Anda di halaman 1dari 3

PT.

Chandra Asri merupakan salah satu industri yang berbahan baku minyak dan gas
bumi. Di industri ini terdapat berbagai macam proses dan berbagai macam peralatan yang
digunakan untuk proses tersebut.
PT. Chandra Asri memiliki 3 plant utama yaitu:
1. Ethylene Plant yang berfungdi untuk memproduksi ethylene yang sebagian
digunakan kembali untuk menghasilkan polyethylene pada HDPE Plant dan
LLDPE Plant, dan sebagian lagi langsung dijual.
2. HDPE Plant yang berfungsi untuk menghasilkan polyethylene yang mempunyai
densitas yang tinggi.
3. LLDPE Plant yang berfungsi untuk menghasilkan polyethylene yang mempunyai
densitas yang rendah. Kualitas polyethylene HDPE lebih bagus daripada LLDPE.
Bahan baku yang digunakan pada setiap plant diatas berbeda dengan plant yang lain.
Bahan baku untama ethylene pada Ethylene Plant adalah naphta. Sedangkan bahan
baku pembuatan polyethylene pada HDPE Plant dan LLDPE Plant adalah ethylene
yang disuplai langsung dari Ethylene Plant. Dalam bab ini yang akan dibahas hanya
bahan baku pada HDPE Plant.

Bahan Baku HDPE Plant


Bahan baku yang digunakan pada proses pembuatan HDPE tyerbagi menjadi:
(1) Bahan utama, yaitu ethylene, hydrogen, co-monomer, dan diluent
(2) Bahan penunjang, yaitu catalyst, co-catalyst, n-hexane, Fouling Preventer-2,
nitrogen, additive, dan air.

Bahan Utama
Ethylene
Ethylene yang digunakan adalah dalam bentuk gas yang disupply dari ethylene plant. Gas
ethylenen mempunyai kandungan 99,5 % ethylene murni dengan 0,5% merupakan
impuritis. Gas ethylene masuk ke reaktor setelah mengalami purifikasi.

Hydrogen
Hydrogen berkaitan dengan sisi aktif dari rantai polimer sehingga dapat menghentikan
reaksi polimerisasi agar tidak terjadi pemanjangan polimer di dalam reaktor. Hydrogen
juga berfungsi untuk mengontrol Melt Index (MI) produk polyethylene. Hydrogen di
suplai dari ethylene plant dengan kadar 95% dan cadangan PT. Chandra Asri membeli
hydrogen dengan kadar 99%.

Co-monomer
Co-monomer terdiri atas butene-1 dan hexene-1. co-monomer berfungsi untuk
mengontrol densitas dari produk polyethylene dengan membentuk rantai utama
polyethylene. Semakin besar konsentrasi co-monomer maka densitas dari polyethylene
yang dihasilkan akan semakin kecil karena percabangan yang dihasilkan semakin banyak
sehingga kerapatannya berkurang. Hexene-1 digunakan untuk mengontrol densitas
produk yang dihasilkan dari polimerisasi bimodal, sedangkan butene-1 digunakan pada
proses polimerisasi monomodal. Sifat fisik dari butene-1 dan hexene-1 dapat

Diluent
Isobutane berfungsi sebagai flush untuk mencagah terjadinya kerak atau endapan pada
nozzle.

Bahan Penunjang
Catalyst
Katalis yang digunakn pada HDPE Plant adalah katalis B. Katalis ini digunakan dalam
proses bimodal. Katalis B sangat reaktif sehingga perlu disimpan dalam nitrogen
atmospheric condition.

Co-catalyst
Co-catalyst berperan mengaktifkan active site dari katalis atau memicu kerja ktalis. Co-
catalyst yang digunakan adalah Trilsobuthyl Aluminium (TIBAL) yang bersifat
pyropholic (bersifat mudah meledak bila kontak dengan udara) sehingga dalam
penggunaannya digunakan nitrogen sebagai blanketing agent. Sebelum digunakan
TIBAL disimpan didalam wadah khusus yang dihubungkan ke PN7 line dan keluar
TIBAL. Aktivitas katalis akan bertambah sebanding dengan bertambahnya Al dalam
TIBAL dan Ti dalam katalis sampai batas tertentu. Di atas batas tersebut aktivitas katalis
relater konstan. TIBAL dapat terdeaktivasi jika bereaksi dengan poison, yang salah
satunya adalah air.

N-Hexane
N-hexane dalam fase liquid digunakan sebagai:
(1) Solvent dalam proses pembuatan katalis
(2) Medium pendispersi dari slurry katalis
(3) Cairan pembersih pada line katalis, TIBAL, FP2
Air yang terkandung dalam n-hexane harus kurang dari 100 ppm agar tidak meracuni
katalias.

Fouling Preventer (FP-2)


FP-2 yang digunakan yaitu ethylene diamine yang dilarutkan pada toluene. FP-2 berguna
untuk mencegah terjadinya fouling (kerak) di dalam dinding reaktor. FP-2 berupa cairan
dengan komposisi yang terdiri dari 12 liter ethylene diamine dan 200 liter toluene.
Campuran ini mudah bereaksi dengan udara sehingga dalam penggunaannya digunakan
gas nitrogen. Sifat fisik

Nitrogen
Nitrogen merupakan gas inert yang tidak bereaksi terhadap semua bahan dalam proses
polimerisasi sehingga dapat digunakan untuk mengatur tekanan di dalam reaktor,
menekan air di dalam Cilling agent pot dan sebagai pembawa powder polimer dari purge
conveyor menuju ke intermediate bin dan feed bin.

Additive
Zat additive dimasukkan dalam reaksi bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk
polyethylene. Kriteria pemilihan zat additive yang digunakan dalam proses adalah:
- Telah terbukti dapat dipakai
- Harga tidak mahal
- Tidak beracun
- Tidak terdekomposisi
- Tidak teruapkan
- Tidak berwarna saat produksi, proses, atau pada saat aplikasi
- Cocok untuk polyethylene
- Mudah penanganannya
- Berinteraksi positif dengan additive lain (tidak saling menghilangkan
keunggulan masing additive)

Air
Di HDPE Plant air memiliki bermacam-macam fungsi antara lain:
(1) Cooling water, yaitu sebagai pendingin pada reaktor, kompresor, blower, vdan
diluent recovery system
(2) Treated water, yaitu sebagai cilling agent, water injection pada LCM (Long
Continous Mixer) dan untuk proses PCW (Pellet Circulating Water)