P. 1
sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia jalur diplomasi

sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia jalur diplomasi

|Views: 1,553|Likes:
Dipublikasikan oleh Dita Ulan ShawoLockets

More info:

Published by: Dita Ulan ShawoLockets on Mar 09, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/01/2013

pdf

text

original

PFRJuAt6At

HFHPFRTAHAtKAt
KFHFR0FKAAt lt00tFSlA
SFCARA 0lPl0HASl
P MoIowpoH M
P Kclas XI IA `
P 1) Annisa AdeIfira ( 04 )
P 2) Ariq NaIendra W. ( 07 )
P 3) Dita UIan Sari ( 12 )
P 4) Lintang Anisah P. ( 19 )
P 5) NabiI Nur IIman ( 23 )
P 6) Viendya Firstiyanti ( 33 )
Pertemuan antara wakil-wakil Belanda dengan para pemimpin Ìndonesia
diprakarsai oleh Pang lima AFNEÌ Letnan Jenderal Sir Philip Christison pada
tanggal 25 Oktober 1945. Dalam pertemuan tersebut pihak Ìndonesia diwakili
oleh Soekarno, Mohammad Hatta, Ahmad Sobardjo, dan H. Agus Salim,
sedangkan pihak Belanda diwakili Van Mook dan Van Der Plas. Pertemuan ini
merupakan pertemuan untuk menjajagi kesepakatan kedua belah pihak yang
berselisih. Presiden Soekamo mengemukakan kesediaan Pemerintah Republik
Ìndonesia untuk berunding atas dasar pengakuan hak rakyat Ìndonesia untuk
menentukan nasibnya sendiri. Sedangkan Van Mook mengemukakan
pandangannya mengenai masalah Ìndonesia di masa depan bahwa Belanda
ingin menjadikan Ìndonesia negara persemakmuran berbentuk federal yang
memiliki pemerintah sendiri di lingkungan kerajaan Belanda. Yang terpenting
menurut Van Mook bahwa pemerintah Belanda akan memasukkan Ìndonesia
menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa. Tindakan Van Mook tersebut
disalahkan oleh Pemerintah Belanda terutama oleh Parlemen, bahkan Van
Mook akan dipecat dari jabatan wakil Gubernur Jenderal Hindia Belanda
(Ìndonesia).
!cr|cmuan ini dilaksanakan pada |anaaal 17 Novcmbcr 1945
bcr|cmpa| di Markas Bcsar Tcn|ara Inaaris di Iakar|a ( Ialan Imam Bonjol
No.1i. Dalam pcr|cmuan ini pihak Scku|u diwakili olch Lc|nan Icndcral
Chris|ison, pihak Bclanda olch Dr. H.I. Van Mook, scdanakan dclcaasi
Rcpublik Indoncsia dipimpin olch !crdana Mcn|cri Su|an Sjahrir. Scbaaai
pcmrakarsa pcr|cmuan ini, Chris|ison bcrmaksud mcmpcr|cmukan pihak
Indoncsia dan Bclanda di sampina mcnjclaskan maksud kcda|anaan |cn|ara
Scku|u, akan |c|api pcr|cmuan ini |idak mcmbawa hasil.
!cr|cmuan ini dilaksanakan pada |anaaal 17 Novcmbcr 1945
bcr|cmpa| di Markas Bcsar Tcn|ara Inaaris di Iakar|a ( Ialan Imam Bonjol
No.1i. Dalam pcr|cmuan ini pihak Scku|u diwakili olch Lc|nan Icndcral
Chris|ison, pihak Bclanda olch Dr. H.I. Van Mook, scdanakan dclcaasi
Rcpublik Indoncsia dipimpin olch !crdana Mcn|cri Su|an Sjahrir. Scbaaai
pcmrakarsa pcr|cmuan ini, Chris|ison bcrmaksud mcmpcr|cmukan pihak
Indoncsia dan Bclanda di sampina mcnjclaskan maksud kcda|anaan |cn|ara
Scku|u, akan |c|api pcr|cmuan ini |idak mcmbawa hasil.
Perundingan Syahrlr-Van
Mook
Perundingan Syahrlr-Van
Mook
P Pertemuan-pertem5uan yang diprakarsai oleh Letnan Jenderal Christison selalu mengalami kegagalan.
Akan tetapi pemerintah Ìnggris terus berupaya mempertemukan Ìndonesia dengan Belanda bahkan
ditingkatkan menjadi perundingan. Untuk mempertemukan kembali pihak Ìndonesia dengan pihak Belanda,
pemerintah Ìnggris mengirimkan seorang diplomat ke Ìndonesia yakni Sir Archibald Clark Kerr sebagai
penengah. Pada tanggal 10 Februari 1946 perundingan Ìndonesia-Belanda dimulai. Pada waktu itu Van
Mook menyampaikan pernyataan politik pemerintah Belanda antara lain sebagai berikut.
(1) Ìndonesia akan dijadikan negara Commonwealth berbentuk federasi yang memiliki pemerintahan
sendiri di dalam lingkungan kerajaan Belanda.
(2) Urusan dalam negeri dijalankan Ìndonesia sedangkan urusan luar negeri oleh pemerintah Belanda.
Selanjutnya pada tanggal 12 Maret 1946 Sjahrir menyampaikan usul balasan yang berisi antara lain
sebagai berikut.
(1) Republik Ìndonesia harus diakui sebagai negara yang berdaulat penuh atas wilayah bekas Hindia
Belanda.
(2) Federasi Ìndonesia-Belanda akan dilaksanakan pada masa tertentu dan urusan luar negeri dan
pertahanan diserahkan kepada suatu badan federasi yang terdiri atas orang-orang Ìndonesia dan
Belanda.
P Usul dari pihak Ìndonesia di atas tidak diterima oleh pihak Belanda dan selanjutnya Van Mook secara
pribadi mengusulkan untuk mengakui Republik Ìndonesia sebagai wakil Jawa untuk mengadakan kerja
sama dalam rangka pembentukan negara federal dalam lingkungan Kerajaan Belanda. Pada tanggal 27
Maret 1946 Sutan Sjahrir mengajukan usul baru kepada Van Mook antara lain sebagai berikut.
(1) Supaya pemerintah Belanda mengakui kedaulatan de facto Rl atas Jawa dan Sumatera.
(2. Supaya RÌ dan Belanda bekerja sama membentuk Republik Ìndonesia Serikat (RÌS).
(3) RÌS bersama-sama dengan Nederland, Suriname, Curacao, menjadi peserta dalam ikatan negara
Belanda.
F0l0ß0lßzäß 0l 000z0 V0I0ß0 F0l0ß0lßzäß 0l 000z0 V0I0ß0
1okoh . Dclcgasi RI. Mr. Suwandi. dr. Sudarsono. Mr.
Irianggodigdo. Dclcgasi Bclanda. Van Mook. Iroí.
Logcmann. Idcnburgh. Van Roycn. Van Asbcck. Sulian
Hamid II. Surio Saniosa. Icncngah. Sir Archibald
1anggal. :+-:o April :¬+o
1cmpai . Hoogc Vcluwc. Bclanda
Hasil . iidak ada. karcna bclanda mcnolak hasil
pcrundingan aniara Sjahrir ÷ Van Mook scbclumnya..
Perjanjlan Llnggarjatl
Diselenggarakan di Desa Linggarjati, Kecamatan
Cilimus, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa
Barat
Diselengarakan pada 25 Maret 1947
Wakil pihak Ìndonesia : dr. Sudarsono, Jenderal
Soedirman, dan Jenderal Oerip Soemoharjo
Wakil pihak Ìnggris : Lord Killearn
Ìsi Perjanjian Linggarjati
1. Belanda mengakui kekuasaan de facto Republik
Ìndonesia atas Jawa, Madura dan Sumatra dan
harus meninggalkan wilayah de facto paling
lambat 1 Januari 1949
2. Pemerintah Republik Ìndonesia dan Belanda
bersama ÷ sama membentuk negara federasi
bernama Negara Ìndonesia Serikat
3. Negara Ìndonesia Serikat tetap terikat dalam
ikatan kerja sama dengan kerajaan belanda,
dengan wadah Uni Ìndonesia ÷ Belanda yang
diketuai oleh Ratu Belanda
!07,3,3 #03;0
Diselenggarakan di atas kapal U.S.S. Renville
Diselenggarakan pada 17 Januari 1948
Wakil pihak Ìndonesia : Amir Syarifuddin, H. Agus
Salim, Ali Sastroamidjojo,
Wakil pihak Belanda : R. Abdul Kadir
Widjojoatmodjo, H.A.L. Van Vreedenburg, P.J.
Koets
Ìsi Perjanjian Renville
1. Belanda hanya mengakui wilayah Ìndonesia
atas Jawa Tengah, Yogyakarta, sebagian kecil
Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sumatera
2. Tentara Republik Ìndonesia harus ditarik
mundur dari daerah ÷ daerah yang telah diduduki
oleh Belanda
Diselenggarakan di Jakarta
Diselenggarakan pada 7 Mei 1949
Wakil Pihak Ìndonesia : Moh. Roem
Wakil Pihak Belanda : Dr. H.J. Van Royen
ÌSÌ PERJANJÌAN ROEM ÷ ROYEN
Dibacakan oleh Moh. Roem
1. Pemerintah Republik Ìndonesia akan mengeluarkan
perintah penghentian perang gerilya
2. Kerja sama dalam hal pengembalian perdamaian dan
menjaga keamanan serta ketertiban
3. Turut serta dalam KMB yang bertujuan untuk
mempercepat penyerahan kedaulatan yang lengkap
dan tidak bersyarat kepada negara Republik Ìndonesia
Serikat
ÌSÌ PERJANJÌAN ROEM ÷ ROYEN
Dibacakan oleh Dr. H.J. Van Royen
1. Pemerintah Belanda setuju bahwa pemerintah
Ìndonesia harus bebas dan leluasa melakukan
kewajiban dalam suatu daerah yang meliputi
Karesidenan Yogyakarta
2. Pemerintah Belanda membebaskan secara tak
bersyarat pemimpin ÷ pemimpin Republik Ìndonesia
dan tahanan politik yang ditahan sejak tanggal 19
Desember 1948
3. Pemerintah Belanda setuju bahwa Republik
Ìndonesia akan menjadi bagian dari Republik
Ìndonesia Serikat
4. Konferensi Meja Bundar (KMB) akan diadakan
secepatnya di Den Haag sesudah pemerintah
Republik Ìndonesia kembali ke Yogyakarta
Konferensi lnter - lndonesia
Diselenggarakan di Jakarta
Diselenggarakan pada bulan Juli ÷ Agustus 1949
Hasil Konferensi Ìnter ÷ Ìndonesia
1. Negara Ìndonesia Serikat disetujui dengan nama
Republik Ìndonesia Serikat (RÌS) berdasarkan
demokrasi dan federalisme (serikat)
2. RÌS akan dikepalai oleh seorang presiden dibantu
oleh menteri-menteri yang bertanggung jawab kepada
presiden
3. RÌS akan menerima penyerahan kedaulatan,
baik dari Republik Ìndonesia maupun dari
Kerajaan Belanda
4.Angkatan perang RÌS adalah angkatan perang
nasional, dan Presiden RÌS adalah panglima
tertinggi angkatan perang RÌS
5. Pembentukan angkatan perang RÌS adalah
semata-mata soal bangsa Ìndonesia sendiri.
Angkatan perang RÌS akan dibentuk oleh
Pemerintah RÌS dengan inti dari TNÌ dan KNÌL,
serta kesatuan-kesatuan Belanda lainnya
Konferensi Meja Bundar
Diselenggarakan di Den Haag, Belanda
Diselenggarakan pada 23 Agustus ÷ 2 November 1949
Wakil pihak Ìndonesia : Moh. Hatta
Wakil pihak Belanda : Van Marseveen
Mediator: Chritchley
BFO: Sultan Hamid ÌÌ
Hasil dari Konferensi Meja Bundar (KMB)
1. Belanda mengakui Republik Ìndonesia Serikat (RÌS)
sebagai negara merdeka dan berdaulat
2. Status Kresidenan Ìrian Barat diselesaikan dalam
waktu setahun sesudah pengakuan kedaulatan
3. Akan dibentuk Uni Ìndonesia-Belanda berdasarkan
kerja sama sukarela dan sederajat
4. RÌS mengembalikan hak milik Belanda dan
memeberikan hak konsesi dan izin baru untuk
perusahaan-perusahaan Belanda
5. RÌS harus membayar semua utang Belanda yang ada
sejak tahun 1942

/017.8          P P P P P P       338. 76 .7 39. 789.P 04254  P 0. !  .3 38.3 '03/. &.03/7.  9.39 .- :7 2.3$.

.

8. 0. 7. 9.3 5.3 90750393 203:7:9 '.3 07. !07807.3 /50.3 .3 -... -0.38.3 .. :39: 203039:. :39: -07:3/3 . /05.3 44 /.9..3 3/4308. .24 20302:. 0..3./.8:.3/. 20303.. .3 . 0.7 . 40 $40. 5.8 /.. #05:- 3/4308.3 44 20302:.3 44 90780-:9 /8./ $4-./ .7..3 2. 0.3/.3 -07808 !708/03 $40..3 !020739.2.3 03/07.9 /.3 5. 3/4308.3 3.7 503.3  :8 $.3 44 -.7.3 40 !020739..99.3/. 0.33. /03....8 !07902:.3 '.38. 2.3 -07-039: 10/07.3 . 40 !.734 4.78.!07902:.3./. . .8. 40 !. 3/4308. 203. 803/7 / 3:3. .3 202 5020739.:.3 3/4308.3/. 0.3 3 207:5.349.7/4 /.  94-07  ./ . :-073:7 03/07. 3/...3 507902:. .3 '. 5020739.3 080/. /.2:7.3 :39: 203.3/.2 80/.3. 507802.3 0.3 44 . 907:9.3/.22.3 202.8. .. /.. 3/4308. /57.8-3.9.. / 2.9.3/.3 '.39.3..3 90780-:9 5.3 '. 0805.  093.-.3 5.70203 -. 30. '. . %3/.2 507902:. 33 203.3 0/:.7. 2. 803/7 $0/.3 07 !. 502253 3/4308.9 3/4308..3/. $7 !5 789843 5..9.

  4.!07902:.02-07  -079025.3 9039. 03907 $:9. 9.3. /5253 40 !07/.8:/ 202507902:.3 03/07.3 2.. $0:9: /.7.3 5. 0..8 08.2 434 4  . / 8.7. 40 7   '. .3/.3. 507902:.9.3 5. 202-.7 %039..79. . $0:9: .9 / .78.3...253 2030../..3 3 /. 789843 5.3. 3/4308.3 2.3 3 9/.3 0.3.2 507902:.3 44 80/.3 $.3 909.8 #05:- 3/4308.8 .5 507902:. 378 / .3 3 789843 -072.8.3 3 5.3 /00. /.77 $0-.7. 5027. 40 093.8.8:/ 0/.3/..

.3 30.3 :39: 203.3/.: #05:- 3/4308. 0.3 10/07.3 44 . 3/4308.80/.8 47.3/.7  507:3/3. -007.8 3/4308.9.3 07. 202507902:.. 5. $0.94 # . . -0.3 :7:8.3 &39: 202507902:./.3 507902:..3/.9. /9072.3 /57.  ./.78. !.3 30.9.39.. /03.3 :.3.: 0/.3 3/4308.  &7:8. -07:9  3/4308.8 ././.5 5020739. /03.3/. 40 093..9.:. 0.8.. 5020739.9.3. 9079039: /.7.3 03/07. 50303. !. -07:9  #05:- 3/4308.3 3/4308.3 80-.2 3:3.4 203.3 07./. . 0...3 :8: -. 80-../ 507:3/3.2..:. . 378 20372.3 /542.3202 5020739.3 80-.8 3/.3-07/..3/.. # /./..3/ $:73./ .2.3 /.77 203.. 5.3 05. '.3.3 0./. /2:.7. .3 /0 1.2 .3 $. 0.3 :. -07:9  $:5. 789843 80.3 $7 7.3 /93. /... /03./. :39: 203.!07:3/3.. .2 3:3.7 3007 /.9 503: .3 5079. '.3 /.3 :7:8...7 5.  0/07.: 80-. 5020739.3 .-.3/.2 3007 /... 8:.8.7: 05.2./.3.. /.3 5073.3 $:2.709 $.3 909.3 3/4308. .3907/7 . 8.3 30.3/.709  $:9. 30.7 3007 40 5020739..7:8 /..8... /. /.. 8.3 /807. 0. ....3 8047.25..8 .7.3 44 P !07902:. 502-039:.3. 0.7.3. $07.3 44 203.3 44 80.3./.3 07./.. 3/4308.7.3 549 5020739.2 0. 9. 2.3 0.  0-7:. 57-.3 5. ..8 . . 9.3 0. 0.8 9/.3/.3 3/4308... 203.9 #$  #$ -078.3/.3 80.3.77 203.3 $. -.7./ 508079.. 378 907:8 -07:5.3/. P &8: /.3 . 0.9..3 47.2.3:93.: 203..3 203..3/.25.20 :7.7..3 5.8 .3 .9 0 3/4308.3:93..39./ 203:8:. 9.. 10/07.3/. / . /..907.:. .7 077 80-. 422430.  $:5.3 /.3 :8: -.9. 202-039: #05:- 3/4308.9.39.3-078 .9: -..7. 8. .3 80-. 40 5.3 02-.9: 9: '.2 7.3/.3/.3 0.3 0/07. !.3 0. 0.3 803/7 / /..9-07-039: 10/07.77 '.

3948.7.78434 7 !7.8 507:3/3. .3 #403 '.8 0. -0.3 .3 8-0.2/  $:74 $. '. $7 7.3 .   57  %025.34//4 00. .8 # 7 $:.!07:3/3.703.8  9/. $:9.77 '.-.3/./ %.9  440 '0:0 0. 2034.39./.33 /03-:7 '.3/ /7 $:/. .3 / 440 '0:0 %44  00. $.3/. !0303. .3. .3 44 !741 402.3/.3 44 80-0:23.

78434 03/07.3 03/07..9.38 .9 8003.7.3 5.2.9  8003.-:5.3 / 08. 378 47/0.7.7..3 !74. $40/72.7..!07. 3. 075 $4024.709  . . 5.903 :33.3 2:8 .3.9 0.74 .. 5.7. 3/4308.73    . .3 3./7 $:/.3 /./.

/. &3 3/4308. $07. 8.9 0.9 909./. .3 07. 203. -078. /0 1.2. ...3 .3/... $07.2.8 . 0.3/.7.2 .7. /03.97.94 5. .5 907.3:.3/..9: 0..3 07.2-.7:8 2033.  8 !07.: 0:.3 /0 1.3/.3 -0. /.8 -073. 8.9 /. .9..9  .3 .3 ..2.3/. 0.2.8.94 #05:- 3/4308. 10/07.3 $:2.7. 202-039: 30./:7..9. 3/4308. 3/4308.3 0. #05:- 3/4308. /.7   !020739.3 /09:.3 .9  0.7. /03.3 3.3. 40 #.

.3 #03.7.!07.2/44 . & $ $ #03. 5.0  8003.0 8003.3:.3/.2 $..8974. 0.9.5.8 .7  . # -/:. 5./7 /44.3 / .3'700/03-:7 !   4098    . . 3/4308.71://3  :8 $.924/4    '.3 5.27$.3./.7.

8 .3 #03.. //:/: 40 0.7 2:3/:7 /. . .79.07..3/.: .  %039. %03. 8 !07.0  0.3/.7:8 /9.7... /.07.3 0.7 /.9.. . .7. %2:7 /. 4.390. 3/4308.. .3. #05:- 3/4308..9 .907. 80-. .3.3 $:2. 203.

0 . 8003. 7   '..4 #402 . 0./.3 / .3 5.3#403    . 8003. !.79.7. !..7.3/.. 3/4308.

3 203.3 /..3-079::.. -078..9. 8.3 8079..3 0/.. 30..9 .05.2.3  %:7:9 8079. /.2 .3 40 4 #402  !020739./. 50302-.7..  07.3 507/. 0.9 05.3 9/. #05:- 3/4308. 503039. /..5 /..:. $07.3 07..2.$!##  #   -.7.3 :39: 202507. #05:- 3/4308.2.3 507. 09079-..2 .3.9 50307.3 2030:.303.3 .7.3 50739.

3 40 7   '. 0. 808:/.. #05:- 3/4308.3 80..3 9.2 8:.3 549 .3#403 !020739. 0. 0. #05:- 3/4308.3/.3/.05. 5020739.  !020739.3 80.3 /9.  0802-07   !020739.   .7:8 -0-..8...3.79..3 /.:./. $07./ -.. 9. 0 4. 202-0-.9 502253 502253 #05:- 3/4308.79.$!##  #  -.07.3 0.. .3 4.. /. 809:: -. / 03 . .3 203..3 205:9 ...93.7  .7. 9. :3/. -078.3 0:.3.3 80.7 #05:- 3/4308. 3/4308. 02-.8. 5020739. .8 /..3 /.708/03.-.7... 809:: -.3/.9  43107038 0. 20.9: /..3 /.

$07..3:3.9 /809:: /03. 8003. -:.7.9  #$..3-079./.3 / ..8/..310/07.-05.35708/03/-.7.  0.7.    8003.2.8 43107038 3907 3/4308./. #05:- 3/4308.39: 40203907 203907.820 807.3 5.$07.3 3.3 /0247.3/4308.7.79.3 : :89:8  ..9 #$ -07/.8. 5708/03 .408047.3/05.43107038 3907 3/4308..

3.2.30.  3.08.7#05:-3/4308.30/.5.32.9./.9:..84.#$/03.3/. ....3#$...3507.3/4308. #$.:.843.-.50307.3..3  8079./.803/7  3./.3507.3 3.3!708/03#$.3#$.3 08.339/.9.3.3507.9.9.7%/.9. /.38.9:.9.3203072.9. 90793.:5:3/.3#$  !02-039:./.3507.3507.3/-039:40 !020739..3.33. 802.3/.7 07. 2..30.3#$.9..3  -.

43107038 0. 3/4308.02-07      .3/.3. 5./..7  8003.. 5. 8003.94779. :3/.780.7.3 5..3 / 03.7. :89:8 .2/  4. .3/. '. 0.003 0/.0  $:9.3. 0.4 .99.

3 507:8.7.-07/..3/.7::39: 507:8.9.  #$..3/.3.9:809.2.380/07.30.8.7:8202-.:3/..3/-039:&33/4308.3 2020-07.3 07..9/8008. 0./././.9  $9.20.30.:#05:-3/4308.2 .7802:.37.3.3/.7.207/0.3-07/.30/.3/.8:.9:8708/03.7   0.:...8.70.9 #$  80-.$07.3/.:3 .:3808:/.30.:9.3  .7431070380..:../.203.7..503.43808/.. ..3.9  #$20302-.9.3.8/.3/.:. 80.33-.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->