Anda di halaman 1dari 7

Badjoeri Widagdo, SH. MH.

MBA

Menata Kehidupan Baru


yang lebih Islami 1) 3. Seperti yang dianjurkan pengurus DKM Al – Fauzien untuk
mengisi tausiah, apa yang disampaikan ini semata-mata
1. Bismillah, segala puji bagi Allah, salam sejahtera kepada para sebagai sharing vision, membangun ukuwah dan memelihara
Nabi, khususnya Nabi Muhammad SAW. Sebentar lagi rasa kepedulian diantara sesama warga muslim. Apa yang saya
bangsa Indonesia akan memperingati 63 tahun sampaikan ini juga saya emailkan kepada Pengurus DKM.
Kemerdekaan RI pada tanggal 17 Agustus 2008, dan Mengingat Allah.
sesudah itu bagi pemeluk agama Islam akan menjalani 1. Seperti lazimnya, marilah kita selalu meningkatkan iman dan
ibadah puasa sebulan penuh dalam bulan suci Ramadhan. taqwa kita, jangan sampai kita dipanggil Allah SWT, terkecuali
2. Sebagai bangsa dan sekaligus sebagai umat Islam, kita patut kita telah benar-benar taqwa kepada Nya. Alasan pokoknya
bersyukur. Untuk menyiapkan diri menjalankan ibadah puasa, adalah, bahwa hanya Allah-lah Yang Maha Besar, sedangkan
rasa syukur itu hendaklah diikuti dengan niat yang kuat, agar kita semua adalah sangat kecil dihadapan Allah SWT.
selama dan sesudah bulan Ramadhan, mampu menguasai 2. Dalam upaya menyempurnakan iman dan taqwa itu, kita perlu
hawa nafsu lawwamah, yang tidak puas-puasnya dengan merenungkan kembali (kontemplasi) tentang pola hidup kita,
berkah dan karunia Allah, nafsu yang selalu mempengaruhi yang sering kali manjauhi atau bahkan meninggalkan pola
jiwa untuk berbuat yang tidak baik, yang cenderung kepada hidup Islami, karena pengaruh dari berbagai pola hidup non
kejahatan, berbuat yang berlebih-lebihan, selalu ingin Islami, seperti kebarat-baratan ataupun pengaruh lain seperti
melanggar batasan Allah SWT. Itu semua adalah sifat yang sifat-sifat iri, dengki, sombong dll.
tercela. Na’udzubillah min dzalik.

1) Disampaikan sebagai masukan, informasi atau bahan pembelajaran.


Permasalahannya bukan barat ataupun timur, tetapi yang Dengan demikian, hanya kesadaranlah yang dapat menuntun
pokok adalah jalan Allah (fisabilillah), mengingat dan kita untuk mau dan mampu menata kehidupan ini dari waktu ke
menghadap selalu kepada Nya dengan mempedoman kitab waktu yang kata kuncinya adalah: ”Menata kehidupan baru,
Allah, al-Qur’an sesuai dengan firman Allah SWT, dalam yang lebih Islami”.
surat al-Baqarah ayat 115 : ”Dan kepunyaan Allah-lah timur Mengapa harus ditata ?
dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah 1. Konsep ini disampaikan tentu bukan tanpa alasan.
wajah (kiblat) Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat Mengembangkan kehidupan yang lebih Islami, termasuk untuk
Nya) lagi Maha Mengetahui”. membangun kehidupan berbangsa, betapapun kecilnya adalah
3. Al-Qur’an itu diturunkan adalah untuk dijadikan pedoman andil yang amat berharga. Konsep ini adalah kesadaran diri.
hidup ummat manusia. Pedoman itu meliputi pedoman bagi tegasnya, tanpa kesadaran diri mustahil konsep itu dapat
kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat dan bangsa, bahkan diwujudkan.
mengatur kehidupan antar bangsa di dunia. Bukan hanya Sebab, jika kita menggunakan al-Qur’an sebagai ”tibyanan” –
sekedar mengatur pergaulan hidup manusia dan lebih dari penjelasan – ataupun Syir’atan – pengaturan maka dapat
itu, ditemukan berbagai penjelasan terhadap hal-hal lain, ditemukan bahwa pola hidup yang Islami, adalah segala pola
yang menjadi hajat hidup ummat manusia, rahmat dan kabar hidup yang baik, serasi dan selaras dengan penuh
gembira, sesuai dengan firman Allah Ta’ala, surat an-Nahl keseimbangan bagi manusia yang beriman dan bertaqwa.
ayat 89 : ”. . . kami turunkan kepadamu Al Kitab (al-Qur’an) 2. Pertanyaan etis yang muncul adalah bentuk konkritnya apa?
yang menjelaskan tiap sesuatu, petunjuk, rahmat dan kabar a. Secara umum, tentang pergaulan hidup yang Islami, dalam
gembira bagi orang-orang muslim”. al-Qur’an ditemukan aturan yang rinci, ada yang setengah
rinci dan ada pula yang global atau mujmal.

2
Sedangkan untuk hal-hal yang menyangkut kehidupan c. Masalah ”Warisan” yang sering menimbulkan keretakan
sehari-hari yang mudah menimbulkan konflik dilingkungan antara keluarga, Allah SWT menjelaskan secara rinci sekali,
keluarga, baik yang bersangkutan dengan perkawinan dalam surat an-Nisa ayat 11 dan 12 yang artinya : Allah
ataupun kehidupan pribadi, juga diatur secara rinci. mensyari’atkan tentang (pembagian pusaka untuk) anak-
b. Ketika Allah SWT mengatur kehidupan berumah tangga, anakmu. Yaitu : bagian seorang anak laki-laki sama dengan
etika berumah tangga, kita dapat menemukannya dalam bagian dua anak perempuan; dan jika anak itu semuanya
surat an-Nuur ayat 58 : ”Hai orang-orang yang beriman, perempuan lebih dari dua, maka bagi mereka dua pertiga
hendaklah budak-budak (laki-laki dan perempuan) yang dari harta yang ditinggalkan; jika anak perempuan itu
kamu miliki, dan orang-orang yang belum baliqh diantara seorang saja, maka ia memperoleh separo harta. Dan untuk
kamu, meminta izin kepada kamu 3 (tiga) waktu, yaitu : kedua Ibu Bapak, bagian masing-masingnya seperenam,
sebelum shalat Shubuh, ketika kamu menukar pakaian dari harta yang ditinggalkan jika meninggal itu mempunyai
kamu ditengah hari dan sesudah shalat Isya. (Itulah) tiga anak; jika yang meninggal itu tidak mempunyai anak, dan ia
waktu aurat bagi kamu. diwarisi Ibu Bapaknya (saja), maka ibunya mendapat
Tidak ada dosa atasmu dan (pula) atas mereka selain dari sepertiga; jika yang meniggal itu mempunyai beberapa
(tiga waktu) itu, mereka melayani kamu, sebagian kamu saudara, maka ibunya mendapat seperenam. (Pembagian-
(ada keperluan) atas sebagian (yang lain)”. Demikianlah pembagian tersebut diatas), sesudah dipenuhi wasiat yang
Allah menjelaskan ayat-ayat Nya bagi kamu, dan Allah ia buat dan (atau) sesudah dibayar hutangnya. (Tentang)
Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui
siapa diantara mereka yang lebih dekat (banyak)
manfaatnya bagimu. Ini adalah ketetapan dari Allah.

3
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Allah menetapkan yang demikian itu sebagai syari’at yang
Bijaksana. Dan bagi mu seperdua dari harta yang benar-benar dari Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi
ditinggalkan oleh isteri-isterimu, jika mereka tidak Maha Penyantun.
mempunyai anak. Jika isteri-isterimu itu mempunyai anak, Rasulullah SAW menambahkan, bahwa ahli waris itu tidak
maka kamu mendapatkan seperempat dari harta yang dibenarkan menerima wasiat, mungkin alasannya, tanpa
ditinggalkannya, yang sesudah dipenuhi wasiatnya yang wasiatpun ia akan menerima harta tinggalan.
mereka buat atau (dan) sesudah dibayar hutangnya. Ditambahkan juga penjelasan, bahwa ahli waris yang telah
Para isteri memperoleh seperempat harta yang kamu murtad dan yang melakukan pembunuhan terhadap yang
tinggalkan, jika kamu tidak mempunyai anak. akan memberikan warisan juga, akan gugur haknya
Jika kamu mempunyai anak, maka para isteri menerima warisan. Penjelasan itu sangat rinci sekali.
memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu d. Begitu pula halnya, mengenai aturan bertetangga baik,
tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat yang kamu buat atau bermasyarakat yang ideal, Allah SWT menjelaskan secara
(dan) sesudah dibayar hutang-hutangmu. Jika seseorang gamblang, tersebut dalam surat al-Hujuraat ayat 10, 11,
mati, laki-laki atau perempuan yang tidak meninggalkan dan 12 bahwa sesama mu’min dan muslim itu adalah
ayah dan tidak meninggalkan anak, tetapi mempunyai bersaudara, tidak boleh saling menghina, karena yang
laki-laki (seibu saja) atau seorang saudara perempuan menghina itu belum tentu lebih baik dari yang dihina; tidak
(seibu saja), maka bagi masing-masing dari kedua jenis boleh mempunyai prasangka buruk terhadap saudaranya,
saudara itu seperenam harta. Tetapi jika saudara-saudara mencari-cari kesalahan saudaranya, yang diumpamakan
seibu itu lebih dari seorang, maka mereka bersekutu bagaikan ”memakan daging saudaranya yang telah
dalam yang sepertiga itu, setelah dipenuhi wasiat yang membusuk”.
dibuat olehnya atau sesudah dibayar hutangnya dengan
tidak memberi madharat (kepada ahli waris).

4
e. Kemudian Allah SWT menegaskan, bahwa Dia yang g. Bila ada berita yang datangnya dari orang-orang fasiq
menjadikan manusia itu bersuku-suku dan berbangsa- (orang yang banyak berbuat dosa), maka hendaklah
bangsa, untuk saling mengenal, saling membantu dan (diwaspadai), agar tidak terjadi kesalahan tindakan yang
pada hakekatnya hamba Allah yang paling mulia, menurut diakibatkan dari berita yang tidak benar itu, yang
pandangan Allah Ta’ala adalah yang paling taqwa. menyebabkan salah tindak, serta menyebabkan penyesalan
Bila terjadi konflik diantara mereka, hendaknya tersebut dalam surat al-Hujuraat ayat 6.
didamaikan dengan adil dan beradab, dan bila diantara h. Ditegaskan pula bahwa orang-orang yang beriman itu hanya
mereka ada yang memberontak, maka dapat diperangi orang-orang yang mantap imannya kepada Allah dan
sampai mereka yang memberontak itu menyerah dan Rasulullah, dan sedikitpun tidak ragu-ragu dan rela berjihad
diadili dengan seadil-adilnya, tersebut dalam surat al- dengan harta dan jiwanya di jalan Allah (fisabilillah). Mereka
Hujuraat ayat 13. itu yang tergolong orang-orang yang benar, ash shaadiquun,
f. Aturan baku yang lain ialah bahwa kita sebagai muslim tersebut dalam surat al-Hujuraat ayat 15.
tidak boleh menetapkan suatu hukum sebelum i. Hubungannya aturan berbangsa dan bernegara, Allah SWT
mengetahui ketentuan Allah dan Rasul Nya, (mendahului telah mengatur hak dan kewajiban antara penguasa
Allah dan Rasul Nya)serta tidak boleh bersuara melebihi ataupun pemimpin dengan yang dipimpin ataupun rakyat,
suara Rasulullah SAW adalah perbuatan yang tidak mulai kewajiban patuh dan taat, cara menentukan dan
terpuji, yang dapat mengurangi pahala mereka, Begitu memilih pemimpin, sifat-sifat pemimpin, kewajiban
juga ada larangan berbicara dari balik dinding kamar membayar zakat, infak, kewajiban membela negara, cinta
(bilik-bilik), adalah perbuatan yang tidak sopan, tersebut kepada tanah air dll. Para Ulama Fiqh membahasnya dalam
dalam surat al-Hujuraat ayat 1, 2, 3, 4, dan 5. kelompok ilmu yang disebut sebagai Fiqh Siyasah.

5
Secara garis besar dapat dijelaskan, bahwa rakyat wajib j. Kewajiban bela negara, dimuat dalam surat Ali Imraan 167.
taat kepada pemimpinnya, tersebut dalam surat an-Nisaa Sementara itu kewajiban infaq dan shadaqah untuk fakir
59, dan pemimpin wajib memperhatikan nasib yang miskin, juga ada kewajiban infaq untuk negara (jika
dipimpinnya. Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa diperlukan) atas dasar musyawarah dan mufakat bersama,
setiap hamba Allah itu adalah pemimpin dan harus dan masih banyak lagi, semua itu disebutkan dalam al-
mempertanggungjawabkan kepemimpinannya. Qur’an dan al Hadist.
Kemudian dijelaskan pula cara memilih pemimpin adalah k. Mengenai kewajiban umat untuk menjaga persatuan,
dengan musyawarah, untuk memimpin mereka, sebagai menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah yang munkar,
pemimpin yang demokratis, tersebut dalam surat Ali dilarang berpecah belah, dan bila terjadi konflik segera
Imran ayat 159 dan surat asy-Syuuraa ayat 38. diadakan ishlah, diatur dalam surat Ali Imraan ayat 103
Allah SWT memberikan ciri-ciri sifat pemimpin yang dapat dan 104, serta 105 juga dalam surat al-Hujuraat ayat 10.
dipilih, seperti tersebut dalam surat al-Baqarah 247, yaitu l. Mengenai pengaturan jenis makanan, cara makan, anjuran
yang mempunyai kemampuan ilmiyah dan kemampuan makan secukupnya, tidak terlalu kenyang, tidak terlalu lapar,
fisik, juga tersebut dalam surat al-Qashash 26. Seorang tidak boleh puasa terus menerus (wishal), memilih makanan
pemimpin itu harus orang kuat dan dapat dipercaya, halal lagi bergizi, larangan menimbun makanan dll, telah ada
kemudian memiliki akhlaqul karimah, seperti sifat-sifat aturannya, tidak seharusnya kita atur sesuai dengan selera
yang dimiliki Rasulullah SAW, a.l shidiq, amanah, dan kita.
fathonah.

6
Catatan akhir
1. Apa yang disebutkan diatas hanyalah sebagian kecil saja dari 3. Marilah kita berusaha untuk menata kehidupan baru yang lebih
petunjuk kabar gembira, rahmat dari Allah. Bertolak dari Islami untuk meraih kebahagiaan dunia dan akherat serta ridho
penjelasan tersebut diatas, diperlukan kesadaran, kepedulian Allah SWT. Hanya kepada Allah kita berserah diri dan memohon
menata kembali pola hidup yang lebih Islami, yang selalu taufik.
mengacu kepada al-Qur’an dan as-Sunnah. Insya Allah bila
kita ikuti, maka secara pribadi maupun sebagai anggota Badjoeri Widagdo, SH. MH.
masyarakat dan bangsa, akan lebih bahagia dan sejahtera, MBA.
karena mendasarkan diri kepada ke – Tuhanan Yang Maha Widya Iswara Utama BIN
Sekjen PSÇ, Pengurus YJDB
Esa, Kita harus punya keyakinan, bahwa bila kita menjauhi Mantan Wakil Rektor IIN
kehidupan Islami, kita akan mudah tersesat untuk mengikuti
tipu daya setan, yang pada akhirnya akan menuai buah E mail : wbadj @yahoo.com

kesengsaraan dan penderitaan. Naudzubillah min dzalik.


Karenanya tak ada ungkapan yang lebih indah, kecuali
menata penataan kehidupan yang lebih Islami, dengan cara
back to al- Qur’an dan as-Sunnah.
2. Salah satu cara sederhana dalam menata kehidupan yang
lebih Islami adalah mengembangkan budaya ”Seyum –
Salam – Sapa.” Sebagaimana disebutkan dalam salah satu
Hadist Nabi, bahwa ”. . . jika menerima salam dari
saudaramu (atau menerima penghormatan) maka balaslah
dengan yang lebih baik”.