Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH INDENTIFIKASI MIKROBA

BERDASARKAN SIFAT KIMIAWI

Disusun oleh :
Kelompok 10
Anggota :
Nama NPM
1. Adelia 230210090088
2. Dadan Khusnudzan 230210090089
3. Novita Silvi A. 230210090090
4. Dimas Rendra G. 230210090091

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN


UNIVERSITAS PADJADJARAN
2010
KATA PENGANTAR

   


Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT. karena atas Rahmat
pengetahuan yang diberikan-Nya kepada kita semua makalah ini bisa selesai tepat
pada waktunya. Tentu dengan banyaknya dukungan dan bantuan dari berbagai
pihak yang perlu diberikan penghargaan dan ucapan terima kasih. Oleh karena itu,
dalam kesempatan ini tidak berlebihan bilamana disampaikan rasa terima kasih
dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada berbagai pihak, terutama Dosen
Pembimbing yang telah memberi motivasi dan tim penyusun atas dedikasi,
pengorbanan waktu, tenaga, dan pikiran untuk menyelesaikan penyusunan
makalah ini.

Makalah ini disusun sebagai tugas pengganti kuliah. Penyusunannya melalui


beberapa tahapan proses, yakni mulai dari penyiapan materi makalah, penyusunan
naskah secara tertulis, kemudian di-setting dengan bantuan alat-alat komputer.

Namun, ibarat gading yang tak retak, penyusun menyadari masih banyak
kekurangan dalam penyusunannya, untuk itu kritik dan saran yang sifatnya
konstruktif sangat penyusun harapkan sebagai bahan untuk peningkatan kualitas
demi kesempurnaan penyusunan makalah ini.

Demikian, semoga semua upaya yang telah dilakukan menjadi amal ibadah
dan makalah ini bisa bermanfaat bagi kita semua.

Jatinangor, 24 April 2010

Penyusun
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................................... i

DAFTAR ISI ......................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN...................................................................................... 1

A. Latar Belakang ..................................................................................................1

B. Tujuan.................................................................................................................2

C. Metode Penulisan ..............................................................................................2

BAB II POKOK PERMASALAH ...................................................................... 3

BAB III PEMBAHASAN .....................................................................................5

BAB IV PENUTUP ............................................................................................ 11

A. Kesimpulan ...................................................................................................... 11

B. Saran ................................................................................................................ 11

DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... iii


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Mikroorganisme atau mikroba adalah organisme yang berukuran
sangat kecil (biasanya kurang dari 1 mm) sehingga untuk mengamatinya
diperlukan alat bantuan. Mikroorganisme seringkali bersel tunggal (uniselular)
meskipun beberapa protista bersel tunggal masih terlihat oleh mata telanjang
dan ada beberapa spesies multisel tidak terlihat mata telanjang. Ilmu yang
mempelajari mikroorganisme disebut mikrobiologi. Orang yang bekerja di
bidang ini disebut mikrobiolog.
Mikroorganisme biasanya mencakup semua prokariota, protista dan
alga renik. Fungi, terutama yang berukuran kecil dan tidak membentuk hifa,
dapat pula dianggap sebagai bagiannya meskipun banyak yang tidak
menyepakatinya. Kebanyakan orang beranggapan bahwa yang dapat dianggap
mikroorganisme adalah semua organisme sangat kecil yang dapat dibiakkan
dalam cawan petri atau inkubator di dalam laboratorium dan mampu
memperbanyak diri secara mitosis.
Dibutuhkan alat bantu untuk melihat bentuk dari mikroorganisme, alat
yang biasanya digunakan adalah mikroskop. Namun untuk mempelajari
mikrobiologi secara detail digunakan metode identifikasi mikroba.
Identifikasi mikroba berguna untuk mempelajari secara detail karakter fisik,
kimiawi, dan bologis mikroba sehingga dapat diketahui dan dimanfaatkan
secara optimal. Identifikasi merupakan kegiatan utama dalam kegiatan untuk
membuat klasifikasi atau taksonomi. Berdasarkan klasifikasi dan taksonomi
keanekaragaman hayati makhluk hidup dapat dipelajari dan dipahami dengan
lebih mudah dan utuh. Kegiatan identifikasi adalah menen-tukan nama hewan
atau tumbuhan dengan benar dan menempatkannya di dalam sistem klasifikasi
hewan dan tumbuhan.
B. Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui cara
mengidentifikasi mikroba dengan tahapan sifat kimiawinya. Selain itu
makalah ini juga bertujuan untuk memenuhi tugas dari Dosen Mata Kuliah
Mikroorganisme sebagai pengganti kegiatan kuliah.
C. Metode Penulisan
Penyusun mempergunakan metode Studi Pustaka. Dalam metode ini
penyusun mencari bahan materi yang berkaitan dengan penulisan makalah ini
melaui internet.
BAB II
LANDASAN TEORI
Salah satu tahapan untuk mengidentifikasi mikroba adalah Sifat Kimiawi ,
yaitu dengan Pengecatan Gram. Pengecatan Gram adalah suatu cara untuk
"mengecat" atau "mewarnai" sel agar terlihat di bawah mikroskop.
Metode pengecatan tersebut pertama kali ditemukan oleh Christian Gram
pada tahun 1884. Dengan metode pengecatan Gram, bakteri dapat dikelompokkan
menjadi dua, yaitu bakteri Gram positif dan Gram negatif berdasarkan reaksi atau
sifat bakteri terhadap cat tersebut. Reaksi atau sifat bakteri tersebut ditentukan
oleh komposisi dinding selnya. Oleh karena itu, pengecatan Gram tidak bisa
dilakukan pada mikroorganisme yang tidak mempunyai dinding sel
seperti Mycoplasma sp.
Berdasarkan sifat terhadap cat Gram, bakteri dapat dikelompokkan menjadi
2 yaitu bakteri Gram positif dan Gram negatif. Terdapat dua teori yang dapat
menjelaskan dasar perbedaan ini yaitu :
1. Teori Salton
Teori ini berdasarkan kadar lipid yang tinggi (20 %) di dalam dinding sel
bakteri Gram negatif.Zat lipid ini akan larut selama pencucian dengan
alkohol. Pori-pori pada dinding sel membesar, sehingga zat warna yang sudah
diserap mudah dilepaskan dan bakteri menjadi tidak berwarna.
Bakteri Gram positif mengalami denaturasi protein pada dinding selnya
akibat pencucian dengan alkohol. Protein menjadi keras dan beku, pori-pori
mengecil sehingga kompleks kristal yodium yang berwarna ungu
dipertahankan dan bakteri akan tetap berwarna ungu.
2. Teori permeabilitas dinding sel
Teori ini berdasarkan tebal tipisnya lapisan peptidoglikan dalam dinding
sel. Bakteri Gram positif mempunyai susunan dinding yang kompak dengan
lapisan peptidoglikan yang terdiri dari 30 lapisan. Permeabilitas dinding sel
kurang, dan kompleks kristal yodium tidak dapat keluar.
Bakteri Gram negatif mempunyai lapisan peptidoglikan yang tipis, hanya
1 – 2 lapisan dan susunan dinding selnya tidak kompak. Permeabilitas dinding
sel lebih besar sehingga masih memungkinkan terlepasnya kompleks kristal
yodium.
BAB III
PEMBAHASAN
Pengecatan Gram merupakan salah satu teknik pengecatan yang dikerjakan
di laboratorium mikrobiologi untuk kepentingan identifikasi mikro-
organisme. Morfologi mikroskopik mikroorganisme yang diperiksa dan sifatnya
yang khas terhadap pengecatan tertentu (pengecatan Gram) dapat digunakan
untuk identifikasi awal. Pemeriksaan ini dapat dilakukan dengan cepat dan biaya
murah serta, dalam kasus tertentu, dapat membantu dokter untuk memulai terapi
suatu penyakit tanpa menunggu hasil kultur.
Perbedaan dasar antara bakteri gram positif dan negatif adalah pada
komponen dinding selnya. Kompleks zat iodin terperangkap antara dinding sel
dan membran sitoplasma organisme gram positif, sedangkan penyingkiran zat
lipida dari dinding sel organisme gram negatif dengan pencucian alkohol
memungkinkan hilang dari sel. Bakteri gram positif memiliki membran tunggal
yang dilapisi peptidohlikan yang tebal (25-50nm) sedangkan bakteri negatif
lapisan peptidoglikogennya tipis (1-3 nm).
Sifat Gram positif Gram Negatif
Komposisi dinding sel Kandungan lipid rendah Lipid tinggi
Ketahanan terhadap Lebih sensitif Lebih tahan
penisilin
Penghambatan warna Lebih dihambat Kurang dihambat
basa
Kebutuhan nutrien Kompleks Relatif sederhana
Ketahanan terhadap Lebih tahan Kurang tahan
perlakuan fisik

Genus bakteri yang termasuk gram negatif adalah Enterobactericeae,


Salmonella spp, Shigella spp, E. Coli, Yersinia enterolitica. Sedangkan bakteri
gram positif adalah Staphylococci, Streptococci, Enterococci, Clostridium,
Bacillus.
Reagen-reagen yang digunakan dalam pengecatan gram adalah:
1. Larutan violet kristal hucker (1 tetes) sebagai cat utama yang akan diikat oleh
peptidoglikan bakteri.
2. Iodin (1 tetes) sebagai mordan untuk mengintensifkan cat utama
3. Ethanol 95% (secukupnya sampai cat utama luntur), sebagai bahan peluntur
untukk melunturkan cat utama
4. Safranin (1 tetes) sebagai cat penutup untuk mewarnai kembali sel-sel yang
sudah kehilangan warna cat utamanya
Pada saat pemberian larutan cat kristal violet, bakteri gram positif dan
negatif sama-sama berwarna ungu. Saat ditetesi iodin, pada gram positif terbentuk
kompleks iodin kristal violet sehingga sel berwarna biru, demikian juga gram
negatif. Namun setelah pencucian dengan etanol warna ungu yang diikat oleh
bakteri gram negatif luntur, sedangkan pada bakteri gram negatif tidak. Pada gram
negatif lemak terekstraksi dari dinding sel sehingga pori membesar dan kompleks
violet kristal-iodin keluar sel, sedangkan pada gram posotif dinding sel dehidrasi,
pori berkerut dan permeabilitas rendah sehingga kompleks violet kristal-iodin
terperangkap antara dinding sel dan membran sitoplasm sehingga sel tetap
biru/ungu. Saat penambahan safranin, bakteri gram negatif mengikatnya
sedangkan gram negatif melewatkannya.
Berikut Cara Kerja dari teknik Pengecatan Gram :
1. PERSIAPAN
Sebelum dilakukan pengecatan Gram, tentu harus disiapkan bahan (spesimen)
yang akan diperiksa. Bahan yang akan diperiksa, dapat berasal langsung dari
penderita dapat berupa sputum (dahak), pus (nanah), discharge telinga,
discharge hidung, urin dan cairan serebrospinal, yang sebelumnya dibuatkan
sediaan atau preparat (smear) terlebih dulu.
a. Pembuatan preparat
Alat dan bahan yang diperlukan adalah :
Alat :
 Ose atau kapas lidi steril
 Gelas obyek
 Lampu spiritus
Bahan :
 Bahan yang akan diperiksa.
Prinsip yang selalu harus diingat dan dipatuhi adalah :
 Selalu mensterilkan ose, pada saat akan dipakai dan setelah
dipakai.
 Letakkan ose pada tempatnya, jangan diletakkan di sembarang
tempat (misal di atas meja)
 Jangan memegang mata (ujung) ose dengan tangan.
 Usahakan tidak banyak bicara pada saat kerja.
b. Cat Gram
Cat Gram yang digunakan terdiri dari 4 macam, yaitu cat Gram A, B, C
dan D. Masing-masing mempunyai komposisi dan fungsi yang berbeda.
1) Cat Gram A
Cat ini terdiri atas :
Kristal violet : 2 gram, Etil alkohol 95 : 20 ml, Ammonium oksalat :
0,8 gram dan Akuades : 80 ml
Cat Gram A berwarna ungu (karena mengandung kristal violet). Cat
Gram A merupakan cat primer yang akan memberi warna
mikroorganisme target. Pada saat diberi cat ini, semua mikroorganisme
akan berwarna ungu sesuai warna cat Gram A.
2) Cat Gram B
Cat ini terdiri atas :
Yodium : 1 gram, Kalium Yodida : 2 gram dan Akuades : 300 ml
Cat Gram B berwarna coklat. Cat Gram B merupakan cat Mordan,
yaitu cat atau bahan kimia yang berfungsi memfiksasi cat primer yang
diserap mikroorganisme target. Akibat pemberian cat Gram B, maka
pengikatan warna oleh bakteri akan lebih baik (lebih kuat).
3) Cat Gram C
Cat ini terdiri atas :
Aseton : 50 ml dan Etil alkohol 95 % : 50 ml
Cat Gram C tidak berwarna. Cat ini berfungsi untuk melunturkan cat
sebelumnya. Akibat pemberian cat C akan terjadi 2 kemungkinan :
 Mikroorganisme (bakteri) akan tetap berwarna ungu,
karena tahan terhadap alkohol. Ikatan antara cat dengan bakteri
tidak dilunturkan oleh alkohol. Bakteri yang bersifat demikian
disebut bakteri Gram positif.
 Bakteri akan tidak berwarna, karena tidak tahan terhadap
alkohol. Ikatan antara cat dengan bakteri dilunturkan oleh
alkohol. Bakteri yang bersifat demikian dikelompokkan sebagai
bakteri Gram negatif.
4) Cat Gram D
Cat Gram D terdiri atas :
Safranin : 0,25 gram, Etil alkohol 95 % : 10 ml dan Akuades : 90 ml
Cat ini berwarna merah. Cat ini merupakan cat sekunder atau
kontras. Cat ini berfungsi untuk memberikan warna mikroorganisme
non target. Cat sekunder mempunyai spektrum warna yang berbeda
dari cat primer. Akibat pemberian cat Gram D, akan terjadi 2
kemungkinan :
 Bakteri Gram positif akan tetap berwarna ungu, karena
telah jenuh mengikat cat Gram A sehingga tidak mampu lagi
mengikat cat Gram D.
 Bakteri Gram negatif akan berwarna merah, karena cat
sebelumnya telah dilunturkan oleh cat Gram C maka akan mampu
mengikat cat Gram D.
CARA PENGECATAN GRAM
Sebelum melakukan pengecatan Gram, siapkan alat dan bahan yang
diperlukan. Pastikan semua alat dan bahan yang diperlukan serta tempat
untuk mencuci terletak di tempat yang terjangkau. Jangan sampai terlalu jauh
sehingga menyulitkan dan memakan waktu.

Alat dan bahan yang diperlukan adalah :


Alat :
1. Rak pengecatan
2. Kran/sumber air yang mengalir
Bahan :
 Cat Gram A, B, C dan D
 Preparat yang telah siap untuk dicat
Skema cara pengecatan Gram :
1. Skema cara pengecatan Gram :
2. Preparat yang telah siap dicat, digenangi dengan cat Gram A selama 1 – 3
menit
3. Cat dibuang, lalu preparat dicuci dengan air mengalir
4. Preparat digenangi cat Gram B selama 0,5 – 1 menit
5. Cat dibuang, lalu preparat dicuci dengan air mengalir
6. Preparat ditetesi dengan cat Gram C sampai warna cat tepat dilunturkan
7. Cat dibuang, lalu preparat dicuci dengan air mengalir
8. Preparat digenangi dengan cat Gram D selama 1 – 2 menit
9. Sisa cat dibuang lalu preparat dikeringkan di udara
10. Preparat siap diamati dibawah mikroskop

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN PENGECATAN GRAM


Kelebihan :
1. Pengecatan Gram penting sebagai pedoman awal untuk memutuskan terapi
antibiotik, sebelum tersedia bukti definitif bakteri penyebab infeksi (kultur
dan tes kepekaan bakteri terhadap antibiotik). Hal ini karena bakteri Gram
positif dan negatif mempunyai kepekaan yang berbeda terhadap berbagai
jenis antibiotika.
2. Kadang-kadang morfologi bakteri yang telah dicat Gram mempunyai
makna diagnostik. Misalnya pada pemeriksaan Gram ditemukan Gram
negatif diplococci intraseluler dari spesimen pus (nana) uretral, maka
memberikan presumptive diagnosis untuk penyakit infeksi gonore.
Kekurangan :
Pengecatan Gram memerlukan mikroorganisme dalam jumlah banyak yakni
lebih dari 104per ml. Sampel yang cair dengan jumlah kecil mikroorganisme
misalnya cairan serebrospinal, memerlukan prosedur sentrifuge dulu untuk
mengkonsentrasikan mikroorganisme tersebut. Pellet (endapan hasil
sentrifuge) kemudian dilakukan pengecatan untuk diperiksa secara
mikroskopis.
BAB
IV PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari materi di atas dapat disimpulkan bahwa :
1. Dengan metode pengecatan Gram, bakteri dapat dikelompokkan menjadi
dua, yaitu bakteri Gram positif dan Gram negatif berdasarkan reaksi atau
sifat bakteri terhadap cat tersebut. Reaksi atau sifat bakteri tersebut
ditentukan oleh komposisi dinding selnya.
2. Perbedaan dasar antara bakteri gram positif dan negatif adalah pada
komponen dinding selnya. Kompleks zat iodin terperangkap antara
dinding sel dan membran sitoplasma organisme gram positif, sedangkan
penyingkiran zat lipida dari dinding sel organisme gram negatif dengan
pencucian alkohol memungkinkan hilang dari sel. Bakteri gram positif
memiliki membran tunggal yang dilapisi peptidohlikan yang tebal (25-
50nm) sedangkan bakteri negatif lapisan peptidoglikogennya tipis (1-3
nm).
3. Reagen-reagen yang digunakan dalam pengecatan gram adalah:
a. Larutan violet kristal hucker
b. Iodin
c. Ethanol 95%
d. Safranin
B. Saran
Sehubungan dengan kesimpulan dari kegiatan di atas, maka kami mengajukan
saran sebagai berikut :

1. Diharapkan laporan ini bisa menjadi bukti kerja serta dapat diterima
sebagai tugas kelompok seperti yang diperintahkan.

2. Diharapkan laporan ini bisa menjadi bahan untuk kegiatan praktikum


identifikasi mikrobiologi.
DAFTAR PUSTAKA

1. http://mikrobia.wordpress.com/2007/02/11/belajar-mikrobiologi-farmasi-
sambil-sharing-info/identifikasi-berbagai-bentuk-dan-jenis-bakteri-dengan-
pengecatan-gram/
2. http://id.answers.yahoo.com/question/index?
qid=20090327171736AA0P6oy
3. http://wawan-junaidi.blogspot.com/2009/07/pengecatan-gram-pada-
bakteri.html
4. http://septa-ayatullah.blogspot.com/2009/05/pengecatan-gram.html
5. http://dunia-mikro.blogspot.com/2008/05/pengecatan-gram.html
6. Nirwati, Hera, _______, Pembuatan Preparat dan Pengecatan
dalam Petunjuk Praktikum Mikrobiologi, Laboratorium Mikrobiologi Fakultas
Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta