Anda di halaman 1dari 3

METODE PENELITIAN

Strategi dan Disain Penelitian

Strategi Penelitian yang digunakan adalah strategi penelitian studi kasus yang

dikembangkan oleh Yin (1996). Strategi ini sangat sesuai digunakan pada penelitian yang

berkaitan dengan peristiwa-peristiwa kontemporer dimana peneliti tidak memiliki kontrol

terhadap peristiwa tersebut dan dimana pertanyaan-pertanyaan penelitian mengarah pada jenis

pertanyaan “bagaimana” dan “mengapa”. Studi kasus yang digunakan dalam penelitian ini

adalah studi kasus yang bersifat eksplanatoris untuk menjawab pertanyaan penelitian.

Disain studi kasus yang digunakan dalam penelitian ini adalah disain penelitian studi

kasus tunggal. Penentuan disain studi kasus tunggal ini sangat sesuai digunakan untuk menguji

teori yang telah tersusun dengan baik (yin, 1996). Teori yang melandasi penelitian ini adalah

teori kebijakan publik (economic of collection).

Unit Analisis

Penentuan unit analisis ini secara fundamental berkaitan dengan penentuan atas apa yang

dimaksud dengan “kasus” dalam penelitian, yaitu permasalahan utama yang menjadi fokus

dalam penelitian. Berdasarkan pengertian tersebut unit analisis dalam penelitian ini adalah

penerimaan pajak daerah di Kabupaten Madiun.

Teknik Pengumpulan Data

Data yang digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian ini adalah data primer yang

dikumpulkan secara langsung oleh peneliti dari responden sebagaimana dilakukan oleh Hoque

(2004) yaitu melalui wawancara langsung dengan responden. Wawancara dilakukan dengan

menggunakan pedoman wawancara yang dibuat untuk mengarahkan pertanyaan kepada


responden. Wawancara (interview) dengan pertanyaan terbuka dipilih sebagai alat untuk

menggali pendapat dan pemahaman dari responden terkait dengan pertanyaan penelitian. Teknik

pengumpulan data dengan menggunakan wawancara dipilih karena teknik ini dipandang lebih

baik dalam kemampuannya menggali fakta-fakta atas suatu peristiwa disamping menggali opini

responden mengenai “kasus” yang menjadi topik utama (Yin, 1996).

Responden

Pemilihan responden dilakukan dengan mempertimbangkan keeratan hubungan

responden dengan fokus penelitian yaitu pihak yang terkena dampak dari adanya kebijakan baru.

Oleh karena itu responden yang dipilih dalam penelitian ini adalah ….

Validitas dan Reliabilitas

Gimana ya ngujinya?....

Teknik Analisa Data

Umit (2005) menjelaskan bahwa terdapat tiga metode analisis dalam suatu studi kasus,

yaitu:

1. Analisis data dilakukan dengan mendasarkan pada proposisi teoritis

2. Analisis dilakukan dengan menggunakan diskripsi kasus yang digunakan sebagai kerangka

(framework) dalam melaksanakan studi kasus

3. Pattern-matching dilakukan dengan membandingkan empirical pattern dengan pattern

teoritis yang diprediksikan.

Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisa data yang

ketiga, yaitu teknik analisis data pattern-matching yang dilakukan dengan membandingkan

empirical pattern dengan pattern teoritis yang diprediksikan. Apabila kedua pola (pattern)
tersebut sejalan maka validitas internal tercapai. Dengan kata lain, pola teoritis yang

diprediksikan adalah benar menurut data empiris yang diperoleh. Dengan terungkapnya

kebenaran pola teoritis yang diprediksikan, maka pertanyaan penelitian akan dapat dijawab.

Dalam menyusun pola empiris data berupa hasil wawancara dengan responden diolah

terlebih dahulu untuk menilai kelayakan jawaban responden. Kelayakan jawaban yang dimaksud

dalam penelitian ini adalah kesesuaian jawaban dengan peraturan perundangan yang berlaku

serta teori yang ada. Hal ini perlu dilakukan mengingat adanya keterbatasan pengetahuan dan

pemahaman responden terhadap peraturan-perundangan yang berlaku maupun teori di bidang

akuntansi. Keterbatasan pemahaman ini seringkali disebabkan karena responden hanya

mendalami bidang yang terkait dengan pekerjaan dan tugas pokok fungsinya sendiri tanpa

memperhatikan peraturan lainnya.

Hasil pengolahan data kemudian dikelompokkan ke dalam beberapa kelompok sesuai

dengan pengelompokan dalam predicted-pattern sehingga menghasilkan empirical-pattern untuk

setiap responden. Masing-masing empirical-pattern ini kemudian akan dijodohkan dengan

predicted-pattern. Apabila terdapat kesesuaian antara keduanya maka validitas internal akan

tercapai sehingga pernyataan sebagaimana diuraikan dalam predicted-pattern dapat dikatakan

sebagai suatu pernyataan yang benar.