Latar belakang Dimulai dengan pendirian Algemene Studie Club di Bandung pada tahun 1925.

Perkumpulan itu seperti kelompok diskusi yang banyak didirikan oleh para mahasiswa dan cendekiawan sekarang. Kelompok diskusi itu memang baru merupakan perkumpulan akademis-teoritis (academic exercise). Dalam aktivitasnya Algemene Studie Club 1925 sampai Juni 1927 memang masih terbatas pada studi teori. Hal itu juga karena PKI masih jaya dan sanggup memegang "komando" pergerakan kebangsaan. Tetapi sesudah kegagalan pemberontakan rakyat yang digerakkan PKI November 1926 - Februari 1927 terjadilan "kekosongan" pimpinan pergerakan kemerdekaan. Oleh karena itu perlulah "kekosongan" itu diisi, dan sudah saatnya Algemene Studie Club diubah menjadi Partai Nasional Indonesia (PNI). Tujuan Indonesia merdeka dengan strategi perjuangannya nonkooperasi dan membangkitkan kesadaran nasional Tokoh r. Soekarno, Dr. Cipto Mangunkusumo, Soedjadi, Mr. Iskaq Tjokrodisuryo, Mr. Budiarto, dan Mr. Soenarjo Peran Menyadari perlunya pernyataan segala potensi rakyat, PNI memelopori berdirinya Permufakatan Perhimpunan-Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI). PPPKI diikuti oleh PSII (Partai Sarekat Islam Indonesia), Budi Utomo, Pasundan, Sumatranen Bond, Kaum Betawi, Indonesische Studi Club, dan Algemeene Studie Club. Berikut ini ada dua jenis tindakan yang dilaksanakan untuk memperkokoh diri dan berpengaruh di masyarakat. 1. Ke dalam, mengadakan usaha-usaha dari dan untuk lingkungan sendiri seperti mengadakan kursus-kursus, mendirikan sekolah, bank dan sebagainya. 2. Keluar, dengan memperkuat opini publik terhadap tujuan PNI antara lain melalui rapat-rapat umum dan penerbitan surat kabar Banteng Priangan di Bandung, dan Persatuan Indonesia di Jakarta. Akhir Dengan berkembangnya desas desus bahwa PNI akan mengadakan pemberontakan, maka empat tokoh PNI yaitu Ir. Soekarno, R. Gatot Mangkuprojo, Markun Sumodiredjo, dan Supriadinata ditangkap dan dijatuhi hukuman oleh pengadilan Bandung. Penangkapan terhadap para tokoh pemimpin PNI merupakan pukulan berat dan menggoyahkan keberlangsungan partai. Dalam suatu kongres luar biasa yang diadakan di Jakarta pada tanggal 25 April 1931, diambil keputusan untuk membubarkan PNI. Pembubaran ini menimbulkan pro dan kontra. Mr. Sartono kemudian mendirikan Partindo. Mereka yang tidak setuju dengan pembubaran masuk dalam Pendidikan Nasional Indonesia (PNI Baru) yang didirikan oleh Drs. Mohammad Hatta dan Sutan Syahrir

Tuduhan yang dikenakan pemerintah Hindia Belanda adalah pasal karet. Persatuan Jongos Indonesia” Partai Sarekat Islam. tanggal 27-30 Mei 1928. Budi Utomo. jumlah anggota partai ini mencapai 10. Batavia. Study Club Surabaya. Kemudian mereka dibawa ke Bandung dengan penjagaan yang ketat kemudian ditempatkan di penjara Sukamiskin. Kepala Banteng-percaya kepada kekuatan dan tenaga sendiri). Soekarno menekadkan untuk mengejar Indonesia Merdeka di bawah panji-panji Merah Putih Kepala Banteng (Merah-keberanian. dan Surabaya). Pada akhir tahun 1928 sudah ada 2787 orang anggotanya. Putih-kebersihan hati. setelah selesai menghadiri kongres PPPKI (Permufakatan Perhimpunan Politik Kebangasaan Indonesa) yang kedua di Solo pada tanggal 29 Desember 1929 ditangkap pemerintah Hindia Belanda.Perkembangan PNI didirikan dan dipimpin oleh kaum muda yang terpelajar dan telah mendapatkan pendidikan politik melalui kursus-kursus politik maupun buku-buku pergerakan. . yang menghasilkan suatu pidato pembelaan soekarno yang sangat terkenal yaitu “Indonesia Menggugat”. haatzai artikelen. Serikat Anak Kapal Indonesia”. Pada kongres yang diadakan di Surabaya. pada akhir tahun 1929. Begitu pula dengan beberapa pimpinan teras PNI lainnya. Setelah itu mereka diadili di pengadilan landrad di bandung. salah satunya adalah dengan menyelenggarakan kongres yang pertama. Perkumpulan selanjutnya akan disebut ”Partai Nasional Indonesia” atau dikenal sebagai PNI Popularitas PNI berkembang pesat karena pengaruh Soekarno dengan pidatopidatonya yang sangat menarik perhatian rakyat. serta organisasi-organisasi kedaerahan dan kristen yang penting bergabung bersama PNI dalam suatu wadah yang dikenal sebagai PPKI (Permufakatan Perhimpunan-Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia).000 orang. diputuskan untuk mengganti perkataan ”perserikatan” menjadi perkataan ”partai”. PNI tetap terus melakukan kegiatan politiknya. Setiadjid dan Abdul Madjid) Dalam kongres di Surabaya tanggal 27-30 Mei 1928. Usaha propaganda dilakukan dengan membentuk serikat sekerja supir ”Persatuan Motoris Indonesia”. Sebagian mereka adalah mantan anggota Perhimpunan Indonesia (PI) yang belajar di Negeri Belanda (seperti Rustam Effendi. Dan juga artikel 171 undang-undang hukum pidana tentang menyiarkan kabar dusta untuk mengangu ketertiban umum. PNI memutuskan merubah namanya menjadi “Partai Nasional Indonesia”. sampai Mei 1929 anggotanya telah mencapai 3860 orang (sebagian besar di Bandung. Kewibawaan dan gaya bahasa sebagai alat bagaimana pidato-pidato Soekarno sangat ditunggu-tunggu disetiap pertemuan rapat PNI. Meski ada peringatan dari pemerintah Hindia Belanda. Bung Karno dan Gatot Mangkoepraja. Mereka dituduh menggangu keamanan dalam negeri dan hendak melakukkan pemberontakan sehingga melanggar artikel 10 buku hukum pidana dan artikel 163 bis ter buku hukum pidana.