Anda di halaman 1dari 3

CARA MENGATASI RESIKO

Berikut langkah-langkah yang perlu Anda perhatikan, untuk mengurangi resiko.

• Sebelum memulai usaha, sebaiknya Anda melakukan riset mengenai hambatan-


hambatan yang dimungkinkan muncul ditengah perjalanan usaha. Dengan begitu
Anda dapat menyiapkan strategi sedini mungkin, untuk mengantisipasi hambatan
yang dimungkinkan ada. Misalnya saja resiko persaingan bisnis yang
dimungkinkan semakin meningkat.
• Pilihlah peluang bisnis sesuai dengan skill dan minat yang Anda miliki, jangan
sampai Anda memulai usaha hanya karena ikut-ikutan trend yang ada. Dengan
memulai usaha sesuai dengan skill dan minat, setidaknya Anda memiliki bekal
pengetahuan dan keahlian untuk mengurangi dan mengatasi segala resiko yang
muncul di tengah perjalanan Anda. Hindari peluang usaha yang tidak Anda
kuasai, ini dilakukan agar Anda tidak kesulitan dalam mengatasi segala resikonya.
• Carilah informasi mengenai kunci kesuksesan bisnis Anda. Hal tersebut bisa
membantu Anda untuk menentukan langkah-langkah apa saja yang bisa membuat
usaha Anda berkembang, dan langkah apa saja yang tidak perlu dilakukan untuk
mengurangi munculnya resiko yang tidak diinginkan.
• Sesuaikan besar modal usaha yang Anda miliki dengan resiko usaha yang Anda
ambil. Jangan terlalu memaksakan diri untuk mengambil peluang usaha yang
beresiko besar, jika modal usaha yang Anda miliki juga masih terbatas.
• Kesuksesan bisnis bisa dibangun dengan adanya keteguhan hati yang didukung
kreatifitas. Dengan keteguhan hati dalam mencapai kesuksesan serta kreatifitas
untuk mengembangkan usaha dengan ide-ide baru. Maka segala resiko yang
muncul bisa Anda atasi dengan baik.
• Cari informasi tentang prospek bisnis tersebut sebelum mengambil sebuah resiko.
Saat ini banyak peluang usaha yang tiba-tiba booming, namun prospek bisnisnya
tidak bisa bertahan lama. Hanya dalam hitungan bulan saja, bisnis tersebut surut
seiring dengan bergantinya trend pasar. Sebaiknya Anda menghindari jenis
peluang usaha seperti itu, karena resikonya cukup besar.
• Ketahui seberapa besar tingkat kebutuhan masyarakat akan produk Anda.
Semakin besar tingkat kebutuhan konsumen akan sebuah produk, maka akan
memperkecil resiko bisnis tersebut. Setidaknya resiko dalam memasarkan produk.

Dari informasi diatas, bisa diambil kesimpulan bahwa semua resiko bisnis bisa diatasi
dengan kejelian, ketekunan dan kreatifitas Anda. Oleh karena itu, tingkatkan kemampuan
dan pengetahuan Anda dalam menjalankan usaha. Agar segala resiko yang muncul
ditengah perjalanan, tidak sampai merugikan bisnis Anda. Sekian informasi dari kami,
semoga informasi ini bisa memotivasi Anda agar tidak takut lagi dengan resiko
menjalankan usaha.
PENGAMBILAN RESIKO

Berani Menghadapi Risiko


Richard Cantillon, orang pertama yang menggunakan istilah entrepreneur di awal abad
ke-18, mengatakan bahwa wirausaha adalah seseorang yang menanggung risiko.
Wirausaha dalam mengambil tindakan hendaknya tidak didasari oleh spekulasi,
melainkan perhitungan yang matang. Ia berani mengambil risiko terhadap pekerjaannya
karena sudah diperhitungkan. Oleh sebab itu, wirausaha selalu berani mengambil
risiko yang moderat, artinya risiko yang diambil tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu
rendah. Keberanian menghadapi risiko yang didukung komitmen yang kuat, mendorong
wirausaha untuk terus berjuang mencari peluang sampai memperoleh hasil. Hasil-hasil itu
harus nyata/jelas dan objektif, dan merupakan umpan balik (feedback) bagi kelancaran
kegiatannya (Suryana, 2003 : 14-15).
Kemauan dan kemampuan untuk mengambil risiko merupakan salah satu nilai utama
dalam kewirausahaan. Wirausaha yang tidak mau mengambil risiko akan sukar memulai
atau berinisiatif. Menurut Angelita S. Bajaro, “seorang wirausaha yang berani
menanggung risiko adalah orang yang selalu ingin jadi pemenang dan memenangkan
dengan cara yang baik” (Yuyun Wirasasmita, dalam Suryana, 2003 : 21). Wirausaha
adalah orang yang lebih menyukai usaha-usaha yang lebih menantang untuk lebih
mencapai kesuksesan atau kegagalan daripada usaha yang kurang menantang. Oleh sebab
itu, wirausaha kurang menyukai risiko yang terlalu rendah atau terlalu tinggi. Keberanian
untuk menanggung risiko yang menjadi nilai kewirausahaan adalah pengambilan risiko
yang penuh dengan perhitungan dan realistis. Kepuasan yang besar diperoleh apabila
berhasil dalam melaksanakan tugas-tugasnya secara realistis. Wirausaha menghindari
situasi risiko yang rendah karena tidak ada tantangan, dan menjauhi situasi risiko yang
tinggi karena ingin berhasil. Pilihan terhadap risiko ini sangat tergantung pada :
1.daya tarik setiap alternatif
2. kesediaan untuk rugi
3. kemungkinan relatif untuk sukses atau gagal

Untuk bisa memilih, sangat ditentukan oleh kemampuan wirausaha


untuk mengambil risiko antara lain :
1. keyakinan pada diri sendiri
2. kesediaan untuk menggunakan kemampuan dalam mencari peluang dan kemungkinan
memperoleh keuntungan.
3. kemampuan untuk menilai situasi risiko secara realistis.
Pengambilan risiko berkaitan dengan berkaitan dengan kepercayaan diri sendiri. Artinya,
semakin besar keyakinan seseorang pada kemampuan sendiri, maka semakin besar
keyakinan orang tersebut akan kesanggupan mempengaruhi hasil dan keputusan, dan
semakin besar pula kesediaan seseorang untuk mencoba apa yang menurut orang
lain sebagai risiko. Oleh karena itu, pengambil risiko ditemukan pada orang-orang yang
inovatif dan kreatif yang merupakan bagian terpenting dari perilaku kewirausahaan.
MACAM-MACAM RESIKO
Dalam berinvestasi, investor memiliki tujuan untuk memaksimalkan returnnya tanpa
melupakan faktor risiko investor yang harus dihadapinya. Return merupakan salah satu
faktor yang memotivasi investor berinvestasi dan juga merupakan imbalan atas
keberanian investor menanggung risiko atas investasi yang dilakukannya. Sedangkan
risiko merupakan kemungkinan perbedaan antara return yang akan diterima dengan
return yang diharapkan. Semakin besar kemungkinan perbedaannya, maka semakin besar
pula risiko investasi tersebut. Terdapat beberapa sumber risiko yang bisa mempengaruhi
besarnya risiko suatu investasi, diantaranya adalah :
1. Risiko suku bunga
Perubahan suku bunga bisa mempengaruhi variabilitas return suatu investasi. Perubahan
suku bunga akan mempengaruhi harga saham secara terbalik, yang berarti jika suku
bunga meningkat, maka harga saham akan turun. Demikian pula sebaliknya, apabila suku
bunga menurun, maka harga saham akan meningkat.

2. Risiko pasar
Yang dimaksud risiko pasar adalah fluktuasi pasar yang secara keseluruhan
mempengaruhi variabilitas return suatu investasi. Perubahan ini dapat disebabkan oleh
banyak faktor, seperti munculnya resesi ekonomi, kerusuhan, maupun perubahan politik.

3. Risiko inflasi
Inflasi yang meningkat akan mengurangi kekuatan daya beli rupiah yang telah
diinvestasikan. Maka dari itu, risiko ini juga bisa disebut sebagai risiko daya beli.

4. Risiko bisnis
Risiko bisnis merupakan risiko yang terdapat dalam menjalankan bisnis suatu jenis
industri. Misalnya perusahaan pakaian jadi yang bergerak di bidang industri tekstil, akan
sangat dipengaruhi oleh karakteristik industri tekstil itu sendiri.

5. Risiko finansial
Risiko ini berkaitan dengan keputusan perusahaan untuk menggunakan hutang dalam
pembiayaan modalnya. Semakin besar hutang yang digunakan, maka semakin besar pula
risiko yang akan ditanggung.

6. Risiko likuiditas
Risiko ini berkaitan dengan kecepatan suatu sekuritas yang diterbitkan perusahaan bisa
diperdagangkan di pasar sekunder. Semakin cepat suatu sekuritas diperdagangkan, maka
semakin likuid sekuritas tersebut. Dan demikian pula sebaliknya.

7. Risiko nilai tukar mata uang (valas)


Risiko ini berkaitan dengan fluktuasi nilai tukar mata uang domestik dengan nilai mata
uang negara lainnya. Risiko ini juga dikenal dengan nama currency risk atau exchange
rate risk.

8. Risiko negara
Risiko ini juga disebut sebagai risiko politik, karena sangat berkaitan dengan kondisi
perpolitikan suatu negara. Bagi perusahaan yang beroperasi di luar negeri, maka stabilitas
ekonomi dan politik negara bersangkutan akan sangat perlu diperhatikan guna
menghindari risiko negara yang terlalu tinggi.

Selain risiko di atas tersebut, dalam manajemen investasi dikenal pembagian risiko dalam
dua jenis, yaitu risiko sistematis dan risiko unsistematis. Risiko sistematis merupakan
risiko yang berkaitan dengan perubahan yang terjadi di pasar secara keseluruhan.
Sedangkan risiko unsistematis merupakan risiko yang tidak berkaitan dengan perubahan
pasar secara keseluruhan.