Anda di halaman 1dari 28

Penerapan Fungsi Manajemen dalam Proses

Pengembangan Sistem Informasi Kesehatan (SIK)

Disusun Oleh :

DODIET ADITYA SETYAWAN

PASCA SARJANA ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2010

================================= 0
Jawaban Ujian Akhir Semester
MK. Sistem Informasi dan Pendukung Keputusan untuk Organisasi Kesehatan
Dodiet Aditya Setyawan (SIMKES_2010)
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dewasa ini peranan sistem informasi sangatlah penting bagi sebuah


perusahaan atau organisasi. Tidak hanya sebagai sumber informasi dan
menunjang kegiatan operasional saja, bahkan sangat berperan dalam
pengambilan sebuah keputusan dari pimpinan organisasi. Sistem informasi
yang didukung dengan teknologi menjadi komponen yang sangat penting bagi
keberhasilan pencapaian tujuan suatu organisasi. System informasi dapat
merupakan kombinasi yang teratur dari orang, hardware, software, jaringan
komunikasi dan sumber daya data yang mengumpulkan, mengubah dan
menyebarkan informasi dalam sebuah organisasi.

Menurut O’Brien (2005), Sistem Informasi terdiri atas dua gabungan kata
yaitu sistem yang merupakan kumpulan elemen yang saling bekerja sama
untuk mencapai tujuan bersama, dan informasi yang merupakan data yang
telah diolah sedemikian rupa, sehingga menghasilkan sesuatu yang dapat
dimanfaatkan oleh pemakai akhir untuk tujuan tertentu. Dalam melakukan
pengembangan sistem informasi organisasi, perlu dilakukan perencanaan yang
matang dan dukungan dari pihak manajemen untuk menerapkan sistem
informasi tersebut dalam kehidupan berorganisasi secara berkelanjutan.

Perkembangan teknologi mendorong manusia untuk mengatasi


berbagai masalah yang timbul disekitarnya dengan tujuan untuk
mempermudah pekerjaan dan efisiensi waktu. Demikian juga dengan tempat
– tempat pelayanan kesehatan yang melayani masyarakat dalam bidang
kesehatan terdapat beberapa bagian yang bekerja sesuai dengan fungsinya
masing-masing dan saling berkaitan, seperti resepsionis yang bertugas untuk
proses registrasi awal pasien masuk rumah sakit, poliklinik sebagai tempat
pemeriksaan pasien, apotek untuk pengambilan obat dan lain-lain. Pasien yang

================================= 1
Jawaban Ujian Akhir Semester
MK. Sistem Informasi dan Pendukung Keputusan untuk Organisasi Kesehatan
Dodiet Aditya Setyawan (SIMKES_2010)
datang akan melalui berbagai bagian tersebut dan akan dilakukan pencatatan
tentang data-data pasien yang akan digunakan sebagai suatu informasi medik.
Dari informasi medik dapat diperoleh data mengenai riwayat kesehatan pasien
di tempat pelayanan kesehatan tersebut. Oleh karena itu, sangat dibutuhkan
peran system informasi yang mampu mengintegrasikan berbagai data tersebut
menjadi satu kesatuan informasi yang lengkap, sistematis dan akurat. Untuk
itulah dewasa ini sedang gencar – gencarnya dibangun sebuah Sistem
Informasi Kesehatan (SIK).
Sistem Informasi Kesehatan merupakan suatu pengelolaan informasi di
seluruh tingkat pelayanan kesehatan secara sistematis dalam rangka
penyelengggaraan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Perkembangan
Sistem Informasi Kesehatan yang berbasis komputer di Indonesia telah
berkembang sejak akhir dekade 80’an. Departemen Kesehatan dengan proyek
bantuan dari luar negeri, juga berusaha mengembangkan Sistem Informasi
Rumah Sakit pada beberapa rumah sakit pemerintah dengan dibantu oleh
tenaga ahli dari UGM. Namun, tampaknya pengembangan system seperti ini
kurang mendapatkan hasil yang cukup memuaskan semua pihak.
Ketidakberhasilan dalam pengembangan sistem informasi tersebut, salah
satunya disebabkan oleh perencanaan yang kurang baik, dimana identifikasi
faktor-faktor penentu keberhasilan (critical success factors) dalam
implementasi sistem informasi tersebut kurang lengkap dan menyeluruh.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang tersebut di atas, maka rumusan masalah
dalam paper ini adalah “Bagaimanakah Proses Pengembangan Sistem
Informasi Kesehatan dengan Menerapkan Pendekatan Fungsi Manajemen
yang Baik ?”.

================================= 2
Jawaban Ujian Akhir Semester
MK. Sistem Informasi dan Pendukung Keputusan untuk Organisasi Kesehatan
Dodiet Aditya Setyawan (SIMKES_2010)
C. Tujuan Penulisan
Penyusunan paper ini bertujuan untuk memberikan gambaran secara
singkat tentang penerapan Fungsi Manajemen dalam proses pengembangan
Sistem Informasi Kesehatan (SIK) yang terdiri atas Fungsi Perencanaan
(Planning), Pengorganisasian (Organizing), Penggerakan–Pelaksanaan
(Actuating), Pengawasan dan Pengendalian (Controlling) sebagaimana yang
diungkapkan dalam teori Fungsi Manajemen menurut George R. Terry.

================================= 3
Jawaban Ujian Akhir Semester
MK. Sistem Informasi dan Pendukung Keputusan untuk Organisasi Kesehatan
Dodiet Aditya Setyawan (SIMKES_2010)
BAB II
LANDASAN TEORI

A. Konsep Informasi
1. Definisi Informasi
Informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang
berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan
pada saat ini ataupun saat yang akan datang. Informasi memperkaya
penyajian, mempunyai nilai kejutan, atau mengungkap sesuatu yang
penerimanya kadang tidak tahu sama sekali. Dalam era dunia yang serba
tidak menentu dewasa ini, maka informasi mampu mengurangi
ketidakpastian itu. Jadi untuk membedakan antara informasi dengan data
adalah bahwa informasi itu mempunyai kandungan makna, sedangkan data
tidak. Pengertian makna tersebut merupakan hal yang sangat penting,
karena berdasarkan maknalah si penerima informasi dapat memahaminya
dan secar lebih jauh dapat menggunakannya untuk menarik suatu
kesimpulan atau bahkan mengambil keputusan.
Menurut pendapat Davis (1999), informasi itu mempunyai ciri – ciri
sebagai berikut :
a) Benar atau Salah.
Dalam hal ini, informasi berhubungan dengan
kebenaran terhadap kenyataan.
b) Baru.
Informasi itu benar – benar sesuatu yang baru bagi si
penerima.
c) Tambahan.
Informasi dapat memperbaharui atau memberikan
perubahan terhadap informasi yang telah ada.

================================= 4
Jawaban Ujian Akhir Semester
MK. Sistem Informasi dan Pendukung Keputusan untuk Organisasi Kesehatan
Dodiet Aditya Setyawan (SIMKES_2010)
d) Korektif.
Informasi dapat digunakan untuk melakukan koreksi
terhadap informasi sebelumnya yang salah atau kurang
benar.
e) Penegas.
Informasi dapat mempertegas informasi yang telah ada,
sehingga keyakinan terhadap informasi semakin
meningkat.

2. Kualitas dan Nilai Informasi


Relevansi konsep informasi terhadap perancangan system informasi
terutama adalah pada pengertian yang ditimbulkannya. Rumusan teori
tidak memberikan penerapan kuantitatif atas gagasan – gagasannya. Pada
dasarnya, informasi bervariasi dalam mutunya karena faktor bias atau
kesalahan. Bias yang dimaksud adalah biar terhadap error, karena
kesalahan cara pengukuran dan pengumpulan, kegagalan mengikuti
prosedur pemrosesan, kehilangan data atau data tidak terproses, kesalahan
perekaman atau koreksi data, kesalahan file histori/master, kesalahan
prosedur pemrosesan dan ketidakberfungsian system. Kualitas Informasi
tergantung dari 3 hal, yaitu :
a) Akurat, berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan
tidak bias atau menyesatkan. Akurat juga berarti informasi harus
jelas mencerminkan masudnya.
b) Tepat pada waktunya, berarti informasi yang datang pada penerima
tidak boleh terlambat.
c) Relevan, berarti informasi tersebut menpunyai manfaat untuk
pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan
yang lainnya berbeda..
Sedangkan Nilai Informasi ditentukan dari dua hal, yaitu Manfaat dan
Biaya Mendapatkannya. Suatu informasi dikatakan bernilai bila
manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya.

================================= 5
Jawaban Ujian Akhir Semester
MK. Sistem Informasi dan Pendukung Keputusan untuk Organisasi Kesehatan
Dodiet Aditya Setyawan (SIMKES_2010)
Pengukuran nilai informasi biasanya dihubungkan dengan analisis cost
effectiveness atau cost benefit

B. Konsep Sistem dan Sistem Informasi


1. Konsep Dasar Sistem
Sebuah system terdiri dari bagian – bagian saling berkaitan yang
beroperasi bersama untuk mencapai bebarapa sasaran atau maksud. Hal ini
berarti bahwa sebuah sistem bukanlah seperangkat unsur yang tersusun
secara tidak teratur, melainkan terdiri dari unsure yang dapat dikenal dan
saling melengkapi satu maksud, tujuan atau sasaran tertentu.
Menurut Jerry Fith Gerald, Sistem adalah suatu jaringan kerja dari
prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama
untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran
tertentu.
Karakteristik Sistem meliputi :
a) Memiliki Komponen ;
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi,
bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen sistem
dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari sistem. Setiap
sistem tidak perduli betapapun kecilnya, selalu mengandung
komponen-komponen atau subsistem-subsistem. Setiap subsistem
mempunyai sifat-sifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi
tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan. Suatu
sistem dapat mempunyai suatu sistem yang lebih besar yang disebut
supra sistem, misalnya suatu perusahaan dapat disebut dengan suatu
sistem dan industri yang merupakan sistem yang lebih besar dapat
disebut dengan supra sistem. Kalau dipandang industri sebagai suatu
sistem, maka perusahaan dapat disebut sebagai subsistem. Demikian
juga bila perusahaan dipandang sebagai suatu sistem, maka sistem
akuntansi adalah subsistemnya.

================================= 6
Jawaban Ujian Akhir Semester
MK. Sistem Informasi dan Pendukung Keputusan untuk Organisasi Kesehatan
Dodiet Aditya Setyawan (SIMKES_2010)
b) Batas Sistem (Boundary) ;
Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem
dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas
sistem ini memungkinkan suatu system dipandang sebagai suatu
kesatuan. Batas suatu sistem menunjukkan ruang lingkup (scope) dari
sistem tersebut.
c) Lingkungan Luar Sistem (Environment) ;
Adalah apapun di luar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi
sistem.
d) Penghubung Sistem (Interface) ;
Merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem
yang lainnya.
e) Masukan Sistem (Input) ;
Merupakan energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat
berupa masukan
perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input).
Maintenance input adalah energi yang dimasukkan supaya sistem
tersebut dapat beroperasi. Signal input adalah energi yang diproses
untuk didapatkan keluaran. Sebagai contoh didalam system komputer,
program adalah maintanance input yang digunakan untuk
mengoperasikan komputernya dan data adalah signal input untuk
diolah menjadi informasi.
f) Keluaran Sistem (Output) ;
Merupakan hasil dari energi yang diolah oleh sistem.
g) Pengolah Sistem (Process) ;
Merupakan bagian yang memproses masukan untuk menjadi keluaran
yang diinginkan.
h) Sasaran sistem ;
Kalau sistem tidak mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak
akan ada gunanya.

================================= 7
Jawaban Ujian Akhir Semester
MK. Sistem Informasi dan Pendukung Keputusan untuk Organisasi Kesehatan
Dodiet Aditya Setyawan (SIMKES_2010)
2. Konsep Sistem Informasi
Sistem Informasi sangatlah penting bagi sebuah perusahaan atau
organisasi. Tidak hanya sebagai sumber informasi dan menunjang kegiatan
operasional saja, bahkan sangat berperan dalam pengambilan sebuah
keputusan dari pimpinan organisasi. Sistem informasi yang didukung
dengan teknologi menjadi komponen yang sangat penting bagi
keberhasilan pencapaian tujuan suatu organisasi. System informasi dapat
merupakan kombinasi yang teratur dari orang, hardware, software,
jaringan komunikasi dan sumber daya data yang mengumpulkan,
mengubah dan menyebarkan informasi dalam sebuah organisasi. Sistem
ini memanfaatkan perangkat keras dan perangkat lunak komputer,
prosedur manual, model manajemen dan basis data.
Adapun Pengertian dari Sistem Informasi itu sendiri terdapat beberapa
definisi dari beberapa ahli, yang diantaranya adalah :
a) Turban, McLean, dan Wetherbe (1999)
Sistem informasi adalah sebuah sistem informasi yang mempunyai
fungsi mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisis, dan
menyebarkan informasi untuk tujuan yang spesifik.
b) Bodnar dan HopWood (1993)
Sistem informasi adalah kumpulan perangkat keras dan lunak yang
dirancang untuk mentransformasikan data ke dalam bentuk informasi
yang berguna.
c) Alter (1992)
Sistem informasi adalah kombinasi antara prosedur kerja, informasi,
orang, dan teknologi informasi yang diorganisasikan untuk mencapai
tujuan dalam sebuah perusahaan.
Disamping definisi dari para ahli tersebut, Sistem informasi juga dapat
didefinisikan sebagai berikut :
Sistem Informasi adalah suatu sistem dalam suatu organisasi yang
mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung
operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi

================================= 8
Jawaban Ujian Akhir Semester
MK. Sistem Informasi dan Pendukung Keputusan untuk Organisasi Kesehatan
Dodiet Aditya Setyawan (SIMKES_2010)
dan menyediakan laporan – laporan tertentu yang diperlukan (Robert A.
Leitch).
Sistem Informasi juga didefinisakn sebagai kerangka kerja yang
mengkoordinasikan sumber daya (manusia dan komputer) untuk
mengubah masukan (input) menjadi keluaran (informasi) guna mencapai
sasaran – sasaran yang telah ditetapkan oleh suatu
organisasi/perusahaan.

C. Konsep Sistem Informasi Kesehatan


Sistem Informasi Kesehatan merupakan suatu pengelolaan informasi diseluruh
tingkat pemerintah secara sistematis dalam rangka penyelenggaraan pelayanan
kepada masyarakat. Menurut Lippeveld & Sauerborn (2000), Sistem
Informasi Kesehatan adalah tatanan yang merupakan gabungan perangkat
dan prosedur yang digunakan dalam program kesehatan untuk
mengumpulkan, mengolah, mengirimkan dan menggunakan data untuk
keperluan perencanaan, monitoring, evaluasi dan pengendalian.
Saat ini, Kementerian Kesehatan telah menetapkan visi yang menitikberatkan
pada indikator penduduknya yang hidup sehat dalam lingkungan yang sehat,
berperilaku sehat, dan mampu menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu
yang disediakan oleh pemerintah dan/atau masyarakat sendiri, serta
meningkatnya peran serta masyarakat dan berbagai sektor pemerintah dalam
upaya-upaya pelayanan kesehatan. Dalam upaya mencapai visi yang telah
ditetapkan tersebut, infrastruktur pelayanan kesehatan telah dibangun
sedemikian rupa mulai dari tingkat nasional, propinsi, kabupaten dan
seterusnya sampai ke pelosok. Setiap unit infrastruktur pelayanan kesehatan
tersebut menjalankan program dan pelayanan kesehatan menuju pencapaian
visi tersebut. Setiap jenjang tersebut memiliki sistem kesehatan yang yang
saling terkait mulai dari pelayanan kesehatan dasar di desa dan kecamatan
sampai ke tingkat nasional. Jaringan sistem pelayanan kesehatn tersebut
memerlukan sistem informasi yang saling mendukung dan terkait, sehingga
setiap kegiatan dan program kesehatan yang dilaksanakan dan dirasakan oleh

================================= 9
Jawaban Ujian Akhir Semester
MK. Sistem Informasi dan Pendukung Keputusan untuk Organisasi Kesehatan
Dodiet Aditya Setyawan (SIMKES_2010)
masyarakat dapat diketahui, difahami, diantisipasi dan di kelola dengan
sebaik-baiknya. Kementerian Kesehatan telah membangun Sistem Informasi
Kesehatan yang disebut SIKNAS yang melingkupi sistem jaringan informasi
kesehatan mulai dari kabupaten sampai ke pusat. Namun demikian dengan
keterbatasan sumberdaya yang dimiliki, SIKNAS belum berjalan sebagaimana
mestinya. Dengan demikian sangat dibutuhkan sekali dibangunnya Sistem
Informasi Kesehatan yang terintegrasi baik di dalam sektor kesehatan (antar
program dan antar jenjang), dan di luar sektor kesehatan, yaitu dengan sistem
jaringan informasi pemerintah daerah dan jaringan informasi di pusat.
Disamping itu, dalam proses pengembangan Sistem Informasi Kesehatan
tersebut hendaknyalah melalui perencanaan dan manajerial yang lebih baik.
Sehingga pendekatan Manajemen menjadi sangat penting dalam pembangunan
atau pengembangan suatu Sistem Informasi Kesehatan, khususnya penerapan
Fungsi Manajemen dalam proses tersebut.

D. Konsep Manajemen dan Fungsi Manajemen


Penerapan sistem informasi dapat mempengaruhi struktur organisasi, motivasi
dalam organisasi, manajemen dan bahkan pengambilan keputusan. Oleh
karena itu, dalam penulisan paper ini mencoba mengkaitkan peranan fungsi
manajemen dalam pengembangan system informasi khususnya Sistem
Informasi Kesehatan (SIK). Namun sebelum menguraikan hal tersebut, maka
terlebih dahulu akan diuraikan secara singkat tentang Manajemen dan Fungsi
Manajemen tersebut.
1. Pengertian Manajemen
Dalam mengartikan dan mendefinisikan manajemen terdapat berbagai
ragam, ada yang mengartikan dengan ketatalaksanaan, manajemen
pengurusan dan sebagaianya. Namun secara garis besar, Pengertian
Manajemen dapat dilihat dari tiga (3) pengertian, diantaranya adalah :
a) Manajemen sebagai Suatu Proses
b) Manajemen sebagai Suatu Kolektivitas Manusia
c) Manajemen sebagai Ilmu dan Seni (Science and Art)

================================= 10
Jawaban Ujian Akhir Semester
MK. Sistem Informasi dan Pendukung Keputusan untuk Organisasi Kesehatan
Dodiet Aditya Setyawan (SIMKES_2010)
Manajemen Sebagai Suatu Proses :
Manajemen sebagai suatu proses, melihat bagaimana cara orang untuk
mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu. Pengertian
manajemen sebagai suatu proses ini dapat dilihat dari beberapa pengertian
menurut :
1) Encyclopedia of The Social Science ; manajemen adalah suatu proses
dimana pelaksanaan suatu tujuan tertentu dilaksanakan dan diawasi.
2) Haiman ; manajemen adalah fungsi untuk mencapai suatu tujuan
melalui kegiatan orang lain, mengawasi usaha – usaha yang dilakukan
individu untuk mencapai tujuan.
3) Georgy R. Terry ; manajemen yaitu cara pencapaian tujuan yang telah
ditentukan terlebih dahulu dengan melalui kegiatan orang lain.
Manajemen Sebagai Suatu Kolektivitas Manusia :
Manajemen sebagai suatu kolektivitas mempunyai arti sebagai kumpulan
dari orang – orang yang bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan
bersama. Kolektifitas atau kumpulan orang – orang inilah yang disebut
dengan manajemen, sedang orang yang bertanggung jawab terhadap
terlaksananya suatu tujuan atau berjalannya aktifitas manajemen disebut
sebagai Manajer.
Manajemen Sebagai Ilmu dan Seni :
Dalam batasan ini, melihat bagaimana aktifitas manajemen dikaitkan
dengan prinsip – prinsip manajemen. Dinamika manajemen sangat
dipengaruhi oleh strategi manajer dalam menggerakkan SDM nya agar
mereka mampu berkarya secara optimal untuk mencapai tujuan organisasi.
Untuk menggerakkan roda organisasi, seorang manajer perlu memiliki
wawasan yang luas dan terus mengembangkan dirinya dengan
mempelajari berbagai ilmu yang terkait dengan tugas – tugasnya.

Dari berbagai definisi terkait Manajemen sebagaiaman disebutkan


diatas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Manajemen adalah
koordinasi semua sumber daya melalui proses perencanaan,

================================= 11
Jawaban Ujian Akhir Semester
MK. Sistem Informasi dan Pendukung Keputusan untuk Organisasi Kesehatan
Dodiet Aditya Setyawan (SIMKES_2010)
pengorganisasian, penetapan tenaga kerja, pengarahan dan pengawasan
untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu.

2. Fungsi Manajemen
Fungsi Manajemen merupakan elemen-elemen dasar yang akan selalu ada
dan melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh
manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan. Fungsi
manajemen pertama kali diperkenalkan oleh seorang industrialis Perancis
bernama Henry Fayol pada awal abad ke-20. Namun dalam bahasan ini
akan dikemukakan Fungsi Manajemen menurut George R. Terry yang
meliputi Planning, Organizing, Actuating dan Controlling.

================================= 12
Jawaban Ujian Akhir Semester
MK. Sistem Informasi dan Pendukung Keputusan untuk Organisasi Kesehatan
Dodiet Aditya Setyawan (SIMKES_2010)
BAB III
PENERAPAN FUNGSI - FUNGSI MANAJEMEN DALAM
PROSES PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI
KESEHATAN

Pemahaman tentang organisasi dan manajemen sangat diperlukan bagi


analisis dan perkembangan sistem informasi. Penerapan sistem informasi dapat
mempengaruhi organisasi, motivasi dalam organisasi, manajemen dan
pengambilan keputusan. Gambaran yang dapat disampaikan berkaitan dengan
perkembangan Sistem Informasi pada saat ini adalah :
1) Masing-masing program masih memiliki sistem informasi sendiri-sendiri yang
belum terintegrasi satu sama lain. Sehingga bila diperlukan informasi yang
menyeluruh masih diperlukan waktu yang cukup lama untuk mendapatkannya.
2) Terbatasnya kemampuan dan kemauan sumber daya manusia untuk mengelola
dan mengembangkan sistem informasi yang telah ada.
3) Masih belum terbiasanya sistem pengambilan keputusan berdasarkan
data/informasi yang tersedia.
4) Belum adanya pengakuan secara professional terhadap pengelola sistem
informasi dan system pengembangan kariernya.
Oleh karena itu, Sistem Informasi Kesehatan harus benar – benar
dibangun melalui proses perencanaan yang matang dan sistematis agar dapat
mengatasi kekurangan – kekurangan antar tempat – tempat pelayanan kesehatan
kepada masyarakat. Dalam melakukan pengembangan Sistem Informasi
Kesehatan secara umum, terdapat beberapa konsep dasar yang harus dipahami
oleh para pengembang atau perencana system informasi kesehatan. Adapun
konsep – konsep pengembangan Sistem Informasi Kesehatan itu antara lain :
1) Sistem informasi tidak identik dengan sistem komputerisasi.
Pada dasarnya sistem informasi tidak bergantung kepada penggunaan
teknologi komputer. Sistem informasi yang memanfaatkan teknologi
komputer dalam implementasinya disebut sebagai Sistem Informasi Berbasis

================================= 13
Jawaban Ujian Akhir Semester
MK. Sistem Informasi dan Pendukung Keputusan untuk Organisasi Kesehatan
Dodiet Aditya Setyawan (SIMKES_2010)
Komputer (Computer Based Information System). Pada pembahasan
selanjutnya, yang dimaksudkan dengan sistem informasi adalah sistem
informasi yang berbasis komputer. Isu penting yang mendorong pemanfaatan
teknologi komputer atau teknologi informasi dalam sistem informasi suatu
organisasi adalah :
a. Pengambilan keputusan yang tidak dilandasi dengan
informasi.
b. Informasi yang tersedia, tidak relevan.
c. Informasi yang ada, tidak dimanfaatkan oleh
manajemen.
d. Informasi yang ada, tidak tepat waktu.
e. Terlalu banyak informasi.
f. Informasi yang tersedia, tidak akurat.
g. Adanya duplikasi data (data redundancy).
h. Adanya data yang cara pemanfaatannya tidak fleksibel.
2) Sistem informasi organisasi adalah suatu sistem yang dinamis.
Dinamika sistem informasi dalam suatu organisasi sangat ditentukan oleh
dinamika perkembangan organisasi tersebut. Oleh karena itu perlu disadari
bahwa pengembangan sistem informasi tidak pernah berhenti.
3) Sistem informasi kesehatan sebagai suatu sistem harus mengikuti siklus hidup
sistem.
Mengingat perkembangan teknologi informasi yang berlangsung dengan
cepat, maka para pengguna harus lebih bijak dalam memanfaatkan dan
menggunakan teknologi tersebut.
4) Daya guna system informasi kesehatan sangat ditentukan oleh tingkat
integritas sistem informasi itu sendiri.
Sistem Informasi Kesehatan yang terpadu atau terintegrasi mempunyai daya
guna yang tinggi, jika dibandingkan dengan sistem informasi yang
terfragmentasi. Usaha untuk melakukan integrasi sistem yang ada didalam
suatu organisasi khususnya organisasi pelayan kesehatan menjadi satu sistem
yang utuh merupakan usaha yang berat dengan biaya yang cukup besar dan

================================= 14
Jawaban Ujian Akhir Semester
MK. Sistem Informasi dan Pendukung Keputusan untuk Organisasi Kesehatan
Dodiet Aditya Setyawan (SIMKES_2010)
harus dilakukan secara berkesinambungan. Sinkronisasi antar sistem yang ada
dalam sistem informasi kesehatan itu, merupakan prasyarat yang mutlak untuk
dapat mendapatkan sistem informasi kesehatan yang terpadu. Sistem
informasi umunya dan system informasi kesehatan khususnya, pada dasarnya
terdiri dari minimal 2 aspek yang harus berjalan secara selaras, yaitu aspek
manual dan aspek yang terotomatisasi (aspek komputer). Pengembangan
sistem informasi yang berhasil apabila dilakukan dengan mengembangkan
kedua aspek tersebut. Sering kali pengembang sistem informasi hanya
memfokuskan diri pada pengembangan aspek komputernya saja, tanpa
memperhatikan aspek manualnya. Hal ini di akibatkan adanya asumsi bahwa
aspek manual lebih mudah diatasi dari pada aspek komputernya. Padahal salah
satu faktor penentu keberhasilan pengembangan sistem informasi adalah
dukungan perilaku dari para pengguna sistem informasi tersebut, dimana para
pengguna sangat terkait dengan sistem dan prosedur dari sistem informasi
pada aspek manualnya.
5) Keberhasilan pengembanagan sistem informasi kesehatan sangat bergantung
pada strategi yang dipilih untuk pengembangan system tersebut.
Strategi yang dipilih untuk melakukan pengembangan sistem sangat
bergantung kepada besar kecilnya cakupan dan tingkat kompleksitas dari
sistem informasi tersebut. Untuk sistem informasi kesehatan yang cakupannya
luas dan tingkat kompleksitas yang tinggi diperlukan tahapan pengembangan
seperti: Penyusunan Rencana Induk Pengembangan, Pembuatan Rancangan
Global, Pembuatan Rancangan Rinci, Implementasi dan Operasionalisasi.
Dalam pemilihan strategi harus dipertimbangkan berbagai faktor seperti :
keadaan yang sekarang dihadapi, keadaan pada waktu sistem informasi siap
dioperasionalkan dan keadaan dimasa mendatang, termasuk antisipasi
perkembangan organisasi dan perkembangan teknologi. Ketidaktepatan dalam
melakukan prediksi keadaan dimasa mendatang, merupakan salah satu
penyebab kegagalam implementasi dan operasionalisasi sistem informasi
kesehatan itu sendiri.

================================= 15
Jawaban Ujian Akhir Semester
MK. Sistem Informasi dan Pendukung Keputusan untuk Organisasi Kesehatan
Dodiet Aditya Setyawan (SIMKES_2010)
6) Pengembangan Sistem Informasi Kesehatan harus menggunakan pendekatan
fungsi dan dilakukan secara menyeluruh.
Dalam beberapa kasus, pengembangan sistem informasi kesehatan dilakukan
dengan menggunakan pendekatan struktur organisasi dan pada umumnya
mereka mengalami kegagalan, karena struktur organisasi sering kali kurang
mencerminkan semua fungsi yang ada didalam organisasi. Sebagai
pengembang sistem informasi hanya bertanggung jawab dalam
mengintegrasikan fungsi-fungsi dan sistem yang ada didalam organisasi
tersebut menjadi satu sistem informasi yang terpadu. Pemetaan fungsi-fungsi
dan sistem ke dalam unit-unit struktural yang ada di dalam organisasi tersebut
adalah wewenang dan tanggungjawab dari pimpinan organisasi tersebut.
Penyusunan rancang bangun/desain sistem informasi seharusnya dilakukan
secara menyeluruh sedangkan dalam pembuatan aplikasi bisa dilakukan secara
sektoral atau segmental menurut prioritas dan ketersediaan dana.
Pengembangan sistem informasi kesehatan yang dilakukan segmental atau
sektoral tanpa adanya desain sistem informasi kesehatan yang menyeluruh
akan menyebabkan kesulitan dalam melakukan intergrasi sistem tersebut.
7) Informasi telah menjadi aset organisasi.
Berdasarkan teori tentang manajemen modern, informasi telah menjadi salah
satu aset dari suatu organisasi, selain uang, SDM, sarana dan prasarana.
Penguasaan informasi internal dan eksternal organisasi merupakan salah satu
keunggulan kompetitif (competitive advantage), karena keberadaan informasi
tersebut dapat :
a) Menentukan kelancaran dan kualitas proses kerja,
b) Menjadi ukuran kinerja organisasi/perusahaan,
c) Menjadi acuan yang pada akhirnya menentukan
kedudukan/peringkat organisasi tersebut dalam persaingan
lokal maupun global.

================================= 16
Jawaban Ujian Akhir Semester
MK. Sistem Informasi dan Pendukung Keputusan untuk Organisasi Kesehatan
Dodiet Aditya Setyawan (SIMKES_2010)
8) Penjabaran sistem sampai ke aplikasi menggunakan struktur hierarkis yang
mudah dipahami.
Dari semua teori yang membahas tentang konsep sistem, hanya dikenal istilah
sistem dan subsistem. Hal ini akan menimbulkan kesulitan dalam melakukan
penjabaran sistem informasi kesehatan yang cukup luas cakupannya. Masing-
masing subsistem dapat terdiri atas beberapa modul, masing-masing modul
dapat terdiri dari beberapa submodul dan masingmasing submodul dapat
terdiri dari beberapa aplikasi sesuai dengan kebutuhan. Struktur hirarki seperti
ini sangat memudahkan dari segi pemahaman maupun penamaan. Pada
beberapa kondisi tidak perlukan penjabaran sampai 5 tingkat, misalnya sebuah
modul tidak perlu lagi dijabarkan dalam sub-sub modul, karena jabaran
berikutnya sudah sampai tingkatan aplikasi.

Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka dapatlah diketahui bersama


bahwa proses pengembangan sistem informasi, khususnya Sistem Informasi
Kesehatan itu tidaklah mudah. Telah banyak pelajaran yang berharga tentang
kegagalan dalam pengembangan sistem tersebut. Hal ini disebabkan oleh berbagai
factor sebagaiman telah diuraikan sebelumnya. Salah satu diantaranya adalah
proses perencanaan yang kurang baik. Hal tersebut menunjukkan bahwa dalam
proses pengembangan sistem informasi kesehatan sangatlah terkait dengan proses
manajemen, yang lebih khusus lagi dapat dikatakan bahwa dalam pengembangan
system informasi kesehatan perlu memperhatikan dan menerapkan fungsi –
fungsi manajemen agar dapat terlaksana secara lebih sistematis dan
komprehensif serta berkesinambungan. Pentingnya penerapan kegiatan manajerial
tersebut menunjukkan bahwa sistem informasi yang dalam hal ini adalah sistem
informasi kesehatan tidak boleh melupakan penggunaan sistem sebagai sebuah
metode untuk membantu manajer membina struktur melalui perencanaan,
pengorganisasian, aktuasi, pengawasan dan pengendalian (controlling). Konsep
tentang Fungsi Manajemen ini apabila digabungkan bersama – sama dengan
Konsep – konsep Pengembangan Sistem Informasi yang ada serta Otomatisasi
Sistem, maka akan dihasilkan Perangkat Metodologi, Perangkat Pemodelan, dan

================================= 17
Jawaban Ujian Akhir Semester
MK. Sistem Informasi dan Pendukung Keputusan untuk Organisasi Kesehatan
Dodiet Aditya Setyawan (SIMKES_2010)
teknik yang sangat kuat untuk membantu dalam Pengembangan Sistem Informasi
khususnya Sistem Informasi Kesehatan yang sukses. Berikut ini adalah gambaran
tentang penerapan Fungsi Manajemen dalam kaitannya dengan Pengembangan
Sistem Informasi.

Controlling :
 Beradaptasi dengan dinamika Controlling :
organisasi & mengatasi  Memonitor laporan perkembangan
kemunduran. dan laporan terdokumentasi yang
 Menuntun dan mendorong orang siap diserahkan.
untuk bekerja sesuai kemampuan  Membandingkan rencana dengan
dan tujuan bersama. apa yg sebenarnya terjadi

Gambar 1. Fungsi Manajemen


Sumber : Mukhyi, 1995

================================= 18
Jawaban Ujian Akhir Semester
MK. Sistem Informasi dan Pendukung Keputusan untuk Organisasi Kesehatan
Dodiet Aditya Setyawan (SIMKES_2010)
A. Perencanaan (Planning)
Rencana adalah suatu arah tindakan yang sudah ditentukan terlebih
dahulu. Perencanaan mengungkapkan tujuan – tujuan keorganisasian dan
kegiatan – kegiatan yang diperlukan guna mencapai tujuan tersebut. Dalam
kerja system, terdapat dua tingkat perencanaan. Perencanaan system
memberikan pandangan sekilas kepada manajer, pemakai dan personalia
system informasi tentang bermacam – macam proyek system yang
memerlukan sumber daya untuk waktu yang lama. Perencanaan tingkat atas
menetapkan apa yang harus dikerjakan dan menetapkan anggaran biaya
keseluruhan untuk semua proyek system informasi kesehatan yang
direncanakan. Selain biaya pengembangan, anggaran ini juga mencakup biaya
sumber daya lain, seperti computer, telekomunikasi, sambungan baru, lokasi
baru dan sebagainya. Perencanaan tingkat bawah merupakan perencanaan
proyek system informasi kesehatan yang meliputi penetapan rencana untuk
pengembangan masing – masing proyek system informasi yang akan
dibangun. Kualitas perencanaan proyek system informasi ini memerlukan
Jadwal dan Anggaran yang akurat. Dalam suatu perencanaan dikenal hirarki
tingkat – tingkat perencanaan yang terdiri atas :
1) Perencanaan Strategis
Perencanaan strategis berhubungan dengan pertimbangan jangka panjang.
Keputusan yang harus diambil berhubungan dengan bidang usaha
organisasi dan dimana sasaran pelayanan berada.
2) Perencanaan Taktis
Berhubungan dengan cakrawala perencanaan jangka menengah. Disini
termasuk cara sumber daya dicapai dan diatur, penstrukturan kerja dan
petugas yang dibutuhkan beserta pelatihannya. Perencanaan taktis
dicerminkan dalam anggaran pengeluaran modal, rencana penyusunan staf,
dan sebagainya.
3) Perencanaan Operasional
Berhubungan dengan keputusan untuk operasi yang sedang berjalan,
penetapan harga, tingkat ketersediaan barang dan sebagainya.

================================= 19
Jawaban Ujian Akhir Semester
MK. Sistem Informasi dan Pendukung Keputusan untuk Organisasi Kesehatan
Dodiet Aditya Setyawan (SIMKES_2010)
Melalui perencanaan yang sedemikian matang ini dengan memperhatikan
berbagai acuan yang ada, maka diharapkan proses pengembangan sistem
informasi kesehatan akan lebih baik. Dalam tahap perencanaan ini, kita
mengumpulkan informasi tentang permasalahan serta persyaratannya.
Kemudian menentukan kriteria dan pembatasan pemecahan serta memberikan
alternatif jalan keluarnya. Dalam tahap ini sudah harus diperhitungkan
seberapa besar perubahan yang harus dibuat dari sistem awal, infrastruktur apa
saja yang dibutuhkan, berapa besar cost pengembangan dan benefit yang
nantinya akan dihasilkan. Hasil akhir tahap ini harus terdokumentasi, sehingga
tersusun proposal proyek atau dokumen perencanaan proyek. Dalam
perencanaan ini juga dapat ditetapkan perancangan system informasi
kesehatan yang akan dikembangkan. Adapun tujuan dari perancangan Sistem
Informasi ini antara lain :
1) Memberikan gambaran secara umum tentang kebutuhan informasi kepada
pemakai sistem secara logika (Logical System Design)
2) Memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yeng lengkap
kepada pemogram komputer dan ahli – ahli teknik lainnya (Detail System
design)

B. Pengorganisasian
Agar perencanaan pengembangan sistem informasi kesehatn yang telah
disusun dapat berjalan dengan baik dan lancar, maka perlu dilakukan
pengorganisasian terhadap aktor – aktor yang berperan dalam proses tersebut
dengan tepat. Pembagian tugas, tanggung jawab dan kewenangan yang jelas
sangat diperlukan agar tidak terjadi tumpang tindih dalam pelaksanaan proyek
yang akan dikerjakan. Pada tahap ini, juga diperlukan pemahaman yang benar
tentang system informasi yanga akan dikembangkan kepada semua pihak yang
terlibat. Sebagai gambaran, selama tahap SDLC (System Development Life
Cycle) diperlukan keterampilan dan focus yang berbeda. Hal ini sering
mengharuskan organisasi, staf dan tim proyek yang lain berpindah dari tahap
ke tahap untuk mengikuti perubahan tahapan siklus tersebut. ”System

================================= 20
Jawaban Ujian Akhir Semester
MK. Sistem Informasi dan Pendukung Keputusan untuk Organisasi Kesehatan
Dodiet Aditya Setyawan (SIMKES_2010)
Development Life Cycle (SDLC)” atau Siklus Hidup Sistem merupakan proses
evolusioner yang didikuti dalam menerapkan sistem yang berbasis komputer.
System Development Life Cycle (SDLC) ini diterapkan karena beberapa alasan,
diantaranya adalah :
1) Metode ini menyediakan tahapan yang dapat digunakan sebagai pedoman
mengembangkan sistem.
2) Metode ini akan memberikan hasil sistem yang lebih baik karena sistem
dianalisis dan dirancang secara keseluruhan sebalum diimplementasikan.
Untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik terhadap proyek
system informasi yang besar, seorang manajer bisa memperlakukan masing –
masing tahap SDLC tersebut sebagai sub-proyek terpisah. Jika pengembangan
berkembang ke tahap rancangan terinci, proyek system informasi bisa dibagi
menjadi sub-proyek untuk masing – masing komponen rancangan system
informasi. Seorang pemimpin tim ditunjuk untuk masing – masing sub-proyek
sebagai manajer kelompok orang yang dilatih untuk komponen tersebut.
Sebagai contoh : sebuah tim proyek kecil ditugasi untuk merancang
keluaran dalam bentuk grafik dan laporan tabulasi baik diatas kertas maupun
video, tim yang lain merancang bentuk formulir dan berbagai masukan lain,
dan tim yang lain lagi merancang proses. Satu tim mengerjakan rancangan
database logic dan fisik, sedang tim yang lain bertugas merancang
pengendalian, dan seterusnya. Karena seluruh komponen system ini harus
berkembang kea rah integrasi menyeluruh, maka diperlukan koordinasi dan
komunikasi diantara semua tim.

C. Penggerakan-Pelaksanaan (Actuating)
Fungsi manajemen ini merupakan fungsi penggerak semua kegiatan
yang telah dituangkan dalam fungsi pengorganisasian untuk mencapai tujuan
organisasi yang telah dirumuskan dalam fungsi perencanaan. Oleh karena itu
fungsi manajemen ini lebih menekankan tentang bagaimana seorang manajer
mengarahkan dan menggerakkan semua sumber daya untuk mencapai tujuan
yang telah disepakati. Secara praktis, penerapan fungsi aktuasi ini dalam

================================= 21
Jawaban Ujian Akhir Semester
MK. Sistem Informasi dan Pendukung Keputusan untuk Organisasi Kesehatan
Dodiet Aditya Setyawan (SIMKES_2010)
proses pengembangan system informasi kesehatan adalah untuk menciptakan
iklim kerja sama diantar staf pelaksana program sehingga tujuan
pengembangan system tersebut dapat berjalan secara efektif dan efisien.
Sedangkan pada pelaksanaannya, Sistem baru yang telah dibangun
kemudian diimplementasikan dalam organisasi/lembaga/perusahaan. Tahapan
ini merupakan proses mengganti atau meninggalkan sistem yang lama dengan
sistem yang baru, sehingga sangat dimungkinkan pada tahap ini akan muncul
permasalahan yaitu penolakan atas sistem baru. Tahap ini juga merupakan
tahap meletakkan sistem supaya siap dioperasikan dan terdiri dari beberapa
kegiatan berupa :
1) Mempersiapkan rencana implementasi
2) Melakukan kegiatan implementasi :
a). Memilih dan melatih personil
b). Memilih dan mempersiapkan tempat dan lokasi sistem
c). Mengetes sistem
d). Melakukan konversi sistem :
 Konversi Pararel
Dilakukan dengan cara mengoperasikan sistem yang baru
bersama-sama dengan sistem yang lama dalam satu periode
waktu tertentu.
 Konversi Pilot
Dilakukan bertahap pada suatu lokasi sebagai suatu percontohan
dan jika berhasil kemudian dilanjutkan ke lokasi berikutnya.
 Konversi Bertahap
Dilakukan dengan menerapkan masing – masing modul dari
sistem secara bertahap dan urut.
 Konversi Langsung
Dilakukan dengan mengganti sistem yang lama secara langsung
dengan sistem yang baru.

================================= 22
Jawaban Ujian Akhir Semester
MK. Sistem Informasi dan Pendukung Keputusan untuk Organisasi Kesehatan
Dodiet Aditya Setyawan (SIMKES_2010)
3) Menindaklanjuti implementasi
Fungsi aktuasi ini haruslah dimulai dari diri manajer. Manajer harus
menunjukkan kepada stafnya bahwa ia mempunyai tekad untuk mencapai
kemajuan dan peka terhadap lingkungannya. Ia harus mempunyai kemampuan
bekerja sama dengan orang lain secara harmonis.

D. Pengawasan dan Pengendalian (Controlling)


Fungsi Pengawasan dan Pengendalian (Controlling) merupakan fungsi
yang terakhir dari proses manajemen. Fungsi ini mempunyai keterkaitan yang
erat dengan ketiga fungsi manajemen lainnya, terutama dengan fungsi
perencanaan. Melalui fungsi pengawasan dan pengendalian, standard
keberhasilan selalu harus dibandingkan dengan hasil yang telah dicapai atau
yang mampu dikerjakan. Jika ada kesenjangan atau penyimpangan diupayakan
agar penyimpangan dapat dideteksi sedini mungkin, dicegah, dikendalikan dan
dikurangi. Kegiatan fungsi pengawasan dan pengendalian bertujuan agar
efisiensi penggunaan sumber daya dapat lebih berkembang, dan efektifitas
tugas – tugas staf untuk mencapai tujuan program dapat lebih terjamin.
Sedangkan pengendalian adalah kegiatan mengukur penyimpangan
dari prestasi yang direncanakan dan menggerakkan tindakan korektif. Unsur –
unsur dasar pengendalian adalah :
1) Sebuah standar spesifikasi prestasi yang diharapkan, yang dapat berupa
anggaran, prosedur pengoperasian, algoritma atau aturan, keputusan dan
sebagainya.
2) Sebuah pengukuran prestasi nyata.
3) Sebuah perbandingan antara prestasi yang diharapkan dengan kenyataan.
4) Sebuah laporan penyimpangan kepada unit pengendali.
5) Seperangkat tindakan yang dapat dilakukan oleh unit pengendali untuk
mengubah prestasi mendatang bila yang sekarang ternyata kurang
memuaskan.
Makna penting diterapkannya fungsi pengawasan dan pengendalian
manajerial dibidang kegiatan program pengembangan Sistem Informasi

================================= 23
Jawaban Ujian Akhir Semester
MK. Sistem Informasi dan Pendukung Keputusan untuk Organisasi Kesehatan
Dodiet Aditya Setyawan (SIMKES_2010)
Kesehatan harus dapat menciptakan kerja sama yang semakin terbuka,
harmonis dan terintegrasi antar bagian satu dengan bagian yang lain, antar staf
dengan staf yang alain, maupun antar staf dengan manajer dan sebaliknya.
Aspek pengawasan dari fungsi Controlling ini akan memberikan manfaat
untuk menemukan terjadinya penyimpangan dalam pelaksanaan kegiatan
program dibandingkan dengan indicator yang telah ditetapkan. Sedangkan
aspek pengendalian dari fungsi Controlling ini akan memberikan jalan keluar
(upaya pemecahan masalah) sesuai dengan faktor – faktor penyebab yang
diidentifikasi pada saat pengawasan sehingga penyimpangan dapat segera
dihilangkan, dikurangi atau setidak – tidaknya dapat dicegah.

================================= 24
Jawaban Ujian Akhir Semester
MK. Sistem Informasi dan Pendukung Keputusan untuk Organisasi Kesehatan
Dodiet Aditya Setyawan (SIMKES_2010)
BAB IV
PENUTUP

Dalam proses pengembangan sebuah Sistem Informasi khususnya Sistem


Informasi Kesehatan diperlukan pemahaman tentang organisasi dan manajemen
terutama fungsi manajemen, karena suatu perubahan atau penerapan system baru
dalam sebuah organisasi akan mempengaruhi organisasi tersebut beserta
manajemennya.
Fungsi – fungsi manajemen berupa perencanaan, pengorganisasian,
penggerakan dan pelaksanaan serta pengawasan dan pengendalian adalah
menyangkut kegiatan pembentukan struktur, pengambilan keputusan dan interaksi
manusia.

A. KESIMPULAN
Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka secara umum dapat disimpulkan
bahwa :
1) Sistem Informasi Kesehatan sistem informasi kesehatan merupakan
sebuah sarana sebagai penunjang pelayanan kesehatan yang diberikan
kepada masyarakat. Sistem informasi kesehatan yang efektif
memberikan dukungan informasi bagi proses pengambilan keputusan
di semua jenjang tempat pelayanan kesehatan, baik di puskesmas atau
rumah sakit kecil sekalipun. Bukan hanya data, namun juga informasi
yang lengkap, tepat, akurat, dan cepat yang dapat disajikan dengan
adanya sistem informasi kesehatan yang tertata dan terlaksana dengan
baik.
2) Dukungan lintas sektoral sangat diharapkan mulai dari tahap
perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan bahkan pengawasan
serta penilaian dalam rangka meningkatkan Sistem Informasi
Kesehatan yang lebih integratif, akurat dan tepat waktu dalam rangka
meningkatkan kesehatan masyarakat, baik dalam segi motivasi
maupun teknis dari masing – masing sektor.

================================= 25
Jawaban Ujian Akhir Semester
MK. Sistem Informasi dan Pendukung Keputusan untuk Organisasi Kesehatan
Dodiet Aditya Setyawan (SIMKES_2010)
3) Sistem Informasi Kesehatan yang terintegrasi akan mampu secara aktif
mencari, menganalisis, memahami, menyebarluaskan dan
mepertukarkan data/informasi secara elektronis bagi seluruh
stakeholder.
4) Pengembangan Sistem Informasi Kesehatan dapat digunakan untuk
mengubah tujuan, kegiatan, produk, pelayanan kesehatan untuk
mendukung agar pusat pelayanan kesehatan dapat meraih keunggulan
kompetitif.

B. SARAN
Setelah mengetahui peranan Fungsi Manajemen dalam proses pengembangan
Sistem Informasi Kesehatan, maka dapat disarankan :
1) Perlu adanya penerapan pendekatan sistem untuk pengembangan dan
pengelolaan Sistem Informasi Kesehatan secara sistematis yang
mencakup tahapan perencanaan, pengorganisasian dan aktuasi serta
pengawasan dan pengendalian agar dapat menjamin ketersediaan dan
kelangsungan sistem informasi kesehatan yang lebih baik.
2) Perlu selalu dilakukan pengamatan terhadap persiapan pelaksanaan
program, kegiatan di lapangan dan evaluasi terhadap laporan program
dalam penerapan manajemen program pengembangan Sistem
Informasi Kesehatan.
3) Meningkatkan peranan lintas sektoral dan lintas program yang dapat
mendukung keberhasilan pelaksanaan Sistem Informasi Kesehatan
yang terintegrasi.

---------------------

================================= 26
Jawaban Ujian Akhir Semester
MK. Sistem Informasi dan Pendukung Keputusan untuk Organisasi Kesehatan
Dodiet Aditya Setyawan (SIMKES_2010)
REFERENSI

Anis Fuad, 2010. Konsep dan Pengembangan Sistem Informasi Kesehatan.


Catatan Kuliah Minat Utama Sistem Informasi Manajemen
Kesehatan.

Darminto, ______. Mengembangkan Suatu Sistem Informasi. Available from :


http://eprints.undip.ac.id/5612/1/

Halid, 2006. Sistem Informasi Kesehatan. Available from : http://www.lrc-


kmpk.ugm.ac.id/

Mukhyi, M.A. 1995. Pengantar Manajemen Umum. Jakarta : Penerbit


Gunadarma.

Muninjaya, A.A. 1999. Manajemen Kesehatan, Jakarta : EGC.

Notoatmodjo, S. 2003. Ilmu Kesehatan Masyarakat : Prinsip – Prinsip Dasar.


Jakarta: Rineka Cipta.

Browsing internet menggunakan situs http://www.google.com dengan kata kunci


”Sistem Informasi Kesehatan”, ”Manajemen Informasi Kesehatan”,
”Sistem Informasi”, ”Konsep Dasar Sistem Informasi”, dll.

Raden Sanjoyo, _____. Sistem Informasi Kesehatan. Available from :


http://www.yoyoke.web.ugm.ac.id

Sharon Gondodiputro, 2007. Rekam Medis dan Sistem Informasi Kesehatan.


Available from : http://resources.unpad.ac.id/unpad-
content/uploads/publikasi_dosen/

----------------------

================================= 27
Jawaban Ujian Akhir Semester
MK. Sistem Informasi dan Pendukung Keputusan untuk Organisasi Kesehatan
Dodiet Aditya Setyawan (SIMKES_2010)