Anda di halaman 1dari 5

PERAN AUDIT KOMUNIKASI YANG EFEKTIF DALAM

MENGUKUR EFEKTIFITAS KOMUNIKASI DAN


MENUNJANG HUMAN RELATIONS DI PT X

BAB 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH

Organisasi atau perusahaan yang dinamis akan selalu


meningkatkan produktivitasnya serta mempertahankan hal yang menjadi
keunggulan kompetitif setiap anggota atau karyawan yang tergabung
didalamnya. Perusahaan atau organisasi terdiri dari sekelompok orang
yang bekerja sama untuk suatu kepentingan bisnis, profesi, sosial dan
berbagai keperluan lainnya. Mereka bekerja sama melakukan berbagai
kegiatan organisasional yang ada dalam suatu organisasi atau
perusahaan diantaranya untuk menentukan tujuan yang ingin dicapai,
menyusun rencana kerja, mengelola dan menjalankan operasi bisnis
organisasinya, memperlancar pelaksanaan rencana kerja, termasuk
menyusun peraturan, mengambil keputusan dan berhubungan dengan
berbagai pihak serta memonitor kinerja organisasi atau bisnis
perusahaan.
Untuk menjalankan tugas-tugas tersebut, mereka beraksi,
berinteraksi dan berkomunikasi. Bahkan lebih dari 70% hari kerja para
eksekutif dan staf perusahaan atau organisasi dipergunakan untuk
melakukan kegiatan komunikasi. Sehingga komunikasi yang efektif
menjadi faktor yang penting bagi pencapaian tujuan suatu organisasi atau
perusahaan. Bahkan komunikasi organisasi disebut sebagai darah bagi
kehidupan organisasi1, dan dapat dikatakan pula penyelenggaran sistem
komunikasi yang efektif merupakan keharusan bagi suatu organisasi2
Komunikasi merupakan suatu alat yang digunakan dalam kegiatan
human relations. Dalam perusahaan penerbangan komunikasi yang efektif

1
(Goldhaber,1993:5)
2
(Andre Hardjana, 2000:x)
sangat diperlukan bagi semua crew atau karyawan yang tergabung
didalamnya. Proses penyampaian pesan dari pihak komunikator terhadap
komunikan haruslah jelas, dan efektif. Hal ini dilakukan untuk
menghindari hal – hal yang tidak diinginkan yang setidaknya dapat
membahayakan jiwa atau keselamatan penumpang dan juga crew yang
sedang bertugas pada saat itu. Segala bentuk kegiatan operasional dalam
perusahaan penerbangan yang notabene kesemuanya merupakan bentuk
human relations dalam perusahaan tersebut sangat ditentukan dari
komunikasi yang baik dan berkesinambungan antara semua elemen yang
terlibat didalamnya. Untuk dapat mengetahui apakah kegiatan
komunikasi yang sudah dijalankan efektif atau berhasil mencapai tujuan
dan sasaran organisasi adalah dengan melakukan audit komunikasi,
segala hambatan komunikasi dan gangguan yang menyebabkan
macetnya aliran informasi dan peluang yang terlewat dapat diketahui
sehingga perusahaan dapat dengan mudah mencapai tujuannya dan
human relation antara karyawan didalamnya juga dapat terjaga dengan
baik.

BAB 1.2 PERMASALAHAN

Didalam suatu organisasi atau perusahaan tidak pernah terlepas


dari permasalahan, baik itu permasalahan yang datang dari pihak internal
ataupun dari pihak external perusahaan. Salah satu permasalahan yang
dihadapi oleh perusahaan penerbangan X adalah masalah internal dalam
sistem komunikasi yang tidak terpusat sehingga menjadi tidak efektif
dimana komunikasi yang efektif memiliki peranan dalam human relation
perusahaan. PT X sendiri adalah sebuah perusahaan penerbangan pribadi
milik salah satu keluarga terpandang di negri ini, dan tidak seperti
perusahaan airlines lainnya, PT X tidak bersifat komersil. PT X hanya
memberikan service atau pelayanan kepada pihak principal (owner dari
pesawat yang dioperasikan), keluarga principal dan juga rekanan dari
pihak principal dan bukan untuk umum. PT X merupakan penerbangan
pribadi dan tidak seperti airlines, maka jumlah staff atau karyawan yang
tergabung didalamnya pun tidak sebanyak jumlah karyawan yang dimiliki
oleh perusahaan airlines seperti pada umumnya. Akan tetapi walaupun
demikian, scope area yang dilintasi oleh PT X adalah seluruh dunia,
dengan scope area yang demikian luas dan jumlah sumber daya manusia
yang terbatas, maka tidak mengherankan bila sering terjadi fungsi ganda
yang harus diselesaikan oleh setiap karyawan, informasi yang
diterimapun menjadi saling tumpah tindih satu sama lain

Setiap informasi penerbangan, yang dimulai dari Request


penerbangan oleh pihak principal terkadang ketika sampai pada proses
pelaksanaannya oleh tim operasional diterima dalam bentuk yang
berbeda bahkan diantara mereka sering mendapatkan informasi ganda
sehingga isi atau maksud dari pesan tersebut tidak tersampaikan dengan
baik, yang nantinya secara langsung dapat berakibat pada human
relations antar karyawan di perusahaan.
Alur komunikasi yang terjadi diperusahaan X adalah dimulai dengan
adanya request penerbangan oleh pihak principal, informasi yang
diberikan berupa schedule penerbangan, rute penerbangan, list
passenger, serta special request lainnya seperti menu makanan, dll.
Informasi ini diberikan oleh principal atau diwakilkan melalui sekretaris
pribadinya dan diinformasikan hanya kepada Direktur dari PT X agar
diteruskan kepada staffnya. Pesan dari pihak principal tersebut hanya
diberikan kepada Direktur, karena hanya direktur lah yang memiliki
hubungan kedekatan dengan pihak principal, mengingat perusahaan
penerbangan ini bukanlah bersifat komersil melainkan perusahaan
penerbangan pribadi. Direktur PT X mendistribusikan pesan tersebut
kepada tim operasional PT X yang terdiri dari Manager operasional,
Sekretaris Operasional, Flight Operation Officer, Chief Pilot, Chief Flight
Attendant, Chief Flight Engineer. Namun ketika pesan tersebut
didistribusikan, pesan tersebut masih bersifat general tidak
dispesifikasikan menurut tugas dan fungsi dari masing – masing, karena
tidak adanya pengspesifikasian alur komunikasi maka terkadang ketika
menerima informasi setiap orang langsung bertindak untuk merespon
informasi tersebut secara individual berdasarkan apa yang menurut
mereka benar berdasarkan pengalaman masing-masing dilapangan tanpa
adanya arahan dari seseorang yang bertugas sebagai Gate Keeper, untuk
menyaring informasi sehingga sering terjadi alur komunikasi yang tidak
jelas dan tidak efektif dan berakibat pada human relations diantara crew
yang bertugas. Cheos sering terjadi di departemen operasional, karena
merekalah yang sering berkomunikasi satu sama dan secara langsung
menerima informasi dari Direktur perusahaan untuk menjalankan
operasional penerbangan. Sebagai contoh, ketika Direktur perusahaan
menerima informasi request penerbangan dari pihak principal seperti
informasi rute penerbangan, time/date penerbangan, jumlah passenger
maka informasi tersebut beliau teruskan kebanyak pihak seperti Flight
Operation Officer, Flight Attendant, Pilot, Engineer, tidak dispesifikasikan
kebeberapa pihak saja sehingga terkadang

Dimana
BAB 1.2 TINJAUAN PUSTAKA

Pengertian “komunikasi” atau “communication” berasal dari bahasa latin


“Communis”. Dalam bahasa inggris disebut dengan “common”, berarti
sama apabila kita berkomunikasi (to communicate), ini berarti kita berada
dalam keadaan berusaha untuk menimbulkan suatu persamaan
(commones) dalam hal sikap dengan seseorang. Jadi, pengertian
komunikasi secara harafiah dapat diartikan sebagai proses
“menghubungi” atau “mengadakan perhubungan”3. C.P Chaplin dalam
bukunya Kamus Lengkap Psikologi (1975 – 1989),mendefenisikan
komunikasi sebagai berikut : Penyebaran (transmisi, pengiriman,
pengoperan) perubahan energi dari satu tempat ketempat lain, seperti
dalam transmisi syaraf. Proses transmisi atau penerimaan tanda, sinyal
atau pesan informasi yang diberikan oleh pasien kepada psikoterapi4.