Anda di halaman 1dari 20

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Nama Sekolah : SMA Negeri 7 Malang


Mata Pelajaran : Geografi
Kelas/Semester : X/II
Alokasi Waktu : 2x45 menit
Pertemuan ke- :7

A. Standar Kompetensi: 3. Menganalisis unsur-unsur geosfer

B. Kompetensi Dasar : 3.2 Menganalisis atmosfer dan dampaknya


terhadap kehidupan di muka bumi.

C. Indikator :
1. Menerangkan ciri-ciri lapisan atmosfer dan pemanfatannya
2. Merinci dinamika unsur-unsur cuaca dan iklim
3. Mengklasifikasikan tipe iklim
4. Mengemukakan informasi mengenai persebaran curah hujan di
Indonesia
5. Menggambarkan jenis-jenis vegetasi alami menurut iklim dan bentang
alam serta persebarannya
6. Menentukan faktor-faktor penyebab anomali iklim global (El nino &
Lanina) dan pengaruhnya terhadap kehidupan
( Pada RPP ini menekankan pada indikator nomor 2, yaitu Merinci
dinamika unsur-unsur cuaca dan iklim)

D. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa mampu menyebutkan unsur- unsur cuaca
2. Siswa mampu menyebutkan unsur- unsur iklim
3. Siswa mampu menjelaskan unsur penyinaran matahari
4. Siswa mampu menjelaskan unsur suhu udara
5. Siswa mampu menjelaskan unsur angin
6. Siswa mampu menjelaskan unsur awan
7. Siswa mampu menjelaskan unsur kelembapan udara
8. Siswa mampu menjelaskan unsur curah hujan
9. Siswa mampu menjelaskan pengaruh penyinaran matahari terhadap
kehidupan di muka bumi
10. Siswa mampu menjelaskan pengaruh suhu udara terhadap kehidupan
di muka bumi
11. Siswa mampu menjelaskan pengaruh angin terhadap kehidupan di
muka bumi
12. Siswa mampu menjelaskan pengaruh awan matahari terhadap
kehidupan di muka bumi
13. Siswa mampu menjelaskan pengaruh kelembapan udara terhadap
kehidupan di muka bumi
14. Siswa mampu menjelaskan pengaruh curah hujan terhadap
kehidupan di muka bumi

E. Materi Pokok dan Pengorganisasiannya


1. Materi Pokok
a. Pengertian cuaca
b. Pengertian iklim
c. Unsur- unsur cuaca dan iklim
2. Pengorganisasian Materi
a. Pengertian cuaca
b. Pengertian iklim
c. Unsur- unsur cuaca dan iklim, meliputi:
1. Penyinaran matahari
2. Suhu udara
3. Angin
4. Awan
5. Kelembapan udara
6. Curah hujan
F. Metode dan Model Pembelajaran
1. Metode: Diskusi, tanya jawab, penugasan .
2. Model : Pembelajaran Kooperatif model Student Achievement
Divisions (STAD)

G. Sumber, Media dan Alat


1. Sumber
a. Hari Utomo, Dwiyono. 2001. Pengantar Meteorologi-Klimatologi.
Malang: Universitas Negeri Malang.
b. Wardiyatmoko, K. 2006. Geografi untuk SMA Kelas X Standar Isi
KTSP. Jakarta: Erlangga
c. Anjayani, Eni, dkk. 2009. Geografi untuk SMA dan MA Kelas X.
Jakarta: Pusat Perbukuan Depdiknas
2. Media
Power Point yang menampilkan keterangan tentang dinamika unsur-
unsur cuaca dan iklim
3. Alat
a. Peta Indonesia
b. Globe
c. Termometer

H. Kegiatan Pembelajaran
No Bagian Kegiatan Pembelajaran Alokasi waktu
1 Awal 1. Mengondisikan siswa dengan: 10 menit
a. Mengucap salam
b. Doa
c. Presensi

2. Apersepsi dengan menanyakan pada


siswa: ”Anak-anak lihatlah keluar
jendela, Bagaimana kondisi awan pada
saat ini?”

3. Motivasi kepada siswa dengan


menyampaikan pentingnya pembelajaran
hari ini. Manfaat pembelajaran tentang
dinamika unsur- unsur cuaca dan iklim,
antara lain yaitu:
a. Mengetahui cuaca harian (cerah,
mendung, hujan) sehingga dapat
melakukan persiapan jika hendak
bepergian. Seperti membawa payung
atau jas hujan.
b. Mengetahui sudut datangnya sinar
matahari (pagi dan sore hari), sehingga
dapat diaplikasikan ketika menjemur
pakaian atau membangun posisi rumah.
c. Memahami arah datangnya angin,
sehingga dapat diterapkan ketika
bermain layang-layang. Supaya laying-
layangdapat terbang dengan tinggi.
d. Dan lain-lain.

2 Inti 1. Guru menjelaskan materi pembelajaran 65 menit


dinamika unsur- unsur cuaca dan iklim.
2. Membagi siswa menjadi 6 kelompok
3. Setiap kelompok mendapat penugasan
yang berbeda. Tugas kelompok berbeda
yang masih dalam KD yang sama.
a. Kelompok 1: Pengaruh penyinaran
matahari terhadap kehidupan di
muka bumi
b. Kelompok 2: Pengaruh suhu udara
terhadap kehidupan di muka bumi
c. Kelompok 3: Pengaruh angin
terhadap kehidupan di muka bumi
d. Kelompok 4: Pengaruh angin
terhadap kehidupan di muka bumi
e. Kelompok 5: Pengaruh awan
terhadap kehidupan di muka bumi
f. Kelompok 6: Pengaruh curah hujan
terhadap kehidupan di muka bumi
4. Setiap kelompok mempresentasikan
hasil diskusinya
5. Kelompok lain menanggapi hasil
diskusi kelompok (menyanggah,
bertanya atau memberi masukan)
6. Menanyakan tingkat pemahaman siswa
tentang materi pada hari ini
7. Mempersilahkan siswa untuk bertanya
8. Siswa menyimpulkan hasil kegiatan
pembelajaran pada hari ini dengan
bimbingan guru

3 Akhir 1. Siswa mengerjakan tes tulis sebagai 15 menit


evaluasi
2. Tindak lanjut dengan pemberian tugas
pada siswa untuk melakukan observasi
suhu udara yang ada di pedesaan dan
perkotaan.
3. Siswa dibagi menjadi 2 kelompok untuk
mengerjakan tugas.
4. Menutup kegiatan pembelajaran dengan
mengucap salam
I. Evaluasi atau Penilaian
1. Proses pembelajaran
a. Diskusi kelompok
b. Presentasi kelompok
2. Hasil pembelajaran
a. Tes tulis
b. Laporan hasil diskusi dan presentasi kelompok
c. Laporan hasil observasi siswa

Malang, 12 Mei 2010

Mengetahui dan menyetujui:


Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

NIP. NIP.
J. LAMPIRAN
1. Peta kompetensi

Menjelaskan pengaruh
kelembapan udara Menjelaskan pengaruh
terhadap kehidupan di curah hujan terhadap
muka bumi kehidupan di muka
bumi
Menjelaskan pengaruh
penyinaran matahari
terhadap kehidupan di Menjelaskan pengaruh
muka bumi awan terhadap
Mengaitkan
kehidupan di muka
dinamika unsur- bumi
unsur atmosfer
dengan kehidupan di
Menjelaskan pengaruh muka bumi
suhu udara terhadap Menjelaskan pengaruh
kehidupan di muka angin terhadap
bumi kehidupan di muka
bumi

Menganalisis atmosfer Merinci dinamika


dan dampaknya unsur- unsur
terhadap kehidupan di cuaca dan iklim
muka bumi

Menyebutkan dinamika
unsur-unsur cuaca dan
iklim

Menjelaskan unsur
penyinaran
Menjelaska
matahari
Menjelaskan n unsur
Unsur- unsur angin
Menjelaskan cuaca dan iklim
unsur suhu udara Menjelaskan
unsur Awan

Menjelaskan unsur Menjelaskan unsur


kelembapan udara curah hujan
Catatan: Kata ”dampak” pada KD kurang tepat, karena dampak cenderung pada hasil
atau akibat negatif. Seharusnya lebih tepat digunakan kalimat ”pengaruh”.
Pengaruh ada yang positif dan negatif.
2. Ringkasan Materi Pembelajaran

DINAMIKA UNSUR-UNSUR CUACA DAN IKLIM


Keadaan cuaca yang ada di sekitar kita dapat diamati setiap hari.
Misalnya pada hari yang cerah, mendung atau hujan.Keadaan cuaca pada
suatu wilayah berybah-ubah setiap waktu. Cuaca meliputi wilayah yang
sempit dan pada waktu tertentu, sedangkan iklim merupakan rata-rata cuaca
pada wilayah yang luas dan dalam waktu yang lebih lama.
Keadaan cuaca dapat diperkirakan dengan cara pengamatan.
Pengamatan dilakukan terhadap unsur- unsur cuaca yang meliputi:

1. Penyinaran Matahari
Matahari merupakan sumber energi utama di bumi yang
berpengaruh terhadap pergerakan udara dan arus laut. Energi matahari
dipancarkan ke segala arah dalam bentuk gelombang elektromagnetik.
Penyinaran Matahari ke bumi dipengaruhi kondisi awan dan juga sudut
datang sinar Matahari terhadap bumi. Sudut ini terbentuk karena bumi
mengalami rotasi. Rotasi bumi menyebabkan lama waktu penyinaran
Matahari di belahan bumi utara dan selatan berubah setiap musim. Sudut
Perbedaan sudut datang sinar matahari menyebabkan jumlah panas yang
diterima bumi jga berbeda. Pada pagi hari sudut datang lebih miring
dibandingkan pada siang hari.
Udara bersifat diaterman, artinya dapat melewatkan panas matahari
sampai ke permukaan bumi. Jumlah panas yang diterima ini, digunakan
bumi untuk memanasi udara disekitarnya. Udara dapat menjadi panas
karena adanya proses konveksi, adveksi, turbulensi dan konduksi.
a) Konveksi adalah pemanasan secara vertikal. Penyebaran panas ini
terjadi akibat adanya gerakan udara secara vertikal, sehingga udara
diatas yang belum panas akan menjadi panas karena pengaruh udara
dibawahnya yang sudah panas.
b) Adveksi adalah penyebaran panas secara horizontal. Penyebaran panas
ini terjadi sebagai akibat gerakan udara panas secara horizontal dan
menyebabkan udara di sekitarnya juga menjadi panas.
c) Turbulensi adalah penyebaran panas dengan cara perputaran.
Penyebaran panas akan menyebabkan udara yang sudah panas
bercampur dengan udara yang belum panas.
d) Konduksi adalah pemabanasan secara langsung atau bersinggungan.
Pemanasan ini terjadi karena molekul-molekul udara yang dekat
permukaan bumi akan menjadi panas setelah bersinggungan dengan
bumi yang memilki panas dari dalam. Molekul-molekul udara yang
sudah panas bersinggungan dengan molekul-molekul udara yang belum
panas sehingga menjadi sama-sama panas.

2. Suhu Udara
Letak Indonesia secara astronomis berada pada 94045’ BT dan
6008’ LU-11015’LS serta berada di wilayah sekitar garis khatulistiwa
mempunyai pengaruh besar terhadap keadaan suhu udara rata-rata
setiap hari sepanjang tahun. Perbedaan suhu udara dipengaruhi oleh
ketinggian suatu tempat dari permukaan laut. Semakin tinggi suatu
tempat, semakin rendah suhunya.
a) Faktor-faktor yang mempengaruhi suhu udara
Perbedaan suhu udara di banyak tempat dipengaruhi oleh faktor-
faktor yang antara lain adalah:
1. Letak lintang
2. Ketinggian tempat
3. Jenis permukaan
4. Kelembapan udara
5. Awan
6. Arus samudra
7. Jarak dari laut
b) Pengukuran suhu
Suhu udara diukur dengan termometer. Pada umunya,
termometer yang digunakan adalah termometer maksimum-
minimum. Sesuai dengan namanya, alat pengukur suhu udara ini
terdiri atas termometer maksimum dan minimum.

3. Angin
Perbedaan tekana udara di beberapa tempat menimbulakan aliran
udara. Aliran ini berlangsung dari tempat yang tekana udaranya tinggi
ketempat yang udaranya rendah. Udara yang mengalir ini disebut angin.
Hal-hal yang berkaitan dengan angin antara lain kecepatan, arah dan
sistem angin.
a) Kecepatan angin
Kecepatan angin yang bertiup dipengaruhi oleh beberapa faktor,
yaitu:
1. Gradien Barometris
Perbedaan tekana udara antara dua tempat akan menghasilkan
angin. Semakin besar perbedaan tekana udara, maka angin yang
bertiup akan semakin kencang dan kuat. Menurut Stevenson
kekuatan angin yang bertiup berbanding lurus dengan gradien
barometernya. Semaikn besar gradien barometer adalah perbedaan
tekanan udara antara dua isobar pada tiap jarak lurus 15 meridian
atau 111km.
2. Relief Permukaan Bumi
Relief yang tidak rata menjadi penghambat bagi aliran atau
tiupan angin. Pada derah perbukitan aliran angin terhambat bukit-
bukit, sehingga bertiup dengan kecepatan lebih lambat dibanding
di daerah dataran.
3. Ketinggian Tempat
Ketinggian tempat berpengaruh terhadap kecepatan angin.
Semakin tinggi tempat, maka angin yang bertiup juga semakin
kencang.
4. Letak Lintang
Letak lintang berkaitan dengan posisi matahari. Didaerah lintang
rendah banyak mendapatkan sinar Matahari, sehingga lebih panas
dibandingkan di daerah lintang tinggi. Dan sebaliknya, di daerah
lintang tinggi lebih sedikit mendapatkan sinar matahari sehingga
udaranya menjadi lebih dingin dibanding daerah lintang rendah.
5. Panjang Siang dan Malam
Angin bertiup lebih cepat pada siang hari dibandingkan dengan
malam hari. Panjang siang dan malam pada beberapa daerah tidak
sama sehingga menyebabkan tekanan udara maksimum dan
minimum berubah-ubah. Akibatnya, arah aliran udara tidak tetap
atau tidak menentu.
b) Arah Angin
Angin bertiup dari daerah bertekanan tinggi ke daerah
bertekanan rendah . Hanya saja angin yang bertiup tidak mengalir
lurus, tetapi mengalami pembelokan arah akibat pengaruh rotasi bumi.
Pembelokan juga dialami angin yang bertiup menuju khatulistiwa.
Seperti yang diungkapkan dalam hukum Buys Ballot, angin bertiup
dari daerah bertekanan maksimum ke daerah bertekanan minimum. Di
daerah selatan khatulistiwa angin berbelok. Ke arah kiri dan di utara
khatulistiwa berbelok ke arah kanan.
c) Sistem Angin
Berdasarkan gerakan dan sifatnya, angin dapat dibedakan
menjadi:
1. Angin Pasat dan Angin Antipasat
Angin pasat terdiri atas angin pasat tenggara yang bertiup di
belahan bumi selatan dan angin pasat timur laut yang bertiup di
belahan bumi utara. Angin pasat bertiup tetap sepanjang tahun dari
daerah subtropik menuju daerah khatulistiwa. Angin antipasat
adalah nama lain dari angin barat, yang merupakan kebalikan dari
angin pasat.
2. Angin Muson
Di Indonesia terdapat dua kali periode angin muson. Angin
Muson barat bertiup pada bulan Oktober-April, saa itu kedudukan
matahari berada di belahan bumi selatan atau benua Australia.
Sedangkan angin muson timur bertiup pada bulan April-Oktober,
saat itu kedudukan Matahari berada di belahan bumi utara atau
benua Asia.
3. Angin Lokal
Angin lokal hanya dirasakan di wilayah yang relatif sempit dan
pengaruhnya tidak luas. Jenis angin lokal: angin laut, angin darat,
angin gunung dan angin lembah.

5. Awan
Awan adalah kumpulan tetesan air (kristal-kristal es) di dalam
udara di atmosfer yang terjadi karena adanya pengembunan atau
pemadatan uap air yang terdapat dalam udara setelah melampui keadaan
jenuh. Kondisi awan dapat berupa cair, gas tau padat karena sangat
dipengaruhi oleh keadaan suhu.
Pembagian awan menurut Kongres Internasional di Munchen tahun
1802 dan Uppsala (Swedia) tahun 1894. Pembagiannya yaitu:
a) Awan tinggi, terdapat pada ketinggian antara 6 km-12km. Awan ini
terdiri dari kristal-kristal es karena ketinggiannya. Yang tergolong
awan ini yaitu: Cirrus, Cirro Stratus, Cirro Cumulus.
b) Awan menengah, terdapat pada ketinggian antara 3-6 km. Yang
tergolong dalam awan ini yaitu: Alto cumulus dan Alto Stratus.
c) Awan rendah, terdapat pada ketinggiankurang dari 3 km. Awan yang
tergolong awn rendah, yaitu: Strato Cumulus, Stratus, Nimbo Stratus.
d) Awan yang terjadi arena udara naik, terdapat pada ketinggian antara
500-1500 meter. Yang termasuk awan ini adalah Cumulus dan
Cumulo Nimbus.
6. Kelembapan Udara
Kelembapan udara dibedakan menjadi kelembapan mutlak dan
kelembapan nisbi. Kelembapan mutlak (absolut) adalah bilangan yang
menunjukkan berapa gram berat uap air tertampung dalam satu meter
kubik udara. Sedangkan, kelembapan nisbi (relatif) adalah bilangan yang
menunjukkan berapa persen perbandingan antara junlah uap air
maksimum yang tertampung di udara atau:

Kelembapan Nisbi = x 100%

7. Curah Hujan
Tebalnya hujan pada setiap temapt dapat diketahui dengan
pengukuran curah hujan. Alat pengukur hujan disebut penakar hujan.
Jumlah curah hujan tidak merata di seluruh Indonesia. Curah hujan di
NTT lebih kecil daripada curah hujan di pulau Jawa. Jumlah curah hujan
tidak sama sepanjang tahun, paling banyak ialah selama bertiup angin
musim barat. Jenis-jenis hujan yang dapat dijelaskan , yaitu:
a) Hujan zenital (hujan tropis), terjadi di daerah tropis. Hujan ini
biasanya terjadi pada waktu sore hari. Di daerah tropis, kira-kira 100
LU-100 LS, hujan ini terjadi bersamaan waktunya dengan kedudukan
matahari pada titik zenitnya atau beberapa waktu sesudahnya.
b) Hujan musim terjadi di daerah pada musim tertentu. Hujan zenital di
daerah musim dipengaruhi oleh angin musim sehingga terjadi banyak
perubahan.
c) Hujan pegunungan (hujan orografis) terjadi di daerah pegunungan.
Udara yang mengandung uap air bergerak naik keatas pegunungan.
Akibat penurunan suhu, udara terkondensasi. Sehingga turun hujan
pada lereng yang berhadapan dengan arah datangnya angin. Udara ini
terus bergerak ke atas akhirnya turun ke sisi lereng di belakangnya,
tetapi tidak lagi mengandung uap ir. Sisi lereng dilalui udara kering
disebut daerah bayangan hujan.
3. Alat penilaian
a) Topik diskusi kelompok
1. Kelompok 1: Pengaruh penyinaran matahari terhadap kehidupan di
muka bumi
2. Kelompok 2: Pengaruh suhu udara terhadap kehidupan di muka
bumi
3. Kelompok 3: Pengaruh angin terhadap kehidupan di muka bumi
4. Kelompok 4: Pengaruh awan terhadap kehidupan di muka bumi
5. Kelompok 5: Pengaruh kelembapan udara terhadap kehidupan di
muka bumi
6. Kelompok 6: Pengaruh curah hujan terhadap kehidupan di muka
bumi

b) Soal Post test


1. Jelaskan dinamika unsur- unsur cuaca dan iklim?
2. Bagaimana pengaruh penyinaran matahari terhadap kehidupan di
muka bumi?
3. Bagaimana pengaruh curah hujan terhadap kehidupan di muka
bumi?
4. Apakah fungsi unsur-unsur cuaca dan iklim terhadap kehidupan di
muka bumi?

b) Tindak lanjut: Melakukan observasi dan laporan kelompok


Siswa di kelas dibagi menjadi dua kelompok (A dan B).
Kelompok melakukan observasi dan pengukuran suhu udara di
pedesaan. Kelompok B melakukan observasi dan pengukuran di daerah
perkotaan. Hasil dicatat dalam tabel.

Jam Suhu udara


Pedesaan Perkotaan
06.00
08.00
10.00
12.00
14.00
16.00
18.00

Soal Analisis: Apakah pada waktu yang sama di daerah pedesaan dan
perkotaan menunjukkan suhu udara yang sama?
Mengapa demikian?

4. Instrument Penilaian

FORMAT PENILAIAN AFEKTIF SISWA DALAM KELOMPOK


Kelompok/kelas :
Ketua kelompok :
Anggota :
No Aspek yang di nilai dalam kelompok skor Perolehan skor
1 Interaksi antar siswa dalam kelompok 1-5
a. Semua anggota kelompok dapat berkomunikasi dan 5
menyelesaikan tugas kelompok
b. Sebagian besar anggota kelompok dapat 4

berkomunikasi dalam menyelesaikan tugas kelompok


3
c. Separuh anggota kelompok dapat berkomunikasi
dalam menyelesaikan tugas kelompok
2
d. Sebagian kecil anggota kelompok dapat
berkomunikasi dalam menyelesaikan tugas kelompok
1
e. Semua anggota kelompok tidak dapat berkomunikasi
dalam menyelesaikan tugas kelompok

2 Kerja sama dalam kelompok 1-5


a. Semua anggota kelompok dapat bekerjasama dalam 5
menyelesaikan tugas kelompok
b. Sebagian besar anggota kelompok dapat bekerjasama 4

dalam menyelesaikan tugas kelompok


3
c. Separuh dari anggota kelompok dapat bekerjasama
dalam menyelesaikan tugas kelompok
2
d. Sebagian kecil anggota kelompok dapat bekerjasama
dalam menyelesaikan tugas kelompok
1
e. Semua anggota kelompok tidak dapat bekerjasama
dalam menyelesaikan tugas kelompok
3 Keseriusan kelompok dalam kerja kelompok 1-5
a. Semua anggota kelompok serius dalam menyelesaikan 5
tugas kelompok
b. Sebagian besar anggota kelompok serius dalam 4

menyelesaikan tugas kelompok


3
c. Separuh dari anggota kelompok serius dalam
menyelesaikan tugas kelompok
2
d. Sebagian kecil anggota kelompok serius dalam
menyelesaikan tugas kelompok
1
e. Semua anggota kelompok tidak serius dalam
menyelesaikan tugas kelompok
4 Efisiensi waktu dalam kerja kelompok 1-5
a. Semua anggota kelompok dapat menyelesaikan tugas 5
tepat waktu
b. Sebagian besar anggota kelompok dapat 4

menyelesaikan tugas tepat waktu


3
c. Separuh dari anggota kelompok dapat menyelesaikan
tugas tepat waktu
2
d. Sebagian kecil anggota kelompok dapat
menyelesaikan tugas tepat waktu
1
e. Semua anggota kelompok tidak dapat menyelesaikan
tugas tepat waktu
Jumlah skor 20

Keterangan :
Jumlah skor minimal : 4
Jumlah skor maksimal: 20

Nilai = (jumlah skor diperoleh : skor maksimal) x 100


Kriteria penilaian kelompok
Rentang Skor Kriteria Nilai
17-20 Baik sekali > 85 A
13-16 Baik 65-85 B
9-12 Kurang baik 45-64 C
4-8 Tidak baik 20-44 D
FORMAT PENILAIAN PRESENTASI
Kelompok/kelas :
Ketua kelompok :
Anggota :

Nama Siswa Aspek yang dinilai Jumlah Nilai


Keberania Keaktifan Penguasaan Penyampaian Nilai Rata-rata
n materi

Jumlah
Keterangan: Skor 0-100

FORMAT PENILAIAN LAPORAN


Kelompok/kelas :
Ketua kelompok :
Anggota :
Kelompok Aspek yang dinilai Jumlah Nilai
Sistematika Kerapian Ketelitian Kemamapuan Nilai Rata-rata
penulisan analisis

Jumlah
Keterangan: Skor 0-100

Perhitungan nilai akhir


Nilai akhir =

FORMAT NILAI AKHIR


No. Nama Nilai kerja Nilai Nilai laporan Nilai post Nilai Akhir
kelompok presentasi test
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Oleh:
Binti Maslukanah/ 23

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS ILMU SOSIAL
JURUSAN GEOGRAFI
Mei 2010
5. Kunci Jawaban Soal Post test
1. Dinamika unsur- unsur cuaca dan iklim merupakan komponen-komponen
yang berpengaruh terhadap perubahan cuaca dan iklim yang ada di
permukaan bumi. Unsur- unsur cuaca dan iklim meliputi:
a. Penyinaran matahari
Matahari merupakan sumber energi utama yang ada dipermukaan bumi.
Semua panas yang berasal dari penyinaran matahari diterima oleh
permukaan bumi dan ada yang dipantulkan kembali. Banyak sedikitnya
jumlah sinar yang diterima oleh bumi tergantung oleh lamanya
penyinaran, sudut datang sinar matahari, tinggi rendahnya tempat,
keadaan udara dan sifat permukaan.
b. Suhu udara
Suhu udara bervariasi dari waktu ke waktu dan dari satu tempat ke
tempat lainnya. Perbedaan suhu udara di berbagai tempat dipengaruhi
oleh: Letak lintang, ketinggian tempat, awan, kelembapan udara, jarak
dari laut serta jenis permukaan
c. Angin
Angin merupakan udara yang mengalir. Angin yang bertiup dipengaruhi
oleh beberapa hal yang antara lain adalah gradien barometris, relief
permukaan bumi, ketinggian tempat, panjang siang dan malam serta arah
datangnya angin.
d. Awan
Awan terbentuk karena kumpulan uap air yang mendingin. Jenis awan
yang dapat diamati setiap hari bervariasi karena awan dapat dijadikan
salah satu ciri cuaca pada hari tersebut. Misalnya awan Cumulo nimbus
yang menandakan bahwa akan terjadi hujan lebat disertai petir atau
guntur, awan ini nampak tebal dan gelap sekali.
e. Kelembapan udara
Kelembapan udara tergantung pada jumlah uap air yang tertampung di
udara. Kelembapan udara dapat dibedakan menjadi kelembapan mutlak
dan kelembapan relatif. Pengamatan kelembapan udara misalnya dapat
dilakukan pada dua jenis ruangan yang berbeda, yaitu kamar mandi dan
halaman rumah. Dari pengamatan tersebut dapat diketahui bahwa
kelembapan udara di kamar mandi dan halam rumah adalah berbeda. Hal
ini karena jumlah uap air yang terkandung di dua ruangan tersebut juga
berbeda.
f. Curah hujan
Jumlah curah hujan di setiap wilayah Indonesia adalah tidak sama. Hal
ini karena suhu udara, kelembapan udara, relief permukaan bumi serta
ketinggian setiap tempatnya juga berbeda. Misalnya untuk daerah
Ngantang dan Pujon intensitas hujannya akan lebih sering jika
dibandingkan dengan kota Malang. Hal ini disebabkan kondisi fisik dua
wilayah tersebut juga berbeda. Yaitu pada derh dataran tinggi dan daerah
dataran rendah.
2. Pengaruh penyinaran matahari terhadap kehidupan yang ada dipermukaan
bumi antara lain adalah kondisi bumi yang kita tempati berada pada garis
khatulistiwa, posisi matahari di belahan bumi utara dan selatan adalah sama.
Sehingga Indonesia hanya mempunyai dua musim dam satu tahun, yaitu
musim hujan dan kemarau. Kondisi musim yang demikian mempengaruhi
kegiatan ekonomi penduduknya. Mayoritas penduduk yang ada di Indonesia
adalah bermata pencaharian sebagai petani. Jenis tanaman yang mereka
tanam disesuaikan dengan musim atau kondisi alamnya. Misalnya pada
musim hujan petani menanam padi dan pada musim kemarau petani
menanami sawahnya dengan jagung atau palawija.
3. Pengaruh curah hujan terhadap kehidupan yang ada di permukaan bumi
antara lain adalah curah hujan yang turun di setiap wilayah yang ada di
Indonesia adalah tidak sama, terutama di propinsi Jawa timur jumlah hujan
di daerah Malang dan Madura adalah tidak sama. Daerah Malang
mendapatkan jumlah curah hujan yang lebih banyak jika dibandingkan
dengan Madura, sehingga wilayahnya menjadi lebih subur terutama daerah
yang berpotensi untuk pertanian. Untuk wilayah Madura lebih kering dan
cuacanya juga panas. Kondisi wilayah juga mempengaruhi kondisi sosial
masyarakatnya.
4. Unsur- unsur cuaca dan iklim yang meliputi penyinaran matahari, suhu
udara, angin, awan, kelembapan udara dan curah hujan sangat berpengaruh
terhadap kehidupan manusia yang ada di permukaan bumi. Melalui
pengamatan pada unsur- unsur tersebut dapat diperkirakan cuaca serta iklim
yang ada di wilayah kita. Keadaan cuaca dan iklim ini mempengaruhi
kegiatan manusia sehari-hari, seperti jumlah hari kerja, pola pertanian, pola
pembangunan rumah, dll. Karena pada dasarnya setiap kegiatan yang kita
lakukan tidak bisa terlepas dari kondisi cuaca dan iklim. Dengan
pengamatan cuaca harian dapat digunakan sebagai landasan untuk
memperkirakan iklim yang terjadi di wilayah Indonesia.