Anda di halaman 1dari 60

MORISCO

Sifat fisika yang perlu dipahami

• berat jenis,
• kembang-susut,
• ketahanan terhadap api,
• sifat akustik, dan
• sifat isolator/konduktor terhadap panas.

MORISCO
Sifat mekanika bahan yang perlu dipahami

• modulus elastisitas E,
• batas proporsional,
• batas elastis,
• kuat tarik,
• kuat tekan,
• kuat geser,
• kuat lentur, serta
• hubungan antara tegangan dan regangan.
MORISCO
MORISCO
Bentuk Bambu
• tidak prismatis,
• ukuran diameter serta jarak ruas tidak
seragam sepanjang batang,

MORISCO
Penelitian Shigematzu, Watanabe
dan Ueda (Janssen, 1991).

• Untuk mengetahui hubungan antara berbagai


ukuran bambu, meliputi jarak nodia, diameter,
tebal, serta panjang bambu,

MORISCO
Di Universitas Miyazaki, Shigematzu melakukan penelitian
dengan 15 macam spesies bambu. Salah satu tujuan penelitian
ini adalah untuk mengetahui hubungan antara jarak nodia
dengan nomor urut internodia. Hubungan antara kedua
variabel tersebut secara umum dapat dinyatakan dengan
Persamaan 3.1, jarak antar nodia merupakan fungsi berderajad
dua dari nomor urut nodia.

y = z + b*x + c*x2 (3.1)

MORISCO
Tabel 3.2. Kandungan tepung pada enam
jenis bambu (%)
Spesies Pangkal Tengah Ujung Rata-rata
(%) (%) (%) (%)

Bambusu vulgaris (bambu Ampel) 5,71 6,91 7,61 6,75


Gigantochloa apus (bambu Apus) 1,01 0,91 1.04 1,01
Bambusa arundinacea (bambu Ori) 0,17 0,15 0,21 0,18
Gigantochloa atroviolacea (bambu
Wulung) 1,15 0,91 1,62 1,23
Gigantochloa verticillata (bambu Legi) 0,34 0,68 1,27 0,76
Dendrocalamus asper(bambu Petung) 1,59 2,22 2,03 1,95

Rata-rata 1,67 1,96 2,30 1,98

MORISCO
DISTRIBUSI ZAT TEPUNG DI DALAM BATANG
BAMBUSA BAMBOS (L.) VOSS TERHADAP
PENGARUH KERUSAKAN
KUMBANG BUBUK

Bhat, K.V., Varma, R.V., Raju Padulvil, Pandalai, R.C.,


dan Santhoshkumar, R.

MORISCO
Hasil Penelitian
Bhat, K.V., Varma, R.V., Raju Padulvil, Pandalai, R.C.,
dan Santhoshkumar, R.

2
Pola tipikal
kerusakan serangan kumbang
MORISCO bubuk
Hasil Penelitian
Bhat, K.V., Varma, R.V., Raju
Padulvil, Pandalai, R.C.,
dan Santhoshkumar, R.

MORISCO
Kandungan zat tepung, parenchyma dan jaringan pembuluh serat
pada dinding bagian dalam, luar dan arah panjang
Posisi Kandungan Jaringan pembuluh
zat tepung (%) Parenchyma (%) serat

Luar Dalam Luar Dalam Luar Dalam


Bawah 1,5 5,2 56,0 73,0 44,0 27,0
Tengah 4,8 6,6 53,4 67,6 46,5 32,4
Atas 4,8 8,2 46,9 65,6 53,0 34,4

MORISCO
2 3 4
3.3. Kandungan silika pada enam
jenis bambu (%)
Spesies Pangkal Tengah Ujung Rata-
(%) (%) (%) rata
(%)

Bambusu vulgaris (bambu Ampel) 0,67 0,92 0,89 0,83


Gigantochloa apus (bambu Apus) 0,82 1,05 0,97 0,95
Bambusa arundinacea (bambu Ori) 2,19 1,84 3,59 2,54
Gigantochlaa atroviolacea (bambu
Wulung) 0,71 0,88 0,98 0,86
Gigantochloa verticillata (bambu
Legi) 0,72 0,84 1,04 0,87
Dendrocalamus asper(bambu Petung)
059 0,90 1,22 0,91

Rata-rata
MORISCO
MORISCO 0,95
SIFAT FISIKAN DAN MEKANIKA 1,07 1,45 1,16
13
Tabel 3. 5 Kadar Air (%
Posisi Umur B. vulgaris B. tulda

pangkal Dewasa 52,8 77,2


Muda 85,7 90,2
tengah Dewasa 48,7 75,9
Muda 86,3 75,2
Ujung Dewasa 51,9 75,4
Muda 94,5 66,4
Rata-rata Dewasa 50,9 76,8
Muda 88,8 77,3
MORISCO
MORISCO SIFAT FISIKAN DAN MEKANIKA 14
Tabel 3.6. Kadar Air Bambu (%)
Berdasarkan Zhou Fangchun (1980)
Posisi Spesimen Hasil Pengukuran Regressi Regressi(*)

0 97,10 94,50 100,0


1 77,78 83,31 88,2
2 74,22 74,80 79,5
3 70,52 68,42 72,4
4 66,02 63,67 67,4
5 61,52 60,00 63,5
6 56,58 56,89 60,2
7 52,81 53,32 56,9
8 48,84 50,24 53,2
9 45,74 45,05 48,3

rata-rata 65,12 65,13


MORISCO
MORISCO SIFAT FISIKAN DAN MEKANIKA 15
Tabel 3.7. Kadar air bambu menurut umur
dan tempat tumbuh ILL: Xiu-xin et. All
(1985)
Umur Daerah asal bambu
(tahun) Sancha Dajinkou Uahuaya Luchanya

1 95,66 88,58 95,53 121,22


2 87,39 86,85 91,96 105,25
3 79,02 84,97 80,26 99,11
4 77,46 84,73 79,45 76,18
5 77,21 81,54 70,67 74,02
6 73,21 80,96 67,87 70,40
7 66,93 71,77 66,52

MORISCO
MORISCO SIFAT FISIKAN DAN MEKANIKA 16
Tabel 3.8. Hasil uji kembang-susut bambu
(Triwiyono dan Morisco, 2000)
Spesies Posisi Muai rata- Susut Kisaran (%)
rata rata-rata
( %) ( %)
Gigantochloa apus Pangkal 19,129 1,364 20,493
Bambu Apus Tengah 13,586 4,891 18,477
Ujung 11,923 4,479 16,402
Bambusa Pangkal 13,073 4,262 17,336
arundinacea Tengah 10,873 6,965 17,837
Bambu Ori Ujung 11,392 7,499 18,891
Dendrocalamus Pangkal 1,852 9,261 11,113
asper Tengah 5,856 9,941 15,797
Bambu Petung Ujiang 2,935 9,699 12,633
Gigantochloa Pangkal 15,461 2,677 18,138
atroviolacea Tengah 8,284 8,950 17,235
Bambu Wulung Ujung 3,866 7,562 11,428
MORISCO
MORISCO SIFAT FISIKAN DAN MEKANIKA 17
Posisi Nomor Bambu Basah Bambu Kering Udara

Kadar air Berat Jenis Kadar Berat Jenis


(%) air
(%)
Pangkal 1 38,610 0,634 5,381 0,646
2 34,256 0,680 4,390 0,663
3 35,361 0,603 5,909 0,682
rata-rata 36,076 0,639 5,227 0,664
Tengah 1 41,129 0,695 6,250 0,711
2 36,402 0,701 6,926 0,702
3 35,965 0,712 6,859 0,769
rata-rata 37,832 0,703 6,678 0,727
Ujung 1 38,699 0,754 6,034 0,763
2 36,078 0,712 8,756 0,697
3 35,517 0,686 6,818 0,820
rata-rata 36,765 0,717 7,203 0,760
MORISCO
MORISCO SIFAT FISIKAN DAN MEKANIKA 18
ANALISA KEKUATAN BAMBU BERDASARKAN

HASIL PENELITIAN SECARA MIKROSKOPIK

PADA SERAT BAMBU

Strength analysis of bamboo by microscopic investigation of bamboo fibre

Tommy Y. Lo, H.Z. Cui, P.W.C. Tang, H.C. Leung

MORISCO
Benda uji untuk penelitian secara mikroskopik diambil pada midwall
dengan pembesaran 50x dan 100x.

Distribusi bundel vaskuler

Jumlah kumpulan pembuluh serat sclerenchyma setiap unit area


dihitung dan dicari korelasi jumlah serat sclerenchyma
dengan kekuatan tekan bambu.
MORISCO
Hasil penelitian Komposisi Biologi bambu
Jumlah bundel vaskuler pada lapisan dinding luar lebih banyak dibanding dalam
Komposisi biologi jenis bambu Mao Zhu berbeda dengan Kao Zhu
Sekat jaringan serat sclerenchyma berbeda pada setiap jenis bambu
Daerah serat sclerenchyma Mao Zhu lebih besar dibanding Kao Zhu
Sclerenchyma semakin tebal akan semakin memperkuat kapasitas bambu
Area serat dan jumlah bundel vaskuler berhubungan dengan kekuatan bambu

Bundel vaskuler pada midwall {50x}


MORISCO
(a) Mao Zhou (b) Kao Zhou
DAMPAK KEPADATAN SERAT
TERHADAP KEKUATAN
BAMBU

The effect of fiber density on strength capacity of bamboo

Tommy Y. Lo, H.Z. Cui, H.C. Leung

MORISCO
Jaringan serat : epidermal, bundel vaskuler, dan ground tisu
Epidermal (serat kulit luar) lebih padat
Bundel vaskuler, mendukung kekuatan bambu
Ground tisu menduduki sisa dari seluruh dinding batang bambu
Vessel phloem, mengangkut gula dan nutrisi
Selaput vessel phloem dan vessel metaxylem, jalur transportasi air
Sclerenchyma, sarung pelindung pendukung bundel vaskuler
Bundel vaskuler

Gambar. 1.
MORISCO Serat di dalam bundel vaskuler.
Pengujian tekan
Umur 5--6 tahun, bambu tua dan 3--4 tahun bambu muda
Ujung dan pangkal
Benda uji tekan dibuat dari ruas, rasio (H/D = 1)
Setiap jenis bambu diambil lima benda uji

Bentuk keruntuhan benda uji tekan.


MORISCO
Pengujian secara mikroskopik
Mengetahui kepadatan dan jumlah pembuluh serat sclerenchyma
Benda uji diambil di daerah midwall dari dinding bambu
Diperbesar 50 X menggunakan foto mikroskop
Diamati menggunakan perangkat lunak Imagine Pro Plus 4.1.
Dievaluasi korelasi
kepadatan serat sclerenchyma dengan kekuatan bambu

MORISCO Gambar distribusi bundel vaskuler


Kekuatan tekan dan diameter luar rata-rata

Jenis Umur Posisi Diameter luar Kekuatan tekan Keterangan


(mm) (N/mm2)
Kao Zhu Tua Bawah 34,89 48,91 Tua (5--6) tahun
Kao Zhu Tua Atas 39,69 61,97
Kao Zhu Muda Bawah 30,70 56,50 Muda (3--4)
tahun
Kao Zhu Muda Atas 46,13 37,72
Mao Zhu Tua Bawah 85,81 47,03 Tua (5--6) tahun
Mao Zhu Tua Atas 45,04 55,97
Mao Zhu Muda Bawah 84,98 48,44 Muda (3--4)
tahun
Mao Zhu Muda Atas 40,69 62,77

MORISCO
Perebedaan jumlah serat sclerenchyma

Jenis Umur Posisi Diameter Sclerenchym Keterangan


luar (mm) a (µm2)
Kao Zhu Tua Bawah 34,89 414,776 Tua (5--6)

Kao Zhu Tua Atas 39,69 265,022 tahun

Kao Zhu Muda Bawah 30,70 380,307 Muda (3--4)

Kao Zhu Muda Atas 46,13 271,382 tahun

Mao Zhu Tua Bawah 85,81 337,766 Tua (5--6)

Mao Zhu Tua Atas 45,04 687,479 tahun

Mao Zhu Muda Bawah 84,98 444,398 Muda (3--4)

Mao Zhu Muda Atas 40,69 668,131 tahun

MORISCO
(a) Kao Zhu (50x). (b) Mao Zhu (50x).

Bundel Vaskular
MORISCO
PENGARUH PERUBAHAN SUHU TERHADAP PROSES
PERUBAHAN BENTUK BATANG BAMBU HITAM
(DENDROCALAMUS ASPER BACKER)
DI DALAM MINYAK KEMIRI

Banyat Cherdchim, Nirundorn Matan dan Buhnnum Kyokong

MORISCO
Abstrak
Tujuan : mengetahui pengaruh perubahan suhu terhadap
proses perubahan bentuk batang bambu hitam di dalam
minyak kemiri.

Benda uji, tebal 3 mm panjang 150


mm

Plat pendistribusi
beban
Minyak kemiri,
suhu ruang suhu yang
ditentukan

MORISCO Gambar 1. Skema pengujian


Benda uji
Benda uji dibuat dari ruas bambu
Dibelah menjadi dua sama besar (simetris)
Ukuran : tebal 3 mm, panjang 150 mm Gambar 3.
Jumlah benda uji : 24 buah Penampang benda uji

Tahap pembuatan benda uji


1. Dipotong @ 150 mm pada ruasnya
2. Dibelah menjadi 2 sama besar
3. Dikupas bagian kulit dan dalam
4. Didapat ukuran tebal dinding 3 mm
5. Diangin-anginkan dicapai TJS (38--54)% Gambar 4. Benda uji
MORISCO
Metode
Minyak kemiri,
Variasi suhu maks. (80, 100, 115, 130, 150,
180) ºC

Plat pendistribusi
beban

Benda
uji

Setting benda uji

Gambar posisi benda uji


MORISCO
. Skema proses perubahan bentuk bambu uji dan
derajat kerataan Φ

MORISCO
Hasil Penelitian

(a) Saat dibebani 20 N suhu 80 (b) Saat dibebani 20 N suhu 115


o
C o
C

Resistensi bentuk benda uji


terhadap beban dan suhu

(c) Saat dibebani 20 N suhu 130


MORISCO o
C
DAMPAK KEPADATAN SERAT
TERHADAP KEKUATAN
BAMBU

The effect of fiber density on strength capacity of bamboo

Tommy Y. Lo, H.Z. Cui, H.C. Leung

MORISCO
t
200 mm

20

50 mm 25 50 mm 25 50 mm

Uji tarik
4e

2D
16 e

Uji Lentur

D
Uji Tekan

10 mm
120 mm

Spesimen uji geser

50 mm

MORISCO
MORISCO SIFAT FISIKAN DAN MEKANIKA 36
Sifat Hasil
mekanika Eksperimen
(Kg/cm2)
Tekan// 503
Tekan┴ 511
Tarik// 4022
76
Geser// 1288
MOR 137463
MOE

MORISCO
Allowable long-term stress (N/mm2)
per unit volume (kg/m3)

Axial
Compression Bending Shear
No Buckling

Air dry 0.013 0.020 0.003

Green 0.011 0.015

Janssen (1995)
MORISCO
MORISCO
MORISCO SIFAT FISIKAN DAN MEKANIKA 39
MORISCO
MORISCO SIFAT FISIKAN DAN MEKANIKA 40
MORISCO
MORISCO SIFAT FISIKAN DAN MEKANIKA 41
MORISCO
MORISCO SIFAT FISIKAN DAN MEKANIKA 42
MORISCO
MORISCO SIFAT FISIKAN DAN MEKANIKA 43
MORISCO
MORISCO SIFAT FISIKAN DAN MEKANIKA 44
MORISCO
MORISCO SIFAT FISIKAN DAN MEKANIKA 45
MORISCO
MORISCO SIFAT FISIKAN DAN MEKANIKA 46
MORISCO
MORISCO SIFAT FISIKAN DAN MEKANIKA 47
Tabel 3.11. Kuat tarik rata-rata bambu kering oven
Prawirohatmodjo dan Sulthoni (1988)

Jenis bambu Kuat tarik Kuat tarik


tanpa buku dengan buku
(MPa) (MPa)

Bambusa arundinacea ( bambu Ori) 291 128


Dencrocalamus asper (bambu Petung) 190 116
Gigantochloa atroviolacea (bambu
Wulung) 166 147
Gigantochloa verticilata (bambu Legi) 288 126
Bambusa vulgaris (bambu Tutul) 216 74
Gigantochloa verticilata (bambu Galah) 253 124
Gigantochloa apus (bambu Apus) 151 55

MORISCO
MORISCO SIFAT FISIKAN DAN MEKANIKA 48
Tabel 3.12. Kuat tarik rata-rata bambu pada berbagai
posisi
Jenis bambu Bagian Kuat tarik
(MPa)
Dendrocalamus asper (bambu Petung) Pangkal 228
Tengah 177
Ujung 208
Bambusa vulgaris (bambu Tutul) Pangkal 239
Tengah 292
Ujung 449
Gigantochloa verticilata (bambu Galah) Pangkal 192
Tengah 335
Ujung 232
Gigantochloa apus (bambu Apus) Pangkal 144
Tengah 137
Ujung 174

MORISCO
MORISCO SIFAT FISIKAN DAN MEKANIKA 49
Tabel 3.13. Kuat tekan rata-rata bambu bulat.
Jenis Bambu Bagian Kuat tekan (MPa)

Dendrocalamus asper (bambu Petung) Pangkal 277


Tengah 409
Ujung 548
Bambusa vulgaris (bambu Tutul) Pangkal 532
Tengah 543
Ujung 464
Gigantochloa ven`icilata (bambu Galah) Pangkal 327
Tengah 399
Ujung 405
Gigantochloa apus (bambu Apus) Pangkal 215
Tengah 288
Ujung 335
MORISCO
MORISCO SIFAT FISIKAN DAN MEKANIKA 50
Tabel 3.14. Tegangan batas lentur (MPa)

Jenis Minimum Maksimum Rata-rata

Bambu Dengan Tanpa Dengan Tanpa Dengan Tanpa


buku buku buku buku buku buku

B.Apus 28 42 155 199 80 124

B. Temen 35 79 226 386 103 184

B. Petung 61 95 207 337 124 207

MORISCO
MORISCO SIFAT FISIKAN DAN MEKANIKA 51
Tabel 3.15. Regangan batas tarik (x 10-6)
Jenis Minimum Maksimum Rata-rata

Bambu Dengan Tanpa Dengan Tanpa Dengan Tanpa


buku buku buku buku buku Buku

B.Apus 2565 7155 14645 11726 7099 8885

B.Temen 1504 10333 60544 7579 3706 24437

B.Petung 6713 6713 10799 12759 8187 9459

MORISCO
MORISCO SIFAT FISIKAN DAN MEKANIKA 52
Tabel 3.16. Modulus elastisitas lentur
(MPa)
Jenis Minimum Maksimum Rata-rata
Bambu Dengan Tanpa Dengan Tanpa Dengan Tanpa
buku buku buku buku buku Buku

B. Apus 1.075 1.34017.033 19.359 5.75112.133

B. Temen 2.862 3.66729.596 22.789 5.66212.139

B. Petung 3.267 12.24926.672 31.547 10.32921.658

MORISCO
MORISCO SIFAT FISIKAN DAN MEKANIKA 53
Tabel 3.17. Modulus elastisitas tarik (MPa)

Jenis Minimum Maksimum Rata-rata

Bambu Dengan Tanpa Dengan Tanpa Dengan Tanpa


buku buku buku buku buku buku

B. Apus 4.467 7.79616.105 24.455 8.908 15.225

B. Temen 9.193 2.43523.984 89.845 16.091 29.638

B. Petung 12.533 18.98919.516 82.645 14.864 32.079

MORISCO
MORISCO SIFAT FISIKAN DAN MEKANIKA 54
Macam tegangan, Kuat batas (MPa) dan
Tegangan ijin Bambu

Macam Kuat batas Tegangan ijin


tegangan (MPa) (MPa)

Tarik 98-392 29

Lentur 69-294 10

Tekan 25-98 8

E tarik 9807 -29420 19,6 x 103

MORISCO
MORISCO SIFAT FISIKAN DAN MEKANIKA 55
Tabel 3.19. Hasil pengujian 3 spesies bambu,
Gigantochloa apus Kurz, Gigan­tochloa
Verticillata Munro, dan Dendrocalamus asper
Backer (Siopongco dan Munandar)
Sifat Kisaran Jumlah Spesimen
Kuat tarik 118 - 275 MPa 234
Kuat lentur 78,5 - 196 MPa 234
Kuat tekan 49,9 - 58,8 MPa 234
E tarik 8728 - 31381 MPa 54

E tekan 5590 - 21182 MPa 234

Batas regangan tarik 0,0037 - 0,0244 54


Berat jenis 0,67-0,72 132
Kadar lengas 10,04 - 10,81 °% 117

MORISCO
MORISCO SIFAT FISIKAN DAN MEKANIKA 56
MORISCO
MORISCO SIFAT FISIKAN DAN MEKANIKA 57
MORISCO
MORISCO SIFAT FISIKAN DAN MEKANIKA 58
MORISCO
MORISCO SIFAT FISIKAN DAN MEKANIKA 59
MORISCO
MORISCO SIFAT FISIKAN DAN MEKANIKA 60