Anda di halaman 1dari 18

NAMA ALLAH YG DIPERDEBATKAN (Revised dan Update)

Judul sebelumnya adalah YAHWEH vs ALLAH vs QANNA,dkk Diperluas, dan banyak data
ditambahkan dari berbagai sumber. Mohon direnungkan.

NAMA ALLAH YG DIPERDEBATKAN

Perdebatan Nama Pribadi/Diri (Proper Name) Tuhan semakin hari semakin terlihat, tidak
terlepas dari blog SabdaSpace juga, diantaranya dari artikel singkat GERAKAN NAMA
SUCI yg ditulis Hiskia22. Bagi saya artikel beliau hanya mempersingkat artikel dari Ir.
Herlianto dalam websitenya www.yabina.org.

Saya pikir hampir semua orang Kristen sudah mengetahui mengenai YHWH-JHVH-
YAHWEH-JEHOVAH atau simplenya mengenai 4 huruf Tetragramatton yg bisa dibaca di
wikipedia, theopedia, dll. Hanya sedikit orang Kristen yang mengetahui bahwa Nama Diri
Tuhannya (selain YESUS-Nama Tuhan ketika berinkarnasi jadi manusia) adalah YAHWEH.
Mengapa? Karena hampir seluruh penerjemahan Alkitab masa kini telah menerjemahkan
Nama Diri Tuhan yang otentik Alkitabiah itu menjadi KURIOS (Yunani), DOMINI (Latin),
LORD (Inggris), SEIGNEUR (Prancis), HERR (Jerman), SENOR (Spanyol), SENHOR
(Portugis), HEER (Belanda), dan dalam bhs Indonesia: “TUHAN” dan “ALLAH” (semua
huruf besar).

Nama YHWH sudah mulai dibicarakan di Indonesia sejak tahun 70an oleh orang per orang,
lalu 80-an, namun baru menjadi hangat sejak munculnya Kitab Suci2 lain selain Alkitab LAI
TL (Terjemahan Lama) dan Alkitab LAI TB (Terjemahan Baru) serta Alkitab LAI untuk PB
edisi terbaru edisi ke-2, menghangat lagi di tahun 90-an terutama dari beberapa hamba Tuhan
yg sudah sejak lama ingin agar LAI menerbitkan juga Alkitab LAI yang lain dengan
mencantumkan nama YHWH (dibaca YAHWEH) menggantikan semua kata "TUHAN" dan
“ALLAH” (semua huruf besar) di Alkitab LAI. Ahli2 LAI menerjemahkan “Tuhan
ALLAH” untuk kata “Elohim YHWH”, karena jika diterjemahkan Tuhan TUHAN, LAI
pikir akan membingungkan pembaca jadi diterjemahkan dg Tuhan ALLAH (“ALLAH”=
"TUHAN"= “YHWH”).

Pihak LAI tidak mau mengikuti keinginan kelompok tersebut atas alasan tertentu. Maka
mereka mengganti kata TUHAN di Alkitab LAI dengan YAHWE, atau YAHWEH. Meski
melanggar Hak Cipta LAI, kelompok yg satu (KS-UPT) ini nekad, karena permintaan mereka
tdk dipenuhi LAI.

Dalam delapan tahun terakhir, terbit empat versi terjemahan yang tidak diterbitkan oleh LAI
dan keempatnya dinamakan ‘Kitab Suci,’ yaitu ‘Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru’ (KS-
TDB, 1999); ‘Kitab Suci Torat dan Injil’ (KS-TDI, 2000); ‘Kitab Suci Umat Perjanjian
Tuhan’ (KS-UPT, 2002); dan ‘Kitab Suci Indonesian Literal Translation’ (KS-ILT, 2007).

Keempat Kitab Suci Baru itu memiliki kesamaan bahwa mereka ingin memulihkan nama
‘YHWH’ (bhs. Ibrani), nama yang suci yang tidak boleh diterjemahkan, nama yang
menunjukkan sifat Tuhan semesta alam dan bahwa keselamatan itu ada dalam nama Yahweh.
Sedangkan ketiga Kitab Suci terakhir memiliki kesamaan bahwa mereka menolak

1
penggunaan kata “Allah” yang mereka anggap berhala berbeda dengan KS-TDB yang
diterbitkan oleh Saksi-Saksi Yehuwa mempertahankan kata “Allah” sebagai terjemahan
El/Elohim/Eloah/Theos. KS-TDI dan KS-UPT melanggar Hak Cipta LAI dan penggunanya
terbatas.

Lalu muncul Kitab Suci Indonesian Literal Translation (KS-ILT) yang diprakarsai sejak
2004 yang terbit Okt 2007. KS-ILT mendapat getahnya, alias semprotan/kritikan yg tdk baik
dari pihak2 yg ingin mempertahankan Alkitab LAI dan melihat track record yg buruk dari
Kitab Suci sebelumnya yg Tidak menghargai Hak Cipta LAI.

Namun, Para Penerjemah KS-ILT sudah belajar dari kejadian2 sebelumnya. Pihak
Penerjemah ILT melalui YALENSA membuat terjemahan sendiri dan mendasarinya pada
The Interlinier Bible Jay P. Green, Sr yang bersumber pada Naskah MT (Masoretic
Text) untuk PL Ibrani dan RT (Received Text=Textus Receptus) untuk PB Yunani.
Baik MT dan RT adalah juga Naskah acuan Alkitab King James Bible (KJV) yang
bersumber dari Naskah asli Alkitab. (Ada 2 sumber lagi dari Hasil Karya J.P. Green, Sr. yang
turut dicantumkan sbg naskah acuan pada hasil terjemahan KS-ILT, karena beliau ingin agar
hasil terjemahan ILT lebih akurat, yaitu A Literal Translation of the Bible dan KJ3-Literal
Translation Bible), selengkapnya sejarah KS-ILT bisa dibaca diwww.yalensa.org atau di
kata Pengantar edisi 1 dan 2 di KS-ILT.

Terbitlah Kitab Suci ILT Edisi 1 yang dicetak 20rb exp pada bulan Okt 2007 dan Edisi 2 Nov
2008 tercetak 50 rb exp dengan menggandeng Abiyah Pratama sebagai Pencetak dan
Distributor. KS-ILT Edisi 2 (Perbaikan dari Edisi 1) sudah bisa ditemukan di Gramedia, dan
TB Rohani Kristen di kota-kota besar, dan tersedia juga dalam bentuk software PDA, Mobile
Phone, dll.

KS-ILT menggunakan kata YAHWEH (semua huruf besar) sbg Nama Pribadi/Diri Tuhan
(Proper Name) untuk setiap kata TUHAN yg bisa kita temukan di Alkitab LAI, dan
menggunakan kata Elohim untuk General Appelation/sebutan umum dari
Tuan/Kurios/sebutan Tuhan.

Dalam keseluruhan Kitab Suci Perjanjian Lama orang Kristen yg berbahasa asli Ibrani,
Nama YAHWEH tertulis sebanyak 6831 kali (hampir 7000 kali). Berbeda dg sebutan-
sebutan lainnya untuk menyapa Tuhan seperti: Elohim dan Adonai. Statistik menyebutkan
rata-rata jumlahnya tdk mencapai sebanyak itu. Contoh: sebutan Elohim (dan semua turunan
katanya, El/Eloah/Elohim yg dalam TB-LAI diterjemahkan menjadi “Allah”) hanya tertulis
4118 kali; sebutan Adonai (dan semua turunan katanya, yg dalam TB-LAI diterjemahkan
menjadi “Tuhan”) tertulis hampir 1400 kali.

BUKTI-BUKTI KUAT bahwa YAHWEH adalah NAMA DIRI (PROPER NAME).

Bukti pertama adalah bukti Alkitabiah berupa pernyataan/perkataan Tuhan sendiri dalam
Keluaran 3:15 yang berbunyi: “YAHWEH... itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan
itulah sebutan-Ku turun-temurun. Juga dalam Yesaya 42:8 yg mengatakan, “Aku ini
YAHWEH, itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yg lain
atau kemashyuran-Ku kepada patung.”
-------------------------------------------------
KS-ILT

2
Kel 3:15 Dan Elohim berfirman lagi kepada Musa, "Katakan demikian kepada bani Israel:
YAHWEH, Elohim leluhurmu, Elohim Abraham, Elohim Ishak, dan Elohim Yakub, telah
mengutus aku kepadamu. Itulah Nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah pengingat
bagi-Ku turun-temurun."

Yes 42:8 Akulah YAHWEH, itulah Nama-Ku, dan Aku tidak akan memberikan kemuliaan-
Ku kepada yang lain, dan pujian-Ku kepada patung.

Bukti kedua, bukti empiris yang secara kasatmata dapat dilihat melalui penulisan kata
YAHWEH dan terjemahannya di dalam setiap versi Terjemahan Alkitab-khususnya yg
berhuruf latin-yg selalu menggunakan CAPITAL LETTERS (huruf besar semuanya),
contoh TUHAN, ALLAH, HEER, LORD, YHWH, JHVH, dll.

Bukti terakhir yg dapat diungkapkan adalah hasil Analisa Para Ahli, yang antara lain
dikemukakan oleh Merril F. Unger dalam UNGER’S BIBLE DICTIONARY, oleh THE
WYCLIFFE BIBLE ENCYCLOPEDIA, oleh THE INTERPRETER’S DICTIONARY OF
THE BIBLE, oleh THE NEW BIBLE DICTIONARY (Ensiklopedi Alkitab Masa Kini), jika
kita membuka berbagai literatur seperti: Ensiklopedi Alkitab Masa Kini hal 38, ISBE:
International Standard Bible Encyclopedia, Kamus Alkitab, Tafsir Alkitab, dan buku-buku
teologi lainnya, hampir semua literatur tersebut menyatakan bahwa YAHWEH adalah
Nama Diri (proper name) Tuhan semesta alam, yg berbeda dg Elohim atau Adonai, yg
keduanya hanya merupakan sebutan umum (common/general appellation) belaka. Jika anda
punya Software Alkitab Bible Works, kata YAHWEH adalah Noun Proper (n.p.),
sedangkan kata Elohim atau Adonai adalah Noun Common (n.c.). Hal ini sangat jelas
membuktikan, bahwa YAHWEH benar-benar proper name (Nama Diri), sedangkan Elohim
atau Adonai adalah sebutan umum (common/general appellation).

Nah kembali ke topik di atas. Sejak kapan nama YHWH (dibaca YAHWEH) mulai
disebutkan? Siapakah nama Pribadi Tuhan sebelum dunia diciptakan?

Jika kita mau menggali Alkitab, kata YHWH (dibaca YAHWEH) mulai muncul pertama kali
di Kejadian 2:4 yaitu.....Ketika TUHAN Allah (YAHWEH Elohim) menjadikan bumi dan
langit,

Lalu di Kejadian 4:1 Hawa menyebut nama YAHWEH,


Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan
itu, lalu melahirkan Kain; maka kata perempuan itu: "Aku telah mendapat seorang anak laki-
laki dengan pertolongan TUHAN (YAHWEH).
-------------------------------------------------
KS-ILT
Kej 2:4 Inilah riwayat langit dan bumi ketika semuanya itu diciptakan pada waktu
YAHWEH, Elohim, menjadikan bumi dan langit.

Kej 4:1 Dan Adam bersetubuh dengan Hawa, istrinya dan mengandunglah dia, lalu
melahirkan Kain; dan berkatalah dia, "Aku telah memperoleh seorang pria dari YAHWEH."

Suhento Liauw, Th.D menyatakan lebih tepat terjemahannya, “Aku telah mendapat seorang
anak laki-laki yang adalah YAHWEH”. Kata “dengan pertolongan” dalam Alkitab LAI
yang saya sengaja cetak huruf tebal miring (bold-italic) itu tidak ada dalam bahasa aslinya.
Sesungguhnya …. Lebih tepat diterjemahkan “seorang laki-laki yang adalah YAHWEH.”

3
Kata et adalah direct object mark (tanda obyek langsung), seperti ‘saya makan pisang’
sebelum kata pisang harus ada kata ..(et). Jadi kelihatannya Hawa yang telah jatuh ke dalam
dosa sangat percaya janji Allah untuk mengirim Juruselamat, dan ia tahu bahwa Sang
Juruselamat itu adalah Allah sendiri yang akan menjadi manusia, sehingga ketika ia
melahirkan Kain, ia menyangka bahwa itu adalah Sang Juruselamat.

Oke kita lanjut lagi, Kejadian 4:26 menyebutkan sejak zaman Enos nama Diri Tuhan ini
diSEBUT.
----------------------------------------------
KS-ILT
Gen 4:26 Dan bagi Set, seorang anak laki-laki telah dilahirkan baginya juga, dan dia
menyebut namanya Enos. Maka orang mulai berseru dalam Nama YAHWEH.

Lahirlah seorang anak laki-laki bagi Set juga dan anak itu dinamainya Enos. Waktu itulah
orang mulai memanggil nama TUHAN (YAHWEH).

Ir. Herlianto menafsirkan bahwa nama YHWH baru diperkenalkan kepada manusia yaitu
Musa oleh YHWH sendiri sejak Keluaran 6:1-2

Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: "Akulah TUHAN (YAHWEH). Aku telah
menampakkan diri kepada Abraham, Ishak dan Yakub sebagai Allah Yang Mahakuasa,
tetapi dengan nama-Ku TUHAN (YAHWEH) Aku belum menyatakan diri.

KS-ILT
Ex 6:2-3 Dan berfirmanlah Elohim kepada Musa, “Akulah YAHWEH. Dan Aku telah
menampakkan diri kepada Abraham, kepada Ishak, dan kepada Yakub, sebagai El-Shadday,
dan Nama-Ku YAHWEH; bukankah Aku sudah dikenal oleh mereka?”

Nama YAHWEH diberitahukan kepada Musa juga di Keluaran 3:13-15,


3:13 Lalu Musa berkata kepada Allah: "Tetapi apabila aku mendapatkan orang Israel dan
berkata kepada mereka: Allah nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu, dan mereka
bertanya kepadaku: bagaimana tentang nama-Nya? --apakah yang harus kujawab kepada
mereka?"
3:14 Firman Allah kepada Musa: "AKU ADALAH AKU." Lagi firman-Nya: "Beginilah
kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu."
3:15 Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: "Beginilah kaukatakan kepada orang
Israel: TUHAN, Allah (YAHWEH, Elohim) nenek moyangmu, Allah Abraham, Allah
Ishak dan Allah Yakub, telah mengutus aku kepadamu: itulah nama-Ku untuk selama-
lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun.
-------------------------------------------------
KS-ILT
Kel 3:13 Dan Musa berkata kepada Elohim, "Sesungguhnya aku akan datang kepada bani
Israel dan berkata kepada mereka: Elohim leluhurmu telah mengutus aku kepadamu. Dan
mereka bertanya kepadaku, siapakah Nama-Nya? Aku harus mengatakan apa kepada
mereka?"
3:14 Dan berfirmanlah Elohim kepada Musa, "Aku Ada Yang Aku Ada." Lalu Dia
berfirman, "Engkau akan mengatakan hal ini kepada bani Israel: Aku Ada, telah mengutus
aku kepadamu."
3:15 Dan Elohim berfirman lagi kepada Musa, "Katakan demikian kepada bani Israel:
YAHWEH, Elohim leluhurmu, Elohim Abraham, Elohim Ishak, dan Elohim Yakub, telah

4
mengutus aku kepadamu. Itulah Nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah pengingat bagi-
Ku turun-temurun.”

Terlepas dari benar tidaknya sejak kapan YHWH memperkenalkan nama Diri/Pribadi-Nya
yaitu YHWH, apakah sebelum Musa sudah pernah YHWH perkenalkan nama Diri-Nya itu.
Masih butuh perhatian lebih dalam ttg hal ini.

Namun hal ini tampaknya jelas tidak benar. Saya berasumsi bahwa YAHWEH
menggunakan bahasa Ibrani kepada Adam dan Hawa dan memperkenalkan nama
DiriNya ini yaitu YHWH (YAHWEH), sehingga Zaman Enos orang sudah
memanggil/menyebut Tuhan dg nama Pribadi/Diri Tuhan yaitu YHWH.

Nama Bapa yg kekal selama2nya ini yaitu YHWH.

Oh ya, Musa nanya Tuhan “kalo orang Israel nanya, Musa lu itu siapa yg utus, Tuhan mana
yg utus lu?” Maklum asumsinya waktu itu banyak dewa-dewa/ berhala-berhala/ sesembahan.
Tuhan tahu Musa tuch cuma cari2 alasan untuk melarikan diri dari panggilan Tuhan,
makanya pake tawar-menawar lama pula dengan mengajukan 6 pertanyaan untuk mencari-
cari alasan untuk menolak Perintah YHWH, baru akhirnya Musa mau.

Tuhan menunjukkan eksistensinya Aku Ada Yang Aku Ada, dan sekaligus juga
menyebutkan nama Pribadi-Nya yaitu YHWH, sambil mengingatkan mereka, YHWH
itulah Elohim/Tuhan yg disembah oleh Abraham, Ishak, dan Yakub, nenek moyang mereka.
Dengan nama YHWH (YAHWEH), Tuhan mengikat perjanjian kepada para Patriarkh
(Bapa leluhur bangsa Israel).

Kembali lagi, hampir semua Teolog dan sebagian besar orang Kristen tahu bahwa YHWH
inilah NAMA DIRI/NAMA PRIBADI Tuhan yg begitu ditakuti dan disegani oleh
Bangsa Israel dan bangsa2 lain yg tahu ttg Tuhannya orang Israel, adalah Tuhan yg
Hidup dan satu2nya.

Mengenai kata ALLAH, saya tdk mempelajari khusus ttg sejarah munculnya nama ini.
Banyak spekulasi2 di sana sini, dan banyaklah sumber yg diajukan, mulai dari Ensiklopedia
sampai pada salinan2 kuno.

Saya dengan rendah hati harus mengakui, saya tidak begitu tertarik ttg asal usul kata ini, dan
saya belum mempelajari sejarah kata ini.

Ada yg bilang itu nama salah satu dewa/berhala bangsa Arab pra-Islam, yang kemudian hari
diadopsi Muhammad sebagai nama Diri Tuhannya orang Muslim.

Ada juga yg bilang, sebelum Muslim menggunakan kata ALLAH, kata ini sudah digunakan
bangsa2 disekitar Timur Tengah, juga bangsa Arab Kristen sebelum Agama Islam/ Muslim
ada dan sebelum Islam muncul.

Jika tertarik tentang sejarah munculnya kata “Allah” bacalah buku Bambang Noorsena ‘The
History of Allah’ (PBMR Andi) dan buku Ir. Herlianto, M.Th ‘Gerakan Nama Suci’ (BPK).

Yg pasti, hari ini kita ketahui bahwa bagi Umat ISLAM, kata ALLAH (yg bagi kita orang
Kristen Indonesia mengartikan sebagai nama sebutan/panggilan untuk Tuhan yg kita sembah,

5
kita tdk menganggap kata ALLAH sbg Nama Pribadi/Diri dari Tuhan yg orang Kristen
sembah), sudah menjadi NAMA PRIBADI/DIRI Tuhannya orang Muslim, meski Kamus
Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mengartikan “Allah” sebagai Pencipta Alam Semesta. Tidak
ekslusif hanya untuk Islam.

Kontroversi Penggunaan kata “Allah” dalam Keseharian

Dalam Sumpah Jabatan Kenegaraan/Pemerintahan, Surat Kabar Suara Pembaruan Sabtu, 31


Mei 2003, Demi Allah (Tuhan) saya bersumpah/berjanji, .....

Setiap yg beragama Islam akan menyebutkan sumpahnya, “Demi Allah...dst” sedangkan Non
Islam, “Demi Tuhan...dst”. Hal ini bukan lagi menjadi rahasia umum. Coba anda ketika
disumpah mengucapkan “Demi Allah...” (berani????).

Dalam Literatur Hindu/ Budha, kita tdk akan menemukan kata “Allah” di dalamnya.

Jadi jelas bahwa khazanah menulis dan bertutur dari berbagai Agama yg ada di Indonesia,
kata “Allah” hanya digunakan oleh umat Islam sendiri dalam konotasi Nama Diri
sesembahan mereka, atau oleh umat Kristen dalam konotasi Sebutan Umum Ilahinya.
Penyebab dari semua hal itu tidak lain adalah karena kata “Allah” menurut pemeluk Agama-
agama non Islam dan Kristen, bukanlah kata untuk Sebutan Umum (General Appellation)
yang dapat dikenakan kepada Sesembahan Agama-agama tersebut. Mereka menganggap
bahwa kata “Allah” adalah khas Islami dan merupakan nama Diri dari Tuhannya orang Islam,
sehingga tidak mungkin diterjemahkan ke dalam bahasa apapun.

Ketika membaca Pembukaan UUD 1945 “Atas berkat rahmat Allah yang maha kuasa....dst”,
beranikah anda yg kristen mengucapkan dengan lafal biasa “Allah” dan bukan “Aulloh”
ketika anda atau anak anda ditunjuk sebagai pembaca UUD 1945 di Sekolah-sekolah
Negeri/Pemerintah. Dilema bagi anda sekalian bukan?:) hehehe, tampaknya hanya saya yg
berani mengganti pembukaan UUD 1945, setiap kali baca Pembukaan UUD 1945 di Sekolah
Negeri dari SD-SMU, saya mengganti kata “Allah” di situ dengan kata “Tuhan”.

Info tambahan, dulunya Ir. Soekarno sudah menyepakati mengganti kata “Allah” di
Pembukaan UUD 1945 dengan kata “Tuhan” atas usulan dari Utusan Bali, namun
dalam cetakan ternyata tidak diubah. Tanya kenapa????

Contoh kasus lain, Klaim Umat Islam di Malaysia sudah melarang orang Kristen memakai
kata "Allah", dalam koran BERITA HARIAN edisi 12 April 2003 bertajuk, “Buku agama
bukan Islam guna ’Allah’ akan dirampas”, yg lagi hangat berita tt kasus Agnes Monika yg
nyanyi lagu “ALLAH PEDULI” di Selangor, juga Pengadilan Malaysia dulu ribut bahas
kata “Allah” di Alkitab Malaysia, dll.

Bulan Desember 2007 dunia dikejutkan keputusan Pemerintah Malaysia yang tidak
memperpanjang izin terbit ‘The Herald,’ berita mingguan gereja Katolik, alasannya ‘The
Herald’ menggunakan nama ‘Allah’ untuk menyebut Tuhan dan nama itu dianggap nama
tuhannya agama Islam. Pada akhir Desember izin itu kemudian diberikan, namun

6
penggunaan kata Allah tetap dilarang. Fanatisme kepemilikan nama ‘Allah’ juga pernah
dilontarkan sekelompok kecil masyarakat di Indonesia namun karena tokoh-tokoh muslim
menyadari bahwa klaim itu tidak berdasar maka kemudian dilupakan.(Artikel 3 thn 2008,
www.yabina.org)

Dalam Tata Bahasa Arab dan dalam keyakinan Islam, kata “Allah” tidak bisa ditulis
dalam bentuk plural (allah-allah) dan tdk bisa pula digandeng dg kata ganti kepunyaan
(Allahku, Allahmu, Allahnya, Allah kita, Allah mereka).

Yg pasti sebagian besar orang Kristen Indonesia (sebagian gereja-gereja Indonesia) yg masih
memakai dan mempertahankan kata “Allah”, mengerti kata ini bukan sbg Nama Pribadi/Diri
Tuhan, namun memunyai anggapan hanya nama Panggilan/Sebutan umum (General
Appellation). (Walaupun dalam kasus tertentu Kekristenan ternyata menggeser maknanya
menjadi Nama Diri bagi Sesembahan orang Kristen, contohnya Alkitab LAI dalam ungkapan
“Tuhan ALLAH”).

Dasar pemahaman umat Muslim di Malaysia ialah, bahwa “Allah” itu adalah Nama Diri
Yang Maha Kuasa, bukannya Sebutan Umum seperti: gelar, jabatan, julukan, atau panggilan
statusnya.

Jika demikian halnya, manakah yg benar? Pendapat umat Muslim yg menganggap bahwa
Allah adalah Nama Diri (Proper Name) semata. Ataukah pandangan orang Kristen pada
umumnya, yg menganggap bahwa “Allah” adalah Sebutan Umum (General Appellation)?
Para Ahli Bahasa dan Ahli Agama di Indonesia patut menyelesaikan PR ini.

Saya secara pribadi tdk memusingkan soal kata “ALLAH”, namun saya sedikit demi sedikit
mencoba meninggalkan kata "ALLAH" dan menyebut "Tuhan"

Pihak Gerakan Nama Suci, menyimpulkan kata ALLAH ini berbau BERHALA/ DEWA2/
kepercayaan mistik kuno dan juga Nama Pribadinya Tuhan Muslim. Tampaknya jelas,
dengan alasan ini tidak lagi menggunakan kata “ALLAH, Allah” dalam Terjemahan Kitab
Suci termasuk juga KS-ILT.

Ada beberapa orang Kristen yang menganggap bahwa YHWH itu bukan nama Diri Tuhan,
malah ada yang menganggap YHWH itu nama Marga, berdasarkan beberapa ayat, misal
TUHAN yg Nama-Nya Cemburuan, dll..... itulah nama YHWH yaitu
Cemburuan=QANNA, dll yg bisa dikutip penuh dari Alkitab LAI. Kesalahan yang tidak
perlu terjadi. Kita tahu bahwa kata QANNA, JIREH, Tsidkenu, dll itu adalah Keterangan
dari nama YHWH, atau saya sebut attribut atau sifat atau karya, tergantung kata
dibelakang YHWH.

Jadi kira-kira begini

- YHWH yg NAMANYA CEMBURUAN, Tuhan yg Pencemburu.


- YHWH ha shem QANNA, El-Qanna bisa kita artikan sebagai YHWH yg namaNya
Cemburuan/ Pencemburu, atau YHWH yg Pencemburu.
- Seperti orang Muslim bilang ALLAH HU AKBAR : ALLAH yg Maha Akbar, dll

Kesimpulan:

7
Nama Diri/Pribadi Tuhan adalah YHWH (YAHWEH) bukan QANNA, ALLAH,
TUHAN, dll

Soal nama Pribadi Tuhan yaitu YHWH apakah boleh diterjemahkan sebagai Kurios dalam
PB, kita tahu memang nama YHWH itu diterjemahkan dengan kata Kurios oleh Penulis PB
yg umumnya kita semua sepakat ditulis dalam Bahasa Yunani.

Patut diperhatikan ketika, Yesus baca Kitab Yesaya, ada kata TUHAN (YAHWEH), tentunya
Yesus membaca dengan YAHWEH pada waktu beliau ada di Bait Suci

Alkitab LAI Yesaya 61:1


Roh Tuhan ALLAH (Ruakh Adonay YAHWEH) ada padaku, oleh karena TUHAN
(YAHWEH) telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik
kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk
memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang
terkurung kelepasan dari penjara.
-------------------------------------------
KS-ILT
Yes 61:1 Roh Tuhan YAHWEH ada padaku, karena YAHWEH telah mengurapi aku, untuk
memberitakan kabar baik kepada yang lemah. Dia mengutus aku untuk membalut hati yang
terluka, untuk memberitakan tahun pembebasan kepada para tawanan, dan kebebasan bagi
orang-orang yang terbelenggu

Para murid yg menulis Injil Lukas 4:18, menulis dalam bhs Yunani, kata “YHWH” dalam
Ibrani diganti diterjemahkan bhs Yunani “Kurios”.

Luk 4:18 "Roh Tuhan (pneuma Kurios) ada pada-Ku, oleh sebab Ia (Krio) telah mengurapi
Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus
Aku (ILT menerjemahkan pneuma Kurios dengan “Roh YAHWEH” karena mengutip PB
dalam bhs Ibrani, juga karena ayat Lukas mengutip ayat dari Kitab Yesaya PL)

Luk 4:19 untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan
bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan
tahun rahmat Tuhan telah datang."
-----------------------------------------
KS-ILT
Luk 4:18 "Roh YAHWEH ada pada-Ku, karena Dia telah mengurapi Aku, untuk menginjil
kepada orang-orang miskin, Dia telah mengutus Aku, untuk menyembuhkan orang-orang
yang hancur hati, untuk mengkhotbahkan pembebasan bagi para tawanan, dan pemulihan
penglihatan bagi orang-orang buta, untuk mengutus dalam kebebasan orang-orang yang
tertindas.

Luk 4:19 Untuk mengkhotbahkan tahun perkenan YAHWEH."

Bagaimana dg Nama YESUS?


Nama YESUS bahasa Yunaninya IESOUS dan Ibraninya YAH-Shua atau YAHweh
Shua=YAH-weh yg menyelamatkan. Anda ingat kata Hallelu-YAH=Terpujilah
TUHAN=Terpujilah YAH, nama pendek YHWH=YAHWEH.

Mengenai vokal e dari kata “YAHWeH”, muncul dari mana, saya pernah baca dari kata

8
ELOHIM atau HALLEL, ini perlu dicek lagi, maybe saya baca dari artikel pro YAHWEH.

Jadi Nama Pribadi Tuhan kita YAHWEH=YHWH, cara baca semoga tdk terlalu dipusingkan,
ikut saja bangsa Yahudi yg tahu nama Diri/Pribadi Tuhannya itu YAHWEH. Coba tanya ke
orang Yahudi via internet/email, nama Tuhanmu itu YAHWEH ya cara bacanya. Maybe para
rabi itu tersinggung, “lu berani2nya sebut nama Pribadi Tuhan gue dg sembarangan, kami
saja setiap ketemu kata YHWH ganti sebut dg ADONAY karena takut terkutuk kalo sebut
sembarangan dg tdk hormat, jadi lebih baik tdk usah sebut sekalian.” Begitu pemikiran salah
orang Israel/Yahudi sampai hari ini.

Imam Besar sekali setahun memberkati Bangsa Israel dengan berkat Bilangan 6:24-26
-----------------------------------------
KS-ILT
Bil 6:24 YAHWEH memberkati engkau dan memelihara engkau;
6:25 YAHWEH membuat wajah-Nya bersinar atasmu, dan bermurah hati kepadamu;
6:26 YAHWEH menghadapkan wajah-Nya kepadamu, dan memberi engkau damai sejahtera!

Ucapan berkat imam

TUHAN (YAHWEH) berfirman kepada Musa:


"Berbicaralah kepada Harun dan anak-anaknya: Beginilah harus kamu memberkati orang
Israel, katakanlah kepada mereka:

TUHAN (YAHWEH) memberkati engkau dan melindungi engkau;


TUHAN (YAHWEH) menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih
karunia;
TUHAN (YAHWEH) menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai
sejahtera.

Demikianlah harus mereka meletakkan nama-Ku atas orang Israel, maka Aku akan
memberkati mereka."

Tentulah Imam Besar dan Orang2 Lewi dan para imam, tahu cara pengucapannya yg kita
ikuti hari ini dengan mengucap nama itu menjadi YAHWEH.

Martin Luther, orang Jerman, sulit melafalkan kata “YAHWEH”, dia mengucapkan
JEHOVAH.

Alkitab Inggris King James Version menulis “JEHOVAH”, ada Alkitab lain tetap JHVH,
Alkitab LAI dalam bahasa daerah menulis macam2 Transliterasi (Adopsi dengan ubah dikit),
misal JAHOBA, JAHOWA, YAHOVA, YEHUWA, YHWH dibaca YEHEHUA (Alkitab
Mandarin), dll. Bedakan kata "Transliterasi" ini dengan "Translasi"/terjemahan.

Gereja yg Konsisten menggunakan nama “YAHWEH” dan meninggalkan kata “Allah”

Setahu saya, ada sekitar 200 gereja di Indonesia yang sudah mulai meninggalkan kata
ALLAH dan konsisten pake YAHWEH sbg Nama Pribadi/ Diri Tuhan, ada berbagai
denominasi di dalamnya mulai dari Gereja Methodis Indonesia-GMI tionghoa di salah satu
daerah di Sumut, GBI, GAIN=Gereja Alkitab Injili Nusantara, GKAI=Gereja Kristen Alkitab

9
Indonesia, GBT=Gereja Bethel Tabernakel, GPR=Gereja Pimpinan Rohulkudus, Gekindo
Jogja, GKA=Gereja Kemah Abraham, GKH=Gereja Kristen Holistik, gereja2 baru, dll dan
Jaringan Gereja-Gereja Pengagung Nama YAHWEH.

Seorang Dosen SAAT Timotius Fu, diundang khotbah di Gereja Methodis Tionghoa di
Sumut, gereja ini pake Nama Pribadi Tuhan “YAHWEH” dan tdk pake lagi kata “ALLAH”.
Pak Fu, "ngancam" kalo ndak boleh khotbah pake kata "Allah" dia tdk mau khotbah di situ.
Saya mengusulkan beliau “sudahlah Pak, ganti saja dengan kata “Tuhan”. ” Gitu aza kok
repot:) kira2 begitu nasihatku kepada Beliau. Tapi pastinya apa tetap pake “Allah” atau
“Tuhan”, tanya beliau langsung.

Beberapa tokoh yang konsisten memakai Nama Pribadi Tuhan yaitu “YAHWEH” dan
tidak lagi memakai kata “ALLAH” diantaranya:
Pdt. Daniel Alexander,
Pdt. Jusufroni,
Pdt. Teguh Hindarto, M.Th dari GAIN=Gereja Alkitab Injili Nusantara "Nafiri YAH-shua",
sekarang di GKA=Gereja Kemah Abraham
Pdt. Jahja Iskandar, M.Th yang juga Pembina YALENSA=Yayasan Lentera Bangsa dan
Editor Kitab Suci ILT,
Pdt. Horas Manalu,S.Th,
Pdt. Amos Nababan, S.PAK,
Pdt. Roy Efendi Butar-Butar, S.Th,
Pdt. Dave Michael, S.PAK,
Pdt. Paul Risman Ngii, S.Th, dari GBT Tuberta Jakarta,
Pdt. Lukas Sutrisno GBI Alfa Omega Megalang sekarang di GAIN Alga Omega,
Pdt. Devon Reynaldi dari GKAI, Kakak beradik
Pdt. Daniel Nur Aziz Antono dan Pdt. Sabbath Aenul Abiyah dari Gereja Isa Almasih (GIA)
Muja-Muju Jogja,
Pdt. Cornelius Sianturi, M.Div dan ibu Pdt. Adrienne Soaai dari Gekindo (anggota PGI)
Jogja,
Pdt. Leo dan Yvoune Setzepfand dari GBI Cibunar (sekarang Gereja Kristen Alkitab
Indonesia =GKAI),
Pdt. Abidel Halim dari GBI Cibunar, Jakarta,
Pdt. Benyamin Obad-Yah dari GBI Bintaro Jaksel,
Pdt. Deny Pantouw dari GKRI Bekasi,
Ev. dr. Suradi dari PLP Nehemia,
Pdt. Yakub Sulistyo, M.Th dari Gereja Pimpinan Rohulkudus (GPR),
Gmb alias Gembala Remidi Panggabean dari Gereja Penyebaran Injil Indonesia sekarang di
GPR HaleluYAH Depok,
Gmb. Amelia Getruida dari GPR El-Roi Cibinong,
Gmb. Nikson Saraminang dari GPR Jubah Kemenangan, Jaksel,
Gmb. Hardijan Rusli dari GPR City of YAHWEH Elohim, Cengkareng,
Gmb. Harry Sanoza dari GBI Joyfull Ministry,
Pdt. Imanuel Neno dari GBI Tanah Abang,
Pdt. Pariangan Manurung dari GEKARI Sola Gracia,
Bpk. Gersom dari PD Kasih Karunia Jakpus,
Bpk. Wirasmono dari PD. Keluarga Berdoa,
Ibu Chyntia Maramis dari Sekinah Kavod Mispakha, Jakpus,
Alm Pdt. Yesaya Heri dari GAIN,
Pdt. Paulus Miskan dari GAIN, Pdt. Carlos Coesoy dari GBT Banyuwangi,

10
Pdt. Johan Mawati,
Pdt. Nico Sumolang dari GPR Manado,
Pdt. Benyamin Noya dari GBI Menara Iman,
Pdt. Paulus Djie & Pdt. Steven Djie dg gereja barunya Gereja Kristen Holistik (GKH) di
Jakut,
Pdt. David Chia dari GKAI SION,
Pdt. Roy Rombot dari GpdI Qinamon Jaktim,
Pdt. Dr. Romeo Ricardo Sahertian dari GBI Api Menara Doa, Jakut,
Pdt. Abraham Hosada dari PD. Kelapa Gading,
Pdt. Yusnita Tanjung dari GPdI Cibinong,
Pdt. Yuda D. Mailool dari Yehuda Gospel Ministry/ YGM,
Pdt. Samuel Rahmat dg gereja barunya di Surabaya,
Bernis-JKT,
Yoshua Paulus Bambang Susetyo-Jogja,
Eleazar Lioe Herry Budianto, S.Kom, di Jogja,
Paulus Birama dan Iman Sudibyo, serta
GKMin.Net alias Petrus Wijayanto, di Salatiga,
Bpk. Haryadi Baskoro, MA, M.Hum, penulis buku kristen terkenal
Gideon G. Ruhukail-Jakarta,
Bpk. Iskandar A. Napitupulu dari Yadid Adonai Ministry, dll.

Dalam buku-buku nyanyian untuk Kebaktian, semua kata “Allah” diganti Tuhan, ada juga yg
memakai YAHWEH di lagu-lagu pujian, tergantung konteks kata “Allah” dilagu itu
cocoknya diganti “Tuhan” atau “YAHWEH” (misal lagu Doxologi: Puji Allah (Tuhan) Bapa
putera, puji Allah (Tuhan) Rohulkudus, KetigaNya yang Esa, pohon slamat sumber berkat,
AMIN.)

Usulan: Dalam membaca Alkitab LAI, setiap menemukan kata “Allah”, anda bisa
membacanya dengan “Tuhan” dengan demikian, anda bisa lambat laun meninggalkan kata
“Allah” dan setiap menemukan kata “TUHAN” atau “ALLAH” bisa dibaca dengan kata
”YAHWEH.”

Kesimpulan:
YAHWEH adalah Nama Diri (Proper Name) dari Tuhannya orang Yahudi dan Kristen.

YESUS juga adalah Nama Diri (Proper Name) dari Tuhannya orang Kristen, Tuhan yg
berinkarnasi jadi Manusia diberi nama YESUS.

YAHWEH adalah Nama Tuhan sebelum berinkarnasi, YESUS adalah Nama Tuhan ketika
berinkarnasi menjadi manusia.

Nama YESUS berasal dari kata YAH-SHUA yg berarti: YAHWEH Juruselamat atau
YAHWEH yg menyelamatkan. Jadi, Nama YESUS berasal dari nama YAHWEH ditambah
attribut/gelar SHUA, yg artinya Juruselamat. Dengan demikian YAHWEH dan YESUS
adalah Tuhan yg Esa.

Nama YAHWEH diberikan kepada YESUS, kapan diberikan? Baca Yoh 17:11, Mat 1:21,
Mat 21:9
---------------------------------------
KS-ILT

11
Joh 17:11 Dan Aku tidak lagi berada di dunia tetapi mereka ini masih ada di dunia. Dan Aku
datang kepada-Mu, Bapa Yang Kudus, peliharalah mereka dalam Nama-Mu, yakni mereka
yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka dapat menjadi satu sama seperti Kita.

Mat 1:21 Dan dia akan melahirkan seorang Putra dan engkau akan menyebut Nama-Nya:
YESUS, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."

Mat 21:9 Dan kerumunan orang yang berjalan di depan dan yang mengikutinya berteriak-
teriak, dengan mengatakan, "Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam
Nama YAHWEH, hosana di tempat yang tertinggi!"

Nama YAHWEH kemungkinan adalah Nama Diri Tuhan TRINITAS/TRITUNGGAL.


Namun kemungkinan pula Nama itu adalah khusus Nama dari Bapa Surgawi.

Jika YAHWEH adalah Nama TRINITAS maka diperkirakan padanan Nama Diri masing2
Pribadi dalam TRINITAS itu adalah: YAHWEH ABBA, YAHWEH SHUA, dan YAHWEH
RUAKH.

Jika YAHWEH adalah Khusus Nama Bapa Surgawi maka padanan bagi Nama Putra adalah
YESUS, sedangkan padanan bagi Nama Pribadi ketiga dalam TRINITAS adalah ROH
KUDUS. (KS ILT percaya hal ini). Penulis tidak setuju dengan mereka yg tidak
mengakui Tuhan Tritunggal meskipun menggunakan Nama YAHWEH.

YAHWEH memunyai berbagai Sebutan/Panggilan Umum (General Appellation), baik


berupa Status (contoh: El, Elohim, Eloah, Adonai, Bapa, dll), berupa Jabatan (contoh: Eli
Maleki, Elohe Tishuathi, YAHWEH Rophe, dll), berupa Gelar (contoh: El-Shadday, El-
Elyon, YAHWEH Tsebaoth, dll), maupun berupa julukan (contoh: El-Bethel, El-Mauzi,
YAHWEH Shammah, YAHWEH Kerenyishi, dll.)

YESUS pun memiliki berbagai Sebutan/Panggilan Umum baik yg berupa Status (contoh:
Kyrios/Kurios, Theos, Anak/Putera, dll), berupa jabatan (contoh: Juruselamat, Gembala yg
Baik, dll), berupa Gelar (contoh: Gembala Agung, Imam Besar Agung, dll), berupa Julukan
(contoh: Anak Domba, Anak Manusia, Anak Daud, dll).

Nama YAHWEH sungguh unik, oleh karena YAHWEH hanya disebut dan diagungkan
oleh umat YAHWEH. Namun KURIOS, LORD, atau TUHAN, dapat disebut dan
diagungkan oleh umat manapun. Sebutan-sebutan itu umum sifatnya. Berbeda dengan
YAHWEH yg benar-benar unik dan khas Ibrani.

Dalam Alkitab Berbahasa Arab, satu hal yg pasti adalah, bahwa kata YAHWEH tidak pernah
diterjemahkan dengan kata ALLAH melainkan dengan kata RABB.

Dalam perbendaharaan kata bahasa Indonesia sehari-hari, kata “Allah” memunyai 2


makna/ pengertian, yakni:

Berdasarkan konotasi Kristiani: Allah adalah Sebutan/ Panggilan Umum bagi Tuhan yg
Mahakuasa, Pencipta alam semesta, atau bagi Sesembahan manusia pada umumnya. Dengan
pengertian tersebut, maka kata “Allah” dalam konotasi Kristiani dapat diterjemahkan
(contoh: Allah menjadi God), dapat diberi awalan dan atau akhiran (contoh: Keallahan
Kristus), dapat digandeng dengan kata ganti kepunyaan (contoh: Allahku, Allah-Ku), atau

12
dapat juga tampil dalam bentuk jamak (contoh: allah-allah mereka adalah berhala).

Berdasarkan konotasi Islami: Allah adalah Nama Diri Tuhan yg Mahakuasa, Pencipta alam
semesta, Nama Diri Tuhannya orang Muslim. Dengan pengertian tersebut, maka kata “Allah”
dalam konotasi Islami tidak dapat diterjemahkan, tidak dapat diberi awalan atau akhiran,
tidak dapat digandeng dengan kata ganti kepunyaan, juga tidak dapat tampil dalam bentuk
jamak.

Kiranya apa yg saya tulis ini menjadi berkat bagi kita semua. Shalom Aleihim, YAHWEH
Namanya adalah SATU-SATUNYA.

Baca: Yoel 2:32a, Kis 2:21, Rm 10:13, Rm 10:9, Kis 4:12 dan Yoh 17:11-12, Yes 43:7, Mzm
96:7-13, Rm 1:19-21, 1 Taw 16:8, Yeh 36:21-23, Kel 23:13, Hak 6:10, Yer 23:25-27, Za
14:6-9, Hos 11:7, Mikha 4:5, Mzm 16:4,
-----------------------------------------------
KS-ILT
Yoel 2:32 Dan akan terjadi, setiap orang yang berseru kepada Nama YAHWEH, akan
diselamatkan; karena di gunung Sion dan di Yerusalem akan terjadi keselamatan,
sebagaimana yang YAHWEH firmankan, dan dari yang tersisa yang sedang YAHWEH
panggil.

Kis 2:21 Dan akan terjadi, setiap orang yang memanggil Nama YAHWEH, dia akan
diselamatkan.

Rom 10:13 Sebab setiap orang yang berseru kepada Nama YAHWEH, dia akan
diselamatkan.

Rom 10:9 Sebab jika kamu mengakui Tuhan YESUS dengan mulutmu dan percaya dalam
hatimu bahwa Elohim telah membangkitkan Dia dari antara yang mati, maka kamu akan
diselamatkan.

Kis 4:12 Dan keselamatan tidak ada di dalam yang lain, siapa pun, karena di kolong langit
ini tidak ada nama yang lain, yang telah diberikan kepada manusia, yang di dalamnya kita
dapat diselamatkan."

Joh 17:11 Dan Aku tidak lagi berada di dunia tetapi mereka ini masih ada di dunia. Dan Aku
datang kepada-Mu, Bapa Yang Kudus, peliharalah mereka dalam Nama-Mu, yakni mereka
yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka dapat menjadi satu sama seperti Kita.
Ketika Aku ada bersama mereka di dunia ini, Aku senantiasa memelihara mereka dalam
Nama-Mu, yaitu mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, Aku telah menjaganya dan
tidak seorang pun dari antara mereka yang binasa, kecuali anak kebinasaan itu, supaya
kitab suci dapat digenapkan.

Yes 43:7 yaitu setiap orang yang dipanggil dengan Nama-Ku, dan Aku telah
menciptakannya untuk kemuliaan-Ku, Aku telah membentuknya, ya, Aku telah membuatnya."

Maz 96:7 Persembahkanlah kepada YAHWEH, hai suku-suku bangsa; persembahkanlah


kepada YAHWEH kemuliaan dan kekuatan.
96:8 Berikanlah kepada YAHWEH kemuliaan Nama-Nya, bawalah persembahan sajian
dan masuklah ke pelataran-Nya.

13
96:9 Sujudlah kepada YAHWEH dengan berhiaskan kekudusan; gentarlah di hadirat-Nya,
hai seluruh bumi.
96:10 Katakanlah kepada bangsa-bangsa, "YAHWEH memerintah, dan dunia telah
ditegakkan, tidak tergoyahkan; Dia menghakimi bangsa-bangsa dengan keadilan."
96:11 Biarlah langit bersukacita, dan biarlah bumi bergembira; biarlah laut bergemuruh
beserta segala isinya.
96:12 Biarlah padang dan semua yang ada di dalamnya beria-ria; maka semua pohon di
hutan pun bersorak-sorai,
96:13 di hadapan YAHWEH; karena Dia datang; karena Dia datang untuk menghakimi
bumi; Dia akan menghakimi dunia dengan keadilan dan bangsa-bangsa dengan kebenaran-
Nya.

Rom 1:19 Sebab apa yang diketahui tentang Elohim adalah nyata di antara mereka, karena
Elohim telah menyatakannya kepada mereka.
1:20 Sebab apa yang tidak tampak dari pada-Nya sejak penciptaan dunia, sedang dilihat
dengan jelas untuk dipahami dari hasil karya-Nya, baik kuasa yang kekal maupun keilahian-
Nya, sehingga mereka tidak dapat berdalih.
1:21 Sebab, sekalipun telah mengenal Elohim, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Elohim
atau mengucap syukur, sebaliknya mereka diserahkan kepada kesia-siaan oleh pikiran-
pikiran mereka, dan hati mereka yang tanpa pengertian telah digelapkan.

1Taw 16:8 Bersyukurlah kepada YAHWEH, panggillah Nama-Nya, beritahukanlah


perbuatan-perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa.

Yeh 36:21 Namun Aku merasa sayang akan Nama kudus-Ku yang telah keluarga Israel
najiskan di antara bangsa-bangsa tempat mereka pergi ke sana.
36:22 Oleh karena itu katakanlah kepada keluarga Israel: Beginilah Tuhan YAHWEH
berfirman: Aku tidak bertindak untuk engkau, hai keluarga Israel, tetapi hanya demi Nama
kudus-Ku, yang telah engkau najiskan di antara bangsa-bangsa, tempat engkau pergi ke
sana.
36:23 Aku akan menguduskan Nama-Ku yang besar yang telah dicemarkan di antara
bangsa-bangsa, yang telah engkau najiskan di tengah-tengah mereka. Dan bangsa-bangsa
itu akan mengetahui bahwa Akulah YAHWEH, demikianlah firman Tuhan YAHWEH, ketika
Aku dikuduskan di dalam engkau di depan mata mereka.

Kel 23:13 Dan dalam segala hal yang telah Kufirmankan kepadamu, haruslah kamu
waspada, juga nama ilah-ilah lain jangan kamu sebut-sebut, itu jangan terdengar dari
mulutmu."

Hak 6:10 dan Aku telah berfirman kepadamu, Akulah YAHWEH, Elohimmu, janganlah
menyembah ilah-ilah orang Amori yang negerinya kamu diami, tetapi kamu tidak
mendengarkan firman-Ku itu."

Yer 23:25 "Aku telah mendengar apa yang diucapkan para nabi, mereka bernubuat palsu di
dalam Nama-Ku, dengan mengatakan: Aku telah bermimpi, aku telah bermimpi.
23:26 Sampai kapan hal ini ada di dalam hati para nabi yang menubuatkan dusta; ya,
mereka dalam hatinya adalah para nabi pembohong.
23:27 Yang berencana untuk membuat umat-Ku melupakan Nama-Ku dengan mimpi-
mimpi mereka, yang mereka ceritakan seorang kepada sesamanya, sebagaimana yang
leluhur mereka telah melupakan Nama-Ku karena Baal.

14
Zak 14:6 Dan pada hari itu akan terjadi, bahwa terang tidak akan ada lagi, yang megah
akan menyusut.
14:7 Dan akan ada satu hari, hari itu diketahui oleh YAHWEH, bukan siang, bukan pula
malam, tetapi akan ada terang pada waktu senja.
14:8 Dan akan terjadi pada hari itu, air kehidupan akan mengalir dari Yerusalem,
setengahnya ke laut sebelah timur, dan setengahnya ke laut sebelah barat, hal itu akan
terjadi pada musim panas dan pada musim dingin.
14:9 Dan pada hari itu YAHWEH akan menjadi Raja atas seluruh bumi, YAHWEH-lah
satu-satunya, dan Nama-Nya pun satu.

Hos 11:7 Dan umat-Ku betah untuk berpaling dari-Ku. Mereka berseru kepada Yang
Mahatinggi, namun tidak sungguh-sungguh hendak meninggikan Dia.

Mik 4:5 Sebab, segala bangsa akan berjalan masing-masing dalam nama ilahnya; tetapi kita
akan berjalan dalam Nama YAHWEH, Elohim kita, untuk selama-lamanya."

Maz 16:4 Kepedihan mereka yang berpaling kepada ilah lain akan bertambah banyak, aku
tidak akan menuangkan persembahan curahan mereka dari darah, dan aku tidak akan
menyebut nama mereka pada bibirku.

Yesaya 42:8
Aku ini YAHWEH, itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang
lain atau kemasyhuran-Ku kepada patung.
--------------------------------------
KS-ILT
Yes 42:8 Akulah YAHWEH, itulah Nama-Ku, dan Aku tidak akan memberikan kemuliaan-
Ku kepada yang lain, dan pujian-Ku kepada patung.

GBU all, Oh Dunia... akhirnya selesai sudah artikel ini. Lebih kurang bisa didiskusikan lagi.
Maybe ada infoku kurang akurat, mohon dikoreksi.

Sumber tambahan dan Saran Bacaan Lebih lanjut:


- YAHWEH: Nama Tuhan yg Harus Diingat Kembali, Jahja Iskandar, M.Th, YALENSA
- NAMA YAHWEH dalam Wacana Akademik (Jawaban atas buku, Siapakah Nama Sang
Pencipta? By Pdt. Samin Sitohang, M.Th), by Pdt. Teguh Hindarto, M.Th, Nov 2003.
- Tema Kitab Pengkhotbah: Kefanaan! (Bukan Kesia-sian) dan Banyak Lagi Pernak-pernik
Penerjemahan KS-ILT, Pdt. Jahja Iskandar, M.Th, 2009, penerbit Abiyah Pratama.
- Mengapa Nama YAHWEH Semakin Populer (Judul semula: Mengapa Nama YAHWEH
Kurang Populer?), Pdt. Jahja Iskandar, M.Th, 2003.
- REKONSTRUKSI_KRISTEN_dan_KRISTEN_REKONSTRUKSIONIS, by Pdt. Teguh
Hindarto, M.Th,
- REDEFINISI_DAN_REKONSEPSI_NAMA_ALLAH by Pdt. Teguh Hindarto, M.Th,
- Mengapa orang kristen seharusnya tidak lagi menyebut nama Allah
- Nama Tuhan adalah YAHWEH, Gkmin.net
- Kata “Allah” Hanya Milik Islam, Gkmin.net
- SIAPA TUHAN YANG ANDA SEMBAH? Gkmin.net
- Surat Terbuka kepada LAI, Madiun, 27 Okt 2004, Andreas Suprijadi Christian
- Dan segala bacaan Jurnal, berbagai website Kristen di Google search, mulai dari Theopedia,
Wikipedia, Ketik YAHWEH, YHWH di Om Google, dll.

15
Dede wijaya

SBY PRESIDENKU

“Judul diatas bukan kampanye pemilu sekalipun ditulis sebelum Pilpres 8 Juli 2009, dan
siapapun yang akan menang dalam Pilpres 2009 kelak, kita harus menerima kenyataan bahwa
judul di atas masih relevan di tahun 2004-2009 dan akan tetap dikenang sebagai lagu populer
oleh masyarakat umum untuk waktu yang lama, soalnya anak-anak kecil dan ibu rumah tangga
pun sudah terbiasa mengingat dan menyanyikan lagu pendek sumbangan pabrik mie instan
yang dinyanyikan bintang Indonesian Idol itu.”

Alkisah, pada dasawarsa pertama abad XXII, seorang pengunjung toko barang antik menemukan
sebuah CD video-clip dengan judul diatas yang tidak mereka mengerti, setelah diutak-atik ahli
komputer masa itu karena CD itu termasuk teknologinya sudah ketinggalan zaman, akhirnya terkuak
juga isinya. Dari banyak sumber yang masih bisa ditelusuri diketahui bahwa SBY itu nama presiden
yang santun tutur katanya yang seabad sebelumnya memerintah Indonesia, lagu itu dikenang lama
apalagi lagunya bagus dan dinyanyikan penyanyi yang suaranya merdu pula.

Namun, dibalik popularitas lagunya, di abad itu orang sudah tidak lagi mengenal apa
kepanjangan akronim SBY, ada yang mereka-reka sebagai nama diri ‘SiBuYa,’ tapi dipertanyakan
masakan ia marga suku Sumatra? Ada yang mereka-reka sebagai kata keterangan ‘SeBaYa’ (same
age), tapi ada pula yang mereka-reka sebagai sebutan ‘SuBaYu’ (beautiful wind) atau ‘SiBaYi’ (the
baby). Karena tidak ada kesepakatan, daripada salah dan karena rasa hormat pada presiden seabad
lalu yang dikenal santun itu maka orang menjulukinya ‘Tuan Presiden’ (Mr. President) saja.

Rupanya, mirip inilah terjadinya akronim ‘YHWH’ (tetragramaton). Berbagai rekaan


kepanjangan akronim itu dicoba karena sudah tidak diketahui kebenarannya. Sekalipun ada tercatat
6.800 tetragrammaton dalam Tanakh, nama YHWH hanya ditulis (Ketiv) dan tidak diucapkan (Qere)
oleh Massoret dan diikuti Yahudi Orthodox sejak zaman Ezra sampai sekarang dan diucapkan
sebagai ‘Adonai’ (lebih dari 5.200 kali = Tuhan/Tuan) atau ‘Ha Syem’ (Nama Itu; Im.24:16). Ini
dimaksudkan agar umat Israel memuliakan nama itu tetapi tidak melanggar hukum ke-II yaitu
“Mengucapkannya dengan sembarangan” (Kel.20:7). Di kalangan Yahudi Orthodox sejak itu, nama
YHWH hanya diucapkan oleh Imam Besar (Kohen Gadol) sebanyak 10 kali setahun sekali selama
perayaan Yom Kippur.

Ada juga keberatan karena dalih bahwa YHWH berasal dari aksara asing, karena semula
ditulis dengan huruf Funisia yang kemudian dikenal sebagai ‘Ibrani Kuno’ (Ketav Ashurit) sebelum
digantikan dengan huruf Ibrani Aramik pada zaman Ezra (Ibrani Kitab Suci / Ketav Meruba). Apalagi,
karena mulai dikenal di Sinai diluar wilayah Israel (Ul.33:2; Hak.5:4), dikemukakan bahwa nama itu
kemungkinan berasal dari suku Keni-Median, dan bahkan ada yang menyebutnya berasal dari Arab
dari akar ‘hwy’ (meniup/badai gurun). Ada yang mengemukakan nama itu berasal akar katakerja ‘hyh’
(hayah) yang sebenarnya merupakan keterangan ‘Yang Ada Yang Menjadi’ atau kependekan
‘Yahweh-asher-yihweh’ selaras dengan ‘Ehyeh Asher Ehyeh’ (Kel.3:14). Yang jelas, sekalipun ditulis
dalam kitab suci, tetragrammaton tidak lagi diucapkan, apalagi ejaan ‘Yahweh’ yang paling populer
juga tidak mencerminkan bahasa Ibrani karena dalam bahasa Ibrani tidak ada bunyi ‘w.’

Sejak zaman Ezra itulah tulisan YHWH tidak lagi dibaca, dan lalu diucapkan sebagai
Adonai/Ha-Syem, dan dalam kitab-kitab Tanakh sesudah pembuangan, nama itu sering pula diganti
dengan nama ‘El’ (elah/alaha bhs. Aram). Penerjemahan ke bahasa Yunani Septuaginta (abad III-II
SM) mengikuti tradisi ‘Adonai’ yahudi orthodox dan menuliskannya ‘Kurios/Kyrios,’ terjemahan mana
diikuti penulisan Perjanjian Baru (Yunani Koine). Sejak hari Pentakosta dimana Roh Kudus sendiri

16
mewahyukan firman Tuhan yang disampaikan Para Rasul melalui bahasa-bahasa asing termasuk
Arab (Kis.2:11) maka YHWH diterjemahkan mengikuti ucapan Adonai Yahudi Orthodox ke bahasa-
bahasa lain (LORD bhs. Inggeris, TUHAN bhs. Indonesia).

Dalam catatan Tanakh sejak YHWH tidak diiucapkan, tidak ada wahyu/firman melalui Para
nabi yang menyiratkan bahwa yang punya ‘Nama Itu’ melarang atau menyalahkan
penerjemahannya. Yang disalahkan adalah kalau umat tidak taat akan kehendak YHWH, pribadi
dibalik nama yang dibaca ‘adonai’ atau ‘ha-syem’ itu. Yesus sendiri menggunakan Septuaginta dan
tidak pernah mengucapkan YHWH, dan mengingatkan umat agar tidak “berseru Kurie (kurios) tetapi
tidak melakukan kehendak Bapa di surga!” (Mat.7:21). Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani
dan hanya memuat ‘seruan pujian Haleluya’ di Why.19 dan selebihnya nama Kyrios/Kurios, dan
Yesus di kayu salib memanggil nama ‘El/Elo’ (kependekan elah/alaha bhs. Aram = ilah/Allah bhs.
Arab). Maka aneh kalau masakini ada yang mengantasnamakan YHWH dan menganggap diri pemilik
kebenaran tunggal dan menyalahkan semua orang yang tidak memulihkan Nama itu.

Memang dalam sejarah selalu timbul kalangan kebatinan (seperti gnostik/mistik dan masakini
kalangan Yahudi sekte Kabalah) yang menganggap bahwa nama bahkan huruf-huruf itu memiliki
makna magis/isoteris yang dalam karena itu tidak boleh diterjemahkan atau diganti. Dalam penemuan
‘Dead Sea Scrolls’ ditemukan adanya naskah Septuaginta yunani dimana nama Kurios diganti YHWH
dalam aksara Ibrani Kuno (Funisia), dan ada yang diganti dengan aksara Ibrani Kitab Suci, dan
sepanjang sejarah gereja secara sporadis ada saja yang kembali ingin memulihkan Nama Itu.

Semangat kabalah ini muncul lagi pada awal abad XX dimana sejalan dengan kebangkitan
Zionisme, kalangan Zionisme religious ada yang ingin kembali ke akar Yudaik dengan kembali
menggunakan bahasa dan budaya Ibrani, dan dari kalangan ini ada sekte yahudi yang kembali ingin
memulihkan nama YHWH. Sekte ini aktif di USA pada dasawarsa 1920-30 dan pertama kali
memperngaruhi kalangan Saksi-Saksi Yehuwa sehingga pada tahun 1931 dengan resmi mereka
menyebut diri ‘Jehovah Witnesses.’ Kalangan Advent terpengaruh semangat kembali ke akar Yudaik
dan pecah menghasilkan sempalan Church of God 7thday yang juga menekankan akar yudaik tetapi
menolak kenabian Mrs. White. Di tahun 1930-an COG7thday pecah dan menghasilkan sempalan
yang terpengaruh sekte yahudi yang menekankan kembali nama YHWH dan menyebut diri ‘Assembly
of Yahweh.’ Gerakan ini kemudian berpecah-belah menjadi banyak aliran dan menyebar ke
mancanegara termasuk Indonesia dalam dua dasawarsa terakhir dan mendirikan ‘Gereja-gereja
Pengagung Nama Yahweh’ dan menerbitkan kitab suci dengan dasar Alkitab-LAI dan mengganti
nama-nama YHWH kembali ke bahasa Ibraninya.

Dalam hal Theology, mengikuti teologi yudaisme, Assembly of Yahweh menganut Unitarian
berbeda dengan Adventis / COG7thday yang mempercayai Trinitas, dan dalam hal Kristologi terjerat
faham Sabelian dimana Yesus dianggap YHWH sendiri, dan terpengaruh Saksi-Saksi Yehuwa yang
mengganggap Roh Kudus sekedar tenaga batin YHWH.

Sayang sekali bahwa keinginan untuk memulihkan kembali nama suci YHWH menjadikan
penganutnya terjerat arogansi diri menganggap diri sendiri paling benar dan menyalahkan semua
umat kristen segala bangsa di segala abad yang tidak memulihkan ‘nama YHWH,’ ada yang
menuntut di pengadilan mereka yang mencetak Alkitab yang menulis nama YHWH dengan
terjemahan, bahkan ada pendeta yang mengkotbahkan (disebar luaskan melalui Youtube) bahwa
mereka yang tidak memulihkan nama YHWH itu akan masuk neraka!

Kalau umat Yahudi Orthodox sendiri tidak mengucapkan YHWH dan mengucapkannya
‘Adonai’ maka kalau masakini ada yang ingin memulihkan tulisan dan ucapan YHWH, bahkan Kitab
Suci pengagung Nama Yahweh dalam prakatanya menyalahkan Yahudi Orthodox karena
menggantinya dengan ‘Adonai’ maka itu namanya merasa lebih yahudi dari orang yahudi sendiri, dan
jelas sudah mengucapkan dan menggunakan nama itu dengan sembarangan. Alih-alih mau
memulihkan nama YHWH, mereka terjerat sikap keliru yang justru melanggar hukum YHWH yang ke-
III “Mengucapkannya dengan sembarangan” (Kel.20:7) dan lebih lagi melanggar hukum ke-II yaitu
“Jangan ada Ilah lain dihadapan-Ku” (Kel.20:3), dan yang dijadikan ‘Ilah’ lain itu sekarang adalah
huruf-huruf mati dan ucapan tetragrammaton itu.

Akhirnya, adalah kehendak YHWH (baca Adonai/TUHAN) yang punya ‘Nama Itu’ agar

17
umatnya mentaati kehendak-Nya dan memberitakan kabar baik dengan santun, hormat, dan hati
nurani yang murni (IPtr.3:15-16).

Amin

Salam kasih dari Sekertariat

18