Anda di halaman 1dari 48

PENGAMBILAN KEPUTUSAN

BERBASIS INDEKS KINERJA

Marimin

Marimin_07@yahoo.com

1
Bilangan Informasi
Terms SIM DSS

Alternatif
Data Keputusan
Monev

Aksi Keputusan

SOP

Keterangan:
SIM : Sistem Informasi Manajemen
DSS : Decision Support System
SOP : Standard Operational Procedure
Monev : Monitoring dan Evaluasi

Gambar : Siklus data, informasi, keputusan dan aksi


2
• System Definition

Element (E1) E2
Goal

E3
Sub
Goal

E4 E5

• System Phylosophy
- Goal Oriented (Cybernetic)  C  S
- Holistic Not Partial  H
- Effectiveness Not Efficiency  E

3
 Pengertian Sistem

Suatu gugus dari elemen-elemen yang saling


berinteraksi secara teratur dalam rangka
mencapai tujuan atau sub tujuan.

4
• System Classification Matrix

System Input Process Output

Analysis   ? Narrow aspect

Synthesis   ? Wide aspect

Design  ? 

Control ?  

5
Input Lingkungan

 Kebijakan Pemerintah Output Dikehendaki


Input Tak Terkendali  Kondisi Sosial Budaya
 Jaminan kualitas
 Stabilitas harga produk
 Produktivitas lahan
 Ketepatan pengembalian
 Harga pasar
dana investasi
 Tingkat bunga bank
 Keuntungan yang optimal

SISTEM PERENCANAAN
INVESTASI PRODUK
AGROINDUSTRI

Input Terkendali Output Tak Dikehendaki


Kebutuhan bahan baku  Kelangkaan bahan baku
 Jumlah Produksi  Harga bahan baku
 Jumlah Investasi meningkat tajam
 Sarana dan Prasarana  Pencemaran lingkungan

Manajemen Perencanaann
Agroindustri

Gambar : Diagram input output Sistem Perencanaan Investasi


Agroindustri
6
TEKNIK PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Fungsi Manajemen Hirarki Sifat


• Perencanaan
Top • Directif
• “Staffing” Level
• Strategis
• Pengorganisasian Up Medium
Low • Taktis
• Pelaksanaan
• Operasional
• Monitoring Lower
• Evaluasi

 Cara
1. Dengan Intuisi
2. Dengan Analisa Keputusan

7
Tabel: Permasalahan manajemen

Jangka Lingkungan Sifat

Direktif Panjang Dinamis dan probalistik Arahan-arahan strategis


intuitif yang kadang bersifat
intuitif
Strategis Panjang Dinamis dan mempengaruhi Tidak bisa diprogram
faktor-faktor dengan karena preferensi
kepastian yang sangat pengambil keputusan perlu
rendah masuk secara utuh

Taktis Menengah- Dinamis dan mempengaruhi Bisa dibuat program


pendek faktor-faktor dengan asumsi dengan masukan
kepastian yang tinggi preferensi pengambil
keputusan
Operasional Pendek Dianggap statik dan tidak Bisa dibuat program
mempengaruhi faktor-faktor karena sifatnya berulang

8
LINGKUNGAN
Kecerdasan
• Tidak Pasti
• Pilihan
• Kompleks Intuisi Keputusan Hasil
• Dinamis Persepsi
• Informasi Logika tidak
• Persaingan dapat diperiksa
• Falsafah
Terbatas • Preferensi

Bingung Berfikir Rasa tidak Bertindak Puji Senang


cemas Enak Cela Sedih

REAKSI

Gambar : Pengambilan Keputusan dengan Intuisi


9
ANALISA KEPUTUSAN
(Normatif)
LINGKUNGAN
Kecerdasan • Alternatif2
• Tidak Pasti • Pilihan
• Kompleks
Persepsi • Penetapan
• Dinamis • Informasi kemungkinan Logika Keputs. Hasil
• Persaingan • Struktur Model
Falsafah
• Terbatas • Preferensi
• Penetapan Nilai
• Preferensi Waktu
• Preferensi Risiko

Sensitifitas nilai
informasi

Bingung Berfikir Rasa tidak Pandangan Bertindak Puji Senang


cemas Enak ke dalam Cela Sedih

REAKSI

Gambar : Pengambilan Keputusan dengan Analisa Keputusan 10


MCDM SEBAGAI SALAH SATU MODEL DALAM
PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Tujuan yang akan dicapai


Masalah yang akan diselesaikan

Kriteria Pengambil
Kinerja Keputusan

Alternatives
alat/rencana/…

11
KOMPONEN KEPUTUSAN

 Alternatif Keputusan

 Kriteria Keputusan

 Bobot Kriteria

 Model Penilaian

 Model Penghitungan

 Tipe Pengambil Keputusan

12
MODEL PENILAIAN
1. Menggunakan Nilai Numerik (Nyata)
 Kriteria dan atau alat ukurnya jelas (obyektif)

•Sebagai misal Suhu Ruang (termometer)


•Tinggi Badan
•Berat Badan
•Hasil perhitungan dengan rumus yang jelas:
•BCR;
•IRR
•NPV

13
MODEL PENILAIAN
2. Menggunakan Skala Ordinal
 Kriteria kompleks melibatkan presepsi (subyektif)
 Jumlah skala 3; 5; 7 (disarankan ganjil)

• Sebagai misal Rasa TEH (5 Skala)


• 1. Sangat tidak enak 4. Enak
• 2. Tidak Enak 5. Sangat enak
• 3. Cukup Enak
• Stabilitas politik (3 Skala)
. 1. Kurang Stabil 3. Sangat Stabil
. 2. Stabil
14
MODEL PENILAIAN

3. Menggunakan Nilai Perbandingan Berpasangan

Misal pada AHP : <misal A dibandingkan dengan B>

1 : A dan B sama penting 7 : A sangat nyata lebih penting dari B


3 : A sedikit lebih penting dari B 9 : A pasti lebih penting dari B
5 : A jelas lebih penting dari B

Pembacaan Lain:
3: A tiga kali lebih penting dari B
5: A lima kali lebih penting dari B
15
Model Penilaian Fuzzy (trapezoidal) usia penduduk

16
Model Penilaiann Fuzzy Tingkat Kemiskinan Penduduk

17
Fuzzy Triangular: Suhu air mandi

A little too cold: negative low A little too hot: positive low
Much too cold: negative Much too hot: positive
high high
NH NL OK PL PH
1

33 34 35 36 37 38 39

18
 Latihan Model Penilaian

Berikan contoh kasus penerapan metode


penilaian dengan:
• Terukur Jelas
• Skala Ordinal
• Perbandingan Berpasangan
• Preferensi Fuzzy

19
PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERBASIS
INDEKS KINERJA

A. METODE BAYES

B. METODE PERBANDINGAN EKSPONENSIAL (MPE)

C. COMPOSIT PERFORMANCE INDEX (CPI)

20
MATRIK KEPUTUSAN :
ALTERNA- KRITERIA NILAI RANGKING
TIF ALT. KEP. ALT. KEP.
K1 K2 ….. Kn

ALT1 V11 V12 ….. V1n Nk1


ALT2 V21 V22 ….. V2n Nk2
ALT3 :
: :
ALTm Vm1 Vm2 ….. Vmn Nkm
BOBOT B1 B2 ….. Bn
MODEL PENGHITUNGAN
n n
1. BAYES : Nki = Σj = 1 Vij * Bj , Σj = 1 Bj = 1.0
n
2. Per. Eksponensial : Nki = Σj = 1 (Vij ) Bj , Bj = Bulat >0

3. Composite Performance Indeks (CPI)

21
Contoh Kasus =
• Fokus = Pemilihan Metode Penanganan Limbah yang sesuai
• Alternatif = 1. Sanitary landfill
2. Open dumping
3. Incineration
• Kreteria = 1. Kemampuan/capasitas
2. Efektifitas Penanganan
3. Biaya
• Metode Penilaian = ordinal
1. Sangat Kurang 4. Bagus
2. Kurang 5. Sangat Bagus
3. Biasa

22
• Matrik Keputusan

Alternatif Kriteria Nilai Keputusan

Kemampuan Eff. Biaya Bayes MPE

1. Open dumping

2. Sanitary landfill

3. Inceneration

Bobot Bayes

MPE

23
• Matrik Keputusan

Alternatif Kriteria Nilai Keputusan

Kemampuan Eff. Biaya Bayes MPE

1. Open dumping 4 4 3

2. Sanitary landfill 4 5 2

3. Inceneration 4 3 4

Bobot Bayes 0.3 0.4 0.3

MPE 3 4 3

24
A. METODE BAYES

• Merupakan teknik yang digunakan untuk melakukan analisis dalam


pengambilan keputusan terbaik dari sejumlah alternatif

• Persamaan Bayes yang digunakan untuk menghitung nilai setiap alternatif


disederhanakan menjadi :
dimana:
m
Total Nilai i= total nilai akhir dari alternatif ke-i
Total Nilai i =  Nilai ij (Kritj)
j=1 Nilai ij = nilai dari alternatif ke-i pada kriteria ke-j

Krit j = tingkat kepentingan (bobot) kriteria ke-j

i = 1,2,3,…n; n = jumlah alternatif


j = 1,2,3,…m; m = jumlah kriteria

25
 Kriteria Bayes
• Pengambilan keputusan merupakan suatu pemilihan aksi a dari
sekelompok aksi yang mungkin (A).

• Nilai kinerja dari setiap aksi a dan status situasi  digambarkan


dengan menggunakan pay off matrix

Tabel : Pay off matrix


 1 2 . . . n
a
a1 X X . . .
a2 X X . . .
. . . . . .
. . . . . .
. . . . . .
am . . . . .

26
Dimana:

 = status situasi yang dapat berupa kondisi, kriteria seleksi atau


persyaratan pemilihan

a = dapat berupa aksi, strategi atau pilihan

x = nilai penampakan dari setiap aksi dan status situasi

• Apabila satuan dari x tidak sama, matriks harus diubah ke dalam bentuk
CPI (Comparative Performance Index)

• caranya dengan menentukan nilai minimum pada setiap lajur (setiap


status situasi), dan menetapkan nilai minimum tersebut = seratus.

27
 Contoh Aplikasi Bayes

• Penentuan media iklan yang sesuai dari produk baru suatu industri
• Prosedur Bayes digunakan untuk menentukan rekapitulasi hasil
penilaian kesesuaian media iklan yang telah dilakukan oleh pakar
• Informasi awal ini akan diubah “harga harapan” (HH) menjadi informasi
yang dapat dipercaya
• Rumus “harga harapan” untuk merekapitulasi nilai hasil survey pakar
adalah sebagai berikut:

m
HH (ai) =  Pij.P(j); dengan i = 1,2,3,…n
j=1

28
• Matrik Keputusan

Alternatif Kriteria Nilai Keputusan

Kemampuan Eff. Biaya Bayes MPE

1. Open dumping 4 4 3 3.7 (2)

2. Sanitary landfill 4 5 2 3.8 (1)

3. Inceneration 4 3 4 3.6 (3)

Bobot Bayes 0.3 0.4 0.3

MPE 3 4 3

29
B. METODE PERBANDINGAN
EKSPONENSIAL (MPE)
• Merupakan salah satu metode untuk menentukan urutan prioritas
alternatif keputusan dengan kriteria jamak
• Teknik ini digunakan sebagai pembantu bagi individu pengambilan
keputusan untuk menggunakan rancang bangun model yang telah
terdefinisi dengan baik pada tahapan proses

 Prosedur MPE
• Formulasi perhitungan skor untuk setiap alternatif dalam metoda
perbandingan eksponensial adalah:

m
Total nilai (TNi) = (RK ij)TKK j
j=1

30
dengan :

TNi = Total nilai alternatif ke -i

RK ij = derajat kepentingan relatif kriteria ke-j pada pilihan keputusan i

TKK j = derajat kepentingan kritera keputusan ke-j; TKKj > 0; bulat

n = jumlah pilihan keputusan


m = jumlah kriteria keputusan

• Penentuan tingkat kepentingan kriteria dilakukan dengan cara


wawancara dengan pakar atau melalui kesepakatan curah pendapat.

• Penentuan skor alternatif pada kriteria tertentu dilakukan dengan


memberi nilai setiap alternatif berdasarkan nilai kriterianya

31
Keuntungan Metode MPE

• Mengurangi bias yang mungkin terjadi dalam analisa


• Nilai skor yang menggambarkan urutan prioritas menjadi
besar (fungsi eksponensial) ini mengakibatkan urutan
prioritas alternatif keputusan lebih nyata

32
• Matrik Keputusan

Alternatif Kriteria Nilai Keputusan

Kemampuan Eff. Biaya Bayes MPE

1. Open dumping 4 4 3 3.7 (2)

2. Sanitary landfill 4 5 2 3.8 (1)

3. Inceneration 4 3 4 3.6 (3)

Bobot Bayes 0.3 0.4 0.3

MPE 3 4 3

33
 Contoh Lain Aplikasi Metode MPE

• Penilaian terhadap tiga alternatif produk agroindustri


berbasis ubi kayu (Tepung tapioka, Keripik singkong, dan
Pakan ternak)

• Kriteria yang dipertimbangkan:potensi pasar, kondisi


bahan baku, nilai tambah produk, daya serap tenaga
kerja, teknologi yang sudah dipakai, kondisi sosial
budaya, dan dampak terhadap lingkungan

• Penilaian alternatif pada setiap kriteria menggunakan


skala penilaian 1-9
34
Tabel: Penilaian alternatif produk agroindustri potensial

Nilai Alternatif Produk


No Kriteria Tingkat Tepung Kripik Pakan
Kepenti Tapioka Singkong Ternak
ngan

1 Potensi Pasar 9 8 6 6
2 Kondisi Bahan Baku 8 8 6 8
3 Nilai Tambah produk 6 6 4 5
4 Daya Serap Tenaga Kerja 7 8 6 6
5 Teknologi yang Sudah dipakai 5 8 6 6
6 Kondisi Sosial Budaya 7 8 8 8
7 Dampak Terhadap Lingkungan 5 6 8 6

35
• Setelah dihitung menggunakan teknik MPE maka akan terlihat urutan atau
prioritas produk agroindustri yang potensial untuk diinvestasikan

Tabel : Hasil pehitungan dengan MPE


Prioritas Alternatif terpilih Nilai MPE

Produk potensial 1 Tepung tapioka 155.267.448

Produk potensial 2 Pakan ternak 29.263.177

Produk potensial 3 Keripik singkong 14.179.040

Maka dapat disimpulkan bahwa produk agroindustri yang paling potensial


untuk diinvestasikan adalah tepung tapioka, dengan nilai 155.276.448

36
Latihan Penerapan Metode Bayes dan MPE
• Fokus =
• Alternatif = 1.
2.
3.
• Kreteria = 1.
2.
3.
• Metode Penilaian : ordinal (generik)
1. Sangat Kurang 4. Bagus
2. Kurang 5. Sangat Bagus
3. Biasa

37
• Matrik Keputusan

Alternatif Kriteria Nilai Keputusan

Bayes MPE

1.

2.

3.

Bobot Bayes

MPE

38
C. COMPOSIT PERFORMANCE INDEX (CPI)

 Merupakan indeks gabungan (Composite Index) yang dapat


digunakan untuk menentukan penilaian atau peringkat dari berbagai
alternatif (i) berdasarkan beberapa kriteria (j).
Formula yang digunakan dalam teknik CPI :

Aij = Xij (min) x 100 / Xij (min)


A(i + 1.j) = (X(I + 1.j) )/ Xij (min) x 100
Iij = Aij x Pj
n
Ii =  (Iij)
j =1

39
Keterangan:
Aij = nilai alternatif ke-i pada kriteria ke – j

Xij (min) = nilai alternatif ke-i pada kriteria awal minimum ke-j

A(i + 1.j) = nilai alternatif ke-i + 1 pada kriteria ke – j

X(i + 1.j) = nilai alternatif ke-i + 1 pada kriteria awal ke – j

Pj = bobot kepentingan kriteria ke – j

Iij = indeks alternatif ke-i

Ii = indeks gabungan kriteria pada alternatif ke –i

i = 1, 2, 3,…, n
j = 1, 2, 3,…, m

40
• Sebagai ilustrasi, terdapat 3 alternatif yang dinilai yaitu Industri Minyak
Sawit, Industri Pengolahan Teh dan Industri Coklat Bubuk dengan kriteria
kelayakan IRR (Internal Rate of Return), B/C (Benefit/Cost Ratio) dan Pay
Back Period (waktu pengembalian modal)

Tabel: Matrik awal penilaian alternatif pemilihan industri yang paling layak

Alternatif Kriteria
IRR (%) B/C PBP (Thn)
1.  Industri Minyak Sawit (CPO) 30 1,1 5
2.  Industri Pengolahan Teh 20 1,15 6
3.  Industri Coklat Bubuk 25 1,2 4
Bobot Kriteria 0,3 0,4 0,3

41
Prosedur Penyelesaian CPI

• Identifikasi kriteria tren positif (semakin tinggi nilaianya semakin


baik) dan tren negatif (semakin rendah nilainya semakin baik)

• Untuk kriteria tren positif, nilai minimum pada setiap kriteria


ditranspormasi ke seratus, sedangkan nilai lainnya
ditranspormasi secara proporsional lebih tinggi.

• Untuk kriteria tren negatif, nilai minimum pada setiap kriteria


ditranspormasi ke seratus, sedangkan nilai lainnya
ditranspormasi secara proporsional lebih rendah.

• Perhitungan selanjutnya mengikuti prosedur Bayes.


42
Tabel: Matrik hasil transformasi melalui teknik perbandingan indeks kinerja

Alternatif Kriteria Nilai Peringkat


IRR B/C PBP (Thn) Alternatif

1. Industri Minyak Sawit 150 100 80 109 2


(CPO)
2. Industri Pengolahan Teh 100 104,5 66.7 91,8 3
3. Industri Coklat Bubuk 125 109,1 100 111,1 1
Bobot Kriteria 0,3 0,4 0,3

Dengan demikian alternatif 3 yaitu Industri Coklat Bubuk sebagai peringkat 1


disusul oleh industri minyak sawit dan kemudian industri pengolahan teh.

43
• Latihan: Aplikasi metoide CPI

• Ilustrasi Kasus:

Tabel: Matrik awal penilaian alternatif ___________________________

Alternatif Kriteria

1.
2. 
3. 
Bobot Kriteria

44
Tabel: Matrik hasil transformasi CPI

Alternatif Kriteria Nilai Peringkat


Alternatif

1.

2.

3.

Bobot Kriteria

45
Pemiliha Metode

• Penilaian Tidak Seragam  CPI

• Penilaian seragam - Bayes atau MPE

• Apabila skala penilaian ordinal - MPE

• Apabil nilai alternatif adalah terukur nyata - Bayes

46
Tugas

• Pilih kasus pengambilan keputusan dalam sistem


manajemen Agroindustri

• Tentukan minimum 4 alternatif dan 4 kritera

• Buat matrik keputusannya dan isi matrik keputusan

• Tentukan teknik yang sesuai untuk menyelesaikannya

• Selesaikan dan bahas secara komprehensif

47
1. Marimin, 2004, Teknik dan Aplikasi
Pengambilan Keputusan Kriteria Majemuk,
Grassindo, Jakarta.
2. Marimin, 2005, Teknik dan Aplikasi Sistem
Pakar dalam Teknologi Manajerial, IPB
Press, Bogor
3. Turban, E., 2001, Decision Support System
and Intelligent System, Prentice Hall, New
Jersey.
48