Sementara itu berdasarkan data hasil survei 2008 Kementrian Negara


Pemberdayaan Perempuan menunjukkan, sebanyak 63 persen remaja SMP
sudah melakukan hubungan seks di luar nikah. Sedangkan 21 persen siswa SMA
pernah melakukan aborsi. Temuan yang paling mencengangkan, di beberapa
kota besar, hampir semua remaja pernah menonton film porno yang sebenarnya
menjadi konsumsi orang dewasa.

Seks bebas memiliki berbagai dampak negatif, yaitu :

1. Dari aspek medis seks bebas menimbulkan berbagai macam penyakit,


misalnya: aids, sifilis, infertilitas, kanker prostat, kanker serviks, dan kencing
nanah.

2. Dari aspek psikologis seks pra nikah memberikan dampak hilangnya harga
diri, hilangnya kepercayaan diri, perasaan dihantui dosa, dan perasaan takut
hamil.

3. Dari aspek sosial seks bebas memberikan dampak dikucilkannya pelaku seks
bebas tersebut dalam masyarakat, caci maki dari masyarakat, hilangnya garis
keturunan akibat dari lelaki yang tidak bertanggung jawab, serta lemahnya
ikatan kedua belah pihak yang menyebabkan kegagalan setelah menikah.

4.Dari aspek agama yaitu: mendapatkan dosa besar, semakin keruhnya hati,
berkurangnya agama si penzina, hilangnya sikap wara’ (menjaga diri dari dosa),
buruk keperibadian, membunuh rasa malu dan hilangnya rasa cemburu.

Jika ditinjau dampaknya bagi bangsa Indonesia, seks bebas dapat menyebabkan
rusaknya moral bangsa ini, hilangnya generasi penerus yang berkualitas dan
berkarakter, maraknya terjadi bencana, terjadinya kekacauan dalam segala
bidang, dan terakhir menyebabkan kehancuran bagi bangsa Indonesia tercinta
ini.

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu
perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” [QS. Al-Isra’: 32]
“Tidaklah nampak suatu perbuatan fahisah (zina) pada suatu kaum hingga
mereka mengumumkannya kecuali mereka akan ditimpa penyakit menular dan
penyakit-penyakit lain yang belum pernah ada pada orang-orang dulu sebelum
mereka.” [HR. Ibnu Majah]

III. Penutup
Demikianlah paparan mengenai berbagai dampak seks bebas di kalangan
remaja. Sebagai generasi penerus bangsa ini marilah kita ikut berpartisipasi
dalam menjauhi dan memerangi seks bebas.

Pemakalah menyadari bahwa makalah yang ditulis ini masih memiliki banyak
kekurangan, dan untuk itulah pemakalah sangat mengharapkan kritik dan saran
dari berbagai pihak demi perbaikan pada kesempatan berikutnya.

Semoga makalah ini dapat memberikan sumbangan dalam rangka memerangi


seks bebas.

IV.Sumber referensi :
http://ceria.bkkbn.go.id

http://halalsehat.com

http://gilar-remaja.webnode.com

http://hartohadi.com