Anda di halaman 1dari 28

Ini adalah salah satu cara urutan Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi dermaga mulai

dari pemancangan tiang pancang, pemasangan bracket, pemasangan base form,


pemasangan tulangan, pemasangan side form, pengecoran balok, pemasangan
precast slab, pemasangan tulangan slab, pengecoral plat/slab. AGAR SUPAYA FILE
DLM BENTUK PRESENTASI INI TIDAK BERANTAKAN, maka pile tersebut diproteksi,
sehingga urutan dari metode konstruksi tersebut tetap beraturan. namun demikian
tetap saja dapat di buka tuk dipelajari dan di presentasikan dengan status (READ
ONLY). Mohon maaf untuk ketidaknyamanan ini agar file tersebut tidak berantaka

Dedy, Cara mendesain terlebih dahulu diawali dgn menghitung energi tumbukan
terhadap Jetty. dalam blog ini ada cara analisisnya dgn judul Cara mendesain Jetty.
selanjutnya jika semua gaya2 yg bekerja terhadap struktur jetty tersebut sudah
dipahami (gaya benturan kapal, gaya reaksi fender yang timbul, gaya arus, gaya
ombak, gaya angin pada sisi kapal yg di transformasikan pada bollard, gaya gempa,
beban mati, beban hidup, beban bergerak saat operasi (truck, crane, dll) tentunya
akan masuk pada perhitungan struktur, tergantung dari fungsi dari dermaga
tersebut. dari analisis struktur tersebut, tentunya anda jga harus mendesain
fondasinya, sesuai dgn data soil investigasinya. disamping itu anda juga harus
menentukan elevasi dari jetty tersebut, berdasarkan data pasang surut yang ada.
coba anda lihat dalam blog ini “CARA MENDESAI FENDER”, itu akan memberikan
gambaran. tidak terlalu sulit untuk mendesain dermaga, asalkan pemahaman anda
akan analisis struktur dan geoteknik sangat baik.

Services Offshore and Onshore Structures


(Design & Engineering)
Your disability are our expertise, by Lambutan Sinaga

• Tentang Saya
Posted by: Sinaga | 26 May, 2008

Desain Pondasi Tiang Pancang Concrete Spun Pile


Bagi anda yang ingin mengetahui bagaimana cara mendesain tiang pancang, disini saya berikan
salah satu contoh yang dapat membantu anda dalam desain fondasi tiang pancang. semoga dapat
bermanfaat.Download desain fondasi tiang pancang
• Share this:
• StumbleUpon
• Digg

Posted in Design, Uncategorized
« Mengolah Data output SAP2000 dengan Excel

Daftar Istilah Dalam Teknik Sipil »


Responses

1.
@eka, mungkin maksud anda tanah keras itu dc qc 250 kg/cm2 (sondir)
perlu anda ketahui, fungsi dari fondasi tersebut adalah untuk mendukung beban diatasnya
yang diteruskan kepada daya dukung tanah. jika sudah bisa menggunakan fondasi
dangkal, tentunya tidak perlu menggunakan fondasi dalam. jadi sebelum memutuskan
untuk menggunakan fondasi tiang pancang, tentunya anda sudah terlebih dahulu
melakukan analisis sesuai dgn beban2 yang bekerja dan melakukan analisis terhadap
daya dukung tanah tersebut. dengan demikian ada dapat memutuskan apakah memang
harus menggunakan fondasi tiang pancang atau tidak.

By: Sinaga on 28 July, 2010
at 10:00 am

2.
pak sinaga saya ingin numpang bertanya pak mengenai concrete spun pile.
Apabila kedalaman tanah keras telah dcapai dg qc 25 kg/cm2 pada kedalaman tanah rata-
rata 3,5 m maka apakah masih perlu menggunakan pondasi tiang pancang concrete spun
pile?
Adapun beban yang didukung merupakan boiler house dengan ukuran kira2 20 x 40 m2.
Mohon bimbingannya y pak, trimakasih ^^

By: eka on 27 July, 2010
at 3:12 pm

3.
terima kasih

By: faisal on 26 July, 2010
at 4:37 pm

4.
Saya ingin menanyakan apakah tiang pancang atau bor pile dapat digunakan sebagai
angkur (menerima gaya tarik) apabila digunakan pada desain basement yang mempunyai
gaya uplift yang tinggi.
tiang pancang atau bor pile, dapat menerima gaya tarik, tentunya daya dukung terhadap
gaya tarik yang terjadi tersebut adalah akibat dari skin friction dari tiang pancang
tersebut. oleh sebab itu skin friction dari pile tersebut harus mampu mendukung gaya
pulling yang terjadi pada pile tersebut. disamping itu, secara struktur pilenya tersebut jga
harus mampu mendukung gaya tarik yang berkerja tersebut.

By: Sinaga on 16 July, 2010
at 2:06 pm

5.
Salam kenal,
Saya ingin menanyakan apakah tiang pancang atau bor pile dapat digunakan sebagai
angkur (menerima gaya tarik) apabila digunakan pada desain basement yang mempunyai
gaya uplift yang tinggi.
Terima kasih

By: Andreas on 14 July, 2010
at 12:21 pm

6.
@ Mahdi Febrian: Selamat sore Abang Sinaga, perkenalkan nama saya mahdi febrian.
saya mau nanya Bang, untuk kapal bobot 10.000 DWT draftnya 6,2m. nah untuk mencari
kedalaman di dermaga biar kapal tersebut bisa sandar biasanya saya tambah 1m dari draft
tersebut yaitu menjadi -7,2m LWS ada rumus nggak Bang untuk menghitungnya?
terimakasih banyak atas tanggapanya Bang.
Mas Mahdi, untuk menentukan kedalaman air yg harus direncanakan, benar seperti yg sdr
katakan bahwa perlu ada penambahan 1 meter dari “FULL LOAD DRAFT”. namum ada
syarat2 yang perlu anda perhatikan, yaitu: penambahan 1 meter tersebut adalah harus
pada posisi air surut terendah. dan perlu juga anda perhatikan posisi sedimentasi yang
akan terjadi di daerah tersebut (berapa cm per tahun akan terjadinya sedimentasi),
selanjutnya setiap berapa tahun anda rencanakan akan melakukan pengerukan jika
sedimentasi tersebut terjadi.
sebagai contoh saya berikan: Vessel anda 10.000 dwt,
full load draft 6.2 m, saya asumsikan elevasi air rata2 MSL+0.00, HWL +1.40 m, LWL
-0.8, sedimentasi yg akan terjadi 10 cm/tahun, dan umur rencana pelabuhan 30 tahun, dan
direncanakan akan melakukan pengerukan setiap 5 tahun.
jadi kedalaman air laut yg harus anda rencanakan adalah: 6.2+(5*0.1)+1.0 = 7.70 m dari
LWL.
elevasi LWL=-0.80 m, jadi elevasi seabed yang harus anda rencanakan adalah -0.80-7.70
= -8.5 m.

By: Sinaga on 8 July, 2010
at 9:43 am

7.
Selamat sore Abang Sinaga, perkenalkan nama saya mahdi febrian.
saya mau nanya Bang, untuk kapal bobot 10.000 DWT draftnya 6,2m. nah untuk mencari
kedalaman di dermaga biar kapal tersebut bisa sandar biasanya saya tambah 1m dari draft
tersebut yaitu menjadi -7,2m LWS ada rumus nggak Bang untuk menghitungnya?
terimakasih banyak atas tanggapanya Bang

By: mahdi febrian on 7 July, 2010
at 6:15 pm

8.
mas dokumentnya ko ga bisa di download…!

By: FID on 7 July, 2010
at 1:28 pm

9.
pak, kalau diameter tiang 700 mm, beton, biasanya bagian yang bolong diameternya
berapa??
pada umumnya diameter Concrete Spun Pile, berdiameter 600 mm, dengan Thickness
100 mm, kalaupun ada ditemukan tiang pancang berdiameter 700 mm, mungkin itu
special order.

By: Sinaga on 24 June, 2010
at 2:34 pm

10.
pak, kalau diameter tiang 700 mm, beton, biasanya bagian yang bolong diameternya
berapa??
makasi ya pak..

By: rika on 23 June, 2010
at 6:53 pm

11.
mas kalendering itu apa ya, tolong jelasin yang rinci ya? mkasi..
http://digilib.petra.ac.id/viewer.php?page=1&qual=high&submitval=next&fname=
%2Fjiunkpe%2Fs1%2Fsip4%2F1999%2Fjiunkpe-ns-s1-1999-21492045-12874-galat-
chapter2.pdf&submit.x=15&submit.y=23

By: SINAGA on 4 May, 2010
at 10:15 am

12.
mas kalendering itu apa ya, tolong jelasin yang rinci ya? mkasi,..
Untuk hal-hal yg bersifat teori,..akan lebih baik dan lebih jelas jika anda mempelajarinya
dari berbagai literatur…seperti dari sumber berikut:
http://digilib.petra.ac.id/viewer.php?page=1&qual=high&submitval=next&fname=
%2Fjiunkpe%2Fs1%2Fsip4%2F1999%2Fjiunkpe-ns-s1-1999-21492045-12874-galat-
chapter2.pdf&submit.x=15&submit.y=23

By: SINAGA on 4 May, 2010
at 10:13 am

13.
mas jelasin tentang kalendering dong?

By: mardiansah acha on 3 May, 2010
at 4:06 pm

14.
mas kalendering itu apa ya, tolong jelasin yang rinci ya? mkasi

By: mardiansah acha on 3 May, 2010
at 4:04 pm

15.
@kesuma,..ukuran panjang tiang pancang dari pabrik,..tergantung diameternya (300-600
mm) untuk tiang pancang beton.. panjang nya berkisar ( 6-16 m), namun panjangnya bisa
juga spesial order.. sistim pembesiannya sudah standart, data ini ada bsa dapatkan dari
katalog perusahaan pembuatnya sperti KOBE, WIKA, HUMEX,..dll.
biasanya dalam desain, kita hanya memilih diameter tiang pancang sesuai dengan analisis
struktur (momen, moment crak, axial load & tension), karena masing2 diameter sudah
tertera kapasitas tersebut. (jarang sekali org mendesain berapa jumlah tulangan nya,
melainkan sebaliknya, kita tinggal memilih diameter tiang pancang yg sudah tersedia dari
fabrik).
sementara untuk menentukan panjangnya, kita menentukannya dari analisis truktur
(beban axial load dan Pulling) yg kita hubungkan terhadap analisis daya dukung tanah..

By: SINAGA on 16 April, 2010
at 11:09 am

16.
BAng Salam Kenal,, Bang saya mau tanya Untuk Dimensi Tiang Pancang Pabrik ukuran
diameter dan panjangnya berapa?
Terus Sistem Pembesiannya bgmna,, Kl ada mhn dengan contoh sketsa

By: Lalu Marhayani Kesuma,ST. on 14 April, 2010
at 10:34 am

17.
Bagi rekan2 yg punya pertanyaan mengenai fondasi / geoteknik dapat menghubungi /
menjadi anggota HATTI (Himpunan Ahli Teknik Tanah Indonesia) , Basement Aldevco
Octagon, Jl. Warung Jati Barat Raya No 75 Jkt 12740, telp 798 1966, email:
hatti@indosat.net.id web http://www.hatti.or.id
Organisasi ini yg melakukan sertifikasi ahli geoteknik.

By: Irawan Firmansyah on 1 April, 2010
at 4:36 pm

18.
pak, saya s’org mahasiswa sipil di un. lambung mangkurat di kal-sel. tanya pak. kalo
referensi buat analisis struktur tu dimana ya? bapak punya filenya?? atau link download??
soalnya susah pak nyari bukunya yang bener-bener bener,. saya cari di internet juga g
dapet dapet,. oh ya, juga pondasi dangkal dan pondasi dalam, pak,, mohon bantuannya…

By: nugroho on 25 March, 2010
at 11:58 pm

19.
salam kenal pak…mw nanya,ada desain struktur fondasi dmn antar fondasi tidak menyatu
secara langsung dg bangunan di atasnya.jd setelah fondasi pancang di potong
ujungnya,tidak diberi pile cap namun ditimbun dg pasir setebal 20 cm.setelah itu baru di
beri LC untuk bangunan di atasnya.yg saya tanyakan,amankah sistem seperti itu dan
bagaimana cara perancangannya.saya dapat tugas untuk membandingkan dengan sistem
fondasi group seperti pada umumnya..demikian terima kasih,maaf klo bahasanya
amburadul,hehe…

By: azka on 19 March, 2010
at 12:17 pm

20.
salam kenal mas. .
Saya Indra. .
saya senang baca blog ini dan sesuai motto mas.
Saya mau nanya masalah saluran air(drainase). .
mas saya mau tanya harga dari pemasangan(instalasi) u-ditcs ukuran 300×300 dan
pemasangan covernya berapa ya?
terima kasih mas jika mau membantu. .
thanx
salam hangat. . indra

By: kaisarindra on 12 March, 2010
at 8:52 am
21.
@anna, ada banya buku2 mekanika tanah yg bisa dijadikan refferensi tentang consolidasi
tersebut..secara sederhananya buku2 mekanika tanah di gramedia jg tersedia.

By: Lambutan Sinaga on 13 January, 2010
at 3:38 pm

22.
@yudistira. Terima kasih atas Infonya,.. kelak jika kita membutuhkan kerja sama
anda,..kami akan menghubunginya.

By: Lambutan Sinaga on 13 January, 2010
at 3:27 pm

23.
Bersama ini kami perkenalkan perusahaan Kami “Wahana Group” yang bergerak
dibidang kontraktor sipil. Produk kami antara lain :
Tiang Pancang 20×20 – 45×45
Balok dan Kolom Pracetak
Façade
Pagar Beton
Girder Jembatan
Sheet Pile
Saluran / U ditch
Beton Ringan
Dan berbagai produk beton lainnya
Besar harapan kami untuk bisa bekerja sama dengan perusahaan bapak/ibu, terima kasih
Hormat Kami
Wahana Group
Contact Person :
Yudistira A. F. : 031-72027042 / 081230235554
Office : 031-8791555
Fax : 031-8793534
Email : wahana_cipta_sby@yahoo.com
: yudistira_didik@yahoo.com
Alamat : Ruko Rungkut Megah Raya Blok L 15 – 17 Surabaya
: Jl. Raya Trans Yogi Km. 54, Ds. Tegal Panjang Kec. Cariu – Bogor
Facebook Name : Wahana Tiang Pancang email : aku_yudistira@yahoo.com

By: yudistira andi fitrianto on 23 December, 2009
at 9:10 am

24.
pa saya mahasiswa teknik. salam kenal.
saya mau bertanya dengan bapa, tentang konsolidasi.
menurut bapa bagaimana konsolidasi pada satu area yang disekelilingnya terdapat mesin-
mesin generator yang besar??? saya tidak punya referensinya…..
terimakasih sebelumnya.

By: anna on 11 December, 2009
at 1:19 pm

25.
salam kenal..
saya punya permasalahan yg cukup rumit. saya sedang mengerjakan proyek bangunan
dengan 1 lantai basement di pusat kota dengan tingkat pemukiman yg padat.
sebelum penggalian basement dilakukan pemancangan steel sheet pile sedalam 12 m dan
dilanjutkan dengan penggalian sedalam 4,7 m.
setelah penggalian diketahui bahwa bagian atas sheet piles bergeser dari as-nya ke arah
dalam galian sebesar 27 cm dalam 3 hari (sheet piles miring ke bagian dalam) dan terjadi
cracking pada tanah di daerah sekeliling pemancangan (pemancangan dilakukan tanpa
angkur).
apakah solusi yg bisa dilakukan untuk mengatasi masalah ini (agar sheet piles dapat
kembali tegak pada as)?
saya khawatir pergeseran tanah akan terus bertambah dan bangunan2 di sekeliling proyek
mengalami kegagalan struktur akibat pergeseran tanah tsb.
terima kasih sebelumnya atas perhatian dan tanggapannya..
sukses selalu

By: ramz on 22 October, 2009
at 12:37 am

26.
Pak..bagaimana cara menganalisis concrete spun pile terhadap gaya angin dan gaya
ombak??terima kasih

By: Tri on 14 October, 2009
at 9:53 am

27.
perkenalkan saya Yahya seorang mahasiswa,
saya mau menanyakan kepada bapak mengenai NEGATIVE SKIN FRICTION, jujur
saya masih bingung,
sebenarnya penyebab dari NEGATIVE SKIN FRICTION itu apa asaja pak, trus bagai
mana mengatasinya pak?
terimakasih atas perhatiangnya, semoga tambah sukses dan tambah mantap pak

By: yahya on 7 October, 2009
at 8:18 pm

28.
@bayu,..
1. Panjang tiang pancang Steel Pipe pile ukuran standar fabrik = 12 m, tetapi bisa lebih
tergantung pesanan.
2. Sola harga lebih baik anda dapat bertanya langsung ke produsen baja Pipa baja
tersebut,.. seperti Krakatau steel, atau ke PT. Swarna baja
3. Untuk masalah biaya tidak bisa ditentukan, bergantung pada beberapa faktor berikut:
- Diameter tiang yg akan di pancang;
- Dimana Lokasi pekerjaan, (Di darat atau di Laut)
- Keadaan Lokasi Proyek untuk mobilisasi alat;
- Jenis alat yg mau di gunakan, Impact Hammer atau vibro,..
- Kondisi tanah (keras, sedang, lunak), sesuai dgn hasil pemeriksaan tanah dari data
(sondir atau SPT);
- Kedalaman yg mau di pancang,
- Jumlah Quantity Tiang yg mau dipancang, sebagai contoh, Biaya mobilisasi alat untuk
memancang 1 tiang sama dengan untuk memancang 1000 tiang atau lebih,..
- dll,.. tergantung situasi dan kondisi proyek,..!!

By: Lambutan Sinaga on 5 October, 2009
at 1:27 pm

29.
Pak sinaga, mau nanya nih……
1. Satu ruas tiang pancang mempunyai panjang berapa, apakah cuma 6 meter saja?
2. Harga untuk satu ruas tiang pancang steel berapa?
3. Biaya untuk pemancangan satu tiang pancang tegak berapa trs kalo yang miring brp?
Makasih banyak pak…..

By: petruk on 3 October, 2009
at 5:22 pm

30.
Desain tiang pancang,untuk perencanaan yang mempunyai data tanah yang sangat
minim….., tingkat bencana ala g sangat besar…, tanah yg sangat labil….. kebijaka dalam
desain gimana pak?

By: fahmi on 12 September, 2009
at 8:09 pm

31.
horas bang,
bang aku ada punya tantangan baru,aku ditawarin utk memproduksi tiang pancang,
khususnya spun pile,
tapi aku tidak punya pengalaman dan bahan dalam mendesign utk produksi tiang
pancang.
aku minta abang untuk membantuku,krn aku sangat tertarik sekali dengan tawaran itu.
makasih y bg.
horas

By: mesra nst on 12 September, 2009
at 11:13 am

32.
@HEFNI,….
Seharusnya jauh sebelum pemancangan dilakukan,..kita sudah harus bisa mengetahui
bahwa pemancangan tersebut hanya mampu sampai kedalaman 6-5 m sebagaimana yg
anda sebutkan. ini bisa kita ketahui berdasarkan analisis yang dilakukan berdasarkan
data2 tanah yang tersedia,..material tiang pancang yang digunakan dan jenis alat pancang
yang digunakan.
saya bisa memahami kenapa design tersebut misalnya harus 10 meter,..secara beban
vertikal yang bekerja,..mungkin tiangpancang sampai kedalaman 6-5 meter telah mampu
untuk mendukung beban yang bekerja, karna beban vertikal ini didukung oleh daya
dukung ujung tiang dan gaya gesek tiang. tetapi sekalipun pada kedalaman 6-5 m telah
mampu mendukung beban vertikal,..tidak serta merta kita bisa langsung menghentikan
pemancangan. kita harus meninjau kemampuan daya dukung tiang tersebut dari segi
pulling atau gaya cabut tiang,..yang mungkin gaya cabut ini disebabkan oleh gaya
gempa,..gaya angin dsb. perlu kita ketahui adalah DAYA DUKUNG TIANG
TERHADAP GAYA CABUT didukung hanya oleh,..GAYA GESEK TIANG (SKIN
FRICTION) dan berat tiang itu sendiri,..(“bukan oleh ujung tiang”). Gaya dukung tiang
terhadap cabut tersebut (Skin friction) adalah merupakan fungsi dari kedalam tiang yang
masuk kedalam tanah (embeded length). mungkin dari design analisis beban cabut yang
bekerja,..tiang tersebut harus dipancang sampai dedalaman 10 m untuk mendapatkan
(embedeb length yg cukup).
nah,..persoalan yang anda hadapi sekarang adalah “bagaimana untuk mendapatkan daya
dukung tiang tersebut yang harus dipancang 10 m,.. sementara saat pekerjaan
pemancangan dilakukan, hanya sanggup dilakukan sampai kedalaman 6-5 meter,..??
mungkin kalau dipaksakan untuk terus dipaksa untuk dipancang,..bisa jadi tiang pancang
tersebut rusak,..atau bahkan alat yang digunakan pun rusak.
Bagaimana solusi untuk mengatasi hal ini,..?? apakah kita harus memutuskan untuk
menghentikan pemancangan pada kedalaman 6-5 meter,..?? kalau dihentikan
bagaimana,..?? sementara daya dukung tiang tersebut,..blm memenuhi terhadap gaya
cabut yang bekerja,..yg mungkin disebabkan oleh gaya gempa,..?? seorang
desainer,..harus memikirkan bagaimana solusinya,…??
Solusi yang saya usulkan adalah,..:
kalau memang kemampuan untuk memancang pile tersebut hanya mampu sampai
kedalaman 6-5 meter,..anda boleh menghentikannya pada kedalaman tersebut,..asal Daya
dukung tiang tersebut telah mampu untuk mendukung beban yang bekerja. tentunya daya
dukung tiang tersebut telah dibagi faktor SF (2.5-3) untuk beban normal dan SF (1.5-2)
untuk beban sementara dan beban seismik (gempa),..
Sementara untuk memenuhi daya dukung tiang terhadap gaya cabut, dapat dilakukan
dengan menggunakan angkur (ground anchore) yang dibor kedalam tanah. bisa searah
dgn tiang tersebut,..atau berada ditengah diameter tiang tersebut (jika yang digunakan 1
anchore),.. atau menggunakan lebih dari satu anchore Biasanya 3 anchore (yg
pemasangannya anchorenya tidak se AS dgn pile tersebut,..(opsi ini jarang digunakan).
Seberapa dalam anda harus memasang anchore tersebut dan berapa diameter baja yang
digunakan,..tentunya harus di analisis kembali sesuai dgn data tanah yang ada dan jenis
ancore yang anda gunakan..
SEMOGA PENJELASAN INI BISA MEMBANTU ANDA..

By: Lambutan Sinaga on 9 September, 2009
at 12:41 pm

33.
salam kenal mas….!saya senang baca blog ini dan sesuai motto mas.
Saya mau nanya masalah pelaksanaan pemancangan spun pile jembatan yang tdk masuk
sesuai rencana ( 10 meter ) hanya 6m dan 5m sebanyak 33 (dia 50) titik,apabila saya cut
spun pile hanya 4-5 meter yg menahan beban abutmen dan rangka jembatan klas A-40
apakah masih aman

By: hefni on 8 September, 2009
at 10:08 pm

34.
keren juga yah

By: priyo on 7 September, 2009
at 4:18 pm

35.
salam kenal pak

By: herman.juntak on 3 September, 2009
at 10:34 pm

36.
maaf sebelumnya, saya mau nanya g mana metode pelaksanaan (prosesnya) pelaksanaan
pemancanagan baja pada proyek pelabuhan. mulai dari awal pekerjaan hingga
kalendering.. terima kasih.

By: mu'min on 21 August, 2009
at 10:00 pm

37.
met siang! pak mo ikutan nanya nich.., magaimana sebaiknya untuk mendesign pondasi
bangunan bertingkat 2 lantai/lebih di daerah yg tanahnya labil/tanah ndut..! soalnya
tanahnya gerak klo ada perubahan musim…! ? didaerah kalimantan bayk sekali kasus
tanah labil, shg bangunany semi permanen..! thank…tlong dibals ke email aq …!

By: malik on 20 August, 2009
at 11:52 am
38.
Salam Kenal Pak Lambutan Sinaga…dalam beberapa hari kedepan saya akan banyak
bertanya dengan bapak..terima kasih.

By: Agusta Fitrianto on 19 August, 2009
at 7:30 pm

39.
Selamat sore..
kami berencana membangun tiang dari galvanized pipe dengan ukuran tinggi 12meter,
lebar 8inc dan tebal 6mm diatas karang di tepi pantai, pondasi seperti apakah yang cocok
jika kami akan membuatnya berjajar dengan jarak antar tiang 7 meter? terimakasih

By: Chepi Suratman on 25 July, 2009
at 5:48 pm

40.
pak, saya bisa minta file yang membahas tentang spun pile ga ya? saya butuh untuk
pekerjaan saya, sedangkan saya belum mengetahui tentang spun pile itu sendiri. baik
kelebihan dan kekurangannya dibandingkan pondasi lainnya. terima kasih pak. mohon
bantuannya..

By: ati on 21 July, 2009
at 5:51 pm

41.
maksud saya dasar laut elevasi minus 30 M, jd di sambung sampai dasar, baru di pancang
sampai sesuai dgn kalendering 10/2.5cm?

By: firmansyah on 17 July, 2009
at 8:22 pm

42.
salam kenal……
saya surveyor mauw tny, cara pemancangan di laut dengan kedalaman +- 30 m misalnya?

By: firmansyah on 17 July, 2009
at 7:58 pm

43.
pak mau tanya kedalaman pancang ditanah keras berapa ya? saya lupa teorinya kayanya
25D ya klo gak salah? mohon infonya????

By: Hasan Hamid on 16 July, 2009
at 4:48 pm

44.
terimakasih ilmunya ya pak

By: yahya on 10 July, 2009
at 10:13 pm

45.
selamat sore pak,……
langsung saja saya mau menanyakan bagaimana prosedur pelaksanaan pemancangan di
laut? dengan kondisi yg sangat berbeda dg di darat. dan cara meletakkan tiang pancang
awal agar sesuai koordinat yg sudah di tentukan, thks.

By: agustian twedy k on 10 July, 2009
at 4:14 pm

46.
kalo tanah kerasnya di kedalaman -60 meter, maka fondasi yang digunakan adalah
pondasi tiang pancang. bisa dari tiang pancang concrete spun pile atau dari tiang pancang
steel pipe pile. cara menyambung tiang pancang biasanya decgan cara di las. baik tiang
pancang dari beton atau dari tiang pancang pipa baja. umum nya untuk tiang pancang
beton, pada setiap kedua ujungnya, kecuali untuk ujung tip pile telah ada suatu pelat baja
yang sudah terpasang untuk sambungan antar tiang pancang beton tersebut dengan cara di
las.

By: Lambutan Sinaga on 9 July, 2009
at 11:01 am

47.
salam kenal bang…
saya mahasiswa masih kuliah, masih bingung tentang tiang pancang.
mau tanya, klo misalnya tanah kerasnya ada di 60 meter.
itu pakai pondasi apa???
pondasi tiang pancang itu bisa disambung???
cara nyambungnya gimana yah ????
makasih banyak bang….. tambah sukses slalu

By: yahya on 7 July, 2009
at 11:36 pm

48.
salam kenal P’ Elsinaga…
saya mau bertanya kalau perencanaan tiang pancang di tanah berpasir gimana Pak… apa
saja data yang dibutuhkan dalam perencanaan…
terima kasih

By: darman amazihono on 1 July, 2009
at 2:09 pm

49.
salam kenal P’ Elsinaga…

By: darman amazihono on 1 July, 2009
at 2:06 pm

50.
@ika, dalam mendesain sebuah fondasi, semua logika perhitungan nya adalah sama,
yaitu daya dukung fondasi harus mampu mendukung beban yang bekerja. Bagaimana
menghitung daya dukung itu, tergantung dari jenis fondasinya. kalo jenis pondasinya
tiang pancang, maka daya dukung nya ada pada ujung tiang dan gaya gesek pada tiang
sepanjang ting yg tertanam kedalam tanah. seberapa besarnya daya dukung tiang tersebut,
tergantung dari data-data tanah & dimensi tiang. untuk pondasi sumuran umumnya daya
dukung tiang dihasilkan dari luas area pondasi sumuran yang direncanakan. ini hampir
sama dengan perhitungan fondasi setempat. data data yang anda miliki, seperti sondir dan
hand bore saya kira harus ada data lab, yg berhubungan dengan sudut geser tanah, cohesi,
berat jenis, jenis tanah, dll. biasanya saat pemeriksaan tanah dgn hand booring, besamaan
dengan SPT dimana dari data ini diperoleh nilai N-value. untuk data sondir yg anda
miliki, ini hanya baik digunakan utuk fondasi tiang pancang. jadi saran saya, perhitungan
pondasi sumuran yg anda maksud, dapat anda lakukan seperti perhitungan fondasi
setempat.

By: Lambutan Sinaga on 25 June, 2009
at 12:45 pm

51.
mas mw tanya nh
bisa ga kasih contoh perhitungan pondasi sumuran untuk tower
q ada tugas tapi bingung carax dimulai dari mana
padahal pekerjaannya ada sondir dan hand bore, rataa-rata contoh perhitungan yang q
dapat pondasi tiang pancang, tolong ya di bantu secepatnya, makasih

By: ika apriyani on 17 June, 2009
at 1:25 pm

52.
@randi, pengertian konsolidasi adalah proses berkurangnya volume atau berkurangnya
rongga vori dari tanah jenuh yang memiliki permeabilitas rendah, akibat dari
pembebanan. proses ini dipengaruhi oleh kecepatan terperasnya air pori keluar dari
rongga tanah. jadi jawaban saya atas pertanyaan ini adalah tergantung dari kondisi
tanahnya. jadi saya tidak bisa menentukan berapa lama waktunya tanpa mengetahui
kondisi tanah dan data lab nya.

By: Lambutan Sinaga on 3 June, 2009
at 9:33 am
53.
@priyo hadi wibowo, Metode pembuatan PC spun pile, lebih jelasnya anda boleh
mencarinya langsung dari perusahaan pembuatan PC pile, seperti: WIKA, KOBE,
Humex PC pile, dll.

By: Lambutan Sinaga on 3 June, 2009
at 9:14 am

54.
ad file tentang pembuatan pc spun piles g maz???
aq lagi butuh data
bwt tugas kuliah…
mohon bantuannya

By: priyo hadi wibowo on 2 June, 2009
at 8:43 pm

55.
mas kalo tanah campur batu konsolidasi berapa lama sih? tanpa pemadatan mekanis.
masalahnya diatasnya saya rencanakan jalan rigid.Kondisi lapangannya pada turap sheet
pile beton

By: randi on 13 May, 2009
at 7:22 am

56.
saya ada tugas perencanaan pelabuhan…..tpi sy agak kesulitan dalam perencanaan tiang
pancangnya…..Apakh dalam perencanaan tiang pancang, kita dapat mnentukan
pembesiannya???ataukh sdh ada standar untuk pembesian tiang pancang??

By: agus on 4 May, 2009
at 2:25 pm
57.
selamat siang pa…saya suka dengan isi-isi blog anda…kalo boleh bertanya secara rinci…
bolehkah bapa juga memuat dasar teori tentang sheet pile concrete..??
soalnya saya lagi nyusun tugas akhir tentang corrugated concrete sheet pile (CCSP),yang
dipakai sebagai konstruksi turap pada proyek flyover.trims

By: jonatan on 29 April, 2009
at 1:27 pm

58.
Salam kenal pa Sinaga
Saya mau tanya mengenai koefesien spring untuk menghitung tiang pancang dengan
menggunakan software SAP 2000. Apakah bisa tekanan disekeliling tiang diasumsikan
sebagai koefesien spring dan bagaimana cara menghitung koefesein spring tersebut ?
terima kasih sebelumnya

By: kuncoro on 24 April, 2009
at 3:33 pm

59.
mau nanya lagi bang…
saya pengen tau Fondasi PC spun pile, apa sama aja dengan Fondasi tiang pancang
umumnya..
lebih spesifik seperti apa bang?
literaturnya saya tidak tau bang…
thanks sebelumnya penjelasannya..
GBU.

By: chandra on 8 April, 2009
at 11:06 am

60.
makasih byk buat ilmunya pak…
dermaga yg akan d bangun a/ dermaga umum…
saya menggunakan data pasut 1tahun untuk mendapatkan konstanta harmoniknya….
yang saya masih bingung adalah bagaimana mencari HWS dengan menggunakan
konstanta tersebut??
apakah hanya cukup dengan melihat grafik pasut tertinggi??
terimakasih banyak pak..

By: ida ayu on 4 April, 2009
at 7:26 pm

61.
tugasnya sudah kelar bang, terima kasih atas bantuannya.
gbu

By: Hendra Ginting on 4 April, 2009
at 1:30 am

62.
Ida ayu, elevasi dermaga dan puncak bangunan pemecah gelombang ditentukan oleh
elevasi muka air pasang, sementara kedalaman alur pelayaran ditentukan oleh muka air
surut.
dalam hal ini, ukuran kapal sangat menentukan elevasi dermaga dan alur pelayaran. jika
suatu dermaga didesain dengan berbagai jenis ukuran kapal, mulai dari kapal-kapal kecil,
kapal sedang hingga kapal yang sangat besar, biasanya untuk desain struktur dan elevasi
dermaga ditentukan berdasarkan terbesar, sedangkan untuk alur pelayaran tidak
selamanya ditentukan oleh kapal terbesar, dengan ketentuan apabila kapal-terbesar
tersebut hanya masuk pelabuhan misalnya 1 kali dalam seminggu, maka kapal tersebut
hanya boleh masuk pada saat pasang saja. sehingga desain alur pelayaran dapat didesain
saat pasang dan tidak perlu saat surut.
umum nya dalam desain elevasi pelabuhan cukup didasarkan pada HWS, karena jika
didasarkan pada HHWS atau MHHWS ini akan sangat boros, karena hight highest water
spring ini ini hanya terjadai pada periode tertentu, misalnya 50 tahunan atau 30 tahunan.
data HWS tersebut diperoleh dari data survey pasang surut air, bukan berdasarkan
Rumus.
jadi dalam menentukan elevasi dermaga tersebut harus didasarkan pada data pasang
surut, jenis dan ukuran kapal.
jika seperti yang saya sebutkan tadi, misalnya kapal didesain dari yang kecil hingga yang
besar untuk bersandar pada dermaga yang sama, maka type fender yang digunakan harus
dipilih tipe yang memanjang, agar kapal-kapal kecil saat surut juga bisa bersandar pada
dermaga. dan jangan lupa, type fender tersebut juga harus mampu menyerap energi
tumbukan kapal terbesar. jadi semua faktor harus benar-benar diperhatikan.

By: Lambutan Sinaga on 3 April, 2009
at 1:49 pm

63.
pak, saya mahasiswa yg lagi bingung skripsi…
mau tanya ttg bagaimana cara penentuan elevasi dermaga??
apakah cukup dgn HWS ato perlu MHHWS??
kalo bisa, tlg jelaskan rumus HWS….
trimakasih byk sebelumnya…
mohon bantuannya…

By: ida ayu on 3 April, 2009
at 12:02 pm

64.
mas Bebot, dalam mendesain sebuah pondasi tiang pancang, perlu anda ketahui bahwa
Pondasi tiang pancang yang disesain tersebut tidak hanya didesain berdasarkan beban
yang bekerja secara VERTIKAL saja akibat berat sendiri dan beban hidup lainnya yang
bekerja secara gravitasi, tetapi pondasi tiang pancang juga harus mampu mendukung
beban tarik (beban cabut) kalo dalam desain pelabuhan, beban tarik ini terjadi akibat
beban angin dan beban tarik pada mooring dolphin atau bollard pada dermaga. selain itu
juga dapat disebabkan oleh beban gempa.
jadi perlu anda ketahui bahwa, sekalipun dasar laut tersebut berupa batu karang, belum
tentu desain tiang pancang tersebut dapat dihentikan pada kedalaman tersebut.
ditinjau dari beban vertikal yang bekerja pada tiang pancang tersebut mungkin sudah bisa
dihentikan. tetapi apakah jika ditinjau dari gaya cabut yang bekerja apakah tiang pancang
tersebut sudah mampu untuk mendukung nya??..
perlu anda ketahui bahwa daya dukung tiang pancang terhadap gaya cabut adalah skin
friction nya atau gaya gesek pada tiang. daya dukung tiang pancang terhadap skin friction
selain dari data tanahnya adalah merupakan fungsi dari luasan area skin friction dari tiang
pancang tersebut. area dari skin friction tersebut merupakan fungsi dari (f) = diameter
tiang dan kedalaman tiang yang masuk kedalam tanah,
jadi dapat disimpulkan bahwa, sekalipun dasar dari tanah tersebut merupakan batu
karang, belum tentu pemancangan tiang dapat dihentikan.
ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan. mungkin saja, karna dasar tanahnya
adalah batu karang yang mungkin sangat sulit untuk dipancang, maka dicari alternatif
desain lain, misalnya jumlah tiang di perbanyak sehingga dapat mendistribusikan gaya
cabut sehingga nilainya bisa menjadi lebih kecil yg pekerja pada msing-masing tiang.
Semoga penjelasan saya ini bisa memberikan pemahaman untuk anda.

By: Lambutan Sinaga on 3 April, 2009
at 10:20 am

65.
thank’s naga, gimana ya kalo tiang pancangnya lebih panjang yang melayang dibanding
yang terbenam ketanah? misalnya lautnya dalam trus dasarnya bebatuan. B-)

By: bebot on 2 April, 2009
at 7:38 pm

66.
Mas candra, Fondasi PC spun pile sering disebut dengan Fondasi tiang pancang. tidak
ada hubungan antara wilayah gempa terhadap PC spun pile ini dan juga tidak ada
hubungan antara jenis tanah terhadap PC spun pile.
yang perlu anda ketahui adalah: dalam mendesain tiang pancang PC spun pile adalah:
1. gaya yang bekerja terhadap PC spun pile mampu didukung oleh pile tersebut dalam hal
Momen (momen ultimate & momen crack), Compression strength dan Tension strength.
2. daya dukung tanah mampu untuk mendukung beban-beban yg berkerja. dimensi tiang
baik berupa diameter dan panjang tiang, berhubungan dengan daya dukung tanah dengan.
karena daya dukung tiang merupakan fungsi dari daya dukung ujung tiang (diameter
tiang) dan skin friction tiang (hubungan antara panjang tiang yang masuk kedalam tanah
dengan diameter tiang).

By: Lambutan Sinaga on 2 April, 2009
at 4:00 pm

67.
salam kenal bang..
saya lgi bikin TA analisa perancangan pondasi PC spun pile…
prinsip pondasi PC spun pile seperti apa ya bang?
bagus untuk wilayah gempa berapa?
cocok untuk kondisi tanah apa?
thanks sebelumnya..
GBU

By: chandra on 2 April, 2009
at 3:48 pm

68.
salam kenal…

By: http://syaifulsipil96.blogspot.com/ on 25 March, 2009
at 2:08 pm

69.
salam kenal

By: http://syaifulsipil96.blogspot.com/ on 24 March, 2009
at 10:51 pm

70.
web nya sangat bagus dapat membantu mahasiswa/wi dalam menambah ilmu sipil,
utk perhitungan pondasi footplat tolong di post kan,
trims

By: rohmat on 23 March, 2009
at 1:18 pm

71.
pak akhira,..tolong bahasanya diperbaiki dulu,..sehingga maknanya bisa saya terima.
tetapi sesungguhnya pembangunan dermaga itu tidak harus memiliki topografi berkarang
7 meter..karna ada banyak faktor yang sangat menentukan dalam,..mendirikan sebuah
dermaga.

By: Lambutan Sinaga on 13 March, 2009
at 10:09 am
72.
sebelumnya saya memperkenalkan diri nama saya Akhirta bestopiron,ST
saya menanyaka beberapa point pada bapak sehubungan dengan pelaksanaa pekerjaan
dermaga
1.pada daerah yang akan dilakukan pelaksanaan pekerjaan dermaga secara garis besar
bisa saya ceritakan bahwa daerah tersebut topografi launta berkarang sekitar lebih kurang
7 meter dari tepi pantai berkarang dan apabila air laut surut maka ponton pembawa
pancang ke titik pemancangan akan kandas.apakah bisa disiasati dengan penggunaan
tower Crane dimana letak penumpukan Pancang jauh dari daerah yang akan dipancang.
2.dalam pelaksanaan pemancangan untuk menentukan titik koordinatnya apakah bisa kita
lakukan hanya dengan menggunakan 1 theodolit saja dan kalau tidak saya minta saran
alat apa saja yang dibutuhkan untuk ketepatan titik koordinat pemasangan tiang pancang.

By: akhirta bestopiron, ST on 12 March, 2009
at 6:47 pm

73.
Jika kita ingin membangun suatu pelabuhan, pada kondisi pantai yang dangkal, ada
beberapa alternatif yang perlu kita lakukan. dua diantaranya adalah: 1. untuk alur
pelayaran menuju pelabuhan, dilakukan pengerukan atau dredging. 2. Pelabuhan
direncanakan dengan sistim Jetty yang menjorok ke laut, hingga ditemukan kedalaman
dasar laut yang cukup sesuai dengan ukuran kapal yang akan berlabuh. sistim seperti ini
sangat banyak di indonesia seperti yang ada di Asahan SUMUT, pelabuhan INALUM,
Pelabuhan CPO Multi mas, dan Pelabuhan Dairi Prima Mineral yang saat ini sedang kami
kerjakan. ketiga pelabuhan tersebut memiliki pantai yang landai. sehingga ketiga
pelabuhan tersebut menjorok ke laut hingga 2 km.
Dalam mendirikan sebuah pelabuhan, tidak selalu harus memiliki gugus karang. Dengan
jenis tanah Clay yang memiliki kohesi tanah yang baik juga bisa didirikan pelabuhan
yang baik.
kondisi ombak yang besar tidak menjadi halangan untuk membangun suatu pelabuhan.
yang perlu diperhatikan adalah seberapa penting pelabuhan tersebut dan seberapa besar
hasil yang diperoleh setiap tahunnya dalam masa umur desain. sehingga kita bisa
menghitung apakah sebanding antara biaya yang kita keluarkan untuk membangun suatu
pelabuhan tersebut dengan hasil yang akan diperoleh.
Nothing imppossible with civil engineering..
perinsip ini perlu anda pegang sebagai calon-calon engineering. dan jangan pernah
menganggap sesuatu itu sulit.. semua mungkin untuk dilakukan, kecuali ada satu yaitu
manusia tidak bisa membuat nafas kehidupan…

By: elsinaga on 22 January, 2009
at 1:31 pm

74.
pak, kalau misalnya laut yang seperti/ semacam pantai selatan apabila dibuat /dibangun
pelabuhan, bagaimana sistemnya yang bagus. Memakai jenis pelabuhan yang seperti
apa??
Karena setelah dilihat lagi, disana pantainya dangkal, tidak memiliki gugus karang, tapi
ombaknya besar.
tolong dibantu, dijawab di email saya ya pak.
Saya sekarang masih kuliah di ITS semester 5.
Tolong dibagi ilmunya.
terima kasih

By: alan on 17 January, 2009
at 7:56 pm

75.
pak budi, kalaupun bentuknya bundar, itu sama saja, yang penting anda pahami adalah
letak titik sentris dari capping tersebut untuk diteruskan ke tiang pancangnya.

By: elsinaga on 23 December, 2008
at 9:36 am

76.
contoh design yang bagus,.. tetapi sy punya pertanyaan.. kalo pile capnya tidak kotak atau
bundar gimana ? apa perhitungannya sama ya, bang?
mohon d jawab ya bang..

By: budi satrio on 22 December, 2008
at 4:12 pm

77.
saat ini belum ada. karna semua waktunya masih tersita pada pekerjaan. mudah-mudahan
dihari-hari mendatang menulis buku itu bisa tercapai. karna memang itu juga merupakan
keinginan saya.

By: elsinaga on 22 October, 2008
at 3:42 pm

78.
maaf pak, kalo beleh tau bapak ada menulis buku tentang desain baja lengkap dengan
aplikasi dilapangan,

By: aramn on 22 October, 2008
at 3:29 pm

79.
Saya tidak memaklumi anda karna anda masih kuliah, tapi saya bisa memaklumi anda
karna anda mungkin belum mengerti. yang perlu anda ketahui adalah Bahwa SNI sangat
banyak sekali, dan kita akan menggunakannya sesuai dengan yang kita butuhkan. dalam
satu kasus design, misalnya Perencanaan Pangkal Jembatan dengan fondasi Tiang, ada
beberapa SNI yang dipakai, misalnya: SNI 03-2451-1991, tentang Spesifikasi pilar dan
kepala jembatan beton
sederhana bentang 5 m sampai dengan 25 m dengan fondasi tiang pancang, SNI 03-2532-
1991, SNI 03-2546-1991, SNI 03-1725-1989, Tata cara perencanaan pembebanan
jembatan jalan raya, SNI 03-2833-1992, Tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk
jembatan jalan raya, SNI 07-2052-2002, Baja tulangan dll. Belum lagi Beberapa SNI
yang mengatur tentang Spesifikasi Tanah. jadi anda harus menggunakannya sesuai
dengan peruntukannya.

By: elsinaga on 22 September, 2008
at 1:25 pm

80.
mas..
disain ini ada sni nya ga ya?
maaf.
maklum saya masi kuliah..

By: andre on 13 September, 2008
at 10:47 pm
81.
bagus

By: jumali on 16 June, 2008
at 7:37 pm

Leave a response
Click here to cancel reply.

Top of Form
28 0

1283572309

GRATIS.. Info Diskusi Berlangganan


Top of Form

Daftarkan Email anda untuk, Mendapatkan Info2 Diskusi tentang Hasil diskusi dan publikasi
terbaru yg akan dikirim Via E-mail anda.

subscribe 3788070 http://berthing.w o w idget f59f7ee40c /2008/05/26/desig


Jenis jenis pelabuhan:
A. Ditinjau dari segi penyelenggaraannya ada 2 jenis:
1. Pelabuhan Umum
2.Pelabuhan khusus
B. Ditinjau dari segi fungsinya:
1.Pelabuhan laut
2.pelabuhan pantai
C.Ditinjau dari segi penggunaannya:
1.Pelabuhan ikan
2.Pelabuhan minyak
3.pelabuhan penumpang
4.pelabuhanbarang
5.pelabuhan militer
6.pelabuhan campuran
D.Ditinjau menurut letak geografisnya:
1.Pelabuhan alam
2.pelabuhanbuatan