Anda di halaman 1dari 4

Why?

A. Tujuan Pendidikan Ners


Agar peserta didik mempunyai pengetahuan, keterampilan, dan sikap keperawatan
profesional yang mampu:
a. Melaksanakan profesi keperawatan secara akuntabel dalam suatu sistem pelayanan
kesehatan sesuai kebijaksanaan umum pemerintah yang berlandaskan Pancasila,
khususnya pelayanan dan/atau asuhan keperawatan dasar sampai dengan tingkat
kerumitan tertentu secara mandiri kepada individu, keluarga dan komunitas berdasarkan
kaidah-kaidah keperawatan
b. Mengelola pelayanan keperawatan professional tingkat rendah secara bertanggung
jawab dan menunjukkan sikap kepemimpinan
c. Mengelola kegiatan penelitian keperawatan dasar dan terapan yang sederhana dan
mengunakan hasil penelitian serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk
meningkatkan mutu dan jangkauan pelayanan/asuhan keperawatan
d. Berperan serta secara aktif dalam mendidik dan melatih calon perawat dan tenaga
keperawatan, serta turut berperan dalam berbagai program pendidikan tenaga kesehatan
lain
e. Mengembangkan diri secara terus menerus untuk meningkatkan kemampuan
professional
f. Memelihara dan mengembangkan kepribadian serta sikap yang sesuai dengan etika
keperawtan dalam melaksanakan profesinya
g. Berfungsi sebagai anggota masyarakat yang kreatif, produktif, terbuka untuk menerima
perubahan, serta berorintasi ke masa depan

How?when?
Sebelum melanjutkan ke jenjang pendidikan profesi mahasiswa diharapkan sudah
menyelesaikan program studi akademik yang dijadwalkan dalam 8 semester dengan
beban studi 144 sks untuk mata kuliah wajib ditambah minimal 2 sks mata kuliah pilihan.
Setelah menyelesaikan tahap akademik, mahasiswa dapat mengikuti wisuda dan berhak
memperoleh gelar Sarjana Keperawatan (S.Kep). Selanjutnya mahasiswa wajib
melaksanakan Kepaniteraan yang merupakan persyaratan untuk mengikuti tahap profesi.
Tahap profesi dijadwalkan selama kurang lebih 42 minggu dengan beban studi 25 sks.
Adapun mata kuliah yang di ……pada jenjang profesi meliputi, (1) ilmu keperawatan
gawat darurat II (3 sks), (2) ilmu manajemen keperawatan II (2 sks), (3) ilmu
keperawatan maternitas III (3 sks), (4) ilmu keperawatan anak III(3 sks), (5) ilmu
keperawatan jiwa III (2 sks), (6) ilmu keperawatan medical bedah IV (5 sks), (7) ilmu
keperawatan keluarga II (2 sks), (8) ilmu keperawatan gerontik II (2 sks), (9) ilmu
keperawatan komunitas III (3 sks). Sebelum memasuki jenjang profesi, mahasiswa
diwajibkan untuk mengikuti ujian kompetensi KDP (keterampilan dasar profesi), yang
merupakan prasyarat jenjang profesi. Adapun keterampilan yang harus dikuasai sebanyak
dua puluh tujuh, sedangkan yang diujikan sebanyak sembilan kompetensi.
Setelah mahasiswa menyelesaikan tahap profesi, mahasiswa akan diwisuda dan wajib
mengikuti Angkat Sumpah serta berhak memperoleh gelar Ners (Ns.) dan akan diakui
sebagai perawat profesional (Professional Nurse).

What?
Menurut Lokakarya Nasional tahun 1983, keperawatan adalah suatu bentuk
pelayanan professional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan,
didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan, berbentuk pelayanan bio-psiko-sosio-
spiritual yang komprehensif, ditujukan pada individu, keluarga dan masyarakat baik sakit
maupun sehat yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia.

where??

Menurut Lindberg, Hunter dan Kruszewski (1993), Leddy dan Pepper (1993) serta
Berger dan Williams (1992), keperawatan sebagai suatu profesi memiliki karakteristik
sebagai berikut :
a. Kelompok pengetahuan yang melandasi keterampilan untuk menyelesaikan masalah
dalam tatanan praktik keperawatan. Pada awalnya praktik keperawatan dilandasi oleh
ketrampilan yang bersifat intuitif. Sebagai suatu disiplin, sekarang keperawatan disebut
sebagai suatu ilmu dimana keperawatan banyak sekali menerapkan ilmu-ilmu dasar
seperti ilmu perilaku, social, fisika, biomedik dan lain-lain. Selain itu keperawatan juga
mempelajari pengetahuan inti yang menunjang praktik keperawatan yaitu fungsi tubuh
manusia yang berkaitan dengan sehat dan sakit serta pokok bahasan pemberian asuhan
keperawatan secara langsung kepada klien.

b. Kemampuan memberikan pelayanan yang unik kepada masyarakat.


Fungsi unik perawat adalah memberikan bantuan kepada sesorang dalam melakukan
kegiatan untuk menunjang kesehatan dan penyembuhan serta membantu kemandirian
klien.

c. Pendidikan yang mmenuhi standart dan diselenggarakan di perguruan tinggi atau


universitas.
Beralihnya pendidikan keperawatan kepada institusi pendidikan tinggi memberikan
kesempatan kepada perawat untuk mendapatkan pengetahuan dan ketrampilan
intelektual, interpersonal dan tehnikal yang memungkinkan mereka menjalankan peran
dengan lebih terpadu dalam pelayanan kesehatan yang menyeluruh dan
berkesinambungan. Disampingg itu perawat dituntut untuk mengembangkan Iptek
keperawatan.

d. Pengendalian terhadap standart praktik.


Standart adalah pernyatan atau criteria tentang kualitas praktik. Standart praktik
keperawatan menekankan kepada tangung jawab dan tangung gugat perawat untuk
memenuhi standart yang telah ditetapkan yang bertujuan menlindungi masyarakat
maupun perawat. Perawat bekerja tidak dibawah pengawasan dan pengendalian profesi
lain.

e. Bertanggung jawab dan bertanggung gugat terhadap tindakan yang dilakukan.


Tangung gugat accountable berarti perawat bertanggung jawab pelayanan yang diberikan
kepada klien. Tanggung gugat mengandung aspek legal terhadap kelompok sejawat,
atasan dan konsumen. Konsep tangung gugat mempunyai dua implikasi yaitu
bertanggung jawab terhadap konsekuensi dari tindakan yang dilakukan dan juga
menerima tanggung jawab dengan tidak melakukan tindakan pada situasi tertentu.
f. Karir seumur hidup
Dibedakan dengan tugas/job yang merupakan bagian dari pekerjaan rutin. Perawat
bekerja sebagai tenaga penuh yang dibekali dengan pendidikan dan ketrampilan yang
menjadi pilihannya sendiri sepanjang hayat.

g. Fungsi mandiri
Perawat memiliki kewenangan penuh melakukan asuhan keperawatan walaupun kegiatan
kolaborasi dengan profesi lain kadang kala dilakukan dimana itu semua didasarkan
kepada kebutuhan klien bukan sebagai ekstensi intervensi profesi lain.