Anda di halaman 1dari 17

MANUSIA DAN PERADABAN

OLEH

ADI SUTRISNO/ETTY WAHYUNI

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BORNEO
TARAKAN
2008
A. PENGERTIAN

• Terdapat perbedaan pendapat ttg kebudayaan dan peradaban,


menurut beberapa ahli :
1. Bierens De Hann; Peradaban adl seluruh kehidupan sosial, politik,
ekonomi & teknik. Peradaban adl bidang kehidupan yg praktis,
sedangkan kebudayaan adl sesuatu yg berasal dr hasrat & gairah yg
lebih & murni yg berada diatas tujuan praktis hub kemasyarakatan.
2. Oswald Spengl (1880-1936) : kebudayaan adl wujud dr seluruh
kehidupan adat, industrial filsafat dsb. Peradaban adl kebudayaan yg
sudah tdk tumbuh lagi sdh mati
3. Prof.Koentjaraningrat : peradaban adl bagian2 kebudayaan yg halus &
indah spt kesenian, ilmu pengetahuan, adat sopan santun pergaulan,
kepandaian menulis, organisasi kenegaraan dsb.
• Kebudayaan merupakan kelanjutan yang bertahap ke arah yg semakin
kompleks. Dimana unsur-unsur kebudayaan terintegrasi menjadi satu
sistem budaya & memiliki keterkaitan antara ketujuh unsur
kebudayaan universal yaitu sistem teknologi, peralatan, sistem mata
pencaharian, organisme, sosial, religi & bahasa.
• Peradaban adl perkembangan kebudayaan yg telah mencapai tingkat
tertentu yg dicirikan oleh taraf intelektual, keindahan, teknologi, &
spiritual tertentu yg diperoleh manusia pendukungnya.
• Suatu masyarakat yg telah mencapai tahapan peradaban tertentu
berarti telah mengalami evolusi kebudayaan yg lama & bermakna
smpi pd tahap tertentu yg diakui tingkat Iptek & unsur-unsur budaya
lainnya.
B. HAKIKAT HIDUP MANUSIA

 Manusia dlm hidupnya memiliki 3 fungsi :


a. Sbg makhluk Tuhan berkewajiban utk
mengabdi kepada Tuhan
b. Sbg individu harus memenuhi segala
kebutuhan pribadinya
c. Sbg makhluk sosial-budaya harus hidup
berdampingan dgn org lain dlm kehidupan yg
selaras & saling membantu
Sebagai makhluk sosial manusia akan membentuk kebudayaan.
Kebudayaan dpt diterima dgn 3 bentuk :
 Melalui pengalaman hidup saat menghadapi lingkungan
 Melalui pengalaman hidup sbg makhluk sosial
 Melalui komunikasi simbolis (benda, tubuh, gerak tubuh, peristiwa
dlsb.).

Menurut V. Gordyn Chillde, ahli arkeolog, berdasarkan bukti arkeologis,


peradaban maju pertama-tama muncul di daerah Mesopotamia sekitar
8000-4000 SM, daerah Mesir 5000-3000 SM, Lembah Sungai Indus di
India 2600-2400 SM, Cina Utara 2500-300 SM, Mesopotamia 3000-500
SM, & daerah Peru Amerika Latin 2500-500 SM. Penemuan yg paling
penting adl kemajuan & kepandaian bercocok tanam serta penemuan
teknologi baru.
C. PERADABAN DAN PERUBAHAN SOSIAL
1. Pengertian dan Cakupan Perubahan Sosial

Wilbert Moore : perubahan struktur sosial, pola prilaku, & interaksi


sosial. Setiap perubahan dlm struktur masyarakat atau perubahan
dlm organisasi sosial disebut perubahan sosial.

Berbeda dgn perubahan kebudayaan yg mengarah pd perubahan


unsur2 kebudayaan yg ada.

Cth perubahan sosial : perub peran istri dlm keluarga modern.

Cth perubahan kebudayaan : penemuan br spt radio, televisi,


komputer yg dpt mempengaruhi lembaga2 sosial.
2. Teori & Bentuk Perubahan sosial
a. Teori Sebab-Akibat (Causation Problem)
- Analisis Dialektis; analisis thd syarat2 & keadaan yg mengakibatkan
perub dlm sistem masyarakat (oleh Hegell Marx). Perub suatu bagian
akan membawa perub bagian lain bahkan smpi menimbulkan konflik
shg muncul perub yg lebih lanjut, meluas & mendalam (thesis
antisynthesis).
- Teori Tunggal Mengenai Perubahan Sosial;
menerangkan sebab2 perub sosial atau pola kebudayaan dgn menunjuk
pd satu faktor penyebab. Teori ini menurut Soerjono Soekanto tidak
akan bertahan lama krn akan muncul pola analisis yg lebih cermat &
lebih didasarkan fakta.
b. Teori Proses atau Arah Perubahan Sosial
Teori mengenai arah perub sosial dgn kecenderungan yg bersifat
kumulatif atau evolusioner dgn asumsi bhw sejarah manusia ditandai
adanya gejala pertumbuhan.
- Teori Evolusi Unilinier (Garis Lurus Tunggal)
Manusia & masyarakat mengalami perkembangan sesuai tahapan
tertentu, mulai dr yg sederhana, kompleks, smpi tahap sempurna.
Pelopor teori ini adl August Comte dan Herbert Spenser
- Teori Multilinier
Asumsi bhw pada perubahan sosial atau kebudayaan didptkan gejala
keteraturan yg nyata & signifikan.
Tdk mengenal hukum ttp lebih memperhatikan tradisi dlm kebudayaan &
dr berbagai daerah menyeluruh meliputi bagian2 tertentu.
D. BENTUK-BENTUK PERUBAHAN SOSIAL
(MENURUT SOERJONO SOEKANTO)
1. Perubahan yg terjadi scr lambat & cepat
a. Perub scr lambat disebut evolusi, terjadi dgn sendiri tanpa suatu
perencanaan, namun krn usaha2 masyarakat utk menyesuaikan
diri dgn keperluan, keadaan, & kondisi2 baru yg timbul dgn
pertumb masyarakat.
b. Perubahan scr cepat disebut revolusi, perub terjadi krn
direncanakan lebih dahulu maupun tanpa rencana.
• Sbg makhluk sosial perlu ada keteraturan dlm hubungan agar
harmonis, keteraturan dpt dicapai dgn adanya aturan (hukum)
• Hukum diciptakan dgn tujuan berbeda-beda, dpt utk keadilan,
kegunaan, kepastian hukum dll, namun utk masy tuj utama adl utk
ketertiban.
• Hukum yg mengatur kehidupan masyarakat & nyata berlaku dlm masy
disebut hukum positif, atribut dr hukum positif :
1. Dibutuhkan lembaga khusus yg bertujuan merumuskan dgn jelas
tujuan yg hendak dicapai oleh hukum
2. Dibutuhkan staf (personalia) yg menjaga berlakunya hukum spt polisi
& pengadilan
Lanjutan………..

2. Perubahan yg pengaruhnya kecil dan besar :


a. Perub yg pengaruhnya kecil, perubahan pd unsur
struktur sosial yg tdk membawa pengaruh langsung
atau berarti bg masyarakat
b. Perubahan yg pengaruhnya besar, seperti proses
industrialisasi pd masyarakat agraris.
Pentingnya sistem hukum adl sbg perlindungan bg
kepentingan2 yg telah dilindungi oleh kaidah agama,
kesusilaan & kesopanan krn kaidah2 tsb blm ckp kuat utk
melindungi, mengingat terdpt kepentingan2 yg tidak
teratur.
• Hukum sbg kaidah sosial tdk lepas dr nilai yg berlaku dlm
masyarakat.
• Mochtar Kusumaatmadja : Hukum yg baik adl hukum yg
sesuai dgn hukum yg hidup (the living law) dlm
masyarakat.
Perbedaan antara hukum dan moral
(menurut K. Bertens) :
1. Hukum lebih dikodifikasi drpd moralitas yaitu; hukum
memiliki kepastian lbh bsr & bersifat lbh objektif. Norma
moral lbh subjektif & harus mencari kejelasan ttg yg
dianggap etis atau tdk etis.
2. Baik hukum atau moral mengatur tingkah laku manusia,
ttp hukum hanya pd tingkah laku lahiriah, sdgkan moral
menyangkut jg sikap batin.
3. Sanksi yg berkaitan dgn hukum berlainan dgn sanksi yg
berkaitan dgn moralitas. Hukum dpt dipaksakan (yg
melanggar terkena hukuman) tp norma etis tdk (hanya
hati nurani tdk tenang)

4. Hukum didasarkan atas kehendak masyarakat &


akhirnya atas kehendak negara. Moralitas berdasar
norma moral yg melebihi para individu & masyarakat.
Dgn cara demokratis hukum dpt diubah, namun norma
moral tidak dpt diubah.
Perbedaan antara hukum dan moral (menurut
Gunawan Setiardja) :

1. Dilihat dr dasarnya; hukum memiliki dasar yuridis, kensensus &


hukum alam, sedangkan moral hanya memiliki hukum alam
2. Dilihat dr otonominya; hukum bersifat heteronom (dtg dr luar
manusia), sedangkan moral bersifat otonom (dtg dr diri sendiri)
3. Hukum scr lahiriah dpt dipaksakan, moral scr lahiriah & batiniah tdk
dpt dipaksakan
4. Dilihat dr sanksinya; sanksi hukum bersifat yuridis (sanksi lahiriah),
sedangkan moral sanksi kodrati (batiniah, menyesal, malu thd diri
sendiri)
5. Dilihat dr tujuannya; hukum mengatur kehidupan manusia dlm
kehidupan bernegara, moral mengatur kehidupan manusia sbg
manusia
6. Dilihat dr waktu & tempat, hukum tergantung waktu & tempat,
moral scr objektif tdk tergantung waktu & tempat
• Tatkala terjadi dilema antara materi hukum, konflik diantara
penegak hukum, kurangnya sarana dan prasarana hukum, serta
rendahnya budaya hukum masyarakat, maka setiap orang
(masyarakat dan aparatur hukum) harus mengembalikan pada rasa
keadilan hukum masyarakat, artinya harus mengutamakan
moralitas masyarakat.
Tugas
• Buatlah kelompok, kemudian kerjakan lembar kerja di bawah ini yang dilanjutkan dengan persentasi.

No Pernyataan Bukti/contoh

1 Warisan peradaban kuno di Indonesia


• Buatlah kelompok pro dan kontra untuk melakukan debat dengan topik “Indonesia dan peradaban barat, Indonesia menutup diri terhadap peradaban barat ataukah Indonesia harus menutup diri terhadap pengaruh
peradaban barat.

2 Warisan peradaban hindu dan budha di Indonesia

3 Warisan peradaban islam di Indonesia

4 Warisan peradaban barat (masa kolonial) di


Indonesia
5 Peradaban global