Acuan Praktis Fasilitator dan Relawan Kemiskinan Proyek Penanggulangan Kemisikinan Di Perkotaan

Refleksi

BAGAIMANA MELAKUKAN REFLEKSI KEMISKINAN?

Cover

Bekerjasama dengan

Konsultan Manajemen Pusat (KMP)

1

khususnya masyarakat miskin. FGD Refleksi Kemiskina pada hakekatnya juga mengandung dua sisi. Kesadaran kritis masyarakat ini penting sebelum masyarakat menyepakati bagaimana sebaiknya P2KP dilaksanakan. rasa dan karsa secara terstruktur untuk membangun kesadaran kritis masyarakat terhadap kemiskinan dan kaitannya dengan para pelaku dan pola pikir sehari-hari masyarakat. dan sisi kedua sebagai proses pembelajaran masyarakat untuk mampu menganalisis factor-faktor penyebab kemiskinan serta peluang mengakses potensi untuk menanggulangi kemiskinan secara bersama melalui P2KP. Dan Refleksi Kemiskinan sekaligus juga sebagai orientasi awal bagi masyarakat untuk memahami bahwa pelaksanaan program P2KP bertumpu pada kondisi karakteristik kemiskinan di masing-masing wilayah sasaran. Selain itu. Konsultan Manajemen Pusat (KMP) 2 . Sisi pertama berorientasi pada upaya mendorong masyarakat untuk terlibat aktif dalam merumuskan karakteristik persoalan kemiskinan yang dihadapinya. serta menyepakati bagaimana mendorong keterlibatan masyarakat miskin bersama komponen masyarakat lainnya dalam memanfaatkan akses peluang yang ada di P2KP untuk penanggulangan kemiskinan secara bersama yang akan dilakukan. Refleksi Kemiskinan pada hakekatnya merupakan suatu upaya untuk melakukan penjajagan sekaligus mengidentifikasi masalah-masalah kemiskinan di lokasi kelurahan sasaran berdasarkan persepsi dan aspirasi masyarakat.Acuan Praktis Fasilitator dan Relawan Kemiskinan Refleksi GAMBAR 1 APA ITU REFLEKSI KEMISKINAN? Refleksi Kemiskinan adalah bentuk aktifitas FGD mengenai pendalaman suatu topik dengan melibatkan mental.

yakni masyarakat miskin dan termiskin. keterlibatan dan kemanfaatan programprogram kemiskinan lebih banyak didominasi oleh kelompok kecil masyarakat di kelurahan tersebut. kepentingan dan kebutuhan masyarakat miskin. Akibatnya akses informasi. Maka berdasarkan pengalaman tersebut. P2KP menekankan perlunya Refleksi Kemiskinan sebelum kegiatan-kegiatan lainnya. tanpa atau kurangnya dukungan dari potensi segenap komponen masyarakat lainnya.Acuan Praktis Fasilitator dan Relawan Kemiskinan Refleksi GAMBAR 2 MENGAPA HARUS REFLEKSI KEMISKINAN? Refleksi Kemiskinan mutlak dilakukan mengingat seringkali terjadi berbagai proyek penanggulangan kemiskinan yang dilaksanakan tidak mampu menyentuh langsung lapisan masyarakat akar rumput. yang berasumsi bahwa tokoh-tokoh masyarakat formal dinilai telah mewakili aspirasi. Pada sisi lain. Kedua kondisi demikian mengindikasikan masih lemahnya gerakan masyarakat untuk bersama-sama menanggulangi kemiskinan di wilayahnya. Konsultan Manajemen Pusat (KMP) 3 . Kondisi demikian pada dasarnya disebabkan oleh model pendekatan structural dan formalitas. seringkali juga terjadi bahwa proyek penanggulangan kemiskinan hanya menjadi kegiatan masyarakat miskin itu sendiri.

mampu membuka akses bagi masyarakat miskin dan termiskin di kelurahan/desa sasaran untuk terlibat dalam pelaksanaan P2KP sejak awal. 3. Hasil-hasil rumusan diskusi masyarakat didasarkan dari bahan-bahan untuk Refleksi Kemiskinan. Mewujudkan rasa memiliki masyarakat miskin dan kepedulian masyarakat lainnya terhadap upaya-upaya penanggulangan kemiskinan secara bersama melalui P2KP. 6.Acuan Praktis Fasilitator dan Relawan Kemiskinan Refleksi GAMBAR 3 APA TUJUAN DAN KELUARAN REFLEKSI KEMISKINAN ? A. 6. Terpetakannya tipologi kemiskinan berdasarkan persepsi masyarakat. Mengidentifikasi aspirasai masyarakat. adalah : 1. Internalisasi kesadaran bahwa masyarakat berdaya dan mandiri adalah kunci utama penanggulangan kemiskinan. Masyarakat mampu merumuskan tipologi dan katarestik kemiskinan yang ada diwilayahnya. 2. Adanya rumusan persepsi mengenai kemiskinan menurut persepsi masyarakat. 4. Akar kemiskinan sesuai dengan tipologi kemiskinan yang dirumuskan. Keluaran (Out-put) Refleksi kemiskinan. adalah : 1. 4. Tujuan Refleksi Kemiskinan. khususnya masyarakat miskin mengenai bagaimana sebaiknya P2KP dilaksanakan. Masyarakat mampu mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kemiskinan sesuai dengan karakteristiknya. 7. Adanya isian Format RK-1 mengenai hasil dari Refleksi Kemiskinan kelurahan tersebut. Tumbuhnya kesadaran masyarakat bahwa upaya penanggulangan kemiskinan secara bersama harus dimulai dari diri sendiri melalui perubahan mental. yang harus ditanggulangi secara bersama!. 2. B. 5. 5. Konsultan Manajemen Pusat (KMP) 4 . 3. Adanya rumusan komitmen bersama bahwa kemiskinan merupakan tanggungjawab dan musuh bersama. prilaku serta kerja keras.

5. 3. Refleksi Kemiskinan pada pelaksanaannya . Fasilitator/Pemandu harus mempersiapkan pertanyaan-pertanyaan kritis yang bisa menumbuhkan dialog yang lebih dalam. 4.Acuan Praktis Fasilitator dan Relawan Kemiskinan Refleksi GAMBAR 4 APA KETENTUAN DASAR REFLEKSI KEMISKINAN ? Ketentuan dasar untuk melaksanakan Refleksi Kemiskinan. adalah : 1. Refleksi Kemiskinan bisa dilakukan dari mulai kelompok homogen. yang kemudian dibawa kedalam kelompok pertemuan yang heterogen. harus ada yang memandu atau menjadi fasilitator pertemuan dari tim pelaksana. Refleksi Kemiskinan harus dilakukan oleh beberapa unsur masyarakat dari berbagai lapisan sosial dan ekonomi. Artinya perbedaan jangan diarikan sebagai suatu pertentangan. Refleksi Kemiskinan harus mampu menerima berbagai pendapat yang berbeda. akan tetapi perbedaan diartikan sesbagai sesuatu yang saling melengkapi. rakyat miskin sampai dengan tokoh masyarakat melalui suatu diskusi kelompok terarah (FGD) 2. agar tujuan Refleksi Kemiskinan tercapai sesuai dengan yang diharapkan. Konsultan Manajemen Pusat (KMP) 5 .

Pada tingkat RT/RW. masyarakat miskin (khusunya masyarakat warga Pra KS dan KS1 tingkat yang telah terdata) serta komponen masyarakat lainnya. Peserta Refleksi Kemiskinan. Pembentukkan tim pelaksana Refleksi Kemiskinan. sedangkan untuk tingkat Kelurahan. terdiri dari Fasilitator dan Relawan. Pembentukkan Tim Refleksi Kemiskinan.Acuan Praktis Fasilitator dan Relawan Kemiskinan Refleksi GAMBAR 5 SIAPA YANG TERLIBAT DALAM PELAKSANAAN REFLEKSI KEMISKINAN? A. Selain tim pelaksana. Tim tersebut kemudian menentukan siapa yang akan menjadi pemandu/fasilitator proses. Diantaranya Tokoh-tokoh masyarakat. dimana 1/3 peserta diupayakan kaum perempuan. dilakukan untuk mempermudah dan memperlancar proses pelaksanaan. peserta terdiri dari perwakilan FGD tingkat RT/RW serta berbagai komponen masyarakat. Peserta Refleksi Kemiskinan. Jumlah efektif untuk FGD Refleksi Kemiskinan ini kurang lebih 20-30 orang (ukuran keefektifan suatu pertemuan terarah). Konsultan Manajemen Pusat (KMP) 6 . peserta FGD terdiri dari warga Pra KS dan KS1. Tim Refleksi Kemiskinan. notulasi dan siapa yang akan membantu fasilitator dalam melakukan proses pada pelaksanaan Refleksi. kaum peduli. B. terdiri dari berbagi komponen yang ada di masyarakat.

manfaat proyek penanggulangan kemiskinan yang telah dilakukan sebelumnya. bentuk-bentuk dan rencana keterlibatan aktif serta kemanfaatan bagi masyarakat miskin setempat. kesepakatan-kesepakatan lain yang akan menjadi landasan pelaksanaan P2KP. Dimana setiap kali rembug warga membahas agenda pokok bahasan yang telah disepakati bersama. hal ini untuk menjaga internalisasi bahasan dan hasil sebelumnya tetap terjaga pada setiap individu peserta. masyarakat peduli dan masyarakat miskin serta masyarakat umunya. kemungkinan dilakukan beberapa kali rembug warga. Pelaksanaan FGD Refleksi Kemiskinan dilakukan di tingkat RW/Dusun atau RT (minggu ke2 hingga ke-3). dan harapan peserta terhadap pelaksanaan P2KP. dilakukan setelah satu bulan RKM dilaksanakan. Pada subtansinya FGD tingkat Kelurahan ini membahas tentang . dan Fasilitator sebelumnya telah membentuk tim pelaksana Refleksi kemiskinan yang akan melakukan proses bersama masyarakat peserta. informal). melakukan sosialisasi tentang Refleksi Kemiskinan kepada tokoh masyarakat (formal. Diupayakan waktu antara rembug warga dengan rembug warga selanjutnya tidak terlalu jauh. KMW sebelumnya (pada awal bulan) telah melatih Relawan dalam Praktek FGD dalam informasi dan komunikasi serta teknik-teknik FGD khususnya Refleksi Kemiskinan. penyebab terjadinya kemiskinan. yang pada subtansinya membahas tentang Kriteria miskin menurut peserta FGD. keterlibatan masyarakat miskin pada proyek penanggulangan kemiskinan sebelumnya.Acuan Praktis Fasilitator dan Relawan Kemiskinan Refleksi GAMBAR 6 KAPAN REFLEKSI KEMISKINAN DILAKUKAN? Pelaksanan Repleksi Kemiskinan. Untuk melaksanakan itu. Refleksi Kemiskinan. FGD tingkat Kelurahan dilakukan maksimal 3 hari setelah seluruh FGD tingkat RT/RW dilaksanakan. karaekteristik serta criteria kemiskinan. Konsultan Manajemen Pusat (KMP) 7 .

tim fasilitator melakukan langkah-langkah sebagai berikut : A. Mendata kebutuhan alat-alat yang akan digunakan dalam Refleksi kemiskinan e. Konsultan Manajemen Pusat (KMP) 8 . 1. Siapa-siapa peserta FGD Refleksi kemiskinan f. Lokasi atau tempat pertemuan Refleksi Kemiskinan c. notulasi. Membentuk Tim Pelaksana yang terdiri dari Fasilitator dan Relawan. Siapa yang akan menjadi fasilitator/pemadu proses.Acuan Praktis Fasilitator dan Relawan Kemiskinan Refleksi GAMBAR 7 BAGAIMANA MELAKUKAN REFLEKSI KEMISKINAN? Pada pelaksanaan Refleksi kemiskinan. 2. Tim ini akan menentukan tentang : a. Membahas tentang pentingnya Refleksi Kemiskinan pada pelaksanaan program P2KP melalui rembug terbatas antara Fasilitator dan Relawan. Merumuskan agenda Refleksi kemiskinan d. b. LANGKAH PERSIAPAN. Waktu dan jumlah pertemuan yang harus dilakukan dalam proses pelaksanaan FGD Refleksi Kemiskinan. dan yang akan membantu pemandu pelaksanaan proses dalam pertemuan. ini disesuaikan dengan pokok bahasan dan kondisi masyarakat peserta.

Merumuskan bentuk-bentuk keterlibatan aktif serta kemanfaatan P2KP bagi masyarakat miskin setempat. HVS. b. C. dan tergantung kreatifitas dari tim Fasilitator.Acuan Praktis Fasilitator dan Relawan Kemiskinan B. permahaman dan Pegertian terhadap “KEMISKINAN” Identifikasi Bentuk dan Jenis Kemiskinan. 4. Kesepakatan-kesepakatan lainnya. antara lain : Untuk Tingkat RT atau RW/Dusun : 1. 2. Merumuskan Komitmen bersama tentang “ KEMISKINAN SEBAGAI TANGGUNGJAWAB DAN MUSUH BERSAMA. d. alat-alat yang akan digunakan dalam proses. 2. kartu Konsultan Manajemen Pusat (KMP) 9 . selebaran. Pandangan. atau poster yang dibuat bersama oleh tim pelaksana sesuai dengan muatan dan karakteristik masyarakat lokal. Merumuskan harapan bersama terhadap pelaksanaan P2KP 6. Merumuskan Karakteristik dan Penyebab Kemiskinan Membahas tentang Proyek Penanggulangan Kemiskinan yang telah dilakukan sebelumnya. Menata ruang pertemuan yang effektif untuk dilakukan dialog. Media yang digunakan untuk FGD Refleksi Kemiskinan ini. yang harus ditanggulangi secara bersama!” 3. PELAKSANAAN REFLEKSI KEMISKINAN Agenda pelaksanakan FGD Refleksi Kemiskinan. spidol. Tim Pelaksana menyiapkan segala sesuatunya untuk pelaksanaan FGD Refleksi Kemiskinan. Media sosialisasi yang digunakan antara lain. 3. a. Pelaporan Hasil FGD Refleksi Kemiskinan Untuk Tingkat Kelurahan : 1. c. leaflet atau komik tentang Refleksi Kemiskinan. Proyek apa saja yang ada? Siapa para pelakunya? Bagaimana Keterlibatan masyarakat miskin? Apa manfaat langsung kepada masyarakat miskin? Penilaian mereka terhadap proyek tersebut? 5. Membahas tentang Karakteristik Kemiskinan serta kriteria kemiskinan hasil dari FGD tingkat RT/RW. kertas plano. misalnya. 4. Pelaksanaan FGD Kemiskinan : 1. MELAKUKAN SOSIALISASI REFLEKSI KEMISKINAN Refleksi Langkah ini dilakukan oleh Tim Pelaksana Refleksi kemiskinan untuk memberikan informasi dan pemahaman kepada berbagai komponen masyarakat termasuk masyarakat miskin yang kemungkinan akan menjadi peserta dan kepada masyarakat lainnya. disesuaikan dengan muatan lokal. e.

2. Baik untuk proyek. Pelaporan diharapkan telah dibuat setelah 2 hari pelaksanaan FGD tingkat Kelurahan. 3. GAMBAR 8 Konsultan Manajemen Pusat (KMP) 10 .. Membuat panduan pelaksanaan FGD Refleksi Kemiskinan.Acuan Praktis Fasilitator dan Relawan Kemiskinan Refleksi metapalan ukuran 10x15 cm yang terbuat dari kertas HVS atau karton warna-warni dengan jumlah secukupnya. 4. Pelaporan untuk masyarakat diupayakan memakai bahasabahasa yang dapat dimengerti serta penampilan yang cukup menjadi perhatian mereka!. serta format pelaporan proses FGD yang dilaksanakan. Melaksanakan Pelaporan hasil dari FGD Refleksi Kemiskinan. Melaksanakan FGD Refleksi Kemiskinan sesuai dengan jenjang yang dibutuhkan. maupun untuk masyarakat. Yaitu FGD pada tingkat RT atau RW/Dusun. dan FGD pada tingkat Kelurahan. plakcband/isolatif. papan tulis atau papan plipchart dan alat tulis lainnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful