Imunisasi IPD, Apa Manfaatnya?

Written by IKA ASRIYANI Thursday, 05 July 2007 IPD (Invasive Pneumoccocal Disease), merupakan sekelompok penyakit ganas yang disebabkan kuman Streptococcus pneumoniae (pneumokokus). “Dari 90 tipe kuman pneumokokus, ada 10 tipe yang ganas dan menyerang anak-anak,” kata Dr. Alan Roland Tumbelaka, Kepala Divisi Infeksi dan Penyakit Tropis, Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUIRSCM dalam acara media edukasi bertema Cegah Penyakit Pneumokokus, Pembunuh Utama Bayi dan Balita yang diadakan bulan Februari 2007 lalu. Penyakit apa saja yang disebabkannya? Kuman pneumokokus menyerang organ-organ vital di dalam tubuh, seperti:

• • • •

Dalam otak, sehingga menyebabkan radang selaput otak (meningitis). Paru-paru, sehingga menyebabkan radang paru (pneumonia). Aliran darah, sehingga menyebabkan infeksi darah (sepsis) dan kegagalan seluruh organ tubuh. Telinga bagian tengah sehingga menyebabkan radang telinga bagian tengah (otitis media akut).

Apa Bedanya Dengan HiB? Mengingat HiB juga menyebabkan meningitis dan pneumonia, lalu apa beda IPD dan HiB? “Yang beda adalah kumannya,” kata Dr. Alan. “Hib disebabkan oleh kuman Haemophilus Influensa B - yang mana tidak ada hubungannya sama sekali dengan flu - sementara IPD disebabkan oleh kuman pneumokokus. Jadi meski si kecil Anda sudah mendapatkan imunisasi Hib, risiko terkena meningitis dan radang paru masih bisa terjadi bila ia belum mendapatkan vaksin IPD. Meningitis yang disebabkan pneumokokus, lebih ‘jahat’ daripada yang disebabkan oleh Hib.” Apa Gejalanya?

Meningitis pada bayi, gejalanya: Demam, rewel/gelisah, susah makan, terus-menerus menangis, lemah, intensitas interaksi berkurang. Pada balita, gejalanya: Demam, kejang tengkuk, sakit kepala, mual, bingung/disorientasi. Pneumonia, tidak terlihat tandanya pada bayi. Pada balita, mungkin tidak tampak gejala gangguan pada pernapasan. Dalam banyak kasus, hanya muncul dalam bentuk demam atau napas yang cepat. Gejala dapat termasuk batuk, lelah/tidak enak badan, demam, sakit di dada, menggigil, sesak napas, sakit di perut dengan atau tanpa muntah. Sepsis, bisa diketahui jika kulit anak Anda terasa dingin, lembap, nadi berdetak lemah, kecepatan denyut jantung tidak normal, pernapasan sangat cepat, hipotensi, oliguria, perubahan status mental. Bacteremia, gejalanya sangat bervariasi, termasuk: Menggigil, panas, rewel, kemerahan pada kulit dan bintik merah, kulit terasa panas atau seperti terbakar.

Bagaimana cara kuman ini menyebar? Kuman ini dapat berpindah secara mudah melalui udara dan percikan ludah, terutama di

Saat pergantian cuaca dan musim hujan kuman ini juga menyebar dengan cepat.'' terang Alan dalam media edukasi mengenai pencegahan penyakit pneumokokus. Reaksi ini umum ditimbulkan oleh semua jenis vaksin. pneumonia merupakan penyebab utama kematian balita di Indonesia. tidak bisa tidur. radang selaput otak (meningitis). . kepala Divisi Infeksi dan Penyakit Tropis Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI)/Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Jika Anda terlambat melakukan imunisasi. Apa sebenarnya IPD? Seperti dijelaskan oleh dokter Alan R Tumbelaka SpA(K). Beberapa penyakit yang termasuk dalam golongan ini adalah radang paru (pneumonia). Survei Departemen Kesehatan 2001 menyebutkan. 4. Anda tidak langsung pulang dan menunggu 15 menit untuk mengetahui apakah ada reaksi vaksin. Dokter sangat menganjurkan agar setelah melakukan imunisasi (apapun). Anda tak perlu mengulangnya dari awal dan bisa langsung melanjutkannya. Indonesia pun tak luput dari serangan penyakit ini. ''Penyakit-penyakit ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kecacatan pada bayi dan balita bahkan kematian. dan sepsis (kelanjutan infeksi darah yang mengakibatkan syok dan kegagalan fungsi organ tubuh). Kuman yang sudah masuk ke dalam darah akan membuat kondisi semakin berbahaya. mengantuk (drowsiness). bukanlah penyakit yang bisa dipandang sebelah mata. dengan persentase mencapai 23 persen. berkurangnya nafsu makan. belum lama ini di Jakarta. muntah.kondisi keramaian seperti hunian yang padat dan tempat penitipan anak (TPA) atau playgroup. Sebelum Terlambat Penyakit pneumokokus. reaksi umum dari imunisasi IPD yang paling banyak dilaporkan adalah demam ringan (>38 derajat Celcius). rewel. 6 bulan dan antara usia 12-15 bulan dengan kondisi yang telah dikonsultasikan dengan dokter anak. lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Pada studi klinis. Vaksin ini merangsang sistem kekebalan tubuh untuk membentuk zat anti (antibodi) yang berfungsi mengenali dan sekaligus membunuh kuman pneumokokus. Seperti kata pepatah. infeksi darah (bakteremia). yang memberikan solusi dalam pencegahan penyakit akibat kuman pneumokokus. Apakah imunisasi IPD aman bagi bayi dan anak-anak? Vaksin anti kuman Streptococcus pneumoniae disebut Pneumococcal 7 valent conjugated vaccine (PCV7). Berapa kali imunisasi dIberikan? Jadwal pemberian vaksin IPD dilakukan 4 kali: Pada usia 2. Last Updated ( Thursday. utamanya di negara-negara berkembang. 700 ribu hingga 1 juta anak meninggal dunia tiap tahunnya karena IPD. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan. diare dan kemerahan (rash) pada kulit. IPD merupakan sekelompok penyakit yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae yang menyebar melalui darah dan bersifat merusak (invasive). atau yang kerap disebut IPD (Invasive Pneumococcal Disease). Angka ini jauh lebih tinggi dibanding penyebab lain kematian balita yakni diare (13 persen) dan penyakit syaraf (12 persen). 05 July 2007 ) Cegah Bahayanya Lewat Vakinasi.

penderita ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut). serta gangguan syaraf. Namun saat ini. bakteri ini lebih mudah menyebar pada hunian yang padat. Pentingnya imunisasi Mengingat sulit dan mahalnya pengobatan. bakteri ini dapat menjadi ganas pada kelompok umur yang rentan yakni bayi dan anakanak di bawah usia dua tahun. erythromycin. ''Harga pengobatan juga sangat mahal dibanding harga pencegahannya. dan musim hujan seperti sekarang ini. Pada dasarnya. khususnya penisilin. Bisakah penyakit ini diobati? Menurut Alan. seperti dijelaskan dokter Soedjatmiko SpA (K) MSi.Mengenai bakteri Streptococcus pneumoniae yang menjadi penyebab penyakit ini. Bagaimana caranya? Berikan vaksin pneumokokus pada bayi dan balita. apabila bakteri ini masuk ke dalam sirkulasi darah dan merusak. Dan vaksinasi merupakan upaya terbaik mencegah penyakit pneumokokus. Dan risiko untuk terjangkit IPD menjadi kian besar jika kondisi fisik bayi dan anak itu sedang turun atau baru sembuh dari sakit. ''Anak yang terserang IPD juga dapat menularkan penyakit ini kepada orang usia lanjut.'' kata Alan. tempat penitipan anak nursery playgroup. bakteri ini mulai kebal terhadap banyak antibiotik (misalnya penisilin. Dengan cara ini akan terbentuk antibodi sehingga si anak terhindar dari penyakit. Alan menerangkan. kemunduran kecerdasan. menurunkan prevalensi penyakit . pergantian cuaca. sekretaris Satuan Tugas (Satgas) Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). trimepthoprin-sulfamethoxazole. maka hal terbaik yang bisa dilakukan para orangtua adalah mencegah penyakit berbahaya ini. IPD merupakan penyakit menular. Penularan penyakit ini ternyata tak hanya bisa terjadi di kalangan bayi dan balita. maka akan menyebabkan gangguan berbagai organ tubuh. ''Namun. Patut pula dicatat.'' tandas Alan. juga kecacatan permanen yang mengancam anak kita. Hal tersebut juga ditegaskan oleh Strategic Advisory Group of Experts (SAGE) -kelompok penasihat utama WHO untuk vaksinasi dan imunisasi di dunia -. kehilangan pendengaran. Hanya saja. tetap saja membawa gejala sisa seperti kelumpuhan. Kalaupun bisa diobati dan sembuh. dan batuk. tidak menularkan penyakit itu pada individu lain. bakteri ini sebenarnya hidup secara normal di tenggorokan dan rongga hidung. bersin.dalam pertemuan mereka di Swiss. Mereka menyatakan. retardasi mental. penyakit pneumokokus merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia. dan akhirnya dapat memutuskan transmisi penyakit.'' lanjut dokter yang sejak 1984 menjadi staf pengajar di FKUI ini. merupakan upaya pencegahan primer untuk mencegah penyakit infeksi dengan memasukkan vaksin (produk imunobiologik. ''Vaksinasi bertujuan melindungi seseorang terhadap penyakit tertentu. penularan IPD dapat terjadi melalui percikan ludah sewaktu bicara. Inilah satu-satunya cara pencegahan IPD yang efektif. November 2006. sebagai antigen) ke dalam tubuh manusia. IPD memang bisa menyerang siapa saja dan di mana saja karena bakteri pneumokokus secara normal berada di dalam rongga hidung dan tenggorokan. dan cephalosporin) sehingga mempersulit pengobatan. bakteri Streptococcus pneumoniae pada dasarnya bisa dimatikan dengan antibiotik. Vaksinasi. Alan menjelaskan.

sehingga tercapai eradikasi penyakit. dan 23F) yang merupakan penyebab 80 persen kasus IPD pada bayi dan anak di bawah usia dua tahun. Vaksin yang oleh Wyeth diberi nama dagang Prevenar ini bisa diberikan pada bayi mulai usia dua bulan. penggunaan vaksin PCV-7 sudah direkomendasikan oleh Satuan Tugas Imunisasi Ikatan Doker Anak Indonesia (IDAI). * Usia 12-23 bulan Cukup diberikan dua dosis dengan interval dua bulan. Bagaimana dengan keamanannya? Reaksi umum dari vaksin ini sama seperti semua jenis vaksin. 9V. Wyeth. Vaksin ini bekerja dengan cara merangsang sistem kekebalan dan menciptakan memori pada sistem kekebalan tubuh. * Usia 7-11 bulan Diberikan tiga dosis. dan MMR. 18C. . 19F. Sejak 2006. Hepatitis B. Berikut adalah jadwal pemberian vaksin ini: * Usia di bawah 12 bulan Diberikan empat dosis yaitu pada usia dua bulan. 6B. vaksin pneumokokus memiliki tingkat keampuhan sebagai berikut: * 97 persen efektif dalam mencegah IPD pada bayi yang telah divaksinasi penuh (4 dosis). Injeksi vaksin ini akan memberikan pengenalan sistem kekebalan tubuh pada tujuh strain Streptococcus pnemoniae yang paling umum menyerang bayi dan anak. dan Meksiko serta telah digunakan lebih dari 100 juta dosis di seluruh dunia.'' sambungnya. Bagaimana efektivitas vaksin ini? Studi klinis pada 37 ribu bayi di California Utara. Polio. memproduksi satu-satunya vaksin pneumokokus baru yakni PCV-7 (7-valent Pneumococcal Conjugate Vaccine) yang khusus diperuntukkan bagi bayi dan anak-anak di bawah dua tahun. Vaksin ini juga telah menjadi vaksin yang diwajibkan di AS. dosis ketiga diberikan setelah usia 12 bulan. Dua dosis pertama dengan interval empat minggu. 14. dan booster pada usia 12-15 bulan. * 89 persen efektif dalam mencegah semua kasus IPD pada anak yang telah mendapat satu kali atau lebih dosis vaksinasi. empat bulan. Eropa. HIB. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga telah mengeluarkan izin edar untuk vaksin pneumokokus di Indonesia. Di Indonesia. enam bulan. sistem kekebalan tubuh akan menyimpan informasi ini sehingga serangan bakteri ini di kemudian hari dapat dicegah. Salah satu perusahaan farmasi terkemuka. Vaksin terdiri dari tujuh strain Streptococcus pneumoniae (4. PCV-7 dimasukkan dalam jadwal rekomendasi vaksinasi dan dapat diberikan bersama-sama dengan vaksin lain seperti DPT. Amerika Serikat (AS) menunjukkan. Pada akhirnya. Australia. * Usia dua tahun ke atas Cukup diberikan satu dosis.

Children infected with HIV/AIDS are 20-40 times more likely to contract pneumococcal disease than children without HIV/AIDS. but also in the un-immunized population through reduced transmission.. of those who develop pneumococcal meningitis. (WHO: http://www. Nonetheless. bayi baru lahir hingga bocah usia 2 tahun berisiko tinggi terkena IPD. It has been developed by Wyeth and is licensed in the United States and several other countries. Penelitian menunjukkan. reaksi umum yang muncul setelah mendapat vaksin ini adalah demam ringan. A recent study (Cutts F. Oleh karena itu. .Pada studi klinis.who. Apa gunanya vaksinasi IPD? Acute lower respiratory infections are responsible for two million deaths per year and a large proportion of these are pneumococcal disease. not only in immunized children. Nah. A seven-valent conjugate vaccine called Prevnar is designed to act against seven strains of pneumococcal disease. tunggu apa lagi. sebagian besar bayi dan anak di bawah usia 2 tahun pernah menjadi pembawa ( carrier) bakteri pneumokokus di dalam saluran pernapasan mereka. Bakteri tersebut secara cepat dapat masuk ke dalam sirkulasi darah dan merusak (invasif) serta dapat menyebabkan infeksi selaput otak (meningitis) yang biasa disebut radang otak. 40-75 % either die or are permanently disabled. The Lancet 2005) in The Gambia indicates that more than one third of these deaths might be caused by the bacterium Streptococcus pneumoniae. Pneumonia deaths far outnumber deaths from meningitis. vaksinasi segera! (Idionline/RoL) Rangkuman dari Milist Sehat mengenai VAKSIN IPD Tonang D Ardyanto to sehat Karena adanya informasi penting. use of this vaccine has led to a dramatic decline in rates of pneumococcal disease. dan kemerahan pada kulit. rewel. In the United States.int/mediacentre/factsheets/fs289/en/) IPD adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri pneumokokus (streptoccoccus pneumoniae). Most victims are children in developing countries. et al. in non-epidemic situations. Streptococcus pneumoniae is the main cause of meningitis fatalities in sub-Saharan Africa. rangkuman ini saya revisi.

Australia. maka amat dianjurkan agar pemberian imunisasi dilakukan sedini mungkin. Haemophilus influenzae type B. FACC. Menurut salah seorang dokter di milis sehat(1): Dari bocoran hasil rapat Satgas imunisasi IDAI di medan (1-5 mei) direkomendasikan untuk dimasukkan bersamaan vaksin influensa pada jadwal rekomentasi idai 2006. Kalaupun dinyatakan sembuh umumnya meninggalkan kecacatan permanen. . oleh: Sukman Tulus Putra. Bila sembuh pun sering kali meninggalkan kecacatan permanen. Philipina. Meningitis karena bakteri pneumokokus ini dapat menyebabkan kematian hanya dalam waktu 48 jam. keterbelakangan mental dan kelumpuhan.or.Yang paling fatal bila bakteri pneumokokus menyerang otak. dr. lebih lengkap di situs WHO http://www.int/mediacentre/factsheets/fs289/en/) Apakah sudah dilaksanakan di Indonesia? Situs resmi IDAI (www. dan Neisseria meningitis). Sampai sekarang telah direkomendasikan di Amerika. saat ini sudah ditemukan vaksin pneumokokus bagi bayi dan anak di bawah 2 tahun. Dari ketiga bakteri yang biasa menyebabkan meningitis (Streptococcus pneumoniae.(K). FESC. kejang tanpa demam. Spanyol. kematian akan menyerang 17% penderita hanya dalam kurun waktu 48 jam setelah terserang. sejak 2000 sudah disuntikan wajib dan laporan ilmiah tahun 2001 telah 23 juta dosis diberikan dengan efek samping yang tidak jauh lebih banyak dari efek samping imunisasi rutin saat itu. Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)) Apakah vaksinasi ini dipakai di tempat lain? Menurut salah seorang dokter di milis sehat(1): Aman tidak. Malaysia. Karena anak-anak di bawah usia 1 tahun memiliki risiko paling tinggi menderita IPD. Untungnya. Streptococcus pneumoniae merupakan bakteri yang seringkali menyerang anak di bawah 2 tahun.. Sp. Korea. tapi di Amrika. Di indonesia baru tahun ini 2006.who. Vaksinasi dipercaya sebagai langkah protektif terbaik mengingat saat ini resistensi kuman pneumokokus terhadap antibiotik semakin meningkat.id) belum memasang jadwal terbaru setelah jadwal tahun 2004 hasil revisi. semisal gangguan pendengaran dan gangguan saraf yang selanjutnya memunculkan gangguan motorik.A.idai. Pada kasus-kasus meningitis seperti ini. Singapore dan Canada. (dari artikel sebuah tabloid kesehatan.

> 4 kali 6 . dan ada yang dalam pengembangan/ penelitian. • Prevenar atau PCV 7 (diseluruh dunia sama mereknya): berisi 7 serotype (4. Harganya lebih murah.net dibuka pada tanggal 19 Mei 2006): Vaksinasi IPD direkomendasikan oleh IDAI sejak tahun 2006 bersamaan dengan mulai direkomendasikannya vaksinasi Influenza. Diharapkan ijinnya akan keluar 2-3 tahun lagi. (WHO: http://www. an unexpected benefit of vaccination (9 serotype vaccine) was the decrease of symptomatic pneumonia cases associated with a viral infection. Bisa diberikan pada sejak bayi usia 2 bulan. 9V. • Pneumo23: berisi 23 serotype. (Produksi Wyeth) • Sedang dikembangkan juga vaksin berisi 11 serotype (produksi GSK dan Sanofi-Pasteur). Diberikan 1 kali > 1 kali Apa nama vaksin IPD? Ada dua jenis yang sudah beredar. 19F and 23F). 18C.int/mediacentre/factsheets/fs289/en/) . whether influenza virus or one of the paramyxoviruses. 6B. Diberikan dasar 2 kali tidak perlu penguat.who. dan penguat seperti diatas > 3 kali 12 – 24 bulan . 14. Bagaimana jadwalnya? Imunisasi IPD pada usia (1): • • • • < 6 bulan: diberikan dasar 3 kali jarak 2 bulan dan penguat/ulangan (booster) pada usia 12 – 15 bulan.12 bulan diberikan dasar 2 kali. > 2 kali > 24 bulan. Harganya relatif mahal.anakku. yang banyak menimbulkan pneumococcus disease di negara berkembang). diberikan pada anak berusia lebih dari 2 tahun. Ada keuntungan lain dalam penelitian vaksin produksi baru ini bahwa: In addition.Menurut situs majalah Anakku (www. • Sedang dikembangkan vaksin baru berisi 9 serotype (prevenar ditambah serotype 1 dan 5.

Dilaporkan berkisar 850-950 ribu rupiah (Prevenar). there is concern over whether the seven-and nine-valent vaccines contain the serotypes appropriate for all countries. Dalam praktek. Concerns remain – although results to date are encouraging – that prevention of some serotypes of pneumococcal disease may lead to increased incidence of other serotypes. and the resources to do so. efek samping yang sering terjadi (Very common) pada pemberian prevenar pada saluran pencernaan adalah diare dan muntah. maka tidak diberikan imunisasi IPD jenis Prevenar (kontraindikasi). and could be introduced in such countries provided adequate supply and financial help are arranged. Belum ada yang mengeluh diare dan muntah. As a result. tetap seperti jadwalnya). Because of the scarcity of data from developing countries. salah seorang dokter di milis sehat(1) menyampaikan: dari 20 an kasus. although still to be set for . rewel. public health decision-makers are often unaware of the prevalence of the disease and of the toll it exacts in death and disability. Apa yang perlu diperhatikan? Bila ada riwayat reaksi alergi terhadap imunisasi Dipteria (DPT). Apa kendalanya? Harga vaksinasi masih relatif tinggi. mengantuk (drowsy). karena dalam Prevenar ada kandungan varian dari Diphteria toxin (sebagai protein-carrier). Ada 1 pasien yang nafsu makannya menurun dan panasnya > 38. The price of the vaccine. WHO menyebutkan: A vaccine providing effective protection against pneumococcal disease for young children in developing countries may be ready for use in 2008-2009. Pemberian imunisasi IPD tidak menghapus jadwal imunisasi yang lain (seperti HiB. Menurut artikel oleh dokter Sukman Tulus Putra: Reaksi terhadap vaksin yang terbanyak dilaporkan adalah demam ringan < 38 derajat Celcius. Apakah benar-benar diperlukan di Indonesia? Menurut WHO: It can be difficult to establish the extent of pneumococcal disease as developing countries often lack the clinical and laboratory facilities. 5-8 pasien menelefon dan mengatakan panas tapi tidak tinggi (<38). the expertise.Apa efek samping vaksinasi ini? Menurut labelnya. dan beberapa reaksi ringan lainnya yang biasa ditemui pada pemberian berbagai jenis vaksin.

untuk memastikan jenis serotype-nya.19A.19F.6B. Hardiono Pusponegoro.20. Purnamawati. Kalau misalnya lebih spesifik dan lebih sedikit jumlahnya.7F. Pemilihan 7 serotype ini didasarkan pada pemberian di Malaysia.9V. Semoga bermanfaat. mungkin bisa diproduksi dengan harga lebih murah. SpA 2: dr. SpA(K) 5: Prof.14.12F. Hasilnya mungkin baru tahun depan diketahui dengan pasti. JS Wibisono.3. baru Mataram yang sudah diketahui serotypenya. mohon dikoreksi dan ditambahi oleh semuanya agar lebih sempurna. Bandung (4) dan Mataram (5). Catatan: ini bukan tulisan resmi.9N. SpA(K) 3: Prof. brosur. leaflet. 9V. Saat ini yang sudah diteliti ada di tiga tempat: Jakarta (3).2.8. Cissy Kartasasmita.developing countries. artinya untuk konsumsi milis. Karena itu baru akan dilakukan penelitian. 19F and 23F Pneumor23 berisi 23 serotype: 1. SpA(K) 4: Prof. SpPD(K).23F. MMPed. hanya soal apa serotypenya.33F . Catatan Tambahan : Maaf. tentu cara penulisan harus disesuaikan.22F. Tahun ini akan dilakukan penelitian multi-senter di 5 tempat. Bila untuk konsumsi publik (situs. 14. Dari ketiganya.17F18C.15B. 6B. poster). may be too high for them to afford without special financing arrangements. Menurut informasi dari seorang SpA(3): Sakit IPD-nya sudah jelas ada. Keterangan: 1: dr. Philiphina dan Australia yang dianggap berdekatan dan memiliki ciri geografis seperti Indonesia. Soewignyo. Singapura.10A.11A. 18C. ternyata masih ada yang terlewat: Apa beda serotype pada Prevenar dan Pneumo23? • • Prevenar atau PV7 berisi 7 serotype Streptococcus pneumonia: 4. Menurut salah seorang dokter di milis sehat(2): Sebenarnya masih ada pertanyaan apakah serotype yang digunakan pada Prevenar sesuai dengan serotype di Indonesia.

karena bakteri penyebabnya berlainan jenis. jadwal IPD juga berlaku.Kalau sudah mendapatkan imunisasi IPD apakah masih harus mendapatkan imunisaasi HiB? Masih. Apa ada yang perlu diperhatikan? Bila ada riwayat reaksi alergi terhadap imunisasi Dipteria (DPT). karena dalam Prevenar ada kandungan varian dari Diphteria toxin. tonang . Jadi jadwal untuk HiB tetap berlaku. maka tidak diberikan imunisasi IPD jenis Prevenar (kontraindikasi).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful