P. 1
Imunisasi+IPD+informasi

Imunisasi+IPD+informasi

|Views: 120|Likes:
Dipublikasikan oleh siswanti_29

More info:

Published by: siswanti_29 on Mar 06, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/14/2015

pdf

text

original

Imunisasi IPD, Apa Manfaatnya?

Written by IKA ASRIYANI Thursday, 05 July 2007 IPD (Invasive Pneumoccocal Disease), merupakan sekelompok penyakit ganas yang disebabkan kuman Streptococcus pneumoniae (pneumokokus). “Dari 90 tipe kuman pneumokokus, ada 10 tipe yang ganas dan menyerang anak-anak,” kata Dr. Alan Roland Tumbelaka, Kepala Divisi Infeksi dan Penyakit Tropis, Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUIRSCM dalam acara media edukasi bertema Cegah Penyakit Pneumokokus, Pembunuh Utama Bayi dan Balita yang diadakan bulan Februari 2007 lalu. Penyakit apa saja yang disebabkannya? Kuman pneumokokus menyerang organ-organ vital di dalam tubuh, seperti:

• • • •

Dalam otak, sehingga menyebabkan radang selaput otak (meningitis). Paru-paru, sehingga menyebabkan radang paru (pneumonia). Aliran darah, sehingga menyebabkan infeksi darah (sepsis) dan kegagalan seluruh organ tubuh. Telinga bagian tengah sehingga menyebabkan radang telinga bagian tengah (otitis media akut).

Apa Bedanya Dengan HiB? Mengingat HiB juga menyebabkan meningitis dan pneumonia, lalu apa beda IPD dan HiB? “Yang beda adalah kumannya,” kata Dr. Alan. “Hib disebabkan oleh kuman Haemophilus Influensa B - yang mana tidak ada hubungannya sama sekali dengan flu - sementara IPD disebabkan oleh kuman pneumokokus. Jadi meski si kecil Anda sudah mendapatkan imunisasi Hib, risiko terkena meningitis dan radang paru masih bisa terjadi bila ia belum mendapatkan vaksin IPD. Meningitis yang disebabkan pneumokokus, lebih ‘jahat’ daripada yang disebabkan oleh Hib.” Apa Gejalanya?

Meningitis pada bayi, gejalanya: Demam, rewel/gelisah, susah makan, terus-menerus menangis, lemah, intensitas interaksi berkurang. Pada balita, gejalanya: Demam, kejang tengkuk, sakit kepala, mual, bingung/disorientasi. Pneumonia, tidak terlihat tandanya pada bayi. Pada balita, mungkin tidak tampak gejala gangguan pada pernapasan. Dalam banyak kasus, hanya muncul dalam bentuk demam atau napas yang cepat. Gejala dapat termasuk batuk, lelah/tidak enak badan, demam, sakit di dada, menggigil, sesak napas, sakit di perut dengan atau tanpa muntah. Sepsis, bisa diketahui jika kulit anak Anda terasa dingin, lembap, nadi berdetak lemah, kecepatan denyut jantung tidak normal, pernapasan sangat cepat, hipotensi, oliguria, perubahan status mental. Bacteremia, gejalanya sangat bervariasi, termasuk: Menggigil, panas, rewel, kemerahan pada kulit dan bintik merah, kulit terasa panas atau seperti terbakar.

Bagaimana cara kuman ini menyebar? Kuman ini dapat berpindah secara mudah melalui udara dan percikan ludah, terutama di

Apakah imunisasi IPD aman bagi bayi dan anak-anak? Vaksin anti kuman Streptococcus pneumoniae disebut Pneumococcal 7 valent conjugated vaccine (PCV7). ''Penyakit-penyakit ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kecacatan pada bayi dan balita bahkan kematian. radang selaput otak (meningitis).'' terang Alan dalam media edukasi mengenai pencegahan penyakit pneumokokus. kepala Divisi Infeksi dan Penyakit Tropis Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI)/Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Indonesia pun tak luput dari serangan penyakit ini. diare dan kemerahan (rash) pada kulit. Survei Departemen Kesehatan 2001 menyebutkan.kondisi keramaian seperti hunian yang padat dan tempat penitipan anak (TPA) atau playgroup. mengantuk (drowsiness). infeksi darah (bakteremia). 700 ribu hingga 1 juta anak meninggal dunia tiap tahunnya karena IPD. utamanya di negara-negara berkembang. Berapa kali imunisasi dIberikan? Jadwal pemberian vaksin IPD dilakukan 4 kali: Pada usia 2. tidak bisa tidur. pneumonia merupakan penyebab utama kematian balita di Indonesia. lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Last Updated ( Thursday. . muntah. Dokter sangat menganjurkan agar setelah melakukan imunisasi (apapun). Seperti kata pepatah. atau yang kerap disebut IPD (Invasive Pneumococcal Disease). dan sepsis (kelanjutan infeksi darah yang mengakibatkan syok dan kegagalan fungsi organ tubuh). 4. rewel. Anda tak perlu mengulangnya dari awal dan bisa langsung melanjutkannya. IPD merupakan sekelompok penyakit yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae yang menyebar melalui darah dan bersifat merusak (invasive). Sebelum Terlambat Penyakit pneumokokus. berkurangnya nafsu makan. yang memberikan solusi dalam pencegahan penyakit akibat kuman pneumokokus. 05 July 2007 ) Cegah Bahayanya Lewat Vakinasi. 6 bulan dan antara usia 12-15 bulan dengan kondisi yang telah dikonsultasikan dengan dokter anak. Jika Anda terlambat melakukan imunisasi. Reaksi ini umum ditimbulkan oleh semua jenis vaksin. Vaksin ini merangsang sistem kekebalan tubuh untuk membentuk zat anti (antibodi) yang berfungsi mengenali dan sekaligus membunuh kuman pneumokokus. dengan persentase mencapai 23 persen. Kuman yang sudah masuk ke dalam darah akan membuat kondisi semakin berbahaya. Beberapa penyakit yang termasuk dalam golongan ini adalah radang paru (pneumonia). Anda tidak langsung pulang dan menunggu 15 menit untuk mengetahui apakah ada reaksi vaksin. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding penyebab lain kematian balita yakni diare (13 persen) dan penyakit syaraf (12 persen). Pada studi klinis. Saat pergantian cuaca dan musim hujan kuman ini juga menyebar dengan cepat. reaksi umum dari imunisasi IPD yang paling banyak dilaporkan adalah demam ringan (>38 derajat Celcius). belum lama ini di Jakarta. Apa sebenarnya IPD? Seperti dijelaskan oleh dokter Alan R Tumbelaka SpA(K). Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan. bukanlah penyakit yang bisa dipandang sebelah mata.

''Anak yang terserang IPD juga dapat menularkan penyakit ini kepada orang usia lanjut. Alan menjelaskan.Mengenai bakteri Streptococcus pneumoniae yang menjadi penyebab penyakit ini. bakteri Streptococcus pneumoniae pada dasarnya bisa dimatikan dengan antibiotik. IPD merupakan penyakit menular. bakteri ini dapat menjadi ganas pada kelompok umur yang rentan yakni bayi dan anakanak di bawah usia dua tahun. maka akan menyebabkan gangguan berbagai organ tubuh. bakteri ini lebih mudah menyebar pada hunian yang padat. penyakit pneumokokus merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia. Bisakah penyakit ini diobati? Menurut Alan. Mereka menyatakan. dan cephalosporin) sehingga mempersulit pengobatan. Namun saat ini. Penularan penyakit ini ternyata tak hanya bisa terjadi di kalangan bayi dan balita. Dan risiko untuk terjangkit IPD menjadi kian besar jika kondisi fisik bayi dan anak itu sedang turun atau baru sembuh dari sakit. dan akhirnya dapat memutuskan transmisi penyakit. Dan vaksinasi merupakan upaya terbaik mencegah penyakit pneumokokus. November 2006. maka hal terbaik yang bisa dilakukan para orangtua adalah mencegah penyakit berbahaya ini. bakteri ini sebenarnya hidup secara normal di tenggorokan dan rongga hidung.'' kata Alan. Pada dasarnya. penularan IPD dapat terjadi melalui percikan ludah sewaktu bicara. ''Namun. sebagai antigen) ke dalam tubuh manusia. pergantian cuaca. kemunduran kecerdasan.dalam pertemuan mereka di Swiss. Patut pula dicatat. dan batuk. apabila bakteri ini masuk ke dalam sirkulasi darah dan merusak. menurunkan prevalensi penyakit . Vaksinasi. erythromycin. Dengan cara ini akan terbentuk antibodi sehingga si anak terhindar dari penyakit. tetap saja membawa gejala sisa seperti kelumpuhan. bakteri ini mulai kebal terhadap banyak antibiotik (misalnya penisilin. ''Vaksinasi bertujuan melindungi seseorang terhadap penyakit tertentu. Pentingnya imunisasi Mengingat sulit dan mahalnya pengobatan. Inilah satu-satunya cara pencegahan IPD yang efektif. Hal tersebut juga ditegaskan oleh Strategic Advisory Group of Experts (SAGE) -kelompok penasihat utama WHO untuk vaksinasi dan imunisasi di dunia -. trimepthoprin-sulfamethoxazole. tempat penitipan anak nursery playgroup. dan musim hujan seperti sekarang ini. Bagaimana caranya? Berikan vaksin pneumokokus pada bayi dan balita. serta gangguan syaraf. kehilangan pendengaran. Alan menerangkan. penderita ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut).'' tandas Alan. juga kecacatan permanen yang mengancam anak kita. Hanya saja. sekretaris Satuan Tugas (Satgas) Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). bersin. ''Harga pengobatan juga sangat mahal dibanding harga pencegahannya. khususnya penisilin. seperti dijelaskan dokter Soedjatmiko SpA (K) MSi. tidak menularkan penyakit itu pada individu lain.'' lanjut dokter yang sejak 1984 menjadi staf pengajar di FKUI ini. retardasi mental. merupakan upaya pencegahan primer untuk mencegah penyakit infeksi dengan memasukkan vaksin (produk imunobiologik. Kalaupun bisa diobati dan sembuh. IPD memang bisa menyerang siapa saja dan di mana saja karena bakteri pneumokokus secara normal berada di dalam rongga hidung dan tenggorokan.

9V. vaksin pneumokokus memiliki tingkat keampuhan sebagai berikut: * 97 persen efektif dalam mencegah IPD pada bayi yang telah divaksinasi penuh (4 dosis). . Vaksin terdiri dari tujuh strain Streptococcus pneumoniae (4. Vaksin yang oleh Wyeth diberi nama dagang Prevenar ini bisa diberikan pada bayi mulai usia dua bulan. * Usia 12-23 bulan Cukup diberikan dua dosis dengan interval dua bulan. Pada akhirnya. Vaksin ini bekerja dengan cara merangsang sistem kekebalan dan menciptakan memori pada sistem kekebalan tubuh. memproduksi satu-satunya vaksin pneumokokus baru yakni PCV-7 (7-valent Pneumococcal Conjugate Vaccine) yang khusus diperuntukkan bagi bayi dan anak-anak di bawah dua tahun. PCV-7 dimasukkan dalam jadwal rekomendasi vaksinasi dan dapat diberikan bersama-sama dengan vaksin lain seperti DPT. Dua dosis pertama dengan interval empat minggu. Sejak 2006. 19F. * 89 persen efektif dalam mencegah semua kasus IPD pada anak yang telah mendapat satu kali atau lebih dosis vaksinasi. Bagaimana dengan keamanannya? Reaksi umum dari vaksin ini sama seperti semua jenis vaksin. Eropa. Polio. 6B. dan booster pada usia 12-15 bulan. Hepatitis B.'' sambungnya. * Usia dua tahun ke atas Cukup diberikan satu dosis. * Usia 7-11 bulan Diberikan tiga dosis. Injeksi vaksin ini akan memberikan pengenalan sistem kekebalan tubuh pada tujuh strain Streptococcus pnemoniae yang paling umum menyerang bayi dan anak. Salah satu perusahaan farmasi terkemuka. dan 23F) yang merupakan penyebab 80 persen kasus IPD pada bayi dan anak di bawah usia dua tahun.sehingga tercapai eradikasi penyakit. HIB. empat bulan. Bagaimana efektivitas vaksin ini? Studi klinis pada 37 ribu bayi di California Utara. penggunaan vaksin PCV-7 sudah direkomendasikan oleh Satuan Tugas Imunisasi Ikatan Doker Anak Indonesia (IDAI). enam bulan. dan MMR. 14. Vaksin ini juga telah menjadi vaksin yang diwajibkan di AS. Berikut adalah jadwal pemberian vaksin ini: * Usia di bawah 12 bulan Diberikan empat dosis yaitu pada usia dua bulan. sistem kekebalan tubuh akan menyimpan informasi ini sehingga serangan bakteri ini di kemudian hari dapat dicegah. Australia. 18C. dosis ketiga diberikan setelah usia 12 bulan. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga telah mengeluarkan izin edar untuk vaksin pneumokokus di Indonesia. Wyeth. Di Indonesia. dan Meksiko serta telah digunakan lebih dari 100 juta dosis di seluruh dunia. Amerika Serikat (AS) menunjukkan.

Apa gunanya vaksinasi IPD? Acute lower respiratory infections are responsible for two million deaths per year and a large proportion of these are pneumococcal disease. et al. bayi baru lahir hingga bocah usia 2 tahun berisiko tinggi terkena IPD. of those who develop pneumococcal meningitis. Nah.. sebagian besar bayi dan anak di bawah usia 2 tahun pernah menjadi pembawa ( carrier) bakteri pneumokokus di dalam saluran pernapasan mereka. reaksi umum yang muncul setelah mendapat vaksin ini adalah demam ringan. (WHO: http://www. The Lancet 2005) in The Gambia indicates that more than one third of these deaths might be caused by the bacterium Streptococcus pneumoniae. Nonetheless. A seven-valent conjugate vaccine called Prevnar is designed to act against seven strains of pneumococcal disease.int/mediacentre/factsheets/fs289/en/) IPD adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri pneumokokus (streptoccoccus pneumoniae). A recent study (Cutts F. In the United States. vaksinasi segera! (Idionline/RoL) Rangkuman dari Milist Sehat mengenai VAKSIN IPD Tonang D Ardyanto to sehat Karena adanya informasi penting.who. 40-75 % either die or are permanently disabled. tunggu apa lagi. in non-epidemic situations. It has been developed by Wyeth and is licensed in the United States and several other countries. Penelitian menunjukkan. but also in the un-immunized population through reduced transmission. Oleh karena itu. Streptococcus pneumoniae is the main cause of meningitis fatalities in sub-Saharan Africa. Pneumonia deaths far outnumber deaths from meningitis.Pada studi klinis. rangkuman ini saya revisi. Most victims are children in developing countries. not only in immunized children. Bakteri tersebut secara cepat dapat masuk ke dalam sirkulasi darah dan merusak (invasif) serta dapat menyebabkan infeksi selaput otak (meningitis) yang biasa disebut radang otak. dan kemerahan pada kulit. rewel. Children infected with HIV/AIDS are 20-40 times more likely to contract pneumococcal disease than children without HIV/AIDS. use of this vaccine has led to a dramatic decline in rates of pneumococcal disease. .

kematian akan menyerang 17% penderita hanya dalam kurun waktu 48 jam setelah terserang.. Di indonesia baru tahun ini 2006.id) belum memasang jadwal terbaru setelah jadwal tahun 2004 hasil revisi. tapi di Amrika. Dari ketiga bakteri yang biasa menyebabkan meningitis (Streptococcus pneumoniae. (dari artikel sebuah tabloid kesehatan. Spanyol. Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)) Apakah vaksinasi ini dipakai di tempat lain? Menurut salah seorang dokter di milis sehat(1): Aman tidak. Sp. dr. Pada kasus-kasus meningitis seperti ini. Singapore dan Canada. Philipina. FESC. Menurut salah seorang dokter di milis sehat(1): Dari bocoran hasil rapat Satgas imunisasi IDAI di medan (1-5 mei) direkomendasikan untuk dimasukkan bersamaan vaksin influensa pada jadwal rekomentasi idai 2006. maka amat dianjurkan agar pemberian imunisasi dilakukan sedini mungkin. saat ini sudah ditemukan vaksin pneumokokus bagi bayi dan anak di bawah 2 tahun. Untungnya.A.or. Kalaupun dinyatakan sembuh umumnya meninggalkan kecacatan permanen.idai. dan Neisseria meningitis).who. semisal gangguan pendengaran dan gangguan saraf yang selanjutnya memunculkan gangguan motorik. FACC. Malaysia. . oleh: Sukman Tulus Putra. Australia. Korea. Streptococcus pneumoniae merupakan bakteri yang seringkali menyerang anak di bawah 2 tahun. lebih lengkap di situs WHO http://www. Vaksinasi dipercaya sebagai langkah protektif terbaik mengingat saat ini resistensi kuman pneumokokus terhadap antibiotik semakin meningkat.Yang paling fatal bila bakteri pneumokokus menyerang otak. keterbelakangan mental dan kelumpuhan. Sampai sekarang telah direkomendasikan di Amerika. Haemophilus influenzae type B. Bila sembuh pun sering kali meninggalkan kecacatan permanen. Meningitis karena bakteri pneumokokus ini dapat menyebabkan kematian hanya dalam waktu 48 jam. sejak 2000 sudah disuntikan wajib dan laporan ilmiah tahun 2001 telah 23 juta dosis diberikan dengan efek samping yang tidak jauh lebih banyak dari efek samping imunisasi rutin saat itu.int/mediacentre/factsheets/fs289/en/) Apakah sudah dilaksanakan di Indonesia? Situs resmi IDAI (www.(K). Karena anak-anak di bawah usia 1 tahun memiliki risiko paling tinggi menderita IPD. kejang tanpa demam.

Menurut situs majalah Anakku (www. dan ada yang dalam pengembangan/ penelitian.net dibuka pada tanggal 19 Mei 2006): Vaksinasi IPD direkomendasikan oleh IDAI sejak tahun 2006 bersamaan dengan mulai direkomendasikannya vaksinasi Influenza. Harganya lebih murah. > 4 kali 6 . • Sedang dikembangkan vaksin baru berisi 9 serotype (prevenar ditambah serotype 1 dan 5. Bisa diberikan pada sejak bayi usia 2 bulan. • Pneumo23: berisi 23 serotype. whether influenza virus or one of the paramyxoviruses.who. • Prevenar atau PCV 7 (diseluruh dunia sama mereknya): berisi 7 serotype (4. > 2 kali > 24 bulan. Harganya relatif mahal. yang banyak menimbulkan pneumococcus disease di negara berkembang). 9V. dan penguat seperti diatas > 3 kali 12 – 24 bulan . Ada keuntungan lain dalam penelitian vaksin produksi baru ini bahwa: In addition. (WHO: http://www. 19F and 23F). an unexpected benefit of vaccination (9 serotype vaccine) was the decrease of symptomatic pneumonia cases associated with a viral infection. 18C. (Produksi Wyeth) • Sedang dikembangkan juga vaksin berisi 11 serotype (produksi GSK dan Sanofi-Pasteur).anakku. 6B.int/mediacentre/factsheets/fs289/en/) . Diberikan dasar 2 kali tidak perlu penguat. diberikan pada anak berusia lebih dari 2 tahun. Bagaimana jadwalnya? Imunisasi IPD pada usia (1): • • • • < 6 bulan: diberikan dasar 3 kali jarak 2 bulan dan penguat/ulangan (booster) pada usia 12 – 15 bulan. Diberikan 1 kali > 1 kali Apa nama vaksin IPD? Ada dua jenis yang sudah beredar.12 bulan diberikan dasar 2 kali. Diharapkan ijinnya akan keluar 2-3 tahun lagi. 14.

5-8 pasien menelefon dan mengatakan panas tapi tidak tinggi (<38). maka tidak diberikan imunisasi IPD jenis Prevenar (kontraindikasi). Concerns remain – although results to date are encouraging – that prevention of some serotypes of pneumococcal disease may lead to increased incidence of other serotypes. Because of the scarcity of data from developing countries. dan beberapa reaksi ringan lainnya yang biasa ditemui pada pemberian berbagai jenis vaksin. WHO menyebutkan: A vaccine providing effective protection against pneumococcal disease for young children in developing countries may be ready for use in 2008-2009. Apa kendalanya? Harga vaksinasi masih relatif tinggi. although still to be set for . rewel. The price of the vaccine. and the resources to do so. Apa yang perlu diperhatikan? Bila ada riwayat reaksi alergi terhadap imunisasi Dipteria (DPT). tetap seperti jadwalnya).Apa efek samping vaksinasi ini? Menurut labelnya. mengantuk (drowsy). public health decision-makers are often unaware of the prevalence of the disease and of the toll it exacts in death and disability. Apakah benar-benar diperlukan di Indonesia? Menurut WHO: It can be difficult to establish the extent of pneumococcal disease as developing countries often lack the clinical and laboratory facilities. Pemberian imunisasi IPD tidak menghapus jadwal imunisasi yang lain (seperti HiB. Dalam praktek. Dilaporkan berkisar 850-950 ribu rupiah (Prevenar). efek samping yang sering terjadi (Very common) pada pemberian prevenar pada saluran pencernaan adalah diare dan muntah. karena dalam Prevenar ada kandungan varian dari Diphteria toxin (sebagai protein-carrier). Menurut artikel oleh dokter Sukman Tulus Putra: Reaksi terhadap vaksin yang terbanyak dilaporkan adalah demam ringan < 38 derajat Celcius. the expertise. Belum ada yang mengeluh diare dan muntah. Ada 1 pasien yang nafsu makannya menurun dan panasnya > 38. there is concern over whether the seven-and nine-valent vaccines contain the serotypes appropriate for all countries. and could be introduced in such countries provided adequate supply and financial help are arranged. As a result. salah seorang dokter di milis sehat(1) menyampaikan: dari 20 an kasus.

brosur. Semoga bermanfaat. Purnamawati. JS Wibisono. Menurut salah seorang dokter di milis sehat(2): Sebenarnya masih ada pertanyaan apakah serotype yang digunakan pada Prevenar sesuai dengan serotype di Indonesia. 14. SpA 2: dr.9V. Karena itu baru akan dilakukan penelitian.11A. Kalau misalnya lebih spesifik dan lebih sedikit jumlahnya.19F.19A. ternyata masih ada yang terlewat: Apa beda serotype pada Prevenar dan Pneumo23? • • Prevenar atau PV7 berisi 7 serotype Streptococcus pneumonia: 4.22F. hanya soal apa serotypenya.23F. Dari ketiganya.2. artinya untuk konsumsi milis. Bandung (4) dan Mataram (5). Bila untuk konsumsi publik (situs. Saat ini yang sudah diteliti ada di tiga tempat: Jakarta (3). mohon dikoreksi dan ditambahi oleh semuanya agar lebih sempurna.8.developing countries.9N. 6B. Soewignyo.7F.6B. SpA(K) 5: Prof.14.33F . leaflet.12F. 9V. untuk memastikan jenis serotype-nya.17F18C. baru Mataram yang sudah diketahui serotypenya. SpPD(K). Philiphina dan Australia yang dianggap berdekatan dan memiliki ciri geografis seperti Indonesia. may be too high for them to afford without special financing arrangements. poster). Keterangan: 1: dr. Cissy Kartasasmita. SpA(K) 3: Prof.10A. 19F and 23F Pneumor23 berisi 23 serotype: 1. Catatan Tambahan : Maaf.3. Pemilihan 7 serotype ini didasarkan pada pemberian di Malaysia. mungkin bisa diproduksi dengan harga lebih murah. Tahun ini akan dilakukan penelitian multi-senter di 5 tempat. Menurut informasi dari seorang SpA(3): Sakit IPD-nya sudah jelas ada. 18C. Hasilnya mungkin baru tahun depan diketahui dengan pasti. Catatan: ini bukan tulisan resmi.20. SpA(K) 4: Prof. Singapura. Hardiono Pusponegoro.15B. tentu cara penulisan harus disesuaikan. MMPed.

Kalau sudah mendapatkan imunisasi IPD apakah masih harus mendapatkan imunisaasi HiB? Masih. Apa ada yang perlu diperhatikan? Bila ada riwayat reaksi alergi terhadap imunisasi Dipteria (DPT). maka tidak diberikan imunisasi IPD jenis Prevenar (kontraindikasi). tonang . Jadi jadwal untuk HiB tetap berlaku. karena bakteri penyebabnya berlainan jenis. karena dalam Prevenar ada kandungan varian dari Diphteria toxin. jadwal IPD juga berlaku.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->