Anda di halaman 1dari 32

MAKALAH PENGETAHUAN BAHAN

“ KERAMIK “

OLEH :

KELOMPOK 1

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTANIAN


JURUSAN TEKNOLOGI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
INDERALAYA
2010
NAMA KELOMPOK

1. Febri Irawan ( 05091002006 ) 14. Juheri ( 05091002013 )


2. Yuswarni Sidabalok 15. Pantas Simarmata ( 05091002026 )
( 050910020017 ) 16. Debby Anugrah ( 05091002038 )
3. Risma Sihombing ( 05091002007 ) 17. Andri Sutendi ( 05091002024 )
4. Rema Sunarya ( 05091002016 ) 18. Novhera Putriani ( 05091002035 )
5. Septi Efrika Sari ( 05091002011 ) 19. Ahmad Artanto ( 05091002041 )
6. I Putu Yuliwan ( 05091002001 ) 20. Dody Irawan ( 05091002046 )
7. Wahyu Tri Ambarini 21. M. Shaleh Saragih ( 05091002029 )
( 05091002028 ) 22. Meilyane Utami ( 05091002041 )
8. Meliza Fitrianti ( 05091002012 ) 23. Sartika Laelasari ( 05091002010 )
9. Puspita Ayu Indah Sari 24. Aprilya Eka R S ( 05091002031 )
(05091002043) 25. Wahyu Octaryan ( 05091002040 )
10. Pangidoan S ( 05091002042 ) 26. Engrawan
11. Siti Aslamiah ( 05091002004 ) Syahputra( 05091002018 )
12. Affan Budiawan ( 05091002002 ) 27. Husnul Fajri ( 05091002044 )
13. Ade Tri Utami ( 05091002023 ) 28. Firmansyah( 05091002034 )
KATA PENGANTAR

Berkat rahmat Allah SWT. Penyusuna makalah presentasi pengetahuan bahan


mengenai “ KERAMIK “ dapat diselesaikan dengan baik. Makalah ini merupakan hasil yang
diperoleh oleh mahasiswa dalam mengikuti pembelajaran pengetahuan bahan dan dapat juga
dijadikan panduan dalam mengikuti pengetahuan bahan.
Penyusunan makalah ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak yang telah
memberikan masukan sehingga makalah ini dapat diselesaikan dengan baik. Ucapan
terimakasih diucapkan penyusun kepada orang tua, dan teman – teman yang telah
memberikan partisipasi demi kesempurnaan makalah ini.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi mahasiswa dalam mengikuti pengetahuan
bahan.

Inderalaya, 13 Desember 2010

Penyusun
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
....................................................................................................
1
NAMA KELOMPOK
...................................................................................................
2
KATA PENGANTAR
..................................................................................................
3
DAFTAR ISI
.................................................................................................................
4
BAB I PENDAHULUAN
....................................................................................5
A. Latar Belakang..................................................................................5
B. Tujuan...............................................................................................6
BAB II STRUKTUR BAHAN KERAMIK
.......................................................... 7
BAB III SIFAT – SIFAT KERAMIK
.................................................................... 9
BAB IV KERAMIK KHUSUS (KERAMIK ELEKTRONIK)
............................. 16
PROSES PEMBUATAN KERAMIK............................................................................ 22
BAB V PENGGUNAAN BAHAN KERAMIK
................................................... 26
BAB VI PENUTUP................................................................................................
28
KESIMPULAN
.............................................................................................................
29
LAMPIRAN TABEL
....................................................................................................
30
DAFTAR PUSTAKA
...................................................................................................
32
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Perkataan keramik diambil dari perkataan bahasa inggris “ceramic” berasal dari
yunani, dan secara harafiahnya merujuk kepada semua bentuk tanah liat. Bagaimanapun
penggunaan istilah modern meluaskan penggunaannya untuk merangkumi bahan bukan
logam bukan organik.
Bahan keramik terdiri dari fasa yang merupakan senyawa unsur logam dan bukan
logam. Contohnya adalah Al2O3, gelas anorganik, produk lempung sampai bahan piezo
elektrik yang rumit seperti Pb (Zr,Ti) O3.
Umumnya senyawa keramik lebih stabil dalam lingkungan termal dan kimia
dibandingkan dengan elemennya Al2O3 adalah senyawa yang terdiri dari elemen aluminium
dan oksigen. Karena senyawa mempunyai koordinasi atom yang lebih komplek dari masing-
masing komponen, daya tahan terhadap slip umumnya lebih baik, sehingga pada umunya
keramik lebih keras dan selalu kurang ulet dibandingkan dengan bahan logam atau polimer.
Karakteristik dielektrik, semikonduktip dan magnetik dari beberapa jenis keramik tertentu
sangat penting artinya untuk ilmuwan dan teknisi yang merancang atau menggunakan alat
peralatan untuk rangkaian elektronik.
Keramik adalah campuran yang terdiri dari unsur logam dan bukan logam. Banyak
sekali contoh bahan keramik, mulai dari semen beton (termasuk batu-batuannya), gelas, bahan
isolasi busi sampai oksida bahan-bahan nuklir UO2.
Setiap jenis bahan tersebut tadi, keras dan rapuh. Memang, kekerasan dan kerapuhan
merupakan ciri umum keramik, disamping itu keramik juga lebih tahan terhadap suhu tinggi
dan lingkungan yang lebih berat persyaratannya, dibandingkan dengan logam atau polimer.
Dasar dari pada karakteristik ini ialah sifat elektronik atom-atomnya.
Sesuai dengan sifat-sifat dasarnya, unsur logam dapat melepaskan elektron kulit luar
dan memberikannya pada atom non-logam yang mengikatnya. Akibatnya elektron-elektron
tersebut tidak dapat bergerak sehingga bahan keramik umumnya isolator listrik dan isolator
panas yang baik.
Sama pentingnya, ion logam positip (atom yang kehilangan elektronnya) dan ion
bukan logam negatip (atom yang bertambah elektronnya) saling tarik menarik. Setiap kation
(positip) dikelilingi oleh anion (negatip) diperlukan energi (jadi juga gaya) yang cukup besar
untuk memutuskan ikatan tersebut. Oleh karena itu tidak mengherankan bahwa bahan
keramik itu keras (daya tahan mekanis besar), tahan api (tahan panas) dan tahan kimia.
Struktur dasar dari silikat adalah tetrahedron (SiO4)4-. Ikatan Si-O pada koordinasi
tetrahedron memenuhi keduanya baik keterarahan dari ikatan kovalen maupun perbandingan
dari radius atom relatif. Ada berbagai jenis struktur silikat karena berbagai cara kombinasi
mungkin terjadi di antara tetrahedron SiO4 atau antara tetrahedron SiO2 dengan ion lain.
Karena besarnya muatan ion Si4+ dan bilangan koordinasinya yang rendah, tetrahedron SiO4
jarang dihubungkan dengan sudut bersamanya dan tak pernah dihubungkan dengan bidang
bersamanya.

B. Tujuan
Dapat mengetahui berbagai hal tentang keramik.
BAB II
STRUKTUR BAHAN KERAMIK

Keramik adalah senyawa dari unsur-unsur logam dan bukan logam. Istilah keramik
(dari kata Yunani keramos, yang berarti pembuat barang tembikar tanah liat, dan keramikos,
artinya produk tanah liat) keduanya mengacun kepada bahan dan produk keramik itu sendiri.
Karena banyaknya kemungkinan kombinasi dari unsur-unsur, beragam keramik sekarang
tersedia untuk berbagai aplikasi industri dan konsumen. Keramik paling awal digunakan
untuk membuat tembikar dan batu bata, sekitar sebelum 4.000 SM Keramik telah digunakan
selama bertahun-tahun dalam otomotif sebagai busi baik sebagai isolator listrik dan kekuatan
terhadap suhu yang tinggi. Mereka telah menjadi semakin penting dalam alat dan bahan-
bahan kuat bertahan, heat engines, komponen otomotif (seperti exhaust-port liners, pelapis
piston, dan cylinder liners).
Struktur kristal keramik (terdiri dari berbagai ukuran atom yang berbeda) merupakan
salah satu yang paling kompleks dari semua struktur bahan. Ikatan antara atom-atom ini
umumnya ikatan kovalen (berbagi elektron, sehingga ikatan ini kuat) atau ion (terutama ikatan
antara ion bermuatan, sehingga ikatan ini kuat). Ikatan ini jauh lebih kuat daripada ikatan
logam. Akibatnya, sifat-sifat seperti kekerasan dan ketahanan panas dan listrik secara
signifikan lebih tinggi keramik dari pada logam. Keramik dapat berikatan kristal tunggal atau
dalam bentuk polikristalin. Ukuran butir mempunyai pengaruh basar terhadap kekuatan dan
sifat-sifat keramik; ukuran butir yang halus (sehingga dikatakan keramik halus), semakin
tinggi kekuatan dan ketangguhannya.
Gambar Variasi dari komponen komponen keramik (a) Alumina sangat kuat untuk
penggunaan pada temperature tinggi. (b) Gas-Turbine Rotors Dibuat dari Silikon Nitrida.
Sumber : Courtesy of Wesgo Div., GTE
Kebanyakan bahan pembentuk keramik memiliki ikatan ion, ikatan kovalen dan ikatan
antara. Sebagai missal, bagian ikatan ion dalam sistem Mg-O, Al-O, Zn-O dan Si-O dapat
dikatakan masing-masing 70%, 60%, 60% dan 50%. Yang sangat menarik adalah bahwa pada
ReO3,V2O3 dan TiO, yang merupakan oksida dan tidak pernah menunjukkan sifat liat atau
dapat di deformasikan, tetapi memiliki hantaran listrik yang relatif dapat disamakan dengan
logam biasa.
Dalam Kristal yang rumit, berbagai macam atom berperan dan ikatannya merupakan
ikatan campuran dalam banyak hal. Struktur Kristal demikian dapat dimengerti apabila
mengingat bahwa Kristal tersusun oleh kombinasi dari polyhedron koordinasi, dimana satuan
kecil dari kation dikelilingi oleh beberapa anion. Salah satu contoh adalah silikat yang
merupakan bahan baku penting bagi keramik.

Keramik dapat dibagi menjadi dua kategori umum:


1. Keramik tradisional-seperti whiteware, ubin, batu bata, sewer pipe, keramik, dan roda
pengasah.
2. Keramik Industri (juga disebut keramik teknik , keramik teknologi tinggi, atau keramik
halus) seperti turbin, otomotif, dan komponen kedirgantaraan; heat exchangers;
semikonduktor; seals; prosthetics; dan alat pemotong.
BAB III
SIFAT-SIFAT BAHAN KERAMIK

A. Sifat Listrik

Sifat listrik bahan keramik sangat bervariasi. Keramik dikenal sangat baik sebagai
isolator. Beberapa isolator keramik (seperti BaTiO3) dapat dipolarisasi dan digunakan sebagai
kapasitor. Keramik lain menghantarkan elektron bila energi ambangnya dicapai, dan oleh
karena itu disebut semikonduktor. Tahun 1986, keramik jenis baru, yakni superkonduktor
temperatur kritis tinggi ditemukan. Bahan jenis ini di bawah suhu kritisnya memiliki
hambatan = 0. Akhirnya, keramik yang disebut sebagai piezoelektrik dapat menghasilkan
respons listrik akibat tekanan mekanik atau sebaliknya.
Sering pula digunakan bahan yang disebut dielektrik. Bahan ini adalah isolator yang
dapat dipolarisasi pada tingkat molekular. Material semacam ini digunakan untuk menyimpan
muatan listrik. Kekuatan dielektrik bahan adalah kemampuan bahan tersebut untuk
menyimpan elektron pada tegangan tinggi. Bila kapasitor dalam keadaan bermuatan penuh,
hampir tidak ada arus yang lewat. Namun dengan tegangan tinggi dapat mengeksitasi elektron
dari pita valensi ke pita konduksi. Bila hal ini terjadi arus mengalir dalam kapasitor, dan
mungkin disertai dengan kerusakan material karena meleleh, terbakar atau menguap. Medan
listrik yang diperlukan untuk menghasilkan kerusakan itu disebut kekuatan dielektrik.
Beberapa keramik mempunyai kekuatan dielektrik yang sangat besar.Porselain misalnya
sampai 160 kV/cm. Sebagian besar hantaran listrik dalam padatan dilakukan oleh elektron. Di
logam, elektron penghantar dihamburkan oleh vibrasi termal meningkat dengan kenaikan
suhu, maka hambatan logam meningkat pula dengan kenaikan suhu.
Sebaliknya, elektron valensi dalam keramik tidak berada di pita konduksi, sehingga
sebagian besar keramik adalah isolator. Namun, konduktivitas keramik dapat ditingkatkan
dengan memberikan ketakmurnian. Energi termal juga akan mempromosikan elektron ke pita
konduksi, sehingga dalam keramik, konduktivitas meningkat (hambatan menurun) dengan
kenaikan suhu.
Beberapa keramik memiliki sifat piezoelektrik, atau kelistrikan tekan. Sifat ini
merupakan bagian bahan "canggih" yang sering digunakan sebagai sensor. Dalam bahan
piezoelektrik, penerapan gaya atau tekanan dipermukaannya akan menginduksi polarisasi dan
akan terjadi medan listrik, jadi bahan tersebut mengubah tekanan mekanis menjadi tegangan
listrik. Bahan piezoelektrik digunakan untuk tranduser, yang ditemui pada mikrofon, dan
sebagainya.
Dalam bahan keramik, muatan listrik dapat juga dihantarkan oleh ion-ion. Sifat ini dapat
diubah-ubah dengan merubah komposisi, dan merupakan dasar banyak aplikasi komersial,
dari sensor zat kimia sampai generator daya listrik skala besar. Salah satu teknologi yang
paling prominen adalah sel bahan bakar. Kemampuan penghantaran ion didasarkan
kemampuan keramik tertentu untuk memungkinkan anion oksigen bergerak, sementara pada
waktu yang sama tetap berupa isolator. Zirkonia, ZrO2, yang distabilkan dengan kalsia (CaO),
adalah contoh padatan ionik.

B. Sifat Non Listrik


1. Sifat Mekanik
Berbagai jenis keramik termasuk semen, bata untuk bangunan, bata tahan api dengan
gelas telah dipergunakan sejak lama sebagai bahan konstruksi bangunan. Bidang penggunaan
baru bagi keramik sebagai bahan konstruksi telah dikembangkan, sebagaimana telah terlihat
dalam studi yang luas mengenai karbida silikon (SiC) dan nitrida silikon (Si 3N4) sebagai
bahan untuk turbin dan motor yang sangat efisien. Pada umumnya keramik memiliki sifat-
sifat yang baik yaitu: keras, kuat dan stabil pada temperatur tinggi. Tetapi keramik bersifat
getas dan mudah patah seperti halnya pada porselen, keramik cina ataupun gelas.
Dalam tingkatan atom, patahan suatu zat padat merupakan pemisahan ikatan masing-
masing dari atom dan ion untuk membentuk dua permukaan baru. Griffith menjelaskan bahwa
retakan pada permukaan atau bagian dalam dari benda padat memberikan perbedaan yang
besar antara kekuatan terukur dan kekuatan teoritis. Kalau tegangan bekerja pada bahan,
bahan menjalani deformasi elastik dan daya disimpan sebagai energi elastik.
Kekerasan yang dimiliki intan (kekerasan Mohs 10) dan korundum (kekerasan Mohs
9), adalah salah satu ciri khas bahan keramik dengan kekerasannya yang tinggi. Kekerasan
adalah ukuran tahanan bahan terhadap deformasi plastis pada permukaan bahan. Beberapa
cara pengukuran kekerasan telah ditetapkan dengan cara deformasi yang berbeda, salah satu
cara ialah kekerasan Mohs. Penekanan pada bahan getas seperti keramik dalam banyak hal
mengakibatkan retakan lokal mengikuti deformasi elastik. Sukar sekali menghubungkan
secara teoritis antara kekerasan yang memiliki proses rumit tersebut dengan sifat-sifat
fisiknya.
Walaupun beberapa permasalahan dalam pembuatan dan ketegasan masih belum dapat
dipecahkan, keramik memiliki ketahanan termal dan kestabilan kimia, dan mempunyai
kemungkinan penggunaan pada temperatur tinggi sebagai bahan teknik yang baru, yang tidak
dapat dilaksanakan oleh bahan logam. Penurunan yang cepat dari kekuatan dan deformasi
plastis sering juga ditemukan dalam bahan keramik pada temperatur melebihi 1000 oC. gejala
deformasi plastis yang meningkat menurut waktu pada tegangan tetap pada temperatur tinggi,
disebut melar (creep). Melar adalah suatu gejala yang rumit yang melibatkan pergeseran pada
batas butir, dislokasi dalam kristal, difusi dari pori dan lainnya.

Sifat Sifat Dari Berbagai Jenis Keramik Pada Temperature Ruangan


Kep
Kekuatan Poisson
Kekuatan Modulus adat
Lam- Putus Kekerasan 's
Material Tekan Elastisits an
bang Melintang (HK) Ratio
(Mpa) (Gpa) (kg/
(Mpa) (v)
m3)
4000
Alumunium Al2O
140-240 1000-2900 310-410 2000-3000 0.26 -
Oksida 3
4500
Cubic Boron
CBN 725 7000 850 4000-5000 - 3480
Nitrida
Intan - 1400 7000 830-1000 7000-8000 - 3500
Paduan
SiO2 - 1300 70 550 0.25 -
Silika
Silikon
SiC 100-750 700-3500 240-480 2100-3000 0.14 3100
Karbida
Silikon Si3N
480-600 - 300-310 2000-2500 0.24 3300
Nitrida 4
5500
Titanium
TiC 1400-1900 3100-3850 310-410 1800-3200 - -
Karbida
5800
1000
Tungsten 0-
WC 1030-2600 4100-5900 520-700 1800-2400 -
Karbida 1500
0
Partially
Stabilized PSZ 620 - 200 1100 0.30 5800
Zirkonia

Tidak seperti kebanyakan logam dan termoplastik, keramik secara umum berdampak
kurangnya ketangguhan dan ketahanan shock thermal karena kurangnya keuletan inheren;
pertama dimulai, dari retakan yang menjalar dengan cepat. Selain mengalami kegagalan fatik
di bawah siklik muatan, keramik (terutama kaca) memperlihatkan fenomena yang disebut
kelelahan statis. Ketika mengalami beban tarik statis selama periode waktu tertentu, bahan-
bahan ini tiba-tiba mungkin gagal. Fenomena ini terjadi di lingkungan di mana uap air hadir.
Kelelahan Statis, yang tidak terjadi dalam ruang hampa atau udara kering, telah dikaitkan
dengan suatu mekanisme yang mirip dengan stress corrosion cracking dari logam.
Komponen keramik yang akan dikenai tegangan tarik mungkin dapat pra-tekan dalam
banyak cara yang sama seperti beton pra-tekan. Prestressing komponen keramik yang
berbentuk subjek mereka untuk tekanan kompresi. Metode yang digunakan meliputi:
• Perlakuan panas dan Perubahan kimia
• Perlakuan Laser permukaan
• Pelapisan dengan keramik yang memiliki koefisien ekspansi termal yang berbeda
• Penyelesaikan operasi Permukaan (seperti grinding) di mana akibat tegangan tekan sisa pada
permukaan
Kemajuan besar telah dilakukan dalam meningkatkan ketangguhan dan sifat-sifat
keramik lainnya, termasuk pengembangan penggunaan mesin dan penggerindaan keramik. Di
antara kemajuan ini adalah pilihan yang tepat dan pengolahan bahan baku, pengawasan
kemurnian dan struktur, dan penggunaan bala bantuan dengan penekanan khusus pada metode
analisa tegangan lanjutan selama desain komponen keramik.

2. Sifat Termal
Semua keramik boleh dikatakan dibuat dengan melalui pemanasan pada temperatur tinggi
dan sejumlah keramik dimanfaatkan karena sifat termalnya yang unggul, seperti sifat tahan
panas, hantaran panas, ketahanan terhadap kejutan termal, dan sebagainya. Titik cair dari
kristal adalah temperatur dimana energi bebas Gibbs dari fasa padat dan fasa cair (G=H-TS)
adalah sama. Sejalan dengan itu titik cair tidak dapat ditentukan dari analisa sederhana pada
fasa padat saja.
Ada dua mekanisme dari penyerapan panas oleh kristal, yang pertama adalah oleh getaran
atom yang kedua oleh pergerakan elektron. Umumnya yang pertama relatif sangat besar.
Dengan mengumpamakan semua atom dalam kristal bergetar secara harmonis pada frekuensi
tunggal yang sama, secara teoritis Einstein menurunkan harga kapasitas panas volum tetap
sama dengan nol pada temperatur nol derajat Kelvin dan mendekati harga 3 R (5,96 kal.mol-
1.
der-1) pada temperatur tinggi. Debye mengumpamakan bahwa ada distribusi tertentu pada
frekuensi getaran atom dan menurunkan persamaan yang menjelaskan kapasitas panas
terukur lebih baik dari rumus Einstein.
Gejala pertambahan volume bahan mengikuti peningkatan temperatur disebut pemuaian
termal. Kristal yang bukan sistem kubus memiliki susunan atom berbeda menurut arah, oleh
karena itu memiliki pula anisotropi dalam pemuaian termal dan juga dalam sifat lainnya.
Kebanyakan keramik mempunyai isotropi dalam pemuaian termal walaupun terdiri dari
kristal anisotropi, karena sifat-sifat adalah sebagai rata-rata dari keseluruhan bahan polikristal.
Dalam hal ini koefisien pemuaian panjang dari bahan polikristal kira-kira 1/3 dari koefisien
pemuaian volum dari kristal pembentuk.
Panas dipindahkan dengan tiga macam mekanisme, yaitu konduksi, konveksi, dan radiasi.
Ketiga mekanisme tersebut secara umum terlibat dalam proses perpindahan panas secara
umum. Perpindahan panas dalam keramik hanya mencakup konduksi dan radiasi saja.
Dalam zat padat ada tiga pembawa energi bagi konduksi termal, yaitu elektron, getaran
kisi dan foton. Gelombang elastik meneruskan panas karena perbedaan dalam getaran termal
dari atom pada daerah temperatur tinggi dan daerah temperatur rendah. Ini adalah konduksi
termal karena vibrasi kisi. Dengan menganggap gelombang elastik ini sebagai pertikel yang
bergerak pada kecepatan tinggi, partikel terkuantisasi, dan disebut fonon. Pada temperatur
tinggi perpindahan panas dengan radiasi dari gelombang elektromagnetik menjadi sangat
berarti. Gelombang elektromagnetik yang yang dikuantumkan disebut foton. Pada umumnya
hantaran termal dari logam adalah besar, karena panas dipindahkan oleh elektron yang
bergerak bebas dalam kristal. Keramik adalah isolator yang hantaran termalnya karena
elektron dapat diabaikan. Fonon mempunyai peranan bagi hantaran termal dalam keramik.
Hantaran termal alumina sangant kecil pada temperatur sangat rendah, dan cenderung
meningkat sangat cepat menurut temperatur, menurun kembali pada atau diatas 40oK, dan
meningkat lagi pada atau diatas 1000oK. Perubahan ini dapat dihubungkan dengan perubahan
panas jenis dan menurunnya lintasan bebas rata-rata oleh antaraksi fonon dengan fonon.
Meningkatnya hantaran panas pada temperatur tinggi disebabkan oleh foton yang terutama
penting bagi bahan tembus cahaya.

3.Sifat Optik
Bila cahaya mengenai suatu obyek cahaya dapat ditransmisikan, diabsorbsi, atau
dipantulkan. Bahan bervariasi dalam kemampuan untuk mentransmisikan cahaya, dan
biasanya dideskripsikan sebagai transparan, translusen, atau opaque. Material yang
transparan, seperti gelas, mentransmisikan cahaya dengan difus, seperti gelas terfrosted,
disebut bahan translusen. Batuan yang opaque tidak mentransmisikan cahaya.
Dua mekanisme penting interaksi cahaya dengan partikel dalam padatan adalah
polarisasi elektronik dan transisi elektron antar tingkat energi. Polarisasi adalah distorsi awan
elektron atom oleh medan listrik dari cahaya. Sebagai akibat polarisasi, sebagian energi
dikonversikan menjadi deformasi elastik (fonon), dan selanjutnya panas.
Seperti dalam atom elektron-elektron dalam bahan berada dalam tingkat-tingkat energi
tertentu. Absorbsi energi menghasilkan perpindahan elektron dari tingkat dasar ke tingkat
tereksitasi. Ketika elektron kembali ke keadaan dasar disertai dengan pemancaran radiasi
elektromagnetik.
Dalam padatan elektron yang energinya tertinggi ada dalam orbital-orbital dalam pita
valensi dan orbital-orbital yang tidak terisi biasanya dalam pita konduksi. Gap antara pita
valensi dan pita konduksi disebut gap energi.
Range energi cahaya tampak 1,8 sampai 3,1 eV. Bahan dengan gap energi di daerah
ini akan mengabsorbsi energi yang berhubungan. Bahan itu akan tampak transparan dan
berwarna. Contohnya, gap energi CdS sekitar 2,4 eV dan mengabsorbsi komponen cahaya
biru dan violet dari sinar tampak. Tampak bahan tersebut berwarna kuning-oranye.
Bahan dengan gap energi kurang dari 1,8 eV akan opaque, sebab semua cahaya
tampak akan diabsorbsi. Material dengan gap energi lebih besar 3,1 eV tidak akan menyerap
range sinar tampak dan akan tampak transparan dan tak berwarna. Cahaya yang diemisikan
dari transisi elektron dalam padatan disebut luminesensi. Bila terjadi dalam selang waktu yang
pendek disebut flouresensi, bila didalam selang waktu yang lebih panjang disebut
fosforisensi.
Cahaya yang ditransmisikan dari satu medium ke medium lain, misalnya dari gelas ke
air akan mengalami pembiasan. Pembelokan cahaya ini adalah akibat perubahan kecepatan
rambat yang asal mulanya dari polarisasi elektronik. Karena polarisasi meningkat dengan
naiknya ukuran atom. Gelas yang mengandung ion-ion berat (seperti kristal timbal) memiliki
indeks bias yang lebih besar dari gelas yang mengandung atom-atom ringan (seperti gelas
soda).
Hamburan cahaya internal dalam bahan yang sebenarnya transparan mungkin dapat
mengakibatkan bahan menjadi translusen atau opaque. Hamburan semacam ini terjadi antara
lain di batas butiran, batas fasa, dan pori-pori.
Banyak aplikasi memanfaatkan sifat optik bahan keramik ini. Transparansi gelas
membuatnya bermanfaat untuk jendela, lensa, filter, alat masak, alat lab, dan objek-objek
seni. Pengubahan antara cahaya dan listrik adalah dasar penggunaan bahan semikonduktor
seperti GaAs dalam laser dan meluasnya penggunaan LED dalam alat-alat elektronik.
Keramik fluoresensi dan fosforisensi digunakan dalam lampu-lampu listrik dan layar-layar tv.
Akhirnya serat optik mentransmisikan percakapan telepon dan data komputer yang didasarkan
atas refleksi internal total sinyal cahaya.

4.Sifat Kimia
Salah satu sifat khas dari keramik adalah kestabilan kimia. Sifat kimia dari permukaan
keramik dapat dimanfaatkan secara positif. Karbon aktif, silika gel, zeolit, dsb, mempunyai
luas permukaan besar dan dipakai sebagai bahan pengabsorb. Kalau oksida logam dipanaskan
pada kira-kira 500 0C, permukaannya menjadi bersifat asam atau bersifat basa. Alumina γ ,
zeolit, lempung asam atau S2O2 – TiO2 demikian juga berbagai oksida biner dipakai sebagai
katalis, yang memanfaatkan aksi katalitik dari titik bersifat asam dan basa pada permukaan.
BAB IV
KERAMIK KHUSUS (KERAMIK ELEKTRONIK)

A. Bahan Mentah
Di antara bahan mentah yang paling pertama digunakan untuk pembuatan keramik
adalah tanah liat, yang mana memiliki struktur seperti lembaran halus. Contoh yang paling
umum adalah kaolin (dari Kaoling, sebuah bukit di Cina). Ini adalah tanah liat putih yang
terdiri dari silikat aluminium, dengan lapisan ikatan lemah berselang-seling silikon dan ion
aluminium. Bila ditambahkan ke kaolin, air meresap pada lapisan (adsorpsi). Hal ini membuat
lapisan licin dan memberi tanah liat basah yang terkenal baik kelembutan dan sifat plastik
(hydroplasticity) yang membuatnya formable.
Bahan mentah utama lainnya untuk keramik yang ditemukan di alam adalah flint
(sebuah batu yang tersusun dari silica sangat halus,SiO2) dan feldspar (kelompok kristalin
mineral yang tersusun dari aluminium silikat ditambah kalium, kalsium, atau natrium).
Porselen adalah keramik putih terdiri dari kaolin,Quartz, dan feldspar; penggunaan paling
besar pada alat alat kesehatan. Dalam keadaan alami, bahan mentah ini umumnya
mengandung kotoran dari berbagai jenis, yang harus dihilangkan sebelum bahan bahan
diproses lebih lanjut menjadi produk-produk bermanfaat dengan kinerja yang handal.

B. Bahan Isolasi
Isolator, soket, tombol kontak adalah jenis keramik isolasi yang mempunyai sejarah
paling tua. Kebanyakan dibuat dari barang tanah dan porselen, dan sekarang juga masih
dipakai secara luas sebagai isolator frekuensi rendah. Sedangkan isolator yang memerlukan
ketahanan yang baik terhadap kejutan termal seperti pada pelindung busur listrik dan inti
pembatas arus dipakai keramik kordierit.
Bahan keramik peralatan putih diatas tidak dapat dipakai sebagai isolator dalam daerah
frekuensi tinggi karena kerugian daya listriknya besar. Dalam pada itu berbagai bahan isolasi
telah dikembangkan untuk memenuhi berbagai persyaratan sesuai dengan perkembangan
dalam bidang elektronik. Penggunaanya bervariasi luas dan yang utama adalah: busi, kotak
alas IC, alas semikonduktor, alas tahanan, berbagai alas komponen rangkaian, bola lampu
natrium tekanan tinggi (alumina baur cahaya). Sifat khas yang diinginkan sedikit berubah
menurut penggunaan, tetapi pada umumnya adalah sebagai berikut:
 Tan δ yang menyebabkan kerugian listrik harus kecil
 Kekuatan mekanik yang tinggi
 Tidak ada perubahan terhadap waktu
 Tahan panas, dan
 Tegangan/voltase putusnya tinggi
Sebagai tambahan terhadap sifat diatas, untuk beberapa jenis pemakaian diperlukan sifat
berikut:
 Konstanta dielektrik yang kecil (untuk memperkecil berkurangnya propagasi sinyal).
 Konduktivitas termal yang tinggi (untuk memperbaiki radiasi termal dalam isolator
daya tinggi).
 Koefisien pemuaiannya kira-kira sama dengan Si (kalau menempel pada Si).
 Dapat dilogamkan dengan baik (ini penting untuk penyesuaian dan pemisahan kabel
penyalur).
Alumina merupakan bahan isolasi yang sangat baik yang dapat memenuhi hampir semua
persyaratan yang diminta diatas.

B. Bahan Dielektrik
Bahan dielektrik memisahkan dua konduktor listrik tanpa ada aliran listrik
diantaranya. Jadi, logam bukan bahan dielektrik; tetapi beberapa jenis keramik dan polimer
termasuk kelompok ini. Dielektrik adalah isolator, dan memegang peran inert dalam
rangkaian listrik. Sifat utama suatu isolator adalah “kekuatan” dielektrik. Yaitu nilai gradient
potesial, V/mm, yang dapat digunakan oleh perancang untuk menghindarkan terjadinya
kegagalan listrik. Suatu isolator memiliki nilai yang tinggi untuk kekuatan dielektrik dan
resistivitasnya; akan tetapi, tidak ada korelasi antara keduanya karena akhirnya kegagalan
listrik terjadi karena ada ketidakmurnian, retak atau cacat dan ketidaksempurnaan lainnya, dan
bukan merupakan karakteristik listrik khas dari bahan. Selain itu, kekuatan dielektrik
merupakan fungsi ketebalan.
Pengguanaan paling penting dari dielektrik keramik adalah untuk kapasitor. Kapasitor
keramik secara garis besar diklasifikasikan menurut bentuk yaitu yang berbentuk piringan
atau pelat dielektrik satu lapisan dan yang lapisannya banyak disebut jenis laminasi. Selain itu
diklasifikasikan juga oleh sifat khas dielektrik yaitu untuk kompensasi temperatur dan untuk
konstanta dielektrik yang tinggi. Kapasitor kompensasi temperatur dipakai untuk kompensasi
perubahan temperatur dari komponen elektronik seperti lilitan, tahanan dan osilator kristal.

Polarisasi listrik
Bahan dielektrik bukan penghantar listrik. Tetapi mereka tidak inert terhadap medan
listrik. Elektron dan proton akan bergeser tempat akibat medan listrik tersebut. Sebagai
contoh, tempat kedudukan (rata-rata) dari elektron akan bergeser mendekati elektroda positif,
sedang inti atom sendiri, yang mengandung proton, akan bergeser mendekati elektroda
negatif. Peristiwa ini disebut polarisasi. Bila ada medan arus bolak-balik, muatan tadi akan
bergeser bolak-balik mengikuti frekuensi medan listrik.
Polarisasi dapat digolongkan dalam beberapa jenis tergantung pada pergeseran satuan.
Yang telah dibahas tadi adalah polarisasi elektronik. Karena kecil, elektron memiliki
frekuensi dasar yang sangat tinggi ( ≈ 1016 Hz) dan membentuk gelombang berdiri disekitar
atom. Jadi, polarisasi ini dapat terjadi pada rangkaian 60 Hz dan frekuensi radio dan akibat
frekuensi cahaya ( ≈ 1015 Hz).
Polarisasi ionik meruakan pergeseran ion negatif dan positif ke elektroda positif dan
negatif. Sama dengan polarisasi elektronik, polarisasi ionik ditimbulkan oleh medan listrik
luar. Karena ion lebih berat dibandingkan dengan elektron, ion tak mungkin berpolarisasi
dengan cepat. Polimerisasi ion terbatas hingga frekuensi maksimum sebesar ~1013 Hz. Ini
berada di bawah frekuensi sinar biasa. Oleh karena itu, berkas sinar tak mungkin
menghasilkan polarisasi ionik dan hanya akan menghasilkan polarisasi elektronik.
Polarisasi molekul terjadi bila molekul polar berada dalam medan listrik. Pada molekul
polar, “titik pusat gravitasi” muatan positif dan negatif tidak berimpit. Selalu ada dwikutub
(dipole) kecil. Contohnya adalah metil khlorida (CH3Cl). Atom khlorin yang memiliki 17
elektron dan setiap atom hidrogen merupakan proton “terbuka” dan terletak pada ujung ikatan
kovalen.
Polarisasi ini permanen atau tetap karena merupakan bagian dari struktur molekul.
Dwikutub dapat berorientasi sesuai medan. Selain itu, setiap setengah siklus medan bolak-
balik molekul bergeser. Karena massa ditentukan oleh ukuran molekul, frekuensi maksimum
sangat berbeda tergantung pada jenis bahan. Tetapi, selalu lebih kecil dibandingkan dengan
polarisasi elektron dan ion. Disamping itu, polarisasi sangat peka terhadap temperatur.
Muatan ruangan (atau polarisasi antarpermukaan) terjadi bila ada penghantaran muatan
lokal dalam dielektrik. Sebagai contoh, Al2O3, bahan bukan penghantar, mengandung partikel
aluminium yang sangat kecil, elektron induksi dapat bergeser kearah elektroda positif dalam
medan bolak-balik. Akan tetapi, mereka tetap terikat didalam partikel metal. Contoh ini hanya
untuk penjelasan belaka, dan jarang dijumpai pada bahan rekayasa. Namun, sering juga
dijumpai dalam fasa keramik yang mengandung oksida semi penghantar seperti Ti2O3 didalam
TiO2. Hal ini harus dihindarkan karena akan menghasilkan kerugian dielektrik dalam
rangkaian frekuensi tinggi.

C. Bahan Piezoelektrik
BaTiO3 adalah bahan keramik pertama yang dipergunakan sebagai bahan
piezoelektrik. Kemudian ditemukan bahwa larutan padat PbTrO3-PbTiO3 (PZT) mempunyai
sifat piezoelektrik lebih unggul, dan dengan demikian memperluas penggunaan keramik
piezoelektrik secara lebih berarti. Dengan menambah komponen ketiga Pb(Mg1/3Nb2/3)O3,
Pb(Y1/3Nb2/3)O3, dst kepada PZT maka daerah pemilihan lebih diperluas dalam: titik curie,
konstanta dielektrik, koefisien kopeling elektromekanik, koefisien kualitas mekanik dan
konstanta lainnya.

D. Bahan Semikonduktor
Dalam bahan keramik semikonduktor, termistor, varistor dan sensor digunakan secara
praktis. Termistor, resistor yang peka sepenuhnya secara termal, secara harfiah berarti
semikonduktor keramik dengan variasi termal yang tinggi. Ada termistor dengan koefisien
temperatur negatif (NTC), dalam mana tahanan berkurang dengan bertambahnya temperatur,
termistor dengan koefisien temperatur positif (PTC), yang tahanannya bertambah menurut
temperatur dan resistor temperatur kritik (CTR) yang tahanannya berubah tajam pada
temperatur kritik.
NTC dibuat dengan mencampurkan berbagai oksida logam, dari logam Mn, Co, Ni,
Cu, Fe, dan sebagainya, dan disinter dalam atmosfir pengoksid. PTC yang khas adalah
keramik BaTiO3, yang dibuat menjadi semikonduktor oleh penambahan sedikit Y2O3.
Komponen utama dari CTR adalah VO2, yang ditambah oksida Sr, P atau B dan disinter
dalam atmosfir yang mereduksi dan dicelup dingin. Kebanyakan termistor dibuat dalam
bentuk butiran, piringan, cincin, dan batang. Butiran dipergunakan untuk pengukuran dan
pengendalian temperatur secara teliti sekali. Piringan dipakai untuk kompensasi temperatur
bagi transistor dan lilitan pembelok pesawat TV. Cincin dipakai untuk pengendalian arus pada
penyalaan lampu, sedangkan CTR dipergunakan untuk sensor panas yang sangat dapat
diandalkan. PTC dalam bentuk sarang tawon memiliki fungsi pengendalian sendiri dari
temperatur dan didistribusikan sebagai pemanas yang aman.
Varistor dipakai untuk tahanan variabel, merupakan istilah umum bagi bahan yang
memiliki perubahan tahanan yang sangat karena adanya tegangan listrik. Salah satu bahan ini
adalah SiC dan ZnO. Hubungan antara arus (A) dan tegangan (V) dari varistor dinyatakan
dalam persamaan A=(V/C) α , dimana α diinginkan sebesar mungkin dan C adalah
konstanta.
Varistor SiC dibuat dari bubuk SiC dengan menambahkan lempung atau pengikat
lainnya diaduk dan disinter dalam atmosfir pengoksid. Harga α pada umumnya 3,3-5.
Varistor ZnO dibuat dari ZnO dibubukan secara halus dan ditambahkan kepadanya sedikit
Bi2O3 atau CoO, MnO, Sb2O3 dan kemudian disinter. Harga α umunya sekitar 30-50.
Varistor menyerap tegangan tandingan yang terjadi pada saat pemutusan arus pada
beban. Contoh khas adalah peniadaan loncatan api listrik terjadi pada kontak reli. Juga
dipergunakan secara luas untuk menahan suara brisik pada motor ukuran kecil, tegangan
lebih, pelindung pada berbagai rangkaian listrik dan komponen, dst. Varistor SiC memiliki
harga α yang kecil, tetapi mempunyai ciri khas bahwa dapat dipakai untuk keadaan beban
tetap dan untuk daya yang besar.
Di samping termistor tersebut diatas, berbagai sensor semikonduktor sedang
dikembangkan. Sensor untuk menditeksi gas propan atau gas kota adalah bahan porus yang
terutama terdiri dari SnO2, ZnO atau Fe2O3. Perubahan tahanan dari semikonduktor karena
adanya kontak dengan gas dimanfaatkan untuk mengetahui adanya gas. Sensor lembaman
dipergunakan untuk pengendalian alat penyegar udara dan tungku elektronik. Bahan sensor
lembaman adalah MgCr2O4-TiO2, TiO2-V2O5 dan keramik porus lainnya, dipergunakan
dengan memanfaatkan sifat penurunan tahanan dengan bertambahnya lembaman.

E. Jenis Bahan Semikonduktor


1. Semikonduktor ion
Berbagai semikonduktor ion telah dikenal dan penelitian serta pengembangan untuk
bahan yang lebih unggul masih berlanjut. Kebanyakan penggunaan semikonduktor ion
tersebut masih sedang dipelajari. Sebagai contoh, keramik alumina β dicatat sebagai
elektriolit untuk diafragma pada batere Na/S. Di antara konduktor ion, ZrO2 yang distabilkan
banyak dipergunakan karena keunggulannya dalam konduktivitas ion oksigen sebagai
detektor kadar oksigen dalam besi cair, dalam gas buang kendaraan dan berbagai gas yang
sedang dibakar.

2. Gelas konduktor
Gelas yang permukaannya dilapisi film SnO2 atau In2O3 dengan berbagi cara, bersifat
tembus cahaya dan dapat mengalirkan listrik. Sifat ini dipergunakan untuk elektroda pada
panel petunjuk kristal cair.

3. Elemen pemanas
Karbon dipergunakan sejak lama sebagai elemen pemanas, tetapi tidak dapat dipakai
didalam udara seperti halnya tungsten, molibden dan elemen pemanas lainnya dari logam
tahan temperatur tinggi.
PROSES PEMBUATAN KERAMIK

Membuat keramik memerlukan teknik-teknik yang khusus dan unik. Hal ini berkaitan dengan
sifat tanah liat yang plastis dimana diperlukan ketrampilan tertentu dalam pengolahan maupun
penanganannya. Membuat keramik berbeda dengan membuat kerajinan kayu, logam, maupun
yang lainnya. Proses membuat keramik adalah rangkaian proses yang panjang yang
didalamnya terdapat tahapan-tahapan kritis. Kritis, karena tahapan ini paling beresiko
terhadap kegagalan. Tahapan proses dalam membuat keramik saling berkaitan antara satu
dengan lainnya. Proses awal yang dikerjakan dengan baik, akan menghasilkan produk yang
baik juga. Demikian sebaliknya, kesalahan di tahapan awal proses akan mengasilkan produk
yang kurang baik juga.

Tahap-tahap membuat keramik

Ada beberapa tahapan proses yang harus dilakukan untuk membuat suatu produk keramik,
yaitu:
1. Pengolahan bahan

Tujuan pengolahan bahan ini adalah untuk mengolah bahan baku dari berbagai material yang
belum siap pakai menjadi badan keramik plastis yang telah siap pakai. Pengolahan bahan
dapat dilakukan dengan metode basah maupun kering, dengan cara manual ataupun masinal.
Didalam pengolahan bahan ini ada proses-proses tertentu yang harus dilakukan antara lain
pengurangan ukuran butir, penyaringan, pencampuran, pengadukan (mixing), dan
pengurangan kadar air. Pengurangan ukuran butir dapat dilakukan dengan penumbukan atau
penggilingan dengan ballmill. Penyaringan dimaksudkan untuk memisahkan material dengan
ukuran yang tidak seragam. Ukuran butir biasanya menggunakan ukuran mesh. Ukuran yang
lazim digunakan adalah 60 – 100 mesh.

Pencampuran dan pengadukan bertujuan untuk mendapatkan campuran bahan yang


homogen/seragam. Pengadukan dapat dilakukan dengan cara manual maupun masinal dengan
blunger maupun mixer.

Pengurangan kadar air dilakukan pada proses basah, dimana hasil campuran bahan yang
berwujud lumpur dilakukan proses lanjutan, yaitu pengentalan untuk mengurangi jumlah air
yang terkandung sehingga menjadi badan keramik plastis. Proses ini dapat dilakukan dengan
diangin-anginkan diatas meja gips atau dilakukan dengan alat filterpress.

Tahap terakhir adalah pengulian. Pengulian dimaksudkan untuk menghomogenkan massa


badan tanah liat dan membebaskan gelembung-gelembung udara yang mungkin terjebak.
Massa badan keramik yang telah diuli, disimpan dalam wadah tertutup, kemudian diperam
agar didapatkan keplastisan yang maksimal.
2. Pembentukan
Tahap pembentukan adalah tahap mengubah bongkahan badan tanah liat plastis menjadi
benda-benda yang dikehendaki. Ada tiga keteknikan utama dalam membentuk benda keramik:
pembentukan tangan langsung (handbuilding), teknik putar (throwing), dan teknik cetak
(casting).
Pembetukan tangan langsung
Dalam membuat keramik dengan teknik pembentukan tangan langsung, ada beberapa metode
yang dikenal selama ini: teknik pijit (pinching), teknik pilin (coiling), dan teknik lempeng
(slabbing).

Pembentukan dengan teknik putar

Pembentukan dengan teknik putar adalah keteknikan yang paling mendasar dan merupakan
kekhasan dalam kerajinan keramik. Karena kekhasannya tersebut, sehingga keteknikan ini
menjadi semacam icon dalam bidang keramik. Dibandingkan dengan keteknikan yang lain,
teknik ini mempunyai tingkat kesulitan yang paling tinggi. Seseorang tidak begitu saja
langsung bisa membuat benda keramik begitu mencobanya. Diperlukan waktu yang tidak
sebentar untuk melatih jari-jari agar terbentuk ’feeling’ dalam membentuk sebuah benda
keramik. Keramik dibentuk diatas sebuah meja dengan kepala putaran yang berputar. Benda
yang dapat dibuat dengan keteknikan ini adalah benda-benda yang berbentuk dasar silinder:
misalnya piring, mangkok, vas, guci dan lain-lain. Alat utama yang digunakan adalah alat
putar (meja putar). Meja putar dapat berupa alat putar manual mapupun alat putar masinal
yang digerakkan dengan listrik.

Secara singkat tahap-tahap pembentukan dalam teknik putar adalah: centering (pemusatan),
coning (pengerucutan), forming (pembentukan), rising (membuat ketinggian benda), refining
the contour (merapikan).

Pembentukan dengan teknik cetak

Dalam keteknikan ini, produk keramik tidak dibentuk secara langsung dengan tangan; tetapi
menggunakan bantuan cetakan/mold yang dibuat dari gipsum. Teknik cetak dapat dilakukan
dengan 2 cara: cetak padat dan cetak tuang (slip). Pada teknik cetak padat bahan baku yang
digunakan adalah badan tanah liat plastis sedangkan pada teknik cetak tuang bahan yang
digunakan berupa badan tanah liat slip/lumpur. Keunggulan dari teknik cetak ini adalah benda
yang diproduksi mempunyai bentuk dan ukuran yang sama persis. Berbeda dengan teknik
putar atau pembentukan langsung,

3. Pengeringan
Setelah benda keramik selesai dibentuk, maka tahap selanjutnya adalah pengeringan. Tujuan
utama dari tahap ini adalah untuk menghilangkan air plastis yang terikat pada badan keramik.
Ketika badan keramik plastis dikeringkan akan terjadi 3 proses penting: (1) Air pada lapisan
antarpartikel lempung mendifusi ke permukaan, menguap, sampai akhirnya partikel-partikel
saling bersentuhan dan penyusutan berhenti; (2) Air dalam pori hilang tanpa terjadi susut; dan
(3) air yang terserap pada permukaan partikel hilang. Tahap-tahap ini menerangkan mengapa
harus dilakukan proses pengeringan secara lambat untuk menghindari retak/cracking terlebih
pada tahap 1 (Norton, 1975/1976). Proses yang terlalu cepat akan mengakibatkan keretakkan
dikarenakan hilangnya air secara tiba-tiba tanpa diimbangi penataan partikel tanah liat secara
sempurna, yang mengakibatkan penyusutan mendadak.
Untuk menghindari pengeringan yang terlalu cepat, pada tahap awal benda keramik diangin-
anginkan pada suhu kamar. Setelah tidak terjadi penyusutan, pengeringan dengan sinar
matahari langsung atau mesin pengering dapat dilakukan.

4. Pembakaran
Pembakaran merupakan inti dari pembuatan keramik dimana proses ini mengubah massa
yang rapuh menjadi massa yang padat, keras, dan kuat. Pembakaran dilakukan dalam sebuah
tungku/furnace suhu tinggi. Ada beberapa parameter yang mempengaruhi hasil pembakaran:
suhu sintering/matang, atmosfer tungku dan tentu saja mineral yang terlibat (Magetti, 1982).
Selama pembakaran, badan keramik mengalami beberapa reaksi-reaksi penting,
hilang/muncul fase-fase mineral, dan hilang berat (weight loss). Secara umum tahap-tahap
pembakaran maupun kondisi api furnace dapat dirinci dalam tabel.
Pembakaran biscuit
Pembakaran biskuit merupakan tahap yang sangat penting karena melalui pembakaran ini
suatu benda dapat disebut sebagai keramik. Biskuit (bisque) merupakan suatu istilah untuk
menyebut benda keramik yang telah dibakar pada kisaran suhu 700 – 1000oC. Pembakaran
biskuit sudah cukup membuat suatu benda menjadi kuat, keras, kedap air. Untuk benda-benda
keramik berglasir, pembakaran biskuit merupakan tahap awal agar benda yang akan diglasir
cukup kuat dan mampu menyerap glasir secara optimal.

5. Pengglasiran

Pengglasiran merupakan tahap yang dilakukan sebelum dilakukan pembakaran glasir. Benda
keramik biskuit dilapisi glasir dengan cara dicelup, dituang, disemprot, atau dikuas. Untuk
benda-benda kecil-sedang pelapisan glasir dilakukan dengan cara dicelup dan dituang; untuk
benda-benda yang besar pelapisan dilakukan dengan penyemprotan. Fungsi glasir pada
produk keramik adalah untuk menambah keindahan, supaya lebih kedap air, dan
menambahkan efek-efek tertentu sesuai keinginan.

Kesemua proses dalam pembuatan keramik akan menentukan produk yang dihasilkan. Oleh
karena itu kecermatan dalam melakukan tahapan demi tahapan sangat diperlukan untuk
menghasilkan produk yang memuaskan.
BAB V
PENGGUNAAN BAHAN KERAMIK

Keramik mempunyai berbagai penggunaan, dapat di gunakan sebagai barangan harian


perumahan maupun dalam industri. Beberapa jenis keramik di gunakan dalam kelistrikan oleh
sebab keramik mempunyai sifat rintangan listrik yang tinggi. Kekuatan listrik dan sifat
magnet yang tinggi sesuai di gunakan sebagai magnet dalam alat pembesar suara (loud
speaker). Oleh karena keramik dapat mengekalkan kekuatan dan ketegarannya pada
temperatur yang tinggi, keramik banyak di gunakan pada keadaan temperatur tinggi dan sifat
ketahanan aus yang tinggi sangat sesuai di gunakan sebagai pelapis silinder.
Keramik di gunakan juga di dalam mesin diesel sebagai komponen-komponen
pemutar (rotor) dan juga pada turbin. Di samping itu keramik mempunyai sifat-sifat yang
menarik seperti kerapatan (density) yang rendah dan modulus elastisitas yang tinggi. Dengan
itu berat mesin dapat di kurangkan sehingga performance mesin bisa meningkat. Keramik
juga dapat di gunakan sebagai alat pemotong logam-logam keras pada kecepatan potong yang
tinggi.
Keramik memiliki karakteristik yang memungkinkannya digunakan untuk berbagai
aplikasi termasuk :
 kapasitas panas yang baik dan konduktivitas panas yang rendah.
 Tahan korosi.
 Sifat listriknya dapat insulator,semikonduktor, konduktor bahkan superkonduktor.
 Sifatnya dapat magnetik dan non-magnetik.
 Keras dan kuat, namun rapuh.
Bahan-bahan keramik dapat digunakan membuat berbagai komponen/produk seperti
dibawah ini :
1. Keramik Konvensional
a. Keramik berstruktur
Penggunaan : batu bata, riol , pot bunga, lantai dan dinding.
b. Keramik putih
Penggunaan : peralatan meja makan (seperti piring, teko, mangkuk), peralatan kamar
mandi, perhiasan rumah.
c. Keramik refraktori
Penggunaan : sebagai batu untuk tanur kupola, serabut keramik, semen mortar, liner yang
di gunakan pada temperatur tinggi seperti di tanur peleburan besi,
aluminium dan sebagainya.
d. Keramik listrik
Contohnya insulator, switch dan kepingan penyekat

2. Keramik Termaju
a. Keramik Oksida
Contohnya: Abrasif, Substrat elektronik, Mata pahat, Komponen mesin.
b. Keramik Bukan Oksida
Contohnya ialah Turbin gas, Komponen mesin, Abrasif, Mata pahat, Nozel roket dll.
c. Keramik Komposit
Contohnya ialah rotor dan komponen mesin, mata pahat, komponen untuk industri.
d. Keramik Kaca
Contohnya ialah recrystallized glasses for instrument bagian-bagian mekanik dalam kapal
terbang. Bahan keramik kemungkinan merupakan timbunan bahan yang terbesar di
gunakan oleh manusia. Di sekeliling kita jika kita perhatikan penggunaan harian banyak
memakai bahan keramik. Seperti rumah, gedung-gedung, peralatan meja makan, perhiasan
rumah dll.
BAB VI
PENUTUP

Karena keramik merupakan senyawa unsur logam dan bukan logam, ternyata bahwa
tidak mudah untuk membuat suatu hubungan antar struktur dan sifatnya. Logam, misalnya,
selalu merupakan penghantar listrik atau panas, kebanyakan keramik adalah isolator akan
tetapi beberapa diantaranya memiliki sifat semikonduktivitas yang mempunyai nilai teknis.
Polimer organik selalu melakukan cahaya bila tipis, keramik dapat tembus cahaya (gelas
optik) atau tidak tembus cahaya seperti spinel maknit. Keramik tahan terhadap tekanan akan
tetapi tidak tahan gaya tarik. Gelas serat (fiberglass) mempunyai kekuatan tarik melebihi baja
sehingga dapat digunakan sebagai penguat; sedang gelas sangat rapuh dan bahan yang mudah
pecah sehingga perlu ditangani dengan hati-hati.
Contoh-contoh tersebut diatas sangat terbatas akan tetapi menggambarkan bahwa
bahan keramik mempunyai berbagai karakteristik. Berbagai jenis keramik memegang peran
yang berarti dalam penggunaan teknologi dan kebutuhan masyarakat. Akan tetapi keramik
lebih rumit dibandingkan bahan lainnya oleh karena itu memerlukan pengenalan dan
pengertian teknis yang lebih baik.
KESIMPULAN

Isolator keramik dibuat demikian rupa sehingga tidak bereaksi terhadap listrik. Ion-ion
yang terdapat didalamnya peka terhadap medan listrik. Dengan demikian terjadi polarisasi
dalam bahan dielektrik tersebut. Konstanta dielektrik yang dihasilkan dimanfaatkan dalam
kapasitor; akan tetapi dapat timbul kehilangan tenaga bila pemindahan ion tertinggal dengan
medan listrik. Polarisasi permanen mengakibatkan piezoelektrik dan menghasilkan transduser
elektromekanik. Atom-atom dengan keadaan valensi ganda menghasilkan keramik
semikonduktor. Keramik magnetik mempersyaratkan adanya ion dengan kulit sub-valensi
yang tidak terisi. Tiap atom menjadi maknit kecil; pasangann maknit menghasilkan domain
magnetik yang bereaksi dibawah pengaruh medan maknit.
Senyawa, baik keramik maupun antar-logam, tahan terhadap deformasi geser.
Akibatnya, bahan ini peka terhadap takik (atau retak). Oleh karena itu kekuatan tariknya
rendah. Namun, ketahanan terhadap geseran mengakibatkan kekuatan tekan yang tinggi. Oleh
karena itu bahan keramik dipilih untuk penggunaan dibawah tekanan. Biasanya, bahan
keramik dibuat demikian rupa sehingga mempunyai tekanan pada permukaannya.
Keramik tradisional adalah keramik yang berdasarkan lempung, yang mana terdiri dari
tembikar, lempung, semen, refraktori dan berbagai hasil yang berkaitan dengan silikat.
Keramik modern adalah keramik yang mempunyai sifat-sifat fisik, mekanik, kimia dan listrik
yang istimewa. Bahan keramik modern terdiri daripada keramik oksida (Al2O3, ZrO2, TiO2,
BaTiO2, dan sebagainya) dan keramik bukan oksida (Si3N4, TiN, SiC, B4C dan sebagainya).
LAMPIRAN TABEL

Tabel Jenis dan Karakteristik umum keramik


Jenis Karakteristik umum
Keramik oksida
Alumina kekerasan tinggi dan kekuatan sedang; paling banyak
digunakan untuk keramik; alat pemotong; Alat Pengamplas;
isolasi listrik dan termal.
Zirconia kekuatan dan ketangguhan tinggi; pemuaian panas dekati besi
cor; cocok untuk aplikasi temperatur tinggi
Karbida
Tungsten karbida Kekerasan, kekuatan, dan ketahanan aus tergantung pada
kandungan pengikat kobaltya; sering digunakan untuk alat
pemotong.
Titanium karbida Tidak setangguh Tungsten karbida; memiliki nikel dan
Molybdenum sebagai pengikat; digunakan sebagai alat
pemotong.
Silikon karbida Kuat terhadap temperature tinggi dan ketahanan aus; digunakan
untuk heat engines dan sebagai alat pengamplas.
Nitrida
Cubic boron nitride Bahan kedua paling keras yang diketahui, setelah intan;
digunakan sebagai alat pengamplas dan alat pemotong.
Titanium nitride Berwarna emas digunakan sebagai lapisan karena
karakteristik gesekannya rendah.
Silikon nitrida Ketahanannya tinggi terhadap perlahan maupun shock thermal;
digunakan dalam aplikasi temperatur tinggi.
Sialon Terdiri dari silikon nitrida dan oksida dan karbida; digunakan sebagai alat pemotong.
Sermet Terdiri dari oksida, karbida dan nitrida; digunakan dalam
aplikasi temperaturtinggi.
Silika Tahan terhadap temperatur tinggi; quartz menunjukan efek piezoelektrik; silikat yang
mengandung berbagai oksida digunakan dalam aplikasi
nonstructural tempertur tinggi.
Kaca Mengandung paling sedikit 50 persen silika; struktur tak beraturan; beberapa jenis
tersedia luas dengan berbagai sifat mekanis dan fisik.
Keramik kaca Mempunyai komponen kristal tinggi dalam struktunya;
ketahanan shock thermal yang baik dan kuat.
Grafit Komponen kristal terdiri dari karbon; konduktivitas listrik dan termal tinggi;
ketahanan shock thermal yang baik.
Intan Bahan paling keras yang diketahui; tersedia sebagai kristal
Tunggal atau bentuk polikristalin; digunakan sebagai alat
pemotong dan alat pengamplas
DAFTAR PUSTAKA

http://ariffadholi.blogspot.com/2009/10/industri-keramik.html ( diakses 10 Desember 2010 )


http://www.scribd.com/doc/24973211/SIFAT-%E2%80%93-SIFAT-BAHAN-KERAMIK-
ILMU-BAHAN ( diakses 10 Desember 2010 )
http://www.scribd.com/doc/32927716/Bab-8-Keramik-Grafit-Dani-Prabowo-5315077640
( diakses 10 Desember 2010 )
Surdia tata, Saito shinroku, Pengetahuan Bahan Teknik, Pradnya Paramita, Jakarta, 2005.
Van Vlack Lawrence H, Elemen-elemen Ilmu Dan Rekayasa Material, Erlangga, Jakarta,
2004
Van Vlack Lawrence H, Ilmu Dan Teknologi Bahan, Erlangga, Jakarta, 1995.
.