Anda di halaman 1dari 2

Cinta Seorang Jalang

Oleh. Mentari Hitam

Aku saat ini tidak mengerti rasa ini...


Apakah aku akan melanggar semua prinsipku?
Apa aku akan kembali ke masa lalu?
Aku saat ini tidak mengerti rasa ini...

Dia memang selalu membuatku menangis,


Tapi dia yang mengubahku...
Dia yang mengangkatku dari jurang itu...
Dia memang selalu membuatku menangis

Saat ini aku bimbang...


Seseorang telah merebut posisinya....
Seseorang yang aku tidak pernah tahu isi hatinya....
Saat ini aku bimbang...

Aku ingin mengatakan padanya...


Pada orang yang merebut posisinya...
Aku ingin mengutarakan padanya...
Pada orang yang membuatku bercahaya...

Aku cinta mereka...


Tapi aku lebih mencintai caranya...
Membuatku tertawa,membuatku marah...
Membuatku tersenyum...
Dia yang ada begitu dekat denganku saat ini.

Tapi....
Aku ini benar-benar bodoh…
Aku hanyalah seorang jalang yang bermimpi.
Seorang jalang yang mendamba hidup yang lebih baik.
Aku hanya seorang jalang yang menginginkan tempat bersandar saat menangis…
Aku hanya seorang jalang yang tidak akan pernah bisa dan berhak untuk hidup lebih
baik.
Aku ini jalang yang selalu bermimpi…

Sialan dunia ini memepermainkan aku…


Terjatuh dan terpuruk dalam jurang yang sama…
Dalam kenistaan yang sama….

Sialan dunia ini mau membunuhku…


Mencekikku dalam ketidak berdayaan…
Menyesali semua yang kulalui?
Omong kosong…

Karena aku ini memang jalang,Begitu pikir mereka…


Kalau aku ini memang lacur…
Apa selalu begini nasib perjalanan cinta kami?
Kami Ingin Bahagia
Oleh. Mentari Hitam

Persetan saat ini dengan moral…


Persetan dengan etika…
Persetan dengan semua aturan yang ada…
Yang aku tahu aku hanyalah seorang jalang…

Yang ingin bahagia…

Siapa yang mau menerima seorang jalang….


Siapa yang mau menerima seorang lacur?
Kami para jalang dan lacur hanya bisa menagis dalam diam…
Kami para jalang dan lacur hanya bisa bermimpi

Kami ini benar-benar bodoh…hanya seorang jalang yang bermimpi.


Seorang jalang yang mendamba hidup yang lebih baik.
Kami hanya seorang jalang yang menginginkan sandaran untuk menangis…
Kami hanya seorang jalang yang tidak akan pernah bisa dan berhak untuk hidup lebih
baik.
Kami ini jalang yang selalu bermimpi…

Sialan!
Kenapa mereka tidak membunuh kami…
Sialan!
Kenapa mereka menyiksa kami perlahan…

Kami para jalang tidak berhak memiliki cinta…


Kami para jalang menanti mereka…
Kami para jalang tidak berhak untuk bahagia…
Apakah itu semua benar?

Jika semua benar…maka dunia ini tidak adil…


Kami tidak ingin menjadi jalang…
Kami tidak ingin menjadi lacur…
Jika tanpa mereka…kami juga takkan ada…

Kenapa kami tidak berhak bahagia?


Padahal kami juga berhak tersenyum…
Kenapa kami harus selalu menangis…meringkuk dalam kegelapan?
Kami juga ingin bahagia