CERITA RAKYAT Batu Golog Oktober 29, 2008 pada 9:28 pm (Cerita Rakyat) Pada jaman dahulu di daerah Padamara dekat

Sungai Sawing di Nusa Tenggara Barat hiduplah sebuah keluarga miskin. Sang istri bernama Inaq Lembain dan sang suami bernama Amaq Lembain Mata pencaharian mereka adalah buruh tani. Setiap hari mereka berjalan kedesa desa menawarkan tenaganya untuk menumbuk padi. Kalau Inaq Lembain menumbuk padi maka kedua anaknya menyertai pula. Pada suatu hari, ia sedang asyik menumbuk padi. Kedua anaknya ditaruhnya diatas sebuah batu ceper didekat tempat ia bekerja. Anehnya, ketika Inaq mulai menumbuk, batu tempat mereka duduk makin lama makin menaik. Merasa seperti diangkat, maka anaknya yang sulung mulai memanggil ibunya: ³Ibu batu ini makin tinggi.´ Namun sayangnya Inaq Lembain sedang sibuk bekerja. Dijawabnya, ³Anakku tunggulah sebentar, Ibu baru saja menumbuk.´ Begitulah yang terjadi secara berulang-ulang. Batu ceper itu makin lama makin meninggi hingga melebihi pohon kelapa. Kedua anak itu kemudian berteriak sejadi-jadinya. Namun, Inaq Lembain tetap sibuk menumbuk dan menampi beras. Suara anak-anak itu makin lama makin sayup. Akhirnya suara itu sudah tidak terdengar lagi. Batu Goloq itu makin lama makin tinggi. Hingga membawa kedua anak itu mencapai awan. Mereka menangis sejadi-jadinya. Baru saat itu Inaq Lembain tersadar, bahwa kedua anaknya sudah tidak ada. Mereka dibawa naik oleh Batu Goloq. Inaq Lembain menangis tersedu-sedu. Ia kemudian berdoa agar dapat mengambil anaknya. Syahdan doa itu terjawab. Ia diberi kekuatan gaib. dengan sabuknya ia akan dapat memenggal Batu Goloq itu. Ajaib, dengan menebaskan sabuknya batu itu terpenggal menjadi tiga bagian. Bagian pertama jatuh di suatu tempat yang kemudian diberi nama Desa Gembong olrh karena menyebabkan tanah di sana bergetar. Bagian ke dua jatuh di tempat yang diberi nama Dasan Batu oleh karena ada orang yang menyaksikan jatuhnya penggalan batu ini. Dan potongan terakhir jatuh di suatu tempat yang menimbulkan suara gemuruh. Sehingga tempat itu diberi nama Montong Teker. Sedangkan kedua anak itu tidak jatuh ke bumi. Mereka telah berubah menjadi dua ekor burung. Anak sulung berubah menjadi burung Kekuwo dan adiknya berubah menjadi burung

Kelik. Oleh karena keduanya berasal dari manusia maka kedua burung itu tidak mampu mengerami telurnya.

Cindelaras September 3, 2008 pada 11:34 am (Cerita Rakyat) Raden Putra adalah raja Kerajaan Jenggala. Ia didampingi seorang permaisuri yang baik hati dan seorang selir yang cantik jelita. Tetapi, selir Raja Raden Putra memiliki sifat iri dan dengki terhadap sang permaisuri. Ia merencanakan suatu yang buruk kepada permaisuri. ³Seharusnya, akulah yang menjadi permaisuri. Aku harus mencari akal untuk menyingkirkan permaisuri,´ pikirnya. Selir baginda, berkomplot dengan seorang tabib istana. Ia berpura-pura sakit parah. Tabib istana segera dipanggil. Sang tabib mengatakan bahwa ada seseorang yang telah menaruh racun dalam minuman tuan putri. ³Orang itu tak lain adalah permaisuri Baginda sendiri,´ kata sang tabib. Baginda menjadi murka mendengar penjelasan tabib istana. Ia segera memerintahkan patihnya untuk membuang permaisuri ke hutan. Sang patih segera membawa permaisuri yang sedang mengandung itu ke hutan belantara. Tapi, patih yang bijak itu tidak mau membunuhnya. Rupanya sang patih sudah mengetahui niat jahat selir baginda. ³Tuan putri tidak perlu khawatir, hamba akan melaporkan kepada Baginda bahwa tuan putri sudah hamba bunuh,´ kata patih. Untuk mengelabui raja, sang patih melumuri pedangnya dengan darah kelinci yang ditangkapnya. Raja menganggung puas ketika sang patih melapor kalau ia sudah membunuh permaisuri. Setelah beberapa bulan berada di hutan, lahirlah anak sang permaisuri. Bayi itu diberinya nama Cindelaras. Cindelaras tumbuh menjadi seorang anak yang cerdas dan tampan. Sejak kecil ia sudah berteman dengan binatang penghuni hutan. Suatu hari, ketika sedang asyik bermain, seekor rajawali menjatuhkan sebutir telur. ³Hmm, rajawali itu baik sekali. Ia sengaja memberikan telur itu kepadaku.´ Setelah 3 minggu, telur itu menetas. Cindelaras memelihara anak ayamnya dengan rajin. Anak ayam itu tumbuh menjadi seekor ayam jantan yang bagus dan kuat. Tapi ada satu keanehan. Bunyi kokok ayam jantan itu sungguh menakjubkan! ³Kukuruyuk« Tuanku Cindelaras, rumahnya di tengah rimba, atapnya daun kelapa, ayahnya Raden Putra«´ Cindelaras sangat takjub mendengar kokok ayamnya dan segera memperlihatkan pada ibunya. Lalu, ibu Cindelaras menceritakan asal usul mengapa mereka sampai berada di hutan. Mendengar cerita ibundanya, Cindelaras bertekad untuk ke istana dan membeberkan

Tapi. siapakah kau sebenarnya.. ibu hamba adalah permaisuri Baginda. Raden Putra terperanjat mendengar kokok ayam Cindelaras. kalau berani. sepertinya ia bukan keturunan rakyat jelata. Setelah Raden Putra meninggal dunia. ayam Cindelaras berhasil menaklukkan ayam sang Raja. anak muda?´ Tanya Baginda Raden Putra. ayahnya Raden Putra«. Tidak berapa lama ayamnya segera berbunyi. ³Hamba menghadap paduka. ternyata ayam jantan Cindelaras bertarung dengan perkasa dan dalam waktu singkat. Ketika dalam perjalanan ada beberapa orang yang sedang menyabung ayam. permaisuri dan Cindelaras dapat berkumpul kembali. Raden Putra segera memeluk anaknya dan meminta maaf atas kesalahannya Setelah itu. Dua ekor ayam itu bertarung dengan gagah berani.´ kata Cindelaras dengan santun. Ayam Cindelaras diadu dengan ayam Raden Putra dengan satu syarat. Raden Putra pun mendengar berita itu. ³Benar Baginda. atapnya daun kelapa. ³Kukuruyuk« Tuanku Cindelaras.´ tantangnya. Ketika diadu. sang patih segera menghadap dan menceritakan semua peristiwa yang sebenarnya telah terjadi pada permaisuri. Cindelaras pergi ke istana ditemani oleh ayam jantannya. . Tetapi dalam waktu singkat. Raden Putra dan hulubalang segera menjemput permaisuri ke hutan. jika ayam Cindelaras kalah maka ia bersedia kepalanya dipancung. ³Baiklah aku mengaku kalah. selir Raden Putra pun di buang ke hutan. Akhirnya Raden Putra. ³Benarkah itu?´ Tanya baginda keheranan. Aku akan menepati janjiku. ³Aku telah melakukan kesalahan. Ia memerintah negerinya dengan adil dan bijaksana. ³Anak ini tampan dan cerdas. Raden Putra menyuruh hulubalangnya untuk mengundang Cindelaras. ayam Cindelaras tidak terkalahkan. Cindelaras segera membungkuk seperti membisikkan sesuatu pada ayamnya. Setelah di ijinkan ibundanya. ³Baiklah.´ ayam jantan itu berkokok berulang-ulang. Para penonton bersorak sorai mengeluelukan Cindelaras dan ayamnya. Kemudian.´ kata Baginda Raden Putra. Kemudian. Ayamnya benar-benar tangguh. rumahnya di tengah rimba. nama hamba Cindelaras. adulah ayam jantanmu dengan ayamku. tetapi jika ayamnya menang maka setengah kekayaan Raden Putra menjadi milik Cindelaras. Cindelaras kemudian dipanggil oleh para penyabung ayam. ³Ayo.´ pikir baginda.kejahatan selir baginda. Berita tentang kehebatan ayam Cindelaras tersebar dengan cepat. Cindelaras menggantikan kedudukan ayahnya.´ lanjut Baginda dengan murka. ia dapat mengalahkan lawannya.´ Bersamaan dengan itu.´ jawab Cindelaras. ³Aku akan memberikan hukuman yang setimpal pada selirku. Setelah beberapa kali diadu.

³Saya berada di tempat ini karena menyelamatkan diri dari serangan musuh.´ tekadnya. ³Akan ku cari terus sampai dapat. . kata Raden Banterang. Raja tersebut mempunyai seorang putra yang gagah bernama Raden Banterang. Raden Banterang terkejut bukan kepalang. 2008 pada 11:32 am (Cerita Rakyat) Pada zaman dahulu di kawasan ujung timur Propinsi Jawa Timur terdapat sebuah kerajaan besar yang diperintah oleh seorang Raja yang adil dan bijaksana. ia melihat seekor kijang melintas di depannya. Ia segera mengejar kijang itu hingga masuk jauh ke hutan. sampai merasa hilang dahaganya. ³Kau manusia atau penunggu hutan?´ sapa Raden Banterang. ³Kemana seekor kijang tadi?´. Raden Banterang memberanikan diri mendekati gadis cantik itu. ³Ha? Seorang gadis cantik jelita? Benarkah ia seorang manusia? Jangan -jangan setan penunggu hutan. binatang buruan itu tidak ditemukan. Ketika Raden Banterang berjalan sendirian. Ia tiba di sebuah sungai yang sangat bening airnya. tiba-tiba dikejutkan kedatangan seorang gadis cantik jelita. Siapkan alat berburu. ³Saya manusia. ³Pagi hari ini aku akan berburu ke hutan. Mendengar ucapan gadis itu. Namun. Raden Banterang pun memperkenalkan dirinya.´ gumam Raden Banterang bertanya-tanya. Namun baru beberapa langkah berjalan. Raden Banterang segera menolong dan mengajaknya pulang ke istana. ketika kehilangan jejak buruannya. Tak lama kemudian mereka menikah membangun keluarga bahagia. ³Hem. Kegemaran Raden Banterang adalah berburu.´ kata Raden Banterang kepada para abdinya. Ia terpisah dengan para pengiringnya. Setelah itu. ia meninggalkan sungai. segar nian air sungai ini. Melihat penderitaan puteri Raja Klungkung itu.´ Jelasnya. Raden Banterang disertai beberapa pengiringnya berangkat ke hutan. ³Nama saya Surati berasal dari kerajaan Klungkung´.´ Raden Banterang minum air sungai itu.´ jawab gadis itu sambil tersenyum.Asal Usul Kota Banyuwangi September 3. Gadis cantik itu menyambutnya. Setelah peralatan berburu siap. Ayah saya telah gugur dalam mempertahankan mahkota kerajaan. Raden Banterang menerobos semak belukar dan pepohonan hutan.

Terkejutlah Raden Banterang mendengar laporan lelaki misterius itu. Ikat kepala itu milik lelaki yang dimintai tolong untuk membunuh Tuan. ia sempat memberikan sebuah kenangan berupa ikat kepala kepada Surati. ³Tuan bisa melihat buktinya. ³Ikat kepala ini harus kau simpan di bawah tempat tidurmu. Dialah yang memberi sebuah ikat kepala kepada Adinda. ³Ha! Benar kata lelaki itu! Ikat kepala ini sebagai bukti! Kau merencanakan mau membunuhku dengan minta tolong kepada pemilik ikat kepala ini!´ tuduh Raden Banterang kepada istrinya. Namun. Surati tidak mau membantu ajakan kakak kandungnya.´Jangan asal tuduh. ³ Begitukah balasanmu padaku?´ tandas Raden Banterang. ³Surati! Surati!´. agar Raden Banterang luluh hatinya. Sang istri pun menceritakan tentang pertemuan dengan seorang lelaki berpakaian compang-camping seperti yang dijelaskan suaminya.´ Surati menjelaskan kembali. Keselamatan Tuan terancam bahaya yang direncanakan oleh istri tuan sendiri. sebelum nyawanya terancam. Raden Banterang tetap percaya bahwa istrinya akan mencelakakan dirinya. ³Tuangku. Surati menceritakan bahwa ia mau diperistri Raden Banterang karena telah berhutang budi. Namun Raden Banterang tetap pada pendiriannya. Raden Banterang berniat menenggelamkan istrinya di sebuah sungai. karena Raden Banterang telah membunuh ayahandanya. apalagi minta tolong kepada seorang lelaki!´ jawab Surati. tiba-tiba pandangan matanya dikejutkan oleh kedatangan seorang lelaki berpakaian compang-camping. Dicarinya ikat kepala yang telah diceritakan oleh lelaki berpakaian compang -camping yang telah menemui di hutan. puteri Raja Klungkung berjalan-jalan sendirian ke luar istana.Pada suatu hari. Raden Banterang langsung menuju ke peraaduan istrinya. Setelah tiba di istana. Setelah mengucapkan kata-kata itu. Raden Banterang lebih dahulu ingin mencelakakan istrinya. ia baru sadar bahwa yang berada di depannya adalah kakak kandungnya bernama Rupaksa. Adinda sama sekali tidak bermaksud membunuh Kakanda.´ kata lelaki itu. dengan melihat sebuah ikat kepala yang diletakkan di bawah tempat peraduannya. Raden Banterang menceritakan tentang pertemuan dengan seorang lelaki compang-camping ketika berburu di hutan. Rupaksa marah mendengar jawaban adiknya. Pertemuan Surati dengan kakak kandungnya tidak diketahui oleh Raden Banterang.´ jelasnya. Raden Banterang. Tatkala Raden Banterang berada di tengah hutan. Tetapi berilah kesempatan . bahwa istrinya yang pernah ditolong itu akan membahayakan hidupnya. Nah. Setelah mengamati wajah lelaki itu. ³Kakanda suamiku! Bukalah hati dan perasaan Kakanda! Adinda rela mati demi keselamatan Kakanda.´ pesan Rupaksa. Maksud kedatangan Rupaksa adalah untuk mengajak adiknya untuk membalas dendam. Dengan begitu. panggil seorang laki-laki yang berpakaian compang-camping. ³Lelaki itu adalah kakak kandung Adinda. dikarenakan Raden Banterang sedang berburu di hutan. lelaki berpakaian compang-camping itu hilang secara misterius. Namun. Setelah tiba di sungai. Ia pun segera pulang ke istana.

Mendengar hal tersebut . jika tetap keruh dan bau busuk. ³Aku sudah terlalu tua.´ ucap Surati mengingatkan. berarti Adinda bersalah!´ seru Surati. . putri bungsunya sebagai pengganti. Pada saat mendekati akhir hayatnya Prabu Tapak Agung menunjuk Purbasari. Tidak berapa lama. tetapi Adinda tolah!´. Ia meratapi kematian istrinya. 2008 pada 8:05 am (Cerita Rakyat) Pada jaman dahulu kala di tatar pasundan ada sebuah kerajaan yang pimpin oleh seorang raja yang bijaksana.. Dalam bahasa Jawa disebut Banyuwangi. Bersamaan itu pula. ³Istriku tidak berdosa! Air kali ini harum baunya!´ Betapa menyesalnya Raden Banterang. Surati melompat ke tengah sungai lalu menghilang. Melihat kejadian itu. Raden Banterang berseru dengan suara gemetar.kepada Adinda untuk menceritakan perihal pertemuan Adinda dengan kakak kandung Adinda bernama Rupaksa. ³Kakak Adindalah yang akan membunuh kakanda! Adinda diminati bantuan. Namun sudah terlambat. Raden Banterang menganggap ucapan istrinya itu mengada-ada. seharusnya ayahanda memilih aku sebagai penggantinya. Ia tidak setuju adiknya diangkat menggantikan Ayah mereka. Purbasari memiliki kakak yang bernama Purbararang. sungai menjadi harum baunya. Banyu artinya air dan wangi artinya harum. berarti Adinda tidak bersalah! Tetapi.´ kata Prabu Tapa. hati Raden Banterang tidak cair bahkan menganggap istrinya berbohong. ³Aku putri Sulung. terjadi sebuah keajaiban. Sejak itu.com yang diambil dari elexmedia Lutung Kasarung Agustus 22. dan menyesali kebodohannya. Prabu Tapa Agung mempunyai dua orang putri cantik yaitu Purbararang dan adiknya Purbasari. Bau nan harum merebak di sekitar sungai.´ gerutu Purbararang pada tunangannya yang bernama Indrajaya. ³Kakanda ! Jika air sungai ini menjadi bening dan harum baunya. Nama Banyuwangi kemudian menjadi nama kota Banyuwangi. beliau dikenal sebagai Prabu Tapak Agung. Maka. Sumber: e-smartschool. saatnya aku turun tahta. Raden Banterang segera menghunus keris yang terselip di pinggangnya.

Ini membuktikan bahwa Lutung Kasarung bukan makhluk biasa. Di istana. Ketika sampai di hutan. tapi sekarang ayo kita adu tampan tunangan kita. Nenek sihir itu memanterai Purbasari sehingga saat itu juga tiba-tiba kulit Purbasari menjadi bertotol-totol hitam. Sesampai di hutan patih tersebut masih berbaik hati dengan membuatkan sebuah pondok untuk Purbasari. Lutung kasarung selalu menggembirakan Purbasari dengan mengambilkan bunga ±bunga yang indah serta buahbuahan bersama teman-temannya. tetapi karena terus didesak ia meladeni kakaknya. Kemudian ia menyuruh seorang Patih untuk mengasingkan Purbasari ke hutan. Ternyata rambut Purbasari lebih panjang. Tetapi kera tersebut yang paling perhatian kepada Purbasari. Yang Maha Kuasa pasti akan selalu bersama Putri´. ³Orang yang dikutuk seperti dia tidak pantas menjadi seorang Ratu !´ ujar Purbararang. ia akhirnya bertemu dengan adiknya dan saling berpandangan. Ia pun menasehati Purbasari. Lutung Kasarung bersikap aneh. tanah di dekat Lutung merekah dan terciptalah sebuah telaga kecil. airnya jernih sekali. Sesuatu terjadi pada kulitnya. ujar Purbasari. Ia menemui seorang nenek sihir untuk memanterai Purbasari. Airnya mengandung obat yang sangat harum. Diantara hewan tersebut ada seekor kera berbulu hitam yang misterius. ³Apa manfaatnya bagiku ?´. kata Purbararang sambil mendekat kepada Indrajaya. Ia berjalan ke tempat yang sepi lalu bersemedi. Ia pergi bersama tunangannya dan para pengawal. Tidak lama kemudian. Keesokan harinya Lutung Kasarung menemui Purbasari dan memintanya untuk mandi di telaga tersebut. Purbararang jadi punya alasan untuk mengusir adiknya tersebut. Purbasari sangat terkejut dan gembira ketika ia bercermin ditelaga tersebut. Purbararang memutuskan untuk melihat adiknya di hutan. Purbararang tak percaya melihat adiknya kembali seperti semula. ³Siapa yang paling panjang rambutnya dialah yang menang !´. Tak lama setelah ia menceburkan dirinya. kata Purbararang. Tapi ia mau menurutinya. Ia sedang memohon sesuatu kepada Dewata. Purbararang tidak mau kehilangan muka. pikir Purbasari. ia mengajak Purbasari adu panjang rambut. ³Baiklah aku kalah. ³Tabahlah Tuan Putri. Pada saat malam bulan purnama. Kulitnya menjadi bersih seperti semula dan ia menjadi cantik kembali. ³Terima kasih paman´. Purbasari mulai gelisah dan kebingungan. . Awalnya Purbasari tidak mau. Ini tunanganku´.Kegeramannya yang sudah memuncak membuatnya mempunyai niat mencelakakan adiknya. Selama di hutan ia mempunyai banyak teman yaitu hewan-hewan yang selalu baik kepadanya. Cobaan ini pasti akan berakhir.

Iapun sedih dan menangis. Tiba-tiba terjadi suatu keajaiban. Alangkah terkejutnya. Saya akan berjanji menemani dan menghiburmu. Pemuda yang ternyata selama ini selalu mendampinginya dihutan dalam wujud seekor lutung. Purbararang akhirnya mengakui kekalahannya dan kesalahannya selama ini. Tak lama kemudian. Ditanyakannya apa yang terjadi pada bidadari itu. Aryo Menak adalah seorang pemuda yang sangat gemar mengembara ke tengah hutan.Akhirnya ia melirik serta menarik tangan Lutung Kasarung. Lutung Kasarung berubah menjadi seorang Pemuda gagah berwajah sangat tampan. kemudian dengan secepatnya diambil sebuah selendang dari bidadari-bidadari itu. dilihatnya cahaya sangat terang berpendar di pinggir danau itu. Setelah kejadian itu akhirnya mereka semua kembali ke Istana. Ia memohon maaf kepada adiknya dan memohon untuk tidak dihukum.´ . Pada saat itu juga Lutung Kasarung segera bersemedi. 2008 pada 7:52 am (Cerita Rakyat) Dikisahkan pada jaman Aryo Menak hidup. Ia berpura-pura tidak tahu apa yang terjadi. ³Jadi monyet itu tunanganmu ?´. Bidadari itu tidak dapat terbang tanpa selendangnya. pulau Madura masih sangat subur. Ia sangat terpesona oleh kecantikan mereka. Purbararang tertawa terbahak-bahak. Timbul keinginannya untuk memiliki seorang diantara mereka. Hutannya sangat lebat. Lalu ia mengatakan: ³Ini mungkin sudah kehendak para dewa agar bidadari berdiam di bumi untuk sementara waktu. ketika dilihatnya tujuh orang bidadari sedang mandi dan bersenda gurau disana. Semua terkejut melihat kejadian itu seraya bersorak gembira. Ladang-ladang padi menguning. didampingi oleh seorang pemuda idamannya. Purbasari menjadi seorang ratu. ketika dia beristirahat dibawah pohon di dekat sebuah danau. Iapun mengendap-endap. Legenda Aryo Menak Agustus 22. Aryo Menak kemudian mendekatinya. para bidadari itu selesai mandi dan bergegas mengambil pakaiannya masing-masing. Janganlah bersedih. Merekapun terbang ke istananya di sorga kecuali yang termuda. lebih dari Indrajaya. Purbasari yang baik hati memaafkan mereka. Pada suatu bulan purnama. Perlahan-lahan ia mendekati sumber cahaya tadi. Lutung Kasarung melonjaklonjak seakan-akan menenangkan Purbasari.

2008 pada 6:36 pm (Cerita Rakyat) Pada jaman dahulu di sebuah hutan di kepulauan Aru.Bidadari itu rupanya percaya dengan omongan Arya Menak. Ditantangnya siput laut itu untuk adu lari hingga sampai di tanjung ke sebelas. Arya Menak menjadi penasaran. bahwa bidadari itu masih memiliki kekuatan gaib. Cangkang itu biasanya lebih besar dari badannya. Pada suatu hari. adalah menantang binatang lainnya untuk adu lari. Bidadari itupun menerimanya. Pekerjaan mereka selain merumput. ia mengenakan kembali semua pakaian sorganya. Pada suatu hari. Tubuhnya menjadi ringan. Dalam hatinya si Rusa itu merasa yakin akan dapat mengalahkan si Kulomang. Ia dapat memasak sepanci nasi hanya dari sebutir beras. ia mengendap ke dapur dan membuka panci tempat isterinya memasak nasi. Ketika isterinya tidak ada dirumah. Ditepian hutan tersebut terdapatlah sebuah pantai yang sangat indah. Dikisahkan. si Rusa mendatangi si Kulomang. dasar lumbungnya sudah kelihatan. Taruhannya adalah pantai tempat tinggal sang siput laut. Pada suatu hari. Mulai saat itu. Sejak saat itu ia dan anak keturunannya berpantang untuk memakan nasi Si Rusa dan Si Kulomang April 23. Disana hiduplah siput laut yang bernama Kulomang. Iapun tidak menolak ketika Arya Menak menawarkan padanya untuk tinggal di rumah Arya Menak. rusa itu akan mengambil tempat tinggal mereka. Beras di lumbungnya tidak pernah berkurang meskipun bidadari memasaknya setiap hari. Karena keingintahuannya. Selanjutnya Arya Menak melamarnya. bidadari meninggalkannya. Bidadari sangat terkejut mengetahui apa yang terjadi. Apabila mereka itu dapat mengalahkannya. Syaratnya adalah Arya Menak tidak boleh menyaksikannya. iapun dapat terbang ke istananya. Ukuran yang demikian itu disebabkan oleh karena cangkang itu . Alangkah terkejutnya bidadari itu ketika dilihatnya tersembul selendangnya yang hilang. Pada suatu malam. ia harus memasak beras dari lumbungnya Arya Menak.Begitu melihat selendang tersebut. Siput laut terkenal sebagai binatang yang cerdik dan sangat setia kawan. Lama kelamaan beras itupun makin berkurang. Bukan saja jalannya sangat lambat. hiduplah sekelompok rusa. Tindakan ini membuat kekuatan gaib isterinya sirna. timbul keinginannya untuk pulang ke sorga. Arya Menak menjadi sangat sedih. Mereka sangat bangga akan kemampuan larinya. si Kulomang juga memanggul cangkang.

ku tina henteu boga sanak baraya. Nafasnya terengah-engah. si Rusa langsung berlari secepat-cepatnya mendahului si Kulomang. wantu-wantu henteu aya pisan. ari beubeunanganana dipaké nukeuran béas atawa cangkaruk ka tatanggana. Dia sendiri akan berada ditempat mulainya pertandingan. sekarang kau ada di mana?´ Temannya si Kulomang pun menjawab. . ngan ukur nginum cai wungkul. anu daék nulung mangngoméankeun. Diperintahkannya agar temantemanya menjawab setiap pertanyaan si Rusa.adalah rumah dari siput laut. ³aku ada tepat di belakangmu. Kitu deui dahar leueutna salawasna ngan sapoé sakali baé. éstuning nunggul pinang. Selang beberapa jam is sudah sampai di tanjung kedua. Rumah itu berguna untuk menahan agar tidak hanyut di waktu air pasang. Ia jatuh tersungkur dan mati. Pandéning imahna ngan sempil baé. Memasuki tanjung ke sebelas. ditangkodkeun kana pongpok imah baturna. NINI-NINI MALARAT JEUNG DELEG (GABUS) KASAATAN[1] Jaman baheula aya nini-nini malarat teu kinten-kinten. Dengan demikian si Kulomang dapat bukan saja mengalahkan tetapi juga memperdayai si Rusa yang congkak itu. Sedangkan si Kulomang sudah menyiapkan sepuluh teman-temannya. Dan ia berguna untuk melindungi siput laut dari terik matahari. Hal yang sama terjadi berulang kali hingga ke tanjung ke sepuluh. Dengan sombongnya ia berteriak-teriak. Begitu pertandingan dimulai. ngan ukur bisa nutupan orat. Jadi kahirupanana taya deui ngan tina ngaroroték baé dina tegal-tegal atawa kebon awi. malah-malah sakapeung mah datang ka potpisan sapoé dua poé henteu manggih-manggih sangu. sumawona anak incu. disampingna ogé. Pada hari yang ditentukan si Rusa sudah mengundang kawan-kawannya untuk menyaksikan pertandingan itu. Ari buburuh dederep henteu kaduga jeung geus henteu laku. Dalam hati ia yakin bahwa si Kulomang mungkin hanya mencapai jarak beberapa meter saja. kitu ogé hateupna bilikna geus balocor.´ Betapa terkejutnya si Rusa. ³Kulomang. si Rusa sudah kehabisan napas. ia tidak jadi beristirahat melainkan lari tunggang langgang. wantu-wantu enggeus kolot kurang tanagana. papakéanana geus butut sarta laip. Setiap ekor dari temannya ditempatkan mulai dari tanjung ke dua hingga tanjung ke sebelas.

anu deukeut kana talaga. jadi deleg kabéh awakna taluhur kukumurna. boga niat rék ngaroroték deui ka tegal. anu panggedéna ti sakabéh baturna. ku tina seuseut datang ka henteu bisa maju leumpangna. Barang geus kira-kira satengah jam lilana datang hujan gedé naker wani cileungcangan. keur tamba ulah langlayeuseun teuing. éta nini-nini téh manggih lauk deleg pirang-pirang. ari nini-nini téh datang ka ngadégdég awakna tina bawaning tiris kahujanan sarta léngoh balikna teu barang bawa. sarta di sabeulahna deui nyandingkeun walungan gedé. Di dinya éta nini-nini téh bungah kacida. Dina hiji mangsa éta nini-nini geus dua poé henteu manggih-manggih dadaharan. ³Aduh. ti dinya éta deleg barisaeun deui leumpang tuluy kebat lumakuna. sosoroh nukeuran sangu ka tatanggana taya nu méré. Geus kitu bral leumpang ngajugjug ka tegal kaso urut nyundutan. . rék pindah tina walungan kana talaga. hayang nyaho kumaha kajadianana. Tapi manéhna héran neuleu aya hiji deleg. jeung deui leumpangna ogé pangheulana. Barang datang ka dinya. Kusabab éta deleg kabéh pada nyandang susah tanwandé manggih bilahi paéh kasaatan. kawas-kawas nu jadi ratuna sarta bisaeun ngomong. tulcel. euweuh anu midamel. nya ayeuna paéh langlayeuseun téh´. pangrasana ieu bumi jeung langit téh jadi sorangan baé. bari sugan manggih dangdaunan atawa bongborosan nu ngeunah dihakan. jenenganana ogé henteu apal. Ti dinya manéhna tuluy ngajentul di imahna bari humandeuar pokna. pikirna geus tangtu manggih untung meunang lauk pirang-pirang boga keur nukeuran sangu. panon poé geus kacida teuing panasna.Ari éta nini-nini téh sakitu nya kokolotanana henteu pisan nyaho ka gusti Alah. Ari ku nini-nini téh didéngékeun baé saomong-omongna éta deleg téh. ³Samiun Alah kuring neda hujan! Samiun Alah kuring neda hujan!´ Kitu baé omongna bari tatanggahan ka luhur. Sanggeus nepi kana tengah-tengah éta tegal kabeurangan. cilaka teuing diri aing ieu. Sanggeus ngomong kitu téh. ulahbon ngalampahkeun téa kana paréntahna. pokna.

³Samiun Alah kuring neda uwang! Samiun Alah kuring neda uwang!´ Kitu baé omongna teu eureun jeung pikirna anték kacida panedana ka gusti Alah. moal enya Alah téh sumping ka dieu. datang ka geus teu aya pikiran deui ka nu séjén. anu boga imah téh. niatna rék dipaké ngabobodo ka nini-nini téa. ku sabab gandéng jeung bosen. jeung sugan nyeurieun ditinggang tonggongna. Ti dinya éta nininini ség baé tapakur di imahna. jeung deui. ³Ih boa lamun aing ogé neda widi ka nu ngaran Alah téh. Ti dinya éta jalma tuluy nyokot karung goni beunang ngeusian ku beling. ngan kitu baé euweuh deui kasab. sina di nyanaan duit paparin Alah ragrag ti luhur. meureun di paparin. Bareng geus nepi ka lima poéna. Panyentakna éta nu boga imah ku nininini henteu digugu. banget ngéwaeunana. ku éta karung ambih kapok moal ngomong kitu-kitu deui.Kacaritakeun éta nininini téh sanggeus datang ka imahna tuluy mikir bari ngomong di jero haténa. saunggal poé unggal peuting ngadéngékeun omongna éta nininini. Ari jalma anu imahna di tangkodan ku imah nininini téh. lamun manéh henteu beunang di carék. bari ngomong tatanggahan ka luhur nurutan sakumaha kalakuan deleg téa. sarta dititah undur henteu los. geura undur baé imah manéh ulah ditangkodkeun ka imah aing. jeung kitu baé mah anggur ngala suluh. ngan bédana aing mah rék neda uwang. beuki kacida garétékeunana. ari piomongeunana mah nya cara deleg téa baé. seba duit ka manéh. . Tuluy baé nyentak ka nininini téh pokna. ngala daun ka leuweung meureun aya hasilna. tonggoy baé ngomong nyuhunkeun duit ka Alah anggur beuki tambah maksudna. supaya jejel ambih beurat. datang ka pinuh sarta dipékprékan. ³Nini! Répéh aing gandéng. ngan kitu baé. taya pisan répéhna. henteu beunang dicarék.

kabitaeun naker neuleu éta nini-nini téa jadi beunghar. margi ngaraskeun kadirina basa keur malarat kénéh. tina suka tulung ka jalma-jalma nu miskin. kalulutan ku jalma réa sobatna. semu banget atohna. jeung deui kumaha gedéna baé aya nu jadi ringgit. aya kénéh nun?´ Ti dinya tuluy geuwat dibuka. sarta tuluy dilaporkeun ka nagara jeung ditétélakeun asal purwana. bisi aya nu nganiaya dipaling duitna. karana nu dikarungan téh tétéla pisan yén beling. Geus kitu karung téh disembah ku nini-nini téh bari ngomong kieu. sumawonna ka nu keur kasusahan. yén éta nini-nini meunang bagja boga duit pirang-pirang. Geus kataksir piengkéeunana bakal meunang éra kabobodo. nénjo aya karung ngadungkuk kacida atoheunnana. aya nu jadi ukon. . malah kapala distrik sumping ka dinya ngalayad. Ti wates harita éta nini-nini téh jadi sugih teu kinten-kinten. katut eusina. éta nininini henteu kaidinan cicing di kampung. tuluy diponcorkeun tina sipandak ditindihkeun ka handap mener kana tonggongna nininini téh kalengger tina bawaning nyeri. Ari timbalan ti nagara. aya uwang emas aya uwang pérak. ³Nuhun Alah! Nuhun! Naha loba-loba teuing maparin duit téh. panyanana nya éta karung duit. Ari isukna tatangga kabéh daratang ngadegdeg. anu méré karung beling téa. lantaran dibobodo karung beling ku manéhna. mana ari keur ajengan. jeung diurus dipangmeulikeun lembur imah. Kacaritakeun éta jalma.Kira-kira geus wanci sareupna ku éta jalma karung téh dibawa naék ka para. dumadakan éta beling kabéh jadi duit. Geus kitu kersana nu agung. asal tina dibobodo. Anu boga imah téh suka seuri nénjo kalakuan nini dug-dug deg-deg. Geus kitu boga niat hayang nurutan. paparin ti Alah. Ana geus inget. Kitu deui dipikanyaah ku menak-menak tina saregep kumawulana jeung tambah alus budina.

sarta tuluy dibawa naék nka para.Ti dinya tuluy nganjang. supaya dibales ku éta nini-nini téa sina nindih ku karung beling ka manéhna. béh beling kénéh baé henteu daékeun jadi duit. ³Nuhun Alah! Nuhun! Naha maparin duit réa-réa teuing. nini-nini téh tuluy ka imahna éta jalma nu keur tapakur téa. ³Ih naha Alah téh wét pilih kasih. hayang ditinggang ku karung beling. ³Nini saterangna éta duit téh asalna beling beunang kula ngarungan. ³Samiun Alah kuring neda uwang! Samiun Alah kuring neda uwang!´ Kitu baé omongna jeung pikirna ujub kacida nangtukeun yén bakal meunang duit ti Alah dua karung goni parinuh. sadatang ka imahna heug baé tapakur nurutan sakumaha polahna nini-nini téa sarta ngomong. ség baé bijil omongna suaban ngahina ka gusti Alah pokna. Arina inget ngageuwat ménta parukuyan ka pamajikanana. kusabab satadina kaula giruk ngadéngékeun ajengan ngomong baé nyuhunkeun duit ka Alah. ³Hadé heug baé geura tapakur. heug karung téh dikukusan. nu galedé. cara kaula baréto´. pokna. Ku prakara éta ayeuna kaula rék neda dibales ku sampéan. da nu baréto mah bisa nyieun duit ku beling. tatapi ahir-ahir éta beling dumadakan wet jadi duit kabéh. ti dinya heug éta dua karunganana ditindihkeun kana tonggongna. bari mawa dua karung beling beunang méprékan. tatapi kaula mah hayang ditinggang ku dua karung. mana ari keur ajengan? Aya deui?´ Barang geus tamat ngomong karungna dibuka. sejana rék badami. sek baé kapaéhan malah-malah tulang tonggongna datang kapotong. ari Alah nu jeneng ayeuna tayoh-tayoh henteu bisaeun? . Barang blug ninggang. Bareng geus nepi ka lima poéna. pokna. Ti dinya éta jalma téh tuluy balik. ambeuh kaula leuwih beunghar manan nini. Wangsul nini téh. dipangnyieunkeun duit sawaréh? Ari kaula henteu? Jeung deui: kumaha naha atawa Alah téh geus diganti deui tayohna. karana tanwandé jadi duit ogé cara nu geus kalampahan. pokna. bari ngomong nurutan cara omong nini-nini téa. ti dinya kacida hanjakaleunana datang ka ngalembah rék ceurik tina bawaning aral. dipaké ngabobodo ka sampéan. ari mentas dikukusan tuluy disembah.

UILKENS. Tina aya kénéh berkah Alah bisa cageur ogé. LAND EN VOLKENKUNDE. tatapi tanpadaksa.Ti wates harita éta jalma gering heubeul pisan nyeri cangkéng. 07 @ 1: 23 P M | 0 C O MM E NT S Aing Djago[1] . Dongeng Sunda Buhun ieu dikukumpul ku J. datang ka henteu kuat nyiar kahirupan rosa-rosa. lawas-lawas manéhna jadi malarat cara nininini téa. jadi bongkok tonggongna. TIJDSCHRIFT voor INDISCHE TAAL.A. [1] Nyutat ti Majalah Walanda. mangrupa carita ra¶yat urang Ciamis. tatamba kapirang-pirang dukun. kawas-kawas jadi tépa malaratna éta nini ka éta jalma téa. wedalan taun 1872. P OS T E D BY A D M I NIS T R AT OR O N 01. 11.

Musuh kudu iatna sabab gorowok kieu the biasana disusul ku panaradjang kilat nu bahja. Moal kapiheulaan babar manehna mah. Dina kalangan pentja di Banten mah sora ieu teh pikeun mere peringetan. Nu saurang awak badag sembada.´ Si Gomar anu geus kasohor djago di daerah Tjibaliung. Unggal rindat. Tapi da lain djawara sakatiga atuh si Gomar oge. Pandeglang geus teter. Menes.Hajoh dia ulah ngadjedog bae. Srog madju ka hareup.Aing Djago Ku: S.. . Bedog Tjiomasna meh ngangsar kana taneuh.Djadi asal idjen!´ djawab Si Gomar neger-negerkeun maneh. Njeh Si Djago njerengeh semu nu ngahoa. Komo ieu bari diparag ku si Djago djeung baladna saperti ajeuna mah. Djago-djago di Labuan. Hikmat . Sorot panonna nu buringhas siga tembus kana hulu angen musuhna. Njaliara ka sakudjur awak nu keur disanghareupan. Kabeh dipatjundang. Kurang-kurangna teger mah nu ngadenge matak baseuh tjalana.Heeet´ Si Djago ngagigila musuhna. Rangkas. Geulang bahar meulit dina pigeulang duanana. balad-balad[3] manehna sorangan bangun nu leungit pangatjian. nu saurang deui djangkung leutik. Asa kakara manggih lawan anu teuneung ludeung asup ka daerahna. Karek ku haok djeung polototna bae ge geus rea nu taluk. Hatena mah teu wudu dag diug dug. . Song dada rubakna nu buluan diasongkeun. Cilegon... Sanadjan manehna geus njaho kana ngaranna oge.A. Pikirna sageprak oge Si Gomar moal teu rubuh. Renghap manehna narik napas pandjang.Tah dada aing´ Sorana mani handaruan. ari adu hareupan mah kakara. Kareret ku djuru panon Si Gomar. da di dunja kadjawaraan di sakuliah Banten mah teu aja nu bireuk atuh ka si Djago the. usik djeung kereteg musuhna geus kaukur. tajohna ngumpulkeun heula tanaga djeung pangatjian. Nangtungna . hatena rada hemar-hemir.. . Dua djago geus adu hareupan.

. bareng djeung suku katuhuna nedjeh palangkakan. . Biwirna mani ngawet. Ngan nu dipeleng ku mengingetna mah. Ngan sakilat duanana geus pada menerkeun deui tangtungna. Tapi harita keneh ditjentok deui bari ngagilirkeun awakna ka katuhu. . njah! Deungeun-deungeun mah karek dihetkeun geh geus bidjil kokoneng. Tulang siku diadu djeung tuur Si Gomar.Heuh heuheuh. Atuh Si Gomar nu rek ngadua kalian mitjeun panaradjang musuhna kawas tadi teh. Saumur dumelah. Sihoreng eta gerak tipu.Disakalikeun dia ku aing ajeuna mah. Meh wae manehna kaleungitan kasaimbangan badanna.. Ragamang Si Djago rek ngarawel beuheung Si Gomar.´ Rej beungeut Si Gomar beureum. La haula wa la kuwata. Djep nu njeungseurikeun djempe. Ajeuna paeh isuk paeh. . Mun nu sedjen mah dina tangtung kitu teh geus pasti beunang mamatihna. ajeuna kapalingan tangtung. Panonna molotot bangun anu rek ngalegleg.´ matak muringkak bulu punduk. dadana beuki didjeberkeun. heuh. tjeuk hatena njambat. Da leungeun Si Djago sakilat: . Ieu pisan nu diarep-arep[4] ku Si Gomar ge.Heuh.masing angger tagen. Renghap deui narik napas. Napsuna mimiti ngagudag-gudag. nu nurunkeun sagala elmu pentja djeung kawedukan..´. Geuwat manehna menerkeun deui tangtunganana. Djleng Si Gomar luntjat ka katuhueun musuhna. Tapi nu didago lebeng. madju Setan «««. Hatena ngentab panas. Sebrut deui Si Djago ngaheumbatkeun peureup katuhuna. karek ajeuna dipojok djeung digeuhgeujkeun dina kalang. Karek ge djleng ka katuhu geus dipapag manten ku . leungeun musuh digiwarkeun kaluar.Hajoh dia madju´. moal diomberan..Heuh. Teuing ka saha. Seuri nu karasana asa balati nurih angen Si Gomar.´ gerentesna. Teu seber ku geretak nu matak katorekan. Antara sasenti deui ngagilek. Rej beungeut Si Djago beureum. ngan ukur djero sasekon geus bisa ngomean tangtungna. Sret narik leungeunna nu milepas. Leungit sagala kagimir.. Napasna ngaharegak. bener djago dia. Ana barakatak the Si Djago ngagakgak . Tapi Si Djago nu kakontjara maher pentjana. Gorowok manehna nantang.leungit´. disikukeun bari ngarengkogkeun awakna.. bari nepak siku Si Djago ku leungeun kentja. guruna. Tapi«... Manehna tetep ngadago gerakna musuhna. heuh heuh´ Si Djago Tjeutjeuleukeuteukan.Hajoh dia djago. Huntuna kekerot. . heuh. mangkaning di lembur sorangan deuih. Sebrut peureup katuhuna nu sagede tjengkir ngahiuk. Sadjongdjonan papelong-pelong[5].

Sadjongdjongan ngadjengdjen.´ Si Djago mere komando . Gurilap-gurilap[6]katodjo panon poe. Kapaksa manehna ulin di handap. Tapi Si Gomar rikat pisan ngadjleng. lep manehna ngelok. Si Djago napasna geus mimiti ngahegak. Ka «««. bru nu rubuh bari sesegor. ketjoh ditjiduhan.Heuh ««« heuh ««« heuh !´ bari njampeurkeun musuhna. Pluk bedogna murag tina leungeunna. Bubuhan rea pembela-pembela[9] njiliwuri djeung mopoek.. Gilek Si Djago ngagilek bari ngadepong. bles bedogna nantjeb kana taneuh. Gerak refleks Si Gomar teu kendor. Djung manehna nangtung lalaunan. djleng Si Gomar luntjat heula. Djleng ka kentja. Djlung-djleng ka kentja ka katuhu bari njabet-njabetkeun[7] bedogna.. . Arek dibeubeutkeun pisan.Hajoh dak. terus njehtjer musuhna ««««««. pikeun nahan panaradjang Si Gomar.. Tapi karek ge tjlek sukuna kana taneuh. Tapi nu sohor mah tetep Si Djago bae. djekres sukuna ngagunting musuhna. teu kaburu nangtung. Kaajaanana matak pikahariwangeun. Belewer aja nu ngalajang luhureun sirah Si Djago. manehna ngagilek bari njanggap bedog musuhna ku siku-siku. bareng djeung ngagoakna Si Gomar. gewewek ngaranggeum buuk Si Gomar. !´ Salah saurang balad Si Djago ngagorowok. bari ngahaok : . Gurindjal. Geutih ngarej kana tarangna.rasiah´ nu digunakeun ku baladna. geus tangtu aja pakarang .. geprak suku Si Gomar ngagunting.Tah. Si Gomar palastra-satria tengahing kalang. Barakatak manehna seuri. brek pasang depok. Seak sora bedog ngahiuk njabet beuheungna. ketjek suku Si Djago dikadek. Aja nu djail ti luareun kalang! Si Djago nu masih ngadepong bari ngahegak. samangsa-mangsa manehna kapeped dina tarung. Riek awak Si Djago njanggejeng. . maledog balati ka musuhna. randjah imah-imahna[10]. da beurat ku awak. ti luareun kalang. Si Djago. Si Gomar dina sikep nu nguntungkeun. Nu laladjo mongkek napas.peureup Si Djago nu ditudjukeun kana beungeutna. tapi poos digiwarkeun. Kapaksa Si Djago ngalengkah ka hareup pikeun mere kasaimbangan tangtungna nu lontjer. Djeprot disepak. Manehna kapaksa ngalawan musuhna ku karikatan sukuna wungkul. olohok nendjo musuhna teu puguhpuguh[8] rubuh. Geus biasa da. Belentrang wadja pada wadja diadu. Breh katendjo aja peso nantjeb dina tonggong Si Gomar. Serepet bedogna dilugas. Peureup kentja Si Djago ngahiuk mani bangbaraan milepas luhureun sirah musuhna.

lengkep djeung ingon -ingonna[14]. nu ieu.Badi´ djawabna bari ngadegdeg. ari njanghareupan Si Djago mah keder.´ Ret panonna nitenan wanita-wanita[12] nu naragog.Djang aing eta mah. . Bagus keneh dia teu di podaran ge. . beuki matjeuh sarakahna... katjamatan djeung desa. adatna mahiwal ti batur... babakuna nu bisa ngadjilat. tuh nu itu... Ngaranna beuki dipikagimir bae.. Sanadjan manehna urut djawara oge..Tjokot awewe itu!´ djeun teuing pamadjikan batur.Tah nu ieu.motah´ tjara nu kasurupan teh. sawahna. hah?´ . Lamun gegedugna keur . ngaranna beuki sohor bae.. Beu. Ulah aja nu wani!´ Si Djago nu geus nalukkeun djawara-djawara di unggal kabupaten. sok imahna. Hatena ratug tutunggulan.Mana djarona dak?´ . Angen-angen-na[13]mah hajang bisa nalukkeun kabeh djago di sakuliah Banten. ti Udjung Kulon nepi ka Djampang Kulon. kebonna. ka awewe mah. bari latam-letem tjara embe badot ngadeuleu Si . Bro-broan. wah taja dunja kinasihan. .Ieu jeuh Ka.´ salasaurang baladna ngagorowok bari njuntrungkeun djaro (lurah). bangun miris.bari ludjag-ledjeg. Tapi ana geus njaah ka djelema. Lamun tjarekna : .. siga nu heueuh unggul ku djalan beresih.Saha ngaran dia.´ Teu kungsi saparapat djam. . atuh beuki sombong. . Beuki gede pangaruhna djeung loba pakajana. tapi baladna geus teu helok deui. Murang-maring. utjapna hajang digugu bae. .Mimiti poe ieu dia dipotjot ku aing. Kumpulkeun djalma-djalma[11] kabeh. hih kudu wae digugu. ngagalaksak ka rajat. Sagala kahajangna teu meunang dipungpang. Sakalina mahugi oge tara diitung deui. itu´ bari nundjukan awewe nu taregep. Dibantah saeutik ge make kolu ngadek. Tapi lamun seug kahajangna dihalang-halang. osok song we diasongan awewe geulis ngadadak lindeuk. awewe-lalaki geus kumpul naragog hareupeun Si Djago. djubras-djebris hahaok djeung sesentak babanting bari meupeus keujang.Tjalukan djarona ka dieu. mani kawas nu ngadadak owah.

magar teh.Pan euweuh nu njoara? Hajeh ngomong dararia!´ . . Tapi Islamna ngan lebah njandung wungkul.´ Numatak Si Djago hirupna beuki kolot teh beuki mangprung... Bari molotot.. Gigireunana dua modjang nu barahenol tarapak deku bari mareuseulan bitisna. Ari ka saha-saha[17] ngakuna mah Islam.. Deugeulna (kepala batu) alahbatan budak halabhab.meungpeung aing kawasa.´ .Daak.. .Hah««. Daak.Ehm «. Saurang deui modjang keur njiaran njabutan huisna. manehna ngagorowok: . TapiI kalakuanna ka wanita mah tara ieuh eleh ku nu ngarora. . Ehm «. Ari pamadjikan salawasna opat. da hajang tetep siga ngora.. mun teu rek disebut leuwih gembul teh. Pajus disebut kolot-kolot[15] kokorobet teh. Manehna ngabaheuhaj dina korsi males. «««.aing pang benerna sorangan´. da umur Si Djago teh geus kawilang kolot.. Rarasaanana .Kumaha Si Deugeul. . .´ . ku naon?´ .. Madjar teh. Tunggul dirarud tjatang dirumpak. Nu resmina kitu soteh.´ .. djaro Mandalawangi tea geus dipotjot?´Djempling taja nu ngadjawab. Di kamar istimewa paranti leleson djeung sukan-sukan[19]. Djadjauheun kana babalik pikir teh.´ Si Patrik anak emasna Si Djago ngadehem.. sagala lubak-libuk..Eta«« eh««.Tatjan dongkap Ka. Kitu lah kira-kira[16] 65 taun.´ .Bikang.. di Mandalawangi keneh.Bating! Kapan ku budak bae bisa dihalangan.Mana Si Gada nu diparentah ku aing ngaganti Si Deugeul?´ ..Sanes.! Sora Si Djago ngagerem. Naon daria geus djaradi bikang kitu?´ Kuniang Si Djago hudang. batur mah kabeh ge salah! Aing kudu digugu! Dina hidji poe sore-sore[18] Si Djago diriung-riung ku baladna nu raket pisan.. dihalang-halang ku anakna.. Panonna peureum beunta... Dja budak keneh. malah bedjana mah sakola keneh.Teu atjan Ka.Anakna? Djawara kitu?´ ..

.. komo gimir mah. ana berejek tej djelema-djelema[22] ti luar arasup. Katelah mah Pakih.Pan aing nu ngagadjih daria unggal poe.´ . tapi sikepna sajaga. Aing nu pangdjagona. aing nu pangbageurna««´ Sabot kitu di luar aja sora ribut-ribut[20]. .Kula´ djawab pamingpin djadjaka-djadjaka tea...Kula anak Djaro Deugeul nu ku andika deuk dipotjot. bisi hajang dipekprek hulu dia ku aing. saha nu adil djeung bageur tjara aing? Moal aja sadunja geh. Tjoba hajang njaho.´ Si Djago ngagorowok. Tjan oge anggeus ngomongna.Hajoh teang kaditu. tingdjarerit mani ajeuhajeuhan.. beungeutna pinuh ku getih. Blak panto kamar Si Djago muka. Narangtung adjeg...Tah«« Djago««! Balad andika Si Gada nu rek ngaganti Djaro Deugeul!!´ tjeuk salah saurang djadjaka. Saha ngaran dia?´ .. Djelema tinggorowok.. .Naon tah?´ Si Djago tjuringhak. boga balad ketjing kitu. Kula sabatur-batur ngahadja datang ka dieu deuk mere peringetan ka andika«««. Ambekanana ngahegak panonna buntjelik. Pasemonna leber wawanen..´..Ti Mandalawangi. aja nu nedjeh. . Heran aing mah. Bangun jakin ka diri pribadi. Panto didjedjek parabot diubrak-abrik. Bru rubuh hareupeun Si Djago. .. Aing nu mere pipamadjikaneun ka daria. .´ . Sampojong-sampojong aja djelema asup.´ . . Ngomongna ajem teu aja sari-sari kasima. hajoh ngomong. Bru-bro barang petjah-belah kawas dibanting-bantingkeun. Anak saha dia hah?´ .Saha dia hah? Deuk ngadjagoan hareupeun aing! Budak olol leho.Haramjadah«. Badjuna ruwak-rawek.Pakih? Tjan ngadenge ngaran kitu mah.. Aing nu maraban daria isuk-sore.Saha nu wani ribut-ribut[21] di imah aing? Kurang adjar««. Blus tilu djadjaka arasup..

Peringetan««. heuh.Eureun!´ Pakih mere komando ka anak buahna.. Belewer-belewer batu sagede-gede kaletji merekpek sirah djeung beungeut Si Djago.. jen moal deuideui[24] ngaruksak kaum wanita««. Demi Allah daek paeh kasarad.Bangsat dia. djlung-djleng.Jeuh aing Djago. . ... teu burung baluntjunur tarang djeung sirahna. heuh.? Aing deuk diingetan ku pantaran kitu? Budak bau djaringao? Heuh.´ . deudeuh ka pakir-miskin. Aing nu geus loba pangalaman.Hajoh Djago kumaha karep andika ajeuna? Sanggup sumpah? Sanggup ngeureunan sagala kadjahatan djeung kadoliman? Atawa hajang digorok andika ku anak buah kami?´ .´ Borobot djandela aja nu naradjang.Geus bosen kami mah.. heuh. Sabot malik serepet aja nu ngagaris kana leungeun badjuna. Deuk njingsieunan dia ka aing? Heuh. . heuh. huthet. heuh. Dak. aing nu geus seubeuh mandi geutih.. aing«««««. deuk maraksa ka aing kudu taluk? Heuh. Si Djago sosoak: .Heuh.. Njaah. Rajat laleutik geus teu sabar deui digarong pakajana. Aing nu kawasa... .Eh« eh« eh« Nanaonan ieu kasep. aing nu ngereh sakuliah Banten. tjan njaho di nu djagoan. Geus datang mangsana andika ngeureunan sagala kadjahatan.´ . tapi atuda murubut datangna. Kapan Mamang ti baheula geh tukang ngurus djelema leutik. Tembongkeun ajeuna kadjagoan andika. Putjunghul sirah barudak narolol. kadoliman djeung kasarakahan.. heuh«. Hiih haram geh hukumna ««´ .. Tjleb peso balati nantjeb kana panto tukangeunana. heuh««´ Belewer aja nu ngalajang luhureun sirah Si Djago. Manehna ngarendjag tuluj malik. sanadjan maher pentja.Ngadjedog ulah loba pidato andika!´ tjeuk Pakih tetep ajem. Manehna pakupis nakis. dak! Deleh ku daria ieu tjatjing-tjatjing[25] tjau. heuh. nangtang gelut ka aing?´ bari nepakan dadana. dirampas anak-pamadjikanana ku andika djeung balad andika. Teu rumasa Mamang mah. Tungtungna mah ngadjendjen weh. Dararia mah tjatjing tjau! Budak olo-leho. Rikat manehna njingtjet. tilok ngabinasa ka sasama manusa. Tjleb deui peso balati nu kadua nantjeb dina kosen panto. Ambek njedek tanaga midek. Meudjeuhna ajeuna andika tobat ka Pangeran djeung sumpah hareupeun batur-batur[23] kami. heuh.

ambekeun ka andika. pek andika kari meta..Aih. bisi teu njaho batur-batur[27] andika kabeh geus ditewakan ku anak buah kami djeung ku rajat. Kabeh meunang papaksa. Ulah kaosol ku batur Sep. Djago. sina mulang ka salaki-salakina nu bareto. kami teu sieun. kapan pantesna mah djadi intju. Pitenah kasep. Bui. ulah sok dipertjaja. Mamang nu ngarondjatkeun harkat kaom wanita mah. Arek silih kadek ku bedog. rajat Tjibaliung ajeuna geus beunta. Tapi dina hatena mah njeungseurikeun.. kabeh idjideun. arek silih tewek ku peso. ku kami dipulang-pulangkeun ka nu boga milik. ari kana disiplin mah njaraho. aih kasep. di baraja. Bisi panasaran hajang ngalawan.Gebruskeun bae ka Tjiliman! Tarandjangan. geus hudang. Stop dak!´ Pakih mere komando. Digarebugan patingdjaropak. Mamang mah sosial ka saha-saha oge. geus samiuk.. Nurut ka pamingpin. ajeuna keneh talak pamadjikan andika opatanana.. Njaho ge moal urusan kolot. djlung-djleng laluntjatan tina djandela. Boh nu aja di andika. Tjruk-tjrek kawin ka ditu ka dieu. Srog Pakih madju bari ngomong : . Sing pertjaja ka Mamang. pitenah eta mah. di anak. Lah pilakadar bebenjit kamari ieu. . Pakaja batur dirampas. Sanadjan ngarora keneh oge.gebugan heula!´ .´ Tajohna mah batur-batur[26] Pakih geus teu sabar. bui..Ieuh. djaba ngundeur. Kari andika ulon-ulonna. Lain ngaruksak wanita ari kitu?´ . njawana dipegatkeun. Ari eta. pamadjikan andika nu ngarora.´ . urang arak ka kota. Djep djempling. Lamun ajeuna ku kami dihutjuhkeun..Masja Allah. Mamang nu geus korban melaan rakjat djembel. Bisi teu njaho. Rob ngalingkung Si Djago bari tinggorowok djeung mesat bedog. kabeh dipulangkeun ka nu bogana. Harta banda maneh nu asal meunang ngarampas sarta diaraku ku nu bogana.. asupkeun ka pangbuian«.Ari eta andika sok ngarusak kaom wanita. moal kungsi lima menit andika djadi bangke! Ngarti?´ Lamun andika hajang salamet pandjang umur. Maranehna mah sirikeun ka urang«´ djawabna neger-negerkeun maneh. anu tetela meunang teu halal mah. Eta mah amal soleh. di pamadjikan andika. Andika pribadi memeh surup mata poe .

.Peuntjit bae ajeuna! Peuntjiiiit!´ Si Djago anu sok susumbar-gumagah teh. . harita mani .peot´ bawaning ku sieun.Kateuteuari ngalajanan nu burung«.. tapi kudu tarima hulu andika misah tina awak.kudu geus indit ninggalkeun Banten..Haju urang tinggalkeun´ Tjeuk Pakih . Ngolesed tina korsi males bari njembah atjong-atjongan.´..Gorowok ti luar rame : . menta hirup.´ . .. Hade tetep matuh di Banten..

Dongeng bertujuan untuk memberikan ajaran moral yang baik kepada masyarakat. Contoh penulis yang sering membukukan dongeng basa Sunda adalah Ajip Rosidi. kelinci. Dongeng lelucon. Dongeng juga merupakan dunia khayalan dan imajinasi dari pemikiran seseorang yang kemudian diceritakan secara turun-temurun dari generasi ke generasi. yaitu dongeng yang tokoh-tokohnya manusia tetapi tidak mengandung unsur humor. Dongeng biasa. Perawakan dan penampilan Si Kabayan merupakan potret orang Sunda asli. y y Tokoh-tokoh dalam dongeng Sunda biasanya raja. dongeng lebih condong pada kisah yang penyebarannya melalui lisan dan tidak diketahui pengarangnya (anonim). Contoh: Situ Bagendit. Setiap orang Sunda pasti pernah mendengar dongeng Si Kabayan atau setidaknya pernah mendengar nama Si Kabayan. Nyi Iteung. putri kahyangan. Namanya pun sudah bergeser menjadi dongeng modern. adalah dongeng yang bertujuan untukmenghibur. bahkan dapat dikatakan sangat berada di bawah tingkat sederhana. Sebenarnya. neneknenek dan kakek-kakek. Contoh: Sakadang Kuya jeung Sakadang Monyet. Seperti halnya di daerah dan negara lain. Wajahnya . Adapun dongeng-dongeng yang dibukukan merupakan dongeng yang dialihmediakan oleh seseorang. Dalam dongeng ini. dan Ambu. kura-kura. Dongeng Si Kabayan termasuk dalam jenis dongeng lelucon. di daerah Sunda banyak sekali dongeng yang sangat menarik yang ditulis maupun diceritakan dalam bahasa Sunda atau basa Sunda. dan sebagainya. Isinya disertai dengan humor atau banyolan-banyolan. Abah. di antaranya: y Dongeng fabel (dongeng binatang). raksasa. Dongeng basa Sunda yang paling fenomenal adalah cerita Si Kabayan. terdapat beberapa banyolan yang sering terjadi antara tokoh Si Kabayan dengan Abah. Tokoh utama dongeng Si Kabayan adalah Si Kabayan. yaitu dongeng yang diperankan oleh tokohtokoh binatang. Penampilannya sangat biasa. lutung. Contoh: Si Kabayan. Dongeng pun banyak macamnya. Ajaranajaran tersebut ada yang disampaikan secara tersurat (langsung) maupun secara tersirat (tidak langsung).Asal dongeng Dongeng merupakan suatu kisah yang diangkat dari pemikiran fiktif dan kisah nyata menjadi suatu alur perjalanan hidup dengan pesanmoral yang mengandung makna hidup dan cara berinteraksi dengan makhluk lainnya.

Dongeng Si Kabayan bukan hanya sebatas diceritakan lewat lisan. peci miring. suka menjahili mertua. tukang tidur. berbicara ceplas-ceplos. Didi Petet. sedangkan Nyi Iteung pernah diperankan oleh almarhumah Nikeu Ardila. Si Kabayan mencintai seorang gadis bernama Nyi Iteung. baju lusuh. . sering ribut dengan istri. watak atau sifat-sifat Si Kabayan hampir tidak ada yang baik. Ia digambarkan sebagai seorang pemalas. berselempang kain sarung. Nyeker dalam bahasa Sunda. suka mengejek. dan sebagainya. tidak punya malu. Dalam kisahnya.biasa saja. sedangkan Abah (ayah Nyi Iteung) tidak setuju kalau anaknya dinikahi Si Kabayan karena sifat-sifat Si Kabayan yang hampir tidak ada baiknya itu. melainkan ada beberapa dongeng yang dialihmediakan ke dalam film. Pemeran Si Kabayan dalam film adalah aktor senior. Selain tampilan yang alakadarnya. dan tidak pernah memakai alas kaki. suka bercanda.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful