Anda di halaman 1dari 24

Tanah yang Sehat

MODUL PELATIHAN No. 4

B u k u Pe d o m a n Pe l a t i h Pe r m a k u l t u r • M o d u l N o . 4 Ta n a h ya n g S e h a t
Catatan...

116 B u k u Pe d o m a n Pe l a t i h Pe r m a k u l t u r
Presentasi : Peningkatan Kualitas Tanah

Metode : Presentasi pelatih dan brainstorm kelompok E S E N TA S


PR I

Peralatan : Contoh / gambar tentang tanah yang sehat, tidak sehat & produktivitas
Referensi : Buku PK MOD 4 – Tanah yang Sehat
Tujuan : Peserta memahami tentang tanah yang sehat dan hidup, serta PEL
AT I H
bagaimana memperolehnya

Tanaman yang sehat membutuhkan semua nutrisi untuk dapat tumbuh dan berproduksi;
semua ini didapatkan dari tanah.

Oleh karenanya, tanah yang sehat dan hidup adalah faktor yang paling penting dalam
kesuksesan pertanian dan perkebunan.

Jika dimanfaatkan dengan teknik dan pengelolaan yang baik maka kesuburan tanah
akan semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Tanah yang sehat dan hidup haruslah:

• Diberi nutrisi alami setiap musimnya

• Dijaga dari erosi, untuk membentuk lapisan atas tanah yang berkualitas

• Dilindungi dari matahari dan angin untuk menjaga kelembabannya

• Biota tanah dapat hidup di dalamnya

Pelatih dapat mengarahkan peserta untuk berdiskusi tentang:

• Apa yang mereka pikirkan tentang manfaat dari tanah yang sehat dan hidup

• Apa yang mereka pikirkan tentang tanah yang sehat dan hidup

• Usaha-usaha apa yang dapat digunakan untuk mendapatkan tanah yang sehat dan
hidup

Jawaban berikut hanyalah disediakan bagi pelatih untuk mengembangkan ide dan diskusi
jika peserta membutuhkannya.

Beberapa manfaat tanah yang sehat dan hidup

• Kualitas tanah yang lebih baik tidak hanya meningkatkan jumlah produksi, akan
tetapi juga meningkatkan kualitas produksi. Hal ini berhubungan langsung kepada
gizi yang baik – Kualitas tanah yang lebih baik berarti kualitas produksi yang lebih
baik dengan gizi yang lebih banyak. Dan rasanya juga semakin enak! Ini merupakan
salah satu cara yang efektif untuk meningkatkan kesehatan. Semakin sehat berarti
mengurangi kunjungan ke dokter, kemampuan berpikir dan berkonsentrasi akan
meningkat, lebih kuat dan berenergi, serta berumur panjang. Kualitas sayuran yang
baik juga membuat orang lebih cepat merasa kenyang ketika mereka memakannya
dan kenyangnya bertahan lebih lama

M o d u l N o . 4 : Ta n a h y a n g S e h a t 117
• Tanaman akan terhindar dari kekeringan, penyakit dan hama karena mereka
mendapatkan banyak air dan unsur hara yang dibutuhkan bagi pertumbuhan
tanaman yang kuat dan sehat

• Membutuhkan pengairan yang lebih sedikit karena tanah dapat menahan dan
menampung air lebih banyak dan tanah lebih mudah menyerap air ketika musim
hujan

• Tanah mempunyai jutaan “penggarap tanah” yang mengatur keberadaan dan


penyimpanan unsur hara, serta meningkatkan jumlah udara di dalam tanah. Cacing
adalah pekerja keras

• Tanah lebih mudah untuk diolah dan digarap karena gembur dan mengandung
berbagai macam material

• Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk tanah yang sehat dan hidup biasanya didapat
dari sekitarnya dan organik, hal ini bisa menghemat uang

Apakah tanah yang sehat dan hidup?

Tanah yang sehat dan hidup mengandung humus, yang biasanya:

• Menyediakan makanan untuk biota tanah, yang berguna sebagai pengurai tanah
dan mengubahnya menjadi makanan untuk tanaman

• Menyimpan unsur hara bagi tanaman, seperti pupuk cair

• Membantu menyatukan partikel tanah – Meningkatkan kualitas struktur tanah

• Menyerap dan menyimpan air seperti spon

Humus terbuat dari:

• Bahan-bahan organik yang hancur dan terurai

• Kompos

• Mulsa

• Kotoran hewan

• Pengomposan akar tanaman

• Pengomposan bagian-bagian tanaman

Tanah yang sehat itu hidup - Mengandung jutaan biota tanah yang mengubah bahan-
bahan organik dan unsur hara menjadi makanan untuk tanaman. Biota tanah meliputi
bakteri, mikro-organisme, semut, cacing tanah dan banyak organisme kecil, serangga,
dan binatang kecil lainnya.

Mengandung campuran partikel tanah liat dan pasir yang seimbang – Tanah liat mengikat
mineral sedangkan pasir memungkinkan drainase / penyaluran air.

Ketika tanah ditekan seharusnya bersifat padat – Tidak berhamburan seperti pasir dan
lengket seperti tanah liat.

118 B u k u Pe d o m a n Pe l a t i h Pe r m a k u l t u r
Tersusun dari 50% tanah liat, pasir, humus dan bahan organik & 50% kantung udara
– Kantung-kantung udara sangatlah penting karena:

• Menyediakan ruang bagi tanah untuk menyimpan air yang banyak

• Udara memberikan oksigen yang dibutuhkan oleh akar tanaman untuk memproses
unsur hara

• Pertumbuhan akar menjadi lebih mudah, cepat dan tumbuh lebih dalam ke tanah
– Sehingga akar tanaman bisa menyerap air dan unsur hara lebih banyak, dan
tanaman pun akan tumbuh lebih besar dan sehat

Tanah yang sehat berperan sebagai bank nutrisi dengan menyimpan unsur hara yang siap
untuk digunakan oleh tanaman – Unsur hara tidak akan terlepas keluar dari tanah.

Tanah yang sehat mempunyai tingkat pH yang seimbang - Artinya, tidak terlalu asam
(seperti cuka) dan tidak terlalu basa (seperti garam).

Teknik yang digunakan untuk mendapatkan tanah yang sehat dan hidup

Sebagian besar teknik tersebut sangatlah sederhana, mudah pengerjaannya, dan


menggunakan bahan-bahan dari sekitar tempat tinggal.

• Menggunakan kompos organik dan kompos cair – Kedua jenis kompos ini
mengandung bermacam-macam unsur hara, murah pembuatannya, meningkatkan
jumlah biota, dan memperbaiki kualitas struktur tanah. Gunakanlah secara rutin
untuk meningkatkan kualitas tanah secara berkesinambungan

• Memperbanyak jumlah biota tanah seperti mikro-organisme, bakteri, dan jamur


di dalam tanah - Hal ini bisa diwujudkan dengan penggunaan pupuk alami, mulsa
dan EM (Effective Micro-organism). Manfaatnya, kualitas tanah, segala bentuk
pertanian, dan produksi hewan akan meningkat

• Menggunakan mulsa – Untuk melindungi tanah dari matahari, menghemat air dan
meningkatkan jumlah humus dalam tanah

• Mendaur ulang bahan-bahan organik – Daur ulang tanaman dan kotoran binatang
untuk kembali ke sistem

• Menggunakan legum / tanaman polong - Ada berbagai macam jenis legum yang
dapat menyediakan nitrogen, mulsa, dan bahan organik bagi tanah, makanan untuk
manusia dan ternak, sebagai penahan angin dan tanah, menjaga habitat binatang,
keanekaragaman, dan masih banyak lagi

• Rotasi tanaman – Tiap-tiap tanaman membutuhkan unsur hara yang berbeda-beda


untuk tumbuh. Rotasi tanaman dan penanaman secara tumpang sari berguna untuk
menyeimbangkan unsur hara dan mudah untuk ditanam ulang

Teknik-teknik tersebut dijelaskan lebih rinci pada latihan pemikiran kreatif dan ikut serta
praktek lapangan berikut.

M o d u l N o . 4 : Ta n a h y a n g S e h a t 119
Praktek Lapangan : Metode Sederhana Pengujian Tanah
U T S E R TA
IK Metode : Ikut serta menguji tanah
Peralatan : Sekop, toples dengan tutup atau kantong plastik dan karet, air, spidol
Referensi : Buku PK MOD 4 – Tanah yang Sehat
PR

AN

K
A

TE Tujuan : Peserta belajar bagaimana mengidentifikasi jenis-jenis tanah


G

K L A PA N

Dengan menggunakan uji coba sederhana berikut, Anda bisa mengidentifikasi jenis-jenis
tanah.

1. Ambillah 3 atau lebih contoh tanah yang berbeda dan letakkan ke dalam toples
bening, kantong plastik atau botol secara terpisah

2. Isilah masing-masing wadah dengan 2/3 tanah dan kemudian tambahkan air
hingga penuh

3. Tutuplah wadah dengan rapat, kemudian kocoklah

4. Setelah tanah didiamkan beberapa saat, maka Anda akan melihat komponen-
komponen dari tanah Anda tadi:

• Tanah liat akan berada paling atas

• Lumpur (sedimen di antara tanah liat dan pasir) di bawahnya

• Kemudian pasir halus

• Pasir kasar yang mengendap paling bawah

Dari pengamatan isi wadah-wadah tersebut dan perbandingan dari komponen-komponen


yang berbeda pada tanah, Anda akan mengetahui berapa kandungan pasir atau tanah
liat tanah tersebut, yang kemudian akan membantu Anda memilih metode yang cocok
untuk meningkatkan kualitas tanah.

Untuk penjelasan yang lebih jelas mengenai teknik meningkatkan kualitas tanah, baik
tanah pasir maupun tanah liat, bacalah bagian jenis-jenis tanah pada Buku PK MOD 4
– Tanah yang Sehat.

Catatan: Mungkin ada beberapa teknik setempat untuk meningkatkan kualitas tanah
yang bisa didiskusikan dengan seluruh peserta.

120 B u k u Pe d o m a n Pe l a t i h Pe r m a k u l t u r
Pemikiran Kreatif : Mengidentifikasi Kurangnya
Unsur Hara dalam Tanah
IHAN
L AT
Metode : Ikut serta brainstorm kelompok
Peralatan : Papan tulis, kertas yang besar dan spidol
Referensi : Buku PK MOD 4 – Tanah yang Sehat

PE

F
M

TI
Tujuan : Peserta belajar tentang berbagai macam kekurangan unsur hara pada tanah IK
IRAN KREA

Langkah 1

Dengan menggunakan sesuatu seperti tabel di bawah ini, pelatih dapat mengajak peserta
untuk mengidentifikasi berbagai jenis unsur hara dalam tanah. Kemudian diskusikan
dengan mereka apakah metode-metode penyelesaian masalah tersebut aman atau tidak
(tabel 1). Pelatih bisa membantu memancing jawaban bila dibutuhkan.

Jawaban-jawaban yang tertulis di bawah hanyalah disediakan bagi pelatih


sebagai gambaran bila peserta membutuhkan bantuan untuk mengembangkan
ide dan diskusi.
Jenis un- Ciri-ciri kekurangan unsur hara Sumber unsur hara
sur hara
Daun dan pertumbuhan baru menguning dan
Legum, ikan, gula merah dan
Nitrogen pucat; Matang lebih cepat, ukuran buah dan
kelapa
bunganya kecil
Daunnya kecil, berwarna lebih gelap; Daun yang
Abu dari sisa pembakaran
Potasium tua berwarna biru / ungu dengan pinggiran kun-
dapur
ing; Pertumbuhannya lambat
Ukuran buahnya kecil dan berwarna tidak cerah
Bubuk tulang hewan dengan
Fosfor Pinggiran daun mengering dan daun tua yang
cuka
menguning
Pinggiran daun menguning, ada bercak kuning,
Bayam, biji-bijian, kacang-ka-
Magnesium urat daun hijau; Sering ada bercak coklat pada
cangan (khususnya almond)
daun; Daun yang tua gugur lebih cepat

Sulfur / Bisa diperoleh dekat mata air


Semua daun warnanya memudar
Belerang panas dan dekat gunung berapi
Daun baru serta tunas tumbuh dan berkembang
Kalsium Tulang hewan, kulit kerang
tidak baik; Pertumbuhan buahnya tidak biasa

Tabel 1. Ciri-ciri kekurangan unsur hara Tabel 2. Sumber unsur hara

Langkah 2

Bagilah peserta menjadi beberapa kelompok kerja yang lebih kecil (lihatlah Buku Acuan
Pelatih) dan tiap kelompok membuat daftar tentang berbagai macam bahan alami yang
dapat menjadi sumber bagi unsur hara yang ada pada tabel.

Langkah 3

Setelah peserta menyelesaikan daftar, mintalah mereka untuk menuliskannya pada


papan tulis (tabel 2) dan mempresentasikannya di hadapan seluruh kelompok untuk
memperoleh masukan dan saran-saran yang lainnya. Daftar sumber unsur hara alami
terdapat di dalam bagian “Sumber-sumber Unsur Hara Alami” pada Buku PK MOD 4
– Tanah yang Sehat. Catatan: Kemungkinan peserta mengetahui teknik-teknik lokal
untuk meningkatkan unsur hara sehingga peserta bisa saling berbagi teknik tersebut.
M o d u l N o . 4 : Ta n a h y a n g S e h a t 121
Presentasi : Mulsa untuk Peningkatan Kualitas Tanah
E S E N TA S
PR I Metode : Presentasi pelatih
Peralatan : Diagram contoh mulsa dan yang bukan mulsa
Referensi : Buku PK MOD 4 – Tanah yang Sehat

PEL Tujuan : Peserta memahami apa itu mulsa & apa keuntungan menggunakannya
AT I H

Dalam hutan alami, daun, pepohonan dan batang-batang yang membusuk,


kotoran binatang, dan bahkan bangkai binatang semuanya akan terurai
menjadi mulsa yang menyelimuti tanah, seperti kulit.

Kulit ini terus-menerus bertambah dan secara berkelanjutan mengalami pembusukan.

Mulsa (kulit) bermanfaat untuk:

• Unsur hara dan bahan-bahan organik untuk tanah yang berguna bagi tanaman dan
pepohonan

• Suplai makanan yang tidak habis-habisnya bagi tanaman dan biota (binatang) tanah
di kebun Anda

• Dapat mengurangi populasi gulma yang tumbuh di sekitar daerah Anda

• Menyesuaikan suhu tanah, sehingga menghasilkan lingkungan yang lebih sehat


untuk tanaman

• Menyeimbangkan pH tanah

• Meningkatkan kualitas struktur tanah dan membuat tanah lebih mudah diolah

• Penahan air di dalam tanah

• Pelindung alami bagi tanah dari kekeringan yang disebabkan oleh matahari

• Pelindung alami dari hujan yang bisa menimbulkan erosi

• Pelindung alami dari kekeringan dan erosi yang disebabkan oleh angin

• Dengan belajar dari alam, pertumbuhan, pembuatan dan penggunaan mulsa,


manusia dapat meningkatkan kualitas tanah dengan pesat

Berbagai metode dan tips untuk pemulsaan

Sebelum pembuatan mulsa:

• Gunakanlah batu, dahan yang besar dan bahan apapun yang dapat digunakan untuk
membuat batas kebun. Ini akan membantu untuk menahan mulsa, memberikan
ruang bagi tanah untuk berkembang dan mencegah erosi

• Jika Anda menaruh kompos di bawah mulsa, ini akan memaksimalkan manfaat
kompos

122 B u k u Pe d o m a n Pe l a t i h Pe r m a k u l t u r
Kapan / dimana menggunakan mulsa:

• Untuk pembibitan dan persemaian, mulsa terlebih dahulu baru kemudian tanaman

• Untuk tanaman, di bawah tajuk daun terluar adalah daerah terpenting untuk diberikan
mulsa – Pemberian mulsa secara terus-menerus akan membantu meningkatkan
kesehatan dan produktivitas tanaman

• Untuk sayur-sayuran, tanaman dan pepohonan, JANGAN SAMPAI mulsa menyentuh


batang atau pangkal tanaman. Ini sangat penting untuk mencegah jamur dan
pembusukan, terutama di musim hujan

• Pematang mulsa akan membantu menyimpan air

Jenis-jenis mulsa yang digunakan:

• Gunakan mulsa halus (mulsa yang teksturnya lebih kecil) untuk lahan sayuran dan
mulsa kasar (mulsa yang ukurannya lebih besar) untuk tanaman dan pepohonan
yang lebih besar

• Bila Anda menggunakan gulma sebagai mulsa, pisahkan benih gulma dan berikan
pada hewan atau masukkan ke kompos cair – Ini akan mengurangi pertumbuhan
gulma di kemudian hari

• Legum, rerumputan, dan tanaman serta pepohonan lainnya dapat ditanam untuk
memproduksi mulsa

• Sekam padi dan kopi harus dikomposkan terlebih dahulu atau dikeringkan sebelum
digunakan sebagai mulsa – Tumpuk terlebih dahulu selama 1 bulan sebelum
digunakan

Berapa banyak mulsa yang dibutuhkan:

• Pastikan selalu tersedia lapisan mulsa yang cukup di permukaan bedeng kebun

• Lapisan mulsa sebaiknya setebal kurang lebih 5-10 cm, atau 20 cm untuk tanaman
buah-buahan

Untuk informasi yang lebih lengkap tentang mulsa, bacalah Buku PK MOD 4 – Tanah
yang Sehat.

M o d u l N o . 4 : Ta n a h y a n g S e h a t 123
Pemikiran Kreatif : Daftar Jenis Legum & Penggunaannya

L AT
IHAN Metode : Kerja kelompok dan brainstorm kelompok
Peralatan : Papan tulis atau kertas besar atau meta plan, spidol
Refferensi : Buku PK MOD 4 – Tanah yang Sehat
Tujuan : Peserta dapat membuat daftar jenis-jenis legum dan mengerti
PE

M
TI

IK
IRAN KREA
begaimana menggunakannya

Langkah 1

Dengan menggunakan sesuatu seperti yang terdapat dalam tabel di bawah ini, pelatih dapat
mengajak para peserta untuk mengenali berbagai macam jenis legum lokal (tabel 1).

Langkah 2

Bagilah peserta menjadi beberapa kelompok kerja yang lebih kecil (lihat Buku Acuan
Pelatih) dan tiap-tiap kelompok berdiskusi dan menjawab pertanyaan yang ada pada
tabel 2, (a) tentang kegunaan dari legum, dan (b) dimana legum dapat ditanam.

Jawaban yang tersedia di bawah ini hanyalah disediakan bagi pelatih jika
peserta membutuhkan bantuan untuk mengembangkan ide dan diskusi.

Jenis legum Kegunaan dari legum Dimana dapat ditanam


Untuk sayuran, memberi nitrogen ke
Kacang-kacangan Dimana saja
tanah
Untuk sayuran, memberi nitrogen ke
Kelor Tanah yang kering
tanah, pengendali hama (semut)
Tanaman penghias, memberi nitrogen
Bunga merak Tanah yang kering
ke tanah
Memberi nitrogen ke tanah, tanaman
Pohon turi Sawah, pinggiran jalan
peneduh
Pakan ternak, tanaman peneduh,
Pohon gamal Kebun, sawah, ladang
memberi nitrogen ke tanah
Pakan ternak, tanaman peneduh,
Lamtoro memberi nitrogen ke tanah, untuk Kebun, sawah, ladang
sayuran
Tanaman peneduh, memberi
Pete Kebun, sawah, ladang
nitrogen ke tanah, untuk sayuran
Tanaman peneduh, memberi
Jengkol Kebun, sawah, ladang
nitrogen ke tanah, untuk sayuran
Tabel 1 Tabel 2

Langkah 3

Setelah masing-masing kelompok selesai menuliskan hasil diskusi, ajaklah mereka untuk
mempresentasikan ide-idenya dan gabungkan semuanya ke dalam tabel (tabel 2).

124 B u k u Pe d o m a n Pe l a t i h Pe r m a k u l t u r
Praktek Lapangan : Memberikan Mulsa pada Bedeng Kebun

Metode : Tentukan, kumpulkan dan gunakan bahan-bahan mulsa U T S E R TA


IK

Peralatan : Bahan-bahan mulsa, alat pemotong mulsa


Referensi : Buku PK MOD 4 – Tanah yang Sehat

PR

AN
Tujuan : Peserta mempraktekkan berbagai teknik pembuatan mulsa K

A
TE

G
K L A PA N

Persiapan

Pelatih mencari / menyiapkan hal-hal seperti:

• Bebatuan, dahan yang besar dan bahan apapun yang dapat digunakan untuk
membuat batas kebun

• Kompos

• Bahan-bahan untuk mulsa

• Alat-alat untuk memotong bahan-bahan mulsa

Lokasi dengan:

• Tanaman buah-buahan • Pematang-pematang sawah atau kebun

• Kebun sayuran • Lahan pembibitan

Menjalankan latihan

• Bagilah para peserta ke dalam beberapa kelompok kerja dan setiap kelompok memilih
lokasi yang akan mereka gunakan untuk pelatihan mulsa (misalnya, tanaman,
bedeng tanah atau kebun, pematang sawah atau kebun, lahan pembibitan)
• Ajak peserta untuk mengenali dan mengumpulkan berbagai jenis bahan di sekitar
mereka yang dapat digunakan untuk mulsa
• Siapkan bahan-bahan yang akan dijadikan mulsa – Bahan yang besar harus
dipotong-potong terlebih dahulu
• Ajak masing-masing kelompok untuk memberikan mulsa di lokasi yang berbeda-beda
• Bersama dengan seluruh kelompok, lakukan peninjauan ke lokasi-lokasi yang telah
mereka berikan mulsa dan diskusikan berbagai macam mulsa yang telah mereka
gunakan. Berikan selamat kepada kelompok yang membuat contoh yang sudah
benar dan baik, serta berikan saran dan petunjuk bagi kelompok yang lain sehingga
mereka bisa memperbaikinya (jika diperlukan)

Latihan tambahan

Pelatih dapat memberikan latihan “Uji Pemulsaan” pada bagian “Pemulsaan” di Buku
PK MOD 4 – Tanah yang Sehat kepada para peserta, supaya mereka mengerti tentang
pelatihan yang diberikan.

Membutuhkan waktu yang lama untuk bisa memperoleh manfaat dari pemulsaan.

M o d u l N o . 4 : Ta n a h y a n g S e h a t 125
Presentasi : Legum & Bagaimana Memanfaatkannya
E S E N TA S Metode : Presentasi pelatih dan diskusi kelompok
PR I

Peralatan : Contoh / gambar yang membantu menjelaskan bagaimana legum bekerja


Referensi : Buku PK MOD 4 – Tanah yang Sehat

PEL Tujuan : Peserta memahami bagaimana legum bekerja & bagaimana memanfaatkannya
AT I H

Nitrogen adalah salah satu unsur yang paling penting untuk kesehatan batang, sel,
dan pertumbuhan daun. Nitrogen juga bermanfaat untuk meningkatkan produksi buah.
Legum merupakan tanaman yang memberikan nitrogen dalam tanah. Ada berbagai jenis
legum di Indonesia, diantaranya legum musiman (perputaran hidupnya selesai dalam 1
tahun) dan legum tahunan (perputaran hidupnya selesai dalam 2 tahun atau lebih).

Bagaimana tanaman legum memberikan nitrogen ke dalam tanah


Bakteri di dalam tanah disebut Rhizobium, hidup menempel pada akar tanaman legum,
yang “mengikat” nitrogen dari udara ke dalam tanah melalui bintilan yang sangat kecil
yang disebut “nodules”. Nodules-nodules ini:
• Melekat pada akar tanaman
• Berukuran sebesar ujung korek api atau bisa lebih kecil
• Menyediakan nitrogen untuk tanaman legum

Jika legum mati atau akar mereka melepaskan kelebihan nitrogennya melalui nodules,
kelebihan nitrogen yang tidak terpakai lagi oleh tanaman legum ini akan masuk ke dalam
tanah dan kemudian bisa dimanfaatkan oleh tanaman lain. Pelatih dapat mengarahkan
peserta untuk berdiskusi tentang:
• Apa saja produk yang lain, yang dapat dihasilkan oleh tanaman legum
• Apa fungsi yang lain, yang dapat dimanfaatkan dari tanaman legum lokal

• Teknik-teknik apa saja yang dapat digunakan untuk memanfaatkan legum musiman
dan legum tahunan secara bersamaan

Jawaban yang tersedia di bawah ini hanya disediakan sebagai gambaran bagi pelatih jika
peserta membutuhkan bantuan untuk mengembangkan ide dan diskusi

Sebagaimana halnya dapat “mengikat” nitrogen, legum dapat menghasilkan


berbagai macam produk dan fungsi lainnya:
• Produk – Bahan pangan, pakan ternak, mulsa, bahan kompos, kayu gelondongan,
kayu bakar, dan obat-obatan
• Fungsi – Sebagai penahan angin, pagar hidup, tanaman peneduh, dan teralis

Legum musiman dapat tumbuh bersama dengan sayuran, tanaman musiman dan
pepohonan. Teknik-teknik untuk memanfaatkan legum musiman:
• Rotasi tanaman • Tanaman pupuk hijau • Tumpangsari tanaman musiman

Legum tahunan dapat tumbuh bersama dengan tanaman musiman, pohon buah-buahan
dan pohon lainnya. Teknik-teknik untuk memanfaatkan legum tahunan:
• Pagar hidup • Terasering tanaman legum
• Tumpangsari tanaman tahunan • Tanaman perintis

Untuk penjelasan yang lebih lengkap dan petunjuk lainnya untuk pemanfaatan legum,
bacalah Buku PK MOD 4 – Tanah yang Sehat, bagian “Legum”.

126 B u k u Pe d o m a n Pe l a t i h Pe r m a k u l t u r
Praktek Lapangan : Beberapa Metode Pemanfaatan Legum

Metode : Uji coba 3 macam metode pemanfaatan legum U T S E R TA


IK
Peralatan : Lihat persiapan pelatihan di bawah
Referensi : Buku PK MOD 4 – Tanah yang Sehat;
Buku PK MOD 5 – Penyimpanan Benih & Pembibitan;

PR

AN
K

A
Buku PK MOD 8 – Hutan, Penanaman Pohon & Bambu TE

G
K L A PA N

Tujuan : Peserta melakukan uji coba & belajar tentang 3 metode pemanfaatan legum

3 macam metode pemanfaatan legum dalam kegiatan ini meliputi:


• Menanam tanaman pupuk hijau dari tanaman musiman

• Menanam bibit atau stek legum tahunan pada terasering atau sengkedan, jika me-
mungkinkan
• Memangkas legum yang sudah besar untuk pakan ternak, bahan kompos atau mulsa

Persiapan

• Bibit-bibit legum musiman untuk ditanam sebagai tanaman pupuk hijau


• Bedeng kebun atau lahan yang telah siap untuk tanaman pupuk hijau
• Bibit-bibit atau stek legum tahunan untuk ditanam
• Jika memungkinkan, sengkedan atau terasering yang telah siap ditanami legum
• Tanaman legum yang besar yang bisa dipangkas kembali

• Peralatan yang dibutuhkan untuk masing-masing kegiatan

Catatan: Bagian dari kegiatan ini yang berupa penanaman legum tahunan akan
mendapat hasil yang lebih baik (dan juga menunjukkan integrasi teknik-teknik) jika legum
dapat ditanam di tempat yang sudah berbentuk sengkedan atau terasering pada kontur
lahan yang menggunakan bingkai-A. Jika terasering / sengkedan saling berdekatan,
tanamlah legum di setiap dua tingkat terasering / sengkedan. Terasering / sengkedan
yang tidak ditanami legum dapat ditanami nanas, sereh atau tanaman sejenis lainnya.
Hal ini dapat mengurangi masalah yang ditimbulkan akibat terlalu banyak naungan. Jika
tidak memungkinkan, tanamlah legum sebagai pagar hidup di sekeliling kebun.

Menjalankan latihan

• Pelatih dapat memberikan penjelasan singkat tentang masing-masing kegiatan


termasuk demo singkat untuk masing-masing dari 3 metode tersebut
• Bagilah peserta menjadi 3 kelompok kerja, kemudian masing-masing kelompok
memilih dan melakukan kegiatan tentang pemanfaatan legum

• Bersama seluruh kelompok kunjungi masing-masing lokasi dan diskusikan bersama


apa yang telah dilakukan oleh masing-masing kelompok, berikan petunjuk dan
saran (jika dibutuhkan)

Untuk informasi lebih lanjut tentang ketiga metode ini, bacalah Buku PK MOD 4 – Tanah yang
Sehat, Buku PK MOD 5 - Penyimpanan Benih & Pembibitan (membuat stek yang akan ditanam),
Buku PK MOD 8 - Hutan, Penanaman Pohon & Bambu (menanam pohon di terasering).
M o d u l N o . 4 : Ta n a h y a n g S e h a t 127
Presentasi : Tentang Pupuk Alami
E S E N TA S
PR I Metode : Presentasi pelatih dan brainstorm kelompok
Peralatan : Contoh / gambar yang menjelaskan bagaimana kompos & pupuk cair bekerja
Referensi : Buku PK MOD 4 – Tanah yang Sehat

PEL Tujuan : Peserta belajar tentang manfaat dari pupuk alami


AT I H

Kompos adalah bahan-bahan organik yang terurai berasal dari biota tanah (binatang) yang
menguraikan bahan-bahan organik tersebut menjadi sumber unsur hara yang kaya dan
terkonsentrasi.

Komponen utama kompos adalah karbon dan nitrogen – Bahan-bahan tanaman


mengandung lebih banyak karbon dan sedikit nitrogen, pupuk kandang mengandung
lebih banyak nitrogen dan sedikit karbon. Bahan ini juga mengandung unsur hara lainnya
berupa mineral, bahan-bahan sisa dan biota tanah.

Kompos dapat ditambahkan pada akar tanaman buah-buahan atau di antara tanaman
sayuran untuk memberikan unsur hara tambahan. Kompos tidak hanya menyediakan
unsur hara bagi tanaman sayuran dan buah-buahan tapi juga dapat meningkatkan
kualitas tanah. Hal ini sangatlah penting bagi pertumbuhan tanaman.

Ada berbagai macam cara untuk membuat kompos – Dari campuran yang sederhana
seperti sekam padi dan kotoran sapi, hingga berbagai campuran dari bahan yang
berbeda-beda. Gunakanlah bahan-bahan yang sudah tersedia di sekitar Anda.

Pelatih dapat mengarahkan peserta berdiskusi untuk menentukan:


• Berbagai macam bahan-bahan kompos yang sudah ada di sekitar kita
• Berbagai macam cara membuat kompos berkualitas tinggi dengan bahan-bahan
yang telah tersedia
• Manfaat-manfaat utama kompos bagi tanaman dan tanah

Pupuk cair adalah unsur hara yang sangat bagus, kaya kandungan pupuk alaminya,
yang dapat dibuat dari sedikit pupuk kandang dan bahan-bahan organik lainnya. Sangat
mudah untuk disiapkan dan bermanfaat untuk pembenihan, perkebunan, persawahan,
tanaman kecil, tanaman buah-buahan dan tanaman besar lainnya. Juga sangat mudah
untuk disiramkan pada lahan-lahan yang luas. Pupuk cair dapat dibuat dalam wadah
ukuran apapun, dari ember hingga drum – Semakin besar, semakin baik. Dapat dibuat dan
disimpan dimana saja pada areal pertanian yang memerlukannya. Pupuk cair sangatlah
kuat sehingga perlu dicampur dengan air dalam pemakaiannya. Oleh karena itu, pupuk ini
akan bertahan lama, tapi juga berarti sebaiknya disimpan dekat dengan sumber air.

Pelatih dapat mengarahkan peserta berdiskusi untuk menentukan:


• Berbagai macam bahan-bahan pupuk cair yang sudah ada di sekitar kita
• Berbagai macam cara membuat pupuk cair berkualitas tinggi dengan bahan-bahan
yang telah tersedia
• Manfaat-manfaat utama pupuk cair bagi tanaman dan tanah

Pelatih juga dapat mengarahkan peserta berdiskusi untuk menentukan: perbedaan antara pupuk
alami (kompos & pupuk cair) dan pupuk kimia, serta pengaruh & akibat yang ditimbulkan.
128 B u k u Pe d o m a n Pe l a t i h Pe r m a k u l t u r
Presentasi : Berbagai Macam Teknik Pemupukan Alami
E S E N TA S
Metode : Presentasi pelatih PR I

Peralatan : Contoh / gambar tentang bermacam-macam jenis kompos dan pupuk


cair yang sedang dan sudah digunakan
Referensi : Buku PK MOD 4 – Tanah yang Sehat
PEL
AT I H
Tujuan : Peserta belajar tentang berbagai macam teknik pembuatan kompos
dan pupuk cair

Ada 6 metode berbeda tentang pengomposan, serta penjelasan tentang pupuk cair
yang dijelaskan di Buku PK MOD 4 – Tanah yang Sehat.

Metode-metode ini, antara lain:

1. Membuat tumpukan kompos cepat – Dibuat sekaligus dari berbagai macam


bahan, terurai setelah 2 minggu dan siap pakai dalam 1 bulan. Sangat baik untuk
kebun keluarga dan agrikultur yang intensif

2. Membuat kompos lambat – Terus-menerus dibuat dalam kurun waktu tertentu dan
biasanya dibuat lebih banyak daripada kompos cepat. Sangat baik untuk pertanian
dan pohon-pohon besar

3. Parit dan keranjang kompos – Merupakan bagian dari bedeng kebun atau
ditempatkan di sebelah pohon buah-buahan, dapat ditempatkan di dalam tanah dan
juga di atas tanah, terus-menerus menyediakan pasokan unsur hara bagi tanaman
melalui tanah, sebagaimana layaknya kompos yang diletakkan di atas bedeng

4. Lubang pisang / lubang kompos – Sebuah lubang besar untuk membuat kompos
lambat. Kompos akan terus-menerus memberi unsur hara kepada pohon pisang atau
pohon apapun yang ditanam di sekitar lubang, dan jika telah siap kompos dapat
dipindahkan untuk dimanfaatkan di tempat lain

5. Pengomposan langsung - Kompos cepat ditempatkan pada lahan dimana bedeng


kebun akan dibuat atau tanaman buah-buahan akan ditanam. Tanah dan tanaman
yang baru akan memperoleh cukup persediaan makanan bagi tanaman dan biota
tanah dari kompos

6. Pupuk cair – Makanan bagi tanaman dan bakteri yang baik dalam bentuk cair.
Sangat baik untuk hasil yang cepat dan lahan yang luas

M o d u l N o . 4 : Ta n a h y a n g S e h a t 129
Pemikiran Kreatif : Daftar Pupuk Alami & Penggunaannya
IHAN
L AT Metode : Brainstorm kelompok dan kelompok kerja
Peralatan : Papan tulis atau kertas besar, spidol
Referensi : Buku PK MOD 4 – Tanah yang Sehat
PE

M Tujuan : Peserta membuat daftar jenis-jenis pupuk alami dan bagaimana cara
TI

IK
IRAN KREA
memanfaatkanya

Langkah 1

Dengan menggunakan sesuatu seperti tabel di bawah ini, pelatih dapat mengajak para
peserta untuk mengenali jenis-jenis pupuk alami (tabel 1).

Jawaban yang tersedia di bawah ini hanya disediakan bagi pelatih jika peserta
membutuhkan bantuan untuk mengembangkan ide dan diskusi.

Pupuk alami Kegunaan yang paling tepat Kapan / bagaimana menggunakannya

Memperbaiki struktur tanah,


IMO4 (Indigenous Micro-
memelihara cacing tanah, memper- Tempatkan di bawah pohon
organism 4)
baiki suhu tanah, media kompos

Mengatur daun yang kuning


dan pucat, serta pertumbuhan 1 cc ekstrak dicampur dengan 1
Pupuk organik N
baru; Tumbuh sehat dan meng- liter air, semprotkan
hasilkan buah dan bunga

Buah yang baik dan warna 1 cc ekstrak dicampur dengan 1


Pupuk organik P/Ca
terang; Memupuki tepi daun liter air, semprotkan

Daun tumbuh baik, berwarna hi- 1 cc ekstrak dicampur dengan 1


Pupuk organik K
jau; Pertumbuhan tanaman biasa liter air, semprotkan

1 cc ekstrak dicampur dengan 1


Pengendali hama Serangga liter air, semprotkan (tergantung
pada kekuatan hama)

Tabel 1. Pupuk alami Tabel 2. Untuk apa, bagaimana & kapan menggunakan pupuk alami

Langkah 2

Bagilah peserta menjadi beberapa kelompok kerja yang lebih kecil (lihat Buku Acuan
Pelatih) dan setiap kelompok kerja membuat daftar tentang pupuk alami paling baik
digunakan untuk apa dan kapan / bagaimana memanfaatkannya.

Langkah 3

Setelah semua kelompok kerja mencatat hasil pemikirannya, ajaklah mereka untuk
mempresentasikan pemikiran-pemikiran tersebut dan gabungkan semuanya ke dalam
tabel (tabel 2).

130 B u k u Pe d o m a n Pe l a t i h Pe r m a k u l t u r
Praktek Lapangan : Membuat Tumpukan Kompos Cepat

Metode : Ikut serta merancang tumpukan kompos cepat


U T S E R TA
IK
Peralatan : Bahan-bahan untuk kompos, peralatan, dan wadah seperti yang
dijelaskan di bawah ini
Referensi : Buku PK MOD 4 – Tanah yang Sehat;

PR

AN
Lembaran Informasi Kompos dari IDEP K

A
TE

G
K L A PA N
Tujuan : Peserta belajar bagaimana membuat “kompos cepat”

Pada bagian “Kompos” dalam Buku PK MOD 4 – Tanah yang Sehat, ada beberapa metode
yang dijelaskan tentang cara membuat kompos.

Selama pelatihan Permakultur, disarankan untuk menggunakan metode “kompos cepat”


sehingga peserta bisa membuat kompos dalam satu sesi pelajaran.

Persiapan

Fotokopilah bagian “Kompos” dari Buku PK MOD 4 – Tanah yang Sehat, dan Lembaran
Informasi Kompos dari IDEP dalam jumlah yang cukup, sehingga tiap peserta dapat
membawa pulang satu set referensi.

Kumpulkan bahan-bahan dan peralatan yang dibutuhkan untuk:

• Membuat wadah kompos

• Membuat kompos

• Membuat tumpukan “kompos cepat” bersama peserta

Bacalah Buku PK MOD 4 – Tanah yang Sehat, bagian “Kompos”, untuk arahan yang lebih
rinci tentang:

Pembuatan tumpukan “kompos cepat”, yang meliputi:

• Bahan-bahan yang dibutuhkan

• Bagaimana membuatnya langkah demi langkah

• Bagaimana merawat tumpukan kompos

• Bagaimana menggunakan kompos

M o d u l N o . 4 : Ta n a h y a n g S e h a t 131
Praktek Lapangan : Membuat Pupuk Cair

U T S E R TA Metode : Ikut serta membuat pupuk cair


IK
Peralatan : Bahan-bahan pupuk cair, peralatan, dan wadah seperti yang
dijelaskan di bawah
Referensi : Buku PK MOD 4 – Tanah yang Sehat
PR

AN

K
A

TE
G

K L A PA N Tujuan : Peserta belajar bagaimana menggunakan dan membuat “pupuk cair”

Pada bagian “Pupuk Cair” dari Buku PK MOD 4 – Tanah yang Sehat terdapat aturan yang
jelas untuk membuat pupuk cair.

Memerlukan waktu 2 minggu bagi pupuk cair untuk siap digunakan maka dari itu pelatih
sebaiknya menyiapkan sejumlah pupuk cair setidaknya 2 minggu sebelum memulai
latihan ini sehingga peserta dapat mencoba penggunaannya.

Persiapan

Fotokopilah bagian “Pupuk Cair” dari Buku PK MOD 4 – Tanah yang Sehat, dalam jumlah
yang cukup sehingga tiap peserta dapat membawa pulang satu set referensi.

Kumpulkan bahan-bahan dan peralatan yang dibutuhkan untuk:

• Menyiapkan wadah untuk pupuk cair (drum, wadah plastik dll) + tutup

• Membuat pupuk cair

Buatlah “pupuk cair” bersama dengan peserta.

Lihat bagian “Pupuk Cair” pada Buku PK MOD 4 – Tanah yang Sehat, untuk arahan lebih
rinci tentang pembuatan “pupuk cair”, yang meliputi:

• Bahan-bahan yang dibutuhkan

• Bagaimana membuatnya langkah demi langkah

• Bagaimana merawatnya

• Bagaimana menggunakannya

132 B u k u Pe d o m a n Pe l a t i h Pe r m a k u l t u r
Praktek Lapangan : Menggunakan Pupuk Cair

Metode : Ikut serta mencoba menggunakan pupuk cair U T S E R TA


IK

Peralatan : Siapkan contoh pupuk cair, dan bahan-bahan seperti yang


dijelaskan di bawah

PR
Referensi : Buku PK MOD 4 – Tanah yang Sehat

AN
K

A
TE

G
K L A PA N
Tujuan : Peserta berlatih menggunakan dan membuat lebih banyak “pupuk cair”

Pada bagian pengomposan di Buku PK MOD 4 – Tanah yang Sehat, terdapat petunjuk
yang jelas mengenai pembuatan pupuk cair. Memerlukan waktu 2 minggu bagi pupuk
cair untuk siap digunakan.

Pelatih sebaiknya menyiapkan sejumlah pupuk cair setidaknya 2 minggu sebelum


memulai latihan ini sehingga peserta dapat mencoba penggunaannya.

Persiapan

• Agar pelatih bisa menjalankan latihan tersebut, maka siapkanlah sejumlah pupuk
cair setidaknya 2 minggu sebelumnya (lihat pelatihan sebelumnya)

• Persiapkan sebuah sumber air, ember, dan atau wadah air serta bahan-bahan yang
dibutuhkan untuk membuat kompos cair lebih banyak

• Mengenali kebun atau pohon buah-buahan, yang akan digunakan sebagai


percobaan

• Jika Anda akan mencobanya langsung pada tanaman, sebaiknya dilakukan pada
pagi-pagi sekali atau sore hari menjelang malam

Catatan: Jika pupuk cair tidak cukup encer maka daun dan akar pada tanaman dapat
terbakar karena terlalu banyaknya unsur hara sekaligus – Tanaman muda lebih sensitif
dibanding yang tua, yang lebih kuat.

Menjalankan latihan

Langkah 1

Bersama dengan peserta, lakukan percobaan mencampur 1 bagian pupuk cair yang
telah dipersiapkan sebelumnya, dengan 20 bagian air.

Langkah 2

Minta peserta untuk membuat campuran pupuk cair sendiri dan mencobanya dengan 2
cara penggunaan yang berbeda:

• Gunakan alat penyiram atau wadah kaleng dengan lubang-lubang, siramkan langsung
pupuk cair yang sudah diencerkan pada daun tanaman – Gunakan dalam jumlah
yang cukup untuk membasahi daun-daun pada tanaman. Ingatkan peserta jika

M o d u l N o . 4 : Ta n a h y a n g S e h a t 133
menggunakan pupuk cair secara langsung, siramlah tanaman pada pagi-pagi sekali
atau petang menjelang malam, dengan menggunakan alat penyiram atau kaleng
dengan lubang. Jika tidak, sinar matahari akan membakar daun-daun tersebut

• Siramkan pupuk cair yang sudah diencerkan pada tanah di sekitar tanaman

• 10 liter ukuran ember seharusnya cukup untuk menyirami kebun dengan kira-kira
10 pembibitan atau 3-5 tanaman yang sudah besar

• Untuk tanaman muda yang berusia hingga 3 tahun membutuhkan sebuah ember
besar berukuran 20 liter, untuk tiap pohon

• Untuk pohon yang lebih tua gunakanlah hingga 3 ember besar, untuk tiap pohonnya

• Bila terdapat pipa penyiraman ke dalam tanah, siramkan setengah pupuk cair ke
dalam pipa penyiraman dan setengahnya lagi langsung siramkan ke tanah

Langkah 3

Bersama dengan peserta, lakukan percobaan membuat pupuk cair lebih banyak lagi
dengan melanjutkan penambahan bahan-bahan dalam takaran yang benar:

• 1/3 kotoran binatang

• 1/3 tumbuh-tumbuhan atau rumput laut

• 1/3 air

• Jangan lupa untuk mengaduk secara terus-menerus

Catatan: Ingatkan kepada peserta bahwa mereka bisa melanjutkan pembuatan pupuk
cair lebih banyak seperti yang dicoba, selama 6 bulan.

Setelah 6 bulan, pupuk cair dikosongkan dan dituang ke tumpukan kompos, dan
mulailah membuat pupuk baru karena semua unsur hara dari pupuk cair yang lama
telah digunakan.

Langkah 4

Berikan petunjuk kepada para perserta seberapa sering menggunakan pupuk cair:

• Untuk sayur-sayuran dan tanaman kecil gunakan pupuk tiap dua minggu sekali
setiap bulannya

• Untuk pohon buah-buahan siramkan tiap 2 bulan sekali pada musim hujan dan
sekali pada pertengahan musim kering

Untuk informasi lebih lanjut, bacalah Buku PK MOD 4 – Tanah yang Sehat, pada bagian
“Pupuk Cair”.

134 B u k u Pe d o m a n Pe l a t i h Pe r m a k u l t u r
Presentasi : Cacing untuk Tanah yang Sehat

Metode : Diskusi mengenai cacing E S E N TA S


PR I

Peralatan : Lihat bagian “Pertanian Cacing Tanah” dari Buku PK MOD 4


Referensi : Buku PK MOD 4 – Tanah yang Sehat
Tujuan : Peserta belajar tentang manfaat cacing PEL
AT I H

Pentingnya cacing pada kesehatan tanah


Cacing tanah merupakan “kebenaran di lahan kebun” – Banyaknya cacing di dalam
tanah Anda menunjukkan bahwa tanah Anda merupakan lingkungan hidup yang sehat.

Bagaimana cacing membantu menciptakan dan merawat tanah yang sehat:

• Cacing memakan dan memuntahkan tanah – Ketika tanah berada di dalam tubuh
cacing, humus pada tanah berubah menjadi unsur hara dan kualitas tanah meningkat

• Cacing secara terus-menerus akan:

• Mengubah humus menjadi unsur hara yang berguna bagi tanaman

• Menggali dan menambah udara dalam tanah

• Meningkatkan struktur tanah dan drainase air

• Membawa unsur hara dari dalam tanah untuk menyalurkan makanan ke akar
tanaman

Cacing sangatlah ekonomis:

• Dalam 1 tahun setiap cacing mampu memakan dan memuntahkan berton-ton


tanah

• Setiap tahun, setiap cacing melahirkan 150 anakan cacing

Pelatih dapat merangsang peserta berdiskusi untuk mengenali:

• Pentingnya cacing di dalam tanah dan bagaimana mereka membantu menciptakan


tanah yang sehat

• Bagaimana cacing mengubah penyubur alami (mulsa, kompos, pupuk cair, dan lain
sebagainya) menjadi unsur hara yang berguna bagi tanaman

• Bahwa pestisida, herbisida dan beberapa pupuk kimia dapat membunuh cacing di
dalam tanah

Membuat pertanian cacing tanah dapat meningkatkan pertumbuhan cacing dalam tanah
Anda dengan cepat, lihat halaman berikutnya untuk uraian yang lebih rinci tentang
bagaimana membuat pertanian cacing tanah.

M o d u l N o . 4 : Ta n a h y a n g S e h a t 135
Praktek Lapangan : Membuat Pertanian Cacing Tanah

U T S E R TA
Metode : Diskusi mengenai cacing dan peserta membuat pertanian
IK
cacing tanah
Peralatan : Lihat bagian “Pertanian Cacing Tanah” pada Buku PK MOD 4
Referensi : Buku PK MOD 4 – Tanah yang Sehat
PR

AN

K
A

TE
G

K L A PA N Tujuan : Peserta belajar mengenai cacing dan berlatih membuat pertanian


cacing tanah

Persiapan

Fotokopilah bagian “Cara Membuat Pertanian Cacing Tanah” pada Buku PK MOD 4
– Tanah yang Sehat atau Lembaran Informasi Cacing dari IDEP dalam jumlah yang
cukup sehingga peserta bisa membawa pulang satu set referensi.

Kumpulkan bahan-bahan dan peralatan yang dibutuhkan untuk persiapan dan pembuatan
pertanian cacing tanah:

• Wadah

• Ember dengan penutup

• Bahan-bahan beternak cacing yang diperlukan (lihat di bawah)

Menjalankan latihan

Membuat pertanian cacing tanah bersama dengan peserta.

Untuk arahan rinci dalam pembuatan pertanian cacing tanah, yang meliputi:

• Bahan-bahan yang diperlukan

• Bagaimana membuatnya langkah demi langkah

• Bagaimana merawatnya

• Menggunakan pupuk alami

Bacalah Buku PK MOD 4 – Tanah yang Sehat, bagian “Cara Membuat Pertanian Cacing
Tanah”.

136 B u k u Pe d o m a n Pe l a t i h Pe r m a k u l t u r
Catatan...

M o d u l N o . 4 : Ta n a h y a n g S e h a t 137
Catatan...

138 B u k u Pe d o m a n Pe l a t i h Pe r m a k u l t u r

Beri Nilai